EGO – 18 DESEMBER 2018

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka : “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku (Markus 8 : 34)

“E   G   O”

KHOTBAH PS. FERDI G.

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH PA, 18 DESEMBER 2018

===========

Shalom !

Khotbah saya pada sore hari ini kita akan membahas tentang “EGO”. Hal ini penting sekali untuk dibicarakan karena semua yang terjadi dalam hidup kita didunia ini menyangkut masalah “ego”. Bahkan dalam peperangan-peperangan rohani, juga menyangkut masalah “ego”.

Oleh sebab itu pembahasan tentang masalah “ego” ini penting dibicarakan supaya umat Tuhan tahu :

  • Bagaimana cara memeranginya.
  • Bagaimana cara kerja roh jahat bekerja di dalam kita.

Mengapa iblis dengan antek-anteknya begitu cemburu kepada manusia, terutama kepada saudara dan saya?

  • Saudara dan saya adalah makhluk Tuhan yang sempurna, karena setelah TUHAN menciptakan alam semesta, kemudian TUHAN berkata, “baik”.
  • Tetapi setelah TUHAN selesai menciptakan manusia pada hari ke-6, TUHAN berkata, “sungguh amat baik”.
  • Semua jadi sempurna karena kehadiran manusia.
  • Kita diciptakan secara special sesuai dengan gambar dan rupa Allah.
  • “Gambar dan rupa Allah” inilah yang memancing kuasa-kuasa kegelapan, memancing iblis untuk memperebutkan kita.
  • Jadi iblis melawan Allah untuk memperebutkan manusia.

Inilah resikonya bagi kita karena kita yang diperebutkan, dan itulah sebabnya mengapa kita harus berperang melawan kuasa-kuasa gelap itu dan semua anak buah iblis lainnya.

  • Peperangan rohani yang kita hadapi hari-hari ini, menyangkut keputusan dari saudara dan saya, apakah saudara memilih menjadi “sekutu Tuhan” atau menjadi “seteru Tuhan?”
  • Sebenaranya Tuhan sanggup melakukan peperangan itu sendiri, tetapi Dia rindu melibatkan saudara dan saya di dalam suatu peperangan rohani.
  • Tuhan tidak membutuhkan laskar besar yang hebat dan kuat.

TUHAN hanya membutuhkan laskar yang kecil, yang mau berkomitmen dan siap mati bagi Dia.

Hakim-hakim 7 : 2-6

7:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu daripada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata : Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.

Tuhan mau melibatkan saudara dan saya dalam suatu peperangan rohani, tetapi Tuhan mencari orang yang mau berkomitmen dengan benar kepada Tuhan.

  • Tuhan tidak perlu laskar besar, tetapi Tuhan hanya butuh laskar yang kecil saja.
  • Karena dengan laskar yang kecil saja, sudah bisa memporak-porandakan dunia.

7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.

Awalnya ada 33 ribu lalu pulang 22 ribu. Siapa yang takut dan gentar, silahkan pulang.

  • Kita diperhadapkan dengan suatu peperangan rohani, tetapi ketika kita benar-benar diperhadapkan dengan suatu peperangan rohani, bagaimana kondisi rohani kita?
  • Kalau kita takut dan gentar, Tuhan tidak bisa melibatkan saudara karena saudara terlalu cengeng, yang saudara pedulikan hanyalah dirimu sendiri, itu namanya saudara terlalu egois.

7:4 Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: “Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi.”

Rakyatnya diseleksi sehingga akhirnya hanya tersisa sepuluh ribu orang saja.

7:5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.”

Hakim-hakim 7 : 6

7:6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.

Orang yang “berlutut minum air” dengan menjilat seperti anjing, maksudnya adalah :

  • Bila saudara minum air dalam posisi berlutut, berarti posisi saudara menunduk lalu saudara jilat airnya, ini tandanya “orang yang menyembah dunia” atau orang yang terikat dengan dunia.
  • Mereka ini tidak bisa diajak dalam peperangan rohani dan orang seperti ini, belum mati ego-nya.
  • Dua puluh dua ribu orang disuruh pulang, karena ego mereka masih “kuat”, sehingga mereka menjadi takut.
  • Diseleksi sekali lagi, tujuh ratus disuruh pulang lagi, karena ego, mereka terikat dengan dunia, terikat dengan dosa.
  • Tuhan tidak bisa pakai orang yang masih terikat dengan dosa dan dengan dunia.
  • Tuhan hanya bisa memakai orang yang berkomitmet total.
  • Jadi hanya tiga ratus orang yang mengambil air, lalu menghirup dengan tangannya, bukan langsung dijilat.

Orang yang menghirup air dengan tangannya, artinya orang yang tidak terikat dengan dunia.

  • Mereka adalah orang yang berkomitmet total pada kebenaran.
  • Mereka inilah yang layak menjadi prajurit yang siap sedia dalam segala urusan rohani.
  • Tuhan mau melibatkan saudara yang siap sedia dalam berbagai urusan rohani.

2 Timotius 2 : 2-7

2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

Menjadi panutan bagi orang lain.

Siapa yang menjadi panutan bagi orang lain?

2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit.

Tuhan tidak berkata kita harus menderita fisik, seperti sakit-sakitan, tetapi menderita yang dimaksud adalah “menderita melepaskan diri dari semua kepentingan diri sendiri”.

2 Timotius 2 : 4

2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Tidak usah pusing dengan ego saudara, atau dengan harga diri saudara, dengan kepentingan saudara, karena yang penting ikut dalam pertempuran dan saudara harus berkenan kepada komandan saudara.

Dalam peperangan rohani, komandan kita adalah Tuhan Yesus, jadi kita harus berkenan kepada-Nya dalam segala hal.

2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

Saudara harus tunduk kepada Kristus dan saudara juga harus tunduk kepada peraturan-peraturan Kristus.

2:6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

Saudara akan menuai semua hasil jerih payah saudara.

2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan ; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Jadi orang yang dicari Tuhan hanyalah orang Kristen yang berkomitmen total kepada Tuhan, bukan yang setengah-setengah.

Kakimu tidak bisa berdiri satu kaki di dalam Tuhan dan satu kaki lagi di dunia.

Kamu harus memilih dimana kamu berdiri penuh, ikut Tuhan atau ikut dunia.

Filipi 3 : 18

3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.

Banyak orang yang bermusuhan dengan salib Kristus, walaupun dengan mulut manis dia berkata ikut Kristus.

Banyak orang yang ikut Kristus, tetapi gaya hidupnya adalah gaya hidup seteru salib Kristus.

Saudara berkata mau jadi prajurit Allah, tetapi saudara tidak berkomitmen total kepada Allah dan saudara masih hidup suka-suka sendiri.

  • Jika demikian saudara tidak akan bisa mendapatkan Tuhan sampai selama-lamanya.
  • Satu unsur yang paling bahaya dalam diri kita hanya tiga huruf yaitu “EGO”.
  • Ego adalah tempat pijakan kuasa gelap.
  • Roh jahat memakai ego ini untuk menghancurkan gambar Allah yang ada di dalam kita.

2 Timotius 4 : 2

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Kita harus selalu siap sedia setiap waktu, apakah waktunya baik ataukah tidak baik, kita harus siap jadi pemberita firman.

  • Meskipun situasi dunia sedang tidak kondusif, atau situasi dan kondisi disekitar kita juga sedang tidak kondusif, tetapi kita harus tetap bisa memancarkan terang dari dalam hidup kita.
  • Meskipun situasi dan kondisi kita sedang tidak baik, tetapi suasana hati kita harus tetap baik.
  • Walaupun badai dan topan menderu, kita tetap menjadi pemberita firman.
  • Seperti ketika Paulus menumpang di kapal yang terkena badai, dia masih bisa memberitakan firman, sampai orang lain berkata, “karena dia, kapal ini tidak karam”.

Jika suasana hati kita sedang tidak enak, lalu kita menampilkan wajah yang tidak enak pula, maka orang lain yang melihat kita juga tidak enak.

  • Tuhan mau anak-anak-Nya tetap menjadi berkat dan terang bagi sesama setiap waktu, apakah waktunya sedang baik ataupun sedang tidak baik.
  • Tidak peduli kondisi kita seperti apa, lingkungan kita seperti apa, tapi kita harus tetap menjadi terang.
  • Tuhan tidak mau menugaskan saudara sebagai seorang prajurit-Nya, apabila saudara belum terlatih bertempur melawan musuh, atau apabila saudara belum mahir memasang bom dilapangan ranjau, misalnya.
  • Tuhan tidak mau melibatkan saudara dalam peperangan, kalau saudara belum benar-benar menjadi sekutu Tuhan.

Hari ini saudara harus ambil keputusan, apakah mau ikut Tuhan atau mau ikut setan !

Jangan sampai saudara bermuka dua, apabila disini saudara berkata mau ikut Tuhan, maka diluar sana pun saudara juga harus berkata ikut Tuhan.

  • Dimanapun saudara berada, saudara harus selalu siap menjadi pemberita firman.
  • Tuhan tidak mau ketika saudara pasang ranjau, tetapi saudara sendiri meledak bersama dengan ranjau itu, karena saudara tidak terlatih.
  • Tuhan mau saudara benar-benar menjadi orang-orang yang terlatih dan harus siap menghadapi serangan musuh.

Ada satu gereja yang bertumbuh pesat, sehingga jemaatnya sampai ratusan ribu orang, tetapi kemudian baru terlihat bahwa jemaat yang berjubel ini “hanya mencari berkat” semata.

  • Ketika digoncang masalah, bobroknya jemaat ini barulah terlihat, bahwa jemaat-nya tidak berkualitas.
  • Akhirnya setelah Gembalanya bertobat, dari ratusan ribu orang jemaat hanya tinggal ratusan orang jemaat saja.
  • Kemudian khotbahnya diubah, tidak lagi lebih mengutamakan perkara “aku” dan “kemakmuran jasmaniah”.
  • Khotbah yang benar harusnya “mematikan daging dan ego”, tetapi kalau khotbah hanya perkara daging, berarti membangkitkan ego.
  • Hal itu tidak bagus untuk jemaat, karena khotbah yang justru malah membangkitkan ego adalah makanan rohani yang tidak sehat.

Berikutnya, banyak orang yang berkhotbah tentang “motivasi”.

  • Motivasi tidak salah, tapi kalau yang dibahas motivasi terus menerus akan membangkitkan kedagingan, bukan mematikan kedagingan.
  • Tetapi kemudian firman yang diberitakan adalah firman yang “mematikan kedagingan, bukan untuk membangkitkan kedagingan lagi.
  • Gereja ini yang awalnya punya ratusan orang jemaat, kemudian hanya tertinggal sedikit, tetapi yang tertinggal itulah yang menjadi “jemaat yang kokoh dan tidak akan bisa digoncang”.
  • Gereja ini di London, tapi sekarang Gembalanya sudah meninggal.

Jemaat di Korintus adalah jemaat berkarunia, jemaat besar, Paulus menuai besar-besaran di Korintus, tetapi akhirnya hancur karena ada perseteruan.

Sampai akhirnya Paulus berkata, “dari segi usia, seharusnya kamu sudah makan makanan yang keras, tetapi kenyataannya kamu masih minum susu karena adanya perseteruan di antaramu.

Jemaat disini jangan sampai ada yang berseteru, meskipun tidak perang mulut.

Jemaat disini semuanya harus baik-baik dan menjadi sekutu salib Tuhan yang setia. Saudara harus benar-benar menjadi orang yang militant, bukan fanatik.

Markus 8 : 31-38

8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Yesus berkata “Aku harus mati”.

8:32 Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.

Yesus berbicara tidak memakai perumpamaan, karena Dia bicara di depan murid-murid-Nya. Tetapi di depan orang banyak, Yesus lebih banyak berbicara memakai perumpamaan.

8:33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Setelah menegur Petrus, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata “siapa yang mau ikut Aku harus sangkal diri, pikul salibnya dan ikut Aku”.

Inilah inti pembahasan kita hari ini. Hari ini kita akan membahas tentang “sangkal diri” dan inilah yang dimaksud “menolak ego”.

Markus 8 : 35 – 36

8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

Apa hubungannya menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Tuhan dengan kehilangan nyawa?

Banyak orang yang berkata tayat ini tidak nyambung dari sangkal diri, pikul salib, ikut Aku, lalu langsung kehilangan nyawa.

8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

Markus 8 : 37 – 38

8:37 Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

8:38 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”

Ini perkataan Yesus yang paling tajam.

Markus 8 : 34-35

8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Harus mematikan egonya, memikul salibnya dan mengikut Aku

8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

Kehilangan nyawa artinya mati atas diri sendiri (sangkal diri).

Roma 6 : 4

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Kita dikuburkan bersama Dia dalam baptisan dalam kematian.

Baptisan adalah komitmen awal kita untuk siap mati bersama Kristus, ketika saudara menyerahkan diri lewat baptisan, berarti saudara berkomitmen untuk mati atas diri sendiri, mati atas ego saudara.

  • Ketika saudara berkomitmen untuk ikut Tuhan, saudara tidak hanya berkomitmen untuk percaya kepada-Nya saja, tetapi juga berkomitmen untuk mati bersama Dia.
  • Jadi yang dimaksud dengan menyangkal diri adalah mati bagi diri sendiri, dan kehilangan nyawa adalah mati atas keinginan diri sendiri.
  • Begitu saudara percaya kepada Yesus, menyerahkan diri kepada Yesus, sebenarnya saudara mematikan keinginan diri sendiri.
  • Sadarkah saudara ketika saudara dibaptis berarti saudara dikubur?
  • Oleh sebab itu tidak ada baptisan percik, karena juga tidak ada di Alkitab.

Kalau yang dilakukan Gereja adalah “baptisan percik”, lantas dimana penguburannya?

  • Baptisan yang benar adalah baptisan dalam air atau baptisan selam, yang dalam Akitab disebutkan sebagai “baptisan Yohanes”, dengan tujuan melalui baptis selam saudara diingatkan, “bahwa saudara telah mati dan dikubur bersama Kristus dalam baptisan”.
  • Kalau sudah mati dan dikubur bersama Kristus, berarti sudah tidak ada lagi harga diri, sudah tidak ada ego, sudah tidak ada kepentingan.
  • Untuk itu silahkan saudara introspeksi diri, apakah “ego” saudara masih kuat, atau masih ada harga diri dan masih ada kepentingan?
  • Kalau saudara sudah berkomitmen untuk mati bersama Kristus, tetapi mengapa ego mu masih kuat, masih ada harga diri dan kepentingan?

