TAHUN YOBEL – 12 JANUARI 2020

Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. (Imamat 25 : 10)

TAHUN YOBEL

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA 12 JANUARI 2020

====================

SHALOM !

Apakah yang dimaksud dengan “Tahun Yobel?” Tahun Yobel bukan hanya sekedar tahun pembebasan, tetapi juga memiliki makna rohani yang mendalam, yaitu “tahun kesempurnaan”, dimana kita semua dipulihkan dan masuk ke dalam tahun kesempurnaan.

Tahun Yobel pada umumnya dikenal sebagai “tahun pembebasan” atau “tahun kelepasan” atau “tahun penggenapan” dan Tahun Yobel adalah puncak dari Sabat.

Sabat terbagi atas 2 urutan, yaitu Sabat Harian dan Sabat Tahunan. Puncak dari Sabat adalah Tahun Yobel.

  • Kita harus melewati Sabat Harian, barulah kita bisa masuk Sabat Tahunan.
  • Ketika kita sudah masuk Sabat Tahunan, barulah kita bisa masuk Tahun Yobel.

Penjelasan selanjutnya :

  • Sabat Harian masuk pada hari yang ke tujuh.
  • Sabat Tahunan masuk pada tahun ke tujuh.
  • Tahun Yobel terjadi lima puluh tahun sekali.

Dengan demikian maka Tahun Yobel adalah “tujuh kali Sabat Tahunan ditambah satu tahun” atau 7 x 7 + 1 tahun = 50 tahun atau satu kali terjadi dalam 50 tahun.

  • Tujuh artinya sempurna, satu artinya esa.
  • Jadi tahun Yobel adalah tahun kesempurnaan, penyatuan kita dengan Allah yang esa.
  • Bagi kita, Tahun Yobel adalah kiasan dari rohani kita hari ini.

Melalui Sabat Harian, kita yang insani diubah Tuhan hari demi hari, sampai masuk pada Sabat Tahunan dan akhirnya diubah sampai sempurna sehingga menyatu dengan Tuhan Yang Mahaesa, inilah artinya Tahun Yobel.

  • Tahun Yobel pertama kali dirayakan, ketika orang Israel masuk ke dalam Tanah Perjanjian (Kanaan).
  • Tahun Yobel pertama kita, akan kita rayakan ketika kita masuk ke dalam Masa Kekekalan.
  • Kalau saudara bisa mencapai tingkat sempurna maka maka saudara akan ikut serta dalam perayaan tahun Yobel di Masa Kekekalan.

Perayaan Tahun Yobel orang Israel bersamaan dengan Hari Raya Perdamaian.

  • Orang tidak bisa merayakan Tahun Yobel jika dia lalai dalam Sabat Harian.
  • Kalau lalai dalam Sabat Harian, tidak bisa masuk ke dalam Sabat Tahunan.
  • Kalau tidak masuk dalam Sabat Tahunan, maka tidak bisa merayakan Tahun Yobel.

Tahun Yobel adalah tahun pembebasan, tahun kelepasan dan puncak dari Sabat.

Imamat 25 : 10

25:10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.

Tahun Yobel harus di kuduskan, karena ketika kita pulang kerumah Bapa di Sorga, itulah tahun Yobel bagi kita.

Sedangkan Sabat Pertama bagi kita yang untuk pertama kalinya kita rayakan adalah pada saat kita pertama kali jatuh cinta pada Tuhan. Itulah kasih mula-mula kita.

  • Apakah kita lalai dalam Sabat Harian kita?
  • Apakah kita lalai dalam Sabat Tahunan kita?
  • Apakah kita yakin akan masuk dalam Tahun Yobel?

Tahun Yobel adalah “puncak dari Sabat”, dimana orang-orang dibebaskan, semua hutang-hutang dibebaskan, semua tawanan dilepaskan, tidak boleh lagi ada perhambaan.

  • Tahun Yobel akan terjadi bagi kita, “ketika kita melepaskan tubuh jasmani” kita dan “mengenakan tubuh yang baru, yaitu tubuh kemuliaan”.
  • Ketika Tuhan menghampiri kita dan “saat kita berhadapan muka dengan muka dengan Tuhan tanpa batas”, disitulah terjadi tahun Yobel bagi kita.
  • Dimana semua hutang kita, yaitu semua dosa, kesalahan dan pelanggaran kita Tuhan ampuni semuanya, sehingga Kitab Kehidupan kita menjadi bersih.

Agar kita berhasil memasuki Tahun Yobel, kita harus melalui Sabat Harian dan Sabat Tahunan. Pertanyaannya bagi saudara, apakah Sabat Harian dan juga Sabat Tahunan mu, engkau lakukan dengan setia?

ARTI SABAT

Keluaran 20 : 8-11

20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Arti Sabat bagi orang Israel, adalah orang Israel berhenti bekerja, karena hari itu diberkati dan dikuduskan TUHAN, dan untuk beribadah kepada TUHAN.

Keluaran 34 : 21

34:21 Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga.

Kamu berhenti dari semua pekerjaan dan kegiatanmu untuk beribadah kepada TUHAN. Inilah pengertian Sabat dalam Perjanjian Lama.

PENGERTIAN SABAT DALAM PERJANJIAN BARU.

