GAMBARAN ORANG PERCAYA – 19 JANUARI 2020

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (Ibrani 12 : 2).

GAMBARAN

ORANG PERCAYA

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA 19 JANUARI 2019

=======================

SHALOM !

Judul khotbah hari ini tanggal 19 Januari 2020, adalah “Gambaran Orang Percaya”. Tuhan rindu agar “gambar” diri-Nya terpancar dari dalam diri kita semua, karena-nya Tuhan mau “gambar atau wujud-Nya” benar-benar ada di dalam kita.

Semua hal yang di inginkan Tuhan ini dari kita, hanya bisa direalisasikan apabila pergaulan kita dengan Tuhan sudah intim.

Kalau saudara tidak membangun hubungan yang erat dengan Tuhan dan tidak ada komunikasi dengan Tuhan, sampai kapanpun saudara tidak akan pernah bisa me- mancarkan gambaran Kristus dari dalam saudara.

  • Saudara harus bergaul dengan Tuhan dalam Roh dan Kebenaran (firman).
  • Tanpa “Roh dan kebenaran” saudara tidak akan bisa menampilkan wujud Kristus dari penampilan saudara sehari-hari.
  • Ingatlah. Tuhan Yesus sangat mengasihi kita dan Dia rindu bersekutu dengan kita dalam doa, pujian dan penyembahan.

Jika saudara mengaku sebagai pengikut Kristus, tetapi tidak menjalin hubungan dengan Tuhan, berarti engkau bukan orang Kristen sejati atau bukan orang Kristen yang benar.

  • Pergaulan kita dengan Tuhan bukan hanya ala-kadarnya saja, tetapi harus dengan sepenuh hati.
  • Jika saudara bergaul dengan Tuhan “tidak dengan sepenuh hatimu”, maka saudara tidak akan bisa diubah sampai menjadi seperti Dia.
  • Engkau tidak akan mengalami transformasi kerohanian yang signifikan jika engkau tidak bergaul dengan Kristus.

Tuhan Yesus rindu “memancarkan” gambaran diri-Nya di dalam saudara, supaya dunia bisa melihat keberadaan diri-Nya di dalam saudara.

Oleh sebab itu, relakan diri kita dibentuk oleh Tuhan agar Tuhan bisa menyalurkan kasih-Nya kepada kita sekalian.

  • Pembentukan memang tidak enak, tetapi hal itu menyembuhkan kita.
  • Dia bukanlah Allah yang menyiksa umat kesayangan-Nya, sebaliknya Dia adalah Allah yang menyembuhkan.

Filipi 3 : 15 – 16

3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

Kalau saudara orang sempurna maka pola pikirmu juga harus sudah berubah.

3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Kita sudah sampai pada tingkat pengertian yang mana, sekarang kita harus terus melanjutkannya jangan berhenti di tengah jalan, maju terus.

Filipi 3 : 12-14

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

Paulus berkata “bukan seolah-olah aku telah berhasil sempurna, melainkan aku mengejarnya, siapa tahu aku bisa mendapatkannya”.

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Bagaimana mengejar kesempurnaan itu? Hanya dengan focus mengarahkan diri kita ke depan saja, kepada Kristus.

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Seseorang tidak pernah bisa menjadi sempurna, jika masih memakai pola pikir lama, masih memiliki focus yang lama, masih memiliki tujuan yang lama, serta masih memiliki keinginan yang lama.

Oleh sebab itu untuk menjadikan kita sempurna, semua harus serba baru, pola pikir, tujuan dan focus kita harus baru semuanya, yaitu “pada panggilan Sorgawi”.

  • Jika masih ada sesuatu yang lama pada kita, kondisi itulah yang menjadi penghambat bagi kita untuk mencapai kesempurnaan.
  • Oleh sebab itu untuk mencapai kesempurnaan, dibutuhkan totalitas dalam mengikut Tuhan.
  • Atau dengan kata lain, untuk mendapatkan “mutiara yang sangat berharga”, saudara harus berani membayar harga.

Semakin bernilai mutiara itu, semakin banyak harga yang harus dibayar, demikian pula halnya dengan Kristus bagi kita, semakin bernilai Kristus bagi kita, semakin total kita berserah kepada-Nya, sehingga semakin berharga kita dihadapan-Nya.

  • Semakin bernilai Kristus bagi kita, seharusnya semakin rela kita menyerah-kan segala-galanya untuk mendapatkan Dia.
  • Kita harus rela melepaskan semua keinginan duniawi kita dengan segala kenikmatannya, dengan satu tujuan yaitu untuk mendapatkan Kristus.

Di tengah proses menuju kesempurnaan, kita harus memiliki damai sejahtera dan sukacita yang dari Tuhan Yesus. Pertanyaannya sekarang, mengapa kita harus memiliki sukacita di tengah proses yang menyakitkan?