Oleh karena itu, kita harus memperbaiki diri kita dengan terobosan-terobosan baru dan yang benar dan dengan sungguh-sungguh, yaitu :

  • Kita harus belajar kekristenan yang benar.
  • Kita jangan main-main dengan pemahaman firman Tuhan.
  • Kita harus sama-sama belajar mengerti kejelasan firman Tuhan.
  • Kita menjadi orang yang pintar, bukan saja pintar didunia sekuler tetapi juga harus pintar secara spiritual.
  • Kita harus benar-benar mengerti bahwa kita sudah berkomitmen kepada Tuhan, tetapi mengapa ego kita masih hidup sampai hari ini?

Markus 8 : 36

8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

Memperoleh seluruh dunia artinya mengejar dunia dan mendapatkan dunia.

  • Adakah orang yang bisa mendapatkan seluruh dunia? Tidak seorangpun yang bisa mendapatkan seluruh dunia.
  • Orang terkaya di duniapun tidak bisa membeli seluruh dunia, kalaupun banyak uangnya palingan hanya bisa membeli sebagian sangat-sangat kecil dari seluruh dunia saja, itupun sombongnya luar biasa.
  • Apa gunanya saudara mendapat harta duniawi ini tetapi kamu kehilangan nyawamu?
  • Apa gunanya kamu mendapat semuanya tapi kamu kehilangan Yesus?
  • Disini Yesus berbicara hanya sebagian kecil dari dunia.
  • Paulus sebagai orang yang sudah mematikan ego dan menyangkal diri berkata di 1 Timotius 6 : 7-8.

1 Timotius 6 : 7.-8

6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

Kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia ketika kita lahir dan kita tidak membawa apa-apa keluar nanti ketika kita meninggal, lalu mengapa kita mengejar yang sementara itu?

6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

Rasul Paulus berkata asal saya bisa pakai baju, asal ada makanan yang bisa saya makan, itu sudah cukup.

Mengapa orang Kristen begitu mengejar dunia, mengejar harta sehingga banyak orang yang kehilangan nyawa demi harta, lalu bagaimana dengan kita?

  • Mungkin saja saudara mengaku tidak mengejar harta dunia, tetapi pengakuan saudara itu belum tentu benar demikian.
  • Saudara perhatikan cara hidup saudara, saudara kejar terus kedagingan, kenikmatan daging, kejar harta untuk semakin diperbesar.
  • Bukankah dengan tujuan untuk memuaskan egomu, untuk mendapatkan duniamu, untuk tidak menyangkal dirimu, lalu apa gunanya?
  • Ingat ! Jika kamu mengejar dunia maka kamu akan kehilangan nyawa.

Kalau kamu mendapat dunia yang besar ini tidak masalah, tapi kamu tukar sebagian yang ada di dunia ini dengan nyawamu.

  • Banyak orang yang tidak menganggap persaudaraan, tidak peduli hukum dan kenegaraan, demi kekayaan.
  • Banyak yang tidak punya malu bahkan rela tertangkap karena korupsi, karena paling lama dihukum 20 tahun penjara, tapi keluar penjara tetap kaya.

Maukah saudara mempertaruhkan nyawa demi hidup yang kekal?

  • Kalau saudara mau, meskipun saudara belum melihatnya, saudara harus tetap kejar itu, karena jika saudara kehilangan hidup kekal apa yang bisa saudara perbuat dengan dunia yang saudara kejar selama ini?
  • Dunia tidak bisa menolong saudara, lantas mengapa saudara mengejar dunia dan mengapa saudara pusing dengan uang?
  • Tuhan tidak mau saudara pusing dengan hal-hal duniawi, asalkan saudara tulus dengan Tuhan, maka saudara akan dicukupi dalam segala hal dan asalkan saudara bisa bersyukur, karena ada makanan dan pakaian, itu sudah cukup.

Semua dosa yang dilakukan oleh manusia bersumber dari ego, buktinya dalam Alkitab antara lain :

  • Mengapa Hawa makan buah yang sudah TUHAN larang untuk memakan-nya?  Karena ada ego, dia penasaran mengapa dilarang, lalu dia makan.
  • Mengapa Adam ikut jatuh dalam dosa?  Karena ego.
  • Mengapa Daud jatuh dalam dosa?  Karena dari sotoh istananya dia melihat Batsyeba sedang mandi, lalu dia ingin memiliki Batsyeba. Akhirnya Daud membunuh Uria suami Batsyeba. Hal ini terjadi karena ego.

Apakah ada dosa yang tidak dimulai dari ego? Tidak ada. Adam gagal karena ego dirinya sendiri. Saat TUHAN datang mencari Adam, TUHAN bertanya kepada Adam, dimana kamu mengapa kamu makan buah itu?

  • Jawab Adam, semua karena perempuan ini Tuhan, karena dia ada di dekatku maka aku jadi berdosa.
  • Dosa Adam bukan karena Hawa, tetapi karena dirinya sendiri.
  • Dosa Adam bukan disebabkan Hawa dan bukan pula karena TUHAN menempatkan Hawa di sebelah Adam, tetapi karena dirinya sendiri.
  • Sebenarnya bisa saja Adam dan Hawa tidak makan buah itu, tetapi mengapa mereka makan juga? Karena ego.

Ego inilah yang menjadi biang keladi manusia jatuh dalam dosa sampai hari ini.

  • Ego membuat kita tidak bisa menjadi laskar Kristus yang gagah berani.
  • Adam gagal karena diri sendiri, bukan karena perempuan (Hawa).
  • Kita melakukan dosa, karena kita tidak mau menyangkal ego kita.

Misalnya saya marah kepada si X. Marah itu dosa, tapi mengapa saya marah?

  • Karena ego saya, karena saya mau si X mengikuti kemauan saya.
  • Si X jadi kesal karena sikap saya dan kepahitan kepada saya, bukankah itu juga berdosa?
  • Si X jadi ikut berdosa karena ego dia yang tidak mau dipersalahkan.
  • Jadi adakah dosa-dosa yang bertaburan tadi tidak dimulai dari ego?

Demikian pula halnya dengan perpecahan di dalam gereja, juga dimulai dari ego.

  • Setiap orang merasa dirinya paling benar, karena ego mereka masih kuat.
  • Terkadang memang ada orang aneh disekitar kita yang ego masih kuat.
  • Banyak orang sudah dengar firman, tetapi masih belum berubah, itu semua karena ego manusia.
  • Karena semua dosa diawali dari ego manusia.

Kita melakukan dosa, karena kita tidak mau sangkal diri.

  • Kita akan sulit melihat pertolongan Tuhan, jika kita tidak mau sangkal diri.
  • Jika kita tidak mau melepaskan semua kedagingan dan kenikmatan kita, akibatnya begitu kita bermasalah yang kita salahkan Tuhan.
  • Inilah yang namanya ego dan Iblis bekerja keras membangkitkan ego.
  • Tanpa kita sadari, kita terbiasa memelihara ego, sampai-sampai ego ini masuk di kalangan rohani.
  • Banyak orang takut berdosa, karena takut tidak diberkati, orang seperti ini adalah orang yang didominasi oleh ego nya.
  • Memang baik jika takut berbuat dosa, tapi kalau alasannya disebabkan oleh ego, Tuhan tidak mau seperti itu.
  • Tuhan tidak mengulurkan tangan kepadamu, bila engkau takut berbuat dosa disebabkan oleh dorongan dari egomu.

Hari-hari ini banyak orang takut kehilangan assetnya dan berkata, “Tuhan, asset saya jangan sampai hilang, Tuhan”.

  • Kalau begitu, mengapa asset Ayub sampai diambil? Karena Tuhan sedang melucuti “ego” nya Ayub.
  • Tuhan melucuti ego dengan mengambil semua yang dicintai Ayub.
  • Tuhan ijinkan semuanya diambil, dengan tujuan melucuti ego-nya.
  • Begitu ego-nya terlucuti, barulah Ayub sadar akan kebesaran Tuhan dan dia juga sadar kalau selama ini dia salah.
  • Banyak orang takut tidak ke gereja, bukan karena takut kehilangan firman atau kehilangan moment penyembahan, tapi takut terkena kutuk.
  • Jadi ego juga sudah masuk ke dalam ranah rohani.

Matius 7 : 12

7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Inilah cara untuk mematikan ego.

Contoh : “Ego yang masuk ke dalam ranah rohani”, misalnya, saat si A baik kepada saya, maka saya juga baik kepadanya, tetapi kalau si A jahat kepada saya, maka saya akan menjauh dari dia.

Tuhan mengajarkan saudara untuk mematahkan ego. Orang yang sudah sukses mematikan ego, baru bisa mengalahkan kuasa kegelapan.

Wahyu 12 : 11

12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

Mereka yang mengalahkan iblis oleh darah Anak Domba, adalah “orang-orang yang tidak mengasihi nyawanya sampai ke dalam maut”, artinya orang yang mematikan ego.

  • Mereka ini adalah orang-orang yang mati atas kepentingan diri sendiri, jadi merekalah yang akan mengalahkan iblis.
  • Cara mengalahkan iblis yang membangkitlan ego, hanyalah dengan darah Anak Domba untuk mematikan ego tersebut.
  • Kita berkaca pada diri kita atau kita introspeksi diri untuk mengetahui masih banyakkah ego dalam diri kita?
  • Masih banyakkah kepentingan-kepentingan diri kita?
  • Sore hari ini, kalaupun kita belajar dengan di tampar bertubi-tubi oleh firman, seharusnya tidak masalah.
  • Karena yang penting, kita pulang ke rumah nanti, kita matikan ego kita masing-masing, sehingga walaupun ada orang yang menyakiti kita seperti apapun, bagi kita itu juga tidak masalah bagi kita.

Saya ada satu kesaksian :

  • Saudara sudah tahu, dulu mobil saya mogok-mogok, tapi puji Tuhan, Tuhan ganti dengan mobil yang baru, yang sekarang ini saya pakai.
  • Baru dipakai sehari, sudah ditabrak oleh orang di pinggir jalan, sebelah kiri mobil saya jadi penyok.
  • Saya berhenti dan saya keluar dari mobil, ternyata yang menabrak saya kakek-kakek.
  • Saya tidak berniat minta dia ganti rugi, tapi saya hanya mau supaya dia minta maaf.

Pertanyaannya, “Apakah saya ego atau tidak?”  Ego!!!

  • Kelihatannya baik untuk tidak minta ganti rugi, tapi bagaimana dengan menuntut dia minta maaf?
  • Banyak orang yang berkata, “dia saja tidak minta maaf kepada saya, lalu bagaimana saya bisa memaafkan dia?”
  • Selama ada ego tidak ada berkat yang mendatangi kita.
  • Sampai kaca spion mobil saya juga rusak.
  • Tapi si kakek berkata “kamu yang nabrak saya, ayo kita ke kantor polisi”.

Bemper mobil dia copot, karena dia yang nabrak mobil saya. Saya lagi jalan lurus, dia datang dari kiri langsung menabrak mobil saya, akhirnya bempernya rusak dan lepas lalu dia menyalahkan saya.

  • Hati saya sudah panas, tapi Tuhan bilang lepaskan saja.
  • Setelah saya pergi dari tempat kejadian, saya berdoa sama Karen, kita bereskan dengan Tuhan.
  • Besok paginya saya baru ke bengkel, dalam pikiran saya pasti akan mahal.
  • Akhirnya di bengkel body mobil sebelah kiri dibuka, diketok-ketok sedikit sampai tidak ada bekas dan hanya mengeluarkan dana Rp.100.000,-
  • Jika saya marah dengan si kakek, mungkin akan mengeluarkan dana diatas Rp.500.000,- tapi karena saya melepaskan si kakek, saya hanya mengeluarkan dana Rp. 100.000,-.
  • Lebih baik kita melepaskan Rp.100.000,- daripada bikin perkara dan keluarkan biaya lebih besar.

Ternyata ego kita masih ada dan hal itu perlu proses dan mematikan ego itu sakit sekali.

  • Tuhan memberitahu saya ada yang menggosipi saya dan istri saya.
  • Percaya tidak percaya, saya bisa tahu semua, karena Tuhan yang bongkar.
  • Saudara mau ngomong apa terserah, tapi kami tetap baik kepada dia.
  • Tuhan pernah kasih tahu kalau saya diomongin gini-gini, saya jawab “ya Tuhan tidak apa-apa.”
  • Jadi hati-hati kalau saudara menggosipi saya, karena saudara akan ber-urusan dengan Bapa saya di Sorga.

Bolehkah kita menarik riba?

  • Misalnya si W lagi butuh uang, lalu saya tawarkan uang supaya si W pinjam kepada saya.  Saya beri pinjaman Rp.200.000,- lalu si W mengembalikan Rp.250.000,-.
  • Baik atau tidak saya menawarkan bantuan? Baik. Tapi di dalam kebaikan saya itu, masih ada ego.
  • Lain cerita dengan Bank, Bank itu badan usaha, jadi tidak masalah.
  • Pemerintah menarik berbagai macam pajak juga tidak masalah, karena memang kewajiban Pemerintah, Tuhan sendiri yang mengajarkan.
  • Yang Tuhan tidak suka adalah kalau kita menarik riba, dan kalau ada orang Kristen suka menarik riba, bertobatlah.
  • Orang pinjam Rp.250.000, tapi saudara minta pengembalian Rp.400.000,-
  • Orang sudah tercekek karena hutang, tambah tercekek lagi kalau saudara memungut riba yang tidak manusiawi dari dia.

Imamat 25 : 36-37

25:35 “Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu.

Semampu kita, kita bantu orang yang jatuh miskin.

25:36 Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu.

Engkau harus takut dengan Tuhan Allahmu, jadi jangan menarik riba.

Jika kamu tega menarik riba, berarti kamu ego, tidak takut Tuhan.

Jangan menarik riba, supaya mereka dapat bertahan hidup di antaramu.

25:37 Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kauberikan dengan meminta riba.

Mengapa tidak boleh tarik riba? Karena menarik riba itu ego.

Tuhan tidak mau kita menarik riba, karena Tuhan mau kita mati dari ego.

  • Kalau kita hidup dalam ego, untuk apa Tuhan berkata, “sangkal diri, matikan diri, matikan keinginan dan egomu”.
  • Dunia membangun kebaikan berdasarkan ego belaka. Itulah karya iblis.
  • Kalau saudara baik kepada saya, saya baik kepada saudara.
  • Kalau saudara jahat kepada saya, saya jauhi saudara. Itulah karya iblis.
  • Kalau karya Tuhan “kasih tanpa syarat”.
  • Apakah si A berbuat baik atau jahat kepada saudara, saudara harus tetap mengasihi dia”

Jadi tidak usah menuntut permintaan maaf, tidak usah menuntut orang baik kepada kita, yang penting bagaimana caranya kita baik kepada mereka.