Ibrani 4 : 10-11

4:10 Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, diapun telah berhenti dari segala pekerjaannya dan tidak lagi mengandalkan kekuatan diri sendiri.

4:11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Kita harus berusaha masuk ke dalam perhentian-Nya, masuk ke dalam hari Sabat.

  • Bila kita masuk ke dalam hari Sabat, berarti kita masuk ke dalam ketaatan.
  • Untuk memasuki Hari Sabat, kita harus berhenti dari semua pekerjaan dan kegiatannya, serta bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dengan pimpinan Roh Kudus dan penyerahan diri total kepada Tuhan.

Orang yang terikat tidak bisa beribadah.

  • Allah saudara adalah Allah yang mau berkomunikasi dengan saudara.
  • Kita tidak bisa berkomunikasi dengan Dia jika ada penghalangnya.
  • Penghalangnya adalah ego diri kita sendiri, dosa, rasa bersalah, intimidasi.
  • Itulah yang menghalangi kita beribadah kepada Allah.

Berapa banyak orang Kristen terintimidasi dengan dosanya, dengan kesalahannya, dan dengan apa yang dia kerjakan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan?

  • Orang Kristen seperti ini akhirnya tidak beribadah, justru semakin menikmati dosanya.
  • Bukan berarti saya melegalisir dosa.
  • Apapun bentuk dosa, tidak bisa dilegalisir.
  • Apapun bentuk dosa, itu menyakiti hati Tuhan.

Ketika saudara melakukan kejahatan, saudara sedang menikam Tuhan, sedang mencambuk Tuhan dan saudara sedang menyakiti hati Tuhan.

  • Dosa tidak bisa dilegalisir, tetapi saat saudara berbuat dosa, saudara tidak boleh ter-intimidasi oleh dosa itu yang menyebabkan saudara tidak bisa beribadah kepada Tuhan.
  • Tuhan adalah Allah yang menciptakan saudara dan Dia mau berkomunikasi dengan saudara.

Janganlah terus-menerus terintimidasi oleh dosa, kesalahan dan pelanggaranmu.

  • Tuhan tidak memperhitungkan dosa, kesalahan dan pelanggaranmu, karena yang Tuhan utamakan adalah pertobatanmu.
  • Sebesar apakah dosa kita yang sampai tidak bisa dihapus oleh Tuhan?
  • Semua dosa kita bisa Tuhan hapuskan dan kita dipulihkan.

Permasalahannya :

  • Apakah kita mau bertobat dan dipulihkan?
  • Apakah kita sudah benar-benar merasa jijik dengan dosa yang kita lakukan?

Yang dimaksud dengan Sabat adalah kita berhenti dari usaha kita dan sepenuhnya mengandalkan Roh Kudus.

  • Sabat adalah pekerjaan Roh Kudus yang terus menerus memenuhi dan me-mimpin orang-orang percaya sehingga selalu ada persekutuan dengan Tuhan
  • Bila dosa dinikmati, berarti persekutuanmu dengan Tuhan yang dikorbankan.
  • Bila persekutuan dengan Tuhan dikorbankan, tanpa disadari saudara sedang mengorbankan diri saudara sendiri, sehingga mudah jatuh dalam dosa.

Oleh sebab itu, kita harus sadar betapa besarnya kasih Tuhan kepada kita.

  • Kalau hari ini kita masih bernafas, berarti kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki diri kita, bukan dengan kekuatan kita sendiri tetapi sepenuhnya mengandalkan kekuatan Tuhan.
  • Sebagai orang percaya kita harus rela dipimpin oleh Roh Kudus agar selalu ada persekutuan dengan Tuhan.
  • Karena persekutuan kita dengan Tuhan inilah yang menyebabkan kita tidak jatuh dalam dosa.

Tetapi ketika persekutuan dengan Tuhan mulai merenggang, roh jahat akan masuk ditengah-tengah kita.

  • Ketika keinginan saudara akan Tuhan mulai pudar, maka roh jahat berdiri di tengah-tengah saudara, siap menerkam dan membuat saudara terjatuh.
  • Bila saudara jatuh, roh jahat mendakwa saudara dengan tujuan agar saudara meninggalkan Sabat Harian saudara dan Sabat Tahunan saudara.
  • Akibatnya saudara tidak akan bisa masuk pada Tahun Yobel artinya saudara terhilang dari hadapan Tuhan.
  • Kondisi seperti ini tidak boleh terjadi pada kita semua.

Oleh sebab itu biarlah Roh Kudus membimbing saudara sehingga saudara selalu masuk pada Sabat Harian, artinya setiap hari saudara membangun komunikasi dan hubungan yang indah dengan Tuhan.

  • Dengan membangun hubungan yang indah dan komunikasi dengan Tuhan itulah yang membuat kita menjauh dari perbuatan dosa dan kesalahan.
  • Dengan menjauh diri dari perbuatan dosa, akan membuat kita mengalami perubahan hidup mulai dari perkataan, perbuatan dan sikap hati kita.
  • Sehingga saudara dan saya menjadi ciptaan yang baru.

Dengan demikian maka saudara tidak akan jatuh lagi dalam dosa, dan saudara akan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

  • Saudara harus selalu menggunakan waktu dan semua yang saudara miliki hanya untuk menyenangkan hati Tuhan dan membakar semua kedagingan saudara.
  • Disinilah saudara masuk dalam Sabat Tahunan.

