22 MEI 2018 TUHAN ADALAH SUMBER DARI SEGALA SESUATU YANG BAIK

Iklan

KEBUTUHAN ORANG LAPAR – 13 MEI 2018

L

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. (Matius 14:14)
GPPK-CHOSEN GENERATION
KHOTBAH GEMBALA, MINGGU 13 MEI 2018

KEBUTUHAN ORANG LAPAR

 KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION
IBADAH RAYA, MINGGU 13 MEI 2018

SHALOM!

Hari ini kita akan membahas “Kebutuhan Orang Lapar”. Ini adalah salah satu dasar dari Kekristenan.

Minggu lalu kita membahas “Kebutuhan Orang Lemah”. Waktu Yesus me-nyembuhkan orang lumpuh di Betesda, tempatnya di pinggir kolam, ber-latar-belakangkan kota kudus Yerusalem. Orang lumpuh ini membutuhkan kekuatan, kesembuhan dan kehidupan dari Tuhan.

Hari ini kita membahas “Kebutuhan Orang Lapar”, tempatnya ditepi pan-tai, berlatar-belakangkan padang gurun dan berhubungan dengan laut.

  • Laut melambangkan dunia yang telah jatuh dibawah kuasa iblis.
  • Padang gurun melambangkan masalah.
  • Laut juga berbicara mengenai masalah.

Masalahnya adalah mereka kelaparan, mereka tidak punya makanan dan mereka butuh perawatan dari Tuhan.

Saya tidak berbicara tentang kebutuhan materi belaka, tapi saya akan berbicara tentang kebutuhan paling utama kita,  yaitu kasih Tuhan.

Itulah sebabnya “orang lapar” memerlukan perawatan dari Tuhan.

Kebutuhan orang lapar dibagi atas 3 bagian :

  1. Dunia yang lapar dan Kristus yang datang melawat umat-Nya.

Yohanes 6 : 1-15.

Berhubungan dengan 5 roti 2 ikan.

  1. Kristus yang menang atas masalah dan memberi damai.

Yohanes 6 : 16-21

Tuhan mau saudara dan saya juga menang dan kita senantiasa mempunyai damai sejahtera dari Dia walaupun kita berada ditengah badai, ditengah masalah kita, namun kita tetap bersukacita.

  1. Kristus sebagai “makanan” orang percaya.

Yohanes 6 : 22-71.

Berbicara mengenai roti yang turun dari Sorga. Akan dibahas tersendiri.

I.DUNIA YANG LAPAR & KRISTUS YANG DATANG MELAWAT UMAT-NYA

Yohanes 6 : 1-4

6:1 Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.

Yesus berangkat ke danau Tiberias.

6:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.

Terjadi banyak mujizat akhirnya banyak orang mengikuti Dia.

6:3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.

Yesus naik ke atas gunung dan duduk bersama murid-Nya.

Setiap orang yang mau menikmati perawatan dari Tuhan, harus mau ber-korban dan naik ke atas gunung.

  • Kalau saudara mau dirawat Tuhan dengan sempurna, maka saudara harus rela mendaki gunung.
  • Mendaki gunung artinya saudara harus dekat dengan Tuhan.
  • Ketika saudara dekat dengan Tuhan, bukan di tanah yang rata, tapi saudara harus berjalan menanjak dan butuh banyak energy.
  • Tuhan tidak mempersulit karena Tuhan kita adalah Tuhan yang bertahta di tempat tinggi.
  • Kalau saudara mau menghampiri Dia maka saudara harus berjalan me-nanjak ke tempat tinggi.

Saudara mau ke ruang ibadah ini harus berjalan menanjak dari parkiran. Energi yang keluar saat jalan menanjak ke tempat lebih tinggi ini, lebih banyak dibanding saudara berjalan di tempat yang datar.

Tidak ada sesuatu yang kebetulan ataupun yang mustahil di dalam Tuhan.

Yesus mau memberi makan 5.000 orang laki-laki, diluar perempuan dan anak-anak dan terjadi di hari raya Paskah.

6:4 Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.

Pada Hari Raya Paskah Yahudi, orang-orang Yahudi menyembelih domba dan memakan dagingnya sebagai tebusan serta memercikkan darahnya.

Ini melambangkan Kristus sebagai Anak Domba Paskah orang Kristen atau Kristus sebagai makanan rohani kita, yaitu roti hidup yang turun dari Sorga.

1 Korintus 5 : 7

5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

Dia telah menjadi Anak Domba Paskah kita. Dia telah disembelih supaya saudara dan saya bisa menyatu dengan Tuhan.

Hal ini terjadi menjelang Paskah, menjelang penyembelihan Anak Domba.

  • Yesus telah menjadi Anak Domba yaitu penebus saudara dan saya.
  • Dia “tersembelih” bagi kita, supaya kita “makan daging-Nya dan minum darah-Nya” sebagai suplay hidup kita dan oleh-Nya rohani kita bisa hidup.
  • Makan daging dan darah Yesus bukan hanya berbicara tentang Perjamuan Kudus saja, tapi berbicara juga tentang penyangkalan diri dan pemikulan salib.

Waktu Yesus berbicara kepada anak-anak Zebedeus, Yesus berkata, “apakah kamu berani minum cawan yang Aku minum?” “Apakah kamu berani meminum darah-Ku?”

  • Anak-anak Zebedeus berkata, “Siap!”
  • Lalu Yesus berkata, “memang kamu akan minum, karena kamu akan dianiaya demi Kristus.”
  • Hal ini berkaitan dengan salib.
  • Kalau saudara siap mengalami aniaya demi Kristus, tidak ada cara lain saudara harus menyangkal diri saudara terlebih dahulu.

“Orang lapar” berbicara mengenai perawatan Tuhan.

  • Kita harus makan makanan rohani, sehingga Tuhan akan merawat kita, menjaga kita, mencukupi kita, supaya jasmani dan rohani kita hidup.
  • Jasmani bukanlah dasar dari kehidupan yang sesungguhnya.
  • Jasmani hanya dapat bertahan 70-80 tahun.
  • Tapi kalau kebutuhan rohani akan membawa saudara kepada kehidupan yang kekal, yang tidak ada batasnya dalam kehidupan yang akan datang.

Yohanes 1 : 29

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Lihat Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia, Dialah yang menjadi Paskah kita.

Yohanes 1: 36

1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!

Dia menjadi Paskah kita, Dia menjadi Anak domba yang disembelih bagi kita. Daging-Nya kita makan dan darah-Nya kita minum.

  • Kekristenan tanpa pemikulan salib dan penyangkalan diri serta menolak dosa, bukanlah Kekristenan yang benar.
  • Banyak orang berkata tidak perlu berjuang, karena Yesus sudah menye-lesaikan semuanya dikayu salib. Ini pemahaman Kekristenan yang aneh.
  • Orang Kristen yang seperti ini mungkin saja selamat, tapi untuk meme-rintah bersama dengan Kristus, tidaklah mungkin bisa terjadi.

Karena hanya orang yang menyangkal diri dan memikul salib, yang bisa memerintah bersama dengan Tuhan.

Yohanes 6 : 5-7

6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”

Dimana kita bisa membeli roti supaya kita bisa makan?

6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Kita garis bawahi kata “mencobai”

Mengapa Yesus mencobai Filipus, dengan berkata “dimana kita akan membeli roti?”  Yesus sebenarnya sudah tahu apa yang harus Dia lakukan.

6:7 Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”

Filipus berkata uang 200 dinar tidak akan cukup untuk memberi makan 5.000 orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak.

  • Berarti total keuangan pelayanan Yesus saat itu ada dua ratus dinar.
  • Dua ratus dinar jika di konversi dengan mata uang Rupiah kita sekarang adalah sekitar Rp. 10.000.000,-.
  • Untuk pelayanan Yesus pada waktu itu, keuangannya hanya sebesar Rp. 10.000.000,- dan itu cukup untuk melayani ribuan orang.

Gereja zaman sekarang dananya sangat besar, sementara Yesus dengan dana Rp. 10.000.000,- bisa jalan dan menjangkau banyak jiwa.

Ingat! Jika kita bisa dipercayakan dengan “mammon yang tidak jujur”, maka Tuhan akan mempercayakan harta yang sesungguhnya.

  • Kita pakai “mammon tidak jujur” (uang) ini dengan sungguh-sungguh, dan kita manfaatkan untuk menjadi berkat bagi banyak orang.
  • Tapi berapa banyak gereja yang memakai mammon untuk kepentingan segelintir orang?
  • Satu hal yang luar biasa, Yesus ternyata hanya mencobai Filipus dan murid-murid-Nya.

Tentang hal ini, pada kitab Yohanes kurang jelas, penjelasan paling detail ada di Matius 14.

Matius 14 : 13-16

14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.

Yesus mendengar bahwa Yohanes Pembaptis dipenggal lehernya. Saat Dia mendengar Yohanes Pembaptis dipenggal, maka Dia pergi mengasingkan diri dengan naik perahu. Tapi orang-orang yang mendapat lawatan Tuhan, terus mengikuti Yesus dengan berjalan dari kota ke kota.

14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Perhatikan kata mencobai dan belas kasihan

14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.”

Murid-murid-Nya berkata, supaya Yesus menyuruh mereka pergi dan mereka bisa membeli makanan sendiri, karena dana pelayanan hanya sedikit tidak ada lagi.

14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”

Ada perkataan Yesus yang aneh bagi orang dunia, “tidak perlu mereka pergi, tapi kamu (bukan Aku) yang harus memberi mereka makan.”

Kalau waktu itu kita yang jadi murid, pasti jantung kita langsung berdebar-debar, karena kita akan langsung berpikir bagaimana caranya harus memberi makan 5.000 orang laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak.

Pada ayat 15, dikatakan “menjelang malam”, maksudnya adalah “menjelang kedatangan Tuhan Yesus Kristus kali kedua.”

Apa yang terjadi menjelang Zaman ini berakhir, yaitu menjelang keda-tangan Tuhan kali kedua?

  1. Banyak “orang lapar” akan firman.
  2. Banyak “orang lapar” akan kebutuhan rohani.

Tapi permasalahannya, siapa yang memberi mereka makan.

  • Yesus berkata, “kamu”, yaitu saudara dan saya-lah yang harus memberi mereka makan.
  • Yesus berkata kepada kita semua “beri mereka makan”

Di zaman akhir ini, begitu banyak orang menderita “kelaparan”, karenanya mereka mencari Tuhan.

Karenanya Tuhan mengutus kita untuk memberi mereka makan, seperti halnya Tuhan Yesus mengutus Petrus untuk memberi makan kepada orang banyak itu.

Yohanes 21 : 15-17

21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Johanes 21 : 15

21:15 So when they had dined, Jesus saith to Simon Peter, Simon, son of Jonas, lovest thou me more than these? He saith unto him, Yea, Lord; thou knowest that I love thee. He saith unto him, Feed my lambs.  

Terjemahan yang lebih tepat, Feed my lambs, beri makan domba-domba-Ku.

Yesus berkata kepada Petrus, “Apakah kamu mengasihi Aku?”

Jawab Petrus, ya aku mengasihi Engkau, Tuhan.

Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, “kalau kamu mengasihi Aku, beri makan domba-domba-Ku. (feed my lambs).

Tuhan tidak minta uang kita untuk memberi makan domba-domba-Nya, karena yang Tuhan maksudkan adalah kita harus memberikan “makanan rohani” kepada mereka.

  • Mereka sedang kelaparan, jadi kamu harus beri makan mereka “dengan gaya hidup sorgawi kita, sehingga mereka akan melihat siapa Tuhan yang tinggal di dalam kita”.
  • Karenanya hidup kita jangan malah menjadi batu sandungan, tapi harus menjadi berkat bagi orang lain, supaya orang lain dapat melihat siapa Tuhan kita yang berdiam dalam diri kita sebagai bait-Nya.

Ketika orang-orang “melihat” ada Tuhan Yesus didalam kita, sesungguhnya saat itulah kita sedang memberi “makanan rohani kepada orang lapar itu”.

Yohanes 21 : 17

21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Johanes 21 : 17

21:17 He saith unto him the third time, Simon, son of Jonas, lovest thou me? Peter was grieved because he said unto him the third time, Lovest thou me? And he said unto him, Lord, thou knowest all things; thou knowest that I love thee. Jesus saith unto him, Feed my sheep.

Feed my sheep, beri makan domba-Ku.

  • Apakah saudara sudah memberi makan domba-domba-Nya Tuhan?
  • Apakah saudara sudah menjadi berkat bagi orang lain, dengan gaya hidupmu, dengan tingkah lakumu, atau engkau jadi batu sandungan untuk orang lain?

Inilah Dasar Kekristenan atau Ciri Kekristenan yang Pertama.

Kalau saudara tidak lulus, maka jangan pernah berkata bahwa saudara Kristen sejati.

  • Dari cara bicaramu dan dengan gaya hidupmu, apakah engkau benar-benar memberi makan domba-domba-Nya?
  • Jika saudara masih berbicara kasar, masih marah-marah terus, bagaimana mungkin kamu bisa beri makan domba-domba-Ku?

Jika kita hanya menjadi bantu sandungan bagi orang lain dan tidak menjadi berkat bagi orang lain, bagaimana mungkin kita bisa memberi makan domba-domba-Nya Tuhan?

Jika tidak ada ciri-ciri Kristus didalam kita, maka hari-hari kita akan dipenuhi dengan amarah, dipenuhi iri hati, dendam kesumat dan sebagainya sehingga bagaimana mungkin kita dapat memberi makan kepada domba-domba-Nya?

Pertanyaannya :

  1. Apakah orang seperti ini sudah lulus atau sudah punya “ciri kekristenan yang pertama ini?”
  2. Apakah orang seperti ini dapat memberikan “makanan” kepada dunia yang membutuhkan makan karena dunia sedang sekarat sekarang ini?

Permasalahannya :

  1. Apakah engkau memiliki lima roti dan dua ikan?
  2. Apakah kita sudah ambil bagian memberi makanan rohani kepada dunia yang sedang sekarat dan yang sedang butuh diberi makan rohani?

Jika kita belum ambil bagian, maka kekristenan kita akan menjadi tanda tanya besar, mungkin saja kekristenanmu palsu, kekristenan asal-asalan saja.

Tuhan mau menjadikan saudara dan saya Kristen sejati, benar dan lurus, yang bisa memberi makan kanan kiri kita dengan gaya hidup kita, dengan perbuatan kita, dengan perkataan kita dan tingkah laku kita.

Apakah arti 5 roti 2 ikan?

Lima adalah angka anugerah.

  • Roti berbahan dasar dari tumbuh-tumbuhan, yang artinya
  • Jadi lima roti, artinya sumber anugerah.

Dua adalah angka kesaksian

  • Ikan termasuk jenis hewan, artinya penebusan.

Jadi Lima roti dan dua ikan, artinya Kristus adalah sumber anugerah dan penebusan adalah kesaksian-Nya.

Dia bersaksi tentang anugerah dengan naik ke atas kayu salib dan Dia mati untuk kita semua, bukan ketika kita “beres” tapi ketika kita sedang “tidak beres”.  Dan Dia-lah Sumber Anugerah.

TUHAN telah mengatur semuanya, supaya ditulis didalam Alkitab, kalau Kristus Yesus adalah Sumber Anugerah dan menyatakan kesaksian-Nya melalui pene-busan-Nya.

  • Anehnya, para murid menyuruh orang banyak yang mengikut Yesus itu pergi, karena tidak mungkin memberi makan orang sebanyak itu.
  • Tapi sebaliknya Yesus menyuruh para murid untuk memberi mereka makan.

Matius 14 : 15-16

14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.”

Suruhlah mereka pergi supaya mereka bisa membeli makanan di desa-desa, padahal hari sudah menjelang malam, bagaimana kalau toko makanan sudah tutup?

Dalam hal ini para murid menggunakan pikirannya (jiwa) yang berperan.

14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.

Yesus berkata :

  • Kamu harus memberi mereka makan ( Feed My lambs )
  • Kalau kamu tidak memberi makan domba-Ku, maka kamu bukanlah murid-Ku.
  • Kalau kamu tidak menjadi murid Tuhan, maka kamu menjadi musuh Tuhan.

Para murid menyuruh orang-orang pergi, tapi Yesus menyuruh para murid memberi mereka makan. Kalau yang Tuhan suruh adalah saudara atau saya, pasti kita “kelabakan” atau tidak akan tenang.

Saya ada kesaksian pengalaman, ketika saya (dan istri saya) berdoa dan Tuhan menyuruh saya untuk mengadakan “retreat, 3 hari dan 2 malam di Puncak” di penghujung 2017, tapi tidak boleh menarik biaya dari jemaat.

  • Yang bikin jantung berdebar-debar, karena satu hari sebelum berangkat ke Puncak, barulah dananya tertutup.
  • Tuhan tidak beri dananya satu minggu sebelum Hari “H”.
  • “Kalau Aku beri satu minggu sebelumnya, pasti kamu tidur nyenyak”, makanya Tuhan beri satu hari sebelumnya, supaya saya berdoa terus.

Saya tahu jemaat banyak yang tidak berani bertanya, dananya sudah ter-kumpul berapa, karena takut dengar kalau dananya belum juga terkumpul.

Waktu Tuhan berkata :

  • “Pergi dan jangan memungut biaya”.
  • Maka saya pun langsung sakit kepala, pening alias puyeng.

Total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 27.000.000,- tapi tidak boleh minta uang kepada jemaat. Ini bukan biaya yang kecil. Dan modalnya hanya satu yaitu modal doa.

Saya tidak tahu, kapan Tuhan menyuruh saya lagi untuk melakukan kenekatan seperti itu lagi. Tapi kalau Tuhan yang suruh, pasti Tuhan cukupkan biayanya.

Misalnya, (contoh dari Akitab yang sedang kita bahas sekarang).

  • Kalau harga roti saja (belum termasuk harga ikan) dan uang 200 dinar waktu itu.
  • Kemudian kita konversikan dengan mata uang rupiah kita, katakanlah harga roti Rp. 5.000,- dihadapkan dengan keuangan Yesus setelah di-konversi ada sekitar Rp. 10.000.000,-

Sedangkan para murid harus memberi makan 5.000 laki-laki belum ter-masuk perempuan dan anak-anak.

  • Sehingga total yang ikut Yesus saat itu, misalnya 8.000 orang, jadi 8.000 orang dikalikan Rp. 5.000,- total harganya Rp. 40.000.000,- .
  • Dan murid-murid pun berkata, kalau kita beli roti dengan uang cuma Rp. 10.000.000,- maka rotinya kita bagi 4, tapi tidak akan kenyang.

Mengapa Yesus menyuruh murid-murid-Nya memberi makan?

  • Karena belas-kasihan kepada “orang lapar” yang butuh makanan itu.
  • Dan Tuhan pun berkata, “kamu” yang memberi makan, bukan Aku yang memberi makan.

Ada 3 pengertian “kamu” yaitu :

“Kamu” diutus, maka kamu harus beri dia makan

Apakah saudara diutus oleh Tuhan untuk kasih makan orang banyak itu?

Saudara ditempatkan didunia ini :

  • Bukan hanya untuk makan, tidur, kawin dan mengawinkan, dan besarkan anak.
  • Tapi saudara ditaruh di dunia, lahir dari perut ibu, saudara dibesarkan dan saudara dipanggil Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama.
  • Tuhan memanggil saudara bukan hanya untuk membawa saudara ke sorga, tapi untuk menjadikan saudara terang dan garam bagi dunia, supaya semakin banyak orang di sekitar saudara masuk ke sorga.

Jika hanya untuk saudara yang dibawa ke sorga, itu egois namanya.

Matius 14 : 16

14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.

Kamu” harus memberi mereka makan, kamu disini maksudnya pengutusan.

Yohanes 6 : 5-6

6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”

6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Hal ini  berbicara mengenai ujian atau pencobaan.

Yesus menguji murid-murid-Nya, sebab Dia sendiri sesungguhnya sudah tahu apa yang harus Dia perbuat.

  • Yesus tahu bahwa Dia bisa melakukannya, tapi Dia mau menguji iman murid-murid-Nya, apakah “kamu” mau menjadi berkat bagi orang lain?
  • Tuhan bisa saja langsung menjamah seseorang (misalnya si A) supaya berubah, tapi mengapa Tuhan mau ada seseorang lainnya (misalnya si B) untuk mendoakan si A, supaya si A bertobat dan terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya?
  • Orang tersebut (A), bisa saja berubah karena dia melihat gaya hidup seorang Kristen lainnya (B) yang mengikut Yesus dan dia bisa meneladani orang itu (B).

Sehingga akhirnya orang tersebut (A), bisa dibawa ke Tuhan lebih dalam lagi.

Permasalahannya :

  • Apakah kita sudah menjadi orang yang seperti si B itu?
  • Ketika kita dipanggil menjadi berkat, kita justru tidak menjadi berkat.
  • Kita dipanggil untuk memberi makan, tapi kita tidak memberi makan.
  • Kita justru hidup semau-mau kita, hidup sesuka-suka kita.

Jika saudara dan saya menjadi murid Tuhan, kita pasti takut luar biasa ketika diperintahkan Tuhan memberi makan kepada begitu banyak orang.

  • Kita pasti berhitung di otak kita, di toko roti mana kita bisa mendapatkan roti seharga Rp 1000,- per satuan.
  • Pasti kita akan mencari roti yang sudah agak lama atau kita akan mencarinya di toko roti yang sudah mau tutup dengan harga obral, karena sudah malam.
  • Kalau rotinya dibuat pagi hari bahkan sehari sebelumnya, pasti malamnya sudah hampir kadaluwarsa, dan inilah yang kita beli.
  • Pasti otak manusia kita berpikir seperti itu, tapi Tuhan tidak.

Tuhan menguji kita, seakan Tuhan sedang bercanda di dalam didikan. Ingat! Didalam didikan ada ajaran dan ada ujian. Hal ini berbicara mengenai didikan Tuhan.

  • Tuhan rindu, saudara memberi bukan dari apa yang saudara punya hari ini.
  • Tuhan tidak mengajarkan kita memberi dari kelebihan, tapi kita harus memberi dari kekurangan kita.
  • Misalnya saudara memiliki uang hanya Rp. 100.000,- beranikah saudara memberi semuanya untuk Tuhan?

Saya tidak berbicara tentang memberi persembahan hari ini, karena saya sudah berjanji tidak akan membahas tentang perpuluhan, tapi saya murni berbicara tentang hati Tuhan.

  • Tuhan mau kita menjadi berkat bukan dari kelebihan kita, tapi dari kekurangan kita.
  • Orang yang memberi dari kelebihan, tidak ada masalah bagi dia, tapi bila saat sedang kekurangan kita bisa memberi, maka barulah Tuhan berkata upahmu besar di sorga.

Tuhan mengajak dan menguji saudara dan saya, apakah saudara berani memberi, bukan dari kelebihan tapi dari kekurangan saudara?

Inilah yang dimaksud dididikan Tuhan, yaitu memberi saat saudara kurang.

Amsal 3 : 28

3:28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi”, sedangkan yang diminta ada padamu

Banyak orang Kristen yang seperti ini.

Kalau Tuhan minta kepada saudara, pasti saudara akan beri seberapapun, tapi kalau Tuhan pakai orang-orang di sekitar kita supaya kita mengulurkan tangan kita bagi mereka?

Misalnya, saudara minta uang kepada saya.

  • Posisi keuangan saya waktu itu sedang banyak uang, tapi saya berkata kepada saudara untuk kembali besok, karena saya mau berdoa dahulu.
  • Kalau saya jawab doa dahulu, pasti jawabannya tidak usah, karena kalau doa dahulu pasti sudah tidak tulus untuk memberi.
  • Tuhan mau kita memberi dari gerakan hati yang tulus, ada rasa belas kasihan (compassion) untuk memberi. Dan inilah yang paling berharga dihadapan Tuhan.

Yohanes 6 : 9

6:9 “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?

Injil Matius melengkapi Injil Yohanes dan Injil Yohanes juga melengkapi Injil Matius.

  • Pada Injil Matius tidak ada kisah tentang seorang anak yang membawa roti jelai.
  • Artinya Yesus mau menjelaskan, jadilah imanmu seperti anak kecil ini.
  • Anak kecil tidak mau hitung-hitungan kalau mau memberi, demikian pula halnya dengan saudara, bila saudara bisa memberi, maka berilah.

Hanya orang yang jadi seperti anak kecil, yang bisa menjadi berkat bagi sesamanya. Kalau saudara tidak menjadi seperti anak kecil, maka saudara akan banyak berhitung.

Misalnya, hari ini saya punya uang Rp. 50.000,-. Besok hari saya mau beli barang yang sangat saya butuhkan, seharga Rp. 12.000,-

Tapi hari ini Tuhan menyuruh saya memberikan Rp. 40.000,- kepada Tuhan guna menolong seseorang yang sangat membutuhkan.

  • Sementara perhitungan saya, kalau saya berikan 40 ribu rupiah hari ini, maka uang saya bersisa Rp. 10.000,-.
  • Itu artinya uang saya akan kurang Rp. 2.000,-.besok hari dan akan gagal membeli barang kebutuhan saya yang mendesak tersebut.
  • Kalau anak kecil, dia tidak bisa hitung-hitungan seperti itu, dia akan berikan saja apa yang Tuhan minta.

Tuhan mau saudara dan saya tidak berhitung-hitung yang rumit dengan Tuhan, tapi jadi seperti anak kecil itu.

  • Tuhan mau, kita tidak usah pusing dengan apa yang kita pegang untuk besok hari,
  • Karena Tuhan mau memberkati saudara dan saya lebih lagi.

Ini semua, berbicara mengenai ujian atau pencobaan. Tuhan mengutus kita dan menguji kita.

Matius 14 : 14

14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Dia tergerak dengan belas kasihan. Jadi salah satu alasan Tuhan memberi makan 5.000 orang laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak, adalah karena belas kasihan.

Belas kasihan ada 2 terjemahan :

Matius 14:14 belas kasihan di tulis dalam bahasa aslinya (Yunani) dari kata HESPLAGHNHISTHEI, dan ada lebih dari 4 atau 5 kali Yesus berbicara me-ngenai hal ini.

Matius 9 : 36

9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Markus 1 : 41

1:41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

Matius 20 : 34

20:34 Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.

Lukas 7 : 11

7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.

Matius 14 : 14

14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Yesus pakai satu kata lagi untuk menterjemahkan kata “belas kasihan” yaitu kata ELEOOS

Matius 9 : 13

9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Jadi Yesus pakai kata HESPLAGHNISTHEI sebanyak 5 kali dan menggunakan kata ELEOOS satu kali.

  • HESPLAGHNISTHEI dalam bahasa Inggris BOWEL, artinya isi perut, jeroan.
  • Yesus memakai kata HESPLAGHNISTHEI bukan ELEOOS, yang berarti isi perut, kata kiasan yang artinya “perasaan yang paling dalam” untuk memberi bagi sesama.

Contoh :

Ada lagu “Bapa sentuh hatiku” . Hati itu lever, dan hati adalah kata kiasan.

Tidak mungkin saudara bernyanyi “Bapa sentuh leverku”, memangnya lever-mu sedang bermasalah.

Jadi kalau saudara jatuh hati (jatuh cinta) kepada seseorang, tidak mungkin saudara berkata kepadanya bahwa saudara “jatuh lever” kepadanya.

Oleh karena itu Tuhan pakai kata HESPLAGHNISTHEI ( isi perut ) artinya jika saya berbelas kasihan itulah perasaan saya yang paling terdalam saya bisa berbelas kasihan bagi orang lain.

Tadi pagi Tuhan berbicara kepada saya “Dasar dari ministry, adalah belas kasihan”

  • Kalau saudara melayani tanpa belas kasihan, berarti saudara belum melayani dengan benar.
  • Apakah saudara Pemusik, WL, atau apapun bagian pelayanan saudara, saudara harus memiliki kerinduan agar semua yang hadir disini dijamah Tuhan.

Jadi, saudara harus memiliki kerinduan supaya semua yang bersentuhan dengan saudara mengalami Tuhan. Inilah yang disebut compassion (belas kasihan).

  • Kalau saudara tidak memiliki belas kasihan, saudara tidak usah melayani.
  • Jika saudara masih pemarah, masih emosional, berarti belas kasihan saudara belum komplit.
  • Belas kasihan saudara masih amburadul.

Inilah dasar dari ministry yang sebenarnya yaitu “belas kasihan”.

Tadi pagi saya melihat berita bom di Surabaya, tiba –tiba hati saya menangis dan saya menangis benaran.

  • Sampai saya tutup dengan bantal, ternyata belas kasihan yang timbul.
  • Belas kasihan bukan hanya untuk korbannya, tapi juga untuk yang melakukannya, karena saya tahu kalau orang bunuh diri tempatnya dimana.
  • Satu orang lain terhilang, hancur hatiku, Tuhan.

Jika saya berbelas kasihan hanya pada saudara saya, anak saya, hanya kepada orang yang baik kepada saya, hanya kepada sekutu-sekutu saya, itu namanya bukan belas kasihan, tapi balas budi.

Tapi kalau saudara bisa mengasihi orang yang jahat kepada saudara, bisa mengasihi orang yang berlaku aneh kepada saudara, itulah yang namanya belas kasihan.

  • Kalau belum ada belas kasihan didalam saudara, maka saudara jangan berkata bahwa saudara orang Kristen yang benar.
  • Jujur saja, saya sendiri belum sempurna, saya masih jauh dari sempurna.
  • Saya juga masih perlu dikoreksi setiap hari.

Belajar yang benar, barulah saudara bisa merasakan belas kasihan yang dari Tuhan.

Jika saudara sudah menikmati belas kasihan dari Tuhan, tapi saudara tidak ada belas kasihan bagi sesama, maka apa artinya kekristenan saudara?

Jangan menjadi orang Kristen yang hanya berbalas budi saja, tapi saudara harus menjadi orang Kristen yang berbelas kasihan.

  • Belas kasihan tidak didasarkan pada apa yang orang lain lakukan kepada saudara atau siapa dia,
  • Tapi belas kasihan didasarkan kepada apa yang dari Tuhan bagi saudara, sehingga hati Tuhan bisa saudara salurkan bagi sesama.
  • Inilah yang dimaksud dengan belas kasihan.

Saya tidak bisa berkhotbah dengan suara yang lembut. Tapi banyak orang di mimbar bicara dengan suara lemah lembut, tapi di luar sana teriak-teriak. Lebih baik di mimbar teriak-teriak daripada di luar sana lembut.

  • Saya ingin supaya saudara merasakan kasih Tuhan dan di luar saya balut dengan kasih Tuhan.
  • Jika saudara tidak bertobat setelah ditegur oleh Firman, maka saudara keluar dari sini, saudara hancur.

Tuhan tergerak oleh belas kasihan. Bagi kita, belas kasihan tidak boleh di-dasarkan pada apa yang orang lain lakukan terhadap kita, tapi belas kasihan adalah perasaan Allah.

  • Ingat! Tuhan tidak ingin anak-anak-Nya menangis atau sedih.
  • Tuhan yang 2.000 tahun yang lalu, adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang sekarang ini bisa merasakan apa yang saudara rasakan saat ini.
  • Tuhan yang memiliki belas kasihan pada 2000 tahun yang lalu adalah Tuhan yang sama yang kita sembah hari ini dan Dia adalah Tuhan yang memiliki belas kasihan dan tidak berubah sampai selamanya.

Jangan pernah berpikir Tuhan tidak peduli dengan saudara, atau Tuhan tidak dengar doa saudara.

Tuhan mendengar doa saudara dan Tuhan merasakan apa yang saudara rasakan dan Dia siap menyalurkan belas kasihan untuk saudara.

Permasalahannya :

  • Jangan pernah pakai pikiranmu untuk menerima belas kasihan dari Tuhan, tapi nikmati saja belas kasihan dari Tuhan itu.

Belas kasihan dalam bahasa Yunani HESPLAGHNHISTHEI, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan “Bowel Of Compassion” yang artinya dasar dari perasaan berbelas kasihan.

“Bowel” bukan berarti berbicara tentang “isi perut”, tapi berbicara mengenai perasaan yang terdalam.

Yesus melihat orang berbondong-bondong mengikuti Dia seperti tidak terkendali, mereka kelaparan dan Yesus menangis, karena Dia tahu mereka semua butuh makanan dan Yesus terjamah dengan yang namanya compassion.

  • Apakah Tuhan saat ini merasakan apa yang Dia rasakan dulu?
  • Apakah Tuhan saat ini juga berbelas kasihan untuk kita?
  • Tuhan menangis ketika engkau menangis dan Tuhan tertawa ketika engkau tertawa dan Tuhan mau saudara terus tertawa, bersukacita.

Permasalahannya :

  • Kita tidak mau menerima yang namanya sukacita dan damai sejahtera itu.
  • Yang kita mau hanya menangis terus.

Bowel of compassion, isi perut bukan berarti usus, tapi perasaan yang terdalam. Perasaan kasih, simpati, kepeduliaan yang paling dalam (bowel of compassion)

Ada di suatu kitab, seorang Yahudi menggunakan kata HESPLAGHNHISTHEI.

  • Ada seorang ibu harus menyaksikan anaknya dipenggal.
  • Dalam buku itu diterjemahkan dengan HESPLAGHNHISTHEI.
  • Artinya ibu itu merasakan betapa sakitnya ketika menyaksikan anaknya sendiri dipenggal, dibunuh.

Bagaimana perasaan saudara, jika saudara melihat anak saudara dipenggal? Itulah HESPLAGHNHISTHEI-Nya Tuhan, itulah perasaan Tuhan yang terdalam.

  • Tuhan telah mencurahkan belas kasihan-Nya yang terdalam, tapi mengapa kita masih mengeluh sampai hari ini?
  • Mengapa kita masih anggap Tuhan tidak adil?
  • Mulai hari ini saudara katakan, “terima kasih, Tuhan” “Engkau baik untuk saya, terima kasih Tuhan, Engkau segalanya untuk saya”.

Yesus merasakan belas kasihan kepada 5.000 orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak yang duduk di lapangan dan lapar.

Yesus mengajak para murid-Nya untuk merasakan apa yang Dia rasakan itu.

Yesus berbicara kepada para murid-Nya, Aku merasakan mereka lapar butuh makanan dan Dia bertanya kepada mereka, apakah kamu bisa merasakan apa yang Aku rasakan?

  • Yesus berbicara kepada Petrus “Feed My lambs”, berikan domba-domba-Ku makan.
  • Aku punya belas kasihan dan kamu harus merasakan apa yang Aku rasakan, karena dunia butuh pertolongan.

Kalau saudara tidak punya “compassion”, tidak punya perasaan Tuhan, tidak punya isi hati Tuhan yang paling dalam, berarti saudara belum bersama dengan Dia.

Kalau kamu hanya baik kepada orang yang baik kepadamu, hanya baik kepada orang yang mengasihimu, maka kamu belum layak untuk melayani Tuhan.

Jika kamu hanya sayang kepada orang-orang yang sayang kepadamu, hanya sayang kepada keluargamu, hanya sayang kepada kiri kananmu, hanya sayang kepada sekutu-sekutumu, tapi kamu tidak sayang kepada orang yang menyakitimu, maka kamu tidak layak untuk melayani Tuhan.

Apakah saudara hari ini mau bertobat?

  • Tuhan mengajak saudara, “Ayo kamu semua harus memiliki perasaan seperti Aku”
  • Kamu harus peduli seperti Aku.
  • Kamu harus punya simpati seperti Aku.

Kasih tidak timbul dengan sendirinya, tapi kasih itu harus dibangun.

  • Pernahkah kamu menangisi orang tidak kamu kenal sama sekali?
  • Kamu harus mengenal terlebih dahulu, jika dia merasakan sakit, merasakan masalah, barulah saudara bisa menangis untuk dia.
  • Kasih itu harus dibangun, tapi kalau Tuhan masuk kedalammu, Tuhan mengubah hidupmu menjadi seperti perasaan Dia, maka kamu bisa menangis untuk orang yang tidak kamu kenal.
  • Inilah yang disebut “bowel of compassion” (HESPLAGHNISTHEI). Dunia hari-hari ini sedang membutuhkan pertolongan.

Saudara harus memiliki perasaan Tuhan terlebih dahulu, baru bisa me-rasakan kasih-Nya.

Tanpa pikiran Kristus, tanpa Roh Kudus, saudara tidak akan pernah bisa berbelas kasihan untuk orang lain.

Bahkan saudara bisa saja menjadi kejam, karena saudara mau matipun itu urusan saudara, dan juga bukan urusan Tuhan.

  • Kalau saudara sudah sampai ke tingkat itu, maka saudara harus bertobat karena saudara tidak memiliki perasaan Tuhan.
  • Orang menyakiti sesamamu, saudara berkata “masa bodo”, biar mampus saja kamu, jika saudara punya perasaan seperti ini, maka saudara tidak memiliki perasaan Tuhan.
  • Orang menghancurkan jadi berkat dan kita berkata “aku kembalikan menjadi berkat”, padahal maksudnya agar terkena kutuk. Jika saudara seperti ini, berarti saudara tidak memiliki perasaan Tuhan.

Saya dijamah Tuhan dengan satu buku yang berjudul Shee Mu Awn (Si Bisu), penulisnya Ki Dong Kim.

  • Dia memiliki gereja terbesar di Korea dan dia mendapat julukan si Bisu, karena dia sering disakiti, sering dfitnah tapi mulutnya selalu tertutup.
  • Dia tidak pernah berbicara jelek tentang orang.
  • Oleh sebab itu dia disebut si Bisu.

Apakah saudara pernah disakiti orang seperti si Bisu ini?

  • Bila pernah, apakah seringkali?”
  • Apakah saudara juga mem-Bisu?

Atau apakah justru saudara yang sering menjelek-jelekkan orang?

  • Kalau saudara sering menjelekkan orang, berarti saudara tidak memiliki perasaan Tuhan.
  • Jangan tunjuk orang, tapi koreksi diri saudara sendiri.
  • Firman itu bukan disekop, jangan saudara sekop lalu saudara lempar ke orang lain, tapi harus di cangkul.
  • Firman harus dicangkul sampai dalam, sampai Firman itu mengubah diri kita, dan barulah kita layak untuk mengubah orang lain di kanan-kiri kita.

Inilah firman yang benar. Inilah yang namanya “compassion”.

Kalau kita tidak memiliki “bowel of compassion” atau “perasaan terdalam dari Tuhan”, maka kita belum jadi orang Kristen yang benar.

Jika kita memiliki belas kasihan, maka kita akan menjadi orang yang mudah mengampuni, mudah menerima orang lain apa adanya.

Meskipun kamu pecundang, brengsek tetap aku terima, karena ada belas kasihan didalam saya.

Jika saudara sudah sampai ke tingkat ini, meskipun orang menyakiti saudara seperti apapun, maka orang itu sedang bermasalah karena engkau terus mengampuni dia, terus mengampuni dia. Inilah yang namanya “compassion”.

Permasalahan paling fatal bagi saudara, adalah ketika saudara menyakiti orang dan orang itu tidak membalasmu, tapi justru berdoa untukmu.

  • Sebenarnya engkau sedang terancam.
  • Inilah bahaya kekristenan.

Kekristenan bukan pakai sekop tapi pakai cangkul.

  • Jika kamu mau orang lain berubah, maka kamu harus berubah terlebih dahulu.
  • Jangan menuntut orang lain supaya beres, tapi bereskan diri kita terlebih dahulu, jika aku beres maka orang lain pasti juga beres.

Bagaimana orang lain mau beres, jika dari terbit matahari sampai ter-benamnya matahari, kerjaanmu hanya ngomel dan marah saja.

  • Jika saudara seperti ini, maka kamu tidak punya perasaan Tuhan (bowel of compassion).
  • Kalau kamu punya perasaan Tuhan, maka kamu akan tutup mulut, diam dan berdoa.

Apakah saudara mau berubah? Kalau saudara hari ini merasa tertegur, Ayo sama-sama kita berubah.

Kita sama-sama menjadi memiliki pribadi Kristus maka pelayanan kita baru berdampak positif bagi banyak orang.

  • Jika kita tidak memiliki belas kasihan, maka kita akan mudah marah.
  • Orang yang kelemahannya dikorek akan mudah cepat marah.
  • Jika tidak ada titik lemah didalam kita, maka kita tidak akan bisa dikorek oleh orang lain.

Tuhan mau kita memiliki perasaan belas kasihan, Kalau kita memiliki belas kasihan maka kita tidak mudah marah-marah, dan kita memiliki perasaan Kristus.

  • Tuhan hanya bisa memakai orang yang memiliki belas kasihan.
  • Kita harus sampai pada satu titik, apa yang orang lain rasakan, kita juga bisa merasakannya juga.

Tuhan mau perasaan kita tidak pernah tumpul untuk orang lain. Oleh karena itu Tuhan berkata, rahmatnya selalu baru setiap hari, supaya perasaan kita tidak pernah tumpul setiap hari.

Tuhan terus mengasah belas kasihan kita bagi sesama kita, karena Tuhan mau kita sampai ke tingkat itu.

Jika ada orang yang memiliki potensi bermanfaat bagi Kerajaan Allah, tapi orang tersebut menyebalkan, apa yang harus saudara lakukan?

  • Tuhan berkata, “Aku punya belas kasihan bagi dia, tapi apakah kamu juga punya belas kasihan bagi dia?”
  • Tuhan mengajak kita supaya memiliki belas kasihan yang sama dengan Tuhan.
  • Tuhan mengharuskan kita, “karena Aku memiliki belas kasihan, maka kamu juga harus memiliki belas kasihan juga.”

Orang yang merasa dirinya kuat adalah orang yang mengampuni orang yang menyakiti dirinya.

  • Tetapi, janganlah saudara berkata, “memang benar pembalasan adalah milik Tuhan”, tapi selama masih hidup di dunia ini tetap menjadi milikku.
  • Hal ini menunjukkan “kekuatan dan kekuasaan” saudara sehingga saudara tidak bisa disenggol sedikitpun, apalagi bila sampai dilukai orang lain, maka saudara akan langsung menunjukkan kekuatan saudara.

Contoh :

Misalnya, anjing tetangga masuk halaman saudara gigit kaki saudara, maka saudarapun marah dan saat itu juga langsung tangkap anjing tersebut (padahal cuma anjing yang takut kepada saudara) dan saudara “suntik mati” dengan cara saudara sendiri, berarti saudara telah menunjukkan kekuatan dan kekuasaan.

Seharusnya walaupun anjing tetangga itu menggigit saudara, tapi tetap dia disayang-sayang sampai menjadi anjing yang jinak dan baik kepada saudara, maka barulah terlihat kekuatan saudara yang sebenarnya dan yang berkenan kepada Tuhan.

Sebenarnya orang yang paling kuat adalah orang yang mau merangkul orang-orang yang menyakiti saudara.

  • Memang sulit sekali untuk menerima orang yang aneh disekitarmu tanpa mengusik kekurangannya.
  • Tapi saudara akan mengubah orang itu dan berbuah bagi dia, jika saudara memiliki belas kasihan (compassion) sebagaimana Tuhan terlebih dahulu telah memiliki belas kasihan (compassion) terhadap dia.

Kalau saudara punya belas kasihan kepada dia, seperti Tuhan memiliki belas kasihan kepada dia, maka saudara tidak akan marah jika orang lain mengusik saudara, maka saudara tidak akan cemberut walaupun “harga diri mu diinjak-injak” oleh orang lain.

Daging kita semakin bertambah sakit karena daging kita terus dikorek-korek.

Saya juga masih jauh dari benar, seringkali saya tidak sabar, seringkali saya masih melihat dosa-dosa orang. Ini bukti kalau saya belum seperti Yesus.

Tapi tadi pagi saya ditegur Tuhan melalui khotbah ini dan saya harus kembali ke jalan Tuhan. Kita harus sama-sama balik ke jalan Tuhan.

  • Bisa saudara bayangkan apabila 70-80 orang jemaat Chosen Generation semuanya disakiti orang dan semuanya bisa menerima orang lain apa adanya.
  • Jika demikian, maka jemaat Chosen Generation adalah jemaat yang ber-belas kasihan dan jemaat yang berbuah-buah didalam Tuhan.
  • Mulai hari ini jangan jengkel lagi kepada orang-orang aneh disekitar kita, atau jika melihat orang yang semena-mena, kita tidak panas hati lagi.

Mulai hari ini milikilah perasaan Tuhan “bowel of compassion”, belas kasihan Tuhan. Belas kasihan inilah yang memberi makan 5.000 orang laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak.

Jadi “kebutuhan orang yang lapar, adalah belas kasihan”.

  • Jika saudara tidak punya belas kasihan, maka saudara tidak bisa memberi orang makan.
  • Saudara bisa saja membawa orang bertobat terima Yesus, tapi saudara bisa saja menjadikan orang tersebut lebih jahat dari sebelumnya, jika saudara tidak memiliki belas kasihan.
  • Jika saudara memiliki belas kasihan dan saudara membawa orang lain ke Tuhan, maka saudara akan menjadikan dia memiliki belas kasihan juga bagi banyak orang.
  • Jika saudara memiliki hati yang punya belas kasihan, maka saudara akan melihat orang-orang yang sesat jalannya atau orang-orang yang aneh disekitar saudara, akan disentuh Tuhan juga.

Kita sering tidak peduli dengan orang yang mau hancur, tapi mulai sekarang kita tidak boleh lagi punya perasaan tidak peduli (masa bodo).

Seperti anjing tetangga yang masuk kehalaman kita dan mengigit kita, kita juga harus punya belas kasihan kepadanya (karena dia tidak tahu apa yang telah perbuat), sampai menjadi anjing yang baik (walaupun hanya anjing tetangga).

Meskipun seseorang bolak-balik “menggigit” kita, tapi kita harus menun-jukkan bahwa kita memiliki belas kasihan dari Tuhan kepada orang itu.

  • Kalau saudara belum mampu, saudara menjauh dahulu, sampai saudara mampu.
  • Setelah saudara sudah mampu, mari kita sama-sama berkarya bagi Kerajaan Tuhan.

Inilah yang diinginkan Tuhan dari kita semua, yaitu belas kasihan.

II.KRISTUS YANG MENANG ATAS MASALAH & MEMBERI DAMAI

Laut melambangkan dunia yang sudah jatuh dan hanya Yesus yang bisa berjalan diatasnya.

Matius 14 : 22-23

14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.

Yesus berjalan di atas air, artinya Dia mengalahkan masalah, Dia mengalahkan dunia yang sudah jatuh didalam dosa.

14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut

“Itu hantu”, maksudnya tidak mungkin ada orang yang tidak berdosa.

Air melambangkan dosa atau masalah, dan kita tidak akan bisa mengalahkan masalah atau tidak bisa menang atas dosa, tapi Yesus bisa mengalahkan masalah ataupun menang atas dosa.

14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!

Tenanglah! Aku ini, Aku bisa mengalahkan semua masalah, Aku bisa menga-lahkan dosa.

Matius 14:28-30

14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”

Tuhan, kalau itu Engkau, maka aku juga bisa.

14:29 Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

Ketika saudara melihat Tuhan, memandang Tuhan maka saudara bisa berjalan di atas air, saudara bisa mengalahkan masalah, saudara bisa mengalahkan dosa.

14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”

“Tuhan tolonglah aku.”

Yang membuat saudara dan saya kalah, adalah indera kita. Ada indera pendengaran, indera penglihatan dan indera perasaan.

  • Ketika merasa tagihan kartu kredit saudara sudah jatuh tempo, ketika saudara merasa masalah berat sekali, maka saudara mulai drop, akhirnya tenggelam lagi.
  • Yang membuat saudara kalah, adalah mengalihkan pandangan saudara dari Tuhan, kepada masalah.
  • Yang membuat saudara kalah, adalah perasaan saudara yang naik ke pikiran saudara, dicerna di otak akhirnya otak yang membuat bimbang.

Ketika Petrus mendengar tiupan angin dan merasakannya, maka takutlah dia dan diapun mulai tenggelam.

  • Apakah saudara mau menang atas masalah?
  • Apakah saudara mau menang atas dosa?
  • Pandang Tuhan terus menerus, maka saudara bisa memenangkan jiwa dan saudara harus memiliki perasaan Tuhan dan belas kasihan Tuhan, supaya saudara bisa juga berjalan diatas masalah.

Bagi manusia, “berjalan diatas air” adalah mustahil, tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

  • Bagi manusia, kita adalah orang aneh atau orang terbelakang, tapi bagi Tuhan kita adalah permata-permata di Kerjaan Sorga.
  • Tuhan rindu menjadikan kita sempurna sama seperti Dia juga sempurna, dengan syarat kita harus memiliki perasaan dan belas kasihan Tuhan.

Jika saudara melihat berita perbuatan para teroris yang tidak punya perasaan belas kasihan samasekali, sehingga dengan bangga membunuh banyak orang dengan bomb bunuh dirinya, saudara bisa berdoa bagi semua orang yang menjadi teroris.

  • “Tuhan, kami butuh belas kasihan-Mu untuk mereka, karena mereka adalah orang-orang yang lapar dan butuh pertolongan Tuhan.”
  • Orang menyakiti saudara, saudara bisa berdoa untuk mereka, “Tuhan, ampuni dia, karena dia tidak tahu apa yang dia perbuat.”

Saudara tidak peduli lagi dengan perasaan saudara sebelumnya, yang saudara pedulikan sekarang adalah perasaan yang dipenuhi oleh belas kasihan.

  • KRISTUS SEBAGAI “MAKANAN” ORANG PERCAYA

       (Kristus adalah Roti Hidup yang turun dari Sorga. Dibahas tersendiri).

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

KENAIKAN TUHAN YESUS – 10 MEI 2018

k

Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah para Rasul 1:10-11)
GPPK-CHOSEN GENERATION
KHOTBAH GEMBALA, KAMIS 10 MEI 2018

 

KENAIKAN TUHAN

YESUS KRISTUS KE SORGA

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION
IBADAH KAMIS, 10 MEI 2018

 

SHALOM!
 Hari ini kita merayakan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Sorga.
Apa maksud dan tujuan Tuhan Yesus Kristus naik ke sorga?
Mengapa Tuhan Yesus masih tetap berada di bumi selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya?
Sampai hari ini masih banyak orang Kristen yang salah pengertian tentang 40 hari ini :
  • Mereka beranggapan bahwa selama 40 hari setelah seseorang meninggal dunia, masih bisa didoakan agar masuk sorga.
  • Sebenarnya pemahaman mereka itu salah fatal.
Maksud dan tujuan Tuhan Yesus masih tetap berada di dunia (bumi) ini selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, adalah :
  • Untuk “memperlihatkan diri-Nya” kepada lebih dari 500 orang.
  • Dia menegaskan kepada mereka semua, agar semua orang di dunia ini sadar, bahwa Dia adalah Allah yang hidup, bukan Allah yang mati.
Ada 3 hal yang paling penting dari Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga :
  1. JANJI
Janji-Nya ada 2, yaitu :
  1. Mempersiapkan Tempat Untuk Saudara dan Saya di Sorga
Yohanes 14 : 1-3
14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Terjemahan menggunakan kata “tempat tinggal” kurang tepat, terjemahan yang tepat yaitu “Mansion” atau “Villa”.
Di rumah Bapa-Ku banyak villa, berarti lebih mulia dari rumah biasa atau lebih nyaman daripada rumah biasa.
Inilah janji Tuhan Yesus. Tuhan pergi terlebih dahulu ke Sorga, supaya Tuhan bisa buka jalan bagi kita, agar saudara dan saya bisa sampai ke sana untuk bersentuhan dengan Allah.
Yohanes 14:3
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
Aku akan datang kembali dan membawamu ketempat-Ku. Inilah janji Tuhan.
Permasalahannya
  • Apakah saudara mau dibawa Tuhan ke tempat dimana Dia berada?
Tuhan memberikan saudara dan saya suatu janji.
Dia memberikan tempat (villa) bagi saudara dan saya, supaya dimana Tuhan berada, disitu juga kita berada.
  1. Memberikan Penghibur atau Roh Kudus
Yohanes 14 : 18-19
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
Yatim piatu berarti tidak memiliki bapak dan ibu.
Aku tidak akan meninggalkan kamu sendiri, Aku akan memberimu Roh yang akan menghiburmu.
Yatim piatu identik dengan kesedihan. Oleh sebab itu Tuhan menjanjikan penghiburan.
14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.
Dia menegaskan kalau sebentar lagi Dia akan mati di kayu salib, tapi Dia akan hidup. Oleh sebab itu kitapun akan  hidup.
Dia memberi kita kehidupan lewat kematian-Nya. Inilah janji penghiburan.
Yohanes 16 : 4-7
16:4a Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”
16:4b “Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,
Kalau Aku masih bersama-sama denganmu, maka Aku tidak mengata-kannya, tapi nanti setelah Aku pergi, barulah Aku mengatakan kepadamu melalui Roh Kudus.
  • Aku akan berbicara kepadamu disetiap saat dalam hidupmu.
  • Permasalahannya, maukah engkau mendengar suara-Ku?
Yohanes 16:5-7
16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?
Kemana Engkau pergi? Tidak ada satupun yang bertanya.
16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.
Kamu tidak pernah bertanya kepada-Ku, “kemana Engkau pergi”, sebab itu Aku berkata kepadamu jangan berdukacita.
16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
Janji-Nya yang kedua adalah mempersiapkan Penghibur untuk kita.
Saat Dia masih hidup, Dia adanya satu (omni).
Tapi saat Dia sudah mati dan dibangkitkan :
  • Dia menjadi majemuk,
  • Dia menjadi banyak,
  • Dia bisa ada didalam saudara, bisa ada didalam saya
  • Dan bisa ada didalam siapa saja yang mau menerima Dia.
Permasalahannya, banyak orang Kristen mengaku percaya, tapi belum tentu mau menerima Dia.
  • Kita harus mengaktifkan pergaulan atau hubungan dengan Roh ini.
  • Hubungan atau pergaulan dengan Roh ini menyebabkan Roh ini aktif di dalam saudara.
  • Kalau Roh ini aktif didalam saudara maka saudara akan tahu mana yang dari Tuhan dan mana yang bukan dari Tuhan.
  • Tidak susah karena tergantung dari “jam terbang kebersamaan” saudara dengan Tuhan, semakin banyak jam terbang saudara, maka saudarapun akan semakin mengenal suara Tuhan.
Janji Tuhan membuat iman kita bangkit dan janji ini menggiring kita kepada amanat atau perintah.
  1. AMANAT ATAU PERINTAH PEMURIDAN
Markus 16 : 15-20
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
16:20 Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Inilah Amanat Agung Tuhan Yesus.
  • Amanat-Nya yaitu pergilah dan jadikan semua bangsa murid-Ku.
  • Amanat-Nya sederhana, yaitu pemuridan.
Saudara dan saya harus dimuridkan.
  • Pemuridan menjadikan saudara dan saya pengikut Kristus yang mem-bawa terang Kristus kedalam dunia.
  • Pemuridan bukan sekedar ibadah, bukan juga sekedar pelayanan, bukan juga sekedar keinginan, tapi komitmen untuk mengikuti ajaran Tuhan.
Apakah saudara murid?
  • Kalau saudara murid, berarti siap duduk untuk mendengar dan diajar oleh Tuhan.
  • Bukan hanya diajar di Gereja, tapi disetiap saat kehidupan saudara.
  • Ketika saudara belajar firman Tuhan, belajar mengikuti jalan Tuhan, disitulah saudara baru disebut murid dan saudara berkomitmen untuk mengikuti ajaran Kristus, bahkan hidup seperti Yesus hidup.
1 Yohanes 2 : 6
2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Pertanyaannya :
  1. Apakah hidup kita sudah sama seperti Yesus hidup? Saudara harus duduk diam menjadi murid, saudara harus belajar banyak hal.
  2. Apakah murid boleh melawan guru? Tidak boleh.
  3. Apakah murid boleh bertindak semau-maunya? Tidak boleh.
Sekedar contoh. Dahulu saya rajin masuk kuliah.
Dari SMA kelas 1 sampai di Universitas semester akhir, selalu ketua kelas. Saya rajin duduk di kelas karena saya ketua kelas. Meskipun saya ketua kelas, saya tidak belajar. Hidup saya masih kacau.
Saya duduk di kelas, tapi saya tidak berkomitmen untuk belajar.
Saya selalu belajar pakai system SKS (System Kebut Semalam).
Tapi puji Tuhan 3,5 tahun saya lulus.
Saya benar-benar tidak ada komitmen, saya hanya asal-asalan saja, yang penting saya kuliah, yang penting saya punya status, lulus dan punya gelar.
Hari-hari ini banyak orang Kristen seperti ini.
  • Mereka datang kegereja, dengar firman dan menyembah tapi apakah mereka berkomitmen untuk menyerahkan hidupnya kepada Tuhan?
  • Apakah mereka berkomitmen untuk belajar firman Tuhan?
  • Apakah mereka berkomitmen untuk mengikuti jalan-Nya Tuhan?
Untuk menjadi murid harus punya komitmen untuk hidup, sama seperti Yesus hidup. Kalau saudara benar-benar murid, berarti saudara memiliki komitmen untuk hidup sama seperti Yesus hidup.
  • Saudara sudah mendapat janji Tuhan, tapi apakah saudara mau di-muridkan?
  • Apakah saudara mau belajar?
  • Apakah saudara mau duduk diam dalam hadirat Tuhan?
  • Apakah saudara mau berkomitmen untuk diubah oleh Tuhan?
Ingat! Pemuridan bukanlah pelayanan, pemuridan bukanlah program-program gereja, tapi pemuridan adalah komitmen seumur hidup saudara atas sebuah gaya hidup yang seperti Kristus.
Hal ini sepertinya sederhana, tapi kalau saudara menjalankannya sungguh-sungguh pasti ada yang namanya penyangkalan diri dan pemikulan salib.
Dimana saudara “berkata tidak kepada kesenangan-kesenangan”, saudara “menolak ego saudara”, ketika saudara disakiti.
Tapi yang saudara pikirkan hanyalah bagaimana caranya supaya saudara tidak membalas sama sekali, walaupun saudara sepertinya akan diben-turkan dengan posisi-posisi yang tidak nyaman.
  • Saudara mau dibenturkan seperti apapun, tidak akan mengubah gaya hidup saudara yang sudah menjadi gaya hidup surgawi.
  • Kalau saudara belum berkomitmen untuk dimuridkan, ketika terjadi benturan maka emosi yang timbul.
  • Reaksi spontan marah dulu sepuasnya, urusan bertobat belakangan.
Pertanyaannya :
Apakah saudara sudah menjadi murid?  Ya, saya sudah menhadi murid.
Kalau saudara benar-benar sudah menjadi murid, berarti saudara sudah berkomitmen dengan gaya hidup surgawi :
  • Bukan hanya sekedar melayani menjalankan program-program gereja.
  • Bukan sekedar bisa khotbah.
  • Bukan sekedar bisa menyanyi, bukan sekedar jago menyembah.
  • Bukan sekedar jago berdoa.
Tapi saudara menyerahkan hidup saudara kepada Tuhan dan saudara berkata, “Tuhan, aku mau memiliki gaya hidup seperti gaya hidup Tuhan”.
Firman Tuhan berkata “Saudara wajib hidup sama seperti Kristus hidup supaya saudara bisa dijadikan murid”.
Tuhan Yesus memberi saudara gaya hidup yang berkualitas.
Yohanes 10 : 10
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Ayat ini bukan berbicara tentang kelimpahan harta, berkat jasmani. Tapi supaya mereka mempunyai hidup (ZOE), maksudnya hidup saudara akan ber-kualitas.
Apakah hidup saudara sudah berkualitas?
  • Takaran hidup saudara sudah berkualitas seperti di Sorga,
  • Saudara sudah punya gaya hidup Kristus.
Oleh sebab itu kita harus berkomitmen untuk dimuridkan.
Tanpa komitmen untuk dimuridkan, maka kualitas kekristenan saudara masih sangat rendah, berarti hidupmu berada dalam “kegamangan”, dalam bahaya.
Pengertian sebagian besar orang Kristen tentang pemuridan adalah “diajarkan”, tapi pengertian yang sebenarnya dari pemuridan, adalah komitmen saudara untuk memiliki gaya hidup seperti Kristus.
  • Tanpa pemuridan, saudara tidak bisa duduk diam sebagai murid.
  • Untuk menjadi murid, saudara harus minta kepada Tuhan untuk memiliki gaya hidup Tuhan.
  • Saudara harus berjalan seperti Tuhan saat Tuhan berjalan di dunia
  • Masa lalu kita kotor, justru dengan adanya anugerah, kita bisa ber-syukur kepada Tuhan.
Oleh sebab itu jangan disia-siakan kesempatan saudara untuk dimuridkan.
  • Saudara harus punya hidup yang berkualitas.
  • Takaran kualitas hidupmu adalah takaran sorga dan seperti Kristus, tidak ada cara lain dan tidak ada takaran lain.
Takaran di luar Kristus itu salah.
  • Semua bisa dicapai jika saudara berkomitmen untuk belajar dan me-ngikuti ajaran Guru Agung kita.
  • Guru Agung kita mengajar dan mendidik kita.
Murid adalah pengikut Kristus yang mau belajar.
  • Kalau saudara tidak mau belajar, jangan bilang saudara orang Kristen.
  • Kalau saudara tidak mau belajar, jangan bilang saudara pengikut Kristus.
  • Kalau saudara hidup suka-suka, jangan bilang saudara orang Kristen.
Memang berat karena takarannya Kristus.
  • Takarannya bukan Zakheus, bukan Paulus, tapi takarannya adalah Kristus.
  • Jika kita hidup seperti Kristus hidup, inilah yang disebut pemuridan.
Fungsi Roh Kudus adalah mengajar saudara.
Roh Kudus adalah Api dan Dia mengajar saudara.
Yohanes 14 : 26
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Roh Kudus sendiri yang akan mengajar saudara. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa Allah itu “Api”.
Begitu Roh Kudus hadir didalam saudara, maka api itupun hadir didalam saudara.
Ibrani 12 : 29
12:29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan
Allah yang saudara sembah adalah api yang menghanguskan.
Oleh karena itu, orang bisa terbakar ke arah yang positif dan bisa juga ter-bakar ke arah yang negative.
Allah adalah api. Kalau Allah ada di dalam saudara berarti saudara terbakar ke arah yang positif yaitu terbakar oleh api cinta dengan Tuhan.
Jika Allah ada di dalam seseorang, maka orang itu akan terbakar ke arah yang Positif :
  • Berarti semua keinginan orang itu terbakar, semua kedagingannya terbakar dan dia juga terbakar oleh api cinta dengan Tuhan.
  • Orang itu semakin hari semakin cinta kepada Tuhan, semakin hari semakin intim dengan Tuhan, semakin hari semakin mengasihi Tuhan, dan semakin hari semakin rindu akan Tuhan.
Sebaliknya bila saudara “tidak menolak dosa” dan “saudara hidup sem-barangan”, maka saudara akan terbakar kearah Negative.
  • Dengan saudara masuk ke dalam penghakiman, berarti saudara terbakar ke arah negative.
  • Jika saudara hidup suka-suka, semau saudara dan baru bertobat saat saudara hampir mati, berarti saudara tidak sadar bahwa usiamu ada limitnya.
Tuhan itu panjang sabar, tapi bukan maha sabar.
  • Tuhan memang maha besar, maha kasih, maha mulia, tapi Tuhan tidak maha sabar.
  • Kalau Tuhan panjang sabar, berarti ada ujungnya, ada batas kesabaran-Nya.
Misalnya, saudara naik kereta api dari Jakarta ke Surabaya. Sepanjang-panjangnya jalan yang saudara tempuh, pasti ada ujungnya.
Ingat! Jangan bermain-main dengan anugerah yang Tuhan beri untuk saudara.
Ingat! Allah itu Api yang menghanguskan.
  • Kalau saudara mau belajar menjadi murid, maka saudara akan terbakar dengan api yang mengasihi Tuhan.
  • Tapi kalau saudara menolak dan melawan ajaran Kristus, maka saudara akan terbakar kearah negative, yaitu jatuh kedalam penghakiman
Saya tidak mau ada satupun disini masuk ke dalam penghakiman.
Tapi semua orang dalam keluarga besar Chosen Generation ini harus survive, supaya kita benar-benar selamat dan bukan hanya sekedar selamat, tapi juga memerintah bersama dengan Dia.
  • Yang dimaksud berbuah bukan hanya saudara membawa orang menjadi pengikut Kristus, tapi Tuhan mengajarkan saudara, Tuhan memuridkan saudara supaya orang lain terbakar dengan Api Tuhan.
  • Jika hanya membawa orang menjadi pengikut Kristus, berarti buah yang kamu hasilkan terlalu kecil.
Tuhan mau melalui kita, orang lain akan terbakar untuk mengasihi Tuhan :
  • Melalui kita, orang lain akan terbakar untuk mencintai Tuhan.
  • Melalui kita, orang lain akan terbakar untuk menyembah Tuhan.
  • Melalui kita, orang lain akan terbakar mematikan kedagingannya.
  • Karena saudara menjadi teladan, maka gaya hidupmu dicontoh banyak orang.
Jangan hanya sekedar membawa orang ke Gereja dan ikut Yesus, tapi gaya hidupmu tidak berubah.
Jika gaya hidupmu tidak berubah dan kamu membawa orang ke Gereja, maka orang itu akan menjadi jahat daripada sebelumnya.
Matius 23 : 15
23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
Jangan sampai gaya hidup kita, cara hidup kita, membuat orang lain lebih jahat daripada sebelumnya.
Berapa banyak orang Kristen mempunyai gaya hidup seperti ini?
  • Meskipun saudara sudah berbicara tentang Tuhan, tapi orang melihat gaya hidup saudara sama dengan orang dunia, apa bedanya?
  • Saudara suka gosip, berarti saudara sama dengan orang dunia yang juga senang bergosip
  • Saudara tidak adil, berarti saudara sama dengan orang dunia yang juga tidak adil.
  • Saudara suka marah, berarti saudara sama dengan orang dunia yang juga suka marah.
Tuhan mau saudara menjadi murid dan berkomitmen dengan gaya hidup surgawi, dan bukan lagi bergaya hidup duniawi.
  • Takaran atau tolok ukur Kristus memang jadi bertambah berat.
  • Kita harus terus belajar dan mau dididik.
  • Kita harus punya komitmen untuk memiliki gaya hidup surgawi.
  • Kita harus punya komitmen seperti yang Tuhan inginkan.
Berapa besar sukacita yang saudara alami karena saudara mengalami sentuhan yang dari Tuhan?
  • Kalau saudara bersukacita karena diampuni Tuhan, karena mengalami sentuhan Tuhan, maka saudara harus punya gaya hidup surga.
  • Sukacita saudara akan berbuah bagi sesama, jika saudara punya gaya hidup surgawi sehingga orang lain merasakan juga sukacita yang sedang saudara rasakan hari ini.
  • Mukamu jangan sampai cemberut terus, sehingga orang lain tidak bisa merasakan gaya hidup sorga dari dalam hidupmu.
Saudara harus memiliki gaya hidup surga.
  • Kesal terhadap orang lain, bukanlah gaya hidup surga, tapi gaya hidup daging.
  • Jika saudara masih kesal terhadap orang dan bersalamanpun tidak mau, berarti saudara belum memiliki gaya hidup sorga, saudara belum ber-komitmen dengan sorga dan saudara belum menjadi murid.
  • Meskipun engkau pelayanan sampai mati-matian, tapi kamu tidak memiliki gaya hidup sorga maka kamu tidak akan masuk ke sorga.
Saudara berseru, saudara diselamatkan, tapi kalau saudara sudah dewasa saudara tidak bisa mundur lagi menjadi anak-anak.
  • Jika saudara sudah dewasa maka saudara harus memiliki gaya hidup sorga. Saudara tidak bisa main-main lagi.
  • Jika cinta kasih saudara kepada Tuhan begitu besar, saudara akan mengalami sukacita dari Tuhan sehingga sukacita tersebut menjadi gaya hidup saudara dan saudara akan melihat orang-orang di sekitar saudara akan tersenyum saat saudara datang.
  • Jangan sampai ketika saudara datang, semua orang kabur. Andaikata seperti demikian itu yang terjadi, maka sesungguhnya saudaralah yang merupakan ancaman bagi orang lain.
  • Begitu saudara datang orang bisa tertawa, minimal kita bisa membuat cerah suasana, jangan membuat suasana jadi kusut dan kacau.
Belajarlah bersukacita, karena sukacita itu gaya hidup saudara.
Di Alkitab banyak yang mengikut Yesus, yaitu 5000 orang laki-laki diberikan makan. Saat itu Yesus tidak membuat KKR, Yesus hanya mengajar tapi jadinya seperti KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani).
Ketika Yesus mengajar, ada begitu banyak orang berkumpul, tapi siapakah yang berada di “ring satu” nya Yesus saat itu?  Murid-murid-Nya
  • “Ring satu” nya Yesus saat itu, maksudnya adalah orang-orang yang selalu ada didekat Yesus kemanapun Dia pergi, orang yang berjalan keliling dengan Yesus, orang yang mau dibentuk, diubah Tuhan.
  • Ada 5.000 orang yang bersama dengan Yesus saat itu, tapi belum tentu semuanya mau diubah Tuhan.
  • Saya tidak perlu 1.000 orang anggota jemaat, tapi saya hanya perlu 50 orang tapi semuanya militant dan menjadi imamat yang rajani.
  • Untuk apa memiliki banyak jemaat tapi semuanya menjadi gembel, lebih baik sedikit tapi militant, karena yang sedikit ini pasti akan berbuah lebih banyak lagi.
Oleh karena itu kita harus membawa sukacita, kita harus maju, kita harus berbeda dengan dunia.
Ring satunya Tuhan adalah orang yang setia mengikut kemanapun Tuhan pergi dan itu adalah komitment. Mereka adalah para murid-Nya Tuhan.
Mungkin pengajaran yang Tuhan berikan hari ini tidak enak, tapi saya percaya pada saat saudara mendengarnya, Tuhan akan memberi kekuatan bagi saudara untuk memahaminya.
Saya pernah menulis di Majalah BAHANA, bahwa “Manusia tidak dirancang untuk menyelesaikan masalah, tapi manusia dirancang untuk menghadapi masalah dan membuktikan bahwa bersama Tuhan kita cakap menanggung segala perkara”.
  • Jangan sampai terjadi ketika masalah datang, banyak orang Kristen lari menghindari masalah tersebut, ini namanya “Kristen Saul”.
  • Kita harus menjadi “Kristen Daud”, sebesar apapun masalah kita yang menerpa kita, kita harus berani berkata bahwa masalah itu kecil dan kita kalahkan bersama dengan Tuhan.
  • Mungkin saudara sedang mengalami suatu masalah yang tidak enak saat ini, yang membuat saudara tertekan karena masalah tersebut belum juga beres.
  • Mungkin pula saat ini saudara sedang mengalami disakiti orang sampai menguras perasaan saudara, tapi kalau saudara percaya bahwa Dia adalah Guru yang baik dan Dia lemah lembut, pasti semua tujuannya baik.
Apakah saudara percaya bahwa Dia Guru yang baik?
Apakah saudara percaya bahwa Dia akan mendatangkan kebaikan bagi saudara?
  • Apapun pengajaran yang saudara terima hari ini, walaupun tidak enak didengar tapi percayalah ujungnya kemuliaan.
  • Janganlah menjadi orang Kristen cengeng, yang sedikit-dikit menangis, “capek Tuhan, sakit Tuhan”.
Tuhan berkata “Penderitaanmu belum sampai mencucurkan darah nak, penderitaanmu tidak sebanding dengan penderitaan-Ku diatas kayu salib nak”.
  • Kamu mungkin berkata, “Tuhan, lebih baik leher saya dipenggal, pasti selesai semuanya.”
  • Tapi Tuhan berkata, “hal itu terlalu mudah untukmu, tapi mematikan kedaginganmu jauh lebih sulit, tidak semudah yang kamu lewati.”
Pemuridan bertalian dengan kasih, dengan kekudusan dan dengan kuasa.
Kalau saudara berbicara mengenai pemuridan, berarti saudara berbicara mengenai kasih. Kasih diungkapkan kepada Allah dan juga kepada sesama.
Ingat! Kalau saudara seorang murid, maka saudara harus mengungkapkan kasih kepada Tuhan dan kepada sesama. Siapakah yang dimaksud dengan sesama?
  • Sesama bukan saja keluarga atau orang yang kamu sayangi tapi orang yang tidak kamu kenal atau orang yang jahat sekalipun kepadamu, itulah yang disebut dengan sesama.
  • Sesama kita adalah mahkluk yang bisa kita lihat saat ini.
Kalau kita hanya sayang kepada keluarga saja, itu bukan kebenaran. Kalau saya hanya menyayangi istri saya saja, sekalipun dia berbuat salah tapi saya anggap benar, ini bukan kebenaran.
Berapa banyak orang tua membela anaknya yang salah dan menghukum yang tidak bersalah?
  • Jika demikian berarti kamu tidak mengasihi dengan kebenaran.
  • Jika kamu memberi semua yang terbaik hanya untuk darah daging saudara, itupun salah.
  • Saudara harus punya kasih dari Tuhan, sehingga kasih Tuhan mengalir dalam saudara, maka saudara akan menjadi orang yang adil untuk semua orang.
Sila ke 5 Pancasila hanya bisa diterapkan ketika kasih dari sorga mengalir dalam saudara, bahkan dalam setiap warga Negara Republik Indonesia ini.
Tanpa kasih dari Sorga, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, tidak akan bisa diterapkan, karena hanya bisa diterapkan ketika kebenaran masuk di dalam saudara dan saudara melakukan keadilan bagi orang lain.
  • Kasih itu tidak pilih-pilih, atau istilah orang dunia “tidak pandang bulu”.
  • Jika saudara berjalan di dalam kebenaran, maka kasih itu pasti benar.
  • Jika anakmu salah, tegurlah anakmu dan jangan menganggap anakmu yang selalu benar.
  • Orang tuamu salah, tegur juga orang tuamu dengan kasih, karena orang tuamu tidak selalu benar.
  • Siapapun salah dikiri kananmu, tegurlah, karena mereka juga tidak selalu benar walaupun engkau mengasihi mereka.
Kasih yang benar diungkapkan dengan didikan, teguran, dan bimbingan, karena kasih tanpa didikan, teguran, bimbingan dan hanya diungkapkan saja, itu termasuk daging.
Apakah saudara mau dimuridkan?
  • Pemuridan memang tidak mudah.
  • Pemuridan selalu berkaitan dengan yang namanya kasih, karena ketika kebenaran ada didalam saudara maka saudara akan adil bagi sesama.
  • Kasih saudara tidak boleh pilih-pilih siapa orang itu.
Buah dari kasih yang terbangun adalah kekudusan, oleh firman yang membersihkan kita dari semua kecemaran-kecemaran dunia.
Yohanes 15 : 2
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Maksudnya :
  • Jika saudara ternyata tidak berbuah, berarti saudara tidak mau dimuridkan.
  • Jika saudara tidak punya “gaya hidup sorga”, maka saudara akan dipotong, dibuang dan disingkirkan.
  • Kalau firman telah membersihkan saudara, maka saudara akan ber-sungguh-sungguh dengar firman, mengikuti firman dan gaya hidupmu akan diubah seperti gaya hidup Sorga.
Semuanya ini dimulai dengan komitment.
Firman membuat kita mengerti isi hati Allah, firman membuat kita punya perasaan Allah dan juga selera Allah.
Pemuridan tidak lepas dari kasih, kekudusan dan kuasa.
  • Dari kasih yang bertumbuh, akan menimbulkan kekudusan.
  • Dari kekudusan yang bertumbuh, akan menjadi kuasa.
  • Maka saudara akan memenangkan banyak jiwa disekitar saudara tanpa perkataan, tapi hanya dengan perbuatan.
Tidak perlu banyak perkataan, tapi tunjukkan saja kalau kamu memiliki gaya hidup Sorga, maka orang lain akan melihat gaya hidupmu.
Lukas 12 : 49
12:49 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
Tuhan berkata, “Aku berharap api itu menyala”. “Aku akan melemparkan api itu ke bumi.”
Api yang dimaksud adalah Roh Kudus.
  • Api ini bukan berbicara mengenai penghakiman, tapi api ini untuk membakar kedagingan, api ini untuk mengasihi Allah lebih dari segala-galanya.
  • Pemuridan harus disertai dengan pergaulan dan keintiman.
  • Pemuridan tanpa keintiman maka api itu akan menghanguskan saudara.
Mungkin saudara berpikir, khotbah di Chosen Generation aneh karena dalam Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus, tapi tema khotbahnya seperti ini.
  • Perhatikan baik-baik, kita memang harus jadi orang yang aneh.
  • Jika saudara “sudah menjadi sampah bagi dunia”, maka barulah saudara puas.
  • Saudara berani dan siap disingkirkan dari pergaulan saudara.
  • Saudara harus tetap beryukur jika dijauhi oleh teman-teman saudara karena teman-temanmu yang aneh tidak bisa menerima gaya hidup sorga yang ada didalam kita.
Kita harus memiliki “api yang membara” untuk melayani Tuhan, tapi harus disertai dengan keintiman.
Kalau api yang menyala tidak disertai dengan keintiman, maka akan terjadi kekuatiran, apakah saudara diselamatkan ataukah saudara terhilang?
1 Korintus 9 : 27
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak
Rasul Paulus berkata, “aku memberitakan injil, aku menjadi saksi Tuhan dimanapun aku berada, aku jago berkata-kata, aku jago membagikan firman, tapi kalau gaya hidupku tidak membawa gaya hidup sorga, maka aku bukanlah murid dan aku sendiri bisa ditolak karena aku tidak punya keintiman.
Rasul Paulus menjelaskan, apabila saya bukan murid, maka posisi saya itu akan membawa saya berada dalam bahaya besar.
Walaupun saudara sibuk melayani dari hari Senin sampai hari Senin berikut-nya lagi, setiap hari ada di gereja, setiap hari pelayanan tidak pernah absen, tapi kalau tidak disertai dengan keintiman dengan Tuhan, resikonya adalah api palsu.
Disetiap ibadah saudara, yang penting asal saudara dengar firman, tapi apakah hal itu bisa mengubah gaya hidup saudara? Belum tentu, karena semuanya tergantung dari komitmen kita.
  • Maukah kita diubah oleh Tuhan?.
  • Maukah kita dimuridkan oleh Tuhan?
  • Maukah kita duduk diam dalam hadirat Tuhan?
  • Maukah kita menerapkan kasih yang benar?
  • Maukah kita dikuduskan oleh Tuhan?
  • Maukah kita memisahkan diri dari pergaulan dunia lama kita?
  • Maukah kita memiliki kuasa seperti Dia?
Pelayanan orang yang berapi-api dalam melayani Tuhan, tapi tanpa berapi-api membangun hubungan dengan Tuhan, resikonya adalah “pelayanan dengan api palsu”.
  • Meskipun saudara dengan menggebu-gebu berbicara firman dari A-Z, tapi saudara tidak memiliki hubungan atau keintiman dengan Tuhan, maka semuanya hanya omong kosong, bohong semua hanya tipuan.
  • Orang yang berapi-api melayani, harus juga berapi-api menjalin hubungan pribadi dengan Tuhan.
  • Bagaimana jika ada orang yang berapi-api berhubungan pribadi dengan Tuhan, tapi tidak berapi-api untuk melayani Tuhan? Itupun salah.
  • Saudara tidak bisa berdoa terus menerus, tapi tanpa terbeban untuk melayani Tuhan.
Orang yang punya api hubungan pribadi dengan Tuhan, pasti punya api keterbebanan pelayanan.
Tapi orang yang punya api pelayanan, belum tentu punya api pribadi dengan Tuhan dan resikonya hanyalah “api palsu”.
Banyak sekali orang jadi pengkhotbah, tapi mereka dapat dari pengetahuan, bukan keintiman.
Saudara bisa merasakan orang yang intim dengan Tuhan, dengan orang yang banyak pengetahuannya tentang firman.
Bangun keintiman dengan Tuhan dan berkomitmen untuk dimuridkan oleh Tuhan.
Bagaimana supaya api itu menyala?
  • Jika saudara punya pentol korek api tidak mungkin saudara diamkan lalu nyala sendiri.
  • Tapi pentol korek api itu harus digesek.
  • Api tidak mungkin menyala sendiri, saudara gosok-gosok dibatu barulah bisa menyala.
Artinya jika api mau menyala maka saudara harus kontak dengan Tuhan.
  • Jika saudara tidak memiliki kontak dengan Tuhan maka jangan berharap api itu bisa menyala.
  • Jika saudara tidak memiliki hubungan dengan Tuhan maka jangan berharap api itu bisa menyala.
  • Kamu harus punya kontak dengan Tuhan barulah api itu bisa menyala.
  • Kamu harus mau dimuridkan, berkomitmen dengan Tuhan.
Tuhan, saya mau bikin komitment dengan Tuhan, saya mau dididik oleh Tuhan, saya mau diajar oleh Tuhan, saya mau duduk diam dalam hadirat Tuhan dan saya mau memiliki gaya hidup sorga.
Gaya hidup sorga tidak ada yang berbohong, tidak ada yang menipu, tidak ada yang marah-marah.
  • Kalau gaya hidup sorga tidak ada yang seperti itu, tapi mengapa gaya hidupmu belum berubah?
  • Karena kamu belum berkomitmen menjadi murid.
  • Kita harus benar-benar belajar jadi murid.
Apakah saudara mau memuridkan orang lain?
  • Bagaimana caranya supaya saudara bisa memuridkan orang lain?
  • Caranya tidak usah dengan perkataan tapi dengan gaya hidupmu sendiri maka engkau akan melihat orang lain berubah.
  • Orang lain akan merasakan kalau saudara benar-benar memiliki gaya hidup sorga.
Amanat atau perintah pemuridan akan membawa visi Tuhan
  • VISI TUHAN
Visi Tuhan adalah saudara akan dibangkitkan bersama dengan Tuhan, Dia akan datang untuk kedua kalinya, saudara akan dijemput di awan-awan untuk menjadi mempelai Tuhan dan memerintah bersama dengan Dia.
Kisah Para Rasul 1 : 10-11
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
Kamu melihat Dia naik ke sorga maka kamu akan melihat Dia menjemput kamu di awan-awan.
  • Apakah saudara mau dijemput di awan-awan bersama dengan Tuhan? Jika mau, saudara harus menjadi murid, harus mau dididik, harus mau diajar, dan harus memiliki gaya hidup sorga.
  • Jika saudara tidak memiliki gaya hidup sorga, maka saudara tidak akan terangkat.
Saya rindu jemaat Chosen Generation tidak ada lagi yang marah-marah, semua jemaat Chosen Generation sabar-sabar.
Meskipun saudara disakiti orang, diam saja karena kita tidak diajar oleh Tuhan kita untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, justru Tuhan mengajar kita membalas kejahatan dengan kebaikan.
  • Kalau kamu membalas kejahatan dengan kejahatan, orang bisa berubah karena takut kepada kita.
  • Tapi kalau kamu membalas kejahatan dengan kebaikan, orang bisa berubah karena kelemahan kita.
Ingat! Maut dikalahkan bukan ketika Tuhan menjadi Singa dari Yehuda, bukan ketika Tuhan menjadi Rajawali yang gagah, tapi maut dikalahkan ketika Dia menjadi Anak Domba Allah.
  • Posisi yang paling lemah telah mengalahkan maut.
  • Jadi kalau saudara mau mengalahkan kejahatan, lakukan kebaikan, tidak ada cara lain.
  • Jika saudara ingin orang lain bertobat, maka saudara jangan memaki-maki dia.
Jika saudara ingin orang lain bertobat, maka mulai dari kita yang bertobat terlebih dahulu.
  • Katakan dalam hati saudara, “Saya yang harus berubah terlebih dahulu. Kalau saya berubah pasti dia juga berubah”. Mengapa?
  • Jangan harap orang lain berubah, kitalah yang harus berubah terlebih dahulu.
  • Jangan harap banyak orang bertobat dan diselamatkan jika hidup kita masih kacau kita tidak akan bisa jadi berkat bagi banyak orang.
Kita harus berkomitmen untuk dimuridkan, untuk diajar dan dididik oleh Tuhan :
  • Bahkan ikut Tuhan dengan taat dan setia supaya kita dijemput di awan-awan permai oleh Tuhan.
  • Bahkan ketika Tuhan menjejakkan kaki-Nya di Bukit Zaitun pada akhir tahun ketujuh Masa Tribulasi di bumi, kita juga Dia bawa sebagai orang-orang kudus-Nya bersama-sama dengan Dia turun dari Sorga, untuk ikut memerintah bersama dengan Dia.
Ada hal-hal paling mendasar dari Matius 24 : 45 s/d Matius 25 : 30 (Saudara baca sendiri di rumah). Ini berbicara mengenai kedatangan Tuhan.
Hal mendasarnya yaitu :
  1. Sang Majikan (Yesus), pergi jauh.
  2. Dalam perikop-perikop itu, ada yang berbicara mengenai talenta, mengenai 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana dan semua berbicara mengenai orang Kristen.
Keselamatan bisa hilang.
  • Saat ini keselamatanmu masih dipertanyakan, apakah saudara masih senang dengar Firman yang enak-enak didengar telinga saja?
  • Memang benar saudara sudah terbiasa dihajar oleh Tuhan, tapi alang-kah berbahayanya jika saudara sudah dengar yang seperti ini, tapi saudara tidak berubah juga.
Pengikut Kristus bukanlah orang diluar Kristus.
Waktu kedatangan dan Perilaku orang-orang percaya
Perilaku orang-orang percaya, yaitu :
  • Setia dan tidak setia.
  • Bodoh
  • Malas
Matius 24: 50-51
24:50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
Ayat ini berbicara mengenai waktu kedatangan-Nya.
Kita tidak ada yang tahu kapan Dia datang, tapi yang pasti Dia segera datang karena tanda-tanda zaman sudah semakin jelas.
Pengangkatan bisa secara korporat atau secara individu.
Rapture (Rapturo) yang berarti diangkat secara vertical, bisa bersifat korporat atau beramai-ramai pada waktu.
  • Dan bisa secara individu, maksudnya saudara keluar dari sini lalu saudara dipanggil Tuhan dalam posisi sudah benar-benar siap.
  • Itulah pengangkatan individu (meninggal).
Kita tidak tahu waktu-Nya kapan.
24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”
Di Alkitab tidak ada konsep sekali selamat tetap selamat, hanya orang yang tidak mengerti firman yang berpikir seperti itu.
Matius 25 :12
25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu
Tuhan berkata, “Meskipun kamu sudah dewasa, tapi kalau kamu tidak waspada, Aku tidak mengenal kamu.”
“Hari ini kamu dimuridkan, tapi besok kamu menghindar untuk dimuridkan, maka Aku berkata, Aku tidak kenal kamu.”
Ingat! Pemuridan adalah menerapkan gaya hidup sorga, rela berkomit–ment, rela diajar dan rela dididik dengan gaya hidup sorga.
Matius 25 : 30
25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
Inilah situasi dan kondisi Neraka bagian yang paling bawah.
Tuhan berbicara kepada orang Kristen, kamu sudah punya talenta dan talenta yang pertama adalah keselamatan.
Siapakah disini yang belum memiliki talenta keselamatan? Semuanya pasti sudah punya, oleh karena itu jangan disia-siakan.
Ingat!!! Kalau saudara dan saya tidak berubah, maka kita akan ditaruh di bagian Neraka yang paling bawah.
Oleh karena itu, sekali lagi saya ingatkan, perilaku kita harus berubah, harus benar, karena kita tidak tahu kapan waktu Tuhan.
Matius 24 : 49
24:49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk
Tuanku belum datang-datang, maka aku punya kesempatan hidup suka-sukaku sendiri, hidup semau-ku sendiri.
Kata “tidak datang-datang” diterjemahkan dari kata “DELAY” atau diundur.
Apakah “Waktu Tuhan” untuk “Rapture” sudah diundur atau belum? Sudah.
Mengapa?
  • Karena Tuhan mau, agar kita semua yang ada disini menempati posisi yang terbaik di Sorga, bukan asal selamat.
  • Oleh sebab itu Tuhan sengaja “delay” kedatangan-Nya, supaya semakin banyak orang yang sempurna.
Masalahnya :
  • Berapa banyak Gereja yang mengajarkan kesempurnaan?
  • Berapa banyak Gereja yang mengajarkan keselamatan, sekali selamat tetap selamat?
  • Seharusnya Gereja mengajarkan untuk kembali pada kodrat Allah, gambar Allah harus kembali didalam saudara. Tidak bisa tidak. Harus!
Matius 25 : 5
25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur
Berapa banyak dari kita semua yang ada disini, yang rohaninya tertidur saat ini?
  • Mata kita tidak tidur, tapi saat giliran berdoa, kita tertidur.
  • Berapa banyak Gereja yang tidur hari ini?
Gereja yang tidur, adalah Gereja yang hanya membicarakan tentang berkat jasmani saja dengan selalu memberikan penekanan dan janji :
  • “Percayalah, Tuhan akan memberkati saudara dengan berlimpah-limpah.”
  • “Tuhan akan memberimu kesembuhan dan banyak mujizat”.
Khotbah seperti ini, akan membuat rohani saudara tidur sehingga saudara dibentuk oleh Gereja menjadi “peminta-minta yang benar”, bukan menjadi penyembah yang benar.
Saya rindu kita semua telah berubah.
Matius 25 : 19
25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Sudah lama menunggu “delay”, barulah Tuhan datang. Kita tidak tahu kapan Tuhan datang. Bagaimana kalau besok Tuhan datang?
  • Apakah saudara sudah siap?
  • Apakah saudara sudah siap atau sedang frustrasi, sehingga meng-inginkan kedatangan Tuhan segera?
  • Sehingga nekad berkata, “Tuhan, datanglah biar tidak ada masalah”
Jika saudara punya prinsip seperti itu, maka ketika Tuhan datang akan men-jadi masalah besar bagimu.
Seharusnya ketika kita tekun menunggu kedatangan Tuhan, walaupun kita tidak tahu kapan Tuhan datang, yang penting kita selalu siap untuk dijemput sebagai mempelai-Nya.
Saya harap kita semua sudah siap menyambut kedatangan Tuhan, bukan karena kita sedang dikejar masalah, tapi karena kita benar-benar rindu dan cinta akan hadirat Tuhan. Inilah yang membuat kita siap senantiasa.
Ingat! Kenaikan Tuhan Yesus Kristus berbicara mengenai janji, amanat dan visi.
Saudara harus punya kerinduan untuk diangkat oleh Tuhan dan saudara harus punya kerinduan untuk menjadi manusia yang sempurna, tidak bercacat dan tidak bercela.
Oleh karena itu kamu harus punya kemauan untuk dididik, diajar oleh Tuhan sehingga kita memilki karakter, sifat dan gaya hidup sorga.
Dan orang akan melihat, bahwa kita adalah orang benar dan kondisi ini tidak bisa dibohongi dan tidak bisa dipungkiri oleh siapapun.
Amin.
Beri kemuliaan bagi Tuhan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

