Renungan Mingguan 1 November 2020 – JANGAN PADAM PELITAMU

BULIETIN NO.300 TAHUN KE-5

JANGAN PADAM PELITAMU

Saat ini banyak orang yang dulunya menggebu-gebu dalam Tuhan kini sepertinya tidak ada gairah lagi untuk bersekutu dengan Tuhan. Dunia mengalami satu perubahan drastis dengan adanya covid 19, dimana gereja-gereja dipaksa untuk beribadah dirumah dan seluruh kegiatan yang dulunya bisa bergerak bebas tetapi saat ini semua terbatas.

Tanpa disadari orang-orang percaya saat ini sepertinya dibuat iblis untuk mulai tidak punya kerinduan lagi kegereja dikarekan terlalu lama ibadah online dan alhasil mereka terbiasa melihat khotbah sambil tidur-tiduran, sambil masak, bermain dengan anak-anak dll. Sudah tidak menghargai ibadah yang semestinya kita lakukan dengan rasa hormat pada kehadiran Tuhan. Orang-orang mulai terbiasa ibadah melalui hp,tv, sambil bersantai.

Tahukah saudara bahwa roh jahat sedang merancang suatu sistem dimana manusia mulai dimanjakan dengan situasi yang lebih nyaman dimana ibadah tidak perlu bangun pagi mandi , naik kendaraan,keluarkan ongkos, pergi jauh dan harus duduk dengan teratur serta memberikan persembahan seperti biasanya,beda saat dirumah bisa santai tanpa harus mandi, bisa duduk santai sambil makan, bisa sambil main hp , ngobrol dll. ini yang membuat orang semakin nyaman dengan cara ibadah seperti ini.

Ingat dan waspadalah jika kita sudah terbiasa untuk tidak membangun hubungan intim dengan Tuhan, tanpa disadari pelita kita mulai padam dan kita sudah tidak memiliki gairah untuk mencari wajah Tuhan. Ketika resesi mulai terjadi dimana-mana, bencana datang dengan tiba-tiba, kerusuhan, peperangan terjadi, pertanyaannya siapkah kita menghadapi situasi ini ? jangan sampai pelitamu padam, engkau tidak akan pernah bisa menang atas semua yang akan terjadi jika engkau meninggalkan persekutuan dengan Tuhan. karena hanya Tuhan yang sanggup melindungimu( Mazmur 119:105).

25 OKTOBER 2020 BAGAIMANA KEGELAPAN BEKERJA BAG.3 (VIDEO KHOTBAH)

MEMUJI TUHAN – 27 SEPTEMBER 2020

Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. (Mazmur 22 : 4).

MEMUJI TUHAN

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH “ONLINE” 27 SEP 2020

==========

Shalom !

Saudara yang terkasih dalam Kristus apa kabar semuanya? Kita berdoa semuanya sudah sehat, tidak ada lagi yang sakit, tidak ada yang sakitnya lama, serta terus percaya pada Tuhan, mengasihi Tuhan dan jangan berhenti melayani Tuhan.

Hari ini kita akan belajar tentang “Memuji Tuhan”. Meskipun ini hal yang sederhana tapi dampaknya besar. Kita sebagai orang percaya sudah sepatutnya memuji dan memuliakan Tuhan, karena itu adalah kewajiban kita sebagai orang percaya.

Pujian merupakan pernyataan iman kita sebagai orang percaya kepada Tuhan kita.

  • Karena ketika memuji Tuhan itulah pernyataan iman yang tertinggi dari orang percaya.
  • Tahta Allah merupakan tempat dimana Allah bersemayam.
  • Tahta Allah seakan-akan menjadi tempat yang sangat jauh dan yang tidak tersentuh, tetapi “Allah bertahta di atas pujian” kita sebagai orang percaya.

Mazmur 22 : 4

22:4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel

Allah bertahta di tempat yang maha tinggi, sehingga kita tidak bisa menyentuh-Nya, tetapi Allah bertahta di atas pujian-pujian kita.

  • Pujian adalah buah pengenalan kita kepada Allah.
  • Dengan mengenal Allah, kita baru bisa memuji Allah.
  • Lewat pujian, kita menyadari kasih Tuhan kepada kita.

Pujian adalah pernyataan kekaguman kita kepada Tuhan Yesus Kristus, sehingga kita dapat meninggikan dan memuliakan-Nya.

  • Jadi pujian adalah buah dari pergaulan kita dan pengalaman kita berjalan bersama Tuhan.
  • Daud menyadari betapa pentingnya doa, tapi ada hal yang lebih penting lagi baginya yaitu memuji-muji Tuhan.

Mazmur 55 : 18

55:18 — Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku.

“Ia mendengar suaraku” artinya doa, yaitu Daud berdoa di waktu petang, pagi dan siang hari. Daud berdoa tiga kali dalam sehari dan TUHAN mendengar doanya.

Mazmur 119 : 164

119:164 Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.

Daud memuji TUHAN tujuh kali dalam sehari. Daud menyadari betapa pentingnya memuji TUHAN.

  • Daud adalah orang yang mengenal TUHAN tapi dia rela seperti mempermalu-kan dirinya demi dapat memuji TUHAN dan menyenangkan hati-Nya.
  • Kita harus memiliki pribadi seperti Daud yang siap mempermalukan diri kita sendiri demi menyenangkan hati Tuhan.

2 Samuel 6 : 14-16

6:14 Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.

6:15 Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.

6:16 Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.

2 Samuel 6 : 21-22

6:21 Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: “Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, — di hadapan TUHAN aku menari-nari,

6:22 bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati.”

Manusia boleh memandang kita rendah, tetapi di mata Allah kita berharga ketika kita memuji-muji Tuhan.

  • Maukah saudara, “hidup saudara” menjadi puji-pujian bagi Tuhan?
  • Maukah kita memuji Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari ini?

Memuji Tuhan bukanlah perkara yang mudah.

  • Tabut Allah menyatakan kehadiran Allah atau hadirat Allah atau kemuliaan Allah.
  • Waktu tabut Allah masuk ke kota Daud, apakah yang Daud lakukan?

Yang Daud lakukan pada waktu Tabut Allah masuk ke kota Daud adalah “Daud membentuk team pujian

1 Tawarikh 16 : 4-9

16:4 Juga diangkatnya dari orang Lewi itu beberapa orang sebagai pelayan di hadapan tabut TUHAN untuk memasyhurkan TUHAN, Allah Israel dan menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi-Nya.

16:5 Kepala ialah Asaf dan sebagai orang kedua ialah Zakharia; lalu Yeiel, Semiramot, Yehiel, Matica, Eliab, Benaya, Obed-Edom dan Yeiel yang harus memainkan gambus dan kecapi, sedang Asaf harus memainkan ceracap

16:6 dan Benaya serta Yahaziel, imam-imam itu, selalu harus meniup nafiri di hadapan tabut perjanjian Allah itu.

16:7 Kemudian pada hari itu juga, maka Daud untuk pertama kali menyuruh Asaf dan saudara-saudara sepuaknya menyanyikan syukur bagi TUHAN:

16:8 Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!

16:9 Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!

Daud mengerti betapa pentingnya suatu pujian bagi TUHAN, sebab TUHAN itu besar dan layak dipuji.

  • Orang yang memuji Tuhan berarti mengakui siapa Tuhan dan siapa dirinya.
  • Orang yang tidak bisa memuji Tuhan berarti dia merasa dirinya lebih unggul daripada Tuhan.

Kitab Mazmur merupakan kitab yang terdapat banyak puji-pujian dan keluh kesah kepada Allah.

  • Ketika kita belajar Mazmur, Tuhan sedang menunjukkan kepada kita bahwa orang yang memuji Tuhan adalah orang yang dituntun oleh Tuhan melewati berbagai kesesakan hidup dan berbagai persoalan.
  • Tapi orang ini akan menang melewati persoalan hidup.
  • Salah satu bagian dari pengalaman hidup kita adalah bayang-bayang maut atau lembah kekelaman.

Mazmur 42 : 8

42:8 Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.

Segala gelombang melingkupi aku, semua masalah seakan-akan menimpa aku, aku mengalami semua masalah yang dialami semua orang di dunia ini. Pemazmur seakan-akan berkata, “aku melewati badai demi badai dan membuat aku memuji TUHAN.”

Memuji Allah bukan hanya keluar dari mulut orang-orang yang hidupnya enak dan serba baik atau serba ada saja.

  • Tetapi juga keluar dari setiap mulut orang-orang percaya, walaupun yang mereka hadapi tidak baik, mereka tetap percaya bahwa Tuhan sedang mengerjakan kebaikan bagi mereka.
  • Oleh sebab itu, meskipun lewati lembah dan masalah, kita bisa tetap memuji Tuhan.

Disitulah letaknya kemenangan yang di raih orang-orang percaya.

Roma 8 : 28

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan yang serba baik bagi kita semua.

  • Lewati saja lembah-lembah kelam dan percayalah kita tetap memuji Tuhan.
  • Tuhan tidak hanya meminta kita memuji Dia di gunung yang tinggi, tetapi juga untuk memuji Dia walaupun kita berada didalam lembah kekelaman sekalipun.

Puncak kemenangan kita adalah ketika kita percaya akan tuntunan-Nya, dengan berkata :

  • “Aku akan tetap memuji Tuhan, walaupun tidak melihat Tuhan”.
  • “Aku tetap percaya Tuhan, walaupun semuanya serba kelam”.

Hanya orang yang mengenal Tuhan, yang memiliki pengalaman-pengalaman pribadi bersama dengan Tuhan, bisa tetap memuji Tuhan dalam segala situasi dan kondisi hidupnya.

  • Kalau saudara tidak pernah melewati lembah kekelaman, saudara tidak akan pernah belajar memuji Tuhan di dalam lembah kekelaman.
  • Saat di puncak atas, saat kondisi kita baik, kita bisa dengan mudah memuji Tuhan.
  • Tetapi begitu di lembah kelam kita mengalami angin yang begitu dingin, jalan yang gelap pekat sampai jalan yang kita lewati tidak terlihat, namun Tuhan mau kita tetap memuji Dia.

Inilah yang disebut dengan pengenalan akan Tuhan dan pujian sejati.

  • Pujian sejati adalah pujian yang keluar saat berada dalam lembah kelam.
  • Pujian sejati bukan keluar dari mimbar yang besar.
  • Pujian sejati bukan keluar saat semuanya serba baik.

Tetapi pujian sejati keluar ketika saudara memuji Tuhan di lembah-lembah yang kelam bahkan yang paling gelap.

  • Kalau saudara memakai baju longgar mudah untuk memuji Tuhan.
  • Kalau saudara memakai baju ketat dan masih bisa memuji Tuhan, itulah yang Tuhan mau.
  • Meskipun di tengah kesesakan saudara harus tetap memuji Tuhan.

Pujian sejati disebut dengan istilah “korban pujian”.

Ibrani 13 : 15

13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

Korban syukur atau korban pujian. Korban adalah persembahan atau kematian atau kerugian.

  • Orang yang memberikan korban adalah orang yang menderita kehilangan atau kematian.
  • Mempersembahkan korban bukan untuk menerima sesuatu, tetapi untuk kehilangan sesuatu.

Contohnya : Misalnya saya memiliki lembu, lalu saya korbankan bagi Tuhan.

  • Awalnya lembu itu milik saya, tetapi setelah lembu itu saya korbankan atau saya persembahkan, sudah menjadi lembunya Tuhan.
  • Orang-orang percaya harus diproses dulu, ditempa agar benar-benar bisa mengenal cara kerja Tuhan, mengenal kasih Tuhan dan perlindungan Tuhan, barulah saudara bisa memuji Tuhan.

Saudara tidak akan bisa memuji Tuhan jika saudara tidak mengenal siapa Tuhan yang saudara puji dan saudara sembah.

  • Saat semuanya tidak baik, tetapi tetap memuji Tuhan, disitulah kita sedang memberikan korban pujian bagi Tuhan.
  • Korban pujian, adalah dari orang yang tetap memuji Tuhan di tengah-tengah kesesakan dan penderitaan.
  • Meskipun sedang kesusahan atau sedang kekurangan, tetapi tetap memuji Tuhan, saat itulah pujian kita menjadi suatu korban pujian yang berkenan di hadapan Allah.

Tanpa melalui lembah yang kelam saudara tidak akan mengerti apa artinya korban pujian.

  • Saat semuanya serba baik mudah untuk berkata “Sebab Tuhan baik”
  • Tapi begitu dalam lembah kelam, bisakah saudara tetap berkata, “Sebab Tuhan itu baik, bahwasanya untuk selamanya kasih setia-Nya”.

Saudara harus belajar, meskipun saudara di tengah kesesakan atau kekurangan saudara harus tetap mempersembahkan korban pujian kepada Tuhan.

  • Memuji Tuhan ibarat menyembelih lembu tambun atau saudara membawa “Ishak” (orang yang paling saudara sayang), untuk dibawa ke mezbah sebagai korban.
  • Itulah korban pujian.

Saudara tidak selalu berjalan di padang rumput yang hijau dan dibawa ke mata air yang tenang, tetapi juga dibawa Tuhan ke dalam lembah kekekalaman.

  • Disitulah saudara diminta oleh Tuhan untuk membawa pujian yang disebut “korban pujian”.
  • Pujian bukan hanya korban, tetapi juga membawa kita kepada kemenangan demi kemenangan .

Iblis seringkali mempersulit kita untuk memuji Tuhan, apalagi ketika kita berada di tengah-tengah masalah.

  • Iblis sering membuat kita terfokus hanya pada masalah yang sedang kita alami saja, sehingga kita tidak melihat kebaikan Tuhan lagi.
  • Iblis membuat pujian kita seakan-akan tersumbat, kita terikat dan sulit mengatakan bahwa Tuhan baik sehingga membuat mulut kita tertutup untuk berkata, “Tuhan itu baik”.

Paulus dan Silas ketika sedang berada didalam penjara dengan kaki terbelenggu dan tangannya terikat, tubuhnya penuh luka, penjaranya tertutup.

  • Tapi mulutnya tidak tertutup untuk memuji Tuhan.
  • Begitu Paulus dan Silas memuji Tuhan dalam keadaan terikat dan sengsara, pujiannya menjadi korban bagi Tuhan dan Allah bertahta di atas pujiannya.
  • Begitu Allah bertahta di atas pujian, belenggu dipatahkan, jeruji-jeruji penjara roboh.

Tidak ada satupun yang menghalangi kita dengan Tuhan ketika kita memuji-muji Tuhan.

  • Korban pujian menggiring kita pada kemenangan yang luar biasa.
  • Mulai hari ini pujilah Tuhan ketika saudara dalam kesesakan dan didalam lembah kekelaman, agar mengalami kemenangan yang luar biasa, saudara akan keluar dari lembah dan duduk makan bersama lawan-lawan saudara.

Kisah Para Rasul 16 : 25

16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

Paulus dan Silas di penjara tetap memuji sampai semua orang di dalam penjara mendengar pujian mereka.

Kalau orang penjara saja mendengar pujian Paulus dan Silas apalagi Tuhan.

  • Mereka berdua tidak malu memuji Tuhan di dalam penjara, mereka tetap bersukacita.
  • Saat Petrus di penjara, jemaat berdoa dan penjara itu terbuka.
  • Petrus bisa keluar dari penjagaan yang begitu ketat.

Kisah Para Rasul 12 : 4-12

12:4 Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.

12:5 Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

12:6 Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.

12:7 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.

12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: “Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!” Ia pun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: “Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!”

12:9 Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

12:10 Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.

12:11 Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: “Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.”

12:12 Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.

Petrus bisa keluar dari penjara yang dikawal begitu ketat karena ada doa.

  • Paulus dan Silas memuji Tuhan walaupun kakinya terpasung, badannya terikat, tapi rohnya membubung kepada Allah sampai menghadap tahta Allah dan Allah bertahta di atas puji-pujian.
  • Pujian yang timbul dari kesukaran, inilah yang disebut korban pujian.

Kisah Para Rasul 16 : 19

16:19 Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa.

Kisah Para Rasul 16 : 21 – 23

16:21 dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya.”

16:22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.

16:23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.

Paulus, Silas dikawal begitu rupa tapi rohnya tetap memuji Tuhan.

DUA HAL YANG MEMBUAT ORANG KRISTEN MENGALAMI KEMENANGAN

  1. Ketika kita berdoa”.
  2. Ketika doa kita menjadi puji-pujian bagi Tuhan”.

Kemenangan terjadi bagi Paulus dan Silas sehingga terlepas dari seluruh ikatan yang membelenggu tubuh mereka.

  • Bukan hanya Paulus dan Silas yang terlepas tapi kepala penjara dan seluruh keluarganya menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat mereka.
  • Inilah kemenangan yang sesungguhnya.

Ketika saudara berdoa pada saat saudara berada di tengah situasi yang sulit, ketika berada di tengah kesukaran saudara memuji Tuhan, maka saudarapun akan bisa melampaui kesulitan-kesulitan itu.

  • Tuhan bukan hanya mengajak kita untuk berdoa keluar dari masalah, tetapi Tuhan mau mengajak kita untuk memuji Dia.
  • Dengan memuji Tuhan, dari keadaan kalah akan berbalik menjadi keadaan yang penuh kemenangan.
  • Kita akan menang atas setiap persoalan, jika kita memuji Tuhan di tengah persoalan.

Seringkali dalam pergumulan, kita sulit sekali untuk berdoa.

  • Senjata pertama namanya senjata doa.
  • Begitu kita masuk dalam pergumulan yang berat, kitapun akan sulit sekali menggunakan senjata doa, maka Tuhan akan memberikan senjata lain yaitu senjata puji-pujian.

Ketika saudara bisa memuji Tuhan di tengah persoalan saudara, saudara akan melihat Tuhan bertahta dan disitulah kemenangan akan terjadi.

  • Kita wajib mempertahankan roh yang Tuhan beri agar tetap menyala-nyala untuk memuji Tuhan dan lebih unggul dari para pendakwa kita, sehingga roh yang ada di sekitar kita diikat dan bungkam.
  • Disitulah kita akan melihat kemenangan dari Tuhan.
  • Saat kita memuji Tuhan, kita sedang menjamah tahta Allah.
  • Saat memuji Tuhan di tengah badai, roh kita akan melampaui masalah kita.

Dengan memuji-muji Tuhan berarti saudara sedang meletakkan diri saudara pada kemenangan, walaupun saudara belum melihat kemenangan itu.

  • Apapun masalahmu, jangan sampai roh kita digoyahkan.
  • Tetaplah memuji Tuhan karena pujian akan Tuhan akan membawa kita pada kemenangan demi kemenangan.

2 Tawarikh 20 : 20-25

20:20 Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa.

Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!”

20:21 Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”

20:22 Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.

20:23 Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh.

20:24 Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.

20:25 Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya.

Yehuda diserang dari berbagai penjuru, lalu Yosafat membentuk team pemuji.

  • Begitu Yehuda memuji Tuhan, sebenarnya sedang menempatkan diri pada kemenangan.
  • Begitu memuji Tuhan, musuhpun mulai saling membunuh dan Yehuda hanya menonton saja.
  • Tuhan berperang ganti kita dan bertahta atas puji-pujian umatnya.
  • Tuhan mengalahkan semua musuh kita dan semua persoalan kita, saat kita memuji Tuhan di tengah kesesakan.

Yoshua 6 : 3-5

6:3 Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya,

6:4 dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.

6:5 Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.”

Yoshua 6 : 13

6:13 Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup.

Yoshua 6 : 16

6:16 Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu!

Yoshua 6 : 20

6:20 Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.

Mereka bersorak memuji Tuhan dan meniup sangkakala sampai tembok runtuh.

  • Akhirnya semua yang mustahil menjadi tidak mustahil, semua yang tidak ada dalam pola pikir manusia, Tuhan kerjakan.
  • Ketika saudara memuji Tuhan ditengah ketidak-mustahilan, saudara akan melihat segala yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Sulit untuk bisa memuji Tuhan ditengah lembah kekelaman, tetapi inilah caranya Iblis membuat saudara untuk focus melihat masalah tapi Tuhan mengajak saudara melihat kebesaran-Nya.

  • Melalui kebesaran-Nya, saudara memuji Tuhan untuk menempatkan diri pada kemenangan.
  • Marilah kita masuk pada pujian kepada Tuhan.

Ingatlah! Jika engkau mau menggerakkan tangan Allah, buatlah Dia bertahta di atas pujian.

  • Kemenangan rohani bersandar pada puji-pujian kepada Tuhan.
  • Iman melahirkan puji-pujian.

Mazmur 106 : 12

106:12 Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya, mereka menyanyikan puji-pujian kepada-Nya.

Ketika kita percaya, kita baru bisa memuji Tuhan, kalau saudara tidak memuji Tuhan di tengah kesukaran berarti saudara belum menjadi orang percaya.

  • Bila kemuliaan Allah memenuhi mata kita maka membuat kita bisa percaya kepada Dia.
  • Bila kemuliaan Allah memenuhi roh kita maka kita akan bisa memuji Tuhan di tengah masalah.

Allah patut menerima pujian, apapun kondisi kita, Dia unggul dalam segala hal, tidak ada bandingannya, tidak terkalahkan.

  • Begitu mudah memuji Tuhan di tengah kelimpahan tapi belajarlah membawa korban pujian kepada Tuhan ketika memuji Tuhan di tengah kesukaran.
  • Jangan menunggu masalahmu beres baru memuji Tuhan, jangan menunggu musuhmu lari baru memuji Tuhan.
  • Tapi biarlah musuhmu lari ketika engkau memuji Tuhan, biarlah masalahmu beres ketika engkau memuji Tuhan.

Pujilah Tuhan maka musuhmu akan lari dan urusanmu akan beres.

Mazmur 50 : 23

50:23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

Agar kita bisa memuliakan Tuhan, pujilah Tuhan walaupun kita sedang berada di tengah kesesakan, penderitaan dan pergumulan, kita tetap berkata, Tuhan itu baik.

Muliakan Tuhan bukan berdasarkan situasi kondisi tapi muliakan Tuhan karena dia layak menerima pujian dari kita.

Bila Allah bertahta atas puji-pujian saudar, maka masalahmu akan diselesaikan.

  • Memuji Tuhan terus jangan pernah berhenti, karena Dia besar, Dia perkasa, Dia luar biasa dan layak untuk dipuji.
  • Semakin sempurna pengenalan saudara akan Tuhan, semakin sempurna pula pujian saudara kepada Tuhan.

Mari kita memuji Tuhan bukan hanya ketika keadaan kita semuanya serba baik, tetapi pujilah Tuhan ketika yang saudara alami semuanya serba tertutup dan atau serba tidak ada.

Ketika saudara memuji Tuhan saat saudara berada dalam lembah kelam, berarti saudara sedang memposisikan diri saudara pada titik kemenangan dan saudara akan melihat tangan Tuhan bekerja menggantikan tangan saudara.

Amen.

Tuhan Yesus memberkati

GEREJA PELAYANAN PENYEMBAHAN KHARISMATIK

JEMAAT CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

Renungan Mingguan 25 Oktober 2020-KERJASAMA AKAN LEBIH MAKSIMAL DALAM MELAYANI TUHAN

BULETIN NO. 299 TAHUN KE-5

KERJA SAMA AKAN LEBIH MAKSIMAL DIDALAM MELAYANI TUHAN

Sadarkah saudara, apa yang dilakukan bersama akan membuahkan hasil yang lebih maksimal. Contoh satu ekor belalang yang melompat melintasi ladang tampak tak ada artinya. Namun ketika ia bergabung dengan belalang-belalang lain, sekawanan belalang itu akan segera melahap semua tanaman yang mereka lewati.

Belalang menunjukkan kekuatan kerja sama demi kepentingan bersama. Apa yang tidak dapat mereka lakukan sendiri, dapat diselesaikan bersama-sama. Dalam kitab Amsal 30:27 dikatakan belalang tidak memiliki pemimpin tapi dapat berbaris teratur. Inilah yang dinamakan kerjasama tim. Kerjasama hanya bisa terjadi ketika masing-masing mau mendahulukan kepentingan bersama demi tercapainya tujuan (Filipi 2:1-4). Tanpa masing-masing anggota meredam ego mana mungkin kerja sama tim terbentuk?

Para pengikut Kristus yang bekerja dan berdoa bersama-sama akan dapat membuat kemajuan yang jauh lebih besar bagi Dia daripada jika masing-masing berusaha sendiri. Pada saat orang-orang kristiani bersatu untuk melayani Tuhan, mereka dapat menjadi kekuatan yang luar biasa bagi Allah dalam memenuhi kehendak-Nya bagi gereja.

Saudaraku walau dalam Alkitab perjanjian baru mendorong kita untuk memiliki iman secara pribadi dalam Yesus Kristus, tetapi tak sedikit pun disinggung tentang iman yang hanya mementingkan diri sendiri. Kita membutuhkan saudara seiman lain, dan saudara kita pun membutuhkan kita (Ibrani 10:24,25).

Marilah kita bersukacita dan ikut serta dalam membangun kekuatan dan persekutuan dalam satu tubuh Kristus. Gereja yang efektif akan mengikuti keteladanan yang ditunjukkan oleh binatang kecil yang nampak lemah seperti semut dan juga belalang, yaitu melalui kerja sama dan kesatuan kita dalam Roh Kudus maka perkara besarpun bisa terjadi

18 OKTOBER 2020 – BAGAIMANA KEGELAPAN BEKERJA BAG.2 (VIDEO KHOTBAH)

UNDANGAN DARI ORANG FARISI -11 OKTOBER 2020

Hari ini kita mempelajari tentang: “Undangan dari orang Farisi”.

Tuhan Yesus pernah dijamu oleh orang-orang Farisi, dan pada kesempatan itu Tuhan Yesus menyampaikan firman Allah di tempat itu.
Mari kita lihat dari Lukas 14: 1-24
Dari bacaan ini, ada beberapa poin penting yang harus kita simak tentang bagaimana caranya seseorang mengalami perubahan, dan apa yang terjadi jika seseorang tidak mau berubah.

Pertama:
Lukas 14:1- 6 Tuhan merubah agama, tradisi/kebiasaan menjadi suatu “hubungan”, dan hubungan itu dilandasi oleh atas dasar kasih.

Jika hubungan bukan berdasarkan “kasih” maka hubungan tersebut hanya berdasarkan formalitas belaka.

Tuhan tidak mau merubah orang-orang hanya secara moral saja, tapi Tuhan mau merubah orang-orang Farisi ini dengan kasih-Nya supaya dengan kasih-Nya itu mereka mereka bisa diubah secara moral.

Kasih adalah dasar dari pengajaran Yesus Kristus.
1 Yohanes 4: 7- 11
Inilah yang namanya “hubungan”. Dimana Allah mengasihi kita dan kita mengasihi Allah lewat suatu hubungan yang intim dengan Allah, dan sejalan dengan itu kita juga hidup di dalam kasih dengan sesama.

Inilah kunci dari pengajaran Yesus, yaitu bukan sekedar “perubahan moralitas” belaka. Tapi perubahan budi manusia lewat “hubungan”, yaitu itu adanya impartasi Hayat Allah di dalam diri kita semua.

Agama mengajarkan kita mengalami perubahan secara moralitas, tapi Yesus mengajarkan kita bukan berubah cara moralitas belaka. Yesus mengajarkan kita bahwa lewat kasih-Nya kita berubah secara batiniah, sehingga melalui batiniah yang berubah moralitas kita juga berubah.

Pada peristiwa ini, ketika Yesus di undang oleh orang Farisi, di tempat itu ada terdapat orang-orang sakit, sementara hari itu adalah hari sabat. Secara tradisi orang sakit tidak boleh disembuhkan pada hari sabat.

Di sini kita mempelajari beberapa hal penting:
• Agama mengikat seseorang dengan berbagai peraturan dan larangan. Tetapi kasih membuat orang terbebas dari belenggu dosa sehingga mereka bisa dengan sadar dan dengan hati yang terbuka untuk menjalankan berbagai aturan dan larangan itu dengan benar (Jika kasih Allah menguasai hati dan pikiran kita, maka kita dapat mengetahui kehendak-Nya, sehingga perkara bolehkah menyembuhkan orang pada hari sabat tidak menjadi pertentangan bagi kita, karena kita sudah mengetahui kehendak Tuhan di dalam firman-Nya).

Jika hubungan tidak didasari oleh kasih, maka hubungan akan didasarkan oleh ambisi-ambisi pribadi. Ambisi pribadi ini yang akan mendorong orang untuk melakukan tuntutan demi tuntutan bagi kepentingan dirinya sendiri dan ini sangat berbahaya.

Saat peristiwa adanya orang sakit pada hari sabat, dan menurut tradisi tidak boleh menyembuhkan orang pada hari sabat, tapi melalui hal ini Yesus hendak merubah agama menjadi suatu hubungan yang didasarkan atas dasar kasih.

Kedua:

Lukas 14: 7-11 Perubahan perilaku untuk meraih keselamatan.

Untuk mendapatkan keselamatan kita membutuhkan kasih karunia, karena tidak seorangpun bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

Ada 3 prinsip fundamental dari Injil: yaitu “pembenaran”, “pengudusan”, dan “penghakiman”.

Pembenaran berbicara tentang kasih.
Kita diselamatkan karena kasih karunia, dan keselamatan itu membuat kita mendapatkan pembenaran dari Allah. Kita dibenarkan oleh Allah.

Ketika saudara sudah mendapatkan pembenaran, maka saudara harus bergerak menuju arah “pengudusan”. Jika saudara tidak bergerak dalam pengudusan maka kita akan masuk ke dalam “penghakiman”.
Kasih karunia berfungsi untuk menghantar kita kepada Allah.
Ketika kita sudah dibenarkan maka kita harus bergerak pada posisi kedua yaitu itu perubahan perilaku
untuk meraih keselamatan.
Contoh: saya mendapatkan sebuah mobil. Tapi bagaimana caranya supaya mobil ini bisa jalan kalau saya tidak tahu caranya membuka pintu dan mengendarainya? Tidak ada cara lain yaitu saya harus “belajar” mengendarainya.
Begitupun dengan pengudusan. Tidak ada cara lain untuk mengalami pengudusan selain dengan mempelajari firman Tuhan dan menjadikan firman Tuhan sebagai gaya hidup sehari-hari, sehingga daging kita dikikis setiap hari.

Tapi ketika saudara tidak mau belajar, tidak mau berubah maka kasih karunia akan menjadi “murahan”, dan “barang rongsokan”, karena saudara tidak pernah makai kasih karunia itu untuk berjalan dalam kekudusan.

Pada kesempatan ini Tuhan juga mengajarkan untuk tidak mencari tempat-tempat terhormat. Hal ini berarti Tuhan mengajarkan untuk tidak meninggikan diri kita, karena sudah pasti Saudara akan ditinggikan ketika saudara merendahkan diri.

Matius 18: 23- 35 dalam perikop ini ditegaskan bahwa seseorang yang sudah mendapat anugerah, sudah mendapat pengampunan dari Tuhan, namun ia tidak memanfaatkan anugerah yang telah Ia terima. Ia tidak mau mengampuni orang lain yang menyakitinya. Di sini dia sedang tidak memanfaatkan kasih karunia itu.

Bagaimana kita mengetahui bahwa kasih karunia itu sudah bekerja di dalam hidup kita? Caranya yaitu ketika kita sudah mengalami perubahan budi dan perubahan perilaku.

Banyak orang tidak menyadari bahwa kasih karunia sudah bekerja dalam dirinya. Hal ini ditandai lewat cara hidupnya yang tidak bersyukur atas kasih karunia yang sudah ia terima (tidak adanya perubahan perilaku dalam kehidupannya sehari-hari).

Jika kita tidak mau berubah (masih mempunyai harga diri yang tinggi, pendendam, tidak mau diusik oleh orang lain, dan segala macam keinginan daging), maka akibatnya kita akan masuk dalam fundamental yang ketiga yaitu penghakiman.

Apakah Cukup hanya sekedar diselamatkan? Jawabannya adalah “tidak” (Efesus 2: 10).

Percaya saja tidak cukup, tapi harus ada aksi dari kita yaitu “berubah”. kebiasaan kita berubah, gaya hidup kita berubah, barulah kita berjalan menuju keselamatan.

Orang-orang Farisi berebut untuk mencari tempat-tempat yang paling istimewa di mata orang banyak. Tapi Tuhan mengajarkan kepada kita supaya tidak mencari tempat-tempat istimewa, (termasuk dalam pelayanan, jangan mencari tempat istimewa, jangan maunya dihormati, di istimewakan, tapi ingatlah bahwa kamu di tempatkan untuk “melayani”, bukan untuk dilayani dan di istimewakan).

Ketika kita melayani maka kita adalah orang yang menghargai kasih karunia.

Luk 14: 11 Arti direndahkan adalah “ditolak” atau “dipermalukan”. Ini adalah dampak dari tidak mau belajar, tidak mau dibentuk, tidak mau berubah, tidak mau diatur oleh Tuhan.

Tapi jika kita mau merendahkan diri (mau belajar, mau dibentuk, mau diubah, mau diatur oleh Tuhan) maka kita akan ditinggikan-Nya.

Rendahkan dirimu dihadapan Tuhan, supaya saudara bisa ditinggikan Tuhan.
Tapi kalau saudara masih meninggikan diri, maka saudara akan dipermalukan, ditolak atau direndahkan dan ini bahaya sekali.

Iman tercermin dari tingkah laku kita. Jika kita masih mempertahankan harga diri, ego dan kepentingan diri sendiri, maka bisa jadi kita masuk dalam golongan orang tidak beriman.

Amsal 14 : 12 kita harus mau mengoreksi diri kita dengan firman Tuhan (apakah kita sudah benar tindakannya sesuai dengan firman Tuhan, jadi jangan merasa diri benar).

Jika firman Tuhan sudah menegur kita maka kita harus berubah, bukan menjadi tersinggung. Jika kita tersinggung, maka yang tersinggung adalah manusia daging kita.

Kerendahan hati adalah buah dari iman yang bekerja lewat kuasa Roh Kudus karena seseorang telah merendahkan diri.
Jadi jika seseorang tidak merendahkan diri maka kuasa Roh Kudus tidak mungkin bekerja di dalamnya.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita tentang pola pikir Allah yang berbanding terbalik dengan pola pikir dunia. Dunia mencari penghargaan, disanjung dan ditinggikan. Tapi Tuhan mengajarkan kita tidak perlu mencari penghargaan manusia, tapi cari penghargaan itu dari Allah dengan cara hiduplah sesuai pola pikir Allah.

Ketiga: Luk 14: 12-14 Berubah pola pikir.

Kalau kita tidak berubah pola pikirnya, masih menggunakan pola pikir manusia lama, maka kita tidak akan mengalami kemajuan-kemajuan rohani.

Roma 12: 1-2 Perubahan pola pikir, tidak lagi mencari kepentingan dan keuntungan diri sendiri. Tapi yang kita cari keuntungan kekal.
Filipi 2:5 berpikir seperti Tuhan Yesus berpikir.

Kis 20: 35 adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.

Tuhan ajarkan saling berbagi dan saling melengkapi satu sama lain.

Orang lumpuh, orang cacat diundang dalam perjamuan pesta tersebut. Di sini Tuhan mau mengajarkan bahwa kita harus berbuat baik/ memberi kepada mereka yang tidak bisa membalas pemberian kita. Mat 5: 46-46, yaitu mereka yang tidak bisa memberi kita keuntungan.

Keuntungan bagi kita itu di kekalan.
Lihatlah banyak orang yang berkekurangan disekitar kita, yang butuh pertolongan kita.
Menolong orang lain tidak akan mempermiskin engkau, tapi akan memperkaya engkau di dalam kekekalan.

Tuhan memberkatimu bukan untuk engkau simpan sendirian bagi kepentinganmu pribadi. Tapi Tuhan memberkatimu agar engkau salurkan berkat-Nya bagi orang-orang yang membutuhkan disekitarmu.

Memberi tidak didasari dari baik buruknya kelakukan orang kepada kita. Tapi di dasari oleh kasih Allah yang mengalir di dalam kita.
Semakin besar kita ijinkan Allah bekerja, semakin besar penyerahan diri kita kepada Allah.
Semakin besar penyerahan diri kita kepada Allah, maka semakin besar juga penyerahan diri kita kepada sesama (rela mengasihi sesama tanpa syarat).

Keselamatan terjadi karena perubahan paling mendasar dalam diri kita, yaitu cara berpikir kita.

Kalau kita berubah perilaku tapi tidak berubah pola pikir, maka kita akan mengalami “stagnan rohani”, tidak bertumbuh secara rohani.

Tuhan mau ketika kita mengalami perubahan tingkah laku, kita juga mengalami perubahan pola pikir.

Luk 14: 13 kebangkitan orang benar artinya: orang yang perilakunya benar dan pola pikirnya benar.

Orang benar yang dibangkitkan adalah orang yang hidupnya selalu dalam kebangkitan rohani (selalu hidup dalam hidup yang baru).
Tindakan iman tidak akan dijalankan oleh orang yang hidupnya dikuasai daging, hanya orang yang hidupnya dikuasai oleh Roh, dialah yang akan menjalankan tindakan- tindakan iman.

Merendahkan diri dan memberi tanpa mengharapkan kembali, itu adalah salah satu bentuk tindakan iman.
Pola pikir yang benar adalah pola pikir yang berpusat pada surga, yaitu bagaimana caranya kita hidup berkenan di hadapan Allah.

Jika saudara berpegang pada dunia, maka saudara harus melepaskan surga. Jika saudara mau berpegang pada surga, maka saudara harus melepaskan dunia. Saudara tidak bisa memengang keduanya, harus melepas dunia baru engkau bisa mendapatkan semua yang dijanjikan Allah kepadamu.

1 Timotius 6:7 Jangan mengikatkan diri dengan dunia, karena kita datang ke dunia dengan tidak membawa apa-apa. Ketika kita pergi meninggalkan dunia juga tidak membawa apa- apa.

Keselamatan tidak terpisah dari pengampunan dan pengudusan.
Roma 8:1

Keempat: Luk 14: 15-24 Perjamuan besar.

1. Kerajaan Allah adalah kedaulatan Allah, dan yang akan masuk ke dalam pesta perjamuan adalah mereka yang berpakaian pesta. Artinya mereka yang siap, tidak berdalih, dan yang merendahkan diri serta menjadikan Tuhan berdaulat dalam hidup mereka.

2. Perjamuan Mesianis, artinya kelayakan seseorang setelah dia menang atas proses kehidupan ini.

Pada perjamuan Mesianis ini semua orang diundang, Tapi sayangnya banyak yang menolak undangan Tuhan ini secara halus.

Padahal penolakan yang sopan ini sama fatalnya dengan penolakan yang dilakukan secara kasar (yaitu sama-sama menolak dan tidak hadir dalam perjamuan tersebut).

Kenapa mereka menolak?

1. Karena terikat dengan dunia, terikat dengan harta.
Orang yang terikat dengan harta kekayaan tidak mungkin jadi berkat.

2. Terikat dengan pekerjaan sehingga tidak bisa beribadah atau pelayanan.

3. Terikat dengan kekerabatan atau keluarga.

Kenapa mereka menolak? Karena mereka tidak merasa butuh akan keselamatan.
Contoh: Terlalu sibuk dengan diri sendiri, kepentingan diri sendiri, sibuk dengan pekerjaan, sehingga tidak lagi sibuk mencari Tuhan.
Kita tidak rela meninggalkan pekerjaan kita. Waktu untuk beribadah dan pelayanan pun akhirnya tergerus.


Terkadang keluarga nomor satu dibandingkan waktu dengan Tuhan. Dan dalam hal memberi pada Tuhan kita masih hitung-hitungan dengan Tuhan, padahal untuk jalan-jalan keluar kota kita tidak hitung-hitungan, inilah contoh orang-orang yang tidak butuh akan keselamatan.
Pertanyaannya: apakah seperti ini karakter makhluk surgawi? Ketika disuruh pelayanan begitu banyak alasan, tapi ketika disuruh jalan-jalan tiba-tiba semua alasannya hilang.

Tuhan mengajarkan kita suatu perumpamaan yang luar biasa melalui undangan orang-orang Farisi ini: yaitu kasih yang menjadi dasar yang paling utama, dan kita harus mengalami perubahan perilaku serta perubahan pola pikir.
Jika ketiga hal ini tidak dijalankan, maka kita akan terikat dengan dunia serta tanpa kita sadari kita telah berkata: “tidak” pada undangan Tuhan yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

Renungan Mingguan 18 Oktober 2020 – TIDAK ADA KEHIDUPAN KEKAL TANPA PENYERAHAN DIRI TOTAL

BULETIN NO. 289 TAHUN KE-5

TIDAK ADA KEHIDUPAN KEKAL TANPA PENYERAHAN DIRI TOTAL

Mahatma Gandhi pernah berkata, jika setiap orang Kristen mengikuti ajaran Kristus, maka tidak ada seorangpun akan menolak Injil. Pernyataan ini merupakan suatu tantangan bagi kita semua para pengikut Kristus bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari sebagai orang percaya?

Nyatanya seringkali kita sedih melaihat gaya hidup orang Kristen dewasa ini yang sudah begitu berbaur dengan dunia. Mereka tidak lagi memperdulikan jiwa yang terhilang. Mereka berpikir dengan mengikut Yesus mereka sudah diselamatkan dan itu cukup. Tapi sebenarnya ada sesuatu harta yang terpendam dibalik panggilan itu, yaitu bagaimana hidup kita menjadi obor ditengah kegelapan yang menerangi jalan-jalan orang yang sedang tersesat (Matius 5:14).

Tidak seorangpun dapat menjadi berkat bagi sesama sebelum lebih dulu menyerahkan dirinya total bagi Tuhan. Saudaraku janganlah berpikir secara sempit kalau penginjilan hanyalah sekedar perkataan persuasif agar orang dipengaruhi lalu menerima Kristus juga. Tapi penginjilan yang sesungguhnya menjadikan kita teladan bagi mereka yang tersesat dan juga terang bagi mereka yang dalam kegelapan. Ingat saudara, kita adalah suratan terbuka yang bisa dibaca semua orang (2 Korintus 3:2). Lewat tingkah laku kita injil bisa disambut dan lewat perbuatan kita juga Injil bisa ditolak.

Saudaraku siapapun yang rindu hidupnya menjadi terang bagi orang lain, dia harus rela membakar semua kedagingannya. Dan siapapun yang rindu hidupnya menjadi berkat, dia harus rela mati bersama dengan Kristus. Tidak seorangpun menjadi berkat tanpa penyerahan diri total kepada Tuhan. Sebagaimana Yesus berkata jika biji gandum tidak jatuh ketanah dan mati, dia tetap satu biji. Tapi jika ia jatuh ketanah dan mati baru bisa menjadi banyak (Yohanes 12:24). Disini Yesus mengisyaratkan Kekristenan bertumbuh dimana terdapat kematian daging dan kematian daging hanya bisa terjadi saat adanya penyerahan diri total.

Suatu kisah yang sanagat menjadi inspirasi bagi saya, yaitu kehidupan Graham Staines dan keluarganya. Sejak mereka menjadi percaya, mereka rindu hidup menjadi berkat. Atas pimpinan Tuhan Graham dan keluarga hijrah ke pedalaman India. Mereka meninggalkan kemewahannya demi Injil dan melayani dengan sangat miskin di pedalaman. Mereka melayani disebuah rumah sakit kusta yang kotor selama 35 tahun. Suatu malam Graham dan kedua anak lakinya baru saja pulang dari pelayanan mengendarai sebuah mobil tua. Ditengah jalan dia disergap oleh sekelompok pembenci injil lalu membakar Graham dan kedua anak laki-lakinya hidup-hidup dalam mobil.

Serentak berita ini menjadi sangat viral dan istrinyapun diwawancarai oleh media setempat didepan ketiga peti jenasah orang yang dikasihi. Tapi ibu Graham berkata aku mengasihi orang yang membunuh keluargaku dan aku mengampuni mereka semua karena mereka membutuhkan pengampunan. Suatu perkataan penyerahan diri yang sangat sederhana, tapi mulai saat itu banyak orang mau mengikuti Tuhan yang disembah nyonya Graham. Saudara lihat tidak aka nada berkat tanpa penyerahan diri keluarga Graham dan tidak ada terang tanpa penyerahan diri total. Pertanyaannya sudahkah engkau menyerahkan diri total pada Tuhan dan sudahkah hidupmu menjadi berkat bagi sesama?

SUMPAH PALSU – 20 SEPTEMBER 2020

Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

(Matius 5 : 33)

SUMPAH PALSU

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA “ONLINE”

MINGGU, 20 SEPT 2020

=========

SHALOM !

Apa kabar saudara? Saya dan istri dalam keadaan baik-baik. Kita percaya akan kasih Tuhan, perlindungan Tuhan dan penyertaan Tuhan yang sempurna dalam hidup kita.

Hari Minggu ini kita masih ibadah online, walaupun ibadah kita hanya online mari-lah kita tetap menghormati Tuhan seperti kita sedang Ibadah Raya. Kita focus kepada firman Tuhan, Pujian dan Penyembahan serta Perjamuan Kudus. Pada hari ini kita akan membahas tentang Sumpah Palsu”.

Matius 5 : 33-37

5:33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,

5:35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;

5:36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.

5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakana : ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan : tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Dalam ayat ini terdapat pengajaran yang sangat dalam dan tegas dari Tuhan Yesus Kristus. Dalam text aslinya “Jika ya, katakan ya. Jika tidak, katakan tidak”, artinya pernyataan setuju, diperjelas, “ya”, dan pernyataan tidak juga diperjelas, “tidak”.

Sumpah berarti berikrar atau berjanji, tidak ada kaitannya dengan kata “sumpah serapah”.

Matius 23 : 25-28

23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.

23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

23:28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Semua khotbah Yesus ditujukan kepada “manusia batiniah”, karena ketika hatimu telah berubah pasti gaya hidupmu juga berubah.

Banyak orang Kristen zaman sekarang “hatinya masih hati manusia lama”, tapi penampilan luarnya seolah-olah sudah manusia baru.

  • Semuanya bisa tersingkap ketika ada pergesekan, yaitu ketika harga dirinya disentuh, atau ketika dia diperhadapkan pada dosa.
  • Disitulah terlihat kualitas rohaninya, apakah saudara sudah manusia batiniah atau belum.

Manusia jasmaniahnya mungkin saja dia aktif pelayanan, dia sudah menjadi baik tapi manusia batiniahnya tidak bisa dia bohongi.

  • Seorang pembohong tidak pernah berhenti berbohong walaupun di bawah sumpah.
  • Dia hanya bisa berhenti berbohong ketika hatinya diubah oleh Tuhan.
  • Jadi jika engkau masih berbohong, berarti engkau masih manusia lama dengan bagian tubuh yang baru.
  • Masalahnya yang harus dipahami agar manusia tidak bersumpah palsu.
  • Tuhan mau menyentuh manusia batiniahmu, agar manusia jasmaniahmu bisa diubah Tuhan.

Oleh sebab itu Tuhan berkata “Jangan bersumpah palsu”.

  • Tuhan tidak menghapus hukum Taurat.
  • Tapi Tuhan sedang menghalau apapun yang membangkitkan dosa supaya dosa itu tidak terjadi.

Matius 5 : 21-23

5:21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Dasar dari pembunuhan adalah amarah. Amarah dicegah agar tidak berlanjut pada dosa lainnya.

Tuhan tahu, kalau amarah tidak diredam akan menimbulkan pembunuhan.

5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Kafir atau bebal artinya tidak ber-Tuhan.

Mazmur 14 : 1

14:1 Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.”  Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

Kata Jahil memakai kata “Raka”, yang artinya kosong, bodoh, idiot. Tingkat amarah seseorang, mulai dari amarah sedang sampai amarah yang tinggi, puncaknya bisa sampai terjadinya “pembunuhan”.

  • Tuhan menghalangi terjadinya pembunuhan dengan cara mencegah amarah terjadi.
  • Tuhan tidak mau ada emosi yang meledak-ledak di dalam kita.

Tuhan tidak menghapus hukum Taurat, tetapi Tuhan menggenapi hukum Taurat, dengan cara pencegahan awal agar orang tidak melanggar hukum Taurat.

  • Amarah tidak bisa dikontrol oleh manusia dan hanya Roh Kudus yang bisa mengontrol amarah.
  • Jika Roh Kudus mengambil alih hidup seseorang, maka amarah orang itu bisa dikendalikan oleh Roh Kudus.
  • Ciri orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus adalah orang yang bisa meredam amarahnya atau emosinya.

Tuhan bisa bersumpah, manusia bisa bersumpah sesuai jalurnya.

Ibrani 6 : 13

6:13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,

Allah bersumpah.

Kejadian 21 : 24

21:24 Lalu kata Abraham: “Aku bersumpah!”

Abraham bersumpah, Yakub bersumpah, Elia bersumpah, Paulus juga bersumpah.

2 Korintus 1 : 23

1:23 Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku — Ia mengenal aku –, bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu.

Allah menjadi saksiku, saksi berbicara tentang sumpah.

Galatia 1 : 20

1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.

Aku tidak berdusta, aku menulis sesuatu yang benar.

Kita tidak bisa bersumpah demi langit dan bumi, karena semuanya milik Tuhan bukan milik kita.

  • Kita tidak bisa bersumpah demi kepala kita sendiri karena kita tidak ber-kuasa menghitamkan dan memutihkan rambut.
  • Yang Tuhan maksudkan adalah sumpah serapah.

Misalnya untuk meyakinkan kebenaran kita, kita bersumpah disambar petir bila kita berdusta, atau sumpah mati bila kita berkata bohong.

  • Kita tidak bisa bersumpah seperti itu, karena kita tidak punya kuasa untuk mengakhiri hidup kita.
  • Tuhan bisa bersumpah, tapi mengapa kita tidak boleh bersumpah?

Bukannya kita tidak boleh bersumpah, tetapi semuanya harus sesuai jalurnya.

  • Contoh saudara mau menjadi warga Negara dari suatu Negara dan saudara diambil sumpah saudara dulu.
  • Boleh tidak?
  • Boleh, karena ini adalah peraturan umum yang tidak mutlak.

Mengapa Abraham dan Paulus bersumpah? Apakah mereka tidak tahu kalau tidak boleh bersumpah?

  • Mereka tahu, tetapi mereka bersumpah di bawah otoritas, karena mereka adalah hamba-hamba Allah.
  • Kalau saudara hamba Allah berarti saudara duta Allah.
  • Paulus dengan sumpahnya mau menyatakan benar diatas benar.
  • Paulus memahami suatu otoritas.

Sorga itu kebenaran, kitalah utusan Sorga dan kita harus berkata benar.

  • Jika kita diperhadapkan pada suatu keadaan dimana harus bersumpah demi kebenaran yang berkaitan dengan otoritas sorgawi.
  • Kita bisa bersumpah karena kitalah hamba Allah dan utusan Allah.

Tuhan sedang berbicara kepada kita tentang prinsip kekristenan, yaitu dengan memperjelas perkataan “ya dan tidak”.

  • Menurut ajaran Yahudi, dua kali “ya” dan dua kali “tidak”, sama saja dengan pernyataan sumpah.
  • Pernyataan sumpah bukan hanya dilakukan dalam perkataan orang percaya, tetapi juga dalam perbuatan saudara dan saya sebagai pengikut Kristus atau orang Kristen.

Ketika saudara dan saya percaya kepada Yesus Kristus dan terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, kitapun mulai mengikat suatu janji atau ikrar dengan Tuhan (covenant).

  • Jika suatu hari Tuhan mempersunting kita sebagai mempelai-Nya, tentunya kita harus dibentuk terlebih dahulu “dari manusia lama” sampai “menjadi manusia sempurna”.
  • Kalau saudara tidak sampai menjadi manusia sempurna, saudara tidak mencapai perjanjiannya.

Kehidupan Kristen adalah kehidupan sumpah atau ikrar yang mengikat, mulai dari saudara percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, sampai saudara dijemput sebagai mempelai Kristus.

  • Kehidupan Kristen adalah kehidupan perjanjian yang dibangun atas dasar kasih.
  • Oleh sebab itu kita harus lepaskan kasih kita akan dunia ini, untuk dapat mengasihi Tuhan secara total.
  • Saudara tidak bisa mengasihi Tuhan secara total, jikalau saudara masih mengasihi yang lain.
  • Saudara harus membuat ikrar untuk mengasihi Dia sebagai satu-satunya Allah yang terutama di dalam hidup saudara.
  • Ya katakan “ya” dan tidak katakan “tidak”.

Jika engkau menjalankan kehidupan kekristenan dengan benar, itulah sumpah kita dihadapan Tuhan atau ikatan dengan Sorga.

  • Kalau saudara terikat dengan Sorga, otomatis saudara berkata benar dan hidup saudara akan benar.
  • Sehingga tingkah laku saudara benar di hadapan Tuhan.

Matius 5 : 37

5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Semua yang melebihi kebenaran berasal dari iblis. Kebenaran itu berasal dari Tuhan tapi kebohongan itu berasal dari iblis.

Yohanes 8 : 44

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Dalam ayat 44 ini ada kata “pembunuh”, yang artinya kematian. Juga ada kata “pendusta atau kebohongan”. Tuhan mengajarkan kita, bahwa kebohongan dan pembunuhan sejalan.

Contoh :

  • Iblis membohongi Adam dan Adam percaya iblis, akibatnya rohani Adam mati, maka terjadilah pembunuhan.
  • Saudara bergosip, membicarakan seseorang dengan tidak benar, sadarkah saudara bahwa itu adalah salah satu bentuk pembunuhan, yaitu saudara sedang membunuh orang itu lewat “gosip”.
  • Sadarkah saudara jika bergosip merupakan pembunuhan?

Kebohongan terkadang tidak seluruhnya berisikan kebohongan, tetapi diselipkan sedikit kebenaran di dalamnya agar orang yang mendengarnya menjadi percaya.

  • Kebohongan yang efektif adalah kebohongan yang diselipkan dengan “sedikit kebenaran” di dalamnya.
  • Karena Kebohongan total nampak tidak akan meyakinkan orang. Oleh sebab itu diselipkan “sedikit kebenaran di dalamnya” supaya orang menjadi percaya.

Contoh :

  • Hawa dibohongi iblis untuk makan buah terlarang.
  • Saat Iblis membohongi hawa, ia memasukkan kebohongan dan kebenaran dalam bujuk rayunya kepada Hawa sehingga Hawa terperdaya.
  • “Kamu tidak akan mati justru kamu akan menjadi seperti Tuhan”.

Gossip disajikan dengan tidak semuanya tampak bohong, tetapi ditampilkan dengan “sedikit ada kebenaran di dalamnya” tapi ujungnya hanya untuk membuat seseorang mati.

  • Kebenaran akan tetap menjadi kebenaran walaupun tidak masuk akal.
  • Api bisa turun dari langit membakar korban Elia. Hal ini tidak masuk akal tapi itulah kebenaran.

Yesus berjalan di atas air, hal ini memang tidak masuk akal tapi itulah kebenaran yaitu kebenaran yang murni.

  • Di dalam kebenaran tidak ada kebohongan.
  • Kebenaran yang murni akan tetap menjadi kebenaran walaupun tidak masuk akal.
  • Kebenaran itu mengikat, harus dipatuhi dan bukan ditolak atau sekedar hanya di-imani.

Roma 2 : 8

2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

Kebenaran bukan sekedar di-imani, tetapi saudara juga harus men-taati-nya.

  • Kebenaran merupakan ikrar yang tidak bisa dipengaruhi oleh perasaan.
  • Keristenan saudara dalam bahaya, jika saudara melakukan kebenaran ber-dasarkan perasaan.

Jika kebenaran kita baurkan dengan perasaan, maka kita akan tersinggung dengan kebenaran, hal ini menandakan rohani saudara dan saya masih kanak-kanak.

  • Berapa banyak orang yang tersinggung ketika mendengar firman?
  • Berapa banyak orang yang tersinggung ketika mendengar suatu khotbah?
  • Orang tersinggung saat mendengar kebenaran karena ia lebih mementingkan perasaannya, dan ia membaurkan kebenaran dengan perasaan dan ini sebenarnya tidak boleh terjadi. Jika kebenaran dibaur dengan perasaan maka akan banyak orang tersinggung dengan kebenaran.
  • Sehingga kebenaran yang dijalankan hanya sejauh kebenaran itu tidak menyinggung perasaan kita.

Iman harus berjalan bersamaan dengan kebenaran, sebab jika iman didasarkan pada perasaan bukan pada kebenaran, maka imanmu tidak stabil.

  • Kalau perasaan seseorang lagi senang, imannya naik.
  • Kalau perasaan seseorang lagi sedih, imannya turun.
  • Banyak orang imannya seperti trampoline, kalau tidak ada uang, imannya langsung turun.

Makna perkataan Yesus adalah bahwa hidup kekristenan yang engkau jalani hari ini adalah hidup perjanjian, artinya engkau sedang mengikatkan diri dengan kebenaran yang harus engkau taati.

  • Setiap perkataan dan perbuatan kita adalah ikrar atau sumpah karena per-kataan kita benar atau absolute.
  • Diluar kebenaran, itu dari iblis.
  • Kita hanya bisa berkata benar jika hati kita benar.
  • Jika hatimu tidak benar maka perkataanmu juga tidak benar.