  • Jikalau saudara tetap senantiasa bersukacita ditengah pembentukan yang menyakitkan sekalipun, maka engkau akan dimampukan-Nya terus-menerus untuk berkomitmen total kepada-Nya.
  • Kalau saudara tidak mampu berkomitmen total pada Tuhan, berarti sukacita saudara telah dikalahkan oleh “ego” saudara sendiri.
  • Beratnya beban hidup saudara disebabkan “ego” yang masih dominan dalam hidupmu, akan membuat saudara sering mengalami kekecewaan.

Kekecewaan saudara terhadap pergumulan saudara yang belum juga dijawab oleh Tuhan akan membuat saudara kecewa dan akhirnya kehilangan sukacita.

  • Inilah buah dari “ego” saudara yang sudah sangat kuat, yang saudara pelihara sendiri selama ini.
  • Paulus berkata dalam Filipi 4 : 4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan”, ironisnya engkau harus tetap bersukacita walaupun pada waktu yang sama engkau sedang berada ditengah terpaan badai masalah.
  • Saudara harus bisa bersukacita, karena sukacita itu sudah Tuhan berikan kepada saudara, karenanya agar bisa bersukacita, kita harus komitmen total pada Tuhan.

“Ego” adalah biang kerok yang membuat kita terpuruk dan tidak bisa bersukacita, mengapa demikian?

  • Karena kalau “ego” masih sangat kuat dalam kita, begitu keinginan kita tidak tercapai, maka kitapun merasa terpuruk dan kecewa, sehingga akhirnya kita merasa jenuh dengan Tuhan, sehingga mulai mundur dan menjauh dari Tuhan karena tidak ada sukacita lagi mengikut Tuhan.
  • Seharusnya, meskipun kita dihajar oleh masalah berat sampai bertubi-tubi sekalipun, kita harus mampu tetap tersenyum.

Buktinya, jikalau saudara sudah berkomitmen total dengan Tuhan, adalah ketika saudara dihantam oleh masalah demi masalah, saudara tidak tergoyahkan tetapi tetap tersenyum dan bersukacita.

  • Dalam kitab Filipi kita digambarkan sebagai apa?
  • Semua gambaran tentang kita, kita dituntut komitmen total dengan Tuhan.

Dalam kitab (surat) Filipi ada 4 pasal, yang menggambarkan 4 gambaran tentang saudara dan saya sebagai orang Kristen, yaitu :

  1. Orang Kristen di gambarkan sebagai “Prajurit Allah”, yang harus hidup ber-komitmen total bagi Allah.

Filipi 1 : 30

1:30 dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Perhatikan kata “pergumulan”, skarang kita lihat Alkitab King James Version atau NKJV bahasa Inggris.

Philipians 1 : 30

1:30 Having the same conflict which ye saw in me, and now hear to be in me.

Kata “pergumulan” dalam Alkitab versi bahasa Inggrisnya “Conflict”, artinya ada pertentangan atau perseteruan.

  • Perseteruan berbicara tentang peperangan dan memakai kata “Agon”dalam bahasa Yunani dan “Battle” dalam bahasa Inggris.
  • Kalau saudara berperang tanpa komitmen total pada Tuhan, saudara bisa saja mati konyol.
  • Kalau saudara berkomitmen total pada Tuhan, lawanmulah yang mati.

Tuhan sedang menempatkan saudara dan saya di tengah medan peperangan yang dahsyat.

  • Kita berada di tengah-tengah, diantara sorga dan dunia.
  • Sorga sedang menarik saudara tapi duniapun juga sedang menarik saudara.
  • Saudara sedang diperebutkan oleh Sorga dan Neraka.
  • Yang mana yang kita pilih, itulah konfliknya didalam kita.

Kita sedang berada di tengah-tengah medan peperangan antara Sorga dan Neraka.

  • Bila saudara terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mu lalu dibaptis, saudara resmi diterima sebagai prajurit Tuhan.
  • Bila saudara masuk sebagai Angkatan Bersenjata Allah, saudara tidak bisa tidak harus ikut berperang dan akan menghadapi peperangan setiap hari.

1 Timotius 6 : 12

6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

1 Timoty 6 : 12

6:12 Fight the good fight of faith, lay hold on eternal life, whereunto thou art also called, and hast professed a good profession before many witnesses.

Dalam ayat ini kata “bertanding” dalam bahasa Yunani juga memakai kata “Agon atau Agonisomay”, yang dalam bahasa Inggrisnya “Fight” (berperang).

  • Saudara dipanggil menjadi prajuritnya Allah.
  • Kalau saudara santai dan tidak mau berperang maka saudara akan menjadi bulan-bulanan kuasa kegelapan.
  • Seorang prajurit harus mengorbankan segala-galanya bahkan keluarga dan kesenangannya.

Apabila saudara tidak total bagi Tuhan, maka saudara akan kalah dan menjadi hanya menjadi pecundang.