Bila saudara taat dan setia melakukan Sabat Harian, berarti saudara telah ber-gantung sepenuhnya kepada Tuhan dan sudah hidup didalam persekutuan dengan Tuhan.

  • Disinilah saudara mulai membangun keintiman dan kecintaan akan Tuhan.
  • Begitu saudara masuk dalam kecintaan akan Tuhan, maka saudarapun akan merelakan segala-galanya bagi Tuhan.
  • Setelah merelakan segala-galanya bagi Tuhan, saudara tidak punya apa-apa lagi termasuk diri saudara sendiri.

Dengan membangun hubungan dengan Tuhan, saudara bisa melepaskan segala-galanya.

  • Inilah yang disebut Sabat Tahunan.

Ketika saudara sudah melepaskan segala-galanya bagi Tuhan, saudara tinggal menunggu waktunya saja untuk menyatu dengan Tuhan.

  • Inilah yang disebut Tahun Yobel.
  • Inilah “pengertian dan makna rohani” Tahun Yobel.

Kisah Para Rasul 21 : 13

21:13 Tetapi Paulus menjawab: “Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.”

Paulus adalah salah satu contoh orang yang masuk dalam Sabat Tahunan, bukan hanya rela diikat tangan dan kakinya, tetapi Paulus juga rela mati demi Yesus.

  • Untuk siap mati bagi Tuhan, engkau harus matikan kedaginganmu setiap hari dan kecilkan “suara kedaginganmu” setiap hari, sampai kedaginganmu mati dan tidak berkutik sama sekali.
  • Melalui Sabat Harian, barulah saudara bisa masuk ke dalam Sabat Tahunan seperti Paulus.

2 Korintus 5 : 14

5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

Kalau Yesus sudah mati bagi kita, berarti kita juga sudah mati, artinya kita tidak punya kepentingan dan keinginan apa-apa lagi selain Tuhan.

  • Inilah yang dimaksud Sabat Tahunan.
  • Saudara tidak bisa masuk ke dalam Sabat Tahunan jika tidak melewati Sabat Harian.

Yohanes 2 : 17

2:17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

Ada tertulis “Cinta untuk rumah-Mu telah menghanguskan Aku”. Berapa banyak orang Kristen hari-hari ini mencintai Tuhan sampai menghanguskan semua daging dan keinginannya, sehingga tidak memiliki kehendak lagi?

  • Apa yang saudara lakukan diperuntukkan bagi Tuhan, itulah Sabat Tahunan.
  • Saudara tidak bisa masuk Sabat Tahunan jika tidak menjalani Sabat Harian.

Kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, membangun hubungan dengan Tuhan, membuat komunikasi yang erat dan intim dengan Tuhan dan mengenal Tuhan dengan benar.

  • Setelah saudara mengenal Tuhan dengan benar, barulah saudara bisa masuk dalam Sabat Tahunan.
  • Setelah saudara masuk ke dalam Sabat Tahunan, barulah saudara bisa masuk dalam penyatuan dengan Tuhan yang sempurna.
  • Itulah tahun Yobel.
  • Dan inilah “makna rohani” Tahun Yobel.

Sebelumnya, dalam zaman Perjanjian Lama, makna Tahun Yobel hanyalah sebagai Tahun Pembebasan, tetapi “makna tahun” Yobel hari-hari ini, adalah :

  • Saudara lepas dari segala macam perhambaan dan mengenakan tubuh yang baru, yaitu tubuh kemuliaan.
  • Saudara akan berjumpa dengan Tuhan di awan yang permai saat Rapture terjadi, sebab saudara telah “serupa dan segambar” dengan Tuhan.
  • Saudara mengalami Sabat Pertama ketika saudara menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, yaitu untuk dilepaskan dari semua belenggu perhambaan.
  • Saat Roh Kudus masuk ke dalam kita, kita mengalami kelepasan dari semua belenggu perhambaan.

Galatia 5 : 1

5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan atau di perhamba oleh dosa. Ketika saudara sudah lahir baru seharusnya saudara sudah mengenakan jubah yang baru.

Roma 6 : 16 – 22

6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

Apabila engkau menyerahkan dirimu untuk dibaptis, seharusnya engkau tidak memperhambakan dirimu lagi pada dosa, tetapi hanya memperhambakan dirimu pada kebenaran yang menuntunmu pada ketaatan demi ketaatan.

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

Inilah penyerahan hidup kepada Tuhan. Dahulu engkau menyerahkan anggota tubuhmu untuk menjadi hamba kejahatan, tetapi setelah engkau menyerahkan hidupmu kepada Tuhan yang dimeteraikan dengan baptisan Yohanes, engkau sudah menjadi hamba kebenaran.

Dengan demikian, maka posisi rohanimu sekarang akan membawa engkau pada pengudusan, sehingga semakin hari engkau semakin benar dihadapan Tuhan.

6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.

Ketika engkau hamba dosa engkau bebas dari kebenaran.

6:21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.

Kita tidak bisa berdiri pada dua sisi, karenanya kita harus memilih untuk berdiri pada kebenaran dan harus melepaskan dosa.