Matius 15 : 17-19

15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?

15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Dari hati muncul kejahatan-kejahatan, sehingga jika hati kita jahat, akhirnya yang keluar dari mulut kita juga jahat.

  • Tuhan memberikan kebenaran di dalam diri kita, agar hati kita yang jahat diubah menjadi hati yang baru.
  • Hati yang baru akan membuat kita sungguh-sungguh berkata benar yang merupakan ikrar.
  • Tidak perlu bersumpah karena hidupmu adalah ikrar.
  • Oleh sebab itu perkataan dan perbuatan kita merupakan sumpah di hadapan Tuhan.

Pertanyaannya :

  • Apakah hidup dan perkataan saudara dan saya, benar-benar sudah menjadi sumpah di hadapan Tuhan?

Kita harus terus diisi dengan kebenaran, jangan pernah menolak kebenaran, agar perkataan kita diubah menjadi perkataan yang penuh kuasa, perkataan ikrar.

  • Sehingga semuanya digenapi, apa yang kita ikrarkan kepada Tuhan harus digenapi.
  • Berbahaya jika seseorang yang mengaku percaya, dari mulutnya keluar kata-kata sumpah serapah mengutuki orang lain.

Jika engkau kerjanya hanya marah-marah, mulut mengeluarkan perkataan kasar, berarti hatimu belum baru.

  • Jika dari mulutmu keluar gossip, berarti hatimu belum baru.
  • Tuhan mau memperbaharui hatimu agar engkau menyadari bahwa hidupmu adalah sumpah dan setiap perkataanmu mengikat.
  • Setiap hal yang kita katakan kepada Tuhan harus dipenuhi, jika tidak kita merampok apa yang seharusnya menjadi milik Tuhan.

Contoh: Waktu pertama kali saudara bertobat, saudara berkata rindu sekali melayani Tuhan, apapun akan saya lakukan, yang orang lain tidak mau lakukan akan saya kerjakan.

  • Hal ini adalah sebuah ikrar di hadapan Tuhan dan saudara harus penuhi ikrarmu.
  • Jika saudara tidak memenuhi ikrarmu, engkau dalam masalah fatal.

Setiap perkataan yang diucapkan untuk pekerjaan Tuhan baik langsung ataupun tidak langsung (langsung: melalui doa kepada Tuhan. Secara tidak langsung: kita sampaikan kepada hamba Tuhan atau orang lain) itu merupakan sebuah ikatan atau sumpah dan harus digenapi.

  • Semua perkataan itu harus saudara genapi jika tidak engkau sedang merampok Tuhan.
  • Misalnya dalam ibadah ditanya “siapa yang mau melayani Tuhan”, semuanya angkat tangan.
  • Semuanya bersemangat untuk melayani Tuhan.

Tapi seiring berjalannya waktu, hanya 20% yang taat melayani, 80% mengingkari janjinya kepada Tuhan.

  • Artinya orang-orang yang 80% itu sedang merampok Tuhan.
  • Seharusnya walaupun jalan saudara tersendat-sendat, berjalan tertatih-tatih, saudara tetaplah melayani, tetaplah memberi kepada sesama.

Misalnya Saudara dipanggil pada satu pelayanan, saudara tidak mempunyai hati di pelayanan tersebut dan saudara lari dari panggilan yang merupakan ikrar saudara.

  • Berhati-hatilah, saudara sedang berada dalam masalah fatal.
  • Saudara berjanji mau support pelayanan, mau membantu pelayanan, mau mendukung pelayanan, di tengah jalan saudara mundur.
  • Berarti saudara bermasalah dengan Tuhan, karena saudara sedang mengingkari ikrar saudara kepada Tuhan dan saudara sedang merampok Tuhan.

Berhati-hatilah dengan apa yang engkau ucapkan, karena yang engkau ucapkan merupakan janjimu kepada Tuhan dan harus digenapi.

Saya janji dengan Tuhan untuk membuat buku dengan judul “Akankah orang mati berjalan”, ternyata sampai hari ini belum juga terselesaikan, tapi saya tetap mau menyelesaikannya.

  • Sepanjang Minggu ini saya di rumah, tiba-tiba badan saya sakit semua selama tiga hari.
  • Akhirnya saya tidak menetapi janji saya untuk membuat buku.
  • Tiba-tiba Tuhan berkata, roh jahat sedang menghalangimu untuk melakukan ikrarmu.

Saya akan mengerjakan buku ini karena inilah ikrar saya, saya bersyukur ada yang mengingatkan saya untuk melanjutkan menulis buku.

  • Tuhan memakai mereka, karena Tuhan mengasihi saya.
  • Saya tidak mau terhilang atau tersandung karena ikrar saya.

Saudara pasti juga punya ikrar dengan Tuhan.

  • Seringkali kita lalai dengan janji itu.
  • Kita dapat berkata: “Tuhan saya mau berhenti bergosip”, tapi ketika bertemu si A bergosip lagi.
  • Lalu berkata: Tuhan saya mau berhenti minum teh botol, tapi saat terik matahari di jalan, minum teh botol lagi.

Apa yang sudah engkau ucapkan harus engkau lakukan karena hal itu merupakan sumpah di hadapan Tuhan.

  • Kalau tidak dilakukan berarti engkau merampok Tuhan.
  • Mengingkari ikrar hukumannya kematian.

Zakharia 8 : 17

8:17 Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN.”

Merancang kejahatan dan mencintai sumpah palsu, semuanya itu Tuhan benci.

Oleh sebab itu janganlah bersumpah palsu.

  • Jadi apapun yang engkau ucapkan harus kamu genapi, kalau tidak, Tuhan berkata “semuanya Kubenci”.
  • Saudara tidak bisa membatalkan janji dengan Tuhan secara sepihak, karena saudara memiliki ikatan perjanjian dengan dua pihak.

Saat janji nikah, sang mempelai wanita berjanji tunduk pada suami.

  • Tapi begitu sudah menikah menanduk suami.
  • Begitu sudah nikah sang istri justru menjadi kepala, dia tidak menurut lagi pada suami.
  • Firman Tuhan berkata, “Hai istri-istri, tunduklah pada suami”.

Saat janji nikah, sang mempelai pria berjanji mengasihi isteri.

  • Tapi begitu sudah menikah istri dipukuli suaminya bahkan ibu mertuanya ikut menyiksa sang istri sementara suami diam saja.
  • Janji nikah merupakan nazar dan tidak bisa dibatalkan sepihak.

Ulangan 23 : 21-23

23:21 “Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu.

23:22 Tetapi apabila engkau tidak bernazar, maka hal itu bukan menjadi dosa bagimu.

23:23 Apa yang keluar dari bibirmu haruslah kaulakukan dengan setia, sebab dengan sukarela kaunazarkan kepada TUHAN, Allahmu, sesuatu yang kaukatakan dengan mulutmu sendiri.”

Apa yang kamu ucapkan dengan bibirmu, hal itu mengikat dan jika tidak dilakukan berarti kamu merampok Tuhan. Saudara memiliki ikatan dengan Allah hari ini, apalagi tentang pekerjaan Tuhan.

Kita berbicara tentang menipu Tuhan

  • Kekristenan adalah ikatan perjanjian antara kita dengan Tuhan yang didasar-kan pada suatu kebenaran yang harus dipatuhi.
  • Banyak orang menipu Tuhan, tapi dia tidak sadar jika sedang menipu Tuhan.

Contohnya tentang memberi persepuluhan.

Maleakhi 3 : 8-10

3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Banyak orang melakukan penipuan pada Tuhan termasuk tentang persepuluhan.

  • Tidak memberikan persepuluhan merupakan salah satu bentuk penipuan.
  • Jika 10% tersebut tidak saudara beri ke rumah Tuhan, berarti saudara sedang mengingkari janji.

Persepuluhan bukanlah persembahan karena 10% merupakan milik Tuhan.

  • Kelebihan dari 10% itulah yang disebut persembahan.
  • Oleh sebab itu 10% harus kembali pada Tuhan, jangan saudara curi.
  • Kalau hidupmu merupakan sumpah pada Tuhan, taatilah firman Tuhan karena itulah kebenaran.

Banyak orang menipu dengan memakai persepuluhan untuk kebutuhan yang lain.

  • Kalau saudara mendapatkan berkat, berarti 10% nya milik Tuhan. 10 persen ini bukanlaah “persembahan”, tapi persembahan adalah “di luar” persepuluhan.
  • Jika ya katakan ya dan jika tidak katakan tidak.
  • Jangan akal-akalan dengan Tuhan, jangan asal bicara tapi lakukan apa yang engkau katakan dengan setia.

Membuat janji mudah, tapi praktekkan apa yang engkau janjikan.

  • Hal-hal kecil dalam hidup saudara merupakan janji-janji saudara dengan Tuhan.
  • Alkitab mengikat seluruh aspek kehidupan kita supaya kita diubah oleh Tuhan sampai menjadi seperti yang Tuhan inginkan.

Inilah kerinduan Tuhan yang merupakan kebenaran yang mengikat.

Contoh :

  • Kalau saya sudah kerja, saya mau lebih aktif melayani Tuhan.
  • Kalau saya dapat berkat saya mau memberi kepada sesama.

Lakukan apa yang sudah engkau ucapkan, kalau tidak berarti engkau merampok Tuhan, saudara harus mempelajari trek/roll nya Tuhan.

  • Ya katakan ya dan tidak katakan tidak karena hidupmu merupakan sumpah.
  • Ketika saudara sudah menyerahkan diri pada Tuhan, itulah sumpah dan sangat mengikat sampai saudara dibawa kembali pada Tuhan.

2 Korintus 5 : 15

5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Kristus mati untuk kita supaya kita hidup untuk Dia, berarti hidup kita adalah milik Dia, hidup kita terikat dengan Tuhan yang merupakan perjanjian dengan Tuhan.

  • Hidupmu dikendalikan dan diatur oleh Tuhan.
  • Hidup kita bukan milik kita lagi ketika kita sudah menyerahkan diri pada Tuhan.
  • Begitu engkau berkata-kata semuanya adalah ikrar dan harus digenapi.

Berhati-hatilah, jangan pernah mengurangi apapun yang sudah menjadi bagiannya Tuhan, jangan pernah mengambil apa yang menjadi milik Tuhan.

  • Tuhan mau saudara hidup di dalam kebenaran dan kesempurnaan supaya saudara dijemput oleh Tuhan sebagai mempelai yang suci, kudus, tanpa cacat dan tanpa cela.
  • Inilah tujuan Tuhan dan berhati-hatilah dalam hidup ini.
  • Ingatlah! Hidupmu adalah ikrar, hidupmu adalah perjanjian dengan Tuhan.

Setiap perjanjian dengan Tuhan harus digenapi, karena hidupmu sudah milik Dia, sehingga Dia berhak mengatur dan mengendalikan hidupmu, supaya engkau menjadi bagian Kerajaan Sorga.

Oleh sebab itu, marilah kita berubah menjadi seperti yang Tuhan inginkan.

AMEN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GEREJA PELAYANAN PENYEMBAHAN KHARISMATIK

JEMAAT CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

HIDUP TANPA RAGI 4 Oktober 2020

Hari ini kita belajar tentang “hidup tanpa ragi”.

Kita baca dari Keluaran 13: 3 dan 7. Inilah yang harus dilakukan bangsa Israel ketika mereka telah lepas dari perbudakan bangsa Mesir. Mereka harus memperingati hari kemenangan itu (lepas dari perbudakan Mesir dan lepas dari maut) dengan cara memakan “roti yang tidak beragi”.

Hari kemenangan itu adalah hari “penebusan”, dimana mereka dilepaskan dari bahaya maut oleh darah domba. Hal ini menggambarkan tentang penebusan Yesus bagi kita. Setelah kita semua ditebus oleh Darah Yesus maka kita harus memperingatinya dengan cara makan “roti tanpa ragi” selama 7 hari.
7 adalah angka sempurna, setelah kita dilepaskan dari cara hidup yang lama maka kita harus menjalani hidup yang sempurna”, yaitu “hidup tanpa ragi”.

Hanya Tuhan yang sanggup membebaskan kita semua dari perbudakan kuasa gelap.
Hanya Darah Yesus yang sanggup untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa, dan kita sebagai orang yang sudah ditebus harus mengisi kemerdekaan yang sudah Tuhan berikan dengan cara “hidup sempurna”, atau “tanpa ragi”, hidup yang bertanggung jawab sesuai firman Tuhan. Dengan demikianlah kita memperingati penebusan Yesus bagi kita.

  • Keluaran 13: 7 Tidak satupun dari hal-hal yang “beragi” boleh dilihat oleh kita. Artinya kita tidak boleh hidup di lingkungan yang “beragi”, kita harus menghindari persentuhan dengan orang-orang yang hidupnya beragi, supaya kita tidak terjerumus oleh gaya hidup mereka yang beragi.
  • 1 Korintus 5:7- 8 Kita harus membuang ragi yang lama. Artinya cara hidup yang lama tidak boleh lagi ada dalam hidup kita. Semua yang terlihat nyaman, semua yang kita anggap dan nikmat di masa lalu kita harus kita anggap rugi karena pengenalan Tuhan Yesus lebih dari segalanya.
  • Filipi 3: 7-8 Semua kenikmatan dunia di masa lalu seharusnya kita anggap sampah. Jika hal itu tidak menjadi “sampah” dalam hidup kita, maka hal itu akan menjadi “penyakit” dan menjadi “ragi” dalam hidup kita, sehingga kita tidak akan pernah menjadi “adonan yang baru” (manusia yang baru).

Semua yang tidak berkenan di hadapan Tuhan seharusnya kita anggap “sampah” supaya hidup kita menjadi sempurna. Hidup kita sungguh-sungguh hidup yang bertanggung jawab, yaitu “hidup tanpa ragi”.

Kita berpesta bukan dengan ragi yang lama. Pesta disini artinya kita berpesta dengan Tuhan dengan cara kita masuk dalam hadirat Tuhan, kita memuji dan memuliakan Tuhan dan disitu kita merasakan hadirat Tuhan inilah yang dinamakan berpesta dengan “roti tanpa ragi”. Sedangkan berpesta dengan menggunakan “ragi” adalah bersenang-senang menurut cara dunia.

  • Kita menjadi manusia yang baru supaya hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang dan hidup kita dapat dinikmati oleh Tuhan. Kita tidak akan bisa menjadi berkat bagi banyak orang jika kita masih menggunakan “ragi” atau cara hidup yang lama.
  • Matius 16: 11-12 Kita harus berhati-hati terhadap ragi orang Farisi dan Saduki, hati-hati terhadap pengajaran firman Tuhan yang menyesatkan.
  • 1 Timotius 6: 3- 6 Hati-hati dengan segala pengajaran yang kelihatannya sehat, tapi ternyata di luar dari pengajaran Kristus.

Kita harus memahami bahwa Ibadah memang membawa keuntungan bagi pertumbuhan rohani kita, tapi jangan berharap mencari keuntungan dari suatu ibadah, yaitu keuntungan pribadi. Ketika kita beribadah seharusnya fokusnya hanya kepada Tuhan, bukan untuk mencari keuntungan dari ibadah itu.

  • Roma 16: 17-18 Roti tanpa ragi jika dipanggang hasilnya tidak menarik (karena ia tidak mengembang), tapi isinya sangat padat.
  • Roti yang beragi terlihat sangat menarik dan sangat mengembang tapi sayang ketika dipotong menjadi dua roti itu isinya kosong.

Inilah yang terjadi ketika kita menikmati roti dengan “ragi”, kita begitu tertarik dengan tampilan luar yang kelihatannya bagus tapi sayang di dalamnya tidak ada isinya

Jika Yesus adalah “kepala” kita, dan Dia adalah “roti tanpa ragi”, lalu bagaimana kita dapat menjadi tubuh-Nya dan menyatu dengan Dia, jika kita masih merupakan “adonan yang beragi”. Ini adalah hal yang tidak mungkin. Yohanes 6: 35 Yesus adalah roti yang tidak beragi itu.

Kita tidak akan bisa menyatu dengan Dia jika kita masih hidup dengan “ragi”, yaitu masih mengenakan cara hidup lama.

Kita harus menyingkirkan semua “ragi” itu dalam hidup kita.
Semua yang tidak beres dari hidup kita harus kita singkirkan supaya kita dapat menyatu dengan Dia sebagai roti yang tidak beragi.

  • Ragi bekerja di dalam “kesuam-suaman”.
  • Suatu adonan bila dicampur dengan ragi tidak bisa ditaruh di suhu yang sangat tinggi, dan tidak bisa ditaruh di suhu yang dingin. Ia harus ditaruh di suhu ruangan, yaitu suhu “suam-suam”, baru ia bisa mengembang.

Demikianlah jika kita hidup “beragi”, hidup kita pasti akan suam-suam.

  • Orang yang tidak panas menggebu-gebu mencari Tuhan akan dipanasi oleh kuasa gelap untuk mengejar dunia.
  • Orang yang tidak ingin mencari Tuhan akan dibekukan hatinya oleh kuasa gelap, sehingga hatinya tambah hari tambah ingin untuk “tidak mencintai Tuhan”.

Jika kehidupan kehidupan kekristenan memulai suam, maka “ragi” pasti masuk.

Ada tiga macam ragi yang harus kita jauhi. Ragi yang pertama adalah “ragi Saduki”, ragi yang kedua adalah “ragi Farisi” dan ragi yang ketiga adalah “ragi Herodes”.

  1. Ragi Saduki (Kisah Rasul 23: 8).
    Yaitu tidak percaya lagi tentang surga dan neraka, tidak percaya akan kehidupan dunia roh, tidak percaya akan adanya kuasa kegelapan.
    Ragi saduki juga membahas tentang tidak adanya kebangkitan
    (Roma 6: 3-5).
    Baptisan melambangkan “kebangkitan”, namun berapa banyak orang Kristen yang tidak menyadari dengan sungguh-sungguh arti baptisan, mereka hanya menganggap baptisan hanya untuk menjadikan mereka sebagai orang Kristen. Oleh sebab itu mereka merubah tata cara baptisan yang benar dan mereka tidak percaya akan adanya adanya kematian dan kebangkitan.

Baptisan hanya dianggap sebagai Liturgi dengan tata cara mereka sendiri. Mereka tidak sadar akan arti “Baptis” yang sebenarnya yaitu kematian bagi Yesus, dikuburkan dari cara hidup yang lama dan bangkit dengan cara hidup yang baru-baru.

Orang yang tidak percaya kebangkitan, maka mereka juga tidak percaya dengan gaya hidup yang baru, sehingga mereka tetap mempertahankan pola hidup yang lama, cara berpikir yang lama, gaya hidup manusia lama dan tidak menggantung hidupnya kepada Tuhan, hidupnya tidak berubah.

  • Roma 6: 10-12 Jangan lagi ada dosa yang menguasai tubuhmu, namun biarlah hidupmu sungguh-sungguh diubah oleh Tuhan, sehingga kita benar-benar tidak lagi tertarik dengan “ragi” (dosa).
  • 1 Korintus 15:13-14 jika Kristus tidak dibangkitkan maka tidak akan ada perubahan. Tapi justru karena Yesus sudah bangkit maka kita harus berubah.
  1. Ragi Farisi Lukas 12: 1 Orang yang perkataan dan perbuatannya tidak sinkron, banyak kepalsuan, banyak sekali kepura-puraan. Ini yang namanya kemunafikan yaitu ragi orang Farisi.
    Orang yang diluarnya terlihat baik, tapi dalamnya sebenarnya jahat, ini yang namanya kemunafikan. Ini bahaya luar biasa, ketika kita masih suka bergosip atau membicarakan yang tidak benar tentang sesama kita. Di depan orangnya kita bisa bertampil baik, tapi ketika dibelakang orangnya kita menghancurkan dia. Ini yang di namakan “ragi Farisi”.

Contoh lain dari ragi Farisi: kita membuat janji kepada Tuhan, tapi pada kenyataannya kita tidak menepatinya. Ini adalah salah satu contoh kemunafikan, dimana perkataan dan perbuatan tidak sinkron.

Banyak orang sebenarnya tidak mau “memberi” kepada Tuhan, tapi karena takut terkena masalah maka akhirnya “memberi” kepada Tuhan, ini termasuk kemunafikan, karena pada dasarnya ia tidak mau memberi kepada Tuhan

  • “Munafik” itu muncul karena ego yang besar, semakin besar ego kita, maka semakin besar rasa “munafik” itu muncul.

Ada 7 kata “Celaka” dalam Matius 23, yang melambangkan “kemunafikan” yang harus kita hindari.

  • A. Matius 23: 13 Tidak mau orang lain melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan (karena pada dasarnya dia sendiri tidak mau melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan) maka dari itu ia halangi orang lain untuk menyenangkan hati Tuhan. Contoh: menghalangi orang lain untuk memberi persembahan dengan cara mempengaruhi orang lain. Pada dasarnya sebenarnya ia tidak mau memberi persembahan, sehingga ia halangi orang lain untuk memberi kepada Tuhan.
  • B. Matius 23: 14 Kepalsuan- kepalsuan rohani. Demi mendapatkan keuntungan-keuntungan jasmani melakukan kepalsuan rohani. Banyak orang yang berjubah pelayanan tapi berhati kegelapan. Ini celaka. Banyak orang yang sudah pelayanan tapi tetap hidupnya suka-sukanya, tetap menikmati dosa. Ingatlah bahwa pelayanan tidak pernah menghantarmu pada ke surga, tapi kebenaran yang membawamu ke surga.

Pelayanan membawamu kepada “upah”. Percuma engkau pelayanan kalau hidupmu tidak benar, karena engkau tidak akan sampai ke surga dan tidak akan mendapatkan upah.

Matius 15: 1- 3 Berapa banyak dari kita lebih mementingkan keinginan diterima oleh orang lain dan mengesampingkan hati Tuhan, ini adalah salah satu bentuk “kemunafikan” dan ragi Farisi (menjalin toleransi pada dosa demi dirinya bisa diterima oleh orang lain).

  • C. Matius 23: 17- 22 Mengelabui banyak orang dengan sumpah (sumpah palsu). Di luar seakan-akan hidupnya sebagai orang baik, tapi pada kenyataannya hidupnya sudah melanggar sumpahnya kepada Tuhan. Kita jangan mengelabui orang dengan kata-kata kita yang indah dan manis, tapi sebenarnya hidup kita tidak sesuai dengan perkataan kita yang manis, hidup kita melanggar kebenaran, hidup kita melanggar sumpah, itu bahaya luar biasa.
  • D. Matius 23: 23 Banyak melakukan kewajiban-kewajiban kepadaTuhan, namun kita tidak mau mengasihi sesama, tidak ada kasih kepada sesama.

Padahal Tuhan katakan bahwa jika satu perintah kamu kerjakan, tapi perintah yang lain tidak mau kamu lakukan, maka hal ini adalah “kemunafikan”.
Tuhan mau kita melakukan semua firman Tuhan.

  • E. Matius 23: 25- 26 Menjalankan ibadah tapi hati tidak pada Tuhan.

Melakukan ibadah bukan karena mengasihi Tuhan tapi karena takut hukuman. Seharusnya kita beribadah karena kita mengasihi Tuhan, dan bukan karena takut hukuman. Kita beribadah karena mau membersihkan bagian dalam kita (yaitu hati kita), dan bukan beribadah hanya sekedar merubah tampilan “luar” kita.

  • F. Matius 23: 27 Kematian rohani, tidak ada persekutuan dengan Tuhan. Hatinya kotor penuh dengan kematian rohani.
  • G. Matius 23: 29- 31 Menolak didikan, dan menyangkal kebenaran tapi berperilaku “seperti orang beribadah”. Ketika Firman ditabur ditolak mentah-mentah, walaupun terlihat seperti orang beribadah.

Berhati-hatilah, di dalam setiap “ragi” ada hukuman (Matius 23: 33).
Mari kita buang semua ragi ini agar kita menjadi manusia yang baru dengan gaya hidup yang berbeda.

3. Ragi Herodes Markus 8: 15, yaitu para “pencari muka”, para penjilat, yang menjilat demi uang. Menjilat demi nama baik, demi diterima oleh banyak orang, tidak peduli dengan kebenaran, yang mereka kejar hanya “kedudukan, puji-pujian dari banyak orang, mereka hanya mau disayang-sayang, hanya mau dihormati, dan duduk di tempat- tempat yang tertinggi. Inilah ragi Herodes.

Kalau saudara masih punya harga diri itu namanya saudara mempunyai ragi Herodes. Kalau saudara masih menjilat demi dapat keuntungan pribadi ini namanya ragi Herodes.
Mari sama-sama berubah, buang semua ragi ini dalam hidup kita.

2 Timotius 4: 10-11 Mencintai dunia dan berbelok dari jalan kebenaran, inilah ragi Herodes.

Tinggalkan semua ragi ragi ini supaya kita menjadi adonan yang baru yang menyenangkan hati Tuhan, dan hiduplah dalam kebenaran. Carilah kesenangan Tuhan, bukan kesenangan kita.

Amin.

TUJUAN HIDUP ORANG PERCAYA – 13 SEPTEMBER 2020

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

(1 Korintus 9 : 25-26)

TUJUAN HIDUP

ORANG PERCAYA

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 13 SEP 2020

===========

ONLINE

SHALOM !

Hari ini kita kembali ibadah online, tapi jangan sampai mengurangi hormat kita pada Tuhan. Walaupun ibadah online tetap harus kita lakukan seperti ibadah raya.

Terus semangat ikut Tuhan, sampai suatu hari kita berjumpa dengan Tuhan tanpa bercacat dan bercela.

Pada hari ini kita berbicara tentang “Tujuan Hidup Orang Percaya”. Sebagai orang percaya, apakah kita benar-benar kita bertekad untuk dipermuliakan bersama dengan Tuhan ataukah cukup hanya sekedar selamat?

Tujuan hidup kita akan mengarahkan perjalanan hidup kita. Banyak orang percaya memiliki tujuan ke Sorga, tapi tidak ditunjang dengan gaya hidup Sorgawi. Orang yang tidak memiliki gaya hidup Sorgawi tidak akan sampai pada tujuannya.

Orang yang rohaninya tertidur, tidak akan pusing dengan arah tujuan hidupnya.

  • Tapi jika engkau sudah sadar, bangun dari kematian rohani maka terlebih dahulu engkau juga harus sadar arah tujuan hidupmu sehingga hidupmu tidak berputar-putar disitu terus, tapi mengalami pertumbuhan karena engkau sudah mengetahui arah tujuan yang jelas.
  • Kita harus teliti memperhatikan setiap perbuatan kita, apakah yang kita perbuat itu dapat membawa kita pada tujuan ke Sorga atau menjadi batu sandungan bagi kita untuk sampai ke surga?
  • Berhati-hatilah! Iblis berusaha menjegal saudara agar tidak sampai pada tujuan.

Banyak orang berjalan di dalam kegelapan, tujuan mereka ke Sorga, tetapi mereka tidak berjalan dengan menggunakan firman Tuhan yang benar, sehingga membuat mereka berbelok dari arah tujuan dan tidak sampai pada tujuan

  • Bagi orang yang tidak percaya Kristus, yang mereka pedulikan hanyalah mengejar dunia, bukan mencapai tujuan yang benar.
  • Orang yang mengejar dunia akan berakhir di liang kubur.
  • Hari-hari ini banyak orang yang mengaku percaya Kristus justru terjerumus ikut mengejar dunia dan cinta akan dunia yang membuat mereka tidak bisa maju dan berjalan di tempat.
  • Orang seperti ini tidak pernah akan bisa sampai pada tujuan.

Sungguh sangat berbahaya, seharusnya orang yang percaya Kristus memisahkan diri dari dunia.

  • Yesus memberikan teladan kepada kita tentang bagaimana Ia mempunyai tujuan selama Ia berada di dunia, dan Ia mencapai tujuan itu.
  • Orang percaya seharusnya bukan hanya sekedar selamat, tapi dipermuliakan bersama dengan Dia.

Matius 26 : 1-2

26:1 Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:

26:2 “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”

Yesus sudah tahu dua hari lagi Anak Manusia akan disalibkan, tapi Dia tidak gentar karena itulah tujuan-Nya.

  • Kegerakan-Nya selama di dunia selalu diarahkan ke Sorga.
  • Yesus memiliki arah tujuan yang jelas, yaitu menjadi tebusan bagi saudara dan saya.

Matius 3 : 16-17

3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Mengapa Yesus dibaptis?

  • Karena Dia mau memberikan teladan kepada kita bahwa melalui baptisan menyatakan kematian-Nya.
  • Baptisan adalah pernyataan tentang suatu “kematian ‘. Baptisan adalah pernyataan Yesus yaitu Dia mati bagi kita semua.

Lukas 9 : 28-31

9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.

9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.

9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.

Waktu Yesus dipermuliakan di atas gunung, yang dibicarakan-Nya dengan Musa dan Elia adalah tentang tujuan-Nya selama di dunia, yaitu menjadi tebusan bagi kita semua yang percaya kepada-Nya, dan Ia tidak lari dari tujuan yang harus ia capai itu.

  • Apakah saudara sudah benar-benar memiliki tujuan sebagai orang percaya untuk ikut dipermuliakan bersama dengan Dia?
  • Apakah saudara sering diserongkan jalan saudara dari tujuan-tujuan itu?

Yohanes 12 : 24-28

12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

12:28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”

Tuhan Yesus memiliki satu tujuan yang tidak bisa diubah, yaitu menjadi tebusan bagi kita semua, Dia datang ke dunia untuk satu tujuan, yaitu Dia hidup untuk mati bagi kita, dan melalui kematian-nya kita hidup.

  • Tujuan kematian-Nya adalah supaya kita hidup.
  • Kita harus memiliki satu tujuan, yaitu hidup kita untuk mati dari keinginan dunia, agar kematian kita membawa kita kepada kehidupan yang kekal.
  • Inilah tujuan hidup kita sebagai orang percaya.

Seorang murid harus sama seperti gurunya dan mengikuti jejak gurunya, kalau Gurunya menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan, maka murid-Nya juga harus menyerahkan dirinya bagi Tuhan.

  • Inilah yang harus menjadi tujuan kita.
  • Jangan lagi kita digeser oleh keinginan-keinginan dunia.
  • Yesus punya tujuan ke Yerusalem untuk menggenapi semua rencana Allah.

Yesaya 50 : 7

50:7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Dia meneguhkan hatiku seperti gunung batu. Orang dapat memiliki keteguhan hati karena ia sudah mempunyai tujuan yang jelas. Tapi orang yang plin-plan, tujuannya hidupnya belum jelas.

Semakin jelas tujuan saudara yaitu dipermuliakan bersama dengan Tuhan maka saudara akan semakin tegas dan teguh berdiri di dalam kebenaran.

  • Semakin tujuan saudara tidak jelas maka saudara akan semakin mudah diombang-ambingkan oleh tipu daya kuasa kegelapan.
  • Tuhan merindukan kita memiliki keteguhan hati dan tujuan yang jelas agar kita berjalan menuju tujuan itu dan tidak diselewengkan ke kiri dan ke kanan.
  • Tetaplah berjalan dalam tujuan yang benar, sesulit apapun jalannya.

Lukas 9 : 51

9:51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,

Sebelum Yesus terangkat ke Sorga, Dia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem karena di Yerusalem ada salib, ada kematian, tetapi itulah tujuan-Nya, yaitu untuk menyerahkan diri-Nya/nyawa-Nya bagi kita semua.

  • Siapapun yang rindu untuk diangkat, Dia harus pergi ke Yerusalem, artinya saudara tidak duduk diam, tapi bergerak melakukan firman Tuhan.
  • Banyak orang duduk diam menunggu pengangkatan.
  • Jika tujuan kita mau diangkat bersama dengan orang-orang kudus-Nya dan mau berjumpa dengan Tuhan di awan-awan yang permai, kita seharusnya melakukan firman Tuhan.

Kita harus memiliki tujuan yaitu memikul salib dan mati di atas kayu salib, tapi jika tujuanmu belum memikul salib dan mati di atas kayu salib berarti tujuanmu belum untuk dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

  • Saudara harus memikul salib dan mematuhi semua kehendak-Nya agar dapat diangkat.
  • Saudara jangan hanya duduk diam tapi harus bergerak mencapai tujuan yang benar, yaitu salib Tuhan.
  • Salib akan mengarahkan saudara pada jalan yang benar.
  • Salib ada demi kematian daging kita sebelum pengangkatan terjadi.

Bagaimana bisa menjadi murid-Nya jika tidak mengarahkan diri pada tujuan yang benar?

  • Tujuan kita harus sama dengan tujuan Tuhan.
  • Kalau tujuan kita tidak sama dengan Tuhan berarti tidak bisa diangkat.
  • Murid harus mengikuti jejak gurunya kemanapun gurunya melangkah.

Yohanes 19 : 30

19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Yesus berkata, “Sudah selesai”, artinya Dia sudah sampai pada tujuan-Nya, semua perjalanan Yesus untuk mencapai tujuan-Nya sudah digenapi, sehingga Dia pun berkata, “Sudah selesai”.

  • Hari ini Dia mengingatkan kita agar kita benar-benar focus pada tujuan kita yaitu dipermuliakan bersama dengan Dia.
  • Dunia tidak akan pernah menjadi lebih baik, tapi Tuhan kita tetap baik.
  • Selama ada Tuhan dalam hidup kita semuanya akan tetap baik.

Tuhan tidak pernah menjanjikan sorga di bumi ini, oleh sebab itu jangan pernah menjadikan dunia ini sebagai sorgamu, supaya engkau tidak mengejar sesuatu yang salah.

  • Bumi ini akan dihancurkan, bumi ini bukan tempat kita, tempat kita di Sorga karena kita sudah menjadi Warga Kerajaan Sorga.
  • Jika kewargaan kita sudah diubah, mari kita sama-sama menuju pada tujuan yang benar.
  • Kita harus sama-sama bergerak melakukan firman Tuhan bukan hanya diam saja supaya kita sampai ke tujuan itu.
  • Kita sampai ke sorga jangan hanya sekedar wacana atau impian kita saja tapi jadikan tujuan kita ini sebagai suatu kenyataan.

Paulus berbicara mengenai tujuan.

1 Korintus 9 : 25-27

9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Tubuh kita harus benar-benar kita pakai untuk diarahkan pada tujuan yang benar yaitu ke Sorga.

  • Jiwa kita harus difokuskan pada panggilan sorgawi, mahkota kekekalan yang Tuhan siapkan bagi kita.
  • Kita harus melatih tubuh untuk beribadah, menyembah, melakukan firman dan mengarahkan tubuh kita pada tujuan yang benar.
  • Banyak orang sudah melayani, tapi tidak menguasai tubuhnya dan tidak melatih tubuhnya. Kepada si A ia kecewa, kepada si B ia kecewa, kepada si C ia kecewa. Hal ini terjadi karena ia tidak “melatih tubuhnya’ sehingga ia gugur di tengah jalan tanpa ia sadari.

Jangan sampai saudara dan saya yang telah memberitakan Injil, kita sendiri yang ditolak dan jangan sampai ketika kita telah melayani Tuhan, hanya karena tidak mau meninggalkan harga diri, ego dan kepentingan diri sendiri, akhirnya kita ditolak Tuhan.

  • Banyak orang tahu ayat firman Tuhan, banyak orang mengoleksi firman tapi tidak menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman kehidupan dan tidak mau dikendalikan oleh firman.
  • Berapa banyak yang mendengar firman menjadi tersadar, tertegur, dan mau berubah. Tapi berapa banyak dari kita ketika mendengar firman malah merasa terhakimi?
  • Milikilah hati yang lurus agar setiap firman yang kita terima tujuannya hanya satu yaitu mengubah diri kita dan menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih berkenan di hadapan Allah, berbeda dari orang-orang dunia.

Kalau kita tidak pernah mati bagi Tuhan hari ini, maka kita tidak akan pernah hidup bagi Tuhan.

2 Timotius 4 : 7

4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Aku telah memelihara imanku, aku telah mencapai garis akhir, sama seperti Yesus Ketika Dia di kayu salib yang berkata, “Sudah selesai”.

  • Beranikah saudara berkata, “Aku telah memelihara iman dengan baik dan telah sampai pada tujuanku”?
  • Kalau saudara benar-benar orang percaya, maka saudara harus memiliki prinsip seperti Paulus?

Apakah tujuan hidupmu sebagai orang percaya? Apakah sekedar selamat atau mau dipermuliakan?

  • Begitu mudah berbicara tentang sorga dan pengangkatan, tapi cobalah menjalani gaya hidup sebagai orang-orang yang terangkat, sebagai mahkluk sorgawi.
  • Saudara harus mati daging agar terangkat dan menjadi mahkluk sorgawi.

Paulus tidak pernah berhenti di tengah jalan dan dia telah berhasil mengakhiri per-tandingannya.

  • Tahukah saudara tugas yang Tuhan berikan pada saudara?
  • Apakah engkau setia pada panggilan yang sudah Tuhan berikan pada saudara?
  • Bagaimana saudara bisa mengakhiri tugas saudara dan berdiri sebagai orang yang menang, jika tidak setia dengan panggilan?
  • Jika saudara masih menyimpan kekecewaan dan sampai lari dari panggilan berarti saudara tidak setia.

Banyak yang lebih setia dengan perasaannya sendiri, tetapi tidak setia dengan perasaan Allah.

Akan sulit mencapai tujuan kita, karena banyak tipuan kuasa kegelapan agar kita menyimpang ke kanan dan ke kiri, sehingga kita tidak focus pada tujuan.

  • Tapi jika kita terus belajar firman maka kita akan tetap pada jalur yang benar.
  • Apapun situasi kondisimu, tidak akan mempengaruhi tujuan imanmu.
  • Jika tujuan imanmu benar, maka engkau akan tetap melakukan panggilanmu dan engkau akan tetap lurus dalam panggilan itu karena yang menuntunmu bukan “perasaan” tapi firman Tuhan.

Perasaanmu akan membuatmu menyimpang tapi kebenaran akan membawamu pada tujuan, karena jalan menuju tujuan bukanlah jalan yang mudah.

Lukas 9 : 52-53

9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.

9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Begitu saudara berjalan dalam tujuan yang benar, saudara akan mengalami ditolak oleh banyak orang dunia seperti yang Yesus alami.

  • Perjalanan Yesus menuju kematian di kayu salib, oleh sebab itu banyak yang menolak Dia.
  • Begitu saudara jalan dalam tujuan yang benar, akan ada banyak orang yang berusaha mengalihkan pandangan saudara.
  • Ketika focus kita pada salib, kita akan ditolak oleh banyak orang supaya kita tidak fokus pada tujuan tapi fokus pada perasaan.

Tujuan kuasa kegelapan adalah agar saudara tidak focus pada tujuan tetapi pada perasaan kedagingan saudara.

  • Kuasa kegelapan memancing kita dengan berbagai reaksi.
  • Jika reaksimu negative, maka engkau akan terjebak pada jalan yang salah dan tidak akan sampai pada tujuan.
  • Bisa juga engkau sampai pada tujuan tapi engkau akan melalui jalan yang lebih sulit dari sebelumnya.
  • Saat saudara keluar dari jalur maka akan ada banyak kesulitan.

Berhati-hatilah! Reaksimu menunjukkan siapa dirimu karena reaksimu yang akan membawamu pada tujuan yang mulia atau kematian yang kekal. Jangan terjebak dengan tipu daya kegelapan.

Bagaimana caranya kita memuliakan Allah?

Yohanes 17 : 4

17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

Dengan cara menyelesaikan semua tugas dan pekerjaan yang dipercayakan Bapa kepada kita, serta mencapai tujuan iman kita, maka kita akan mempermuliakan Bapa kita di Sorga.

Jika hidupmu dikendalikan oleh tujuan yang benar, maka engkau akan memulikan Bapamu yang di surga.

Bekerjalah sesuai pengutusan dan panggilan.

  • Jika engkau keluar dari pengutusan dan panggilan semula, engkau hanya akan membuang waktumu dan membuat engkau jauh dari tujuanmu.
  • Tidak mudah mencapai tujuan karena ada ancaman, ada penolakan, ada himpitan dan intimidasi. Itulah cara iblis membuat kita tidak sampai tujuan.

Lukas 13 : 31-33

13:31 Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.”

13:32 Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

13:33 Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.

Herodes disebut si serigala atau rubah. Serigala itu kecil, tapi bisa menghalangi tujuan Allah, bisa menghalangi kita mencapai tujuan.

  • Terkadang nyawa kita terancam, kita ditarik ke jalan yang salah.
  • Kita mau menjalani kehendak Allah, tetapi bagaimana reaksi kita ketika ada ancaman, ketika kita diabaikan?

Apakah kita mundur, atau ragu-ragu, atau lari?

  • Jika engkau mundur, ragu-ragu atau lari, sikapmu itu tidak akan membuat engkau sampai pada tujuan, tapi membuat engkau semakin jauh dari tujuan.
  • Berhati-hatilah dengan tipu daya kegelapan melalui perasaan, ancaman.
  • Paulus berkata “Kita tidak lebih dari sampah bagi dunia”

Tidak mudah ketika saudara sudah berkomitmen untuk mencapai tujuan, tetapi jangan menyerah di tengah jalan hanya karena masalah ekonomi, karena masalah dengan sesama, karena harga dirimu.

  • Engkau harus terus maju agar engkau mencapai tujuan imanmu.
  • Panggilan sorgawimu adalah dipermuliakan bersama dengan Tuhan.
  • Jika engkau menyerah berarti engkau termakan tipuan si serigala.

Lukas 18 : 31

18:31 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.

Yesus tidak berkata, “Sekarang Aku pergi ke Yerusalem”, tetapi Yesus berkata, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem.

  • Kita semua diajak Tuhan ke Yerusalem. Kita semua diajak Tuhan sampai pada tujuan dengan cara memikul salib dan mati bersama dengan Dia.
  • Si serigala terus menghalangi kita, orang-orang Samaria terus menghalangi kita.

Berhati-hatilah dengan tipuan kegelapan yang membuat saudara tidak sampai pada tujuan, saudara harus terus berjalan bersama dengan Dia.

  • Banyak orang berbicara pengangkatan, tapi mereka tidak mau taat pada firman, terus menerus terjebak pada perasaan kecewa, terus-menerus memberontak. Orang yang seperti ini jika tidak berubah, maka tidak akan bisa terangkat.

Agar saudara bisa sampai ke tujuan yang benar maka saudara harus memberi diri berkomitmen total Dia..

Yohanes 12 : 23-25

12:23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Masalahnya sekarang, Tuhan Yesus bertanya kepada kita :

  • Apakah kita mencintai nyawa kita?
  • Apakah kita mencintai kedagingan kita?
  • Apakah kita mencintai siapa kita?

Jika kita tidak mencintai kedagingan kita, barulah kita bisa memperoleh kehidupan kekal Bersama Tuhan di Sorga. Inilah yang dimaksud dengan “hidup untuk mati” dan “mati untuk hidup”.

  • Tanpa komitmen total saudara tidak akan bisa memperoleh kehidupan kekal.
  • Satu batang gandum bisa terdiri dari 30-50 benih gandum.
  • Benih yang baru akan tumbuh menjadi 30-50 benih gandum lagi.
  • Jika hidup saudara dipakai untuk mati bagi kepentingan diri sendiri, mati dari ego dan kedagingan maka kehidupan kita pasti akan menjadi berkat bagi banyak orang dan menghidupkan banyak orang.

Tujuan kita adalah mati bersama dengan Dia, karena Dia adalah Guru dan kitalah murid-Nya. Kita harus berbuah di dalam Dia. Berbuah di dalam Dia hanya bisa terjadi ketika kita mati bersama dengan Dia.

Roma 6 : 4

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Saudara harus mati dahulu, barulah saudara bisa menjalani hidup yang baru di dalam Tuhan.

  • Hidup untuk mati dan mati untuk hidup. Inilah tujuan kita.
  • Tujuan kita hanya bisa terjadi jika kita sungguh-sungguh menyerahkan hidup kita, berkomitmen total.

Yohanes 12 : 27

12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

Jiwa Yesus terharu tapi Yesus tidak berkata “Bapa selamatkan Aku dari kematian” karena inilah tujuan Yesus mati di atas kayu salib.

  • Apakah saudara berkata, “Tuhan selamatkan aku dari kematian daging?”
  • Jangan berkata, “selamatkan aku dari mati daging” karena inilah tujuan kita untuk mati daging dan memperoleh hidup yang kekal.

Jika tujuanmu benar, maka hidupmu juga akan dikendalikan oleh tujuanmu yang benar, dengan syarat saudara harus tahu firman Tuhan dan berjalan dalam firman.

  • Tanpa firman Tuhan dan berjalan dalam firman-Nya, engkau tidak akan mendapatkan kehidupan yang kekal.
  • Hidupmu hanya sebatas 70-80 tahun, lalu bagaimana jika esok hari Tuhan datang?
  • Semakin hari tekanan semakin luar biasa.

Beberapa nubuat, September 2020 tidak akan semakin baik, tetapi justru akan menjadi sesuatu yang luar biasa.

  • Bagaimana caranya agar kita tetap survive?
  • Kita hanya bisa survive ketika berjalan dalam jalan Tuhan.
  • Tanpa tujuan yang benar, saudara tidak akan bisa survive.
  • Kedatangan Tuhan sudah sangat dekat.

Berkali-kali Tuhan berkata di Gppk.Chosen Generation “waktunya dipercepat”.

Tuhan berkata Minggu lalu kepada saya, “Aku sudah berdiri di depan pintu dan siap menyambut mempelai-Ku”.

  • Mempelai Pria sudah siap, oleh sebab itu “waktunya” tidak akan dimundur-kan lagi.
  • Kita semua akan terbang ke awan-awan yang permai, dimana Mempelai kita telah menunggu kita.

Inilah tujuan kita, yaitu memerintah bersama dengan Dia.

  • Jangan sampai di hari-hari terakhir ini saudara hanya mementingkan diri sendiri, dan menyangkan diri sendiri.
  • Jika hal ini terjadi hari Tuhan akan menjadi jerat bagi saudara.

Tuhan mau membangun suatu bangunan rohani karena kitalah bait Allah yang hidup.

1 Korintus 3 : 16

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Kita adalah bait Allah, karena Roh Allah berdiam di dalam kita.

Bait Allah yang pertama, didirikan di padang gurun dan berpindah-pindah selama 40 tahun perjalanan umat Israel menuju tanah Penjanjian.

  • Inilah masa pengembaraan.
  • Ketika Roh Allah hadir, kemuliaan Allah ada di dalam bait Allah.

Bait Allah yang ke dua, didirikan di Yerusalem.

  • Inilah masa tenang, damai sejahtera.
  • Yerusalem artinya damai sejahtera.

Tuhan juga sedang membangun “bait Allah yang ketiga” di dalam diri kita.

  • Kita tidak memiliki rumah di dunia ini, sehingga kita hidup di padang gurun pengembaraan.
  • Rumah kita di sorga.
  • Tapi begitu ada Tuhan di dalam kita, hidup kita menjadi ‘Yerusalem”, artinya hidup kita menjadi pembawa damai.

Yesus ada di dalam diri kita orang percaya dan kita bekerja sama dengan Roh-Nya menjadi bangunan kediaman Allah.

  • Allah sedang membangun bait_Nya, pastikan bait itu terjadi di dalam kita.
  • Tuhan mau kita dibangun menjadi kediaman Allah.
  • Kita dipakai Tuhan sebagai bangunan rohani.

Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan Roh Allah.

  • Biarkan Dia membangun bait-Nya,
  • Tunduklah kepada-Nya, taatlah kepada-Nya.
  • Tanggalkan harga dirimu, tanggalkan kepentinganmu. Abaikanlah perasaanmu dan abaikanlah kepentingan pribadimu yang masih berbau kedagingan.
  • Dan ikuti saja kemauan Tuhan Yesus Kristus.

Terkadang begitu kita mengikuti kemauan Tuhan, banyak orang yang tidak suka. Tapi kita harus jalan terus.

Tidak usah pusing dengan orang-orang disekitarmu, biarkan Tuhan yang berperkara dengan orang yang mengusik kita didalam hidup kita.

1 Petrus 2 : 5

2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Biarlah kita menjadi batu bagi bangunan-bangunan rohani, sehingga kita bisa membawa persembahan kepada Allah, bukan karena kuat dan gagah kita, tapi karena Yesus Kristus yang telah ada di dalam kita.

  • Biarlah kita membawa persembahan rohani kepada Allah dan kita menjadi bangunan rohani bagi-Nya.
  • Tanpa disiplin bangunan tidak akan pernah bisa terbangun.

Lukas 14 : 28-31

14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

14:29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,

14:30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.

14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?

Tuhan sedang menggambarkan kehidupan rohani kita seperti bangunan yang sedang dibangun. Kehidupan rohani kita juga tidak lepas dari peperangan.

Pada saat saudara percaya Yesus, Tuhan mau membangun suatu menara supaya orang lain di sekitar saudara bisa melihat siapa Tuhan yang berjalan bersama saudara.

  • Ketika saudara percaya Yesus, saudara tidak bisa mengelak dari peperangan rohani.
  • Oleh sebab itu Tuhan berkata, “Kalau engkau mau membangun Menara, duduk dahulu, kalau engkau mau berperang hitung-hitungan terlebih dahulu.”

Bangunkan rumah rohanimu, jadikan tubuhmu sebagai bait Allah; hidup suci, hidup kudus dan jadilah berkat bagi banyak orang.

  • Masuklah dalam peperangan rohani, rebut kemenangan demi kemenangan.
  • Gereja harus melatih jemaatnya berperang. Berperang melawan apa? yaitu berperang melawan diri sendiri, berperang melawan harga diri dan kedagingan, berperang melawan kuasa kegelapan.

Lebih mudah melawan kuasa kegelapan dibandingkan melawan diri sendiri.

  • Melawan diri sendiri berarti melawan keinginan diri sendiri dan melawan perasaan sendiri.
  • Mematikan harga diri jauh lebih sulit dibandingkan melawan kuasa gelap.

Gereja juga harus melatih jemaat disiplin “membangun bangunan rohani” dan memberi diri bagi Allah.

Lukas 14 : 33

14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Kalau saudara tidak pernah melepaskan diri dari semua yang mengikat saudara sampai hari ini (terikat denganharga diri, hasrat dan kepentingan diri sendiri, kenyamanan dan segala macam ikatan dengan dunia) maka saudara tidak bisa dimuridkan oleh Tuhan.

  • Saudara harus memiliki tujuan sama seperti Yesus, yaitu memikul salib dan mati dengan mengabaikan kepentingan-kepentingan diri sendiri demi tujuan dan komitmen total mencapai sasaran.
  • Tuhan mau saudara benar-benar hidup untuk mati dan mati untuk hidup.

Biarlah kita memahami perkataan ini dan berjuang agar kita sungguh-sungguh dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

Apapun resikonya, sampailah pada tujuan yang benar, karena disanalah kita akan tersenyum tanpa tangis dan air mata.

Amen. Tuhan memberkati.

GEREJA PELAYANAN PENYEMBAHAN KHARISMATIK

JEMAAT CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

IBADAH RAYA MINGGU 11 OKTOBER 2020-KHOTBAH, PRAISE N WORSHIP, SEKOLAH MINGGU

JUDUL KHOTBAH – UNDANGAN DARI ORANG FARISI

PRAISE N WORSHIP

SEKOLAH MINGGU

Renungan Mingguan 11 Oktober 2020 – ROH PENGENDALI /ISEBEL MEMBAWA PENYESATAN

BULETIN NO. 288 TAHUN KE-5

ROH PENGENDALI/ISEBEL MEMBAWA PENYESATAN

Dalam kitab (1 raja-raja), kita dapat melihat karakter izebel yang begitu dominan. Banyak orang tidak menyadari bahwa hidupnya telah terikat dengan roh isabel/ pengendali. Roh pengendali ini cenderung mengendalikan orang lain untuk melakukan apa yang menjadi hasrat atau keinginannya semata terpuaskan. Biasanya roh pengendali akan membawa roh perpecahan atau keributan dimana kehendaknya harus di turuti, jika tidak dia akan berupayah dengan berbagai cara mengajak orang lain untuk bersekutu dengannya dan menyerang orang yang dianggapnya tidak bisa mengikuti kehendaknya, roh ini akan membawa banyak orang untuk disesatkan sesuai keinginannya.

Dalam rumah tangga Kristen banyak kita dapati dimana istri yang dominan terhadap suami, sementara seorang istri harus tunduk pada suami atau sebaliknya (1 petrus 3: 5-6), jika tidak demikian maka keduanya tidak mungkin menjadi mempelai Kristus, sebab jika didunia saja tidak bisa diatur sesuai Firman bagaimana mungkin menjadi mempelai yang sesungguhnya karena engkau sendang melanggar nazar pernikahan  dihadapan Tuhan.

Contoh lain kita bisa lihat orang yang dikendalikan oleh roh isabel yaitu orang yang selalu dominan dan selalu mengatur orang lain dan orang seperti ini tidak akan pernah bisa diatur bahkan Firman Tuhan pun akan dilanggar demi kepentingan diri sendiri.

Saudaraku yang harus kita ingat hidup kita harus dikendalikan oleh Firman Tuhan, Jadilah manusia yang berTuhan jangan menjadikan dirimu sebagai tuhan atas manusia supaya engkau tidak menyesatkan banyak manusia. Jangan ijinkan roh izebel ada pada  diri kita karena roh ini berusaha mengendalikan dan menyesatkan banyak orang.

IBADAH RAYA MINGGU 4 OKTOBER 2020 – KHOTBAH,PRAISE N WORSHIP, SEKOLAHMINGGU

JUDUL KHOTBAH HIDUP TANPA RAGI

PRAISE N WORSHIP

SEKOLAH MINGGU

Renungan Mingguan 4 Oktober 2020 – MENJADI PELAKU FIRMAN LEBIH SULIT DIBANDING MEMBAGIKAN FIRMAN

BULETIN NO. 287 TAHUN KE-5

MENJADI PELAKU FIRMAN LEBIH SULIT DIBANDINGKAN MEMBAGI FIRMAN

Firman Tuhan jika kita responi dengan sungguh-sungguh pasti kita akan kuat menghadapi badai sebesar apapun, tetapi jika Firman hanya sebagai bacaan biasa tanpa mau menyatu dalam perbuatan maka semua pesan Firman itu hanya sebagai tulisan yang indah tanpa bermakna dalam merubah karaktermu. Sangat mudah untuk mencari kata-kata tulisan Firman untuk dibagikan pada banyak orang tetapi sayang jika sipengirim pesan Firman tidak mengalami perubahan pada diri sendiri. Orang ini hanya mendapat jukukan kolektor Firman bukan sipelaku Firman.

Jangan jadikan Firman hanya sebagai alat untuk memuaskan kebutuhan jiwani (enak didengar, membuai dan tanpa teguran)  tetapi jadikan Firman sebagai penuntun hidupmu menuju kekekalan. Dan jangan pula jadikan Firman sebagai pemuas hasratmu saja supaya terlihat rohani, jika demikian firman dijadikan tanpa kuasa untuk merubah tapi hanya sebagai sarana untuk tampil belaka. Apakah bedanya kita dengan orang Farisi yang nampak baik diluar namun didalam penuh tulang dan kematian (Matius 23:27).

Firman adalah suara hati Allah yang berkuasa mengubah hidup kita menjadi sosok pribadi yang membawa kita pada kesempurnaan, tetapi banyak orang membaca Firman hanya sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup semata tanpa memperdulikan kehidupan dibalik kematian nanti.

Mari saudaraku jadikan setiap Firman yang kita tabur melalui tulisan,   video khotbah, atau melalui audio  menjadi acuan  untuk mengubah diri kita sendiri agar semua yang ditabur membuat kita semakin intim dengan Tuhan dan semua yang ditabur tidak menjadi sia-sia.

MAKANAN & PAKAIAN III – 30 AGUSTUS 2020

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

(Matius 6 : 31)

PAKAIAN

DAN MAKANAN

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, The BnB HOTEL

=============

BAGIAN-III, 30 AGUSTUS 2020

=======

SHALOM !

Beberapa hari lalu saya berdoa dan Tuhan berkata, “Ibadah online merupakan cara iblis untuk menghilangkan penghormatan kita akan Tuhan”.

Bukan berarti kita tidak akan ibadah online lagi, tapi ketika saudara ibadah online:

  • Apakah ibadah saudara, bisa seperti yang saudara terapkan jika saudara beribadah secara korporat di gereja?
  • Apakah saudara memakai “pakaian yang rapi” ketika ibadah online?
  • Apakah saudara ibadah online di rumah saudara “sambil makan?”
  • Apakah saudara “duduk rapi” saat ibadah online?

Kuasa gelap sedang menghilangkan penghormatan kita akan Tuhan.

  • Apakah ibadah saudara sudah “tepat waktu” saat ibadah online?
  • Jangan sampai saudara “beribadah dengan suka-suka saudara sendiri”.
  • Ketika ibadah online tetaplah menghormati Tuhan seperti dalam ibadah raya.

Khotbah saya hari ini, adalah khotbah lanjutan yaitu khotbah Sesi yang ke-3 dari bahasan  tentang “Pakaian dan Makanan” (Bagian-3).