  • Sebagai prajurit Allah, saudara harus memegang senjata yaitu firman Tuhan.
  • Sejauh mana saudara bisa memakai perlengkapan senjata Tuhan (firman Tuhan) dalam hidup saudara?
  • Daud berkata “Dia melatih tanganku setiap hari untuk berperang”.
  • Saudara dilatih untuk berperang secara rohani melawan penguasa di udara dengan firman Tuhan.

Seharusnya kita lebih terlatih dan militant daripada Daud, karena Daud hidup di zaman Taurat dan kita hidup di zaman kasih karunia.

2 Timotius 2 : 3-4

2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Sebagai seorang prajurit Kristus, Komandan kita adalah Tuhan Yesus Kristus, bila saudara tidak total bagi-Nya, maka Sang Komandan juga tidak berkenan padamu.

  • Totalitas saudara kepada “Sang Komanadan” dituntut, karena saudara tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa.
  • Saudara tidak melihat musuh saudara, tetapi mereka melihat saudara.
  • Kalau saudara mengerti firman Tuhan, maka saudara akan tahu saatnya saudara “sedang buka celah” dan “diserang oleh roh jahat”.

Tuhan tidak mau saudara membagi diri-Nya dengan ilah yang lain, di satu sisi kita mencintai Tuhan kita, tetapi di sisi lain kita mendahulukan keluarga kita.

  • Jika engkau tidak total di dalam Tuhan, maka engkau akan bermasalah.
  • Menjadi orang Kristen, berarti menjadi prajurit yang siap diutus ke suatu medan peperangan terdahsyat.
  • Kalau saudara tidak total dalam Tuhan maka saudara akan menjadi korban.
  • Tapi kalau saudara total di dalam Tuhan, Tuhan yang berperang bagi saudara.
  • Saudara hanya taat dan setia mengikuti jalan Tuhan, maka Tuhan akan mem-berikan saudara kemenangan.

Bagaimana mungkin saudara bisa mendapatkan kemenangan jika tidak mengikuti jalannya Tuhan dan juga kita tidak pernah total dengan Tuhan?

  • Karena pada waktu saudara sedang berperang, pandanganmu atau pikiran mu bisa teralih kepada hal-hal yang lain.
  • Banyak yang kita pikirkan di kepala kita, itulah yang membuat kita tidak bisa focus dengan Tuhan.
  • Karenanya belajarlah untuk melepaskan semuanya, ikuti kemuan Tuhan dan totalitaslah didalam Tuhan.
  • Jika saudara totalitas di dalam Tuhan maka saudara akan mendapatkan apa yang saudara impikan dan akan mendapatkan lebih dari apa yang saudara impikan.

Prajurit Allah yang tidak siap berkorban, masih senang menikmati dunia dan segala aspek kehidupan duniawi yang lain, bukanlah prajurit yang baik.

Saat ini engkau berada di dalam Angkatan perang Allah, karenanya kekayaanmu yang berlimpah bisa saja membuatmu membangun kerajaan di dunia, tetapi tidak bisa membawa saudara pada Kerajaan yang sebenarnya.

  • Orang yang salah dalam menggunakan harta kekayaannya, bisa kehilangan Sorga yang kekal.
  • Banyak orang berkata “kalau punya banyak uang, rasanya seperti di Sorga”, apapun di dunia ini bisa dibeli, apapun di dunia ini bisa dinikmati.
  • Kita tidak boleh ikut “pemahaman orang dunia ini”, karena yang jauh lebih berharga adalah ketika kita melipat tangan, tutup mata dan semuanya Tuhan yang sediakan bagi kita.
  • Ingatlah, saudara bisa saja membuat sorga dengan uangmu yang berlimpah tetapi tidak bisa membawa saudara ke Sorga, karena uangmu yang berlimpah sangat ber-potensi mengalihkan perhatianmu dari Allah.

Kalau saudara dengan mudah teralihkan dari Allah kepada dunia, maka engkau tidak akan bisa menjadi prajurit Allah yang baik, karena prajurit Allah yang baik memiliki komitmen total pada Allah.

Filipi 3 : 10

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Menyatu dalam penderitaan-Nya, adalah supaya saudara dan saya menjadi sama dalam kematiaan-Nya.

  • Kalau kita “tidak pernah menderita secara kedagingan” bersama dengan Dia, maka saudara tidak akan pernah menjadi prajurit Allah yang hebat, atau tidak akan pernah menjadi prajurit yang militan.
  • Kalimat ini memang tidak enak di dengar, tetapi sangat indah karena akan menggiring kita pada kebangkitan orang mati.

Filipi 1 : 20

1:20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

Saudara di tengah medan pertempuran bagaikan seorang gladiator dan semua mata penonton memperhatikan saudara, sebab saudara menjadi contoh di medan pertempuran, entah mati atau hidup.

  • Kalau saudara menang, saudara akan dimenerima pujian, tapi kalau saudara tidak total pada Tuhan, saudara akan mati di medan peperangan.
  • Apa yang harus saudara perbuat sebagai seorang prajurit, saudara harus menghitung untung-ruginya sebelum berperang.
  • Apakah saudara sudah menghitung untung ruginya ikut Tuhan?
  • Kerugian saudara adalah “rugi kedagingan” yang sakit sekali, tetapi hidup kekal di Sorga adalah keuntungan yang tiada taranya dan untuk mendapat-kan keuntungan tersebut saudara harus total bagi Tuhan.