20 MEI 2018-KEBUTUHAN ORANG HAUS ( 9 KEB.POKOK KE 6 )

20 MEI 2018-PERTUMBUHAN ROHANI

WhatsApp Image 2018-05-18 at 16.17.54

                                                   PERTUMBUHAN ROHANI

Tidak bisa dipungkiri manusia jasmaniah memiliki grafik yang terus menurun tapi pertanyaannya bagaimana dengan manusia rohaniah kita? Apakah grafiknya menanjak, statis atau bahkan menurun (2 Korintus 4:16)? Dewasa ini banyak orang sibuk dengan berbagai urusan menjaga kebugaran tubuhnya tapi sayangnya tidak menjaga kebugaran rohaninya. Saudaraku Allah telah menyatakan kasihNya dengan cara rela mati bagi kita dengan satu tujuan yaitu agar Dia menjadi Roh pemberi hidup (Yohanes 12:24, Roma 8:2). Dia hidup didalam kita, bergerak dihidup kita tapi apakah dia bisa bergerak bebas dalam kita? Jika tidak mungkinkah Roh kudus akan bertumbuh apalagi berbuah dalam kita?
Saudaraku banyak sekali orang Kristen yang pertumbuhan jasmaninya tidak sejalan dengan pertumbuhan rohaninya. Hal ini bisa dilihat dari kecintaan akan Tuhan yang kian hari kian tergerus, jam doa yang semakin hari semakin tidak tertib, dan juga dalam membaca dan merenungkan Firman cenderung suka-suka. Sehingga firman tidak menjadi kuasa dalam hidupnya melainkan hanya sebatas kata-kata belaka.
Tuhan merindukan kita memiliki pertumbuhan yang seimbang seperti Yohanes pembaptis, jasmaninya bertumbuh demikian pula dengan rohnya (Lukas 1:80). Saudaraku jika kita melihat dari ayat ini, dimanakah roh Yohanes pembaptis bertumbuh? Alkitab mencatat Yohanes bertumbuh dipadang gurun. Padang gurun identik dengan masalah dan pergumulan. Saudaraku terkadang Tuhan mengijinkan kita menghadapi masalah demi masalah bukan untuk mencelakakan kita, bukan juga untuk membuat kita menangis tapi supaya kita semakin percaya, senantiasa bergantung dan berharap kepadaNya.

Jadi pertumbuhan rohani tidak terjadi dengan sendirinya melainkan melalui proses demi proses. Demikian juga dengan Daniel, Alkitab mencatat dia memiliki roh yang luar biasa oleh sebab itu dia mengalami kemenangan demi kemenangan (Daniel 5:12) sampai ke gua singa. Roh Allah juga menyingkapkan semua yang tersembunyi serta membuat Daniel dihormati bukan hanya oleh rekan sebangsanya tapi juga seluruh negri.
Saudaraku banyak orang rindu Roh kudus semakin bertahta dalam diri mereka, tapi bagaimana hal ini bisa terjadi jika Dia tidak diberi ruang gerak? Bagaimana hal ini bisa terjadi jika Dia tidak berdaulat dalam diri kita (masih berdaulatnya kita dalam diri masing-masing). Selain itu bagaimana Roh kudus bisa bertumbuh jika kita menolak segala macam didikan dan pembentukan. Kita cenderung berkata ya pada kesenangan daging dan berkata tidak pada kesenangan roh. kita juga cenderung menolak salib dari pada memikulnya.

15 MEI 2018 – CIPTAAN YANG BARU

13 MEI 2018-KEBUTUHAN ORANG LAPAR (9 KEB.POKOK KE 5)

KEBUTUHAN ORANG SEKARAT & KEBUTUHAN ORANG LEMAH – 6 MEI 2018

3&4

Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat : orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.” (Matius 11:4-5)
GPPK-CHOSEN GENERATION
KHOTBAH GEMBALA, MINGGU 06 MEI 2018

 

KEBUTUHAN ORANG SEKARAT
DAN KEBUTUHAN ORANG LEMAH

 

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION
IBADAH RAYA, MINGGU 06 MEI 2018

 

Shalom!
Kita akan membahas tentang “Kebutuhan orang sekarat dan kebutuhan orang lemah”.
Walaupun saudara masuk ke gereja dan sudah melayani sekalipun, bukan jaminan saudara adalah orang yang teguh berdiri didalam Tuhan.
Banyak sekali orang yang beribadah dan rajin ke gereja, tapi sebenarnya dia adalah orang yang lemah bahkan sangat lemah.
I. KEBUTUHAN ORANG SEKARAT
Untuk ini kita akan bahas dari Injil Yohanes 4 : 43-53.
Yohanes 4 : 43
4:43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea
Dari sana ke Galilea, maksudnya dari Yerusalem ke Galilea.
Di Yerusalem Yesus mengadakan banyak sekali mujizat.
Yohanes 2 : 23-24
2:23 Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.
Banyak orang menjadi percaya, karena banyak sekali mujizat yang ter-jadi melalui pelayanan Yesus.
2:24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,
Tapi Yesus tidak bisa mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena :
  • Mereka hanya focus kepada berkat Tuhan.
  • Mereka hanya focus kepada mujizat.
  • Mereka hanya focus kepada kuasa.
  • Sebaliknya mereka tidak focus kepada isi hati Tuhan.
Karenanya Yesus tidak bisa mempercayakan diri-Nya kepada mereka, mengingat mereka hanya focus kepada kepentingan mereka sendiri.
  • Inilah masalah yang dihadapi orang Kristen hari-hari ini.
Seringkali Tuhan juga tidak bisa mempercayakan diri-Nya kepada kita :
  • Karena kita terus menerus hanya focus kepada berkat-berkat Tuhan.
  • Karena kita terus menerus hanya focus kepada keinginan-keinginan kita atau kehendak kita sendiri, sehingga kita melupakan kehendak Tuhan.
Contoh permisalan :
F dan K tidak akan pernah bisa menikah, seandainya F tidak memberikan hatinya kepada K.
Misalnya, kalau K uangnya banyak, dompetnya tebal, sehingga F baru mau mendekat kepada K, dan baru mau bilang “I love you” kepada K.
Kondisi ini sama saja artinya F itu motivasinya salah, karena hanya meng-harapkan berkat dari K.
  • Demikian pula halnya dengan kita, Tuhan tidak bisa mempercayakan diri-Nya kepada kita, jika focus kita masih kepada hal-hal yang salah.
  • Kita salah kalau kita percaya kepada Tuhan, hanya karena Tuhan berkuasa, hanya karena Tuhan bisa menyelesaikan masalah kita, atau karena mengharapkan berkat-Nya.
  • Tapi kita harus datang kepada Tuhan dengan berkomitmen kepada-Nya, dengan menundukkan diri kita kepada Tuhan.
  • Penundukkan diri kita kepada Tuhan, akan membuat kita berjalan di dalam kehendak Tuhan, dengan melupakan atau mengesampingkan kehendak pribadi kita.
Tuhan tidak bisa mempercayakan diri-Nya kepada saudara dan saya bila fokus kita salah.
  • Tapi berapa banyak orang Kristen hari-hari ini yang masih focus dengan materi, berkat, mujizat, kesembuhan dan segala macamnya?
  • Jika saudara jamah hati Tuhan dan mendapatkan hati Tuhan, maka saudara akan mendapatkan segala-galanya dan saudara akan ditolong tepat pada waktunya.
  • Percayalah, Tuhan tidak pernah lalai menepati janji-Nya.
Yesus keluar dari Yerusalem dan pergi ke Galilea. Di Yerusalem ada orang-orang Yahudi yang kelihatannya beribadah.
  • Yesus keluar dari Yerusalem dan Dia bertemu dengan Nikodemus, lalu melanjutkan perjalanan-Nya ke Samaria.
  • Di Yerusalem Yesus melakukan banyak mujizat, lalu Dia keluar dari Yerusalem dan pergi ke Galilea.
Kehidupan orang Galilea jauh lebih bejat dari orang Samaria.
  • Orang Samaria adalah hasil perkawinan campur antara orang Israel dan orang Babel yang dibawa orang Asyur ke Samaria.
  • Karena sebelumnya orang Israel ditawan oleh orang Asyur, sehingga terjadilah perkawinan campur.
Orang Samaria percaya dengan 5 kitab Taurat Musa.
  • Tapi permasalahannya, orang Samaria tidak menyembah di Bait Suci Yerusalem dan mereka disebut orang buangan.
  • Orang Samaria adalah orang Yahudi juga, tapi tidak diakui sebagai orang Yahudi, tapi orang Galilea jauh lebih bejat dari orang Samaria.
Pelayanan perdana Yesus, Dia lakukan di Galilea.
  • Yesus memanggil murid-Nya yang pertama, juga di Galilea.
  • Artinya Tuhan benar-benar datang untuk kita orang-orang yang bejat seperti orang Galilea ini.
  • Tuhan sungguh-sungguh datang bagi kita yang sudah rusak berantakan ini, Dia dating bagi kita yang sudah hancur ini, karena jelas kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri.
  • Oleh sebab itu kita butuh Juruselamat.
Kalau kita bisa melakukan 613 tuntutan dari hukum Taurat tanpa celah, untuk apa Tuhan datang ke dunia dalam rupa Anak Manusia sampai harus mati di kayu salib untuk menebus dosa kita?
  • Oleh sebab itu Yesus menggenapi semua tuntutan hukum Taurat itu, supaya saat Yesus mati di kayu salib, dan Dia masuk kedalam kita.
  • Lalu Dia menjadi “banyak”, menjadi Roh yang majemuk, bisa ada didalam saudara, bisa ada di dalam saya, sehingga Roh-Nya inilah yang memampukan saudara dan saya untuk berjalan didalam kebenaran.
  • Kemampuan saudara dan saya untuk berjalan dalam kebenaran adalah kemampuan untuk melakukan 613 tuntutan hukum Taurat tanpa celah.
Galilea adalah tempat di tepi danau dan orang Yahudi menganggapnya adalah tempat orang berdosa.
Orang Yahudi menganggap Galilea adalah tempat maksiat, tempat yang tidak beres.
Justru di Galilea yang di cap orang Yahudi sebagai tempat yang tidak beres inilah, Yesus memulai ministry pertama-Nya.
Matius 4 : 18
4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Yesus justru datang bagi kita orang-orang yang rusak.
  • Dia mengadakan berbagai macam mujizat, kemudian Dia pergi ke Galilea.
  • Yesus mengadakan mujizat pertama kali di Yerusalem, yaitu mujizat air dan anggur.
  • Air dan anggur berbicara mengenai kematian dan kehidupan.
Yohanes 2 : 1-6
2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
Di Yohanes 4, Yesus kembali lagi ke Galilea. Dia melakukan Ministry pertama-Nya di Galilea, yaitu di Kana. Kana artinya bulu (rambut kecil/ halus), yaitu manusia yang rapuh dan lemah.
2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu
Perkawinan atau pesta kawin menandakan kelangsungan hidup manusia atau kenikmatan hidup manusia. Oleh sebab itu melalui perkawinan ada keturunan ilahi.
2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.
2:4 Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”
Ini perkataan Yesus yang terjemahannya diperhalus dalam Alkitab Indonesia.
Mau apakah engkau dari pada-Ku ibu?
Terjemahan aslinya seharusnya berbunyi, “Yesus menjawab Maria : Hai kamu perempuan, apa hubunganmu dengan Aku?” Kamu tidak bisa mengatur Tuhan.
Di Alkitab kita diperhalus “Mau apakah engkau ibu daripada-Ku?
Ini mujizat pertama dalam pelayanan Yesus.
2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!
2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Enam tempayan, artinya manusia yang diciptakan pada hari ke enam.
  • Air menandakan kematian.
  • Agama tidak bisa menyelamatkan.
  • Oleh sebab itu dikatakan “menurut adat istiadat orang Yahudi”, karena agama tidak bisa membawa seseorang kepada keselamatan.
Yang bisa membawa saudara kepada keselamatan adalah Allah sendiri yang ada di dalam saudara dan saya. Dia akan menuntun kita dan membawa kita kepada keselamatan yang sesungguhnya.
  • Agama tidak bisa menyelamatkan.
  • Jika agama tidak bisa menyelamatkan, apakah kekristenan termasuk agama?
  • Kekristenan bukanlah agama, kekristenan adalah hubungan pribadi antara saudara yang dicipta dengan Allah Sang Pencipta.
  • Jadi kekristenan adalah orang yang berjalan di dalam ajaran Kristus.
Saudara adalah orang Kristen dan saudara bukanlah orang yang beragama, tapi saudara adalah orang yang beribadah kepada Allah yang benar dan ibadah saudara membuat saudara mengerti pikiran dan perasaan Allah.
  • Pikiran dan perasaan Allah membawa saudara berjalan kepada kebenar-an Allah.
  • Inilah yang disebut orang Kristen.
  • Hari-hari ini banyak orang yang mengaku Kristen, tapi tidak berjalan sesuai dengan ajaran Kristus.
  • Dan orang seperti ini bagaikan air yang mati bukan anggur yang hidup.
Orang-orang Kristen yang berjalan menurut kehendak pribadi adalah orang-orang Kristen yang mati, bukan orang-orang Kristen yang hidup.
Roma 6 : 4
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Kita dikuburkan bersama-sama dengan Dia, artinya ketika saudara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan kemudian saudara dibaptis dalam baptisan air, maka saudara mati disitu.
Saudara sudah mati dan kalau saudara sudah mati, berarti saudara sudah tidak punya lagi kepentingan dan saudara tidak punya lagi keinginan.
Kalau kita sudah mati kedagingan kita, berarti yang harus hidup adalah keinginan Allah didalam kita.
Yohanes 2 : 7
2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya.
2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,
Ternyata airnya sudah berubah, artinya kematian berubah menjadi kehi-dupan.
Ketika saudara datang ke Tuhan dan saudara menyerahkan hidup saudara kepada Tuhan, maka kematian berubah menjadi kehidupan.
  • Tapi berapa banyak orang Kristen yang masih mati?
  • Banyak orang Kristen hari-hari ini berjalan tapi sebenarnya mati. Jadi seperti zombie.
  • Orang yang seperti zombie, sebenarnya orangnya hidup tapi didalamnya mati tidak ada yang berfungsi lagi,tidak ada hubungan,tidak ada keintiman,hidup didalam dosa,hidup didalam kecemaran.
  • Inilah kematian dan hanya Tuhan yang bisa membuat saudara hidup kembali.
  • Asalkan saudara menyerahkan diri saudara kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengubah air saudara menjadi anggur yang manis.
Saudara harus membangun hubungan dengan Tuhan, berjalan sesuai dengan ajaran Tuhan.
Saudara harus baca firman Tuhan, supaya saudara tahu apa isi hati Tuhan dan apa kehendak Tuhan.
Tuhan datang bagi kita kaum “hina-dina” di Galilea, Dia mengubah kematian menjadi kehidupan, tapi permasalahannya setelah hidup sekarat lagi (di Yohanes 4 : 48 )
Di Galilea, Yesus mengubah air menjadi anggur, kematian Yesus di kayu salib mengubah kematian menjadi kehidupan.
Yohanes 4 : 46-48
4:46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
Dalam ayat ini ditegaskan kembali, bahwa Yesus mengubah air menjadi anggur, karena Yesus telah mengubah kematian menjadi kehidupan, tapi ternyata terjadi lagi kematian yang berikutnya.
4:47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
Hampir mati artinya sekarat.
Hari-hari ini banyak orang Kristen yang dahulu menggebu-gebu tapi sekarang rohaninya menciut.
Yohanes 4:48-50
4:48 Maka kata Yesus kepadanya: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.”
Kalau kamu tidak melihat kamu tidak percaya.
4:49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.”
Tuhan, datanglah sebelum anakku mati tapi. Tuhan tidak datang.
4:50 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi
Jadi yang membuat orang sekarat hidup lagi adalah FIRMAN Allah.
Kalau saudara tidak makan firman, maka saudara sekarat.
Kalau saudara terus menerus tidak makan firman, maka saudara akan mati.
Jadi yang dibutuhkan bagi orang sekarat adalah KEBENARAN FIRMAN.
  • Jangan minta Tuhan datang hanya karena saudara butuh berkat, butuh uang, butuh ini, butuh itu.
  • Jika yang saudara butuhkan hanya mujizat, maka Tuhan tidak akan mempercayakan mujizat itu kepadamu.
  • Saudara harus percaya bahwa Tuhan sanggup melakukannya, “terserah Engkau Tuhan”.
  • Iman kita harus mendahului.
Akhirnya pergilah dengan selamat dan Tuhan pasti tolong kita tepat pada waktunya.
  • Sebenarnya Tuhan tidak pernah lalai atas hidup kita.
  • Permasalahannya, focus kita salah. Fokus kita bukan ke Tuhan, tapi ke datangan Tuhan.
  • Inilah yang membuat saudara tidak pernah mendapat hatinya Tuhan.
  • Dan hal ini bahaya dalam kekristenan.
Yesus telah mengubah kematian menjadi kehidupan pada peristiwa di Kana.
Saat Yesus kembali ke Galilea, lagi ada lagi orang sekarat karena ternyata mereka KEKURANGAN FIRMAN.
Saya ngotot dengan firman supaya saudara bukan hanya pintar, tapi saudara mengerti isi hati Allah. Kalau saudara benar-benar mengerti isi hati Allah maka saudara akan berjalan dalam kehendak Allah.
Tuhan tidak mencari orang yang pintar, sekolah tinggi dan hebat-hebat tapi Tuhan mencari orang yang mau melakukan firman-Nya, orang yang mau belajar isi hati-Nya dan melakukan apa yang Dia inginkan.
  • Tuhan tidak mencari orang yang hebat-hebat, tapi Tuhan mencari orang yang sederhana yang bisa mengubah dunia.
  • Untuk mengubah dunia hanya dengan belajar firman.
Siapkan waktu setiap hari untuk belajar firman.
  • Minta bimbingan, tuntunan Roh Kudus supaya saudara belajar, belajar dan belajar.
  • Jika saudara terus belajar firman maka saudara akan hidup lagi.
  • Jika saudara mulai letih lesu, mulai lemah dan saudara belajar firman maka saudara akan hidup lagi karena doa lahir dari firman.
  • Bagaimana saudara bisa berdoa berjam-jam jika saudara tidak pernah membaca firman?
  • Jika saudara berdoa terus, tidak pernah membaca firman, maka keluar kamar bibir saudara cuma komat-kamit seperti dukun.
Misalnya saya melihat si A dan saya bilang si A ini orangnya begini dan begini, masa depanmu seperti ini, Tuhan berikan penglihatan kamu akan begini, begini. Tapi semuanya itu tidak teruji, karena tidak ada dasar firman.
Jika saudara terus menerus belajar firman tapi tidak pernah berdoa, maka saudara akan menjadi Ahli Taurat. Akhirnya ketika saudara bertemu muka dengan Yesus, maka saudara akan berkata, “salibkan Dia”.
Kita harus memiliki iman yang “balance” antara Baca Firman dan Ber-doa.
  • Saudara baca Firman, tetapi juga harus diselingi dengan Berdoa.
  • Saudara baca terus Firman tanpa berdoa, maka tidak akan balance.
  • Sebaliknya saudara berdoa terus tanpa membaca Firman maka tidak akan balance.
Semuanya harus balance, harus ada keseimbangan. Saudara harus baca Firman dan juga berdoa.
  • Kalau Tuhan berbicara kepada saudara diluar firman, pasti itu bukan dari Tuhan.
  • Kalau Tuhan berbicara kepada saudara pasti tidak jauh dari firman.
Bagaimana cara membedakan suara Tuhan?
  • Cara membedakan suara Tuhan tidak bisa dideskripsikan, saudara harus telan Firman, maka saudara akan tahu suara Tuhan atau bukan.
  • Misalnya, si A membangun hubungan kasih jarak jauh dengan si B, tapi si A tidak pernah membaca surat cintanya si B, bagaimana mungkin si A bisa mengenal si B?
  • Bisa saja terjadi ketika B datang di Air Port Soekarno-Hatta, tapi yang si A jemput dan gandeng adalah si C perempuan lain, karena A tidak mengenal si B.
Analoginya :
  • Bagaimana mungkin saudara bisa dijemput sebagai mempelai Kristus jika saudara tidak mengenal suara-Nya?
  • Bagaimana mungkin saudara bisa dijemput sebagai mempelai Kristus jika saudara tidak mengenal isi hati-Nya?
  • Bagaimana mungkin saudara bisa dijemput sebagai mempelai Kristus kalau saudara tidak pernah membaca firman-Nya atau surat cinta-Nya?
  • Bagaimana mungkin saudara bisa percaya diri akan menjadi mempelai Kristus, bila saat firman dikhotbahkan saudara “tidur dengan mulus tanpa suara ngorok” dan begitu “doa berkat” baru bangun lagi.
Juga jangan pernah membaca Firman dirumah sambil tiduran, karena saudara pasti akan tertidur tanpa sengaja.
Bagaimana cara menghidupkan orang sekarat?
Hanya dengan belajar Firman, dan jangan pernah berhenti belajar.
Saudara tidak harus masuk ke Sekolah Tinggi Teologia, tapi sekolah Teologia terbaik adalah belajar dari Gurunya langsung.
Saudara masuk kamar, lipat tangan dan berdoa.
Jika saudara tidak mengerti, tanya Tuhan apa maksudnya, pasti saudara diberi jawabannya oleh Tuhan.
II.KEBUTUHAN ORANG LEMAH
Yang dibutuhkan Orang Sekarat adalah Firman.
Apakah yang dibutuhkan oleh Orang Lemah?
Yohanes 5 : 1
5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yang saya garis bawahi adalah “hari raya orang Yahudi”
Yohanes 5:2-5
5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
Pintu Gerbang Domba. Berarti di Yerusalem ada Pintu Gerbang Domba, dan didekat pintu gerbang itu ada kolam yang namanya Betesda.
Betesda artinya compassion (belas kasihan), rumah belas kasihan.
Dikelilingi 5 serambi . Angka Lima adalah angka anugerah.
5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Disana banyak orang-orang sakit yang berbaring.
Ada orang lumpuh, orang buta dan mereka menantikan goncangan air kolam.
Jadi ketika malaikat Tuhan datang, yang pertama kali masuk ke kolam apapun penyakitnya pasti sembuh.
5:4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.
5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Saudara baru sakit panu sehari saja sudah ribut sekali, malu dan sebagainya.
Tapi di pinggir kolam Betesda ada orang yang sudah 38 tahun terbaring sakit dan dia menunggu di pinggir kolam, karena dia tahu apa yang bisa membuat dia sembuh.
  • Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia lumpuh.
  • Orang hanya mengantar dia sampai pinggir kolam, tapi siapa yang akan membawa dia masuk ke kolam ketika airnya bergoncang?
  • Mau tunggu 100 tahunpun tidak akan bisa masuk ke kolam.
Yang dibutuhkan adalah 5 serambi yaitu anugerah.
  • Kolam Betesda melambangkan agama.
  • Oleh sebab itu, agama versus anugerah.
  • Agama tidak bisa menyelamatkan saudara, tapi yang bisa menyelematkan saudara adalah anugerah.
  • Saudara tidak akan pernah bisa selamat kalau saudara hanya beragama, tapi bila saudara mendapat anugerah dari Tuhan, maka saudara akan mendapat “tiket keselamatan” dari Tuhan.
  • Dengan “tiket keselamatan” inilah yang membuat saudara bisa bersen-tuhan kembali dengan Tuhan. Inilah yang disebut “hidup kembali”.
Adam berdosa, diusir dari Taman Eden dan mati.
  • Kitapun sebelumnya seperti Adam, berdosa, terusir dari hadapan Tuhan dan mati.
  • Ketika saudara dan saya lahir baru, maka kitapun bisa hidup lagi.
Permasalahannya.
  • Apakah saudara sudah melakukan apa yang di perintahkan Tuhan?
  • Apakah saudara tahu apa keinginan hati Tuhan?
  • Kalau saudara tidak melakukan keinginan hati Tuhan atau saudara tidak tahu apa isi hati Tuhan, ini bahaya luar biasa.
Meskipun saudara datang ke gereja seminggu sampai 12 kali sekalipun, saudara tidak akan pernah bisa menyelamatkan diri saudara, tapi yang bisa menyelematkan saudara adalah persentuhan saudara dengan Tuhan.
Oleh karena itu, Gereja harus berani, harus semangat untuk membawa jemaatnya bersentuhan dengan Tuhan.
  • Bukan hanya pada saat “praise and worship” saja.
  • Tapi gereja harus lantang menyuarakan suara Tuhan.
  • Supaya saudara bisa merasakan kebaikan Tuhan, apapun kondisi saudara pada saat-saat tertentu.
  • Supaya saudara tidak peduli dengan apapun kondisi saudara, yang saudara pedulikan hanyalah bagaimana saudara menyenangkan hati Tuhan dalam setiap langkah kehidupanmu.
Di dekat Gerbang Domba, ada kolam Betesda (rumah belas kasihan) dan lima serambi (anugerah).
  • Orang lumpuh itu (Orang yang lemah), juga ada di dekat Gerbang Domba, dan ini “melambangkan orang Kristen yang sudah percaya”.
  • Orang Kristen ini masuk melalui Gerbang Domba, tapi masih lemah, letih dan lesu.
  • Saat saudara masuk kedalam, di dekat Gerbang ada kolam yang disebut Kolam Betesda, dimana saudara akan mendapatkan belas kasihan kalau saudara masuk kolam itu dan saudara dilingkupi oleh anugerah.
Anugerah yang sesungguhnya adalah Yesus Kristus.
  • Begitu Dia datang, mereka tidak perlu masuk ke kolam Betesda lagi.
  • Yesus berkata, “bangun, angkat tilammu dan pergi.”
  • Yang saudara butuhkan adalah firman Tuhan, suara Tuhan, isi hati Tuhan.
  • Saat Tuhan perintahkan dan saudara lakukan, barulah mujisat terjadi.
Tidak salah kalau Tuhan berkata, iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati. Walaupun saudara orang beriman, tapi saudara tidak hidup selayaknya sebagai orang beriman, maka saudara lemah.
  • Saudara masuk ke gereja dan saudara duduk di gereja, tapi jangan sampai ada orang duduk di gereja ini “tapi masih lemah”.
  • Orang yang lemah, sebenarnya tahu kebenaran, tapi tidak melakukan kebenaran atau tidak mampu melakukan kebenaran.
  • Kita butuh anugerah, butuh pertolongan Tuhan untuk dapat mela-kukan kebenaran.
  • Kalau saudara mampu melakukan sendiri kebenaran itu, tidak mungkin Yesus harus mati diatas kayu salib.
  • Justru karena saudara dan saya tidak mampu, maka Tuhan menolong kita untuk menjadi “pelaku kebenaran.”
Permasalahannya
  • Pernahkah saudara minta tolong kepada Tuhan, “Tuhan, saya tidak mampu, Tuhan”
  • Berapa banyak hari-hari ini orang Kristen yang lemah?
  • Mengaku percaya, ikut ke gereja, aktif pelayanan, tapi dosa masih jalan terus, cemar jalan terus, dan tidak pernah berkata “tidak kepada dosa” karena lemah.
Misalnya saudara lemah (lumpuh) dan saudara tidur di atas tilam yang mahal harganya dan empuk.
  • Semahal dan senikmat apapun tidur diatas tilam itu, tetap saja saudara lemah, dan tidak membuat saudara nyaman di tilam tersebut.
  • Senikmat apapun dosa, jika saudara tahu kebenaran, maka saudara akan merasa tidak nyaman dengan dosa itu.
  • Masalah yang paling fatal bagi saudara, adalah ketika saudara sudah merasa nyaman dengan dosa itu.
Ada perbedaan antara singgah dan tinggal.
Misalnya, saya datang ke rumah si A, itu “singgah” namanya.
Dosa hanya singgah, lalu langsung saya bereskan dengan Tuhan.
Saya datang ke rumah B, saya bawa pakaian dan saya tinggal di rumah B.
Karena saya betah di rumah B. Ini namanya “tinggal
Permasalahannya :
Tidak ada pertentangan di dalam kita, supaya dosa ini pergi dari dalam kita.
Seringkali kita merasa nyaman dengan dosa itu, sehingga kita tidak rela me-ninggalkan kenyamanan kita tersebut. Senyaman apapun tilam itu, tetap saja dia terikat dengan tilam tersebut.
Dahulu orang lumpuh itu diangkat pakai tilam (kasur), tapi Tuhan berkata “angkat tilammu”, artinya dahulu kamu dikuasai oleh dosa, tapi sekarang kamu yang menguasai dosa itu.
Dosa harus saudara kekang, jangan sampai menguasai saudara lagi.
  • Kita masih terjebak didalam tubuh yang binasa ini.
  • Selama masih ada tubuh ini, maka masih ada dosa yang berusaha mengganggu kita.
Permasalahannya :
Apakah kita yang mengusai dosa, atau dosa yang menguasai kita?
  • Kalau kita yang menguasai dosa, berarti dosa kalah terhadap kita.
  • Meskipun kita ditawari dosa senikmat apapun, kita bisa berkata tidak, karena kita sudah menguasainya.
Paulus berkata, “Aku menguasai diriku sedemikian rupa, jangan sampai ketika aku menyampaikan firman, tapi justru aku sendiri yang ditolak”.
  • Aku harus menguasai dosa, supaya jangan sampai aku yang tertolak.
  • Kalau dengar perkataan Paulus, berarti keselamatan bisa hilang.
  • Banyak orang berkata, bahwa dia sudah mendapatkan keselamatan, soal “pertobatan nanti saja saat hampir mati, baru saya bertobat”, karena saya pasti selamat. Tidak semudah itu, hati-hati.
Saya pernah mendoakan orang.
  • Orang yang pertama didoakan, Tuhan berkata bahwa Tuhan mau jemput.
  • Tapi orang yang kedua, Tuhan berkata, bahwa Tuhan telah melepaskan apa yang dahulu milik-Ku.
Keselamatan bisa hilang.
  • Waktu saya pergi ke ICU, saya melihat seorang ibu, dia ditarik sampai dasar masuk ke dalam.
  • Saya juga pernah melihat seorang kakek ditarik oleh anak-anak kecil dibawa masuk kedalam
  • Dan mereka semua orang Kristen.
  • Meskipun mereka berseru, tapi Tuhan berkata sudah tidak ada waktu-nya lagi.
  • Manfaatkan sebaik-sebaiknya selama saudara masih hidup didalam anugerah. Saudara tidak tahu kapan anugerah itu terlepas dari diri-Mu.
  • Jika anugerah yang berharga itu tidak kamu pakai, maka bisa terlepas.
  • Inilah bahaya yang luar biasa, jika hidup suka-suka sendiri.
Orang yang sudah mengikut Yesus, banyak yang “masih lemah” karena mereka hanya focus, bagaimana saya hidup melaksanakan hukum. Ingatlah saudara tidak akan bisa melaksanakan hukum dengan daging saudara.
  • Meskipun saudara tahu firman Tuhan, tapi saudara tidak akan bisa melakukannya kalau tidak ada Roh Penolong.
  • Saudara harus memiliki Roh untuk memampukan saudara melakukan semua kebenaran-kebenaran itu.
Yesus mati untuk saudara. Saat mati Dia hanya satu, tapi setelah bangkit Dia menjadi Roh yang majemuk.
  • Dia bisa ada didalam saudara dan Dia juga bisa ada didalam saya.
  • Roh yang majemuk ini memampukan saudara untuk berjalan didalam kebenaran.
  • Bahkan Roh yang majemuk ini akan mengajar saudara tentang apa yang Tuhan kehendaki bagi saudara.
  • Selama masih ada Roh ini maka saudara harus manfaatkan sebaik-baiknya karena kamu tidak tahu kapan Dia pergi daripadamu
Ingat!! Roh Kudus kalau pergi meninggalkan saudara tidak pernah pamit.
Roh Allah telah pergi meninggalkan Saul, tapi Saul tidak tahu sama sekali karena Roh Kudus tidak pamit kepada Saul.
  • Sampai Saul dimasuki oleh roh lainpun yaitu roh benci, Saul tidak tahu.
  • Tapi manisfetasinya yang berbeda.
  • Dia merasa masih ada Roh TUHAN, tapi dia tidak tahu kalau yang didalam dirinya sudah roh lain.
Inilah yang disebut orang yang lemah, mati rohani.
Kita jangan hanya focus untuk berbuat benar, tapi harus juga focus kepada Allah si Pembuat hukum yang benar, karena kalau Allah ada didalam saudara, maka saudara pasti akan melakukan kebenaran.
  • Tapi kalau saudara masih lumpuh, masih lemah, katakan kepada Tuhan bahwa saudara tidak mampu. “Tuhan tolong saya, saya tahu ini salah, saya tahu saya tidak bisa”
  • Saudara cukup datang ke Tuhan dan hal ini pasti bertentangan terus didalam saudara.
Saudara harus bersyukur jika masih ada pertentangan didalam saudara.
  • Tapi kalau tidak ada lagi pertentangan didalam saudara, pasti saudara sudah merasa nyaman dengan dosa yang ada didalam saudara.
  • Awas, ini tanda bahaya.
Misalnya ada orang merokok, dia menikmati dan dia tidak merasa bahwa itu dosa. Ini tanda bahaya.
  • Jika dia merokok tapi merasa berdosa, merasa bersalah yang mendalam, dia bisa datang ke Tuhan minta ampun, “Tuhan, tolong saya lepaskan saya dari dosa ini”
  • “Tuhan, saya tidak mau lagi hidup dalam dosa, saya tidak mau lagi terikat seperti orang lumpuh”
Jika saudara datang ke Tuhan, maka Tuhan akan melepaskan saudara. Tuhan itu adil.
Kalau Tuhan beri saudara hukum, maka Tuhan beri kemampuan untuk saudara agar mampu melakukan hokum-Nya.
  • Tuhan kasih saudara firman, maka pasti Tuhan memberi saudara kemampuan untuk melakukan firman.
  • Orang yang lemah ini, menandakan bahwa dia tahu apa yang harus dia perbuat, tetapi tidak punya kemampuan atau tidak punya kekuatan untuk melakukannya.
  • Orang yang lemah di pinggir kolam Betesda ini, tahu apa yang harus dia lakukan tetapi dia tidak punya kemampuan untuk melakukannya.
Roma 7 : 19-24
7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
Aku ingin berbuat baik, tapi aku selalu berbuat yang jahat.
7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
Bukan aku yang memperbuatnya karena aku terjebak didalam tubuh dosa,aku butuh pertolongan.
7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
Yang jahat ada padaku. Aku tahu kalau marah itu tidak boleh, tapi karena ada yang jahat didalam aku, maka aku jadi pemarah. Oleh sebab itu aku butuh pertolongan.
7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah
7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
Karena saudara pernah baca firman Tuhan dan saudara sudah tahu perbuatan saudara salah, tapi mengapa saudara lakukan juga?
Kalau tidak ada pertentangan didalam saudara maka saudara harus waspada. Tapi kalau ada pertentangan, ada Roh yang mengingatkan, saudara harus mulai mengambil tindakan.
Paulus berkata “Aku tertawan didalam tubuh ini, didalam tubuh yang berdosa, aku butuh kelepasan, aku butuh pertolongan”.
Roma 7:24
7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
Siapakah yang bisa melepaskan aku dari tubuh maut ini?
Ketika Yesus ada didalam saya, Yesus bergerak didalam saya, saya kasih makan Dia firman, saya terus bersentuhan dengan Dia, Dia hidup, maka semakin lama Dia semakin besar dan semakin kuat didalam saya.
Seperti bayi didalam kandungan awalnya kecil, tidak terlihat bahkan ibunya sendiri tidak menyadari kalau dia hamil, tapi kalau bayi itu disuplay makanan terus, maka bayi ini akan bertambah besar.
Bayangkan kalau ibunya tidak makan-makan. Bayi tersebut tidak akan bertambah besar, tapi kedua-duanya akan mati.
Kita ibaratkan bayi ini adalah Allah. Bagaimana caranya supaya Allah bertambah besar didalam saudara?
  • Saudara harus suplay makanan dengan firman, dengan keintiman, dengan hubungan.
  • Jika saudara membangun hubungan dengan firman dan keintiman maka Dia akan bertambah besar didalam saudara.
Begitu Dia bertambah besar didalam saudara, maka Dia akan menguasai hidup saudara.
Paulus berkata “Adapun hidupku bukannya aku lagi, tapi Kristus yang hidup didalamku”
Yohanes 5 : 5
5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit
38 tahun lamanya sakit
Yohanes 5 : 1
5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem
Peristiwa ini terjadi saat hari raya.
Hari raya seharusnya orang berpesta, orang bersukacita tapi apakah ada sukacita didalam orang yang lumpuh itu?
Apakah ada sukacita didalam dosa? Jika saudara hidup didalam kebenaran, maka tidak pernah ada sukacita didalam dosa.
  • Dosa apapun tidak akan membawa saudara kepada sukacita, justru dosa akan membawa saudara kepada kebinasaan belaka.
  • Meskipun pada hari raya, orang sakit pasti lemah, tidak ada kesenangan.
Yohanes 5 : 3
5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Di dalam agama banyak orang yang sakit. Di dalam orang yang mengaku dirinya Kristen pun banyak yang sakit.
  • Dia sudah masuk kedalam Pintu Gerbang Domba, pintu gerbang ini hanya Yesus, tapi didalamnya banyak yang buta.
  • Saya rindu tidak ada yang buta di Chosen Generation.
Maksudnya tidak ada yang buta rohani. Saudara harus melek firman, mengerti kebenaran, berjalan didalam kebenaran dan menghidupkan kebenaran itu didalam saudara
Ada orang yang timpang.
  • Timpang artinya antara perbuatan dan perkataan tidak seimbang.
  • Saudara tahu firman, tapi tidak bisa melakukannya, itu namanya timpang.
Ada orang yang lumpuh.
  • Lumpuh artinya tidak bisa berjalan sama sekali, tidak bisa berbuat apa-apa, hidupnya dibelenggu oleh dosa.
  • Hari-hari ini banyak orang Kristen yang seperti ini tanpa disadarinya.
  • Walaupun dia masuk lewat Pintu Gerbang Domba, tidak menjamin kalau dia sehat.
Hari-hari ini banyak sekali orang Kristen yang sakit rohani.
  • Saya bukannya menghakimi.
  • Saya melayani dalam bidang konseling, jadi saya tahu, banyak orang Kristen yang sakit rohani, 60% yang saya layani adalah pendeta, gembala dan saya melihat lebih banyak yang sakit, tidak ada satupun yang beres.
  • Pemberesan hanya bisa didapat ketika saudara telan firman.
  • Pemberesan hanya bisa didapat ketika saudara bersentuhan dengan Tuhan (keintiman dengan Tuhan).
Tanpa persentuhan dengan Tuhan, tidak akan ada pemberesan.
Yohanes 5 : 6
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”
Yesus bertanya :
  • Maukah engkau sembuh?
  • Maukah engkau ikut Aku?
  • Maukah engkau dilepaskan dari dosa-dosamu?
  • Maukah engkau hari ini tidak hidup dalam dosamu?
  • Maukah engkau mulai berjalan didalam kebenaran-Ku?
Yesus tidak berkata ayo ikut Aku, tapi Dia bertanya “mau atau tidak?”
Tuhan tidak menyuruh si A untuk melepaskan diri dari dosanya, tapi Tuhan berkata “apakah engkau mau lepas dari dosamu?”
  • Karena kerinduan adalah awal dari pemulihan.
  • Kalau saudara tidak punya kerinduan kepada Tuhan jangan berharap terjadi pemulihan sampai kapanpun.
Kalau saudara rindu berubah, rindu untuk menjadi benar, rindu ber-jalan didalam kebenaran :
  • Apakah saudara mau dibenarkan?
  • Apakah saudara mau dilepaskan?
  • Apakah saudara mau hidup didalam kebenaran?
  • Apakah saudara mau berjalan di dalam kebenaran?
Tuhan tidak memaksa saudara tapi Tuhan hanya bertanya mau atau tidak?
Roma 5 : 6
5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah
Waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita. Bukan pada saat kita kuat, karena sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa kuat, justru karena kelemahan kitalah yang membuat Yesus mau mati untuk kita.
  • Sampai kapanpun Taurat tidak akan pernah bisa dihapus, karena Taurat ada-lah untuk menyatakan dosa.
  • Ada firman yang berkata Taurat akan terhapus, Taurat mana yang akan terhapus?
Dalam Hukum Taurat ada 3 hukum :
  1. Hukum Moral, ini yang menyatakan siapa Aku, ada didalam 10 perintah TUHAN.
  2. Hukum Norma atau Tradisi, kalau makan harus mencuci tangan.
  3. Hukum Upacara, kalau mau ibadah harus membawa domba.
Hukum yang terhapus adalah Hukum Norma dan Hukum Upacara.
  • Hukum moral sampai kapanpun tidak akan terhapus.
  • Kalau hukum moral dihapus, berarti Tuhan kita amoral.
  • Kalau hukum moral dihapus, berarti kita boleh mencuri dan tidak dosa.
  • Kalau hukum moral dihapus, berarti orang boleh saja berjinah.
Hukum Taurat tidak akan pernah terhapus. Justru hukum Taurat untuk menyatakan dosa, tapi penyelesaiannya hanya lewat anugerah.
  • Jadi Hukum Taurat tidak akan pernah dihapus, karena hukum Taurat untuk menyatakan dosa, tapi anugerah untuk menyelesaikan dosa itu.
  • Allah harus lahir, harus hidup dahulu didalam saudara, lalu saudara pandang ular tembaga, saudara pandang Yesus yang sudah mati di kayu salib untuk saudara, barulah selera saudara berubah.
Misalnya, dahulu selera saudara lagu-lagu dunia.
  • Kalau selera saudara belum berubah, berarti Tuhan belum mengubah saudara.
  • Kalau sampai hari ini saudara masih suka lagu-lagu dunia, berarti saudara belum memiliki selera sorga.
  • Saudara seharusnya memiliki selera sorga, karena Tuhan berkata, “di bumi seperti di sorga”.
Di sorga tidak ada lagu dunia, di sorga tidak ada lagu bang Toyib, disorga tidak ada lagu Kopi Dangdut, tidak ada lagu “Batu Badaong”. Yang ada di sorga hanyalah Lagu Penyembahan.
  • Dahulu selera saya adalah lagu-lagu dunia yang romantic, tapi sejak saya sudah berubah, selera saya terhadap lagu dunia tiba-tiba hilang.
  • Dahulu saya menonton film apa saja, tapi sejak diubah oleh Tuhan, begitu nonton satu film saya bisa menangis didalam bioskop karena hati sepertinya disayat-sayat oleh sembilu.
  • Sekarang lagi trend “Avenger Invinity War”, tapi masih banyak orang-orang Kristen yang menonton film ini. Ini film roh jahat murni.
Saya tidak fanatik, tapi saya mengajarkan saudara untuk militant.
Kalau saudara bersentuhan terus dengan Tuhan, maka saudara akan tahu apa yang Tuhan mau dari hidup saudara.
Dahulu mungkin saudara senang dengar lagu “My Way”, tapi sekarang silah-kan saudara perhatikan kata-katanya yang bertentangan dengan firman Tuhan, “my way, not Your way”. “Jalanku, bukan jalan-Mu”.
Banyak lagu-lagu dunia yang bertentangan  dengan firman Tuhan, tapi banyak orang Kristen yang tidak sadar akan kata-kata dari lagu yang dinyanyikannya dengan penuh penghayatan itu.
Musik RAP, itu tanda pemberontakan. Meskipun RAP rohani sama saja tanda pemberontakan.
Saya pernah bertemu dengan orang Kristen yang sedang rekaman “music underground rohani” :
  • Lagu rohani mereka nyanyikan dengan berteriak-teriak.
  • Apakah dengan music seperti itu bisa memuji Tuhan atau memaki-maki Tuhan?
  • Musik ini lebih condong memaki-maki Tuhan.
Kalau saudara pernah dibawa ke sorga, disana tidak ada music RAP. Di sorga musiknya bagus-bagus. Orang Kristen yang benar, seleranya sudah berubah.
Saudara sudah tidak punya selera lagi dengan music dunia yang seperti itu, walaupun resikonya bagi saudara akhirnya saudara akan dibilang gila dengan dunia.
Jika selera saudara baca firman, dan berdoa, dimanapun saudara berada saudara bisa kontak dengan Tuhan, maka selera saudara pasti berubah.
Permasalahannya
  • Orang Kristen pada hari-hari ini, masih banyak yang dengan sadar menikmati kelemahannya.
  • Dengan alasan Tuhan baik, pasti Tuhan mengampuni saya.
  • Jika saudara seperti ini, maka saudara sama saja seperti orang yang menghina kekudusan, saudara datang ke Tuhan tanpa menyadari kelemahan saudara.
Saudara hanya merasa saudara lemah, lemah tanpa mau dikuatkan oleh Tuhan.
Roma 6 : 12
6:12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya
Dosa jangan berkuasa lagi dalam tubuhmu yang fana.
Yohanes 5 : 7-8
5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”
Aku tahu apa yang harus aku perbuat, tapi aku tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya turun kekolam dengan cepat. Aku butuh pertolongan.
Permasalahannya hari-hari ini, banyak orang Kristen yang tahu bahwa dia butuh pertolongan, tapi dia tidak pernah mau minta tolong kepada Tuhan.
Banyak orang Kristen yang tahu bahwa itu salah, tapi tidak minta tolong.
Ini masalah yang fatal.
5:8 Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Dahulu orang ini diangkat pakai tilam tapi sekarang dia mengangkat tilamnya.
Dahulu kita dikuasai oleh dosa, tapi sekarang kita berkata “tidak kepada dosa” karena ada firman Allah yang berbicara kepada saudara.
  • Firman Allah inilah yang membuat saudara bisa berkata “tidak kepada dosa”.
  • Banyak orang Kristen tidak lagi peka, akan suara Tuhan.
  • Banyak orang Kristen merasa dirinya sehat, tidak sakit tapi padahal rohaninya sedang sakit. Ini masalah.
Bukan tidak ada cara untuk berhenti berbuat dosa tapi tidak adanya kekuatan untuk menolak dosa.
  • Bukan tidak ada cara untuk berhenti berbuat dosa, tapi tidak ada kemauan untuk tidak berbuat dosa dan tidak ada kekuatan untuk berhenti berdosa.
  • Jendral Dwight Eisenhower adalah orang hebat AS, dia bisa meng-gerakkan ribuan pasukan, tapi dia dikalahkan oleh barang yang kecil yaitu Nikotin.
  • Banyak orang Kristen dikalahkan oleh sex, dikalahkan oleh dosa marah, dikalahkan emosi yang cepat meluap dan harga diri tinggi.
Iblis tahu kelemahan kita, maka dia akan korek terus kelemahan kita.
  • Apakah saudara mau lemah terus menerus?
  • Walaupun usia kita sampai 70 atau 80 tahun, tapi umur iblis berapa?
  • Usia iblis ribuan tahun! Apakah kita mau adu lihai dengan iblis?
  • Kalau tidak ada firman saudara akan dikalahkan iblis.
Justru firmanlah yang membuat kita lebih daripada seorang pemenang.
Orang sehebat apapun manusia, banyak yang dikalahkan oleh minuman keras, oleh rokok, sex, harga diri, amarah, emosi. Iblis sangat jago cari kelemahan manusia.
  • Kalau saudara lemah terus, maka iblis akan lebih mudah memanfaatkan terus kelemahanmu, sampai saudara jatuh terjerembab.
  • Mengapa Tuhan ijinkan iblis memanipulasi kelemahanmu? Karena Tuhan mau kamu bergantung kepada-Nya dan kamu berkata “tidak kepada dosa”, maka kamu akan menang.
Kalau kamu terus menerus menikmati dosa itu, iblis akan manfaatkan terus kelemahanmu itu.
Orang punya harga diri tinggi, pasti akan dipancing terus dengan harga diri.
Akan banyak orang yang membuat dia kesal, banyak orang yang korek-korek dia terus sampai kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala, sampai dia rela diinjak-injak barulah dia menang.
Kadang memang melelahkan, tapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan Dia selalu memberi kita kemampuan dan kekuatan. Mengapa kita terus merasa capek?
  • Karena kita terus bergantung kepada kekuatan kita sendiri.
  • Karena kita tidak pernah mencari Tuhan dan bergantung kepada kekuatan-Nya.
Kalau saudara pemarah, maka iblis akan terus pancing kamu untuk marah sampai kamu sadar, dan menjadi orang yang panjang sabar.
  • Kalau kamu punya harga diri tinggi, maka harga dirimu akan dipancing terus sampai kamu mematikan harga dirimu diatas kayu salib.
  • Tuhan akan membalikkan semuanya, Tuhan akan mengembalikan semuanya, Tuhan akan memulihkan semuanya sampai engkau menyerah total kepada Tuhan.
Kalau engkau tidak pernah menyerah berarti kau masih berusaha meng-gunakan kekuatanmu sendiri, maka engkau sama seperti orang lumpuh yang berada di pinggir kolam Betesda.
  • Menunggu air bergoncang saat malaikat datang, tapi karena saudara lumpuh maka saudara tidak bisa berbuat apa-apa.
  • Inilah masalah didalam kekristenan hari ini.
Ingat! Firman harus menghidupkan saudara.
  • Gereja tidak bisa lagi mengexploitasi Tuhan untuk kepentingan jemaat, tapi jemaatlah yang di-exploitasi untuk kepentingan Tuhan.
  • Jemaat harus berani di exploitasi demi kepentingan sorga.
Saudara harus benar-benar mau, rela, dibentuk, diproses oleh Tuhan demi menjadi penghuni sorga.
  • Kalau engkau tidak mau diproses, tidak mau dibentuk, engkau masih emosional, maka engkau tidak layak menjadi penghuni sorga.
  • Di sorga tidak ada yang marah-marah, berarti saudara tidak berbakat untuk jadi penghuni sorga jika masih hoby marah-marah di bumi.
Jadilah orang yang sabar. Harus ada buah Roh. Firman harus menghidup-kan saudara. Senyaman apapun tilamnya, tetap dalam posisi sakit.
Senyaman apapun dosamu, senyaman apapun hidupmu, kalau engkau hidup dalam dosa tetap saja engkau akan terus merasa tertuduh, tetap saja masalah pasti akan timbul.
Yohanes 5 : 14
5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”
Banyak orang bermasalah karena dosa, tapi mereka tidak mau menyelesaikan dosanya. Ini masalah fatal.
Kalau saudara benar-benar mau berubah, mau sehat, mau sembuh maka saudara harus melepaskan dosamu dan saudara akan menerima berkat Tuhan yang tidak ada taranya dalam hidupmu dan saudarapun akan merasakan anugerah Tuhan.
  • Kalau dulu engkau suka marah, suka bohong, sekarang stop semuanya.
  • Engkau harus punya karakter surgawi.
Yohanes 8 : 44
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Iblislah bapamu karena sifat dan karaktermu sama. Tidak takut kepada Tuhan, tidak takut untuk berbuat dosa, santai saja, sepertinya dosa itu sah-sah saja didalam saudara. Itu salah besar.
  • Mulai hari ini saudara harus menggeliat kepada Tuhan “Tuhan, saya tidak mampu tapi saya mau, Tuhan tolong saya”.
  • Caranya hanya dengan membaca firman, bergaul dengan Tuhan, maka saudara pasti akan kuat kembali.
Ingat! Firman itu logos. Kalau saudara punya hubungan dengan Tuhan, maka logos akan berubah menjadi rhema.
Yohanes 1 : 1
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Pada mulanya adalah Firman, pada mulanya adalah Logos.
Roma 10 : 17
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus
Mendengar Firman, mendengar Rhema Kristo, dari logos harus berubah men-jadi rhema.
Pernahkah saudara mengalami rhema dari firman Tuhan?
  • Kalau belum pernah, saudara harus alami. Makan terus Logos-Nya dan nikmati Rhema-Nya, barulah engkau merasa diubah oleh Tuhan.
  • Ingat! Dalam diri manusia ada racun ular Taman Eden. Kalau racun ini dibiarkan, maka akan menjadi penyakit. Kalau penyakit ini dibiarkan, maka akan menjadi lemah.
Ingat!  Dosa jangan dibiarkan tinggal diam di dalam saudara.
Begitu dosa singgah, cepat bereskan, segera selesaikan, jangan sampai dosa itu tinggal. Kalau dosa itu tinggal, berarti saudara sudah terikat. Begitu sudah terikat, maka saudara akan tidak bisa hidup tanpa dosa.
  • Kalau sudah bersarang saudara akan lemah, dan kalau sudah lemah maka akan mati, kalau sudah mati maka saudara akan binasa.
  • Ingat! Yesus telah disalibkan, supaya saudara dan saya benar-benar bebas dari ikatan, benar-benar lepas dari dosa, benar-benar hidup kudus, dan tidak lagi lemah, sehingga saudara dan saya benar-benar berjalan didalam kebenaran dan berjalan didalam kekudusan.
Inilah kebutuhan orang yang lemah. Orang yang lemah tahu apa yang harus dia lakukan, tapi dia tidak bisa melakukannya.
Jadi, yang dibutuhkan oleh orang sekarat dan orang lemah, hanyalahFirman dan Keintiman dengan Tuhan”.
Hanya dengan “Firman & Keintiman inilah, yang bisa membuat saudara “hidup kembali” setelah saudara sekarat dan lemah sebelumnya.
AMIN.
BERI KEMULIAAN BAGI TUHAN.
 
TUHAN YESUS MEMBERKATI
GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Warta 13 Mei 2018-PEMURIDAN ADALAH MERELAKAN DIRI

WhatsApp Image 2018-05-12 at 00.22.51

PEMURIDAN ADALAH MERELAKAN DIRI

           Banyak orang mengaku percaya kepada Tuhan tetapi tidak banyak yang sungguh-sungguh telah mempercayakan hidupnya kepada Tuhan.  Mereka berpikir percaya hanya sebatas beriman kepada Sang Juruselamat demi keselamatannya. 