Pakaian dan makanan, merupakan kebutuhan pokok manusia dan dari segi rohani pakaian dibutuhkan untuk menutupi ketelanjangan manusia akibat dosa.

  • Jika ketelanjangan manusia (akan dosa) tidak ditutupi oleh darah Yesus, maka manusia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga.
  • Oleh sebab itu (ketelanjangan) manusia (akan dosa) harus ditutupi oleh darah Yesus.
  • Pakaian harus dibubuhi oleh darah Yesus untuk menutupi ketelanjangan.

Setelah saudara sudah berpakaian jangan telanjangi diri saudara lagi. Jika saudara tidak berbuat dosa lagi, berarti saudara menghargai korban darah Yesus dan kasih karunia Allah yang sudah terjadi dalam hidup saudara.

Jangan hidup suka-suka, engkau harus menjaga kekudusan. Tuhan berkata setelah penyembahan tadi, “Kalau engkau tidak berpegang pada Tuhan, engkau akan ditiup seperti sekam”.

  • Saudara harus terus berpegang pada Tuhan, karena badainya semakin kuat.
  • Kita mengalami kesulitan demi kesulitan dan sangat berat.

Sebenarnya saya lelah, tetapi karena ada Tuhan saya tetap maju, saya belajar menutup telinga dari perkataan buruk orang.

  • Jalani saja terus, biar Tuhan yang buktikan siapa yang benar dan siapa yang salah.
  • Percayalah, Dia Allah yang tidak pernah meninggalkan kita.

Saudara memakai pakaian yang diurapi, yaitu Yesus sendiri, sehingga saudara berjalan dalam pengurapan dan kuasa.

  • Yesus merupakan penuntun kita, Dialah yang diurapi.
  • Ketika saudara berjalan dalam pengurapan maka saudara akan berjalan dalam kemenangan.

Roma 8 : 33-38

8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?

Kalau saudara sudah dipilih Allah, siapa yang bisa melawan saudara? Karena bila saudara sudah dibenarkan maka saudara akan lepas dari hukuman.

8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di  kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Iblis itu pendakwa, tapi Yesus yang selalu membela kita karena kita pilihan dan kita sudah dibenarkan.

8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Apakah yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus?

  • Apakah oleh penindasan, dan saat ditindas apakah saudara mau menghujat Tuhan?
  • Saat bermasalah apakah saudara menghujat Tuhan?
  • Saudara banyak pergumulan apakah berarti Tuhan jahat?

8:36 Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”

Saudara bayangkan domba-domba yang menghadapi bahaya maut setiap harinya, dia akan lari terus sampai lelah.

  • Sama halnya dengan kita, kita diperhadapkan dengan sesuatu yang tidak terlihat tapi nyata ada.
  • Peperangan kita tidak adil karena kuasa gelap bisa melihat kita, sedangkan kita tidak bisa melihat kuasa gelap.
  • Bagi kuasa gelap juga tidak adil, karena yang beserta kita jauh lebih kuat dari apapun yang ada di dunia.

Lewati masalahmu dengan ucapan syukur, karena dibalik ucapan syukur kita ada kekuatan yang baru yang Tuhan berikan bagi kita.

8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Kita lebih daripada orang-orang yang sudah menang. Dalam bahasa Yunani disebut Hypernikemon (Lebih dari orang yang sudah menang ).

  • Percayalah suatu saat saudara akan lepas dari masalah saudara dan saudara akan masuk dalam pembentukan yang baru asalkan saudara terus berjalan bersama Tuhan.
  • Kalau saudara terus-menerus berjalan bersama Tuhan, saudara akan melihat kemenangan demi kemenangan

8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kalau saudara sudah mengerti kasih Allah dalam hidup saudara, meskipun ada pergumulan berat, tidak akan bisa membuat saudara bersungut-sungut.

  • Masalah sebesar apapun akan membuat saudara bersyukur, karena kasih Allah selalu menyertai saudara dan tidak akan meninggalkan saudara.
  • Pakaian yang dikehendaki Allah adalah pakaian kebenaran tanpa kepalsuan.
  • Jika pakaian seseorang palsu, orang tersebut dikategorikan sebagai orang munafik (ucapan dan perbuatannya tidak sejalan).
  • Kemunafikan bisa terlihat ketika seseorang berkata “aku mengasihi Allah sementara dia membenci sesamanya, itulah yang disebut munafik.”Kita dapat berkata: “aku mengasihi Allah, tapi dalam keseharian kita menjelek-jelekan sesama kita”, inilah yang dinamakan kemunafikan.

Berhentilah menjadi orang munafik, berjalanlah dalam kebenaran, pegang terus Tuhan jangan sampai saudara dan saya menjadi sekam yang dibuang, bila terkena angin dan badai tidak bisa bertahan.

  • Pakailah pakaian yang asli, yaitu pakaian kebenaran.
  • Saudara harus memperhatikan penampilan saudara dihadapan Allah, bukan sekedar memperhatikan penampilan di hadapan manusia.

Banyak manusia lupa memperhatikan penampilannya di hadapan Allah.

  • Setiap bangun pagi, perhatikan dahulu penampilanmu di hadapan Allah.
  • Ketika saudara terus memperhatikan penampilan saudara di hadapan Allah, maka saudara akan terus menampilkan penampilan yang baik di hadapan Allah.

MAKANAN

Manusia berdosa karena salah makan. Oleh sebab itu manusia jadi membutuhkan pakaian.

Awalnya manusia makan tumbuh-tumbuhan. Begitu manusia jatuh dalam dosa, barulah manusia makan daging, yaitu saat peristiwa Nuh terjadi.

Peristiwa Nuh melambangkan baptisan. Setelah saudara dibaptis menjadi manusia baru disitulah saudara mulai makan daging.

Mengapa dalam Kejadian 3, ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia masih makan tumbuhan, tetapi dalam Kejadian 9 yaitu dalam peristiwa Nuh, manusia disuruh makan daging?

  • Karena peristiwa Nuh adalah peristiwa baptisan dalam air dimana seseorang dikuburkan bersama dengan Yesus dalam kematian-Nya dan dibangkitkan bersama dengan Yesus dalam hidup yang baru.
  • Ketika saudara sudah hidup baru, maka makanan saudarapun harus baru.

Kejadian 9 : 2-3

9:2 Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.

9:3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.

Semua yang bergerak hidup akan menjadi makananmu.

  • Awalnya yang menjadi makananmu kacang-kacangan dan tumbuhan hijau.
  • Begitu sudah lahir baru, makanannya di-ubah menjadi daging binatang.

Setelah baptisan air manusia diubah menjadi ciptaan yang baru, pakaian yang baru dan makanan yang baru.

2 Korintus 5 : 17

5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Inilah ciptaan yang baru, pakaian baru dan makanan yang baru.

Roma 6 : 2-5

6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

Bagaimana bisa berkata telah mati bagi dosa, jika masih menikmati dosa?

6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

Yang telah dibaptis dalam Kristus, berarti di baptis juga dalam kematian-Nya.

  • Inti dari baptisan adalah menjadikan saudara ciptaan yang baru, dan bukan sekedar menjadi Kristen.
  • Manusia lama saudara harus dikuburkan dan begitu keluar dari air baptisan menjadi manusia baru.

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Begitu saudara keluar dari air baptisan, saudara hidup dalam hidup yang baru.

6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Kita harus menjadi satu dan serupa dengan kematian-Nya, supaya kita serupa juga dengan kebangkitan-Nya. Kalau saudara dan saya tidak pernah mematikan daging, keinginan, kehendak, hasrat maka saudara dan saya tidak pernah dibangkitkan.

Prinsip makanan untuk hidup.

  • Oleh sebab itu dibutuhkan penumpahan darah.
  • Harus ada yang dikorbankan, harus ada penumpahan darah, harus ada kematian agar kita bisa hidup.
  • Kalau saudara tidak pernah mengalami kematian maka saudara tidak akan bisa mengalami kehidupan.

Roma 8 : 11

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Yesus harus mati tubuhnya terlebih dahulu, baru Dia bisa dibangkitkan.

Tubuh kita fana, tapi tubuh yang fana ini harus menjadi tubuh yang kekal dengan cara yang kekal harus hidup di dalam kita.

  • Manusia kekal yang hidup di dalam kita bermaksud mematikan manusia daging kita.
  • Kalau keinginan, hasrat, kehendak saudara sudah saudara matikan, barulah saudara bisa menjadi manusia kekal.
  • Kita semua harus menjadi manusia kekal, resikonya bagi saudara, begitu yang fana dimatikan, kenyamanan saudara yang menjadi korban.

Setelah dosa masuk perlu pengaliran darah.

  • Jika saudara sudah mati daging, maka saudara baru bisa memiliki hidup.
  • Makan sayuran (dalam arti rohani) berarti saudara hidup tanpa kematian dan penumpahan darah.

Saudara harus kehilangan hidup, agar saudara mendapatkan hidup, saudara harus kehilangan kesenangan, agar saudara bisa hidup.

  • Kalau engkau tidak kehilangan kehidupan lamamu, maka engkau tidak akan mendapatkan hidup yang baru.
  • Siapapun yang melarang makan daging, termasuk ajaran setan.

1 Timotius 4 : 1-5

4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

4:3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.

Mereka hanya makan tumbuh-tumbuhan.

4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,

Baik semuanya jika diterima dengan ucapan syukur.

4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

Apakah alasan Allah melarang orang makan darah dalam Perjanjian Lama, dan bolehkah kita makan darah di zaman Perjanjian Baru sekarang ini?

Imamat 17 : 10-16

17:10 “Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apa pun juga Aku sendiri akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.

17:11 Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.

Kata kuncinya “Memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengada-kan pendamaian bagi nyawamu”

17:12 Itulah sebabnya Aku berfirman kepada orang Israel: Seorang pun di antaramu janganlah makan darah. Demikian juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu tidak boleh makan darah.

17:13 Setiap orang dari orang Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, yang menangkap dalam perburuan seekor binatang atau burung yang boleh dimakan, haruslah mencurahkan darahnya, lalu menimbunnya dengan tanah.

17:14 Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apa pun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.

17:15 Dan setiap orang yang makan bangkai atau sisa mangsa binatang buas, baik ia orang Israel asli maupun orang asing, haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam, barulah ia menjadi tahir.

17:16 Tetapi jikalau ia tidak mencuci pakaiannya dan tidak membasuh tubuhnya, ia akan menanggung kesalahannya sendiri.”

Yohanes 6 : 53-57

6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

Inilah makanan manusia yang sudah Tuhan ubah.

6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

Prinsip dalam Perjanjian Lama tidak boleh makan darah, karena jika makan darah berarti menolak penebusan lain selain Yesus.

  • Darah tidak boleh dimakan dalam Pernjanjian Lama karena darah adalah untuk pendamaian.
  • Perjanjian lama merupakan bayangan dari yang akan datang dengan wujud Kristus.
  • Dengan minum darah Yesus Kristus berarti kita menyatakan hanya ada satu keselamatan yaitu di dalam Yesus.

Dalam Perjanjian Lama darah tidak boleh disentuh dan masuk ke dalam tubuh manusia.

  • Manusia tidak boleh makan hewan yang mati lemas karena darah dan dagingnya bercampur dan disebut pendarahan.
  • Roti Perjamuan Kudus “tidak boleh dicelupkan ke dalam anggur”, karena akan terjadi pendarahan.
  • Di dalam tubuh manusia, daging dan darah terpisah, begitu terpotong, akan mengeluarkan darah karena ototnya pecah.

Dalam Perjanjian Baru, bolehkan kita makan darah?

  • Semua yang diatur dalam hukum Taurat bersifat lahiriah, tapi Yesus datang bersifat rohaniah.
  • Hukum Taurat bersifat mendisiplinkan orang Israel.
  • Di dalam kasih karunia yang lahiriah diubah menjadi yang rohani.

Kekristenan bukan sekedar kode etik tentang baik dan benar, buruk dan salah, tapi merupakan jalan hidup melalui hubungan yang erat dengan Allah yaitu Yesus Kristus yang hidup.

Efesus 5 : 10

5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.

Kita harus menguji apa yang berkenan di hadapan Tuhan.

Kisah Para Rasul 15 : 20

15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.

Kisah Para Rasul 15 : 29

15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

Kisah Para Rasul 21 : 25

21:25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.”

Terjadi keputusan seperti ini karena ada latar belakangnya dalam Kisah Para Rasul 15 : 1-2.

  • Paulus berkata boleh makan darah, tetapi orang Yahudi berkata tidak boleh makan darah.
  • Akhirnya diputuskan melalui pengadilan agama.
  • Yakobus yang menulis surat ini dan Yakobus yang memutuskan tidak boleh.

Kisah Para Rasul 15 : 1-2

15:1 Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.”

15:2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.

Karena adanya perdebatan demi perdebatan, akhirnya Paulus berkata “jika yang berbau ritual memang tidak boleh, tapi bagi orang Kristen Yahudi hal makan darah tetap tabu”.

  • Misalnya, dahulu si A bukan Kristen, tetapi sekarang sudah terima Yesus.
  • Tapi berhubung ajaran agama lamanya, dia tetap mengharamkan babi untuk dimakan.

Yakobus memberikan pandangan, karena terjadi perdebatan dimana Paulus dan Barnabas memperbolehkan makan darah.

  • Tapi di pihak lain orang Yahudi yang sudah menjadi Kristen tetap menolak memakan darah, sementara orang-orang bukan Yahudi mau makan darah.
  • Untuk menengahi antara Yahudi dan non Yahudi, akhirnya diputuskan tidak boleh makan darah.

Keputusan pelarangan makan darah berlaku pada zaman antara Yahudi dan non Yahudi.

  • Misalnya si A makan steak setengah matang, pasti masih ada sedikit darah.
  • Kalau engkau konsisten tidak mau makan darah, berarti engkau harus pesan steak yang matang.

Jadi, sebenarnya orang Kristen boleh makan darah.

Yakobus memberi pandangan karena terjadi perdebatan tentang berhala-berhala.

  • Di Korintus, diijinkan makan darah.
  • Di Roma, tergantung situasi, di lingkungan Yahudi tidak boleh makan darah, tapi di lingkungan non Yahudi boleh makan darah.
  • Sehingga boleh atau tidaknya makan darah, bukan perkara factor kebenaran di hadapan Tuhan, tapi factor menghormati antara yang setuju maupun yang tidak menyetujui makan darah.

Jadi ada factor berbuat baik, sehingga mau makan ataupun tidak makan darah, tidak masalah.

  • Sudah ter-rekam di otak orang Yahudi untuk tidak makan darah.
  • Akhirnya pengikut Paulus dan orang-orang Yahudi berselisih paham, karena perkara boleh tidaknya makan darah.
  • Paulus melayani di luar Yahudi dan Petrus melayani di lingkungan Yahudi.

Kisah Para Rasul 15 : 13

15:13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: “Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku:

15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.

Simon Petrus orang Yahudi ortodoks.

15:15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:

15:16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,

15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,

15:18 yang telah diketahui dari sejak semula.

15:19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,

Jadi “pendapat Yakobus” janganlah menjadi batu sandungan, yang mau makan darah makanlah dan “yang tidak mau makan darah, tidak masalah”. Tidak usah diperdebatkan lagi.

15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.

15:21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.”

Hal ini berbicara tentang ritual, jadi tidak boleh memberi kesukaran bagi orang-orang non Yahudi yang sudah menjadi Kristen. Jangan memaksa orang non Yahudi melakukan ritual.

Kisah Para Rasul 15 : 10

15:10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?

Kata Yakobus jangan sampai kita menjadi ribut hanya karena ritual, sebab ritual tidak menyelamatkan, karena yang menyelamatkan adalah hubungan pribadi kita dengan Yesus.

Paulus berkata, “Makanan tidak menyelamatkan, karena yang menyelamatkan adalah kebenaran yang saudara makan setiap hari”.

  • Orang Yahudi melarang percabulan, oleh karena itu orang yang diluar Yahudi menyetujui percabulan, oleh sebab itu dibuatlah peraturan yang melarang percabulan.
  • Orang Yahudi sering toleransi dengan dosa melalui hubungan dengan bukan orang-orang percaya.

Yahudi Kristen membutuhkan proses untuk menerima dan mengerti tentang Taurat yang sudah dihapus di atas kayu salib.

  • Kata “haram” dalam Perjanjian Lama, dalam Perjanjian Baru “dipersilahkan saja dimakan”.
  • Baik Yahudi atau non Yahudi, sebaiknya tidak memakan makanan yang men-jijikkan bagi orang Yahudi.

Roma 14 : 14

14:14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.

Roma 14 : 22

14:22 Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

14:23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Kebimbangan atau keragu-raguan itulah yang membuat saudara dan saya berdosa.

  • Mau makan darah atau tidak, jangan pernah dihakimi.
  • Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa.

Inilah dasar persekutuan untuk menjalin hubungan yang akrab antara non Yahudi dengan Yahud; bukan jalan keselamatan.

Markus 7 : 15

7:15 Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”

Yang saudara makan tidak menajiskan, tapi yang saudara muntahkan itulah yang najis.

Hukum Taurat dibagi atas 3 bagian :

1.Hukum Dekalog

2.Hukum Upacara.

3.Hukum Norma.

Hukum Dekalog yang tidak pernah bisa dihapus. Tetapi Hukum Upacara dan Norma inilah yang dihapus dengan kematian Yesus di atas kayu salib. Makanya di kitab Ibrani dikatakan, “Dia membuka jalan yang baru bagi Diri-Nya sendiri”.

Makanan kita adalah Kristus yaitu Firman Allah.

Yohanes 1 : 14

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman telah menjadi manusia.

  • Orang yang menolak kebenaran dan merasa seperti penghakiman, bahaya luar biasa.
  • Dengan besar hati saudara harus terima firman Tuhan.
  • Ketika kita mendengarkan firman Tuhan, fokus pada Yesus, lihat yesus saja, bahwa melalui kotbah ini kita dapat melihat bukti kasih Yesus supaya kita semua diselamatkan.

Matius 15 : 15-20

15:15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.”

15:16 Jawab Yesus: “Kamu pun masih belum dapat memahaminya?

15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?

15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

Ketika saudara mendengar firman, terima firman itu. Tetapi ketika engkau mendengar firman dan engkau keras hati (menolak firman itu) berarti hatimu sedang tidak beres sehingga engkau mendengar firman itu seperti penghakiman, maka periksa hatimu.

  • Jika saudara lagi sakit, disajikan makanan seenak apapun, pasti saudara tidak bisa menerimanya.
  • Begitu hatimu tidak bisa menerima kebenaran jangan hakimi kebenaran, tapi hakimi dirimu, apakah engkau beres?

15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Kalau hatimu tidak beres, pikiranmu jadi jahat.

15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”

Bukan apa yang masuk yang menajiskan orang.

Terima saja firman sekeras apapun, jika menolaknya engkau najis, pandang Tuhan saja, karena itulah bukti kasih Tuhan agar saudara berubah.

  • Jika engkau mendengar firman dan merasa dihakimi, maka hatimu yang sedang tidak beres.
  • Saya sampai berkata pada Tuhan, “Tuhan saya tidak mau khotbah keras-keras, hari ini lembut saja Tuhan tapi yang keluar tetap keras.”
  • Saya tidak pernah merancang sesuatu yang jahat.
  • Resapi saja, kalau sampai menolak itulah yang najis.

Matius 6 : 31-34

6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Jangan kuatir tentang apa yang kamu makan, minum dan pakai, karena Bapamu yang di sorga tahu keperluanmu.

6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka akan ditambahkan bagimu.

Inilah prinsip sorga.

  • Jika engkau tidak hidup dalam kebenaran, jangan berharap semuanya bisa di tambahkan.
  • Bertobatlah dengan sungguh-sungguh baru semuanya bisa dibereskan.
  • Inilah kunci Kerajaan Allah.

Tuhan mau kita benar-benar berubah dan hidup di dalam kebenaran.

Amen.

Tuhan Yesus memberkati.

GEREJA PELAYANAN PENYEMBAHAN KHARISMATIK

JEMAAT CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

27 SEPTEMBER 2020 MEMUJI TUHAN

PAKAIAN & MAKANAN II – 23 AGUSTUS 2020

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

(Matius 6 : 31)

PAKAIAN

DAN MAKANAN

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, The BnB HOTEL

=============

BAGIAN-II, 23 AGUSTUS 2020

=======

SHALOM !

Masalah tidak pernah bisa merubuhkan kita selama kita berjalan bersama dengan Tuhan. Meskipun banyak kendala tapi saat kita berjalan dengan Tuhan maka Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan kita.

Saya beri kesaksian sedikit :

  • Kurang lebih Pk.03.00 WIB, hari Jumat tanggal 21 Agustus 2020, entah roh saya dibawa atau mendapat penglihatan, saya tidak tahu pasti.
  • Saya sedang berdiri di tepi lautan, Tuhan hadir dari belakang saya dan Dia memanggil saya.
  • Di depan saya ada perahu dan berkata “Mari nak ikut berlayar bersama Aku”.
  • Saya naik perahu yang berukuran seperti sekoci. Tuhan duduk pada ujung yang satu dan saya duduk pada ujung satunya lagi. Kami duduk berhadap-hadapan.
  • Disamping kanan kiri Tuhan dan saya ada dayung. Kami masing-masing memiliki dayung.
  • Tuhan berkata, “Ayo nak teruslah mendayung”.
  • Saya dayung terus dan semakin lama semakin ke tengah, semakin jauh sampai pulaunya tidak terlihat lagi.

Arti mimpi atau penglihatan tersebut :

  • Pulau itu merupakan kehidupan lamamu, jadi tidak terlihat lagi.
  • Saya dayung terus sampai kehidupan lama tidak nampak lagi.
  • Gaya hidup lama kita, pola hidup lama kita jangan nampak lagi.
  • Saya dayung terus, begitu sampai di tengah awan menjadi gelap dengan Guntur di kanan kiri, air mulai bergejolak, kapal terombang-ambing.
  • Tuhan berkata “dayung terus, jangan berhenti karena kalau engkau berhenti engkau akan terhanyut ke tempat dimana tidak semestinya engkau berada, yaitu neraka”.

Saat disuruh mendayung terus, jujur saya berkata, “Tuhan saya lelah”. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya saya sudah hampir menyerah dengan keadaan.

  • Ichtus Ministry, Chosen Generation setiap ibadah, setiap pelayanan pasti membutuhkan dana, ditambah lagi mobil saya rusak.
  • Banyak serangan dari kanan kiri, banyak gempuran.
  • Semua itu yang membuat saya tidak nyaman, sampai saya mau menyerah.
  • Tapi kata Tuhan, “Jangan berhenti, teruslah mendayung”.
  • Akhirnya Tuhan yang mendayung.
  • Saat badai semakin besar, Tuhan menyuruh saya untuk mendayung lagi.
  • Saat saya mendayung saya berkata, “Tuhan, saya tidak kuat”, tapi Tuhan berkata, “Tenang, Aku akan selalu memberimu kekuatan”.
  • Badai semakin besar dan awan menjadi gelap sampai saya tidak bisa melihat apa yang ada di depan saya.

Begitu badai kehidupan kita bertambah parah, sampai kita tidak bisa melihat keberadaan Tuhan dalam hidup kita.

  • Saya terus berkata, “saya lelah Tuhan”.
  • Tapi Tuhan berkata, “Aku ada dan Aku selalu ada”.
  • Perkataan itu membuat saya lega.
  • Saya tidak melihat Tuhan, tapi saya mendengar suara-Nya dan Tuhan berkata “Teruslah mendayung”

Saya mendayung terus sampai badainya reda, tetapi ketika saya menengok ke belakang, di belakang masih ada badai. Sedangkan di depan saya berada, badainya sudah reda.

  • Tuhan berkata, “bisa bayangkan jika engkau tidak terus mendayung, engkau akan tetap berada dalam badai”.
  • Kalau engkau menyerah, engkau tetap berada di dalam badai.
  • Tuhan hanya mau sampaikan bahwa, “Menyerah bukanlah solusi”.
  • Tuhan hanya mau kita terus bergerak walaupun lelah dan menyakitkan.

Jangan pernah menyerah dengan keadaan, karena kita tidak dirancang untuk menyerah dengan keadaan, tetapi dirancang untuk menghadapi masalah dan membuktikan kita lebih dari pemenang.

  • Sampai saat ini saya terus mendayung walaupun beberapa hari lalu sempat mau menyerah.
  • Pada saat saudara mengalami masalah sepertinya Tuhan tidak ada.
  • Tapi ada suara berkata, “Aku ada tenanglah”

Jika hari ini saudara menghadapi masalah, ada suara yang berkata “Tenang nak, Aku ada”.

Kita belajar menutup mata kita dari masalah dan membuka hati kita bagi Tuhan, dan kita belajar menutup telinga kita dari perkataan orang dan membuka telinga kita bagi perkataan Tuhan.

  • Kalau saudara membuka telinga bagi perkataan Tuhan maka saudara tidak akan pusing dengan perkataan orang.
  • Perkataan orang akan membuat engkau lemah, tapi perkataan Tuhan akan membuat engkau bangkit dari keadaan.

Di ujung sana saya melihat suatu pulau dengan bangunan yang terbuat dari emas. Tuhan berkata “sedikit langkah lagi engkau akan sampai kesana”.

  • Saya tadi melihat kereta putih, awalnya berjalan lambat, tetapi tiba-tiba berjalan cepat dan Tuhan berkata, “Aku mempercepat segalanya”.
  • Kedatangan Tuhan tidak bisa dibayangkan percepatannya karena sekarang ini Tuhan sedang mempercepat segala sesuatunya.

Penderitaan ringan selama di dunia tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang Tuhan persiapkan bagi kita di sorga.

  • Penderitaan di dunia hanya 70-80 tahun, itupun kalau sampai, kalau besok Tuhan datang siapa yang tahu?
  • Di ujung pulau sana Tuhan menunggu kita, “Aku menunggumu dengan penuh cinta kasih”.
  • Di ujung pulau sana adakota yang indah, bangunan indah yang terbuat dari emas dan kita akan hidup selama-lamanya di dalam kota itu.

Persiapkan dirimu sekarang, engkau tidak akan sampai ke kota itu jika engkau hanya melihat ke dirimu terus dan hanya mengasihi dirimu sendiri. Mulailah pandang ke depan, “dayung terus perahumu, maka engkau akan sampai di tujuan dan berjumpa dengan kekekalan”.

Inilah kesaksian saya. Begitu saya terbangun :

  • Saya langsung berdoa, saya hanya menangis.
  • Dan berkata, “Tuhan saya tidak mau apapun, saya hanya mau tidur di dada-Nya Tuhan dan Tuhan mampukan saya melewati semuanya”.
  • Sebagai manusia saya tidak bisa, tapi ada tangan yang terbuka yang selalu menyertai kita.

Kita akan lanjut pada khotbah “Pakaian dan Makanan” Bagian 2.

Pakaian dibutuhkan manusia, karena manusia telah jatuh ke dalam dosa.

  • Kalau manusia tidak jatuh di dalam dosa, manusia tidak membutuhkan pakaian karena semuanya kudus.
  • Dosa yang membuat manusia menjadi malu.

Manusia tidak bisa menutup rasa malunya dengan daun pohon ara. Begitu manusia jatuh dosa, manusia berusaha membuat baju dari daun pohon ara, tapi tiga hari kemudian daun bisa layu.

  • Untuk menutupi dosa dibutuhkan penumpahan darah.
  • Tuhan membuat pakaian manusia dari kulit binatang yang berbicara tentang penumpahan darah.

Darah Yesus berfungsi menolak penyingkapan karena dosa, darah untuk menutupi ketelanjangan kita di hadapan Allah.

  • Jika Tuhan tidak menutupi seluruh tubuh kita, maka kita tidak akan pernah mendapatkan bagian di dalam Kerajaan Allah dan tidak akan dapat memiliki kedudukan di hadapan Allah.
  • Justru karena Tuhan menutupi ketelanjanganmu dengan pakaian dan darah maka kita mendapatkan kedudukan di hadapan Tuhan.

Saat Adam jatuh dosa, ketelanjangannya tersingkap, tetapi Nuh menyingkapkan ketelanjangannya dan membuat dirinya berdosa.

  • Nuh tidak menghargai kasih karunia Allah.
  • Orang yang hidup di dalam dosa tidak menghargai kasih karunia Allah.

Kejatuhan manusia yang pertama kali :

  • Adam jatuh dosa, dari tanpa pakaian menjadi membutuhkan pakaian.
  • Adam jatuh dosa, karena memakan buah Pohon Pengetahuan.

Kejatuhan manusia yang kedua kalinya :

  • Nuh sudah berpakaian, tapi menjadi tidak berpakaian karena dosa.
  • Nuh jatuh karena memakan buah hasil usahanya sendiri.
  • Nuh merupakan petani anggur, dia mabuk karena minum anggur sampai dia telanjang.

Pakaian untuk menutupi ketelanjangan atau menutupi dosa. Orang yang tidak memakai pakaian yang wajar, berarti saudara keluar dari maksud Allah dan tidak menghargai korban darah Yesus.

Ibrani 10 : 28-29

10:28 Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.

10:29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?

Orang yang melanggar hukum taurat harus dihukum mati.

Apalagi orang Kristen yang tidak menganggap kasih karunia Allah, dia lebih daripada mati.

  • Engkau yang sudah menerima kasih karunia, jangan lagi menikmati dosa, tapi nikmati Allah maka engkau akan merasa tawar hati dengan dosa.
  • Kalau engkau tidak menikmati Allah, engkau akan berselera dengan dosa.
  • Begitu engkau berselera dengan dosa, engkau yang sudah berpakaian akan menjadi telanjang dan tidak layak dihadapan Allah.

Pakaian yang terkena kusta biarlah Tuhan bersihkan.

  • Biarlah Tuhan yang memeriksa hati saudara, apakah ada yang masih tidak wajar di di dalammu?
  • Biarlah Tuhan yang membersihkanmu dan menanggulangimu.

Orang percaya harus memperhatikan sikap dan gaya hidupnya, jangan sampai ada kepalsuan.

  • Di gereja bisa baik-baik, tapi di luar gereja bisa tidak baik.
  • Di depan orang bisa baik-baik, tapi dibelakangnya ia menusuk orang.
  • Inilah kepalsauan dalam kekristenan.
  • Di dalam kekristenan tidak boleh ada kepalsuan.

Pakaianmu dibuat di sorga bukan di bumi, kamu menggunakan pakaian asli bukan pakaian palsu.

Ciri utama kekristenan yang asli adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama, jika engkau mengasihi Allah tapi tidak mengasihi sesama, engkau palsu.

  • Banyak orang berkata tentang Tuhan tapi sulit mengasihi sesamanya karena mereka tidak menyadari keberadaan Tuhan di dalam diri sesamanya.
  • Mungkin mengasihi Tuhan mudah, tapi mengasihi orang yang menyakitimu pasti tidak mudah karena engkau tidak menyadari adanya Tuhan di dalam diri dia.
  • Kalau engkau menyadari adanya Tuhan di dalam si A,B,C, engkau tidak akan pernah terluka dengan mereka.

Mengapa orang tidak bisa mengampuni, jawabannya adalah karena orang itu tidak bisa melihat Tuhan di dalam diri sesama.

  • Kalau kita bisa melihat keberadaan Tuhan di dalam diri sesamamu, saudara bisa mengasihi dia tanpa syarat.
  • Pakaian yang Tuhan kehendaki adalah tanpa kepalsuan.
  • Love is action not acting. Kasih itu bukan akting , tapi kasih adalah kepedulian kita terhadap sesama.

Kalau saudara mengasihi, saudara harus bisa mengorbankan diri bagi sesama.

  • Karenanya kita semua harus konsen dengan kekudusan.
  • Kalau kita konsen dengan kekudusan, kita akan memperhatikan penampilan kita di hadapan Allah.
  • Orang yang konsen dengan kekudusan adalah orang yang terus menerus bertobat di hadapan Allah.
  • Adalah orang yang berusaha menjadi manusia yang berkenan di hadapan Allah sehingga gaya hidupnya menampilkan gaya hidup surgawi.
  • Saudara dan saya, semuanya harus berubah.

Saya bukannya tidak pernah stress, saya pernah “stress” mempersiapkan khotbah, dan ketika saya sudah berdiri di mimbar untuk berkotbah ada perkataan-perkataan yang Tuhan taruh langsung di mulut saya yang tidak pernah saya rancangkan sama sekali.

  • Untuk berada di posisi saya sangat tidak mudah, jujur saya pernah merasa terkekan. Begitupun jika saya di posisi saudara, itu juga tidak mudah, karena saudara juga mempunyai kesulitan tertentu.
  • Taruh dirimu di posisi orang lain, baru engkau dapat menyadari bahwa ternyata tidak mudah untuk melewati segala sesuatu.

Pakaian juga melambangkan Kristus, Kristus adalah “pakaian” kita. Artinya Kristus sudah menyatu dengan kita, menjadi suatu perbuatan-perbuatan kebenaran.

Wahyu 19 : 8

19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Saudara diselamatkan bukan karena perbuatan, tapi jika saudara sudah selamat saudara harus berbuat benar.

  • Pakaian kita adalah hasil karya Roh Kudus yang memoles kita.
  • Kita harus berjalan dalam Roh, dan Roh itu akan berbuah menjadi gaya hidup kita dan hidup kita menjadi benar di hadapan Allah, inilah yang disebut buah Roh.

Buah Roh ada satu, tapi karakternya ada 9 (sembilan).

Galatia 5 : 22

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

Kasih : Apakah ada kasih kepada Tuhan dan kepada sesama?

Sukacita : Apakah ada sukacita atau dukacita? Apakah ada senyum di wajah kita? atau kita terus atau cemberut dalam menghadapi hidup ini? Jika saudara tersenyum (bersukacita sanantiasa), maka hubungannya akan naik terus bersama Tuhan

Tapi jika saudara cemberut terus, maka hidupmu turun terus menjauh dari Tuhan. Bangun tidur sekalipun, harus selalu tersenyum. Jangan bangun tidur terus “ngambek” dan marah-marah.

Damai sejahtera : Apakah ada damai dengan Tuhan dan sesama? Jika tidak ada perdamaian dengan sesama, maka hubungan dengan Tuhan juga pasti tidak beres.

Kesabaran : Apakah saudara sudah sabar? Suatu kesaksian dari saya, ketika saya sedang share dengan Tuhan tentang perilaku seseorang yang perbuatannya sulit saya pahami. Saya berusaha memahami kenapa orang tersebut berperilaku demikian. Disitu Tuhan hanya berkata : “nak, Aku titip dia sama kamu ya”. Saya mencoba menawar kepada Tuhan agar Tuhan menitip yang lain saja ke saya, jangan menitip orang itu, karena orang itu sulit untuk dipahami. Tapi tuhan katakan : “Aku titip dia sama kamu” (untuk digembalakan), dan saya menyetujuinya walau tidak mudah.

Kemurahan : Apakah saudara masih pelit?

Kebaikan : Apakah saudara sudah baik satu sama lain?

Kesetiaan : Kalau saudara setia pada Tuhan, maka saudara dapat setia dengan sesama. Banyak yang merasa setia kepada Tuhan, tapi tidak bisa setia dengan sesama.

Oleh sebab itu pakaian harus diurapi dengan minyak. Pakaian melambangkan Kristus. Kita memakai Kristus yang diurapi dan kita berjalan didalam pengurapan Allah. Begitu kita berjalan dalam pengurapan Allah berarti kita orang yang diurapi Allah.

Imamat 8 : 30

8:30 Dan lagi Musa mengambil sedikit dari minyak urapan dan dari darah yang di atas mezbah itu, lalu dipercikkannya kepada Harun, ke pakaiannya, dan juga kepada anak-anaknya dan ke pakaian anak-anaknya. Dengan demikian ditahbiskannyalah Harun, pakaiannya, dan juga anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya.

Minyak urapan melambangkan Roh Kudus, berarti pakaiannya diurapi.

Jika saudara berjalan dalam pengurapan Roh, berarti saudara berjalan dalam kehendak Roh dan dalam kemuliaan Allah.

  • Pakaian yang dipercikkan dengan minyak urapan melambangkan Kristus yang diurapi.
  • Kita yang hidup di dalam Kristus, hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Artinya Roh Kudus harus berbuah di dalam saudara.
  • Jika Roh Kudus sudah berbuah di dalam saudara, barulah saudara disebut ciptaan yang baru.

2 Korintus 5 : 17

5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Kalau kita mengaku di dalam Kristus, barulah kita menjadi ciptaan yang baru.

Gaya hidup lama dan karakter lama sudah berlalu, sampai engkau berjalan dan tidak melihat lagi gaya hidupmu yang lama.

  • Apakah saudara sudah menjadi baru?
  • Biarlah saudara benar-benar menjadi manusia berbeda.

Bilangan 15 : 38-40

15:38 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.

15:39 Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN.

Pakai jumbai untuk “mengingat”, bahwa saudara dan saya bukan lagi hidup bagi diri sendiri lagi, bukan hidup bagi mata kita sendiri, bukan hidup bagi ego dan harga diri kita sendiri, tapi hidup bagi kehendak Allah.

Inilah puncak dari kekristenan dimana saudara dan saya mengerti pola pikir Allah dan perasaan Allah.

  • Jika pikiran dan perasaan Allah sudah menyatu di dalam saudara, maka saudara akan tahu apa yang Tuhan mau.
  • Berapa banyak orang Kristen tahu apa yang menjadi keinginan Tuhan?
  • Berapa banyak orang Kristen yang rajin pelayanan, rajin gereja tapi tidak tahu kehendak Tuhan?
  • Jangan sampai salah di dalam mengikuti Tuhan.

Saudara jangan sekedar percaya, karena Tuhan merancangmu untuk mewarisi Kerajaan yang tidak tergoyahkan dan memerintah bersama dengan Dia.

  • Pemerintahan Allah adalah pemerintahan sekutu-sekutu Allah, yaitu orang yang berjalan di dalam kehendak-Nya.
  • Oleh sebab itu engkau harus memakai pakaian dengan jumbai itu

15:40 Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu.

Kalau saudara mau menjadi kudus bagi Allahmu, maka engkau harus melakukan perintah Allah.

Kekudusan saudara dan saya, hanya bisa ditakar saat firman Tuhan yang sudah kita terima saudara dan saya manifestasikan menjadi perbuatan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Jumbai Jubah

Perhatikan gambar Jumbai Jubah dibawah ini.

Gambar : “Jumbai Jubah

Jumbai jubah di ikat seperti kepangan rambut artinya kita diikat untuk melakukan kehendak Allah.

  • Jumbai jubah berwarna biru, karena warna biru melambangkan sorga artinya saudara terikat dengan sorga untuk melakukan kehendak Allah.
  • Wanita yang pendarahan 12 tahun menjamah punca jumba jubahnya Yesus, ketika dia menjamah kehendak Allah maka pendarahannya tahir.
  • Ketika saudara menjamah kehendak Allah menjadi pelaku firman maka hidupmu akan diubah Tuhan.
  • Kalau engkau tidak mau melakukan kehendak Tuhan maka hidupmu tidak akan pernah berubah.

Jumbai jubah merupakan “jalinan kebenaran”, karena kehendak Allah itu adalah kebenaran.

Prinsip berpakaian:

Bebas dan bertanggung jawab. Saudara bebas memakai baju tetapi saudara harus bertanggung jawab.

  • Dalam mengikut Tuhan saudara diberi kebebasan, tapi ada tanggung jawab yang harus saudara lakukan.
  • Kita mempunyai kehendak bebas tapi kehendak bebas kita tersebut harus dikendalikan oleh firman. Jika kehendak bebas kita tidak dikendalikan oleh firman Tuhan, kita menjadi liar.
  • Prinsip berpakaian yang kedua adalah: Harus sesuai dengan situasi dan kondisi

Contoh: Saat dalam upacara tutup peti jenazah, saya harus memakai baju yang sesuai dengan situasi dan kondisi, bukan baju santai.

  • Karena ada situasi dan kondisi tertentu dimana kita harus menyesuaikan diri.
  • Kita harus mengerti kehendak Allah agar kita tahu kapan kita harus melakukan suatu hal, kapan kita harus bertindak dan apa yang harus kita lakukan dalam suatu keadaan.
  • Prinsip berpakaian yang ketiga: Asli bukan palsu

Sekarang lebih banyak baju palsu dibandingkan dengan baju yang asli.

  • Tuhan tidak mau kita memakai “baju palsu” .
  • Tuhan mau kita pakai baju asli (bukan dalam hal merk baju). Artinya kita harus menjadi orang Kristen yang “asli”. Asli dalam hal memberi, asli dalam hal mengasihi, dalam hal mengampuni dan dalam segala hal.
  • Tuhan tidak mau saudara dan saya menjadi orang-orang Kristen palsu.
  • Saya rindu saudara menerima hal ini dengan maksud yang benar.

Sekarang kita masuk ke Bagian ke 2, yaitu Makanan

II. MAKANAN

Matius 6 : 25

6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Yang terpenting adalah pakaian dan makanan sorgawi.

  • Manusia berdosa karena “salah makan”.
  • Tuhan berkata jangan memakan buah dari pohon pengetahuan tapi tetap dia makan.

Setelah jatuh dosa, manusia jadi membutuhkan pakaian.

Makanan dan pakaian untuk manusia sudah diatur sejak dari Kitab Kejadian 1.

Kejadian 1 : 29

1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

Sebelum manusia jatuh dosa, Tuhan memberi makan tumbuh-tumbuhan. Setelah manusia jatuh dosa, manusia harus makan daging.

Kejadian 2 : 9

2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Yang baik itu untuk dimakan. Setelah manusia jatuh dosa, Tuhan masih mengatur manusia untuk makan tumbuhan.

Kejadian 3 : 17-18

3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

Setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia masih makan tumbuhan, belum disuruh makan daging.

Setelah Nuh berdosa Tuhan baru mengijinkan manusia makan daging .

Kejadian 9 : 2-3

9:2 Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.

Segala binatang dan segala yang bergerak termasuk virus, harus gentar pada kita karena kita diciptakan lebih dari pemenang.

9:3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.

Sebelum jatuh dosa, manusia makan tumbuhan.

Setelah manusia jatuh dosa Tuhan masih mengijinkan manusia makan tumbuhan, tapi setelah air bah, Tuhan baru menginjinkan manusia makan daging.

Mengapa Allah mengubah pola makan manusia dari makan tumbuhan menjadi makan binatang setelah terjadinya kebangkitan?

  • Karena Prinsip dari perjanjian lama itu tersirat.
  • Saat saudara memotong buah tidak akan keluar darah, tapi saat saudara memotong binatang pasti keluar darah
  • Harus ada kematian dan penumpahan darah agar saudara bisa hidup.

Prinsip makan adalah harus ada penumpahan darah dan “kematian” agar kita “hidup“.

  • Makanan itu untuk hidup. Tanpa makan, manusia mati.
  • Agar manusia hidup, harus ada yang mati untuk kita makan.
  • Engkau tidak akan hidup, jika kedaginganmu tidak engkau matikan.
  • Jika keinginan dagingmu tidak engkau matikan jangan harap engkau hidup.

Yesus telah mati di kayu salib, agar kita bisa hidup.

2 Korintus 5 : 15

5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Kita hidup tidak untuk diri kita sendiri, tetapi hidup untuk Dia yang telah mati dan dibangkitkan bagi kita.

  • Jika kita mau hidup, kita harus mati dan makan yang sudah mati.
  • Engkau tidak bisa makan ikan yang masih hidup.

Roma 8 : 11

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Jika engkau “makan” Yesus yang telah mati dan dibangkitkan, maka engkau akan mengalami kematian keinginan daging dan engkau akan hidup, dibangkitkan bersama dengan Dia.

Inilah prinsip makanan yang paling dasar.

  • Kalau kita tidak mati, kita tidak akan hidup.
  • Setelah dosa masuk, perlu pengaliran darah.
  • Jika saudara mati barulah saudara memiliki kehidupan.

Amen.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

Bersambung ke Bagian-3

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

IBADAH RAYA MINGGU 27 SEPTEMBER 2020-KHOTBAH,PRAISE N WORSHIP,SEKOLAH MINGGU

JUDUL KHOTBAH MEMUJI TUHAN

PRAISE N WORSHIP

SEKOLAH MINGGU

Renungan Mingguan 27 September 2020 – MERUBAH ORANG LAIN TANPA PERKATAAN

BULETIN NO. 286 TAHUN KE-5

MERUBAH ORANG LAIN TANPA PERKATAAN

Sebagai orang Kristen sudah terbiasa sejak kecil mendengar atau membaca Firman secara pribadi, bahkan ada yang telah membaca alkitab berulang kali sampai tamat, bukan hanya itu saja bahkan bisa menghafal isi dari alkitab bigitu banyak. Bukankah seharusnya ini sangat baik jika dilihat secara jasmani ? Tetapi pertanyaannya apakah semua itu betul-betul menjamin seseorang dapat dikatakan sudah intim secara rohani ?

Didalam Yakobus 1:22 ;Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Jadi Firman harus disertai perbuatan bukan sekedar membaca dan menghafal saja, alhasil sia-sia hanya sebagai kolektor Firman saja, dan hidup orang seperti ini tidak menjadi kesaksian tetapi hanya sebatas tahu bukan mengenal Tuhan dengan benar. Orang yang banyak menghafal tetapi tidak menjadi pelaku, akhirnya seperti ahli taurat yang hanya memakai Firman sebagai senjata untuk menyerang orang lain tetapi hidupnya menjadi sandungan bagi sesama, tidak menjadikan Firman Tuhan sebagai gaya hidup sorgawi.

Jika kita hidup didalam kebenaran Firman yang sesungguhnya pasti orang lain dapat merasakan kasih Kristus didalam orang tersebut dan tanpa perkataan gaya hidupnya telah membawa pesan dari kerajaan sorga untuk membawa jiwa-jiwa yang ingin mengenal Yesus tanpa harus mengucapkan banyak kata-kata, karena orang yang hidup didalam kebenaran Firman Tuhan dia telah berhasil menterjemahkan Firman itu sendiri melalui gaya hidupnya sehingga Firman itu menghidupkan siapapun yang bersentuhan dengannya.

Jika kita ingin orang lain bertobat pastikan hidup kita dahulu yang bertobat, karena melalui pertobatan kita orang dapat merasakan kasih Kristus yang ada didalam kita dan kitalah yang menjadi contoh bagi sekitar kita sehingga Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita (Matius 7:12).

PAKAIAN DAN MAKANAN I – 09 AGUSTUS 2020

PAKAIAN

DAN MAKANAN

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA DI BnB HOTEL

=============

BAGIAN-I, 09 AGUSTUS 2020

SHALOM !

Puji Tuhan kita bisa berkumpul kembali. Biarlah kita semua sehat jasmani dan rohani. Kita harus memelihara rohani kita agar tetap sehat agar jasmani kita juga sehat.

Tanggal 5 Agustus 2020 Tuhan Yesus yang pertama kali memberi kado ulang tahun bagi saya. Jam 2 pagi Tuhan memberi saya mimpi. Dalam mimpi itu saya bertemu dengan Tuhan. Tuhan membawa saya masuk ke Kemah Suci di bagian Pelataran.

Mimpi ini peringatan bagi kita semua.

  • Tuhan berkata, “Banyak orang sibuk di mezbah korban bakaran (diruang pelataran), sibuk mem-bereskan diri, tapi sampai lupa menyalakan Kandil (Kandil itu tempatnya diruang Suci) artinya tidak ada hubungan dengan Tuhan.”
  • Ada pujian penyembahan yang saudara lalaikan setiap hari. Kita hidup dari firman Allah, tetapi firman Allah saudara abaikan.
  • Yang saudara pusingkan hanyalah membereskan diri sendiri karena takut masuk neraka.

Saudara harus selalu berjaga-jaga agar Pelita saudara tetap menyala, harus terus membangun hubungan dengan Tuhan melalui firman dan keintiman.

  • Jika saudara tidak bergaul dengan Tuhan, tidak menghidupkan firman Tuhan, maka apa artinya pelayanan?
  • Meskipun engkau sibuk pelayanan tapi jika engkau tidak berubah, maka firman itu tidak menyala di dalammu dan tidak menerangi orang di sekitarmu.

Tuhan sampai hampir menangis dan berkata :

  • “Mengapa banyak orang tidak mau membangun hubungan dengan Aku?”
  • “Mengapa mereka tidak hidupi firman itu dan tidak menyantap firmanKu?”
  • “Mengapa mereka tidak lagi masuk dalam pujian dan penyembahan secara pribadi?”
  • “Mengapa mereka mengabaikan hubungan dengan Tuhan secara pribadi?”

Pujian dan penyembahan yang kita lakukan di gereja itu bersifat “korporat” (bukan pribadi), dan merupakan pelatihan untuk masuk dalam pujian dan penyembahan secara pribadi.

  • Firman yang saudara dapat di gereja, itu firman korporat.
  • Tuhan mau saudara mendapatkan firman secara pribadi “fresh” dari Dia.
  • Jika hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama tidak beres, maka kita tidak akan terangkat.

Hubungan kita kepada Tuhan dan kepada sesama harus beres jika mau terangkat.

  • Jangan bicara/ berfokus tentang hal-hal yang adikodrati tapi hubunganmu dengan sesama tidak beres, atau hubunganmu dengan tuhan tidak beres. Cukup pastikan dirimu terangkat.
  • Saudara boleh dihormati orang, tapi saudara kehilangan penghormatan dari Tuhan kalau saudara tidak membangun hubungan dengan Tuhan.
  • Tuhan hanya berkata: “kenapa anak-anak-Ku tidak pernah mau berhubungan dengan Aku? kenapa mereka mengabaikan firman-Ku? kenapa mereka mengabaikan pujian dan penyembahan? kenapa mereka mengabaikan hubungan dengan Aku secara pribadi?” Inilah masalah fatal dalam kekristenan.

Saya diajak Tuhan masuk ke Pelataran, banyak orang sibuk di Mezbah Pembakaran, tapi begitu masuk ke Ruang Suci, disana gelap sekali.

  • Seharusnya di Ruang Suci terang, karena ada firman yang menyala, ada dupa yang menyala, ada meja roti sajian, ada mezbah yang dinaikkan.
  • Tapi Tuhan berkata kepada saya, “Tidak ada yang menyalakan firman dan juga pujian dan penyembahan, karena saudara tidak membangun hubungan yang benar kepada Tuhan”

Saudara jangan hanya merindukan mengalami hadirat-Nya ketika masuk dalam ibadah korporat, tapi saudara harus mengalami Tuhan secara pribadi di kamar masing-masing.

  • Karena Tuhan mau menyentuh saudara secara pribadi, yaitu melalui firman dan hubungan saudara dengan Tuhan.
  • Mari kita masuk hubungan dengan Tuhan secara pribadi, kita menyalakan firman Tuhan atau pelita-Nya, kita menyalakan hubungan kita dengan Tuhan hanya melalui doa-doa syafaat dan pujian penyembahan.
  • Jangan lagi hidup sembarangan.

Ketika kita sudah masuk dalam kehidupan firman, doa pujian dan penyembahan, serta semuanya sudah teratur (kehidupan doa, firman, pujian dan penyembahan itu terus menyala dalam hidup kita) maka barulah saudara masuk dalam pengangkatan (di ruang Maha Suci) dan saudara akan berjumpa muka dengan muka dengan Tuhan.

  • Tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Allah. Bagaimana cara melihat Allah? saudara harus kudus.
  • Bagaimana menjadi kudus? saudara harus berdamai dengan semua orang. Berdamailah dengan semua orang, berdamailah dengan Allah.
  • Maukah saudara menyalakan pelitamu dan makan roti hidup itu?
  • Maukah saudara membangun hubungan dengan Tuhan mulai hari ini?
  • Apa yang benar yang sudah saudara lakukan dahulu, lakukan lagi saat ini.

Kerinduan akan Tuhan serta hubungan dengan Tuhan yang sudah hilang, harus dibangun lagi saat ini, supaya saudara benar-benar berjumpa dengan Tuhan suatu hari nanti.

Kita akan masuk dalam pembahasan kita tentang “PAKAIAN DAN MAKANAN”.

Pakaian dan makanan merupakan kebutuhan manusia.

Firman Tuhan berkata, “janganlah engkau kuatir dengan apa yang engkau pakai dan engkau makan”.

PAKAIAN

Tuhan mau pakaianmu tidak tersingkap. Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak membutuhkan pakaian, tapi rasa malu muncul ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Saat manusia jatuh dalam dosa, barulah manusia menyadari bahwa dirinya telanjang.

Kejadian 2 : 25

2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Mereka tidak merasa malu karena tidak ada dosa. Jadi yang membuat perasaan malu adalah dosa. Rasa malu baru mulai muncul karena tidak berpakaian.

Kejadian 3 : 7

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Manusia berusaha menutupi rasa malunya dengan daun pohon ara: menutupi rasa malunya dengan caranya sendiri.

  • Daun pohon ara tidak tahan lama, saat mulai kering, daun ara lambat laun menjadi hancur.
  • Allah membuat bagi manusia pakaian dari kulit binatang.

Kejadian 3 : 21

3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Di sini Tuhan menyatakan kepada kita bahwa untuk menutupi dosa harus ada penumpahan darah, sementara daun pohon ara itu tidak ada penumpahan darah.

  • Tapi binatang yang dipotong dan kulitnya dipakai untuk membuat pakaian, itulah penumpahan darah.
  • Penumpahan darah yang dipakai untuk menutupi tubuh, kecuali kepala, tangan,dan kaki. Kepala, tangan dan kaki tidak ditutupi, yang ditutupi hanya tubuhnya saja.
  • Lalu bagaimana caranya kepala, tangan dan kaki ditutupi juga oleh darah juga?

Keluaran 29 : 20

29:20 Haruslah kausembelih domba jantan itu, kauambillah sedikit dari darahnya dan kaububuh pada cuping telinga kanan Harun dan pada cuping telinga kanan anak-anaknya, pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanan mereka, dan darah selebihnya kau siramkanlah pada mezbah sekelilingnya.

Darah harus dipercik di telinga kanan, ibu jari tangan kanan dan ibu jari kaki kanan.

Jadi seluruh tubuh saudara terjaga oleh darah Yesus. Darah ini membuat seorang imam (yaitu saudara dan saya) layak berjumpa dengan Allah.

  • Karena bajunya sudah dibuat oleh Tuhan dari dari lenan halus. Lenan halus artinya perbuatan yang benar.
  • Tapi ada yang tidak bisa ditutupi oleh pakaian, yaitu tangan, kepala dan kaki. Tangan, kepala dan kaki harus diolesi oleh darah.

Jadi seluruh tubuh saudara harus tercover oleh darah Yesus barulah saudara layak berjumpa dengan Allah.

  • Darah menolak penyingkapan karena dosa. Untuk menutupi dosa tidak bisa dengan karya manusia, tapi harus dengan karya Allah. Jika engkau berdosa, harus ada darah yang menebusmu.
  • Darah yang membuat kita layak di hadapan Allah.

Untuk menutupi dosa tidak bisa dengan karya manusia, tapi harus dengan karya Allah.

  • Untuk menghadap Allah harus dengan selera Allah, bukan selera manusia.
  • Harus dengan tanda darah, tanpa tanda darah, kita tidak layak menghadap Allah.
  • Jika Tuhan tidak sepenuhnya menebus dosa kita, kita tidak akan mendapat-kan kedudukan di hadapan Dia.

Darah ditaruh di kepala, tangan dan kaki artinya darah menyelubungi seluruh hidup kita supaya tidak kedapatan telanjang.

  • Ketika Adam dan Hawa jatuh dosa maka ketelanjangannya tersingkap.
  • Manusia yang 1656 tahun kemudian ada yang jatuh dosa lagi dan tersingkap ketelanjangannya, dia adalah Nuh.
  • Nuh mabok sampai telanjang.

Manusia pertama sebenarnya tidak membutuhkan pakaian, tapi karena jatuh dosa jadi membutuhkan pakaian.

  • Manusia yang jatuh ke dua, ada pakaian tapi tidak berpakaian.
  • Manusia yang pertama jatuh karena pohon pengetahuan.
  • Manusia yang berikutnya jatuh telanjang karena pohon hasil tangannya sendiri. Nuh merupakan petani anggur, dan ia merupakan pemeras anggur pertama dan hasil tangannya membuat dia mabok sampai telanjang.

Kejadian 9 : 20-24

9:20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.

9:21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.

Nuh berpakaian, tapi karena jatuh dosa jadi tidak berpakaian.

9:22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.

Inilah homoseksual pertama kali yang dilakukan di dunia.

Ham melakukan sodomi dengan ayahnya, oleh sebab itu Ham dikutuk.

9:23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.

9:24 Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya,

9:25 berkatalah ia: “Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya.”

Manusia pertama tidak berpakaian, tapi jadi berpakaian karena jatuh oleh pohon pengetahuan. Manusia kedua yang jatuh jelas sudah berpakaian, tapi jadi tidak berpakaian karena jatuh oleh pohon hasil tangannya sendiri.

Apakah yang dimaksud punya pakaian tapi tidak berpakaian?