  • Jangan pusingkan orang mau ngomongin atau menjelekkan kita, yang penting dimata Tuhan kita cantik luar biasa.
  • Banyak yang menyelewengkan istilah “tabur tuai”.
  • Jika menabur banyak, maka kamu akan menuai banyak. Ini ajaran ego.
  • Saya tidak pernah “doa persembahan” supaya jemaat dibalas berlipat ganda, kalau doa seperti itu, saya mengajarkan saudara hidup dalam ego.
  • Itu doa persembahan yang salah, karena Tuhan tidak pernah mengajarkan kita berdoa seperti itu untuk doa persembahan.

Ayat yang mengatakan dibalaskan berlipat kali ganda bukan untuk persembahan, tapi Yesus bicara kepada Petrus, kalau Petrus meninggalkan keluarganya karena mengikut Tuhan, maka Petrus akan mendapat keluarga yang banyak yang mengasihi dia.

  • Tetapi berapa banyak orang yang berdoa, “Tuhan, balaskan berlipat kali ganda?”
  • Saya hanya berdoa “Tuhan, balaskan sesuai dengan kehendak-Mu”.
  • Jadi Tuhan mau balas atau tidak, tidak apa-apa, yang penting kita tulus memberinya.
  • Kalau saudara memberi persembahan, tidak boleh ada unsur ego.
  • Saudara mau beri atau tidak, puji Tuhan karena tidak ada unsur ego.

Seperti burung Rajawali, bunyinya sekali-sekali, tetapi terbangnya tinggi.

  • Kalau burung layang-layang bunyinya banyak, tetapi terbangnya rendah.
  • Berapa banyak orang Kristen yang seperti ini?
  • Memberi sedikit tapi bicaranya banyak, sementara orang yang memberi banyak bicaranya sedikit.
  • Apa yang engkau kasih dari tangan kanan, tangan kirimu tidak perlu tahu.

Tetapi berapa banyak orang Kristen hari-hari ini begitu dia memberi, lalu dia mengamati tangannya seperti ada matanya?

  • Jika orang Kristen seperti itu, berarti dia masih hidup dalam ego.
  • Karena tabur tuai dia selewengkan menjadi ego, yang menabur banyak akan menuai banyak, sehingga orang yang kaya akan bertambah kaya, jika demikian dimana keadilan Tuhan?
  • Jika memberi Rp.10.000,- Tuhan balas 100 kali ganda jadi Rp.1.000.000,-
  • Tapi kalau orang kaya bisa memberi Rp.1.000.000,- dibalaskan 100 kali ganda menjadi 100.000.000,-. Jika demikian dimanakah keadilan Tuhan?

Jadi kalau doa persembahan “dibalaskan seratus kali lipat ganda” itu salah karena akan membangkitkan ego. Tidak ada firman Tuhan mengatakan seperti itu.

  • Persembahan yang kita beri harus dengan ketulusan hati kita.
  • Kita mau memberi karena kita rindu memberkati pekerjaan Tuhan.
  • Terserah uang itu mau dipakai untuk apa, yang penting kita kawal dengan doa, tapi tangan kita jangan sampai ada matanya.
  • Kalau kita beri persembahan lalu bermata, maka persembahanmu ego.
  • Akhirnya system tabur tuai itu seperti karma, dia sakit karena dia sakiti saya. Akhirnya jadi ego.

Mari kita mengintrospeksi diri kita masing-masing, apakah masih banyak hal yang tidak beres dari kita?

  • Sikap kita dalam memberi dan sikap kita dalam melayani, masih banyak yang tidak beres dan harus dikoreksi.
  • Sampai Petrus bertanya kepada Yesus, “kalau begitu, siapa yang bisa masuk sorga, Tuhan?”
  • Yesus berkata, “tidak ada yang mustahil karena Aku menyertaimu”

Tidak ada yang mustahil, asalkan kamu mau dididik, diproses oleh Tuhan dan saudara mau mati bagi kepentingan diri sendiri dan hidup bagi Allah.

  • Orang yang banyak berbuat salah akhirnya banyak menyumbang, karena dia pikir dengan memberi, maka dosanya akan hilang.
  • Banyak yang berpikir, saat hati nuraninya tidak beres, dengan memberi persembahan ke gereja maka hati nuraninya jadi lebih baik.
  • Inilah kebaikan yang dibangun dari ego, tetapi ini kejahatan yang fatal dan tersembunyi di dalam gereja.

Banyak alasan yang membuat kita mundur dalam iman, merasa tidak layak, akhirnya kita membereskan semuanya dengan cara rohani, dengan pelayanan, dengan memberi.

  • Itulah ego dalam kerohanian.
  • Ego dibangun di dunia, mulai dari saudara lahir.

Contoh ego dalam system marketing.

  • Saudara sudah tahu kalau produk saudara jelek, tetapi sebisa mungkin saudara buat produk saudara jadi bagus.
  • Kemasan produk hanya mendukung beberapa persen, tapi yang membuat produk saudara unggul yaitu ucapan si marketing.
  • Begitu orang beli produk saudara, saudara tidak peduli produknya bagus atau tidak, yang penting ego saudara. Hati nurani kita tidak bekerja disitu.

Apakah indikatornya jika kita masih ego?

Matius 4 : 1 – 3

4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

Matius 4 : 4 – 7

4:4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Yesus dicobai dengan ego.

Iblis berkata, kalau Engkau lapar, jadikanlah batu ini menjadi roti.

1.       Mengambil dosa

Pada dasarnya, ada dosa di depan mata lalu kita ambil, itu namanya ego.

  • Contoh lain, ada orang memepet kita dijalanan lalu kita marah, itu ego.
  • Atau ada orang menyakiti kita, lalu kita terpancing membalas, itu ego.
  • Jika demikian halnya, dimana letak penyangkalan diri saudara?

Ciri orang yang masih ego “mengambil dosanya”

4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,

4:6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Apakah iblis tahu firman atau tidak? Dia tahu.

  • Lalu saudara tahu firman atau tidak?
  • Jika saudara tidak tahu firman, berarti saudara kalah dengan iblis.

4:7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

2.      Buktikan

Berapa banyak dari kita kalau disakiti mau membuktikan kalau kita benar?

  • Dengan cara bela diri.
  • Ingat! Bela diri tidak akan pernah menyelesaikan masalah tapi mem-perkeruh masalah.
  • Berapa banyak dari kita ketika disakiti, kita tidak mencari Tuhan tetapi kita mencari rekan sepakat?
  • Karena perut, kita menipu orang dan berbohong; karena perut, kita dusta dan karena keinginan kita, kita membohongi orang.

3.      Sembah

Matius 4 : 8 – 9

4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

4:9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

Iblis berusaha keras membujuk Yesus agar menyembah dia.

  • Berapa banyak dari kita, yang masih ingin disembah?
  • Berapa banyak dari kita, baik kepada orang supaya kita dianggap baik?
  • Berapa banyak dari kita, baik kepada orang supaya kita disembah orang?
  • Berapa banyak dari kita, baik kepada orang supaya kita dilayani orang?
  • Berapa banyak dari kita, yang mau terus dipandang baik, disembah orang dan disanjung orang?
  • Banyak orang yang “menyumbang banyak” tetapi karena mencari pujian.
  • Jika demikian halnya, sama saja saudara minta disembah.
  • Bayangkan saja jika hal-hal ini ada di dalam gereja.

4.   Individualistis

Beberapa contoh seseorang yang individualistis, antara lain :

  • Saudara masih hidup bagi diri sendiri, tidak peduli ada yang sakit, yang penting saudara happy.
  • Saudara tidak pusing dengan orang lain, tetapi yang saudara pusingkan hanya diri saudara sendiri.
  • Berapa banyak orang Kristen yang seperti ini?
  • Saudara tidak bisa hidup bagi diri sendiri.
  • Ingat! Maukah saudara menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah?

Maukah saudara memberi diri untuk Tuhan, berlelah-lelah untuk Tuhan?

5.      Perasaan

Jika saudara belum bisa membedakan “roh dan jiwa”, kalau orang baik baru ditolong, tetapi kalau orang itu tidak baik, tidak perlu ditolong.

  • Inilah orang yang terus membawa-bawa perasaan
  • Perasaan mengambil peran yang sangat penting dan hal itu tidak bagus.

Jika terus menerus mengasihani diri sendiri, terus menerus merasa paling hina, perasaan seperti itu termasuk ego.

6.      Malas belajar firman

Orang yang malas berdoa dan malas membaca firman, itu juga termasuk ego, padahal cara mematikan ego hanya dengan “firman dan doa”.

Khotbah saya tidak lari dari 2 hal ini yaitu “keintiman (doa) dan firman”.

Efesus 5 : 26-27

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandi-kannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela

Bagaimana caranya agar kita “benar-benar kudus, tidak bercacat dan tidak bercela?”

  • Saudara harus dimandikan dengan “air dan firman”.
  • Berapa banyak orang Kristen yang menghargai firman Tuhan?
  • Ada jemaat Chosen, dulu sering hadir tapi sekarang sudah tidak datang lagi, dia berkata “capek dengar khotbah di Chosen Generation, lama sekali tidak selesai-selesai, menyembahnya juga lama.
  • Orang yang bersikap demikian, tidak menghargai firman dan keintiman dengan Tuhan.
  • Mau menyembah dan dengar firman berlama-lama tidak masalah, karena “hanya itu modal kita” untuk menjadi jemaat yang kudus, yang tidak bercacat dan tidak bercela.

Jadi cara untuk mematikan ego hanya dengan “doa dan firman” meskipun sulit tetapi harus kita lawan karena untuk mematikan ego.

  • Jika kita membaca firman, cepat mengantuk lalu tidur, itu termasuk ego.
  • Jika kita berdoa tetapi kemudian banyak gangguan disekitar kita, itu termasuk ego.
  • Jika kita berdoa maunya terburu-buru sampai pada kata “amin” karena masih mengantuk, itu termasuk ego.
  • Kalau kita hanya baca firman terus, tetapi tidak berdoa maka kita akan menjadi ahli Taurat.
  • Jadi kita harus paksakan diri kita untuk “berdoa dan baca firman”, itu cara mematikan ego dan menyangkal diri.

Markus 8 : 34

8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Ini adalah pilihan :

  • Mau memilih Kristus atau mau memilih “aku”nya saudara?

Kalau saudara mau memilih Kristus, matikan “aku”nya saudara.

  • Matikan “aku” artinya aku sudah mati total terhadap kepentingan diriku sendiri dan sekarang hidupku hanya bagi Kristus.
  • Jadi alasan mengapa Kristus tidak bisa hidup di dalam saudara dan saya, adalah karena masih ada ego didalam kita.
  • Kristus tidak bisa berkuasa karena “aku” masih berkuasa dalam diri kita.

Yohanes 15 : 4

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Mengapa Yesus berbicara seperti ini?

  • Yesus berkata, “tinggallah di dalam Aku”. Harusnya Yesus tinggal di dalam kita.
  • Tetapi firman ini ada kelanjutannya, “Tinggallah di dalam Aku, baru Aku masuk ke dalam kamu”.
  • Artinya kita tidak bisa di dalam Kristus, kalau Kristus tidak berada didalam kita.
  • Jadi harus ada Kristus di dalam kita, yang berdaulat atas kita, berkuasa atas kita, menjadi Raja atas hidup kita, barulah kita masuk ke dalam Dia dan kita menjadi serupa dengan Dia, menjadi satu dengan Dia.
  • Dengan penjabaran tadi, masih banyakkah ego-ego yang terselubung di dalam kita?

Contoh :

  • Saya marah-marah pada orang, karena saya mau dia baik.
  • Ego atau bukan?
  • Iya, itu termasuk ego.

Seharusnya saudara tidak perlu marah, cukup hanya perlu mengingatkan saja.

  • Setelah diingatkan dan dia tidak berubah, itu urusan dia.
  • Tugas saudara mendoakan dia. Tidak ada unsur ego.

Ego itu tuntutan.

  • Orang akan berubah karena tuntutan kita dan hal itu tidak mengubah orang secara prinsip.
  • Kita menuntut orang untuk berubah, jangan cepat emosi dan cepat marah, kelihatannya memang baik, tetapi hal ini termasuk ego.
  • Kalau orang ini akhirnya berubah, tapi itu karena takut kepada saudara.
  • Seharusnya biarkan dia takut kepada Tuhan, bukan takut kepada kita.
  • Ketika ego-mu mati maka Tuhan hidup di dalammu dan ketika ego-mu mati, Tuhan baru bisa berjaya di dalammu.

Permasalahannya : Sudahkah ego-mu mati? Masih adakah si “aku” yang memerintah di dalammu”. Kalau masih ada bertobatlah !

  • Seperti perayaan Natal 2018 ini, Tuhan berkata, tidak boleh ada hiasan dan ceremony, hanya satu pohon natal sederhana yang Tuhan ijinkan.
  • Karena kalau hiasan bagus, maka orang akan focus kepada hiasan dan ceremonial, tapi kalau tidak ada hiasan, maka orang akan focus kepada Tuhan, karena formatnya “malam pujian dan penyembahan”.
  • Untuk apa kita menghias pohon terang, jika kita tidak menjadi terang?

Walaupun kita tidak pasang pohon natal yang besar dan indah gemerlap tidak masalah, karena yang penting hidup kita telah menjadi terang.

Dimana kita berada, orang bisa melihat terang dalam kita karena ada Kristus Yesus didalam kita.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Iklan

Warta 20 Januari 2019 SALIB MENUNTUN PADA KEMATIAN

SALIB MENUNTUN PADA KEMATIAN

Salib Tuhan adalah pusat kemenangan orang
percaya. Tapi dewasa ini banyak orang percaya yang
hidup dalam kekalahan demi kekalahan. Kekalahan yang
dimaksud bukan tidak diberkati secara jasmani ataupun secara materi, melainkan tidak bisa bersyukur dengan
keadaannya hari ini. Jika demikian seorang yang tidak
bisa bersyukur dengan masalah ataupun keadaannya hari
ini tidak lain adalah orang yang kalah dan orang yang
kalah adalah orang yang tidak memikul salib dalam
perjalanan kerohaniannya.

Coba saudara perhatikan
dalam surat rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Rasul Paulus menegaskan orang yang menang adalah orang mampu bersyukur dalam segala keadaan walau dalam segala keadaan mereka terancam dipunahkan (Roma 8:37-39). Mereka menang karena mereka percaya akan kasih
Kristus yang besar yang telah dibuktikan sampai diatas
kayu salib.