Filipi 1 : 19

1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

“Kesudahannya adalah keselamatan” artinya memperoleh hidup kekal di Sorga, saudara juga akan mendapatkan pertolongan dan tidak pernah ditinggal sendiri.

Kerugian mengikut Kristus, semua yang bersifat kedagingan akan tergerus, tetapi keuntungannya kehidupan kekal di Sorga.

Lukas 14 : 31-32

14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?

Perhitungkan untung ruginya dan jika saudara sudah tahu tidak akan bisa menang, saudara harus bergantung pada Yesus karena Yesus sudah menang.

  • Untuk apa saudara menjadi orang Kristen, jika tidak mau bergantung pada Tuhan Yesus.
  • Jika orang Kristen tidak bergantung pada Tuhan, dia sama saja dengan orang dunia yang menjadi pecundang.

14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.

Sebagai prajurit Tuhan harus menyadari siapa musuh kita, musuh kita tidak terlihat jadi kita harus berperang dengan iman, dalam peperangan yang tidak terlihat.

Berapa banyak orang Kristen yang berperang dengan musuh yang tidak terlihat, karena peperangan kita bukanlah melawan yang terlihat tapi melawan yang tidak terlihat.

  • Oleh sebab itu ketika kita berperang melawan yang tidak terlihat, kita juga harus dibantu oleh pasukan yang tidak terlihat juga.
  • Sadarkah saudara, engkau bisa menggerakkan pasukan yang tidak terlihat?
  • Sadarkah saudara siapa Panglima Perang saudara dan kalau saudara sudah sadar bahwa Panglima Perang saudara adalah Yesus, mengapa engkau tidak komitmen total pada Yesus?

Seharusnyalah kita berkomitmen total pada Yesus, karena kita sudah tahu bahwa kesudahannya nanti adalah hidup kekal bersama Dia di Sorga.

  • Pertama hitung untung ruginya berperang, kedua sadari siapa musuhmu.
  • Sebagai prajurit Tuhan, kita harus mempersiapkan diri terus-menerus untuk masuk dalam pertempuran setiap hari.
  • Begitu saudara buka mata saat bangun tidur di pagi hari, sebenarnya saudara langsung masuk dalam medan pertempuran.
  • Adakalanya, begitu saudara bangun tidur saudara bisa langsung diintimidasi, misalnya pagi-pagi saudara sudah dibuat kesal dengan orang lain, artinya begitu bangun tidur langsung masuk pertempuran.

Sadarkah saudara, bahwa sesungguhnya saudara bukanlah berperang melawan manusia secara fisik, tetapi melawan kuasa gelap di balik tubuh manusia?

  • Oleh sebab itu manusianya tidak bisa diperangi tapi roh jahat dibalik manusia itulah yang harus diperangi.
  • Begitu bangun tidur, saudara harus mengenakan baju perang karena Yesus berkata “Kenakanlah segenap perlengkapan senjata Allah”.
  • Bukan Tuhan yang memakaikannya pada kita, tetapi kita harus pakai sendiri segenap senjata Allah karena kita masuk dalam peperangan itu.

Saudara masuk ke dalam medan pertempuran setiap hari, artinya saudara harus siap menderita bagi Tuhan. Jadi saudara harus memahami resikonya berperang.

Filipi 1 : 6-7

1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Dia sudah memulai pekerjaan yang baik di antara kita dan Dia lah juga yang akan mengakhirinya bagi kita.

1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

Kata “membela” dalam ayat ini, memakai kata “defend”, sehingga kita memasuki medan pertempuran dan kita berperang, tetapi kita juga dibela oleh Tuhan.

  • Saudara harus tetap bertahan di tengah-tengah peperangan rohani dahsyat.
  • Kalau saudara mengaku seorang Kristen, saudara pasti menjadi prajurit.
  • Kalau saudara mengaku sebagai prajurit, saudara pasti berperang.
  • Kalau saudara masuk di dalam peperangan tetapi tidak berkomitmen pada Tuhan, maka saudara akan menjadi korban.

Jadi :

  • Pertama, saudara hitung untung ruginya.
  • Kedua, sadari siapa musuhmu.
  • Ketiga, saudara siap masuk dalam peperangan setiap hari.

Sebagai prajurit Tuhan, saudara harus mengikuti arahan komandan.

  • Seorang komandan maunya hanya menang.
  • Saudara harus melakukan peperangan rohani, kalau saudara mengikuti arahan Tuhan, saudara pasti menang.
  • Sebaliknya kalau saudara tidak mengikuti arahan-Nya saudara akan kalah.

Berapa banyak orang Kristen yang tidak mau mengikuti arahan Tuhan?