Tahukah saudara sesungguhnya orang percaya adalah orang yang telah menyerahkan hidupnya untuk diarahkan kepada keselamatan yang nyata, bukan sekedar menerima kemudian tidak perlu dimiliki.  Jika kita terjebak dalam konsep ini, kita cenderung menganggap remeh korban darahNya. Cobalah kita ibaratkan diri kita sebagai batu kasar yang harus diasah menjadi permata yang mahal,  dan Tuhan telah membeli kita untuk dipakai dan dibentuk demi tujuan yang mulia (Roma 9:20-21). Apa jadinya jika kita menolak pembentukan? Apa otomatis kita menjadi permata yang berharga? Tentu tidak, tapi kita harus percaya kalau Dia membentuk demi mendatangkan kebaikan. Lalu apa gunanya percaya saja tanpa merelakan dan memberi diri dibentukNya?

Dalam Firman Tuhan perihal merelakan diri sangat erat kaitannya dengan pemuridan atau dimuridkan. Tuhan merindukan setiap orang yang telah dibeli dengan darahNya (1Petrus 1:18) menyerahkan diri demi didikanNya (menjadi seorang murid).

Jika demikian apakah ciri dari seorang murid? Ciri pertama dari seorang murid adalah MAU BELAJAR. Kita tahu salah satu fungsi Roh Kudus adalah pengajar (Yohanes 14;26). Roh kudus akan mengajar kita layaknya guru dan kitalah muridNya. Dia mengajar kita tentang kebenaran (pribadi Tuhan serta keinginan Tuhan). Jika kita terus mendengar suaraNya, maka kitalah orang yang sedang diajar untuk menjadi pelaku FirmanNya. Jika kita terus mau diajar dan tidak berontak,  maka  tambah hari tambah mengenal gurunya dan tanbah menyatu dengan pengajaranNya.

            Ciri yang kedua adalah SETIA kepada yang diajarkan dan SETIA mengikuti pelajaran. Tanpa kesetiaan tidak mungkin seorang menjadi teladan dan pandai mengenal kebenaran. Coba saudara bayangkan jika saudara sering bolos dalam belajar disekolah, mungkinkah saudara berhasil dan naik kelas? Bagaimana jadinya jika saudara sering bolos bersekutu dengan  Sang Guru Agung, baik dalam doa dan Firman? Bisa-bisa saudara gagal melakukan firman dan lebih parahnya bisa-bisa saudara menyerah ditengah jalan (tidak lulus dalam ujian). Coba saudara perhatikan dalam Alkitab banyak yang mengikuti Yesus, tapi yang dikatakan murid adalah yang selalu berada dan berjalan bersama Tuhan. Jadi jika kita mengaku sebagai murid Tuhan tapi menolak untuk berkata tidak pada dosa (menyangkal diri), kita menolak memikul salib, dan juga menolak mengikut Tuhan bisa dikatakan saudara adalah simpatisan tapi bukan murid sesungguhnya.  

10 MEI 2018-KENAIKAN YESUS KE SORGA

6 MEI 2018-KEBUTUHAN ORANG SEKARAT DAN KEBUTUHAN ORANG LEMAH ( 9 KEB POKOK-KE 3 & 4 )

PEREMPUAN SAMARIA & KEBUTUHAN ORANG AMORAL – 29 APRIL 2018

samaria

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:23-24)
KHOTBAH  GEMABALA : PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION
IBADAH RAYA, MINGGU 29 APRIL 2018
SHALOM.
Khotbah minggu lalu adalah tentang “Nikodemus dan kebutuhan orang-orang berpendidikan”.
Yang dibutuhkan oleh Nikodemus adalah “lahir baru”, artinya “yang sudah rusak didalam dirinya” harus berubah terlebih dahulu, “menjadi sesuatu yang baru yang telah berubah didalam dirinya”.
Demikian pula halnya dengan kebutuhan kita, yaitu bagi saudara dan saya.
  • Setelah “yang baru” datang, maka saudara harus menghidupkan Dia.
  • Ketika “Dia kita hidupkan didalam kita”, maka kita harus pandang salib, pandang “ular tembaga”, karena Tuhan mengibaratkan diri-Nya sebagai ular tembaga di padang gurun tersebut.
  • Setelah kita “berjalan dalam hidup yang baru” dan terus memandang salib, maka pada akhirnya kita layak menjadi mempelai Kristus.
Setelah Yesus bercakap-cakap dengan Nikodemus (Yohanes 3:1-21), maka Yesus berjalan menuju kedaerah Samaria dan bertemu dengan seorang perempuan Samaria.
Dengan demikian maka Thema Khotbah dalam Ibadah Raya hari Minggu ini, adalah “Perempuan Samaria dan Kebutuhan Orang Amoral”
Pada zaman itu, Samaria terletak di wilayah utara Israel, dengan ibukotanya juga bernama Samaria.
Saudara harus tahu terlebih dahulu, apa latar belakangnya mengapa orang Yahudi begitu membenci orang Samaria.
1 Raja-raja 16 : 24
16:24 Kemudian ia membeli gunung Samaria dari pada Semer dengan dua talenta perak. Ia mendirikan suatu kota di gunung itu dan menamainya Samaria, menurut nama Semer, pemilik gunung itu.
Jadi gunung tersebut dibeli dan dibangun jadi kota dengan nama Samaria.
1 Raja-raja 16 : 29
16:29 Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Dan Ahab bin Omri memerintah dua puluh dua tahun lamanya atas Israel di Samaria.
Samaria adalah wilayah dari Israel, tapi mengapa orang Israel begitu mem-benci orang Samaria?
Pada tahun 700 SM orang Asyur menaklukkan Samaria, lalu membawa orang-orang kafir atau orang-orang Babel ke wilayah Samaria dan di Samaria itulah terjadinya perkawinan campur antara orang Israel dengan orang-orang kafir berhala dari Babel tersebut.
2 Raja-raja 17 : 6
17:6 Dalam tahun kesembilan zaman Hosea maka raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur ke dalam pembuangan dan menyuruh mereka tinggal di Halah, di tepi sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai.
Jadi, mengapa orang Israel begitu membenci orang Samaria, adalah karena ada darah campuran, antara orang Yahudi yang kawin-mawin dengan orang-orang kafir atau orang-orang Babel.
2 Raja-raja 17 : 24
17:24 Raja Asyur mengangkut orang dari Babel, dari Kuta, dari Awa, dari Hamat dan Sefarwaim, lalu menyuruh mereka diam di kota-kota Samaria menggantikan orang Israel; maka orang-orang itu pun menduduki Samaria dan diam di kota-kotanya.
Raja Asyur mengangkut orang-orang Babel dan disuruh berdiam di kota Samaria, akhirnya terjadilah perkawinan campur antara orang-orang Yahudi yang tinggal di Samaria ini dengan orang-orang kafir dari Babel itu.
Maka terjadilah keturunan darah campur, sehingga orang Israel berdarah campuran yang berdiam di Samaria itu disebut sebagai orang Samaria, mereka adalah keturunan yang tidak murni orang Yahudi.
Alasan lainnya mengapa orang Yahudi begitu membenci orang Samaria, adalah :
  • Karena orang Samaria juga “mengakui 5 kitab Taurat Musa”, tapi mereka tidak mau mengakui kiblat Yerusalem dan tidak beribadah di dalam Bait Allah Yerusalem.
  • Karena orang Samaria mempunyai gunung sendiri yang bernama gunung Gerisim, dan gunung inilah yang menjadi kiblat mereka ketika beribadah.
Meskipun mereka mengakui 5 kitab Taurat Musa, tapi mereka tidak melakukan ritual seperti orang Yahudi.
Jadi, karena alasan kawin campuran dan tidak beribadah didalam bait Allah Yerusalem itulah yang membuat permusuhan antara orang-orang Yahudi dengan orang-orang Samaria.
Yohanes 4 : 9
4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
Jadi walaupun orang Samaria disebut sebagai orang-orang yang percaya Taurat, tapi “kelas manusianya rendahan”. Oleh sebab itu orang Samaria tidak diakui sebagai orang Yahudi (karena tidak berdarah murni).
Orang Yahudi membenci orang Samaria terbukti di Lukas 9 : 52-55
Lukas 9 : 52-55
9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
Yesus mau masuk ke wilayah Samaria.
9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
Orang Samaria tidak mau menerima Yesus, karena Yesus mau ke Yerusalem
9:54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
Kedua murid-Nya lah yang mau menyuruh api turun dari langit, bukan Yesus.
9:55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
Dalam bahasa Indonesia, terjemahannya tidak komplit.
Lukas 9 : 55
9:55 But he turned, and rebuked them, and said, Ye know not what manner of spirit ye are of.
Yesus mengusir roh jahat yang ada didalam mereka, “karena kamu tidak tahu roh apa yang ada didalam kamu”.
Murid yang dikasihi Yesus, yaitu Yakobus dan Yohanes ternyata “masih ada perasaan benci kepada orang-orang Samaria”.
Yesus sengaja memakai perumpamaan “orang Samaria yang baik hati”, karena Yesus tidak mau ada kebencian turun temurun pada semua orang Yahudi pada umumnya, terutama didalam hati para murid-Nya.
  • Karena bila masih ada rasa benci, tidak akan terjadi keselamatan.
  • Selama ada kebencian, ada kepahitan hati, ada kemarahan dan panas hati, maka tidak akan ada perdamaian dan tidak akan ada keselamatan.
Lukas 10 : 25
10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
10:26 Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”
10:27 Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
10:28 Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
Kita seringkali membatasi kasih kita, dengan hanya mengasihi orang-orang yang baik kepada kita saja.
Apakah kita sering hanya mengasihi orang yang baik kepada kita? Ya sering.
Kalau orang tersebut baik kepada kita, maka kita baru mengasihi dia.
Tapi Tuhan berkata :
  • Kita harus baik kepada semua orang tanpa terkecuali.
  • Walaupun orang itu membuat kita kesal seperti apapun.
Lukas 10:30
10:30 Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati
Dari kota Yerusalem (kota damai sejahtera) keluar ke kota Yerikho (kota dosa).
  • Berarti keluar dari “kebenaran” dan menuju “kefasikan”.
  • Akibatnya, dia dipukul habis-habisan oleh perampok (kuasa gelap).
Lukas 10:31
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Imam itu melihat sesamanya membutuhkan pertolongan, tapi karena dia harus ber-ibadah dan takut kalau orang tersebut mati, yang akan menyebab-kan dia tidak bisa beribadah.
Masalahnya, karena orang Yahudi tidak boleh bersentuhan dengan jenazah saat mau ibadah :
  • Oleh karena itu hanya dia lewati saja.
  • Dia tidak mementingkan sesamanya, yang dia pentingkan hanyalah ibadahnya.
  • Padahal kalau saudara menolong dia, berarti saudara telah melakukan sesuatu untuk Tuhan.
Banyak orang Kristen yang tidak sadar, jika kita mengerjakan sesuatu untuk sesama, maka berarti kita juga mengerjakan sesuatu untuk Tuhan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Orang Lewi ini, juga seperti si imam, dia melanjutkan perjalanannya tanpa pe-duli dan hanya melewati orang tersebut.
Orang Lewi ini juga tidak mau bersentuhan dengan orang mati.
Dia hanya melihat dari seberang jalan dan dia tidak membantunya.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Tidak butuh agama untuk menolong orang, tidak butuh agama untuk berbuat baik, tidak butuh status untuk berbuat baik.
Untuk bisa berbuat baik, yang kita butuhkan hanya Tuhan, bagaimana cara-nya agar kita bisa menjadi orang yang lebih baik kedepan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyirami-nya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Minyak dan anggur melambangkan Kristus.
Menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri, berarti dia rela berkorban.
Orang itu dibawa ke tempat penginapan (atau rumah sakit), ini artinya dibawa ke Gereja (tentu Gereja yang ajarannya benar).
Lukas 10:35
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Dua dinar itu upah sehari kerja pada zaman itu.
Orang Samaria itu “menyerahkan upah sehari kerja” untuk merawat orang itu. Orang Samaria itu tidak peduli dengan dirinya, yang penting baginya adalah supaya orang yang dipukul habis-habisan itu tertolong.
  • Orang Samaria itu berkata, “rawatlah dia”.
  • Aku tidak peduli berapapun biaya (uang) yang harus aku keluarkan untuk merawatnya.
  • Yang penting bagiku adalah agar dia tertolong.
Inilah yang disebut “sesama” kita.
Jadi, yang dimaksudkan dengan “sesama” :
  • Bukan hanya yang lahir dari satu darah.
  • Bukan juga hanya yang ada dalam satu Gereja.
  • Tapi sesama adalah orang-orang di luar sana, yang membutuhkan pertolongan saudara dan saya.
  • Walaupun mereka tidak mengenal Tuhan Yesus.
Sadarkah saudara, terkadang saudara ditempatkan di dekat seseorang karena Tuhan mau saudara menolong satu orang ini.
Saya punya pengalaman pribadi. Dulu saya pernah melamar pekerjaan, diterima dan bekerja di suatu perusahaan swasta.
  • Ada 1400 pelamar, yang diterima hanya 5 orang, salah satunya saya. Empat orang teman saya, semuanya lulusan luar negeri, kecuali saya. Ada dokter lulusan Australia, ada yang lulusan Singapura.
  • Saya tidak mengerti untuk apa saya bekerja diperusahaan tersebut. Setiap pagi sebelum jam kerja dimulai, saya sudah sampai di kantor dan saya langsung ke halaman belakang untuk berdoa dan baca Alkitab.
  • Jam 7 pagi saya sudah sampai di kantor, mulai kerja pk. 8.30. Waktu tersebut (1,5 jam) saya pakai untuk berdoa dan membaca Alkitab.
  • Jam makan siang, sebelum pergi makan saya juga berdoa dan membaca Alkitab lagi, setelah itu saya baru pergi makan.
Saya lakukan hal ini terus menerus dan saya tidak mengerti apa rencana Tuhan saya bekerja disitu.
Sampai suatu hari, Bos saya berkata, anaknya yang berumur 19 tahun lari dari rumah.
  • Anaknya itu pecandu narkoba dan dibawa lari oleh seorang laki-laki, sudah satu minggu dan bos saya seorang muslim.
  • Tiba-tiba dia datang ke saya dan minta berdoa untuk anaknya itu.
  • Saya katakan kepada bos saya, bahwa saya tidak bisa berdoa dengan cara mereka, tapi saya bisa berdoa dengan nama Tuhan Yesus Kristus yang saya percayai.
  • Dan dia berkata, saya percaya, ayo kita berdoa. Akhirnya kami berdoa pada jam 4 sore sampai selesai, amin.
  • 17.30 anaknya datang ke kantor nangis-nangis. Dan anak itu berkata, bahwa dia tidak mengerti, mengapa tiba-tiba dia rindu kepada mama-nya, sujud di kaki mamanya dan memeluk mamanya.
Dan setelah peristiwa itu, mamanya datang ke saya dan dia minta untuk memperkenalkan dia dengan Yesus. Akhirnya mereka satu keluarga terima Yesus.
Saya tidak mengerti, apa rencana Tuhan menempatkan saya di perusahaan itu. Tuhan mau saya bekerja disitu dan saya ikuti saja.
Ada satu peristiwa lagi.
Teman saya yang sama-sama diterima dan bekerja diperusahaan ter-sebut, seorang dokter lulusan Australia datang ke saya.
  • Kemudian dia berkata kepada saya, supaya saya “memperkenalkan dirinya” kepada Yesus, sehingga setiap hari saya bicara tentang Yesus kepadanya.
  • Dia seorang Kristen, tapi sudah mulai lari ke seberang.
  • Setiap hari saya berbicara kepadanya tentang Yesus.
  • Dan suatu hari dia berkata, kalau dia mau terima Yesus kembali sebagai Tuhan dan Juruselamat-nya.
Akhirnya saya dan teman dekat saya (Karen) waktu itu, mengantar dia untuk dibaptis dengan baptisan Yohanes disebuah gereja.
Setelah dia selesai dibaptis, keesokan harinya Tuhan berkata kepada saya “pergilah, tinggalkan pekerjaanmu dan layani Aku”.
Hari itu juga, saya membuat Surat Resign dan kemudian saya “full” melayani Tuhan.
Saya tidak mengerti apa rencana Tuhan.
Kadangkala Tuhan tempatkan kita di antara orang-orang aneh, dengan tujuan kita dipakai Tuhan untuk mengubah orang-orang aneh ini, menjadi orang waras.
Tapi permasalahannya untuk masuk ke dimensi itu tidak mudah.
Mainnya diperasaan. Bagaimana caranya, saya bisa mengubah dia?
Kita tidak bisa mengubah orang begitu saja, tapi kita hanya bisa melakukan apa yang menjadi bagian kita.
Kalau kita tahu firman, orang mau “gores” kita seperti apapun, tapi kita tidak akan tergores.
  • Kalau saudara masih menyalahkan orang lain, masih menuntut orang lain, itu tandanya “saudara belum antigores”.
  • Jangan berkata “aku gorilas glass”, sedangkan anti gorespun belum.
Kalau saudara masih menuding-nuding orang lain, masih menyalah-nyalahkan orang, si A begini dan si B begini, itu tandanya saudara sendiri yang salah, karena saudara masih banyak menuntut.
Orang Samaria justru yang menolong sesamanya dan terjadi lagi di Lukas 17.
Ada 10 orang kusta, terdiri dari 9 orang Yahudi dan 1 orang Samaria. Setelah terjadi mujizat kesembuhan mereka, yang kembali kepada Yesus, hanya satu orang Samaria itu saja, tapi mengapa 9 orang Yahudi tidak kembali ke Yesus?
  • Karena yang orang Yahudi taat kepada ibadahnya, sehingga mereka langsung menunjukkan kesembuhannya kepada imam-imam.
  • Setelah datang kepada para imam, mereka harus dikarantina selama satu minggu, untuk dilihat apakah sudah benar-benar sembuh (tahir).
  • Begitu terbukti sudah sembuh, dicek lagi oleh imam yang lain sampai 3 kali sehingga membutuhkan waktu kurang lebih sepuluh hari.
Tapi orang Samaria tidak peduli dengan yang namanya agama, tradisi, liturgi atau apapun.
Begitu dia sembuh, dia langsung datang kembali kepada Yesus dan mengucap syukur kepada Tuhan.
Ada 3 peristiwa kebaikan orang Samaria, tapi mengapa orang Yahudi terus bermusuhan dengan orang Samaria?
Yesus hanya memberi tahu para murid-Nya dan orang-orang Yahudi :
  • Untuk merangkul orang Samaria dan mendukung mereka,
  • Tapi orang Yahudi sulit sekali untuk menerima orang Samaria,
  • Karena orang Yahidi punya “pride” (harga diri) yang tinggi.
  • Karena mereka berpikir, hanya mereka yang paling rohani, dan orang lain tidak.
Khotbah minggu lalu, dari Yohanes pasal 3, dibagi atas 3 bagian :
  1. Lahir baru
  2. Dosa kita diserap keluar
Supaya kita hidup dalam kekudusan, yaitu dengan “memandang ular tembaga”.
  1. Menjadi mempelai.
Tujuan akhir supaya kita menjadi mempelai Kristus. Tapi permasalahannya, “gereja hari-hari ini hanya fokus mengajarkan tentang keselamatan kekal”.
  • Tuhan tidak mau saudara hanya sekedar selamat, tapi Tuhan mau “memulihkan gambar Allah” didalam saudara.
  • Tuhan tidak mau saudara hanya sekedar mengejar keselamatan, tapi Tuhan mau gambar wajah-Nya harus pulih didalam saudara, karena kalau tidak pulih, berbahaya bagi saudara.
Peristiwa Nikodemus dan peristiwa Perempuan Samaria, adalah penggenapan dari Perjanjian Lama, digenapi oleh Tuhan Yesus di Perjanjian Baru.
Bilangan 21 : 9
21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Yohanes 3 : 14
3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan
Yohanes 3 : 14 adalah penggenapan dari Bilangan 21 : 9
Ular tembaga ada di Bilangan 21 : 9 dan muncul lagi di Yohanes 3 : 14.
Kita lihat kembali peristiwa orang Samaria.
Bilangan 21 : 16-20
21:16 Dari sana mereka ke Beer. Inilah sumur di mana TUHAN berfirman kepada Musa: “Kumpulkanlah bangsa itu, maka Aku akan memberikan air kepada mereka.”
Ayat ini berbicara mengenai air. TUHAN memberikan air untuk orang-orang Israel.
21:17 Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: “Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja,
21:18 yang dikorek oleh kaum bangsawan di antara bangsa itu dengan tongkat-tongkat kerajaan, dengan tongkat-tongkat mereka.” Dan dari padang gurun mereka ke Matana;
21:19 dari Matana ke Nahaliel; dari Nahaliel ke Bamot;
21:20 dari Bamot ke lembah yang di daerah Moab, dekat puncak gunung Pisga yang menghadap Padang Belantara.
TUHAN memberikan air di tengah padang gurun yang kering.
Yohanes 4 : 14
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
Di Bilangan 21: 16, TUHAN memberikan air kepada orang Israel,
Di Yohanes 4 : 14, Yesus juga memberikan air.
Di Yohanes 3, Yesus berbicara tentang ular tembaga.
Di Yohanes 4, Yesus berbicara tentang memberikan air.
Ayat tersebut merupakan penggenapan dari Bilangan 21:9 dan Bilangan 21:16-20.
Yohanes 4 dibagi atas 3 bagian :
  1. Cara melerai dosa, ada di Yohanes 4 : 9-18
  2. Cara mengontak Allah, ada di Yohanes 4 : 9-24
Tersebut No. 1 dan No. 2 saling berkaitan, karena ketika saudara mau melerai dosa, berarti saudara harus menjadi penyembah yang benar (The True Worshipper).
  1. Percaya dan pergi menjadi saksi, ada di Yohanes 4 : 25-42
 I. CARA MELERAI DOSA
Yohanes 4 : 10
4:10 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
Yesus memperkenalkan dirinya sebagai Tuhan.
Pada Yohanes 4 : 9, Yesus berkata, “kalau kamu meminum air daripada-Nya, maka Dia akan memberikan air yang membuatmu tidak akan haus selama-lamanya”.
Pada Yohanes 4 : 10, Yesus berkata, ada kasih karunia yang Tuhan berikan bagi siapapun yang Tuhan tunjuk.
Saudara adalah orang yang telah ditunjuk untuk mendapatkan kasih karunia dari Tuhan.
  • Apakah anugerah ini bisa lepas dari kita?
  • Apakah saudara tahu, kapan anugerah yang dari Tuhan itu terlepas?
Ingat!! Saya pernah doa dan Tuhan berkata “Aku telah melepaskan apa yang dahulu menjadi milik-Ku”
Dahulu memang milik Tuhan, karena Tuhan yang pilih, tapi sekarang Tuhan sudah melepaskannya.
Berbahaya sekali jika sampai ke titik ini. Hati-hati dengan hidupmu.
  • Keselamatan itu kemurahan Allah, tapi tidak murahan.
  • Orang Samaria adalah orang yang tahu firman
Yohanes 4 : 11-12
4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
Ini sumur Yakub.
Kalau kamu timba air dari sumur itu, kamu akan haus lagi, tapi kalau kamu timba dari Aku maka kamu tidak akan haus.
Tapi perempuan itu bertanya, Engkau tidak punya timba, bagaimana mungkin Engkau bisa memberi aku air hidup itu?
4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”
Kejadian 29 : 10
29:10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu.
Sumur yang diduduki oleh perempuan Samaria itu, disebut sumur Yakub.
Yakub menggulingkan batu, lalu ada sumur disitu.
Kemudian Yakub memberi minum Rahel dan semua ternaknya.
Jadi, perempuan Samaria ini diibaratkan sebagai Rahel, dan Yesus diibarat-kan sebagai Yakub.
Perempuan Samaria itu berkata kepada Yesus, bahwa Yesus lebih besar dari-pada Yakub.
  • Yakub bisa memberi sumur ini, sedangkan Yesus adalah Sumurnya.
  • Perempuan Samaria ini, orang yang mengerti firman.
  • Perempuan Samaria ini, tahu kalau ini adalah sumur Yakub dan Yakub memberikan minum kepada Rahel dari sumur ini.
  • Tapi perempuan Samaria ini, tidak mengerti perkataan Yesus yang berkata, “kalau kamu minum dari Aku, maka kamu tidak akan haus lagi”.
Yohanes 4 : 13
4:13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
Kalau kamu “minum air dari sumur ini”, maka kamu akan haus lagi.
Tapi kalau kamu minum air yang daripada-Ku, maka kamu tidak akan haus selama-lamanya.
  • “Minum air dari sumur ini”, maksudnya kenikmatan dunia, benda-benda materiil duniawi, hiburan-hiburan dan berfoya-foya, tidak akan bisa melerai dahaga batiniah kita.
  • Berapa banyak kenikmatan dunia yang sudah saudara nikmati?
  • Sudah berapa banyak saudara berfoya-foya?
Meskipun saudara mau keliling dunia, saudara tidak akan pernah puas, karena masih banyak tempat yang belum saudara jangkau.
Apakah saudara puas pergi keluar negeri setiap tahunnya?
  • Tidak puas. Karena saudara maunya pergi terus.
  • Semakin saudara pergi, maka semakin banyak tuntutannya.
  • Tambah sering saudara pergi maka tambah sering tuntutannya.
Jadi, “air yang tidak akan pernah membuat saudara puas”, adalah ke-nikmatan-kenikmatan dunia.
  • Benda-benda materiil, pemuasan-pemuasan, segala bentuk pelesiran, semua ini tidak bisa melerai dahaga batiniah kita.
  • Sebanyak apapun yang saudara minum atau saudara nikmati tetap tidak akan pernah bisa puas sampai kapan pun.
Misalnya saudara punya Iphone yang terbaru, apakah saudara sudah puas? Setelah itu keluar Iphone yang lebih baru lagi. Saudara tidak akan pernah bisa puas.
Handphone yang sering mengeluarkan type baru, adalah Samsung.
  • Orang Korea melakukan reset, ternyata manusia itu sangat consumptive, manusia berusaha memuaskan semua keinginannya.
  • Akhirnya Samsung paling sering mengeluarkan type yang baru.
  • Inilah yang membuatmu tidak pernah puas.
Ketidakpuasan itu membuat saudara terus menerus hidup dalam dosa.
Saudara akan terus dipancing oleh kuasa gelap untuk berdosa karena saudara berusaha memuaskan kebutuhan daging saudara.
  • Daging tidak bisa dilerai dengan daging.
  • Jika saudara mau memuaskan daging saudara dengan berbuat dosa, maka saudara akan tambah terikat.
Saya pernah bertemu dengan seseorang yang saat itu dia berumur 30-an dan dia berkata, bahwa dia baru akan bertobat saat berumur 50.
  • Saya langsung bertanya kepadanya, apakah bapak yakin akan hidup terus sampai umur 50?
  • Dan diapun langsung terdiam.
Saudara menikmati dosa seenak-enaknya, belum mau bertobat juga.
  • Kapan saudara mau bertobat?
  • Jika selalu saudara tunda, saudara tidak pernah ada waktu untuk bertobat, karena dosa akan mengikat saudara semakin kuat.
  • Kalau saudara punya jebakan tikus, saudara pasti akan beri umpan yang enak seperti keju, ikan asin atau apapun yang enak.
  • Begitu juga dengan jebakan iblis, dia akan berikan “umpan” yang enak-enak.
  • Saat saudara terikat, dia berkata bahwa kamu milikku (milik iblis).
Kalau saudara dengar firman ini, katakan pada Tuhan, Tuhan tolong lepaskan saya, saya tidak mau lagi hidup seperti ini, karena ini jebakan iblis.
Yohanes 8 : 34
8:34 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa, jongos dosa, antek-antek dosa.
Kalau saudara berbuat dosa, berarti saudara adalah hamba dosa, bukan hamba Allah.
Jadi, kalau iblis menawarkan dosa kepada saudara, saudara ingat kalau saudara berbuat dosa, maka saudara adalah hamba dosa.
  • Karenanya, saudara harus berpikir 2, 3, 4 kali, sampai saudara tidak jadi berbuat dosa.
  • Kita tidak bisa melerai semua hasrat kita dengan dosa, karena tidak akan pernah puas.
  • Dan ujung-ujungnya hanyalah neraka.
Misalnya saudara mengendarai motor dipepet orang :
  • Saudara marah-marah dan mengumpat orang itu, apakah saudara puas? Belum tentu.
  • Kemudian saudara pukul orang tersebut, apakah saudara puas? Belum tentu juga.
  • Kemudian saudarapun lebih menggila, saudara pukul lagi orang itu sampai babak belur. Apakah saudara puas?. Tidak juga puas. Malah saudara dapat masalah baru, digiring kekantor polisi.
Saudara dikecewakan orang, saudara tidak akan bisa melerainya dengan kepahitan.
  • Malah kepahitan tersebut hanya akan mengikat saudara.
  • Saudara hanya bisa melerainya dengan datang kepada Tuhan Yesus dan minum air daripada-Nya.
  • Saudara mau puas dengan mendapatkan kasih sayang seseorang, tidak akan bisa karena saudara hanya bisa mendapatkan kasih sayang yang sempurna dari Yesus.
Perempuan ini punya suami 5, dengan suami pertama tidak puas, dengan suami ke-2 tidak puas, dengan suami ke-3 tidak puas, dengan suami ke-4 juga tidak puas, bahkan dengan punya 5 suami sekalipun, tidak puas juga.
Tuhan mau saudara puas dengan apa yang Tuhan beri.
  • Saudara tidak bisa melerai kepuasan daging saudara dengan daging, atau dengan dosa lagi,
  • Tapi saudara hanya bisa melerai kepuasan saudara dengan mengasihi Tuhan dan kita tahu Tuhan itu baik dalam segala hal.
  • Meskipun istri atau suami saudara “aneh”, tidak benar dan tukang marah, kita tetap tidak bisa menuntut mereka seperti yang kita mau, karena itulah kekurangan manusia.
Jadi, kita yang harus berubah lebih dulu, bukan orang lain yang harus berubah. Saya pernah berikan “quote”.
Ketika “seseorang”, saudara anggap bersalah kepada saudara, maka saudara harus mengampuninya.
Tapi ketika saudara “menganggap semua orang bersalah” kepada saudara, saudara harus tetap mengampuni mereka, tapi ingat saudaralah yang sebenarnya bersalah dan saudara harus mawas diri dan membereskan diri saudara.
Saudara tidak bisa melerai dosa dengan dosa.
  • Semua “keinginan daging” hanya bisa dilerai dengan datang ke Tuhan dan saudara katakan, “Tuhan, saya cukup dengan apa yang saya punya”
  • Kalau saudara bisa seperti itu, maka saudara akan mengucap syukur dengan apa yang saudara punya.
Setelah saudara melerai dosa maka saudara harus bisa menjadi penyembah yang benar.
Yohanes 4 : 14
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
Air itu Roh Kudus. Kalau saudara intim dengan Tuhan, maka saudara tidak akan pernah haus selama-selamanya, karena saudara merasakan bahwa Tuhan itu cukup untuk saudara.
Walaupun saudara tidak punya uang, tapi kalau saudara bisa bersyukur maka saudara bisa berkata terima kasih, “Tuhan, ini cukup untuk saya”.
Kebutuhan itu relative.
Misalnya, saya sudah bisa hidup dengan Rp. 500.000,- tiap bulan, tapi orang lain, misalnya si E, belum tentu bisa hidup dengan Rp. 500.000,- perbulan, mungkin dia butuh lebih.
Permasalahannya :
  • Banyak orang dipengaruhi oleh hal-hal yang relative.
  • Inilah yang membuat orang tidak bisa bersyukur dalam segala hal, karena hidupnya dipengaruhi oleh hal-hal yang relative tersebut.
  • Roh Kudus akan membawa saudara mengenal Yesus lebih dalam lagi, dan menyadari kebaikan-Nya sehingga dapat menyembah-Nya terus menerus dan memancar sampai hidup yang kekal.
Minum satu kali bahasa Yunani nya PINNO.
Tapi minum yang dimaksud disini adalah minum terus menerus (PINETTO) yang menyebabkan tidak akan haus lagi.
  • Minum terus menerus berarti hal yang jamak, tidak hanya bisa sekali menimba, tapi harus berulang-ulang, berkesinambungan sehingga saudara benar-benar menjadikan Tuhan sebagai kebutuhan hidup saudara
  • Sampai saudara menyadari bahwa saudara tidak bisa hidup tanpa Tuhan, bukan tidak bisa hidup tanpa uang.
  • Saudara bisa hidup tanpa uang, tanpa makanan, tapi saudara tidak bisa hidup tanpa Tuhan.
  • Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, maka saudara adalah orang Kristen yang militant bukan orang Kristen yang asal-asalan.
Tindakan berkesinambungan dengan berulang-ulang meminum air, artinya hidup yang menuntut persekutuan yang terus menerus dengan Tuhan sebagai sumbernya, sehingga hubungan dengan Tuhan tidak ter-putus.
2 Petrus 2 : 17
2:17 Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.
Guru-guru palsu artinya pengajar-pengajar yang tidak punya hubungan dengan Tuhan.
  • Untuk apa saya berdiri disini, kalau saya tidak punya keintiman dengan Tuhan?
  • Saudara pasti bisa membedakan khotbah dengan urapan dan khotbah tanpa urapan (saya tidak berkata saya sudah hebat, saya masih jauh dari sempurna).
  • Kalau saudara terus menerus intim dengan Tuhan, maka saudara bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak.
  • Seorang pengajar kalau tidak memiliki hubungan dengan Tuhan, pasti mata airnya akan kering juga.
Hari-hari ini banyak pengajar-pengajar yang duniawi. Banyak orang-orang Kristen yang sangat duniawi hari-hari ini.
  • Meskipun saudara berbicara firman, penginjilan kemana-mana, tapi kalau saudara duniawi, tetap saja mata airnya kering.
  • Mau berbicara 1000 firman, kalau saudara tidak punya hubungan dengan Tuhan dan tidak punya keintiman, tetap saja mata air saudara kering.
Saudara harus terus menerus terkoneksi dengan Sumber Air, dekat dengan Mata Air, persekutuan yang terus menerus, artinya saudara memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.
  • Pada titik inilah saudara tidak bisa dipisahkan lagi dengan Tuhan.
  • Dan saat inilah saudara melerai keinginan-keinginan daging saudara.
  • Melerai semua dosamu, sampai saudara menjadikan Tuhan yang ter-utama dalam hidup.
Pertanyaannya :
  • Berapa banyak orang Kristen hari-hari ini yang menjadikan Tuhan paling utama dalam hidupnya?
  • Tuhan mengatakan, “sangat langka jumlah orang percaya yang men-jadikan Tuhan yang terutama dalam hidupnya”
Orang percaya yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan langka sekali, padahal Tuhan mencari yang seperti ini.
Yohanes 4 : 16-18
4:16 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”
Yesus berkata : “panggillah suamimu dan datang ke sini.”
4:17 Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”
Artinya, Yesus menusuk langsung ke pusat masalah, langsung ke hati nurani kita.
  • Hari-hari ini ketika ada “khotbah yang keras”, dikatakan khotbah pendeta itu menghakimi.
  • Tuhan tidak berkata dengan kata-kata “halus mulus dan memukau”, misalnya dengan alunan suara, “kamu berjinah, ya?”
  • Tapi Tuhan berkata dengan tegas, “mana suamimu?”, “ya benar, kamu tidak punya suami.” “kamu hanya “kumpul kebo”, tidak ada yang dinikahi.”
  • Kamu tidak puas dengan yang satu, lalu kamu pindah ke yang kedua, pindah lagi ke yang ke-3, tidak puas lagi lalu kamu pindah ke yang ke empat, dan seterusnya terus pindah dan pindah tidak pernah puas.
Sampai kapanpun, kalau saudara masih duniawi, maka saudara tidak akan pernah puas dengan apa yang saudara miliki.
Katakan pada diri saudara sendiri “kalau saya masih duniawi, berarti saya tidak pernah puas dengan yang saya miliki”.
  • Kata-kata yang saudara ucapkan tersebut diatas sepertinya ringan, tapi sebenarnya tajam.
  • Saudara harus berubah, kalau tidak berubah maka saudara tidak akan bisa menjadi penyembah yang benar.
  • Mau sehebat apapun menyembah Tuhan, tapi kalau masih duniawi, itu belum benar.
Tuhan langsung menusuk ke pusat masalah, bahwa perempuan Samaria itu tidak pernah puas dengan “suami-suaminya” yang pernah ada disisinya.
  • Tidak peduli berapa banyak air yang diminum, tetap akan haus juga.
  • Saudara tidak bisa melerai semua kebutuhan batiniah saudara, dengan cara melakukan dosa demi dosa.
Banyak orang yang sedang stress dia atasi dengan pergi makan-makan, gesek credit card, akhiranya akhir bulan bertambah stress karena tagihan datang.
  • Banyak orang melerai stresnya dengan makan-makan.
  • Banyak orang melerai stresnya dengan menonton film.
  • Apakah stressnya akan hilang ? Tidak.
  • Tapi mengapa masih seperti itu?
  • Saudara stress lalu pergi tamasya atau piknik, tapi pulang-pulang juga stress lagi karena cucian banyak.
Bagaimana caranya kita mencukupi kebutuhan hidup kita dengan apa yang kita miliki hari ini?
  • Caranya adalah hanya dengan menjadikan Tuhan segala-galanya dalam hidup saudara, maka saudarapun akan dijadikan segala-galanya oleh Tuhan.
  • Tuhan tidak akan mengijinkan suatu masalah apapun yang melebihi kekuatanmu untuk menanggungnya.
  • Saudara tidak akan haus lagi sampai selama-lamanya.
Pengkhotbah 5 : 9-19
5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.
5:10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?
5:11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
5:12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
5:13 Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatu pun padanya untuk anaknya.
5:14 Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatu pun yang dapat dibawa dalam tangannya.
5:15 Ini pun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikian pun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?
5:16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.
5:17 Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.
5:18 Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya — juga itu pun karunia Allah.
5:19 Tidak sering ia mengingat umurnya, karena Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya.
Dan ditutup dengan Pengkhotbah 12 : 12-14 (saudara baca sendiri di rumah)
Pengkhotbah 12 : 12-14
12:12 Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan.
12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.
12:14 Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.
Pengkhotbah berkata, “semua sia-sia”.
Aku telah ber-experimen dengan segala macam.
Aku punya kekayaan dan aku ber-experimen dengan kekayaanku, tapi aku tidak puas, semua sia-sia.
Aku punya 1000 wanita di sekitarku dan aku berexperimen dengan sex, tapi aku tidak puas.
Akhirnya kepuasannya ada di Pengkhotbah 12 : 13, yaitu takutlah akan Tuhan, itulah kepuasannya.
  • Salomo ber-experimen dengan segala hal.
  • Salomo berexperimen dengan keuangan, dengan jabatan, dengan kehor-matan, dengan sex dan segala macam.
  • Tapi dia tidak pernah puas, semua sia-sia.
  • Ujungnya barulah dia dapat jawabannya, kepuasan itu dia peroleh dengan takut akan Tuhan. Disitulah kepuasannya.
Sekarang saudara sudah tahu, apakah masih mau ber-experimen lagi?
Jangan ber-experimen lagi, solusinya sudah jelas yaitu “takutlah akan Tuhan.
II. MENGONTAK ALLAH
Mengontak Allah saling berkaitan dengan melerai dosa.
Kita dapat melerai dosa dengan mengontak Allah, menjadi satu dengan Tuhan, minum dari Air Hidup Tuhan.
Yohanes 4 : 23-24
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Tuhan menghendaki penyembah yang benar.
Apakah yang dimaksud dengan penyembahan?
  • Penyembahan adalah buah dari pujian.
  • Pujian dan penyembahan bukan tentang “fast beat” atau “slow beat”.
  • Pemahaman atau penilaian seperti itu salah fatal.
  • Pujian adalah saudara memuji Tuhan karena keagungan Tuhan, karena kebaikan Tuhan, keelokan, kemahsyuran Tuhan dan segalanya.
  • Begitu kita memuji-muji Tuhan, barulah kita bisa menyembah Dia.
Orang yang tidak bisa atau tidak mau menyembah Tuhan adalah orang yang tidak mengakui Tuhan itu baik.
Bila saudara datang ke sini dalam keadaan kusut dan saudara menyembah Tuhan. Apakah saudara termasuk penyembah yang benar?  Bukan!
Yang harus saudara lakukan sebelum menyembah adalah saudara bereskan dulu masalah saudara di luar dan mengakui kalau Tuhan itu baik.
Misalnya saudara lagi butuh uang, saudara tidak menganggap Tuhan itu baik karena keinginan saudara tidak terpenuhi.
  • Tuhan saya butuhkan sekali uang hari ini, tapi Tuhan tidak berikan.
  • Orang lain Engkau berikan, tapi kenapa aku tidak?
  • Tuhan, mengapa orang lain sembuh, tapi saya tidak?
Ini berarti, saudara tidak mengakui kalau Tuhan itu baik.
  • Orang yang tidak bisa atau tidak mau mengakui kebaikan Tuhan, sudah pasti tidak akan pernah bisa memuji Tuhan.
  • Orang yang tidak bisa memuji Tuhan, adalah orang yang tidak bisa me-nyembah Tuhan, sampai kapanpun tidak bisa menyembah Tuhan.
Jadi, kalau Worship Leader naik ke mimbar dan membawa-bawa masalah pribadinya, maka akan membawa beban bagi jemaat.
Bahkan siapapun yang naik di mimbar, siapapun yang melayani disini, entah dia Pendoa Syafaat, Singer atau Pemain music, atau Pendoa lainnya, kalau ada beban, bereskan dahulu di luar.
  • Kalau saudara melayani hari ini, maka saudara harus membereskan diri di luar, barulah saudara masuk ruang ibadah.
  • Barulah saudara bisa memuji Tuhan dan puncaknya ketika saudara bisa menyembah Tuhan dan Tuhan mencari penyembah yang benar.
Siapakah penyembah yang benar?
  • Penyembah yang benar adalah yang menjadikan Tuhan satu-satunya kebutuhan hidupnya.
Apakah saudara sudah menjadi penyembah yang benar?
  • Kita masih seringkali diatur oleh situasi dan kondisi.
  • Perasaan kita, kejiwaan kita masih ikut main pada waktu kita menyem-bah Tuhan.
Yohanes 4:24
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Allah itu Roh (Roh huruf besar), menyembah Dia (Dia huruf besar), harus menyembah-Nya dalam roh (roh huruf kecil) dan kebenaran.
Jadi cara mengontak Allah harus roh dengan Roh.
Tidak bermain di jiwa, tapi roh harus menyatu dengan Roh.
Bagaimana caranya Roh menyatu dengan roh?
Caranya :
  • Dengan menjadikan Tuhan satu-satunya dalam hidupmu.
  • Barulah kemudian saudara bisa berkata, “akulah the true worshipper” atau akulah sang penyembah yang benar”.
Kalau saudara belum sampai ke tingkat ini, maka saudara belum menjadi penyembah yang benar.
Yohanes 4 : 20-22
4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.
Yerusalem adalah tempat orang menyembah
4:21 Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
Bukan di gunung ini (gunung Gerisim), bukan juga di Yerusalem didalam bait Allah.
4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi
Yesus berkata, “saat ini kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, tapi kami menyembah apa yang kami kenal”.
Siapakah yang perempuan Samaria itu kenal? Mesias, Keselamatan.
  • Keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
  • Aku menyembah Mesias.
Siapakah Mesias itu?
  • Mesias adalah Yesus yang berada di sebelahnya, yang sedang memper-kenalkan diri kepadanya.
Oleh sebab itu untuk melerai dosa, hanyalah dengan cara :
  • Meminum Air Hidup itu terus menerus, membangun hubungan terus menerus dengan Tuhan.
  • Membangun keintiman terus menerus dengan Tuhan, sampai men-jadikan Tuhan satu-satunya dalam hidupmu.
  • Setelah saudara menjadikan Tuhan satu-satunya dalam hidupmu, barulah saudara dapat berkata, “Tuhan baik dalam segala hal” dan saudara adalah penyembah yang benar.
Kita belum menjadi penyembah yang benar, karena penyembahan kita masih tergantung dengan situasi dan kondisi kehidupan kita.
  • Kalau penyembahan kita masih tergantung dengan situasi dan kondisi atau suasana hati kita, berarti kita belum menjadi penyembah yang benar.
  • Meskipun ada hujan badai, meskipun ada uang ataupun tidak ada uang, saudara tetap bisa berkata, “Tuhan baik dalam segala hal.”
  • Itulah penyembah yang benar.
Pujian adalah sanjungan karena keelokan dan kebaikan Tuhan, penghargaan terhadap sifat Tuhan, menyatakan Tuhan yang terutama, yang terbaik, kekaguman atas sesuatu.
  • Saya memuji si A karena dia baik.
  • Kalau si A itu Tuhan, maka saya sembah si A, tapi karena dia bukan Tuhan maka tidak saya sembah.
Kalau si A itu Tuhan, maka dia saya sembah, karena dia tidak pernah menyakiti saya.
  • Apakah saudara tahu bahwa Tuhan tidak pernah menyakiti saudara?
  • Apakah saudara tahu Tuhan selalu baik untuk saudara?
Ada uang atau tidak ada uang, sehat atau tidak sehat, Tuhan tetap baik.
  • Kalau Tuhan tetap baik, sudah seharusnya saudara akan terus memuji Tuhan.
  • Sudah seharusnya saudara akan terus menyembah Tuhan.
  • Tidak bergantung pada situasi dan kondisi atau suasana hati saudara.
  • Inilah yang akan menjadikan saudara “the true worshipper”.
Yang penting setelah saudara pulang dari tempat ini, saudara sungguh-sungguh menjadi penyembah yang benar.
Saya yakin begitu kita tutup Alkitab dan kita menyembah Tuhan, maka penyembahan kita akan berbeda, karena kita yakin Tuhan baik dalam segala hal.
  • Tuhan mau kasih kita keadaan apapun, Tuhan tetap baik.
  • Tuhan mau pacu saya atau Tuhan mau rem saya, Tuhan tetap baik.
  • Tuhan mau lempar saya ke kiri atau ke kanan, Tuhan tetap baik.
  • Tuhan mau kasih saya pekerjaan ataupun Tuhan belum kasih saya pekerjaan, Tuhan tetap baik.
  • Tuhan mau kasih saya uang atau Tuhan belum kasih saya uang, Tuhan tetap baik dalam segala hal.
Apapun yang terjadi dalam hidupmu, Tuhan tetap baik.
Kalau saudara bisa sampai ke tingkat ini, maka saudara bisa menyembah Tuhan dengan bebas dan disinilah saatnya saudara menjadi “the true worshipper”.
Saya berharap setelah ini, penyembahan kita berbeda, bukan lagi bergantung pada situasi dan kondisi.
  • Tertutama untuk “worshipleader dan singer” tidak lagi bergantung pada situasi dan kondisi hidup sehari-hari.
  • Jadi kalau nama saudara ada di jadwal menjadi worshipleader, singer ataupun pemusik, saat mau naik mimbar harus bereskan dahulu hatimu, jangan membawa sampah daging kedalam.
  • Karena bila saudara membawa sampah daging ke dalam ruangan, saudara bisa saja terlihat menyembah sampai menangis, pemain music juga menangis, singer menangis. Akhirnya bertangis-tangisan bahkan bisa-bisa meraung semuanya.
  • Ini berarti “jiwamu sakit” karena masalah yang saudara tangisi, bukan kebaikan Tuhan, bukan cinta kasih Tuhan, tapi menangisi kondisi hidupmu yang merana.
  • Akibatnya saudara hanya akan terlihat menjadi orang yang aneh, dan sudah pasti akan membawa beban bagi jemaat.
  • Kelihatannya berbahasa Roh, tapi belum tentu dari Tuhan.
Sebenarnya ketika saudara bersentuhan dengan Tuhan, maka saudara langsung bisa merasakan ada sesuatu yang aneh dengan penyembahan tersebut.
Saya pernah beberapa kali masuk kesatu Gereja, ketika itu sedang berlangsung penyembahan, saya merasakan ada sesuatu yang aneh.
Saya hanya tertegun penuh tanda tanya, kenapa begini, kenapa begitu, karena yang ditampilkan hanyalah “entertainment”nya saja, bukan hatinya yang untuk Tuhan.
Ini berbahaya sekali kalau dipraktekkan didalam Gereja, karena akhirnya jemaat hanya mencari dan menonton “entertainment”, hiburan duniawi saja, bukan mencari hati seorang penyembah yang benar dan bukan rindu untuk menjadi penyembah yang benar.
Jadi, kalau saudara mau mengontak Tuhan :
  • Maka saudara harus meminum Air Hidup (Tuhan) dahulu, barulah saudara dapat mengontak Dia.
  • Saudara harus mengontak Tuhan secara berkesinambungan, sampai saudara benar-benar mengenal Tuhan.
Begitu saudara mengenal Tuhan, maka saudara baru bisa berkata, “Tuhan itu baik dalam segala hal”.
Ketika saudara berkata, Tuhan baik dalam segala hal”, maka barulah saudara bisa menjadi penyembah yang benar.
Ketika saudara mengontak Tuhan, berarti saudara menjadikan Tuhan segala-galanya bagi saudara dan dosa-dosa dalam saudara bisa saudara lerai semuanya dengan mencari Tuhan.
III. PERCAYA DAN BERSAKSI
Yohanes 4 : 25-28
4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”
Dia sudah mulai percaya.
4:26 Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.
4:27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun yang berkata: “Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?”
4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
Orang yang bersentuhan langsung dengan Tuhan, akan mengalami Tuhan secara pribadi, dia pasti akan meninggalkan segala-galanya dan menjadi saksi Tuhan kemanapun dia pergi.
Buktinya, perempuan Samaria itu meninggalkan tempayan yang dia pakai untuk mengambil air, dia pergi ke kota dan dia bercerita kepada semua orang, lalu membawa teman-temannya datang ke Yesus, dia jadi saksi Tuhan.
Permasalahannya :
  • Apakah saudara benar-benar sudah menjadi saksi Tuhan?
  • Apakah saudara benar-benar sudah menjadi penyembah yang benar?
  • Apakah saudara benar-benar sudah menyadari kalau Tuhan baik dalam segala hal sehingga Dia itu layak dipuji dan layak disembah?
Kalau kita belum sampai ke tingkat ini, ayo kita perbaiki pujian dan penyembahan kita selagi masih ada waktu tersisa, dalam penantian kita akan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus menjemput mempelai-Nya.
Yohanes 4 : 29-30
4:29 “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?
Perempuan Samaria itu bersaksi kepada banyak orang, kepada teman-temannya, ayo datang kepada-Nya karena Dia tahu segala sesuatu dan Dia adalah Yesus Kristus yang diurapi sebagai Mesias.
4:30 Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
Orang yang dijamah Tuhan, minum air Tuhan, mereka pasti akan berbuah dan buahnya bisa dirasakan oleh banyak orang.
Permasalahannya:
Apakah saudara sudah berbuah?
Yohanes 4:31-32
4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: “Rabi, makanlah.”
4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”
Kepuasan manusia akan diperolehnya ketika dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, dan ketika dia menjadikan Tuhan segala-galanya dalam hidupnya.
Sedangkan kepuasan Yesus, adalah ketika Dia melakukan kehendak Bapa-Nya.
  • Apakah saudara sudah puas beribadah?
  • Apakah saudara sudah puas melayani Tuhan?
  • Apakah saudara sudah puas melakukan sesuatu untuk Tuhan?
Kita harus mawas diri, karena kita masih jauh dari kebenaran.
  • Inilah yang harus kita perbaiki, karena Gereja adalah “bengkel rohani”, bukan “showroom.”
  • Kalau Gereja itu “showroom”, maka akan banyak orang yang “show off” di sini, dan itu tidak benar dan aneh.
  • Janganlah saudara ikut-ikutan “show kekudusan”, saudara menganggap bahwa saudara orang paling kudus, orang paling hebat dan fasih ber-bahasa roh, sampai-sampai ketika mau beli Capucino pakai bahasa roh.
Gereja itu bengkel rohani, tempat kita semua memperbaiki diri kita terus menerus setiap hari.
Kita membangun keintiman dengan Tuhan dan menjadikan Tuhan satu-satunya dalam hidup kita.
Begitu kita menjadikan Tuhan satu-satunya dalam hidup kita :
  • Barulah kita bisa berkata, “sebab Tuhan itu baik, bahwasanya untuk selamanya kasih setia-Nya”
  • Dan tidak bisa tidak, saudara akan selalu menyembah Tuhan.
Kepuasan Tuhan Yesus, adalah ketika Dia melakukan kehendak Bapa-Nya.
  • Berapa banyak dari kita yang telah melakukan kehendak Bapa di Sorga?
  • Berapa banyak dari kita telah melerai dosa-dosa kita?
  • Berapa banyak dari kita yang telah menjadikan Tuhan satu-satunya dalam hidup kita?
  • Berapa banyak dari kita yang telah menjadikan Tuhan sebagai pusat penyembahan kita?
Berapa banyak dari kita sudah menjadi penyembah yang benar?
Pujian atau penyembahan bukan perkara “fast beat”, atau “slow beat” tapi soal “hati kita” yang menjadikan kita sebagai satu-satunya tujuan hidup kita.
Dan tujuan hidup kita yang utama adalah “hidup kekal bersama Bapa di Sorga” dalam kehidupan yang akan datang.
Amin.
Beri kemuliaan bagi Tuhan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI

 

GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Warta 29 April 2018-MELAYANI DALAM KEBENARAN

WhatsApp Image 2018-05-04 at 14.47.24

MELAYANI DALAM KEBENARAN

            Ego manusia berpusat pada diri sendiri begitu pula pemuasannya. Mulai dari keinginan, kenikmatan, rasa memiliki sampai dengan kebutuhan dihargai semua tidak lain buah dari ego. Jika ego terus dipelihara bahkan dibawa sampai kedalam ranah pelayanan, bukan tidak mungkin kita akan terus berbenturan dan rekan sekerja atau bahkan dengan Tuhan sendiri.

Bagaimanapun juga pelayanan adalah salah satu wujud mematikan ego yaitu bagaimana orang lain terlepas dan bebas dari beban bukan memberi beban. Pelayanan berpusat pada pihak lain yang notabene bertentangan dengan ego yang berpusat pada diri sendiri. Jika pelayanan diselipkan ego, bukan tidak mungkin pelayanan menjadi ajang untuk mencari jati diri dan tempat bersaing. Jika pelayanan diselipkan ego maka pelayanan akan menjadi komoditi pribadi (yaitu bagaimana saya dipusakan bukan Tuhan yang dipuaskan). Jika pelayanan diusahakan untuk dilihat orang maka upahnyapun akan terlihat (upah dibumi). Tapi jika pelayanan tidak terlihat upahnyapun tidak terlihat yaitu upah disorga.

Tuhan mengajar umatnya dalam kotbah dibukit bagaimana melayani Dia, yaitu dalam hal berdoa jangan mengusahakan dilihat dan mendapat penghargaan dari manusia (Matius 6:5-8). Dalam hal memberi, bahkan satu tubuh dengan kitapun tidak boleh tahu (Matius 6:1-4). Dan dalam hal berpuasa, harus mencuci muka agar sama sekali orang lain tidak mengetahuinya (Matius 6:16-18). Jika saudara telaah perkataan Yesus ini, saudara akan menemukan benang merah yaitu pematian ego semata demi terlaksananya kehendak Allah dalam suatu pelayanan.

Apa jadinya jika ego masuk dalam pelayanan? Yang paling dasar pelayanan akan menjadi pelayanan aku bukan lagi pelayanan Nya. Aku bukan lagi menjadi hamba tapi bisa berubah menjadi tuan yang selalu minta dihormati, dihargai dan juga disanjung. Semua jadi karena Aku bukan karena anugrahNya. Aku akan menjadi central pelayanan tanpa disadari. Tanpa aku semua tidak jalan dan tanpa aku semua jadi sia-sia belaka.

             Hal berikutnya yang akan terjadi yaitu rasa memiliki yang tinggi. Orang ini merasa jemaat adalah miliknya bukan milik Tuhan. Mereka bertumbuh karena aku oleh sebab itu mereka milikku, dan pelayanan ini miliku. Jika demikian dimana posisi Tuhan?

            Hal ketiga yang akan terjadi yaitu membatasi kasih hanya pada orang yang sejalan. Orang ini akan membangun banyak “penjilat rohani” bukan membangkitkan para pencari Tuhan. Siapapun yang bisa sejalan akau beri tapi yang tidak ya carilah sendiri. hal ini juga menyebabkan bangkitnya kubu-kubu didalam Gereja, yaitu yang berpihak dan yang hanya sekedar hadirin saja.

 