Saudaraku salib bukan berarti masalah, melainkan
sarana pembentukan (Matius 11:28-29) dan pengenalan
akan Tuhan (Filipi 3:10), dikarenakan manusia cenderung untuk suka-suka oleh sebab itu dibutuhkan salib untuk mengarahkannya pada tujuan. Memang terkadang salib
mengiring kita pada masalah, tapi percayakah kita semua mendatangkan kebaikan (Yeremia 29:11, Mazmur 23, Roma 8:28). Jika demikian apakah alasan kita tidak bersyukur?

Permasalahan yang muncul dewasa ini banyak orang fokus pada hasil dari kayu salib(kesembuhan,pengampunan,kebangkitan,kemenangan atas kegelapan), tanpa mau memikulnya. Mereka beranggapan biarlah Tuihan yang memikul aku yang menikmati saja.
Kekristenan seperti apakah ini yang mau kemuliaan tanpa mau memikul salib, apalagi mati diatasnya.

Tapi nyatanya hal inilah yang digemari dan dicari oleh para pemburu berkat belaka dan bukan pemburu Tuhan.
Miris rasanya melihat KeKristenan dewasa ini yang
benar-benar sudah berbaur dengan dunia.

Mereka mengajarkan Kasih Karunia tapi melupakan bagian penting dalam anugrah yaitu didikan dan pembentukan (Titus 2:11).
Akhirnya yang dihasilkan orang Kristen daging yang tidak berakar dan mudah kecewa dengan keadaan. Mereka mau ikut Yesus tapi menolak teguran yang dikatakan sebagai
penghakiman belaka. Bukankah ini Kristen tanpa salib, tapi hanya mau buah dari salib?

Saudaraku pengajaran yang sehat adalah pengajaran
yang mendidik. Karena kata pengajaran identik dengan murid yang diajar, jadi orang Kristen adalah murid dan murid wajib menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Tuhan kemanapun Dia pergi termasuk keGolgota untuk mati bersama Dia, yaitu mati dari kehendak diri sendiri.

15 JANUARI 2019 KESOMBONGAN DAN KEANGKUHAN (VIDEO KHOTBAH)

BERAKAR, BERTUMBUH & BERBUAH – 6 JANUARI 2019

Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan di bangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah di ajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2 : 6-7)


BERAKAR, BERTUMBUH

D A N   B E R B U A H

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

IBADAH RAYA, 06 JANUARI 2019

GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION

===========

Shalom !

Selamat Tahun Baru 2019.

Hari ini kita akan membahas tentang “Berakar, Bertumbuh dan Berbuah” dan kalau kita membahas tentang berakar, bertumbuh dan berbuah maka sudah pasti kita akan berbicara tentang iman.

Tuhan ingin kita semua punya iman yang berakar di dalam Dia, bertumbuh di dalam Dia sampai kita berbuah di dalam Dia.

Kolose 2 : 6-7

2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.

Ketika kita terima Kristus Yesus, maka Dia pun secara langsung masuk ke dalam kita dan kita di dalam Dia. Tetapi saudara harus mengerti, bahwa menerima Yesus, sangat berbeda dengan kita menerima barang.

Ketika saudara menerima barang, saudara berhak atas barang itu, tetapi ketika saudara terima Yesus, Yesus-lah yang berhak atas saudara.

Ironisnya, banyak orang Kristen yang setelah menerima Yesus, tetapi mereka perlakukan seperti menerima barang atau benda mati yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi mereka.

Inilah kesalahan fatal yang dilakukan orang Kristen tanpa mereka sadari karena kurangnya pengetahuan mereka tentang Tuhan Yesus Kristus.

2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur

Berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia dan bertambah teguh di dalam iman. Berakar, bertumbuh dan berbuah tidak lepas dari yang namanya iman.

Kalau saudara benar-benar berakar, bertumbuh dan berbuah, barulah saudara bisa bersyukur dalam segala hal. Permasalahannya banyak orang Kristen yang berakar dan bertumbuh, tetapi tidak berbuah.

Ada 2 jenis iman :

  1. Iman yang kecil (dalam bahasa Yunani, Micros)

Markus 4 : 31

4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.

Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi (micros = yang paling kecil).

Biji sesawi itu kecil.

  • Iman kecil tidak masalah, karena meskipun kecil dia tetap bertumbuh menjadi pohon yang besar.
  • Walaupun iman itu “kecil tetapi sempurna”, maka dia akan bertumbuh menjadi pohon yang sempurna.
  • Iman yang kurang/iman yang tidak lengkap (Yunani, Oligos)

Matius 6 : 30

6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

“Hai orang yang kurang percaya” diterjemahkan dari kata “Oligos”, artinya iman yang kurang sempurna.

Matius 8 : 26

8:26 Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

“Kamu yang kurang percaya”, (oligos), maksudnya kamu yang punya iman yang kurang sempurna. Jadi permasalahannya adalah pada “imanmu yang tidak sempurna”.

  • Walaupun imanmu kecil, kamu tetap bisa bertumbuh dengan baik karena bertolak dari imanmu yang sempurna.
  • Tetapi kalau “imanmu tidak sempurna” atau “oligos”, maka kamu tidak akan bisa bertumbuh.
  • Dengan iman yang tidak sempurna ini, walaupun seandainya kamu tetap bisa saja bertumbuh, maka pertumbuhanmu tidak akan bisa bertumbuh optimal dan pasti akan cacat.

Matius 16 : 8

16:8 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!

Maka Yesus berkata, “Mengapa kamu memperbincangkan soal roti, hai orang-orang yang kurang percaya?” Mengapa orang banyak itu berpikiran demikian?

  • Karena sebelumnya, Yesus telah membuat mujizat dari 5 roti 2 ikan, untuk memberi makan lima ribu orang.
  • Sehingga ketika Yesus “memperbincangkan soal tidak ada roti”, mereka pikir Dia memperbincangkan “roti jasmaniah”, sehingga Yesus berkata, “hai kamu orang kurang percaya”.
  • Orang yang imannya tidak utuh seperti orang Israel, misalnya hari ini mereka melihat mujizat, tetapi besoknya mereka akan takut dan kuatir lagi.
  • Inilah iman yang tidak sempurna atau iman yang tidak utuh dan yang disebut dengan kata “oligos” (Yunani).

Berapa banyak dari kita yang bersikap seperti orang Israel ini, yang hari ini bersorak-sorai melihat mujizat, tetapi besok hari menangis lagi ketika didera masalah?

  • Mengapa demikian?  Karena iman saudara tidak sempurna (oligos).
  • Misalnya, sejak kelahirannya seorang bayi tubuhnya sangat kecil, tetapi kalau pertumbuhannya sempurna maka dia akan menjadi besar dan normal, karena ada sel pertumbuhan yang sempurna dalam dirinya.
  • Tetapi kalau ada sesuatu yang tidak sempurna pada tubuh bayi tersebut, pasti dia tidak bisa bertumbuh dengan sempurna pula.
  • Misalnya walaupun seorang bayi ketika lahir besar tubuhnya normal, tetapi “pisiknya tidak sempurna atau tidak lengkap” karena matanya tidak bisa melihat atau tangannya hanya satu.
  • Ketika dia bertumbuh menjadi besar, pertumbuhannyapun tetap tidak akan sempurna, karena dia tetap cacat dan tetap tidak sempurna sampai kapanpun.

Hari ini saudara bisa bersorak sorai melihat mujizat terjadi, tetapi besok harinya ketika ada masalah, saudara akan menangis dan menangis lagi.

  • Itulah sebabnya hari ini Tuhan berbicara kepada saudara bahwa imanmu belum sempurna, karena kamu bertumbuh menjadi satu pohon tapi tidak ada buahnya.
  • Saudara bertumbuh, saudara pelayanan, saudara berdoa, tetapi apakah kamu berbuah?

Seseorang yang “imannya tidak utuh”, hari ini dia bisa melihat mujizat demi mijizat terjadi, tetapi besok harinya dia bersungut-sungut lagi.

  • Saudara sudah melihat mujizat demi mujizat terjadi dari tahun ke tahun.
  • Saudara sudah bisa melewati tahun 2018, dan itu semua karena mujizat Tuhan, tetapi mengapa saudara takut menapaki tahun 2019?
  • Selama saudara berjalan menapaki tahun 2018 yang telah berlalu, semuanya serba berat tapi di penghujung tahun 2018 Tuhan selesaikan semuanya, lalu mengapa saya harus takut memasuki tahun 2019?
  • Kalau saudara bisa melewati tahun 2018 yang begitu sulit, lalu mengapa saudara takut berjalan di tahun 2019 ini?

Meskipun saudara belum melihat segala sesuatu yang lebih baik di tahun 2019 bagi saudara, tetapi saudara harus percaya penyertaan Tuhan yang sama akan saudara alami seperti tahun 2018.

  • Saudara akan disertai lebih apabila saudara lebih dekat dan lebih intim dengan Tuhan, oleh sebab itu saudara tidak usah takut menapaki tahun 2019.
  • Apabila fokusmu pada masalah, maka saudara tidak akan bisa bertumbuh sampai kapanpun.
  • Tetapi apabila fokusmu pada kekekalan, maka saudara pasti survive dan pasti bisa melewati tahun 2019 dengan sukacita, karena ada kekuatan adikodrati yang menyertaimu.
  • Kekuatan adikodrati itu adalah penyertaan Tuhan yang sempurna bagi saudara dan saya.

Mengapa iman seorang percaya dikatakan “tidak utuh atau tidak sempurna” adalah disebabkan kurangnya pengenalan akan Tuhan.

  • Iman yang bertumbuh terjadi, antara lain “ketika saudara mengalami aniaya”, tetapi permasalannya adalah pasti saudara tetap ingin bertumbuh tetapi tanpa mengalami aniaya terlebih dahulu.
  • Bagaimana caranya saudara mau bertumbuh tanpa mengalami aniaya?
  • Bagaimana caranya saudara mengalami terobosan tanpa ada pintu yang tertutup sebagai penghalang?
  • Bagaimana caranya saudara mengalami pemulihan, kalau sebelumnya engkau tidak mengalami sakit terlebih dahulu?
  • Bagaimana caranya saudara bisa bersaksi, kalau engkau tidak mengalami masalah terlebih dahulu?

Jika imanmu mau komplit dan bertumbuh, maka saudara harus melewati badai terlebih dahulu, agar saudara dapat tahu iman saudara sudah komplit atau tidak.

Firman Tuhan dibawah ini mengisyaratkan bahwa untuk membuktikan imanmu sudah komplit atau belum, maka saudara harus melewati badai terlebih dahulu.

2 Timotius 3 : 11-12

3:11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.

Walaupun saudara mau bersaksi telah dilepaskan Tuhan dari aniaya, bagaimana mungkin bisa bersaksi, bila saudara tidak pernah mengalami aniaya itu?

3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

Jika saudara mau bersaksi untuk membuktikan penyertaan Tuhan, maka saudara harus melewati “pembakaran” terlebih dahulu.

  • Jadi saudara harus melewati lembah yang kelam dahulu, baru bisa melihat betapa hebatnya penyertaan Tuhan bagi saudara.
  • Tetapi hati-hati, jika saudara cuma maunya yang serba enaknya saja, nanti akhirnya tanpa saudara sadari saudara berjalan menuju pintu neraka, karena ada jalan yang disangka lurus tapi ternyata ujungnya menuju maut.
  • Orang yang disayang Tuhan harus melewati lembah kelam, karena tidak ada cara lain untuk membuktikan saudara hidup dalam terang atau dalam gelap.

Saudara harus mengenal Tuhan, karena bila tidak mengenal Tuhan, maka imanmu tidak akan pernah utuh.

  • Orang yang imannya tidak utuh, yang dia kenal hanya kebutuhannya, kesenangannya, kedagingannya, kesukaannya dan dirinya sendiri.
  • Orang yang imannya tidak utuh, tidak pernah mengenal Tuhan nya yang menyertai dia dalam setiap masalah demi masalah.

Jika saudara mau mengenal Tuhan yang membuat saudara tidak bersungut-sungut lagi, maka satu-satunya cara harus melewati lembah yang kelam.

  • Siapakah yang tidak pernah mengalami melewati lembah yang kelam?
  • Saya yakin kita yang disini semua bermasalah, tetapi permasalahannya “kalau imanmu komplit” maka kamu bisa bersyukur dalam segala hal.
  • Kalau imanmu komplit maka tidak akan pernah keluar persungutan dari mulutmu.

Sebaliknya bila imanmu tidak komplit atau tidak sempurna, maka yang keluar dari mulutmu hanya mengeluh, “Tuhan, mengapa aku Tuhan biarkan begini?

Ingatlah !!!  Iman yang tidak komplit membuat engkau tidak bisa bertumbuh, karena banyak orang Kristen hari-hari ini yang tidak mengenal Tuhan nya.

  • Iman orang Kristen yang tidak komplit berawal dari “devosi partial” atau “penyerahan diri sebagian” mereka yang salah.
  • Gereja harus mengajarkan jemaatnya untuk “devosi total”, tetapi banyak gereja yang mengajarkan hanya kejar kesembuhan jasmani, mengejar mujizat apapun bahkan mengejar berkat berlipat ganda dan sebagainya.
  • Jarang ada gereja yang mengajarkan bagaimana jemaatnya menyerahkan hidup mereka secara total kepada Tuhan.
  • Gereja hanya mengajarkan “devosi partial” yaitu penyerahan diri kepada Tuhan hanya sebagian, ini salah besar.

Karena akibatnya banyak yang menyerahkan hidupnya hanya sebagian, dengan alasan mereka banyak kebutuhan, banyak keinginan dan banyak hasrat yang harus terpenuhi.

  • Inilah yang dimaksud “devosi partial” tadi secara umum.
  • Jika saudara terus menerus hanya “devosi partial” dan tidak mau berubah maka imanmu pasti tidak sempurna, tidak akan lengkap.
  • Apa bahayanya jika saudara termasuk “devosi partial”, yang tahu Tuhan hanya sebagai sumber berkat?
  • Saudara tidak sadar kalau Tuhan itu pemilik hidupmu.
  • Dia harus menjadi Raja bagimu dalam hidupmu, bukan hanya menjadi bagian dalam hidupmu.
  • Dia berhak atas hidupmu dan saudara harus menyadari hal ini.

Bahaya dari “iman yang tidak sempurna” (Oligos) :

  1. Bahaya “oligos” yang pertama : “Tidak bisa bertumbuh” (iman jadi mati)

Kalau iman saudara mati atau “berjalan di tempat”, saudara tidak akan bisa maju-maju lagi. Namun demikian, apabila saudara mau berubah maka saudara harus masuk dalam “devosi total”, jangan lagi hanya “devosi partial” saja.