  • Oleh sebab itu, masuklah dalam Sabat Harian, tetapi bukan dengan mengan-dalkan kekuatan kita.
  • Kita harus mengandalkan kekuatan Tuhan, karena kita sudah bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan hidup bagi Tuhan.

6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

Kesudahannya adalah hidup yang kekal di Sorga bersama dengan Tuhan, dalam kehidupan yang akan datang.

  • Saat kita menerima Yesus, berarti kita menerima Roh Kudus.
  • Saat kita menerima Roh Kudus, Tuhan memberi Roh Kudus-Nya tanpa batas kepada kita.

Yohanes 3 : 34 – 36

3:34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas, tapi kitalah yang membatasi karya Roh Kudus dengan tidak menggantungkan hidup kita pada Dia dan tidak memperlakukan Roh Kudus sebagaimana mestinya.

  • Roh Kudus adalah Roh Allah atau perasaan Allah.
  • Oleh sebab itu Roh Kudus sangat sensitive, karena Dia adalah Roh Allah itu sendiri, atau disebut juga Roh Yesus.

Tuhan tidak pernah mengaruniakan Roh Kudus-Nya secara terbatas, tetapi “tanpa batas” (Metren = Measure = tidak ada batasnya)

  • Berapa banyak dari kita bahkan Gereja, yang membatasi karya Roh Kudus?
  • Dalam ibadah lagu pujian dan penyembahan hanya boleh satu kali, tidak boleh di ulang-ulang.
  • Lebih fatal lagi dalam ibadah yang Roh Kudus sama sekali tidak dilibatkan.

Bagi kita Chosen Generation, seandainya kita punya gedung sendiri untuk ibadah, kita bisa “menambah waktu” untuk menyembah Tuhan tanpa batas.

  • Namun demikian karena kita masih sewa gedung umum milik dunia, maka waktu ibadah kita juga di batasi karena orang lain juga butuh ruangan yang kita gunakan ini.
  • Tetapi Tuhan memaklumi kondisi tersebut, sehingga dengan waktu yang serba terbatas itu, Tuhan memberikan Roh Kudus-Nya dengan luar biasa dan tanpa batas.

Walaupun dengan waktu yang singkat, Tuhan masih berkenan membuat ledakan yang dahsyat dalam ibadah kita melalui hadirat-Nya yang luar biasa.

  • Oleh sebab itu jangan pernah membatasi karya Roh-Nya atau Roh Kudus-Nya.
  • Ketika saudara mulai membatasi karya Tuhan untuk kepentingan diri sendiri, (atau karena Tata Ibadah Gereja buatan manusia), tanpa disadari sebenarnya engkau telah menolak masuk dalam Sabat Harianmu.

3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.

3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, artinya untuk dapat berjumpa dengan Bapa, dibutuhkan ketaatan kepada Anak.

  • Ketaatan identik dengan Sabat, berarti untuk masuk kedalam Sabat Harian “dibutuhkan ketaatan setiap hari”.
  • Oleh sebab itu kita harus belajar dengan cara berkomunikasi dengan Allah.
  • Kita tidak akan bisa mengenal Allah jika kita tidak membangun komunikasi dengan Allah.
  • Inilah Sabat Harian saudara.

Dahulu sebelum kita mengenal Tuhan, kita “orang mati”, begitu Tuhan hadir dalam hidup kita, Tuhan memberi nafas bagi kita , itulah Roh yang tidak terbatas.

  • Tuhan memberi nafas-Nya bagi kita dan kita menjadi hidup.
  • Ketika kita telah hidup, kita tidak boleh lagi melakukan “apa yang mati” karena kita sudah hidup bagi Tuhan dan tidak berlaku lagi seperti orang mati.
  • Saudara tidak bisa lagi bersikap seperti orang mati, saudara harus bergerak.

Sekarang kita tidak bisa diam saja, karena kita sekarang adalah makhluk hidup.

  • Dahulu kita “mati” sekarang kita telah “hidup”, karena Tuhan sudah membe-rikan Roh-Nya yang tidak terbatas kepada kita.
  • Ketika kita mendapatkan Roh yang tidak terbatas, kita menjadi hidup.
  • Lahir baru bukan berarti dahulu ke tempat ibadah lain, lalu setelah lahir baru ke gereja.

Lahir baru bukan berarti dahulu menyebut nama allah lain, lalu setelah lahir baru menyebut Yesus, juga bukan berarti dahulu menyanyi lagu dunia lalu setelah lahir baru menyanyi lagu rohani.

  • Tapi saat kita lahir baru, saat itu pula seharusnya segala sesuatunya menjadi serba baru, tubuh kita tetap yang lama tapi “di dalamnya” yang baru.
  • Banyak orang dunia bisa saja menyanyi lagu rohani dengan suara merdu, tapi apakah dia rohani? Belum tentu.

Banyak orang rajin ke Gereja, tapi belum tentu rohani dan banyak orang pelayanan juga belum tentu rohani, karena pada dasarnya “lahir baru dimulai dari pikiran kita yang baru”.

  • Kita harus membangun hubungan yang “akrab dan indah” dengan Tuhan.
  • Setelah kita membangun hubungan yang “akrab dan indah” dengan Tuhan, maka kitapun akan tahu kehendak-Nya.
  • Oleh sebab itu kita akan dituntun oleh-Nya untuk taat dan setia.