  • Jika ada orang memiliki pakaian tapi tidak mengenakannya, berarti dia tidak waras.
  • Jadi orang yang tidak menghargai korban darah Yesus, tidak menghargai kasih karunia Allah yang telah diberikan kepadanya, berarti dia adalah “orang yang punya pakaian tapi tidak berpakaian”.

Jika engkau hidup suka-suka, berantakan, rajin pelayanan bagi Tuhan tapi tidak takut Tuhan percuma saja berarti engkau orang yang tidak menghargai korban darah Yesus dan kasih karunia Allah bagimu.

  • Sadarkah saudara, bahwa saudara memiliki pakaian tapi seringkali memilih untuk tidak berpakaian?
  • Sadarkah saudara ketika saudara punya pakaian tapi saudara lebih memilih tidak berpakaian karena saudara lebih mementingkan harga diri dan kepentingan saudara, disini saudara sedang tidak menghargai korban darah Yesus yang telah menebus saudara.

Ibrani 10 : 29

10:29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?

Kita semua sudah dibeli oleh darah Yesus, berarti kita semua sudah menjadi milik Tuhan.

  • Oleh darah-Nya, Tuhan membuat saudara dan saya berpakaian, tetapi karena ego saudara dan saya, pakaian kita jadi terlepas tanpa kita sadari.
  • Pakaian adalah untuk menutupi ketelanjangan, menutupi dosa.

Orang yang mengenakan pakaian yang tidak wajar, adalah orang yang keluar dari maksud Allah.

Contoh pakaian yang tidak wajar. “Lelaki memakai pakaian wanita”.

Ulangan 22 : 5

22:5 “Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.

Hal ini keluar dari maksud Allah. Seandainya pengkhotbah pria mengenakan rok pink, hal itu sudah keluar dari maksud Allah.

  • Lelaki tidak bisa memakai kemeja perempuan begitu juga sebaliknya.
  • 90% perempuan tidak suka melihat laki-laki bercelana pink.
  • 95% laki-laki bercelana pink tidak suka perempuan.

Sekarang banyak orang yang menggunakan pakaian yang tidak wajar.

  • Seorang pria tidak mungkin pakai tank top.
  • Banyak orang memakai baju tidak wajar dalam menghadap Tuhan.

Model sekarang baju ada yang berlubang di paha, di lengan, di punggung.

  • Sadarkah saudara ketika menghadap Allah sering memakai baju yang tidak wajar?
  • Seringkali saudara tidak memperhatikan penampilan saudara di hadapan Allah.

Kita selalu memperhatikan penampilan orang lain, tetapi kita tidak memperhatikan pakaian kita dihadapan Allah.

  • Pakaian untuk menutupi ketelanjangan atau dosa.
  • Orang yang memakai pakaian yang tidak wajar keluar dari maksud Allah.

Seorang imam dalam suatu ibadah tidak boleh auratnya tersingkap.

Keluaran 20 : 26

20:26 Juga jangan engkau naik tangga ke atas ke mezbah-Ku, supaya auratmu jangan kelihatan di atasnya.”

Perhatikan Gambar Mezbah Korban Bakaran dibawah ini.

  • Dekat mezbah ada gundukan untuk para imam berdiri.
  • Untuk sampai ke mezbah tidak boleh menggunakan tangga.
  • Kalau menggunakan tangga auratnya bisa tersingkap.
  • Fungsi gundukan agar aurat imam tidak tersingkap.
  • Tuhan tidak mau cacat cela kita terlihat.
  • Tuhan mau kita semua melayani Tuhan dengan tampilan yang benar.

Tuhan mau kita semua melayani Tuhan tanpa cacat cela.

Gambar : “Mezbah Korban Bakaran”

Tuhan juga mau kita semua melayani Tuhan tanpa cacat cela

Keluaran 28 : 42

28:42 Buatlah celana-celana lenan bagi mereka untuk menutupi daging auratnya: celana itu haruslah dari pinggang sampai paha panjangnya.

Semuanya harus ditutupi agar keterlanjangannya tidak terlihat, untuk itu agar dosa dan kesalahan kita tidak terlihat, kita harus dibungkus dengan darah Yesus.

  • Tapi  berapa banyak dari manusia yang terus mencari-cari kesalahan orang lain.
  • Mencari kesalahan orang lain mudah tapi yang sulit mencari kelebihan orang lain.
  • Lihat dengan sudut pandang Tuhan maka engkau akan melihat kelebihan orang lain.
  • Jangan sampai semua kesalahanmu tersingkap, engkau harus hidup tanpa cacat cela.

Tuhan mau saudara dan saya melayani Tuhan tanpa cacat dan cela.

  • Karena pakaian merupakan lambang penebusan yang mewakili Yesus sendiri.
  • Jadi saudara yang telah mengenakan pakaian, berarti kita telah mengenakan pakaian keselamatan, mengenakan pakaian Kristus dan manusia baru.

Kita mengenakan pakaian keselamatan

Yesaya 61 : 10

61:10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

Kita mengenakan Kristus

Galatia 3 : 27

3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.

Kita mengenakan manusia baru

Efesus 4 : 24

4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Kita semua memakai pakaian keselamatan, Kristus dan manusia baru.

  • Kalau ketiga hal tersebut diatas saudara dan saya pakai, maka saudara akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan.
  • Tujuannya, agar saudara dan saya tidak bercela, maka seluruh sisi manusiawi kita harus ditutupi oleh Kristus.

Matius 22 : 11-13

22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.

Ada perjamuan kawin Anak domba tapi ada orang yang tidak berpakaian pesta.

22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Pakaian pesta adalah pakaian kemenangan.

Saudara dan saya barulah layak masuk ke dalam perjamuan kawin, ketika saudara dan saya mengenakan pakaian pesta (menang dari kehidupan ini).

Wahyu 14 : 13

14:13 Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

Menang dari tingkah laku saudara dan saya yang buruk, menang dari kedagingan saudara dan saya, serta menang dari keinginan duniawi saudara dan saya.

Kita sedang masuk kedalam peperangan rohani terdahsyat, apakah saudara dan saya akan menang atau kalah?

  • Kalau saudara dan saya menang berarti kita bisa bersyukur dalam segala hal.
  • Apakah saudara dan saya menang ketika disakiti orang?
  • Apakah saudara dan saya menang ketika dilukai orang?
  • Apakah saudara dan saya menang ketika harga diri kita di hina?
  • Apakah saudara dan saya menang ketika orang mengusik kita?

Jangan pernah mimpi dipermuliakan bersama dengan Tuhan jika saudara dan saya tidak menang.

  • Dengan si A, B dan C, dengan anak, dengan suami, dengan istri atau dengan masalah saja saudara dan saya kalah.
  • Bagaimana bisa dipermuliakan bersama dengan Tuhan?

Kalau saudara dan saya mau dipermuliakan bersama dengan Tuhan, berarti saudara dan saya harus menang terlebih dahulu.

  • Kita harus menang melawan situasi apapun selama hidup di dunia.
  • Situasi enak atau tidak enak, kita harus tampil sebagai pemenang.

Kemenangan kita adalah ketika kita bisa berkata :

  • “Terima kasih Tuhan, apapun yang terjadi hal ini baik bagi saya”.
  • Terima kasih Tuhan, bagi si A,B,C yang sudah melatih saya, agar saya bisa mengasihi tanpa syarat.

Tidak usah bicara tentang pengangkatan, jika saudara dan saya tidak ada jaminan terangkat.

  • Ngototlah kita terangkat, ngototlah membenahi diri kita.

Prinsip pakaian adalah menutupi, kalau tidak menutupi, berarti seseorang keluar dari maksud Tuhan.

  • Manusia sudah jatuh dan membutuhkan pakaian.
  • Setelah berpakaian kita harus menghargai pakaian itu.
  • Kita harus menghargai korban darah-Nya.

Kita jangan menanggalkan pakaian saudara dan saya serta hidup lagi di dalam dosa dan kecemaran.

Ada pakaian yang terkena kusta, dan kusta itu merupakan penyakit yang najis.

  • Pada zaman Yesus ada penyakit menular yang disebut kusta, tapi pelayanan tidak terhenti.
  • Cara kerja roh jahat adalah menghentikan pekerjaan Tuhan.

Orang yang terkena kusta bajunya harus dirobek-robek dan sepanjang jalan harus berteriak bahwa dirinya “najis”.

  • Orang melihat baju orang kusta yang robek-robek, pasti sudah tahu bahwa dia kusta.
  • Orang melihat tingkah lakumu, mereka juga akan tahu jika engkau tidak beres.
  • Saat orang lain melihat gaya hidupmu, mereka akan tahu hidupmu beres atau tidak.
  • Kita harus membereskan diri setiap saat dihadapan Tuhan, karena Dia adalah setia dan adil.

Imamat 13 : 47-49

13:47 Apabila pada pakaian ada tanda kusta, pada pakaian bulu domba atau pakaian lenan,

13:48 entah pada benang lungsin atau benang pakannya, entah pada kulit atau sesuatu barang kulit,

13:49 — kalau tanda pada barang-barang itu sudah kemerah-merahan warnanya, maka itu kusta — hal itu harus diperiksakan kepada imam.

Jika pakaianmu ada bercak kusta atau luka, maka bercak itu bisa menyebar. Imam akan memeriksa pakaian orang kusta, apakah masih bisa dipakai, dicuci atau di bakar.

13:50 Kalau tanda itu telah diperiksa oleh imam, ia harus mengasingkan yang mempunyai tanda itu tujuh hari lamanya.

13:51 Pada hari yang ketujuh ia harus memeriksa tanda itu lagi; apabila tanda itu meluas pada pakaian atau benang lungsin atau benang pakan atau pada kulit, entah barang itu najis.

Barang yang terkena kusta tidak bisa dipakai lagi dan harus dibakar.

3:52 Ia harus membakar barang-barang yang mempunyai tanda itu, karena itu kusta yang jahat sekali; barang-barang itu harus dibakar habis.

13:53 Tetapi jikalau menurut pemeriksaan imam tanda itu tidak meluas pada barang-barang itu,

13:54 maka imam harus memerintahkan orang mencuci barang yang mempunyai tanda itu, lalu ia harus mengasingkannya tujuh hari lagi untuk kedua kalinya.

Pemilik barang kusta harus diasingkan empat belas hari.

13:55 Kemudian sesudah barang itu dicuci, imam harus memeriksa tanda itu lagi; bila ternyata rupa tanda itu tidak berubah, biarpun itu tidak meluas, maka barang itu najis, dan engkau harus membakarnya habis, karena tanda itu semakin mendalam pada sebelah belakang atau sebelah muka.

Kalau dicuci hilang tandanya, maka bisa dipakai lagi. Tapi kalau dicuci masih ada tandanya, maka harus dibakar.

13:56 Dan jikalau menurut pemeriksaan imam tanda itu menjadi pudar sesudah dicuci, maka ia harus mengoyakkannya dari barang-barang itu.

13:57 Tetapi jikalau tanda itu tampak pula pada barang-barang itu, maka itu kusta yang sedang timbul; barang yang mempunyai tanda itu, haruslah kaubakar habis.

13:58 Tetapi barang-barang yang telah kaucuci, sehingga tanda itu lenyap dari padanya, haruslah dicuci untuk kedua kalinya, barulah menjadi tahir.

Misalnya baju saya terkena kotoran, lalu saya juga membawa kain lungsinh dan kain pakan, begitu dibawa ke imam, kalau tandanya meluas artinya kusta meluas.

  • Orang yang terkena kusta, rumah dan barang-barangnya harus dibakar.
  • Kalau dicuci tandanya hilang, maka dicuci sekali lagi.
  • Begitu benar-benar hilang berarti sudah tahir.
  • Jika dicuci tidak hilang-hilang berarti harus dibakar.

Tingkah laku dan perbuatan kita biarlah diperiksa oleh Imam Besar, apakah masih ada tanda-tanda kesalahan atau dosa di dalam kita.

  • Kita datang pada imam besar dan berkata, “Tuhan selidiki aku, periksa aku, apakah masih ada tanda kusta di dalam aku, masih adakah kejahatan di dalamku, masih adakah perbuatan yang tidak benar di hadapan Tuhan?”
  • Pakaianku telah ternoda, biar Tuhan memperbaiki semuanya.
  • Biar Tuhan periksa apakah masih bisa disucikan dengan darah Yesus atau harus ganti dengan pakaian yang baru.
  • Lepaskan dulu pakaian lama, barulah kita bisa memakai pakaian baru.

Jika di dalam pakaian barumu masih ada baju lama, artinya saudara dan saya masih kenakan pakaian lama, baju barumu pasti akan ternoda.

  • Jika bajumu terkena lumpur lalu langsung pakai baju baru, maka baju barumu itu juga akan kotor.
  • Jika engkau bertobat, bertobatlah sungguh-sungguh dan lepaskan semuanya.

Jangan bertobat sebagian. Saudara dan saya harus total mengikut Tuhan, agar kita mengalami pertobatan yang benar.

  • Tanpa totalitas tidak pernah akan ada kemuliaan.
  • Banyak orang berpakaian tidak mencerminkan dirinya sebagai orang Kristen.
  • Oleh karena itu tabiat dan perbuatanmu seringkali menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Banyak orang mengaku tahir tapi sebenarnya masih memakai baju kusta, artinya tabiatmu tidak mencerminkan anak Tuhan.

  • Sebagai orang percaya, pakaian kita harus sesuai dengan seleranya Tuhan.
  • Apakah Tuhan berkenan dengan pakaian kita?
  • “Tuhan, aku mau pakaianku berkenan dihadapan-Mu” kiranya Tuhan berkenan menyambut aku sebagai mempelai Kristus.
  • Kalau kita tidak sampai ke taraf ini, maka mungkin saja kita terlihat berpakaian tetapi pakaian kusta, atau mungkin saja kita tidak berpakaian tetapi sepertinya berpakaian, yaitu berpakaian tapi tidak sewajarnya.

Pakaian yang Tuhan kehendaki: 1 Petrus 3 : 3-5

3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,

3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,D

Di sini digambarkan bahwa “Suaminya” adalah Tuhan, dan “perempuan-perempuan” adalah gereja-Nya.

  • Tuhan mengibaratkan kita adalah perempuan-perempuan kudus.
  • Katakan pada dirimu, “Saya perempuan yang kudus, saya gereja yang kudus”.
  • Perempuan kudus atau gereja yang kudus, harus berpakaian asli tidak ada kepalsuan.

Banyak orang mementingkan penampilan fisik dibandingkan penampilan batiniah.

Kecenderungan seseorang, ketika dia di depan orang lain seperti tampil seperti malaikat, tapi saat ia sudah dibelakang orang lain dia seperti malaikat pencabut nyawa..

  • Kasih itu asli, tetapi jika kasih saudara dan saya palsu itu akan terasa oleh orang lain.
  • Kasih yang asli jika disakiti tetap mengasihi orang yang menyakiti.
  • Kasih yang palsu jika saya disakiti maka saya akan tutup semua pintu bagi dia yang menyakiti saya.
  • Tetapi banyak orang Kristen yang kasihnya masih palsu. Ingatlah bahwa love is action not acting. Kasih itu aksi bukan akting (atau baperan). Keaslian itu tidak bisa dibohongi, kita bisa merasakan yang palsu.

Roma 12 : 9

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Banyak orang Kristen hidup dalam kepalsuan. Ketika ada orang yang baik kepada kita baru kita tolong dia. Tapi jika orang itu jahat sama kita, maka kita berhenti berbuat baik padanya.

  • Misalnya ada yang membutuhkan bantuan dana, dia datang kepada saudara dengan menangis-nangis, dan saudara ikut menangis bersama dia tapi tangisan saudara bukan karena berprihatin, tapi karena saudara harus menolong dia (tidak ikhlas dalam menolong).
  • Kalau engkau punya dan tidak menolong orang engkau berdosa.

1 Yohanes 3 : 17

3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana-kah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?

Jangan berkata mengasihi Tuhan, jika engkau tidak mengasihi apa yang terlihat (yaitu sesamamu).

Kita harus memiliki prinsip “jika kita punya, kita harus menjadi berkat bagi orang lain”. Inilah prinsip Kerajaan Sorga.

1 Korintus 13 : 3

13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Segala sesuatu yang tidak digerakkan atas dasar kasih, itu palsu.

Misalnya anak saya selalu minta uang, kemudian saya memberinya karena supaya dia tidak marah-marah.

  • Jika saya memberinya uang, berarti bukan berdasarkan kasih tapi karena terpaksa.
  • Jika saya memberi didasarkan kasih, berarti ada waktunya saya memberi dan ada waktunya saya didik dia.
  • Inilah yang disebut kasih.

Kalau saudara memiliki harta tapi tidak memberi, bagaimana mungkin kasih Allah bisa ada di dalam saudara.

1 Yohanes 3 : 18

3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Dalam ayat ini jelas dikatakan bahwa: Love is action not acting. Bisakah saudara dan saya saling berbagi satu dengan yang lain atas dasar kasih.

  • Berapa banyak orang “akting”. Misalnya: Dengan membagikan sembako, kemudian harus berfoto-foto saat penyerahan sembako dengan tujuan agar orang lain dapat melihat bahwa dia punya kasih yang luar biasa.
  • Seharusnya apa yang diberi tidak usah diungkapkan kepada siapapun.

Kalau yang engkau beri kemudian harus diungkapkan ke semua orang, hal itu bukan pemberian, itu akting namanya.

  • Jika engkau memberi dan semua orang harus tahu, itu acting.
  • Dalam ayat ini “Perempuan dengan berpakaian yang benar”, itu adalah perempuan yang kudus, tanpa kepura-puraan.

Bukan dengan ikat rambut, pakaian yang indah-indah tapi dengan pakaian apa adanya, artinya tulus di hadapan Tuhan, perbuatan kita benar, hidup kita benar, karena itulah yang Tuhan kehendaki.

Orang yang fokus dengan kekudusannya, pasti memperhatikan hidupnya dan juga penampilannya di hadapan Allah.

  • Apakah gaya hidup dan penampilan kita sudah tepat di hadapan Allah?
  • Apakah didalam kita masih ada kepura-puraan dan kepalsuan?
  • Apakah perbuatan dan tingkah laku kita mencerminkan Kristus?

Jangan sampai saudara dan saya hanya jago berbicara tapi tindakan kita palsu.

  • Jika ada sesamamu ada yang kesulitan, maka kita tidak usah akting-aktingan, tapi tuluslah membantu.
  • Apa yang kita punya, Tuhan memberikannya bagi kita untuk kita bagikan kepada orang lain. Bukan untuk dinikmati bagi diri sendiri. Jika masih seperti itu maka kita orang Kristen “acting”.

Tuhan memberkati kita agar kita menjadi berkat bagi orang lain bukan untuk diri sendiri.

Oleh karena itu, marilah kita bereskan diri kita masing-masing dihadapan Tuhan, marilah kita mulai hari ini mawas diri, marilah kita selidiki diri kita masing-masing dihadapan Tuhan.

  • Apakah engkau memakai baju yang layak atau tidak?
  • Apakah hidupmu benar atau palsu?

Janganlah saudara dan saya berkata kita orang Kristen yang baik-baik selama hidup kita tidak baik-baik.

Janganlah saudara dan saya berkata kita orang Kristen yang taat, sementara kita tidak mempunyai kasih dengan sesama.

Janganlah saudara dan saya berkata kita cinta Tuhan, sementara kita tidak cinta sesama.

Banyak sekali kepalsuan yang harus kita kikis. Oleh sebab itu perhatikanlah cara berpakaian kita.

Amen.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK – CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

SUMPAH PALSU 20 SEPTEMBER 2020

SUMPAH PALSU

Ringkasan Kotbah Gembala Ps. Ferdi Godjali- minggu, 20 Sept 2020

5:33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
5:35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
5:36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.
5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat
.

(MATIUS 5: 33-37)

Dari Perkataan Yesus pada Matius 5: 33-37 kita belajar makna yang sangat dalam akan perintah Tuhan Yesus yang tertuang pada Mat 5: 33-37.

“Sumpah” artinya: ikrar, ikatan perjanjian, Berjanji.
(Koreksi pada kalimat: “jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak”, sebenarnya pada teks aslinya adalah: “jika ya, ya. Jika tidak, tidak”. Artinya: penekanan “persetujuan” atau ditekan “ketidak setujuannya”)

Kita harus memahami beberapa hal tentang mengapa Yesus melarang kita bersumpah palsu:

  1. Semua kotbah Tuhan Yesus itu tidak pernah menyentuh “manusia luar”, tapi ditujukan pada “manusia batiniah”, atau “manusia yang di dalam”, bukan manusia “luarnya”(Mat 23: 25-28).

Jika Tuhan menyentuh manusia “luar”, tapi tidak menyentuh “hatinya”, Tuhan tahu bahwa hal itu adalah KESIA-SIAAN BELAKA. Yesus tahu ketika hatimu berubah, pasti gaya hidupmu juga berubah.

Banyak orang kristen yang hatinya masih “hati yang lama” (hati yang belum diubahkan, masih mengenakan manusia lama), tapi luarannya itu nampak seperti baru.
Semuanya itu bisa tersingkap ketika ia mengalami gesekan dengan sesama, harga dirinya disentuh, dan ketika ia diperhadapkan pada dosa, disitu baru kelihatan kualitas kerohaniannya dan kelihatan apakah ia sudah mengenakan hati yang baru atau masih mengenakan hati yang lama. Walaupun manusia jasmaninya “kelihatannya” berubah, terlihat seperti orang baik, suka membantu, aktif pelayanan, aktif ke gereja, tapi manusia batiniahnya seperti apa, itu tidak bisa dibohongi. Yaitu ketika “pergesekan” itu terjadi (gesekan dengan sesama), disitu kelihatan manusia batiniahnya itu seperti apa.

Jika Tuhan hanya sekedar melarang seorang bersumpah, maka seorang pembohong tidak akan pernah berhenti berbohong, walau ia berada di bawah sumpah. Ia hanya akan bisa berhenti berbohong, ketika hatinya diubahkan oleh Tuhan.

Siapapun kita yang masih suka berbohong, maka sesungguhnya kita masih mengenakan manusia lama dengan bagian tubuh yang baru, yaitu seperti kuburan yang luarnya nampak bagus tapi dalamnya penuh KOTORAN.

Tuhan mau menyentuh manusia batiniah kita, Tuhan mau menyentuh manusia “dalam”mu, supaya lewat perubahan “dari dalam” engkau bisa diubah luarannya.

  1. Pada ayat ini Tuhan mencantumkan taurat , lalu apakah artinya Tuhan mau menghapus hukum Taurat? Jawabannya adalah TIDAK.
    Justru Tuhan menghalau dosa, supaya dosa itu tidak terjadi, maka Tuhan halau terlebih dahulu apa yang membangkitkan dosa.
    Contoh Mat 5: 21-23, Tuhan memberikan larangan: “Jangan membunuh, siapa membunuh harus dihukum”…dan melarang manusia untuk marah. Dasar dari “pembunuhan” adalah amarah. Amarah itu dicagah oleh Tuhan, supaya tidak terjadi dosa-dosa lainnya.

Amarah manusia apabila tidak diredam itu akan menimbulkan “pembunuhan”.

Kita lihat pada Mat 5: 21-23. Ada kata “kafir” disini, dan kata kafir disini memakai kata “bebal”, yang artinya: tidak bertuhan.
Orang bebal, artinya: Tidak bertuhan (Mzm 14: 1).

Lalu ada kata “jahil”, yang artinya: “kosong, bodoh, idiot.
Dari hal ini kita belajar: adanya tingkat kemarahan seseorang, yaitu dari marah yang “sedang”, sampai marah yang “tinggi” sampai akhirnya terjadinya “pembunuhan”.

Tuhan menghalau terjadinya pembunuhan, dengan cara mencegah supaya amarah itu tidak terjadi. Tuhan tidak mau adanya kemarahan dan emosi yang meledak di dalam kita, oleh sebab itu Tuhan redam semuanya.

Amarah tidak bisa dikontrol oleh manusia, hanya Roh Kudus yang bisa mengontrol amarah. Jika Roh Kudus yang mengendalikan atau mengambil alih hidup kita maka amarah kita bisa dikendalikan.

Ciri orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus adalah orang yang bisa meredam amarahnya.

  1. Allah melakukan sumpah (Ibr 6: 13), Abraham juga melakukan sumpah ( Kej 21: 24), Yakub, Elia bersumpah, bahkan Paulus juga bersumpah ( 2 Kor 1: 23).
    Kita tidak bisa bersumpah demi langkit dan bumi, karena semua itu milik Tuhan, bukan milik kita.

Tuhan melarang kita bersumpah, yaitu jika sumpah itu merupakan “sumpah serapah”, contohnya: bersumpah tersambar pertir, ataupun sumpah mati. Hal ini tidak bisa dilakukan, karena kita tidak berkuasa untuk mengakhiri hidup kita.

Sumpah hanya bisa dilakukan jika sumpah tersebut dilakukan sesuai “track/rule” yang ada, yaitu Bersumpah di bawah otoritas surgawi.

Contoh: saudara ingin menjadi warga negara dari sebuah negara dan harus diangkat sumpahnya, apakah boleh bersumpah? Jawabannya adalah Boleh.
Abraham, Yakub, Elisa, Paulus bersumpah di bawah otoritas, karena mereka adalah hamba-hamba Allah dan apa yang mereka sumpahkan/ nyatakan adalah benar, kebenaran, bukan kebohongan.
Surga itu kebenaran, dan kita adalah utusan-utusan surga, maka kita semua harus berkata kebenaran.

Saudara bisa bersumpah asal itu kebenaran, dan asal itu berkaitan dengan otoritas surgawi.

Prinsip kekristenan:
Sebenarnya hidup kita ini adalah “sumpah” kepada Tuhan.
Adanya “ikrar”, atau “perjanjian” yang kita buat kepada Tuhan, yaitu sampai nanti kita dijemput oleh Tuhan sebagai mempelaiNya, kita berikrar untuk rela dibentuk dan diubah oleh Tuhan, dari yang tadinya manusia lama berubah menjadi manusia yang sempurna di hadapan Tuhan.

Kehidupan kristen adalah kehidupan sumpah, atau ikrar yang mengikat, mulai dari kita percaya kepada Tuhan sampai nanti kita dijemput oleh Tuhan sebagai mempelai Kristus.

Kehidupan kristen adalah kehidupan “perjanjian” yang dibangun atas dasar “kasih”, oleh sebab itu kita harus melepaskan “kasih akan dunia” atau apapun juga untuk dapat mengasihi DIA secara TOTAL.
Kita tidak akan bisa mengasihi DIA secara total, jika kita masih mengasihi “yang lain-lain”.

Kita harus berikrar untuk “mengasihi DIA” sebagai satu-satunya ALLAH di dalam hidup kita, dan mengasihi Dia sebagai “yang terutama” di dalam hidup kita. Inilah ikrar kekristenan, yaitu jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak, artinya ada ketegasan untuk hidup bagi Tuhan saja.

Jalan kekristenan yang benar di hadapan Tuhan adalah: hidupmu adalah “sumpah/ ikrar/ perjanjian dengan Tuhan.

Kalau kita terikat dengan surga, dengan Tuhan, maka otomatis kita akan berkata benar, dan gaya hidup, tingkah laku kita juga benar di hadapan Tuhan.

Semua yang melebihi kebenaran itu asal dari iblis ( Mat 5: 37)
Kebenaran asalnya dari Tuhan. Tapi kebohongan asalnya dari iblis.
Iblis mengajarkan kebohongan ( Yoh 8: 44). Kebohongan dan pembunuhan itu sejalan. Contoh, Adam dibohongi oleh iblis, dan rohani Adam menjadi mati. Jadi Tuhan mengajarkan: berbohong sama dengan membunuh.
Contoh lain: bergosip, lewat bergosip kita sedang membunuh (karakter seseorang).

Kebohongan kadang tidak berisikan “full” kebohongan, tapi kadang diselipkan sedikit kebenaran di dalamnya (kebohohongan yang efektif adalah kebohongan yang sebagian benar).

Kebohongan total tidak pernah dapat meyakinkan, tapi kebohongan dengan “sedikit kebenaran” dalamnya itu sangat meyakinkan.
Contoh: hawa dibohongi iblis ketika iblis memakai firman Allah dalam perkataannya kepada hawa.
Kita pelajari disini oleh karena iblis menggunakan firman Tuhan untuk merayu hawa, maka hawa yang mendengarkan perkataan iblis mulai yakin atas bujukan iblis tersebut (iblis membohongi hawa dengan menggunakan sedikit kebenaran di dalam perkataannya).

Demikianlah cara iblis membuat kerohanian seseorang itu mati.

Sedangkan kebenaran akan tetap menjadi kebenaran walau kelihatan tidak masuk akal. Contoh: Api turun dari langit membakar persembahan Elia, Petrus berjalan di atas air, semuanya terlihat mustahil. Tapi kebenaran tetaplah kebenaran walau terlihat tidak masuk akal.

Di dalam kebenaran tidak ada kebohongan. Di dalam kebenaran seharusnya tidak boleh ada kebohongan.

Kebenaran itu mengikat dan harus dipatuhi, bukan untuk ditolak ataupun hanya sekedar diimani (Rom 2: 8).

Kebenaran itu ikrar, yang tidak bisa dipengaruhi oleh perasaan.

Jika kebenaran dipengaruhi oleh perasaan, maka kita akan tersinggung dengan kebenaran, karena yang kita pentingkan hanya perasaan diri kita sendiri. Berapa banyak orang yang tersinggung ketika mendengarkan kebenaran/ suatu kotbah, karena ia mementingkan perasaannya, ia membaurkan kebenaran dengan perasaan dan ini sebenarnya tidak boleh terjadi.

Kebenaran tidak boleh dibaur dengan perasaan, agar kita dapat melakukan seluruh firman Allah, dan tidak bersikap: hanya mau melakukan kebenaran sepanjang kebenaran itu tidak menyinggung perasaan kita.

Iman itu harus di dasarkan pada kebenaran, dan jika iman di dasarkan pada perasaan, maka yang terjadi adalah iman itu tidak konstant, tidak stabil (imannya naik turun, jika perasaannya sedang senang, imannya naik, tapi jika perasaannya sedang tidak senang, imannya turun), dan hal ini bahaya bagi kerohanian kita.

Kebenaran itu harusnya mengikat dan harus ditaati, ketika kita mentaati kebenaran maka itulah IMAN.

Tuhan mau mengajarkan kepada kita bahwa hidup kekristenan yang kita jalani sekarang ini adalah hidup perjanjian, ikrar, ikatan dengan kebenaran yang harus kita taati.

Kita hanya bisa berkata benar, jika hati kita benar.
Jika hatimu tidak benar, perkataanmu juga tidak benar (Mat 15: 17-19). Oleh sebab itu Tuhan suntikan kebenaran itu dalam hidup kita, agar kebenaran itu mengubah hati kita yang jahat menjadi hati yang baru. Hati yang baru ini membuat kita sungguh-sungguh berkata-kata yang benar dan bertingkah
laku yang benar.

Jika mulut kita masih mengeluarkan perkataan kebun binatang, gosip, dan perkataan yang tidak benar, maka hati kita belum hati yang baru di hadapan Tuhan.

Tuhan mau memperbaharui hati kita, buka hati kita pada Tuhan, dan sadarilah bahwa hidup kita adalah sumpah, dan setiap perkataan kita itu mengikat.

Setiap hal yang saudara katakan kepada Tuhan harus dipenuhi. Contoh: ketika pertama kali bertobat, berkata pada Tuhan: “Tuhan saya rindu untuk melayani Tuhan, semua yang orang lain tidak mau orang lain kerjakan, akan saya lakukan buat Tuhan”, ini adalah IKRAR atau janji di hadapan Tuhan yang harus dipenuhi.

Setiap perkataan yang dikatakan untuk pekerjaan Tuhan itu adalah ikatan dan itu adalah sumpah dan harus digenapi, jika tidak maka kita sudah merampok apa yang sudah menjadi milik Tuhan.
Contoh: dalam satu ibadah 100 persen mengangkat tangan untuk mau melayanj Tuhan, tapi dalam kenyataannya hanya 20 persen yang memenuhi janjinya tersebut untuk mau melayani Tuhan, dan 80 persen lagi mengingkari janjinya kepada Tuhan.
Contoh lain: kita dipanggil Tuhan disuatu pelayanan, tapi sebenarnya kita tidak punya hati dipelayanan tersebut, kita punya hatinya dipelayanan yang lain, lalu kita meninggalkan pelayanan kita ke tempat pelayanan yang lain, dan mentelantarkan apa yang sudah kita ikrarkan kepada Tuhan sejak awal.

Contoh lain: “saya mau support, dukung pelayanan”. Tapi di tengah jalan saudara tidak melakukan apa yang sudah saudara katakan kepada Tuhan, saudara sedang bermasalah kepada Tuhan, karena saudara sedang merampok Tuhan. Saudara sedang mengikari ikrar saudara, janji saudara kepada Tuhan, dan itu bahaya fatal.

Oleh karena itu hati-hatilah dengan apa yang kau ucapkan, karena apa yang kau ucapkan kepada Tuhan itulah ikrar, dan itu harus digenapi.

Roh jahat sedang menghalangi kita untuk melakukan ikrar kita. Tuhan tidak mau kita terhilang atau tersandung gara-gata 1 ikrar yang kita ucapkan kepada Tuhan tapi kita tidak penuhi.

Kita semua pasti punya janji-janji kepada Tuhan. Contohnya: “Tuhan, saya janji berhenti gosip, tapi ketika ketemu teman, kita bergosip lagi.

Mengingkari ikrar hukumannya kematian (zak 8: 17).

Ikrar/janji/nazar di hadapan Tuhan tidak bisa dibatalkan, karena itu adalah ikatan perjanjian antara kedua belah pihak (Tuhan dan kita), maka dari itu tidak bisa dibatalkan secara sepihak.

Contoh: janji nikah, istri berjanji di hadapan Tuhan untuk tunduk kepada suami, tapi dalam perjalanan pernikahan, istri tidak tunduk kepada suami, malah bertindak sebagai “kepala”, sedangkan suami berjanji untuk mengasihi istri, tapi dalam perjalanan pernikahan memukul istri dan melukainya. Hal ini tidak bisa terjadi, karena janji nikah adalah nazar di hadapan Tuhan dan tidak bisa dibatalkan sepihak oleh manusia.

Ul 23: 21- 23, apa yang kau ucapkan dengan bibirmu kepada Tuhan, itu mengikat, kalau engkau tidak melakukannya, engkau merampok Tuhan.

Sekarang kita akan berbicara tentang “menipu Tuhan”. Banyak orang menipu Tuhan, tapi dia sedang tidak sadar bahwa ia sedang menipu Tuhan. Contohnya: Tentang memberi persepuluhan kepada Tuhan ( Mal 3: 8-10).
Jika 10 persen anda tidak beri ke rumah Tuhan, saudara sedang mengingkari janji, atau sedang menipu Tuhan.

Persepuluhan bukanlah persembahan, karena 10 persen ini adalah milik Tuhan, tapi jika saudara memberi lebih/ di luar dari 10 persen ini, maka kelebihan tersebut disebut persembahan. Persembahan itu di luar persepuluhan

10 persen/ persepuluhan adalah milik Tuhan, bisakah kita bayangkan jika kita curi milik Tuhan? Padahal hidup kita ini adalah ikrar dan sumpah, jika hidup kita ini adalah ikrar, sumpah kepada Tuhan maka kita akan MENTAATI SEMUA FIRMAN TUHAN, karena itulah KEBENARAN (termasuk soal persepuluhan).

Banyak orang yang menipu Tuhan dengan cara memakai persepuluhan untuk kebutuhan yang lain (persepuluhan tidak diberikan ke rumah Tuhan, tapi dipakai untuk kebutuhan lainnya).
Jadi kalau kita mendapat berkat, maka 10 persennya adalah persepuluhan, milik Tuhan.

Lakukan apa yang kita katakan kepada Tuhan, praktekan apa yang kita janjikan kepada Tuhan.

2 Kor 5: 15 Kristus sudah mati untuk kita, supaya kita ini hidup untuk Dia. Ini berarti bahwa hidupmu itu milik Dia, hidupmu terikat dengan Dia, hidupmu adalah perjanjian dengan Dia, dan hidupmu dikendalikan oleh Dia.

Hati-hatilah jangan pernah mengurangi sesuatu apa yang sudah menjadi bagian Tuhan, jangan mengambil apa yang menjadi milik Tuhan.
Hiduplah dalam kebenaran dan kesempurnaan, sampai suatu hari nanti Ia datang menjemput kita sebagai mempelai-Nya yang tidak bercacat cela.
Kita adalah bagian dari kerajaan surga.

Amin

IBADAH RAYA MINGGU 20 SEPTEMBER 2020 – KHOTBAH, PRAISE N WORSHIP, SEKOLAH MINGGU

JUDUL KHOTBAH SUMPAH PALSU

PRAISEN WORSHIP

IBADAH SEKOLAH MINGGU

Renungan Mingguan 20 September 2020 – PERKATAANMU HARI INI MENENTUKAN HIDUPMU DIKEMUDIAN HARI

BULETIN NO. 285 TAHUN KE-5

PERKATAANMU HARI INI MENENTUKAN HIDUPMU DIKEMUDIAN HARI

Manusia adalah mahluk sosial yang tidak mungkin bisa lepas dari interaksi dengan sesama. Kebutuhan akan interaksi ini yang menyebabkan manusia harus mengucapkan kata-kata. Setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita memberi pengaruh bagi lawan komunikasi kita atau bagi kita sendiri. Perkataan yang positif akan berpengaruh positif, demikian sebaliknya perkataan yang negatif juga membawa pengaruh yang negatif pula. Sayangnya banyak orang tidak memperhatikan perkataannya, sehingga apa yang dia ucapkan menuai banyak masalah dikemudian hari tanpa dia sendiri menyadarinya.

Saudaraku perkataan bagaikan benih yang kita tabur. Jika kita menabur benih yang baik maka yang bertumbuhpun pohon yang baik. Tapi jika yang kita tabur benih kejahatan maka yang tumbuh tidak lain adalah masalah bahkan sampai kebinasaan. Tidak mungkin seseorang selalu berkata negatif atau mengucapkan kutuk tapi yang tumbuh berkat Tuhan. Atau tidak mungkin seseorang yang selalu berkata negatif tentang sesamanya tapi membawa damai dimanapun dia berada.

Memang amat disayangkan banyak orang percaya belum mengerti tentang kuasa perkataan. Mulut mereka sering dipakai kegelapan dengan berkata bodohnya aku, mati aku, sial, gagal dan sebagainya. Sementara dilain pihak mereka mengharapkan berhasil dan diberkati. Bukankah hal ini bagaikan menjaring ikan dengan menggunakan jaring yang koyak alias mustahil? Begitupun dengan hubungan dengan sesama dapat juga berpengaruh pada masa depan kita. Bagaimana seseorang dapat menuai berkat kalau dimulutnya banyak kata hujat, kata kotor dan kata kutuk yang ditujukan pada sesamanya. Ingat saudara Alkitab berkata setiap perkataan sia-sia harus ada pertanggung jawabannya (Matius 12;36-37). Jangan berpikir perkataanmu akan berlalu seperti angin, sekali lagi ada tanggung jawab dibalik setiap perkataan.

Jika demikian bagaimana caranya agar perkataan kita penuh berkat? Yang pertama kita harus membereskan hati. Artinya hati kita harus dipenuhi kasih Kristus sehingga kebenaranNya bisa menguasai kita karena dari hati bisa mengeluarkan semua yang baik atau jahat (Matius 15:18-19). Yang kedua kita harus belajar Fiman Tuhan agar Firman itu dapat menjadi pelita kita dalam mengucapkan setiap perkataan. Ingat saudara hanya kebenaran yang mampu memerdekakan kita dari ikatan dan juga kesesatan (Yohanes 8:32).   

IBADAH RAYA MINGGU 13 SEPTEMBER 2020 – Khotbah, Praise n worship, Sekolah minggu (VIDEO ONLINE).

JUDUL KHOTBAH – TUJUAN HIDUP ORANG PERCAYA

PRAISE N WORSHIP

SEKOLAH MINGGU

Renungan Mingguan 13 September 2020 – PEMISAHAN DOMBA DARI KAMBING

BULETIN NO.284 TAHUN KE-5

PEMISAHAN DOMBA DARI KAMBING

Dipenghujung zaman Tuhan sedang memurnikan gereja-Nya dengan  memisahkan domba dari kambing (Matius 25:32). Sifat kambing individual yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan suka menanduk. Sementara domba berkelompok dan saling menghangatkan artinya tidak suka berkelahi dan selalu tunduk dan siap diatur.

Kambing menggambarkan sebagai orang yang percaya pada Yesus tetapi hidupnya tidak mau dikendalikan oleh Firman egois tidak mau diatur dan selalu berontak. Orang yang memiliki karakter kambing ini adalah orang-orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak memperdulikan sesama, selalu menanduk sana sini artinya selalu membawa keributan dan perpecahan dan tidak perduli jika hidupnya menjadi batu sandungan bagi orang lain. Karakter kambing dapat kita lihat di( Matius 25:41-46) dan berujung pada siksaan yang kekal (masuk neraka).

Sementara domba menggambarkan orang yang percaya pada Yesus dan mau diatur, tidak memberontak dan perduli pada sesama. Hidupnya tidak menjadi batu sandungan dan selalu memberi kedamaian bagi orang sekitarnya. Domba selalu siap diatur dan mereka selalu mendengar suara gembalanya. Karakter domba kita dapat lihat di (Matius 25: 33-34) dan karakter domba berujung pada keselamatan kekal (masuk sorga).

Pertanyaannya sudahkah kita sebagai domba yang selalu tunduk dan siap diatur ataukah kita sebagai kambing yang selalu berontak dan tidak mau diatur ?? ingat banyak yang terpanggil, sedikit yang terpilih dan sedikit yang taat dan setia. Gereja sedang dimurnikan, jika sampai hari ini engkau terus berontak dan tidak mau di atur, engkau akan dipisahkan dari domba-domba yang mau diatur dan domba-domba ini adalah domba-domba yang siap dijemput sebagai mempelai-Nya yang kudus.

6 SEPTEMBER 2020 BAGAIMANA KEGELAPAN BEKERJA BAG 1(VIDEO KHOTBAH)

Renungan Mingguan 6 September 2020 – PERCABULAN ROHANI

BULETIN NO.283 TAHUN KE-5

PERCABULAN ROHANI

Tuhan memberikan kepada kita karunia dengan cuma-cuma karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma (Matius 10:8). Karunia itu adalah pemberian Tuhan kepada kita agar kita dapat melakukan pekerjaan-Nya sesuai panggilan dan pengutusan diladang yang telah ditentukan-Nya untuk digarap.

Karunia Roh Kudus akan kita terima ketika kita menyatu dengan kematian-Nya yaitu melalui baptisan air dimana dosa masa lalu kita dikuburkan dan ketika kita keluar dari air Tuhan mengadopsi kita menjadi warga kerajaan sorga disitu kita akan diberikan nama yang baru dan dilengkapi dengan karunia sesuai dengan panggilan dan pengutusan kita (Kisah Para Rasul 2:38).

Saat ini banyak orang menyalah gunakan karunia yang diberikan Tuhan, dimana karunia yang dimiliki dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan daging. Banyak yang berdagang dirumah Tuhan dimana pelayanan memiliki tarif dan bukan sampai disitu saja bahkan pelayanan dipakai sebagai pekerjaan yang menghasilkan uang yang banyak. sadarkah saudara engkau sedang melacur didalam pekerjaan Tuhan. Engkau rela menukar kemurnian pekerjaan Tuhan dan dicemari dengan kekpentingan dagingmu sendiri ?

Maukah kita seperti esau demi semangkuk kacang merah menukar hak kesulungannya yang sangat berharga demi kenikmatan sesaat ? Banyak orang sudah tidak murni lagi dalam melayani Tuhan. karunia atau nama Tuhan hanya dipakai sebagai bungkus luar menutupi keinginan daging sehingga nama Tuhan diperjual belikan dan mendapat keuntungan besar bagi diri sendiri. Tidak heran jikaTuhan marah dibait kudus-Nya karena banyak yang berdagang dirumah Tuhan.

Sekali lagi saya mengingatkan bahwa karunia diberikan dengan cuma-cuma jangan engkau ganti sebagai memenuhi kebutuhanmu, tetapi berikanlah dengan cuma-cuma. karena karunia adalah sebagai pekerjaan Tuhan yang mulia yang akan membawa banyak jiwa untuk dimenangkan bagi kerajaan Sorga. tetapi jika karunia disalah pergunakan engkau bukan saja melecehkan pekerjaan Tuhan tetapi engkau mencemarkan dirimu pada dunia ini.

AIR PENTAHIRAN – 16 AGUSTUS 2020

Maka seorang yang tahir haruslah mengumpulkan abu lembu itu dan menaruhnya pada suatu tempat yang tahir di luar tempat perkemahan, supaya semuanya itu tinggal tersimpan bagi umat Israel untuk membuat air pentahiran; itulah penghapus dosa.

(Bilangan 19 : 9)

AIR PENTAHIRAN

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH ONLINE, 16 AGUSTUS 2020

===========

Shalom !

Apa kabar saudara, kita kembali ibadah online tapi apapun yang terjadi kita tetap semangat di dalam Tuhan, tidak membuat kita lemah. Biarlah kita tetap memuji menyembah Tuhan dan tetap mendengarkan firman Tuhan.

Seharusnya saya melanjutkan khotbah tentang “Pakaian dan Makanan” Sesi 2 tapi berhubung Minggu ini ibadah online, kita akan membahas thema yang lain.

Hari ini kita akan belajar tentang “Air Pentahiran”. Kerinduan Tuhan adalah berjumpa dengan kita semua, tetapi Tuhan tidak bisa dihampiri jika kita tidak kudus. Oleh sebab itu kita harus kudus agar kita bisa menghampiri Tuhan.

Keluaran 19 : 11-13

19:11 Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.

19:12 Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapa pun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati.

19:13 Tangan seorang pun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu.”

Keluaran 19 : 22-23

19:22 Juga para imam yang datang mendekat kepada TUHAN haruslah menguduskan dirinya, supaya TUHAN jangan melanda mereka.”

19:23 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Tidak akan mungkin bangsa itu mendaki gunung Sinai ini, sebab Engkau sendiri telah memperingatkan kepada kami, demikian: Pasanglah batas sekeliling gunung itu dan nyatakanlah itu kudus.”

Orang Israel dilarang menyentuh gunung Tuhan, tetapi Tuhan rindu manusia mendekat kepada Tuhan. Tuhan itu kudus dan manusia cemar karena telah jatuh dosa, sehingga Tuhan memasang pembatas di gunung Sinai.

Melalui kematian Yesus di atas kayu salib membuat hubungan manusia dengan Allah kembali harmonis, sehingga manusia diijinkan naik ke gunung Tuhan dan bersekutu dengan Dia.

Efesus 2 : 13

2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.

Engkau dahulu jauh tapi karena darah Yesus maka saat ini engkau menjadi dekat.

Tuhan merancang kita untuk dipermuliakan bersama dengan Yesus.

Roma 8 : 17

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Dipermuliakan artinya kita hidup bagi Dia dan hidup bersama dengan Dia. Kalau saudara tidak hidup bagi Dia dan hidup bersama dengan Dia, maka saudara tidak bisa dipermuliakan bersama dengan Dia.

  • Hidup bersama dengan Dia artinya saudara menghargai kehadiran-Nya dengan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
  • Namun masalahnya banyak orang yang hidup bagi dirinya sendiri tanpa mereka sadari.
  • Meskipun mereka tetap pelayanan, tetap ibadah tapi mereka hidup bagi dirinya sendiri.

Banyak orang berkarunia di dalam pelayanan. Karunia-karunia dari Tuhan pada dasarnya bersifat rohani, tetapi tidak mengidentifikasikan bahwa orang yang ber-karunia itu termasuk orang yang rohani.

  • Kerohanian seseorang bisa dilihat ketika unsur Allah bertumbuh, ber-kembang di dalam dia dan terwujud menjadi karakter Allah didalam dirinya.
  • Kerinduan Tuhan kepada kita: kita bukan hanya sekedar berkarunia, tetapi ada karakter dan citra Tuhan yang nampak di dalam kita.
  • Agar karakter dan citra Tuhan nampak di dalam kita, kita harus hidup menyatu dengan Dia, hidup bersama Dia dan hidup bagi Dia.

Tuhan rindu kita menghargai korban darah-Nya.

  • Keselamatan yang sudah Tuhan beri harus kita pegang dengan cara hidup yang bertanggung jawab.
  • Ketika kita beroleh keselamatan janganlah kita berbuat dosa lagi, tetapi kita bertanggung jawab penuh atas keselamatan yang sudah kita terima.

Yohanes 5 : 14

5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Dia lumpuh selama 38 tahun, dia telah sembuh karena Tuhan telah menyembuh-kannya, oleh karena itu jangan berbuat dosa lagi.

  • Kalau engkau tidak bertanggung jawab atas keselamatanmu, maka akan ada sesuatu yang akan menimpamu.
  • Tuhan memberikan anugerah bagi kita, dan di dalam anugerah ada bagian yang namanya: Tanggung jawab. Anugerah tanpa tanggung jawab bukanlah anugerah, itu kepalsuan. Anugerah yang Tuhan beri harus disertai dengan tanggung jawab.

Saat Yesus bertemu dengan perempuan yang kedapatan berjinah, Yesus berkata “Pergi, dosamu sudah diampuni dan jangan berbuat dosa lagi”. Disini Tuhan Yesus memberikan anugerah kepada permpuan itu dan juga memberikan tanggung jawab yaitu supaya ia tidak berbuat dosa lagi.

  • Orang yang tidak bertanggung jawab atas anugerah keselamatannya bisa diserang iblis.
  • Sebagai orang yang telah selamat jangan sekali-kali hidup di dalam dosa lagi.

Orang Kristen tidak seharusnya berbuat dosa karena di dalam kita ada hayat Allah yang tidak bisa berbuat dosa.

  • Hayat Allah di dalam kita tidak mentolelir dosa, karena hayat Allah kudus dan peka terhadap dosa.
  • Bila kita menuruti perasaan hayat Allah, niscaya kita tidak bisa lagi berbuat dosa.
  • Tapi pada kenyataannya banyak orang Kristen yang masih berbuat dosa karena masih hidup di dalam daging.
  • Jadi orang Kristen yang masih hidup di dalam dosa karena dia masih hidup di dalam daging, dan tidak menghidupkan hayat Allah di dalam dia serta ia tidak hidup berdasarkan kehendak Roh.
  • Namun luar biasanya Allah tetap setia, Dia tetap membuka tangan bagi kita, menantikan kita kembali.

Ada 3 efek buruk dari dosa

  1. Efek dosa yang pertama : “Hilangnya Persekutuan Dengan Allah

Persekutuan dengan Allah merupakan hak orang percaya yang paling mulia.

  • Ketika engkau berbuat dosa, Roh Kudus berduka dan merasa tidak nyaman di dalammu. Hal ini membuat hubunganmu dengan Tuhan sirna.
  • Yang awalnya kita akrab dengan Tuhan tapi karena ada dosa, hubungan kita dengan Tuhan menjadi tidak akrab.
  • Contoh: ketika kita semakin malas berdoa, malas membaca firman, tidak mempunyai gairah membara untuk ikut Tuhan dan bahkan mempunyai perasaan tertuding dengan firman yang disampaikan. Jika demikian maka biasanya persekutuan dengan Tuhan sedang renggang.

2. Efek dosa yang kedua : “Mengalami Tabur Tuai

Galatia 6 : 7-8

6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

1 Korintus 5 : 5

5:5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.

Tubuhnya di binasakan asalkan rohnya selamat, misalnya orang yang terlibat dalam narkoba, minuman keras, pada akhirnya dia terkena sakit penyakit seperti kanker.

  • Begitu dia terkena sakit penyakit, dia baru menjerit kepada Tuhan.
  • Tuhan mengampuni dia tapi dia harus menanggung konsekuensi akibat dosa yang dia perbuat.
  • Atau bisa saja dia mengalami masalah rumah tangga dan masalah lainnya.
  • Itulah yang dia tuai karena dia telah menabur dosa.

2 Samuel 12 : 9-13

12:9 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

12:10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.

12:11 Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.

12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.”

12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

Perhatikan kata “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu : engkau tidak akan mati”.

Tuhan mengampuni Daud tapi pedang Tuhan tidak menjauh dari keluarga Daud.

  • Daud harus menanggung konsekuensi dari dosanya.
  • Mintalah pada Tuhan agar benar-benar bertobat dan berubah sampai benar-benar mengerti isi hati Tuhan.

3. Efek dosa yang ketiga : ” Mengalami Maut”

Jika dosa didiamkan (tidak ditanggulangi), maka akan berbuahkan maut.

Roma 6 : 23

6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Upah dosa adalah maut, tapi karunia Allah jauh lebih besar dari dosa kita.

  • Sangat beruntung kita dipilih Tuhan dan merespon-Nya karena saat ini kita berada dalam lingkup anugerah Allah.
  • Tuhan mau kita sungguh-sungguh membangun hubungan dengan Dia dan tidak ada satupun dari kita yang terhilang.

Matius 16 : 27

16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Tuhan akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

  • Jika perbuatanmu tidak beres, jangan berharap akan mendapatkan sesuatu yang baik.
  • Jika tingkah lakumu tidak beres, jangan berharap akan menuai semua yang baik.

2 Korintus 5 : 10

5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Kita pasti menghadap Tahta Pengadilan Kristus.

  • Manusia tidak akan bebas dari tahta pengadilan, kita harus bertanggung jawab atas kasih karunia yang Tuhan berikan pada kita.
  • Oleh sebab itu kita jangan hidup suka-suka.
  • Jangan sampai kita mengalami efek buruk akibat dosa.
  • Oleh sebab itu kita harus terlepas dari semua ikatan dosa.
  • Jika engkau berdosa, jangan ijinkan dosa itu menetap dalammu.
  • Segera bereskan dirimu dan rajut kembali hubunganmu dengan Allah.
  • Jangan memberi kesempatan kepada iblis.

Efesus 4 : 27

4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Jangan pernah memberi kesempatan kepada iblis sekecil apapun, baik melalui pikiran kita, perasaan kita, dan sikap kita terhadap orang lain. Bereskan dirimu saat ini agar engkau dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

Hari Rabu tanggal 12 Agustus 2020, ada doa sepakat di rumah saya. Di dalam doa, Tuhan berkata kepada saya, ada type manusia akhir zaman:

  1. Type pertama : “Orang yang sedang menutup mulut

Orang yang menutup mulutnya menandakan bahwa dia tidak pernah mau bersaksi tentang Aku, dia malas menginjil.

2. Type kedua : “Orang yang sedang menutup mata

Orang yang menutup matanya menandakan bahwa dia tidak mau peduli dengan apa yang ada disekitarnya, dia tidak peduli dengan kesulitan orang lain,

yang dipedulikan hanyalah dirinya sendiri.

3. Type ketiga : “Orang yang sedang menutup telinga

Orang yang menutup telinga menandakan dia tidak mau mendengar kesulitan orang lain.

Dia mau mencurahkan isi hatinya tapi tidak mau mendengar isi hati orang lain.

Dari type-type orang pada akhir zaman menandakan ego semakin merajalela.

  • Janganlah kita menjadi orang yang menutup mulut kita yang malu bersaksi tentang Tuhan.
  • Biarlah kita memiliki gaya hidup surgawi. Jika engkau tidak mampu bersaksi dengan mulutmu, engkau bisa bersaksi dengan perbuatanmu.
  • Buka matamu dan lihat sekelilingmu karena banyak orang yang membutuh-kan pertolongan dan dijamah Tuhan.

Ladang-ladang sudah menguning, milikilah perasaan Allah. Buka telingamu karena banyak orang yang menjerit karena membutuhkan pertolongan.

  • Jika engkau menutup mulut, menutup mata dan menutup telinga berarti engkau sedang menutup hatimu.
  • Tanganmu bukanlah untuk menutup mulut, menutup mata dan menutup telinga, tetapi untuk terangkat di hadapan Tuhan dan menolong sesama kita yang membutuhkan.

Jadikanlah hidup saudara sungguh-sungguh menjadi berkat bagi orang lain, karena apa artinya hidup ini jika tidak menjadi berkat bagi sesama.

  • Bereskan dirimu agar dosa tidak menetap dalam dirimu.
  • Hinggap pun jangan, mintalah pertolongan Tuhan.
  • Jika kita berkata “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”, berarti hidupmu bukan milik kita tapi milik Kristus dan ketika kita mati sekalipun, kita berjumpa dengan Tuhan dan kita akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan.
  • Kematian Yesus sungguh-sungguh telah menanggung dosa kita.

Hari ini kita akan membahas tentang “Air Pentahiran”.

Melalui air pentahiran kita bisa melihat betapa dahsyatnya pengorbanan Yesus diatas kayu salib.