  • Kalau saudara benar-benar telah “devosi total” kepada Tuhan, harus ada tanda-tanda kematian Kristus didalam saudara.
  • Masalahnya, kalau saudara bertekad ikut Tuhan, jangan hanya sampai di Yerusalem saja, tetapi juga harus sampai di Golgota.
  • Jika saudara ikut Tuhan hanya sampai di Yerusalem, berarti hanya akan melihat mujizat terjadi pada orang lain, tetapi tidak mengalaminya sendiri.
  • Jika demikian halnya yang saudara alami, maka itulah tandanya saudara tidak akan bisa bertumbuh.

Saudara harus mengikut Tuhan sampai di Golgota, sampai paku tertancap di telapak tangan saudara, barulah saudara bisa berkata, “aku sudah mati untuk Tuhan, hidupku bukan milikku lagi, tapi Tuhan yang hidup di dalamku, dan lihatlah aku tidak bisa semena-mena lagi atas hidupku”.

  • Jika saudara mengikut Tuhan sampai di Golgota, berarti saudara akan “kudus total bukan hanya setengah kudus”.
  • Permintaan saya kepada Tuhan dalam doa saya, “Tuhan, siapapun yang hadir disini tidak ada yang binasa, biarkan kami semua ikut memerintah bersama dengan Tuhan”.
  • Bagaimana caranya agar kita bisa ikut memerintah, adalah dengan cara mengijinkan diri kita di perintah oleh Tuhan.
  • Kalau mulai saat ini saudara tidak mau diperintah oleh Tuhan, maka saudara tidak akan pernah bisa ikut memerintah bersama dengan Tuhan.

Jika engkau menjadikan Dia sebagai Raja dalam hidupmu dan taat kepada-Nya, barulah engkau bisa menjadi sekutu salib Tuhan.

  • Bahaya “oligos” yang ke-2 :  “Bertumbuh tapi gugur ditengah jalan”

Berapa banyak orang Kristen yang imannya gugur di tengah perjalanan hidupnya?

  • Awalnya mereka bersemangat sekali menyerahkan dirinya untuk di baptis dalam air dan berserah kepada Tuhan.
  • Tetapi jika kemudian saudara tidak mampu melawan keinginan dagingmu sendiri, maka kondisi inilah yang akan menghancurkan hidupmu.

Mengapa saudara tidak mampu melawan keinginan daging sendiri, sehingga mengalami kekalahan terus-menerus?

  • Karena saudara tidak “devosi total”, hanya “devosi partial”.
  • Orang yang hanya menyerahkan hidupnya setengah atau sepertiga kepada Tuhan, imannya pasti akan gugur.

Markus 4 : 16

4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,

Awalnya mereka terima firman Tuhan dengan gembira.

  • Di awal ikut Yesus, semuanya dirasakan serba mudah, tetapi semakin engkau dewasa dalam rohani semuanya menjadi semakin sulit.
  • Bila pertama kali terima Yesus “devosi mereka masih partial”, akibatnya ketika datang masalah, merekapun kecewa dan lari dari Tuhan.

Markus 4 : 17

4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.

Kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman Tuhan itu, maksudnya :

  • Berapa banyak orang Kristen yang mau mendengar firman yang keras?
  • Berapa banyak orang Kristen yang tetap bersukacita mendengar tegoran Tuhan melalui firman-Nya?
  • Berapa banyak orang Kristen yang menyadari bahwa karena firman itulah yang membuat mereka merasa di “aniaya”?
  • Sadarilah, firman yang masuk ke diri kita akan merontokkan daging kita satu persatu sampai kita tidak punya harga diri lagi, inilah yang membuat kita merasa “di aniaya” (kedagingan kita yang di aniaya).

Sampai-sampai dengan merintih kita datang kepada Tuhan dan berkata :

  • “Tuhan, mengapa saya tidak bisa berkutik lagi seperti ini, Tuhan?
  • “Tuhan, mengapa saya tidak bisa bergerak bebas lagi, Tuhan?”
  • “Tuhan, dulu sebelum saya bertobat, semuanya serba gampang dan serba enak, tetapi sekarang semuanya serba tidak boleh, Tuhan”

Sekarang dengarkan baik-baik jawaban Tuhan, “anak-Ku, hidupmu milik-Ku, Aku yang berhak mengatur hidupmu, karena Aku mengasihimu”.

Saudara tidak perlu tahu kenapa engkau bermasalah, tidak usah pusing dengan masalah, tetapi yang kamu harus tahu adalah, “Siapa yang ada bersamamu”.

  • Yang harus kamu ketahui dan kamu lakukan, adalah “bereskan dirimu”.
  • Ketika engkau membereskan dirimu, berarti engkau memulihkan hubunganmu dengan Tuhan dan otomatis semuanya beres.
  • Kita yang berjalan bersama dengan Tuhan, itu digandeng oleh Tuhan.

Karenanya saat melewati badai, kita tetap digandeng Tuhan dan Tuhan hanya berkata “jangan takut, anak-Ku”.

  • Tetapi begitu mata hati kita mulai teralih ke kanan atau ke kiri, maka kita pun mulai berjalan sendiri.
  • Ketika kita berjalan sendiri, Tuhan hanya melihat dari jauh dan menunggu kita kembali datang kepada-Nya.
  • Ketika kita berjalan sendiri, banyak yang mau mematikan iman kita, tetapi Tuhan tetap menunggu kita.
  • Ketika kita berbalik kepada Tuhan dan mau berjalan lagi bersama Tuhan, maka Tuhan berkata “ayo, kita berjalan lagi” .

Tetapi berapa banyak orang Kristen yang tidak mampu bangkit berdiri dan tidak mampu berjalan kembali bersama Tuhan?

  • Mengapa begitu banyak orang Kristen yang terus menangis mengasihani dirinya yang malang, dan yang terus menangisi masalahnya?
  • Mengapa begitu banyak orang Kristen yang terus menangisi masalah keuangannya dan kebutuhan hidupnya?
  • Jangan menangisi diri sendiri seperti itu, tetapi inilah waktunya engkau bangkit dan bertanya, “Tuhan, apa yang Engkau inginkan dari diriku yang harus aku lakukan untuk kemuliaan nama-Mu?”

Misalnya saudara punya anak, ketika dia masih kecil pasti saudara yang menyediakan semua kebutuhannya, tetapi setelah dia dewasa maka anak saudara itulah yang harus menyediakan sesuatu untuk bapanya.

  • Seorang anak yang tambah dewasa tidak boleh terus menerus cengeng.
  • Ingatlah, iman yang tidak komplit akhirnya gugur karena focus mereka hanya kepada hal-hal duniawi.
  • Orang yang imannya tidak komplit, berarti ikatannya dengan dunia dan dengan harga diri, serta dengan hasrat pribadi dan keinginan-keinginan duniawi lainnya, masih kuat.
  • Kalau saudara mau bertumbuh, hancurkan dan bebaskan dirimu dari semua ikatan yang membelenggumu.

Banyak yang berkata khotbah saya keras dan teriak-teriak, tapi kalau saudara tidak berubah maka hatimu lebih keras daripada firman Tuhan.

  • Orang percaya yang tidak mampu bertahan dalam pencobaan dan hatinya keras masih berbatu-batu, berarti masih duniawi sekali.
  • Kalau saudara tidak mau dikatakan duniawi, maka kamu harus berubah, harus benar-benar bertumbuh dalam Tuhan, dan mengenal Tuhan dengan benar.
  • Jangan menangisi masalahmu lagi, tetapi menangislah kalau engkau tidak berjalan bersama dengan Tuhan.
  • Saudara dipersilahkan saja untuk membuktikan “bahwa tanpa Tuhan” saudara masih bisa melakukan segala sesuatu.
  • Berapa banyak energi yang harus engkau buang, atau yang engkau sita untuk mencapai targetmu sendiri?
  • Saudara bungkuk sampai sampai di tanah sekalipun, kalau Tuhan tidak mau maka tidak akan terjadi.

Jika semuanya terjadi karena kehendak Tuhan, mengapa kamu tidak berjalan bersama dengan Tuhan saja?

Matius 13 : 7

13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

Ada sebagian benih yang jatuh ditengah semak duri atau ditengah banyaknya masalah, banyaknya tuntutan, banyaknya persoalan sehingga masalah kita semakin besar dan akhirnya iman saudara bisa mati.

  • Akibat matinya iman, saudara tidak sampai di finish, gagal di tengah jalan dan hal ini terjadi karena saudara masih duniawi.
  • Mengapa saudara masih duniawi?
  • Karena saudara belum berserah secara total kepada Tuhan.
  • Kalau saudara berserah secara partial, maka saudara tidak akan pernah survive sampai kapanpun juga.
  • Jadi kalau saudara mau survive, harus berserah total.

2 Timotius 3 : 8

3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.

Mereka sudah berjalan mengikut Musa, mereka juga mengalami tiang awan dan tiang api, mereka juga mengalami laut terbelah, mereka juga mengalami manna turun dari langit.

  • Tetapi mengapa akhirnya mereka menentang kebenaran, mereka berani melawan Tuhan?
  • Karena hidup mereka sembrono, akal mereka sudah bobrok, sudah rusak.
  • Karena orang yang tidak takut akan Tuhan, akalnya sudah rusak.
  • Karena orang yang seperti ini, devosinya masih partial dan mereka akan gugur di tengah jalan, karena mereka masih focus kepada persoalan dan masalahnya.
  • Jika saudara terus bergelut dalam masalah, maka saudara akan berjalan seperti dalam labirin, dan tidak akan menemukan jalan keluar.
  • Oleh karena itu berjalanlah bersama dengan Tuhan, karena Tuhanlah jalan keluarnya.

Orang yang menentang kebenaran, yang merasa kebenaran itu mengekang, sebenarnya orang itu masih duniawi dan pada akhirnya pasti akan mundur dari Tuhan.

  • Berapa banyak orang Kristen tidak tahan uji?
  • Berapa banyak orang Kristen bergesek sedikit langsung kecewa?
  • Jadi orang Kristen jangan sedikit-dikit kecewa atau kepahitan, tidak boleh lagi seperti itu.

Ada pohon yang sudah besar, tetapi tiba-tiba mati karena “benihnya tidak sempurna”.

  • Jangan ada satupun dari kita yang benihnya tidak sempurna.
  • Kita semua harus bertumbuh sampai berbuah.
  • Bahaya “oligos” yang ke 3 : “Imannya bertumbuh, tetapi tidak ada buahnya”

Matius 21 : 18

21:18 Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.

“Yesus merasa lapar” artinya Tuhan butuh suplay atau asupan dari saudara dan saya, yaitu buah-buah kebenaran yang ada di dalam kita.

Kalau Tuhan berjalan dan Tuhan mau makan buah dari kita, tetapi ternyata kita tidak berbuah, apa jadinya bagi kita?

Matius 21 : 19

21:19 Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

Pohon ara itu tidak ada buahnya, yang ada hanya daun semua, artinya :

  • Pohon ara itu hanya bertumbuh, jago bicara, aktif pelayanan, semuanya serba jago, tetapi tidak ada buah kebenaran nya.
  • Bertumbuh sebagai pohon besar, tetapi karena “imannya tidak sempurna” maka akhirnya pohon ara itu tidak ada buahnya.

Yohanes 15 : 2

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Kalau kita tidak berbuah, maka kita akan dipotong seperti ranting yang tidak berbuah itu. Tapi kalau saudara mulai berbuah maka saudara harus dibersihkan dengan firman yang benar, firman yang menegur, firman yang membawa saudara kepada perubahan, bukan dengan firman yang nyaman.

Bagaimana caranya supaya kita bisa berubah? Semua kesalahan kita harus ditegur dengan firman. Firman Tuhan berkata, “didikan dan teguran itu manis untuk saudara dan saya”

  • Tetapi masalahnya berapa banyak orang Kristen yang dengan senang hati mencari didikan dan teguran melalui firman?
  • Banyak orang cari firman yang menyenangkan telinga duniawinya saja.

Tadi saya dengar lagu-lagu rohani di mobil, katanya “pujian dan penyembahan” tetapi saat saya dengar, hati saya seperti tersayat mendengarnya, saya seperti mau menangis tetapi bukan karena tersentuh, melainkan karena sedih.

  • Dalam lirik lagu ada kata-kata “kupegang janjimu, semuanya tentang aku, mujizat buat aku”.
  • Ingat! Penyembahan itu lahir dari pujian dan pujian lahir dari kesadaran atas kebaikan Tuhan.
  • Ketika kita memuji Tuhan, barulah kita bisa menyembah Tuhan.
  • Itulah “praise and worship” yang benar.
  • Banyak yang memiliki persepsi, yang namanya “praise” itu lagunya cepat dan kalau “worship” itu lagunya lambat.

“Praise and Worship” pada garis besarnya bukan soal beat cepat atau lambat, tetapi soal hati kita yang menyembah Tuhan.

  • Contoh lagu penyembahan antara lain, “Kusembah Kau ya Allahku”, “Kutinggikan Engkau Tuhan”, “S’bab Kau besar”.
  • Kalau lagu “Janji-Mu seperti fajar pagi hari”, itu bukan lagu penyembahan tetapi hanya menyenangkan jiwa kita, hanya membangkitkan jiwa kita.
  • Penyembahan lahir dari pujian, pujian lahir dari pengenalan akan Tuhan.

Kalau saudara lagi banyak beban masalah, atau lagi kedukaan, apakah saudara bisa menyembah? Tidak bisa. Mengapa tidak bisa?

  • Karena ketika saudara lagi bermasalah, maka saudara tidak menyadari bahwa Tuhan itu baik.
  • Tetapi bila saudara menyadari serumit apapun masalahmu, Tuhan tetap baik padamu, maka saudarapun akan tetap bisa menyembah Tuhan.
  • Inilah kerinduan Tuhan, dalam situasi apapun kita tetap bisa menyembah Tuhan.
  • Jadi “iman yang bertumbuh, tetapi tidak berbuah” adalah orang yang aktif pelayanan dan rutin beribadah, tetapi tidak ada buahnya, atau orang yang terus menerus berbuat dosa tetapi tidak ada niatnya untuk berubah.
  • Jika demikian yang dialami orang tersebut, maka akal budi orang itu sudah rusak atau bobrok.

Saya berbicara keras seperti ini, supaya tidak ada satupun dari antara kita yang ada disini yang terhilang.

  • Kalau yang satu maju, ayo kita maju bersama-sama.
  • Kalau yang satu bergerak, ayo kita bergerak bersama-sama.
  • Jangan ada yang tertinggal di tempat.

Ingatlah, kita sedang berada di jalur lari dan ketika kita berlari, kita tidak bisa melihat ke diri kita sendiri, tetapi kita melihat ke garis finish.