29 April 2018-PEREMPUAN SAMARIA DAN KEBUTUHAN ( 9 KEB POKOK KE-2 )

NIKODEMUS-KEBUTUHAN SEORANG YANG BERPENDIDIKAN – 22 APRIL 2018

n.png

Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah……… sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”.(Yohanes 3:3,5).
KHOTBAH PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION
IBADAH RAYA, MINGGU 22 APRIL 2018
 SHALOM !
Kita akan membahas firman Tuhan dalam Injil Yohanes 3 : 1-30
  • Yohanes 3 : 1-13 berbicara mengenai lahir baru.
  • Yohanes 3 : 14-21 berbicara mengenai racun ular yang harus ditumpas.
  • Yohanes 3 : 22-30 berbicara mengenai mempelai Kristus.
Tuhan merindukan supaya saudara dan saya bukan hanya sekedar selamat, tapi kembali menjadi ciptaan Tuhan yang semula, yaitu segambar dan serupa dengan Allah. Atau dengan kata lain, kodrat Allah didalam kita harus pulih, supaya saudara dan saya benar-benar bisa menjadi mempelai Kristus.
Yohanes 3 : 1-21 adalah percakapan antara Yesus dan Nikodemus.
Nikodemus adalah orang yang sangat berpendidikan dan sangat disegani.
Yohanes 3 : 1
3:1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
Siapakah Nikodemus?
  • Nikodemus adalah seorang Farisi, yaitu orang yang sangat mementingkan moralitas dan kebajikan.
  • Jadi Nikodemus adalah orang yang taat melakukan hukum Taurat, serta orang yang bermoralitas tinggi dan sangat mementingkan kebajikan.
  • Nikodemus adalah seorang pemimpin agama Yahudi, bukan orang biasa, dia punya kedudukan dan dia ternama.
  • Nikodemus adalah seorang guru dan pengajar Yahudi yang disegani.
Yohanes 3 : 10
3:10 Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
Nikodemus adalah seorang pengajar Israel.
  • Jadi Nikodemus adalah seorang guru dan pengajar.
  • Dia adalah seorang yang sudah berumur, bukan orang yang masih muda.
  • Orang berumur seperti Nikodemus adalah orang yang patut dihormati.
Yohanes 3 : 4
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”
Nikodemus merasa sudah tua, bagaimana mungkin bisa dilahirkan kembali?
Jadi Nikodemus adalah orang yang sudah berumur. Tapi luar biasanya, Nikodemus lebih dari kebanyakan orang-orang Kristen hari-hari ini.
Orang Kristen hari-hari ini selalu merasa dirinya sudah tahu akan firman, sudah cukup menerima anugerah dari Tuhan, bahkan sudah puas melakukan kebaikan.
Nikodemus berkata, “aku sudah berbuat baik, aku bermoral tinggi, aku sudah melakukan semua hukum Allah, tapi bagaimana caranya aku bisa mendapatkan sesuatu yang lebih”.
Banyak orang Kristen hari-hari ini diberi kesempatan mendapatkan anugerah dari Tuhan, tapi permasalahannya mereka merasa sudah cukup.
  • Saudara sudah merasa cukup dengan pergi ke gereja.
  • Saudara merasa sudah cukup dengan memberikan perpuluhan.
  • Saudara sudah merasa cukup dengan percaya kepada Tuhan Yesus.
  • Saudara merasa sudah cukup dengan berdoa setiap hari.
  • Saudara merasa sudah cukup dengan membaca firman.
Tapi saudara tidak memahami, ternyata Tuhan mengharapkan lebih dari apa yang saudara alami hari-hari ini.
Tuhan mau saudara sampai ke tingkat sempurna, bukan sekedar selamat.
Ada tiga langkah/tahapan yang dibutuhkan orang berpendidikan :
  1. Lahir Baru.
  2. Mengeluarkan Racun Dosa.
  3. Menjadi Mempelai Kristus.
Inilah 3 langkah yang dibutuhkan orang berpendidikan. Nikodemus orang ber-pendidikan, dia tahu Taurat, dia tahu kehendak Tuhan, tapi dia mau yang lebih.
LANGKAH-LANGKAH UNTUK MASUK KE DALAM KERAJAAN ALLAH :
I. LAHIR BARU
Untuk masuk kedalam Kerajaan Allah saudara tidak bisa pakai pola pikir saudara, saudara tidak bisa memakai otak saudara bahkan saudara tidak bisa memakai kemampuan nalar saudara.
Untuk masuk kedalam Kerajaan-Nya, Tuhan rindu saudara mengalami trans-formasi, mengalami perubahan sampai saudara menampilkan wujud Kristus.
Kalau kita berbicara mengenai 9 kebutuhan pokok dari orang percaya, inilah kebutuhan yang pertama yaitu :
  • Kebutuhan orang yang berpendidikan tinggi, orang yang punya penge-tahuan, orang yang punya skill,
  • Ternyata tidak membawa saudara sampai mengenal Tuhan dalam artian yang sebenarnya, tapi hanya membawa saudara berjumpa dengan Tuhan, tapi tidak menyatu dengan Tuhan.
Yohanes 3 : 2
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Tanda-tanda yang hanya dilakukan oleh Mesias. Tapi Nikodemus tidak mengakui Yesus sebagai Mesias, dan hanya mengakui Yesus sebagai Guru yang diutus oleh Allah. Inilah kesalahan paling fatal dari seorang Nikodemus.
Dia datang malam-malam menemui Yesus, karena dia takut diketahui oleh orang-orang Farisi lainnya, karena dia pasti akan dicemooh.
Yohanes 9 : 22
9:22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.
Jadi setiap orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias, pasti dikucilkan.
Oleh sebab itu Nikodemus datang menemui Yesus pada malam hari, supaya tidak diketahui oleh orang lain, karena takut dikucilkan oleh orang-orang Yahudi.
Nikodemus pakai otaknya, karena takut ketahuan dan akibatnya dikucilkan.
Nikodemus ingin maju dan bertumbuh, tapi pakai pola pikirnya sendiri.
Saudara tidak bisa maju dan bertumbuh jika mengandalkan pikiran sendiri.
  • Jika saudara mau maju, maka saudara harus “menghidupkan Tuhan” didalam saudara.
  • Jika saudara mau “mengenal Dia” maka saudara harus masuk didalam Dia.
  • Jika Dia sudah ada di dalam saudara, maka saudara berkenalan dengan Dia dan saudara harus mengikuti apa maunya Dia.
Nikodemus memanggil Yesus sebagai Rabi dan Guru, hal ini menandakan Nikodemus itu sebagai seorang pengajar.
Nikodemus butuh pengajaran yang lebih baik, agar menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Yohanes 3 : 2
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Rabi kami tahu bahwa Engkau adalah seorang Guru yang diutus Allah, artinya Nikodemus minta diajarkan supaya bisa manusia yang lebih baik.
Yang utama dibutuhkan oleh manusia bukanlah pengajaran, tapi yang utama dibutuhkan manusia adalah “Allah didalam saudara”, begitu Allah didalam saudara barulah Allah dipelihara didalam saudara melalui pengajaran.
  • Nikodemus berkata aku butuh pengajar, supaya bisa lebih baik, tapi Tuhan berkata kamu tidak butuh pengajaran, tapi kamu harus “lahir baru”.
  • Inilah kesalahan Nikodemus, dia berpikir bahwa dia butuh Guru, butuh pengajaran, dia butuh mengasah otaknya untuk menjadi manusia yang lebih baik, tapi Tuhan tidak mau hal itu.
  • Yang Tuhan mau, Nikodemus dilahirkan kembali terlebih dahulu.
Banyak orang Kristen sekarang sudah dilahirkan kembali, tapi tidak peduli dengan kesehariannya.
  • Mereka merasa sudah cukup beribadah ke gereja, sudah cukup berdoa saja, merasa sudah cukup dengan baca firman saja.
  • Tapi mereka tidak pernah merenungkan firman itu siang dan malam.
  • Mereka tidak pernah menghidupkan firman itu di dalam dirinya.
Inilah permasalahan fatal dari kekristenan hari-hari ini.
Sebenarnya saudara tidak akan pernah bisa cukup, hanya berjumpa dengan Tuhan karena saudara harus gali firman-Nya lebih lagi dan lebih lagi, karena Tuhan berkata berbahagialah orang yang haus dan lapar akan firman Tuhan.
Permasalahannya :
  • Apakah kita punya hati yang haus dan lapar akan Dia?
  • Apakah kita mau terus mendengarkan suara-Nya?
  • Apakah kita mau terus merenungkan firman-Nya, sehingga otak kita dipenuhi dengan kebenaran demi kebenaran?
Nikodemus datang ke Tuhan dan berkata : “Guru, aku butuh pengajaran supaya aku bisa lebih baik”.
  • Tapi Tuhan berbeda sudut pandang dengan Nikodemus.
  • Nikodemus menganggap yang pertama-tama harus dilakukan supaya bisa lebih baik, adalah pengajaran, tapi sebenarnya yang pertama kali dibutuh-kan adalah menghadirkan hayat Allah didalam diri seseorang.
Pengajaran itu berhubungan dengan kelakuan.
  • Dilahirkan kembali, berhubungan dengan kehidupan atau hayat Allah.
  • Setelah saudara lahir baru, barulah saudara butuh pengajaran.
  • Saudara memang rindu untuk maju dan saudara butuh pengajaran, tapi sebenarnya saudara harus lahir baru terlebih dahulu, sesudah itu barulah saudara mendapat pengajaran.
Matius 28 : 19
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Perintah Agung Tuhan, pertama dibaptis dahulu, barulah diajarkan.
  • Baptisan adalah “kesadaran kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan”, untuk dipimpin oleh Tuhan.
  • Jadi tidak sembarangan saudara dicelup dalam air, lalu selesai begitu saja.
  • Baptisan tanpa pertobatan sungguh-sungguh, hanya membuat saudara basah, tapi tidak menjadikan saudara murid Kristus.
Baptisan harus disertai dengan penyerahan diri total kepada Allah, barulah saudara berkata : “Tuhan, saya serahkan hidup saya sepenuhnya mulai hari ini, menjadi milik-Mu”
  • Jika saudara dibaptis, berarti saudara bersedia berjalan didalam kehendak Roh.
  • Baptisan janganlah karena ikut-ikutan, tapi baptisan yang benar harus ada penyerahan diri total dan menyeluruh kepada Tuhan.
  • Tuhan menegur Nikodemus, “engkau tidak butuh pengajaran, tapi yang engkau butuhkan adalah dilahirkan kembali”.
Kelahiran yang dimaksud adalah “Aku (Tuhan) harus lahir di dalam kamu”, dan setelah Aku lahir didalam kamu, barulah kamu akan mengerti siapa Aku.
Yohanes 3 : 3
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Saya ibaratkan seperti pohon.
Ada pohon mangga buahnya asam, bagaimana caranya membuat buah mangga itu menjadi manis?
  • Kalau kita buang daun-daunnya dan semua hamanya kita singkirkan, buahnya akan tetap asam.
  • Semakin kita bersihkan daunnya, maka akan bertambah buah yang asam.
  • Kita tidak bisa membersihkan dosa dari luarnya saja, tapi jika saudara mau membersihkan dosa, maka harus mulai dari dalam.
  • Ini yang disebut “inside out” (dari dalam keluar), bukan dari luar kedalam.
  • Kalau dalamnya kotor, maka dalamnya harus dibersihkan terlebih dahulu, barulah bisa keluar jadi baik.
Jadi supaya buah pohon mangga itu manis harus diberi pupuk, dicangkok dengan dahan yang baru, maka akan tumbuh akar baru, daun baru dan buah yang baru dan barulah menghasilkan buah yang manis.
  • Saat dimasukkan pupuk dan obat-obatan yang lain, itu sangat menyakitkan tapi demi buah yang manis, maka harus dilakukan.
  • Kalau saudara hanya membersihkan pohon dan daunnya saja, tidak mung-kin akan menghasilkan buah yang manis, tapi hanya akan menghasilkan buah yang asam.
Jadi, mulailah dengan “membersihkan dari dalam”, maka akan keluar buah-buah yang manis.  Inilah yang Tuhan mau.
Seharusnya bukan dimulai dari pengajaran, tapi harus dimulai dengan menghidupkan “hayat Kristus” di dalam saudara.
  • Nikodemus seperti kebanyakan orang Kristen hari-hari ini.
  • Walaupun dia belum mengenal Kristus, tapi dia adalah orang yang ingin selalu memperbaiki diri.
  • Tapi pemikiran dia salah, dia berpikir melalui pengajaran saja dia akan mendapatkan kebaikan demi kebaikan, dan dia bisa menjadi orang yang baik dan berkenan kepada Tuhan.
Ingat! Tuhan tidak butuh orang yang sekedar baik, tapi Tuhan butuh orang yang “segambar dan serupa dengan Dia”.
Kalau hanya mau menjadi sekedar baik, maka iblis tidak akan menghalangi saudara pergi ke gereja, karena orang baik belum tentu benar.
  • Tuhan mau menjadikan saudara orang yang sempurna yaitu baik dan benar.
  • Kalau saudara mau dijadikan sempurna, barulah saudara dijegal oleh iblis, saudara akan terus dihalangi untuk maju.
  • Tapi ingat, saudara tidak bisa memperbaiki diri dengan pikiran sendiri.
  • Caranya memperbaiki diri saudara, hanya dengan satu cara, yaitu mem-perbaiki dirimu dengan “hidup didalam Kristus”.
Pertanyaannya :
Apakah Kristus sudah ada didalam saudara?
Apakah Kristus sudah hidup didalam saudara?
Inilah permasalahannya :
  • Kristus memang sudah ada didalam kita, tapi belum tentu Dia sudah hidup didalam kita.
  • Banyak orang mau meniru gaya hidup Kristus.
  • Untuk bisa meniru gaya hidup Kristus, maka “harus ada Kristus terlebih dahulu didalam saudara”.
  • Kalau Kristus tidak ada hidup didalam saudara, maka saudara akan capek meniru gaya hidup Kristus.
Pada akhirnya saudara akan menjadi orang Kristen yang munafik :
  • Di gereja saudara baik, saudara rajin berdoa, bahkan rajin pelayanan.
  • Tapi di luar sana, saudara menghancurkan orang lain, tembak sana tembak sini, menuding sana menuding sini.
Semua akan terbongkar-bangkir kalau saudara tidak menghidupkan Kristus didalam saudara. Saudara tidak akan bisa meniru gaya hidup Kristus, kalau Kristus tidak ada di dalam saudara.
Saya yakin semua yang ada disini sudah dibaptis dengan baptisan Yohanes.
  • Kalau saudara sudah dibaptis, berarti sudah ada Kristus didalam saudara, tapi permasalahannya apakah Kristus hidup didalam saudara?
  • Ingat, “nature” manusia sudah berdosa.
Ada sekolah Alkitab, tapi apakah ada sekolah dosa untuk belajar bikin dosa?
Anak kecil tidak usah diajarkan untuk berbohong, karena dia sudah bisa berbohong dengan sendirinya, karena “nature”-nya memang sudah dosa.
  • Inilah yang dimaksud sudah “disuntik racun iblis” dan racun itu harus dikeluarkan.
  • Cara mengeluarkan racunnya, harus ada Kristus terlebih dahulu didalam kita.
  • Kalau Kristus sudah ada di dalam saudara, maka “racun dosa” didalam saudara baru bisa diserap dan di buang.
  • Kalau “racun dosa” itu sudah diserap keluar, maka saudara akan menjadi mempelai Kristus.
Misalnya ada 5 anak itik dan 5 anak ayam, mereka jalan bersama-sama.
  • Begitu melihat danau anak itik langsung turun ke air danau dan berenang, tidak usah diajarkan berenang terlebih dahulu oleh induknya.
  • Tapi anak ayam tidak berani turun ke air danau, karena “nature”-nya ayam memang seperti itu.
Contoh lainnya :
  • Kita mendidik anak, dari kecil kita ajarkan supaya jangan berbohong, jangan mencuri karena berbohong atau mencuri itu dosa.
  • Tapi saat sudah dewasa, mereka tetap bohong dan mencuri juga.
  • Karena itulah racun dosa atau racun iblis (si ular tua di taman Eden) harus dikeluarkan dahulu dari dalam diri kita.
Perbedaan Kerajaan Allah dan Kerajaan Sorga bisa saudara lihat di internet.
  • Saat saudara dibaptis, saudara akan masuk ke Kerajaan Allah.
  • Tapi untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga, saudara harus mengijinkan Yesus memerintah dalam hidup saudara.
Pemerintahan Yesus Kristus dalam hidup saudara inilah yang akan mem-buang semua racun didalam saudara.
  • Yohanes 3 : 1-13 berbicara mengenai lahir baru, inilah Kerajaan Allah.
  • Yohanes 3 : 14-21 berbicara mengenai “racun dosa yang harus ditarik keluar dari dalam kita, inilah Kerajaan Sorga.
  • Yohanes 3 : 22-30 berbicara mengenai mempelai Kristus.
Contoh seekor monyet, meskipun sudah pakai seragam putih merah, tetap saja tidak bisa baca.
Walaupun monyet dibilang makhluk yang paling serupa dengan manusia, tetap saja monyet tidak bisa membaca sampai kapanpun.
Sepintar-pintarnya monyet, tidak akan bisa membaca.
  • Walaupun monyet “serupa dengan manusia”, tetap saja tidak bisa mema-hami hal-hal manusia.
  • Supaya monyet bisa memahami hal-hal manusia, maka “harus ada hayat manusia” di dalam monyet.
Demikian juga dengan manusia, supaya manusia mengerti dan mengenal Allah-nya, maka “harus ada hayat Allah” didalam manusia.
  • Kalau “ada hayat Allah” didalam saudara, maka saudarapun menyerahkan hidup saudara kepada Allah, saudara dibaptis terima Tuhan sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara.
  • Disitulah “hayat Allah masuk kedalam saudara”, maka barulah saudara bisa memahami siapa Allah.
  • Pada saat saudara dilahirkan kembali dari air dan Roh, maka timbullah hayat Allah didalam saudara.
Permasalahannya :
Mungkinkah hayat Allah “ternyata tidak ada” didalam saudara?
Jawabannya : Mungkin sekali. Mengapa?
Karena “hayat Allah tidak akan tumbuh” didalam saudara, jika hayat Allah ini “tidak pernah dipelihara dan diberi makan”.
  • Hayat Allah harus “diberi makan dengan firman” dan “dipelihara dengan cara membangun keintiman dengan Allah”.
  • Jika saudara tidak pernah membangun hubungan dengan Allah, tidak pernah membangun keintiman dengan Allah, tidak pernah membaca firman, maka hayat Allah bisa mati didalam saudara.
Ada pertanyaan kontroversi :
Kalau seseorang sudah percaya Yesus, tapi dalam perjalanan hidupnya, orang itu “hidupnya berengsek”, kemudian sebelum meninggal dia berseru kepada Tuhan Yesus, apakah orang ini diselamatkan?
Memang ada firman-Nya berkata, barangsiapa berseru diselamatkan.
Sehubungan dengan hal ini, saya ada satu pengalaman dalam pelayanan.
  • Ada orang sakit. Semasa hidupnya, dia hidup sesukanya, brengsek.
  • Pada waktu sekarat sebelum meninggal dia berseru, “Tuhan Yesus, tolong!”
  • Saat itu saya juga sedang berdoa dan Tuhan Yesus berkata, “Aku telah melepaskan apa yang tadinya milik-Ku”.
Apakah saudara tahu, kapan hak prerogative dilepas oleh Tuhan?
Apakah saudara tahu, ketika saudara “sudah tidak menjadi milik Tuhan lagi?”
  • Pasti saudara tidak akan tahu.
  • Jadi supaya “hak prerogative” dari Tuhan tetap saudara miliki, maka ber-tahanlah untuk selalu hidup kudus.
  • Inilah kenyataannya, bahwa seorang percaya, bisa saja terhilang.
Saya doa pagi-pagi, saya berkata, Tuhan, dia berseru dalam nama-Mu, tapi Tuhan berkata, “Aku telah melepaskan apa yang tadinya milik-Ku”.
  • Kalau Tuhan berbicara seperti itu, pasti tidak salah.
  • Walaupun dia menjerit minta tolong kepada Tuhan, tetap tidak diselamat-kan, karena “Tuhan telah melepaskan dia yang tadinya milik Tuhan”.
  • Apa yang sudah orang itu miliki, dia biarkan terlepas begitu saja.
  • Saat saudara mau mengambil lagi hak saudara, Tuhan berkata “tidak bisa”.
Ada firman-Nya di Ibrani dalam kisah Esau.
Penulis Ibrani berkata “walaupun Esau menangis sedemikian rupa, tapi dia tetap tidak mendapatkan haknya”
  • Esau menangis, “Tuhan, tolong berikan kembali hak saya.”
  • Tuhan berkata, “Tidak bisa, karena kamu sudah menyerahkannya kepada Yakub”
Yang dimaksud disini adalah berhati-hatilah dalam hidupmu.
  • Engkau sudah mendapatkan anugerah dari Tuhan, tapi anugerah itu bisa terlepas dari tanganmu kapan saja tanpa engkau sadari.
  • Jangan jadi takut, tapi berhati-hatilah dalam hidupmu, jangan sesukamu.
Tapaki jalan hidup saudara dengan benar supaya suatu hari saat saudara berjumpa dengan Tuhan dan saudara sungguh-sungguh bertemu dengan Tuhan.
  • Jadi anugerah yang dimaksud adalah Tuhan masih membuka tangan untuk saudara dan saudara masih diberi kesempatan oleh Tuhan.
  • Jadi pakailah kesempatan yang Tuhan beri dengan sungguh-sungguh, jangan asal-asalan dalam hidup ini karena hayat Kristus sudah ada didalam saudara, jangan sampai hayat Kristus ini mati.
Pakailah anugerah yang Tuhan beri dengan benar, hiduplah dengan benar.
  • Jangan sampai saudara tidak membangun hubungan dengan Tuhan.
  • Jangan sampai saudara tidak hidup dalam firman, karena pada akhirnya hanya ada kebinasaan belaka.
  • Salah satu ciri orang yang kehilangan kasih mula-mula adalah dia kembali kepada dosanya yang lama, kembali kepada hidupnya yang lama.
Wahyu 2 : 4-5
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
Aku mencela engkau karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang mula-mula. Dahulu engkau menggebu-gebu didalam-Ku, dahulu engkau mencari Aku, tapi sekarang engkau telah meninggalkan Aku.
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
Kalau kamu kehilangan kasih mula-mula, berarti kamu telah begitu dalam jatuhnya. Tuhan berkata, “Aku akan mengambil terang-Ku daripadamu, Aku akan mengambil diri-Ku daripadamu, Aku akan mundur daripadamu”.
Kalau saudara masih hidup suka-suka dan saudara berpikir masih ada anugerah yang bekerja didalam saudara, tapi sebenarnya saudara tidak akan pernah tahu ketika anugerah itu pergi meninggalkan saudara.
Seperti halnya Esau sampai menangis karena kehilangan haknya, tapi Tuhan berkata, “kamu tidak akan mendapatkan hakmu kembali, walaupun kamu menangis”.
Karena semuanya sudah hilang meninggalkan dia.
Kita tidak akan tahu kapan anugerah itu menghilang meninggalkan seseorang.
Tuhan memberikan peringatan : “Kalau kamu tidak bertobat, maka semua yang ada padamu akan Aku ambil, semua yang telah Aku beri padamu akan Aku ambil.”
Saya tidak berbicara mengenai “karunia Roh”. Karunia masih tetap bisa jalan sampai akhir. Buktinya :
  • Aku telah bernubuat demi nama-Mu, aku telah mengusir setan demi nama-Mu, aku telah melakukan segala hal demi nama-Mu.
  • Tapi Tuhan berkata, “Pergi kamu, Aku tidak mengenal siapa kamu”, karena gambar-Ku, wujud-Ku tidak ada lagi didalam kamu.
Saya tidak menakut-nakuti saudara, tapi ini fakta.
  • Saya pernah mendoakan orang dan ini terjadi.
  • Saya pernah mendoakan orang di ICU. Dia orang Kristen. Posisi dia belum mati, tapi dia ditarik-tarik oleh roh jahat ke bawah, sangat menakutkan.
  • Apakah saat itu kita masih bisa berdoa untuk dia? Tidak bisa. Dan dalam beberapa menit kemudian dia meninggal.
  • Pada waktu ditarik-tarik ke bawah, dia menjerit, “Tuhan tolong”.
  • Tapi Tuhan tidak menolong, karena “Tuhan telah melepaskan orang ini yang tadinya milik-Nya”.
Oleh sebab itu, satupun dari kita tidak boleh ada yang terhilang seperti ini.
  • Kita semua harus benar-benar selamat, bahkan sampai di titik sempurna.
  • Kita harus sampai di titik menjadi mempelai Kristus, bukan hanya sekedar selamat.
Di kitab Ibrani dalam kasus Esau, Esau menjerit, Esau menangis tapi tetap saja dia tidak mendapatkan haknya lagi. Begitu berlalu, selesai sudah semuanya.
Yohanes 3 : 3
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Kerajaan Allah artinya pemerintahan Allah atau wilayah Ilahi atau Kerajaan Ilahi atau Pemerintahan Ilahi.
  • Orang yang memiliki hayat Allah, baru bisa masuk kedalam Kerajaan-Nya.
  • Orang yang memiliki hayat Allah, baru bisa memahami perkara-perkara Allah.
1 Korintus 2 : 11
2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
Saudara tidak akan tahu apa yang ada didalam diri saudara, kalau saudara tidak punya roh sendiri.
  • Kalau saudara punya roh, maka saudara baru bisa mengerti apa yang ada didalam diri saudara.
  • Saya tidak tahu apa yang ada didalam Ibu Tere, tapi kalau saya punya roh dia, saya baru bisa tahu.
Monyet tidak tahu apa yang ada didalam diri manusia. Tapi kalau monyet mempunyai roh manusia, maka monyet baru tahu dan bisa mengerjakan urusan-urusan manusia.
  • Sepintar-pintarnya monyet, manusia tidak akan kalah pintar daripada monyet.
  • Tapi maaf, “banyak manusia hidup seperti binatang, yaitu hanya mengumbar hawa nafsunya saja”.
  • Mereka berpikir yang penting hawa nafsuku terpuaskan, yang penting keinginanku semuanya dapat aku capai.
Sepintar-pintarnya anjing, yang dia tahu hanya tidur, makan dan buang air besar. Anjing tidak bisa disuruh mencuci piring, bahkan disuruh keramas sendiripun tidak bisa, karena hal itu tugas manusia, tapi kalau anjing memiliki roh manusia maka anjingpun bisa melakukan tugas manusia.
  • Saudara tidak akan pernah bisa melakukan urusan-urusan Allah, kalau saudara tidak memiliki Roh Allah.
  • Allah kudus dan saudara tidak akan bisa kudus, kalau tidak ada Roh-Nya didalam saudara.
Kerajaan Allah berbicara mengenai pemerintahan Allah atau wilayah Allah.
Hanya “orang yang memiliki hayat Allah”, baru bisa masuk kedalam Kerajaan Allah atau melakukan perkara-perkara Allah.
Yohanes 3 : 5
3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Inilah hebatnya Tuhan kita, Dia berkata “jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh”, maka dia tidak akan dapat masuk kedalam Kerajaan-Nya. Saya yakin, sebenarnya Nikodemus tahu tentang air dan Roh ini.
Matius 3 : 11
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Inilah yang dikatakan Yohanes Pembaptis, “dengan air dan Roh”
  • Air adalah konsep utama Ministry Yohanes Pembaptis, yaitu untuk menye-lesaikan ciptaan lama.
  • Roh adalah konsep utama Ministry Kristus Yesus, yaitu untuk meng-hadirkan ciptaan baru.
Oleh sebab itu Baptisan Air tidak ada yang dipercik, karena orang harus dikubur lebih dulu, barulah kemudian diangkat menjadi ciptaan baru.
  • Kalau hanya dipercik, itu bukan baptis tapi rantis.
  • Jadi, saudara harus memberi dirimu dibaptis dengan cara yang benar.
  • Ketika saudara dikuburkan dalam air, maka “ciptaan lama” saudara selesai.
  • Saat saudara diangkat dikeluarkan dari dalam air, maka “ciptaan baru” yang muncul, yaitu menjadi manusia roh.
Yang dikuburkan adalah Ministry Air dan yang dibangkitkan adalah Ministry Kristus Yesus.
Setelah saudara dibangkitkan, barulah saudara  berjalan didalam Roh Kudus.
Permasalahannya :
Banyak orang Kristen setelah bangkit, tetap tidak mau berjalan di dalam Roh.
Ini akibatnya akan sangat fatal bagi dirinya dan keselamatannya.
Kalau saudara mengerti hal ini, maka saudara akan mengerti “dasar kekris-tenan”.
  • Kalau “kekristenan yang paling mendasar” saja kita tidak mengerti, bagaimana mungkin kita bisa ikut memerintah bersama dengan Kristus?
  • Saya menggebu-gebu mengajar saudara, dengan tujuan supaya saudara benar-benar menjadi orang Kristen yang sempurna, bukan sekadar selamat.
Yohanes 3 : 6
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Apa yang dilahirkan dari daging, tetap menjadi daging. Saudara dilahirkan dari orang tua saudara, itu daging. Ketika saudara dilahirkan kembali (lahir baru), itulah Roh. Dan setelah lahir baru, barulah saudara bisa berjalan didalam Roh.
Jadi saudara harus peduli dengan “nama” saudara setelah dibaptis dalam air dan Roh.
  • Misalnya saudara dilahirkan oleh orang tua saudara dengan nama Yudi.
  • Tapi begitu Yudi dilahirkan dari air dan Roh oleh Tuhan, maka Tuhan memberi dia nama Lukas.
  • Karena nanti di Sorga, Tuhan mengenal dia dengan nama Lukas.
Permasalahannya, apakah dia sudah menjadi Lukas atau belum?
  • Berhati-hatilah, jangan sampai Tuhan berkata, “Aku telah melepaskan apa yang tadinya milik-Ku”. Ucapan Tuhan ini “seram luar biasa”.
  • Ini kenyataan, tidak bohong. Memang saya baru sekali ini mendengar Tuhan berbicara seperti itu, tapi saya sudah melihat berkali-kali orang di ICU dicabik-cabik oleh roh jahat dan mereka itu orang Kristen.
  • Mereka ditarik-tarik rohnya sampai dibawah sekali.
  • Kalau sudah dibawah tidak bisa keluar lagi, mau menjerit seperti apapun tetap tidak bisa keluar.
  • Memang awalnya milik Tuhan, tapi Tuhan sudah melepaskannya.
Misalnya Yudi punya handphone dan sudah menjualnya kepada saya, berarti Yudi sudah melepaskan miliknya untuk saya.
  • Jadi jika kita melepaskan hak kita kepada kuasa kegelapan, akan berbahaya luar biasa.
  • Jangan main-main dengan hidupmu, karena kamu tidak tahu kapan Tuhan melepaskan hak-Nya atas dirimu bila engkau hidup suka-suka.
  • Karenanya kamu harus hidup baik-baik, berhati-hatilah dalam hidup ini.
Yohanes 3 : 8
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
Nikodemus bertanya bagaimana caranya bisa lahir dari Roh?
Yesus menjawab, “bila ada angin, kamu bisa tahu itu namanya angin, tapi kamu tidak bisa mendengar darimana ia datang dan ke mana dia pergi, melihatpun kamu tidak bisa, tapi kamu bisa merasakan.”
  • Saudara lahir dari Roh dan saudara tidak sadar, bila saudara sudah berubah, tapi orang lain bisa merasakan perubahan hidup saudara.
  • Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi aku bisa merasakan perubahan hidupmu.
Permasalahannya :
Apakah orang lain sesudah bersentuhan dengan saudara dan bisa merasakan perubahan hidup saudara?
Ingat! Jangan main-main. Kerajaan Sorga itu bukan untuk mainan.
  • Saudara jangan menganggap dengan terima Yesus pasti selesai semua, semua masalah selesai dan saya pasti diampuni dan masuk sorga.
  • Tapi kamu tahu atau tidak, kapan hakmu itu dilepas oleh Tuhan?
  • Kalau saudara menginjili orang dan orang itu merasa hidup dalam anugerah, lalu saudara berikan pertanyaan “apakah kamu tahu kapan hak itu diambil?”
  • Maka dia pasti akan berpikir.
Yohanes 3 : 12
3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
Kerajaan Sorga tidak bisa dicerna oleh otak kita yang hanya sebesar kepalan tangan.
Supaya otak kita yang sebesar kepalan tangan tidak lari kemana-mana, tidak bisa kemana-mana, maka :
  • Otak kita yang sebesar kepalan tangan ini harus dipenuhi dengan Kerajaan Sorga,
  • Harus dibungkus dengan Kerajaan Sorga, dipenuhi dengan Firman dan merenungkan firman itu siang dan malam.
Supaya bisa masuk kedalam Kerajaan Allah, yang pertama adalah lahir baru.
II. MENGELUARKAN RACUN DOSA
Langkah yang pertama, lahir baru, sehingga “ada hidup Tuhan” didalammu.
Langkah yang kedua, mengeluarkan racun dosa atau menumpas “racun ular”. Setelah kita percaya kita mendapat anugerah keselamatan, sebenarnya kita belum beres karena “masih banyak racun dosa” didalam diri kita, racun ini harus di keluarkan dengan ditebus.
Misalnya Yudi sakit panu. Saya berkata kepada Yudi, bahwa panumu akan sembuh. Tapi apakah panu itu akan langsung sembuh?
  • Tidak, tapi harus diberi obat terlebih dahulu, supaya racun panu itu bisa dibuang dahulu, barulah dia sembuh.
Yang pertama harus “ada hayat atau kehidupan Allah” terlebih dahulu di dalam saudara.
Begitu “ada hayat Allah didalam saudara”, maka Allah yang ada didalam saudara yang akan “mengeluarkan racun iblis” yang ada didalam saudara.
Yohanes 3 : 14
3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Jadi racunnya harus dikeluarkan dulu, karena ada “racun ular taman Eden”didalam diri saudara dan saya. Racunnya masuk saat di taman Eden melalui Adam dan Hawa dan racun itu menjelma menjadi ular.
Begitu Adam dan Hawa makan buah, racun tersebut masuk didalam diri Adam dan Hawa.
Dan racun itu turun kepada kita semua sampai hari ini.
Bagamana cara membuang atau mengeluarkan racun tersebut?
Tuhan berkata, “Aku telah menjadi kutuk bagi kamu dan Aku mau mengambil alih racun dosamu itu kedalam diri-Ku”
  • Jadi dosa adalah racun ular yang dialirkan dari taman Eden.
  • Tuhan menyatakan pada Nikodemus, bahwa Dia menjadi daging, serupa dengan daging yang dikuasai dosa, tapi Dia bisa menguasai dosa dan Dia bisa mengalahkan dosa.
  • Oleh sebab itu Dia layak dipakukan pada kayu salib, sebagai “ular tembaga” yang ditinggikan di padang gurun.
Orang Israel berjalan dipadang gurun, digigit ular dan mati semua, tapi siapa yang memandang kepada ular tembaga yang ditinggikan, dia tidak akan mati.
  • Ketika saudara melihat ular tembaga yang ditinggikan, maka racun yang ada didalam saudara akan terserap kesana.
  • Ular Tembaga yang ditinggikan tersebut, artinya salib Kristus.
  • Kalau saudara terus memandang salib Kristus, maka sifat dan karakter ular tersebut akan terserap sampai saudara tidak punya keinginan apa-apa lagi.
2 Korintus 5 : 21
5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Supaya di dalam Dia, kita baru mendapatkan pembenaran di hadapan Allah.
Apakah saudara sudah benar? Belum.
Dosa didalam saudara harus diserap terlebih dahulu oleh Tuhan, setelah itu barulah saudara kedapatan benar.
Materi khotbah ini sebenarnya agak sulit, tapi saya yakin saudara bisa mengerti.
Ibrani 4 : 15
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Dia telah dicobai padahal Dia tidak berbuat dosa artinya Dia layak naik ke atas kayu salib, lulus kriteria Allah untuk menyerap semua dosa saudara. Dan ketika saudara memandang salib itu, maka semua racun-racun ular akan terserap kesana.
Permasalahannya :
Mengapa sampai saat ini kita masih hidup dalam dosa?
  • Karena kita belum fokus pada salib.
Kalau saudara sudah fokus pada salib, pasti saudara tidak akan berbuat dosa lagi.
  • Saudara mau kenakan kalung salib di leher saudara sebesar atau seberat apapun, tidak akan bisa menyerap dosa.
  • Karena Yesus harus hidup di dalam saudara. Ketika Yesus hidup didalam saudara, maka barulah saudara bisa mengerti pikiran dan perasaan Allah.
Ketika pikiran dan perasaan Allah itu saudara hidupkan terus, maka barulah saudara bisa berjalan didalam Roh.
Perjalanan saudara didalam Roh itulah yang membuat racun-racun dosa yang ada didalam saudara dikeluarkan oleh-Nya.
Karakter ular diserap diatas kayu salib. Kristus menjadi ular tembaga, agar kita yang telah diselamatkan “terus memandang salib”, sehingga semua sifat dan karakter ular itu atau racun dosa itu diserap keluar.
Apakah saudara sudah selamat? Amin, sudah selamat.
  • Tapi mengapa karakter ular masih ada di dalam saudara?
  • Supaya sifat karakter ular terbuang dari saudara, maka saudara harus pandang salib, sehingga sifat dan karakter ular terserap kesana.
  • Begitu racun tersebut terserap keluar, barulah kita sadar, kalau kita sudah bebas dari dosa A, B, C, D dan E dan seterusnya.
Kita tidak bisa menjadi orang baik, tapi Tuhan memberi jalan supaya kita bisa menjadi orang sempurna dengan menghidupkan Dia didalam saudara, dan buang racun itu dengan cara memandang salib terus menerus.
  • Buanglah racun ular yang ada didalam diri saudara.
  • Orang Israel berdosa dihadapan Allah, sehingga digigit ular dan mati.
Bilangan 21 : 4-9
21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.”
21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
21:7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”
21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Siapa yang memandang kepada ular tembaga itu, ia akan tetap hidup.
Ketika Yesus disalibkan, Dia menjadi daging, serupa dengan ular tembaga yang dikuasai oleh dosa, Dia dihakimi oleh dosa itu.
Dia dipakukan diatas kayu salib supaya Dia menetralisir semua racun ular yang ada didalam saudara ketika saudara memandang salib itu.
Kalau saudara digigit ular bagaimana mentralisir racunnya? Harus ada obat penawarnya.
  • Saudara sudah “dipagut ular sejak di taman Eden”.
  • Ketika saudara melahirkan anak, maka anak saudara juga memiliki racun ular taman Eden didalam tubuhnya.
  • Racun ular ini harus dibuang, dengan memandang salib Kristus.
  • Oleh sebab itu tidak ada keselamatan di luar Kristus.
Kebaikan tidak membuat orang selamat, hanya Kristus yang bisa membuat saudara selamat bahkan sempurna.
  • Nikodemus merasa dirinya baik, tapi Tuhan mengisyaratkan sebaik apapun orang, pasti ada racunnya juga karena mereka keturunan orang berdosa.
  • Kalau saudara hanya membutuhkan Yesus sebagai Anak Domba penghapus dosa, maka saudara salah fatal, karena ternyata saudara juga membutuh-kan “ular tembaga” untuk menyerap racun dosa didalam saudara.
Injil Yohanes 3 : 1-13, saudara harus lahir baru, supaya “hayat Kristus” hidup didalam saudara.
Injil Yohanes 3 : 14-21, Tuhan menjadi “ular tembaga” supaya dosamu diserap, karena setelah saudara selamat, masih ada racun dosa didalam saudara dan racun itulah yang diserap dengan memandang ular tembaga itu.
Saudara dan saya bukan hanya membutuhkan Anak Domba yang disembelih untuk menghapus dosa, tapi saudara dan saya membutuhkan “ular tembaga” untuk menyerap racun dosa itu dari dalam saudara.
Dimana saat saudara memandang ular tembaga itu, maka semua dosa dan karakter saudara yang jelek dari iblis diserap keluar, sehingga hanya ada sifat dan karakter Allah yang ada didalam saudara.
Yohanes 3 : 16
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kata “dunia” diterjemahkan dalam 3 pengertian :
  1. Geo, berasal dari kata Geografis.
  2. Oikumene, artinya tempat orang berpenghuni.
  3. Cosmo, berasal dari kata Cosmetik artinya cantik.
Dalam Injil Yohanes 3 : 16 diatas, kata “dunia” diterjemahkan dengan kata “Cosmo” atau cantik.
  • Jadi Yesus berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan semua yang cantik ini, ………”
  • Saudara dianggap Tuhan “cantik”, walaupun saudara masih berengsek, itulah hebatnya Allah kita.
  • Kalau manusia melihat orang yang sudah cantik, justru dibilang berengsek.
Tuhan mau kita memiliki pola pandang seperti Allah, sehingga kita bisa memandang secara positif.
  • Tuhan tidak mau kita memandang manusia secara negative.
  • Walaupun orang itu masih berdosa, makanya saudara harus doakan dan percayalah bahwa dihadapan Tuhan orang itu “cantik”, karenanya dia perlu pertolongan dengan doa kita.
Untuk kata “dunia” di Injil Yohanes 3:16 itu Yesus menggunakan kata “cosmo” yang berasal dari kata cosmetik, bukan dengan kata geo atau oikumene.
Yohanes 3 : 19-21
3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Kalau terang masuk kedalam kita, maka dosa menyingkir dari kita.
Tapi permasalahannya, manusia lebih menyukai dosa bahkan menikmati dosa, mengapa begitu?
  • Karena ada racun didalam saudara dan saya yang harus dikeluarkan.
  • Caranya dengan “memandang ular tembaga” (pandang salib Kristus).
Yohanes 3:20
3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
Supaya perbuatannya yang jahat itu tidak nampak.
Kalau saudara datang kepada terang, maka saudara akan ditelanjangi oleh terang, saudara akan melihat bahwa saudara orang berdosa dan butuh pertolongan, dengan cara memandang salib Kristus.
  • “Tuhan, tolong saya Tuhan, saya tahu ini dosa dan salah”.
  • “Tuhan, saya tidak tahu selama ini saya salah, tapi sekarang saya sudah tahu bahwa ini salah.
  • “Tuhan, tolong saya Tuhan, tolong lepaskan saya dari dosa ini.”
Kalau dahulu sedikit-sedikit marah :
  • Tapi sekarang saudara mau dimarahinpun saudara tetap diam,
  • Saudara bisa menjadi orang yang sabar, karena saudara sedang memikul salib.
  • Saat ini saudara bukan sekedar memandang salib lagi, tapi saudara sudah memikulnya.
  • Waktu itu saudara memandang ular tembaga, tapi sekarang “ular tembaga” itu yang saudara pikul.
Begitu ular tembaga menyatu dengan saudara, maka saudara akan menjadi orang yang sempurna.
  • Yang pertama, saudara harus lahir baru, artinya Kristus harus ada didalam saudara.
  • Yang kedua, menyatu dengan “ular tembaga” itu supaya dosamu diserap, barulah saudara masuk kedalam Kerajaan Sorga.
Dalam Injil Yohanes 3 : 3,5 Yesus berkata, kalau kamu dilahirkan kembali maka kamu akan masuk kedalam Kerajaan Allah.
Tapi begitu saudara menyatu dengan “ular tembaga”, maka saudara akan masuk kedalam Kerajaan Sorga dimana Kristus sebagai Raja-Nya dan saudara berjalan dengan Dia serta tunduk kepada perintah-Nya.
3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
III. MENJADI MEMPELAI KRISTUS
Yohanes 3 : 22
3:22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
3:23 Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
Yesus membaptis dan Yohanes juga membaptis.
3:24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.
3:25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
3:26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.”
3:27 Jawab Yohanes: “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
3:28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
Yohanes bukan Mesias, tapi Yohanes adalah pendahulu-Nya. Yohanes airnya dan Yesus Roh-Nya.
Kalau saudara masuk kedalam air dan menghidupkan Kristus didalam saudara, barulah saudara berjalan dalam Roh, maka akhirnya saudara bisa menjadi mempelai Kristus.
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Sekarang aku bersukacita, karena aku telah bertemu dengan mempelai laki-laki itu, karena aku membaptis untuk menjadikan mempelai perempuan.
Bukan sekedar dibaptis dan selamat, tapi setelah saudara selamat maka saudara harus “menghidupkan keselamatan” itu, dengan cara menyatu dengan “ular tembaga”, sehingga racunnya diserap dan saudarapun bisa menjadi mempelai Kristus.
Yohanes 3:30
3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
Kalau “Yesus semakin besar” di dalam saudara, maka “aku” saudara akan mati.
Pertanyaannya :
  • Apakah “aku” dalam diriku, masih hidup?
    Apakah “aku” dalam diriku masih mau ini, masih mau itu, masih mau begini, masih mau begitu, masih butuh ini, atau masih butuh itu?
Sekarang saudara harus mematikan “aku” saudara dan “menghidupkan Dia” didalam saudara.
  • Kalau saudara menghidupkan Dia dan mematikan “aku” didalam saudara,
  • Maka “Dia akan semakin besar” dan “aku” saudara semakin tidak ada apa-apanya lagi, sampai “aku” saudara tersebut makin kecil dan akhirnya mati”, sehingga Dia hidup didalam saudara.
  • Dan inilah saatnya saudara memenuhi syarat menjadi mempelai Kristus.
Jadi tahap pertama adalah lahir baru, inilah kebutuhan orang-orang ber-pendidikan.
  • Nikodemus ingin menjadi orang baik, tapi Tuhan berkata, “kamu harus dilahirkan kembali atau lahir baru terlebih dahulu”.
  • Setelah lahir baru dengan cara dibaptis (dikubur/diselamkan, dan bukan dipercik), barulah pandang “ular tembaga” itu, supaya racunnya terserap keluar oleh “ular tembaga” itu.
Begitu racunnya sudah terserap keluar dari kita, maka “Dia” akan semakin besar didalam kita, dan “aku”nya kita menjadi semakin kecil dan akhirnya mati, disitulah saatnya kita “memenuhi syarat sebagai mempelai-mempelai Kristus”.
AMIN.
Beri kemuliaan bagi Tuhan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

MENGASIHI ALLAH – 15 APRIL 2018

m

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Mark 12:30-31).

 

GPPK-CHOSEN GENERATION
         KHOTBAH GEMBALA, MINGGU 15 APRIL 2018

 

MENGASIHI ALLAH
KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION
IBADAH RAYA, MINGGU 15 APRIL 2018

 

SHALOM !
Tuhan Yesus mengajarkan, bagaimana caranya untuk mengasihi Allah.
Kalau kita mengasihi Allah, maka kita akan mengalami transformasi, kita akan mengalami perubahan dalam hidup kita.
Tuhan rindu kita mengasihi Dia.
Kalau kita percaya kepada-Nya, maka saudara dan saya akan memperoleh anugerah keselamatan.
Inilah faedah atau manfaat yang akan saudara dan saya terima, karena iman kita kepada-Nya.
  • Keselamatan adalah “modal dasar” bagi saudara dan saya.
  • Tapi Tuhan tidak mau saudara hanya berhenti sampai “asal selamat” saja
  • Tuhan mau saudara bertumbuh terus sampai saudara mencintai Dia atau benar-benar mengasihi Dia.
Kita bersyukur karena Dia telah memberikan suatu perintah yang luar biasa.
Ada seorang penginjil Chinese di Tiongkok, temannya meninggal dunia.
Temannya itu mewariskan kepadanya satu Alkitab.
Didalam Alkitab tersebut terselip satu lembar kertas yang bertuliskan “Aku bersyukur, karena Tuhan telah memberiku perintah yang luar biasa”.
Matius 22 : 37
22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Jadi penginjil ini berkata, “Aku beryukur karena ada firman ini”
Pertanyaannya :
Apakah saudara juga bersyukur karena ada firman ini?
Ini perintah supaya saudara mengasihi Tuhan dan inilah hukum yang ter-utama dan yang pertama.
Inilah dasar kekristenan.
Oleh sebab itu, mengasihi Allah adalah ciri yang paling mendasar dan paling unik dari orang Kristen.
Kalau saudara tidak sampai ke tingkat yang paling dasar yaitu mengasihi Allah berarti kekristenan saudara salah jalan.
Wahyu 22 : 20
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus
Tuhan berkata “Ya, Aku datang segera!”
Respon dari kita “Amin, datanglah, Tuhan Yesus”.
Inilah penutup dari Alkitab kita.
Kalimat ini sebenarnya kalimat ajakan, yang berbunyi “Ya, Aku datang segera!” Respon kita : “Ayo Tuhan, datanglah segera”.
Orang yang mengasihi Tuhan adalah orang yang merindukan kedatangan-Nya, merindukan perjumpaan dengan Tuhan. Dan banyak yang bertanya :
  • “Tuhan, kapan Pengangkatan Gereja (“Rapture”) terjadi”.
  • “Kapan, Engkau datang untuk kali yang kedua menjemput gereja-Mu?”
Tapi permasalahannya, saudara bertanya seperti itu bukan karena saudara merindukan-Nya, tapi karena saudara banyak masalah di dunia dan bagi saudara lebih baik “rapture” segera terjadi.
  • Jadi seakan-akan “rapture” adalah pelarian.
  • Kalau saya lari ke Tuhan, maka saya bisa meninggalkan hutang-hutang saya di dunia, saya bisa meninggalkan semua masalah di dunia.
  • Inilah kesalahan dalam menanggapi “rapture”.
Tuhan berkata, “Ya, Aku datang segera”.
Seharusnya respon kita yang benar, “ayo Tuhan, datanglah segera”
Bila kita benar-benar mengasihi Tuhan, berarti kita siap dijemput oleh Tuhan.
1 Korintus 16 : 22
16:22 Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata
Inilah firman yang paling keras, yang dikatakan oleh Paulus.
Alkitab kita terjemahan dari bahasa Yunani, tapi terselip kata “Maranata” yang adalah bahasa Aram.aranata artinya “ayo Tuhan, datanglah, ayo Tuhan, datanglah segera Tuhan, datanglah segera.
Paulus berkata “siapa yang tidak mengasihi Tuhan, maka terkutuklah dia”
Tapi kalau saudara mengasihi Tuhan, saudara bisa berkata, “Ayo Tuhan, datanglah segera, saya sudah siap dijemput oleh Tuhan”.
  • Kalau saudara tidak mengasihi Tuhan, saudara terkutuk.
  • Paulus merindukan kedatangan Tuhan.
Tapi sebelum kalimat ini diucapkan, ada kalimat, “terkutuklah dia yang tidak mengasihi Tuhan”.
  • Siapa yang mengasihi Tuhan, pasti merindukan kedatangan Tuhan.
  • Siapa yang merindukan kedatangan Tuhan, pasti mengasihi Tuhan.
  • Sebaliknya, siapa yang tidak mengasihi Tuhan, maka dia tidak akan pernah merindukan kedatangan Tuhan.
Banyak orang Kristen berkata, “Tuhan, datanglah segera, saya sudah siap diangkat.”
Permasalahannya :
  • Apakah saudara sudah sungguh-sungguh mengasihi Tuhan?
  • Apakah hidup mati saudara sudah untuk Tuhan?
  • Apakah saudara sudah menyerahkan segala-galanya untuk Tuhan?
Kalau saudara belum melakukan hal ini, maka hidup kekristenanmu dalam bahaya, karena kekristenanmu belum tepat sasarannya.
  • Karena siapapun yang mengasihi Tuhan, seharusnya sudah tidak punya ikatan lagi dengan dunia dan tidak peduli lagi dengan masalah dunia ini.
  • Kita sudah tidak peduli lagi dengan apa yang ada di dunia, karena yang kita pikirkan hanyalah bagaimana caranya agar mendapatkan cinta-Nya.
Saudara sudah tidak mempedulikan dunia ini lagi, karena saudara tahu dibalik kematian, tidak akan ada lagi tangisan dan air mata yang akan saudara alami.
Wahyu 21 : 4
21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”
Tidak akan ada kesedihan lagi disana, tidak akan ada lagi perkabungan, tidak akan ada lagi dukacita.
  • Semua kesusahan berupa apapun, sudah tidak ada lagi.
  • Di dunia ini, kita masih sering menangis, masih cukup banyak pergu-mulan, tapi disana Tuhan menghapus air mata kita semuanya.
Dan tujuan kita sekarang adalah ke sorga, kita mau  berjumpa dengan Allah.
Permasalahannya :
Kalau saudara benar-benar rindu berjumpa dengan Allah, apakah sekarang ini saudara sudah mengasihi Allah?
  • Kalau saudara berani berkata, “Ya Tuhan, datanglah segera”, maka sebaiknya “ujilah diri saudara sekarang”, apakah saudara benar-benar sudah mengasihi Allah.
  • Kalau saudara belum sampai ke tingkat ini, ayo kita bangun hubungan yang special dengan Allah, supaya saudara dan saya benar-benar sudah mengasihi Allah.
  • Jika saudara benar-benar sudah mengasihi Allah, maka saudara akan bisa berkata, “Ya Tuhan, datanglah segera”.
Tapi perhatikan baik-baik dan ingatlah, “bagi orang yang tidak mengasihi Allah, dia akan terkutuk”. Itu Alkitab yang katakan!
Saat kita membahas hal ini, apakah saudara “mulai ragu apakah saudara akan terangkat atau tidak” pada saat “Rapture” terjadi nanti?
  • Kalau saudara sudah “tidak ragu”, berarti saudara sudah “all out” untuk Tuhan, hidup mati saudara sudah untuk Tuhan, saudara sudah tidak peduli lagi dengan dunia ini.
  • Apapun yang terjadi, saya tetap percaya Tuhan bersama dengan saya dan Tuhan tidak pernah meninggalkan saya.
Apapun yang saya alami di dunia ini, saya tetap percaya kalau Tuhan ada di pihak saya dan Tuhan pasti jadi pembela saya.
Saudara tidak usah takut lagi dengan apapun, saudara harus percaya kalau tangan saudara sekarang sedang digandeng oleh Tuhan.
Keraguan kita tentang kedatangan Tuhan, adalah salah satu bukti bahwa kita belum bersungguh-sungguh mengasihi Tuhan.
  • Bagaimana kalau kita belum bersungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan Tuhan tiba-tiba datang menjemput “mempelai-Nya?”
  • Kesaksian dari Susan Davis dan Angelica, semua berbicara tentang hal yang sama, bahwa dari seluruh orang Kristen diseluruh dunia, hanya 20% orang Kristen yang terangkat.
  • Berarti ada 80% dari seluruh orang Kristen yang tertinggal dan mereka akan masuk kedalam “Masa Kesengsaraan Besar” (Great Tribulation).
Permasalahannya
Apakah saudara mau masuk dalam “masa aniaya yang besar” atau “mau diselamatkan dengan cara dijemput sebagai mempelai Kristus?”
Kalau saudara ingin terangkat atau bertekad harus ambil bagian dalam pengangkatan gereja, tidak ada cara lain selain :
  • Saudara harus mengasihi Allah dengan sepenuh hati, dengan segenap kekuatan saudara, dengan semua yang ada pada saudara. Barulah saudara bisa terangkat.
  • Ingat! Hanya 20 % orang Kristen dari seluruh gereja diseluruh dunia ini yang terangkat, itupun sudah “puji Tuhan”. Mengapa?
  • Karena bila kita bandingkan dengan pesan Tuhan Yesus kepada “tujuh jemaat” di Asia Kecil (Why 2 dan 3), dimana hanya jemaat Filadelfia saja yang berkenan kepada Tuhan (1/7 atau sekitar 14,28% yang terangkat).
Permasalahannya :
Apakah kita semua termasuk kedalam 20% orang Kristen yang terangkat?
Ingatlah !!! Orang Kristen yang hanya sekedar percaya, tidak cukup untuk membawa saudara terangkat menjadi mempelai Kristus.
  • Karena untuk menjadi mempelai Kristus, hanya orang Kristen yang sudah dewasa rohaninya, yang sudah tahu apa yang namanya cinta, kasih.
  • Saudara mengasihi Kristus dan Dia mengasihi saudara terlebih dahulu.
Saya tidak mungkin menjemput Karen menjadi mempelai saya, kalau usianya belum layak untuk menjadi mempelai.
  • Di Negara kita untuk layak menjadi mempelai di usia 21 tahun.
  • Kalau dibawah usia 21 tahun, berarti masih usia dini, belum layak untuk menjadi mempelai.
Permasalahannya :
Kalau saudara dijemput Tuhan :
  • Apakah rohanimu sudah cukup dewasa untuk menjadi mempelai Kristus?
  • Apakah saudara tahu yang namanya mengasihi Tuhan?
  • Saya tidak akan menjemput Karen kalau dia tidak mengasihi saya.
Bagi yang sudah menikah :
Apakah saudara mau atau akan menjemput calon pasangan saudara, kalau dia tidak mengasihi saudara atau belum dewasa?
  • Pasti tidak akan mau.
Kalau saudara berpendirian seperti itu, maka demikian juga hal nya dengan Tuhan kita.
  • Tuhan tidak akan menjemput saudara kalau saudara tidak mengenal yang namanya kasih akan Tuhan.
  • Tanda kedatangan Tuhan semakin jelas.
  • Alam tambah hari bertambah rusak, orang fasik bertambah jahat.
Tiap tahun gempa bumi semakin meningkat setiap tahunnya.
  • Sekarang sudah mencapai 400.000 kali setiap tahunnya.
  • Pada tahun 40-an, gempa bumi hanya 10.000 kali setiap tahun.
2 Timotius 3 : 1-5
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Mengapa terjadi masa sukar?
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
Cinta diri sendiri, Cinta akan uang. mereka tidak tahu berterima kasih, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
Tidak mengasihi sesama, inilah manusia akhir zaman.
  • Apakah saudara masih suka garang?
  • Apakah saudara masih suka menjelek-jelekkan orang?
  • Apakah saudara masih tidak bisa mengekang diri?
  • Apakah saudara masih tidak mencintai yang baik
  • Apakah saudara masih tidak suka yang baik atau dalam bahasa aslinya yaitu tidak mencintai segala sesuatu yang baik
  • Apakah saudara tidak mencintai Allah
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
Jadi, ada 2 yang tidak dicintai, yaitu “tidak mencintai yang baik” dan “tidak mencintai Tuhan”.
Cinta akan kesenangan diri sendiri.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Jadi, ada 3 kecintaan, yaitu “cinta akan diri sendiri, cinta akan uang, cinta akan kesenangan diri sendiri”.
Pertanyaannya :
Benarkah di akhir zaman manusia seperti ini?
Tanda-tanda Akhir Zaman
  1. Mencintai Diri Sendiri
2 Timotius 3 : 2
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
Jika saudara mencintai diri sendiri, maka ketika saudara mendapat masalah yang keluar dari mulut saudara, adalah persungutan saja, karena saudara fokus pada diri saudara sendiri.
Jika saudara fokus pada diri saudara sendiri, maka yang keluar dari mulut saudara hanyalah complain saja,
  • “Tuhan, mengapa begini?”
  • “Tuhan, mengapa hidup saya seperti ini?”
Kita akan terus bersungut-sungut kepada Tuhan, karena pada dasarnya kita hanya mencintai diri sendiri, kita focus pada diri sendiri.
  • Saudara sakit sedikit, “Aduh Tuhan, mengapa begini”, karena pada dasar-nya saudara cinta pada diri sendiri.
  • Sebaliknya kalau saudara cinta kepada Tuhan, sakit apapun yang saudara hadapi, saudara akan berkata, “terima kasih Tuhan, semua baik untuk saya”.
Kalau saudara banyak masalah dan saudara masih cinta pada diri sendiri :
  • Maka saudara akan berkata, “aduh capek Tuhan, saya menyerah Tuhan”
  • “Hancurkan saja Tuhan ; Tuhan, mengapa begini ; Tuhan tidak adil”.
Jika yang keluar dari mulutmu persungutan-persungutan seperti ini, maka semua-nya itu karena fokus saudara hanya pada diri saudara sendiri.
Belajarlah fokus kepada Allah, maka masalah apapun yang saudara hadapi, saudara akan berkata :
  • Terima kasih Tuhan, hal ini pasti mendatangkan kebaikan untuk saya.
  • Terima kasih Tuhan, semua yang Tuhan rancangkan untuk saya, adalah baik.
Jangan coba-coba mencintai atau mengasihi diri sendiri. Kalau saudara hanya cinta pada diri sendiri, maka saudara akan benci kepada sesama.
Misalnya, sekali lagi misalnya, saya menyakiti pak Hery (tolak dalam nama Yesus). Padahal pak Hery mencintai dirinya sendiri, maka pak Hery pasti akan membenci saya.
  • Orang yang mencintai diri sendiri akan mudah terluka.
  • Orang yang mencintai diri sendiri akan mudah tergores.
  • Tapi orang yang mencintai Tuhan, mau digesek seperti apapun tidak akan sakit, tidak akan terluka, karena fokus saudara pada Tuhan, bukan ke diri saudara sendiri.
Orang yang fokus pada diri sendiri, pasti tidak akan melakukan kebaikan karena dia mau melakukan sesuatu sesuai kehendak hatinya saja, hidup suka-suka, maunya hidup bebas, tidak mau dikekang Tuhan.
  • Kalau saudara cinta Tuhan, maka saudara tidak fokus pada diri saudara sendiri dan saudara menjadikan Tuhan tempat kesenangan saudara.
  • Kalau saudara cinta pada diri sendiri, maka saudara tidak akan pernah mencintai Allah sampai kapanpun, karena saudara terus dikejar oleh rasa kecewa-kecewa dan kecewa, sehingga saudara tidak pernah bisa survive sampai kapanpun.
Pertanyaannya :
Apakah saudara yakin saudara akan terangkat katika “Rapture” terjadi?
Apakah saudara masih mencintai diri sendiri?
Apakah saudara  benar-benar sudah mencintai Allah?
Tuhan mau saat saudara berkata,
  • “Tuhan, datanglah segera, karena aku mencintai-Mu Tuhan, bukan karena aku banyak masalah didunia ini”
  • Saudara berkata “mungkin enak kalau saya mati, ya Tuhan?”
  • Tuhanpun berkata, “mati nyawa, Tuhan tinggal ambil, lalu selesai”, tapi kalau “mati daging, butuh perjuangan seumur hidup kita”.
Saudara sampai jatuh bangun untuk mematikan daging saudara, tapi Tuhan tetap buka tangan dan Tuhan berkata “ayo mari terus nak, bangun terus nak”
Oleh sebab itu, Tuhan berkata, “kalau kamu jatuh, tidak akan sampai tergeletak karena Tuhan akan selalu menolongmu, asal kamu datang kepada Tuhan”.
  1. Mencintai Uang
1 Timotius 6 : 10
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Akar segala kejahatan adalah cinta uang.
Banyak orang, kalau lagi tidak ada uang, mukanya suram tapi kalau lagi banyak uang mukanya berseri-seri.
Inilah bukti kalau saudara belum menempatkan kasih saudara pada tempat yang benar.
  • Saya punya kasih, kalau saya taruh kasih itu di si A, maka kasih saya itu tidak ada pada si B.
  • Tuhan berkata “kamu tidak bisa mengabdi kepada dua tuan”, oleh karena itu kamu harus taruh kasihmu pada tempat yang benar.
  • Kalau saudara taruh kasih di tempat yang benar, maka saudara tidak akan fokus lagi pada apa yang saudara alami, tidak focus lagi pada apa yang saudara butuhkan.
  • Tapi saudara akan focus pada apa yang saudara rindukan, yaitu Tuhan saja tidak ada yang lain.
Kalau Tuhan memberi firman, maka Tuhan akan memberi kemampuan kepada kita untuk melakukannya. Tuhan pasti berkata, “ayo nak, kamu bisa, kamu mampu dan kamu sanggup, asal kamu taruh kasih di tempat yang benar”
  • Kalau Tuhan memberi firman, tidak mungkin engkau dibiarkan begitu saja.
  • Kalau kamu menaruh kasih di tempat yang salah, maka engkau tidak akan bisa survive.
Ciri-ciri orang akhir zaman tidak cinta Tuhan tapi cinta kesenangan.
Saat punya uang, fokusnya untuk foya-foya, senang-senang, tidak berpikir bagaimana caranya bisa jadi berkat bagi orang lain.
Kalau bisa dari pagi sampai malam ada di Mall, dari pagi sampai malam makan di berbagai macam Restaurant.
  • Bisa terjadi seperti ini, karena fokusnya masih pada kesenangan diri sendiri, tapi kalau fokusnya untuk Tuhan dari pagi sampai malam saudara bisa ada di kamar bersama dengan Tuhan.
  • Banyak yang mengeluh keadaannya susah sekali, tapi kalau kondisimu sekarang menyebabkan kamu jadi tekun berdoa, berarti itu kondisi yang terbaik daripada kamu banyak uang, tapi lupa doa.
  • Lebih baik kamu tidak ada uang, tapi kamu lipat tangan terus, cari Tuhan terus. Inilah yang Tuhan mau.
Tapi kalau saudara sudah bergantung kepada Tuhan, maka saat saudara ada uangpun, saudara tidak akan lupa dengan Tuhan.
Permasalahannya :
Apakah saudara sudah bergantung kepada Tuhan?
  • Kalau kita belum bergantung kepada Tuhan, maka Tuhan menginjinkan supaya kita cari Tuhan terus.
  • Kalau belum bergantung, maka Tuhan akan mencukupkan kebutuhanmu saja, tapi tidak keinginanmu.
2 Timotius 3 : 1
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Pada hari-hari akhir akhir akan datang masa sukar.
Mengapa “masa yang sukar” datang pada hari-hari terakhir?
  • Karena manusia salah menempatkan kasihnya.
  • Kasih yang seharusnya diberikan kepada Tuhan dan segala sesuatu yang baik, tapi justru diberikan kepada segala sesuatu yang salah yaitu uang, diri sendiri, dan kesenangan, akhirnya datang masa kesukaran.
Tuhan menginginkan saudara berjumpa dengan Dia.
  • Kita akan terus mengalami kesukaran demi kesukaran kalau saudara belum bisa dipercaya sampai hari ini.
  • Banyak orang ribut karena uang, banyak orang ribut karena kepentingan dirinya sendiri, akhirnya saling menyakiti satu dengan yang lain, saling menghancurkan satu dengan yang lain.
Inilah tandanya “sasaran penempatan kasihnya masih salah”.
  • Kalau orang “menempatkan kasihnya salah”, yaitu pada diri sendiri, maka dia tidak peduli dengan yang namanya perselingkuhan, dia tidak peduli dengan yang namanya dosa.
  • Tapi, kalau saudara “menempatkan kasih saudara secara benar”, maka saudara akan menjadi takut akan Tuhan.
  • Oleh sebab itu tempatkanlah kasih saudara di tempat yang benar.
Tuhan itu Penetralisir.
Jika saudara menempatkan kasih di tempat yang salah, itu semua beracun, jadi penetralisirnya atau penyembuhnya ada pada Tuhan.
Contoh penempatan kasih yang salah sasaran :
  • Saya tidak boleh mengasihi orang tua saya lebih daripada Tuhan.
  • Kalau saya mengasihi orang tua saya lebih daripada Tuhan, maka akan beracun, karena orang tua masih bisa menyakiti saya.
  • Kalau saya mengasihi anak saya, cucu saya atau siapapun lebih daripada Tuhan, itu beracun.
Cara menetralisirnya, adalah menyatulah dengan Tuhan, masuk didalam persekutuan dengan Tuhan.
Jika saudara menyatu dengan Tuhan, maka barulah saudara bisa mengasihi orang lain dengan kasih yang dari Tuhan dan kasih itu tidak beracun.
Contoh kasih yang beracun.
Saya mengasihi pak Darma karena pak Darma baik kepada saya.
  • Tapi begitu pak Darma menyakiti saya, maka kasih saya kepada pak Darma akan pudar.
  • Itulah tandanya kasih yang saya tempatkan itu beracun.
Kalau saya menyatu dengan Tuhan, maka Tuhan menyalurkan kasih-Nya untuk saya, dan saya juga akan memberikan kasih Tuhan yang mengalir dalam saya tersebut kepada pak Darma.
Itulah “kasih yang tidak beracun dan tanpa syarat”, sehingga menetralisir semua racun yang ada di dalam saya.
Kita mengasihi anak, istri, suami, orang tua kita dengan kasih yang dari Tuhan.
  • Kalau kita menyatu dengan Tuhan, kita akan sadar kalau anak, istri, suami, orang tua atau siapapun yang ada disekitar kita layak untuk dikasihi.
  • Mereka layak mendapatkan kasih yang dari Tuhan.
Oleh sebab itu saudara harus terlebih dahulu menyatu dengan Tuhan, barulah saudara bisa menyalurkan “kasih tanpa racun”.
Cara menyatu dengan Tuhan, adalah menyatu dengan Firman-Nya dan intim dengan Tuhan atau bergaul dengan Tuhan.
Kalau saudara tidak menyatu dengan Tuhan, maka kasihmu akan beracun.
Bencana alam sudah sering terjadi dimana-mana, karakter-karakter orang sudah bertambah parah, berarti kedatangan Tuhan sudah semakin jelas.
Matius 24 : 32-33
24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
24:33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
Ketahuilah kalau ranting pohon ara sudah bertunas, berarti musim panas sudah dekat.
Pohon ara luar itu biasa, berbeda dengan pohon lain.
  • Kalau pohon lain mau berbuah, maka harus berbunga terlebih dahulu, tapi kalau pohon ara langsung berbuah tanpa harus berbunga.
  • Oleh sebab itu Tuhan berkata “lihat ranting pohon ara kalah sudah mulai melembut artinya musim panas sudah dekat”
Pohon ara ini melambangkan orang Israel yang merdeka pada tahun 1948 dan artinya pohon ara sudah melembut dan dia akan berbuah, artinya kedatangan Tuhan kali kedua sudah sangat dekat.
  • Israel tanpa Yerusalem, bagaikan badan tanpa kepala.
  • Israel memproklamirkan kemerdekaannya tahun 1948, tapi Yerusalem masih dikuasai oleh orang-orang Arab.
  • Oleh sebab itu tahun 1967 terjadi peperangan selama 6 hari, Israel menang dan Yerusalem direbut masuk jadi wilayah Israel.
  • Tapi permasalahannya Yerusalem belum menjadi ibu kota Israel, karena Tel Aviv masih menjadi ibu kota Israel.
  • Akhirnya bulan depan 17 Mei 2018 Yerusalem akan kembali ke Israel, ditandai dengan pemindahan kedutaan besar Amerika ke Yerusalem.
  • Hal ini berarti ibu kota Israel akan berubah menjadi Yerusalem.
Inilah tanda-tanda kedatangan Tuhan yang sudah sangat dekat.
Permasalahannya :
Apakah saudara sudah siap untuk dijemput oleh-Nya?
Saudara seharusnya siap-siap mulai sekarang.
Kalau hari ini saudara tidak mau  “mengepak barang”  saudara, bagaimana mau siap untuk berangkat?
Ingat! Saudara sudah diberi “boardingpass” hari ini, berarti saudara harus siap berangkat, tapi apakah saudara dengar panggilan-Nya?
Saudara tidak akan dengar panggilan-Nya, kalau saudara tidak punya keintiman dengan Dia.
Contoh : Sopir parkir mobil di basemen dan dia tidak berjaga-jaga. Saat bosnya panggil dia melalui “carcall” 100 kali pun, dia tidak akan dengar karena dia ketiduran dalam mobil, tidak berjaga-jaga. Bos nya bangun dan tapi supirnya tidur, pasti komunikasi tidak akan terhubung.
Begitu juga dengan orang-orang Kristen pada hari-hari ini, begitu banyak orang Kristen hari-hari ini yang tidur, artinya rohaninya tidur.
  • Sepertinya rajin ke gereja, rajin pelayanan dan rajin melakukan sesuatu untuk Tuhan, tapi sebenarnya tidak ada keintiman dengan Tuhan.
  • Kalau saudara seperti ini hari-hari ini, maka saudara dalam bahaya.
  • Kalau saudara hari-hari ini tidak pernah melipat tangan untuk berdoa, untuk buka Alkitab saudara, berarti rohanimu dalam masalah.
Tuhan dengan sabar membangunkan saudara terus menerus, saudara di-berikan makan makanan dari Tuhan seperti Elia dan Elia tidur lagi.
  • Banyak orang Kristen seperti ini, makan firman, dengar firman, tapi saat pulang dari gereja rohaninya tidur lagi.
  • Takut lagi, kuatir lagi, marah-marah lagi, emosi lagi, itu tandanya rohani saudara tidur lagi.
Tuhan menginginkan saudara bangun, jangaan tidur!
Ingat! 17 Mei 2018 Amerika memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.
  • Hal ini menandakan, waktu kedatangan Tuhan kali yang kedua sudah sangat dekat, sudah diambang pintu.
  • Selama 2.000 tahun Israel menjadi bangsa yang mengembara, selalu dikejar-kejar, tidak punya wilayah, sampai akhirnya merdeka tahun 1948, tapi belum lengkap juga karena Yerusalem masih terpisa
  • Tahun1967 Israel diserang negara-negara Arab, terjadi perang 6 hari, Israel menang, mendapatkan Yerusalem tapi tidak bisa menjadi Ibu kota.
Kalau rencana Amerika tanggal 17 Mei 2018 terjadi, maka saudara harus siap-siap, Tuhan tidak lama lagi akan datang.
Mungkin saudara berkata, “Tuhan, datanglah segera”
Permasalahannya, apakah engkau benar-benar sudah mengasihi Dia?
  • Kalau engkau tidak mengasihi Dia, maka engkau akan tertinggal di bumi saat “Rapture” terjadi.
  • Orang yang tertinggal adalah orang yang menyia-nyiakan korban darah Yesus, dia harus masuk dalam Masa Tribulasi dan dia harus menumpah-kan darahnya sendiri, sebagai martir ataupun mati konyol.
  • Allah ada di dalam saudara, Dia senang berbaur dengan manusia, Dia senang menyatu didalam saudara, Dia senang bisa dinikmati dan bisa dialami oleh saudara dan saya.
Permasalahannya :
  • Kalau Allah rela bisa dinikmati dan dimiliki oleh saudara, apakah saudara juga rela dinikmati dan dimiliki oleh Allah?
  • Apakah saudara senang dinikmati oleh Dia?
  • Apakah saudara senang dirasakan oleh Dia?
Bagaimana caranya Allah bisa merasakan kita?
  • Saudara harus mengasihi Dia maka saudara baru bisa dirasakan oleh Dia.
  • Saudara baru bisa dirasakan oleh Tuhan ketika saudara menaruh kasihmu di tempat yang benar, yaitu pada Allah,
  • Dan untuk itu saudara harus hidup suci tidak bercacat cela.
Roma 12 : 2
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Jangan sama dengan dunia dan kamu harus tahu kehendak Allah, barulah kamu tidak akan menyakiti Allah, tidak menyimpang dari jalan Allah.
Roma 12 : 1
12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Ibadah yang sejati bukanlah hanya datang ke gereja, saudara memberi per-puluhan dan saudara melakukan pelayanan. 
Bukan hanya itu.
Tapi ibadah yang sejati adalah :
  • Ketika saudara memberi hidup saudara untuk Tuhan dan tidak bercacat dan tidak bercela.
  • Ketika saudara hidup suci, hidup kudus.
  • Ketika hati saudara tidak terfokus pada uang, atau pada diri sendiri, dan kesenangan-kesenangan saudara, tapi focuskan hidup saudara pada apa yang bisa saudara berikan untuk Tuhan.
  • Kalau bisa saudara berikan semuanya untuk Tuhan.
Tanda-Tanda Orang Yang Mengasihi Tuhan
  1. Melakukan Firman Tuhan
Orang yang mengasihi Tuhan adalah orang yang melakukan firman Tuhan.
  • Kalau saya mengasihi istri saya, pasti saya selalu rindu berjumpa dengan dia.
  • Kalau saudara mengasihi istri, suami atau pacar saudara maka saudara akan rindu untuk berjumpa dengan dia.
Itulah ciri untuk berjumpa dengan Tuhan yaitu mengasihi Dia.
  • Bagaimana caranya saudara bisa berjumpa dengan Tuhan?
  • Saudara lakukan firman-Nya dan saudara buktikan kalau saudara adalah orang yang mengasihi Tuhan.
Yohanes 14 : 15
14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku
Yohanes 14 : 21
14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
Kamu akan dijemput di awan-awan, Aku akan menyatakan diri-Ku kepadamu.
Aku akan menjemput kamu di awan-awan sebagai mempelai-Ku, tapi kalau kamu pegang perintah-Ku dan melakukan perintah-Ku.
Pertanyaannya :
Apakah saudara sudah menjadi pelaku firman?
Kalau saudara belum menjadi pelaku firman, itulah bukti kalau saudara belum mengasihi Allah.
  • Kalau kita belum mengasihi Allah, kita tidak akan dijemput oleh Allah saat “Rapture” terjadi.
  • Jangan stress mendengar khotbah ini, tapi saya mau mendorong saudara supaya saudara benar-benar mengasihi Allah.
  • Saudara harus baca firman, bergaul dengan Allah dan pergaulan saudara dengan Allah akan merubah pola hidup dan gaya hidup saudara.
Yohanes 14 : 23
14:23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
Tadi Tuhan, berkata “Aku akan menjemput kamu”
Pada ayat ini Tuhan berkata “Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia”.
Selama-lamanya saudara akan bersama-sama dengan Allah untuk memerintah dan sebagai mempelai-mempelai Kristus.
Apakah didalam saudara ada ciri-ciri telah mengasihi Allah? Kalau iya :
  • Berarti saudara adalah pelaku firman Allah,
  • Berarti saudara menjunjung tinggi kebenaran Allah.
Mengasihi Sesama Saudara
Tuhan menggambarkan diri-Nya didalam diri kita dan didalam orang-orang di sekitar kita.
  • Bisa bayangkan atau tidak, kalau saudara membenci seseorang, sedang-kan dalam orang tersebut adalah gambaran Allah?
  • Bisakah saudara bayangkan ketika saudara kesal dengan seseorang, sementara didalam diri orang tersebut ada gambar Allah?
  • Tuhan menggambarkan dirinya didalam diri semua orang dan apa yang terjadi jika kita membenci orang yang didalamnya ada gambaran Allah?
1 Yohanes 4 : 20
4:20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci ….
saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
Dia adalah pendusta, karena tidak mengasihi orang yang ada gambar Allah didalam orang itu.
Kalau kita tidak mengasihi orang yang kita lihat, bagaimana mungkin kita bisa berkata bahwa kita mengasihi Allah yang tidak kita lihat? Itu hanya omong kosong.
Ada kesaksian hamba Tuhan di China.
Papa dan mamanya dibunuh seseorang.
Dan pada suatu hari, pembunuhnya masuk gereja dan bertobat.
Kebetulan gereja tersebut penuh sesak dan hamba Tuhan itu harus duduk disebelah pembunuh orang tuanya, lalu dia harus angkat perjamuan.
Karena dia sangat membenci orang itu, akhirnya dia keluar, dia tidak bisa terima orang itu.
Di jalan Tuhan menampakkan diri dihadapannya, Tuhan tidak berbicara apapun, tapi Tuhan hanya menangis dihadapan hamba Tuhan itu.
Hamba Tuhan itupun langsung menangis dan dia sadar bahwa diapun orang yang telah melukai hati Tuhan.
Kalau saudara benci kepada satu orang saja, berarti saudara adalah orang yang menyakiti hati Tuhan.
  • Orang yang membenci sesamanya adalah musuh Allah.
  • Orang yang telah diubah didalam kasih Tuhan, adalah orang yang meng-anggap orang yang jahat di sekitarnya sebagai saudara.
  • Kita harus mengasihi, bukan hanya kepada orang yang layak kita kasihi, tetapi kita juga harus mengasihi orang yang tidak layak untuk kita kasihi.
Kita mungkin berkata, “Tuhan tidak adil”
  • Tuhan itu adil luar biasa, Dia mau menggambarkan diri-Nya didalam dirimu.
  • Tuhan bilang, ketika engkau berengsek, “Aku tetap sayang kamu”.
  • Dan ketika engkau berdosa, “Aku tetap mencintaimu”.
Tapi permasalahannya, kita tidak mau menjadi gambaran Allah.
Begitu orang lain menyakiti kita, kita berpendapat bahwa kita layak untuk membenci dia.
Saudara tidak layak membenci satu orangpun yang menyakiti saudara, tapi saudara harus mengasihi siapapun yang menyakiti hati saudara.
  • Sepertinya memang tidak adil, tapi Tuhan itu adil luar biasa.
  • Tuhan mau menampakkan diri-Nya didalam saudara dengan cara men-jadi saluran kasih bagi sesama saudara.
1 Yohanes 5 : 2-3
5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
Kita harus mengasihi Allah dan melakukan perintahnya, barulah kita bisa mengasihi sesama kita yang menyakiti hati kita.
5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
Pertanyaannya :
Mengampuni orang lain berat atau tidak?
Sungguh berat bagi kita, karena kita terjebak didalam daging.
  • Tapi, kalau saudara hidup didalam roh, maka mengampuni orang lain tidaklah berat, tidaklah sukar.
  • Cukup melipat tangan dan menutup mata dan katakan, “Tuhan saya tahu ini tidak boleh, saya tahu saya tidak mampu, tapi saya mau mengampuni dia Tuhan”.
  • “Saya mau mengampuni dia, Tuhan sebagaimana Tuhan mengampuni saya, sebagaimana Tuhan menerima saya apa adanya, saya juga mau menerima dia apa adanya.”
Itulah kasih akan Allah.
Yohanes 13 : 34
13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Perintah yang baru yaitu supaya kamu saling mengasihi.
Bukan hanya mengasihi orang yang baik kepadamu tapi kamu juga harus mengasihi orang jahat kepadamu.
“Kalau Aku mengasihi kamu, maka kamu harus mengasihi orang itu, karena kamu adalah gambaran-Ku”, kata Tuhan. Kamu harus saling mengasihi.
Di Chosen Generation tidak boleh ada saling bergesekan. Semua harus saling mengasihi, saling menyayangi.
  • Bagaimana caranya kita saling support satu dengan yang lain?
  • Bagaimana caranya kita tidak usah merasa diri paling penting, harus dihormati, harus dihargai?
Kalau ada satu orang menyakiti saudara maka saudara harus mengampuni dia.
  • Kalau semua orang salah dihadapan saudara, maka saudara yang harus bertobat karena saudara yang sakit.
  • Kalau saya melihat semua jemaat Chosen Generation aneh semua dihadapan saya, maka saya yang harus bertobat.
  • Saya yang harus datang kepada Tuhan dan saya harus membereskan diri saya dihadapan Tuhan.
Ada orang yang selalu berkata si A salah, si B salah, si C salah, tapi sebenarnya yang salah adalah dirinya sendiri. Hal ini berarti dia tidak bisa menerima orang lain apa adanya, dia selalu menunjuk orang.
  • Yang benar adalah kamu perbaikin dirimu, perbaiki cara pandangmu kepada orang lain, maka kamu tidak akan menyalahkan orang lain.
  • Tapi kita mulai lipat tangan dan doakan, “Tuhan, berkati dia, Tuhan, tolong dia”.
  • Kita tidak usah mengorek-ngorek dia, jangan mengurusi orang lain, doakan saja tapi mulailah urus dirimu sendiri, karena engkaulah yang sakit dan engkau butuh pertolongan.
Yohanes 13 : 35
13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
Kalau kamu saling mengasihi satu dengan yang lain, maka baru terbukti kamu adalah murid-Ku.
  • Kalau kamu mau mengampuni siapapun yang menyakitimu, baru terbukti bahwa kamu adalah murid Tuhan.
  • Kalau kamu mengasihi tanpa syarat, baru terbukti kalau kamu adalah murid Tuhan.
Kalau kamu membenci orang lain, maka kamu tidak terlihat murid Tuhan.
  • Mulailah belajar mengasihi dan belajar tidak mengorek-ngorek kesalahan orang.
  • Belajar melihat orang dari sisi positifnya.
Kalau saudara melihat orang dari sisi negatifnya, semua orang pasti ada kelemahannya atau ada kekurangannya.
  • Tidak usah melihat kekurangan orang lain, tapi lihat kelebihannya.
  • Kalau saudara selalu melihat kelemahan orang lain, maka saudara akan capek sendiri, semua orang akan salah dihadapan saudara.
Mengasihi Allah dan mengasihi sesama, bukan sekadar kata-kata saja, tapi harus diterjemahkan dalam pola hidup, gaya hidup kita sehari-hari.
Bekerja Giat Bagi Allah
Dimanapun saudara berada, saudara harus menjadi berkat, tidak pusing dengan apapun, tidak pusing dengan penghargaan-penghargaan orang.
  • Yang penting Tuhan melihat saya dan saya berkenan dihadapan Dia.
  • Tidak usah mendapat penghargaan, tidak usah minta penghargaan, tidak usah minta dihargai.
  • Apa yang bisa kamu lakukan, lakukan saja
Inilah ciri orang yang mengasihi Allah yaitu orang yang bekerja untuk Allah bukan untuk dirinya sendiri.
Yohanes 6 : 27
6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”
Bekerja bukan untuk makanan yang dapat binasa, artinya bekerja bukan untuk sesuatu yang fana saja, tapi bekerja juga untuk sesuatu yang memiliki nilai kekal.
  • Jangan memboroskan waktu saudara untuk hal-hal yang tidak berguna.
  • Jalani sisa waktu yang ada untuk mengasihi Allah, agar saudara benar-benar bisa terangkat bukan hanya sekedar berharap terangkat.
Yohanes 21 : 15-17
21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Kamu sayang sama Tuhan atau tidak?
  • Kalau saudara berkata bahwa saudara sayang Tuhan, maka saudara harus bekerja untuk Tuhan.
  • Kalau saudara sayang Tuhan, tapi saudara tidak bekerja untuk Tuhan dan saudara masih focus kepada diri saudara sendiri berarti saudara belum benar-benar sayang kepada Tuhan.
Gembalakan domba-domba-Ku, bahasa aslinya “Kasih makan domba-dombaKu”, bahasa Inggrisnya “Feed My Lamb”.
  • Kasih makan kebenaran, jadilah saksi Tuhan dimanapun saudara berada.
  • Mulai hari ini bekerjalah bukan untuk sesuatu yang fana, tapi bekerjalah untuk sesuatu yang memiliki nilai kekal.
  • Bukan berarti saudara tidak bekerja lagi .
Saudara tetap bekerja, tapi lakukan untuk Tuhan bukan untuk dirimu.
Saudara menjadi ibu rumah tangga membesarkan anak, saudara harus melakukannya untuk Tuhan tanpa persungutan, tanpa tuntutan, lakukan dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia.
21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”
Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Sekali lagi Tuhan katakan, “Kasih makan domba-dombaKu”, bekerjalah untuk Aku.
Orang yang mengasihi Tuhan adalah orang yang bekerja untuk Tuhan. Hidup matinya sudah diserahkan bagi Tuhan.
21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.
Pertanyaannya :
Apakah saudara benar-benar mengasihi Tuhan?
  • Kalau saudara mengasihi Tuhan, beri makan domba-domba-Ku.
  • Bagaimana caranya memberikan makan kepada domba-domba Tuhan?
  • Hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan, jadi berkat dimanapun saudara berada. Gaya hidupmu, pola hidupmu adalah gaya hidup dan pola hidup yang memberkati orang, bukan menjadi sandungan bagi orang lain.
Hidup Mati Sudah Untuk Tuhan
Saudara tidak mungkin langsung sampai ke tingkat ini.
Tidak mungkin saudara terima Yesus, hidup matimu langsung untuk Tuhan.
Tapi saudara harus mengalami pertumbuhan-pertumbuhan rohani.
Habakuk 1 : 2
1:2 Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong?
Dia dikepung dan bermasalah, tapi dia mengalami transformasi yang luar biasa.
  • Banyak orang Kristen seperti ini, “Tuhan berapa lama lagi Tuhan, aku sudah tidak kuat Tuhan?”
  • Mengapa Engkau menjadi musuhku Tuhan?
  • Aku minta tolong, tapi mengapa Engkau tidak menolongku?
  • Aku butuh Tuhan, tapi Engkau tidak menolongku?
Habakuk 1 : 13
1:13 Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?
Perkataan ini seperti mau menyanjung Tuhan, tapi sebenarnya tidak.
  • Tuhan mengapa Kau mengijinkan orang-orang jahat menelan aku?
  • Tuhan mengapa Kau mengijinkan hal ini terjadi?
Habakuk “complain” ke Tuhan karena dia belum mengenal Tuhan.
Orang yang hidup matinya untuk Tuhan, adalah orang yang benar-benar sudah mengenal Tuhan.
Habakuk 2 : 1
2:1 Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.
Aku melihat dari tempat tinggi dan aku melihat semua masalah yang aku hadapi hari ini, itu mendatangkan kebaikan bagi semuanya.
Saudara datang ke Tuhan, naik ke gunung Tuhan dan saudara akan melihat masalah dengan cara pandang Tuhan.
  • Saya jalan di Sudirman dan saya tidak melihat sesuatu yang special disana, tapi kalau saya naik ke tempat tinggi, jangkauan pandangan saya jauh lebih luas dan saya akan melihat tempat-tempat yang indah.
  • Saudara akan melihat semua yang indah, kalau saudara naik ke gunung Tuhan.
  • Saudara akan melihat semua yang baik, kalau saudara intim dengan Tuhan.
Kalau saudara tidak naik ke gunung Tuhan :
  • Maka yang ada hanya per-sungutan yang keluar dari mulutmu.
  • Tuhan mengapa begini?
  • Tuhan saya capek.
  • Pada akhirnya, saudara akan menyalahkan semua orang di sekitar saudara.
Kalau saudara tidak naik ke gunung Tuhan :
  • Maka mulutmu tidak dipenuhi dengan pujian, tapi dipenuhi dengan per-sungutan.
Kalau saudara naik ke gunung Tuhan :
  • Maka saudara akan berkata semua baik.
Habakuk 3 : 17-18
3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
Tidak ada yang menjanjikan untuk saya, semua yang saya usahakan nol hasilnya.
3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
Aku tetap bersorak-sorak dan beria-ria bersama dengan Dia, walaupun aku tidak melihat sesuatu yang aku inginkan terjadi dalam hidupku.
  • Apakah saudara berani sampai ke tingkat ini?
  • Kalau saudara sampai ke tingkat ini, maka saudara adalah orang yang mengasihi Allah.
  • Inilah kekristenan ideal, saudara bukan hanya tahu siapa Tuhan, tapi saudara mengalami Tuhan.
2 Korintus 12 : 10
12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Aku rela kalau aku memikul salib, aku rela kalau aku dihina karena Tuhan, kalau aku dijauhi karena kebenaran, aku rela kalau aku jadi sampah bagi dunia. Aku rela karena Tuhan, karena disitulah kemuliaan Tuhan sedang nyata didalamku.
Permasalahannya :
Apakah saudara benar-benar sudah mengasihi Tuhan?
  • Kalau saudara sudah mengasihi Tuhan, berarti saudara melakukan firman Tuhan.
  • Kalau saudara sudah mengasihi Tuhan, berarti saudara mengasihi sesama saudara.
  • Kalau saudara sudah mengasihi Tuhan, berarti saudara bekerja untuk Tuhan.
  • Kalau saudara sudah mengasihi Tuhan, berarti hidup mati saudara hanya untuk Tuhan.
Saudara rela mengalami apapun, saudara tidak takut dengan apapun, dengan hari depan sekalipun, karena saudara percaya ada Tuhan di hari depanku dan Tuhan telah merajut semua yang indah untuk hidupku.
1 Korintus 16 : 22
16:22 Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata
Kalau saudara tidak mengasihi Tuhan, jangan harap Tuhan datang untuk saudara.
Tapi kalau saudara mengasihi Tuhan, maka saudara akan melakukan firman Tuhan, saudara mengasihi sesama, saudara bekerja untuk Tuhan dan hidup mati saudara untuk Tuhan.
Bersiaplah, Tuhan akan datang untuk kita dan percayalah, tidak lama lagi waktu-Nya akan tiba, Dia akan datang di awan-awan menjemput kita.
  • Kedatangan-Nya kali pertama, sebagai Juruselamat.
  • Kedatangan-Nya kali kedua, sebagai Hakim dan Raja.
Apakah saudara sudah diselamatkan, karena Dia datang sebagai Hakim dan Raja.
  • Apakah Dia akan memerintah didalam saudara?
  • Atau apakah saudara belum mengijinkan Dia memerintah di dalam saudara.
Kalau saudara mengasihi Dia, ijinkan Tuhan memerintah dalam saudara dan saudara akan berkata, “Tuhan atur hidupku, aku sudah tidak punya kepentingan apa-apa lagi, aku percaya walaupun pohon ara tidak berbuah, walaupun pohon zaitun mengecewakan, semua  tidak ada hasilnya tapi aku tetap beria-ria didalam Tuhan”.
Aku percaya, bersama Tuhan hari depanku penuh kemuliaan.
Tadi pak Heri dapat pewahyuan dan ayat ini layak untuk dibagikan :
Yesaya 30 : 15
30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,
Saya tahu saudara mengalami banyak masalah, tapi kalau saudara tetap tenang di tengah masalah saudara, maka :
  • Disitulah saudara akan diselamatkan,
  • Disitulah saudara mempunyai kekuatan yang adikodrati,
  • Disitulah saudara bisa berkata kepada kuasa gelap “hai maut dimanakah sengatmu?”
Dan saudarapun akan dipenuhi dengan kemuliaan.
Amin.
Beri Kemuliaan Bagi Tuhan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Warta 29 April 2018 MENUKAR KEKEKALAN DENGAN KESIA-SIAAN

WhatsApp Image 2018-04-25 at 10.52.56

MENUKAR KEKEKALAN DENGAN KESIA-SIAAN

                         Dewasa ini banyak orang percaya yang lebih memfokuskan pandangannya hanya kepada perkara sementara sehingga perkara sorgawi yang kekal mulai dibiaskan. Banyak orang tidak lagi menjadikan kekekalan sebagai tujuan utama. Mereka telah menjadikan kebutuhan akan hidup kekal menjadi nomor berikut setelah kebutuhan jasmaniah (Yohanes 6:27). Semua telah ditunggang balikan oleh kegelapan yang primer menadi sekunder dan yang sekunder menjadi primer.