  • Sebab, bila mengikuti arahan Tuhan, kedagingannya pasti akan menderita.
  • Sebaliknya kalau mereka berkomitmen total mengikuti arahan Tuhan, maka mereka akan menikmati kemenangan demi kemenangan dan masih bisa tersenyum di tengah badai masalah.
  • Mereka akan tetap bersukacita dengan apapun yang mereka alami, karena mereka tahu jaminan kemenangan selalu ada bersama dengan Tuhan.

2. Kita digambarkan sebagai “Imam Tuhan” (yaitu mempersembahkan diri di Mezbah Persembahan).

Filipi 2 : 17

2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.

Kita adalah para imam, sekalipun darah kita dicurahkan pada korban dan ibadah iman kita, kita akan tetap bersukacita bersama walaupun kita mengobankan diri kita bagi-Nya.

  • Siapakah yang bisa membawa korban bagi Tuhan? Imam.
  • Dalam Filipi pasal 1 dikatakan kita adalah prajurit.
  • Dalam Filipi pasal 2 dikatakan, kita adalah imam.

Karenanya, kesempatan istimewa bagi saudara jika engkau bisa berkorban bagi Allah diatas mezbah persembahan.

Saudara dan saya belum bisa menjadi Kristen sejati jika hidup kita semua tidak dipersembahkan sebagai korban di altar Allah.

  • Hidup kita harus kita bawa ke altar Allah sebagai korban persembahan, tapi kita harus membawanya dengan sukacita.
  • Begitu kita membawa korban diri kita sendiri dengan sukacita ke Altar-Nya, maka kita adalah imam sebagaimana Yesus telah membawa diri-Nya sendiri sebagai korban, maka Dia lah Imam Besar Agung bagi kita.
  • Dialah Imam Besar yang telah mengorbankan diri-Nya sendiri dan jika kita juga mengorbankan diri kita sendiri dihadapan Allah maka kita adalah imam.

Dengan demikian, kalau saudara mengaku adalah orang-orang Kristen yang benar, maka saudara adalah imam-imam Allah.

Roma 12 : 1

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Sebagai imam, kita harus mempersembahkan tubuh kita, karena kitalah yang menyelenggarakan ibadah kita yang sejati dan disebut sebagai gereja.

  • Dalam hal ini, gereja bukan dalam arti bangunan, tetapi adalah saudara dan saya ketika kita membawa persembahan hidup kita sendiri dihadapan Allah.
  • Saudara tidak bisa disebut Kristen sejati, jikalau saudara tidak membawa persembahan hidup saudara sendiri kepada Tuhan.
  • Jika saudara tidak menjaga kekudusan, saudara bukanlah seorang Kristen sejati, sebaliknya masih “sekedar” Kristen, atau hanya Kristen KTP.

Ketika saudara menjadi seorang Kristen, saudara secara otomatis menjadi prajurit Allah, resikonya kalau saudara tidak total berserah pada Tuhan, saudara akan selalu dikalahkan kuasa gelap.

  • Juga, ketika saudara menjadi Kristen, saudara menjadi imam.
  • Sebagai imam, saudara harus mempersembahkan dirimu dihadapan Allah.
  • Kalau saudara tidak mempersembahkan dirimu dihadapan Allah, berarti saudara bukan imam.
  • Jika saudara bukan imam, berarti saudara bukan Kristen sejati.

Filipi 2 : 5

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Apakah saudara bisa tahu pikiran yang ada pada Kristus Yesus? Kalau saudara pelajari Alkitab dengan benar, maka saudara akan tahu yang ada di pikiran Yesus hanyalah bagaimana Dia melakukan kehendak Allah, yaitu berkorban.

Perasaan adalah kasih.

Kalau saudara adalah orang Kristen dan kalau saudara adalah seorang imam maka saudara adalah orang yang akan berkorban atas dasar kasih.

  • Kalau saudara tidak mau berkorban atas dasar kasih, maka sesungguhnya saudara bukanlah orang Kristen yang benar.
  • Kalau saudara tidak mau mengorbankan kesenanganmu dan dirimu, maka saudara tidak bisa disebut sebagai orang Kristen.
  • Saudara harus “mengorbankan segalanya” bagi Allah agar Allah disenangkan dalam hidup saudara.

Contohnya, Yesus hanya focus pada Yerusalem, karena Dia tahu di Yerusalem ada Salib sedang menanti-Nya dan Salib adalah pengorbanan.

  • Jadi, yang ada dalam pikiran Allah kita hanya satu, yaitu pengorbanan.
  • Saudara harus mengasihi Allah, barulah saudara bisa berkorban bagi Allah dan saudara bisa disebut sebagai imam.
  • Saudara harus mengasihi Tuhan di atas segalanya, barulah bisa menjadi korban di atas mezbah.

Matius 10 : 38

10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Kalau saudara tidak memikul “Salib yang merupakan pikiran Tuhan” maka engkau tidak layak bagi Tuhan.