  • Tidak mungkin orang sedang berlari cepat, tetapi matanya terus menerus melihat ke bawah, karena dia pasti akan kalah.
  • Kekristenan seperti perlombaan lari cepat jarak jauh ini.
  • Sehingga bila saudara memperlambat ritme saudara, maka saudara bisa tertinggal, akibatnya tidak mendapat hadiah.
  • Jika saudara melihat kebawah, saudara bisa salah jalur, sehingga bisa di diskualifikasi.

Oleh karena itu, agar saudara berhasil keluar sebagai pemenang pertandingan tersebut, maka :

  • Saudara harus focus ke tujuan dan harus focus ke garis finish.
  • Untuk itu saudara harus masuk kepada “devosi total” bukan hanya “devosi partial”.
  • Saudara harus menjadi pelaku firman dan harus mengabdi kepada Tuhan dengan cara yang benar.

1 Korintus 15 : 1-3

15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

Kamu yang sudah terima Injil, harus berdiri teguh di dalam Injil itu, dan jangan menyerah.

15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

Kamu akan sia-sia menjadi orang percaya, jika kamu hanya focus pada diri sendiri.

  • Walaupun kamu tetap bertumbuh, kamu pelayanan, kamu beribadah, tetapi kamu tidak akan menghasilkan buah, karena berbuat dosa jalan terus, menikmati kedaginganmu jalan terus dan hidup berengsek jalan terus.
  • Mengapa demikian? Karena kekristenan identic dengan kekudusan dan kekristenan tanpa kekudusan, itu bukan kekristenan.
  • Meskipun saudara beribadah 7 kali dalam sehari, tetapi kalau kamu tidak meninggalkan dosa, kamu bukan orang Kristen.
  • Kalau saudara mau di tegur melalui firman, pasti hatimu senang dengar firman ini, tetapi kalau kamu tidak mau ditegur, maka hatimu kesal.

Walaupun kamu masih bisa bertumbuh, tetapi tidak akan berbuah dan yang ada hanya daun semuanya, artinya orang yang hari ini sudah pelayanan, sudah rajin beribadah tapi tidak ada buahnya.

Kondisi ini berbahaya bagi imanmu.

Pengkhotbah 5 : 9

5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.

Kalau saudara cinta Tuhan maka saudara akan puas sekali telah mendapatkan Tuhan, tetapi kalau saudara cinta uang seberapapun yang saudara punya, saudara tidak akan pernah puas.

  • Siapa yang pernah puas dengan kekayaannya? Tidak akan pernah puas karena saudara masih daging.
  • Kita yang sudah dilahirkan dalam Roh (hidup baru), tetapi mengapa kita masih hidup dalam daging sampai hari ini?
  • Kita sudah di reka ulang lewat baptisan selam, tetapi mengapa masih daging sampai hari ini?
  • Saudara punya penghasilan sebesar apapun tidak akan pernah puas.
  • Saudara punya rumah sebesar apapun tidak akan pernah puas.
  • Salomo sudah punya istri seribupun, ternyata tidak puas juga karena fokusnya hanya di sex.

Kalau kamu hanya focus pada daging, maka kamu tidak akan pernah puas dengan dagingmu, tetapi kalau kamu focus kepada Tuhan maka kamu akan puas dengan dagingmu hari ini.

  • Kalau saudara merasa Tuhan cukup bagi saudara, maka saudara tidak akan menjadi orang rakus.
  • Bagaimana kamu mau diberkati kalau kamu menentang Sumber Berkat?
  • Bagaimana kamu mau diberkati jika kamu tidak berjalan dengan Sumber Berkat?
  • Bagaimana kamu bisa diberkati jika kamu hidup sembrono, semau-maumu?

Matius 6 : 24

6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Kamu tidak bisa mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

  • Kamu juga tidak bisa mengabdi kepada Allah dan kepada dirimu sendiri.
  • Kalau kamu mau mengabdi, mengabdilah kepada Tuhan dan lepaskan siapa “engkau”, barulah kamu bisa puas dengan apa yang kamu punya hari ini.
  • Memang tidak enak dengarnya tapi mau tidak mau saudara harus dengar karena ini sudah tahun 2019, kalau Tuhan datang bagaimana?
  • Bagaimana kalau saudara tertinggal di bumi saat pengangkatan terjadi?

Pengajaran yang salah tidak menjadikan seorang menjadi rohani, tetapi menjadi Kristen duniawi dan bila saudara tetap menikmati yang duniawi ini, maka keselamatan kekal saudara menjadi taruhannya.

  • Iman itu memang pemberian dari Tuhan, tetapi kalau saudara “salah menanggapinya karena iman itu adalah pemberian”, berarti tidak usah ada penghakiman.
  • Orang Kristen yang salah menerima pengajaran berpikir, bagaimana mungkin dihakimi oleh Tuhan, karena Tuhan sendiri yang memberi iman kepada kita.
  • Misalnya, saya berikan si Polan uang Rp.20.000,- lalu kemudian saya menghakimi dia karena telah menerima uang Rp.20.000,- itu, apakah saya berlaku adil?

Analoginya, Tuhan kita Yesus Kristus Maha Adil, maka Tuhan tidak bisa menghakimi kita dengan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

  • Akhirnya muncul pengajaran dari pengajar kekristenan tertentu, yang mengajarkan bahwa “iman tidak perlu ada tanggung jawab” karena itu adalah pemberian.
  • Pengajaran ini salah fatal dan menyesatkan, karena tetap saja harus ada penghakiman.
  • Saya katakan, apa yang telah kamu terima, harus kamu pertanggung jawabkan, sama seperti seseorang yang mendapat talenta.
  • Kita semua sudah memiliki satu talenta, yaitu talenta keselamatan.

Tetapi permasalahannya, apakah talenta itu bertumbuh atau tidak di dalammu?

  • Tuhan mau menghakimi apa, kalau focus kita hanya kepada pemberian?
  • Tuhan yang memberikan iman kepada saya hanya sebesar ini, mengapa Tuhan tega-teganya menghakimi saya? Apa kesalahan saya dalam hal ini?
  • Jika Tuhan menghakimi saya karena pemberian-Nya itu, berarti Tuhan tidak adil.

Misalnya, Tuhan berikan saudara Rp.10.000.000,- sebagai modal awal saudara, maka saudara harus kembangkan dan itulah yang namanya tanggung jawab.

  • Orang yang mengajarkan “kasih karunia yang berlebihan” mengatakan, orang Kristen tidak memerlukan tanggung jawab.
  • Pengajaran seperti ini sangat menyesatkan, berbahaya luar biasa bagi imanmu.
  • Karena iman harus disertai dengan kasih, sehingga barulah iman yang sejati bisa bertumbuh.

2 Timotius 1 : 13

1:13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

Allah memberi keselamatan bagi saudara dan keselamatan itu tidak bisa saudara dapatkan dari manapun juga, supaya kamu sadar bahwa kamu orang yang butuh pertolongan.

  • Apabila saudara sadar Tuhan sudah menyelamatkan saudara, saudara jadi mengasihi Tuhan, maka muncullah kasih kepada Tuhan.
  • Jadi jangan sampai terjadi setelah saudara diselamatkan, saudara masih saja mengasihi diri sendiri, masih focus kepada diri sendiri.
  • Kalau saudara focus kepada diri sendiri, saudara tidak bisa mengasihi Allah sampai kapanpun.
  • Alkitab berkata, saudara tidak bisa mengabdi kepada dua tuan sekaligus atau dalam waktu yang bersamaan.

Tuhan (Lord) harus di taati dan Dia juga God yang harus disembah.

  • Tuhan itu Allah, Dia harus ditaati sebagai Tuan kita dan kita sebagai anak-Nya atau hamba-Nya.
  • Dia Adonai kita, ya Tuhan ya Tuhanku.
  • Dia juga sebagai Allah kita yang harus disembah lewat gaya hidup kita, lewat cara hidup kita yang benar sesuai kehendak-Nya.
  • Itulah penyembahan yang sejati.

Allah memberi kita keselamatan dan kita merespon keselamatan yang Dia berikan dan kita mendapatkan keselamatan itu.

  • Tanpa saudara sadari begitu saudara dapat keselamatan itu, saudara mulai mengasihi Allah.
  • Kalau saudara sudah mengasihi Allah, maka saudara juga menjadi taat dan setia kepada Allah.

1 Yohanes 3 : 16

3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

Iman harus disertai dengan kasih.

Kalau saudara punya iman, tetapi tidak mempunyai kasih sama saja seperti gong yang gemerincing.

Jadi iman yang komplit, iman yang sempurna dan iman yang sejati sekalipun, harus disertai dengan kasih akan Allah dan kasih akan sesama.

  • Jika saudara ingin bertumbuh dan berbuah, saudara harus intim dengan Tuhan lewat firman dan doa.
  • Tuhan merindukan saudara berbuah, artinya saudara mengerti pikiran dan perasaan Tuhan atau kehendak Tuhan dan melepaskan kehendak saudara sendiri.
  • Kalau saudara benar-benar mau melakukan kehendak Tuhan, maka satu-satunya cara hanyalah dengan melepaskan terlebih dahulu kehendak diri sendiri.
  • Kalau saudara mau berhasil untuk berbuah, berarti saudara harus devosi total, bukan hanya devosi partial.

Percuma saudara rajin ibadah dan atau rajin pelayanan, tetapi gaya hidupmu tidak berubah, terus bergelut dengan dosa yang sama dan terus menyenangkan daging sendiri, sehingga hidupmu tidak berbuah.

  • Akhirnya meskipun kamu tetap bertumbuh, tetapi tidak akan ada buahnya kecuali daunnya saja yang lebat.
  • Bila demikian halnya, jadilah saudara “orang yang berdaun lebat tetapi tidak berbuah”.
  • Namun demikian perhatikan baik-baik, “orang yang berbuah, pasti ber-daun”, tetapi “orang yang berdaun, belum tentu berbuah”.
  • Analoginya, “orang yang mengasihi Tuhan, pasti melayani Tuhan”, tetapi “orang yang melayani Tuhan, belum tentu mengasihi Tuhan”.

Pertanyaannya kepada kita semua, apakah saudara dan saya benar-benar mengasihi Tuhan?

  • Kalau benar saudara mengasihi Tuhan, apakah saudara sudah melakukan firman Tuhan dengan taat dan setia?
  • Sampai kapan saudara tidak juga mau mematikan kedaginganmu?

Sekarang sudah tahun 2019, bagaimana kalau Tuhan tiba-tiba datang tahun ini, entah bulan ini atau bulan depan untuk mengangkat gereja-Nya?

  • Apakah saudara benar-benar sudah siap terangkat sebagai mempelai Kristus yang sempurna, tanpa cacat dan tanpa cela?
  • Ingatlah, yang terangkat hanyalah mereka yang berbuah, bukan yang hanya berdaun saja.
  • Orang Kristen yang hanya berdaun tidak akan terangkat, karena mereka masih menikmati hidupnya di pelataran.

Kalau saudara ingin diangkat ketika “Rapture” terjadi, saudara harus rela untuk diproses sampai saudara berbuah.

  • Walaupun selama diproses terasa sangat menyakitkan bagi saudara, mau tidak mau saudara harus tetap bersabar, karena proses itu sebenarnya menunjukkan bahwa Tuhan sayang pada saudara.
  • Karena Tuhan terlalu sayang kepada saudara, maka Tuhan pakai segala macam cara supaya kamu juga sayang Dia.
  • Tetapi kalau Tuhan sudah memakai segala macam cara, tetapi kamu tidak juga cinta Tuhan, berarti akal budimu memang sudah bobrok, sudah rusak.
  • Walaupun kita terus dihantam oleh firman, seharusnya tidak jadi masalah bagi kita supaya kita benar-benar bisa berubah.

Orang yang berbuah, pasti di sayang Tuhan dan pasti menjadi teladan bagi banyak orang.

1 Korintus 11 : 1

11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

Artinya ikuti teladan hidupku (kata Paulus), sama seperti aku mengikuti teladan hidup Kristus. Jadi kita harus menjadi teladan bagi orang lain.

Pertanyaannya : Apakah saudara sudah menjadi teladan?

Filipi 1 : 22

1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

Ini adalah perkataan Paulus. Saudara pelajari surat-surat Paulus, dia orang yang hebat dan juga militant di dalam Tuhan.

Rasul Paulus sampai berkata, “kalau aku hidup, aku harus memberi buah, aku tidak tahu harus pilih yang mana”, artinya sudah tidak ada keinginan apa-apa lagi di dalam dirinya”.

Filipi 1 : 20

1:20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

Kristus sudah dimuliakan di dalam tubuhku, jadi aku sudah tidak memuliakan diriku lagi, aku sudah mati.

Kalau aku hidup, aku memuliakan Tuhan dan kalau aku mati, matiku juga memuliakan Tuhan.

Filipi 1 : 21

1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Mati adalah keuntungan, tetapi berapa banyak orang Kristen takut dengan kematian?

  • Mungkin yang banyak masalah bisa berkata tidak takut mati, mati lebih baik daripada hidup menderita seumur hidup.
  • Tetapi jangan salah mengerti, kalau setelah mati masuk sorga, puji Tuhan, tetapi kalau focusmu hanya pada masalah dan hidupmu yang tidak berbuah, kalau kamu mati masuk mana?
  • Jika tidak berbuah pasti akan ditebang dan dibuang.
  • Orang yang benar di dalam Tuhan tidak pernah takut dengan kematian, karena mati adalah keuntungan.

Jadi kita tidak usah pusing lagi dengan apa yang ada di dunia, kita tidak usah pusing dengan wasiat-wasiat lagi, karena kita tidak akan menikmati.

  • Yang kita pusingkan adalah bagaimana caranya agar hidup kita berkenan di hadapan Tuhan setiap detik, setiap waktu.
  • Dengan demikian saudara harus menjadi teladan bagi orang lain, barulah saudara bisa memberi buah.
  • Kita hanya bisa teladani Kristus, ketika kita telah mengenal Kristus.
  • Kalau saudara tidak mengenal Kristus dengan benar, saudara tidak akan bisa meneladani Kristus.

Matius 3 : 10

3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Ada kata “pasti” ditebang dan dibuang. Berarti kalau saudara tidak berbuah, hanya berdaun saja, maka saudara akan ditebang.

Bila demikian seriusnya sanksi kepada orang yang tidak berbuah, apakah saudara sudah ingin berbuah atau sudah cukup hanya berdaun saja?

  • Kalau saudara ingin berbuah, ada persyaratannya yaitu saudara harus memiliki “iman yang utuh”.
  • Dan untuk memiliki iman yang utuh, maka saudara harus masuk dalam “devosi total”, bukan lagi devosi partial.
  • Karena keselamatan “bukanlah tiket masuk sorga yang bisa disimpan” sementara kita hidup seenaknya dulu, kemudian dipakai pada waktunya.
  • Jika saudara hidup sesuka hati saudara setelah meraih keselamatan itu, maka pada waktunya nanti saudara akan menyesal, tiketnya hangus.