  • Melalui kematianNya, Yesus rindu agar kita bertemu lagi bersama Dia di sorga.
  • Tuhan ingin hubungan kita kembali harmonis dengan Tuhan.
  • Dia sudah mati bagi kita, sudah mengorbankan diriNya bagi kita agar kita bisa datang padaNya dan diterima oleh Tuhan.
  • Inilah anugerah Tuhan yang tanpa batas.

Tuhan menanti kita di ujung jalan hidup kita agar kita datang pada Dia untuk berjumpa dengan Dia dan Dia membawa kita pada Bapa di sorga.

Bilangan 19 : 1

19:1 TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:

19:2 “Inilah ketetapan hukum yang diperintahkan TUHAN dengan berfirman: Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu seekor lembu betina merah yang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya dan yang belum pernah kena kuk.

Lembu betina merah tanpa cacat cela dan belum terkena kuk. Mengapa Tuhan minta lembu betina bukan lembu jantan? Di dalam Alkitab perbedaan kelamin juga mengandung arti yang berbeda.

Contoh :

Abraham sebagai seorang laki-laki berbicara tentang “Pembenaran karena iman” dan Sarah sebagai seorang perempuan berbicara tentang “Pengalaman iman”.

  • Sarah mengalami, Sarah yang mengandung.
  • Betina berbicara tentang pengalaman hidup dan dampak dari lain dari pekerjaan Tuhan.
  • Jantan berbicara tentang kesaksian kebenaran dan pekerjaan Allah.
  • Merah berbicara tentang rupa daging atau dosa.
  • Lembu merah dipakai untuk pengorbanan yang berbicara tentang rupa dari dosa untuk menanggung dosa luaran kita.
  • Begitu kita bertobat, kita dibaptis dan terima Yesus, dosa saudara dan saya dibersihkan.
  • Dengan berjalannya waktu, saudara mungkin kembali berdosa, diperlukan lembu betina merah.
  • Ketika bertobat pertama kali diperlukan korban lembu jantan.

Lembu betina tanpa cacat berarti Yesus mengambil rupa daging atau rupa manusia tanpa dosa dan cela, dan Yesus adalah manusia yang sempurna, yang memiliki teladan Allah.

Filipi 2 : 6-11

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Dia mengambil rupa manusia, Dia taat sampai mati, Dia adalah manusia yang sempurna, yang tidak memiliki sifat dosa, Dia menjadi teladan sehingga Dia dipermuliakan.

  • Siapapun yang menyatu dengan Dia dan menghidupkan Dia dalam dirinya, akan memiliki teladan Allah di dalam dia.
  • Tidak pernah memikul kuk artinya tidak pernah diperhamba oleh dunia dan tidak mengikut dunia.
  • Lembu biasanya memikul kuk, tetapi khusus untuk lembu betina merah ini tidak boleh memikul kuk.

Yesus tidak pernah memikul kuk, tidak pernah menjadi hamba dunia dan hamba dosa.

  • Dia adalah manusia sorgawi.
  • Bersyukur kita memilik Allah seperti Dia.

Yohanes 6 : 38

6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Dia bukan dari dunia tapi dari sorga, Dia tidak diperhamba oleh dunia karena Dia milik sorga.

  • Lembu betina merah tanpa cela, Yesus adalah manusia yang sempurna.
  • Dia tidak pernah memperhambakan diri-Nya pada dosa, Dia tidak pernah memikul kuk dunia dan kuk dosa, karena Dia teladan Allah yang hidup.

Bilangan 19 : 3

19:3 Dan haruslah kamu memberikannya kepada imam Eleazar, maka lembu itu harus dibawa ke luar tempat perkemahan, lalu disembelih di depan imam.

Lembu harus bawa keluar kemah artinya Yesus Kristus disalib di luar perkemahan. Yesus disalib di Golgota di Kalvari, di luar Yerusalem.

Dalam Kemah Suci, ada langit baru, bumi baru.
Di dalam langit baru bumi baru ada Yerusalem baru.

Yesus disalibkan di luar Yerusalem, di Luar Perkemahan.

Ibrani 13 : 12-13

13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.

13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.

Yesus disalib di luar Yerusalem.

  • Yang terdapat dalam Perjanjian Lama menggambarkan apa yang akan terjadi dalam Perjanjian Baru secara tersamar.
  • Yesus diibaratkan sebagai “lembu betina merah yang disembelih di luar perkemahan, di luar Yerusalem.

Bilangan 19 : 4

19:4 Kemudian imam Eleazar harus mengambil dengan jarinya sedikit dari darah lembu itu, lalu haruslah ia memercikkan sedikit ke arah sebelah depan Kemah Pertemuan sampai tujuh kali.

Darah lembu dipercikkan kearah sebelah depan Kemah Pertemuan sampai tujuh kali artinya sempurna.

  • Darah diperuntukkan bagi Allah.
  • Korban darah yang dipercikkan sampai tujuh kali artinya supaya pentahiran dengan korban darah menjadi sempurna untuk menebus dan mengampuni dosa harian manusia.

Bilangan 19 : 5-6

19:5 Sesudah itu haruslah lembu itu dibakar habis di depan mata imam; kulitnya, dagingnya dan darahnya haruslah dibakar habis bersama-sama dengan kotorannya.

19:6 Dan imam haruslah mengambil kayu aras, hisop dan kain kirmizi dan melemparkannya ke tengah-tengah api yang membakar habis lembu itu.

Lembu betina sudah disembelih, darahnya dipercikkan tujuh kali dan lembu itu dibakar sampai habis.

  • Kulitnya, dagingnya, kotorannya semuanya dibakar.
  • Begitu api sedang menyala, dilempar kayu aras, hisop, kain kirmizi.
  • Kayu aras melambangkan keinsanian Kristus yang luhur.
  • Hisop seperti ilalang atau rumput yang berbunga, sering dipakai untuk penyucian rumah.

Imamat 14: 49

14:49 Kemudian, untuk menyucikan rumah itu, haruslah ia mengambil dua ekor burung, kayu aras, kain kirmizi dan hisop.

Darahnya harus di sapukan dengan hisop.

Keluaran 12 : 22

12:22 Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorang pun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.

Hisop artinya keinsanian Kristus sebagai pembersih dan penyuci.

  • Kayu aras artinya berbicara tentang keinsanian Kristus sebagai pribadi yang luhur dan agung.
  • Kirmizi berbicara tentang merah atau dosa.

Yesaya 1 : 18

1:18 Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Lembu betina merah, dibakar habis dengan kayu aras (keinsanian Kristus yang luhur dan agung), disapukan dengan hisop (keinsanian Kristus sebagai pembersih dosa, dan penyuci kita), dosa kita yang merah seperti kirmizi disucikan.

Yesus sebagai Anak Domba Paskah untuk membersihkan dosa manusia sepanjang masa.

1 Petrus 3 : 18

3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

Yesus sebagai Anak Domba Paskah membersihkan dosa-dosa manusia sepanjang sejarah manusia.

Bilangan 19 : 9

19:9 Maka seorang yang tahir haruslah mengumpulkan abu lembu itu dan menaruhnya pada suatu tempat yang tahir di luar tempat perkemahan, supaya semuanya itu tinggal tersimpan bagi umat Israel untuk membuat air pentahiran; itulah penghapus dosa.

Inilah yang disebut Air Pentahiran. Air pentahiran penjelasannya adalah sebagai berikut :

  • Air dalam baskom, ada lembu betina merah yang sudah dibakar dengan kayu aras, hisop dan kirmizi sampai menjadi abu.
  • Abunya dicampur dengan air.
  • Jika ada orang terkena mayat, dia menjadi najis.
  • Oleh sebab itu dia hanya bisa dibersihkan dengan air pentahiran (air bersih yang telah dicampur dengan abu lembu betina merah, kain kirmizi, hisop dan kayu aras).
  • Air pentahiran dipakai untuk pengampunan dosa-dosa mereka yang najis.

Bilangan 19 : 13-14

19:13 Setiap orang yang kena kepada mayat, yaitu tubuh manusia yang telah mati, dan tidak menghapus dosa dari dirinya, ia menajiskan Kemah Suci TUHAN, dan orang itu haruslah dilenyapkan dari Israel; karena air pentahiran tidak disiramkan kepadanya, maka ia najis; kenajisannya masih melekat padanya.

19:14 Inilah hukumnya, apabila seseorang mati dalam suatu kemah: setiap orang yang masuk ke dalam kemah itu dan segala yang di dalam kemah itu najis tujuh hari lamanya;

Betapa kudusnya Tuhan.

Orang yang terkena dengan mayat tanpa disengaja, dia tetap najis. Bersentuhan dengan mayat artinya bersentuhan dengan kematian rohani.

  • Jika engkau bersentuhan dengan kematian rohani, engkau sudah najis.
  • Disaat itulah saudara membutuhkan air pentahiran.

Air pentahiran berisi :

  • Air yang melambangkan Roh Kudus.
  • Abu lembu betina merah yang sudah dicampur dengan kayu aras, hisop dan kirmizi yang melambangkan kasih yang kekal dan tidak berubah.

Tuhan menyediakan satu pengampunan bagi kita melalui kuasa Roh Kudus dan kasih yang kekal.

  • Melalui kematian Kristus Tuhan memberikan pengampunan dosa bagi kita.
  • Air dicampur dengan abu menjadi air pentahiran.
  • Abu artinya Kristus yang habis tidak bersisa, kasih-Nya yang kekal bagi penebusan dan pengampunan dosa untuk manusia.

Dosa adalah akar dari kematian. Tanpa dosa tidak akan pernah ada kematian. Oleh sebab itu orang berdosa harus ditahirkan.

Misalnya saudara menonton film horror.

  • Film horror berbicara tentang kematian.
  • Jika saudara menonton film horror, artinya saudara bersentuhan dengan kematian.
  • Jika saudara bersentuhan dengan kematian tetapi saudara tidak bertobat, maka saudara akan mati.
  • Saudara harus bertobat, datang pada Tuhan dan mohon ampun pada Tuhan.

Jika saudara berbuat dosa yang merupakan unsur kematian dan tidak minta ampun pada Tuhan, saudara akan mati.

  • Tuhan memberi kita lembu merah (Kristus), pohon aras (keinsanian Kristus yang luhur), hisop (Kristus sebagai pembersih dan penyuci kita), kirmizi (dosa-dosa kita).
  • Kristus dengan kuasa Roh Kudus mentahirkan dosa kita.
  • Kita cukup datang ke Tuhan dan berseru “Tuhan ampunilah aku orang berdosa ini”.

Bertobatlah sungguh-sungguh sampai saudara kembali pada kemuliaan Allah.

  • Bangun hubungan dengan Allah kembali.
  • Saudara memiliki fasilitas “Air Pentahiran” agar saudara ditahirkan dari kematian karena dosa.
  • Tuhan merindukan hubungan yang kembali harmonis antara kita dengan Tuhan.

Tuhan memberikan aspek lain dari penebusan yaitu pengampunan atas dosa-dosa umat manusia.

  • Siapapun yang datang pada Tuhan, dosamu akan Tuhan bereskan dengan air pentahiran.
  • Tuhan telah menyediakan cara untuk menanggulangi dosa-dosa manusia supaya kembali murni, bersih dihadapan-Nya dan bisa menghampiri tahta-Nya yang kudus.
  • Tuhan telah membuktikan kasih-Nya melalui air pentahiran.

Tuhan membuka tangan-Nya agar kita mau datang kepada Tuhan dan menerima pengampunan dosa.

1 Yohanes 2 : 1

2:1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

Jangan berbuat dosa tapi kalau sampai berbuat dosa lagi, bertobatlah.

  • Ada air pentahiran yang bisa mentahirkanmu sehingga dosamu disucikan.
  • Saudara harus terus minta ampun atas dosa-dosamu.

1 Yohanes 1 : 9

1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Dosa harus diakui dan tidak bisa disembunyikan.

Amsal 28 : 13

28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

Siapa yang menyembunyikan dosa (seperti Adam), tidak akan beruntung.

Tetapi yang mau merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui dosanya, dia akan dipermuliakan  bersama dengan Tuhan.

  • Tuhan telah menyediakan fasilitas air pentahiran agar kita datang pada-Nya dan membereskan diri kita.
  • Jangan berkata dosamu parah dan tidak akan diampuni.
  • Tidak ada dosa yang tidak Tuhan ampuni.
  • Walaupun dosamu merah seperti kirmizi, seperti kain kesumba akan Tuhan bersihkan seputih salju.

Jangan menyembunyikan dosa tapi akuilah dihadapan Tuhan karena Tuhan mau membereskan saudara.

  • Siapapun yang najis dipercikkan dengan air pentahiran akan bersih kembali.
  • Mengakui dosa artinya engkau berpihak kepada Allah dan menghakimi dosamu sebagai dosa.
  • Jika engkau tidak mengakui dosamu berarti engkau tidak memihak kepada Allah.

Bagaimana saudara bisa menghakimi dosa sebagai dosa, jika tidak pernah mengakui dosamu?

  • Jika manusia berdosa, posisi manusia ada di antara dosa dengan Allah.
  • Begitu saudara berdosa, posisi saudara menuju ke dosa.
  • Begitu saudara mengaku dosa, posisi saudara kembali ke Allah.

Dosa artinya, berpihaknya engkau kepada dosa dan engkau telah meninggalkan Allah.

Kolose 1 : 21

1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Dahulu engkau jauh dari Allah, tetapi ketika engkau bertobat, engkau kembali kepada Allah artinya engkau berpihak kepada Allah.

  • Ketika engkau tidak bertobat dan merasa dirimu benar, berarti engkau memihak pada dosa.
  • Jangan merasa dirimu sudah benar karena kebenaran yang benar hanya ada pada Allah.
  • Bereskan dirimu terus menerus karena kita memiliki fasilitas air pentahiran.

Jangan menikmati dosa agar tidak menjadi makanan kegelapan.

  • Kembalilah ke jalan yang benar agar saudara dipermuliakan.
  • Mengaku dosa berarti saudara kembali berpihak pada Allah, tidak lagi memihak pada dosa.
  • Kita harus peka terhadap dosa.

Agar peka terhadap dosa, engkau harus menghidupkan firman, dan membangun hubungan dengan Allah.

  • Allah yang ada didalam saudara peka sekali terhadap dosa.
  • Allah yang ada di dalam kita, memerangi dosa karena Dialah pribadi yang tidak berdosa tapi hidup di dalam kita.

Bila engkau berdosa pasti ada perasaan tidak damai di batinmu, kecuali engkau merasa dirimu benar.

  • Kalau engkau merasa dirimu benar, berarti kedamaian di dalammu itu palsu.
  • Bereskan dirimu jika mau dipermuliakan bersama dengan Allah.

Kita wajib memiliki “gaya hidup sorgawi” karena kita bukan pendatang bagi Allah tapi kita adalah anak Allah.

  • Jika Bapa menghakimi dosa, janganlah kita sebagai anak Bapa justru menikmati dosa.
  • Allah menghakimi dosa, berarti kita sebagai anak Allah harus anti terhadap dosa.

Kita memiliki “fasilitas Air Pentahiran”, kita harus membangun hubungan dengan firman agar lebih mengenal Allah.

  • Melalui persekutuan kita dengan Allah, kita sedang menghidupkan Allah di dalam kita.
  • Ketika Allah hidup di dalam kita, kita akan peka terhadap dosa.

Amen.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

30 AGUSTUS 2020 PAKAIAN DAN MAKANAN BAG. 3

Renungan Mingguan 30 Agustus 2020 – IBLIS HENDAK MEROBOHKAN MIMBAR YANG MENYUARAKAN KEBENARAN

BULETIN NO.282 TAHUN KE-5

IBLIS HENDAK MEROBOHKAN MIMBAR YANG MENYUARAKAN KEBENARAN

Bersiap-siaplah hai gereja-gereja Tuhan, jangan menganggap enteng didikan Tuhan, karena ketika waktu-Nya tiba tidak ada kesempatan lagi untuk menangis jika umat Tuhan tertinggal. Alarm sorga terus menyala untuk memberitahu kita semua bahaya besar segera datang, bersiap-siaplah semua jangan bersantai lagi. Saling membangun satu dengan yang lain dan saling mengasihi satu dengan yang lain, saling menguatkan satu dengan yang lain agar semua kedapatan tidak bercacat dan tidak bercela ketika hari itu tiba.

Iblis hendak merobohkan mimbar- mimbar dimana gereja-gereja yang sedang gencar menyuarakan kebenaran. Jika mimbar roboh berapa banyak jiwa akan kehilangan arah karena iblis akan menuai banyak jiwa yang terhilang (Lukas 22:31). Jangan mau mengikuti tipu daya iblis, karena dia sedang berusaha keras untuk membawa sebanyak-banyaknya orang-orang yang akan dibinasakan. Jangan mau dipakai untuk merobohkan mimbar tetapi saling bergandengan tangan menopang pekerjaan Tuhan agar mimbar dapat menyuarakan terus kebenaran.

Jangan mau menjadi antek-antek iblis untuk menghancurkan pekerjaan Tuhan karena siapapun yang coba merobohkan mimbar dia akan menjadi pekerja-pekerja iblis untuk meniadakan kebenaran Tuhan. Seperti musa dipilih Tuhan dan diutus membawa bangsa israel keluar dari mesir, ketika musuh mengejar bangsa israel harun dan hur menopang kedua tangan musa agar musuh dikalahkan(Keluaran 17:11-12). Demikianlah kita semua pekerja-pekerja Allah jika kita sepakat dan saling menopang dalam doa didalam satu ladang yang di percayakan Tuhan untuk melayani, berdoalah bagi hamba-hamba Tuhan yang dipilih dan diutus Tuhan untuk menyuarakan kebenaran agar iblis tidak bisa merobohkan mimbar . Setialah terus dalam menyuarakan kebenaran dan janganlah takut untuk menyuarakan kebenaran itu karena Tuhan sedang menampi gereja-gereja-Nya. kambing dan domba sedang dipisahkan.

Banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih dan sedikit pula yang taat dan setia (Matius 22:14). Akan ada banyak yang gugur (Lukas 22:32), karena tidak kuat mendengar suara kebenaran dan gereja-gereja akan semakin sedikit menemukan orang-orang yang bertahan . Dari orang-orang yang bertahan dalam peperangan akan ditemukan orang-orang yang taat dan setia . Inilah orang-orang yang siap dijemput menjadi mempelai-Nya yang kudus. Tuhan berkata percepatan waktu, jadi bersiap-siaplah jangan sampai pelitamu padam Waktu-Nya segera tiba .

23 AGUSTUS 2020 PAKAIAN DAN MAKANAN BAG.2 (VIDEO KHOTBAH)

Renungan Mingguan 23 Agusutus 2020 – KASIH TUHAN SEMPURNA

BULETIN NO.281 TAHUN KE-5

KASIH TUHAN SEMPURNA

Saudaraku hari ini kita belajar bagaimana mengasihi sesama kita tanpa batas dan tanpa syarat. Jika kita mengaku kita adalah pengikut Kristus, maka ciri-ciri Kristus harus nampak dalam hidup keseharian kita. Kasih tidak butuh perkataan tapi dapat dirasakan dalam perbuatan. Salah satu ciri-ciri yang telah Tuhan perbuat adalah Dia telah naik diatas kayu salib dengan cara menanggung dosa kita (Roma 5:8).

Banyak orang terjebak dengan rasa pahit hati dan tidak mau mengampuni, ini adalah ciri orang yang belum merdeka dan hidupnya masih terbelenggu dengan roh benci. Di dalam ( amsal 10:12 ) orang yang benci menimbulkan pertengkaran, bahkan dikatakan dalam (amsal 12:1) siapa mencintai didikan , mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.

Semua harus kembali berdasarkan Firman Tuhan, kalau kita mau merdeka dari kebencian kita harus mau di didik dan ditegur melalui firman Tuhan, tetapi siapa yang menolak teguran akan binasah ( Amsal 15:10). Tuhan mengajari kita untuk mengasihi sesama tanpa batas sekalipun kita disakiti tetap kita harus mengulurkan tangan untuk menolong orang yang menyakiti kita.

Seperti mawar berduri yang dapat menusuk tangan kita ketika kita meremas batangnya yang berduri dan dapat melukai tangan kita, begitupun orang yang menyakiti kita sekalipun orang tersebut menusuk kita dari belakang, menjelekan kita, bahkan dapat membuat kita jatuh tetapi kita tetap harus memegang erat tangannya agar dia tidak terjatuh. Inilah kasih yang sempurna yang tidak mementingkan diri sendiri tetapi perduli akan keselamatan sesamanya sekalipun taruhannya adalah nyawanya sendiri.

Saudaraku kalau kasih Yesus ada didalam kita pasti kita mampu mengampuni orang yang menyakiti kita, bahkan Tuhan akan menyembuhkan luka yang telah kita alami karena kasih-Nya telah membalut luka kita. Jadi jika kita tidak mengasihi sesama maka ia tidak mengenal Allah, karena Allah itu adalah kasih ( 1 Yohanes 4:8 ).

IBADAH RAYA ONLINE, MINGGU 16 AGUSTUS 2020 (VIDEO)

JUDUL KHOTBAH AIR PENTAHIRAN

PRAISE N WORSHIP

IBADAH SEKOLAH MINGGU

Renungan Mingguan 16 Agustus 2020 – SADARLAH DAN BANGUNLAH JANGAN TERTIDUR ROHANIMU !

BULETIN NO. 280 TAHUN KE-5

SADARLAH DAN BANGUNLAH JANGAN TERTIDUR ROHANIMU !

Waktu terus berjalan dan hari kedatangan Tuhan Yesus kian dekat, hal ini ditandai dengan makin menggilanya kejahatan manusia (Efesus 5:16). Manusia semakin mencintai diri sendiri, tidak perduli dengan sesama, cinta uang, dan tanpa disadari mereka mulai mengesampingkan kasih akan Tuhan. (2 Timotius 3:1-5). Yang luar biasanya iblis menyamarkan segalanya sehingga manusia tidak menyadarinya. Disatu sisi mereka sepertinya melayani Tuhan dan disisi lain mereka melayani iblis dan dirinya sendiri.
Saudaraku waktu yang kita tapaki sekarang adalah kesempatan dari Tuhan yaitu untuk mengenal Dia lebih dalam sehingga kita semakin berakar dalam iman. Namun amat disayangkan, banyak orang memperlakukan waktu yang ada seperti sampah. Kita biasanya hanya membuang barang-barang tidak berguna, tetapi pada kenyataannya banyak orang membuang-buang waktu yang begitu berharga yang telah Tuhan berikan hanya demi memuaskan dirinya sendiri.

Hal yang paling berharga yang ada pada seseorang adalah waktu. Waktu kalau dibuang tidak mungkin kembali. Banyak orang berkata, “waktu adalah uang”, tetapi kalau uang hilang, kita mungkin bisa mendapatkannya kembali. Namun, kalau waktu disia-siakan, kita kehilangan waktu itu untuk selama-lamanya. Saudaraku janganlah kita mensia-siakan waktu karena jika kita tidak bertanggung jawab dengan waktu, kita akan kehilangan kebangkitan dan juga kehidupan kekal. Saudarku sadarlah waktu yang hilang, akan lenyap untuk selama-lamanya!!

Waktu itu sendiri tidak mengubah suatu apa pun. Banyak orang yang mempunyai konsep keliru seolah-olah waktu dapat mengubah segala sesuatu, seolah-olah waktu memiliki kuasa misterius untuk mengubah seseorang. Saat berhadapan dengan pemuda yang bodoh, kita berkata waktu akan menjadikannya bijaksana. Waktu tidak dapat menjadikan orang bijak. Kita berkata, “Waktu akan menyembuhkan, waktu akan menjawab, waktu akan mengobati, waktu akan mengubah, waktu akan membuktikan.” Saudaraku waktu tidak dapat melakukan semua itu! Waktu seperti ruang tidak dapat berbuat apa-apa bagi kita tapi Tuhanlah yang bisa melakukan semuanya itu. Perubahan atau transformasi terjadi hanya melalui tindakan dan perubahan sikap. Transformasi hanya terjadi melalui pertobatan. Saulus menjadi Paulus karena Allah yang mengubah dia, bukan waktu.

Saudaraku waktu adalah kereta Tuhan untuk membawa kita mendekat kepadaNya. Tapi waktu juga bisa dipakai iblis sebagai kendaraannya untuk kita menjauh dari Tuhan. Oleh sebab itu bijaksanalah mempergunakan waktu (Mazmus 90:12). Jadi jika kita sadar Tuhan menggunakan waktu untuk menanti kita kembali dalam anugerahNya, tapi kita menggunakan waktu untuk kepentingan diri sendiri, kecewa dan meratapi masalah, maka tanpa sadar kita sedang masuk dalam kereta waktu iblis untuk dibawa pada kematian kekal. Oleh sebab itu sadarlah dan bangun dari tidur rohani kita mulai hari ini dan raihlah kesempatan dari Tuhan demi memperoleh kemuliaan kekal.

MEMISAHKAN DIRI DARI DUNIA – 02 AGUSTUS 2020

Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. (Yohanes 17:14).

MEMISAHKAN DIRI

D A R I   D U N I A

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 02 AGUST 2020

=========

IBADAH ONLINE

Shalom !

Apa kabar saudara? Kita bersyukur sebab sampai hari ini kita masih sehat dan kuat. Semua karena penyertaan dan perlindungan Tuhan bagi kita semua. Biarlah kita tetap tumbuh dan maju, agar roh kita terus bangkit di dalam Tuhan. Jangan sampai roh kita padam meskipun ibadah online karena kita bergerak berdasarkan keputusan Tuhan bukan keputusan diri kita sendiri. Allah akan memperlengkapi kita dalam ibadah “online maupun offline”.

Hari ini kita akan membahas tema tentang “Memisahkan diri dari dunia”. Sebelum menginjakkan kaki di Kerajaan Sorga, maka terlebih dahulu kita harus dipisahkan dari dunia.

Kalau kita tidak terpisah dari hal-hal duniawi, maka tidak akan bisa menginjakkan kaki di Kerajaan Sorga. Kerinduan Tuhan, meskipun kita tinggal di dunia tapi kita tidak menjadi seperti dunia.

Yohanes 17 : 14

17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Meskipun saudara dan saya tinggal di dunia, tetapi kita tidak boleh seperti dunia.

  • Kekristenan seringkali dilambangkan dengan ikan yang hidup di air laut.
  • Meskipun ikan tinggal di laut yang asin, tidak membuat daging ikan menjadi asin.
  • Cara berenang ikan: “melawan arus”, demikian juga kita walupun tinggal di dalam dunia, tapi kita harus melawan arus dunia.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa dan dibuang dari hadirat Allah, maka di sinilah mulai “Program Penyelamatan Allah” terhadap umat manusia dengan cara memisahkan milik-Nya dengan yang milik dunia.

Contoh:

  • Nuh dipisahkan dari orang-orang berdosa demi menyelamatkan keluarganya dari orang-orang berdosa itu.
  • Abraham dipisahkan dari sanak saudaranya supaya bisa menjadi bapa bagi banyak bangsa.
  • Lot dipisahkan dari Sodom dan Gomora untuk menyelamatkan umat pilihan-Nya itu. Semuanya ini dilakukan Allah demi satu tujuan mulia: yaitu rampungnya program keselamatan Allah bagi umat pilihan.

Gambaran yang paling konkrit dalam Alkitab memisahkan “milik Tuhan” dari “milik dunia”, adalah pada saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.

  • Tuhan mengutus orang Israel untuk mengoleskan ambang-ambang pintu rumah mereka dengan darah anak domba paskah untuk menyelamatkan anak-anak Israel dari tulah anak sulung.
  • Proses penyelamatan ini bukan bergantung pada baik buruknya ambang pintu atau baik/ buruknya anak sulung atau baik/ buruknya anak domba itu. domba.Tapi bergantung dari ada atau tidak adanya darah anak domba.
  • Jadi keselamatan bukan bergantung pada baik buruknya budi pekerti, atau baik buruknya perbuatan kita, tapi bergantung pada ada atau tidak adanya tanda darah Yesus pada diri kita sebagai anugerah dari Tuhan.

Keselamatan bukan bergantung pada diri kita, tapi karena pemberian Allah.

  • Dalam diri manusia tidak ada sesuatu yang baik yang bisa menyelamatkan dirinya tanpa bergantung pada Tuhan.
  • Manusia harus diselamatkan terlebih dahulu untuk menjadi seperti Allah.

Keluaran 12 : 13

12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.

Keselamatan tidak bergantung dari diri kita, tidak bergantung dari baik buruknya diri kita, tapi bergantung pada ada atau tidaknya tanda darah Yesus di dalam diri kita. Inilah yang dinamakan anugerah.

Kita merupakan orang yang telah menerima kasih karunia, orang yang telah ditebus oleh darah Anak Domba.

  • Tapi ingatlah bahwa orang yang telah ditebus oleh darah, tidak bisa hanya “diam ditempat”, ia harus melangkah keluar.
  • Karenanya orang Israel di Mesir setelah diselamatkan dari tulah bangsa Mesir, mereka melangkah keluar Mesir, tidak boleh tinggal di Mesir lagi.

Mengapa demikian? Masalahnya adalah :

  • Apakah makna keselamatan jika kita tidak bergerak menjadi duta keselamatan? Tidak ada artinya diselamatkan jika saudara tidak menjadi duta keselamatan itu.
  • Apakah makna keselamatan jika kita tetap hidup dalam cara hidup yang lama dan karakter yang lama?
  • Tidak akan ada artinya.

Mustahil Tuhan menebus saudara dan saya, lalu Tuhan menempatkan saudara dan saya pada posisi lama.

  • Ketika kita ditebus, dipisahkan dari kehidupan yang lama untuk masuk ke- dalam kehidupan yang baru.
  • Selanjutnya kita harus bergerak menjauhkan diri dari posisi lama saya menuju pada posisi kehidupan yang Tuhan kehendaki.

Setelah ditebus, Bangsa Israel diberi tongkat oleh Tuhan. Musa diberi tongkat oleh TUHAN. Tongkat itu bukannya bantal untuk tiduran, tapi tongkat itu tujuannya dipakai untuk “berjalan”keluar. Jadi ketika bangsa Israel sudah ditebus dan diberi tongkat, maka mereka harus bergerak “keluar” dari Mesir atau keluar dari kehidupan mereka yang lama.

  • Jadi siapapun yang sudah ditebus oleh darah Yesus, tetapi bila tetap hidup pada hidup yang lama, berarti engkau tidak menghargai korban darah Yesus.

TUHAN membawa orang Israel keluar dari Mesir dan menempatkan mereka pada posisi yang baru.

  • Awalnya manusia berkuasa di dunia ini sebelum ditebus.
  • Tapi begitu ditebus oleh darah Yesus, manusia dijadikan milik-Nya dan dunia ini bukan lagi menjadi tempat bagi orang yang telah ditebus.

Saudara hanyalah seorang” pesinggah” didunia ini, kita hanyalah para “pelancong” di dunia ini.

  • Oleh sebab itu kita dipisahkan dari dunia ini. Melalui “penebusan oleh darah-Nya” terdapat “pemisahan” antara orang yang hidup kerohaniannya dengan orang yang mengalami kematian rohani.
  • Saudara sudah ditebus oleh darah Yesus, berarti saudara dipisahkan Tuhan dari kehidupan yang mati (cara hidup manusia lama) kepada kehidupan yang “hidup” (hidup dalam pimpinan Roh).
  • Kita harus hidup dalam cara hidup yang baru, bukan cara hidup yang lama.

Keluaran 11 : 5-7

11:5 Maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung budak perempuan yang menghadapi batu kilangan, juga segala anak sulung hewan.

11:6 Dan seruan yang hebat akan terjadi di seluruh tanah Mesir, seperti yang belum pernah terjadi dan seperti yang tidak akan ada lagi.

11:7 Tetapi kepada siapa juga dari orang Israel, seekor anjing pun tidak akan berani menggonggong, baik kepada manusia maupun kepada binatang, supaya kamu mengetahui, bahwa TUHAN membuat perbedaan antara orang Mesir dan orang Israel.

Di sini kita dapat melihat: lewat darah-Nya, Tuhan Yesus memberikan perbedaan antara orang-orang dunia (yang kerohaniannya mati) dengan anak-anak Tuhan yang hidup (yang kerohaniannya hidup).

  • Orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus, seharusnya sudah meninggalkan cara hidup mereka yang lama dan menampilkan cara dan gaya hidup yang baru.
  • Firaun melambangkan iblis dan iblis selalu mempersulit anak-anak TUHAN, untuk dapat keluar dari kehidupan lamanya.

Keluaran 10 : 8-9

10:8 Lalu Musa dan Harun dibawalah kembali kepada Firaun dan berkatalah Firaun kepada mereka: “Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, Allahmu. Siapa-siapa sebenarnya yang akan pergi itu?”

Iblis mempersulit Israel yang mau keluar dari Mesir.

10:9 Jawab Musa: “Kami hendak pergi dengan orang-orang yang muda dan yang tua; dengan anak-anak lelaki kami dan perempuan, dengan kambing domba kami dan lembu sapi kami, sebab kami harus mengadakan perayaan untuk TUHAN.”

10:10 Tetapi Firaun berkata kepada mereka: “TUHAN boleh menyertai kamu, jika aku membiarkan kamu pergi dengan anak-anakmu! Lihat, jahatlah maksudmu!

10:11 Bukan demikian, kamu boleh pergi, tetapi hanya laki-laki, dan beribadahlah kepada TUHAN, sebab itulah yang kamu kehendaki.” Lalu mereka diusir dari depan Firaun.

Firaun mempersulit orang Israel keluar dari Mesir untuk beribadah. Dalam ayat 11 dikatakan yang pergi hanya “anak laki-laki”.

  • Dalam bahasa aslinya yang pergi hanya “orang-orang yang kuat”.
  • Musa mau membawa semua orang Israel pergi beribadah, tapi Firaun tidak mengijinkannya, kecuali orang-orang yang kuat.
  • Anak-anak dan orang tua tidak boleh.

Peristiwa ini terjadi lagi hari-hari ini di masa pandemic Corona, dimana orang tua dan anak-anak dilarang beribadah, yang diijinkan beribadah hanyalah orang-orang muda yang masih kuat.

  • Pada dasarnya iblis tidak ingin kita terpisah dari dunia.
  • Jika saudara menyisakan satu barang saja atau satu orang yang dikasihi “di Mesir”, pasti saudara tidak bisa menjauh dari Mesir dan akan kembali lagi ke Mesir (karena yang kita sayangi itu masih “tertinggal di Mesir).

Matius 10 : 34-37

10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

Dipisahkan dari ayah dan ibunya artinya memisahkan diri dari dunia. Bukan berarti harus membenci orang tua, tapi tidak ada yang kita kasihi di dunia ini melebihi kasih kita kepada Tuhan.

10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Saudara harus lebih mengasihi Tuhan bila dibandingkan ayah atau ibu saudara.

  • Mengapa Firaun atau iblis melarang anak-anak dan perempuan untuk beribadah?
  • Mengapa Firaun yang adalah iblis melarang kambing domba dibawa pergi?

Alasannya hanya satu, yaitu iblis tidak mau saudara dan saya memisahkan diri dari dunia (tetap terikat pada dunia).

  • Kalau saudara meninggalkan kambing domba di Mesir, maka hati saudara dan saya akan tertuju ke Mesir terus (karena harta kesayangan kita disana).
  • Itulah kemauan iblis agar hati kita tertuju pada Mesir terus.
  • Firaun sangat mempersulit orang Israel untuk berpisah dari Mesir.

Keluaran 8 : 25

8:25 Lalu Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: “Pergilah, persem-bahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini.”

Firaun mengijinkan bangsa Israel beribadah tapi hanya di Mesir, tidak boleh keluar dari Mesir.

Berapa banyak orang Kristen yang tahu firman, rajin beribadah, rajin melayani tapi tidak memisahkan diri dari dunia, masih terikat dengan pola hidup lamanya.

  • Iblis mempersilakan saudara dan saya beribadah, tetapi iblis mau supaya kita tidak memisahkan diri dari dunia.
  • Iblis mengijinkan saudara dan saya beribadah, atau pelayanan, tapi jangan meninggalkan kehidupan yang lama. Itulah kemauan iblis.
  • Kita jangan mau terjebak oleh jebakan iblis, kita harus keluar dari kehidupan duniawi.

Keluaran 8 : 28

8:28 Lalu kata Firaun: “Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh. Berdoalah untuk aku.”

Firaun mengijinkan orang Israel pergi, tapi jangan jauh-jauh agar bisa dipantau.

  • Iblis tahu kalau engkau memisahkan diri dari dunia, maka engkau akan menjadi ancaman bagi kuasa kegelapan.
  • Jika engkau memisahkan diri dari dunia, maka engkau akan dipakai Tuhan untuk menghancurkan kerajaan-kerajaan kegelapan.
  • Jika engkau beribadah tetapi tetap mempertahankan cara hidup lamamu, maka hidupmu tidak akan pernah menjadi kesaksian.

Keluaran 10 : 11

10:11 Bukan demikian, kamu boleh pergi, tetapi hanya laki-laki, dan beribadahlah kepada TUHAN, sebab itulah yang kamu kehendaki.” Lalu mereka diusir dari depan Firaun

Firaun mengijinkan orang-orang yang kuat saja beribadah, artinya saudara dan saya akan selalu tertuju pada orang-orang yang kita kasihi yang masih tertinggal di Mesir sehingga kita akan terikat oleh kasih pada manusia, bukan pada Tuhan.

Keluaran 10 : 24

10:24 Lalu Firaun memanggil Musa serta berkata: “Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu.”

Firaun mengijinkan bangsa Israel pergi tapi harta bendanya tidak boleh dibawa.

Begitu banyak orang Kristen sulit mengambil keputusan ketika harus memilih antara Tuhan dan asset pribadinya atau harta bendanya.

  • Saudara dipanggil untuk melayani, tapi di satu sisi ada tawaran pekerjaan yang sangat menjanjikan.
  • Sehingga saudara mulai berpikir untuk mengambil pekerjaan tersebut dan jika diberkati lewat pekerjaan tersebut maka hasilnya akan diberikan untuk pelayanan.
  • Seharusnya saudara memilih untuk melayani, karena untuk itulah yang Tuhan inginkan darimu ketika Tuhan memanggilmu untuk melayani.

Bukan lagi waktunya untuk berdalih, dengan alasan pekerjaan yang menghasilkan banyak dana, untuk memenuhi kebutuhan hidup.

  • Begitu saudara dipanggil, berarti saudara diminta Tuhan untuk melayani.
  • Firaun mengijinkan orang Israel menjadi umat Tuhan, tapi hanya di Mesir.
  • Iblis mengijinkan saudara melayani Tuhan, tapi jangan memisahkan diri dari kegelapan.
  • Iblis mengijinkan saudara beribadah, tapi tidak boleh terlalu dekat dengan Tuhan.

Berapa banyak orang Kristen hari ini saat melihat orang yang dekat dengan Tuhan, maka langsung berkata bahwa orang itu “terlalu fanatik”. Sehingga tidak boleh melihat ada orang yang hidupnya dekat dengan Tuhan, karena dianggap kurang pergaulan.

  • Sadarilah bahwa ada sisi-sisi negatif dalam diri manusia yang dapat muncul dikepalanya ketika ia melihat gaya hidup seseorang yang “dekat dengan Tuhan”.
  • Padahal hidup kita seharusnya sampai ke titik: “dekat sekali dengan Tuhan”, dan memisahkan diri dari kuasa kegelapan.
  • Berhati-hatilah karena iblis tidak pernah mau melepaskan saudara dan saya begitu saja.
  • Iblis akan terus mengincar kita, mencari kelemahan kita sampai saudara dan saya jatuh dan terikat.

Orang Kristen yang beribadah tapi masih hidup dengan cara hidup yang lama, tidak mau memisahkan diri dari dunia, tidak mau berkata “tidak” pada dosa, berarti hidup mereka belum menjadi kesaksian bagi dunia.

  • Di satu sisi dia melayani Allah, tapi di sisi lain dia juga melayani iblis.
  • Kita tidak bisa dalam waktu yang sama mengabdi pada dua tuan.
  • Jika mau melayani Tuhan, layanilah Tuhan dengan benar, saudara dan saya tidak bisa mengabdi pada iblis dengan cara memanjakan diri kita sendiri.

Dengan segala cara iblis mengikat orang-orang percaya agar mereka tidak terlalu rohani, agar tidak terlalu dekat dengan Tuhan, yaitu dengan cara mengikat mereka dengan orang-orang yang begitu mereka kasihi.

Lukas 11 : 33

11:33 “Tidak seorang pun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya.

Kalimat: Di kolong rumah” artinya keluarga, sehingga kalau saudara terikat dengan keluarga, kalau saudara lebih mengasihi keluarga dibandingkan Tuhan, maka hidupmu tidak akan menjadi kesaksian.

  • Kalau engkau mengasihi seseorang lebih dari Tuhan, maka hidupmu tidak akan menjadi kesaksian dan tidak akan pernah menjadi terang.
  • Contoh: Ketika orang itu disakiti, engkau ikut terluka.
  • Hal itu sangat tidak wajar.

Kalau ada orang yang kita sayangi disakiti orang lain, maka kita harus menasihatinya agar mengampuni orang yang menyakitinya.

  • Jangan ikut membenci orang yang sudah menyakiti orang yang kita sayangi, karena jika kita “membenci” berarti kasihmu “kasih daging”.
  • Engkau tidak bisa membawa pelita di kolong rumah, artinya engkau lebih sayang keluargamu (di banding Tuhan) dan pada posisi ini engkau tidak bisa menjadi terang.

Markus 4 : 21

4:21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

Tempat tidur” berbicara tentang harta. Engkau tidak bisa menjadi terang, teladan dan membawa pelita, jika engkau masih terikat dengan harta atau assetmu.

  • Tanganmu hanya dua, jika tanganmu hanya engkau pakai untuk mendekap hartamu, maka engkau tidak punya kesempatan untuk mendekap orang-orang di sekitarmu.
  • Tuhan mau kita menjadi berkat bagi orang lain, kita bisa mendekap siapapun di sekitar kita agar hidup kita menjadi terang dimanapun kita berada.
  • Iblis mengikat saudara dengan cara cinta kasih daging, dengan harta, dengan kenyamanan yang membuat saudara tidak bisa terlepas dari dunia.

Percaya bukan hanya di mulut saja, tapi harus diiringi dengan “kaki” yang melangkah.

  • Jika engkau percaya tanpa “melangkah” maka apa artinya percayamu?
  • Jika engkau percaya tapi tidak mau keluar dari ikatan, tidak mau memisah-kan diri dari dunia, apa artinya percayamu?
  • Kita harus berada di padang gurun bukan di Mesir.
  • Kita menjadi pelancong di padang gurun bukan menjadi budak di Mesir.

Padang gurun berbicara tentang dunia secara material atau tempat, sedangkan Mesir berbicara tentang dunia secara moral, system.

1 Yohanes 2 : 15-16

2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Jangan pernah mengasihi dunia, karena pada akhirnya nanti dunia akan hancur.

  • Keinginan dunia seperti keangkuhan hidup, harga diri, kesenangan pribadi.
  • Kalau saudara terikat dengan dunia, berarti saudara terikat dengan Firaun, dengan Mesir dan terikat dengan moral dan system yang ada di dunia ini.
  • Sehingga membuat saudara kecanduan dengan harta, nama baik, harga diri.

Mengapa begitu banyak orang takut dengan kematian, adalah karena orang-orang itu tidak pernah yakin dengan kebenarannya sendiri selama dia hidup.

  • Ketika diperhadapkan dengan pertanyaan : “apakah saya sudah benar?”
  • Apakah saya bisa diterima di sorga?, ia tidak bisa menjawab dengan yakin, karena cara hidupnya sendiri tidak bisa meyakinkannya.
  • Kita harus punya prinsip bahwa kita hanyalah musafir di dunia, kita tidak membawa apapun dan tidak mempunyai apapun selama kita di dunia.
  • Yang kita punya hanya satu yaitu Tuhan Yesus Kristus.

1 Petrus 1 : 17

1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Selama engkau menumpang di dunia ini, engkau harus takut hanya kepada Tuhan bukan takut dengan yang lain, karena tujuan kita hanya bertemu dengan Tuhan.

  • Kita tidak boleh menyakiti hati Tuhan.
  • Kalau engkau menyakiti hati Tuhan, berarti engkau tidak benar.

Pandangan kita harus ditujukan pada tanah yang dijanjikan, agar kita berjalan keluar dari Mesir dan memisahkan diri dari Mesir atau dari dunia.

  • Dasar dari pemisahan diri kita dengan dunia adalah darah anak domba Allah.
  • Darah Anak Domba Allah telah membeli kita semua.
  • Kalau saudara sudah dibeli berarti saudara sudah milik Kristus.
  • Saudara harus memisahkan diri dari pemilik lama agar bisa menjadi milik Kristus, karena engkau tidak bisa mengabdi pada dua tuan.

Jika engkau masih mengabdi pada dunia, engkau tidak bisa mengabdi pada Tuhan Yesus dan jika engkau memilih cara hidup yang lama, berarti engkau sedang menanggalkan kehidupan kekalmu.

  • Engkau diberi kesempatan memilih untuk hidup pada kehidupan yang lama atau yang baru setiap engkau bangun tidur pagi.
  • Kekristenan tanpa totalitas bukanlah kekristenan yang benar, tapi hanyalah omong kosong.
  • Kalau saudara mau mengikut Yesus, saudara harus total mengikut Yesus.

Misalnya :

Ada seratus hal yang mengikat saudara, sembilan puluh sembilan sudah berhasil saudara lepaskan tapi jika masih ada satu ikatan belum saudara lepaskan berarti saudara tetap masih terikat dan tidak bisa maju.

  • Agar saudara bisa terlepas, engkau hanya cukup bersandar pada Tuhan.
  • Engkau tidak mempunyai kekuatan untuk melepaskan diri dari ikatan tapi Tuhan memiliki kuasa untuk melepaskan kita dari ikatan.
  • Butuh totalitas dari kita agar kita terlepas dari ikatan dan mau melepaskan diri dari ikatan.

ADA 3 HAL YANG HARUS KITA LEPASKAN SELAMA HIDUP DI DUNIA INI

  1. KEPEMILIKAN

Selama masih memiliki kepemilikan engkau masih terikat. Anak muda yang kaya yang datang pada Yesus sudah melakukan banyak hal, tetapi dia tidak bisa melepaskan assetnya .

  • Dia begitu terikat dengan harta bendanya, sehingga lebih mudah seekor unta masuk ke lubang jarum daripada orang kaya masuk dalam Kerajaan sorga.
  • Artinya orang yang terikat dengan harta akan sulit masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
  • Tuhan bukan anti kekayaan tapi Tuhan anti keterikatan dengan dunia, Tuhan hanya mau saudara terikat dengan Tuhan.

2. HARGA DIRI

Selama saudara dan saya masih mempertahankan harga diri, saudara dan saya tidak akan mau dilukai orang, orang lain tidak boleh melukai atau menyentuh kita.

  • Begitu engkau dilukai, maka tersinggungnya luar biasa. lalu membela-bela diri kita di hadapan orang-orang, inilah ikatan dengan harga diri.
  • Kalau harga diri saudara dan saya tidak dilepaskan, saudara dan saya tidak berharga di mata salib.

Yehezkiel 14 : 3-4

14:3 “Hai anak manusia, orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya dan menempatkan di hadapan mereka batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan. Apakah Aku mau mereka meminta petunjuk dari pada-Ku?

14:4 Oleh sebab itu berbicaralah kepada mereka dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Setiap orang dari kaum Israel yang menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi — Aku, TUHAN sendiri akan menjawab dia oleh karena berhala-berhalanya yang banyak itu,

Yehezkiel 14 : 7-8

14:7 Karena setiap orang, baik dari kaum Israel maupun dari orang-orang asing yang tinggal di tengah-tengah Israel, yang menyimpang dari pada-Ku dan menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan, yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi untuk meminta petunjuk dari pada-Ku baginya — Aku, TUHAN sendiri akan menjawab dia.

14:8 Aku sendiri akan menentang orang itu dan Aku akan membuat dia menjadi lambang dan kiasan dan melenyapkannya dari tengah-tengah umat-Ku. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Apakah berhala di dalam hati kita? Berhala di dalam hati kita adalah harga diri.

Jika saudara dan saya masih memiliki harga diri, Tuhan akan menentang saudara dan saya, karenanya selama harga diri kita dipertahankan maka saudara dan saya akan kehilangan segala-galanya.

  • Lihatlah Yesus saja disalibkan seperti seorang perampok.
  • Maka saudara dan saya tidak seharusnya menjadi orang yang minta dihargai dan dihormati atau di elu-elukan.
  • Ingatlah, seorang murid tidak lebih dari gurunya.
  • Tuhan Yesus di salib laksana seorang perampok, maka kita sebagai murid-Nya meneladani Yesus, yaitu tidak minta di elu-elukan. Tuhan rela dihina, lalu kenapa kita masih mencari harga diri? dengan car membela-bela diri.

Jika saudara dan saya membela diri dihadapan banyak orang, maka Tuhan tidak akan menjadi pembela saudara dan saya.

3. DOSA DAN KESENANGAN DUNIA

2 Korintus 3 : 2

3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.

Kita merupakan surat pujian yang terbuka, orang bisa melihat tingkah laku dan perbuatan kita.

  • Seberapa jauh dan berapa lama saudara dan saya bisa mempertahankan segala macam kemunafikan kita, disuatu hari pasti pasti akan terbongkar juga.
  • Seberapa dalam saudara dan saya bisa menyembunyikan kejahatan kita, di suatu waktu apapun yang tertutup semuanya akan tersingkap juga oleh Tuhan.

Ketika saudara dan saya menjadi orang Kristen, sebenarnya kitalah yang menjadi panutan bagi dunia.

  • Orang dunia akan melihat kita apakah kita masih duniawi atau tidak.
  • Disitulah akan terlihat kekristenan benar dihadapan orang dunia sehingga banyak orang mencari Tuhan.
  • Dosa dan kesenangan-kesenangan dunia bisa membuat rohanimu padam.

1 Tesalonika 5 : 19

5:19 Janganlah padamkan Roh,

Bagaimana roh kita bisa padam? Ketika kita hidup di dalam dosa dan mencari kesenangan diri sendiri.

Galatia 6 : 14

6:14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.

“Dunia sudah disalibkan bagiku”, artinya dunia sudah tidak ada artinya bagi kita.

Salib berdiri di tengah, antara dunia dan Tuhan.

  • Ketika saudara dan saya mau menyimpang ke dunia, salib akan menghalangi jalan kita.
  • Ketika saudara dan saya mau ke Tuhan, salib akan menuntun saudara dan saya ke Tuhan.

“Dunia telah salibkan Tuhanku, oleh sebab itu akupun telah tersalib bagi dunia. Dunia sudah tidak ada artinya bagiku”.

  • Orang Kristen seharusnya mengerti akan hal ini dan berupaya untuk sampai ke tahap ini.
  • Keadaan Tuhan itulah keadaan kita. Contoh: kalau Tuhan menderita selama di dunia berarti kita juga harus mengikuti jalan salib bersama dengan Tuhan.
  • Kalau Tuhan ditolak di dunia, kita juga harus mengikuti jalan Tuhan, saudara dan saya juga harus siap ditolak oleh dunia.
  • Saudara dan saya harus sama seperti keadaan Yesus ketika Dia masih ada di dunia.

Dunia dimana kita hidup sekarang ini, adalah kebalikan dari salib dan Tuhan Yesus.

  • Semua yang bisa merusak hubungan saudara dan saya dengan Allah. Semua yang bisa memadamkan roh saudara dan saya. Semua yang menghalangi saudara dan saya menjadi garam dunia dan terang bagi dunia. Semua hal tersebut harus saudara dan saya lepaskan dari diri kita masing-masing.

Begitu saudara dan saya belajar firman, akan banyak hal yang tersingkap bagai-mana maunya Tuhan dari kita masing-masing dan bagaimana rencana Tuhan bagi kita dalam hidup saudara dan saya.

  • Iblis terus akan membuat dosa itu “tersamar” sampai saudara dan saya tidak sadar jika sedang berdosa.
  • Saudara dan saya baru sadar begitu ada teguran atau saudara dan saya baru sadar jika sudah terikat.

Di Wonosobo ada seorang bapak bernazar pada Tuhan, “Tuhan, kalau tanahku laku aku akan beri bagi gereja”.

  • Tapi sudah bertahun-tahun tanahnya tidak laku.
  • Begitu tanahnya laku, pendeta tempat dia bernazar baru meninggal.
  • Dia berpikir dia berjanji pada pendetanya waktu itu.
  • Apapun yang saudara nazarkan pada Tuhan, terikat dengan Tuhan, apapun yang saudara janjikan bagi pelayanan, terikat dengan Tuhan.
  • Iblis buat dosa itu tersamar sampai bapak Wonosobo tersebut lumpuh, begitu dia lumpuh, saya melayani bapak tersebut.
  • Saat dilayani dia bertanya “saya salah apa?” tiba-tiba Roh Kudus berkata “Ada nazar yang tidak digenapi”.
  • Dia sadar dia lalai tidak memberi hasil penjualan tanahnya ke gereja, dan akhirnya bapak Wobosobo itu bertobat, minta ampun pada Tuhan dan esok harinya bapak ini jalan sehat sempurna.
  • Satu desa digegerkan karena bapak Wonosobo itu bisa berjalan lagi.

Iblis akan membuat semua dosa nampak seperti “tersamar” sampai suatu hari Tuhan menegur kita dan semuanya disingkapkan. Ingatlah bahwa iblis berusaha membuat saudara dan saya terikat dengan dosa yang disamarkan sehingga kita tidak bisa terlepas. Ini bahaya. Itulah sebabnya Tuhan mau kita semua memisahkan diri dari dunia.

2 Korintus 6 : 16-18

6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini:  “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka  dan hidup di tengah-tengah mereka,  dan Aku akan menjadi Allah mereka,  dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Tuhan baru bisa menerima kita ketika kita tidak menjamah yang najis.

Oleh sebab itu saudara dan saya harus keluar dari antara mereka yang najis itu.

6:17 Sebab itu:  Keluarlah kamu dari antara mereka,  dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan,  dan janganlah menjamah apa yang najis,  maka Aku akan menerima kamu.

Tuhan memisahkan antara dunia dengan anak-anak Tuhan, tapi permasalahannya banyak anak Tuhan yang lari ke dunia sehingga semuanya menjadi tersamarkan.

  • Kalau kekristenan saudara dan saya tidak militant maka kita akan menjadi serupa dengan dunia.
  • Kalau saudara dan saya bertobat, kita harus bertobat extreme.
  • Kalau tidak bertobat extreme saudara dan saya bisa menjadi sama dengan dunia.

6:18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”

Kata “Yang Mahakuasa” untuk menyatakan bahwa Dia-lah Tuhan yang sangat ber-kuasa, yang memiliki otoritas untuk melakukan apa saja.

  • Oleh sebab itu kita jangan pernah meremehkan Tuhan, tetapi mulailah serahkan hidup kita pada Tuhan dan bertobatlah.
  • Pisahkanlah diri saudara dan saya dari dunia karena tidak lama lagi Tuhan datang untuk kali kedua.

Oleh sebab itu kita harus bergegas dan bersiap untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus dengan memisahkan diri kita dari dunia, agar saudara dan saya bisa diterima di hadapan Tuhan.

  • Bertobatlah dan berubahlah, karena iblis tidak pernah berhenti mengikat saudara dan saya, sebaliknya Tuhan dengan setia menunggu saudara dan saya berbalik dari dunia.
  • Berbaliklah ke jalan Tuhan dan pisahkan diri kita dari dunia.

Amen.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

Renungan Mingguan 9 Agustus 2020 – PERTEMPURAN YANG TERDASYAT DIMULAI SEKARANG

BULETIN NO. 279 TAHUN KE-5

PERTEMPURAN YANG TERDASYAT DIMULAI SEKARANG

Saya teringat pesan Tuhan diawal tahun 2020 kalau tahun ini kita memasuki tahun peparangan terdasyat. Peperangan yang dimaksud adalah peperangan rohani dalam bentuk goncangan berbagai segi kehidupan, intimidasi dan juga peperangan melawan dosa dan berbagai godaan. Luar biasanya awal tahun 2020 dibuka dengan banjir besar diwilayah Jakarta dan sekitar. Belum lagi bencana alam yang kian sering terjadi. Sebagaimana kita tahu saat inipun kita sedang berperang melawan intimidasi kegelapan melalui sakit penyakit yaitu covid 19. Virus kecil ini dipakai iblis untuk menghancurkan roda perekonomian, menimbulkan wabah ketakutan dan kecemasan bahkan dilingkungan gerejani sekalipun.

Iblis nyata memakai virus ini untuk menghentikan ibadah sehingga banyak orang mengalami kemerosotan iman yang cukup parah, menaruh rasa curiga dan tidak percaya satu sama lain sehingga hidup menjadi terpisah dan berjarak.