Sangat mengharukan jika isi hati dan kerinduan Tuhan digantikan dengan kebutuhan “aku” yang notabene tidak dibawa sampai kebalik kubur. Tapi nyatanya hal inilah yang terjadi dalam kekristenan dewasa ini. Kebenaran yang seharusnya mempengaruhi jaman sehingga jaman beradaptasi dengan kebenaran yang hakiki telah bergeser menjadi kebenaran yang harus beradaptasi dengan jaman. Dengan bergesernya tatanan ini bergeser juga kekudusan berdasarkan apa yang kupikir kudus bukan apa yang Tuhan mau untuk menjadi kudus.  Bergesernya tatanan ini juga membuat orang tidak lagi perduli dengan isi hati Tuhan yang mereka cari hanya apalah perduli aku? Jika Ya Tuhan selesaikanlah semua urusanku, bela masalahku dan berkati hidupku agar aku bisa hidup nyaman selama 70-80 tahun didunia dan mati masuk sorga. Jika tidak maka aku tidak bisa menyembahMu, tidak bisa bersyukur kepadaMu bahkan aku bisa kecewa kepadaMU. Jika saudara melihat ciri diatas apakah anda berkata ini sebagai kekristenan yang konyol dan aneh?

Tapi sadarkah saudara seringkali kita terjebak dalam situasi dan kondisi diatas? Seringkali kita kecewa kepada keadaan, tidak bisa bersyukur dan didalam hati  seperti ingin lari dari Tuhan. Kita lebih mementingkan kebutuhan jasmani dibanding kekekalan, kita lebih mengutamakan kemuliaan dunia dibanding kenikmatan sorga. Kita tidak menjadikan Tuhan segalanya dalam hidup tapi kita menjadikan kebutuhan dan kenyamanan sebagai fokus utama. Bukankah kita orang yang menukar hak kesulungan yang bisa membawa pada kekekalan dengan semangkok kacang mereh yang nikmatnya hanya sesaat (Ibrani 12:16)?

            Saudaraku sudah saatnya Gereja sadar akan kebenaran dan kembali pada isi hati Tuhan sebagai Bapa kita (Maleaki 4:6), bukan malah membuai dengan “kedagingan versi rohani” yang tidak menolong sama sekali.

Sudah saatnya juga Gereja kembali pada kasih yang semula yaitu kasih yang membawanya pada kehendak Tuhan. Bukan kasih akan diri sendiri dan berbagai kebutuhannya. Gereja harus sadar kalau keduniawian tidak perlu diajarkan tapi kebenaranlah yang harus ditekankan. Dengan demikian jemaat akan kuat dan tidak akan menukar kebenaran dengan semangkuk kacang merah (keduaniwian).    

22 APRIL 2018-NIKODEMUS,KEBUTUHAN ORANG YANG BERPENDIDIKAN( 9 KEB POKOK-KE 1 )

MENJADI SAMPAH DUNIA – 1 APRIL 2018

S

“………………. kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.” (1 Korintus 4:13)

 

GPPK-CHOSEN GENERATION
KHOTBAH GEMBALA, 01 APRIL 2018

 

MENJADI SAMPAH BAGI DUNIA

 

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK.CHOSEN GENERATION
IBADAH PASKAH, MINGGU 1 APRIL 2018

 

SHALOM…
SELAMAT PASKAH.
Hari ini adalah hari yang luar biasa, karena Tuhan kita telah membukti-kan bahwa “hanya Dia yang telah mengalahkan maut”.
Kristus mati bagi saudara dan saya, untuk buka jalan bagi kita semua :
  • Supaya kita bisa menghampiri tahta Tuhan kita.
  • Supaya ketika kita menyatu dengan Dia, maka kita menjadi serupa dan segambar dengan Dia.
Khotbah hari ini dengan judul “Menjadi Sampah Bagi Dunia”, karena mau tidak mau kita akan menjadi seperti itu bagi orang dunia.
Saudara dan saya tidak dipanggil untuk “menjadi serupa dengan dunia” dan juga “tidak dipanggil untuk mengasihi dunia”.
Oleh karena saudara dan saya tidak mengasihi dunia, maka saudara dan saya akan dianggap seperti sampah yang berbau busuk bagi orang-orang dunia.
Pernahkah saudara merasakan teman-teman yang dulunya begitu dekat dengan saudara, begitu peduli dengan saudara, tapi ketika saudara semakin dekat dengan Tuhan, tiba-tiba saudara mulai dijauhi mereka dan akhirnya disingkirkan dari pergaulan lama yang mengasihi dunia.
Saudara dan saya dijauhi oleh mereka, bukan karena karakter kita aneh, tapi karena kebenaran yang ada di dalam kita.
  • Itulah yang membuat kita tersingkir dari teman-teman lama kita yang masih hidup dan menikmati keduniawian mereka.
  • Entah orang Kristen atau bukan, kalau saudara hidup semakin dekat dengan Tuhan, maka saudara akan tetap semakin tersingkir dari teman-teman lama saudara.
Permasalahannya, banyak orang Kristen yang tidak menyadari ini, sehingga akhirnya dia menyatu kembali dengan dunia.
Jadi, sebenarnya saudara akan disingkirkan dan menjadi sampah bagi dunia, karena Yesus sudah mati untuk kita dan Dia bangkit bagi kita.
Dia telah membuktikan bahwa kematian-Nya telah mengalahkan maut.
Hari ini kita merayakan kebangkitan Kristus dari antara orang mati, sehingga saudara dan saya punya hidup yang baru.
  • Dan kehidupan kita yang baru ini, tidak bisa tidak menjadi kehidupan yang menolak kehidupan dunia.
  • Karena kalau kita menyatu dengan dunia dan hidup menjadi serupa dengan dunia, maka kekristenan kita pasti salah.
Khotbah Paskah biasanya berbicara tentang Yesus dibangkitkan dan hidup, tapi pada kesempatan ini Tuhan mau berbicara tentang “menjadi sampah dunia”.
Mengapa dikatakan menjadi sampah?
Kalau ada sampah dirumah atau dalam gedung bahkan dijalanan, sampah itu harus disingkirkan dari tempat-tempat tersebut, karena akan menimbulkan bau busuk dan penyakit.
Itulah posisi kita sekarang dihadapan mata dunia ini :
  • Karena kita telah menjadi sesuatu yang mengotori dunia dan sangat mengancam kenikmatan orang dunia.
  • Maka kita harus menjadi sesuatu yang dibuang dari dunia ini sebagai sampah busuk, bagi mereka.
  • Sadarkah saudara kalau saudara telah menjadi sesuatu yang mengan-cam kenikmatan orang dunia?
Kalau saudara tidak sadar juga bahwa saudara adalah ancaman bagi dunia, berarti saudara masih mengasihi dunia dan hidup bagi dunia.
Yesus telah mati dan bangkit supaya kita yang “telah mati” bagi Dia, akan dibangkitkan pula bersama dengan Dia. Maksudnya mati dari cara hidup kita yang lama dan bangkit dengan cara hidup yang baru.
Roma 8 : 11
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Syaratnya saudara harus menyatu dengan kematian-Nya.
Saudara harus mati terhadap dunia, terhadap dosa dan terhadap semua keinginan terlebih dahulu, barulah saudara bisa dibangkitkan bersama dengan Kristus dari antara orang mati.
Artinya saudara akan bangkit dengan pola hidup yang baru, dengan cara hidup yang baru, dengan cara hidup sorgawi dan tidak lagi dengan pola atau tata hidup yang lama.
Dengan sendirinya saudara akan menjauhi pergaulan dunia. Selera saudara mulai berubah. Orang yang bangkit bersama dengan Kristus adalah orang yang hidup dalam hidup yang baru.
Masalahnya :
Orang yang hidup di dalam hidup yang baru akan menjadi sampah bagi dunia.
1 Korintus 4 : 13
4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
Coba kata “kami” diganti dengan nama saudara. Sehingga berbunyi “kami (sebut nama saudara) telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.”
Ingat! Kita telah jadi kotoran di dunia ini.
“Sampah” dalam bahasa Ibrani yaitu “PERIKATHARMATA”, terdiri atas 2 kata yaitu peri (pinggiran), katharmata (disingkirkan/dibersihkan).
Jadi Paulus berkata, orang Kristen atau pengikut Kristus adalah orang pinggiran yang harus dibersihkan karena sangat mengesalkan bagi dunia.
Pertanyaannya :
  • Apakah saudara sudah mengesalkan dunia atau belum?
  • Atau apakah masih menjadi sama seperti dunia?
Bila saudara masih menjadi sama seperti dunia, maka :
  • Dunia melakukan dosa A, saudara juga mengikuti.
  • Dunia melakukan dosa B, saudara juga mengikuti.
  • Akhirnya tidak terlihat perbedaan antara anak-anak Tuhan dengan anak dunia yang diluar sana, karena pola hidupnya sama dengan anak dunia.
Memang sama-sama makan nasi, tapi cara hidup kita yang harus berbeda, gaya hidup kita yang harus berbeda.
  • Kalau mereka seperti itu, kita tidak boleh mengikuti.
  • Kalau kita berbeda dengan mereka, maka “kita adalah orang pinggiran yang harus disingkirkan”.
Saudara harus hidup dengan cara hidup yang baru, yang lama harus kita tinggalkan, yaitu :
  • Cara hidup yang masih senang dengan dunia, yang masih senang dengan dosa, yang masih senang dengan hura-hura, yang masih senang dengan foya-foya, semuanya itu harus kita singkirkan, dan kita masuk dengan gaya hidup yang baru.
Begitu kita masuk kedalam gaya hidup yang baru, maka kita yang akan disingkirkan, dibuang oleh mereka.
Inilah yang disebut “perikathamata” (sampah ).
Saat ini kita telah menjadi sampah bagi dunia, kita telah menjadi kotoran bagi dunia.
Pertanyaannya :
  • Apakah saudara sudah mengalami menjadi sampah dunia?
  • Apakah saudara sudah mengalami disingkirkan oleh dunia?
  • Apakah saudara sudah mengalami diejek oleh orang dunia?
  • Apakah saudara sudah dibilang fanatik oleh orang dunia?
Saudara sudah dianggap orang aneh oleh lingkungan saudara, bahkan mungkin saja oleh family saudara sendiri, karena sedikit-sedikit bicara tentang Yesus.
  • Begitu orang dunia bergosip, saudara langsung lepas libat (pergi).
  • Akhirnya orang dunia malas berteman dengan saudara.
  • Ini yang dimaksud saudara sudah mulai disingkirkan.
Kalau saudara tidak disingkirkan oleh dunia, berarti saudara akan menjadi sama dengan dunia.
Contoh dalam hal tradisi adat istiadat.
  • Saudara harus sampai pada titik disingkirkan oleh keluarga.
  • Saudara harus berani karena ketika saudara berani maka saudara akan dianggap sampah (orang yang tidak punya adat, dianggap sesat).
  • Ketika saudara mulai disingkirkan demi menjaga perasaan Tuhan, maka saudara akan dijauhi oleh keluarga.
  • Begitu saudara dijauhi karena saudara mempertahankan isi hati Tuhan, barulah saudara menjadi “perikatharmata” (sampah yang disingkirkan oleh dunia).
  • Saudara juga dikatakan atau “dicap sebagai orang yang tidak beradat”.
Bagaimana caranya saudara bisa menyelamatkan orang-orang dunia disekitar saudara, kalau kehidupan saudara masih sama dengan mereka.
Begitu saudara tampil beda, menolak dosa dan hidup kudus, maka mereka akan menganggap saudara aneh dan mereka akan menghina saudara.
Suatu hari, saudara dan saya akan banyak dibutuhkan oleh banyak orang, karena dunia ini butuh “orang-orang aneh”.
Jadi orang Kristen atau pengikut Kristus sejati, adalah orang pinggiran yang mengesalkan bagi dunia dan orang yang harus disingkirkan.
Apakah saudara masih siap mengikut Yesus?
Apakah saudara siap disingkirkan?
Apakah saudara siap dikatakan aneh?
Selamat mencoba!
Misalnya :
Saudara panggang sate di panci yang bukan anti lengket. Kerak bumbu dan lain-lain pasti nempel di semua permukaan dasar dan dinding panci.
Tapi begitu saudara bersihkan, saudara akan tambah kesal karena kotorannya lengket susah dibersihkan.
Zaman sekarang masih bisa dibersihkan dengan sabut yang kasar, tapi jaman dulu harus disikat keras baru bersih.
Beginilah orang Kristen yang benar akan diperlakukan seperti kotoran itu.
  • Saudara akan menjadi orang-orang yang mengesalkan bagi dunia, karena saudara tidak hidup seperti dunia.
  • Saudara akan dihindari dan atau disingkirkan bahkan dengan cara yang kasar, seperti menyikat panci kotor bekas bakar sate itu dengan sabut kasar.
Mengapa demikian?
  • Karena saudara, adalah orang Kristen yang sudah dibangkitkan bersama Kristus, berarti pola hidup saudara adalah pola hidup yang baru.
  • Karenanya, begitu pola hidup saudara berubah menjadi pola hidup yang baru, maka saudara akan mulai disingkirkan oleh dunia.
Kalau kita belum sampai “tahap disingkirkan”, berarti gaya hidup kita masih serupa dengan dunia.
Orang Kristen yang benar akan membuat orang dunia sakit kepala :
  • Karena gaya hidup orang Kristen yang seperti ini, tidak masuk akal orang dunia.
  • Sehingga orang Kristen model begini harus dikikis, harus disingkirkan.
  • Karena orang Kristen yang seperti ini akan menjadi ancaman bagi mereka yang masih menikmati dunia.
Apa yang harus saudara lakukan hingga sampai pada tingkat menjadi sampah bagi dunia?
  • Saudara harus memiliki pola hidup yang baru, gaya hidup yang baru.
  • Orang akan membuat saudara kesal terus-menerus, tapi tambah hari saudara akan tambah tutup mulut dan diam.
  • Begitu saudara tambah diam, maka orang akan menyebut saudara banci.
  • Semakin saudara sabar, maka saudara akan tambah dihina.
Maka saat itulah saudara akan sampai pada tingkat menjadi sampah bagi dunia dan disingkirkan oleh dunia, karena gaya hidup saudara sudah tidak masuk akal mereka.
2 Korintus 2 : 15-16
2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
Bagi Allah, kami adalah bau yang harum dari Kristus, bagi mereka yg disela-matkan. Kami tinggal diantara mereka yang diselamatkan dan yang binasa.
Bagi yang diselamatkan kita baru harum. Tapi bagi yang menolak Kristus dan bagi orang Kristen yang menolak hidup benar, kita ini bau busuk.
2:16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?
Paulus berkata “siapa yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?”
Memang tidak mudah, apalagi kita hidup dan tinggal dikelilingi teknologi zaman sekarang, dimana dosa ada di genggaman tangan kita.
Kalau saudara adalah manusia yang baru, hidup dengan gaya hidup yang baru, maka saudara akan disebut :
  • Orang-orang suci, atau orang-orang kudus,
  • Orang-orang aneh, dan orang-orang fanatik,
  • Orang-orang yang gaya hidupnya tidak masuk akal bagi orang dunia.
Bagi orang-orang yang diselamatkan, kita adalah bau yang harum, tapi seba-liknya bagi orang yang akan binasa, kita adalah bau busuk yang mematikan.
Misalnya dalam ruangan ini, ada yang buka sepatu dan baunya menyengat tidak enak samasekali. Apa yang saudara lakukan?
  • Pasti saudara cari sumber baunya dimana.
  • Begitu kita dapat sumber baunya, kita segera singkirkan bau busuk tersebut.
Itulah gambaran posisi kita bagi orang dunia.
  • Kita adalah bau yang menyengat dan yang membawa kematian bagi orang dunia yang bakalan binasa.
  • Tapi bagi orang-orang yang akan diselamatkan, kita adalah bau harum mewangi dan menyegarkan.
Orang yang masih duniawi saat saudara perdengarkan khotbah ini, pasti saudara akan dikatakan gila.
Itulah sebabnya, Paulus sampai berkata “siapakah yang sanggup menunai-kan tugas yang demikian?”
  • Siapakah yang sanggup menjadi sampah bagi dunia?
  • Siapa yang sanggup terus menerus disingkirkan?
Begitu saudara berdiri didalam kebenaran, maka saudara akan dijauhi oleh banyak orang, bahkan keluarga saudara sendiri akan menjauhi saudara karena pola hidup saudara, gaya hidup saudara sudah berbeda dengan mereka.
  • Kita harus berpihak kepada Tuhan dan lebih menjaga perasaan Tuhan dibandingkan menjaga perasaan keluarga kita atau perasaan orang-orang di sekitar kita.
  • Ketika kita percaya kepada Tuhan dan mengikuti keinginan hati Tuhan, maka kita akan disingkirkan oleh keluarga kita.
Rasul Paulus sampai berkata “siapa yang sanggup?”
Pertanyaannya :
Kalau hari ini Tuhan bangkit dan saudara sudah hidup dalam hidup yang baru, bisakah saudara sampai ke tingkat ini?
Masalahnya hanya mau atau tidak. Kita harus mau karena upahnya adalah kemuliaan.
Mungkin saudara tidak mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan selama hidup didunia ini, tapi begitu sampai di sorga, saudara akan melihat apa yang dijanjikan Tuhan semua digenapi, bahkan lebih dari apa yang saudara dan saya pikirkan.
1 Korintus 2 : 9
2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Apa yang tidak pernah dipikirkan, itulah yang Tuhan sediakan.
Saya kemarin lewat Mall Aeon. Bisa saya bayangkan kalau rumah saya sebesar Aeon? Karen, istri saya ada di ruangan yang mana, saya harus cari pakai sepatu roda.
Saudara bayangkan kalau sampai di sorga nanti, ternyata upah saudara besar sekali.
Rumah saudara didunia boleh-boleh saja 6×10 mtr, tapi begitu tiba di sorga saudara akan kaget luar biasa.
Inilah yang namanya tidak pernah saudara pikirkan, yang disediakan oleh Tuhan karena saudara telah menjadi sampah bagi dunia.
Saudara disingkirkan bagaikan sampah, kemudian dibuang oleh orang dunia, tapi ternyata begitu saudara dibuang, saudara menjadi berkat bagi banyak orang.
  • Dan itulah luar biasanya kekristenan, siapa yang sanggup menunaikan tugas ini.
  • Rasul Paulus sampai berbicara tentang hal ini di Korintus, bahwa engkau akan menjadi sampah bagi dunia, kotoran dari segala sesuatu.
  • Berarti kita adalah yang terkotor dari yang paling kotor di mata dunia dan harus disingkirkan oleh dunia.
Para Evangelist atau penginjil di Turki, sudah di cap sebagai teroris oleh penguasa Turki.
Begitu juga kalau saudara bawa Injil ke Korea Utara, maka saudara akan dituntut berdasarkan undang-undang pornografi, dan akan di pidana oleh penguasa.
  • Betapa dahsyatnya kebencian dunia kepada kita, karena sebenarnya kita telah menjadi sampah bagi dunia.
  • Tapi berapa banyak orang Kristen yang ngotot dan tidak gentar di-perlakukan menjadi sampah bagi dunia?
  • Yang walaupun mereka ditolak oleh dunia, tapi mereka tetap tidak mau menyatu dengan dunia?
Berapa banyak orang Kristen yang sudah sampai ke tingkat ini?
  • Paulus menegor jemaat di Korintus, karena jemaat ini masih duniawi.
  • Kalau saudara lihat di 1 Korintus 4 : 6-18, itu adalah mengenai teguran karena kesombongan orang-orang duniawi.
1 Korintus 3 : 1
3:1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
Aku tidak bisa bicara kepadamu seperti orang rohani, karena kamu sudah mengenal Yesus tapi belum dewasa.
Artinya kamu sudah mengenal Yesus, tapi kamu belum menyatu dengan Kristus, karena kamu masih mengasihi dunia dan menikmati dunia.
Pertanyaannya :
Apakah saudara benar-benar orang Kristen?
  • Saudara pasti menjawab, ya saya orang Kristen
Masalahnya :
Apakah saudara sudah menyatu dengan Kristus?
  • Kalau saudara sudah menyatu dengan Kristus,
  • Maka saudara akan disingkirkan oleh dunia, saudara akan dibuang, dijauhi oleh banyak orang karena saudara sedang berdiri didalam kebenaran dan berjalan didalam kebenaran itu.
Paulus menegur jemaat di Korintus karena mereka hidupnya duniawi :
  • Mereka tidak mau menjadi sampah dunia, karena mereka masih mencintai dunia.
  • Rohani mereka tidak pernah menjadi dewasa, sehingga tanpa mereka sadari mereka telah memilukan hati Tuhan terus menerus.
Anggur campur empedu
Tiga kali khotbah terakhir, semua berbicara tentang salib.
Jumat Agung yang lalu khotbahnya tentang salib, dengan tema “Anggur Campur Empedu”
Apa yang dimaksud dengan “anggur campur empedu?
Maksudnya ketika saudara disakiti :
  • Maka saudara tidak bisa balas dan tidak boleh balas.
  • Saudara juga tidak boleh cari pembelaan dari kiri kanan saudara,
  • Karena kalau saudara bela diri, itu artinya saudara “pikul salib dengan anggur campur empedu”,
  • Yang bisa menghilangkan rasa sakit versi dunia, dan itu tidak bagus.
Kita harus benar-benar menyenangkan hati Tuhan.
Galatia 6 : 14
6:14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.
Maksudnya semua duniaku, semua keinginanku, semua kehendakku telah disalibkan disana.
Jadi aku tidak punya keinginan apa-apa lagi, karena aku telah disalibkan, supaya aku menjadi berkat bagi dunia.
Ingat!
Kalau saudara membenci dunia, wajar kalau saudara dibenci oleh dunia.
Tapi kalau saudara mengasihi dunia, wajar kalau saudara tidak disingkirkan oleh dunia, malah dirangkul oleh dunia.
1 Yohanes 2 : 15
2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu
Bila seseorang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada didalam orang itu. Jadi kita tidak bisa berdiri di tengah-tengah.
  • Kita harus memilih mengasihi dunia atau membenci dunia.
  • Kalau saudara membenci dunia, maka saudara akan dianggap sampah bagi dunia.
  • Kalau saudara mengasihi dunia, maka saudara akan menjadi sahabat dunia.
Masih banyak atau tidak kasih akan dunia didalam diri kita?
Mungkin dalam hati, kita berkata : Ya, masih banyak.
Mengapa demikian? Karena masih sering kasih akan dunia timbul dari dalam diri kita, yaitu keinginan-keinginan duniwi, kehendak-kehendak manusia.
Misalnya :
  • Ketika kita difitnah atau ketika disakiti, kita masih sering membela diri kita dan menganggap kita yang lebih benar.
  • Kita masih sering berbenturan dan membela diri kita.
Jadi orang Kristen hanya “diam” dan tidak perlu membela diri karena Tuhan Pembela-mu.
Begitu engkau “diam”, maka Tuhan yang akan bertindak.
Tapi, kalau kita yang bertindak, maka Tuhan yang akan “diam”.
Saudara akan mendapat ancaman yang luar biasa ketika engkau menyakiti orang lain dan orang itu tidak membalas tapi justru berdoa.
  • Bisakah saudara bayangkan bahayanya?
  • Saudara menyakiti saya, misalnya, tapi saya mendoakan saudara.
  • Berarti saudara lagi terancam, karena saudara akan berhadapan dengan Raja diatas segala raja.
Tapi, kalau saudara menyakiti orang dan orang tersebut berusaha membalas maka pembalasan manusia itu tidak seberapa :
  • Tapi kalau Tuhan yang bertindak, engkau bisa menangis darah.
  • Oleh karena itu jangan coba-coba menyakiti orang, kita harus sama-sama saling mengasihi, saling menyanyangi satu dengan yang lain.
Ayo, kita sama-sama, tidak lagi mengasihi diri kita sendiri, tapi sama-sama mengasihi Tuhan.
Ayo, kita sama-sama tidak lagi mengasihi dunia ini, tapi kita benar-benar sudah disalibkan, supaya kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang.
Apapun yang kita lakukan, kita lakukan untuk Tuhan. Amin?
Yohanes 7 : 7
7:7 Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku, sebab Aku bersaksi tentang dia, bahwa pekerjaan-pekerjaannya jahat.
Tuhan berbicara kepada murid.
Dunia tidak dapat membenci kamu tetapi dia membenci Aku.
Dunia tidak dapat membenci kamu karena kamu belum menyatu dengan Aku.
Yohanes 15 : 18
15:18 “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
Lihat tahapannya, membenci Kristus dulu, baru membenci kita.
Kalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa dia sudah membenci Aku terlebih dahulu.
  • Seorang murid tidak akan lebih dari Gurunya.
  • Kalau dunia membenci Dia, tapi saudara dirangkul oleh dunia, maka saudara bukan murid-Nya.
  • Kalau saudara mengaku diri saudara adalah murid, maka saudara harus ikut dibenci oleh dunia, karena Dia.
Bagaimana caranya supaya dibenci oleh dunia?
  • Saudara menolak dosa dan lakukan kebenaran, maka saudara akan dibenci oleh dunia.
  • Ayo, sama-sama kita praktekkan mulai hari ini.
Dunia akan mengatakan saudara aneh, orang fanatic, orang tidak punya pikiran, orang-orang terbelakang, saudara akan dijauhi oleh banyak orang karena kita memikul salib Tuhan dan itu sungguh menyakitkan.
Yohanes 17 : 14
17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Kalau firman sudah masuk dan hidup di dalam saudara, maka dunia akan membenci saudara.
Yohanes 7 : 7, berkata, dunia tidak membenci kamu karena kamu masih menyatu dengan dunia
Yohanes 15 : 18, kalau dunia membenci kamu itu wajar, karena Aku terlebih dahulu sudah dibenci dunia.
Yohanes 17 : 14, firman masuk dan hidup dalam saudara, maka dunia membenci saudara.
Mengapa?
  • Karena kamu bukan lagi dari dunia, walaupun kenyataannya kamu tinggal di dunia, itulah sebabnya kamu dibenci orang dunia.
  • Karena saudara adalah orang sorgawi, yang sementara ini hidup di dunia.
Karena saudara adalah utusan-utusan sorga yang tinggal di dunia, maka hidup saudara seharusnya seperti malaikat sorgawi.
  • Seharusnya hidup saudara seperti “malaikat tanpa sayap” yang menum-pang sementara di dunia dan berjalan bersama dengan Tuhan.
  • Saudara adalah “malaikat tanpa sayap” tapi bukan “malaikat maut” yang mengaku orang Kristen tapi malas beribadah digereja dan walaupun ke gereja hanya untuk mengantar dan menjemput seseorang.
  • Kalau kita tidak mengasihi dunia, dunia pasti membenci kita.
TUHAN menunjukkan kepada bangsa Israel pola hidup dan gaya hidup yang tidak mengasihi dunia, mulai dari “pencobaan di padang gurun”.
Sedangkan kepada kita, Tuhan Yesus memperlihatkan pola hidup dan gaya hidup yang tidak mengasihi dunia itu, melalui apa yang Dia alami setelah Dia dibaptis oleh Yohanes pembaptis di sungai Yordan.
  • Iblis menawarkan kepada Yesus bermacam-macam harta kekayaan dunia ini, tapi Dia tidak butuh itu.
  • Yesus juga ditawari kehormatan, Yesus berkata “Aku tidak butuh itu”.
  • Yesus juga ditawari segala macam yang berkaitan dengan kesenangan dunia, tapi Yesus tetap berkata, “Aku tidak butuh itu, yang Aku butuhkan hanyalah melakukan kehendak Bapa-Ku di Sorga”.
Pertanyaannya : “Bisakah saudara sampai ke tingkat ini?”
Seandainya saudara punya kedudukan penting dalam suatu institusi, mau disogok (suap) uang atau barang atau kenikmatan dunia lainnya, mampukah saudara menjawab kalau saudara tidak butuh itu?
Karena yang saudara butuhkan, hanyalah bagaimana caranya menyenangkan hati Bapa di Sorga setiap saat?
Kalau setiap saat saudara bisa menyenangkan hati Bapa Surgawi :
  • Resikonya saudara akan dijadikan sampah oleh dunia.
  • Saudara akan disingkirkan, ditendang, dijauhi oleh teman-teman sau-dara dan atau oleh orang-orang disekitar saudara.
Saat orang lain sedang bergosip didekat saudara, mampukah saudara untuk menghindar dan tidak ikut membahas perkara itu, karena saudara hanya mau membahas tentang kebenaran saja?
Mengapa?
  • Karena pada saat itulah saudara akan dijauhi.
  • Karena saudara sudah berprinsip lebih baik bicara tentang Tuhan terus daripada bergosip tentang orang lain atau bicara tentang hantu.
Yesus tidak minta dihargai, tidak minta dipuji, walaupun Dia ditentang oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, tapi Yesus tetap tidak peduli.
  • Yesus tetap tidak memperbaiki tata bicara-Nya, saat Dia berfirman : “barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku”.
  • Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat pasti berpikiran Dia kanibal, karena mereka pikir Dia makan daging manusia dan minum darah manusia. Yesus tetap tidak memperbaiki bahasa-Nya.
  • Yesus juga berkata “Akulah pintu”, walaupun posisi-Nya saat itu seorang Anak Manusia tapi Dia berkata, “Akulah pintu”. Lalu siapa jendelanya?. Yesus tetap tidak merobah tata bahasa-Nya.
Yesus berbicara dengan menggunakan kalimat yang “aneh” bagi orang dunia.
Tuhan berkata “makan daging-Ku, minum darah-Ku.” Aneh bahasa-Nya.
Karenanya orang dunia berkata perkataan ini aneh, karena logika mereka dalam dunia sekuler tidak bisa menerimanya.
Lukas 14 : 25
14:25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Aneh atau tidak perkataan ini?
Yesus berkata hormati Ayah dan Ibumu. Tapi disatu sisi Yesus berbicara kepada orang-orang yang mengerti hukum dan Dia berkata, “kalau kamu datang kepada-Ku :
  • Tapi kalau kamu tidak membenci orang tuamu.
  • Kalau kamu tidak membenci ayahmu, tidak membenci ibumu,
  • Maka kamu tidak berhak menjadi murid-Ku.
Kata “membenci” kalau dilihat dari sudut pandang daging, pasti orang ber-pikir Yesus mengajarkan sesuatu yang salah.
Saya pernah membaca satu buku tentang perdebatan agama. Sampai ada satu agama yang berkata, bahwa kekristenan itu kejam, karena orang tua saja harus dibenci, sedangkan di agamanya sampai orang tua sudah mati saja harus tetap didoakan.
Tuhan tidak bermaksud kejam, tapi Tuhan mau saudara mengutamakan Dia, barulah saudara bisa dimuridkan.
Kalau saudara masih mengutamakan manusia, dunia, atau orang-orang di-sekitar saudara, maka bagaimana mungkin saudara bisa dimuridkan.
Saudara tidak bisa dimuridkan kalau saudara masih mengasihi sesuatu yang lain diatas Tuhan.
Yohanes 1 : 11
1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya
Yesus datang kepada milik kepunyaan-Nya, yaitu orang-orang Israel.
Apakah Yesus tahu kalau orang-orang Israel akan menolak Dia?
  • Ya, Dia tahu, tapi Dia juga tahu untuk apa Dia datang ke dunia ini.
  • Yesus juga berkata, kalau biji gandum ini tidak jatuh dan mati, maka akan tetap menjadi satu biji. Tapi dia harus jatuh, mati, maka barulah bisa menjadi banyak.
Tuhan datang ke dunia dari Sorga untuk orang-orang yang Dia sayangi, tapi yang Dia sayangi itu menolak Dia.
  • Misalnya bu Media mengasihi saya dan Karen, lalu datang berkunjung kerumah kami.
  • Tapi kami menolak kedatangan bu Media.
  • Bayangkan bagaimana perasaan bu Media?
  • Pasti sedih dan kesal.
Tapi Tuhan datang untuk ditolak karena Dia menunjukkan jalan hidup atau pola hidup yang berbeda.
Kita sering menolak ajaran-ajaran yang sehat, teguran-teguran, tapi saudara harus sadar, karena hari ini Tuhan tertarik dengan perubahan hidupmu.
Tuhan bukan hanya tertarik untuk memberkatimu, tapi Tuhan tertarik untuk mengubah gaya hidupmu, dari gaya hidup dunia menjadi gaya hidup sorga.
Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, maka saudara akan masuk kedalam kemuliaan Tuhan.
Banyak orang lebih tertarik akan berkat-berkat jasmani tanpa mereka sadari kalau berkat-berkat jasmani ini akan membawa saudara semakin duniawi.
Mereka ke gereja maunya diberkati yang sakit menjadi sembuh, semua masalah menjadi beres dan mujizat terjadi.
Bila berkat-berkat itu focus mereka dan yang mereka inginkan, boleh-boleh saja semuanya beres di dunia, tapi apakah kerohanianmu beres?
Saat ada masalah terus bersekutu kepada Tuhan, tapi saat masalah kita tidak beres-beres, kita lupa dengan Tuhan, kita lupa untuk berdoa lagi.
  • Tuhan bertanya, dimana kamu Nyong? Lagi piknik di Cibodas, Tuhan.
  • Tuhan bertanya, dimana kamu Nona? Tenang saja Tuhan, saya ada di Mall.
Sepanjang hari kita terus ada di jalan dari Mall yang satu ke Mall yang lain, dari Rumah Makan yang satu ke Rumah Makan yang lain, tapi Tuhan ijinkan masalah demi masalah supaya saudara melipat tangan dan berdoa.
  • Ingat! Tuhan tidak jauh dengan kita.
  • Tuhan hanya sejauh tangan kanan dan tangan kiri ketika kita melipat tangan dan berdoa. Itulah perjumpaan kita dengan Tuhan.
  • Dia tidak jauh dari kita,Dia dekat dengan kita tapi kita tidak sadari kedekatan Dia dengan kita.
Kita cenderung berpikir, kalau masalah kita beres-beres saja, berarti Tuhan dekat dengan saudara.  Pikiran saudara itu salah besar.
  • Tapi sebenarnya, justru Tuhan dekat dengan kita saat kita sedang ber-masalah.
  • Tidak masalah apakah saudara bermasalah apa, yang penting Tuhan ada dekat dengan saudara.
  • Tuhan tidak adil terhadap saudara, apabila masalah saudara tidak di-bereskan, karena Tuhan pasti membereskannya untuk saudara.
  • Kalau masalah yang saudara hadapi “diluar kemampuan” saudara, dan saudara Dia biarkan mengatasinya sendiri, berarti Tuhan tidak adil ter-hadap saudara, karena Tuhan itu adil luar biasa.
  • Dia memberi saudara masalah “dibawah batas kemampuan saudara”, karenanya kita dapat melewatinya hari demi hari.
Walaupun saudara sedang bermasalah dan saudara masih bisa hidup sampai hari ini, berarti kemuliaan Tuhan sedang dinyatakan dalam hidup saudara.
Walaupun saudara bermasalah hari ini, tapi saudara masih bisa makan, masih bisa bernafas, saudara bayangkan kalau nafas saja harus bayar, kalau makan tidak bisa melalui mulut lagi. Betapa mahalnya hidup saudara.
Tapi kalau saudara masih bisa bernafas dengan normal, masih bisa makan dengan normal, bahkan masih bisa buang air besar dengan normal, maka saudara harus mengucap syukur.
Jadi bila saudara masih bisa masuk ke toilet, saudara patut bersyukur karena masih bisa buang air kecil ataupun besar dengan normal.
Syukuri semuanya, karena saudara masih diberi kehidupan normal.
Oleh karena itu saudara harus berbuah, tapi kalau saudara tidak berbuah maka saudara akan begitu mudah menjadi serupa dengan dunia.
Kalau sampai saudara menjadi serupa dengan dunia, maka saudara tidak akan menjadi sampah bagi dunia.
Berarti kekristenan saudara sudah menjadi tidak ideal, sehingga keselamatan kekal saudarapun patut dipertanyakan.
Apakah khotbah saya terlalu keras?
Bayangkan saja, bagi mereka yang biasa mendengar khotbah keras saja hidupnya masih kacau, masih amburadul.
  • Bagaimana lagi bagi orang Kristen yang tidak pernah terima teguran-teguran, yang mereka dengar hanya berkat yang indah-indah dan janji-janji Tuhan lainnya saja?
  • Kemungkinan besar saat mereka sadar, yaitu ketika mereka baru tahu kalau mereka telah salah langkah atau salah jalan.
  • Kalau mereka benar-benar sudah sadar kalau telah salah jalan, apakah mereka mau bertobat?
  • Karena bila mereka bertobat dan hidup dalam kebenaran mengikuti kehendak Tuhan, maka saudara siap-siap akan menjadi sampah bagi dunia, oleh sebab itu saudara harus meneladani pola hidup dan gaya hidup Kristus sehingga kita disebut orang Kristen.
Orang Kristen adalah orang yang berjalan sesuai dengan ajaran Kristus.
1 Korintus 4 : 16
4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku
Paulus berkata, aku menasihatkan kamu, turutilah teladanku.
Saudara harus meneladani orang-orang yang menjadi mentor untuk saudara, terutama saudara meneladani gaya hidup Kristus.
Seperti Paulus berbicara kepada jemaat di Korintus untuk meneladani Paulus.
Beranikah saudara berbicara kepada orang-orang sekitar saudara, untuk meneladani gaya hidup saudara?
  • Tapi kalau saudara senangnya marah-marah melulu dan ngomel ibarat rentetan sejata otomatis, bagaimana mungkin orang disekitar saudara bisa meneladani saudara?
  • Apa yang bisa diteladani dari saudara kalau dari pagi sampai malam marah terus dan mulut saudara meletus terus laksana sejata api?
Sabarlah dalam segala hal.
1 Korintus 11 : 1
11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
Jadilah pengikutku kata Paulus, jadilah imitatorku, jadilah peniruku seperti aku menjadi pengikut Kristus, imitatornya Kristus.
Saya dan Karen, harus benar-benar bisa menjadi teladan bagi saudara.
Kami pacu diri kami sedemikian rupa, supaya saudara bisa meneladani kami dan pada gilirannya saudarapun bisa menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar saudara.
Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, saudara pasti menjadi berkat bagi banyak orang.
Saat doa, Tuhan berikan penglihatan seperti ada gelombang dan Tuhan berkata, “akan ada kegerakan yang baru di Chosen Generation”.
  • Tapi saya tidak tahu “kegerakan apa”, tapi kita hanya bisa bersiap-siap saja.
  • Saya yakin ada sesuatu yang luar biasa yang Tuhan persiapkan untuk saudara dan saya, jika saudara dan saya benar-benar siap menjadi sampah bagi dunia.
  • Kita harus siap untuk dibuang, kita siap untuk disingkirkan, kita siap untuk dijauhi oleh dunia.
Bagaimana caranya kita menjadi God imitator? Kita harus datang kepada Tuhan.
Yohanes 7 : 37
7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
Menyerahkan segala-galanya untuk Tuhan
Filipi 2 : 5-6
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus
Kalau saudara taruh pikiran dan persaan dalam Kristus Yesus maka saudara tidak akan menyakiti Yesus.
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan
Berserah penuh kepada Tuhan, bukan hanya 10% tapi 100% dalam hidupmu harus engkau serahkan kepada Tuhan.
Kekristenan itu pengabdianmu untuk Tuhan, bukan hanya 10%, karena 10% itu minimal, tapi seharusnya 100% itu semuanya milik Tuhan.
Jadi :
Yang Pertama, saudara harus datang ke Tuhan.
Yang Kedua, saudara serahkan segala-galanya atau sepenuhnya kepada  Tuhan.
Apa artinya anugerah?
Banyak orang Kristen atau para hamba Tuhan yang berkata kita dise-lamatkan dengan cuma-cuma, kita mendapat anugerah secara cuma-cuma.
  • Memang benar 100% anugerah itu cuma-cuma, tapi yang menuntut segalanya, ini memang tidak lazim.
  • Taruh pikiran dan perasaan Kristus, inilah anugerah yang kita dapat, tapi harus kita serahkan semuanya kepada Tuhan.
Anugerah adalah sesuatu yang cuma-cuma, tapi menuntut segalanya.
Matius 28 : 11-13
28:11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
Terjadi setelah Yesus bangkit
28:12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
Setelah Yesus bangkit, imam-imam menyogok para serdadu Romawi, karena para imam Yahudi ini tidak mau orang-orang tahu kalau Yesus sudah bangkit.
28:13 dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
Imam-imam tahu kalau Yesus telah bangkit, tapi mereka berupaya untuk menyangkal hal itu dengan cara apapun.
Yohanes 2 : 13-16
2:13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Ini kisah saat Yesus mengobrak-abrik Bait Allah di Yerusalem.
2:15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
2:16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”
Yohanes 2 : 18-22
2:18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”
2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?”
2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.
2:22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Setelah Yesus bangkit, barulah orang sadar akan kebenaran perkataan-Nya.
Inilah yang ditakutkan para imam dan membuat para imam itu menyogok serdadu-serdadu Romawi itu.
Yesus sudah menang atas dunia, maka Yesus berhak mendisiplin bait-Nya, yaitu saya dan saudara.
  • Semua kotoran-kotoran didalam kita, Tuhan obrak-abrik tidak masalah.
  • Karena tujuannya hanya satu, supaya saudara dan saya menjadi rumah kediaman Tuhan.
Ketika Tuhan hadir dalam hidup saudara, apakah Dia berhak atas hidup saudara?
  • Apakah Dia berhak mendisiplinkan saudara?
  • Apakah Dia berhak menegur saudara?
  • Apakah Dia berhak mengubah hidup saudara?
Tapi masalahnya, apakah saudara mau untuk diubah oleh Dia, karena Dia sudah menang?
Kolose 1 : 17-18
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
Dialah yang utama dari segala sesuatu.
Kalau masih ada anak-anak kita, orang tua kita atau keluarga kita yang utama bagi kita, maka Dia belum menjadi yang utama dalam hidup kita.
Kalau masih ada harga diri kita, berarti Dia belum menjadi yang utama bagi kita.
Kalau masih ada kepentingan pribadi kita, berarti Dia belum menjadi yang utama.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
Kalau Dia yang sulung, berarti Dia memiliki adik atau tidak? Ada.
Dia yang pertama bangkit, saudara dan saya yang berikutnya, berarti saudara dan saya adik-Nya.
Kalau saudara adik-Nya, berarti saudara siap didisiplinkan oleh Dia, dengan tujuan supaya saudara bangkit dari antara orang mati.
Bicara memang mudah, tapi ayo kita praktekkan.
  • Ketika kita mempraktekkannya, terkadang air mata yang keluar, terkadang kita lelah, tapi Tuhan berkata, “kamu jatuh tidak akan sampai tergeletak” (tidak bisa berbuat apa-apa lagi).
  • Saudara tidak akan dibiarkan Tuhan jatuh sampai tergeletak.
Saudara mendapatkan anugerah keselamatan secara cuma-cuma, tapi untuk merealisasikannya saudara harus menyerahkan segala-galanya.
  • Bersyukur dapat anugerah Tuhan, tapi begitu dapat anugerah saudara harus menyerahkan semuanya (berserah penuh) kepada Tuhan.
  • Tuhan inilah hidupku, kuserahkan semua untuk Tuhan.
Saya mendapatkan Karen itu anugerah dan Karen dapat saya juga anugerah. Tapi setelah saya dan Karen saling mendapatkan, maka kami harus serahkan segala-galanya untuk pasangan kami masing-masing.
  • Inilah yang dimaksud anugerah.
Banyak orang salah menterjemahkannya, sehingga didalam mempraktek-kannyapun menjadi salah pula.
  • Mereka berkata, jika sudah dapat anugerah maka tidak usah diper-juangkan lagi.
  • Ini namanya hypergrace.
Kalau anugerah itu sudah kamu dapat, maka kamu harus serahkan semuanya.
Kalau anugerah itu sudah kamu dapat, tapi kamu tidak berserah penuh atau tidak menyerahkan semuanya, maka anugerah tersebut bisa hilang.
  • Buktinya banyak orang Kristen di Neraka.
Lukas 14 : 33
14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku
Tuhan yang berkata, kamu tidak bisa menjadi murid kalau kamu tidak melepaskan semuanya.
  • Kalau saudara masih ada harga diri, masih ada kepentingan, masih mudah sakit hati, berarti saudara tidak bisa menjadi murid.
  • Tidak apa-apa dengar khotbah yang membuat hati saudara panas, yang penting saudara selamat.
Saya rindu kita semua yang terhimpun di CG ini dipermuliakan bersama dengan Tuhan, kita semua pakai mahkota di awan-awan.
  • Kita semua bertemu di awan-awan dan kita dipermuliakan bersama dengan Tuhan.
  • Hari ini saudara belum mau berubah tidak apa-apa, pasti suatu hari saudara pasti sadar dan ketika saudara sadar, saudara pasti akan men-cari Tuhan.
Markus 12 : 30
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, segenap kekuatan.
Yang dimaksud dengan kata “segenap” adalah semua, 100%.
  • Ini artinya anugerah itu, menuntut segalanya.
Saudara sudah pintar dan pasti sudah tidak bisa dibodohi orang lagi.
Saudara harus mengikut ajaran Yesus yang benar.
Tuhan berkata, anugerah, harus menyerahkan segalanya
Tidak bisa saudara mendapat anugerah, lalu saudara santai-santai saja.
  • Kalau kamu dapat anugerah, kamu harus memperjuangkannya.
  • Supaya saudara bisa bertumbuh dalam anugerah demi anugerah, sehingga semakin hari semakin indah di dalam Tuhan.
Iman bukan seperti uluran tangan.
Misalnya, saudara mau “keyboard”.
Lalu saudara mengulurkan tangan atau menumpangkan tangan pada keyboard itu.
Dalam nama Yesus, keyboard ini menjadi milik saya.
  • Itu bukan iman.
Tadi pagi Tuhan bicara kepada saya tentang pengertian Iman
Iman adalah hubungan antara kita dengan Allah,
  • Layaknya antara seorang bapak dengan anak yang bergantung.
  • Layaknya antara seorang guru dengan murid yang mendengar.
  • Layaknya antara seorang mempelai yang setia.
  • Layaknya antara seorang tuan dan hamba yang taat.
  • Layaknya antara seorang sahabat yang saling mengerti dan saling mempercayai.
Kalau saudara sampai ke tingkat ini, maka saudara adalah orang-orang yang beriman.
  • Ketika saudara benar-benar menjadi orang beriman, maka saudara akan dijauhi oleh dunia, disingkirkan oleh dunia.
  • Keselamatan bagaikan saudara mendapat kado yang saudara tidak bisa beli.
  • Misalnya tiba-tiba saya sedang dirumah, ada yang mengantar Alphard untuk saya. Itulah anugerah.
  • Tiba-tiba ada orang memberi sesuatu. Itulah anugerah.
Saya tidak tahu apa-apa, tapi tiba-tiba Tuhan menawarkan Diri dengan berkata, bahwa “Akulah Jalan Kebenaran”. dan sayapun ikut Tuhan.
  • Jadi menerima Tuhan, berbeda dengan menerima barang.
  • Bella saya beri HP, maka Bella berhak memiliki HP itu.
  • Tapi kalau Bela mendapat anugerah dari Tuhan, berarti Bella dimiliki oleh Tuhan. Inilah bedanya.
Saudara dimiliki atau memiliki? Saudara dimiliki.
  • Inilah pengertian anugerah yang benar.
Untuk jelasnya, perhatikan baik-baik :
  • Kalau kita dapat barang, kita berhak atas barang tersebut.
  • Tapi ketika kita mendapat anugerah dari Tuhan, maka kita menjadi milik Tuhan, dan kita tidak berhak mengatur Tuhan.
Keselamatan adalah Kristus.
Agar keselamatan menjadi suatu kenyataan bagi kita, maka saudara harus masuk dalam suatu hubungan.
  • Hubungan seperti bapak dengan anak,
  • Hubungan seperti hamba dengan tuan,hubungan seperti sahabat
  • Hubungan seperti guru dan murid,
  • Hubungan seperti mempelai. Itulah Kristus.
Hubungan yang menyelematkan yaitu lewat iman.
  • Iman adalah hubungan, berarti iman juga berarti merespon ter-hadap panggilan Allah.
Lukas 14 : 25-33
14:25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Tuhan berbicara tentang membenci, lalu Tuhan berbicara lagi tentang membangun menara. Adakah kaitannya?
14:29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
Ini kuncinya.
14:30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
Pertama Tuhan berkata, “Kamu harus membenci supaya bisa menjadi murid”
14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Tuhan berbicara :
  • Tentang membenci,
  • Tentang murid,
  • Tentang melepaskan segala-galanya,
  • Tentang membangun menara
  • Tuhan berbicara tentang perang.
Adakah kaitannya?
Waktu Tuhan berbicara tentang membangun menara dan pergi perang :
  • Kuncinya bukan di menaranya atau di perangnya,
  • Tapi bagaimana kamu menyelesaikan pembangunan itu atau bagai-mana kamu menyelesaikan peperangan itu.
Kalau kamu mau menang perang, kalau kamu mau membangun menara maka kamu harus menjadi murid, yaitu dengan “membenci” terlebih dahulu orangtuamu.
  • Pengertian “membenci” disini, bukan berarti saudara harus benci benaran dengan orang tuamu,
  • Tapi jadikanlah Tuhan nomer satu dalam hidupmu.
  • Baru kemudian orang tuamu atau siapapun.
  • Yang penting Tuhan harus didahulukan atau harus prioritas utama.
  • Karena kalau tidak begitu, maka kamu tidak bisa dimuridkan.
Pada ayat 33 dikatakan, kamu harus melepaskan diri baru menjadi murid.
  • Jadi kuncinya bukan di menaranya.
  • Bukan pula di perangnya.
  • Tapi yang Tuhan maksudkan adalah bagaimana caramu menyelesaikan pembangunan itu.
Misalnya pak Jones sedang membangun sebuah menara.
  • Yang dipermasalahkan, bukan bagaimana dengan menaranya,
  • Tapi bagaimana, caranya dia menyelesaikan menara itu sampai tuntas.
  • Caranya yaitu saya harus menjadi murid
Bagaimana caranya agar bisa menjadi murid?
  • Melepaskan segalanya, “membenci” orang tuamu, dengan pengertian “menjadikan Tuhan nomer satu dalam hidupmu”.
  • Kalau saudara tidak menjadikan Tuhan nomer satu dalam hidupmu, maka saudara tidak bisa menjadi murid Tuhan.
  • Ketika saudara menyerahkan segalanya untuk Tuhan dan menjadikan Tuhan nomer satu dalam hidupmu, barulah saudara bisa dibentuk dan diproses, layaknya hubungan antara seorang anak dan bapak, layaknya hubungan mempelai, layaknya hubungan sahabat, layaknya hubungan tuan dengan hamba.
Kalau saudara sampai ke tingkat itu, maka Tuhan akan memberitahukan saudara cara-caranya. Kalau Tuhan memberitahukan saudara, berarti Tuhan sedang memampukan saudara untuk melakukan apa yang tidak mungkin bagi manusia.
Kalau saudara bersedia menjadi murid Tuhan, belajar dari Tuhan, dan membangun hubungan dengan Tuhan, maka saudara disebut sebagai orang-orang beriman.
  • Saudara akan menjadi orang yang bergantung dengan Tuhan, layaknya bapak dengan anak.
  • Saudara menjadi sahabat-Nya Tuhan yang saling mengasihi, saling mengerti dan saling mendengar.
  • Saudara menjadi seorang murid-Nya Tuhan, yang dengar-dengaran dengan Tuhan.
  • Saudara akan menjadi hamba-Nya Tuhan yang taat kepada Tuhan.
  • Saudara akan menjadi mempelai-Nya Tuhan, yang setia kepada Tuhan sampai mati.
Kalau saudara sampai ke tingkat ini, maka saudara akan berjalan didalam jalan Tuhan dan suatu hari nanti saudara akan dianggap sampah oleh dunia, tapi saudara akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan.
AMIN.
BERI KEMULIAAN BAGI TUHAN.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

 

HOAX-WASPADA TIPU DAYA IBLIS-10 APRIL 2018

H

Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. (2 Korintus 3:11)
     GPPK-CHOSEN GENERATION
     KHOTBAH GEMBALA, 10 APRIL 2018
“HOAX”
WASPADA TIPU DAYA IBLIS

 

KHOTBAH PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION
IBADAH SELASA 10 APRIL 2018

 