10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Kata “nyawa” dalam ayat ini sama artinya dengan kesenangan, sehingga kalau saudara mempertahankan kesenangan saudara, maka saudara akan kehilangan kesenangan itu.

  • Kalau saudara kehilangan kesenangan itu demi nama Tuhan, maka saudara akan mendapatkan kesenangan yang tidak terpikirkan oleh pikiran saudara hari ini.
  • Saat saudara sampai di Sorga, kesenangan yang engkau peroleh ribuan kali lipat dari kesenanganmu pada saat di dunia.
  • Mengapa demikian? Karena saudara sudah sampai pada garis finish di dunia dan saudara sudah menang di dalam pertandingan selama hidup di dunia.

Sorga adalah tempat yang begitu indah yang Tuhan bangun bagi saudara dan saya.

  • Sorga diciptakan bagi orang-orang percaya yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat-nya.
  • Sorga adalah tempat tanpa tangisan dan air mata tidak pernah terbayang oleh kita.

Tuhan tidak menciptakan Neraka bagi kita yang taat dan setia kepada-Nya, tapi kalau sampai ada orang percaya yang masuk Neraka, itu pilihan seseorang karena dia salah jalan.

  • Tuhan sangat tidak mau kita masuk Neraka, tapi Tuhan mau kita menikmati hasil karya-Nya.
  • Masalahnya, bagaimana mungkin saudara bisa sampai di Sorga jika saudara tidak pernah mau total bagi Tuhan?

10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Kita adalah perwakilan Kerajaan Sorga, sebab jika ada Roh Allah di dalam si A, kita menyambut si A berarti kita menyambut Bapa yang mengutusnya.

  • Oleh sebab itu, orang Kristen yang benar adalah orang Kristen yang peramah, bukan pemarah.
  • Jangan menjadi orang Kristen yang sedikit-sedikit marah tidak ada ujung dan pangkalnya, karena orang Kristen yang seperti ini masih “manusia lama”.
  • Meskipun saudara sampai diinjak-injak (misalnya) tetapi saudara hanya bisa tersenyum, sehingga orang bisa melihat “Siapa” yang ada di dalammu.

Kita baru bisa merasakan kuasa Allah, yaitu ketika kita menjadi korban di atas Mezbah, saat “Api Roh Allah” turun dari langit membakar kedagingan kita.

  • Berapa banyak dari kita yang mau menjadi korban di atas Mezbah?
  • Banyak dari kita yang hanya mau kuasa Allah saja, tetapi tidak mau menjadi korban di atas Mezbah.
  • Kalau saudara benar-benar mau menerima kuasa Allah maka saudara harus benar-benar siap menjadi korban di atas Mezbah.

Ingatlah. Saudara terpanggil menjadi imam bagi Tuhan, karenanya saudara harus selalu siap untuk mengorbankan hidup saudara bagi Tuhan.

  • Saudara juga harus berpikir bagaimana caranya saudara hidup bagi Tuhan dan hidup bagi sesama.
  • Kalau sampai hari ini engkau masih bisa bernafas, pakailah kesempatan ini untuk melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain, serta membuat orang lain tersenyum, tetapi jangan membuat orang lain meringis.

Meskipun engkau mengaku orang Kristen, meskipun engkau dipakai Tuhan dengan luar biasa, tetapi bila engkau masih mudah tersinggung, berarti engkau masih manusia lama yang dipakai dengan cara yang baru.

  • Apakah saudara prajurit Tuhan?
  • Sudah totalkah saudara bagi Tuhan?
  • Apakah saudara imamnya Tuhan?
  • Sudahkah saudara membawa dirimu ke Mezbah Tuhan?

3. Kita digambarkan sebagai “Atlet” (Fokus kita hanya kepada Tuhan).

Filipi 3 : 12-16

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Ketiga, kita digambarkan sebagai atlet dan dalam Filipi pasal 3 ini kata “mengejar” diungkapkan sebanyak 3 kali.

Filipi 3 : 6

3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.

Dalam Alkitab versi bahasa Indonesia tidak ada kata “mengerjar”, sekarang kita lihat Alkitab versi King James bahasa Bahasa Inggris.

Philipians 3 : 6

3:6 Concerning zeal, persecuting the church; touching the righteousness which is in the law, blameless.

Persecuting the church (mengejar jemaat Gereja). Paulus berkata, “Dahulu aku mengejar yang salah, aku membunuh jemaat Tuhan, tetapi sekarang aku berlari mengejar yang benar.

  • Dahulu kita mengejar dunia, mengejar nama baik atau kekayaan, sekarang kita mengejar kemuliaan bersama dengan Tuhan.
  • Kalau saudara dipanggil “seperti seorang atlet” apakah yang saudara kejar?
  • Jika saudara mengejar kenyamanan, saudara tidak jauh bedanya dengan seekor anjing yang mengejar tulang.

Banyak orang Kristen yang seperti itu, hanya mau taat kepada Tuhan kalau Tuhan memberi semua kebutuhannya.