Sadarkah saudara kita sedang dalam peperangan itu, dan tidak ada situasi perang yang nyaman. Jika saudara inginkan sukacita ditengah perang, lebih dulu harus percaya penuh dengan Tuhan kalau Dialah yang berperang ganti kita (Keluaran 14;14) dan jika Dia dipihak kita siapakah lawan kita (Roma 8:31). Setelah itu kita harus berkomitmen total dengan Dia kalau kita bersedia jalan dalam jalanNya. Tanpa itu semua kita sudah pasti jadi prajurit yang lemah dan kalah.

Saudaraku kehidupan Kristen adalah suatu pertempuran, dimana Paulus menggambarkan dalam Filipi 1;30 terdapat kata pergumulan yang memakai Bahasa Yunani Agon yang diterjemahkan dalam Bahasa Inggris yaitu conflict atau battle (pertempuran). Jadi siapapun menjadi Kristen, dia langsung diterjunkan dalam suatu medan perang dan mereka dilatih dengan Firman Tuhan menjadi seorang prajurit yang tidak pernah menyerah namun berserah, tidak pernah mundur apalagi kendor. Dan ketika berjalan bersama Tuhan akan dibuktikan tidak kalah namun mengalahkan mulai dari dirinya sendiri dan juga musuhnya yaitu iblis sang pengintimidasi.

Saudaraku jika kita berjalan bersama Tuhan siapapun musuh kita bukanlah penghalang untuk maju dan meraih kemenangan. Lebih lagi dasyatnya pertempuran tidak membuat kita lengah dan menyerah kalah justru membuat kita terjaga dan menang. Ingat saudaraku, pertempuran terdasyat bisa membawa kita pada kemenangan terdasyat atau kekalahan terdasyat bergantung dengan siapa kita berjalan dalam berperang. Oleh sebab itu pastikan mulai hari ini kita dipihak Tuhan.

BILEAM – 19 JULI 2020

Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. (2 Ptr 2:15)

B  I  L  E  A  M

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH ONLINE, 19 JULI 2020

=======

Shalom !

Apa kabar saudara sekalian, meskipun kita kembali ibadah online kita harus tetap semangat dan tidak mengurangi semangat kita untuk mendengar suara Tuhan. Kita harus semangat untuk mendengarkan firman Tuhan dengan cara apapun. Kita belajar taat kepada Tuhan, sebagaimana Tuhan perintahkan kita ibadah offline kita taat, dan sekarang Tuhan kembali perintahkan ibadah online kita juga harus taat.

Hari ini kita sama-sama belajar tentang “BILEAM”. Banyak yang bisa kita pelajari dari cerita mengenai Bileam. Bileam artinya menelan atau pelahap. Bileam anak Beor, tinggal di Petor. Nama Bileam cocok dengan karakternya, dia rela mengor-bankan apapun demi uang.

2 Petrus 2 : 15

2:15 Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

Guru-guru palsu disamakan dengan Bileam. Orang yang pelayanannya di orientasi-kan kepada uang disamakan dengan Bileam. Bileam rela mengorbankan orang lain hanya demi uang.

Yosua 13 : 22

13:22 Juga Bileam bin Beor, juru tenung itu, telah dibunuh oleh orang Israel dengan pedang, beserta orang-orang yang telah mati tertikam oleh mereka.

Bileam merupakan juru tenung atau tukang santet. Meskipun Bileam seorang juru tenung tapi TUHAN memakai dia. Tapi jika manusianya tidak mau bertobat, maka dia akan kehilangan kesempatan.

Bilangan 22 : 7

22:7 Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak.

Santet Bileam sangat terkenal sehingga dia dipakai oleh Balak raja Moab. Santet Bileam sangat akurat

  • Balak memanggil Bileam karena kalah perang dari orang Israel.
  • Balak memerintahkan agar Bileam mengeluarkan kata-kata kutuk bagi Israel supaya Israel kalah dalam berperang.

Bilangan 22 : 1-6

22:1 Kemudian berangkatlah orang Israel, dan berkemah di dataran Moab, di daerah seberang sungai Yordan dekat Yerikho.

22:2 Balak bin Zipor melihat segala yang dilakukan Israel kepada orang Amori.

Israel begitu hebat sampai orang Amori kalah.

22:3 Maka sangat gentarlah orang Moab terhadap bangsa itu, karena jumlahnya banyak, lalu muak dan takutlah orang Moab karena orang Israel.

22:4 Lalu berkatalah orang Moab kepada para tua-tua Midian: “Tentu saja laskar besar itu akan membabat habis segala sesuatu yang di sekeliling kita, seperti lembu membabat habis tumbuh-tumbuhan hijau di padang.” Adapun pada waktu itu Balak bin Zipor menjadi raja Moab.

22:5 Raja ini mengirim utusan kepada Bileam bin Beor, ke Petor yang di tepi sungai Efrat, ke negeri teman-teman sebangsanya, untuk memanggil dia, dengan pesan: “Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; sungguh, sampai tertutup permukaan bumi olehnya, dan mereka sedang berkemah di depanku.

Balak takut, karena dia tidak mau nasibnya sama seperti bangsa Amori.

22:6 Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk.”

Siapa yang engkau berkati akan diberkati dan siapa yang engkau kutuk, dia akan kena kutuk.

  • Sedemikian hebatnya Bileam sampai dia terkenal.
  • Balak minta Bileam mengutuk bangsa Israel agar dirinya menang.

Bilangan 22 : 7-12

22:7 Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak.

22:8 Lalu berkatalah Bileam kepada mereka: “Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.” Maka tinggallah pemuka-pemuka Moab itu pada Bileam.

22:9 Kemudian datanglah Allah kepada Bileam serta berfirman: “Siapakah orang-orang yang bersama-sama dengan engkau itu?”

22:10 Dan berkatalah Bileam kepada Allah: “Balak bin Zipor, raja Moab, mengutus orang kepadaku dengan pesan:

22:11 Ketahuilah, ada bangsa yang keluar dari Mesir, dan permukaan bumi tertutup olehnya; karena itu, datanglah, serapahlah mereka bagiku, mungkin aku akan sanggup berperang melawan mereka dan menghalau mereka.”

Balak meminta Bileam memakai kuasa tenung untuk menyerapahi Israel.

22:12 Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: “Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati.”

TUHAN datang kepada Bileam, agar dia tidak mengutuki Israel karena bangsa itu sudah TUHAN berkati.

Ada perkara yang luar biasa

  1. Yang pertama, Bileam mendapatkan kesempatan untuk bertobat.
  2. Yang kedua, Bileam seorang tukang santet, tapi dia dihampiri TUHAN.

TUHAN memerintahkan Bileam untuk tidak pergi kepada Balak, karena TUHAN sedang memberi kesempatan kepada Bileam untuk bertobat.

1 Timotius 2 : 4

2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Tuhan menghendaki semua orang diselamatkan, karena Dia mati bukan hanya untuk orang-orang pilihan, tapi Dia mati untuk semua orang.

  • Tuhan mau siapapun diselamatkan.
  • Inilah tugas dan tanggung jawab kita agar kita semua menjadi teladan bagi banyak orang.

Pertanyaannya bagi kita semua :

  • Apakah kehidupan kita sudah menjadi berkat bagi banyak orang?
  • Apakah kehidupan kita sudah membawa keselamatan bagi sesama kita?

TUHAN menghampiri Bileam merupakan kesempatan bagi Bileam untuk bertobat.

2 Petrus 3 : 15

3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Tuhan sabar sedemikian rupa sampai Dia memberi kesempatan setiap hari agar kita terus menerus memperbaiki diri.

  • Dia tidak mau ada yang binasa.
  • Oleh sebab itu Dia memberi kita kesempatan untuk bertobat.
  • Dia juga memberi kesempatan agar Bileam bertobat.

Oleh sebab itu Dia menghampiri juru tenung dan berkata, “Jangan kutuk bangsa itu karena telah Ku-berkati”. TUHAN menyampaikan perintah kepada Bileam untuk dia taati.

Terkadang Tuhan tidak memberi tahu alasan dari perintah Tuhan tersebut karena Tuhan hanya menuntut ketaatan saudara saja.

  • Saya juga tidak tahu apa alasan Tuhan mengapa hari ini kita harus ibadah online, kita hanya taat saja untuk ibadah online. Terkadang juga Tuhan berkata kita boleh beribadah walaupun dimana-mana mencekam. Kalau Tuhan yang menyuruh kita ikutin dan lakukan saja.
  • Ada satu pribadi yang harus kita taati. Dia menuntut kita untuk mendengar suara-Nya dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan.

TUHAN tidak mau Bileam mengutuki bangsa Israel karena bangsa itu telah TUHAN berkati. Tuhan tidak selalu memberi alasan-Nya, kita hanya cukup taat saja.

Kenneth Hagin mengundang salah satu jemaatnya dan jemaatnya itu merupakan orang yang berada dan memiliki satu anak tunggal.

  • Anak laki-laki satu-satunya itu sedang berkuda tapi tiba-tiba kudanya jatuh, kakinya tertimpa hingga patah dan harus diamputasi.
  • Ibunya complain kepada Tuhan, mengapa anak laki satu-satunya kakinya harus diamputasi.
  • Seharusnya ibunya bersyukur. Mengapa ibunya harus bersyukur?
  • Karena bertahun-tahun anaknya ini lumpuh, di kursi roda. Dan pada tahun 1960an ada perekrutan wajib militer untuk pergi berperang ke Vietnam.
  • Di satu desa tersebut semua anak laki-laki di atas 20 tahun harus mengikuti wajib militer.
  • Berhubung anak ini kakinya diamputasi, dia tidak masuk kualifikasi wajib militer. Apa yang terjadi kemudian?

Semua laki-laki di desa tersebut yang mengikuti wajib militer tidak satupun yang kembali dengan selamat, karena semuanya tewas di medan perang.

Mereka kemudian baru bisa bersyukur, ternyata ada rencana Tuhan yang baik di balik peristiwa jatuh si anak dari kuda.

  • Kalau anak laki-lakinya tidak lumpuh, dia pasti juga tewas di Vietnam.
  • Ada rencana Tuhan yang hebat di balik semua persoalan dan ketaatan kita.
  • Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, kita hanya melakukan bagian kita dan Tuhan melakukan bagian Tuhan.

Nick Vujicic, seseorang yang tidak mempunyai kaki dan tangan pernah berkata “Untung saya tidak memiliki kaki dan tangan, kalau tidak, saya bisa disalibkan sama seperti Yesus”.

  • Kita harus bisa melihat dari sisi positifnya.
  • Kita tidak perlu tanya mengapa, tapi kita harus percaya bahwa rancangan Tuhan itulah yang terbaik bagi kita.
  • Mungkin kita baru tahu alasan Tuhan beberapa waktu kemudian, karenanya yang pasti kita tetap percaya saja.
  • Ketaatan merupakan buah dari kepercayaan dan tanpa ketaatan iman kita tidak berbuah.

Oleh sebab itu, iman tanpa perbuatan pada hakekatnya iman seseorang mati.

  • Dalam kisah Bileam, TUHAN memberi alasannya kepada Bileam.
  • “Karena Aku sudah memberkati bangsa Israel sehingga engkau tidak bisa mengutuknya”.

Tidak ada yang bisa melawan kita jika Allah berada di pihak kita.

Roma 8 : 31

8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Jika Allah ada bersama kita, siapakah yang sanggup melawan kita? Tidak perlu membela diri, karena Allah lah pembela kita.

Kalau Allah sudah memberkati kita, siapa yang sanggup mengutuk kita.

Kejadian 12 : 3

12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Inilah kasih Tuhan kepada kita. Siapapun yang memberkati engkau akan diberkati Tuhan dan siapapun yang mengutuki engkau akan dikutuki Tuhan.

  • Jika Bileam tetap mengutuk bangsa Israel, dialah yang akan terkena kutuk dari TUHAN.
  • Jika saudara dijelek-jelekkan orang, tidak usah membela diri karena Tuhan-lah pembela saudara.

2 Samuel 16 : 10

16:10 Tetapi kata raja: “Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?”

Daud sedang dikutuki oleh Simei anak Zeruya. Tetapi Daud berkata, “Kalau TUHAN perintahkan Simei mengutuki aku tidak masalah, tapi kalau TUHAN perintahkan Simei memberkati aku, aku terima”.

  • Dia mau mengutuk aku seperti apapun akan menjadi berkat bagiku.
  • Selama saudara berjalan di jalan kebenaran, kamu tidak usah takut karena Tuhan lah pembelamu, Dia tidak pernah lalai atas hidupmu.

Daud memahami bahwa Allah akan memihaknya selama dia berjalan dalam jalan kebenaran.

  • Jika engkau benar, tidak usah engkau takut.
  • Tapi takutlah jika engkau merasa dirimu benar dan terus membela diri dengan cara berbicara buruk tentang orang lain.
  • Tanpa sadar engkau sedang bermasalah.

Jika kamu memahami urapan Allah, maka kamu akan menghargai kehadiran Allah dalam diri seseorang, kamu tidak akan pernah menilai buruk atau menggosip tentang orang itu.

  • Orang yang sering bergosip tidak memahami urapan Allah dan dia tidak memiliki urapan Allah di dalam dirinya.
  • Hargai kehadiran Allah di dalam diri seseorang maka engkau tidak akan berbicara buruk tentang orang itu.

Jika engkau tetap terus bergosip, maka engkau sedang mencari masalah dengan Tuhan.

1 Samuel 24 : 6-7

24:6 Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;

24:7 lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: “Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.”

Jangan pernah ngomongin orang, apalagi ngomongin hamba Tuhan, karena dia orang yang diurapi Tuhan.

Kalau dia orang yang diurapi Tuhan, berarti saudara dan saya sedang mencari masalah dengan Tuhan.

  • Jangan mencari masalah dengan Tuhan, engkau tidak akan bisa menang melawan Tuhan sampai kapanpun.
  • Jika orang yang diurapi salah, biarkan Tuhan yang berperkara atas dia.
  • Jika engkau membicarakannya, engkau sedang mencari masalah dengan Tuhan.

Jangan mengutuki orang lain, jika orang itu diberkati Tuhan maka kutuknya akan kembali kepadamu.

  • Berhati-hatilah dengan perkataan dan sikapmu.
  • Karena dengan perkataan dan sikapmu, engkau menentukan masa depan-mu sendiri, engkau diberkati atau hidup di dalam kutuk.

Bilangan 22 : 13 –

22:13 Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada pemuka-pemuka Balak: “Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu.”

22:14 Lalu berangkatlah pemuka-pemuka Moab itu dan setelah mereka sampai kepada Balak, berkatalah mereka: “Bileam menolak datang bersama-sama dengan kami.”

22:15 Tetapi Balak mengutus pula pemuka-pemuka lebih banyak dan lebih terhormat dari yang pertama.

Balak mengutus orang lain lagi yang lebih terhormat dari yang pertama.

22:16 Setelah mereka sampai kepada Bileam, berkatalah mereka kepadanya: “Beginilah kata Balak bin Zipor: Janganlah biarkan dirimu terhalang-halang untuk datang kepadaku,

TUHAN sudah berkata sejak awal, jangan pergi dengan mereka.

22:17 sebab aku akan memberi upahmu sangat banyak, dan apa pun yang kauminta dari padaku, aku akan mengabulkannya. Datanglah, dan serapahlah bangsa itu bagiku.”

Bileam digoda Balak dengan diberi upah yang banyak agar Bileam mau datang dan mengutuk bangsa Israel.

  • Iblis tahu kelemahan manusia, seharusnya manusia tidak boleh menikmati kelemahan itu.
  • Kita harus mencari Tuhan untuk mengatasi kelemahan itu.

Iblis tidak akan pernah berhenti menggoda manusia, tapi manusialah yang suka berhenti mencari Tuhan.

  • Hari ini kita bisa berkata tidak pada dosa, tapi iblis bisa menggoda dengan godaan yang lebih menarik lagi.
  • Berhati- hatilah, iblis akan menggodamu dan tidak akan berhenti sampai engkau jatuh ke dalam dosa dan sampai jatuh terpuruk.

Bileam gila harta dan gila hormat, begitu pula orang-orang yang begitu banyak kebutuhannya akan digoda untuk menjadi penjilat.

  • Kalau otakmu hanya memikirkan kebutuhan-kebutuhan maka engkau akan menjadi penjilat untuk bisa memenuhi kebutuhanmu.
  • Orang yang hidupnya ditekan oleh kebutuhan, akan digoda untuk menjadi penjilat bagi orang yang memainkan harta bagi keuntungan dirinya sendiri.
  • Yang satu punya harta tapi mengendalikan orang, dan yang satu punya kebutuhan dan dia jilat orang yang punya harta. Keduanya jahat.

Balak jahat dan Bileam juga jahat. Bileam sudah mendengar suara TUHAN, dia diberi kesempatan oleh TUHAN dan mulai mengikuti apa maunya TUHAN, tapi begitu digoda dengan hal yang lebih menarik, dia mulai terpikat disitu.

  • Iblis tidak berhenti dengan satu kata “tidak” dari saudara.
  • Iblis gigih menggoda saudara terus menerus.
  • Kita harus selalu bersemangat mencari Tuhan dan mulai bersandar kepada Tuhan, agar kita bisa berkata “tidak” pada kepentingan diri sendiri dan berkata “tidak” pada dosa.
  • Mengucap syukurlah kepada Tuhan jika hari ini saudara bisa menolak dosa, tapi berhati-hatilah karena akan ada godaan-godaan yang lebih besar lagi datang kepada saudara.

Hari ini kita bisa berkata “tidak” kepada dosa, tapi apakah besok kita bisa berkata “tidak” pada dosa?

  • Saudara hanya bisa berkata “tidak” kepada dosa, jika saudara dekat dan bersandar kepada Tuhan.
  • Jawaban Bileam menandakan hatinya yang seakan ingin, tetapi TUHAN menjadi batu sandungan bagi kedagingan Bileam.
  • Pada dasarnya Bileam mencari keuntungan dan ingin ikut dengan Balak.

Bilangan 22 : 13

22:13 Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada pemuka-pemuka Balak: “Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu.”

Bileam awalnya mengikut TUHAN, tapi akhirnya dia tergoda.

  • Jika engkau tidak tegas, iblis akan mempertegas godaannya.
  • Firman Tuhan berkata, “tegaslah, maka dia lari daripadamu”.

1 Petrus 5 : 8-9

5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Godaan dari iblis disebut penderitaan oleh Petrus, karena Petrus orang benar.

  • Sedangkan bagi orang fasik, godaan itu merupakan kenikmatan.
  • Tuhan tidak mau saudara jatuh di dalam godaan, karenanya saudara harus bisa menolak godaan itu.
  • Tuhan mau kita tetap semangat mengikut Tuhan.
  • Jika engkau tidak mau bergantung pada Tuhan, maka engkau akan menjadi gantungan iblis.

Ketaatan dimulai dari hati kita, ketaatan yang berdasarkan kedagingan seperti Bileam, yaitu di satu sisi mau ikut suara Tuhan, tetapi disisi lain juga memilih kedagingan.

  • Ketaatan berdasarkan daging adalah kejatuhan yang tertunda.
  • Engkau tidak bisa taat jika tidak dimulai dari hatimu, hari ini kamu mungkin saja taat tapi dengan terpaksa.

Berdasarkan survei di Amerika: laki-laki ditanya maukah engkau tidur dengan seorang perempuan? Jawabannya ya, asal ada 10 dollar. perempuan ditanya, maukah engkau tidur dengan seorang laki-laki? Jawabannya ya, asalkan ada 10.000, ada yang 100.000 dan 1000.000 dollar. dia mau tidur dengan laki-laki, siapa saja.

Artinya apa? engkau bersedia menjadi pelacur, asalkan bayarannya pas. luarbiasa kajahatan manusia.

  • Berapa banyak orang Kristen yang mencari keuntungan bagi dirinya sendiri?
  • Berapa banyak orang Kristen yang meninggalkan Tuhan demi uang?
  • Berapa banyak orang Kristen tidak peduli dengan Tuhan, mereka hanya demi kenikmatan sementara?

Sadarkah saudara ketika saudara melakukan kejahatan siapakah yang saudara sakiti? Hati Allah yang telah mati bagi kita semua.

Saudara jahat sekali, jika masih terus menjelek-jelekkan orang, menjadi penjilat.

  • Yang saudara pikir yang penting saudara diberkati dengan cara apapun juga.
  • Banyak manusia bersedia melakukan apa saja asal dengan bayaran yang cocok.

Bilangan 22 : 18-20

22:18 Tetapi Bileam menjawab kepada pegawai-pegawai Balak: “Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah TUHAN, Allahku.

Inilah sisi baik dari Bileam. Bileam berkata kepada Balak : “Walaupun engkau memberikan emas, perak, harta sedemikian rupa aku tidak akan melanggar titah Tuhan”.

22:19 Oleh sebab itu, baiklah kamu pun tinggal di sini pada malam ini, supaya aku tahu, apakah pula yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.”

Seharusnya Bileam tetap pada pendirian yang pertama, dengan memerintahkan Balak pergi bukan tinggal di rumahnya.

  • Tapi Bileam berkata “tinggal saja di rumahku semalam, mungkin saja Tuhan berubah pikiran”.
  • Disini Bileam mulai menyimpang.

22:20 Datanglah Allah kepada Bileam pada waktu malam serta berfirman kepadanya: “Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan.”

Tuhan berkata, “Jika engkau tetap mau pergi, pergilah tapi engkau tidak bisa mengutuki karena bangsa itu telah Kuberkati”.

  • Tuhan tahu hati Bileam, sebenarnya Bileam ingin pergi ke tempat Balak.
  • Kita tidak bisa lari kehendak Allah.

Apakah uang, pasangan yang cantik atau tampan, mobil mewah, rumah mewah, kekayaan dunia, deposito yang besar telah membuat hati kita goyah dan siap untuk menyakiti hati Tuhan?

  • Berjaga dan waspadalah karena iblis tidak pernah berhenti menggodamu.
  • Iblis tahu titik lemahmu dan menembak terus kelemahanmu.

Titik lemah Bileam, cinta uang, gila harta.

  • Buktinya karena dia berkata “Mungkin Tuhan berubah, engkau bisa tinggal semalam disini”
  • Serahkan titik lemah saudara kepada Tuhan, “Tolong saya Tuhan, supaya tidak lemah lagi.”

Doa yang paling egois adalah doa yang satu arah bukan dua arah, karena dalam doa kita selalu berkata “Tuhan saya mau ini, saya ingin itu, saya butuh ini”, inilah doa yang egois, hanya satu arah.

  • Tuhan mau kita berdoa dua arah.
  • Berdoalah seperti ini, “Tuhan apakah kehendak-Mu, apa yang Engkau mau dalam hidupku?”
  • “Aku akan melakukan apa yang Tuhan katakan, walaupun hal itu tidak menyenangkan diriku, walaupun dagingku taruhannya”.

Ijinkan Tuhan berbicara dalam doamu.

  • Doa yang egois hanya mendoakan apa yang kita mau, tidak pernah bertanya apa maunya Tuhan.
  • Apakah yang terjadi karena ketidak-tegasan Bileam atas godaan iblis?

Bilangan 22 : 21-34

22:21 Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab.

22:22 Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia.

Bangkitlah murka Allah ketika Bileam tidak taat dan pergi juga dengan mereka. Pada ayat sebelumnya Tuhan sampai mengijinkan Bileam pergi karena Tuhan tahu hati Bileam, sebenarnya dia ingin harta, tapi tidak sanggup melawan Tuhan.

Akhirnya Bileam pergi dan di jalan bertemu dengan malaikat Tuhan sebagai lawannya.

22:23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

22:24 Kemudian pergilah Malaikat TUHAN berdiri pada jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah.

Bileam masuk ke jalan yang sempit dan bertemu dengan Malaikat TUHAN.

22:25 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula.

Saat keledai melihat Malaikat TUHAN, keledainya ketakutan.

Kaki Bileam sampai terhimpit di tembok sampai Bileam memukul keledai itu.

22:26 Berjalanlah pula Malaikat TUHAN terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Bileam terjepit di tengah-tengah, tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri.

22:27 Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.

Keledainya bertiarap tapi Bileam masih di atasnya dan keledai itu dipukul dengan tongkat.

22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: “Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?”

Tuhan membuat keledai berbicara.

22:29 Jawab Bileam kepada keledai itu: “Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang.”

Bileam sampai menjawab keledai itu.

22:30 Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: “Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?” Jawabnya: “Tidak.”

Jadi ada komunikasi antara keledai dan Bileam.

22:31 Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.

Ketika mata Bileam TUHAN singkapkan, barulah dia bisa melihat Malaikat TUHAN, dan barulah Bileam bersujud.

22:32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.

Sebab jalan ini menurut pemandangan TUHAN menuju kebinasaan, tapi seringkali menurut pandangan saudara dan saya jalan kita sudah benar, tapi ketika kita keluar dari kehendak Allah, jalan yang kita pilih itu adalah jalan yang jahat.

  • Tuhan bisa memakai siapapun dan apapun di sekeliling kita untuk menegur kita.
  • Tuhan seringkali memakai pergumulan untuk menegur kita, agar kita sadar dan kembali pada jalan Tuhan.
  • Seringkali saudara dan saya berpikir jalannya sudah benar tapi sebenarnya saudara sedang salah jalan.
  • Ketika kita keluar dari kehendak Allah, tidak mau mentaati kehendak Allah, tapi mentaati Allah berdasarkan daging, itulah kejatuhan yang tertunda.

TUHAN ijinkan Bileam bermasalah.

22:33 Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup.”

Keledainya dibuat berjalan menyimpang, jika tidak demikian, maka Bileam lah yang mati.

22:34 Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: “Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang.”

Bileam sudah tahu bahwa yang dilakukannya itu jahat, tapi dia memaksakan dirinya untuk bertemu Balak.

  • Begitu dia bermasalah, Bileam baru berkata, “Jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang”. Bileam tau bahwa apa yang dia lakukan jahat dan percuma, Tapi dia tetap memaksakan diri bertemu Balak.
  • Jangan sampai saudara saya sudah bermasalah, baru saudara dan saya sadar kembali ke Tuhan.
  • Lebih baik kita tidak bermasalah dan tetap berjalan dalam jalan Tuhan, daripada kita dapat masalah dahulu, barulah saudara dan saya kembali.

Belajar mengerti kehendak Tuhan

Kalau saudara telah mengerti kehendak Tuhan, ketaatan dan cinta akan Tuhan merupakan suatu hal yang wajar.

  • Kalau saudara tidak cinta Tuhan, saudara akan menentang jalan-Nya.
  • Jika engkau terus mempertanyakan perintah Tuhan, engkau sama seperti Bileam.
  • Tidak usah mempertanyakan tapi mengucap syukur dan taat saja.

Kita jangan sampai menjadi seperti Bileam, yang terus mengikuti maunya diri kita sendiri, tapi ikuti apa maunya Tuhan.

  • Lakukan saja bagian saudara dan saya, kemudian biarkan Tuhan melaku-kan bagian Tuhan.
  • Jangan sampai, sebenarnya kita tahu kalau perbuatan kita salah, tapi kita pura-pura tidak tahu.

Bileam tahu hal itu jahat, tapi dia tetap melakukannya.

  • Banyak orang Kristen sering “melakukan hal yang jahat dimata Tuhan”, tapi sebenarnya dia tahu bahwa itu tidak baik, tapi tetap berlagak tidak tahu bahwa itu jahat.
  • Orang yang berkata “saya bertobat, tapi tidak jijik dengan dosa”, hal itu merupakan pertobatan semu, pertobatan yang sia-sia dan hanya untuk menunda dosa”.

Bilangan 22 : 35

22:35 Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan.” Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.

Akhirnya Bileam tetap pergi dengan pemuka Balak.

22:36 Ketika Balak mendengar, bahwa Bileam datang, keluarlah ia menyongsong dia sampai ke Kota Moab di perbatasan sungai Arnon, pada ujung perbatasan itu.

22:37 Dan berkatalah Balak kepada Bileam: “Bukankah aku sudah mengutus orang memanggil engkau? Mengapakah engkau tidak hendak datang kepadaku? Sungguhkah tidak sanggup aku memberi upahmu?”

Bileam akhirnya bertemu Balak, tetapi kata Balak kepada Bileam, “Mengapa engkau tidak segera bertemu dengan aku?” Apakah upah yang kuberikan ku kurang?

22:38 Tetapi berkatalah Bileam kepada Balak: “Ini aku sudah datang kepadamu sekarang; tetapi akan mungkinkah aku dapat mengatakan apa-apa? Perkataan yang akan ditaruh Allah ke dalam mulutku, itulah yang akan kukatakan.”

Sikap hati Bileam sudah salah, dia tidak senang menjadi juru bicara Allah. Jangan pernah bersungut-sungut dalam melakukan kehendak Allah.

Jawab saja “Iya Tuhan”, karena engkau tidak akan bisa melawan kehendak Allah

22:39 Lalu pergilah Bileam bersama-sama dengan Balak dan sampailah mereka ke Kiryat-Huzot.

22:40 Balak mengorbankan beberapa ekor lembu sapi dan kambing domba dan mengirimkan sebagian kepada Bileam dan kepada pemuka-pemuka yang bersama-sama dengan dia.

22:41 Keesokan harinya Balak mengambil Bileam dan membawa dia mendaki bukit Baal. Dari situ dilihatnyalah bagian yang paling ujung dari bangsa Israel.

TUHAN tidak mau Bileam pergi dengan Balak, karena jika Bileam pergi dengan Balak maka Bileam akan terlibat dalam penyembahan Baal.

TUHAN memiliki rencana terhadap Bileam, tapi Bileam tidak mau mentaati perintah TUHAN. Akhirnya Bileam terjerumus dalam penyembahan Baal, walau-pun dia tidak mengucapkan perkataan kutuk.

Bilangan 23 : 5-12

23:5 Kemudian TUHAN menaruh perkataan ke dalam mulut Bileam dan berfirman: “Kembalilah kepada Balak dan katakanlah demikian.”

Bileam dibawa ke tiga bukit persembahan dan dia tidak memperkatakan kutuk sama sekali.

Yang diucapkan Bileam hanya berkat-berkat kepada orang Israel.

23:6 Ketika ia kembali, maka Balak masih berdiri di situ di samping korban bakarannya, bersama dengan semua pemuka Moab.

23:7 Lalu Bileam mengucapkan sanjaknya, katanya: “Dari Aram aku disuruh datang oleh Balak, raja Moab, dari gunung-gunung sebelah timur: Datanglah, katanya, kutuklah bagiku Yakub, dan datanglah, kutuklah Israel.

23:8 Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah? Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk TUHAN?

Berhati-hatilah dengan segala ucapan yang keluar dari mulut kita :

  • Bagaimana aku bisa mengutuk orang yang diberkati Allah?
  • Bagaimanakah aku bisa memberkati orang yang dikutuk Allah?
  • Bagaimana saudara dan saya bisa menjelek-jelekkan orang, sementara orang itu diurapi Tuhan?
  • Bagaimana saudara dan saya bisa menggosipkan orang, sementara orang itu dipakai Tuhan?

Hati-hati dengan perkataan. hati-hati dengan mulut kita. Bertobatlah selagi masih ada waktu, janganlah engkau menjadi seperti Bileam.

23:9 Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir.

23:10 Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang membilang bondongan-bondongan Israel? Sekiranya aku mati seperti matinya orang-orang jujur dan sekiranya ajalku seperti ajal mereka!”

23:11 Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: “Apakah yang kaulakukan kepadaku ini? Untuk menyerapah musuhkulah aku menjemput engkau, tetapi sebaliknya engkau memberkati mereka.”

23:12 Tetapi ia menjawab: “Bukankah aku harus berawas-awas, supaya mengatakan apa yang ditaruh TUHAN ke dalam mulutku?”

Bileam menjawab, aku tidak bisa mengutuk bangsa yang telah diberkati TUHAN.

Bilangan 23 : 18-20

23:18 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Bangunlah, hai Balak, dan dengarlah; pasanglah telingamu mendengarkan aku, ya anak Zipor.

23:19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

Allah bukan seperti manusia yang selalu ingkar janji.

  • Banyak manusia yang mudah berjanji tapi tidak pernah dilakukan.
  • Apa yang sudah dikatakan Allah, pasti Dia tepati.

Kalau Allah sudah berkata akan memberkati, pasti Dia memberkati saudara.

  • Kalau Dia sudah berkata akan mengangkat saudara, pasti Dia akan mengangkat saudara.
  • Tunggu saja waktunya Tuhan dan ikuti terus jalannya Tuhan maka semua-nya akan diperbaharui oleh Tuhan.

23:20 Ketahuilah, aku mendapat perintah untuk memberkati, dan apabila Dia memberkati, maka aku tidak dapat membalikkannya.

Bilangan 23 : 23-26

23:23 sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel. Pada waktunya akan dikatakan kepada Yakub, begitu juga kepada Israel, keajaiban yang diperbuat Allah:

Tidak ada mantera yang mempan terhadap kita karena Allah berdiri di pihak kita, Dia akan selalu membela kita. Saudara tidak akan bisa disantet karena saudara anak-anak Allah.

23:24 Lihat, suatu bangsa, yang bangkit seperti singa betina, dan yang berdiri tegak seperti singa jantan, yang tidak membaringkan dirinya, sebelum ia memakan mangsanya dan meminum darah dari yang mati dibunuhnya.”

23:25 Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: “Jika sekali-kali tidak mau engkau menyerapah mereka, janganlah sekali-kali memberkatinya.”

23:26 Tetapi Bileam menjawab Balak: “Bukankah telah kukatakan kepadamu: Segala yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kulakukan.”

Semua yang dilakukan Bileam masih terlihat baik.

Bilangan 24 : 5

24:5 Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!

24:6 Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air.

24:7 Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.

24:8 Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan. Bangsa-bangsa yang menjadi lawannya akan ditelannya habis, dan tulang-tulang mereka akan dihancurkannya dan akan ditembaknya tembus dengan panah-panahnya.

24:9 Ia meniarap dan merebahkan diri sebagai singa jantan, dan sebagai singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!”

Kita harus sampai ke tahap ini.

Diberkatilah orang yang memberkati saudara, sebaliknya terkutuklah orang yang mengutukmu, dan hal ini berlaku jika engkau berada di pihak Allah.

  • Allah itu luar biasa dalam membela kita sampai Dia berkata, “Siapapun yang memberkatimu akan diberkati dan siapapun yang mengutukmu akan dikutuk”.
  • Tuhan mengasihi kita, kitalah biji mata Tuhan, Tuhan tidak mau biji mata-Nya disentuh.

Kalau engkau orang yang diurapi Tuhan, tenang saja karena urapan-Nya membuat engkau menang atas segala masalah.

  • Maju terus, jika Allah dipihakmu siapakah lawanmu.
  • Jangan pernah takut dan ragu, jalani saja apapun kehendak Tuhan.
  • Tidak perlu tahu alasannya tapi jalankan saja asalkan kita melakukan kehendak Tuhan dengan sukacita.

Bilangan 24 : 12-13

24:12 Tetapi berkatalah Bileam kepada Balak: “Bukankah telah kukatakan juga kepada utusan-utusan yang kaukirim kepadaku:

24:13 Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup melanggar titah TUHAN dengan berbuat baik atau jahat atas kemauanku sendiri; apa yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kukatakan.

Bileam bisa saja bertindak jahat atas kemauannya, tapi kalau TUHAN sudah ber-tindak, Bileam tidak bisa berbuat apa-apa.

Katakan pada diri saudara :

  • Aku berada di bawah kendali Allah.
  • Apapun yang Tuhan katakan, itu saja yang Tuhan katakan.

Akhirnya Balak kesal dan Balak bermasalah.

  • Ada sisi baiknya Bileam, dia mengikuti apa maunya TUHAN.
  • Tapi ada sisi buruknya, karena hatinya sebenarnya tidak mau mengikuti kehendak TUHAN.

Mengapa Bileam sampai mati dan hal itu terjadi bertahun-tahun kemudian?

Bilangan 31 : 8-16

31:8 Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, mereka pun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.

31:9 Kemudian Israel menawan perempuan-perempuan Midian dan anak-anak mereka; juga segala hewan, segala ternak dan segenap kekayaan mereka dijarah,

31:10 dan segala kota kediaman serta segala tempat perkemahan mereka dibakar.

31:11 Kemudian diambillah seluruh jarahan dan seluruh rampasan berupa manusia dan hewan itu,

31:12 dan dibawalah orang-orang tawanan, rampasan dan jarahan itu kepada Musa dan imam Eleazar dan kepada umat Israel, ke tempat perkemahan di dataran Moab yang di tepi sungai Yordan dekat Yerikho.

31:13 Lalu pergilah Musa dan imam Eleazar dan semua pemimpin umat itu sampai ke luar tempat perkemahan untuk menyongsong mereka.

31:14 Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan,

31:15 dan Musa berkata kepada mereka: “Kamu biarkankah semua perempuan hidup?

31:16 Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.

Apakah kesalahan Bileam lainnya, selain hatinya tidak benar-benar mau taat kepada TUHAN?

  • Kesalahan Bileam adalah memberi nasihat kepada Balak dan membuat orang Israel berubah setia kepada TUHAN sehingga mereka berkawin-mawin dengan orang Moab yang dibenci oleh Allah.
  • Perempuan-perempuan itu engkau biarkan karena hidup atas nasihat Bileam.
  • Perempuan-perempuan ini menjadi penyebab orang Israel berubah setia kepada TUHAN sehingga tulah turun atas umat Israel.

Di Alkitab tidak tertulis nasihat Bileam.

Wahyu 2 : 14

2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

Kemungkinan nasihat Bileam adalah menyuruh Balak menggoda Israel dengan perempuan-perempuan, supaya akhirnya mereka akan menyembah dewa-dewa, baal dan dewa Moab melalui perempuan-perempuan Moab.

  • Itulah nasihat Bileam agar orang Israel terkena kutuk.
  • Israel terkena kutuk karena Israel telah berjinah dengan perempuan-perempuan Moab yang merupakan nasihat dari Bileam atau ajaran Bileam.
  • Bileam tidak mengutuki Israel tapi dia menasihati Balak.
  • Dengan nasihat Bileam, membuat Israel melacur atau menyembah berhala.

Inilah kejahatan besar karena mengajari seseorang untuk berbuat jahat.

  • Mengutuki orang sama saja mengajari orang untuk berbuat jahat melawan Tuhan.
  • Saudara dan saya mungkin tidak mengutuk, tapi saudara mengajari orang untuk berbuat jahat, hal itu sama saja jahatnya.

Jangan berjalan dalam nasihat orang fasik tapi berjalanlah dalam nasihat orang benar.

  • Banyak orang berkata sayang Tuhan tapi kalau tidak memiliki perasaan Tuhan, pikiran Tuhan, berarti dia berada di luar Tuhan dan sedang mem-berontak dengan Tuhan.
  • Jangan memiliki hati seperti Bileam yang tidak mau taat.
  • Jangan taat karena terpaksa.

Jika Tuhan dipihakmu engkau tidak mempan dikutuk, santet, ataupun pelet tidak akan mengenaimu.

  • Jika Tuhan di pihakmu, Tuhan lah pembelamu.
  • Jangan mengikuti nasihat orang fasik.
  • Berilah nasihat yang baik pada orang-orang disekitar kita.

Jika ada orang mulai menjelekkan satu sama lain, ingatkan mereka agar berhenti bergosip. Mulai hari ini berkati.

  • Jika orang itu diberkati, tapi engkau mengutuknya maka kutuk itu akan berbalik kepadamu.
  • Mulai hari ini ucapkanlah berkat dari mulutmu bagi sesamamu.

Perkatakan semua yang baik bagi sesamamu dan engkau akan dipermuliakan ber-sama dengan Tuhan.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

MENYENTUH ALLAH – 12 JULI 2020

Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya. (1 Taw 28:9)

MENYENTUH ALLAH

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH MINGGU, 12 JULI 2020

==========

THE BnB HOTEL

Shalom !

Hari ini kita akan belajar tentang “Menyentuh Allah”. Kerinduan hati Allah adalah agar kita semua ikut memerintah bersama dengan Dia.

Tuhan tidak merancang kita sekedar selamat, tetapi Tuhan merancang kita untuk menjadi sempurna, sama seperti Dia yang adalah sempurna.

Tetapi perhatikan baik-baik, bukan semua orang yang percaya akan memerintah bersama Dia, hanya pemenang yang akan memerintah bersama dengan Dia. Tuhan mau kita semua sungguh-sungguh menjadi pemenang.

Wahyu 14 : 4

14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

Orang yang tidak mencemarkan dirinya artinya adalah orang-orang yang tidak menyatu dengan dunia. Murni seperti perawan artinya tidak tersentuh oleh dunia atau tidak serupa dengan dunia.

Saat saudara mengikuti Anak Domba kemana saja, barulah saudara bisa di sebut pemenang, korban sulung merupakan persembahan yang pertama dan paling murni.

  • Nanti pada saat pengangkatan terjadi (Tuhan datang di awan-awan), yang pertama diangkat adalah yang paling murni.
  • Sisanya, yang masih menyatu dengan dunia, akan tertinggal dan masuk dalam Masa Aniaya.

Dilihat dari gejala-gejala yang ada dunia ini, sepertinya kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi karena iluminati sudah menguasai dunia ini (melalui virus, wabah, dll). Sebelum chip terpasang, orang-orang yang benar-benar murni itulah yang akan diangkat Tuhan dan itulah “korban sulung” yang pertama. Tapi orang-orang yang hidupnya tidak murni, masih hidup sesuka-suka hatinya (masih hidup sembarangan, tidak takut akan dosa) itu yang akan tertinggal.

  • Pastikan diri kita masing-masing sebagai pemenang, yaitu orang-orang yang terangkat pada tuaian yang pertama kali. menjadi korban sulung yang pertama.
  • Jangan sampai ada dari antara kita yang tertinggal.
  • Kita harus berjuang untuk menjadi korban sulung yang dituai pertama kali.
  • Oleh karena itu kita harus melatih diri kita beribadah. Ibadah artinya menyatu dengan Allah atau Proskuneo.

Bagaimana bisa mengalami kemenangan jika tidak ada penyatuan dengan Allah?

  • Kalau tidak ada unsur-unsur Allah di dalam saudara, saudara tidak akan pernah menang.
  • Kita harus dilapisi oleh unsur Allah sampai diri kita tidak terlihat lagi tapi unsur Allah yang terlihat di dalam kita.
  • Kalau kita tidak menyatu dengan Allah, kita tidak akan mungkin bisa diangkat.

Kalau saudara masih senang menyatu dengan dunia, masih senang dengan gaya hidup duniawi, masih terikat dengan dunia, maka saudara tidak akan pernah menjadi korban sulung bagi Allah. Jangan sampai saudara masuk dalam masa aniaya besar. Saudara harus menang supaya saudara benar-benar bisa terangkat.

  • Latih dirimu beribadah sampai menyentuh Allah sehingga engkau sampai ke tujuan.
  • Tidak berguna jika saudara membahas tentang pengangkatan tapi saudara tidak ada persiapan untuk pengangkatan.
  • Percuma saudara membahas pengangkatan tapi karakter tidak pernah berubah.
  • Percuma saudara berbicara tentang pengangangkatan, tapi jika tidak ada unsur Allah di dalam saudara, “ego” mu masih kuat, harga dirimu masih kuat, masih materialistis, masih cinta akan dunia. Jika kita benar-benar mau terangkat, ayo persiapkan diri kita mulai dari sekarang.

Dengan gaya hidup saudara saat ini apakah saudara sudah yakin saudara terangkat?

  • Jika saudara sudah yakin maka saudara memiliki kemauan untuk sampai ke sorga.
  • Kita harus mempersiapkan diri untuk menyatu dengan kemuliaan Allah.

Orang yang menyatu dengan kemuliaan Allah, keindahan Allah akan terpancar dari dalam dirinya. Semuanya itu akan terlihat dari cara ia berperilaku, cara ia bersentuhan dengan sesama dan semuanya ini tidak akan bisa dibohongi. Tidak ada unsur kepura-puraan di sini, karena orang yang benar-benar menyentuh Allah dan menyatu dengan Allah pasti unsur Allah akan nampak pada dirinya.

  • Kalau saudara masih suka tersinggung, ego saudara masih tinggi, dan masih suka marah-marah, masih emosional, ini bukanlah unsur Allah. Unsur Allah bukan seperti ini. Jika saudara masih mempunyai karakter-karakter seperti ini berarti saudara belum benar-benar menyatu dengan Allah.
  • Kalau saudara masih suka ngambekan (merajuk), saudara belum menyentuh Allah. Jika kita sudah menyentuh Allah maka seharusnya ada impartasi karakter Allah/ unsur Allah di dalam diri kita.
  • Kalau saudara belum menyentuh Allah maka ibadahmu sia-sia dan hanya omong kosong.

Sehebat apapun bahasa Roh-mu, dan sehebat apapun pelayananmu, tapi jika kita masih suka kecewa, masih suka emosional, maka kita harus berubah. Jika tidak berubah maka sudah pasti tidak akan terangkat.

  • Tuhan sudah berkata agar kita tidak mencermarkan diri kita. Artinya tidak menyatu dengan dunia, tidak ada berhala-berhala dalam dirinya, murni seperti perawan.
  • Yang tidak murni saat ada ujian, pasti akan meledak.
  • Yang murni, diuji oleh orang banyak sekalipun, dia tetap murni.
  • Kalau saudara benar-benar murni, saudara mau digesek oleh seribu orang sekalipun, saudara pasti tetap diam tidak akan membela diri.
  • Kalau saudara dan saya tidak murni, maka ketika saudara dan saya digesek oleh satu orang saja, saudara dan saya pasti akan membela diri terus.

Pemenang terbentuk dalam situasi, orang yang mau menjadi pemenang tapi tanpa mau melewati “jalannya Tuhan” (maunya lewat “jalan yang rata”) maka orang yang seperti ini tidak mengerti asas kebenaran dan tidak memiliki nilai-nilai kebenaran di dalam dirinya.

  • Jika kita berkata bahwa kita lebih dari pemenang maka kita harus mengerti kebenaran dan memiliki nilai-nilai kebenaran sehingga saat kita diperhadapkan pada sebuah situasi kita dapat menghadapi situasi tersebut sesuai kebenaran. (Contoh: ketika harga diri disinggung, maka mampu menahan diri dan sabar).
  • Untuk mencapai kemenangan saudara harus menyentuh Allah agar unsur Allah ada di dalam saudara.
  • Untuk menyentuh Allah dibutuhkan 2 hal yang sangat penting, yaitu: ketenangan dan ketulusan.

AGAR BISA MENYENTUH ALLAH DIBUTUHKAN 2 HAL

I. KETENANGAN

Jika saudara tidak tenang dan tidak tulus, saudara tidak bisa menyentuh Allah.

Tenang dalam Kamus Bahasa Indonesia artinya: “diam, tidak bergerak, tidak gelisah, dan tidak berubah”.

Yesaya 30 : 15

30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,

Engkau harus bertobat dan tinggal diam maka engkau akan diselamatkan, karena dengan tinggal diam di situlah terletak kekuatanmu.

  • Tanpa ketenangan kita tidak bisa menyentuh Roh Allah.
  • Orang yang tenang ia akan tahan dengan berbagai “gejolak” atau badai.
  • Orang yang tidak tenang, tidak akan tahan dengan gejolak, akhirnya ia tidak bisa berdoa dan tidak bisa membaca firman.

Jika saudara tidak tenang, saudara tidak bisa tidur. Saudara tidak bisa menyentuh Allah jika saudara tidak tenang. Saudara tidak akan bisa berdoa jika saudara tidak tenang. Saudara tidak bisa bersekutu dengan Allah jika saudara tidak tenang, saudara tidak bisa memuliakan Allah jika saudara tidak tenang.

  • Jika saudara terus saja emosi, marah, kecewa, saudara tidak bisa menyentuh Allah.
  • Saudara harus menjadi orang yang tenang, yang tahan terhadap masalah.
  • Orang yang tenang bisa makan di hadapan lawan-lawannya.
  • Daniel tenang di gua singa sehingga dia tidak diterkam singa.
  • Roh jahat tahu kelemahan dan kekurangan kita, karenanya dia akan terus mengganggu kelemahan dan kekurangan saudara.

Contoh; Misalnya saya punya kelemahan, dan kelemahan saya itu adalah istri saya. Jika ia diusik orang saya marah. Inilah cara kerja roh jahat, ia tidak usik saya, tapi usik istri saya supaya saya bereaksi. Masalahnya adalah: reaksi saya apa? apakah positif atau negatif.

  • Yang membuat kita menjadi “bermasalah” adalah “Reaksi” kita.
  • Contoh: Misalnya saya menyakiti ibu A, perhatikanlah baik-baik: Apa yang saya lakukan kepada ibu A tadi hanya berdampak 5% terhadap dia, tetapi keputusan dia untuk membenci atau kecewa kepada saya itu 95% mempengaruhi kehidupannya. Begitu ia memilih untuk hidup dalam kekecewaan,lalu ia kena sakit-penyakit atau masalah lain lagi, karena reaksi negative akan menimbulkan masalah baru dalam hidup kita.
  • Reaksi kita yang negatif membuat kita menjadi tidak tenang dan akhirnya kita bermasalah.
  • Allah rindu berbicara pada saudara dan saya. Tapi kalau saudara tidak tenang, bagaimana saudara bisa mendengar suara Allah dan mengetahui kehendak-Nya.
  • Bagaimana saudara tahu kehendak Allah jika saudara tidak tenang?

Saudara harus datang ke Tuhan dan menyerahkan bebanmu pada Tuhan, sehingga saudara bisa tenang.

  • Kalau saudara menyerahkan beban ke Tuhan, tapi tetap panic dan takut, maka saudara tidak akan bisa menyentuh Allah.
  • Sulit menyentuh Allah ketika sedang tidak tenang.
  • Untuk mendengar suara Allah yang lembut butuh ketenangan.

Saat kita datang ke Tuhan dengan membawa beban(tidak menyerahkannya) maka kita tidak mendapatkan apa-apa. Tapi ketika kita datang kepada-nya dan menyerahkan semua beban kita kepada Tuhan, maka disitulah kita bertemu dengan Tuhan dan mendapatkan kehendak-Nya.

  • Saat saya tenang, Tuhan baru berbicara kepada saya dan berkata “tenanglah semua baik-baik saja”.
  • Sebesar apapun masalahmu, Tuhan kita lebih besar dari masalahmu.

Daun memiliki pori-pori yang disebut “stomata”. Daun bisa menyerap embun. Ada embun di pagi hari, lalu diserap oleh daun sehingga daun atau bunga tersebut bisa hidup. Stomata ini hanya bisa terbuka pada jam 11 malam sampai jam 4 pagi (ketika keadaan sedang tenang, daun membuka stomatanya, dan di situ ia baru bisa menyerap embun pagi).

  • Tuhan mau kita menyerap embun rohani setiap hari.
  • Bagaimana saudara bisa menyerap embun rohani jika saudara tidak pernah tenang?
  • Ketenangan rohani sangat berguna bagi pertumbuhan rohani.

Jika saudara mau bertumbuh, maka saudara harus tenang. Jangan sampai ketika ada orang yang menyakiti kita maka reaksi kitaaa adalah reaksi negatif.

  • Kepanikan, kuatir, akan membuat Roh Allah tidak bisa berbicara kepada kita.
  • Jangan sampai saat saudara tidak tenang, ada roh yang berbicara tapi roh penyesatan bukan Roh Allah.

Pelayanan bergantung pada Roh

  • Kalau saudara tidak tenang, marah, maka bagaimana saudara bisa khusuk melayani Allah? bagaimana kita bisa melayani, jika kita tidak tenang. Pelayanan hanya akan menjadi sesuatu yang melelahkan dan menyakitkan jika kita tidak tenang.
  • Tuhan mau saudara memiliki roh yang tenang.
  • Tuhan mau saudara tidak bereaksi saat disinggung.

Yehezkiel 44 : 17-18

44:17 Maka kalau mereka hendak masuk dari pintu-pintu gerbang pelataran dalam, mereka harus mengenakan pakaian lenan; mereka tidak boleh memakai pakaian bulu domba waktu mereka bertugas di pintu-pintu gerbang pelataran dalam atau waktu menyelenggarakan kebaktian dalam Bait Suci.

Lenan berbicara tentang perbuatan yang benar, kalau perbuatanmu tidak benar, engkau tidak akan sempurna dan tidak akan bisa masuk ke Sorga. Jangankan memerintah bersama Tuhan, masuk saja tidak bisa kalau kita tidak sempurna.

44:18 Mereka harus memakai destar lenan dan memakai celana lenan, tetapi jangan memakai ikat pinggang yang menimbulkan keringat.

Keringat terjadi ketika saudara tidak tenang. orang yang tidak bersalah pasti akan tenang dan tidak akan takut dilukai, tapi orang yang bersalah, omongnya banyak dan dimana-mana ia membela diri.

  • Saat orang membela diri, itulah bukti ketidaktenangannya.

Tuhan Yesus juga pernah “menyendiri” mencari ketenangan untuk dapat menyentuh Allah. Demikian pula lah yang dilakukan oleh Maria.Maria dan Marta sama-sama melayani.

  • Walaupun Maria dan Marta sama-sama melayani, tapi Maria duduk diam di kaki Tuhan dan tenang sehingga bisa menyerap Tuhan. Sedangkan Martha selalu sibuk mengurus makanan, ia tidak tenang.
  • Jangan sibuk dengan pelayananmu tapi rohmu tidak terpelihara.

Lebih baik engkau pegang satu pelayanan dan setia daripada banyak pelayanan tapi rohmu tidak terpelihara.

  • Semakin banayaknya pelayanan bukan berarti saudara dan saya semakin kudus dan masuk sorga.
  • Justru dengan banyaknya pelayanan, itu dapat menjadi “jebakan” untuk engkau tidak punya waktu lagi duduk diam di kaki Tuhan.

Dahulu sebelum saya terlibat dalam suatu pelayanan (masih sebagai orang awam) saya bisa 8 sampai 9 jam duduk diam di kaki Tuhan. Tapi ketika saya sudah terlibat aktif dalam suatu pelayanan, maka sulit untuk kembali pada waktu itu lagi dimana dahulu saya dapat 9 jam di kaki Tuhan.

  • Apapun aktivitas saudara di luar kehendak Allah, akan menjadi pemborosan waktu dan tenaga bagi saudara dan saya.
  • Sibuk pelayanan belum tentu dipakai Tuhan, bisa jadi hal itu merupakan pemborosan waktu.

Dengan sibuknya pelayanan, saudara dan saya dibuat tidak tenang dan tidak tahu kehendak Allah.

  • Saudara tidak bisa menyentuh Allah (walaupun itu dalam pelayanan, dalam ibadah dan dalam hal apapun juga) ketika saudara menjadi orang yang sibuk.
  • Lakukanlah bagianmu dan Tuhan akan melakukan bagian-Nya.

Sibuk pelayanan belum tentu itu nantinya akan dipakai Tuhan dengan luar biasa, bisa jadi itu pemborosan waktu. Roh jahat bisa membuat saudara tidak tenang dan akhirnya saudara keluar dari pelayanan dan saudara keluar dari kehendak Allah.

  • Jangan melayani ketika hatimu sedang tidak beres.
  • Bereskan hatimu sebelum melayani.
  • Jangan ada emosi, marah, kecewa dengan orang lain saat melayani Tuhan.

Minggu lalu sesaat sebelum Perjamuan Kudus, Tuhan berkata, “Jangan ambil perjamuan kalau tanganmu penuh darah”, mengapa demikian karena Perjamuan Kudus melambangkan kasih Tuhan.

Kalau saudara dan saya membenci orang atau kecewa dengan orang kita bereskan terlebih dahulu sebelum menerima perjamuan.

  • Saudara dan saya tidak bisa ambil perjamuan jika saudara dan saya tidak memiliki kasih bagi sesama.
  • Jangan pernah ambil keputusan ketika sedang emosi.
  • Naik turunnya emosi, bukan hanya membuat kita tidak mengikuti kehendak Roh Allah, tapi juga membuat kita bertindak berdasarkan kedagingan kita.

Misalnya saudara dikecewakan orang, lalu saudara lari, begitu saudara lari, maka saudara semakin berbuat dosa dan menghancurkan hidupmu.

  • Orang yang seperti ini emosinya sedang tidak stabil.
  • Kita latih jiwa kita agar tenang dan tidak terpancing dengan situasi kondisi.

Kita contoh Daniel yang tetap tenang dan tidak terpancing dengan singa-singa dalam gua.

  • Kita harus seperti Sadrak, Mesakh, Abednego yang tetap tenang di dapur perapian.
  • Kita belajar menghadapi masalah dengan jiwa yang tenang.
  • Emosimu harus stabil, sehingga kamu tidak bertindak berdasarkan daging.

1 Korintus 14 : 33

14:33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

Allah tidak menghendaki emosi yang tidak stabil, tapi Allah menghendaki adanya damai sejahtera di dalam kita, sehingga kita tenang dalam segala hal.

Meskipun ada “raksasa masalah” sebesar apapun, saudara harus tetap tenang.

Filipi 4 : 7

4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Tuhan memberikan damai sejahtera yang melampaui akal dan pikiranmu dan yang membuat engkau tetap tenang dalam segala hal.

  • Jangan mencampuri urusan orang lain.
  • Hati-hati saat mendengar berita miring tentang orang lain.
  • Jangan ikut bergosip ketika ada berita gosip di kanan kirimu.
  • Janganlah emosimu terpancing.