SHALOM…
Iblis adalah rajanya para penyebar berita bohong, adu domba dan raja penggosip serta tipu muslihat, yang disebut “HOAX”.
“Hoax” dibagi atas 3 macam, yaitu :
  1. Menghakimi
  2. Intimidasi (penyebar ketakutan).
  3. Gosip (perkataan yang salah).
Iblis terus menebar “hoax” dalam hidup kita, selama 24 jam dalam sehari.
Firman Tuhan di Kitab Wahyu berkata “dia adalah pendakwa kita yang akan mendakwa kita siang dan malam”.
Jadi siapapun yang menyebar “hoax”, maka dia adalah penyebar kejahatan berupa intimidasi, gossip, rasa takut dan fitnah, dan dialah antek-antek kegelapan.
Oleh karena itu, kita jangan menjadi bagian dalam penyebaran “hoax”.
  1. MENGHAKIMI
Menghakimi orang lain adalah salah satu bentuk dari “hoax”.
Jika menghakimi orang lain pasti tidak pernah tepat, karena pasti sudah di-bumbui atau sudah dilebih-lebihkan.
Dengan demikian maka menghakimi sama saja dengan gossip dan termasuk “hoax”.
Ada 3 orang anak lelaki dari Nuh, yaitu Sem, Ham, Yafet.
Dari ketiga anak Nuh ini, yang diberkati adalah Sem dan Yafet.
Sedangkan Ham tidak diberkati, karena dia penyebar “hoax”.
Kejadian 9 : 18-23
9:18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan
Kejadian 9:18 tadi menjelaskan bahwa Ham adalah bapak Kanaan.
Sejarah membuktikan, bahwa orang-orang Kanaan, keturunan Ham inilah yang menjadi penghalang utama bagi umat Tuhan masuk kedalam Tanah Perjanjian.
Kejadian 9:19-20
9:19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi
Keturunan Nuh dari ketiga anaknya inilah yang tersebar luas menjadi penduduk bumi sampai dengan sekarang.
9:20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur
Nuh adalah penduduk bumi yang mula-mula membuat kebun anggur.
Saya pernah khotbah tentang kebun anggur Nabot.
  • Nabot adalah orang Yisrel, yaitu bagian dari tanah Israel.
  • Kebun anggur artinya “sukacita dalam Tuhan”.
  • Kalau kebun anggur itu ada di Yisrel atau ada di Israel, artinya kebun anggur itu ada di dalam Tuhan, sukacitanya ada di dalam Tuhan.
Tetapi Nuh membuat kebun anggur di luar Israel. Mengapa di luar Israel?
  • Karena bahtera Nuh tidak tahu terdampar dimana, sehingga yang pasti Nuh tidak membuat kebun anggur di daerah Israel.
  • Karenanya “kebun anggur Nuh”, melambangkan kemabukan dunia.
  • Sedangkan “kebun anggur Nabot orang Yisrel”, artinya sukacita didalam Tuhan.
Dengan demikian maka Nuh adalah petani anggur yang pertama kali di-muka bumi ini.
9:21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya
Ketika ia mabuk, tanpa dia sadari dia telah tertidur dalam keadaan telanjang dalam kemahnya, artinya dia berdosa.
Telanjang artinya yaitu berdosa.
9:22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar
Kalau diterjemahkan sesuai bahasa aslinya, akan berbunyi “Ham menyentuh aurat ayahnya atau menyetubuhi ayahnya”.
Ham menyingkap aurat ayahnya tapi Sem dan Yafet menutupi aurat ayahnya.
Kejadian 9:23
9:23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentang-kannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.
Sem dan Yafet tidak melihat aurat ayahnya, artinya mereka tidak melihat ketelanjangan ayahnya. Ayahnya sedang mabuk dunia.
Pertanyaannya :
Kalau si A sedang mabuk dunia, saudara singkapkan dosanya atau saudara tutupi dosanya?
Kalau saudara menutupi dosanya, maka saudara akan menerima berkat seperti Sem dan Yafet.
Sebaliknya, kalau saudara menyentuh dosanya atau saudara menyingkapkan dosanya, maka saudara adalah orang yang seperti Ham, yang punya hoby menyebarkan “hoax”.
Misalnya si A sedang berdosa, apakah yang akan saudara perbuat?
  1. Apakah saudara akan bongkar dosanya?
  2. Ataukah saudara doakan dia dan saudara tutupi dosanya?
Kalau saudara bongkar dosanya, itu sama saja saudara itu penyebar “hoax” yang handal sepert Ham.
Ingat! “Hoax” yang pertama adalah “menghakimi orang lain”.
  • Oleh sebab itu Sem dan Yafet diberkati karena mereka menutupi ke-telanjangan ayahnya, Nuh.
  • Sedangkan Ham, dia malah menyentuh aurat ayahnya atau dia mem-bongkar/menyingkap aurat ayahnya, atau dia bongkar dosa-dosa ayahnya, sehingga Ham kehilangan berkat dari Tuhan.
Siapapun yang menghakimi sesama, firman Tuhan di Roma pasal 2 menga-takan bahwa orang itu tidak akan lepas dari penghakiman.
  • Siapapun yang menghakimi sesama akan kehilangan berkat dari Tuhan.
  • Jadi daripada kita berkomentar terhadap seseorang, lebih baik kita diam dan berdoa.
  • Kalau kita berkomentar atau menghakimi, maka resikonya kita akan kehilangan berkat dari Tuhan seperti Ham.
Setelah saudara baca firman ini, belajarlah untuk tidak menjadi seorang penyebar “hoax”, karena penyebar “hoax” tidak akan diberkati Tuhan.
Kejadian 9:23 berkata, “sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan sambil berjalan mundur, mereka menutupi aurat ayahnya”.
Sedangkan Ham malah sebaliknya, dia “membongkarnya” (menyingkap), karena Ham adalah bapaknya “HOAX” sedunia.
Permasalahannya :
Mengapa “hoax” yang dilontarkan kepada orang-orang bisa terjadi?
  • Karena setiap orang merasa dirinya paling benar, tidak pernah salah.
  • Semua orang selalu akan salah dihadapan dia.
Kalau saudara menganggap semua orang salah dihadapan saudara, maka saudara sama saja telah “menunjuk diri saudara sendirilah yang bersalah”.
Kalau saudara menunjuk semua orang bersalah berarti sama saja dengan “saudara telah menunjuk diri saudara sendiri yang salah” karena saudara tidak bisa berdamai dengan semua orang.
Amsal 16 : 2
16:2 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati
Menurut pandangannya sendiri, dia yang paling benar.
Menurut pandangan saya, saya benar, tapi menurut pandangan pak Efraim belum tentu saya benar.
Tuhan akan melihat saya benar atau tidak.
  • Kebenaran itu semuanya akan disingkapkan dan pasti disingkapkan.
  • Kalau memang harus disingkapkan, maka biarlah Tuhan yang menying-kapkannya, dan janganlah kita yang menyingkapkan.
  • Kalau kita menyingkapkannya sama saja kita menyebarkan “hoax”.
Mulailah belajar “tutup mulut” mulai hari ini.
  • Jangan lagi merasa diri kita yang paling benar dan jangan lagi merasa diri kita yang paling sehat.
  • Tapi kita harus mengkoreksi diri kita juga, apakah kita sudah benar dihadapan Tuhan?
Ketika kita menghakimi orang lain, firman Tuhan berkata di Roma, maka engkau tidak akan lepas dari penghakiman itu.
Roma 2 : 1
2:1 Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah.
Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.
Ketika kita menunjuk orang, sebenarnya kita sedang menunjuk diri kita sendiri.
  • Dia itu lemah sekali, sebenarnya kamu lebih lemah daripada dia.
  • Kalau mau menunjukkan kekuatanmu maka jangan menunjukkan kelemahan orang tapi mulai doakan orang tersebut.
Jangan melihat kesalahan orang lain, tapi mulai koreksi diri kita sendiri.
  • Sudah benarkah kita dihadapan Tuhan?
  • Sudah benarkah jalan kita?
  • Kalau jalan kita sudah benar, maka kita tidak akan menghakimi siapa-pun juga.
  • Kalau jalan kita sudah benar, sudah pasti kita sudah ada di sorga dan saat ini saudara juga tidak ada disini, karena saat ini kita sudah di awan-awan bersama Tuhan dan kita sudah dijemput sebagai mempelai-Nya.
  • Pada akhirnya Tuhan akan menjemput saudara dan saya saat Rapture terjadi.
Tuhan akan menjemput saudara dan saya pada posisi terbaik (the best), yaitu titik sempurna, titik paling puncak dari kerohanianmu.
Tuhan mau saudara sampai pada titik puncak kerohanian saudara.
  • Bagaimana kalau saudara tidak pernah sampai ke titik puncak? Itu salah saudara sendiri.
  • Engkau harus belajar terus untuk tidak lagi melihat kesalahan orang lain seperti yang dilakukan oleh Ham.
  • Tapi kita harus berlaku seperti yang diteladankan oleh Sem dan Yafet.
  • Kita harus menutupi kesalahan orang karena Tuhan adalah kasih
Kasih itu tidak membongkar kesalahan orang, tapi kasih menutupi kesalahan orang.
Amsal 21 : 2
21:2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati
Setiap jalan orang, adalah lurus menurut pandangannya sendiri.
Menurut saya hidup saya sudah benar, tapi menurut saya bu Wati yang salah, menurut saya pak Efraim yang salah, menurut saya Claudia yang salah, menurut saya semua orang salah.
Kalau menurut kita seperti itu, maka menurut Tuhan, kamulah orang yang paling bersalah, karena dengan menghakimi orang lain maka engkaupun tidak lepas dari penghakiman.
Kalau kita melakukan salah satu dosa ini, maka kita sama dengan antek-antek iblis.
Gerombolan Sarachen yang menyebar “hoax” semuanya tertangkap.
  • Tapi apakah saudara juga menjadi bagian dari penyebar “hoax” ini dengan cara menunjuk sesamamu atau dengan cara menghakimi orang lain?
  • Kalau kita mulai menghakimi, mulai bergossip, mulai bongkar dosa-dosa orang lain, kita mulai telanjangi dia, itu artinya kita memper-malukan orang lain tanpa sebab.
  • Jika seperti ini yang kita lakukan, maka kita sama saja dengan Sarachen, kita sama saja dengan penyebar “hoax”.
Iblis adalah penyebar “hoax” nomer satu, dia menyebar semua tipu daya atau tipu muslihat liciknya, dia menebar intimidasi, dia menebar rasa takut kepada saudara supaya saudara tidak pernah bisa maju.
  • Kadangkala “iblis bicara dan iblis juga menunjukkan fakta”.
  • Iblis berkata kita gagal, tapi apakah kita sudah benar-benar gagal?
  • Kalau saudara sampai ke tingkat ini, maka jangan pernah berkata saudara sudah gagal, karena itu hanyalah bagian dari batu loncatan.
Terkadang Tuhan mengijinkan hal itu terjadi, Tuhan mengijinkan saudara belum maju hari ini karena Tuhan tahu waktu yang terbaik, moment yang terbaik untuk saudara.
  • Kita maunya caranya kita, waktu kita tapi Tuhan berkata tidak bisa.
  • Kalau Aku berkati kamu sekarang maka kamu bisa terhilang, lebih baik tunggu sampai rohanimu benar-benar beres.
Ada orang yang menangis ke saya, dia berkata roh jahat berkata dia gagal. Akhirnya benar dia gagal.
Tapi sebenarnya dia dibohongi roh jahat, karena kegagalan adalah sukses yang tertunda.
  • Kalau hari ini kita gagal, bukan berarti perkataan iblis itu benar.
  • Kalau hari ini kita gagal, berarti Tuhan mau memberi lebih dari apa yang kita bayangkan atau kita pikirkan dan inginkan.
Hati-hati dengan “hoax” iblis.
  1. INTIMIDASI (PENYEBAR KETAKUTAN)
“Hoax” yang berikutnya adalah penebaran intimidasi.
Nabi Elia sangat hebat karena dipakai TUHAN dengan luar biasa.
  • Dia bisa membantai 450 nabi palsu dengan petir dari langit.
  • Dia bisa menurunkan hujan dan memberhentikan hujan.
  • Dia bisa membangkitkan orang mati.
Oleh sebab itu orang Israel selalu mempertanyakan kepada Yesus, apakah Engkau Elia atau Musa? Karena mereka adalah nabi yang luar biasa.
  • Musa terkenal dengan kepemimpinannya yang lembut.
  • Memang sulit untuk menjadi pemimpin yang lembut.
  • Sampai di firman Tuhan dikatakan, membunuh satu nyamukpun Musa tidak berani.
Tapi karena ada banyak orang aneh di sekelilingnya, maka orang lembutpun bisa terpancing menjadi kasar.
Saat Musa turun gunung Sinai, setelah dari hadirat TUHAN dan membawa 2 loh batu berisi 10 perintah TUHAN, amarahnya terpancing oleh orang-orang sekelilingnya yang membangun berhala anak lembu dari emas.
  • Setelah Musa melihat berhala itu, akhirnya Musa membanting “loh batu 10 perintah TUHAN” itu, hingga pecah berantakan
  • Tapi puji Tuhan, TUHAN masih sabar dan TUHAN memerintahkan untuk membuat ulang “Loh batu 10 perintah TUHAN” itu.
Kisah Musa berikutnya :
  • Pertama, Musa diperintahkan TUHAN memukul batu dan dia pukul sesuai dengan perintah TUHAN. Aman.
  • Yang kedua, Musa disuruh TUHAN berbicara pada batu supaya keluar airnya, tapi Musa tidak perintahkan batu itu supaya keluar air, tapi Musa memukulnya juga. Sudah kena intimidasi iblis.
Begitu juga halnya dengan Juruselamat kita, Yesus cukup disalibkan satu kali.
  • Saudara jangan menyalibkan Yesus lagi.
  • Apakah saudara sesabar Musa ?
  • Kalau di dalammu tidak ada kebenaran, maka saudara akan dipancing oleh orang-orang di sekitar saudara sampai kamu kembali ke duniamu, terpancing ke emosimu atau ke karaktermu yang lama.
Inilah salah satu bentuk pekerjaan iblis yaitu pancingan.
Ada seorang ibu yang konseling pada saya.
  • Dia berkata dia sudah sabar, tapi mengapa suaminya memperlakukan dia seperti itu terus.
  • Akhirnya dia kehabisan kesabaran dan terpancing marah juga.
Saya jawab, bahwa ibu masih kurang sabar.
  • Kalau ibu sudah sabar, maka ibu tidak akan datang kesini marah-marah dan mengadu kepada saya.
  • Kalau ibu sabar, pasti ibu doa di rumah dan mengadu ke Tuhan.
  • Kalau ibu terpancing dan marah, itu artinya terkena “hoax”.
Elia, nabi hebat, tapi dia takut dengan satu wanita yang bernama Isabel.
  • Di dalam gereja, didalam pelayanan, di dalam rumah tangga, ada roh Isabel yang harus diwaspadai.
  • Roh Isabel atau roh kendali tidak hanya terdapat dalam wanita saja, tapi terdapat juga pada laki-laki.
  • Elia takut dengan Isabel karena dia terkena “hoax”, terkena intimidasi dari iblis.
1 Raja-Raja 19 : 5-7
19:5 Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!”
Bangunlah, makanlah. Sebenarnya rohaninya sudah tidur.
Orang yang terkena “hoax” intimidasi dari iblis, sebenarnya rohaninya tertidur .
  • Walaupun fisiknya ada di gereja sedang beribadah, sedang pelayanan,
  • Tapi kalau “hoax intimidasi” itu tertancap di otaknya,
  • Sebenarnya rohaninya sedang tidur.
Elia putus asa, lalu malaikat membangunkan Elia dan memberi Elia roti
19:6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
Elia dikasih roti (firman) dan air (Roh Kudus).
Elia dibawah pohon arar yang artinya kehidupan.
TUHAN memberi Elia kehidupan, memberi firman dan Roh Kudus.
Tapi setelah Elia makan dan minum, Elia tidur lagi.
  • Saudara pergi ke gereja, makan firman dan saudara kepenuhan Roh Kudus sampai badannya bergetar semuanya.
  • Saudara sangat antusias, tapi sayangnya sesampai diluar tidur lagi, rohani saudara tidur lagi.
  • Sampai di luar terkena “hoax” lagi, takut lagi dan terintimidasi lagi berarti sama seperti Elia.
Saat ini banyak orang Kristen seperti ini.
  • Di gereja kepenuhan Roh Kudus, berbahasa Roh Kudus, mendengar firman antusias.
  • Tapi begitu masalah datang terkena “hoax” lagi, tertidur lagi rohaninya, sama seperti Elia.
  • Jadi jangan pernah bangga kalau saudara dipakai Tuhan sama seperti Elia.
  • Saudara lebih hebat dari Elia, karena Elia tidak ditebus oleh darah Yesus.
1 Raja-raja 19:7
19:7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.”
Kalau rohani saudara terus tertidur, maka perjalananmu akan bertambah jauh.
  • Saat rohani saudara tidur terkena “hoax” dari iblis, ditembak dengan intimidasi terus,
  • Maka malaikat akan membangunkan saudara supaya saudara sadar, lalu diberi firman, diberi Roh Kudus sampai kepenuhan Roh Kudus, tapi saudara tidur lagi.
  • Akhirnya Tuhanlah yang membangunkan saudara, supaya perjalanan saudara tidak bertambah jauh.
Kalau rohani saudara tidur lagi dan perjalanan saudara bertambah jauh, artinya saudara tidak akan sampai ke tujuan saudara.
  • Kalau saudara tidak sampai ke tujuan, tidak akan mendapat mahkota itu karena saudara tidur terus.
  • Rohani kita tidur terus karena kita termakan “hoax” terus.
Inilah bahaya yang “mengintip kekristenan.”
Kita harus benar-benar intim dengan Firman sampai kita tahu bahwa hal itu hanya “hoax tidak benar”.
  • Kalau saudara terima firman hanya sebagai logos dan saudara tidak mengubah firman ini menjadi rhema, maka sama saja rohani saudara sedang tidur.
  • Rohani kita tidur jika firman hanya sebatas logos, tidak ada bedanya dengan orang-orang Yahudi, orang-orang Farisi dan ahli Taurat.
  • Orang Yahudi, orang Farisi dan ahli Taurat tahu firman, tapi saat Yesus di depan muka, mereka berkata salibkan Dia.
  • Artinya rohani mereka tidur.
Jika saudara tidak mau bangun, maka masalah akan bertambah lama mendera saudara, dan saudarapun bisa bertambah terpuruk dan per-jalananmu pun akan bertambah jauh :
  • Sehingga saudara akan bertambah lama mendapat jalan keluar,
  • Sehingga saudara akan bertambah lama mendapat kemuliaan,
  • Sehingga saudara akan bertambah lama berputar-putar tanpa tujuan, karena saudara tidur terus.
Kita terima firman, kita terima Roh Kudus, kita dilindungi dalam naungan Tuhan, tapi kita tidur lagi termakan lagi dengan “hoax”. Saudara jangan pernah terlena atau tertidur lagi.
  • Mulai hari ini firman yang ada di dalam saudara, harus saudara ubah menjadi rhema.
  • Saya mengalami hal ini, terima kasih Tuhan, biarlah firman ini hidup di dalam saya Tuhan.
  • Begitu saudara buka firman, Tuhan berkata “jangan takut”.
  • Lalu saudara berkata “haleluya, saya tidak takut”. Tapi ketika “dept collector” datang lagi, saya menjadi takut lagi.
Sekarang, berani atau tidak kita berkata “Tuhan, apapun yang terjadi, terjadilah sesuai kehendak-Mu dalam hidup saya, yang saya tahu jalan Tuhan itulah yang terbaik untuk saya”.
Kalau saudara sampai ke tingkat ini, ketika iblis menebar “hoax” seperti apapun, saudara tidak akan terkena.
Ingat! Tuhan yang membangun, tapi iblis yang mematikan dan yang mengintimidasi.
Ulangan 30 : 11-12
30:11 “Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.
Kalau Tuhan beri firman, tidak terlalu sukar dan tidak terlalu jauh bagi kita untuk dilakukan, tapi kalau saudara merasa sulit sekali, hal itu terjadi karena saudara termakan “hoax”.
  • Yang membuat kita merasa sulit melakukan firman adalah karena kita selalu termakan “hoax”.
  • Iblis selalu berkata di otak kita “tidak mungkin saudara lepas, tidak mungkin saudara bisa, tidak mungkin saudara mampu, tidak mungkin saudara bebas”.
  • Tapi hari ini saudara dengar firman dan saudara berkata “Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, karena saya ada di pihak Allah, siapa yang bisa melawan saya?”.
Ingat! Firman itu tidak terlalu sukar bagimu dan juga tidak terlalu jauh.
Ulangan 30:12
30:12 Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
Sulit sekali firman Tuhan untuk dijalani.
Kita selalu berkata : “tidak mungkin kita kudus, tidak mungkin kita sempurna, dan akhirnya benar-benar tidak mungkin”.
  • Katakan saja pada dirimu “Saya kudus, saya sempurna”. Tuhan yang memberi firman Matius 5 : 48
  • Saudara berkata tidak mungkin karena saudara daging, saudara terjebak di balik daging, saudara berkata tidak sempurna.
  • Hal itu merupakan “hoax”.
Matius 5 : 48
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.
Tuhan memberi firman hendaklah kamu sempurna sama seperti Bapamu sempurna, berarti firman tersebut tidak sukar, tidak terlalu jauh bagimu, tidak aneh-aneh, tidak macam-macam, pasti kita bisa sampai kesana.
  • Kalau Paulus bisa, Petrus bisa, semua murid-murid Yesus bisa, mengapa kita tidak bisa?
  • Karena kita termakan “hoax intimidasi” terus ada di pikiran kita, semua yang negative kita tampung di kepala kita.
Terkadang kita lebih mudah menyerap sesuatu yang negative daripada yang positif.
Contohnya
Saya berbuat baik kepada bu Wati 100 kali, tapi saya berbuat 1 kali kesalahan, maka bu Wati bisa menebar “hoax” untuk saya (tolak dalam nama Yesus, ini hanya contoh/misalnya).
Ini salah satu ciri manusia, yaitu lebih mudah menampung yang negative daripada menampung yang positive.
Misalnya
Si A berbuat jahat kepada kita, tapi kita lihat berapa banyak kebaikan yang sudah diperbuat oleh si A?
  • Kalau saudara lihat dari sisi baiknya, maka saudara tidak akan termakan “hoax”.
  • Tapi kalau saudara lihat dari sisi negative, kita pasti akan berkata betapa jahatnya dia, memang payah dia, memang layak masuk neraka.
  • Tuhan beri firman dan tidak mungkin Tuhan membiarkan kita begitu saja.
Tuhan beri firman, pasti Tuhan beri kita kemampuan.
  • Lakukan saja bagian kita dan Tuhan akan melakukan bagian Tuhan.
  • Kita berserah saja kepada Tuhan dan kalau saudara tidak mampu katakan saja kepada Tuhan “Tuhan, saya tidak mampu tapi saya mau, saya tidak mau seperti ini terus” .
  • Dan Tuhan pasti menolong saudara .
Semua mungkin saja terjadi, tapi permasalahannya ada di saudara dan saya.
Ulangan 30 : 13
30:13 Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
Firman Tuhan itu tidak jauh, tidak harus menyeberang lautan, tidak ada di langit, tidak harus sulit-sulit.
Firman Tuhan santai, simple. Kalau firman Tuhan berkata “kamu jadi sempurna sama seperti Bapamu sempurna”, maka pasti itu terjadi, karena firman Tuhan tidak jauh. Dan bersama Tuhan kita bisa.
30:14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
Firman Tuhan ada di mulut, ada di hati, ada di perkataan kita dan juga ada di perbuatan kita.
Firman bukan hanya di angan-angan kita saja, kita tahu firman tapi tidak kita praktekkan.
  • Yang benar adalah, kita tahu firman dan kita lakukan.
  • Mulai hari ini, ayo sama-sama kita belajar dan kita berubah.
  • Jangan berkata lagi saudara tidak bisa sempurna, tapi percayalah saudara akan menjadi sempurna.
  • Kalau Paulus dan murid Yesus bisa berarti kita juga bisa.
Permasalahannya :
Apakah saudara masih mudah terpancing oleh “hoax” atau tidak?
1 Samuel 17 : 23-24
17:23 Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya.
Goliat mengata-ngatai orang Israel, dia menebar “hoax”.
Akhirnya orang Israel kabur ketakutan.
17:24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan
Mereka “lari dari padanya dengan sangat ketakutan”. Inilah yang disebut termakan “hoax”.
17:25 Berkatalah orang-orang Israel itu: “Sudahkah kamu lihat orang yang maju itu? Sesungguhnya ia maju untuk mencemoohkan orang Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar, raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel.”
Mereka terkena “hoax”.
Saya pernah khotbah tentang “Daud melawan Goliath”.
Ada penyakit yang menyebabkan tubuh seseorang menjadi seperti raksasa, tapi penglihatannya menjadi kabur. Mungkin Goliath salah satunya.
Ini bukti-buktinya :
Pada waktu Goliath pergi berperang, senjatanya tidak dibawa sendiri oleh Goliath, tapi dibawa oleh ajudannya.
Pada waktu Daud membawa tongkat, Goliath berkata kamu bawa “tongkat-tongkat” (berarti bukan satu tongkat).
Padahal Daud hanya membawa satu tongkat.Berarti penglihatannya kabur.
Hal ini membuktikan sebesar apapun musuhmu pasti ada kelemahannya.
  • Sekecil apapun imanmu, besar kuasanya.
  • Kalahkan musuhmu dengan kekuatan yang dari Tuhan.
Mengapa kamu datang kepada saya dengan membawa tongkat pemukul anjing?
Tapi dalam versi bahasa Inggris-nya, tidak hanya satu tongkat tapi jamak, ada banyak tongkat (sticks).
Saya sekarang pegang satu michrophone, tapi kalau Goliat yang lihat, dia bisa berkata bahwa saya membawa michrophone-michrophone.
  • Ini menandakan penglihatan Goliat kabur.
  • Kebanggaan bagi orang yang berperang adalah membawa senjatanya sendiri, tapi Goliat tidak membawa senjatanya sendiri, ajudannya yang membawa senjata Goliath.
  • Goliat hanya tertawa-tawa saja, menertawakan orang Israel.
Goliath tidak melakukan apa-apa kecuali menebar “hoax”, karena matanya kabur, dia tidak melihat dengan jelas.
Iblis terus menebar “hoax” bagi saudara, supaya saudara takut kepadanya.
Firman Tuhan berkata “lawanlah iblis, maka dia akan lari daripadamu”.
  • Tapi berapa banyak orang Kristen yang lari dari masalah?
  • Berapa banyak orang Kristen terkena “hoax” dan kalah dalam hidupnya?
  • Berapa banyak orang Kristen merasa tidak bisa, tidak mampu padahal berjalan bersama dengan Tuhan?
  • Berapa banyak orang Kristen hari-hari ini meratapi hidupnya, padahal Tuhan bersama dengan dia?
Jika kita seperti ini, sama saja kita sedang meratapi siapa Tuhan kita.
  • GOSIP (PERKATAAN YANG SALAH)
Yesaya 36 : 11-17
36:11 Lalu berkatalah Elyakim, Sebna dan Yoah kepada juru minuman agung: “Silakan berbicara dalam bahasa Aram kepada hamba-hambamu ini, sebab kami mengerti; tetapi janganlah berbicara dengan kami dalam bahasa Yehuda sambil didengar oleh rakyat yang ada di atas tembok.”
Jadi Sanherib mau menyerang Israel. Musuh-musuh Israel sudah berada di depan dan dia mengutus juru minuman untuk mengobrol kepada Elyakim, Sebna dan Yoah. Tapi mereka bertiga ketakutan, gemetar.
Mereka berkata kamu jangan berbahasa Yahudi tapi bahasa Aram saja, supaya mereka tidak mengerti. Hanya saya saja yang mengerti.
  • Tapi kita tidak bisa bekerjasama dengan iblis.
  • Iblis mau menghancurkan hidupmu, supaya engkau takut dan mundur dari Tuhan.
  • Permasalahannya orang yang bisa terkena adalah orang yang tidak hidup didalam kebenaran.
  • Elyakim, Sebna dan Yoah termakan hoax.
Akhirnya Sanherib kalah ditangan Tuhan, walaupun dia menyebarkan “hoax” kemana-kemana dan orang Israel termakan juga.
Kelihatannya memang kalah, tapi semua tergantung di tangan pemimpin.
Kalau pemimpinya berani, kalau pemimpinnya tidak termakan hoax, dia maju terus walaupun semuanya serba aneh di sekelilingnya, maka pada akhirnya pasti ada kemenangan.
Yesaya 36:12
36:12 Tetapi juru minuman agung berkata: “Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memakan tahinya dan meminum air kencingnya bersama-sama dengan kamu?”
Artinya kamu akan memakan kotorannya.
Kamu tidak bisa makan apa-apa, tapi kamu akan makan dan minum kotoran kamu sendiri.
  • Artinya makan dosamu sendiri.
  • Iblis menabur dosa, kita yang makan dosa kita sendiri, ini “hoax”.
Tapi kalau kita datang ke Tuhan. Kita makan dosa, kita datang kepada Tuhan dan pasti kita diampuni oleh Tuhan. Itulah hebatnya Tuhan.
Manusia berdosa datang ke Tuhan dan Tuhan mengampuni kita, tapi permasalahannya saat sesama kita datang ke kita minta ampun, kita tidak mengampuni mereka.
Ada orang yang berhutang kepada raja beberapa talenta (emas).
  • Jika di emas itu di konvensi dengan harga emas sekarang Rp.500.000,- per gram saja, jatuhnya bisa 3 triliun.
  • Misalnya saya hutang ke Tuhan 3 triliun dan Tuhan menghapus hutang saya.
  • Tapi saat orang yang berhutang kepada saya 50 juta tidak membayar hutang ke saya, saya memasukkan dia ke penjara.
Pernahkah kita melakukan hal seperti itu?
  • Bila pernah, berarti kita sudah begitu jahat kepada Tuhan, namun kita mendapat anugerah Tuhan dan Tuhan mengampuni kita.
  • Tapi begitu kita bertemu dengan orang lain yang menyakiti kita, kita tidak mau mengampuni dia.
  • Padahal kejahatan dia tidak seperti kejahatan kita kepada Tuhan.
Juruminuman menakut-nakuti orang-orang percaya.
  • Mereka menyebar “hoax”, kalau mereka akan memakan tahi mereka sendiri dan minum dari air kencing mereka sendiri.
  • Kata iblis, “percuma kamu berusaha, percuma kamu bersusah-susah, karena kamu pasti gagal, karena kamu pasti tidak mampu.”
Tapi hari ini saya ingatkan, tidak ada yang percuma didalam Tuhan, semua pasti bisa.
  • Iblis menginginkan kita terus hidup dalam dosa,
  • Iblis ingin kita kalah,
  • Iblis ingin kita hidup dalam kejijikan, dalam kekotoran,
  • Iblis ingin kita makan tahi dan minum air kencing kita sendiri.
  • Iblis berkata bahwa kita tidak mungkin bisa hidup kudus, kita pasti kalah, kita adalah orang yang tidak benar, kita orang berdosa.
Inilah intimidasi dan inilah “hoax”.
Yesaya 36:13-14
36:13 Kemudian berdirilah juru minuman agung dan berserulah ia dengan suara nyaring dalam bahasa Yehuda. Ia berkata: “Dengarlah perkataan raja agung, raja Asyur!
36:14 Beginilah kata raja: Janganlah Hizkia memperdayakan kamu, sebab ia tidak sanggup melepaskan kamu!
Ini hoax.
Iblis ingin orang Israel kabur, semuanya kabur bahkan sampai pemimpin-nyapun dihakimi (Raja Hizkia).
Tujuannya supaya saudara dan saya kalah.
Iblis tebarkan “hoax”, tipu daya, supaya saudara terluka, supaya saudara kepahitan, supaya saudara tidak mengampuni, supaya saudara menghakimi, supaya saudara menjauhi Tuhan.
Tapi Tuhan justru merangkul saudara.
Yesaya 36:15
36:15 Janganlah Hizkia mengajak kamu berharap kepada TUHAN dengan mengatakan: Tentulah TUHAN akan melepaskan kita; kota ini tidak akan diserahkan ke dalam tangan raja Asyur.
Saudara ditarik oleh iblis supaya saudara tidak berharap lagi kepada Tuhan.
Iblis membuat masalah sedemikian rupa, dia tutup semua jalan saudara supaya dari mulutmu berkata “Tuhan tidak ada”.
Ingat! Jangan tidur. Inilah waktunya saudara bangkit, bangun.
  • Jangan seperti Elia yang tidur.
  • Begitu masalah datang, makan roti ,minum air lalu tidur lagi.
  • Dengar firman, penuh Roh Kudus, lalu lakukan bersama dengan Tuhan.
  • Jangan mau termakan “hoax” dari kuasa gelap, jangan mau termakan “hoax” dari iblis.
Tuhan berkenan kepada orang yang berharap kepada-Nya, jangan dengarkan iblis, dia berkata bohong kepada saudara.
Tuhan lah satu-satunya harapan dalam hidup kita.
Manusia tidak bisa menolong kita, tapi Tuhan sanggup melakukannya bagi kita.
Permasalahannya :
Kita terus termakan “hoax”, akhirnya Tuhan berkata :
  • “Jalanmu tambah jauh nak, engkau bertambah mutar nak, kapan mujizat terjadi?”
  • “Aku mau kasih kamu mujizat, tapi kamu menjauh terus”,
  • “Aku mau kasih, tapi engkau menolaknya”.
Yesaya 36:16
36:16 Janganlah dengarkan Hizkia, sebab beginilah kata raja Asyur: Adakanlah perjanjian penyerahan dengan aku dan datanglah ke luar kepadaku, maka setiap orang dari padamu akan makan dari pohon anggurnya dan dari pohon aranya serta minum dari sumurnya,
Ingat! Iblis juga bisa menawarkan berkat.
  • Kata iblis, ayo sambutlah dosa ini dan nikmatilah.
  • Anggur yang dimaksud bukan anggur Tuhan, tapi anggur setan.
  • Ini perjamuan kegelapan yang artinya dosa.
Iblis menawarkan kepada saudara :
  • “Ayo jangan mengikuti Tuhan, tapi ikutilah aku maka kamu akan senang”.
  • “Semua keperluanmu, aku berikan asalkan kamu ikut aku”.
Iblis tebar “hoax” terus kepada saudara, supaya saudara meminum anggur kesukaan dunia.
  • Saudara makan dari pohon ara, artinya saudara kenyang dengan dosa.
  • Iblis selalu menawarkan yang bagus untuk saudara.
  • Tapi kalau saudara belajar firman dengan benar, maka saudara tidak akan tertipu.
Firman Tuhan harus menjadi makanan rohani saudara.
  • Saudara harus membangun hubungan dengan Tuhan.
  • Itulah artinya saudara minum anggurnya Tuhan.
  • Bangun hubungan dengan Tuhan, minum anggurnya Tuhan, makan firman Tuhan sampai saudara kenyang.
Rohani saudara jangan diganti dengan “makanan campuran”.
  • Firman Tuhan adalah Roh, tapi berapa banyak orang yang menjadikan Firman Tuhan ini daging.
  • Ini yang disebut dengan nama Gospel of Properity /Injil Kemakmuran.
  • Dan inilah yang saya katakan “makanan campuran”.
Jadi Gospel ada 4 macam :
  1. Gospel of Work. Yang mengajarkan keselamatan didasarkan kepada perbuatan.
  2. Gospel of Grace. Yang mengajarkan kesalamatan berdasarkan kepada anugerah. Kita menjadi baik semua karena anugerah.
  3. Gospel of Prosperity. Artinya injil kemakmuran. Saudara hanya diberi firman yang enak-enak saja. Ini namanya injil campuran.
Kamu mencampur minuman yang dari Tuhan, dengan minuman yang dari setan :
  • Paulus berkata “Perjamuan dari Tuhan” tidak bisa dicampur.
  • Anggur itu tanda penderitaan bukan tanda kesenangan.
  • Kalau anggur menjadi kesenangan, berarti sukacita kita dari dunia, bukan dari Tuhan.
  • Anggur tanda sukacita dari Tuhan dan itu juga tanda penderitaan.
Makanya Tuhan bertanya, maukah kamu minum anggur? Ya, saya mau.
Bisakah kamu minum anggur? Ya saya bisa, kata anak Zebedeus.
  • Memang mereka minum anggur, mereka akan menderita dan akhirnya benar mereka mati dibunuh.
  • Sukacita dari Tuhan yaitu memikul salib.
  • Buah ara artinya kenyang. Saudara akan kenyang dengan dunia.
Tuhan tidak mau Injil campuran.
  1. Gospel of Mediocrey. Yang mengajarkan keselamatan itu harus ada medianya.
Contohnya :
  • Saudara kita di Katholik mereka berdoa harus ada media, harus ada sarana.
  • Ada yang berdoa pakai tongkat otoritas. Dan dia ambil tongkat benaran dan dia angkat. Ini yang dimaksud mediocrey.
  • Ada yang pakai panji-panji saat ibadah.
Itu juga media. Jangan dimasukkan ke dalam gereja. Hal ini hanya untuk sekedar pengetahuan saja.
  • Jadi kita harus menyembah Dia dalam Roh dan Kebenaran, tanpa media apapun.
  • Ada pula orang-orang Kristen yang beribadah menggunakan media. Harus pakai baju kebesaran atau perlengkapan yang lain. Hal itu salah.
Yesaya 36:17
36:17 sampai aku datang dan membawa kamu ke suatu negeri seperti negerimu, suatu negeri yang bergandum dan berair anggur, suatu negeri yang beroti dan berkebun anggur.
Jadi iblis akan menawarkan kepada saudara sesuatu yang enak-enak.
  • Iblis berkata kamu akan ke negeri yang banyak anggurnya dan banyak gandum.
  • Kamu akan aku bawa ke tempat yang membuat kamu bisa bersenang-senang dan bersukacita.
Yesus juga ditawarkan oleh iblis.
  • Waktu Yesus ditawari, Yesus ditaruh diatas bait dan iblis berkata akan memberi kerajaan dunia ini asal kamu menyembahku.
  • Yesus saja ditawari, berarti kekayaan dunia ada di tangan iblis.
  • Kalau orang Kristen pelit berarti dia ditangan iblis.
Saudara dibuai dengan segala sesuatu yang berisi gandum dan anggur, dibawa kepada kenikmatan dunia dan semua yang membuai saudara.
Amsal 12 : 1
12:1 Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.
Artinya saudara harus belajar mau ditegur, mau dididik, mau di bentuk, mau diproses.
  • Banyak orang di luar sana mendengar khotbah yang keras, dibilang kalau khotbah itu menghakimi.
  • Khotbah ini tidak menghakimi tapi menegur supaya saudara dan saya berbalik kepada Tuhan dan ikut kepada jalan Tuhan.
Yesaya 36 : 18-22
36:18 Jangan sampai Hizkia membujuk kamu dengan mengatakan: TUHAN akan melepaskan kita! Apakah pernah para allah bangsa-bangsa melepaskan negerinya masing-masing dari tangan raja Asyur?
Pengenalan saudara akan Tuhan membuat saudara bisa membedakan yang mana kebenaran dan yang mana tipuan.
Hanya Roh Kudus yang mampu menyingkapkannya.
Contoh :
Ada restaurant yang ramai penuh sesak. Apakah pasti enak makanannya?
  • Belum tentu, karena bisa jadi itu pasti tipuan.
  • Cara kerja iblis kira-kira menyerupai.
Jangan sampai Hizkia atau hamba Tuhan membujuk kamu supaya kamu percaya kepada Tuhan.
  • Iblis akan terus taruh “hoax” dikepala saudara dan dia berkata “percayalah kepadaku, aku akan memberkati kamu, aku akan membawamu, pakailah kekuatanmu, pakailah kemampuanmu.
  • Kamu masih mampu, kamu masih kuat.
  • Saat saudara terima “hoax”, maka saudara akan tidur.
  • Begitu saudara tidur maka jalanmu tambah jauh
36:19 Di manakah para allah negeri Hamat dan Arpad? Di manakah para allah negeri Sefarwaim? Apakah mereka telah melepaskan Samaria dari tanganku?
Tidak ada yang melepaskanmu, tidak ada yang menolongmu, kamu pasti gagal, kamu pasti kalah.
Inilah “hoax
Jadi kalau ada orang berkata “waaah, mana bisa kita sempurna, kudus”.
Itu hoax.
Saudara bisa sempurna dan kudus, asalkan saudara mau.
36:20 Siapakah di antara semua allah negeri-negeri ini yang telah melepaskan negeri mereka dari tanganku, sehingga TUHAN sanggup melepaskan Yerusalem dari tanganku?”
Iblis merasa dirinya hebat. Dia hanya dengan modal gertakan saja.
  • Dengan apa nama Tuhan dirusak? Dengan gaya hidup kita yang tidak sesuai dengan firman.
  • Dengan apa gaya hidup kita dirusak? Dengan termakannya kita dengan hasutan iblis.
Iblis akan merusak nama Tuhan melalui kita.
  • Jika gaya hidup kita tidak beres, maka akan rusak nama Tuhan.
  • Jika kita termakan hasutan iblis dan kita tidak percaya Tuhan, maka akan merusak nama Tuhan.
Jangan sampai hidup kita merusak nama Tuhan.
Yesaya 36:21
36:21 Tetapi orang berdiam diri dan tidak menjawab dia sepatah kata pun, sebab ada perintah raja, bunyinya: “Jangan kamu menjawab dia!”
Raja sudah berpesan jangan dijawab, artinya iblis jangan ditanggapi.
Kalau iblis kamu tanggapi, maka akan ramai, ribut, ricuh.
  • Jadi kalau ada orang marah-marah, ngamuk-ngamuk maka jangan ditanggapi.
  • Diamkan saja, karena kalau ditanggapi sama saja kita menanggapi iblis.
Jadi kalau rumah tangga baik-baik saja, yang harusnya marah tapi diam saja, baik-baik saja. Saya yakin inilah rumah tangga dimana Tuhan bertepuk tangan. Bukan iblis yang bertepuk tangan.
Saudara harus sampai ke tingkat itu dimana orang lain marah dan saudara tetap diam.
Jangan sampai dimana orang lain diam, saudara yang jadi pembicara atau jadi yang marah-marah.
  • Artinya saudara jangan membawa keributan.
  • Memang sulit meredam keributan karena factor hasutan hoax.
  • Sulit meredam keributan karena gaya hidup kita yang sudah terbiasa punya harga diri.
Oleh karena itu kita harus membangun hubungan dengan Allah, bukan putus hubungan dengan Dia jangan termakan hasutan,diam saja dan berdoa. Kalahkan iblis dengan kuasa Allah.
Yesaya 36:22
36:22 Kemudian pergilah Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, dan Yoah bin Asaf, bendahara negara, menghadap Hizkia, dengan pakaian yang dikoyakkan, lalu memberitahukan kepada raja perkataan juru minuman agung.
Singkat cerita mereka termakan hasutan juruminuman.
  • Kalau saudara pelajari ayat pendukungnya di 2 Raja-raja 19, ternyata mereka benar mau diserang dan Sanherib itu kuat.
  • Dia koyakkan bajunya karena dia menyaksikan kekuatan Sanherib.
Faktanya benar ternyata saya gagal tapi bukan berarti kita sudah gagal tapi hanya menunda kesuksesan saja.
2 Raja-raja 19 : 1
19:1 Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.
Hizkia sempat termakan
19:2 Disuruhnyalah juga Elyakim, kepala istana, Sebna, panitera negara, dan yang tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, kepada nabi Yesaya bin Amos.
Tapi puji Tuhan dia bertobat dari jalannya yang salah dan mencari Tuhan.
2 Raja-raja 19 : 21-23
19:21 Inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.
Jadi dia menghasut dengan “hoax” ke sekelilingnya.
19:22 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? Terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong? Terhadap Yang Mahakudus Allah Israel!
19:23 Dengan perantaraan utusan-utusanmu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar,
pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat permalaman yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.
Sebenarnya waktu Yesus mati di atas kayu salib, hal ini juga terjadi.
Pohon-pohon aras yang tinggi, artinya kematian.
Pohon-pohon sanobar, artinya kebangkitan.
Tidak mungkin bangkit, Dia sudah mati, ini “hoax” iblis kepada para murid.
Akhirnya murid-murid berhamburan karena termakan “hoax”.
19:24 Aku ini telah menggali air dan telah minum air asing, dan aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir.
19:25 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari, dan telah merancangnya pada zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu.
19:26 Sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.
19:27 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku.
19:28 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.
Tuhan menghendaki pertobatan dari orang-orang Israel.
2 Raja-raja 19 : 35-37
19:35 Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!
Tuhan yang berperang. Oleh karena itu jangan termakan “hoax”, bertobat cari Tuhan.
19:36 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.
Rajanya kabur, yang awalnya menyebar “hoax” akhirnya kabur.
19:37 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Jadi yang membunuh Sanherib, raja Asyur itu adalah anak-anaknya sendiri.
Pada waktu sedang menyembah berhala di kuil Nisrokh, Sanherib dibunuh oleh kedua anaknya sendiri dengan pedang.
TUHAN bekerja, dan si penyebar “hoax”, Sanherib dan utusannya atau kaki-tangannya si juru minuman pun mati binasa.
Oleh karena itu janganlah termakan dengan “hoax” dari kuasa kegelapan.
Mulai belajar firman dan percayalah, bersama Tuhan kita Yesus Kristus, kita cakap menanggung segala perkara.
Amin.

 

Beri kemuliaan bagi Tuhan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Warta 22 April 2018 – MEMIKUL SALIB DENGAN CARA YANG BENAR

WhatsApp Image 2018-04-18 at 09.17.03

MEMIKUL SALIB DENGAN CARA YANG BENAR

     Dua hal yang tidak bisa dipisahkan antara menyangkal diri dan memikul salib. Karena keduanya ini akan menuntun kita untuk taat mengikut Tuhan kemanapun Dia pergi. Penyangkalan diri adalah menolak ego dan keinginan diri sendiri demi terwujudnya kehendak Allah (Matius 16:24). Ketika seseorang menyangkal diri, dia sedang melawan egonya sendiri dan inilah pemikulan salib. Semakin seseorang taat memikul salib, semakin setia dia mengikut Tuhan kemanapun Tuhan kehendaki puncaknya adalah dipermuliakan bersama Dia.

Tapi disayangkan dewasa ini banyak sekali orang yang mengaku poengikut Kristus tapi membawa salibnya dengan caranya sendiri. mereka tidak memikulnya melainkan menyeretnya. Dengan cara apakah mereka menyeret salibnya dan bukan memikulnya? Yaitu dengan berusaha mendirikan kebenaran sendiri. Mereka berkata Tuhan itu kasih jadi efek tanggung jawab sedikit dikesampingkan dan yang ditojolkan hanyalah kasih Tuhan. Mereka merasa Kekristenan tidak perlu lagi ada perjuangan karena semuanya Tuhan telah selesaikan.

Orang Kristen seperti ini juga menyangkal efek pemuridan karena mereka berpikir dengan kematian Kristus mereka otomatis sudah kudus, asal mereka tetap percaya sampai mati, kegereja dan juga melayani sudah cukup dan sudah pasti mereka selamat. Mereka berpikir yang penting hanya menjadi orang baik cukuplah.

Coba saudara perhatikan kisah dalam alkitab seorang anak muda yang kaya, dia seorang anak muda yang baik, setia kepada Taurat dan berjalan sesuai aturan masanya, tapi apa yang Tuhan mau lebih dari sekedar baik melainkan sempurna sama seperti Dia adalah sempurna (Matius 5:48).

Tuhan menghendaki anak muda itu memikul salibnya bukan sekedar membawa dengan caranya. Anak muda itu taat pada agamanya tapi Tuhan menghendaki dia taat pada Tuhan (Matius 19:16-26).

      Sungguh ironis kekristenan dewasa ini, banyak orang berusaha membawa salib dengan caranya sendiri. bahkan Gerejapun mempunyai andil dalam pengajarannya. Gereja membuai jemaat dengan kata-kata indah tanpa memperdulikan factor tanggung jawab. Mereka mengedepankan janji Tuhan dan hak jemaat dengan mengesampingkan tanggung jawab. Mereka tidak menjadikan jemaat murid Tuhan yang rela mendengar, belajar, peka dan melakukan kehendak Allah inilah cara memikul salib yang benar.

Saudaraku sadarlah kasih karunia Allah harus disertai tanggung jawab agar kasih karunia itu bukan lagi menjadi murahan belaka (Titus 2:11-13). Dan tanpa tanggung jawab akankah kita mencapai tingkat sempurna, dan tanpa tanggung jawab kita menyeret salib dan bukan memikulnya. 

15 APRIL 2018 MENGASIHI ALLAH

CINTA LEBIH KUAT DARI MAUT – 8 APRIL 2018

8

Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” (Yohanes 2:17)

 

GPPK-CHOSEN GENERATION
KHOTBAH GEMBALA, MINGGU 8 APRIL 2018

 

CINTA LEBIH KUAT DARI MAUT

 

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK – CHOSEN GENERATION
IBADAH RAYA, MINGGU 8 APRIL 2018

 

SHALOM.
Kita semua pasti tahu apa yang namanya cinta, karena manusia adalah makhluk pencari cinta nomer satu.
Manusia butuh cinta karena, sehingga banyak orang yang rela berkorban demi cinta. Cinta butuh pengorbanan. Cinta tanpa pengorbanan, itu namanya bukan cinta.
Banyak orang rela mati demi cinta, rela mengorbankan segala-galanya demi cinta.
Tuhan mengibaratkan cinta yang berapi-api dapat mengalahkan maut.
Tuhan sudah membuktikan dengan cinta-Nya yang berapi-api, bukan ketika saudara mencintai Dia, tapi Dia membuktikan cinta-Nya kepada saudara justru ketika saudara sedang rusak-rusaknya.
Tuhan mau berkorban untuk kita dengan satu tujuan, yaitu supaya kita memberikan cinta kita untuk Dia dan Dia bisa menyalurkan cinta-Nya untuk kita, sehingga dengan cinta yang dari Dia tersebut maka kita akan mencintai semua orang.
Kalau saudara jatuh cinta sungguh-sungguh kepada Tuhan, maka saudara akan lepas dari yang namanya maut.
Kalau saya tanya kepada saudara, “siapa yang jatuh cinta kepada Tuhan, supaya angkat tangan”, pasti saudara angkat tangan semua.
Tapi ketika saudara mempraktekkan pola hidup kebenaran, belum tentu saudara dapat membuktikan cinta saudara itu kepada-Nya.
Dia telah menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib, supaya lewat kematian-Nya maut dikalahkan. Inilah cinta yang mengalahkan maut.
Saudara pasti sudah tahu yang namanya cinta mengalahkan maut.
Sebenarnya, cinta ideal seperti apa yang Tuhan mau?
Banyak dari kita memberikan cinta untuk Tuhan hanya sebatas doa, sebatas ibadah, atau hanya sebatas persembahan, dan pelayanan.
Tapi tidak ada cinta yang benarbenar mau berkorban untuk Tuhan, cinta yang hidup matinya sudah untuk Tuhan.
Banyak yang berkata jatuh cinta kepada Tuhan, tapi tidak bisa dipraktek-kan dalam pola hidupnya.
Kidung Agung 8 : 6
8:6 — Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
“Seperti materai pada hatimu”, maksudnya ada perasaan Tuhan dihatimu.
“Seperti materai pada lenganmu”, maksudnya ada kekuatan Tuhan.
  • Inilah cinta yang ideal, dimana Tuhan telah memberikan-Nya untuk saudara dan saya, supaya saudara dan saya lepas dari maut.
  • Cinta kita kepada Tuhan sedikit demi sedikit harus bertumbuh, harus terus naik, sampai kita masuk kepada dimensi cinta yang ideal.
  • Kalau saudara sudah masuk pada dimensi cinta yang ideal, maka sau-darapun tidak bisa hidup tanpa Dia.
  • Kemanapun saudara pergi, maka saudara akan terus bersama dengan Dia, minta petunjuk dari Dia.
Kidung Agung adalah kitab percintaan antara “kita semua sebagai para mempelai perempuan yaitu gereja-Nya”, dengan “mempelai laki-laki yaitu Kristus” yang diibaratkan dengan Salomo.
Cinta tidak terjadi begitu saja, tapi terjadi melalui proses, situasi dan kondisi.
Di kitab Kidung Agung ada 3 oknum yaitu :
  1. Perempuan Sulami, diumpamakan sebagai mempelai-mempelai Kristus.
  2. Putri-putri Yerusalem, sebagai orang-orang yang diselamatkan.
  3. Salomo, sebagai mempelai laki-laki.
Dari 3 oknum ini, tidak berarti semua orang percaya akan menjadi mempelai.
Yang akan menjadi mempelai adalah :
  • Orang-orang yang merespon cinta-Nya.
  • Dan yang akan terangkat pada saat pengangkatan (Rapture).
Kalau saudara tidak bersiap-siap mulai sekarang untuk menjadi mempelai, tidak mencintai Dia dengan sepenuh hati, maka pada akhirnya saudara akan menjadi orang yang akan tertinggal di bumi.
Ketika saudara benar-benar menjadi mempelai Kristus, maka suatu hari saudara akan memerintah bersama dengan Kristus.
Pada kitab Kidung Agung, Salomo seorang raja turun tahta dan dia jatuh cinta dengan perempuan Sulami gadis desa.
  • Salomo turun tahta menjadi rakyat jelata, untuk mendapatkan cinta perempuan Sulami ini.
  • Dia tidak akan mendapat cinta perempuan Sulami, kalau dia tidak turun tahta.
  • Dia turun tahta supaya dia mendapatkan cinta yang sebenar-benarnya, cinta yang tulus dari perempuan Sulami itu.
Demikian pula halnya dengan Tuhan Yesus.
  • Tuhan Yesus turun tahta, menjadi Anak Manusia dengan tujuan supaya dengan cinta Allah yang menjadi manusia, supaya Yesus bisa menjamah kita, dan kita bisa merespon cinta-Nya.
  • Dia turun tahta menjadi manusia supaya menjadi sama dengan kita dan Dia bisa merasakan apa yang kita rasakan, sehingga Dia tahu apa kelemahan dan kekurangan kita.
  • Ketika saudara tahu kekurangan dan kelemahan saudara, maka saudara akan bergantung dengan Dia, sampai suatu hari nanti saudara akan menjadi mempelai Kristus.
Cinta Yang Ideal
itulah yang akan mengalahkan maut.
  • Awalnya kita ditarik dulu oleh Dia, supaya kita bisa merasakan cinta-Nya.
  • Kalau kita sudah merasakan cinta-Nya, maka kita baru bisa berkata semua tidak ada artinya.
Kidung Agung 1 : 2
1:2 — Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur
Anggur melambangkan dunia.
Kalau saudara sudah merasakan kecupan Tuhan, maka saudara akan merasa dunia tidak ada artinya.
Saudara akan terus mencari cinta Tuhan, karena Tuhan telah menarik saudara supaya saudara jatuh cinta kepada Tuhan.
Tuhan lebih dahulu mencintai saudara, Dia tarik saudara supaya saudara sadar akan cinta-Nya.
Begitu saudara sadar akan cinta-Nya, maka saudara akan menanggalkan cinta saudara akan dunia.
Pertanyaannya :
Apakah cinta perempuan Sulami ini sudah sempurna?
  • Belum sempurna, karena harus melewati proses demi proses.
  • Cinta ini harus terus berkembang dan berkembang.
  • Semakin saudara dekat dan intim dengan Tuhan, maka cinta saudara kepada Tuhan akan semakin sempurna.
Kalau saya tidak ada komunikasi dengan istri saya, bagaimana mungkin saya mendapatkan cinta yang sempurna dari istri saya?
Rumah tangga saya tidak akan menjadi rumah tangga yang sempurna, kalau saya tidak membangun hubungan atau komunikasi dengan pasangan saya.
Tuhan menunggu saudara datang kepada Dia.
Permasalahannya :
Apakah saudara datang ke Dia?
  • Saudara datang ke Dia, tapi sesuka saudara sendiri.
  • Waktunya waktu saudara, bukan waktu Tuhan.
Jika kita belum “all out” dengan Tuhan, jika hidup mati kita belum untuk Tuhan, maka saudara belum sampai cinta yang ideal.
Kalau saudara sudah masuk dalam cinta yang ideal saudara pasti tidak bisa hidup tanpa Dia lagi.
Saudara pergi kemanapun, saudara akan minta petunjuk kepada Tuhan.
  • Tuhan saya mau kesini, boleh tidak Tuhan?
  • Tuhan saya tidak mau pergi, kalau menyakiti hati Tuhan.
  • Tuhan saya tidak mau melakukan sesuatu yang membuat Tuhan terluka, karena saya jatuh cinta dengan Tuhan.
Kidung Agung 1 : 3-4
1:3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!
Tuhan itu luar biasa. Tuhan itu sesuatu yang layak untuk dicintai.
Apakah saudara sudah sampai ke tahap “kekristenan yang ideal?”
Sadarkah saudara kalau Tuhan adalah sesuatu yang layak saudara cintai secara “all out?”
Kalau saudara masih belum sadar, maka saudara belum sampai ke titik kekristenan yang ideal.
Di ayat 3 tadi, kita sadar akan pengorbanan Kristus.
1:4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!
Ayo tarik saya Tuhan kedalam mahligai-Mu artinya, Tuhan, saya rindu akan hadirat-Mu.
Pernahkah ketika saudara berdoa, rasanya saudara mau terus bersekutu dengan Tuhan, tidak ingin stop berdoa?
  • Kalau saudara sudah sampai ke taraf ini, berarti saudara sudah mencapai taraf kekristenan ideal.
  • Kalau saudara belum sampai ke taraf ini, maka saudara belum menjadi orang Kristen yang ideal.
  • Saudara bukannya dipersulit, tapi inilah standart kekristenan yang ideal.
Setiap orang memiliki standart untuk pasangan hidupnya. Standart itulah yang Tuhan berikan, yaitu standart cinta kasih saudara kepada Dia.
  • Kalau cinta kasih saudara kepada Tuhan hanya asal-asalan, maka saudara tidak akan mencapai standart tersebut.
  • Berarti saudara hanya sekedar menjadi putri Yerusalem, tapi saudara tidak pernah sampai menjadi perempuan Sulami.
  • Artinya saudara cukup hanya sekedar selamat, tapi saudara tidak pernah menjadi mempelai Kristus dan tidak akan terangkat saat Rapture.
Saya rindu kita semua benar-benar mencapai standart kekristenan yang ideal dan menjadi mempelai Kristus.
Bukan hanya tiap minggu ke gereja, tiap pagi berdoa, bangun tidur berdoa, mau makan berdoa, mau tidur berdoa, tapi Tuhan mau hubungan saudara dengan Dia setiap hari semakin dekat, semakin intim dan semakin berkualitas.
Kalau hubungan saudara dengan Tuhan tidak berkualitas maka kekristenan saudara patut dipertanyakan.
Kidung Agung 1 : 5
1:5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.
“Aku hitam tetapi aku cantik”, artinya aku orang berdosa, aku orang yang tidak beres, tapi aku cantik dimata Tuhan karena Tuhan telah memilih aku.
Tuhan menganggap aku cantik walaupun aku masih seperti ini keadaan-nya, maksudnya saudara harus sadar kalau saudara adalah sesuatu yang berharga yang Tuhan telah pilih.
Ingat! Saudara ditebus bukan dengan barang yang fana, tapi oleh darah Yesus karena saudara adalah sesuatu yang cantik dihadapan Tuhan.
Ketika saudara memilih Tuhan, ada sesuatu yang berharga masuk didalam saudara.
  • Saya dan Van Gogh punya kanvas dan kami melukis dengan gambar yang sama.
  • Gambar Van Gogh terjual dengan harga mahal.
  • Tapi gambar yang saya buat dibuang orang. Karena ada citra Van Gogh digambarnya.
Pada waktu saudara menyerahkan hidup saudara kepada Tuhan, saudara menjadi sesuatu yang berharga, karena ada citra Allah atau gambar Allah atau wujud Allah didalam saudara.
  • Tapi wujud Allah bisa hilang karena ada kegelapan.
  • Kegelapan mau menghapus gambar Allah itu di dalam kita.
Saudara mengijinkan gambar Allah dihapus oleh kegelapan atau tidak?
  • Kalau gambar Allah tidak mau terhapus didalam saudara maka saudara harus dekat dengan Allah.
  • Kalau saudara tidak dekat dengan Allah maka gambar Allah bisa hilang dari dalam diri saudara.
Walaupun kita sadar, kita ada kekurangan tapi bagi Tuhan kita sangat cantik.
Katakan pada diri saudara “Saya cantik dimata Tuhan, saya berharga di hadapan Tuhan”.
Kidung Agung 1 : 6
1:6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.
Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun anggur.
  • Aku jadi terkena matahari sehingga aku jadi hitam.
  • Aku jadi banyak di jalanan, aku jadi hitam terkena matahari.
  • Artinya dunia dan segala kesenangannya telah merusak saudara.
  • Tapi saudara telah dipilih oleh Tuhan dan saudara menjadi berharga.
Maukah saudara memberikan cinta saudara utuh untuk Tuhan?
  • Kalau saudara tidak bisa memberikan cinta yang utuh untuk Tuhan, maka saudara tidak bisa menjadi mempelai yang sempurna.
  • Dunia telah merusak aku, aku jadi hitam karena matahari telah mem-bakar aku, kuasa gelap telah mempunyai andil untuk merusak hidupku, sehingga aku menjadi hitam.
  • Matahari (dunia) telah merusak aku menjadi hitam, menjadi gelap, tapi di-mata Tuhan aku indah.
Walaupun aku gelap, Dia tetap mati untuk aku, Dia menyerahkan hidup-Nya untuk aku, sehingga aku menjadi sesuatu yang berharga dan ada citra Allah didalamku.
Kidung Agung 1 : 9
1:9 — Dengan kuda betina dari pada kereta-kereta Firaun kuumpamakan engkau, manisku
Dahulu kita diumpamakan seperti kuda betina, yang artinya orang yang me-ngandalkan kekuatan diri sendiri, orang yang percaya kepada ke-mampuan diri sendiri.
Dari pada kereta-kereta Firaun artinya kita dibelenggu oleh kuasa kegelapan.
Jadi kita adalah orang yang terbelenggu dengan kuasa kegelapan dan kita orang yang mengandalkan kekuatan diri sendiri atau pola pikir sendiri.
  • Tapi kita cantik dimata Tuhan.
  • Oleh sebab itu Tuhan mau mati untuk kita.
  • Inilah yang disebut dengan cinta yang lebih kuat dari maut.
Maukah saudara mencintai Dia lebih dari apapun?
Apakah saudara sudah mencapai level cinta yang ideal untuk Tuhan?
  • Saya yakin kita masih jauh.
  • Kita belum “all out” untuk Tuhan.
  • Tuhan terus membentuk saudara.
  • Saudara tidak membentuk diri saudara sendiri, tapi Tuhanlah yang akan membentuk saudara.
  • Tuhan akan mengubah penampilan saudara.
Kidung Agung 1 : 11
1:11 Kami akan membuat bagimu perhiasan-perhiasan emas dengan manik-manik perak
Kami akan membuat bagimu perhiasan-perhiasan emas dengan manik-manik perak artinya saudara didandani oleh Tuhan.
Maukah engkau didandani oleh Tuhan?
Bagaimana caranya supaya kita didandani oleh Tuhan?
  • Saudara siapkan waktu saja untuk Tuhan.
  • Percayalah apa yang Tuhan kerjakan itu baik untuk kita.
  • Tuhan make up saudara bukan kita yang make up diri kita sendiri.
  • Kita merasa diri kita baik padahal kita tidak ada baiknya.
  • Roh Allah menghimpit kita dengan kebenaran demi kebenaran.
Dan kebenaran demi kebenaran itulah yang membuat saudara semakin cantik dihadapan Tuhan.
Kidung Agung 1 : 13
1:13 Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku
Ini bukan kitab jorok, tapi ini kitab percintaan. Ini sajak.
Saya membaca sejarah dari Salomo. Salomo memiliki 1000 lebih puisi, tapi yang dijadikan kitab hanya Kidung Agung saja.
  • Buah dada artinya hasrat.
  • Mur artinya pengorbanan.
Saudara punya hasrat untuk berkorban atau tidak?
Maukah saudara berkorban untuk Tuhan?
  • Kalau mau, mulailah berkorban dari waktu.
  • Kalau saudara merasa capek ke gereja, dengar khotbah seperti lama sekali tidak amin amin, berarti saudara tidak ada pengorbanan.
  • Jika saudara seperti ini maka saudara tidak akan maju dalam Tuhan.
Oleh karena itu kita harus punya hasrat (buah dada) untuk berkorban.
Kalau saudara belum punya hasrat untuk berkorban, berarti saudara belum mencintai Dia dengan benar.
Kidung Agung 1 : 15-16
1:15 — Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu
Mengapa kita diibaratkan seperti merpati?
  • Karena merpati adalah burung pos.
  • Dahulu belum ada TIKI ataupun JNE.
  • Dahulu kirim pesan pakai merpati, karena merpati tetap focus pada tujuannya tanpa berhenti untuk makan/minum dalam perjalanan.
Oleh sebab itu Tuhan menganggap kita, orang-orang yang fokus kepada Tuhan seperti mata merpati, yaitu mata yang fokus kepada Tuhan dan tidak teralihkan.
Contoh :
Saya jalan dengan istri saya. Saya sudah tertarik dengan istri saya.
Masa mata saya masih jelalatan kemana-mana memandang cewek-cewek.
Kalau mata saudara masih jelalatan kemana-mana, berarti bukan mata merpati tapi mata keranjang.
Di firman Tuhan yang ada mata merpati bukan mata keranjang.
Ada yang konseling dengan saya, dia berkata kalau suaminya bukan mata keranjang lagi, tapi sudah mata troly.
  • Tuhan mengibaratkan kita seperti mata merpati.
  • Kalau saudara masih mata keranjang, berarti saudara belum mencintai Tuhan dengan benar.
  • Kalau saudara mencintai Tuhan, maka saudara harus focus kepada Tuhan.
Bagaimana caranya supaya saudara tidak menyakiti hati-Nya?
Bagaimana caranya saya berjalan tanpa melukai Dia?
Saudara hidup di dunia, tapi saudara jangan menjadi seperti dunia.
Jadi ada sahut-sahutan antara kita dengan Tuhan.
Tuhan menyebut kita mata merpati dan kita menyahut Tuhan “tampan engkau kekasihku”
1:16 — Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.
Sungguh sejuk petiduranmu, artinya sungguh enak, sungguh nyaman didalam hadirat-Mu.
Benarkah saudara sudah sampai kekristenan yang ideal?
Benarkah saudara sudah sampai ke tingkat “Tuhan, hadirat-Mu itulah yang terbaik bagiku?”
Pemazmur berkata “Lebih baik satu hari di pelataran Tuhan (sorga yang paling rendah), daripada seribu hari di tempat lain”.
  • Pemazmur mengetahui betapa indahnya hadirat Tuhan.
  • Walaupun pelataran masih jauh dari hadirat Tuhan, jauh dari pusat Ruang Maha Kudus-Nya Tuhan.
  • Tapi lebih baik di pelataran daripada seribu hari di tempat lain.
Saudara jangan stress mendengar khotbah ini, tapi saya mendorong saudara untuk menjadi orang Kristen yang ideal. Ayo sama-sama kita maju.
  • Saudara harus benar-benar mencintai hadirat Tuhan, saudara focus kepada Tuhan dan tidak teralihkan oleh dunia ini.
  • Kita masuk dalam hubungan mempelai.
  • Ada keintiman, ada petiduran, artinya saudara mulai intim dengan Tuhan dan mulai tidur dengan Tuhan.
Kidung Agung 1 : 17
1:17 Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita.
Apa yang dimaksudkan dengan bahan-bahan bangunan berupa kayu, bahkan dinding bangunan?
  • Kayu aras melambangkan kematian.
  • Kayu eru melambangkan kebangkitan.
  • Dinding papan melambangkan perlindungan.
Jadi yang melindungi saudara adalah kematian dan kebangkitan Kristus.
Saudara dijaga oleh Dia melalui kematian dan juga kebangkitan-Nya sehingga saudara menjadi milik Dia.
  • Ketika saudara menyerahkan diri saudara melalui baptisan, maka saudara akan menjadi milik Dia.
  • Ketika kita sudah menjadi milik Dia, maka kita dijaga, dilindungi dan diproteksi oleh Dia.
Kidung Agung 2 : 2
2:2 — Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis.
Ini masih puji-pujian.
Nanti saudara akan melihat kebelum-sempurnaan sampai akhirnya Tuhan mau saudara sempurna.
  • Bunga bakung melambangkan kita, yaitu orang-orang yang dirawat dan dipelihara oleh Tuhan.
  • Duri-duri melambangkan orang-orang dunia.
  • Kita adalah bunga bakung yang telah dipilih Tuhan, dirawat oleh Tuhan diantara orang-orang dunia yang belum dipilih oleh Tuhan.
  • Bahkan orang-orang yang telah dipilih Tuhanpun masih sering menjadi duri bagi anak-anak Tuhan yang lain, karena sifat dan karakternya belum berubah.
Tuhan mau supaya kita benar-benar berubah, mempunyai sifat dan karakter Dia yang sempurna.
  • Bagaimana kita bisa memiliki sifat dan karakternya Ilahi?
  • Caranya hanya satu, yaitu saudara masuk ke dalam Dia dan saudara menyatu dengan Dia, sampai saudara menjadi seperti Dia.
  • Tanpa keintiman dengan Tuhan, jangan harap saudara memiliki karak-ter Ilahi.
Kidung Agung 2 : 4
2:4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta.
Kerumah pesta artinya ke gereja. Aku dibawa ke rumah pesta, aku dibawa ke gereja.
Panji gereja adalah cinta.
  • Kalau gereja tidak mengajarkan cinta Tuhan, berarti gereja gagal.
  • Banyak orang mengajarkan kalau kita tidak bisa mencintai Tuhan, tapi Tuhan lah yang mencintai kita. Hal ini salah.
  • Karena hubungan antara kita dengan Tuhan, adalah hubungan mem-pelai.
Kalau hubungan mempelai berarti ada hubungan antara dua belah pihak.
  • Kalau saya mencintai Karen, tapi Karen tidak mencintai saya, apakah ini hubungan yang ideal?
  • Kalau saya mencintai Karen dan Karen mencintai saya, inilah yang disebut hubungan ideal. Hubungan dua sisi.
Banyak orang berkata, manusia tidak bisa mencintai Tuhan, karena cinta manusia tidak sempurna untuk mencintai Tuhan.
  • Tapi kalau saudara mau mencintai Tuhan maka cinta saudara bisa sempurna untuk Tuhan.
  • Kalau saudara sudah tidak mau mencintai Tuhan, jangan harap saudara bisa mencintai Tuhan.
Gereja adalah rumah pesta, dimana panjinya harus ada cinta.
  • Kalau saudara tidak mencintai Tuhan, tapi masih mencintai dunia, berarti fisik saudara di gereja, tapi jiwa atau roh saudara di luar sana.
  • Ini masalah fatal.
  • Dahulu saya pergi ke gereja yang di Mall.
  • Saat firman, pikiran saya keluar terus, pikiran saya mengembara di luar.
  • Apalagi kalau ibadahnya siang saat jam makan.
Fisik kita di gereja, tapi jiwa kita, roh kita di luar.
Banyak orang Kristen seperti ini hari-hari ini, tapi saya rindu kita semua tidak ada yang seperti ini.
Fisik saudara harus benar-benar ada di gereja dan roh serta jiwa saudara juga harus benar-benar ada di gereja.
Kidung Agung 2 : 6
2:6 Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku
Artinya dekat, intim sekali. Tuhan mau kita memiliki keintiman yang seperti ini dengan Tuhan.
Ketika saudara dipeluk oleh Tuhan :
  • Saudara bisa mendengar detak jantung-Nya,
  • Artinya saudara mendengar kehendak-Nya, mengetahui pikiran-Nya, dan perasaan-Nya.
  • Saudara ditaruh dekat dengan Tuhan, ditaruh dekat jatung-Nya, supaya saudara tahu apa maunya Tuhan.
Permasalahannya kita tidak mau tahu apa maunya Tuhan, tapi Tuhan yang harus tahu apa maunya kita. Tuhan, saya maunya begini Tuhan.
Saya pernah bertanya kepada pendoa syafaat, kamu doa untuk apa?
  • Mereka menjawab, doa untuk bangsa dan negara, doa jiwa-jiwa.
  • Pasti kamu doanya minta-minta terus, sekarang ganti caranya doanya. Bukannya tidak boleh meminta, tapi diperbanyak menyembah Tuhan.
  • Tidak usah minta, percaya saja pasti terjadi.
Memang tidak salah untuk minta, tapi porsi penyembahan, porsi keintiman kita dengan Tuhan harus diperbanyak.
  • Bukan permintaan yang diperbanyak, tapi keintiman yang harus diperbanyak.
  • Kalau saudara intim dengan Tuhan, dekat dengan Tuhan, Dia akan memeluk saudara dan saudara akan mendengar detak jantung-Nya, sehingga saudara akan tahu pikiran, perasaan dan kehendak-Nya.
Pertanyaanya :
  • Apakah saudara sudah tahu kehendak Tuhan atas hidup saudara?
  • Saudara mau dijadikan apa oleh Tuhan?
  • Apakah saudara tahu kalau saudara mau dijadikan mempelai-Nya, oleh Tuhan Yesus?
Kalau saudara mau dijadikan mempelai oleh Tuhan, maka satu-satunya cara saudara harus membangun hubungan dengan Tuhan, intim dengan Tuhan, dekat dengan Tuhan sampai ditarik ke dada-Nya.
Mengapa Yohanes disebut murid yang dikasihi?
  • Karena dia selalu bersandar di dadanya Tuhan.
  • Sampai Tuhan berkata, “sesunggguhnya, tidak semua akan mati karena ada orang yang harus melihat sorga dahulu, baru dia akan mati”. Orang itu adalah Yohanes.
  • Yohanes harus melihat kekekalan dahulu untuk bisa menyaksikan dan setelah itu, dia baru bisa mati.
  • Tuhan berkata seperti itu karena Dia tahu, kepalanya Yohanes terus dia sandarkan didada Tuhan.
Pertanyaannya :
Apakah saudara sudah taruh kepala saudara di dada-Nya Tuhan?
Apakah kekristenanmu sudah ideal?
  • Belum, kita masih jauh dari ideal.
  • Tapi kita ingin menjadi ideal, dengan menyiapkan banyak waktu untuk Tuhan.
Smith Wigglesworth dalam satu hari 17 jam berdoa.
  • Saya pernah berdoa 11 jam sehari.
  • Kalau baca firman saya kuat bisa 8 jam sehari, tapi kalau berdoa saya tidak pernah sampai 17 jam seperti Smith.
  • Tapi waktu saya baca bukunya Smith, Tuhan berkata “Aku mau kamu berdoa 24 jam dalam sehari”.
Bagaimana caranya Tuhan berdoa 24 jam setiap hari?
Doa ada 2 macam yaitu doa liturgis dan doa hakekat
  1. Doa liturgis, yaitu saudara masuk kamar, kunci pintu lalu berdoa.
  2. Doa hakekat, yaitu saat saudara beraktifitas saudara terus menyembah Tuhan, terus berkomunikasi dengan Tuhan.
  • Tuhan, terima kasih Engkau sudah mengasihiku,
  • Tuhan, saya sayang sekali dengan-Mu Tuhan,
  • Tuhan, Engkau tidak bisa diganti dengan apapun juga.
Kita terus berkomunikasi dengan Tuhan.
  • Pada waktu saudara berkomunikasi, maka saudara terus membangun doa 24 jam dalam setiap harinya.
  • Jadi saudara bisa berdoa 24 jam dalam satu hari. Bukan tidur 24 jam.
Jangan sampai terbalik, saat lagi bawa motor saudara doa liturgis.
Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, yaitu kita adalah orang yang menaruh kepala kita di dada Tuhan, maka kita akan mengerti apa mau-Nya Tuhan, apa kehendak-Nya Tuhan.
Kidung Agung 2 : 8
2:8 Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit
Saat saudara baca ayat ini, pasti saudara berkata kalau ini rayuan-rayuan yang aneh. Tapi ayat ini menggambarkan :
  • Yesus datang, melompat-lompat seperti kijang,
  • Dia melompat-lompat diatas gunung,
  • Dia melompat-lompat di atas bukit,
  • Artinya Yesus telah mengalahkan masalah dan telah mengalahkan maut.
Kalau kita menyatu dengan Dia, maka kitapun akan mengalahkan masalah dan kitapun akan mengalahkan maut.
Inilah yang disebut cinta lebih kuat dari maut.
Kidung Agung 2 : 9
2:9 Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi.
Maksudnya masih ada jarak, pembatas antara kita dengan Tuhan yaitu dosa.
  • Dosa adalah penghalang kita bersentuhan dengan Tuhan.
  • Saudara belum bisa menyatu dengan Tuhan, karena Tuhan menengok-nengok dari tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi.
  • Kita masih ada dosa, kita masih banyak kesalahan, sehingga kita belum bisa bersentuhan dengan Dia.
Oleh sebab itu Dia berkata, supaya kita menghampiri Dia dan diper-damaikan dengan Dia :
  • sehingga kita bisa dibasuh dengan darah-Nya
  • dan kita bisa terus dipulihkan sampai suatu hari saudara akan mengerti apa artinya “pergilah dan jangan berbuat dosa lagi”.
  • Kalau saudara sudah mengerti arti kalimat “pergilah dan jangan berbuat dosa lagi” maka saudara akan sadar dan berkata “Tuhan, hari ini saya mau berbalik kepada Tuhan dan tidak mau berbuat dosa lagi”
Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini maka saudara adalah orang Kristen yang ideal.
Ketika saudara tahu apa perasaan Tuhan, apa isi hati-Nya Tuhan, maka tidak akan ada lagi pembatas antara Tuhan dengan kita.
Yesaya 59 : 1-2
59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
Dia mendengar saudara dan Dia akan menolong saudara.
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Dia dibalik dinding dan Dia hanya mengintip di balik kisi-kisi.
Saudara ditebus oleh darah Yesus supaya saudara tidak berbuat dosa lagi.
Bagaimana caranya supaya kita tidak berbuat dosa lagi?
  • Saudara harus masuk sebagai orang Kristen yang ideal.
  • Oleh karena itu saudara harus membangun hubungan dengan Tuhan 24 jam dalam satu hari.
  • Smith saja bisa 17 jam berdoa, maka saudara bisa 24 jam berdoa dalam satu harinya.
Kita harus membangun hubungan dengan Tuhan setiap saat.
Ketika saudara membangun hubungan dengan Tuhan terus maka inilah yang akan menghalau saudara dari dosa.
Yesaya 59 : 10
59:10 Kami meraba-raba dinding seperti orang buta, dan meraba-raba seolah-olah tidak punya mata; kami tersandung di waktu tengah hari seperti di waktu senja, duduk di tempat gelap seperti orang mati.
Kami raba dinding itu seperti orang buta artinya masih hidup didalam gelap.
Walaupun saudara sudah cantik, ada gambar Yesus dalam saudara, ada darah Yesus dalam saudara, tapi tidak dapat dipungkiri masih ada dosa yang belum saudara bereskan.
Saudara sudah berapa lama ikut Yesus?
  • 5 tahun? 10 tahun? 20 tahun? Atau seumur hidup?
  • Kalau saudara sudah lama mengikut Yesus, tapi tidak melepaskan diri dari dosa sampai hari ini, maka saudara adalah orang yang celaka.
Mungkin dengarnya rada tidak enak. Tapi lebih baik saudara dengar sesuatu yang tidak enak, tidak nyaman bagi daging saudara saat di dunia daripada saudara ditolak saat berhadapan dengan Tuhan di kekekalan nanti.
Jangan sampai Tuhan berkata, “Aku tidak mengenal kamu, pergi kamu pembuatan keonaran, pergi kamu. Aku tidak bisa menikmati kamu”.
Kamu memang bisa merasakan Tuhan, tapi Tuhan tidak bisa menik-matimu, Tuhan tidak bisa merasakan kamu. Ini bahaya kekristenan hari-hari ini.
  • Tuhan minta saudara keluar dari dosa-dosa itu.
  • Siang hari bolong kita bisa saja jatuh karena kita berjalan di dalam kegelapan.
  • Kita tidak mengerti apa yang namanya terang karena kita masih hidup di dalam dosa.
  • Kalau saudara masih berdosa hari ini dan saudara mau lepas, ayo cintai Tuhan seperti tidak ada hari esok.
  • Ibaratkan saudara besok mau mati dan hari ini saudara mati-matian untuk Tuhan.
Kalau saudara tahu kapan saudara akan mati maka saudara pasti akan mati-matian untuk Tuhan.
Saya punya sahabat dan dia gagal ginjal 4 tahun. Dia cuci darah seminggu 2 kali, minum harus ditakar, satu hari hanya 1 gelas aqua tidak boleh lebih.
Tapi ketika dia mengalami sakit, dia terus memperbaiki dirinya karena dia tahu waktunya singkat.
Pertanyaannya :
Apakah saudara merasa waktu saudara di dunia masih panjang?
Kalau saudara merasa waktu saudara masih panjang, maka saudara harus bertobat hari ini.
  • Kita tidak tahu waktu kita sampai kapan. Bisa saja keluar dari sini saudara tidak ada.
  • Jadi usahakan setiap waktu gaya hidupmu, pola hidupmu mencermin-kan Kristus yang hidup didalammu.
  • Miliki gaya hidup orang yang berkenan kepada Tuhan, gaya hidup orang yang militant, gaya hidup orang yang mati-matian untuk Tuhan.
  • Inilah yang disebut dengan Kristen yang ideal.
Saudara harus sampai ke taraf Kristen yang ideal.
  • Bagaimana caranya saya keluar dari dosa-dosa ini?
  • Saya punya mata, tapi saya bolak-balik tersandung.
Kidung Agung 2 : 12-13
2:12 Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita.
2:13 Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!
Bangunlah, sadarlah akan dosa kita, sadar akan semua kesalahan kita.
Bangun kata Tuhan, hari sadar dan balik arah :
  • Cari Tuhan dengan benar,
  • Masuk didalam pertobatan yang benar,
  • Masuk didalam keintiman yang benar didalam Tuhan.
Kalau saudara sampai ke tingkat ini maka saudara menjadi orang Kristen yang ideal.
  • Pohon ara mulai berbuah.
  • Dan bunga pohon anggur semerbak baunya.
  • Bangunlah, manisku, artinya saudara masuk kedalam kebangkitan Kristus, masuk kedalam salib Kristus, menjadi ciptaan yang baru.
Ayo masuk menjadi ciptaan yang baru.
Kidung Agung 2 : 15
2:15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!
Rubah-rubah maksudnya hama.
Saudara punya tanaman tapi ada rubahnya. Jadi rubahnya harus dising-kirkan. Artinya ayo singkirkan semua dosa-dosamu.
Apakah Tuhan bisa membereskan saudara? Bisa bila saudara mengijinkan.
  • Tapi kalau saudara tidak mengijinkan dan saudara menikmati dosa, maka Tuhanpun tidak bisa membereskan saudara.
  • Saat saudara masih enjoy dengan dosa saudara, maka Tuhan tidak bisa membereskan saudara.
  • Kalau saudara berkata “Tuhan, saya sudah kesal dengan dosa ini, saya sudah benci dengan dosa itu”, maka percayalah hidupmu akan berubah.
  • Tuhan, saya sudah menyesal berbuat itu, saya tidak mau berdosa lagi.
Maka hidupmu pasti akan berubah.
Ketika saudara berbuat dosa, senangnya hanya sesaat, tapi dampaknya saudara akan kehilangan sukacita. Jangan bermain-main dengan dosa.
  • Nikmatnya hanya sebentar tapi efeknya akan berkepanjangan.
  • Jangan sampai kamu dibuat kapok oleh Tuhan, supaya kamu kapok berbuat dosa. Tuhan mau saudara bertobat saat ini.
  • Tuhan sudah menebus kita, Tuhan sudah mencintai kita tapi kita masih tidak beres, masih jauh dari dosa, masih jauh dari sempurna.
Kekristenan seperti apa yang Tuhan mau?
Kekristenan seperti apa yang Tuhan rindukan?
Yang Tuhan rindukan adalah kekristenan di dalam Yohanes 2 : 17
Yohanes 2 : 17
2:17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”
John 2 : 17
2:17 And his disciples remembered that it was written, The zeal of thine house hath eaten me up
Cinta dalam bahasa Yunani “Silos”, artinya cinta bukan sembarang cinta, tapi cinta yang menghanguskan, cinta yang merebus, cinta yang membakar.
Menghanguskan Aku dalam terjemahan yang lain yaitu “consume” (meng-gerogoti Aku)
Ada penyakit yang namanya “consumtive disease”. Ada anak berusia 9 tahun tapi wajahnya seperti 80 atau 90 tahun. Jadi penyakit yang membuat wajah cepat tua. Ini penyakit langka.
Jadi “consume” artinya menggerogoti.
  • Menggerogoti dari cinta yang membakar, cinta yang berkobar-kobar.
  • Jadi cinta akan Tuhan menggerogoti kedaginganmu, menggerogoti semua keinginan-keinginanmu.
Kalau saudara sampai ke tingkat Silos (cinta yang membakar atau cinta yang berapi-api atau cinta yang menghanguskan), maka saudara adalah orang yang siap diangkat sebagai mempelai.
Yohanes 2 : 13-22
2:13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Yesus memporak-porandakan Bait Suci.
Yohanes 2:15-22
2:15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
2:16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.
Jangan kamu buat rumah BapaKu menjadi tempat berjualan
2:17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.
Cinta untuk rumah Tuhan menghanguskan Aku.
2:18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.
Yesus berkata 3 kali dalam Alkitab “Rombak Bait Allah ini dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali”.
  1. Dalam Peristiwa Stefanus di rajam.
  2. Dalam Peristiwa Yesus di Bait Allah.
  3. Dalam Peristiwa Yesus di atas kayu salib.
2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?”
Empat puluh enam tahun lamanya mendirikan Bait Allah, tapi Yesus mau membangunnya dalam tiga hari.
2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.
2:22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Jadi peristiwa ini dimulai dengan berjualannya orang-orang didalam Bait Allah di Yerusalem.
Hal ini menandakan gereja sudah benar-benar menjadi duniawi, gereja melakukan ibadah tapi dengan unsur-unsur uang, ibadah tidak lagi didasarkan pada kerinduan dan ketulusan, tapi ada terselip kepentingan diri sendiri sehingga terlihat seperti mencintai Allah, tapi sebenarnya mencintai diri sendiri dan sarat dengan kepentingan-kepentingan diri sendiri.
Tuhan porak porandakan semuanya ke posisi normal lagi, supaya gereja benar-benar tulus tidak ada “money oriented”, tidak ada unsur uang, tidak ada unsur kepentingan.
  • Saya melakukan pelayanan karena cinta akan rumah Tuhan dan cinta itu telah menghanguskan saya sampai hari ini.
  • Gereja tidak boleh cari dana, gereja harus menjadi berkat bukan untuk mengumpulkan harta.
  • Kalau gereja mencari dana berarti gereja ada unsur kepentingan.
Cinta, dalam bahasa Inggris “Zeal”.
Hangus, “consume” atau “eaten me”.
Cinta dalam bahasa Yunani, “Silos” yang artinya membakar atau merebus sampai hangus.
TBC ada 2 jenis yaitu :
  • TBC normal mudah sembuh dengan cara disuntik
  • TBC Consumtive, berujung kematian, tidak ada obatnya.
Jadi “consume” itu maksudnya mematikan siapa kita, karena cinta kita kepada Tuhan supaya Tuhan hidup didalam saya.
Inilah cara hidup yang diharapkan Allah yaitu kecintaan saudara akan Dia memakan habis “siapa” saudara. Jadi cinta akan Tuhan menggerogoti saudara.
  • Tuhan mau, kita digerogoti “siapa” kita, karena cinta kita akan Dia.
  • Tuhan mau, “kedagingan” kita digerogoti sampai habis, oleh cinta kita akan Dia.
  • Tuhan mau, kita kudus menjadi sempurna. Kalau mata saudara seperti merpati yang memandang terus ke tujuan maka saudara akan menjadi sempurna.
Banyak orang berkata tidak mungkin kita bisa menjadi sempurna, tapi Tuhan berkata “Kamu harus menjadi sempurna seperti Bapamu sempurna”
Kalau Tuhan beri firman, maka Tuhan beri kemampuan supaya saudara menjadi sempurna.
Permasalahannya, otak kita tidak sampai kesana.
  • Saudara berkata tidak bisa sempurna karena saudara penuh dengan daging.
  • Saudara tidak mau mengikis kedagingan saudara dengan cinta saudara kepada Tuhan.
Kalau saudara berani mencintai Tuhan dengan tulus, mengasihi Tuhan sungguh-sungguh dalam hidup saudara, maka “siapa” saudara itu akan termakan, tergerus.
  • Sehingga saat saya berdiri disini, sebenarnya bukan saya lagi tapi sudah Kristus yang hidup didalam saya.
  • Saudara hidup di dunia bukan saudara lagi, tapi Kristus yang hidup didalam saudara.
Di Injil Yohanes ada kata rumah, ada kata Bait Allah. Sebenarnya ini menunjuk pada suatu tempat, dimana  “Hadirat Allah tinggal”.
  • Tidak mungkin ada hadirat Allah, jika ada kecurangan, ada kejahatan.
  • Tuhan mau menguasai saudara sepenuhnya karena saudara telah di-tebus bukan dengan barang yang fana, tapi dengan darah yang mahal.
Permasalahannya :
  • Apakah saudara menghargai korban darah Yesus hari ini?
  • Apakah saudara memahami kalau saudara adalah tebusan Allah?
  • Apakah saudara menyadari kalau saudara milik Allah?
  • Apakah saudara menyadari kalau saudara hamba/jongos Allah?
Hamba/Jongos tidak punya hak apa-apa.
  • Saudara hanya bisa menjawab “ya Tuhan, ya Tuhan”, karena saudara milik Allah.
  • Saudara mau disakiti, mau diinjak, mau diapakan saja terserah Tuhan, karena saya percaya Tuhan akan membela saya.
  • Saudara tidak usah takut dengan apapun.
  • Kalau Tuhan berdiri di pihak saudara, siapakah lawan saudara?
Rumah dan Bait Allah menunjuk pada suatu tempat dimana hadirat Allah tinggal.
Kecintaanmu yang terus menerus akan Allah, akan menghanguskan segala kepentinganmu, segala keinginanmu, sampai engkau hanya menginginkan Dia saja tidak ada yang lain.
Kidung 3 : 1-4
3:1 Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.
Pernahkah saudara doa sepertinya “blank”, tidak ada apa-apa?
Tapi saudara tetap mau percaya atau tidak?
Saudara punya pergumulan-pergumulan tapi tidak dijawab-jawab oleh Tuhan, sepertinya Tuhan tidak mendengar saudara. Pasti kita semua pernah mengalami itu.
Kidung 3:2
3:2 Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.
Aku mencari Yesus kemanapun.
  • Aku mau menemui Dia.
  • Aku berbuat apapun supaya Tuhan mau menemuiku, tapi tidak ada. Memang sepertinya kosong.
Saudara berdoa, saudara bergumul tapi sampai hari ini tidak dijawab juga, rasanya “blank” semuanya.
  • Rasanya sakit tidak sembuh-sembuh, keuangan tidak beres-beres.
  • Meskipun sepertinya “blank” tidak terjadi apa-apa, saudara jangan ber-henti karena ini masa ujian.
  • Cinta saudara kepada Tuhan sedang diuji, lagi digodok, benarkah kamu mencintai Dia tanpa motivasi apapun?
Saudara tetap mencari Tuhan apapun keadaan saudara.
Sampai ada firman yang berkata “walaupun kebun anggur tidak berbuah, walaupun tidak menghasilkan apa-apa, tapi aku tetap memuji Tuhan, aku tetap percaya bahwa Tuhan baik dalam segala hal dalam hidupku”
  • Aku tidak peduli dengan masalah-masalahku.
  • Yang aku peduli bagaimana caranya aku merebut hati Tuhan.
  • Aku tidak pusing dengan apapun, karena ketika aku menemukan Tuhan maka aku mendapatkan segala-galanya.
Kidung 3:3-4
3:3 Aku ditemui peronda-peronda kota. “Apakah kamu melihat jantung hatiku?”
Peronda itu hamba-hamba Tuhan.
Kita bertanya kepada hamba-hamba Tuhan mengapa begini, mengapa begitu, apakah kamu melihat jantung hatiku?
3:4 Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.
Kalau saudara sudah mendapatkan Tuhan, sudah memegang tangan Tuhan, maukah saudara melepaskannya lagi?
Saudara hari ini sudah pegang Tuhan, oleh karena itu jangan dilepaskan.
Ayat ini sangat menyentuh saya
Kidung Agung 5 : 4-8
5:4 Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku.
Ada hadirat Tuhan sedikit saja, kita sudah merasa tersanjung sekali.
5:5 Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu.
Tuhan, aku banyak masalah, aku banyak pergumulan, aku cari Tuhan tapi aku tidak dapat.
5:6 Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.
Aku banyak masalah, tapi Tuhan seperti tidak ada. Tuhan sudah lenyap.
Aku banyak pergumulan, tapi Tuhan tidak menjawab aku.
Sering terjadi situasi seperti ini pada kita.
5:7 Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok.
Ketika aku bermasalah, aku dihakimi. Kehormatanku dirampas, aku diper-malukan.
Sudah banyak masalah, banyak pergumulan lalu dipermalukan pula.
5:8 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku!
Ketika kamu bermasalah dan masalahmu belum dijawab, kamu akan berkata “sakit asmaraku, aku mencintai Dia lebih dari apapun juga”.
Inilah Kristen yang ideal. Tuhan mau saudara sampai ke tingkat ini.
  • Tidak peduli dengan masalahmu,
  • Tidak peduli dengan problem-problem yang terjadi dalam hidup saudara saat ini,
  • Tapi saya tahu Tuhan yang terbaik lebih dari siapapun.
Katakan kepada Tuhan, “Tuhan, sakiiit, asmaraku Tuhan”
Sakit asamara itu seperti saudara naksir seseorang, tapi tidak bertemu.
  • Istri saya kalau pisah dengan saya, dia bisa susah makan.
  • Begitupun saya kalau pisah dengan istri saya, saya juga susah makan.
  • Kemarin saya pelayanan tidak bersama istri saya, saat waktunya makan saya tidak mau makan karena saya terbiasa makan dengan istri saya.
Tanpa saudara sadari itulah yang namanya sakit asmara.
Kalau saudara mengalami hal ini dengan Tuhan, maka saudara sudah sampai ke tingkat sempurna.
  • Tuhan saya tidak bisa berdiri disini kalau Tuhan tidak berbicara.
  • Tuhan saya tidak bisa berdiri disini kalau Tuhan tidak ada.
  • Ada yang mengundang saya untuk khotbah disuatu tempat, tapi Tuhan berkata jangan, padahal banyak orang yang ingin khotbah di tempat itu.
  • Kalau Tuhan sudah berkata tidak, untuk apa saya berdiri disitu kalau Tuhan tidak ada. Tidak ada untungnya, menyusahkan diri sendiri, tidak ada faedah apa-apa.
  • Kalau saya berdiri di mimbar maka harus ada satu orang yang bertobat, harus ada yang kembali kepada jalan Tuhan hari itu.
Saudara dan saya harus kembali ke jalan Tuhan hari ini.
Kita harus masuk kedalam kekristenan yang ideal.
Kidung Agung 6 : 5
6:5 Palingkanlah matamu dari padaku, sebab aku menjadi bingung karenanya. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari Gilead.
Palingkan matamu dari pada-Ku. Ini bukan kalimat perintah, tapi kalimat pujian.
Palingkan matamu dari pada-Ku, Aku jadi tidak nyaman, Aku jadi grogi, jadi GR, karena kamu memandangi Aku terus.
Inilah Kristen yang ideal.
Tuhan mau kita sampai ke tingkat ideal, sampai kita memandangi Tuhan terus.
  • Tuhan, apapun yang saya lakukan saya ingat Tuhan, saya memandangi Tuhan saja
  • Tuhan segalanya untuk kita, sampai Tuhan berkata Aku jadi GR dipandangi terus.
Apakah saudara sudah menjadi Kristen yang ideal?
Apakah saudara masih memandangi Tuhan atau melihat WhatsApp?
Terkadang, Tuhan bisa cemburu dengan handphone? Karena bangun tidur yang dipegang handphone.
  • Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari Gilead.
  • Rambut kita artinya ketertundukan kita kepada Allah.
  • Kita tunduk kepada Allah dan percaya kalau Allah menyertai kita dan memberkati kita sempurna.
Saudara cukup pandangi Tuhan terus. Tapi jangan memandangi foto Tuhan, karena akhirnya foto itu akan berisi roh jahat.
Inilah kekristenan ideal.
“Zeal” artinya cinta yang berkorban, cinta yang mau menyerahkan segala-galanya, saudara tidak bisa hidup tanpa Dia.
Jika saudara memiliki “Zeal” seperti di Yohanes 2 : 17 dan berpusat pada cinta akan rumah Allah, Bait Allah, maka kedaginganmu akan hangus, semua keinginanmu akan rontok, semua kepentinganmu akan rontok, akhirnya Kristus yang hidup didalammu.
Kalau saudara sampai ke tingkat ini maka baru bisa dikatakan bahwa cinta lebih kuat dari maut, maka saudara pasti menjadi mempelai Kristus.
Ibrani 9 : 11
9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, — artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, —
Dia datang bukan ke kemah yang dibuat oleh manusia, tapi kepada kita untuk menjadikan kita sesuatu yang berharga dihadapan Dia.
Dia datang kepada kita, supaya kita memberi cinta kita untuk Dia.
Ketika saudara memberi cinta saudara untuk Dia, barulah dikatakan “Cinta Lebih Kuat Dari Maut”
Amin.
Beri kemuliaan bagi Tuhan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