  • Banyak orang Kristen datang ke gereja hanya untuk diberkati, atau mencari Tuhan agar mengalami kesembuhan.
  • Banyak Gereja melakukan kesalahan fatal, membuai jemaat dengan firman sakit-sembuh, masalah beres, keuangan diberkati. Inikah kekristenan?

Kalau saya ikut-ikutan menyampaikan firman yang membuai saudara, saya sama saja ingin menjadikan saudara anjing-anjing yang mengejar kenikmatan terus.

  • Semakin dalam kita belajar kebenaran, maka sepertinya semakin jauh kita dari tingkat sempurna karena kita melihat diri kita yang masih banyak harus diubah.
  • Permasalahannya banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjauh dari Tuhan.

Kalau dalam kekristenan, para hamba Tuhan hanya mengajarkan tentang berkat kemakmuran atau kesembuhan fisik saja, sangat berbahaya bagi jemaatnya.

  • Padahal berkat Tuhan akan didapat secara otomatis, jika saudara mengikuti langkah Tuhan, karena Tuhan pasti memeliharamu/memberkatimu selalu.
  • Tuhan memelihara bunga bakung di padang, Tuhan memelihara burung di udara, apakah Tuhan tidak memelihara saudara?
  • Tuhan pasti memelihara kita, permasalahannya adalah kita begitu gampang memberontak ketika Tuhan mau memelihara kita, karena kita maunya lebih.

Memang “sangat tidak enak” ketika saudara sedang dibentuk, tapi kenyamanan-nya akan saudara nikmati nanti saat saudara tiba di Sorga.

  • Tuhan seakan-akan membuat saudara tidak nyaman di dunia karena tempat saudara bukan di dunia tetapi di Sorga.
  • Tetapi banyak orang yang memilih kenyamanan di dunia, karena kalau mau ke Sorga harus membawa Salib yang berat.

No crown without cros” (Tidak ada Mahkota tanpa Salib)

Tuhan Yesus berkata kepada setiap jemaat dari tujuh jemaat di Asia Kecil dalam kitab Wahyu pasal 2 dan 3, “barang siapa menang”……………….…(dan seterusnya).

  • Masalahnya, “Bagaimana mungkin kita bisa menang, jika kita tidak pernah berjuang?
  • Tuhan membawa kita ke dalam suatu arena pertandingan dan kita harus mengejar kemuliaan yang sudah Tuhan siapkan, bukan mengejar makanan atau kenyamanan dunia yang membuat kita salah jalan.

Tuhan sudah mempersiapkan kemuliaan, tetapi mengapa banyak orang Kristen lebih memilih mengejar kedagingan? Betapa fananya otak mereka.

  • Orang yang sudah menyadari akan keindahan Tuhan, pasti mengejar Tuhan.
  • Biarlah kita semua menjadi “pengejar Allah”.
  • Sadarkah saudara sedang berlari mengejar kemuliaan Allah?

Mengapa Yohanes berani berkata, “aku adalah murid yang dikasihi Yesus?”

  • Mengapa Yesus tidak complain ketika Yohanes berkata seperti itu.
  • Saat Yesus membuat mujizat ataupun saat diarak, semua murid-Nya berada disitu, tetapi ketika Yesus di salibkan hanya Yohanes yang berada di disitu.

Ketika Yesus membuat banyak mujizat, semuanya mengagungkan Yesus, tetapi saat Yesus menderita yang mengikuti Yesus hanya Yohanes, bahkan sampai Yesus menghebuskan nafas terakhir di kayu salib.

  • Jadi tidak salah kalau Yohanes adalah murid yang dikasihi Yesus.
  • Maukah saudara setia kepada Tuhan sampai ke tingkat seperti Yohanes?
  • Artinya, kita mengiring Tuhan bukan hanya pada saat kita mendapatkan mujizat atau mendapatkan kuasa dari Dia, tetapi sampai di kayu salib dan mati bersama dengan Dia.

Pertanyaannya bagi saudara sekarang :

  • Apakah saudara sudah “hidup total bagi Tuhan?”
  • Apakah saudara sudah menjadi “korban di atas mezbah?”
  • Apakah saudara sudah “berlari mengejar kebenaran?”

Dalam arena pertandingan banyak yang memperhatikan kita, karena kitalah surat Tuhan yang terbuka.

  • Di dalam Gereja kita bisa menjadi malaikat yang punya hati mulia, ironisnya dalam kehidupan nyata yaitu di luar Gereja, hatimu dipenuhi iri dan dengki.
  • Baik di dalam Gereja maupun di luar Gereja, seharusnya hidup kita sama.
  • Ingatlah, kita diperumpamakan sebagai seorang atlet yang harus mengejar kemenangan dalam suatu pertandingan, yang dalam hal ini kita mengejar kebenaran dan kemuliaan.

Ketika saudara sedang berlari, ada 2 hal yang harus saudara waspadai :

  1. Saat berlari waspadai lawan saudara.
  • Lawan saudara adalah kuasa kegelapan, dia juga sedang berlari mengejar saudara juga.