Roma 8 : 16

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Ada kalimat sebab akibat dalam ayat ini, yaitu kalau kita dipimpin oleh Roh Allah dan kita taat, maka barulah kita bisa disebut anak Allah.

  • Kalau tidak taat maka kita tidak setia, berarti tidak dipimpin oleh Roh Allah dan tidak bisa disebut sebagai anak Allah.
  • Inilah dasar dari kekristenan yang benar yaitu ketaatan melakukan firman.
  • Jangan sekedar mengaku-ngaku anak Allah, tetapi hidupmu berantakan.

Banyak orang Kristen yang mengaku anak Allah tetapi tidak mengerti ketaatan, bahkan hatinya tidak tergerak sedikitpun punya kerinduan ikut beribadah di Gereja.

  • Mereka menyebut dirinya lahir baru tapi masih hidup dengan cara yang lama.
  • Untuk hidup baru, Tuhan memperbaiki “manusia jasmaniah” mereka dahulu menjadi “manusia batiniah”.

Masalahnya, untuk mudah mengubah fisik manusia boleh dikatakan cukup mudah karena fisik manusia bisa direkayasa, tetapi batiniah kita tidak bisa direkayasa.

  • Saat batiniah saudara sudah diperbaiki, maka yang keluar dari hati nuranimu juga akan benar.
  • Tindakan saudara menjadi benar karena batiniahmu sudah dibenarkan.
  • Inilah yang disebut lahir baru.

Kata “dipimpin Roh Allah” dalam ayat 14 tersebut diatas artinya dikendalikan oleh Tuhan, tidak lagi bergerak dengan kehendak kita tetapi kehendak Roh Tuhan.

Sebelum kita bertobat, kita punya tujuan hidup sendiri dan hidup kita dikendalikan oleh tujuan itu.

Ada pepatah orang-orang tua leluhur kita yang mengatakan, “Kalau mau pintar harus belajar, kalau mau kaya harus bekerja”, karenanya itulah tujuan kita dahulu.

  • Tetapi setelah kita terima Yesus, tujuan hidup kita pun diubah oleh Tuhan.
  • Tujuan kita yang lama tidak terpakai lagi, karena sudah diubah Tuhan dengan tujuan yang baru yang telah ditetapkan Tuhan untuk kita.
  • Tujuan hidup kita sekarang adalah menuju ke suatu tempat yang baru yaitu ke Sorga.

Dahulu tujuan kita ingin menjadi manusia yang sukses besar karier kita, kita ingin menjadi orang kaya, tetapi sekarang apapun pekerjaan atau usaha kita, tujuan utama kita hanyalah untuk kemuliaan Tuhan Yesus.

  • Saat ini tujuan kita bekerja bukan untuk menjadi kaya tetapi untuk menjadi berkat bagi orang lain dan kepanjangan tangan Tuhan.
  • Hanya Yang dari Sorga yang bisa menuntun saudara ke Sorga, yaitu Roh yang tidak terbatas yang memberikan nafas-Nya kepada kita, dan yang memberi hidup-Nya kepada kita dan menuntun kita ke Sorga.

Roh Kudus yang dari Sorga tidak mungkin menuntun saudara ke Neraka, karena Roh Kudus berasal dari Sorga, maka Dia akan menuntun kita pulang ke Sorga.

  • Kita harus masuk ke dalam pola pikir yang baru yaitu pola pikir Tuhan, karena tubuh daging tidak ada gunanya.
  • Tubuh daging hanyalah sarang kegelapan yang harus diperangi.

Oleh sebab itu darah dan daging tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

  • Mendadani tubuh daging kita sebenarnya percuma, karena semuanya tidak ada faedahnya di dalam Kerajaan Sorga.
  • Jika kita mendadani tubuh rohani kita, maka secara otomatis tubuh jasmani kita terdandani juga.

Ada orang yang fisiknya tidak menarik tetapi hatinya baik sekali, orang lain bisa tertarik pada orang ini bukan karena fisiknya tetapi karena hatinya.

  • Segala sesuatu yang baik dari dalam hatinya terpancar keluar memancarkan kemuliaan Tuhan Yesus.
  • Inilah yang Tuhan cari.

Seseorang tidak mungkin sampai ke tempat tujuan yang baru jika dia tidak baru sama sekali, untuk itu kita harus mengalami perubahan secara radikal.

  • Kita tidak akan mengalami perubahan rohani secara radikal jika kita tidak mencintai Tuhan secara radikal dan tetap membatasi Roh Kudus.
  • Hanya cinta kepada Tuhan secara radikal yang bisa mengubah kita secara radikal dan perubahan radikal harus di “mulai dari perubahan budi” kita.
  • Tuhan memberi Roh-Nya dengan tidak terbatas, karena kita bukan makhluk mati lagi melainkan mahkluk hidup.

Begitu Tuhan memberi Roh-Nya kepada kita, kita ditransformasi yang diawali dengan perubahan pola pikir kita ke tempat tujuan yang baru.

  • Oleh sebab itu perubahan disebut dengan kata Metanoia (perubahan budi).
  • Dahulu tujuan kita bekerja, “yang penting menghasilkan uang, menjadi kaya, mendapatkan semua yang kita mau, mempunyai banyak asset”.
  • Tetapi tujuan kita sekarang bagaimana caranya kita memuliakan Tuhan agar kelak kita nanti dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

Untuk itu “pola pikir kita harus berubah terlebih dahulu”, kalau “pola pikir” kita tidak berubah maka kita tidak akan sampai ke tujuan yang baru yaitu Sorga.