SALIB KRISTUS – 30 MARET 2018

S

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (Ibrani 12:2
GPPK-CHOSEN GENERATION
KHOTBAH GEMBALA, 30 MARET 2018
SALIB KRISTUS
KHOTBAH PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION
IBADAH JUMAT AGUNG, 30 MARET 2018
SHALOM…
(Kita akan menyaksikan video Jumat Agung, bisa dilihat di blog gppkcgblog.wordpress.com , Narasi GPPK Chosen Generation)
Yesus telah membuat segalanya untuk kita. Apa yang telah kita perbuat bagi Dia?
Tadi saya pikir kasihan sekali Kristus sampai harus disalibkan. Tapi Paulus berkata “Dia pikul salib ganti sukacita”.
Saudara harus sadar, sebenarnya salib itu adalah sukacita.
Untuk apa Yesus datang ke dunia? Untuk salib.
Sayangnya, salib itu dihindari oleh banyak orang percaya, tapi hari ini salib itu harus benar-benar menjadi bagian dari kehidupan saudara dan saya.
Mulai hari ini, kita tidak boleh sembarangan lagi dalam hidup kita,
Mulai hari ini, kita tidak boleh semena-mena lagi dalam hidup kita.
Mulai hari ini, kita sudah sepenuhnya menjadi milik Kristus.
Kalau saudara dan saya milik Dia, maka saudara harus melakukan seperti yang seharusnya dilakukan oleh seorang milik-Nya, jangan lagi hidup sem-barangan.
Kalau Tuhan berkata bahwa salib itu sukacita, maukah saudara pikul salib dan berkata bahwa salib adalah sukacita saudara.
  • Maukah saudara diubah?
  • Maukah saudara mengalami transformasi.
  • Hanya salib yang bisa mengubah saudara, tidak ada yang lain.
Hari ini Jumat Agung, saya tidak akan membahas tentang kasih Tuhan yang begitu besar, tapi Tuhan mau kita membahas tentang Salib.
  • Tujuannya karena Tuhan mau mengubah saudara dan saya.
  • Tuhan mau menjadikan saudara dan saya jemaat yang berbeda.
  • Jemaat yang militant, bukan jemaat yang sembarangan.
  • Jemaat yang mau mengikut Tuhan, mau bersama Tuhan kemanapun Dia pergi termasuk ke Golgota.
Katakan pada diri saudara sendiri, “salib adalah tempat kematianku”.
Salib bukan hanya tempat kematian Kristus saja, tapi salib juga tempat kematian saudara dan saya.
Perhatikan, Alkitab mencatat ada 3 kali sorga terbuka dan berbicara :
  1. Saat Yesus Dibaptis
Matius 3 : 15-17
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Baptisan berbicara tentang kematian dan penguburan.
Baptisan juga berbicara tentang salib.
Ketika saudara mati maka sorga terbuka.
Ketika saudara mau menyerahkan hidup saudara untuk Tuhan, maka Sorga bertepuk tangan.
  1. Saat Yesus Transfigurasi
Lukas 9 : 28-31
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
Yang terjadi berikutnya, adalah transfigurasi, Yesus berubah wujud.
9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
Berbicara tentang kepergian Yesus ke Yerusalem untuk menggenapi kehendak Allah, yaitu mati diatas kayu salib.
Lukas 9 : 35
9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.
Sorga terbuka pada waktu Yesus berbicara tentang salib kepada Musa dan Elia.
  1. Saat Yesus Dipermuliakan
Yohanes 12 : 24-28
12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
Ini juga berbicara tentang salib.
Yesus berkata, jangan mempertahankan nyawamu karena kalau kamu mem-pertahankan nyawa, maka engkau tidak akan mendapatkan apa-apa.
Justru ketika engkau menyerahkan hidupmu mati diatas kayu salib, maka engkau akan mendapatkannya.
12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.
Yesus tidak minta diselamatkan, tapi datang untuk salib.
Ketika Yesus berbicara tentang salib, barulah Sorga terbuka.
12:28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”
Tiga kali sorga berbicara. Semuanya terjadi ketika Yesus berbicara tentang salib.
  • Betapa pentingnya salib.
  • Alasan Sorga berbicara yaitu untuk penggenapan kehendak Allah yaitu kematian Yesus diatas kayu salib.
Yesus tidak memilih jalan yang mudah tapi Dia memilih jalan Allah yaitu salib.
Waktu Yesus transfigurasi, perubahan wujud terjadi. Yesus diatas gunung dipermuliakan. Mukanya sudah berubah, pakaian-Nya sudah berubah, Dia bicara dengan Musa dan Elia.
  • Mungkin kalau saudara dan saya yang disana, mungkin kita berkata kepada Yesus, ”Tuhan, jangan membawa aku kembali ke dunia lagi”.
  • Karena Yesus sedang dimuliakan disitu.
Aku datang untuk menggenapi firman Allah yaitu mati diatas kayu salib.
  • Betapa pentingnya salib itu.
  • Tuhan Yesus bisa saja tidak mau kembali lagi ke dunia ini, karena Dia sudah ada di sorga sekarang.
  • Tapi Yesus berkata “Aku bicara tentang kematian-Ku di Yerusalem.”
Yesus berbicara kepada Musa dan Elia.
  • Yang dibicarakan hanya satu hal yaitu tentang salib.
  • Oleh sebab itu layak kalau Dia dipermuliakan.
Kalau saudara benar-benar mau dimuliakan maka saudara harus punya salib.
  • Salib yang dimaksud bukan kalung salib.
  • Tiga kali sorga berbicara, ketiganya waktu Yesus berbicara tentang salib.
  • Hanya satu alasan saudara bisa dipermuliakan, yaitu ketika saudara menyatu dengan salib.
Yesus fokus dengan rencana-Nya di Yerusalem. Walaupun Dia harus mati diatas kayu salib, tapi Dia tidak goyah. Karena hanya dengan kematian-Nya, saudara dan saya baru bisa diselamatkan.
Jika kita mengabaikan salib itu, maka saudara tidak akan mendapatkan kemuliaan.
Saudara baru bisa dipermuliakan ketika saudara memikul salib.
Bagaimana caranya memikul salib?
  • Salib adalah program Allah untuk dapat menghantar kita kepada kesem-purnaan, baik dalam hal iman dan penyerahan diri.
  • Tujuannya adalah untuk dipermuliakan bersama dengan Dia.
  • Tanpa salib tidak akan ada kemuliaan ( No Crown Without Cross )
  • Tidak mungkin mendapat mahkota, kalau tidak pernah mau pikul salib.
Saudara harus memikul salib dan mati di kayu salib dahulu, maka saudara baru bisa dipermuliakan bersama dengan Dia.
  • Salib adalah kematian “siapa kita” atau “kematian kebiasaan-kebiasaan manusia lama” kita.
  • Salib adalah tempat kematian saudara dan saya. Kematian dari kebiasaan-kebisaan lama kita, kematian dari pola hidup kita yang lama.
  • Jadi salib itu harus dipikul dan memikul salib itu wajib.
Tanpa salib kita tidak bisa menjadi murid.
  • Kekristenan adalah berjalan seperti yang Kristus ajarkan.
  • Jadi kalau saudara tidak seperti yang Yesus ajarkan, maka saudara bukan orang Kristen.
Bagaimana caranya salib bekerja didalam saudara?
Matius 10 : 38
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku
Kata memikul di Matius dan Lukas ada 3 pengertian yang berbeda.
  1. Memikul (Mengambil)
Di Matius 10 : 38, kata “memikul” memakai kata LAMBANE atau LAMBANO, artinya jika saudara diberi, maka saudara ambil.
Misalnya, kepada si A saya berikan minyak urapan, lalu si A ambil dari saya.
Itu yang dimaksud kata “lambane” (to take/mengambil).
Salibnya diambil terlebih dahulu.
  • Memikul (Menaruh di pundak)
Matius 16 : 24
16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Memikul disini menggunakan kata AIRUM, artinya menaruh di pundak.
Lukas 23 : 26
23:26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.
Diletakkan diatas bahunya, memakai kataAIRUM”.
Matius 27 : 32
27:32 Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
Orang itu dipaksa untuk memikul salib Yesus.
Memikul disini menggunakan kata AIRUM
Memikul (Dialami / Dijalani)
Lukas 14 : 27
14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku
Memikul disini menggunakan nama “BASTASO” (Menanggung penderitaan di salib / mengalami seperti apa yang Yesus alami).
Pertama, salib diambil ; yang kedua, salib ditaruh dipundak dan yang ke tiga, salib harus dijalani (dilakoni).
Matius 8 : 17
8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.
Kata memikul disini menggunakan kata “BASTASO”, artinya Dia mengalami kelemahan saudara juga. Dia tahu saudara lemah dan Dia merasakan apa yang saudara alami hari ini.
Kita harus merasakan seperti apa yang Yesus rasakan.
Jadi untuk menjadi murid Yesus, ada 3 langkah yang saudara harus ambil.
  1. Mengambil salib-Nya
  2. Menaruh di pundak saudara
  3. Menjalani salib-Nya.
Misalnya saudara daftar di sekolah menjadi murid.
Saudara ambil semua buku pelajarannya, kemudian saudara pelajari.
Setelah saudara pelajari, maka saudara praktekkan.
Tapi sekarang banyak orang Kristen yang salah mengajarkannya.
  • Pemahaman mereka, karena Yesus sudah memikul salib, maka kita tidak perlu lagi memikul salib. Pengajaran yang seperti ini salah.
Kristus memikul salib dengan tujuan supaya kita dapat memikul salib juga, sehingga menjadi serupa dengan Dia.
Kalau saudara tidak memikul salib, maka saudara tidak akan bisa diarahkan oleh Tuhan.
Saudara harus mau diarahkan oleh Tuhan. Tuhan akan mengubah sifat dan karaktermu yang lama hanya dengan salib.
Kalau saudara benar-benar mau berubah :
  • Saudara harus ambil salibnya,
  • Lalu saudara taruh di pundak saudara,
  • Dan saudara harus mengalami salib dengan merasakan memikul salib,
  • Barulah saudara akan mengalami transformasi kehidupan,
  • Dan akhirnya Tuhan berjanji bahwa saudara akan dipermuliakan bersama dengan Dia.
Roma 8 : 17
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Jika saudara menyatu dengan salib maka saudara akan dipermuliakan.
Kalau saudara tidak menyatu dengan salib maka jangan harap saudara akan dipermuliakan, jangan harap saudara akan dikenal oleh Tuhan.
Saudara harus pikul salib itu dan ketika saudara pikul salib itu maka saudara akan dipermuliakan.
  • Kalau saudara daftar sekolah, apakah saudara langsung mengikuti pelajarannya? Belum tentu.
  • Kalau saudara sudah mulai mengikuti pelajarannya, barulah saudara menjadi seorang murid.
  • Kalaupun saudara terdaftar sebagai jemaat Chosen Generation, tapi saudara tidak pernah hadir, apakah saudara termasuk jemaat Chosen? Tidak. Karena absensinya tidak ada.
Begitu juga dengan salib.
  • Saudara percaya Yesus, lalu saudara ambil salib-Nya, tapi apakah salib itu saudara taruh di bahu saudara?
  • Bisa saja saudara taruh di bahu saudara, tapi begitu saudara taruh, saudara complain karena berat salibnya dan saudara tidak sanggup, sehingga saudara letakkan kembali salibnya.
Saudara lebih suka hidup sebagaimana saudara hidup hari ini, yaitu hidup yang tidak suka diatur, tapi Tuhan mau mengubah saudara dan saya hari ini.
Satu-satu nya cara Tuhan untuk mengubah hidup kita, adalah dengan Salib.
  • Pada saat saudara percaya, saudara ambil salib, artinya saudara ambil kematian itu.
  • Pada saat saudara meletakkan salib di pundak saudara dan memikulnya, berarti saudara bersedia menjadikan salib itu milik saudara.
  • Saudara sudah ambil salib itu, tapi apakah saudara bersedia pikul salib itu di pundak saudara?
  • Apakah saudara bersedia menjadikan salib itu menjadi milik saudara?
Saudara harus “menjalani” salib itu (pikul salib dan berjalan). Kalau saudara sudah “menjalani” salib itu berarti saudara harus rela diatur oleh Tuhan.
  • Saudara akan mulai merasa berat, karena ketika saudara disakiti, saudara tidak bisa membalas.
  • Mengapa saat orang lain menyakiti saya, saya jadi tidak bisa membalas-kejahatannya kepada saya?
  • Tuhan, mengapa istri saya/suami saya begini? Mengapa saya jadi tidak bisa membalas?
Padahal saudara punya kemampuan untuk membalas, tapi saudara tidak bisa membalas.
Itulah yang disebut salib.
  • Saudara dipepet orang, saudara bisa balas. Tapi kalau saudara rela tidak marah dan saudara rela diam saja, itulah yang namanya salib.
  • Saat saudara disakiti orang, saudara bisa saja membalas tapi ketika saudara memilih untuk tidak membalas, itulah yang disebut salib.
  • Saudara bisa melakukan apa saja, tapi ketika saudara memilih jalan Tuhan, itulah yang disebut salib.
Jadi salib bukan hanya milik Yesus, tapi salib juga milik saudara.
Lukas 15 : 31
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu
Kalau saudara terus berjalan bersama dengan Tuhan, maka salib Tuhan juga milik saudara.
Tapi permasalahannya, apakah saudara benar-benar sudah berjalan ber-sama dengan Tuhan?
Kalau saudara berjalan bersama dengan Tuhan, maka salib Kristus juga menjadi milik saudara.
Saudara perhatikan hal yang luar biasa, waktu Yesus dicobai di padang gurun.
  • Yesus ditawari kerajaan dunia ini, apakah Yesus mengambilnya? Itulah yang disebut salib.
  • Ketika dunia menawarkan dosa kepada saudara, tapi saudara menolaknya dan saudara lebih memilih kehendak Tuhan atau jalan Tuhan, itulah yang disebut salib.
Ketika saudara sudah menjadi milik Yesus.
  • Saudara tidak bisa hidup semena-mena lagi,
  • Karena saudara sudah berkomitmen untuk mengambil salib itu,
  • Dan saudara bawa di bahu saudara, sampai saudara mengalami salib seperti yang Tuhan alami.
Jadi salib bukan hanya tempat kematian Tuhan tapi salib adalah tempat kematian saudara dan saya.
  • Kebiasaan-kebiasaan lama saudara semuanya dimatikan disana.
  • Salib adalah tempat kematian kita yang harus kita pikul dan wajib kita jalani.
  • Tidak banyak yang memberi pengajaran seperti ini.
Orang selalu berkata bahwa Tuhan telah menanggung segalanya, Tuhan telah menyelesaikan semuanya. Memang benar, tapi ada bagian kita yang harus kita ambil.
  • Tuhan memang sudah menyelesaikan semuanya, tapi kalau kita tidak menyatu dengan Dia, maka percuma.
  • Tuhan memang telah membereskan semuanya, tapi kalau saudara tidak menjadi seperti Dia maka percuma.
  • Jika kita menolak dunia dan memilih hidup kudus, berarti saudara sudah mengalami salib Kristus.
  • Ketika memiliki salib maka kasih karunia Allah dalam hidup anda tetap menjadi milik anda dan tidak pernah akan tercemar dan tidak pernah akan rusak.
Apakah saudara sudah mengalami salib Kristus?
Matius 27 : 34
27:34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya
Inilah Salib yang benar, yang tidak ada unsur “anggur bercampur empedu”.
Anggur bercampur empedu, fungsinya seperti morfin, untuk menghilangkan rasa sakit. Tapi memang tidak seefektif morfin zaman sekarang.
Tapi zaman dulu, cukup efektif menghilangkan rasa sakit.
  • Ketika orang digantung diatas kayu salib, pasti diberi anggur campur empedu, dengan tujuan menghilangkan rasa sakit.
  • Yesus menolaknya ketika diberi anggur campur empedu.
Ketika saudara disakiti orang dan saudara masih membalas, berarti saudara mengambil anggur campur empedu. Itu bukan salib Tuhan.
Ketika orang berbuat jahat terhadap saudara, tapi saudara memilih tetap diam, berarti saudara sedang menolak anggur campur empedu
Ketika saudara difitnah orang atau dijelek-jelekkan orang dan saudara memilih tidak membela diri, artinya saudara sedang menolak anggur campur empedu.
Pertanyaannya :
Apakah saudara sudah menolak anggur campur empedu?
Apa yang saudara lakukan ketika saudara disakiti?
  • Jangan sampai ketika orang lain baik kepada saudara, barulah saudara bisa lebih baik kepada mereka.
  • Tapi ketika orang lain jahat kepada saudara, maka saudara bisa lebih jahat kepada mereka.
  • Jika masih seperti ini, maka saudara menerima anggur campur empedu dan bukan merupakan salib Tuhan.
Yesus menolak anggur campur empedu untuk mengurangi rasa sakit, karena Dia memilih pahitnya salib.
Yesus tahu pahitnya salib mengobati Dia dan membawa kemuliaan untuk saudara dan juga saya.
  • Sehingga ketika saudara disakiti orang, saudara harus memilih diam dan saudara memilih tidak membalas,
  • Karena disitulah saudara akan melihat kemuliaan Tuhan bagi saudara dan juga bagi semua yang menyakiti hati saudara.
Salib yang benar, adalah salib tanpa anggur campur empedu.
Salib yang benar, adalah salib yang tidak ada obat biusnya berupa anggur campur empedu itu.
Kalau saudara “minum anggur campur empedu”, maka berarti itu salib manusia bukan salib Kristus.
Saudara pulang dari tempat ini, ketika saudara disakiti oleh siapapun, maka saudara harus mengampuni.
  • Meskipun kaki jadi kepala, kepala jadi kaki, saudara harus tetap me-ngampuni.
  • Bahkan saudara tidak boleh membela diri, biarkan Tuhan yang membela saudara.
Karena Tuhan berkata :
  • “Kalau kamu angkat tangan, maka Aku-lah yang turun tangan”.
  • “Tapi kalau kamu turun tangan, maka Aku akan angkat tangan”.
Masalahnya :
  • Saudara pilih Tuhan yang turun tangan atau kita yang turun tangan?
  • Kalau saudara memilih Tuhan yang turun tangan, maka janganlah me-ngambil anggur campur empedu.
  • Ketika saudara disakiti jangan berusaha membela diri.
  • Ketika saudara memikul salib, maka saudara akan merasakan pahitnya.
Apakah saudara sudah mengalami pahitnya salib?
Apakah masih ada angur campur empedu?
  • Kalau masih ada sedikit anggur campur empedu, berarti bukan salib Kristus.
  • Salib Kristus “tidak ada unsur anggur campur empedu”.
Fungsi anggur campur empedu sama seperti morfin, untuk menghilangkan rasa sakit tapi tidak se-efektif sekarang.
Zaman dulu, “anggur campur empedu” sudah sangat efektif untuk mengu-rangi rasa sakit, tapi Yesus menolak itu.
Salib memang menimbulkan rasa pedih bagi manusia.
  • Tapi ketika saudara memikul salib, saudara tidak butuh kesukaan dari dunia.
  • Berapa banyak orang Kristen hari-hari ini, ketika sedang memikul salib, sedang banyak masalah, tapi mereka mencari hiburan kemana-mana?
  • Lagi stress, cari obatnya ke mall, berarti itu salib anggur campur empedu.
  • Saudara sedang disakiti orang dan saudara cerita-cerita ke orang. Itulah anggur campur empedu.
  • Ketika saudara curhat ke orang lain, dengan tujuan menghilangkan rasa sakit saudara. Itulah anggur campur empedu.
Ketika ada satu orang yang membela saudara, maka rasa sakit saudara akan berkurang, tapi itulah yang disebut anggur campur empedu.
Pada Salib Kristus tidak ada unsur anggur campur empedu.
Paulus berkata : “aku rela menderita, aku rela dianiaya dengan tujuan supaya aku mengalami Tuhan”
Kisah Para Rasul 7 : 59-60
7:59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”
7:60 Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
Inilah salib Kristus, tanpa anggur campur empedu.
Ketika saudara dilempari orang dengan hujatan-hujatan, dengan perbuatan-perbuatan yang tidak menyenangkan, apakah tindakan saudara?
  • Pasti saudara cari pembelaan, cari dukungan.
  • Tapi sayangnya, itulah yang disebut anggur campur empedu.
  • Kalau saudara mencari siapa yang bisa support saudara, itulah anggur campur empedu.
Apa yang Yesus lakukan ketika ada diatas kayu salib?
Lukas 23 : 34
23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
Inilah salib yang benar.
Ketika Yesus diatas kayu salib, nyawa-Nya sudah diregang, tapi yang Yesus lalukan adalah mengampuni kesalahan mereka menyalibkan Dia dan yang menista Dia, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat
Apakah saudara pernah disakiti orang? Pasti pernah.
Tapi apakah saudara untuk mengatasi rasa sakit pisik dan sakit hati, dengan meminum anggur campur empedu?
Hari ini saudara sudah dengar firman Tuhan, berarti mulai hari ini saudara harus mengampuni satu dengan yang lain, saling menyayangi satu dengan yang lain, tidak boleh ada benci, tidak boleh menyakiti satu dengan yang lain.
Salib memang berat dan pahit saat dipikul, tidak mungkin salib tidak berat dan tidak pahit saat dipikul.
  • Percayakah saudara melalui salib, saudara dijadikan manusia yang ber-beda?
  • Percayakah saudara melalui salib, saudara akan dipermuliakan bersama dengan Dia?
Ingat! Perkataan Tuhan : “ampuni mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Inilah salib yang benar.
Berapa banyak dari kita orang-orang Kristen hari-hari ini, ketika kita menolak dosa, semua orang harus tahu?
Misalnya :
  • Saudara ditawari dosa, saudara tolak. Ditawari dosa lagi, saudara tolak lagi.
  • Memang benar saudara sudah menolak dosa, saya angkat jempol. Tapi itu masih termasuk anggur campur empedu.
  • Memang benar saudara sudah menolak dosa, tapi dibalik itu saudara sedang mencari penghargaan dari manusia. Salib seperti ini tidak benar.
Jadi memang susah mengikut Yesus. Kalau salib mudah, maka itu bukan salib yang untuk masuk ke Sorga.
  • Kalau mau ke sorga, maka kamu harus menyerahkan segala-galanya.
Khotbah ini tidak lazim dikhotbahkan saat Jumat Agung.
  • Maukah saudara memiliki “salib anggur campur empedu?” Tidak mau.
  • Kita tidak boleh mempunyai salib campur anggur empedu.
  • Tapi kita harus punya salib tanpa pernyataan dari manusia, kita harus punya salib tanpa support dari manusia.
  • Kita harus punya salib yang hanya dapat support dari sorga, dimana Allah bekerja dalam hidup kita, Allah yang memberi kekuatan bagi kita untuk memikul salib itu, sampai kita dipermuliakan bersama dengan Dia
  • Salib yang tidak ada campuran anggur campur empedu, berarti salib yang tidak ada support dari manusia, karena didalam dirinya sudah ada sukacita Allah.
Karena ketika saudara pikul salib, saudara tidak butuh lagi hiburan dari manusia, karena pada saat saudara pikul salib, maka sukacita itu sudah ada didalam saudara.
Paulus berkata, “dia memikul salib menjadi sukacita”
Permasalahannya :
  • Apakah saudara memikul salib dengan sukacita?
  • Apakah saudara bisa sukacita ketika difitnah orang?
  • Apakah saudara bisa tetap bersukacita saat disakiti orang?
  • Apakah saudara tetap bisa bersukacita ketika saudara ditipu orang?
  • Apakah saudara tetap bisa bersukacita saat mengalami tekanan, menga-lami masalah atau apapun?
Saudara harus tetap harus bersukacita, karena disitulah buktinya saudara punya “salib anggur tanpa campur empedu”.
2 Korintus 1 : 4
1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
Ketika kami terima penghiburan dari Allah, walaupun kami menderita tapi kami tetap bisa menghibur saudara.
Berapa banyak dari kita kesenangannya dihibur?
  • Saya pernah diminta khotbah misi, disitu ada sekitar 220 gembala sidang.
  • Saya khotbah mengenai “lari dari panggilan dan tidak menggenapi panggilan Allah”.
  • Dalam kesempatan tersebut hadir pula seorang professor.
  • Dia berkata kepada saya, bahwa khotbah saya terlalu keras dan dia tidak kuat mendengarnya.
Respon saya terhadap komentar dia, kalau ada orang mau masuk jurang, apa tindakan saya? Saya pasti akan teriak kasih peringatan.
Kalau ada orang sudah hampir masuk neraka, maka saya juga harus teriak beri peringatan, ayo berbalik, kamu tidak bisa main-main lagi, karena neraka itu nyata dan sorga juga nyata.
  • Kalau orang mau masuk neraka, saya tidak mungkin khotbah yang lucu-lucu.
  • Kalau orang lari dari kehendak Tuhan, saya tidak mungkin khotbah yang lucu-lucu.
Seorang pengajar ada yang berkata, kalau saya tidak boleh khotbah seperti itu.
Kalau khotbahnya keras begitu, siapa orang yang kuat dengar, siapa yang bisa terima.
Saya jawab, mungkin saudara saja yang tidak bisa terima, tapi 220 orang yang lain bisa terima dan yang tidak bisa terima hanya 1 orang saja.
Manusia selalu ingin dihibur, kemana-mana cari hiburan.
  • Ke mall cari hiburan, main handphone cari hiburan,
  • Sampai di gerejapun masih ingin mencari hiburan dengan mendengar khotbah yang lucu-lucu.
  • Khotbah yang lucu-lucu sama saja entertaiment didalam gereja.
  • Gereja harus punya suaara yang lantang, gereja harus teriak supaya jemaat tidak nyasar, tidak salah jalan dan salah alamat.
Saat imam mau masuk ke Ruang Maha Kudus, di jubahnya digantung lonceng kecil (kerincingan), artinya supaya dia tetap sadar. Jangan sampai ketika dia tidak sadar saat melayani Tuhan, dia justru mati disitu.
Kalau sudah mati, semuanya sudah terlambat.
Tapi selama saudara masih hidup, saudara harus dengar kebenaran dan mengikuti kebenaran, barulah saudara mengalami perubahan.
  • Manusia terdiri atas roh, jiwa dan tubuh.
  • Jiwa kita selalu ingin dihibur.
  • Kita ingin mendengar music yang bagus,
  • Kita ingin mendengar khotbah yang lucu-lucu atau yang menyenangkan.
  • Karena pada dasarnya saudara butuh hiburan.
Kalau saudara sehat, maka saudara butuh teguran bukan hiburan.
  • Saudara harus siap ditegur oleh Tuhan.
  • Ayo Tuhan, silahkan tegur saya.
  • Ketika saudara ditegur, itulah salib.
Ketika saudara sadar dan mengambil salib itu, maka saudara harus me-ngampuni siapapun yang menyakiti saudara. Itulah salib.
Ketika saudara memilih berdamai, lebih memilih mengasihi, lebih memilih memberi, lebih memilih Tuhan, berarti saudara sedang memilih salib.
Dan hal ini pahit untuk daging saudara, tidak enak untuk kita, tidak lazim untuk jiwani kita.
Mana yang saudara pilih, teguran atau hiburan?
Kalau saudara senang ditegur, maka saudara akan masuk didalam perubahan demi perubahan, karena saudara telah memilih untuk ditegur terus.
Kalau saudara memilih dihibur, berarti saudara hanya senang dengar firman yang lucu-lucu. Tegurannya saudara lupakan, tapi bagian yang lucu-lucu akan saudara ingat dan saudara akan suka tertawa sendiri ingat itu.
Hari ini saya kasih ingat kepada saudara, ambil salib itu, taruh dibahumu, jalani salib itu. Dan ketika saudara menjalani salib :
  • Tolak anggur campur empedu.
  • Tolak hiburan dari dunia.
  • Tolak hiburan dari manusia.
  • Tolak pembelaan dari manusia, siapapun.
  • Tapi carilah Tuhan, biar Tuhan yang membelamu.
Percayalah kalau engkau mengatakan bahwa salib itu adalah sukacita saya, maka hiburan itu sudah ada didalam saudara.
  • Begitu saudara pikul salib, maka saudara akan merasa sukacita didalam Tuhan.
  • Tuhan terima kasih untuk salib ini, karena dengan salib ini saya menjadi manusia yang berbeda.
Tambah hari saudara akan semakin banyak mendapat gempuran.
  • Begitu saudara pikul salib, iblis tidak senang.
  • Dia akan sikat saudara lebih hancur lagi.
  • Orang akan terus menyakiti saudara lebih parah lagi.
Tapi saudara harus bisa berkata, “Tuhan, bersama Engkau saya cakap me-nanggung segala perkara, bersama Engkau saya pasti menang”
  • Kita tidak punya kekuatan apa-apa.
  • Tapi Tuhan rindu melempar api itu.
  • Api itu adalah api Roh Kudus.
  • Api itu harus masuk kedalam saudara dan begitu api itu masuk kedalam saudara, maka sepertinya saudara bisa tapi saudara tidak mau.
  • Itulah salib yang sebenarnya.
Begitu Roh Kudus didalam saudara, maka akan nada tarik menarik, ada per-tentangan didalam saudara.
  • Saudara tahu itu salah maka bilang ke Tuhan : Tuhan, saya tidak mau itu.
  • Tuhan, saya mau Engkau saja Tuhan.
Itulah salib yang benar.
Dengan demikian maka pertanyaannya :
  • Maukah mulai hari ini kita pikul salib dengan benar?
  • Maukah mulai hari ini kita memilih berdamai dengan siapapun juga?
  • Maukah mulai hari ini kita ikut dalam jalan Tuhan?
  • Maukah mulai hari ini kita ambil salib?
  • Maukah kita taruh salib di bahu kita?
  • Maukah mulai hari ini kita berjalan bersama dengan salib itu?
Karena salib itu adalah sukacita saya. Kalau saudara tahu bahwa salib adalah tempat kematian saudara, maka pasti saudara akan bersukacita karena saudara akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan.
Saudara akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan ketika saudara pikul salib itu, karena sebentar lagi saudara akan dijemput (Rapture) oleh Tuhan Yesus Kristus, Raja segala raja dan Allah Semesta Alam.
Ingat! Orang Kristen yang benar, tidak pernah takut mati, karena mati adalah keuntungan buat saudara, asalkan jangan mati konyol, misalnya mati karena bunuh diri.
Beranikah saudara kalau Tuhan suruh saudara memberitakan firman di tengah orang-orang yang bersorban?
  • Saya berani kalau Tuhan yang suruh.
  • Kalau saya mati disitu, itulah keuntungan untuk saya. Saya pasti akan dijemput Raja semesta alam di awan-awan dan saya pasti akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan selama-lamanya.
  • Saya dan saudara tidak boleh takut dengan apapun.
  • Saudara jangan takut, jangan anti dengan salib.
Ketika saudara pulang dari tempat ini, maka saudara akan mengalami praktek dari pelajaran hari ini.
Di lingkungan saudara, saudara akan mengalami praktek demi praktek dimana saudara digesek oleh kanan kiri saudara. Besi akan menajamkan besi.
Semakin keras engkau semakin keras gesekan.
Amsal berkata, “besi menajamkan besi” karena pada dasarnya kita ini keras seperti besi.
  • Oleh karena itu kita harus dihantam oleh yang lebih keras lagi, supaya kita bisa tajam.
  • Bersyukur kalau saudara disakiti, karena lewat disakiti saudara belajar terus untuk mengampuni orang lain.
Kalau saudara tidak pernah disakiti, maka saudara tidak akan pernah bisa belajar mengampuni.
Bersyukur kalau saat ini saudara sedang dianiaya, karena Tuhan ada disana dan Tuhan siap membela saudara.
Permasalahannya
  • Apakah saudara siap memikulnya?
  • Apakah masih ada “anggur campur empedu” didalam saudara?
  • Apakah saudara masih bela diri?
  • Apakah masih ada kepentingan-kepentingan diri saudara sendiri?
Kalau masih ada, maka mulai hari ini jangan membela diri lagi.
Amin.
Beri kemuliaan bagi Tuhan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

PERJALANAN MENUJU TANAH PERJANJIAN – 25 MARET 2018

25

“………tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru : mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya ; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:31).

GPPK-CHOSEN GENERATION
KHOTBAH GEMBALA, 25 MARET 2018
PERJALANAN MENUJU
TANAH PERJANJIAN

 

KHOTBAH PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION
IBADAH RAYA, MINGGU 25 Maret 2018
Shalom …
Saudara dan saya adalah “orang-orang percaya”. “Orang percaya” dalam bahasa Yunani, adalah “Pisteo”, artinya orang yang mempercayakan hidup-nya pada satu oknum, yaitu Tuhan.
Orang yang mempercayakan hidupnya tersebut adalah orang yang rela di-miliki dan dikendalikan oleh oknum tersebut dan juga rela dibawa ke tempat yang jauh lebih baik, yaitu Sorga.
Artinya, sebagai “orang percaya”, saudara akan dibawa ke suatu tempat yang lebih baik dimana di tempat itu tidak ada lagi tangisan dan air mata.
Tujuan utama hidup saudara, bukanlah hanya untuk 70 atau 80 tahun hidup di dunia ini, tapi tujuan utama hidup saudara adalah hidup kekal bersama Tuhan dalam kehidupan yang akan datang.
Jadi tujuan saudara bukan supaya survive selama di dunia ini, bukan pula supaya diberkati Tuhan, tapi tujuan utama saudara adalah kepada kekekalan.
Pertanyaannya :
Apakah benar saudara orang percaya?
  • Saudara pasti menjawab : “Ya, saya adalah orang percaya”.
Sebagai orang percaya, berarti saudara adalah orang yang menyerahkan hidup saudara kepada Tuhan, berarti pula saudara adalah orang yang rela untuk diproses dan dibentuk oleh Tuhan.
Pertanyaan selanjutnya :
  • Apakah selama ini saudara benar-benar sudah rela diproses dan di-bentuk?
  • Ataukah masih suka melawan bila mau diproses dan dibentuk?
Ironisnya, kita memang masih suka berontak dan masih suka melawan.
Tapi Tuhan rindu, supaya kita tunduk kepada-Nya, karena saudara dan saya adalah milik-Nya.
Seseorang yang percaya akan firman Tuhan, pasti percaya akan janji-janji Tuhan.
Kalau saudara percaya firman Tuhan, maka saudara juga percaya pada janji Tuhan, yaitu “kehidupan di negeri yang lebih baik”, yaitu :
  • Kehidupan tanpa tangisan dan tanpa air mata.
  • Itulah tujuan utama hidup kita yang telah dirancang oleh Tuhan.
Dengan demikian, apabila saudara sudah sampai ke tingkat ini :
  • Maka saudara tidak usah takut dengan yang namanya kematian.
  • Justru kematian adalah keuntungan bagi saudara dan saya, karena di dunia ini kita masih bisa menangis.
  • Tapi begitu kita sampai disana, kita tidak akan pernah menangis lagi.
  • Karena yang ada disana, hanyalah sukacita.
Tapi permasalahannya :
  • Benarkah saudara sudah menyerahkan hidupmu kepada Tuhan?
  • Benarkah hidup saudara sudah menjadi milik Tuhan?
  • Ataukah hidupmu yang kamu miliki sekarang ini, masih untuk dirimu sendiri atau masih ada keinginan-keinginan diri sendiri?
Pada waktu Tuhan menjanjikan sesuatu kepada saudara, sebenarnya saudara sudah mendapatkannya.
Contoh Alkitabiah :
  • Waktu Abraham dijanjikan keturunan, dia belum dapat janji Tuhan tersebut secara factual, tapi secara iman dia sudah menerima janji Tuhan tersebut.
  • Waktu Abraham disuruh pergi dari Ur-Kasdim ke suatu tempat yang lebih baik, yaitu Kanaan, dia belum mendapatkannya.
  • Tapi ketika Abraham mulai melangkah, yaitu saat dia benar-benar melangkah, barulah ada tuntunan demi tuntunan dari Tuhan.
Tuhan mau memiliki saudara dan saya 100% sebagai milik-Nya. Kalau saudara menyerahkan hidup saudara 100% kepada-Nya, maka saudara akan sampai di tujuan dengan gilang gemilang.  Inilah tujuannya.
Pada waktu dijanjikan sebenarnya saudara sudah mendapatkan, tapi untuk mewujudkan janji itu menjadi kenyataan, maka dibutuhkan perjuangan.
  • Abraham dijanjikan Tuhan dan secara iman dia sudah dapat, tapi dia harus memperjuangkannya.
  • Kita juga sudah dijanjikan tempat yang lebih baik, yaitu Sorga, tapi kita belum mendapatkannya, kita harus berjuang terlebih dahulu.
  • Kita harus mempertahankan apa yang sudah kita dapatkan itu, dengan cara hidup seperti apa yang diajarkan-Nya.
Kekristenan, bukan soal percaya saja, tapi menyerahkan diri pada apa yang saudara percayai dan berjalan berdasarkan apa yang saudara percayai.
Setelah saudara percaya, saudara menyerahkan diri dan saudara berjalan sesuai dengan apa yang saudara percaya. Itulah kekristenan.
Kalau dalam kekristenan, Tuhan janjikan sorga kepada saudara, maka Tuhan akan menuntun saudara ke sorga itu.
Tapi syaratnya :
  • Saudara harus menyerahkan hidup saudara sepenuhnya untuk Dia.
  • Kalau saudara tidak menyerahkan sepenuhnya untuk Dia, maka Tuhan tidak bisa membawa saudara 100% sampai sana.
  • Saudara diminta oleh Tuhan 100% supaya saudara “kembali kepada gambar Allah”, sehingga saudara bisa dipersunting sebagai mempelai-mempelai Kristus.
Saudara tahu bahwa saudara akan ke sorga, tapi apakah saudara sudah pernah ke sorga? Belum.
  • Kalau saudara belum pernah ke sorga, apakah sorga adalah khayakan? Tidak
  • Kalau saudara berkata bahwa sorga adalah khayalan, berarti kekristenan juga khayalan.
  • Kalau kita berkata sorga itu nyata, sorga itu kebenaran, berarti saudara harus berjalan didalam kebenaran itu, dengan tujuan supaya saudara sampai ke tujuan yang benar.
Misalnya :
Kalau ada yang berkata, di Pasar Baru ada baju yang murah-murah.
  • Maka saya harus berjalan kesana, bila saya menginginkan baju itu.
  • Saya tidak bisa duduk di tempat, lalu bajunya datang sendiri.
  • Beli online pun harus ada perjuangan, tidak bisa otomatis.
  • Semua tidak ada yang otomatis.
Begitu juga dengan janji Tuhan bahwa saudara akan sampai ke tempat yang lebih baik itu.
  • Ketika saudara percaya, maka saudarapun akan dituntun oleh Tuhan.
  • Tapi kalau saudara tidak mengikuti tuntunan-Nya, maka saudara tidak akan sampai kesana.
  • Kalau saudara tidak menyerahkan hidup saudara sepenuhnya untuk Tuhan, maka saudara tidak akan sampai kesana dengan sukacita yang gilang gemilang.
Tuhan tidak menjanjikan saudara hanya sekedar selamat, tapi Tuhan men-janjikan saudara ikut memerintah bersama dengan Dia.
Kalau saudara dijanjikan hanya sekedar selamat, cukup dengan berseru maka saudara akan selamat. Tapi Tuhan membawa saudara kepada perjuangan demi perjuangan, supaya saudara benar-benar sampai sana dan saudara menjadi pemenang bahkan lebih dari seorang pemenang.
Kekristenan bukanlah khayalan atau halusinasi, tapi kekristenan adalah kebenaran.
  • Jika kita percaya bahwa sorga itu nyata dan sorga adalah kebenaran, berarti kekristenan adalah “berjalan didalam kebenaran dan mengejar kebenaran”.
  • Kalau saudara percaya sorga itu nyata dan benar, maka saudara harus kejar dengan benar pula.
  • Kalau kita mengejar, apakah kita bisa bersantai-santai?
Misalnya saudara mengerjar bus kota dengan santai-santai saja tanpa per-juangan dan sungguh-sungguh, pasti saudara akan tertinggal.
Demikian pula halnya, kalau saudara tahu sorga adalah kebenaran maka saudara harus mengejar sorga dan untuk itu butuh perjuangan.
  • Kekristenan bukan hanya soal berseru dan selamat.
  • Tapi, kekristenan adalah soal “mematikan siapa saudara dan meng-hidupkan siapa Dia” didalam saudara.
  • Sehingga saudara bisa membuktikan kalau Dia adalah Allah yang me-merintah didalam saudara.
  • Jika saudara percaya sorga itu nyata dan merupakan kebenaran, maka kekristenan kita adalah berjalan didalam kebenaran dan mengejar kebenaran.
Tapi sayangnya banyak orang Kristen yang tidak mengerti bahkan tidak mem-percayai hal ini. Mereka sudah berhenti pada tahap percaya. Mereka hanya sekedar percaya saja.
  • Kalau saudara cukup percaya saja, dan berhenti di tahap percaya, berarti saudara adalah orang yang memberangus kebenaran.
  • Jadi tidak cukup hanya percaya, tapi harus ada perjuangannya.
Walaupun secara De Jure saudara sudah terima ticket ke sorga, tapi secara De Facto saudara harus mengusahakan untuk bisa sampai ke sorga. Secara nyata saudara harus mengerjar untuk bisa sampai kesana.
Kristen berarti pengikut Kristus, artinya berjalan sesuai yang diajarkan-Nya.
Seperti Abraham keluar dari Ur Kasdim ke tanah Kanaan, negeri yang lebih baik yang dijanjikan Tuhan.
Abraham melangkah walaupun belum pernah melihat tanah perjanjian itu, tapi dia terus masuk dalam tuntunan Tuhan.
Misalnya si A tinggal di DKI Jakarta dan ada orang bilang supaya si A pergi ke kota Samarinda (Kaltim) karena disana hidupnya lebih baik.
  • Si A bertanya, kota Samarinda itu seperti apa, mana buktinya kalau disana lebih baik?
  • Apakah si A akan melangkah ke Samarinda?
  • Kalau si A percaya kepada orang itu, pasti dia akan melangkah kesana, karena dia percaya disana kehidupannya lebih baik.
Tuhan telah menjanjikan kita ke sorga, berarti saudara harus melangkah kesana. Saudara tidak bisa santai-santai, saudara harus mengejarnya, saudara harus berusaha supaya saudara benar-benar sampai pada titik sempurna, bukan sekedar selamat.
  • Seperti orang Isreal saat disuruh keluar dari tanah Mesir dan pergi ke tanah perjanjian, ke tanah yang baru.
  • Tapi tanah itu tidak jelas dimana, Tuhan hanya mengatakan jalan saja dan Aku yang menuntunmu.
Maukah saudara sekarang jalan, dan melangkah mengikuti tuntunan Tuhan?
  • Kalau ikut tuntunan Tuhan, korbannya adalah daging kita.
  • Begitu saudara masuk didalam langkah Tuhan, maka korbannya adalah ke-inginan saudara.
  • Keinginan saudara harus dimatikan supaya keinginan Dia yang jadi.
  • Kalau keinginan saudara tidak dimatikan dan masih ada keinginan-keinginan yang lain, maka keinginan saudara itu bisa membelokkan saudara dari jalan yang benar.
Umat Israel keluar dari tanah Mesir, masuk dalam tuntunan iman.
Kemudian begitu mereka keluar dari Mesir, iman harus dibuktikan dengan tindakan dan perbuatan.
Kalau saudara mengaku, saudara adalah orang beriman, tapi pola hidupmu dan dasar hidupmu tidak seperti orang beriman, berarti iman tidak disertai dengan perbuatan dan iman saudara belum sempurna.
Yakobus 2 : 22
2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
Iman, baru bisa sempurna kalau iman berubah menjadi perbuatan.
Kalau iman tidak di ekspresikan dalam perbuatan, maka iman tidak pernah sempurna.
Saudara mengaku sebagai orang percaya, tapi pola hidup saudara tidak seperti orang percaya, maka saudara belum sempurna.
Saudara berkata bahwa saudara orang benar, tapi saudara tidak hidup benar berarti iman belum sempurna.
Iman akan sempurna ketika iman diekspresikan didalam perbuatan dan pola hidup maupun gaya hidup saudara sehari-hari.
Pertanyaanya :
Apakah iman saudara sudah sempurna?
Saya yakin, saudara punya kemauan sampai saudara punya iman sempurna. Oleh karena itu saudara harus berjuang untuk bisa sampai ke titik sempurna.
Saudara tidak usah takut lagi dengan yang namanya kematian.
Kalau saudara sudah hidup benar didalam Tuhan, percayalah kematian itu keuntungan untuk saudara dan saya.
Kita tidak perlu takut dengan apapun, kita tidak takut dengan dahsyatnya malam, kita tidak takut dengan panasnya siang karena kita percaya kalau kita berjalan bersama dengan Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Kuasa tidak akan membiarkan kita disia-siakan.
Ada 3 syarat yang harus dipenuhi untuk bisa sampai ke tanah yang baru, yaitu “tanah yang permai” (Sorga), yaitu :
  1. DIMURIDKAN
Saudara tidak akan pernah bisa masuk ke tanah yang permai jika saudara tidak pernah dimuridkan.
Lukas 14 : 25-33
14:25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Jadi untuk bisa menjadi murid, maka saudara harus melepaskan segala-galanya.
Mengapa bisa kejam sekali, kita harus membenci orang tua kita, harus mem-benci keluarga kita?
Yang dimaksud Tuhan yaitu engkau tidak akan pernah bisa mengasihi mereka dengan kasih yang benar, jika saudara tidak mengasihi Tuhan terlebih dahulu.
Untuk dapat mengasihi Tuhan terlebih dahulu, maka saudara harus bisa menyingkirkan segala-galanya didalam hidup saudara.
Kalau saudara tidak menyingkirkan segalanya-galanya, berarti kasih saudara masih distorsi, masih ada gangguan, masih ada halangan untuk Tuhan. Karenanya saudara harus melepaskan segala-galanya.
14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Kalau saudara mau masuk kedalam tanah perjanjian maka harus dimulai dengan pemuridan.
Kalau saudara menolak pemuridan, menolak pembentukan, maka saudara tidak akan pernah masuk ke “tanah yang permai” itu.
14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
14:29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
Jadi untuk masuk ke “tanah yang permai” saudara harus memperhitungkan apa yang harus saya lepaskan.
Untuk sampai kesana, saudara harus berhitung dengan melepaskan segala-galanya, maka saudara akan mendapatkan segala-galanya juga.
14:30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Jadi untuk menjadi murid, saudara harus melepaskan segala-galanya.
Mungkin saudara berkata, bahwa permintaan Tuhan, berat sekali.
Tuhan tidak pernah meminta sesuatu dari kita, apabila Tuhan tidak memberi kita kemampuan untuk itu.
Contoh :
Tuhan berkata kepada saudara untuk mengampuni orang itu.
Memang berat untuk mengampuni, tapi untuk itu Tuhan memberi saudara kemampuan untuk mengampuninya.
Tuhan itu adil luar biasa, kalau Tuhan memberi saudara firman maka Tuhan-pun memberi saudara kemampuan untuk melakukan firman itu.
  • Tidak mungkin Tuhan memberi saudara firman, tapi Tuhan membiar-kan saudara begitu saja.
  • Jadi jangan takut untuk melakukan firman karena Tuhan telah memberi saudara modal untuk dapat menggenapinya.
Permasalahannya, apakah saudara mau dimuridkan?
  • Kalau saudara mau mengampuninya, pertanyaannya apakah saudara mau mengampuni?
  • Kalau saudara tidak mau mengampuni, jangan harap Tuhan mau beri saudara kemampuan.
  • Kalau saudara berkata mau mengampuni, maka Tuhan akan memberi saudara kemampuan.
Tuhan mau melepaskan dirimu dari perjinahan, nikotin, dan lain-lain.
Apabila Tuhan memberi perintah untuk saudara, maka Tuhan juga akan memberi saudara kemampuan untuk melepaskan semua dosa itu.
Permasalahannya, apakah saudara mau atau tidak.
  • Kalau saudara tidak mau, ya tidak akan bisa.
  • Kalau saudara berkata, “saya mau Tuhan”, maka Tuhan yang akan mem-beri kemampuan, sehingga saudara dapat lepas bukan dengan kekuatan sendiri.
Tuhan berkata “lepaskan dirimu dari segala-galanya yang ada di dunia ini termasuk orang tuamu, ikatan-ikatan dalam keluargamu” karena lewat keluargamu :
  • Engkau akan distorsi, dan engkau tidak akan bisa mengasihi Tuhan lebih dalam.
  • Karena akan ada keluargamu yang mengikatmu dengan berbagai aturan adat istiadat.
  • Dan berbagai keinginan-keinginannya yang menghalangi kamu datang ke Tuhan.
  • Semuanya itu akan menghalangi kamu untuk ke gereja, menghalangi kamu untuk cari Tuhan.
Tuhan berkata lepaskan semuanya itu, karena Tuhan menginginkan saudara mengasihi Tuhan terlebih dahulu.
  • Bila saudara mengasihi Tuhan terlebih dahulu, maka kasih Tuhan akan mengalir dalam saudara.
  • Dan dengan kasih yang Tuhan berikan kepada saudara itu, barulah saudara mengasihi keluarga saudara dengan kasih yang berasal dari Tuhan tersebut.
Begitu juga halnya dengan orang yang menyakiti saudara.
  • Saudara tidak akan pernah bisa mengampuni dan menerima orang yang menyakiti saudara apa adanya,
  • Kalau saudara tidak pernah mau mengasihi Tuhan terlebih dahulu.
Kalau Tuhan sudah kita kasihi terlebih dahulu, maka kasih yang dari Tuhan akan mengalir dalam kita dan kitapun akan berkata :
“Tuhan, saya mau mengampuni orang yang menyakiti saya tersebut, apapun resikonya”.
Dan Tuhan pun berkata :
“lepaskan dirimu dari semua ikatan, lepaskan dirimu dari semua dosa”.
Dengan demikian maka saudara harus mengasihi Tuhan terlebih dahulu, maka kasih dari Tuhan akan mengalir kedalam saudara, sehingga saudara bisa melepaskan diri dari semua ikatan-ikatan dunia.
  • Memang sulit, tapi sebenarnya kuncinya adalah diri kita sendiri.
  • Apakah kita mau atau tidak, kuncinya ada pada diri kita sendiri.
Sama halnya kalau saudara mau sekolah, berarti saudara harus mau pergi ke sekolah.
Begitu juga kalau saudara mau dimuridkan, berarti saudara harus bisa me-nyerahkan diri saudara sebagai seorang murid Tuhan.
Permasalahannya, ada pada diri kita sendiri, apakah kita mau atau tidak.
  • Kalau kita sudah tidak mau, maka jangan harap kita bisa, sampai kapan-pun saudara tidak akan bisa.
  • Saya tidak bisa mengampuni dia, sampai matipun saya tidak bisa me-ngampuni Dia.
  • Salah saudara sendiri jika saudara tidak mau mengampuni.
Kalau saudara berkata : “Saya tidak bisa mengasihi dia, saya tidak bisa me-ngampuni dia”, itu keputusanmu, bukan keputusan Tuhan.
Tuhan mau kita mengasihi siapa saja, Tuhan mau kita mengampuni siapa saja.
Tapi permasalahannya, apakah kita mau atau tidak?
  • Kalau kita sudah menutup diri, maka kita sudah tidak bisa dimuridkan oleh Tuhan.
  • Tuhan memberi saudara firman supaya saudara melakukannya dan Tuhan akan memberi saudara kemampuan untuk melakukan firman itu.
  • Tidak mungkin Tuhan memberikan saudara firman, tapi saudara tidak dimampukan oleh Tuhan.
Jika Tuhan tidak memberi kemampuan kepada saudara, berarti Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak adil.
  • Kita percaya Tuhan kita adil bahkan maha adil.
  • Kalau saudara percaya Tuhan kita maha adil, maka Tuhan akan me-mampukan saudara untuk melakukan firman-Nya.
Sadarilah bahwa kuncinya ada di diri kita sendiri, apakah saudara mau atau tidak menjadi murid Tuhan.
Kalau saudara mau menjadi murid, maka saudara harus belajar dari Guru.
Kristen adalah pengikut Kristus
Jadi kekristenan adalah belajar berjalan sesuai dengan yang Dia ajarkan.
  • Kalau saudara tidak belajar berjalan sesuai yang Dia ajarkan, berarti saudara belum menjadi pengikut Kristus yang benar.
  • Saudara bisa saja disebut orang beriman, tapi iman saudara tidak akan pernah menjadi sempurna, jika saudara tidak merealisasikan dalam bentuk perbuatan.
  • Bukan dengan kemampuan saudara sendiri, tapi Tuhan yang memam-pukan saudara.
  • Saudara hanya membuka diri saudara dan menyerahkan hidup saudara kepada Tuhan dan Tuhan akan memampukan saudara.
Tuhan mau saudara mengasihi orang lain tanpa syarat, tanpa tuntutan.
Kuncinya adalah mau atau tidak. Pemuridan tidak lepas dari yang namanya penyangkalan diri, pemikulan salib dan mengikuti Tuhan.
Inilah pemuridan yang sesungguhnya.
Matius 16 : 24
16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Pertanyaannya :
Apa yang dimaksud dengan penyangkalan diri?
  • Penyangkalan diri adalah menolak diri kita, menolak siapa engkau.
Banyak orang berasumsi kalau penyangkalan diri tertuju kepada pengorbanan harta. Hal ini tidak benar.
1 Korintus 13 : 2
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
1 Korintus 13:3
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
Bukan ini yang disebut penyangkalan diri. Penyangkalan diri bukan apa yang saudara miliki lalu saudara bagi-bagikan. Menyerahkan diri untuk dibakar sekalipun, sampai mau mati untuk Tuhan, bukan juga termasuk penyangkalan diri.
Ada ajaran di luar sana yang siap mati untuk agamanya, siap menyerahkan tubuh untuk dibakar, tapi permasalahannya dia punya kasih atau tidak?
Mereka siap membunuh orang, berarti mereka tidak ada kasih. Hal ini bukan termasuk penyangkalan diri.
  • Penyangkalan diri bukan perkara saya berkorban untuk orang lain.
  • Penyangkalan diri bukan perkara saya berkorban untuk istri saya.
  • Penyangkalan diri bukan perkara saya membagi-bagikan harta untuk orang yang susah.
  • Tapi penyangkalan diri adalah menolak atau tidak mengakui ego kita.
Kedagingan timbul dari ego. Kalau ego sudah mati, maka daging sudah pasti mati juga.
Saudara maunya senang-senang, menikmati dunia :
  • Sehingga ketika ada dosa di depan saudara, pasti saudara lahap.
  • Ketika ada tawaran di depan saudara walaupun menyakiti hati Tuhan, saudara lahap juga.
  • Inilah yang namanya ego, didalam ego ada keinginan, hasrat, hawa nafsu, kehendak diri sendiri.
  • Dan ego inilah yang harus ditolak atau dimatikan.
  • Inilah yang namanya penyangkalan diri.
Ketika saudara menolak ego, dampaknya secara fisik.
Misalnya saya punya uang Rp.100.000,-. Ketika Tuhan berkata, uang itu agar untuk dibagikan dan saya membagikannya, berarti saya menolak ego.
Memang dampaknya jadi memberkati orang lain, tapi hal itu baru sebagian kecil. Karena didalam ego ada hasrat, ada hawa nafsu, ada keinginan diri sendiri dan lain-lain.
Inilah yang disebut dengan kedagingan.
Inilah yang dimaksud dengan penyangkalan diri, artinya saudara menolak ego.
Misalnya saudara berbuat dosa. Berbuat dosa, karena ego atau bukan?
Tuhan punya kehendak, tapi karena ego kita, kita jadi tidak melakukan kehendak Tuhan.
Kalau kita melakukan kehendak Tuhan dan bukan kehendak kita, inilah  yang disebut penyangkalan diri.
Penyangkalan diri adalah menolak ego.
Pada saat ego ditolak, memang dampaknya terkadang membagi-bagi harta.
Saudara tidak pusing lagi soal asset dan apapun yang saudara punya dan saudara bagikan semuanya untuk jadi berkat bagi semua orang.
Inilah salah satu bentuknya, tapi sekali lagi belum tentu kita berikan dengan tulus.
Mengapa? Karena terkadang di balik apa yang telah kita lakukan itu, ada kepentingan pribadi kita yang terpaksa tertunda atau tidak terlaksana.
Misalnya atau seandainya, ketika saudara dikutuk saudara seiman yang saudara kenal baik, tapi saudara memberkati dia.
Pertanyaannya :
  • Mengapa bisa-bisanya saudara memberkati orang yang sudah mengutuk saudara?
Mungkin saudara akan menjawab :
  • Karena ketika saya memberkati orang itu, berarti saya mengasihi dan saya tidak mau dia terhilang,
  • Dan bukan untuk menaruh bara di kepalanya.
Saudara memberkati orang yang menyakiti saudara, karena saudara tahu dia akan terhilang :
  • Oleh karena itu saudara harus melepaskan berkat untuk dia.
  • Tapi kalau saudara mengampuni dan memberkati dia untuk menaruh bara di atas kepalanya, berarti masih ada unsur ego dan balas dendam yang tersembunyi.
  • Dan berarti saudara belum menyangkal diri.
Supaya kita bisa dimuridkan, ego kita harus mati lebih dulu.
  • Ketika ego kita mati, maka kita tidak peduli lagi dengan jabatan, atau apapun kita tidak peduli.
  • Tapi yang kita pedulikan hanya satu, bagaimana caranya Tuhan diper-muliakan, walaupun kita di rugikan, karena kita sudah melepaskan ego kita dan kita sudah menyangkal diri.
Kalau saudara tidak pernah menyangkal diri, berarti saudara tidak pernah akan memikul salib.
Jadi “pemikulan salib” adalah “buah dari penyangkalan diri”.
Alkitab ringan dan dulu saudara bawa-bawa terus. Tapi karena ada android, sekarang Alkitab jarang dibawa.
Secara daging Alkitab ringan, tapi kalau saudara melakukan firman Tuhan, itu lebih berat bila dibanding dengan memikul 3 ekor gajah sekaligus.
Coba saudara melakukan firman Tuhan, pasti saudara bisa nangis-nangis.
Aduh, saya diperlakukan seperti ini, tapi saya tidak bisa membalas.
Ingat! Tuhan memanggil saudara bukan untuk menjadi pembalas dendam, tapi Tuhan memanggil saudara untuk menjadi “pelepas”.
Tuhan memanggil saudara bukan untuk cemar, tapi untuk hidup kudus, tidak bercacat dan tidak bercela.
Kalau Tuhan memanggil saudara untuk hidup kudus, tapi mengapa engkau masih cemar sampai hari ini?
Mengapa saudara belum siap untuk dimuridkan?
  • Karena saudara belum siap untuk menyangkal diri.
  • Kalau saudara belum siap untuk menyangkal diri, berarti saudarapun belum siap untuk memikul salib dan saudara juga belum siap mengikuti Tuhan kemanapun Tuhan pergi.
Tuhan sekarang ada di sorga dan Tuhan mau saudara kembali ke sorga.
  • Kalau saudara mau kembali ke sorga, syaratnya adalah dimuridkan, sangkal diri, pikul salib dan ikut Aku.
  • Cara untuk menyangkal diri yaitu dengan mematikan ego.
  • Kalau saudara mematikan ego saudara berarti saudara tidak punya keinginan apa-apa lagi dan saudara baru bisa mengikut Tuhan.
Jadi arti salib adalah keinginan pribadi yang dipatahkan oleh keinginan Tuhan.
Pertanyaannya :
  • Apakah saudara sudah memikul salib?
Saudara harus belajar mengerti.
Contoh, saudara dipepet orang di jalan.
Saudara bisa saja marah, tapi saudara memilih untuk tidak marah.
Inilah yang dimaksud dengan keinginan pribadi yang diredam demi keinginan Tuhan.
Saat saudara memilih untuk tidak marah, berarti saudara sedang memikul salib, dan menyangkal diri.
Inilah ego yang dimatikan.
Kalau saudara marah, melawan, emosional, berarti egomu masih tinggi.
Kalau egomu masih tinggi, berarti salib belum bekerja didalam kamu.
Kalau mulutmu masih mengumpat dengan kata-kata kasar, berarti mulutmu belum ditebus.
  • Tuhan menebus saudara dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
  • Kalau egomu masih dominan, berarti egomu belum ditebus.
  • Tuhan sudah menebus kita total tapi kita belum menyerahkan secara total.
  • Kita butuh penebusan-Nya yang sebenar-benarnya.
Syarat pertama untuk menuju ke sorga yaitu dimuridkan.
Dimuridkan tidak lepas dari penyangkalan diri, pemikulan salib dan mengikut Tuhan
Galatia 2 : 20
2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
Puncak kematian ego itu disini. Aku hidup bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku.
Aku sudah mati dan Kristus yang hidup. Itulah kematian ego yang sebenarnya.
Intinya siapa yang memerintah didalammu?
  • Kalau egomu yang memerintah, maka Tuhan tidak bisa memerintah didalammu.
  • Kalau kamu telah mati (daging), egomu telah mati, maka berarti Tuhan telah memerintah di dalammu dan orang akan melihat salib didalam dirimu karena engkau sedang memikul salib Tuhan.
Masalahnya : “Siapa yang memegang hak didalam dirimu?”
  • Kalau jiwa kita yang memegang hak, maka saudara tidak akan pernah masuk ke sorga atau tanah perjanjian.
  • Tapi kalau Tuhan yang memegang kendali, maka salib akan membawa saudara kepada kemuliaan.
Pertanyaannya :
  • Salib itu pilihan atau keharusan?
Jawabannya :
  • Salib bukanlah pilihan tapi salib itu keharusan.
Kalau ada orang berkata bahwa salib itu adalah pilihan, berarti orang tersebut sedang membakar Injil.
Injil tidak pernah berkata bahwa salib itu pilihan, tapi Injil berkata “salib itu adalah keharusan”.
  1. MENANGGALKAN MANUSIA LAMA
Menanggalkan Dosa Mesir.
Untuk bisa masuk ke Tanah Perjanjian, maka saudara harus “menanggalkan dosa Mesir”, yaitu menyingkirkan semua gaya hidup yang lama, pola hidup yang lama.
1 Petrus 1 : 18-19
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat
Kristus mati untuk saudara bukan hanya untuk menebus dosa saudara saja, tapi juga untuk menebus gaya hidup saudara yang lama.
Jadi kalau saudara masih hidup dalam gaya hidup yang lama, berarti saudara masih belum ditebus, belum mendapatkan penebusan yang sebenar-benarnya.
Karena kalau saudara adalah orang yang telah ditebus :
  • Berarti saudara adalah orang yang telah menanggalkan gaya hidup lama dan pola hidup lama.
  • Untuk kemudian beralih kepada “salib dan penyangkalan diri”.
Yoshua 3 : 15
3:15 Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu — sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai –
3:16 maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.
Ketika orang Israel mau masuk ke Tanah Perjanjian, mereka dihadang oleh musuh-musuhnya. Maka Tuhan memberi gertakan kepada musuh.
Kalau area sungai yang kering “hanya bagian para imam mencelupkan kaki” maka musuh tidak akan takut, tapi hanya orang Israel saja yang tercengang.
Tapi Tuhan mau membuat semua musuh-musuh Israel takjub dan takut, oleh karena itu Tuhan mengeringkan sungai dari ujung sampai ujung.
Yosua 5 : 1
5:1 Ketika semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang Kanaan di tepi laut mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air sungai Yordan di depan orang Israel, sampai mereka dapat menyeberang, tawarlah hati mereka dan hilanglah semangat mereka menghadapi orang Israel itu.
Musuh Israel takut, karena yang bisa mengeringkan air sungai hanya TUHAN pemilik alam semesta.
Jadi siapa yang berdiri di pihak Israel, mereka bisa melihat.
Apakah saudara tahu kalau saudara berdiri di pihak Tuhan, dan berjalan di pihak Tuhan, akan membuat semua musuhmu takut?
  • Kuasa-kuasa gelap akan takjub dan takut kepadamu,
  • Kalau kamu berjalan bersama dengan Tuhan.
Permasalahannya, engkau belum berjalan bersama Tuhan, sehingga engkau diliputi oleh kekalahan demi kekalahan.
Ingat! Orang Kristen yang setengah-setengah, tidak akan pernah bisa mengalahkan iblis yang sepenuh hati mau menghancurkan manusia.
Kalau saudara mau mengalahkan iblis, mau mengalahkan kuasa kegelapan maka jangan menjadi orang Kristen yang setengah-setengah, tapi saudara harus menjadi orang Kristen yang hidup matinya sudah punya Tuhan.
  • Hari-hari ini banyak orang Kristen yang hidupnya diliputi dengan kekalahan demi kekalahan karena masih setengah-setengah di dalam Tuhan.
  • Saudara tidak boleh setengah-setengah tapi saudara harus full heart.
  • Meskipun pelayananmu “full timer”, tapi kalau kamu tidak “full heart”, sama saja kamu bukan “full timer”, tapi kamu “full lie”. Penuh dengan kebohongan.
Seharusnya pelayanan harus “full heart”, sepenuh hati. Walaupun saudara bekerja mencari nafkah bagi keluarga, atau melakukan banyak kegiatan-kegiatan di rumah tangga, saudara harus tetap melayani sepenuh hati.
Jadi kalau pelayananmu masih ada unsur uang, berarti itu bukan pelayanan tapi pekerjaan. Pelayanan itu gratis, karena engkau telah menerima dengan cuma-Cuma, maka engkau juga harus memberikannya dengan cuma-cuma.
Yosua 5 : 2-3
5:2 Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Buatlah pisau dari batu dan sunatlah lagi orang Israel itu, untuk kedua kalinya.”
Sebenarnya bukan disunat 2 kali, Alkitab kita yang salah menterjemahkannya.
Maksudnya generasi pertama yang sudah disunat, sudah habis (meninggal), maka orang Israel generasi yang baru yang belum di sunat, harus disunat.
“Belum disunat”, melambangkan cara hidup yang lama, dan gaya hidup yang lama.
Sunat ini dilakukan oleh Yosua di Gilgal. Gilgal artinya lingkaran, lingkaran tidak ada ujung pangkalnya. Jadi, Gilgal artinya kekekalan.
Kalau saudara mau masuk didalam kekekalan, maka saudara harus menanggalkan cara hidup yang lama, dan gaya hidup yang lama.
  • Kalau saudara tidak mau menanggalkan cara hidup atau pola hidup lama saudara,
  • Maka saudara tidak akan bisa masuk ke kekalan yang sebenar-benarnya.
Mengapa Tuhan memerintahkan Yosua membuat “pisau dari batu?”
  • Pada zaman itu, sebenarnya sudah ada pandai besi, karena mereka sudah berperang menggunakan pedang.
  • Tapi TUHAN menyuruh Yosua menyunat memakai pisau dari batu.
TUHAN menyuruh Yosua menyunat menggunakan pisau dari batu, karena :
  • Batu itu sesungguhnya adalah melambangkan Kristus.
  • Hanya Kristus yang bisa menyunat “siapa saudara” dan “yang bisa menanggalkan diri saudara”.
  • Oleh sebab itu disunat dengan pisau dari batu, dan bukan dengan pedang atau pisau belati.
Jadi agar saudara masuk kedalam kekekalan, maka saudara harus disunat.
  • Sunat bagi kita dimasa sekarang, bukan berartikan sunat fisik, tetapi “sunat rohani”, yaitu penanggalan cara hidup yang lama.
  • Kalau dulu pola hidup saudara suka-suka sendiri, kalau mau berdosa itu hak saya,
  • Tapi sekarang kamu harus disunat karena kamu telah ditebus dari gaya hidupmu yang lama dan sia-sia, yang diwariskan oleh nenek moyangmu.
  • Oleh sebab itu Tuhan menebusmu dari cara hidupmu yang lama.
5:3 Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan.
Semua orang lelaki generasi baru Israel, disunat oleh Yosua.
TUHAN mau, orang Israel perang melawan ke tujuh musuh mereka, tapi disuruh sunat terlebih dahulu oleh Tuhan.
Setelah sunat, mereka menjadi lemah, luka sunatnya belum sembuh.
Tapi Tuhan berkata, “Didalam kelemahanmu, kuasa-Ku menjadi sempurna”.
Saudara cukup berkata kepada Tuhan :
  • “Tuhan, saya mau berubah”
  • “Tuhan, saya mau melepaskan diri dari dosa”,
  • “Tuhan, saya tidak mau hidup seperti ini lagi”,
  • “Tuhan, saya tidak mau hidup sia-sia lagi”,
  • “Tuhan kedepan saya mau hidup benar”,
  • “Tuhan, saya mau menjadi orang kudus, saya mau Tuhan, tetapi saya tidak mampu”.
Disinilah Tuhan bekerja, karena didalam kelemahanmulah kuasa Tuhan menjadi sempurna.
Kalau ada orang yang membuat saudara kesal, saudara cukup berkata “Tuhan, tolong saya Tuhan, saya mau mengampuni dia, tapi saya tidak mampu”.
Kalau saudara mengasihi Tuhan terlebih dahulu, maka saudara akan mengasihi orang yang menyakiti saudara apapun resikonya.
  • Kalau saudara mengerti hal ini, maka saudara akan memiliki hati yang tidak bisa dilukai oleh orang lain.
  • Mau kepala jadi kaki atau kaki jadi kepala, tetap saja kamu akan mengampuni orang.
  • Mau diinjak-injak sekalipun, saudara bisa tetap mengasihi dia apapun resikonya.
Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, tidak ada urusan lain selain mengampuni.
Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, ego sudah mati, tidak ada kepentingan diri sendiri lagi.
Kehendak Tuhan diatas segala-galanya.
Ingat! Batu itu adalah Kristus. Yang bisa menyunat saudara, menanggalkan pola hidup lama saudara hanya Kristus.
Kolose 2 : 11
2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
Siapa yang bisa menanggalkan dosa dari tubuh berdosa kita? Hanya Tuhan Yesus yang bisa melakukannya.
Datanglah ke Tuhan, katakan : Tuhan saya mau dan pasti Tuhan tolong saya.
Tuhan yang memberi firman kepada saudara, maka Tuhan juga yang akan memberi kemampuan untuk saudara.
Tapi kalau Tuhan memberi firman, tapi tidak memberi kemampuan maka Tuhan tidak adil.
Intinya hanya dari dalam diri kita sendiri saja, mau atau tidak?
Yosua 5 : 4-6
5:4 Inilah sebabnya Yosua menyunat mereka: semua orang yang keluar dari Mesir, yakni yang laki-laki, semua prajurit, telah mati di padang gurun di tengah jalan, setelah mereka keluar dari Mesir.
Inilah yang dimaksud sunat dua kali. Generasi pertama sudah mati dan generasi berikutnya yaitu generasi Yosua yang belum pernah terima sunat, harus disunat.
Kiasannya bagi kita sekarang.
  • Kalau saudara belum pernah terima sunat, maka harus disunat.
  • Bukan dengan sunat daging/pisik, tapi sunat hati, sunat keinginan, sunat yang dari Tuhan.
  • Sunat yang dimaksud bukan dalam arti yang sebenar-benarnya tapi sunat rohani (kiasannya).
Yosua 5:5
5:5 Sebab, semua orang yang keluar dari Mesir itu telah bersunat, tetapi semua orang yang lahir di padang gurun dalam perjalanan sejak keluar dari Mesir, belum disunat.
Semua yang sejak keluar dari Mesir belum disunat.
Kalau saudara belum pernah mengalami sunat, maka saudara harus disunat.
  • Tapi bukan dalam arti sunat daging, tapi sunat ego, sunat siapa dirimu.
  • Barulah saudara bisa masuk ke Tanah Permai, ke sorga.
  • Saudara baru bisa masuk ke sorga, kalau saudara sudah melakukan sunat hati.
5:6 Sebab empat puluh tahun lamanya orang Israel itu berjalan melalui padang gurun, sampai habis mati seluruh bangsa itu, yakni prajurit yang keluar dari Mesir, yang tidak mendengarkan firman TUHAN.
Kepada mereka itu TUHAN telah bersumpah, bahwa Ia tidak akan mengizinkan mereka melihat negeri yang dijanjikan TUHAN dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Generasi yang disunat pertama kali, sudah mati karena mereka gagal.
  • Walaupun saudara sudah disunat hati, jangan pernah puas.
  • Saudara harus tetap mengejar kebenaran, mengejar kekudusan sampai saudara serupa dan segambar dengan Tuhan.
  • Kalau saudara belum mencerminkan wujud Kristus didalam saudara, maka saudara jangan puas.
  • Saudara harus kembali pada ciptaan Tuhan yang semula yaitu segambar dan serupa dengan Allah.
Roma 2 : 29
2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.
Inilah kuncinya. Saudara adalah Yahudi rohani, oleh karena itu saudara harus melakukan sunat. Sunat hati, sunat keinginan, penanggalan manusia lama saudara.
Yosua 5 : 8-9
5:8 Setelah seluruh bangsa itu selesai disunat, maka tinggallah mereka di tempatnya masing-masing di perkemahan itu, sampai mereka sembuh.
Sampai luka sunat mereka sembuh, baru bisa perang. Tapi sembuhnya tidak cepat tapi Tuhan berkata, “Didalam kelemahanmulah kuasa-Ku sempurna”.
Engkau tidak bisa, tapi Tuhan yang mengerjakan.
Percayalah! Tuhan mengerjakan segala sesuatunya sempurna untukmu
5:9 Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu.” Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.
Cara hidup lama dihapus, barulah saudara bisa masuk ke Tanah Perjanjian.
Kalau saudara mau masuk sorga, maka cara hidup lamamu diubah dengan cara hidup yang baru.
Engkau harus disunat dengan sunat hati yang dilakukan oleh Kristus, dimana bila engkau tidak mampu, maka engkau cukup berkata :
  • “Tuhan, saya mau” dan Tuhan akan mengerjakannya.
  • “Tuhan, saya mau berubah”.
  • “Tuhan, saya tidak mau hidup seperti ini”.
  • “Tuhan, saya mau bermanfaat”.
Ayo sama-sama kita bangun, ayo sama-sama kita bangkit, ayo sama-sama kita berpegangan tangan.
Kita satu keluarga, dimana kita harus saling tolong menolong satu dengan yang lain, kita harus saling membantu satu dengan yang lain.
Kalau ada keluarga kita yang lemah, ayo kita menguatkan dia.
Orang yang bersunat adalah orang yang siap berperang. Kalau belum sunat pasti kalah.
Ingat, saya pernah khotbah tentang “baju zirah yang berlubang”.
Di Alkitab dikatakan “berbaju zirahkan keadilan”, tapi terjemahan asli adalah “baju zirah kebenaran” (Righteousness), artinya perbuatanmu yang benar.
Kalau perbuatanmu tidak benar, maka baju zirahmu akan berlubang.
Jika saudara hidup sembarangan, hidup semau-maunya, maka baju zirahmu berlubang.
Oleh karena itu baju zirahmu harus penuh, komplit, utuh, tidak boleh berlubang.
  • Karena kalau iblis melihat ada lubang, maka dia akan tembak di celah itu,
  • Iblis akan tembak dititik lubang kelemahanmu itu.
  • Saat ini kita tidak punya kelemahan, karena kelemahan kita sudah ditutup oleh Kristus. Inilah yang disebut baju zirah kebenaran.
Intinya di Matius 9 : 14-17.
  • Engkau tidak bisa datang ke perjamuan kawin dengan baju yang compang camping.
  • Engkau tidak bisa masuk ke sorga, kalau masih pakai baju lama.
  • Kalau kamu mau masuk sorga maka kamu harus ganti baju dan pakai baju baru
Matius 9 : 14-17
9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
9:15 Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Puasa berbicara mengenai mematikan kedagingan, karena Kristus telah kembali ke sorga
9:16 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
Jadi kalau saudara punya kain tua dan ditambal dengan kain yang masih baru, maka lama-lama kain yang tua ini akan susut dan bertambah hancur dan koyaknya lebih besar.
Saudara tidak bisa menambal dosa-dosa saudara dengan kekuatan diri saudara sendiri.
Matius 9:17
9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
Orang Israel melakukan fermentasi anggur yang diragikan di dalam kantong kulit.
Selama disimpan di dalam kantong kulit itu, maka raginya keluar.
Begitu raginya keluar maka kantong ini akan mekar, melar.
Bayangkan kalau kantong kulitnya tua.
Kalau kantong kulitnya tua, maka tidak akan kuat menahan tekanan dari dalam dan tidak akan kuat menampung anggur itu, sehingga akhirnya kulit kantong tua akan koyak semuanya.
Jadi kalau Tuhan memberi sukacita yang baru untuk saudara, maka saudara harus memiliki tubuh yang baru, karena yang lama sudah mati.
  • Kalau gaya hidupmu masih yang lama, maka tidak mungkin kamu memiliki sukacita yang baru dari Tuhan
  • Jadi untuk bisa datang ke sorga, maka saudara harus punya gaya hidup yang baru, maka saudara akan punya sukacita yang tidak akan pernah hilang selama-lamanya.
Paulus berkata, “Apa yang bisa memisahkan aku dari kasih Allah?”
  • Apakah penderitaan, masalah, kemiskinan, kekurangan?
Paulus berkata, “Tidak ada yang dapat memisahkanku dari kasih Allah”
  • Aku tetap mengasihi Tuhan, apapun yang aku alami.
  • Apapun yang aku derita, maka aku tetap mengasihi Dia,
  • Aku tetap mengasihi Dia, karena suka-citaku sudah baru dan gaya hidupku juga baru sehingga sukacitaku tidak akan hilang hanya karena masalah yang aku hadapi.
Kekristenan adalah menanggalkan gaya hidup lama saudara, dan diisi dengan anggur yang baru, yaitu sukacita yang dari Tuhan.
Sehingga sukacita yang baru tidak menggoyahkan gaya hidup saudara yang baru juga.
III. MENJADI SEPERTI ANAK KECIL
Saudara harus menjadi seperti anak kecil dihadapan Tuhan, barulah saudara bisa masuk kedalam Kerajaan Sorga.
Yang dimaksud Yesus sebagai anak kecil umur berapa?
Ayat ini rancu semuanya.
Di Matius rancu dan di Matius juga rancu. Yang jelas baru ada di Lukas.
Matius 19 : 13-15
19:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Kalau saudara lihat di lukisan Yesus bersama anak-anak, mungkin sekitar umur maksimal 12 tahun, tapi sebenarnya yang dimaksud Yesus seperti anak kecil itu adalah bayi yang belum bisa apa-apa.
19:14 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Kalau saudara mau masuk kedalam Kerajaan Sorga, maka saudara harus menjadi seperti anak kecil.
19:15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.
Markus 10 : 13-16 (Disini juga rancu. Tidak tahu persis usia anak kecil yang dimaksud sekitar umur berapa)
Tapi yang jelas baru bisa saudara temui di Lukas 18 : 15
Lukas 18 : 15
18:15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Luke 18 : 15
18:15 And they brought unto him also infants, that he would touch them: but when his disciples saw it, they rebuked them
Anak kecil diterjemahkan di Matius dan Markus itu sebagai Young Child, tapi hanya di Lukas diterjemahkan sebagai Infants artinya bayi yang masih menyusui. Jadi sekitar umur 1 tahun kebawah.
Di Matius dan Markus tidak jelas tapi penjelasan yang tepat ada di Lukas.
Anak kecil yang masih menyusui inilah yang empunya Kerajaan Sorga, yaitu dibawah umur 1 sampai dengan 2 tahun.
Pertanyaannya :
Saudara tahu, saudara harus menjadi seperti anak kecil, apakah ciri-ciri anak kecil?
Ciri-ciri Anak Kecil
  1. Bergantung Sepenuhnya Kepada Orang Tua
Kalau saudara mau masuk ke sorga, maka saudara “harus bergantung sepe-nuhnya kepada Tuhan”.
Saudara tidak bisa mengandalkan kekuatan diri saudara lagi.
Kalau saudara mau melepaskan diri dari semua dosa, saudara cukup berkata “Saya mau Tuhan tolong saya.”
Bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
1 Petrus 2 : 2
2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
Saudara harus sepenuhnya jadi seperti bayi. Artinya, saudara harus ber-gantung sepenuhnya kepada Tuhan, dan tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri lagi.
  1. Pikiran Tidak Tercemar
Orang dewasa pikirannya sudah cemar, tapi anak bayi tidak ada yang cemar.
Misalnya, ada anak kecil usia satu tahun an, saudara ganggu sampai nangis setiap kali bertemu, apakah dia dendam kepada saudara? Tidak akan pernah, karena belum distorsi.
Kalau sudah distorsi, misalnya saudara menyakiti si B yang sudah dewasa, pasti dia terluka karena sudah ada polusi, karena sudah cemar.
Mengapa kita sulit mengampuni? Karena kita belum kembali seperti bayi.
Kalau pikiran saudara belum tercemar seperti bayi, maka saudara akan ikut Tuhan kemanapun.
Mengapa saudara susah ikut Tuhan? Karena pikiranmu sudah tercemar.
Kalau saudara mau ikut Tuhan sampai ke sorga, maka pikiranmu harus kembali seperti bayi lagi. Saya tidak butuh apa-apa, saya hanya butuh bapak dan ibu saya.
Tuhan mau saudara kembali seperti bayi.
  1. Tidak Banyak Keinginan
Sekarang saudara sudah banyak keinginannya.
  • Saudara sudah punya handphone satu, tapi saudara mau model yang terbaru lagi.
  • Kalau saudara tidak punya banyak keinginan, maka satu cukup untuk saudara.
  • Kalau saudara tidak punya banyak keinginan, saudara punya istri satu maka itu cukup untuk saudara.
  • Kalau saudara tidak punya keinginan, maka saudara punya suami satu itu cukup untuk saudara.
Saudara merasa cukup karena saudara tidak punya keinginan apa-apa lagi.
Kalau saudara masih punya banyak keinginan maka pikiran saudara masih banyak polusinya dan saudara tidak bisa menjadi seorang bayi.
  • Tuhan mau saudara menjadi seorang bayi lagi baru bisa datang ke sorga.
  • Kalau saudara menjadi seperti bayi dan saudara bisa datang ke sorga, maka saudara tidak boleh punya banyak keinginan.
  • Mazmur 73 : 25 ini harus menjadi keinginan kita satu-satunya.
Mazmur 73 : 25
73:25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi
Keinginan kita harus pada Tuhan.
Saya tidak butuh kekayaan, saya tidak butuh hormat, saya tidak butuh nama baik, saya tidak butuh apa-apa lagi tapi yang saya butuhkan hanya Tuhan saja.
Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, maka saudara pasti masuk sorga dan saudara pasti akan memerintah bersama dengan Dia.
Saya rindu saudara benar-benar dibentuk dan diproses.
  1. Tidak Gengsi
Tidak gengsi, tidak baper (bawa perasaan), terima saja tanpa pikir-pikir.
Saya memberi air ke pak Aris dan saya juga memberi air ke seorang bayi pasti tanggapannya berbeda.
Kalau saya memberi air ke pak Aris pasti pak Aris mempertanyakan apa ini?
Tapi kalau saya memberi air ke seorang bayi, pasti bayi itu akan langsung menyambut saja, tidak mungkin pikir-pikir dulu.
Tuhan memberi semuanya untuk saudara dan saudara tidak usah berpikir untuk menerimanya.
Cukup saudara berkata “Tuhan, Engkau baik untuk saya”
“Apapun yang saya terima, apapun yang saya alami, Tuhan tetap baik untuk saya”.
Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, maka saudara adalah orang yang siap dijemput oleh Tuhan diawan-awan permai.
  • Saudara adalah calon-calon mempelai Kristus yang tidak bercacat dan tidak bercela.
  • Maukah saudara menjadi seperti bayi lagi?
Saya tidak bilang supaya wujud saudara berubah menjadi bayi lagi, tapi Tuhan mau karakter seperti bayi itu ada didalam saudara, yaitu :
  • Selalu membutuhkan Tuhan dan selalu bergantung kepada Tuhan,
  • Tidak memiliki keinginan apa-apa lagi selain Tuhan, keinginanmu hanya Tuhan,
  • Tidak gengsi lagi, tidak bawa-bawa perasaan lagi,
  • Diberi apapun oleh Tuhan, terima saja tanpa pikir-pikir dulu.
Anak kecil mudah di bohongi atau tidak?
  • Saudara membohongi saya, saya bisa tahu karena saya sudah punya pikiran, sudah punya nalar.
  • Saudara membohongi anak kecil, tinggal kasih permen saja, dia lalu mau mengikuti saudara.
  • Anak kecil mudah dibawa kemana-mana, apalagi bayi.
Tuhan mau menggiring kita kemana, Tuhan mau membawa kita kemana, kita tetap bersyukur apapun yang Tuhan lakukan untuk kita, karena kita percaya hanya dalam tangan Tuhan saja, kita aman.
Jadi ada 3 (tiga) persyaratan yang harus saudara penuhi, kalau saudara benar-benar mau masuk kedalam Tanah Perjanjian yaitu :
  • Saudara harus siap “dimuridkan”,
  • Saudara harus “menanggalkan manusia lama” saudara (menanggal-kan dosa-dosa saudara),
  • Saudara harus kembali “menjadi seperti anak kecil“dan karakter anak kecil (bayi) harus ada pada saudara.
Pertanyaannya :
Apakah saudara mau masuk ke Tanah Perjanjian?
  • Kalau saudara mau, buka hati saja, nanti Tuhan yang mengerjakan.
  • Buka hati saja, Tuhan yang akan membereskan untuk saudara.
Kalau saudara sampai ke tingkat ini, meskipun saudara mengalami masalah seperti apapun, maka saudara tetap berkata : “Tuhan tetap baik untuk saya”.
Dan saudara tidak akan mengeluarkan perkataan-perkataan kasar tentang Tuhan dari mulut saudara.
Malahan saudara akan berkata : “Tuhan, terserah mau membanting saya atau apapun Tuhan, yang penting saya tahu ditangan Tuhan saya aman”.
Percayalah hanya Tuhan yang bisa membuat saudara dan saya aman.
AMIN.
Beri kemuliaan bagi Tuhan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
 