2. Saat berlari waspadai tipu daya dosa.

  • Kalau kita tidak mewaspadai dosa, kita bisa tersandung di tengah jalan.

Ibrani 12 : 1-2

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Kita bagaikan CCTV yang mengelilingi kita yang memperhatikan kita dari Sorga.

  • Kehidupan kekristenan yang benar bisa terlihat di tempat tersembuyi bukan di tempat terbuka.
  • Di tempat terbuka banyak sekali kemunafikan, tapi di tempat tersembunyi hanya Tuhan yang tahu.
  • Harusnya hidupmu ditempat tersembunyi/terbuka sama tanpa kemunafikan.

Sebagai orang Kristen yang benar, saudara harus mengasihi seseorang baik di luar Gereja maupun di dalam Gereja, seharusnya sama. Inilah orang Kristen yang benar.

Dalam ayat 1 tadi, ada kata-kata “perlombaan yang diwajibkan”, berarti saudara wajib untuk berlari mengejar kebenaran.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Yesus sudah menang. Oleh sebab itu kita harus mengarahkan mata kepada Tuhan agar kita juga menang.

Kalau kita “tidak focus” pada Tuhan kita tidak akan sampai ke tujuan.

  • Yang pertama saudara dipanggil sebagai prajurit yang harus total pada Tuhan
  • Yang kedua saudara dipanggil sebagai imam yang harus mempersembah dirinya sebagai korban persembahan.
  • Yang ketiga saudara dipanggil sebagai atlet yang harus focus pada Tuhan.

Kalau saudara tidak pernah mau focus pada Tuhan, saudara tidak akan pernah menjadi atlet yang berprestasi.

  • Banyak yang mau mengalihkan saudara kepada kebutuhan hidup, pasangan hidup dan kesenangan hidup.
  • Bagi yang belum menikah jangan berpikir menikah, tapi pikirkanlah menjadi mempelainya Tuhan saja.
  • Janganlah focus pada jodoh di dunia, karena jodohmu ada di Sorga yang sudah menantimu di kekekalan nanti.

4. Kita digambarkan sebagai “pekerja-pekerja Allah”.

Dalam ibadah Pendalaman Alkitab hari Selasa tanggal 14 Januari 2020, saya ber-bicara tentang pelayanan seseorang yang bernama “Epafroditus”.

Nama Epafroditus hanya 2 kali disebut dalam kitab Filipi tetapi dia dikenal dimata Allah.

  • Sampai Paulus meminta yang lain untuk menghormati Epafroditus karena pelayanannya.
  • Pelayanan Epafroditus adalah mengunjungi Paulus, memberi makan Paulus (Thereskia katara) tetapi Tuhan menyebut pelayanan Epafroditus adalah pelayanan imamat (Liturgia).
  • Bagian konsumsi Gereja yang memasak untuk konsumsi jemaat dari pagi sampai lelah tetapi dia mengerjakannya dengan tulus, dia masuk dalam pelayanan imamat seperti yang dilakukan oleh Epafroditus.

Meskipun pelayananmu hanya sekedar mengangkat sampah di Gereja tetapi saudara lakukan dengan hati tulus, saudara masuk dalam pelayanan imamat.

Pelayanan imamat adalah pelayanan yang “tidak menonjol terlihat” dengan mata orang dunia, tetapi dia lakukan dengan ketulusan hati.

  • Tidak usah menunggu dijadwal pelayanan, saudara bisa melayani dengan cara saudara sendiri.
  • Saudara duduk diam dengar firman, lalu saudara berubah, itu juga termasuk pelayanan.

Kalau saudara dipanggil sebagai pekerja Allah, berarti saudara adalah seorang yang menyiapkan ibadah :

  • Mulai dari doa sebelum ibadah dan persiapan tehknis lainnya.
  • Bagian soundman yang mempersiapkan peralatan music dan sound.
  • Jika dilakukan dengan tulus, maka pelayanan saudara termasuk pelayanan imamat.

Demikian pula halnya, ketika saudara menyiapkan minuman ini bagi saya yang bertugas menyampaikan firman Tuhan, saudara akan mendapat upah seorang imam.

  • Jika seorang nabi menyampaikan firman pada saudara, saudara memberinya minum maka saudara akan mendapatkan upah seorang nabi.
  • Saat saudara bertugas usher, saudara menyambut jemaat yang hadir dengan senyum serta mengantarnya ke kursi kosong, saudara mendapatkan upah seorang imam.

Segala sesuatu harus dimulai dengan senyuman, bangun pagi senyum, antar suami istri harus selalu ada senyuman agar tidak ada konflik dalam rumah tangga.

  • Kitalah prajurit Allah, imam Allah, atlet dan kitalah pekerja-pekerja Allah.
  • Lakukanlah semuanya itu dengan ketulusan hati dan serahkan hidupmu bagi Tuhan, maka engkau akan menjadi berkat bagi banyak orang.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA PS. ROBERT T. BALAY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s