  • Kita harus sampai pada tujuan kita, yaitu di Sorga dan dipermuliakan ber-sama dengan Tuhan.
  • Setelah kita mempunyai tujuan yang benar, yaitu ke Sorga maka gerak gerik kita akan Tuhan arahkan ke Sorga.
  • Sekarang kita menjadi “hamba kebenaran” dan semua gerak-gerik kita tidak bisa lagi dilakukan dengan kekuatan kita sendiri.

Oleh sebab itu, kita harus benar-benar bergantung pada kekuatan Allah dan mem-biarkan Roh Kudus bekerja karena kita tidak mampu menyelamatkan diri sendiri.

  • Bila saudara bisa menyelamatkan diri saudara sendiri, berarti saudara tidak butuh Juruselamat.
  • Sebaliknya, saudara dan saya sangat butuh Juruselamat dan satu-satunya yang ahli dalam keselamatan hanyalah Yesus Kristus.

Roma 7 : 19

7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

Apa yang dinyatakan Paulus dalam ayat ini “dilemma” bagi Paulus, ada tekad yang berbeda dengan perbuatannya.

  • Paulus berkata, “Aku mempunyai tekad yang benar, tapi perbuatanku yang tidak benar”
  • Banyak sekali orang percaya yang mengalami hal ini, mereka tahu hal itu salah tapi tetap mereka lakukan, mereka tahu hal itu menyakiti hati Tuhan tapi mereka lakukan.
  • Tekad saya benar, tetapi perbuatan saya bertentangan dengan tekad saya.

Disinilah Roh Kudus berfungsi untuk mengajar, menolong dan memampukan kita.

  • Kalau kita tidak ditolong, berarti Dia pembohong.
  • Katakan pada Tuhan, “Tuhan, tolong saya, saya tahu saya salah, saya jijik dengan dosa ini”
  • Tuhan pasti menolong saudara, karena Dia adalah Roh yang tidak terbatas dan saudara harus memberi diri saudara untuk ditolong.

Berapa banyak orang Kristen yang tidak memberi dirinya untuk ditolong Tuhan dan dia berkata “Tuhan tidak menolong saya”.

  • Tuhan mau menolongmu, tetapi kamu yang tidak menolong dirimu sendiri dengan minta pertolongan Tuhan, karena kamu masih senang menikmati dosamu dan masih menikmati kesalahanmu.
  • Seharusnya saudara mau dituntun oleh Tuhan, sampai saudara benar-benar masuk di dalam suatu pengorbanan.
  • Banyak orang percaya jatuh di dalam dosa karena pasrah dan menyerah saja.

Kalau engkau tidak menyerah, meskipun tekad dan perbuatanmu belum sejalan tapi terus minta ampun pada Tuhan, maka engkau pada akhirnya akan sempurna di dalam Tuhan.

  • Banyak orang percaya menyerah karena merasa dirinya orang berdosa yang lemah, juga karena dia tidak membangun hubungan dengan Tuhan.
  • Akhirnya dia gagal sampai ke tujuan dan saat Rapture dia tidak diangkat
  • Orang ini tidak bisa sempurna karena dia menyerah dan tidak membangun hubungan dengan Tuhan.

Tuhan mau saudara bergerak mengaktifkan Roh yang tidak terbatas itu di dalam saudara, tekad dan perbuatan saudara harus benar.

  • Tekad dan perbuatan saudara seharusnya jangan berbeda lagi.
  • Tekad dan perbuatan saudara bisa menjadi sejalan jika saudara minta tolong pada Tuhan dan inilah yang disebut dengan ketaatan.

Banyak orang percaya jatuh dan menyerah, padahal kalau mereka tidak menyerah, akhirnya nanti juga akan berhasil menjadi sempurna saat terangkat.

  • Tuhan tidak pernah melihat kegagalan kita dan membiarkan kita jatuh ter-geletak, sebaliknya Tuhan akan melihat penyesalan kita dan pertobatan kita.
  • Kalau Tuhan melihat kegagalan kita maka kita tidak layak dihadapan-Nya.
  • Tuhan yang setia pasti menolong kita, asalkan kita memberi diri kita untuk ditolong Tuhan.

Hidup dipimpin Roh Kudus berarti dunamis atau dinamika keseluruhan “manusia kita” bergerak ke arah yang Tuhan tuntun.

  • Tubuh kita tidak bisa bergerak lurus bila hati kita bergerak ke arah yang lain.
  • Jika saudara seperti ini, berarti sama seperti orang Israel, tubuhnya di padang gurun tapi hatinya di Mesir, mereka lebih senang dibawa kembali ke Mesir.
  • Mengapa? Karena mereka berpikir lebih baik mati dengan makanan yang ada di Mesir daripada mati dengan makan roti manna yang aneh setiap hari.
  • Jika kamu bosan dengar firman, itu tandanya kebinasaan mulai melirikmu.
  • Kalau saudara tidak punya kemauan lagi baca firman atau mendengarkan firman, jiwamu terancam karena engkau “masuk dalam area tuaian iblis”.