Dengan demikian, maka karunia keselamatan yang telah Tuhan berikan adalah tiket mendapatkan keselamatan yang benar dengan cara masuk ke dalam jalur yang benar.

  • Jika saudara sudah mendapat tiket keselamatan, saudara tidak boleh lagi hidup sesuka hati saudara sendiri untuk menikmati dunia.
  • Jika saudara masih hidup sesuka hati saudara sendiri, maka saudara harus siap terima sanksi berat, yaitu dibuang seperti pohon yang ditebang karena tidak berbuah.
  • Karena keselamatan itu harus dikerjakan (“work out”), bukan “work for”.
  • Saudara sudah mendapatkan tiket keselamatan, tetapi harus dikerjakan dengan cara melatih dirimu beribadah sampai engkau mengenal Tuhan.
  • Kalau saudara sudah mengenal Tuhan dengan benar, maka keselamatan itu menjadi nyata bagimu.

Ingatlah, kesempatan untuk bisa berbuah, baru bisa terjadi jika saudara “devosi total”.

Apa yang dimaksud berbuah?

1 Yohanes 3 : 10

3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Anak-anak Allah bisa dibedakan dengan anak-anak iblis, jadi kita harus tahu tanda-tanda anak iblis, supaya jangan sampai ada anak iblis yang masuk ke gereja.

  • Kalau saudara belum menjadi anak Allah, maka saudara harus sadar dan berubahlah mulai saat ini.
  • Kalau dalam kehidupan saudara sehari-hari tidak berbuat kebenaran dan atau saudara tidak berjalan dalam jalan kebenaran, maka saudara “bukan anak Allah”.

Masalahnya, jika kamu masih hidup dalam daging, atau masih focus pada diri sendiri, masih focus pada kedagingan, masih focus pada keduniawian, atau masih focus pada kenikmatan diri sendiri, berarti kamu “bukan anak Allah”.

  • Kalau saudara masih membenci orang, masih sakit hati kepada orang, masih kepahitan dengan orang lain, maka saudara “bukan anak Allah”.
  • Mengapa begitu sulitnya untuk menjadi anak Allah?
  • Karena saudara “belum devosi total”, masih devosi partial.

Kerajaan Allah bukan soal daging, tetapi soal damai sejahtera didalam Tuhan.

Roma 14 : 17

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Jadi makanan dan minuman tidak bisa mempengaruhi damai sejahtera didalam Tuhan yang ada di dalam kita.

  • Walaupun makan tahu-tempe atau mie instan saja setiap hari, tidak akan bisa mempengaruhi damai sejahtera yang ada di dalam kita.
  • Walaupun makan makanan termahal sekalipun setiap hari, tetapi kalau tidak ada Tuhan didalam kita, kita tidak akan pernah puas.
  • Makan steak yang super enak atau makan steak yang super tidak enak, hanya berbeda di lidah saja, tetapi begitu masuk ke perut semuanya sama saja, yaitu perut jadi kenyang .
  • Tapi mengapa yang hanya karena yang dirasakan oleh lidah saja bisa mempengaruhi damai sejahtera saudara?

Bagaimana caranya agar kita semua yang ada disini bisa berbuah?

  • Dengan “devosi total”, bukan dengan “devosi partial”.
  • Kalau saudara mau mematikan kedagingan saudara, matikanlah daging saudara secara total.
  • Kalau saudara hanya dengan setengah hati saja mengikut Tuhan, berarti penyerahan saudara kepada Tuhan belum total.
  • Kalau mau total, dagingmu harus dimatikan dengan benar dan tinggalkan cara hidupmu yang lama.

Apakah saudara mau berubah dan apakah saudara juga mau berbuah?

  • Bila saudara mau berubah dan mau berbuah, maka saudara harus devosi total agar bisa mengalami Tuhan.
  • Bila saudara mau melakukannya, maka saudara pasti akan mengalami penyertaan Tuhan, bimbingan Tuhan dan tuntunan Tuhan.

Dan untuk semuanya itu cukup hanya dengan memenuhi satu syarat, yaitu saudara harus “mati” total, bukan hanya sekedar setengah mati.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION EDITOR

HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

13 JANUARI PRINSIP IMAN YANG BERTUMBUH ADALAH YANG BERAKAR KEBAWAH (VIDEO KHOTBAH)

6 JANUARI 2019 BERAKAR BERTUMBUH DAN BERBUAH (VIDEO KHOTBAH)

MEMANFAATKAN WAKTU DEMI KEKEKALAN – 31 DESEMBER 2018

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. (Ibrani 12

MEMANFAATKAN WAKTU

D E M I   K E K E K A L A N

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION

IBADAH TUTUP TAHUN

31 DESEMBER 2018

==================

Shalom !

Tidak terasa, sekarang ini kita sudah berada di penghujung tahun 2018. Hanya tersisa waktu beberapa jam lagi kita berada di tahun 2018 ini, karena segera memasuki tahun yang baru 2019.

Belajar dari pengalaman hidup kita dari tahun ke tahun, seringkali kita diperhadapkan dengan hidup yang tidak baik, hidup dalam dosa, jatuh bangun dalam dosa, atau terus berkutat dalam dosa, bahkan lebih fatal lagi ada orang Kristen yang mundur dari Tuhan.

  • Semua kondisi seperti ini membuat kita tidak akan pernah masuk dalam rancangan Tuhan yang indah.
  • Kita semua selalu ingin hidup kita indah, tetapi bagaimana mungkin hidup kita bisa , kalau kita tidak masuk dalam rencana Tuhan yang indah?
  • Kita merasa, hidup kita lebih indah bila hidup sesuai dengan rancangan kita sendiri, yang tanpa kita sadari sebenarnya tidak ada indah-nya.
  • Bila demikian maka saudarapun tidak akan pernah berubah, bahkan dari tahun ke tahun saudara tidak lebih kudus dan tidak akan lebih benar.
  • Semua yang saudara lewati dari waktu ke waktu akan terulang kembali dan berulang-ulang, karena saudara tidak pernah mau belajar.
  • Seharusnya kita benar-benar mau belajar supaya kita benar-benar masuk dalam rencana Tuhan dan tidak pernah mundur dari Tuhan.

Sekali lagi saya ingatkan, Tuhan mau saudara dan saya benar-benar mau belajar, jangan sampai dosa membuat saudara dan saya tidak masuk dalam rancangan Tuhan.

Yeremia 29 : 11

29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

TUHAN tahu rancangan-Nya bagi kita semua, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan.

Tuhan samasekali tidak pernah merancangkan kecelakaan dalam hidup kita, sebaliknya Tuhan merancangkan masa depan yang penuh harapan bagi kita semua.

  • Permasalahannya, banyak orang percaya yang keluar dari rancangan Tuhan dan masuk dalam rancangannya sendiri.
  • Hanya karena kecewa dengan keadaan, kecewa dengan masalah, mereka pada akhirnya mundur dari Tuhan.
  • Bila kita hidup dengan sesuka hati kita, kita hidup sesuai dengan keinginan kita sendiri, akhirnya tanpa kita sadari kita telah masuk dalam rancangan kecelakaan, yang tidak ada damai sejahtera dan sukacita di dalamnya.

Kalau kamu masuk dalam rancanganmu sendiri bukan masuk dalam rancangan Tuhan, maka kerinduanmu akan sorga tidak akan saudara dapatkan.

Yeremia 29 : 12 – 14

29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;

Kalau kamu berseru kepada Tuhan maka Tuhan pasti mendengarkan, tetapi jangan coba mengatur waktu-Nya Tuhan dengan cara kita sendiri.

29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,

Dan apabila kamu mencari Tuhan, mencari jalan Tuhan dan mencari bimbingan Tuhan dengan segenap hati, maka kamu akan menemukan Tuhan.

Tetapi bila kamu “tidak mencari Tuhan”, maka kamu tidak akan bertemu Tuhan sampai kapanpun.

29:14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. –

Tuhan memberikan akses khusus kepada kita agar kita mudah menemukan Dia, tetapi permasalahannya kita yang enggan mencari Tuhan.

  • Ketika doa kita dan pergumulan kita tidak Tuhan jawab, kita merasa Tuhan tidak ada atau tidak peduli terhadap kita.
  • Sebenarnya tanpa kita sadari Tuhan selalu dengar doa kita, Tuhan selalu tahu apa yang kita rindukan dan kita butuhkan.
  • Permasalahannya ada pada diri kita sendiri, karena kita masih punya ego untuk “mengatur” Tuhan.

Dalam ayat 14 tadi TUHAN berkata kepada umat Israel, “Kamu telah Ku-ceraiberaikan, tetapi Aku akan memulihkan keadaanmu”, firman ini juga ada artinya bagi kita semua, yaitu ada pemulihan bagi kita kalau kita masuk dalam rancangan Tuhan bagi kita.

  • Permasalahannya, kita tidak mau masuk dalam rancangan Tuhan, tetapi kita masuk ke dalam rancangan atau jalan kita sendiri.
  • Pengalaman pahit yang sudah terjadi tidak bisa berulang kembali, tetapi biarlah itu menjadi pelajaran berharga untuk saudara dan saya.
  • Bagaimana caranya supaya hal buruk itu tidak terulang kembali, kita harus terus belajar dan belajar dari pengalaman masa lalu itu.

Masalahnya banyak orang Kristen sudah mengalami masa sulit, tetapi tetap berjalan sesukanya dan tidak mau belajar.

Saudara harus menggunakan waktu saudara yang ada dengan benar.

  • Jangan sampai ada waktu-waktu saudara yang terbuang percuma.
  • Dalam Kitab Tawarikh dikatakan 480 tahun, tapi pada kenyataannya di Kisah Para Rasul 569 tahun, tidak sinkron.
  • Ternyata ada tahun-tahun yang tidak dihitung oleh Tuhan.

Jadi kalau saudara hidup bebas sesuka hati saudara, hidup semau-maunya dan berpesta pora dengan bebasnya, maka waktumu akan terbuang dengan sia-sia dan tidak akan di hitung dihadapan Tuhan.

  • Kitab Tawarikh berbicara mengenai hubungan manusia dengan Allah.
  • Sedangkan Kitab Kisah Para Rasul, Tuhan berbicara tentang sejarah.
  • Kalau berbicara tentang hubungan dengan Tuhan, yang tercatat hanya 480 tahun.
  • Jadi ada sekitar 90 tahun yang tidak dihitung oleh Tuhan.
  • Jadi bisa saudara bayangkan, berapa tahun dalam hidup saudara “yang lenyap” dari dalam hidup saudara?
  • Berapa tahun dalam kehidupan saudara ada waktu yang terbuang karena tidak tercatat dihadapan Tuhan?

Oleh karena itu saudara harus segera bertobat, dan mulai hari ini kembali ke jalan Tuhan. Tuhan mau saudara benar-benar ikut Tuhan.

1 Petrus 1: 24

1:24 Sebab: “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,

Yang dimaksud dengan “bunga rumput” adalah bunga yang sedang mekar.

Kemuliaan kita hanya seperti bunga rumput dikala mekar saja. Tuhan menggambarkan hidup kita seperti rumput, dan kemuliaan kita seperti bunga rumput yang tidak ada artinya, karena sebentar saja sudah layu dan gugur.

  • Pertanyaannya, apa yang kita kejar dari dunia ini selama ini?
  • Berapa lama waktu yang saudara gunakan untuk mengejar kepentingan-kepentingan diri sendiri selama hidup di dunia ini?
  • Banyak orang sangat terbeban dengan sekolah anaknya, bahkan sangat terbeban dengan banyak hal, tetapi tanpa mereka sadari, mereka tidak pernah merasa terbeban dengan kerohanian mereka.
  • Mereka selalu peduli dengan apa yang bisa dilihat hari ini, tetapi tidak mau peduli dengan apa yang “tidak terlihat” di kemudian hari.

Sikap kekristenan yang seperti ini adalah masalah fatal dalam mengiring Tuhan dan kita harus perbaiki sikap negatip seperti ini, perlu ada rekonsiliasi.

Yakobus 4 : 15

4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Ayat ini mengatakan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok hari.

Kalau saudara tidak tahu akan apa yang terjadi besok, mengapa saudara tidak ber-sungguh-sungguh mempersiapkan “hari esokmu” yang lebih baik daripada hari ini?

  • Dalam hubungan kita dengan Tuhan, kita harus mencintai Tuhan seperti tidak ada hari esok, artinya anggap saja “besok hari kita sudah meninggal dunia”.
  • Mungkin besok saya harus kembali ke rumah Bapa Sorgawi, berarti hari ini saya harus mati-matian cinta kepada Tuhan.
  • Kalau saudara tidak memiliki kemauan seperti itu, maka saudara tidak akan pernah bisa tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.
  • Saudarapun akan bergelut terus dalam pergumulan dengan dosa, dan akhirnya tidak pernah sampai ke tingkat kekudusan yang benar.

Semua yang ada di dunia ini bersifat sementara, oleh sebab itu kejarlah yang bukan sementara, yaitu yang kekal.

  • Mengapa kita selalu memikirkan hal-hal yang bersifat sementara, tetapi tidak pernah peduli dengan yang kekal?
  • Kita harus membereskan semua kerusakan yang diakibatkan oleh dosa, karena itu akan menghancurkan semua usaha yang akan datang.
  • Jadi begitu kita berbuat dosa, berarti kita bikin celah pada bejana kita.

Bila saudara berbuat dosa lagi, berarti saudara membuat celah lagi dan seterusnya, sehingga celah bertambah lebar dan bejana itupun akan “bocor” yang akan membuat bejanamu tidak bisa terisi sampai penuh.

  • Ingat! Bejanamu tidak akan pernah bisa penuh, kalau kamu tidak segera bertobat dan bertobatlah mulai hari ini.
  • Bereskan dirimu supaya bejanamu bisa penuh, karena dosa saudara akan membuat bejanamu bocor sehingga semua usahamu yang akan datang banyak yang terbuang percuma.
  • Itulah cara pengrusakkan diri saudara oleh dosa.

Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa, artinya pengrusakan manusia oleh dosa jauh lebih berbahaya daripada mengidap sakit kanker, sampai Tuhan sendiri turun dari Sorga untuk menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya.