GPPK-CHOSEN GENERATION
EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

 

 

8 APRIL 2018 CINTA LEBIH KUAT DARI MAUT

30 Maret 2018 SALIB KRISTUS

DIMURIDKAN ATAU SEKEDAR SIMPATISAN – 18 MARET 2018

murid

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Markus 8:34)

 

GPPK CHOSEN GENERATION
KHOTBAH GEMBALA, MINGGU 18 MARET 2018

 

DIMURIDKAN
ATAU SEKEDAR SIMPATISAN
KHOTBAH PS. FERDI GODJALI
GEMBALA GPPK – CHOSEN GENERATION
IBADAH RAYA, MINGGU 18 MARET 2018

 

SHALOM.
HAPPY BIRTHDAY CHOSEN GENERATION.
Gereja ini Tuhan yang membangun dan gereja ini milik kita semua. Dengan demikian kita semua bertanggung jawab, bagaimana nama Tuhan diper-muliakan lewat Chosen Generation.
Nama Tuhan memang bisa dipermuliakan lewat pujian-penyembahan dan firman, tapi yang paling penting adalah sejauh mana firman itu menegur kita dan sejauh mana firman itu telah mengubah hidup kita.
Ketika firman itu telah mengubah saudara dan saya, maka seharusnya saudara dan saya menjadi berkat bagi banyak orang.
  • Hidup saudara tidak menjadi batu sandungan lagi.
  • Hidup saudara tidak lagi membuat orang lain tersandung.
  • Dan melalui gaya hidup kita, melalui tingkah laku kita, melalui semua yang kita kerjakan, hari demi hari nama Tuhan semakin dipermuliakan.
Kita tidak usah pusingkan Chosen Generation akan menjadi seperti apa, karena gereja ini murni milik Tuhan dan Tuhan-lah yang mengatur semua.
Tapi kalau kita “sungguh-sungguh berjalan didalam jalan Tuhan, maka kita percaya :
  • Bahwa penyertaan Tuhan dan perlindungan Tuhan,
  • Serta kasih setia Tuhan, tidak pernah habis-habisnya bagi kita semua.
Hari ini kita akan membahas tentang “apakah kita murid atau hanya sekedar simpatisan?”
Tanpa mereka sadari, banyak orang Kristen terjebak dalam situasi ini.
  • Mereka merasa sudah menjadi pengikut Kristus, aktif pelayanan, aktif dalam kegiatan gerejani, tapi sebenarnya hanyalah simpatisan belaka.
  • Meskipun saudara rajin ke gereja, rajin pelayanan, belum tentu saudara murid Yesus.
  • Masalahnya meskipun saudara rajin beribadah, rajin ke gereja, rajin pelayanan, apabila pola hidup saudara tidak berubah, maka saudara hanyalah sebagai seorang simpatisan.
Matius 12 : 20
12:30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan
Kalau kita tidak mengumpulkan bersama dengan Tuhan, kita mencerai-berai-kan. Kalau kita tidak bersama dengan Tuhan, kita melawan Tuhan.
Bagaimana saudara bisa tahu, kalau saudara “sedang bersama dengan Tuhan?”
  • Saudara harus tahu pikiran dan kehendak Tuhan.
  • Roh Kudus yang sudah berdiam didalam saudara, Roh Kudus itulah yang berbicara kepada saudara,
  • Sehingga hidup saudara dialihkan dari kegelapan kepada terang dan di-tuntun kedalam jalan-jalannya Tuhan.
Ketika saudara sudah dapat mengerti apa maksud Tuhan dan pikiran Tuhan, itu “berarti saudara sedang berjalan bersama dengan Tuhan”.
Apabila saudara sudah berjalan bersama dengan Tuhan, maka berarti saudara tidak melawan Tuhan.
Tapi kalau saudara hidup suka-suka, saat mau jalan langsung jalan, saat mau pergi saudara langsung pergi, dan saudara tidak mencari apa kehendak Tuhan dalam hidupmu, itu berarti saudara sedang melawan kehendak Tuhan.
Markus 9 : 38-40
9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”
Jadi ada orang di luar para murid yang mengusir setan juga. Mereka melaku-kan pelayanan yang seperti Yesus lakukan, seperti yang murid-murid lakukan dan Yohanes berusaha mencegahnya. Tapi apa kata Yesus?
9:39 Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
Ada potongan kalimat “dapat seketika itu juga mengumpat Aku”.
Artinya, tidak mungkin seorang yang telah mengadakan mujizat itu dapat seketika itu juga mengumpat Yesus. Walaupun suatu hari nanti bisa saja dia mengumpat Yesus.
9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
Permasalahannya, ada yang menjadi murid, tapi ada juga yang hanya sekedar simpatisan.
Jika orang Kristen hanya melakukan kegiatan gerejani akan berbahaya, tapi lebih bahaya lagi jika tidak ke gereja.
  • Kalau saudara hanya sekedar melayani, hanya sekedar mengikuti kegi-atan gereja, maka berarti saudara belum tentu menjadi pengikut Kristus.
  • Saudara harus berjalan terlebih dahulu dalam kehendak Tuhan, barulah saudara disebut pengikut Kristus.
Dalam segala hal saudara harus mengerti pikiran dan perasaan Allah.
  • Oleh sebab itu saudara harus masuk kedalam keintiman demi keintiman didalam Tuhan,
  • Karena lewat keintiman itu saudara akan mengerti pikiran dan perasaan Tuhan.
Saya mendorong saudara untuk selalu belajar firman, karena Tuhan juga berbicara menurut firman.
  • Lewat firman, kita akan tahu apa yang Tuhan mau.
  • Lewat firman, kita akan mengerti apa yang Tuhan kehendaki atas hidup kita.
  • Dan lewat keintiman, kita akan mengalami hal-hal yang adikodrati dari Tuhan.
  • Misalnya, Tuhan beri tahu saya harus seperti ini, Tuhan beri tahu saya bahwa saya harus begini.
Tapi kalau hidupmu tidak akrab dengan firman, mau sebagus apapun Tuhan beri tahu saudara, tidak menutup kemungkinan terjadinya penyesatan.
Kalau saudara menyatu dengan firman, barulah kuasa Tuhan terjadi.
Mengapa Yesus mengaduk tanah dengan ludah-Nya?
  • Karena ludah adalah firman yang keluar dari mulut Allah.
  • Tanah melambangkan manusia dalam kesia-siaannya.
  • Manusia harus diaduk dengan firman, dioleskan ke mata yang buta, baru dibasuh di kolam Siloam.
Saat saudara sudah menyatu dengan firman, saudara akan dipenuhi dengan Roh Kudus, maka saudara akan dipenuhi juga dengan kuasa.
  • Disinilah saudara baru dikatakan berjalan dalam kehendak Tuhan.
Akan tetapi jikalau saudara tidak bersama dengan Tuhan, maka berarti saudara mencerai-beraikan.
Markus 9 : 40
9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
Permasalahannya :
  • Apakah saudara murid atau hanya sekedar simpatisan?
Banyak dari kita pasti berkata bahwa kita adalah murid, tapi nanti kita akan melihat ciri-ciri murid seperti apa.
SIMPATISAN
Dalam hal mengikut Yesus, saudara harus mengambil keputusan tegas karena tidak boleh ada yang netral, atau abu-abu.
Saudara mau bersama Tuhan atau mau di luar Tuhan dan melawan Tuhan dan saudara tercerai beraikan?
Saudara harus memilih.
  • Saudara dikasih tempat untuk memilih, apakah saudara bersama Tuhan atau saudara tidak bersama Tuhan?
  • Kalau saudara bersama dengan Tuhan, berarti saudara menyatu dengan Tuhan.
  • Kalau saudara tidak bersama dengan Tuhan berarti saudaralah yang mencerai-beraikan atau melawan Tuhan.
Sifat dan karakter kita yang suka memberontak membuat kita tidak dipihak Tuhan dan kadangkala lewat sifat dan karakter kita yang tidak beres, kita seringkali mencerai-beraikan .
Pertanyaannya :
Apakah saudara benar-benar sudah bersama dengan Tuhan dan mengum-pulkan bersama dengan Tuhan?
  • Kalau tidak, berarti saudara melawan Tuhan dan saudara mencerai-beraikan.
  • Tidak ada tempat netral, tidak ada posisi netral, semuanya harus me-ngambil keputusan keberpihakan.
  • Didalam suatu peperangan rohani, tidak ada yang namanya tempat netral
Contoh :
Pada perang dunia ke II, ada dua negara yang menyatakan dirinya negara netral, tidak berpihak dengan sekutu dunia barat dan tidak berpihak dengan Jerman, yaitu negara Swiss dan Belanda. Mereka tidak berpihak ke Jerman maupun Sekutu.
Tapi pertanyaannya :
Apakah Belanda diserang oleh Jerman?
  • Ya, Belanda diserang habis-habisan meskipun mereka tidak berpihak.
Apakah Swiss diserang oleh Jerman?
  • Ya, walaupun Swiss menyatakan diri netral, tidak berpihak, tetap saja Swiss diserang Jerman.
Pertanyaannya :
  • Apakah ada tempat netral didalam mengikut Tuhan?
  • Apakah ada tempat abu-abu didalam mengikut Tuhan?
Jawabannya : “Tomat”. Sebentar tobat, sebentar kumat.
Kalau ikut Tuhan, tidak bisa sedikit-sedikit tobat, lalu kumat lagi, tapi harus tobat sampai tuntas dan menyeluruh.
Kalau mau tobat ya terus bertobat. Tidak bisa tobat lalu kumat lagi, tobat lalu kumat lagi.
  • Di gereja saudara tobat, tapi di rumah saudara kumat.
  • Di gereja saudara toba, tapi begitu diperjalanan pulang mobil/motor saudara di pepet orang, mendadak sontak saudara kumat lagi.
  • Saat pelayanan seperti malaikat Sorgawi, tapi begitu di luar seperti malaikat maut.
  • Masih galak, masih pemberang dan amarah masih meledak-ledak.
Apakah ada tempat netral?  Tidak ada tempat netral.
Tapi bagaimana orang yang sebentar tobat sebentar kumat?
Keputusan ada di tangan saudara.
Kita sudah 3 tahun ikut Tuhan di Chosen Generation.
Saudara sudah digempur oleh firman seminggu 2 kali, hari Minggu dan Selasa tapi kalau masih tobat kumat, tobat kumat, bukankah ini akan menjadi masalah?
Kalau saudara tobat kumat terus berarti saudara menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan beri.
Apakah yang dimaksud dengan keberpihakan?
  • Banyak orang merasa dirinya berpihak kepada Tuhan, tapi sebenarnya tidak dipihak Tuhan.
  • Banyak orang merasa dirinya di pihak Tuhan, tapi sebenarnya tidak ikut Tuhan.
  • Iri hati masih jalan, dengki masih jalan, amarah masih jalan.
  • Tidak ada yang namanya kelemah-lembutan, hidupnya tidak menjadi berkat bagi orang lain.
Hal ini akan menjadi kendala dalam kekristenan dan banyak dialami oleh orang-orang Kristen hari-hari ini.
Mereka tidak menentang kekristenan, justru mereka merasa dirinya sebagai orang Kristen, tapi nyatanya mereka tidak menerapkan pola hidup Kristus.
  • Saudara orang Kristen, tapi saudara tidak menerapkan pola hidup yang benar.
  • Saudara orang Kristen, tapi saudara tidak berjalan dalam kebenaran.
  • Saudara orang Kristen, tapi saudara masih hidup suka-suka.
Ini yang dinamakan “mencicipi neraka”. Saat saudara mencicipi neraka, maka saudara akan terikat dengan neraka.
Tuhan mau memperbaiki saudara dan saya.
BERPIHAK
Ada beberapa ciri untuk soal berpihak :
Ada orang yang tidak mengikut Yesus, tapi dia juga tidak menentang Yesus.
Orang seperti ini dia bahwa dia masuk sorga.
Hal seperti ini tidak dibenarkan.
Contoh :
Saat ini saudara dibawah pemerintahan Jokowi, tapi apakah semua orang berpihak kepada Jokowi?
Tapi apakah ada yang menentang Jokowi? Mungkin di permukaan tidak ada, karena mereka takut sehingga pura-pura berpihak. Banyak orang seperti ini.
Saudara tidak mengikut Yesus, tapi saudara juga tidak menentang Yesus.
  • Orang yang seperti ini pasti binasa, karena tidak ada keselamatan selain di dalam Yesus.
  • Banyak orang berpihak karena ada kepentingan.
  • Kalau tidak ada kepentingan, tidak akan berpihak.
  • Banyak orang Kristen yang seperti ini.
Ini tidak berbicara mengenai “simpatisan” kekristenan, tapi berbicara mengenai kepentingan.
  • Saudara percaya Tuhan, karena Tuhan yang bisa membuat saudara selamat.
  • Saudara percaya Tuhan, karena janji Tuhan “ya dan amin”.
  • Saudara percaya Tuhan, karena saudara pasti diberkati Tuhan.
  • Saudara percaya Tuhan karena ada motifasi yang lain.
Tuhan tidak mau orang Kristen yang seperti ini, tapi Tuhan mau cari orang Kristen yang tulus, yang mengikut Tuhan tanpa ada kepentingan apapun, yang mau mengasihi Dia tanpa ada keuntungan yang dicari.
Memang banyak janji Tuhan untuk kita, tapi banyak orang yang berpihak kepada Tuhan tidak dengan tulus hati, tapi karena ada factor atau unsur lain.
Mereka mengikut Tuhan bukan berdasarkan ketulusan, tapi karena ada yang mereka inginkan.
Lukas 9 : 38-40
9:38 Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: “Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku.
Orang itu memanggil Yesus, Guru. Bukannya memanggil Tuhan. Guru tengok anakku.
Orang itu memanggil Yesus, Guru, karena dia ada kepentingan.
Kalau orang itu memanggil Tuhan itu Guru, berarti orang itu belum meng-anggap Dia, Tuhan, sebagai hal yang adikodrati dalam hidupnya.
Jika kita berpihak kepada Yesus, hanya karena ada kepentingan, inilah yang disebut “kekristenan dompet”.
  • Saudara mencari Tuhan, karena ada sesuatu pada Tuhan.
  • Saudara mencari Tuhan, bukan karena saudara mau tulus mengasihi Tuhan.
  • Saudara melayani Tuhan, bukan karena saudara tulus mau mengasihi Tuhan, tapi karena ada motifasi lain.
Lukas 9:39-40
9:39 Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.
9:40 Dan aku telah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.
Perhatikan kalimat “mereka tidak dapat”. Maksudnya, kita mau fasilitasnya Tuhan, tapi kita tidak mau menjadi murid Tuhan.
Banyak orang Kristen mau fasilitas Tuhan, tapi mereka tidak mau di-muridkan oleh Tuhan. Sayangnya banyak orang Kristen yang seperti ini.
  • Kita mau mengikut Tuhan ketika semuanya serba ada, ketika semuanya serba enak, mungkin kita mudah untuk bersyukur kepada Tuhan.
  • Tapi bisakah saudara mengikut Tuhan ketika semuanya serba gelap?
  • Bisakah saudara tetap mengikut Tuhan ketika saudara diperhadapkan dengan ketidakberadaan?
  • Bisakah saudara tetap berkata Tuhan baik ketika perutmu lapar?
  • Bisakah saudara berkata, Tuhan Engkau segalanya dalam hidupku, saat engkau diperhadapkan dengan masalah demi masalah dalam hidupmu?
Tuhan mencari orang Kristen yang mengikut Dia, tidak berdasarkan kepentingan pribadinya.
Tapi Tuhan mencari orang Kristen yang mengikut Dia, berdasarkan hati nurani yang murni, mau mengikut Tuhan karena dia butuh Tuhan dan rindu Tuhan.
Saya harap kita semua akan menjadi orang Kristen yang seperti ini.
Saudara harus mengikut Tuhan tidak lagi berdasarkan kepentingan atau keinginan kita, tapi hanya karena hati nurani yang murni dan tulus kepada Tuhan dan kita membutuhkan Tuhan.
Filipi 1 : 15-17
1:15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.
Apa buahnya kalau memberitakan Kristus dengan dengki dan perselisihan?
1:16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,
Paulus berkata “Aku memberitakan Kristus karena kasih, tidak ada kepenting-an apa-apa lainnya”.
Paulus berkata “Aku rela menderita karena injil”
Pertanyaannya :
Apakah saudara benar-benar rela menderita karena injil?
Apakah saudara sudah benar-benar rela menderita karena kebenaran?
1:17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.
Mereka mencari kepentingan mereka sendiri dan buahnya ada di ayat 15, yaitu dengki, perselisihan.
Berapa banyak orang yang Kristen yang membuahkan dengki dan per-selisihan?
  • Banyak orang Kristen punya karunia Roh Kudus, tapi sayangnya hanya untuk menghakimi orang lain.
  • Karunia itu untuk membangun, bukan untuk menghakimi.
  • Kalau karunia dipakai untuk menghakimi, maka pertanyaannya, karunia itu dari siapa?
Karunia itu dari Tuhan dan Tuhan memberinya untuk mendatangkan damai sejahtera.
Kalau saudara diberitahukan suatu penglihatan atau suatu pendengaran, tapi saudara tidak mempunyai damai sejahtera maka karunia itu bukan dari Tuhan.
  • Saudara harus belajar memisahkan roh dari jiwa dengan belajar firman.
  • Kalau roh dan jiwa tercampur dan saudara sedang sakit hati dengan orang, pasti penglihatanmu akan aneh-aneh dan pendengaranmu akan aneh-aneh.
  • Pasti semuanya akan menjadi negative karena ada jiwa yang bermain disitu.
Jangan pusing saat orang yang berkata apapun tentang kita, karena Tuhan berurusan langsung dengan kita.
Oleh karena itu  belajarlah firman Tuhan, supaya saudara tahu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Belajarlah firman Tuhan supaya saudara tahu membedakan yang asli dan yang palsu.
Berpihak tapi tidak bersama (simpatisan)
Saat ini banyak orang Kristen simpatisan, yang hanya sekedar percaya, tanpa peduli penderitaan dan salib Tuhan. Mereka hanya sekedar percaya dan selamat, tapi mereka tidak peduli dengan salib dan perubahan hidup.
Kalau saudara masuk dalam pemuridan, maka saudara akan keluar dari kelompok orang simpatisan.
Jadi kalau hanya menjadi simpatisan, maka kekristenanmu akan menjadi fanatisme. Dimanapun kamu berada maka kamu akan berdebat dengan banyak orang, karena kamu merasa tahu firman dan kamu akan menghantam orang-orang dengan firman.
Tuhan tidak mencari orang yang fanatic seperti itu, tapi Tuhan mencari orang yang militant, yang hidup matinya untuk Tuhan.
  • Kalau saudara masuk kedalam fanatisme dan bukan militanisme, maka saudara bisa membuat perkumpulan dengan nama front pembela Yesus.
  • Dan saudara tidak peduli dengan yang namanya front berdiri didalam kebenaran.
  • Tuhan mau saudara berdiri didalam kebenaran dan berjalan dalam kebenaran itu, bukan mati-matian membela Yesus.
  • Yesus bisa membela diri sendiri, bahkan Yesus itu adalah Pembela kita.
Tapi permasalahannya banyak orang yang fanatik dan tidak peduli dengan yang namanya militant.
Orang-orang seperti inilah yang disebut Simpatisan.
Kadangkala orang-orang Simpatisan lebih garang/galak dari yang sungguh-sungguh menjadi Murid.
Tuhan mau menjadikan saudara benar-benar murid yang sejati, bukan hanya Simpatisan belaka.
Bahaya kalau saudara memihak tapi saudara tidak bersama-sama, hanya sekedar Simpatisan.
Matius 7 : 21
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Saya tidak memperberat persyaratan bagi saudara untuk masuk sorga, tapi jelas sekali Tuhan yang berkata, kalau saudara harus belajar mengetahui kehendak Tuhan, dengan membangun keintiman dengan Tuhan.
  • Kalau saudara tidak mempunyai waktu untuk duduk diam dihadapan Tuhan,
  • Saudara tidak mempunyai waktu untuk beribadah,
  • Saudara tidak mempunyai waktu untuk bersentuhan dengan Tuhan,
  • Maka bagaimana caranya saudara bisa menjadi mempelai?
Saya tidak mungkin menjadi mempelainya Karen, kalau tidak pernah intim dengan Karen dan tidak pernah bersentuhan dengan Karen.
  • Orang yang berpacaran saja akan saling kirim surat jika jaraknya berjauhan.
  • Tapi zaman sekarang sudah ada WhatsApp asalkan ada pulsa.
  • Tapi bahayanya sudah dekatpun, tapi tidak mau bersentuhan.
Tuhan sejauh mana?
Tuhan hanya sejauh tangan kanan dan kiri melipat tangan dan berdoa.
  • Ada orang yang berdoa, tangan kanan dan tangan kiri jauh.
  • Tapi Tuhan mengajarkan kita, tangan kanan dan tangan kiri harus menyatu saat kita berdoa.
Bayangkan kalau saudara tidak pernah berdoa.
Bayangkan kalau saudara hanya menyediakan waktu 5 menit untuk berdoa.
Saya kuatir kalau saudara hanya 5 menit berdoa (itupun bila ada waktumu), akhirnya saudara hanya menjadi sekedar Simpatisan.
Doa adalah salah satu cara untuk mematikan kedagingan dan salah satu cara untuk mengenal kehendak Tuhan.
Kalau saudara tidak mengenal kehendak Tuhan, saat saudara berseru Tuhan, Tuhan, maka Tuhan akan berkata : “Aku tidak mengenalmu”.
Oleh karena itu saudara harus benar-benar berubah.
Supaya saudara bisa berubah, caranya hanya dengan berdoa.
  • Mengapa sulit sekali untuk berdoa?
  • Mengapa tunggu begitu banyak masalah, baru berdoa?
Janganlah heran dan bertanya-tanya kalau Tuhan mengijinkan begitu banyak masalah disepanjang hidupmu, karena :
  • Tuhan mau tanpa masalahpun, saudara tetap berdoa.
  • Minimal engkau berkata, “Tuhan, Engkau baik dalam segala hal”.
Hanya orang yang menganggap Tuhan baik, yang bisa menyembah Tuhan.
Permasalahannya :
  • Kalau orang Kristen tidak pernah mengetahui kehendak Tuhan,
  • Kalau orang Kristen tidak pernah intim dengan Tuhan,
  • Kalau orang Kristen tidak pernah menyatu dengan Tuhan,
  • Maka bahayanya, orang Kristen seperti ini akan menjadi Simpatisan.
Permasalahannya lagi :
  • Tidak peduli orang itu sudah berdiri di mimbar,
  • Tidak peduli orang itu ketua pendoa syafaat,
  • Tapi kalau orang itu tidak mempunyai keintiman dengan Tuhan,
  • Maka dia hanya akan menjadi Simpatisan.
Berikutnya, meskipun saudara rajin kegereja (apalagi orang yang jarang sekali ke gereja), rajin pelayanan, tapi tanpa keintiman, saudara hanya akan menjadi Simpatisan.
Oleh karena itu, janganlah berdoa hanya ala kadarnya (itupun bila ingat) misalnya seperti hal ini, karena ini ciri khas orang yang hanya Simpatisan :
  • Tuhan terima kasih sudah membangunkan saya pagi hari ini,
  • Tuhan saya mau makan,
  • Tuhan saya mau tidur.
Tuhan akan bilang, “memangnya Aku satpam, hanya terima laporan saja”.
Tuhan mau kita memuliakan Tuhan dalam hidup kita.
Tuhan mau kita terus menggali firman-Nya.
Semakin saudara menggali, maka akan semakin kecil ruang gerak saudara. Ketika saudara terus menggali semakin dalam lagi, maka ruang gerak saudara akan semakin sempit, bukannya masih tetap leluasa.
Artinya, tambah saudara menggali firman, maka akan semakin sempit ruang gerak daging saudara. Saudara akan semakin sulit bergerak, artinya sepak terjang saudara didunia ini akan semakin terbatas.
Hidupmu adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Seseorang yang senang menggali firman, maka orang ini pasti memiliki keintiman dengan Tuhan, dia pasti punya hubungan dengan Tuhan dan itu tidak terbantahkan.
Pertanyaannya :
Apakah saudara sudah benar-benar menjadi murid atau saudara baru sekedar simpatisan?
Roma 10 : 1-3
10:1 Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.
Ada kegalauan di hati Paulus untuk mereka yang menjadi pengikut Tuhan, karena akhirnya mereka bisa terhilang bila mereka hanya sekedar simpatisan.
10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
Kalau untuk perkara giat untuk Allah, mereka benar-benar giat didalam Allah, tapi :
  • Mereka tidak benar-benar ikut Tuhan,
  • Mereka tidak benar-benar membangun hubungan dengan Tuhan,
  • Mereka tidak benar-benar ada pergaulan dengan Tuhan,
  • Mereka tidak ada keintiman dengan Tuhan.
10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
Kebenaran bisa didapat dari firman dan kebenaran bisa didapat ketika kita melipat tangan, berdoa.
Jadi saudara harus belajar firman. Kalau saudara hanya mendengar firman, maka saudara akan menjadi ahli Taurat. Firman yang saudara dapat akan saudara pakai untuk “menembaki” orang, untuk “menunjuk” orang sana sini.
Sehingga kita pakai firman, karena kita melihat ketidak-sesuaian pada orang lain, padahal kita sendiri tidak mau berubah.
Jadi ketika saudara belajar firman, maka saudara juga harus belajar intim dengan Tuhan.
Yesaya 29 : 13-14
29:13 Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
Pertanyaannya :
Mereka murid atau hanya sekedar simpatisan? Mereka itu Simpatisan.
Walaupun mereka ibadah, mereka pelayanan, tapi kalau tidak punya keintim-an akan seperti perintah manusia yang dihafalkan.
Bahaya dalam kekristenan kalau saudara hanyalah menjadi kolektor firman, tapi tidak menjadi pelaku firman.
Firman jangan hanya dihafalkan, tapi dilakukan.
29:14 maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.”
Hikmat orang yang berhikmat akan hilang karena tidak ada pergaulan dan tidak ada keintiman dengan Tuhan.
Walaupun terlihat arif dan baik, tapi kalau tidak ada keintiman dengan Tuhan, maka kearifan itu akan terbongkar. Ternyata kehidupannya kacau balau.
PEMURIDAN
Kata Kristen muncul pertama kalinya diucapkan ketika murid-murid Yesus berada di Antiokhia.
Sebenarnya kata Kristen adalah “kata olok-olok bagi mereka yang mengikut Kristus”.
Kisah Para Rasul 11 : 26
11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Apakah yang dimaksud dengan pengikut Kristus?
Kristen adalah pengikut Kristus. Jadi orang Kristen adalah para pengikut Kristus yang berjalan sesuai yang diajarkan oleh Kristus.
Inilah yang disebut pemuridan.
Sehingga diluar yang Tuhan ajarkan, berarti bukan orang Kristen.
Lukas 14 : 27
14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku
Jadi pemuridan identik dengan memikul salib, karena dia harus mengikut Tuhan dengan cara memikul salibnya.
Contoh :
Saya minta tolong ke pak Emm untuk pikul beras 50 kg, dan antar ke mobil saya, tapi pak Emm tidak tahu dimana letak mobil saya.
Bagaimana caranya supaya pak Emm dengan memikul beras 50 kg itu, bisa sampai ke mobil saya?
Pak Emm harus mengikuti saya, matanya harus tetap tertuju kepada saya, supaya dia tahu kemana arah saya dan dia tahu dimana mobil saya.
Sekarang supaya saudara bisa dikendalikan Tuhan, maka Tuhan mengijinkan salib harus dipikul oleh saudara, karena kalau tidak ada salib, maka saudara tidak akan focus kepada Tuhan.
Jadi bagaimana caranya untuk mengikut Kristus?
Caranya, adalah dengan memikul salib-Nya.
Jadi orang Kristen adalah pengikut Kristus yang berjalan sesuai yang diajarkan Kristus.
Pertanyaannya :
Apakah saudara tahu dan mengerti apa yang Tuhan ajarkan?
Tuhan mengajarkan, yang penting harus ada kasih dulu. Kemudian di-ajarkan harus ada iman, pengharapan dan kasih.
Iman adalah percaya akan apa yang belum saya lihat dan percaya akan apa yang belum saya dapat.
Tapi sebenarnya iman jauh lebih dari itu, saudara pelajari saja Ibrani pasal 11.
Definisi iman memang adalah percaya, tapi dalam iman itu harus ada ke-intiman.
Meskipun saudara disebut sebagai orang beriman, tapi bila saudara tidak pernah melipat tangan berdoa, maka saudara tidak bisa disebut sebagai orang beriman.
  • Karakter iman bisa dilihat dari doa.
  • Iman itu pergaulan, iman itu ketaatan, iman itu penyerahan diri total kepada Allah.
  • Kalau kita menyebut diri kita orang beriman, tapi kita tidak menyerah-kan hidup kita total kepada Allah, maka kita bukan orang beriman.
Kalau kita merasa diri kita beriman, tapi kita tidak punya hubungan dengan Tuhan, maka kita bukan orang beriman.
Konyolnya, apa yang Tuhan ajarkan kontradiktif dengan watak kita, ber-banding terbalik dengan pikiran kita, karena kita lahir sudah “buas”.
  • Buas dengan dosa, buas dengan hawa nafsu.
Tapi Tuhan mau merubah yang buas ini menjadi tunduk.
Bagaimana caranya merubah sesuatu yang buas menjadi tunduk?
Bagaimana caranya merubah singa yang buas menjadi domba?
Caranya :
  • Harus ada yang mengoperasi kita dari dalam.
  • Yang mengoperasi kita dari dalam adalah Roh Kudus.
  • Roh Kudus terus mengoperasi kita dengan firman yang kita terima.
  • Firman ini yang akan mengerat diri kita dengan salib.
Kita yang dahulu pemarah, tapi sekarang menjadi tidak pemarah lagi, dan menjadi orang yang jauh lebih sabar.
Sebaliknya, walaupun saudara sudah 10 tahun jadi Kristen, tapi bila sau-dara masih pemarah, bisa jadi saudara baru  sekedar simpatisan.
  • Saudara harus bisa melewati hari-hari saudara kedepan dan saudara sudah benar-benar berubah dan tidak seperti ini lagi.
  • Jangan sampai, walaupun Tuhan belum datang tahun ini dan tahun depan saudara diberi kesempatan ulang tahun lagi, tapi hidupmu masih belum berubah.
  • Jangan sampai, masih marah terus, emosi tidak bisa diredam.
  • Jangan sampai, dalam 1 tahun ada 365 hari, tapi saudara masih sebagai simpatisan.
Apa yang Tuhan ajarkan, itu berbanding terbalik dengan tabiat kita.
Kita terlahir, sudah buas akan dosa. Kita tidak suka akan salib Tuhan, karena salib identik dengan penderitaan.
1 Korintus 1 : 18
1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
Bagi orang yang akan binasa, salib adalah kebodohan.
Mengapa saat ditawari dosa, kamu tidak mau?
Mengapa saat ditawari yang enak-enak, kamu tidak mau?
Begitu kita berkata “tidak pada dosa” dan berkata “tidak pada kesalahan”, berarti kita sedang memikul salib kita dan kita sedang menuju kepada kesempurnaan.
1 Korintus 1 : 23
1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan : untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
Posisi kita dimana?
Apakah kita menganggap salib itu kebodohan atau suatu keuntungan?
Mungkin disini saudara berkata bahwa salib itu keuntungan untuk sau-dara. Kalau salib itu merupakan keuntungan untuk saudara :
  • Seharusnya saudara sudah berubah sampai hari ini.
  • Seharusnya saudara sudah menjadi orang yang sabar,
  • Seharusnya saudara tidak ada iri hati dan tidak ada dengki lagi.
  • Seharusnya saudara menjadi orang yang suka memberi dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Tapi kalau saudara tidak juga berubah sampai hari ini, seharusnya diper-tanyakan, apakah saudara seorang murid atau sekedar simpatisan?
Sekali lagi saya katakan, saudara tidak bisa ambil-ambil ayat seenaknya. Kalau saudara ambil ayat seenaknya, saudara akan masuk didalam penyesatan.
Yohanes 10 : 10
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Mempunyai hidup (Zoe), artinya hidupmu akan berkualitas.
Bagaimana caranya supaya hidupmu berkualitas?
  • Dengan pikul salib, maka hidupmu akan lebih berkualitas.
Maka orang akan melihatmu benar-benar berubah, hidupmu benar-benar berkualitas.
Yohanes 10 : 10 berbicara tentang pemuridan, yaitu orang yang mau diajar, mau melangkah, mau mengikuti kehendak Yesus dengan pikul salib.
Yohanes 10 : 3-5
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
Yohanes 10:3 ini, berbicara tentang pemuridan.
Saudara dengar suara Tuhan, saudara membangun hubungan dengan Tuhan, selanjutnya membangun keintiman dengan Tuhan, maka saudara akan dengar suara Tuhan dan saudara ikut langkah Tuhan.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
Pemuridan caranya dengan Keintiman.
Jika saudara tidak membangun keintiman maka saudara tidak akan berubah. Jadi saudara harus membangun hubungan dengan Tuhan baru saudara bisa berubah
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”
Apabila kita tidak tahu suara Tuhan, akhirnya saat Tuhan berbicara maka kita kira bahwa itu bukan suara Tuhan.
Akibatnya kita tidak memusingkan suara Tuhan, tapi yang kita pusingkan adalah suara hati kita.
Oleh karena itu, kita harus membangun hubungan dengan Tuhan, sehingga kita bisa membedakan roh dan jiwa.
  • Kalau kita tidak membangun hubungan dengan Tuhan, maka roh dan jiwa bisa tercampur baur, akhirnya saudara bingung sendiri.
  • Kalau sudah bisa membedakan roh dan jiwa, orang mau berbicara apapun maka saudara cukup tertawa saja, karena saudara sudah mengerti bahwa Tuhan tidak berbicara seperti itu kepada saudara.
Percaya dalam bahasa aslinya yaitu Pisteo, artinya saudara menyerahkan diri kepada satu objek atau kepada satu oknum.
Kalau saudara mau menyerahkan diri kepada satu oknum dan saudara rela di-didik dan diatur oleh Dia, barulah saudara disebut sebagai “orang percaya”.
Pertanyaannya :
Apakah saudara sudah menyerahkan diri kepada Yesus? Sudah.
Kalau sudah, berarti saudara rela diatur oleh Dia, saudara sudah tahu kehendak-Nya, saudara sudah berjalan dalam kehendak-Nya.
  • Apakah saudara tahu kehendak Tuhan?
  • Apakah saudara tahu pikiran Tuhan?
  • Apakah saudara tahu perasaan Tuhan?
Oleh karena itu :
  • Kalau kita dapat tahu pikiran dan perasaan Tuhan, maka kita tidak akan menyakiti orang lain.
  • Kalau kita dapat tahu pikiran dan perasaan Tuhan, maka kita tidak akan mudah terluka.
  • Tapi kalau kita masih mudah terluka, itu karena kita belum dapat tahu perasaan Tuhan.
  • Itu tandanya hati nuraninya Tuhan masih jauh dari kita.
Pertanyaan berikutnya :
  • Apakah saudara sudah menjadi orang percaya?
  • Apakah saudara sudah menyerahkan hidup kepada Tuhan?
  • Apakah saudara sudah berjalan dalam kehendak Tuhan?
Memang tidak mudah, semua dalam proses karena nature kita daging, kita terjebak di balik daging.
  • Oleh karena itu Tuhan harus mengubah daging ini sampai mati.
  • Kalau daging ini sudah mati, maka sudah tidak ada keinginan apa-apa lagi selain Tuhan, sehingga hidup matiku sudah untuk Tuhan.
Apakah saudara berani berkata “Tuhan, saya siap dipanggil Tuhan”?
  • Kalau saudara benar-benar sudah siap, saudara akan mampu dan bisa berkata “Tuhan, saya rindu dengan Tuhan, saya sudah tidak pusing dengan harta, saya sudah tidak pusing dengan apapun”.
  • Oleh karena itu, bila saudara sudah siap, maka hidup saudara harus menjadi berkat bagi orang lain dan saudara tidak takut mati, karena mati adalah keuntungan bagi saudara (asal jangan mati konyol atau dengan sengaja cari mati).
Untuk menjadi percaya, prinsip pertama adalah mati bersama dengan Kristus.
Kalau saudara tidak “mati” bersama dengan Kristus, berarti saudara belum percaya.
  • Berapa lama kita sudah mengikut Yesus?
  • Berapa lama kita sudah berjalan bersama dengan Tuhan?
Banyak orang mengaku, saya sejak lahir sudah mengikut Yesus.
  • Tidak mungkin kalau dari lahir saudara sudah mengikut Yesus.
  • Tidak mungkin saat saudara lahir, langsung bernyanyi “aku percaya”.
  • Justru kita dididik terlebih dahulu untuk menjadi orang percaya sejak kecil hingga dewasa yang jadi tanggung jawab orang tua kita.
Sampai saudara dewasa, bahkan sampai dengan saat ini saudara dididik menjadi orang percaya, apakah saudara mengikuti didikan itu?
  • Tuhan mau saudara mengikuti didikan itu dengan dimuridkan oleh Tuhan.
  • Ingat! Kekristenan tidak lepas dari unsur yang namanya keselamatan.
  • Kesalamatan itu dinamis bukan statis.
Keselamatan Dinamis terdiri dari 3 unsur :
  • Keselamatan masa lalu
  • Keselamatan sekarang
  • Keselamatan yang akan datang
Keselamatan Masa Lalu
Roma 8 : 16
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Kita bersaksi kalau kita anak-anak Allah dan kita dibenarkan.
Pertanyaannya :
  • Mengapa kita dianggap benar?
  • Mengapa kita dikuduskan pertama kali ketika kita percaya?
Jawabannya :
  • Supaya kita bisa membangun hubungan dengan Tuhan.
  • Saudara tidak bisa kontek dengan Tuhan kalau saudara tidak diberi modal awal terlebih dahulu, yaitu dibenarkan dan dikuduskan terlebih dahulu.
  • Saat saudara dibenarkan dan dikuduskan oleh Tuhan, maka saudara baru bisa menghampiri Tuhan.
Permasalahannya :
Saudara sudah tahu kalau saudara sudah dibenarkan dan dikuduskan oleh Tuhan, tapi saudara tidak memakai fasilitas tersebut :
  • Untuk mencari Tuhan,
  • Untuk dekat dengan Tuhan,
  • Untuk intim dengan Tuhan.
Keselamatan masa lampau supaya saudara bisa dibenarkan oleh Tuhan.
Keselamatan Sekarang
Keselamatan hari ini, yaitu :
  • Saudara dikuduskan hari demi hari,
  • Saudara masuk kedalam Bait Allah (Bait Suci/Kemah Suci),
  • Saudara masuk kedalam Ruang Kudus Allah (Ruang Suci Kemah Suci),
  • Dalam Ruang Suci saudara masuk dalam firman (Kandil dan Meja Roti Sajian), serta pujian, penyembahan dan doa didepan Mezbah Ukupan.
Melalui keintiman saudara dengan Tuhan, saudara akan digodok oleh Tuhan sampai saudara menjadi satu dengan Tuhan.
Untuk jelasnya perhatikan Gambar Kemah Suci (Gambar-1) dan Denah Kemah Suci (Gambar-2) serta Gambar Ruang Suci dan Maha Suci (Gambar-3) berikut ini
tabernacle
Gambar-1 “Kemah Suci” di Padang Gurun
Melalui Pintu Gerbang Kemah Suci (lihat Gambar-2 “Denah Kemah Suci) saudara masuk ke Pelataran Kemah Suci (ditandai huruf C dalam Gambar-1), saudara sudah dibenarkan. Pelataran adalah Keselamatan Masa Lampau.
Dari Pelataran, saudara masuk ke Ruang Suci (lihat Gambar-1 ditandai B dan lihat juga Gambar-2 “Denah Kemah Suci” atau Tabernakel), gambar ini adalah Keselamatan Sekarang, saudara dikuduskan.
Dalam Ruang Suci/Ruang Kudus inilah sekarang saudara sedang diproses.
d
Gambar-2 “Denah Kemah Suci” (Tabernakel)
 G3
Gambar-3 “Ruang Suci & Ruang Maha Suci” serta Perabotannya.
Perabot didalam Ruang Suci adalah Meja Roti Sajian ; Kandil atau Menorah yaitu Firman ; dan Mezbah Ukupan, yaitu doa, pujian dan penyembahan (lihat Gambar-2 dan Gambar-3).
Keselamatan Yang Akan Datang
Saudara bayangkan saat ini saudara masuk dalam Zaman Gereja, tapi saudara tidak pernah membangun hubungan dengan Tuhan.
Saudara bayangkan saat ini saudara masuk dalam Zaman Gereja, tapi saudara tidak membaca firman.
Apakah saudara bisa masuk dalam Keselamatan Yang Akan Datang untuk diper-muliakan bersama dengan Tuhan? Tidak mungkin, itu mustahil.
Jadi kalau saudara mau sempurna, caranya antara lain :
  • Belajar firman Tuhan.
  • Membangun hubungan dengan Tuhan. Tanpa membangun hubungan maka saudara tidak akan pernah sempurna
Jadi keselamatan dinamis terdiri dari Keselamatan Masa Lalu, Keselamatan Sekarang dan Keselamatan Yang Akan Datang.
Saat kita percaya, kita telah diselamatkan, tapi permasalahannya :
  • Banyak orang yang terlantar di tahap pertama, sehingga dia tidak bisa masuk kedalam tahap kedua.
  • Mereka yang berhasil masuk di tahap kedua, memilih untuk bertumbuh dan masuk kedalam kasih karunia demi kasih karunia yaitu didikan, pemuridan dan salib.
  • Kalau saudara tidak masuk kedalam tahap kedua ini, maka saudara akan menanggalkan salib.
Pertanyaannya :
Apakah Salib itu pilihan atau keharusan?
  • Jawabannya : Keharusan !
Kalau orang berkata “bahwa salib itu pilihan”, berarti dia sedang bakar Injil.
Tegasnya salib itu bukan pilihan, tapi keharusan.
Mengapa?
  • Jawabannya : Karena Kristen tanpa salib, tidak akan ada pemulihan.
Apabila saudara jadi orang Kristen, tapi tidak mau mendengar suara Tuhan, tidak mau membangun hubungan dengan Tuhan dan tidak mau mematikan daging, berarti saudara orang Kristen yang hanya sekedar simpatisan belaka yang tidak akan pernah menjadi sempurna.
Apakah saudara orang Kristen yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, tapi belum mengerti bagaimana caranya saudara mengikut Yesus?
  • Mengikut Yesus harus pikul salib.
  • Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (saudara masuk di Pelataran).
  • Sebelum masuk Ruang Suci saudara harus menyerahkan diri dulu untuk dibaptis dengan baptisan Yohanes, masuk Ruang Suci lalu pikul salib (di Ruang Suci)
  • Saat pikul salib, saudara disakiti tidak boleh melawan, saudara difitnah diam saja, dilukai tidak usah berkata-kata.
Itulah salib :
  • Kalau difitnah, kalau dilukai dan saudara masih melawan, itu bukan salib. Itu mengajak ribut namanya.
  • Jadi kalau dilukai ampuni saja, itulah salib.
  • Kalau dipepet orang, saudara masih marah, berarti saudara belum pikul salib.
  • Kalau barang yang engkau sayangi dirusak orang, lalu engkau marah, berarti bukan pikul salib.
Bagaimana caranya bisa pikul salib?
  • Terkadang kita diijinkan Tuhan untuk disakiti orang, memang menya-kitkan tapi ternyata ada tujuannya, yaitu agar kita bisa belajar cara menerima orang tanpa syarat.
  • Saat menjadi murid maka saudara harus membuang sifat individualistis atau ego.
  • Kalau saudara masih egois, yang penting hidupku, yang penting punya-ku, yang penting aku, aku, aku, maka saudara tidak bisa menjadi murid sampai kapanpun.
Kalau saudara benar-benar mau menjadi murid, maka ego harus lepas.
Dan saudarapun tidak mementingkan diri saudara lagi, yang penting orang lain disekitar saya.
Paulus berkata :
  • “Aku siap untuk Tuhan, aku siap memberitakan Injil,
  • Walaupun aku lagi sulit, walaupun aku lagi terapung-apung di lautan, walaupun aku tidak makan, walaupun aku dipenjara dan dipecut demi injil, dan demi keselamatan orang lain”.
Akan sampaikah kita ke tingkat ini?
Kalau saudara berkata saya harus sampai ke tingkat itu, maka saudara adalah murid-murid Tuhan.
  • Menjadi murid harus membuang sifat ego.
  • Gereja bukan “club house”, yang sekedar bertemu tapi tidak terbina hubungan.
Chosen Generation harus menjadi gereja yang murni (bukan “club house”), dimana kita bertemu dan kita menjadi saudara.
  • Jangan sampai ketika kita bertemu orang gereja kita di luar, tapi sau-dara tidak kenal atau pura-pura tidak kenal.
  • Gereja bukan “club house”. Kalau “club house”, saya datang salaman tapi selanjutnya tidak ada hubungan, tidak ada komunikasi.
  • Gereja harus mencerminkan kasih yang sebenar-benarnya.
Ketika Erick datang, hai Erick apa kabar? Saya doakan, ya. Ada kepedulian antara satu dengan yang lain.
Kalau tidak ada kepedulian, itu namanya bukan gereja tapi club house, hanya sekedar datang, salaman, tapi tidak ada hubungan.
Yang namanya Gereja harus terbina hubungan dengan sesama.
Saat Tuhan membawa murid-murid pertama kalinya, Tuhan membawanya ke gereja. Tuhan membuat suatu komunitas untuk saling peduli satu dengan yang lain.
  • Kalau saudara tidak bergereja berarti saudara tidak berkomunitas.
  • Saudara harus berkomunitas dimana ada hubungan satu dengan yang lain, dimana ada pergaulan, ada keintiman satu dengan yang lain, dimana ada saling peduli satu dengan yang lain.
Pemuridan harus membuang sifat ego.
  • Ego itu elu, elu, gue gue, jangan ganggu urusan gue, atur saja urusan lu sendiri, lu punya masalah urus saja sendiri.
  • Jadi jika tidak ada kepeduliaan, maka ini bukan gereja.
  • Tuhan mau saudara berkomunitas
Kisah Para Rasul 4 : 32-37
4:32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
Judulnya jemaat mula-mula.
Jemaat dalam bahasa Yunani adalah Eklesia, yaitu orang yang sudah di-lepaskan dari kegelapan dan berpindah kepada terang.
Harus ada saling peduli satu dengan yang lain.
Selama dalam keluarga besar Chosen Generation ada kepedulian satu dengan yang lain, pasti akan kuat gereja ini.
Walaupun jumlah kita tidak banyak, tapi kita kuat karena kita saling peduli dan saling menolong satu dengan yang lain, saling mendukung satu dengan yang lain.
Eklesia, mereka dilepaskan oleh Tuhan dari kegelapan dan masuk ke terang, lalu mereka membangun satu komunitas, karena yang pertama Tuhan katakan yaitu harus membangun suatu komunitas kegiatan gerejani.
Kisah para Rasul 4:33-37
4:33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
Rasul-rasul bersaksi artinya berkhotbah tentang kebangkitan Tuhan Yesus tapi harus tetap berkomunitas.
4:34 Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
Ada kepedulian satu dengan yang lain
4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
Banyak Gereja sekarang sudah individual. Bertambah besar gereja semakin bertambah individual, datang ke gereja tapi tidak mengenal satu dengan yang lain. Lebih besar lagi gerejanya, semakin seperti “club house”.
Begitu datang di gereja tidak kenal meskipun sudah 5 tahun, tapi tidak mengenal satu dengan yang lain, karena saudara merasa diri saudara eksklusif satu dengan yang lain, berarti tidak ada komunitas, tidak ada kepeduliaan.
4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
Ada kepeduliaan, ada keintiman satu dengan