Banyak orang Kristen yang kondisi rohaninya seperti ini :

  • Tubuhnya berada di Gereja atau di Persekutuan Doa, tetapi hatinya ada di Mall dan atau di Restaurant.
  • Tubuh dan hati kita seharusnya bergerak pada tujuan pokok yang sama, yaitu sampai kepada Allah di Sorga.

Roma 8 : 14

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Sebagai “anak Allah”, berarti saudara harus taat kepada “Allah yang adalah Bapa” mu di Sorga.

  • Apakah saudara sudah taat? Atau sebaliknya masih suka memberontak?
  • Apakah saudara sudah memenuhi syarat untuk disebut sebagai anak Allah?

Perjalanan hidup kita adalah perjalanan menuju Yobel, perjalanan yang mengalami kelepasan penuh, yaitu kembali pada gambar atau citra Allah.

  • Saudara baru bisa masuk ke Yobel ketika saudara membangun Sabat Harian saudara, bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.
  • Ketika saudara masuk hubungan yang intim dengan Tuhan, barulah saudara masuk ke dalam Sabat Tahunan.

SABAT TAHUNAN

Imamat 25 : 2

25:2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN.

Apabila kamu masuk ke Negeri Perjanjian yang akan Aku berikan kepadamu, maka kamu akan masuk dalam perhentian bersama dengan-Ku, TUHAN mu.

25:3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu,

25:4 tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi.

Ini adalah “Sabat Ladang” atau sama dengan Sabat Tahunan bagi tanah ladangmu.

25:5 Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu.

Selama “satu tahun” penuh merupakan “tahun perhentian” bagi tanahmu.

25:6 Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu.

25:7 Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya.

Sabat Tahunan atau Sabat Ladang berhubungan dengan hasil bumi atau buah tangan.

  • Orang yang tidak menjaga Sabat Harian tidak mungkin masuk dalam Sabat Tahunan.
  • Dalam Sabat Tahunan semua hasil pekerjaanmu hanya bagi kemuliaan Tuhan.
  • Apapun yang saudara miliki hari ini, semua bagi Tuhan.
  • Inilah Sabat Tahunan.

Agar kita masuk dalam Sabat Tahunan, kita harus menyerahkan semuanya bagi Tuhan.

  • Bagaimana mungkin saudara bisa menyerahkan semuanya bagi Tuhan jika saudara tidak membangun Sabat Harian saudara?
  • Bagaimana mungkin saudara bisa membangun Sabat Tahunan saudara jika tidak membangun Sabat Harian saudara?

Bagaimana mungkin saudara bisa berkata, “semua milikku adalah milik Tuhan?”

  • Bila saudara tidak membangun keintiman dengan Tuhan?
  • Bila dinamika hidupmu tidak bergerak sesuai dengan tuntunan Tuhan?
  • Bila hidupmu tidak dipimpin oleh Roh Kudus?

Bagaimana mungkin engkau bisa berkata, “semua milikku adalah milik Tuhan?”

  • Sementara engkau tidak dimiliki oleh Tuhan atau bukan milik Tuhan lagi?”
  • Sementara engkau masih dimiliki oleh dirimu sendiri atau oleh “aku”-mu?”
  • Dengan “aku”mu yang masih sangat kuat bagaimana mungkin engkau bisa hidup bagi Tuhan?  Karenanya serahkanlah “aku” mu pada Tuhan !

Saudara harus membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, sehingga seluruh hidupmu dipimpin oleh Tuhan, engkau mengasihi Tuhan dan hidup bagi-Nya. Itulah Sabat Tahunan saudara.

  • Saat saudara menyatu dengan Tuhan, saat itulah puncaknya dan disebut sebagai Tahun Yobel.
  • Tuhan membawa saudara ke tujuan yang sama, yaitu ke Sorga, tetapi Tuhan memimpin saudara ke Sorga dengan cara yang berbeda.

Cara Tuhan memimpin saudara dan saya ke Sorga, tergantung cara saudara dan saya membangun hubungan dengan Tuhan.

Oleh karena itu kita membangun hubungan yang benar dengan Tuhan, dengan cara yang benar pula, yaitu :

  • Dengan mengaktifkan Roh yang ada pada saudara dengan tidak terbatas.
  • Dengan tunduk pada kuasa Roh.
  • Dan masuk pada suatu ketaatan.

Dengan demikian maka saudara akan masuk dalam Sabat Harian saudara. Dan inilah tuntutan pribadi demi pribadi antara Tuhan kepada saudara.

Cara Tuhan membentuk si A dan si B berbeda-beda, misalnya :

  • Si A harus mengalami masalah dengan si C, D dan E dahulu.
  • Tetapi si B mengalami masalah yang berbeda dengan si F, G dan H.

Jadi, masing-masing pribadi lepas pribadi dari kita semua, tidak ada yang dibentuk dengan pergumulan yang sama walaupun suami-istri, Tuhan membentuk mereka dengan cara yang berbeda satu sama lain.

  • Tetapi yang pasti, masing-masing kita dibentuk secara spesifik karena Tuhan berbicara kepada kita pribadi lepas pribadi secara personal.
  • Oleh sebab itu saudara harus membangun hubungan dengan Tuhan melalui Sabat Harian saudara.
  • Saudara harus bergantung sepenuhnya pada kuasa Roh Kudus, jangan pernah membatasi kuasa Roh Kudus yang bekerja didalam saudara sampai saudara jatuh cinta pada Tuhan.