Amsal 26 : 17

26:17 Orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain adalah seperti orang yang menangkap telinga anjing yang berlalu.

Jangan ikut campur dalam pertengkaran orang lain dan jangan pernah membela dirimu karena akan membuatmu tidak tenang. Semakin engkau membela dirimu, semakin engkau tidak tenang.

Yesus tetap tenang di tengah angin ribut dan gelombang, sebaliknya Iblis senang membangun angin dan ombak.

Mazmur 62 : 1-2

62:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud.

62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Kalau saudara dan saya percaya bahwa Allah benar-benar membela kita, saudara dan saya harus tetap tenang.

Kalau saudara sudah stabil tenang, saudara mau dilukai seperti apapun, saudara harus tetap tenang.

Keluaran 14 : 14

14:14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Engkau tenang saja biarkan Tuhan yang berperkara, oleh sebab itu apapun per-kataan manusia terhadapmu, biarkan saja, biarkan Tuhan yang bertindak.

  • Jika engkau disakiti orang dan saudara bereaksi, Tuhan tidak turun tangan tapi saat engkau disakiti orang dan engkau diam saja, maka orang tersebut dalam masalah besar karena dia berhadapan dengan Tuhan.
  • Takutlah dengan apa yang ada di belakang saudara, karena dibelakang saudara ada Tuhan Yesus Kristus.
  • Kalau di belakang saudara ada Tuhan, percayalah orang-orang yang melukai saudara akan bermasalah besar.

Tuhan mau saudara tenang agar bisa menyentuh Allah, karena jika saudara tenang saudara akan mengalami kemajuan rohani.

  • Saat Paulus di penjara, dia tenang karena dia bisa memuji Tuhan dan bisa terlepas dari ikatan.
  • Saat Paulus tenang barulaha penjara itu digoncang Tuhan melalui pujian dan penyembahan Paulus.

Latihlah dirimu untuk beribadah, sampai engkau tahu waktunya engkau tenang, diam dan menanti pembelaan Tuhan.

1 Timotius 4 : 7-8

4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

Latihlah dirimu beribadah, jauhkan yang tidak beres.

4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Saat saudara mau menyentuh Allah saudara harus tenang.

II. KETULUSAN

Tulus dalam kamus bahas Indonesia, artinya sungguh-sungguh, bersih, jujur. Oleh sebab itu “ketulusan” lawannya kepura-puraan.

Yoshua 24 : 14

24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

Janganlah hatimu bercabang, jangan ada berhala di dalam hatimu. Jauhkanlah semua berhala dan tuluslah dengan Allah.

1 Tawarikh 28 : 9

28:9 Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.

Beribadahlah dengan tulus hati dan tulus ikhlas karena Tuhan melihat hati kita yang paling dalam, ketika engkau tidak tulus atau tulus Tuhan tahu.

Saudara tidak bisa ke Tuhan ketika saudara tidak tulus. Hati saudara “kotor”, masih ada “kecewa, marah” di sana sini, saudara tidak akan bisa datang ke Tuhan.

  • Sehebat apapun doamu tapi jika engkau tidak tulus, engkau tidak bisa bertemu dengan Tuhan.
  • Jika kita mencari Dia maka Dia berkenan ditemui, tapi jika saudara dan saya meninggalkan Dia maka Dia akan membuang saudara dan saya selamanya.
  • Tuhan mau saudara dan saya mengikuti-Nya dengan tulus artinya saudara dan saya tidak setengah hati ikut Tuhan dan tidak terpengaruh dengan suasana sekitar.

Bilangan 14 : 24

14:24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.

Kaleb mengikuti TUHAN dengan apa adanya, dengan segala ketulusan hatinya, dan dengan segenap hatinya.

  • Kalau saudara benar-benar tulus maka saudara baru bisa masuk ke negeri yang dijanjikan.
  • Saudara harus mengikuti Tuhan dengan tulus, maka Tuhan akan melihat ketulusan hati saudara.
  • Jangan terpengaruh dengan situasi.

Wahyu 14 : 1

14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

14:2 Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.

14:3 Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.

Kalau saudara dan saya tidak sempurna, saudara dan saya tidak akan tahu nyanyian Allah atau kehendak Allah.

14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Apakah kita masih suka berdusta, apakah kita masih suka tidak tulus kepada Anak Domba? Kalau saudara dan saya tidak tulus, saudara dan saya tidak bisa ke sorga.

  • Begitu kita menerima Yesus, langsung ditaruh salib di bahu kita.
  • Saudara dan saya memikul salib dan dibawa ke pembantaian.
  • Manusia daging kita yang dibantai.
  • Saudara dan saya harus meninggalkan kehidupan yang lama untuk bisa membawa salib ke Tuhan.

Mengikut Tuhan Dengan Tulus

Saudara dan saya harus memikul salib tanpa mengeluh.

Ikut Tuhan tidak bertambah sulit, tapi ketika kedagingan saudara dan saya besar, itulah yang membuat kita sulit mengikut Tuhan.

Bersandar Dengan Tuhan Dengan Tulus

Jika saudara dan saya tidak bersandar dengan tulus maka saudara dan saya akan kecewa dengan banyak hal.

  • Jika kita tidak bersandar dengan tulus, kita akan terus mempertanyakan Tuhan dan kita akan bersungut-sungut dengan Tuhan.
  • Saudara dan saya akan terus mempertanyakan kedaulatan Allah, seakan-akan saudara dan saya lah yang Allah.
  • Kita bersandar saja dengan tulus, apapun yang Tuhan mau kita ikuti saja.

Katakan, “Tuhan, aku mau mengikuti-Mu walaupun dagingku menjadi taruhannya, dan kesenanganku harus dibuang”.

  • Seorang pemenang tidak membutuhkan belas kasihan dari manusia tapi seorang pemenang hanya membutuhkan belas kasihan Allah.
  • Tidak perlu membela diri ketika engkau disakiti orang.
  • Kalau saudara benar, maka engkau akan dibela Tuhan.
  • Sebaliknya kalau saudara tidak benar, jangan berharap ada pembelaan dari Tuhan.

Mencari Dia Dengan Tulus

Mencari Tuhan seperti mencari harta, masalahnya mengapa manusia lebih tekun mencari harta daripada mencari Tuhan?

  • Saudara bisa bekerja dengan tulus, tapi sulit melayani dengan tulus.
  • Saudara mau ngotot untuk bekerja, tapi mengapa saudara tidak ngotot untuk mencari Tuhan.
  • Inilah indikasi penyakit rohani.

Saudara bisa setia dengan atasan saudara, tapi tidak setia dengan Tuhan, saudara bisa setia dengan orang yang memiliki uang, tapi saudara tidak bisa setia dengan Sang Pemberi Berkat.

  • Carilah Tuhan dengan tulus seperti mencari harta yang terpendam.
  • Saudara mencari uang sampai setengah mati, tapi mencari Tuhan tidak mau mati-matian.
  • Saudara bisa banting tulang untuk bekerja, tetapi tidak mau banting daging untuk mencari Tuhan.

Tuhan mengibaratkan Kerajaan-Nya seperti harta yang terpendam.

  • Tuhan tidak mempermiskin saudara, tapi Tuhan tidak mau saudara terikat dengan apapun yang ada di bumi karena ikatan yang ada di dunia adalah perkawinan dengan perempuan-perempuan sundal.
  • Ikatan-ikatan dengan ego, dengan harta dan kepentingan diri sendiri, dengan harga diri kita, itu sama dengan percabulan.
  • Ketulusan hati kita diuji ketika kita merelakan segalanya bagi Tuhan.

Mentaati Firman Tuhan Dengan Tulus

Saat saudara melakukan firman karena takut masuk neraka, maka saudara tidak akan bisa tulus.

  • Saat saudara melakukan firman karena mencintai Tuhan, maka saudara akan tulus luar dalam.
  • Jika engkau menemukan cinta sejati jangan lepaskan, jangan disakiti karena cinta sejati akan membawamu kepada kemuliaan.

Cinta sejati kita adalah kepada Tuhan, oleh sebab itu jangan sakiti Dia, jangan khianati Dia dan jangan lepaskan Dia.

  • Apakah saudara sudah menemukan cinta sejatimu? jika kita sudah menemukan cinta sejati kita (yaitu Tuhan sendiri) maka kita akan bisa mencintai sesama juga.
  • Apakah saudara mau menyakiti Tuhanmu?
  • Apakah saudara mau melepaskan Tuhanmu?

Yohanes 14 : 21

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Kalau saudara melakukan firman Tuhan, maka saudara akan disayang oleh Bapa di Sorga.

Pertahankan cinta sejatimu, karena cinta sejati hanya datang sekali saja dalam hidupmu.

Melayani Dengan Tulus

Roma 12 : 7-8

12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;

12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Ketulusan dalam pelayanan terlihat saat ada orang dalam pelayanan, entah dia sesama anggota pelayanan atau siapapun dalam pelayanan mengusikmu, tapi engkau tetap setia, engkau tetap tidak bergeming dan biasa-biasa saja.

  • Menggali firman Tuhan harus dengan tulus. Belajar firman Tuhan dengan Tulus
  • Saat ditegur dengan firman Tuhan, tetaplah tulus.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

Renungan singkat 3 Agustus 2020 – DIALOG DENGAN TUHAN

IBADAH RAYA, MINGGU 2 AGUSTUS 2020,PRAISE N WORSHIP,SUNDAY SCHOOL

JUDUL KHOTBAH MEMISAHKAN DIRI DARI DUNIA

PRAISE N WORSHIP

SUNDAY SCHOOL

Renungan Mingguan 2 Agustus 2020 PELAYANAN YANG TIDAK DIRASA DAN TIDAK BERDAMPAK

BULETIN NO. 278 TAHUN KE-5

PELAYANAN YANG TIDAK DIRASA DAN TIDAK BERDAMPAK

Kita semua yang telah dibeli oleh darah Yesus bukan hanya diadopsi sebagai anakNya (Yohanes 1:12), namun juga dibeli sebagai seorang hamba. Artinya kita bukan sekedar diberi hak khusus (otoritas) namun juga diberi tanggung jawab untuk bekerja bagi Dia. Sadarkah saudara banyak orang menikmati karunia keselamatan namun lupa dibalik karunia ini juga ada beban yang besar sebagai duta-duta sorgawi. Apakah artinya kita diselamatkan tanpa menjadi saksi tentang keselamatan itu sendiri? Apakah juga artinya kemerdekaan yang kita terima tanpa mempertanggung jawabkan kemerdekaan itu? Saudaraku keselamatan tanpa kesaksian sama dengan keselamatan fiktif dan kemerdekaan tanpa tanggung jawab sama dengan kemerdekaan liar dan tanpa aturan.

Memang disayangkan dewasa ini banyak orang Kristen menekankan dirinya sebagai anak yang harus dilayani dan tidak memandang jalan hidup mereka sesungguhnya adalah melayani. Mereka hanya menunggu pertolongan Tuhan namun lupa atau pura-pura lupa untuk menolong sesama yang terhilang. Hal ini bisa terlihat dengan pasifnya kaum percaya terhadap suatu beban pelayanan (tidak mau terlibat/tidak mau andil). Atau memilih pelayanan yang nyaman baginya tanpa memperdulikan pengutusan Tuhan. Pelayanan yang seperti ini sesungguhnya bukan melayani Tuhan tapi melayani dirinya sendiri dengan kedok pelayanan Tuhan.

Tahukah saudara apakah komponen utama dari suatu pelayanan? Tidak lain adalah kasih. Jadi jika komponen utama pelayanan adalah kasih dan didalam kasih ada keperdulian, oleh sebab itu pelayanan harus disertai dengan keperduliaan. Keperduliaan kepada apa? Kepada jiwa yang terhilang, kepada kehendak Allah dengan mengesampingkan kehendak pribadi, keperduliaan kepada kelancaran pelayanan itu sendiri apapun resikonya dan juga keperduliaan kepada kepentingan bersama diatas kepentingan diri sendiri (Filipi 2:1-8).

Jadi jika demikian pelayanan yang tidak disertai dengan kasih adalah pelayanan yang juga tidak disertai keperdulian. Dan pelayanan yang seperti ini adalah pelayanan yang sarat dengan daging yang selalu ingin dilayani dan pelayanan yang tidak bisa dirasa. Dan pelayanan yang tidak bisa dirasa adalah pelayanan yang tidak berdampak.

PERJALANAN MENUJU KERAJAAN SORGA – 5 JULI 2020

19:14 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” 19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” 19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

(Matius 19:14,21,30)

PERJALANAN

MENUJU

KERAJAAN SORGA

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 05 JULI 2020

===========

Shalom !

Tadi Tuhan beri penglihatan taman besar dan terang, tetapi ada domba-domba di dalam penjara. Tuhan memberikan pengertian kepada saya: Tuhan tidak pernah memenjarakan orang, tapi mereka sendiri yang memenjarakan dirinya.

Jangan ijinkan dirimu dipenjara dengan apapun juga. Lepaskan dirimu dari semua penjara- penjara itu, dan engkau akan melihat penyertaan Tuhan padamu yang hebat. Meskipun banyak gelombang kehidupan tapi percayalah, tangan Tuhan tidak pernah terlepas dari saudara dan saya. Apapun masalahmu dan apapun pergumulanmu, tetaplah percaya selama ada Tuhan di kapal kita, maka kapalmu tidak akan pernah tenggelam.

Hari ini kita akan belajar tentang “Perjalanan menuju Kerajaan Sorga”.

Perjalanan hidup kita sekarang ini adalah persiapan untuk masuk menuju kekekalan, entah “hidup kekal” atau “mati kekal”.

  • Jangan berpikir di dunia bisa senang-senang dan mati masuk sorga.
  • Justru selama kita hidup, kita harus bersiap-siap agar kita sungguh-sungguh mendapatkan tempat yang terbaik di Sorga.
  • Hidup ini adalah kesempatan untuk menuju kehidupan kekal dan untuk mencapainya maka kita harus mengerahkan semua kekuatan kita untuk sampai di sana.

Jangan sampai ada yang bersantai, kemudian tersandung di tengah jalan, dan tersesat karena memakai pola pikir,dan kekuatannya sendiri.

  • Jangan sampai saudara emosi dan atau tersandung, kemudian masuk ke dalam jurang.
  • Karena walaupun saudara sudah memakai baju mempelai, saudara masih bisa terpeleset dan jatuh.

Tuhan mau kita semua terus berjaga-jaga, agar bisa sampai di tempat tujuan yang sempurna, karenanya jangan merasa sudah aman karena kamu orang percaya.

  • Hati-hati kita masih bisa terpeleset jika kita masih memakai pola pikir dan kekuatankita sendiri.
  • Jika engkau mengandalkan apa yang ada di bawah langit (mengandalkan asset mu, pikiranmu, kekuatanmu) maka engkau bisa kecewa.
  • Kalau engkau mengandalkan apa yang ada di bawah langit, maka engkau seperti domba yang di dalam penjara.

Domba bisa masuk ke dalam penjara karena dia salah jalan dan kemudian tersesat.

  • Domba bisa salah jalan karena dia mengandalkan otak (mengandalkan pemikirannya sendiri) dan otot (kekuatannya sendiri).
  • Selama engkau memakai otak dan otot engkau akan banyak kecewa.

Amsal 14 : 12

14:12 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Setiap orang merasa dirinya pasti benar, tapi kebenaran yang mutlak hanya ada pada Allah. Jangan pernah merasa dirimu benar karena engkau bukan Allah.

  • Tugas kita adalah menyatu dengan Allah dan terus-menerus mengoreksi diri kita, supaya kebenaran Allah ter-impartasi ke dalam kita dan kita bisa berjalan dalam kebenaran tersebut.
  • Seberapa jauh kemauan kita melangkah menuju kekekalan, sebegitu juga effort kita untuk sampai kesana.

Segala daya upaya dan kekuatan apapun yang kita punya harus kita arahkan ke sorga, karena kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi.

  • Apakah kita menjadi bagian dari orang yang dipermuliakan bersama dengan Tuhan atau apakah kita menjadi bagian dari orang yang tertinggal?
  • Jangan pernah merasa hidupmu masih lama, engkau masih kuat, masih sehat karena maut hanya selangkah dari hidup kita.
  • Begitu mudah berkata percaya tapi untuk menjalankan kepercayaan itu, begitu sulit.

Jika engkau diperhadapkan dengan “deb-colektor”, engkau bisa berkata “saya percaya Tuhan tolong saya”, tetapi begitu debcolektor nya datang, engkau bisa langsung pucat ketakutan.

  • Kalau saudara berkata “saya percaya”, tunjukkan rasa percayamu.
  • Buktikan engkau menjadi orang percaya dengan gaya hidupmu.

Jika gaya hidupmu masih menyimpan-nyimpan kesalahan orang lain, masih suka marah-marah, mulut kita masih terus menjelek-jelekan orang dan ngomongin orang, hati kita menyimpan kekecewaan terhadap orang lain, maka gaya hidup yang seperti ini bukanlah gaya hidup orang percaya. Oleh karena itu mulailah mendekat dengan Tuhan, maka Tuhan akan menghapus semua kekesalanmu.

  • Kalau saudara tidak sebal-sebal lagi (tidak ada kekecewaan terhadap sesama) dengan orang lain, berarti saudara sudah dekat dengan Tuhan. karena Tuhan tidak pernah sebal dengan kita.
  • Tetaplah melangkah tanpa perlu melihat buktinya.

Tuhan mengajarkan ada 3 hal penting tentang perjalanan kita menuju kerajaan sorga (Matius 19 : 13-30).

19:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

19:14 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”

19:15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

19:16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

19:17 Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”

19:18 Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,

Saksi dusta sama saja dengan bergosip

19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

19:20 Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”

19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”

19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”

19:28 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Engkau yang mengikut aku, sempurna

19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak

atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

TIGA HAL PENTING  DALAM PERJALANAN MENUJU KERAJAAN SORGA

  1. Menjadi Seperti Anak Kecil

Kata “Anak kecil” di sini memakai kata: “Infant” atau “Paidon” dalam bahasa Yunani. Yaitu anak Usia 0-3 tahun.

Matius 19 : 13

19:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Kalau saudara mau masuk ke dalam Kerajaan Sorga, saudara harus menjadi seperti anak dibawah usia 3 tahun.

Ciri-ciri Anak di bawah 3 tahun :

a. Ciri-ciri ke-1 : “Bergantung Pada Orang Tua-nya, merasa tidak mampu“.

Kalau saudara mau masuk sorga, maka saudara harus bergantung kepada Tuhan.

  • Saudara tidak bisa masuk sorga tanpa bergantung pada Tuhan.
  • Saudara harus membutuhkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan saudara.
  • Saudara harus merasa tidak bisa dan tidak mampu untuk masuk dalam Kerajaan Sorga tanpa Tuhan. Melalui ketidak mampuanmu, maka Tuhan akan memampukanmu.

Dibalik ketidak mampuan dan kelemahan kita, disitulah kekuatan Allah akan bekerja. Bagaimana Allah mau bekerja jika kita berkata mampu dan kita terus melawan Tuhan?

1 Petrus 2 : 2

2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

Kita harus selalu membutuhkan Tuhan dalam hidup kita. Tapi banyak orang hanya membutuhkan Tuhan disaat ada masalah.

  • Banyak yang masih mengandalkan kekuatan sendiri.
  • Banyak orang yang berusaha melawan dosa dan hidup kudus dengan kekuatan sendiri, hal ini tidak akan berhasil.

Kalau kita mau sukses sampai di Sorga, harus bersandar pada Tuhan agar bisa berkata tidak pada dosa.

b. Ciri-ciri ke-2 : “Jujur dan Tulus

Lawan dari kejujuran dan ketulusan adalah kepura-puraan, berapa banyak orang Kristen yang hidup dalam kepura-puraan.

  • Didepan orang kita bisa manis tapi di belakangnya kita tusuk orang itu.
  • Orang yang hidup dalam kepura-puraan tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
  • Kita harus menghadapi orang dengan orang secara tulus, tanpa sekat dan pahit hati dalam hidup kita.
  • Saudara harus mengasihi dengan tulus, melayani dengan tulus, berdoa dengan tulus, hiduplah dengan tulus. Mulai hari ini buanglah kepura- puraan.

Lebih baik engkau tidak dihargai manusia tapi dihargai Tuhan, daripada engkau cari penghargaan di hadapan manusia tapi engkau dibuang di lautan api.

  • Lebih baik sakit di dunia ini daripada sehat, tapi berbuat dosa.
  • Belajarlah mengerti kebenaran, agar kebenaran itu memerdekakan mu.
  • Jangan hidup dalam kepura-puraan karena kitalah suratan yang terbuka.

Ibrani 10 : 22

10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Kita semua telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat, dan kita semua juga telah dibasuh dengan air yang murni.

  • Jika saudara sudah dibersihkan, apakah saudara sudah tulus dalam segala hal?
  • Jika saudara belum tulus berarti saudara belum dibersihkan Tuhan.

c. Ciri-ciri ke-3 : “Ceria

Ceria berarti “tidak ada beban”, tidak hidup di dalam tekanan. Orang yang percaya kepada Tuhan terlihat dari raut mukanya.

  • Kalau masalah membuat raut mukamu turun berarti engkau belum percaya kepada Tuhan.
  • Anak-anak selalu ceria, sukacita, tidak ada beban.
  • Mereka tetap nyanyi-nyanyi meskipun orang tuanya sedang ada masalah.

Kalau saudara mau masuk ke dalam Kerajaan Sorga, jadilah seperti anak-anak, karena anak kecil selalu bergantung, tulus, jujur dan ceria.

  • Adakah ciri ini di dalam saudara?
  • Dimanapun, saudara berada dan bersama siapapun, serta bertemu dengan siapapun yang menyakitimu tetaplah tersenyum, senyum di wajah kita itu pancaran dari hati kita.

Kemunafikan itu bisa dirasakan, orang yang bersalaman tanpa ketulusan pasti bisa dirasa. Raut muka kita bisa menjadi penilai siapa tentang siapa kita, karenanya ada masalah seperti apapun tersenyum saja.

Filipi 4 : 4 – 8

4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan : Bersukacitalah!

4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

Bersukacitalah karena Tuhan sudah dekat. Jangan berpikir bila Tuhan masih jauh.

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Agar saudara bisa tersenyum pikirkan perkara yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Jika saudara terus memikirkan masalahmu, engkau tidak akan bisa tersenyum.

2. Jangan Terikat Dengan Apapun

Jika kita tidak rela melepaskan segala sesuatu untuk mengikut Tuhan berarti kita memasang “garis pembatas” dengan Tuhan.

Contoh: Matius 19 : 16

19:16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

19:17 Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”

19:18 Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,

19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

19:20 Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”

19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Orang muda ini mau masuk Sorga, bagaimana caranya? Tuhan berkata, “juallah hartamu”.

  • Dia tidak bisa menjual semua hartanya karena dia masih terikat.
  • Jadi hartanya merupakan garis batas antara dia dengan Tuhan. Hartanya merupakan sesuatu yang tidak boleh diusik oleh Tuhan.

Banyak orang masih memiliki garis batas dimana Allah tidak bisa menyentuhnya (termasuk harga diri dan kepentingan diri sendiri).

  • Apakah yang membuat engkau terluka ketika hal itu diusik?
  • Apakah harga diri, istrimu, suamimu, hartamu atau anakmu?
  • Apa yang membuat engkau terusik, itulah berhalamu dan apa yang membuat engkau terusik itulah garis batasmu dengan Tuhan.
  • Saat engkau terlalu mengasihi seseorang di dunia ini (melebihi kasih kepada Tuhan) kondisi itu bisa membawamu pada kematian kekal.

Tanpa saudara sadar, saudara memasang garis batas. Bagaimana mau ke sorga jika masih banyak pasang garis batas.

  • Jangan mengasihi apa yang ada di dunia ini lebih dari Tuhan karena engkau akan kecewa dan binasa.
  • Orang yang marah ketika harga dirinya terusik, keluarganya terusik, itulah garis batasnya.
  • “Usik saya saja, jangan mengusik keluargaku”, itulah garis batas.
  • Berapa banyak dari kita yang memasang garis batas dengan Tuhan?
  • Tuhan bukan anti dengan orang kaya, Tuhan bukan tidak suka orang menjadi kaya. Tapi Tuhan sedang menanggulangi keterikatan manusia terhadap harta dan pemahaman yang salah.

Tuhan sedang meluruskan pemahaman kita, pemahaman orang Yahudi adalah jika seseorang diberkati (secara materi) sudah pasti ia masuk sorga.

  • ini pemahaman yang salah.
  • Jika engkau mengasihi hartamu, harga dirimu, anak, istri, keluargamu lebih dari Tuhan, engkau pasti binasa. karena saat kita menempatkan sesuatu yang kita “sejajarkan” dengan Tuhan, maka di situ Tuhan bisa kita tinggalkan.

Takaran cinta kasih Allah bukanlah harta yang berlimpah tapi kesempatan untuk hidup, Tuhan tidak mau diduakan tapi Tuhan mau hanya Tuhan yang nomer satu.

  • Semakin besar hasrat kita untuk mencintai sesuatu melebihi cinta pada Tuhan, maka semakin berkurang hasrat kita untuk kita untuk mencintai Tuhan.
  • Berhati-hatilah! Jangan mempertaruhkan keselamatanmu demi mencintai sesuatu lebih dari Tuhan.
  • Jangan menjadi orang yang terikat, Tuhan mau kita semua masuk sorga, jika engkau masih terikat dengan hasrat, keinginan sama saja engkau seperti domba di dalam penjara.
  • Ingatlah dan katakana, “Sebelum aku berjumpa Tuhan, aku belum aman”.

Matius 19 : 23

19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Sukar sekali orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Ada pertentangan antara kekayaan dan Kerajaan Sorga

19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”

Jika unta bisa masuk ke lubang jarum, berarti orang kaya yang terikat bisa masuk sorga.

  • Kita diberkati untuk menjadi berkat bagi semua orang, baik yang saudara kasihi maupun yang menyakiti saudara.
  • Tangan yang terulur tidak pernah memandang siapa yang ditolongnya dan apa alasannya untuk menolongnya. Tapi tangan yang terulur (memberi) itu karena ada kegerakan dari Tuhan supaya saudara bisa mengulurkan tangan kepada siapapun (termasuk kepada orang yang menyakiti saudara atau yang menjadi batu sandungan dalam hidupmu).
  • “sesama” adalah siapapun di sekitarmu (termasuk orang-orang yang menjadi batu sandungan dalam hidupmu).

Kekayaan akan menjadi batu sandungan jika kekayaan itu menjadikanmu sombong, angkuh, congkak. Kekayaan akan menjadi batu sandungan ketika engkau ingin dihormati oleh orang lain, dan jika engkau pakai kekayaanmu untuk mengatur orang, ataupun untuk mengendalikan orang.

  • Tuhan tidak anti dengan orang kaya, Tuhan hanya anti “keterikatan”. Tuhan bukannya anti dengan orang yang diberkati tapi Tuhan anti dengan orang yang diberkati tapi tidak mau memberkati.
  • Ada pertentangan antara keterikatan dengan kekayaan dengan Kerajaan Sorga.
  • Kerajaan Sorga bersaing dengan kekayaan untuk merebut kasih di dalam hati saudara.

Matius 6 : 21

6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Uang menjadi takaran sukacitamu. Kekayaan merebut posisi Tuhan di dalam hati saudara.

Matius 6 : 24

6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Ketika ada uang kamu tenang dan ketika tidak ada uang kuatir. Banyak orang menempatkan kepercayaannya pada asset. Banyak orang ketika dompetnya terisi, hatinya tenang, tapi ketika dompetnya sudah mulai kosong, hatinya mulai kuatir.

Jika kekayaan merebut posisi Tuhan dalam hidupmu maka kekayaan akan menjadi berhala bagimu, kamu tidak bisa mengabdi kepada Allah dan kepada Mammon secara bersamaan.

  • Mammon berasal dari bahasa Aram yang artinya kemakmuran atau objek kepercayaan dan keyakinan.
  • Orang berlomba untuk memiliki uang walaupun dengan cara yang salah misalnya dengan melakukan korupsi.
  • Orang yang menjadikan uang sebagai berhala, berarti uanglah yang menjadi pengendali hidupnya dan dia juga akan mengendalikan orang.
  • Kekayaan menimbulkan kecanduan dan keserakahan

Lukas 12 : 15

12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Ketamakan atau kerakusan.  Serakah dalam bahasa aslinya Pleonexia yang artinya aku ingin lebih. Orang yang serakah tidak pernah merasa cukup, walaupun nyawanya sebagai taruhannya.

  • Begitu banyak alasan untuk tidak datang ke gereja.
  • Alasan yang terutama karena takut terkena virus Corona.
  • Tapi begitu ada bisnis, alasan itu (takut virus) bisa pudar dan lebih mementingkan pergi bisnis daripada ke gereja.

Ananias dan Safira contoh orang yang serakah, mereka janji kepada Rasul, jika tanahnya laku dia akan serahkan bagi pelayanan.

  • Tapi ketika tanahnya laku, tidak diserahkan semuanya untuk pelayanan.
  • Banyak orang mudah bernazar tapi prakteknya tidak sesuai dengan nazarnya.
  • Uang tidak jahat tapi yang jahat pengelolanya yang tidak jujur.

Mammon merupakan benda mati tapi orang yang mengelolanya jika tidak jujur, itulah yang jahat di mata Tuhan.

  • Uang tidak masuk neraka ataupun sorga.
  • Yang bisa masuk neraka atau sorga adalah orang yang mengelola uang.
  • Hartamu mau dipakai untuk menjadi berkat atau kutuk, tergantung si pengelola.

3. Jangan Ada Persaingan

Matius 19 : 30

19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Tuhan sedang membalikkan tatanan hidup manusia, yaitu saudara dengan cara mengesampingkan “aku” nya saudara.

System dunia selalu ada persaingan, jika ada yang pertama, maka akan ada yang kedua dan jika aku menang, maka yang lain harus kalah.

  • Ada yang merasa dirinya saja yang benar dan menganggap yang lain salah, akhirnya musuhan.
  • Kalau saudara memiliki naluri menjatuhkan (efek buruk dari naluri menjatuhkan adalah: permusuhan, sombong), saudara tidak akan bisa masuk sorga.

Tuhan mau ada perubahan internal dari diri kita masing-masing.

  • Banyak orang yang terdahulu menjadi yang terakhir dan yang terakhir menjadi yang terdahulu artinya “aku” harus menjadi yang terakhir.
  • The other the first and I am the last (Orang lain lebih dahulu dan aku yang terkemudian).

4. Dahulukan orang lain.

Jika egomu tidak dikesampingkan maka kamu tidak bisa merubah keadaan apa-pun di sekitarmu, sebab keadaan di sekitar kita bisa berubah jika kita berubah.

Seharusnya :

  • Saat menjadi Kristen “aku” bukan yang terutama lagi, tapi menjadi yang terakhir.
  • Saat “aku” ditempatkan di tempat terakhir maka saudara baru bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Orang cepat tersinggung karena “aku”nya yang dia dahulukan, “aku”nya yang nomor satu. Melalui pertobatan dan menyerahkan diri saudara total kepada Allah, ijinkan Allah mengubahmu.

Masalah saudara adalah “Jika engkau tidak mau menjadi keset di dunia, maka engkau akan menjadi keset di Neraka.

  • Saya menang ketika saya bisa menolong orang lain, saya menang ketika saya bisa menolong si pencemooh saya, saya menang ketika saya bisa menolong orang yang menyakiti saya.
  • Kemenangan kita bukan ketika orang lain dijatuhkan, tapi ketika kita bisa mengulurkan tangan kepada mereka.

Kemenangan kita bukan memberi pertobatan kepada orang baik tapi ketika kita bisa memberi kasih kepada orang-orang yang jahat kepada kita.

  • Apakah saudara mau menang?
  • Apakah saudara mau ke sorga?
  • Apakah saudara mau seperti anak kecil?
  • Apakah saudara mau melepaskan ikatan?
  • Apakah saudara mau mendahulukan orang lain?

Jika saudara mau masuk Sorga :

  • Serahkanlah hidupmu pada Tuhan karena engkau tidak mampu.
  • Utamakanlah kepentingan orang lain diatas kepentinganmu sendiri.

Jika saudara sampai ke tingkat ini, saudara akan sampai ke Sorga, sebaliknya bila saudara tidak sampai ke tingkat ini, saudara akan masuk Neraka.

Amen.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK – CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

HUKUM TAURAT SESI 2 – 28 JUNI 2020

Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. (Ibrani 10 : 1)

HUKUM TAURAT

POHON KEHIDUPAN DAN

POHON PENGETAHUAN

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 28 JUNI 2020

===========

SESI – 2

Shalom !

Jangan kita takut menghadapi apapun, tapi takutlah kepada Tuhan. Menyerahlah kepada Tuhan, bukan kepada masalah. Dalam ibadah raya kita di BnB hari ini saya akan membahas tentang Hukum Taurat, dan khotbah ini adalah Khotbah Sesi 2.

Awalnya manusia ditempatkan di Taman Eden. Di Taman Eden ada 2 pohon utama berada di tengah-tengah Taman, yaitu Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan.

  • Pohon Kehidupan melambangkan Tuhan.
  • Dan Pohon Pengetahuan melambangkan iblis.

Manusia harus menikmati Pohon Kehidupan, tetapi manusia gagal karena masuk dalam godaan iblis sehingga masuk ke Pohon Pengetahuan.

  • Prinsip Pohon Kehidupan adalah bersandar pada Allah.
  • Dan Prinsip Pohon Pengetahuan adalah kebebasan.

Kehendak iblis adalah supaya manusia hidup bebas, tanpa aturan dan suka-suka, sedangkan Tuhan mau kita bersandar kepada-Nya, menyatu dengan Dia agar kita bisa hidup.

  • Tapi sayangnya manusia jatuh ke dalam dosa, karena manusia telah gagal dan tidak menerima Allah, tetapi sebaliknya menerima iblis.
  • Manusia bukannya menyerap Allah, tetapi justru menyerap iblis.

Kejadian 3: 5

3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

Perkataan tipu muslihat iblis kepada Hawa, “kamu akan menjadi seperti Allah”.

  • Setelah manusia makan dari pohon pengetahuan, dia berusaha melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah, karena merasa dirinya sebagai allah.
  • Ketika saudara bersungut-sungut saudara sedang mengambil posisi Allah karena saudara merasa lebih pintar dari Allah.

Ketika saudara mengeluh kepada Allah dan bertanya, “Tuhan, mengapa saya sakit, mengapa saya jatuh”, keluhan saudara itu seakan-akan Tuhan bersalah kepadamu.

  • Berapa banyak yang masih suka marah-marah?
  • Yang masih suka marah-marah, berarti dia mengambil posisi Allah.
  • Karena orang yang sedang marah biasanya menganggap dirinya benar dan orang lain yang salah.

Masalah tidak harus diselesaikan dengan emosi, semua bisa diselesaikan dengan kesabaran dan keteduhan hati.

  • Amarah tidak bisa menyelesaikan apapun hanya melukai saja.
  • Seringkali kita mengambil posisi Allah, kita menghakimi sesama, menunjuk orang lain, tanpa kita sadari kita tidak pernah melihat diri kita sendiri.

Kita selalu berkata “orang lain yang salah”, lalu bagaimana dengan kita apakah kita selalu benar?

  • Ketika saudara menghakimi berarti saudara sedang mengambil posisi Allah.
  • Seringkali kita menyimpang dari jalan Tuhan.
  • Kita berkata yang salah adalah Adam dan Hawa, karena telah membuat kita ikut berdosa.

Tapi sadarkah saudara terus menerus makan dari buah Pohon Pengetahuan ini?

  • Banyak manusia berusaha terus melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah, seakan-akan hidupnya sudah seperti Allah.
  • Banyak orang tidak lagi menyukakan Allah tapi kasih Allah tidak pernah lepas dari manusia.

Tuhan memberi kehendak-Nya kepada kita dalam bentuk hukum.

  • Lewat hukum ini, Dia sedang menyatakan diri-Nya bahwa Dia adalah Allah yang kudus, Allah yang benar dan Allah yang adil.
  • Engkau tidak bisa menyentuh Tuhan, karena Akulah Sang Pencipta dan engkaulah ciptaan-Ku.
  • Artinya Tuhan menyatakan “Engkau tidak bisa menyaingi Tuhan, engkau tidak bisa menjadi seperti Tuhan”.

Oleh sebab itu Tuhan menyatakan hukum-Nya bagi kita supaya kita takluk di bawah hukum itu, supaya kita takluk kepada hukum dan kita dituntut untuk bersandar kembali kepada Tuhan.

Ada 3 fungsi dari hukum Taurat :

  1. Mendefinisikan atau menggambarkan Tuhan.
  2. Menyingkapkan kesalahan. Begitu saudara tahu hukum, saudara menyadari banyak berbuat salah.
  3. Menaklukkan.

Tuhan menyingkapkan kesalahan manusia agar mereka takluk kepada Tuhan.

  • Kita tidak pernah mampu melawan godaan dosa dan tipu daya iblis, kecuali kita bersandar kepada Tuhan.
  • Kalau saudara terus bersandar kepada Tuhan, maka saudara bisa berkata tidak pada dosa.
  • Saudara mau diperlakukan seperti apapun, saudara tidak akan terganggu karena saudara bersandar kepada Tuhan. Inilah yang disebut dengan kesabaran.

Ingatlah anak Tuhan tidak boleh marah, sebab jika marah diperbolehkan, mengapa ada buah roh kesabaran?

  • Orang marah tidak bisa mengendalikan diri, orang marah tidak sabar.
  • Begitu saudara ditaklukkan, saudara bertemu dua aspek yaitu aspek terang dan aspek gelap.

Lukas 18 : 10-14

18:10 “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.

18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;

18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Aspek terangnya adalah ketika pemungut cukai itu bersandar pada Tuhan, “Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini”

  • Sebaliknya aspek gelapnya ketika saudara melakukan segala sesuatunya sesuai dengan kekuatan saudara.
  • Ketika saudara berkata “saya lebih kudus daripadamu”, itulah aspek gelap.
  • Ketika saudara menilai diri lebih daripada yang lain, itulah aspek gelap.
  • Aspek terangnya ketika saudara berkata “saya tidak mampu” dan Tuhan yang memampukan, itulah aspek terang.

Hukum Taurat adalah gambaran tentang siapa Allah. Oleh karena itu Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang benar, Allah yang adil dan Allah yang tidak bisa di nomor-duakan.

Dalam hukum Taurat ada salib, yaitu lima hukum untuk hubungan dengan Allah dan lima hukum untuk hubungan dengan manusia.

  • Begitu saudara menjalin hubungan dengan Allah, tanpa saudara sadari, saudara diinfus dengan sifat dan karakter Allah.
  • Kalau saudara mengaku orang Kristen, tapi tidak memiliki hubungan dengan Allah, saudara bukan orang Kristen asli.

Sifat dan karakter Adam masih ada di dalam saudara, maka saudara akan terus mencari buah dari Pohon Pengetahuan.

  • Tanpa saudara sadari saudara akan terus berusaha menjadi seperti Allah.
  • Infus menyembuhkan, tetapi kalau tidak terhubung ke tubuhmu, maka kamu tidak akan bisa sembuh.

Kalau saudara tidak ada hubungan dengan Tuhan, maka saudara tidak bisa di-sembuhkan.

  • Melalui hukum Taurat kita tahu mana yang benar dan mana yang salah.
  • Tapi banyak orang berusaha untuk tidak berdosa dengan kekuatan dirinya sendiri bukan bersandar pada Tuhan.

Roma 7 : 11-13

7:11 Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.

Didalam perintah, dosa disingkapkan. Melalui perintah, kita tahu kesalahan kita.

7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

Taurat menggambarkan tentang Allah.

7:13 Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.

Aku menyadari hal itu salah, oleh sebab itu Tuhan menaklukkan aku.

Roma 7 : 19-20

7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

Paulus berkata “Ada nature kejahatan di dalam aku, aku melakukan apa yang tidak aku kehendaki”.

7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.

Ada dosa diam didalamku yang mendorong aku untuk melakukan apa yang salah.

Roma 7 : 24

7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

Aku manusia celaka, aku dalam bahaya, siapa yang bisa melepaskan aku dari tubuh maut?

7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Syukur kepada Allah karena Dia membebaskan aku dari semua kejahatan-kejahatanku.

7:26 Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Aku manusia celaka, aku orang berdosa, aku banyak kesalahan.

Paulus berkata “Aku di taklukkan oleh hukum itu dan aku berlari kepada kehidupan itu”.

  • Jika kita bersandar pada Yesus maka kita kembali pada kehidupan itu.
  • Pada saat orang Israel keluar dari Mesir, masuk ke laut Teberau yang menandakan baptisan.

Begitu keluar dari laut yang dihadapi adalah orang Amalek.

  • Orang Amalek merupakan keturunan Esau yang melambangkan manusia lama (kedagingan).
  • Sedangkan Yakub melambangkan manusia roh.
  • Oleh sebab itu Esau lahir lebih dahulu, barulah Yakub.
  • Firman Tuhan berkata, “Yang tua akan menjadi hamba yang muda”

Kita hidup didalam tubuh dosa dan siapakah yang menjadi hamba?

  • Apakah saudara masih diperhambakan oleh dosa atau apakah saudara menaklukkan dosa?
  • Hanya berperang melawan orang Amalek, orang Israel berperang dengan mengangkat tangan.
  • Artinya saat melawan dosa dan kedagingan saudara harus bersandar kepada Allah.

Kalau saudara tidak bersandar kepada Allah saudara akan kalah, tapi bila saudara terus bersandar maka saudara tidak akan memiliki keinginan akan dosa.

  • Misalnya si A menyakiti si B.
  • Si A ditaklukkan Tuhan, akhirnya dia sadar kalau dia sudah menyakiti si B.

Si A masih memakai kekuatannya untuk mengampuni, dia berdoa dan dia berkata “harus mengampuni si B”. Si A terus berdoa berulang-ulang mau mengampuni si B.

  • Begitu bertemu dengan si B, ternyata si A belum bisa mengampuni.

Kita tidak mampu mengampuni, oleh sebab itu datanglah kepada Tuhan, “Tuhan tolong saya untuk mengampuni dia. Saya tahu harus mengampuni dia, saya mau mengampuni dia, tapi saya tidak mampu, tolong saya Tuhan”

  • Tuhan tidak pernah bertanya “apakah kamu bisa atau tidak”, tetapi Tuhan bertanya “apakah kamu mau atau tidak?”
  • Jika kamu mau mengampuni maka Tuhan akan infus kehidupan-Nya ke dalam hidupmu, agar kamu bisa mengasihi tanpa syarat.

Kita bisa melakukan firman Tuhan karena Tuhan infus hidup-Nya ke dalam kita.

  • Saudara bisa saja rajin beribadah, tapi jika engkau tidak memiliki hubungan dengan Tuhan maka hidupmu tidak akan terkoneksi dengan Tuhan.
  • Hubungan dengan Tuhan bukan hubungan korporat, tapi hubungan pribadi lepas pribadi.

Di gereja kita dilatih untuk ibadah korporat, begitu kita berdoa di rumah, kita dilatih untuk beribadah secara pribadi dengan Tuhan.

  • Oleh sebab itu lebih enak menyembah secara pribadi bukan korporat.
  • Jika engkau sudah bisa menyembah secara pribadi maka engkau sudah terkoneksi dengan Tuhan.

Banyak yang jenuh saat menyembah Tuhan secara pribadi karena kita berhadapan dengan Tuhan yang tidak kita lihat dan harus kita percaya.

  • Terkadang iblis membuat kita jenuh menyembah Tuhan secara pribadi.
  • Saudara bisa menonton televisi berjam-jam, tapi untuk menyembah Tuhan berjam-jam saudara tidak bisa.

Iman itu seperti meraba, tapi begitu sudah tersambung tidak mau lepas.

  • Ibadah raya adalah latihan untuk masuk dalam ibadah pribadi.
  • Melalui ibadah raya, saudara belajar firman dan saudara diajar untuk menyembah.
  • Begitu saudara sampai rumah, saudara bisa mempraktekkan apa yang didapat dalam ibadah raya.
  • Tuhan mau saudara masuk dalam ibadah pribadi.

Waktu Musa ke gunung Sinai, dia naik sendiri ke gunung.

  • Ibadah pribadi hanya pertemuan antara diri kita dengan Allah.
  • Dimanapun saudara berada, saudara bisa duduk diam melipat tangan untuk berdoa kepada Tuhan.

Orang lain tidak bisa merasakan apa yang kita rasakan tapi Tuhan tahu apa yang kita rasakan.

  • Tapi apakah Tuhan sudah benar-benar merasakan kita?
  • Jika saudara mau tidak bercacat cela, bersandarlah kepada Tuhan.

Saat saudara diinfus oleh sifat dan karakter Allah maka saudara akan mengalami pemulihan.

  • Hukum Taurat adalah gambaran tentang Allah.
  • Infusnya adalah kehidupan Allah.

Dalam Alkitab Menggambarkan 3 Manusia

  1. Manusia Pertama, adalah Adam.

Adam yang melambangkan keturunan yang jatuh dalam dosa, karena telah makan pohon pengetahuan yang melambangkan pohon iblis atau sumber kematian.

  • Allah menghendaki manusia kontak dengan Allah, tetapi manusia justru pilih berkontak dengan iblis.
  • Setelah Manusia Pertama gagal, Allah tetap memberi kehendak kekal-Nya.
  • Apa yang sudah menjadi kehendak Allah, harus terjadi di dalam diri manusia.

Saudara sudah ditetapkan dan dipilih oleh Tuhan, oleh sebab itu kehendak Tuhan harus terjadi, agar kehendak Tuhan terjadi di dalam kita, kita harus menundukkan hidup kita.

  • Saat kita ditundukkan Tuhan, sakitnya luar biasa. Kita tidak bisa melawan.
  • Semakin kita melawan, akan semakin sakit dan semakin bermasalah.
  • Tuhan mau menundukkan kita agar Tuhan bisa membentuk kita.

Hukum Taurat adalah jembatan menuju Yesus

2. Manusia Kedua, adalah Yesus

Dari Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah otobiografinya Yesus.

3. Manusia Ketiga, adalah Gereja (Manusia Baru)

Manusia pertama jatuh dalam pohon pengetahuan. Setelah manusia jatuh, ada hukum Taurat.

Galatia 3 : 24

3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.

Hukum Taurat adalah tuntunan dari mulai Adam sampai Yesus. Kita dituntun oleh hukum Taurat, sehingga dosa-dosa kita disingkapkan supaya manusia bersandar kepada Allah.

  • Manusia tidak mau bersandar kepada Allah sehingga mereka berpegang pada pengetahuan.
  • Oleh sebab itu muncullah para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.
  • Mereka memakai daya pikirnya untuk menyenangkan hati Allah.

Saudara tidak bisa memakai pengetahuan saudara untuk menyenangkan Allah, bila saudara mau menyenangkan Allah hanya bisa dengan bersandar kepada Allah.

  • Ketika kita bersandar kepada Allah, disitulah kita mendapatkan perkenanan Tuhan.
  • Murid yang selalu bersandar kepada Tuhan adalah Yohanes, dialah orang yang mendengar detak jantung Tuhan, karena dia selalu bersandar di dada Yesus.

Orang yang bersandar pada Allah, pasti memiliki perasaan Allah.

  • Orang yang kejam, tidak punya perasaan karena dia tidak bersandar pada perasaan Allah.
  • Kalau kita bersandar pada peraasaan Allah, kita akan menjadi orang yang benar, adil dan jujur.

Hukum Taurat adalah tuntunan sampai Yesus datang

Kolose 2 : 17

2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Hukum Taurat adalah bayangan dan Kristus adalah wujudnya, tetapi banyak orang percaya tidak mengerti Perjanjian Lama, sehingga mereka menghapus hukum Taurat karena dianggap menghakimi.

  • Orang tidak mengerti perjanjian lama karena tidak bersandar kepada Allah.
  • Ketika saudara bersandar kepada Allah, maka saudara akan mengerti isi hati Allah.
  • Ketika saudara bersandar kepada Allah dan saudara membaca Perjanjian Lama maka saudara akan menemukan hal yang sama dari Perjanjian Baru, yaitu Kasih Tuhan.

Tujuan Tuhan memberikan hukum Taurat adalah supaya kita semua diselamatkan.

  • Tuhan tidak bisa menurunkan standar kekudusan-Nya untuk menggapai engkau.
  • Oleh sebab itu Tuhan menjadi manusia untuk bisa hidup di dalam kita supaya standar kekudusan kita bisa naik dan bisa menghadap Tuhan.

Ibrani 10 : 1

10:1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Hukum Taurat hanyalah bayangan keselamatan karena keselamatan sesungguh-nya ada pada Yesus.

Begitu saudara bersandar pada Yesus maka saudara akan bertemu dengan detak jantung-Nya.

  • Tidak mungkin kita melakukan upacara-upacara untuk menjadi sama dengan Tuhan.
  • Jika Tuhan hidup di dalam saudara, barulah saudara bisa sama seperti Tuhan.
  • Tuhan turun ke dunia sebagai manusia agar standar kita dinaikkan.

Yohanes 1 :1

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Yohanes 1 : 14

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Dia adalah firman yang penuh kasih dan juga benar.

Ibrani 4 : 15

4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Dia merasakan kelemahan saudara, Dia juga dicobai tapi Dia tidak jatuh dosa.

  • Orang yang masih jatuh dosa karena tidak bersandar kepada Allah.
  • Kalau saudara bersandar kepada Tuhan, saudara tidak berdosa.

Yesaya 7 : 14

7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Imanuel artinya Allah beserta kita, yang berarti karakter dan sifat Allah diinfuskan ke dalam kita.

Hidup Tuhan ada di dalam kita, tetapi hubungan kita dengan Tuhan lancar atau tidaknya tergantung dari kita.

  • Kalau kita tidak melakukan hubungan dengan Allah maka infus dari Tuhan akan tersendat.
  • Saat saudara pergi ke gereja, saudara akan mendapat dorongan dari Tuhan.
  • Semakin besar engkau menyerahkan diri pada Allah, semakin besar unsur Allah di dalammu.

Yohanes 3 : 30

3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Semakin kita kecil, Dia akan semakin besar dan kita harus ditundukkan agar Dia bisa ditinggikan.

  • Saat mau tunduk, hilang segala-galanya, termasuk harga diri kita dan disakiti tidak boleh membalas.
  • Ditampar pipi kiri, harus beri pipi kanan.

Orang Yahudi yang menampar pipi menggunakan punggung tangan didenda 100 dinar, tetapi kalau menampar menggunakan telapak tangan di denda 400 dinar.

  • Artinya jika ditampar pipi kiri, beri dirimu dipermalukan lebih lagi supaya engkau bisa ditinggikan.
  • Orang meminta bajumu, berikan juga jubahmu artinya berikan segala-galanya dalam hidupmu.

Jika engkau menyerahkan hidupmu pada Tuhan, maka engkau akan dijemput Tuhan, karena Dia sedang menunggu kita karena betapa rindunya Tuhan memeluk kita.

  • Tuhan membawa mahkota untukmu.
  • Jika engkau tahu Tuhan sudah menunggumu, engkau pasti akan semangat.
  • Jika engkau tahu akan mendapat mahkota, pasti engkau semangat.

Mengapa manusia tidak semangat mencari Tuhan?

  • Karena dia tidak melihat hadiahnya.
  • Manusia selalu mengejar hadiah di dunia tanpa pernah sadar bahwa ada mahkota indah yang sudah menunggunya.

Kekristenan bukan doktrin tapi pengalaman.

  • Jika yang kau pelajari hanya doktrin, bukan pengalaman pribadi dengan Tuhan, engkau akan seperti ahli Taurat dan orang Farisi.
  • Dengan menerima doktrin, saudara juga harus masuk pengalaman bersama dengan Tuhan.
  • Yesus menjadi perantara antara manusia yang telah jatuh dengan Allah.

Di dalam kitab Efesus saudara akan menemukan tiga jalan :

  1. Duduk

Tuhan mendudukkan kita agar kita mendapatkan kekuatan dari Dia. Inilah yang disebut bersandar.

Saat kita masih dalam dosa, Tuhan mendudukkan kita pada posisi yang benar.

Efesus 1 : 20

1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,

Kita didudukkan dengan Dia di sorga.

Awalnya kita tidak layak, kemudian kita didudukkan pada posisi yang layak. Inilah anugerah.

Kitab Efesus 1 sampai dengan Efesus 4 berbicara tentang kasih karunia.

2. Berjalan

Berjalan berarti kita mempraktekkan firman, mengekspresikan Allah.

Pada Efesus 5 kita disuruh Tuhan untuk berjalan, artinya kita harus menampilkan gaya hidup sorgawi.

Efesus 5 : 14

5:14 Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”

Bangunlah dari tidur dan mulailah berjalan. Dalam Efesus 5 berisi tentang larangan.

3. Berdiri

Dalam Efesus 6, Tuhan memerintahkan kita berdiri. Masalahnya bagaimana bisa berdiri jika tidak berjalan?

  • Kita berdiri untuk melawan kuasa gelap.
  • Kristen yang benar harus siap berperang.

Efesus 6 : 13

6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

Tetap berdiri, berarti saudara siap berperang, tapi masalahnya bagaimana kamu mau berperang jika kamu tidur terus?

  • Ada banyak hamba Tuhan yang hanya mengajar tentang kasih karunia, tidak salah pengajaran itu, tapi jemaatnya tidak akan pernah maju.
  • Begitu kita duduk bersandar dengan Tuhan, kita mendapatkan kekuatan, sehingga kita harus menjadi contoh, menjadi terang dan kita dituntut untuk menjadi garam dan terang.
  • Begitu kita menjadi terang dan garam, kita akan berdiri melawan kuasa kegelapan.

Kita tidak akan pernah berdiri jika kita tidak pernah berjalan menjadi terang dan garam, sebaliknya jika saudara merupakan gereja Tuhan maka saudara harus duduk bersandar pada Tuhan.

  • Kemudian saudara harus berjalan mempraktekkan firman dan berdiri melawan kuasa kegelapan.
  • Banyak orang tidak mengerti tulisan Paulus akhirnya menganggap hukum Taurat tidak baik.

Hukum Taurat membawa kita untuk mengenal Kristus dan menjadi ciptaan baru.

  • Saat sudah menjadi ciptaan baru, kita didudukkan bersama Tuhan sehingga kita bisa berjalan mempraktekkan firman dan berdiri melawan kuasa kegelapan.
  • Banyak orang yang hidup suka-suka, tidak bersandar pada Allah lagi dan menganggap hukum Taurat sebagai hukum yang mematikan.
  • Tidak lagi dianggap sebagai suatu teguran yang membawa kita bersandar kepada Tuhan.

Saat kita tidak bersandar kepada Allah, kita masuk dalam aspek kuasa kegelapan, yang mengandalkan kekuatan diri sendiri untuk melakukan hukum Taurat tersebut.

Yesaya 29 : 13

29:13 Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,

Banyak orang mendekat dengan mulut dan bibirnya, tapi hatinya jauh dari Tuhan, sehingga hukum Taurat hanya menjadi huruf yang mematikan.

Yohanes 5 : 39-40

5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,

5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Kita belajar Alkitab jika hati kita jauh dari Tuhan, kita masuk dalam aspek gelap karena kita berusaha melakukan sesuai dengan kemampuan kita tanpa bersandar pada Tuhan.

  • Kekuatan kita saat melakukan hukum hanyalah pada saat ini bersandar kepada Tuhan.
  • Keluaran 20 sampai Keluaran 24 berbicara tentang Hukum.

Keluaran 25 berbicara tentang Kemah Suci.

  • Begitu saudara masuk ke Kemah Suci, artinya saudara masuk ke dalam Yesus.
  • Begitu saudara menyatu dengan Yesus dan bersandar pada Tuhan, maka 613 tuntutan bisa saudara jalankan.

Roma 7 : 12

7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

Allah itu kudus, baik dan benar. Jadi hukum Taurat itu sebenarnya Allah sendiri.

Dia sedang menyatakan pribadi-Nya tapi kita tidak akan bisa menjadi seperti Allah jika Dia tidak hidup seperti Allah.

Untuk hidup seperti Allah adalah dengan membangun hubungan dengan Allah.

Roma 7 : 14

7:14 Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.

Hukum Taurat adalah rohani karena Allah itu Roh.

Supaya kita menjadi rohani, kita yang jasmani harus membangun hubungan dengan Allah.

  • Kita semua adalah rohaniawan karena Allah yang merupakan Roh hidup di dalam kita.
  • Ekspresi hukum Taurat adalah melakukan kebenaran.
  • Paulus menaklukkan diri pada Allah dan bersandar pada Allah karena sadar dirinya cemar.

Roma 7 : 10

7:10 sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.

Seharusnya membawa kepada hidup tapi membawa kepada kematian.

  • Hukum Taurat adalah jalan menuju kehidupan tapi tidak bisa memberi kehidupan.
  • Supaya dapat berhasil melakukan hukum Taurat hanya dengan bersandar kepada Tuhan.

Galatia 3 : 21

3:21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.

Kebenaran bukan dari hukum Taurat tapi dari Yesus.

  • Hukum taurat adalah jalan menuju kebenaran dan kebenarannya itu adalah Yesus.
  • Hukum taurat merupakan janji yang digenapi oleh Yesus.
  • Saat saudara bersandar pada Yesus barulah saudara bisa melakukan hukum Taurat.

Yehezkiel 36 : 26

36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Hanya Yesus yang bisa memberi kita hati yang baru.

36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Roh-Ku akan kuberikan kepadamu, Roh Kudus mengalir dalammu.

  • Engkau akan hidup menurut ketetapan Tuhan, jika engkau bersandar kepada Tuhan.
  • Engkau akan melakukan peraturan Tuhan, jika engkau bersandar pada Tuhan.

Musa naik ke gunung Sinai 40 hari hanya berdua dengan Allah, saat turun gunung mukanya bercahaya.

  • Tuhan mengubah hati Musa di gunung Sinai, dia mengalami transformasi kehidupan.
  • Oleh sebab itu wajahnya bercahaya.

Hukum yang Musa pegang tidak bercahaya tapi Tuhan menampilkan hidup-Nya di wajah muka yang bercahaya.

  • Jika saudara membangun terus hubungan dengan Tuhan maka wajahmu bercahaya, bukan Alkitabmu yang bercahaya.
  • Alkitab hanya sebagai tuntunan bagi kita untuk bertemu Tuhan tapi Tuhan mengekspresikannya melalui wajah kita sehingga wajah kita bersinar.

Saudara harus membangun hubungan dengan Allah, saudara juga harus bangun ketertundukan dengan Allah.

  • Ketika saudara menundukkan diri saudara, maka saudara akan melihat buahnya adalah kerendahan hati.
  • Orang yang tinggi hati, sombong rohani dan angkuh, dia tidak pernah tunduk kepada Allah.

Kita harus tundukkan diri kita sampai kita berubah dan mengexpresikan Allah.

  • Jangan menjadi orang Kristen yang santai dalam Zona Nyaman mu.
  • Tinggalkan Zona Nyaman mu hari ini dan masuklah ke dalam Zona Iman.
  • Meninggalkan Zona Nyaman memang menyakitkan karena korbannya ada-lah daging saudara dan saya.

Amen. Beri kemuliaan bagi Tuhan

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

HUKUM TAURAT – 21 JUNI 2020

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakan-nya, melainkan untuk menggenapinya.(Matius 5:17)

HUKUM TAURAT

POHON KEHIDUPAN

DAN

POHON PENGETAHUAN

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 28 JUNI 2020

===========

SESI – 1

Shalom !

Kita semua pasti mengerti Hukum Taurat tapi hari ini Tuhan mau menterjemahkan lebih dalam lagi. Khotbah hari ini merupakan Sesi-1 tentang Hukum Taurat ini.

Matius 5 : 17-19

5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Banyak orang berpendapat bahwa kedatangan Yesus meniadakan Hukum Taurat.

Hukum Taurat ada 3 macam :

  1. Hukum Dekalog, yang menyatakan siapa Allah.
  2. Hukum Upacara, harus ada upacara untuk memperdamaikan manusia dengan Allah.
  3. Hukum Normatif, yang menyatakan norma-norma.

Hukum Taurat yang ditiadakan adalah Hukum Upacara dan Hukum Norma.

  • Melalui kematian Yesus di kayu salib, untuk datang kepada Tuhan tidak perlu dengan membawa korban persembahan binatang lagi.
  • Sedangkan Hukum yang menyatakan siapa Allah, tidak akan pernah dihapus.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Aku datang, bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi untuk melengkapinya. Karena selama langit dan bumi belum lenyap, hukum Taurat tidak akan pernah di-hapus.

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Di dalam Kerajaan Sorga ada Ruang Maha Suci, Ruang Suci dan Halaman. Dan tempat terendah berada di Halaman (Pelataran).

Orang-orang yang punya pemahaman Hukum Taurat ditiadakan, biasanya mereka yang tidak mengajarkan perintah Tuhan atau hukum Tuhan, tetapi yang diajarkan hanyalah hukum Kasih.

  • Orang yang seperti ini akan mendapatkan tempat yang paling rendah di Kerajaan Sorga (Halaman/Firdaus).
  • Yang melakukan hukum Taurat dan bisa mengajarkan hukum Taurat maka saudara akan mendapatkan tempat yang paling tinggi dalam Kerajaan Sorga yaitu di Ruang Maha Suci atau di tahta Allah.

Kehendak Allah adalah mengekpresikan diri-Nya di dalam diri kita, sehingga kita terpesona dengan diri-Nya.

  • Saat kita menghidupkan dan mengexpresikan Dia di dalam diri kita, kita menjadi serupa dengan Dia.
  • Untuk menggenapi kehendak-Nya, maka Allah pun menciptakan manusia, dimulai dari Adam dan kemudian Hawa, sampai akhirnya kepada saudara dan saya menjadi seperti Dia.

Manusia terdiri dari bagian yang sangat special yang terdiri atas 3 bagian yaitu roh, jiwa dan tubuh.

Manusia diciptakan special seperti Allah dengan roh supaya lewat roh itu manusia bisa mengontak Dia.

Yohanes 4 : 24

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Kalau kita mau menyembah Tuhan, kita harus menyembah dalam roh (dan dalam kebenaran).

  • Allah berbicara dengan kita melalui roh kita, bukan melalui jiwa ataupun tubuh kita.
  • Oleh sebab itu, manusia diciptakan lengkap dengan roh, agar manusia bisa menerima Allah.
  • Manusia diciptakan di taman Eden.

Di dalam taman Eden ada dua pohon, yaitu :

  1. Pohon Kehidupan
  2. Pohon Pengetahuan.

Tuhan berkeinginan manusia makan dari Pohon Kehidupan, bukannya dari Pohon Pengetahuan.

Karena makan dari Pohon Kehidupan, artinya manusia menerima Allah sebagai suplay kehidupannya.

Kejadian 2 : 9

2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Pohon kehidupan melambangkan Allah sendiri, dan Kitab ini menjelaskan proses penciptaan.

Kita perhatikan pasal penutup dari Alkitab kita berikut ini.

Wahyu 22 : 19

22:19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”

Kata “Pohon Kehidupan” ada tertulis dalam kitab Kejadian pada proses penciptaan dan juga ada tertulis dalam kitab Wahyu pada pasal penutup.

  • Pohon Kehidupan melambangkan Allah sendiri.
  • Saudara harus makan dari pohon kehidupan itu, artinya saudara harus menjadikan Allah sebagai suplay kehidupan saudara.
  • Jika saudara menjadikan Allah suplay kehidupan saudara, maka saudara akan hidup dari Allah.

Allah itu kekal sampai kekal, oleh sebab itu kehidupan manusia harus diawali dengan pohon kehidupan dan ditutup dengan pohon kehidupan.

  • Kerinduan Allah, saudara makan dari Pohon Kehidupan itu yang merupakan diri-Nya sendiri.
  • Dalam kitab Kejadian pasal 3, si ular tua yang adalah iblis membujuk manusia makan dari Pohon Pengetahuan baik dan jahat, sebagai ganti dari Pohon Kehidupan.
  • Manusia harusnya makan dari Pohon Kehidupan, tetapi ular tua membujuk manusia untuk makan dari Pohon Pengetahuan.

Jadi, Prinsip Pohon Kehidupan adalah BERSANDAR PADA ALLAH.

Oleh karena itu bila manusia makan dari Pohon Pengetahuan, berarti dia tidak bersandar pada Allah, tetapi bersandar pada dirinya sendiri mengikuti keinginan si ular tua alias iblis.

  • Manusia sampai diusir dari taman Eden karena melanggar titah Allah.
  • Manusia telah makan buah dari pohon pengetahuan yang memiliki prinsip kebebasan.
  • Oleh karena itu manusia memiliki pengetahuan yang hebat.
  • Akhirnya dengan pengetahuan yang hebat itu, manusia menciptakan bangunan yang disebut Babel yang artinya bebas.

Jadi, Prinsip Pohon Pengetahuan adalah KEBEBASAN.

Dalam Wahyu 18-19, Tuhan berbicara tentang Babel, tapi dalam Wahyu 21 Tuhan berbicara tentang Yerusalem Baru, yang artinya kebebasan digantikan dengan Yerusalem Baru.

Pengetahuan prinsipnya adalah kebebasan, contohnya Babel, sedangkan dalam kehidupan dibutuhkan ketergantungan kita pada Allah.

  • Kalau saudara tidak bersandar pada Allah, maka saudara akan hidup suka-suka.
  • Kalau saudara bersandar pada pengetahuan maka saudara akan bebas dan hidup suka-suka, tapi kalau saudara bersandar pada Allah maka saudara akan dikekang oleh Allah untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah.

Banyak orang pintar pengetahuan bahkan mereka sanggup menciptakan nuklir, tapi sayangnya yang diciptakan itu untuk menghancurkan sesamanya.

  • Orang-orang pintar merekayasa genetic sampai terciptalah corona virus.
  • Kepandaian manusia yang tidak bersandar pada Allah, justru akan dipakai oleh kegelapan untuk menghancurkan manusia.

Pintar boleh saja, tapi harus tetap mencari Tuhan agar kepintaranmu tidak dipakai untuk kejahatan.

  • Sepintar apapun saudara jika tidak bersandar pada Tuhan, saudara bodoh.
  • Secerdas apapun saudara jika tidak bersandar pada Tuhan, engkau akan kebablasan dan engkau akan terhilang.

Ketika kita menjalani hidup kita tidak bisa bebas suka-suka tapi di dalam pohon pengetahuan saudara bisa bebas.

  • Oleh sebab itu iblis berkata “Jika engkau makan pohon itu, engkau akan seperti Tuhan”.
  • Ketika engkau makan buah dari pohon pengetahuan, maka tuhanmu adalah dirimu sendiri.
  • Ketika engkau makan dari pohon kehidupan, Tuhanmu adalah Tuhan Yesus.

Jika manusia tidak jatuh dalam dosa, manusia pasti tidak bebas dalam hidup, tapi bisa bersentuhan dengan Allah. Inilah yang sangat indah.

  • Bagi dunia, hal ini merupakan kebodohan tapi bagi orang yang bersandar pada Tuhan, hal ini kenikmatan yang luar biasa.
  • Tuhan rindu agar saudara terus bersandar pada Tuhan tanpa sekat, tanpa batas dan bisa langsung berhubungan dengan Allah terus menerus.
  • Saat saudara mempelajari firman Tuhan, tanpa saudara sadari, saudara sedang men-suplai Allah dalam hidup saudara dan saudara sedang makan dari pohon hidup itu.
  • Saat saudara maunya hidup bebas, bebas berbuat dosa, saudara sedang makan dari pohon pengetahuan dan saudara termakan tipu daya iblis.

Dampak lain dari memakan buah dari pohon pengetahuan, adalah manusia berusaha mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Allah.

  • Contoh dari makan buah pohon pengetahuan adalah manusia saling menyakiti dan saling menghakimi satu dengan yang lain.
  • Manusia yang makan buah pohon pengetahuan tidak menyukakan Allah, karena mereka hidup merasa seperti Allah.
  • Saat manusia sadar mereka berusaha mencari perkenanan Allah supaya bisa tetap menyukakan Allah.

Allah tidak pernah melepas manusia, Dia mengasihi ciptaan-Nya dengan memberi hukum yang disebut “Nomos” (hukum Taurat).

  • Melalui hukum Taurat, seakan-akan Tuhan sedang berkata kepada mereka yang sedang mencari perkenanan Tuhan, “Engkau tidak bisa mendapatkan perkenanan Tuhan karena betapa jauhnya engkau daripada-Ku”
  • Ada sepuluh hukum Taurat, lima hukum hubungan kita dengan Tuhan dan lima hukum hubungan kita dengan manusia.
  • Melalui hukum Taurat, salib pertama kali diperkenalkan oleh Allah.
  • Tuhan mau menunjukkan fungsi dari hukum Taurat.

Tiga fungsi hukum Taurat :

  1. Mendefinisikan atau Menggambarkan Tuhan

Imamat 19 : 2

19:2 “Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.

Engkau harus kudus, karena Aku, TUHAN, Allahmu kudus.

  • Bisakah saudara kudus?
  • Saudara tidak akan pernah bisa menjadi kudus jika saudara tidak pernah dikuduskan.

Matius 5 : 48

5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Kamu tidak akan pernah bisa sempurna, jika kamu tidak disempurnakan.

Ingatlah! Prinsip dari pohon kehidupan yaitu bersandar kepada Allah.

  • Mengapa harus bersandar? Karena engkau tidak kudus dan tidak sempurna.
  • Berhubung engkau sudah makan pohon pengetahuan, maka engkau menjadi tidak kudus dan tidak sempurna.
  • Oleh sebab itu engkau harus terus bersandar pada Tuhan supaya engkau kudus dan engkau sempurna, sampai engkau bisa menghampiri Allah.

2. Menyingkapkan Kesalahan Kita

Kalau saudara merasa diri saudara kudus, apakah saudara membutuhkan Tuhan?

Roma 7 : 7-8

7:7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!”

Dosa disingkapkan oleh hukum Taurat sehingga engkau menjadi mengerti bahwa dirimu orang berdosa. Kalau tidak ada hukum saudara tidak akan tahu bahwa dirimu bersalah.

7:8 Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.

Tanpa hukum taurat saudara tidak akan tahu hal yang salah.

Roma 7 : 11

7:11 Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.

Hukum Taurat jalan menuju hidup, tapi tidak memberi kehidupan.

Saat manusia makan dari pohon pengetahuan, Tuhan menyingkapkan kesalahan Adam dan Hawa.

  • Begitu Tuhan menyingkapkan kesalahan, seharusnya Adam dan Hawa kembali bersandar pada Tuhan.
  • Tapi Adam dan Hawa saling menyalahkan, Adam menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan iblis.

3. Ditaklukkan oleh Hukum Taurat

Contoh seprang pemuda yang kaya dalam Matius pasal 19.

  • Dia mempunyai hubungan dengan Allah, dia melakukan hukum.
  • Dia sudah mempunyai hubungan dengan Allah, tetapi dia tidak mau takluk kepada Allah.

Allah mau menaklukkan kita semua, oleh sebab itu kita harus benar-benar takluk kepada Allah.

  • Pemuda yang kaya ini tidak mau takluk kepada Allah, tapi takluk kepada hartanya.
  • Saat Tuhan berkata, “Jual hartamu, ikut Aku”. Dia tidak mau menjualnya.
  • Artinya dia mengontak Allah, tetapi tidak mau takluk kepada Allah.

Saudara belajar firman, tetapi mengapa dosa masih jalan terus? Ini menandakan saudara belum takluk kepada Allah.

  • Kita selalu datang berdoa pada Tuhan, tapi seringkali kita tidak mau tunduk pada perintah Tuhan.
  • Saudara sadar berjinah itu salah, tapi dia lakukan terus berulang-ulang, hal itu menandakan dia tidak mau takluk pada Tuhan.
  • Orang yang mau takluk pada Tuhan akan menyadari kesalahannya, tidak mengulanginya lagi dan terus bersandar pada Allah sehingga bisa melepas-kan diri dari dosa.

Allah hendak menaklukkan saudara dan saya, oleh sebab itu kita harus takluk kepada Allah.

Filipi 2 : 12-13

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Banyak orang hanya mau taat ketika ada orang yang ditakuti, kalau tidak ada orang yang ditakuti, banyak yang tidak mau taat.

  • Sifat karakter asli seseorang tampak pada saat tidak ada orang, ketika kita dilukai dan pada saat doa kita tidak dijawab-jawab oleh Tuhan.
  • Jika engkau takluk kepada Allah, apapun yang terjadi engkau akan tetap bersandar pada-Nya.

2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Banyak orang berprinsip, berhubung dirinya sedang berdosa, biarlah Allah yang mengerjakan pekerjaan yang seharusnya orang itu lakukan.

  • Kata “Allah yang mengerjakan”, sebenarnya bukan Allah yang mengerjakan tapi Allah yang memberi kekuatan (energo).
  • Allah memberi kemampuan dan kekuatan kalau engkau bersandar pada Allah.
  • Jika saudara tidak bersandar pada Dia, maka Dia tidak akan memberimu kekuatan dan kemampuan.
  • Jika saudara menyadari kesalahan saudara dan minta dilepaskan, maka engkau akan terlepas.

Saat saudara terus mengontak Allah, inilah yang disebut dengan bersandar (prinsip pohon kehidupan).

  • Setelah kita takluk dan menyadari bahwa diri kita tidak mampu maka Dia akan berkata, “Bukalah dirimu biarkan Aku masuk agar engkau bisa memenuhi tuntutan itu”
  • Biarkan Tuhan memberi engkau kemampuan untuk berkata tidak pada dosa.

Banyak orang takluk kepada Tuhan, tapi tidak pernah membuka diri bagi Tuhan, akhirnya mereka terus-menerus berbuat dosa.

  • Ada 613 tuntutan dari hukum Taurat dan tidak bisa diterjemahkan oleh kehidupan kita.
  • Kitab Ibrani berkata satu hukum dari Taurat dilanggar, semuanya terlanggar.

Ketika saudara menjadi satu dengan Tuhan, saudara baru bisa menggenapi hukum Taurat.

  • Tuhan datang ke dunia ini bukan untuk meniadakan hukum Taurat tapi untuk menggenapinya.
  • Saudara akan menggenapi hukum Taurat melalui keberadaan Dia di dalam saudara.

Kita harus takluk kepada Tuhan, ketika kita takluk kepada Tuhan, biarkan Dia yang mengubah hidupmu.

  • Meskipun engkau sebal dengan seseorang, dia bagaikan duri dalam daging, tetapi jika engkau sudah takluk kepada Allah, engkau akan minta Tuhan memampukanmu untuk mengasihi dia.
  • Saat engkau terus menundukkan diri kepada Allah maka engkau bisa mengasihi tanpa syarat.
  • Ketika engkau takluk pada Allah maka engkau akan lebih mengenal Allah dan bisa bersyukur dalam berbagai situasi.

Apapun yang kita hadapi bila kita telah mengenal Allah maka kita bisa bersyukur.

Dalam memenuhi hukum Taurat terdapat 2 aspek :

  1. Aspek Gelap

Dengan kekuatan diri sendiri, saya bisa berkata tidak pada dosa. Ketika saudara berkata bisa, hukum Taurat tidak ada kuasanya atas saudara. Sedangkan para ahli Taurat tidak mempunyai kuasa, karena mereka hanya mengerti tulisan.

Saulus bisa melakukan 613 tuntutan dalam hukum Taurat tanpa cela, tapi hal itu merupakan kebodohan karena prinsipnya bukan bersandar.

  • Dia hanya sekedar tahu dan melakukan akhirnya tanpa kuasa.
  • Saulus tahu firman Tuhan, tapi dia membunuh pengikut Yesus.
  • Jika saudara memakai kekuatan sendiri, saudara melakukan hukum tanpa kuasa.

2. Aspek Terang

Ketika kita berkata “Tuhan, saya tidak mampu, tapi saya mau melakukannya”. Saya sudah melayani di Ichtus Ministry selama 20 tahun. Setelah keluar dari Hayam Wuruk, kami mengalami proses dalam sewa ruko.

Dan selama 13 tahun ini Tuhan tidak pernah meninggalkan.

  • Tuhan tidak pernah meninggalkan, tapi saat menghadapinya ada ketakutan juga.
  • Walaupun setiap kali mengalami kuasa Allah, tetapi begitu pada situasi tersebut saya tetap merasa tidak mampu.

Jangan bangga kalau engkau lolos dari satu godaan dosa, karena iblis tidak pernah berhenti untuk menggodamu.

  • Mungkin hari ini engkau berkata “saya sudah bisa mengampuni orang itu”, tapi ingatlah masih ada orang lain yang bisa menyakitimu.
  • Oleh sebab itu prinsipnya hanyalah bersandar pada Tuhan.

Jadi setiap hari saudara harus makan pohon kehidupan dan mengontak Allah.

  • Jika saudara tidak mengontak Allah dan hanya memakai kekuatan diri sendiri, engkau akan lelah dengan hidupmu karena engkau tidak pernah bersandar kepada Allah.
  • Oleh sebab itu Allah berkata, “siapa yang letih lesu dan berbeban berat marilah datang kepadaKu, maka Aku akan memberimu kelegaan”.

Engkau akan lelah apabila engkau memakai kekuatan dirimu sendiri.

  • Tuhan berkata, “Ketika engkau bersandar kepada-Ku, Aku akan memberimu kekuatan untuk berkata tidak pada dosa, Aku akan memberimu kekuatan untuk mengasihi tanpa syarat”.
  • Jangan merasa menang dengan satu dosa, karena iblis tidak pernah berhenti mengganggu kita supaya jatuh.

Iblis tidak pernah berhenti mengganggu kita, oleh karena itu kita terus bersandar kepada Tuhan.

  • Begitu kita bersandar kepada Tuhan, tanpa kita sadari kita sudah terlepas dari dosa-dosa kita.
  • Misalnya ada orang yang suka berjudi tapi dia suka bersandar kepada Tuhan.
  • Tanpa disadari beberapa tahun kemudian dia tidak ada keinginan lagi untuk berjudi.
  • Jika hidupmu terus-menerus bersandar kepada Tuhan, itulah prinsip pohon hidup, sedangkan prinsip pohon pengetahuan adalah judi.
  • Engkau akan melihat kemulian Tuhan dinyatakan dalam hidupmu jikalau engkau terus bersandar kepada Tuhan.

Saat doa tadi, saya diberi penglihatan “ada mempelai di tepi jurang”, artinya walau kamu sudah memakai baju mempelai, kamu masih bisa jatuh masuk jurang.

  • Jika engkau tidak bersandar pada Tuhan, maka jurang telah menantimu.
  • Jika engkau berkata, “mampukan aku Tuhan, aku tidak mampu” berarti aspek terang masuk ke dalam saudara dan terang akan menerangi saudara.

Hukum Taurat adalah gambaran dari Allah sendiri.

  • Jika saudara membangun hubungan terus, sama halnya saudara mengisi hidupmu dengan infus Allah, maka sakitmu akan disembuhkan Tuhan sedikit demi sedikit.
  • Penyakit-penyakit rohani di dalammu akan hilang sedikit demi sedikit.
  • Karenanya kita harus membangun hubungan dan pergaulan dengan Tuhan.

Musa mendapatkan hukum Taurat di gunung Sinai, infusnya adalah kehadiran Allah dalam diri Musa.

  • Musa disempurnakan, begitu dia disempurnakan firman Tuhan menyatu di dalam dia.
  • Begitu dia menyatu dengan Allah, saat turun gunung wajah Musa bersinar.
  • Musa menyatu dengan hukum Taurat dan bersandar kepada Allah sehingga wajahnya bercahaya.

Mengapa yang bersinar wajah Musa bukan loh batu yang bertuliskan tangan Allah?

  • Alkitab tidak bersinar tapi saat firman Tuhan ada di dalam kita, kita menyatu dengan Allah maka kita akan bersinar.
  • Saat saudara membangun hubungan terus dengan Tuhan, firman Tuhan menyatu dalam saudara maka wajah saudara akan bercahaya.

Alkitab hanya akan menjadi tulisan yang tidak berkuasa, jika saudara tidak menyerahkan diri pada Tuhan.

  • Begitu saudara menyerahkan diri pada Tuhan, huruf-huruf dalam firman Tuhan akan menjadi hidup, sehingga banyak symbol tersembunyi saat kita bersekutu dengan Allah terungkap.
  • Jika saudara tidak bersekutu dengan Allah, rahasia firman Tuhan tidak akan terungkap.
  • Takluklah kepada firman-Nya dan bersandarlah kepada-Nya, maka engkau akan bersinar.
  • Teruslah bersandar kepada Tuhan maka engkau akan diberi energo-Nya atau kekuatan-Nya Tuhan.

Wajah Musa bercahaya mencerminkan adanya Allah di dalam Musa.

  • Hukum Taurat tidak pernah bercahaya, tapi wajah Musa yang bercahaya.
  • Tuhan mau kita semua mengekspresikan hukum Taurat melalui hubungan dan pergaulan dengan Tuhan.

Keluaran 34 : 29

34:29 Ketika Musa turun dari gunung Sinai — kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu — tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.

Yang membuat wajahmu bercahaya adalah berbicara dengan Tuhan.

Kalau engkau tidak pernah berbicara pada Tuhan maka tidak ada keinginan untuk bergaul dengan Tuhan.

  • Hadirkan Tuhan dalam hidupmu maka engkau akan memandang seperti Tuhan memandang dan engkau akan mengasihi seperti Tuhan mengasihi.
  • Jika hubungan kita dengan Allah benar, maka hidup kita terus dialiri oleh kehidupan Allah sehingga hidup kita semakin hari semakin bercahaya.
  • Tuhan tidak bisa mengalirkan hidup-Nya ke dalam saudara jika hubunganmu dengan Tuhan tidak tepat.

Orang yang berkata “firman sebagai suatu penghakiman” berarti hubungannya dengan Tuhan tidak tepat.

  • Kalau hubungan saudara pas dengan Tuhan, firman setajam apapun engkau akan telan saja.
  • Jika hubungan kita pas dengan Allah, maka kita tidak pernah curiga dengan Allah.
  • Jika hubungan kita dengan Allah pas, maka kita akan terus dialiri oleh kehidupan Allah sehingga muka kita bercahaya.

2 Korintus 3 : 3

3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Kita ditulis dengan Roh oleh Allah yang hidup.

  • Allah kita hidup, Dia korek hati kita dengan firman-Nya sampai kita benar-benar bisa takluk pada firman-Nya dan bersandar pada Dia dan wajah kita bercahaya.
  • Orang yang hatinya keras sama saja dengan “loh batu” yang tidak bisa ditembus oleh firman.

Alkitab berbicara tentang 3 manusia.

  1. Adam yang melambangkan masa lalu

Mulai dari Adam sampai Perjanjian Lama semua berbicara tentang manusia lama.

2. Yesus (manusia Allah)

Saat kita masuk dalam Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, semua kitab Injil itu berbicara tentang otobiographi Yesus.

3. Gereja

Gereja melambangkan manusia baru, mulai dari Kisah Para Rasul sampai Wahyu.

Jadi, bila saudara bergelut terus sampai saudara menang melawan dosa dan akhirnya saudara menjadi manusia baru, berarti saudara yang sebelumnya adalah Keturunan Adam telah diubah terus menjadi Keturunan Kristus.

Amen.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

IBADAH RAYA, MINGGU 26 JULI 2020 – Khotbah, Praise n Worship, Sekolah minggu (VIDEO ONLINE)

JUDUL KHOTBAH REAKSI

PRAISE N WORSHIP

IBADAH SEKOLAH MINGGU

Renungan Mingguan 26 Juli 2020 MENJADI HAMBA DAN MENJANGKAU JIWA

BULETIN NO. 277 TAHUN KE-5

MEJADI HAMBA DAN MENJANGKAU JIWA

Allah mencipta manusia demi dijadikan rekan sekerjaNya (Kejadian 2:15). Namun sayang manusia lebih memilih godaan iblis dan membuatnya berdosa dibanding rancangan Allah yang besar. Dosa membuat manusia terpisah dari Allah, karena Allah kudus dan manusia telah tercemar racun ular (iblis) yang menjadikannya tidak kudus. Hal ini membuat manusia tidak bisa lagi menjadi rekan sekerja lagi. Namun Allah tidak akan melepaskan manusia ketangan iblis. Allah kembali pada rancangan besarNya yaitu menyelamatkan manusia yang sudah jatuh untuk kembali pada hadiratNya. baik dalam perjanjian maupun perjanjian baru Dia menggambarkan diriNya dengan wujud kasih.

Kasih adalah sifat dan karakter Allah, dan lewat kasih inilah Allah menjangkau manusia dan luar biasanya Dia juga memakai manusia yang mau menyerahkan dirinya untuk ditebus dan dijadikan kembali rekan sekerjaNya. Ditaman Ecen Tuhan mengutus manusia untuk mengerjakan taman itu tapi setelah kejatuhan, manusia dipakai untuk menjangkau sebanyak-banyaknya manusia untuk diselamatkan dan dikembalikan pada rancanganNya semula yaitu dipermuliakan (Roma 8:17). Penebusan menjadikan manusia sebagai Hamba Allah yang sebelumnya hamba dosa.

Bukankah suatu hal yang aneh jika kita yang sudah ditebus dan mengaku sebagai hamba tapi tidak punya beban terhadap pekerjaan Allah yaitu menjangkau yang terhilang dengan cara menjadi pemberita Injil. Mungkin banyak dari kita berkata, aku tidak bisa berkata-kata dan bersaksi tentang Tuhan. Tapi sadarkah saudara, jika kita sungguh terbeban pada jiwa yang terhilang, kitapun akan berhati-hati dengan gaya hidup dan juga perkataan kita yang akan memancarkan terang atau menampilkan kegelapan.

Dewasa ini banyak orang berkata hamba tapi enggan menjadi pelayan, enggan merendahkan diri dan enggan menjadi saksi kehidupan Kristus didalam dirinya. Rasul Paulus sungguh-sungguh menyadari siapa dirinya dihadapan Allah. Dia berkata berkali-kali dalam suratnya kalau dia hanya hamba dan keterbebanannya tertampak dari perkataannya “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan injil” (1 Korintus 9:16).

Amat disayangkan jika orang Kristen hari ini tidak menyadari dirinya sebagai hamba dan tidak punya keterbebanan bagi jiwa yang terhilang, mereka hidup bagi dirinya sendiri tanpa memperdulikan perasan Allah. Mereka sibuk mencari perkenanan Allah tanpa mau memperdulikan perasaan Allah yaitu menjadi hamba dan melayani Tuhan dan sesama.

PRINSIP DASAR PELAYANAN – 14 JUNI 2020

Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; (Yohanes 13:12,14)

PRINSIP DASAR

P E L A Y A N A N

KHOTBAH :  PS. FERDI GODJALI

GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, MINGGU 14 JUNI 2020

=============

Shalom !

Hari ini kita akan membahas tentang “Prinsip Dasar Pelayanan”, ini sangat penting karena kita semua dipanggil untuk melayani Tuhan.

Semua yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, telah dibeli dan ditebus dengan darah-Nya yang mahal sehingga kita semua menjadi milik Dia. Dan kita telah berpindah dari hamba dosa, menjadi hamba kebenaran.

Roma 6 : 16-18

6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

Apakah saudara sudah menyerahkan dirimu pada Tuhan? Kalau saudara sudah menyerahkan diri, berarti saudara seorang hamba Tuhan.

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Kita harus berjalan dalam kebenaran, mentaatinya dan hidup dalam kebenaran, karena kita semua yang sudah dibeli oleh darah Yesus. Tetapi nyatanya masih banyak dari antara kita yang suka mencicipi dosa.

Hamba dalam bahasa aslinya “Diakonos” yang artinya budak, hamba atau pelayan.

Banyak orang Kristen menganggap dirinya sebagai tuan, walaupun dia seorang hamba yang telah ditebus, tapi dia merasa berhak untuk dilayani.

  • Jalan hidup orang percaya adalah melayani, bila tidak melayani berarti belum mengenal injil dengan benar.
  • Saudara tidak bisa menjadi anak yang berkenan kepada Tuhan jika tidak belajar menjadi hamba.
  • Apa arti perkenanan jika saudara tidak melayani?
  • Yesus sebagai Anak Allah merendahkan diri untuk menjadi hamba.

Siapapun yang mengaku “anak” tanpa mau menjadi hamba, berarti dia belum mengenal Injil.

  • Seorang hamba tidak berhak berargument.
  • Jika Tuhan menetapkan sesuatu, kita jalani saja.

Kerinduan Tuhan adalah berjumpa dengan kita di kekekalan.

  • Saudara tidak akan bisa berjumpa dengan Tuhan tanpa mau menjadi hamba, tanpa mau melayani satu dengan yang lain.
  • Banyak orang Kristen lebih memusingkan hidupnya daripada kerohaniannya.

Perumpamaan Tentang Seorang Raja Beristri Empat Orang.

  • Raja sangat sayang kepada istri yang ke-4, sehingga istri yang ke-4 selalu mendapatkan makanan yang enak-enak.
  • Raja juga sayang kepada istri yang ke-3, dia membanggakan istri ke-3 kepada raja-raja yang lain.
  • Dia juga sayang pada istri ke-2, karena istri ke-2 selalu mau mendengarkan curahan hatinya.
  • Sedangkan istri pertama, diabaikan begitu saja oleh raja, namun demikian meskipun istri pertama ini diabaikan dia tetap setia bahkan sangat setia.

Kemudian raja tersebut sakit dan tak lama lagi dia akan meninggal :

  • Lalu berkata kepada :istri yang ke empat, “saya sayang kamu, oleh karena itu kamu harus ikut saya, mati bersama saya”
  • Tapi istri yang ke empat itu tidak mau mati bersamanya.
  • Raja juga berkata pada istri yang ketiga agar mau mati bersamanya tapi istri yang ke tiga juga tidak mau.
  • Raja juga berkata pada istri ke dua, karena dia tempat raja mencurahkan hatinya selama ini, agar istrinya  ini mau mati bersamanya tapi istri ke dua juga tidak mau.
  • Akhirnya raja berkata pada istri pertamanya yang kurus kering, karena terabaikan selama bertahun-tahun oleh raja, apakah dia mau mati ber-samanya ; ternyata istri pertama ini bersedia.

Pertanyaannya sekarang, melambangkan apakah ke-4 istri raja ini?

  • Istri ke empat, yang selalu dikasih makan yang enak, melambangkan tubuh kita.
  • Istri ke tiga, yang selalu dibanggakan melambangkan harta kita, harga diri kita dan kepemilikan kita.
  • Istri ke dua, melambangkan sahabat-sahabat kita, teman curhat yang selalu diandalkan.
  • Istri pertama, melambangkan manusia rohani kita yang sering kita abaikan tapi dia tetap setia. Sampai di kekekalan hanya dia yang tetap mengikut kita.

Harta, keluarga, suami atau istripun tidak bisa ikut mati bersama kita.

Banyak orang tidak memperhatikan manusia rohaninya, sampai manusia rohani-nya kurus kering.

  • Karena saudara lebih memperhatikan penampilan luar saudara, dibanding-kan dengan manusia rohani saudara.
  • Banyak orang lebih sering merawat tubuh dibandingkan merawat manusia rohani.
  • Banyak orang mencari uang dari pagi sampai malam, sampai lupa dengan kerohaniannya.
  • Banyak orang mencari teman curhat sampai lupa ada manusia rohani yang setia, yang ingin juga di ajak bicara.
  • Banyak yang lupa dengan kerohanian, tapi lebih peduli dengan kehidupan jasmani.

Akhirnya yang primer menjadi sekunder dan yang sekunder menjadi premier. Inilah gaya hidup dunia saat ini.

Tuhan mau kita memperbesar keberadaan manusia rohani kita supaya kita mengerti apa artinya pelayanan.

  • Setiap orang yang telah ditebus oleh darah Yesus adalah seorang hamba.
  • Apapun jabatanmu, seberapapun hartamu, engkau tetap seorang hamba, tetap jongos.
  • Orang yang yang tidak melayani tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Saudara dipanggil untuk melayani.

  • Bukan hanya pelayanan di mimbar tapi apapun pelayanannya saudara harus melayani.
  • Siap atau tidak siap, baik atau tidak baik waktunya, saudara harus melayani.
  • Engkau harus menjadi berkat bagi orang lain.

PRINSIP DASAR PELAYANAN

Prinsip Ke-1 : “Kasih

Pelayanan harus didasari oleh kasih. Orang yang hidup di dalam kasih adalah orang yang menyatu dengan Allah.

  • Banyak yang merasa sudah menyatu dengan Allah tapi tidak memiliki kasih.
  • Pelayanan tanpa kasih adalah pelayanan yang penuh dengan kepalsuan.

Kepalsuan dalam pelayanan terlihat saat ada tekanan dalam pelayanan.

  • Kita dipanggil untuk mengasihi Allah dan manusia.
  • Barangsiapa mengasihi Tuhan, dia pasti melayani sesama.
  • Jika saudara dan saya pilih kasih dalam melayani, berarti kasihmu kepada Tuhan baru sekedar di mulut saja.

Seberengsek apapun orang tersebut, saudara harus tetap mengasihinya.

  • Sesakit apapun saudara, saudara harus tetap mengasihi yang menyakitimu.
  • Sesakit apapun saudara, saudara lebih menyakiti Yesus ketika saudara tidak mau mengampuni orang.

Yohanes 13 : 5

13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Saya bisa saja membasuh kaki saudara, tetapi apakah saya sungguh-sungguh mengasihi saudara?

  • Praktek mudah tapi apakah muncul dari hati yang tulus?
  • Persembahan yang muncul dari hati seperti yang Maria Magdalena lakukan.
  • Dia membasuh kaki Yesus dengan wangi-wangian. Itulah kasih.

Mudah mengasihi orang yang dekat dengan kita, tapi sulit mengasihi orang yang tidak begitu dekat dengan kita.

Yohanes 13 : 12

13:12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?

Tuhan hanya bertanya, mengertikah apa yang Aku perbuat kepadamu?

  • Inilah reaksi dari kasih.
  • Kasih harus berdampak, jika kasih tidak berdampak, pelayananmu palsu.

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

Kita wajib saling melayani satu sama lain, kita wajib menggandeng teman-teman kita, bukan saling mendorong.

  • Bagaimana saudara bisa membasuh kaki orang, jika saudara tidak mau lebih rendah dari orang lain.
  • Melayani mudah tapi melayani dengan kasih tidak mudah.
  • Melayani tanpa kasih terbukti ketika ada yang menyakiti kita, tetapkah kita mau melayani Dia.

2 Korintus 5 : 15

5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Kita hidup untuk Dia, artinya tujuan hidup kita sama dengan tujuan kedatangan Yesus ke dunia.

  • Tujuan Yesus datang ke dunia adalah menyelamatkan.
  • Begitu pula tujuan kita mengenal Yesus adalah menyelamatkan orang-orang di sekitar kita, termasuk mereka yang melukai hati kita.

Yohanes 15 : 9-15

15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Perintah-Nya adalah supaya kita semua saling mengasihi, “jenis kasih yang Ku-tuntut padamu, adalah kasih yang sama seperti kasih yang Ku-berikan padamu”.

  • Saudara mendapatkan kasih Tuhan jadi saudara harus mengasihi orang lain juga tanpa terkecuali.
  • Kasih yang kita berikan pada sesama harus sama seperti kasih yang Tuhan berikan pada kita.

Pertanyaan saya untuk saudara :

  • Apakah saudara mengasihi sesama?
  • Apakah ada yang saudara benci?
  • Apakah kasih yang saudara berikan pada sesama sama seperti kasih yang Tuhan berikan pada saudara?

Kasih Tuhan adalah kasih tanpa syarat.

  • Saidara harus mengasihi sesama saudara, seberengsek apapun dia.
  • Saudara harus mengasihi sesama saudara, walaupun dia menyakiti saudara.
  • Saudara harus mengasihi sesama saudara, apapun yang telah dia perbuat terhadap kita.

1 Yohanes 3 : 16

3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

Kalimat ini merupakan kalimat perintah bukan pilihan, jadi kita wajib melakukan perintah-Nya.

  • Tanpa kasih akan Allah, pelayanan menjadi sangat membosankan.
  • Dengan kasih saudara akan Allah, pelayanan menjadi sangat menggairahkan walaupun sangat menyakitkan.

Tidak selamanya pelayanan itu mulus, dalam pelayanan pasti ada gesekan karena di dalam pelayanan juga ada orang yang ego.

  • Rasa sakit timbul karena masih adanya ego dalam saudara.
  • Kalau egomu sudah mati, saudara tidak merasa sakit lagi saat disakiti.
  • Kalau egomu belum mati, saudara tetap merasakan sakit.

Jadi yang menyakiti saudara adalah diri saudara sendiri karena masih adanya ego.

Tuhan tidak akan ambil rasa sakitmu sebelum engkau menyerahkannya kepada Tuhan.

  • Katakan pada Tuhan, “Tuhan saya sakit hati, Tuhan, tapi saya mau belajar daripada-Mu”.
  • Begitu sakit itu hilang, barulah terlihat kedewasaan rohani kita dan kitalah yang akan bersinar.

Bagaimana saudara menyatu dan belajar dari Tuhan?

  • Ketika saudara menyerahkan rasa sakit, barulah saudara bisa membasuh kaki sesama dan melayani.
  • Tuhan mengajarkan kita membasuh dengan baskom yang merupakan wadah.
  • Seberapa besar kasihmu pada orang lain segitulah besar baskommu.

Saat saudara sudah bisa membasuh kaki, saudara baru bisa menjadi terang dan garam bagi sesama.

Sama seperti Tuhan memandang manusia dengan kasih, begitupun engkau harus memandang sesamamu dengan kasih.

  • Saat engkau disakiti, engkau akan memandang yang menyakitimu sebagai orang yang melukaimu atau sebagai orang yang engkau kasihi?
  • Tuhan tetap mengasihi saudara walaupun saudara berulang kali menyakiti hati-Nya.
  • Oleh sebab itu saudara harus tetap mengasihi sesama saudara, walaupun mereka menyakiti saudara.

Saudara dipanggil untuk melayani, apakah saudara sudah melayani dengan kasih?

  • Apakah saudara bisa mengasihi sesama saudara seperti Tuhan mengasihi mereka?
  • Orang yang terkuat di dunia ini adalah orang yang bisa menerima orang lain apa adanya.

Banyak orang yang merasa dirinya kuat tapi begitu disakiti, keluar air matanya.

  • Apakah saudara memiliki kelemahan? Jika saudara digesek sedikit keluar air mata saudara masih lemah.
  • Kalau saudara pelayan Tuhan yang tangguh, apapun yang terjadi tidak usah pusing, yang penting saudara terus melayani Tuhan.

Saudara dan saya harus tetap mengasihi walaupun mereka melukai kita.

Seperti Tuhan memandang diri saudara, begitupun saudara harus memandang orang yang menyakitimu.

  • Orang yang paling kuat adalah orang yang bisa menerima orang lain apa adanya.
  • Orang yang bisa mengasihi tanpa syarat, dialah orang yang paling kuat dan dia benar-benar pelayan Tuhan.
  • Pelayanan adalah mengasihi tanpa tuntutan dan tanpa syarat.

1 Korintus 13 : 4-7

13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Pelayanan membutuhkan kesabaran, karenanya saudara harus sabar dan sabar dalam segala hal.

  • Apakah saudara murah hati?
  • Apakah saudara masih pilih kasih?
  • Apakah saudara masih pelit?
  • Apakah saudara masih cemburu?
  • Apakah saudara masih suka iri hati?
  • Apakah saudara masih suka memegahkan diri?
  • Apakah saudara masih sombong?
  • Apakah egomu masih kuat?

Imamat yang rajani dipanggil untuk melayani.

13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Apakah engkau masih tidak sopan? Apakah engkau masih mencari keuntungan diri sendiri?

Kalau saudara mengerti pelayanan, saudara tidak akan rugi dalam melayani.

  • Apakah saudara masih suka marah?
  • Apakah saudara masih menyimpan kesalahan orang lain?

13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

Apakah engkau tetap bersukacita karena ketidakadilan?

13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Menutupi segala sesuatu bukan berarti bergosip, percaya segala sesuatu, serta mengharapkan semua yang baik dan sabar menanggung semuanya. Itulah prinsip dasar pelayanan.

Prinsip Dasar Ke-2 : “Penyerahan Diri Total

Yang kita lihat pada salib adalah :

  • Kasih Tuhan yang besar.
  • Dia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita.
  • Inilah totalitas dan pelayanan

Pelayanan tanpa totalitas bukanlah merupakan pelayanan, karena tanpa totalitas Yesus tidak akan naik ke kayu salib.

Lukas 12 : 49 – 50

12:49 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!

12:50 Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!

Sulit untuk naik ke atas kayu salib, butuh totalitas untuk naik ke kayu salib.

  • Butuh totalitas untuk melayani Tuhan.
  • Kalau dalam pelayanan saudara masih tersinggung serta masih kecewa, berubahlah.

Silahkan saudara renungkan betapa hebatnya “penyerahan diri Yesus” sehingga membawa kuasa keselamatan.

  • Jika saudara mau terus melayani harus ada kasih dan penyerahan diri total sehingga ada kuasanya.
  • Semakin kita menyerahkan diri secara total, semakin besar berkat yang kita berikan bagi sesama.
  • Tanpa totalitas tidak ada perkenanan.

Apakah artinya pelayanan tanpa perkenanan dari Tuhan?

Ibrani 11 : 6

11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Ibrani 11 : 17-19

11:17 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,

11:18 walaupun kepadanya telah dikatakan: “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.”

11:19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Iman merupakan penyerahan diri total dan tanpa totalitas tidak ada perkenanan dan tanpa perkenanan bukan iman.

  • Apakah arti melayani tanpa iman?
  • Tanpa totalitas tidak mungkin seseorang bisa diatur.
  • Manusia mengerti totalitas tapi mengapa masih sulit diatur?

Bila saudara yang masih sulit di atur, berarti saudara belum menempatkan diri saudara sebagai seorang hamba.

Manusia lebih cenderung suka mengendalikan, bukan dikendalikan. Penyebabnya adalah ego saudara masih kuat dan dominan.

  • Pelayanan harus terlepas dari ego.
  • Jika saudara tidak menyerahkan diri total kepada Tuhan, saudara tidak akan pernah bisa diatur dan tidak akan pernah mendapatkan perkenanan Allah.

Jika saudara melayani, berarti siap diatur karena saudara adalah seorang hamba.

Prinsip Dasar Ke-3 : “Pengenalan Akan Allah

Tanpa pengenalan akan Allah, maka pelayananmu tidak beraturan.

  • Pengenalan akan Allah merupakan pelayanan kehendak-Nya.
  • Pelayanan berdasarkan kehendak-Nya berarti memangkas kehendak kita.

Begitu kita mengenal Allah, kesenangan kita akan dipangkas oleh Tuhan sampai kita tidak memiliki kesenangan apa-apa lagi selain Tuhan.

  • Mengapa demikian?
  • Karena sorga menjadi tujuan utama kita.
  • Banyak orang tidak tertarik mengenal Allah karena yang dipangkas adalah kehendak pribadinya yang duniawi.

Buah dari pengenalan akan Tuhan yang akan melahirkan visi saudara.

  • Pengenalan akan Allah akan membuat saudara menerima visi dari Tuhan.
  • Begitu saudara menerima visi dari Tuhan, bisa saja visi Tuhan itu masuk ke dalam lembah yang kelam.
  • Bagaimana mungkin dituntun Tuhan jika kita tidak pernah mau mengasihi dan menyerahkan diri total?
  • Bagaimana mungkin mendapatkan visi jika tidak mengenal Tuhan?

Yohanes 4 : 35

4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Pandanglah orang di kanan kiri saudara, bukankah seperti ladang yang sedang menguning?

  • Kalau saudara melihat mereka seperti ladang yang siap dituai maka saudara akan baik kepada semua orang.
  • Kalau saudara melihat dengan ego saudara maka saudara akan terluka tapi kalau saudara melihat dari kacamata Tuhan bahwa ladang yang siap dituai maka saudara akan siap merangkulnya walaupun dia menggigit saudara.

Pandanglah sesamamu bukan sebagai orang yang menyakiti saudara tapi pandanglah sesamamu seperti Tuhan memandang mereka yaitu dengan kasihNya karena dia membutuhkan jamahan Tuhan.

  • Saya harus menjangkau dia walaupun perasaan saya itu korbannya.
  • Engkau harus baik pada dia yang menyakitimu karena itu ladang.

Mengenal Pikiran dan Perasaan Allah

  • Ketika saudara mengenal Tuhan, saudara akan mendapatkan visi Tuhan dan merasakan pikiran dan perasaan-Nya.
  • Pikiran dan perasaan Tuhan yaitu kepedulian terhadap sesama.

Pelayanan adalah tangan yang terulur untuk menolong, walaupun saat menolong tangan saudara digigit.

  • Terkadang niat baik kita terhadap orang direspon negativ oleh orang tersebut.
  • Semua kembali pada diri kita bagaimana cara kita memandang orang tersebut.

Kalau kita memandang dia sebagai ladang yang telah menguning yang siap dituai, maka kita akan terus merangkul dia.

Yohanes 1 : 11

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Yesus tetap datang kepada milik kepunyaan-Nya meskipun ditolak karena Tuhan rindu bisa menyelamatkan milik kepunyaan-Nya.

  • Pelayanan tanpa kepedulian adalah pelayanan yang tidak berdampak dan tidak bisa dirasakan.
  • Banyak gereja yangmembagi-bagikan sembako agar dilihat oleh orang lain.
  • Banyak gereja melakukan berbagai sensasi dalam pelayanan.

Pelayanan di atas dasar kasih, tidak perlu diketahui oleh orang lain supaya orang bisa merasakan dampak dari pelayanan itu.

  • Jangan mencari sensasi dalam pelayanan.
  • Apapun yang saudara miliki saudara bisa berbagi tanpa sensasi, tidak perlu orang lain tahu.

Matius 25 : 40

25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Siapapun yang melakukan bagi saudaraKu yang paling hina ini, dia melakukannya untuk Aku.

  • Itulah pelayanan.
  • Uluran tangan tanda kepedulian saudara tidak perlu diketahui orang karena membutuhkan kasih, totalitas, penyerahan diri dan pengenalan.

Menjadikan Kita Taat

Ketika kita mengenal Dia, kita akan taat berjalan dalam visiNya itu.

Ibrani 11 : 7-8

11:7 Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Inilah ketaatan. Visi dari Tuhan bersifat pribadi, karenanya tidak bisa diintervensi.

  • Banyak orang takut beribadah, karena protocol kesehatan dari pemerintah.
  • Tapi kalau hal itu visi dari Tuhan, jalankan saja.
  • Kita semua harus mendapatkan visi dari Tuhan.

Ada orang sakit, dia bertanya datang atau tidak ke ibadah? Saya jawab tanya saja pada Tuhan. Kalau Tuhan suruh datang, sakitmu sembuh.

Inilah visi dari Tuhan, pengenalan akan Allah menimbulkan ketaatan.

Prinsip Dasar Ke-4 : “Kerendahan Hati

1 Korintus 3 : 5

3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Apolos maupun Paulus semuanya pelayan Tuhan, mereka merupakan hamba.

  • Saudara semua juga merupakan hamba, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah.
  • Tidak perlu peduli dengan jabatanmu, kedudukan, prestasi dan semua yang saudara punya karena itu semua pemberian Tuhan.

Pelayanan bukan prestasi kita tapi pemberian Allah karena kita hanyalah hamba.

  • Jadi tidak bisa membanggakan diri kita lebih dari yang lain.
  • Tuhan berkata “Pukul rata semua karena sudah waktunya engkau menjadi seorang hamba”.
  • Tidak perlu macam-macam dalam pelayanan, cukup hiduplah bagi Kristus.

Matius 23 : 11-12

23:11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

Siapa yang merasa dirinya terbesar, harus duduk paling bawah. Siapa yang merasa dirinya terhebat, harus duduk paling bawah

23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Siapapun yang meninggikan dirinya, dia pasti akan direndahkan dan siapapun yang merendahkan dirinya akan ditinggikan.

  • Saat kita berpikir kita orang penting, orang hebat, sangat dibutuhkan maka kita tidak layak untuk melayani Tuhan.
  • Kita ini hamba, yang tidak layak melayani Tuhan tapi bukan berarti kita bisa hidup sembarangan.

Lukas 17 : 7-10

17:7 “Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!

17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

Hamba itu tidak diperintahkan segera makan, namun demikian seorang hamba harus siap sedia setiap saat.

  • Selama engkau masih hidup jangan pernah berhenti melayani Tuhan apapun resikonya.
  • Sekalipun harga dirimu diinjak-injak tetaplah melayani Tuhan.

Ketika saudara sudah bisa mendengar setiap perkataan Tuhan, saudara sudah melayani Tuhan.

  • Setelah tuannya makan minum, hamba baru diijinkan makan dan minum artinya engkau tidak bisa mensejajarkan dirimu dengan Tuhan.
  • Engkau hanya bisa mensejajarkan dirimu dengan sesama hamba, tidak ada yang lebih karena semuanya hamba

17:9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?

Pelayanan jangan menuntut ucapan terima kasih.

  • Ketika kita berjumpa muka dengan muka dengan Tuhan, disitulah ucapan terima yang terbesar dari Tuhan.
  • Disitulah terlihat kemurnian dan ketulusan kita dalam melayani.

17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

Kami hanya hamba, kami tidak bisa melakukan apapun tanpa Tuhan.

Ketika saudara merendahkan diri dihadapan Tuhan, akan muncul kerjasama team.

  • Pelayanan tidak ada “one man show”, pelayanan adalah kerjasama team.
  • Dibutuhkan kerendahan hati untuk masuk ke dalam management kordinasi.

Jika saudara merasa dirimu lebih dari yang lain, saudara tidak bisa masuk dalam kerjasama team.

  • Jika saudara merasa diri saudara hebat, saudara tidak bisa masuk dalam kerjasama team.
  • Saudara harus memiliki perasaan sebagai hamba, barulah bisa bekerjasama satu dengan yang lain.

Prinsip Dasar Ke-5 : “Kerajinan dan Ketekunan

Kalau saudara melayani tidak dimulai dari kerajinan dan ketekunan, saudara tidak akan bisa melayani Tuhan, tapi melayani daging, karena dibutuhkan kerajinan untuk datang beribadah agar tidak terlambat.

Dibutuhkan kemauan extra untuk melayani Tuhan.

  • Dalam pelayanan dibutuhkan totalitas.
  • Tanpa totalitas pelayananmu sia-sia.

Roma 12 : 11

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Beri makan terus manusia rohani saudara agar manusia rohanimu tidak terlihat kurus dan sengsara.

Jangan hanya merawat tubuh jasmanimu saja, tetapi biarlah manusia rohanimu juga terawat.

  • Saudara bisa mempromosikan usahamu tapi bisakan saudara juga mempromosikan Yesus yang hidup di dalam kita sehingga kita hidup sesuai dengan keinginan Allah?
  • Promosikan siapa saja yang ada di dalammu, karena Allah-lah yang akan membawamu pada kekekalan.

Bergeraklah bagi Tuhan, karena kita semua dipanggil untuk melayani.

Amen.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

TEAM EDITORIAL

IBADAH RAYA, MINGGU 19 JULI 2020 (VIDEO)

JUDUL KHOTBAH BILEAM

PRAISE N WORSHIP

IBADAH SEKOLAH MINGGU

Renungan Mingguan 19 Juli 2020 – MENCARI PERKENANAN TUHAN

BULETIN NO. 276 TAHUN KE-5

MENCARI PERKENANAN TUHAN

Selaku orang percaya, apa yang akan saudara lakukan saat masalah datang, atau saat mulai rasa terluka? Apakah saudara datang ke Tuhan untuk memperoleh kekuatan? Ataukah mencari pertolongan dan belas kasihan manusia. Jika saudara mencari belas kasihan manusia, maka saudara mulai mengandalkan kekuatan manusia. Tahukah saudara jika kita mulai mengadalkan kekuatan diri sendiri atau kekuatan manusia (Yeremia 17:5), kita “melecehkan” kuasa Allah dan ini sangat mengusik hati Tuhan.

Demikian halnya saat kita merasa dilukai, bagaimanakah respon kita? Apakah berserah pada Allah? Apakah marah dan berontak? Apakah mulai cari-cari pembelaan dengan cara membela diri sendiri dengan alasan mengklarifikasi. Jika kita merespon dengan marah, kecewa dan bahkan mendendam, maka kita kalah dengan tipu daya kegelapan dan daya tarik harga diri. Demikian juga jika kita mencari pembelaan sana sini, berarti kita mulai andalkan manusia dan anggap remeh pembelaan Tuhan (Lukas 16:15).

Saudaraku kerinduan hati Allah agar kita sepenuhnya percaya Dan mempercayakan diri padaNya. Kita tidak lagi andalkan apapun yang ada dibawah kolong langit ini, baik manusia, harta dan lainnya. Hanya Allahlah yang kita andalkan. Firman Tuhan berkata siapapun mengandalkan Allah tidak akan dikecewakan (Yeremia 17:7-8). Dan siapakah seperti Allah (Mazmur 89:8), tidak ada bukan. Dialah Allah pemenang, jadi siapapun serahkan masalah, hidup dan segala kepada Allah yang adalah pemenang, diapun akan mengalami kemenangan.

Tapi disayangkan dewasa ini banyak orang yang mengaku percaya lebih bersandar pada otaknya, kekuatannya Dan juga sekutu manusia. Oleh sebab itu banyak orang percaya yang hidup dalam berbagai kekalahan, baik kalah terhadap masalah maupun kalah dalam mengatasi harga diri. Manusia lebih suka mencari sekutu yang terlihat dari pada bersekutu dengan Allah yang tidak terlihat tapi dijamin kemenangannya.

12 JULI 2020 MENYENTUH TUHAN (VIDEO KHOTBAH)