Ketika saudara jatuh cinta pada Tuhan, barulah saudara bisa merelakan segala bagi Tuhan.

  • Maka “inilah Sabat Tahunan”.

Ketika saudara sudah masuk ke dalam Sabat Harian dan Sabat Tahunan, saudara sudah membangun hubungan dengan Tuhan dan merelakan segalanya bagi Tuhan, lalu saudara menyatu dengan Tuhan.

  • Maka, itulah yang disebut sebagai Tahun Yobel.

Roma 8 : 38-39

8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Inilah puncak dari Sabat Harian.

Berapa banyak orang Kristen, “ketika mereka sama sekali tidak punya uang” di dompet ataupun dalam tas tangannya, langsung menganggap “sepertinya Tuhan itu tidak ada”?

  • Berapa banyak orang Kristen yang kondisinya “seperti terpisah dari Tuhan”, bahkan menyalahkan Tuhan ketika pergumulannya tidak dijawab?
  • Kalau saudara mengerti isi hati Tuhan, pergumulan adalah cara Tuhan untuk menarik hati saudara untuk mendekat kepada-Nya.
  • Sedangkan pergumulan adalah cara iblis untuk menjauhkan saudara dari Tuhan.

Pada waktu saudara mengalami pergumulan, apakah saudara melihatnya dengan memakai “kacamata Tuhan” atau “kacamata iblis?”

  • Kalau saudara melihat pergumulan dengan kacamata iblis, saudara bisa saja berkata “Tuhan tidak ada”, atau “Tuhan melupakan saya”, “Tuhan tidak ada apa-apanya”.
  • Tuhan tidak mungkin lupa dengan kita, sebaliknya kitalah yang paling sering melupakan Tuhan.
  • Kita sering lupa doa, lupa membaca Alkitab, lupa bersyukur ; tetapi tidak lupa bersungut-sungut.

Jadi : Sabat Harian, hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Sabat Tahunan, menyerahkan segala-galanya bagi Tuhan.

Filipi 1 : 21

1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

1 Korintus 4 : 9

4:9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.

Ketika kita masuk dalam Kolam Baptisan, sebenarnya kedagingan kita sudah “di vonis” hukuman mati, artinya kita harus mematikan semua keinginan kita sampai kita bisa hidup layak bagi Tuhan. Jangan kira ikut Tuhan semuanya serba baik.

  • Terkadang ikut Tuhan dengan kacamata kita tidak baik, tetapi dimata Tuhan semuanya akan menjadi baik.
  • Saat penyembahan Tuhan kasih lihat saya “Pelangi”. Pelangi artinya janji.
  • Tuhan akan menggenapi janji-Nya kepada saudara asalkan engkau hidup di dalam kebenaran-Nya.

Jangan pernah menagih janji Tuhan jika engkau tidak layak menagih janji itu.

Saudara bisa saja berkata “Tuhan, saya percaya Engkau akan menolong saya”, tetapi persyaratannya saudara harus hidup untuk layak ditolong.

Kalau engkau tidak hidup dalam tuntunan-Nya, janganlah coba-coba menagih janji Tuhan.

  • Engkau percaya bahwa Tuhan menolongmu, tetapi engkau sendiri tidak mau ditolong karena engkau tidak berjalan dalam tuntunan Tuhan, selalu pakai logika sendiri, berjalan dalam pikirannya sendiri, dosa jalan terus, bicara sembarangan.
  • Kalau saudara ingin Tuhan tolong, jadilah orang yang layak untuk ditolong.
  • Jangan seperti “anjing gila”, dia ingin ditolong tetapi tidak layak untuk di-tolong karena dia akan menggigit orang yang menolongnya.

Ingatlah!

  • Bangunlah hubunganmu dengan Tuhan melalui Sabat Harian dan bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan saudara akan masuk di dalam perhentian bersama dengan Tuhan.
  • Saudara baru masuk di dalam Sabat Tahunan ketika saudara menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
  • Ketika saudara menyerahkan semuanya bagi Tuhan, barulah saudara bisa menyatu dengan Tuhan, inilah Tahun Yobel dimana saudara menjadi sempurna sama seperti Tuhan yang juga sempurna.

Kita semua punya masalah, tetapi masalah bisa “mendekatkan kita pada Tuhan” atau “membuat kita menjauh dari Tuhan”, tergantung cara pandang kita.

  • Jika engkau memandang masalah menggunakan kacamata iblis, hidupmu akan dikendalikan oleh masalah itu.
  • Engkau akan menganggap dirimu tidak berubah-berubah, padahal engkau sendiri yang tidak mau diubah Tuhan.
  • Kalau engkau mau diubah maka Tuhan akan mengubah segala sesuatunya dalam hidupmu dan Tuhan sanggup melakukannya untukmu.

Tuhan rindu saudara masuk didalam kesempurnaan, menyatu dengan Tuhan yang sempurna dan masuk kedalam perhentianmu bersama dengan Tuhan di Tahun Yobel.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK–CHOSEN GENERATION

EDITOR : PS. ROBERT T. BALAY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s