  • Kalau kamu tidak mengampuni orang yang bersalah kepadamu, maka Tuhan juga tidak mengampuni kesalahanmu.
  • Bisakah saudara bayangkan jika Tuhan tidak mengampuni kesalahanmu?
  • Setiap hari kita hidup di dunia ini hanya sehari waktunya, oleh sebab itu berhati-hatilah senantiasa selama kita menjalani kehidupan ini.
  • Oleh sebab itu kerjakan hari-hari kita seperti tidak ada hari esok.
  • Setiap hari kita harus belajar melepaskan ego kita, melepaskan semua kepentingan-kepentingan pribadi kita dan carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh.
  • Kalau saudara melepaskan semua ego saudara, maka saudara baru bisa ikut Tuhan.
  • Selama engkau masih memiliki ego maka engkau tidak bisa mengikuti kemana Tuhan melangkah.

Filipi 3 : 10

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Ini artinya melepaskan ego.

Saudara belajar untuk mengenal Dia, bukan hanya sekedar tahu Dia.

  • Berapa banyak orang Kristen yang belajar mengenal Dia?
  • Berapa banyak orang Kristen yang hanya tahu siapa Tuhan Yesus?
  • Kalau saudara benar-benar telah mengenal Tuhan Yesus, saya yakin saudara tidak akan mau hidup sesuka hati saudara sendiri, karena pasti akan hidup berhati-hati.

Kalau saudara tidak belajar mengenal Tuhan, maka saudara akan terus menerus kembali kepada dosa lama yang membuat bejanamu bocor dan merusak masa depanmu.

  • Orang yang tidak memanfaatkan hari-harinya bagi Tuhan, maka dia jadi tidak bermanfaat bagi Tuhan.
  • Tokoh dalam Alkitab yang tidak memanfaatkan hari-harinya dengan baik bagi TUHAN adalah Salomo.
  • Awalnya Salomo mengenal TUHAN, tapi setelah hartanya banyak dia jadi lupa TUHAN.
  • Tokoh kedua, adalah Simson. Seharusnya Simson bisa bermanfaat bagi TUHAN lebih dari apa yang tercatat dalam Alkitab.

Bagaimana dengan saudara dan saya? Sebenarnya Tuhan mau pakai saudara lebih dari apa yang saudara lakukan sampai hari ini.

  • Permasalahannya kita tidak bisa di pakai oleh Tuhan untuk kemuliaan-Nya, kalau kita tidak berserah penuh kepada Tuhan.
  • Saudara tidak bisa dipakai oleh Tuhan kalau saudara tidak menyerahkan hidup saudara dengan sepenuh hati untuk Tuhan.
  • Saudara tidak pernah maximal bagi Kerajaan Tuhan, jika saudara tidak memaximalkan Tuhan di dalam saudara.
  • Saudara harus memaximalkan Tuhan di dalam saudara, barulah saudara bisa dipakai Tuhan secara maximal.

Meskipun saudara ibu rumah tangga, misalnya, saudara bisa dipakai Tuhan dengan cara Tuhan. Tapi permasalahannya saudara tidak mau dipakai Tuhan untuk kemuliaan-Nya.

  • Memang sulit sekali untuk dipakai Tuhan, oleh sebab itu manfaatkan waktumu dengan benar.
  • Simson tidak memanfaatkan waktunya dengan benar, akhirnya hidupnya bocor dan masa depannya pun hancur.
  • Salomo juga tidak memanfaatkan waktunya dengan benar, akhirnya hidupnya juga bocor dan masa depannya ikut hancur.

Saul juga tidak memanfaatkan waktunya dengan benar, akhirnya hidupnya hancur.

  • Saul terus menerus iri hati, kecewa dan benci seumur hidupnya.
  • Artinya seumur hidupnya dia habiskan hanya untuk hal yang sia-sia.
  • Seumur hidupnya dia habiskan untuk mengejar dan berusaha membunuh Daud, seharusnya Saul bisa “bermanfaat lebih” bagi Tuhan.

Sadarkah saudara kalau saudarapun bisa mengalami kehancuran hidupmu dan masa depanmu seperti para tokoh Alkitab itu?

Misalnya, situasi dan kondisi semua aspek kehidupanmu hari ini semua serba aman, serba ada, uangmu banyak, tubuhmu sehat sempurna, maka seharusnya inilah waktumu untuk membangun perkara rohani.

  • Tapi permasalahannya, ketika semua serba aman dan serba ada seperti Salomo, kemungkinan besar saudara tidak membangun perkara rohani tapi membangun perkara diri sendiri.
  • Tuhan mau kalau saudara diberi keamanan, bangunlah perkara-perkara rohani.
  • Sekalipun saudara belum aman, misalnya, bangunlah perkara rohani dengan ketidak-amananmu itu.
  • Baik tidak baik, waktunya kamu harus menjadi pemberita firman.

Hakim-hakim 3 : 7-11

3:7 Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera.

Orang Israel ketika digencet, mereka mencari TUHAN, tapi ketika aman mereka melupakan TUHAN. Kecenderungan karakter manusia memang seperti ini.

Tapi saya percaya di Chosen Generation tidak ada yang seperti ini. Aman tidak aman, kita tetap mencari Tuhan.

3:8 Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya.

3:9 Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan seorang penyelamat bagi orang Israel, yakni Otniel, anak Kenas adik Kaleb.

3:10 Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim.

3:11 Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel anak Kenas.

Kalau saudara baca kelanjutan ayat-ayat tersebut di atas, Israel berbuat kejahatan lagi.

  • Inilah tipikal manusia, ketika sudah banyak uang, ketika sudah aman dia pikir baru tenang mencari Tuhan. Tidak bisa seperti ini.
  • Kalau saudara menikmati dunia, maka saudara tidak akan senang pikul salib.
  • Banyak yang berkata kalau dia sudah diberkati, barulah mencari Tuhan.
  • Dengan sikap seperti ini saudara tidak akan diberkati sampai kapanpun.

Banyak yang berkata, kalau Tuhan telah memberkati saya, baru saya sungguh-sungguh di dalam Tuhan.

  • Jika prinsipmu demikian, maka sampai kamu masuk kuburpun kamu tidak akan diberkati.
  • Waktu dalam kondisi aman kita harus tetap bersyukur, puji Tuhan.
  • Jangan sampai tambah senang engkau hidup di dunia ini, maka tambah sulit engkau memikul salib.
  • Akibatnya saudara akan tidak suka dengan perkara-perkara rohani seperti doa, menyembah, dengar firman.
  • Pada titik tertentu saudara bisa bosan dengan perkara rohani.
  • Jika sudah demikian, maka bahaya sudah mengintip saudara, karena saudara sudah sampai tingkat membenci firman. Rohanimu benar-benar dalam bahaya.

Roma 14 : 17

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Kerajaan Allah bukan soal perut, tapi soal damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Jadi Kerajaan Allah adalah perkara Roh Kudus.

  • Perkara Roh hanya bisa di dapat ketika saudara berjalan dalam Roh.
  • Ketika saudara punya uang apakah saudara punya damai sejahtera Tuhan didalam saudara?
  • Tidak ada, karena perkara daging hanya bisa dipuaskan dengan daging.
  • Perkara Roh hanya bisa dipuaskan dengan roh. Tidak ada cara lain.
  • Semakin intim saudara hidup di dalam Roh maka dagingmu semakin habis terkikis dan akhirnya mati.

Tadi pagi Tuhan berkata, “Firman Tuhan itu perkara Roh, tetapi gereja sekarang menjadikan firman Tuhan itu daging dan hanya sedikit yang berani menyatakan firman Tuhan itu perkara Roh”.

  • Mengapa demikian, karena yang mereka cari dalam firman Tuhan adalah berkat jasmaniah, mujizat-mujizat dan terobosan-terobosan yang bersifat duniawi.
  • Tetapi bagaimana saudara mau mendapatkan terobosan jika saudara tidak berjalan bersama Allah yang membawa terobosan?
  • Bagaimana kita bisa menerobos kalau kita tidak berjalan bersama Sang Penerobos? Mustahil, itu “pencuri” yang menerobos tanpa disuruh.

Saudara harus memberitakan kerohanian, bukan kedagingan. Terlepas ada janji Tuhan atau tidak, Tuhan berkata “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, barulah semuanya akan ditambahkan”.

  • Bagaimana saudara mau dapat “yang akan ditambahkan” itu kalau saudara tidak pernah mencari Kerajaan-Nya dan Kebenaran-Nya?
  • Kita harus menjadikan firman Tuhan adalah perkara rohani bukan duniawi.
  • Kalau saudara menggunakan waktu saudara untuk mengejar perkara fana maka hidupmu akan menjadi fana.
  • Kalau saya mengejar Tuhan maka saya mendapatkan Tuhan yang kekal, tetapi kalau saya mengejar harta duniawi, itu sifatnya fana.
  • Jika saudara mengejar yang fana maka hidupmu akan fana dan yang fana tidak berharga di mata Tuhan.

Saudara dan saya harus mempergunakan waktu kita sebaik-baiknya, karena setiap hari saudara dan saya masuk dalam jalur perlombaan.

Jika saudara berlomba dengan benar, barulah saudara mendapat mahkota.

1 Korintus 9 : 24-25

9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Hanya sedikit yang mendapat hadiah/upah/mahkota.

  • Kita semua berlari tapi permasalahannya apakah saudara akan mendapat hadiah?
  • Saudara semua akan mendapat hadiah.
  • Jika saudara berani berkata iya bahwa saudara akan mendapat hadiah, maka saudara harus berlari dengan benar, masuk di dalam aturan pertandingan yang benar.

9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Setiap orang yang berlari dalam pertandingan harus menguasai dirinya supaya dapat mahkota. Mahkota adalah representative kerajaan.

  • Jika saudara mendapat mahkota, berarti saudara ikut memerintah.
  • Tetapi jika saudara tidak mendapat mahkota, berarti saudara tidak akan bisa ikut memerintah, hanya sebagai warga kerajaan saja.

Kita semua yang mengejar Tuhan dengan sungguh-sungguh akan mendapat mahkota, dan jika kita mendapat mahkota berarti kita Representative Kerajaan Sorga.

  • Kalau saudara tidak berhasil mendapat mahkota, berarti saudara bukan representative sorga.
  • Masalahnya, bagaimana mungkin saudara menjadi representative sorga jika cara hidupmu tidak mencerminkan sorga?
  • Bagaimana mungkin engkau bisa mendapat mahkota Kerajaan, jika gaya hidupmu tidak mencerminkan warga Kerajaan?
  • Jika gaya hidupmu sembarangan, bagaimana mungkin saudara bisa menjadi representative sorga?

Bisakah seorang “pengemis” dalam arti pengemis rohani menjadi Warga Kerajaan, yang kerjanya dari pagi sampai malam hanya meminta-minta terus kepada Tuhan?

  • Berapa lama saudara berdoa dalam sehari?
  • Jika saudara berdoa 40 menit minta sesuatu kepada Tuhan dan 20 menit sebelumnya mencari cara untuk konsentrasi, itu salah satu contoh yang namanya “pengemis rohani”.

Jika saudara bukan “pengemis rohani”, tetapi benar-benar “bangsawan rohani”, beranikah saudara “tidak minta-minta kepada Tuhan?”

  • Beranikah saudara bisa berkata, “saya percaya Tuhan saya hidup, saya percaya saya dijaga Tuhan, saya percaya saya dipelihara Tuhan, saya percaya dibimbing Tuhan, saya percaya saya dirawat Tuhan”.
  • Kalau saudara percaya bahwa saudara bangsawan Tuhan, dan saudara sampai ke tingkat itu, maka saudara tidak akan takut dengan hari depan saudara karena saudara berjalan dengan Tuhan.
  • Kalau saya berjalan bersama Tuhan, ada atau tidak ada makanan saya, saya tidak mau pusing karena makanan bukan perkara yang kekal, tetapi sesuatu yang fana.
  • Kalau saudara tahu itu fana, jangan mengejar yang fana karena kalau kamu mengejar yang fana maka kamu menjadi manusia fana.
  • Kamu harus mengejar yang kekal supaya kamu menjadi manusia kekal.

Mahkota Representative Kerajaan.

  • Berarti memperoleh mahkota sama dengan memperoleh kerajaan.
  • Kalau tidak mendapat mahkota, berarti tidak mendapat kerajaan.
  • Kalau saudara mau mendapat mahkota, hiduplah seperti warga kerajaan.
  • Jika saudara tidak mencari Tuhan, bagaimana mau mendapat mahkota?

Oleh karena itu, carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh, berjalanlah di jalan yang benar bersama Tuhan, maka percayalah kamu pasti dijaga, dididik dan dipelihara oleh Tuhan.

  • Tuhan Yesus tahu saat kamu disakiti, karena Dia adalah Allah yang ikut merasakan.
  • Tuhan ada di dalammu dan kalau Dia ada di dalammu, pasti Dia bisa merasakan yang terjadi didalammu.

Seorang ibu yang mengandung, pasti menyatu dengan bayinya.

  • Kalau ibunya sakit, anaknya juga pasti ikut sakit dan sang bayi di dalam kandungannya itu juga ikut merasakan sakitnya si ibu.
  • Dapatkah saudara bayangkan jika Tuhan yang ada di dalam saudara?
  • Ketika saudara sakit, Tuhan juga merasakan dan Tuhan tidak mau saudara sakit, tetapi Tuhan mau saudara sehat.

Tapi permasalahannya, Tuhan melatih kita supaya kita lebih percaya kalau Dia ada di dalam kita dan Dia merasakan apa yang ada di dalam kita.

  • Ketika saudara banyak pergumulan, apakah Tuhan juga ikut merasakan pergumulan saudara?  Tuhan ikut merasakan.
  • Tetapi mengapa Tuhan tidak jawab doa saudara? Karena Tuhan sedang melatihmu untuk percaya dan itulah harga yang paling mahal.
  • Ingat! Saudara berada di arena pertandingan.
  • Jika saudara tidak benar-benar berlari maka saudara tidak akan mendapat mahkota.

Ibrani 12 : 1

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Perhatikan baik-baik, ada kata “saksi” dan kata “diwajibkan”. Kalau “diwajibkan”, berarti saudara diharuskan masuk dalam arena pertandingan.

  • Saudara dipersiapkan Tuhan untuk mendapatkan mahkota.
  • Kalau saudara dipersiapkan Tuhan untuk mendapatkan mahkota berarti saudara dipersiapkan untuk bertanding.
  • Kalau seseorang ikut bertanding, berarti dia mempergunakan waktunya dengan benar agar bisa keluar sebagai pemenang.
  • Ketika saudara berlari dengan benar, pakai waktu dengan benar, tentunya saudara tidak akan menyia-nyiakan waktu saudara.

Ada kata “saksi” dan ada “dua pemahaman” tentang arti saksi :

  1. Saksi iman

Ibrani 11 : 35

11:35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.

Dalam ayat ini ada kata “kebangkitan yang lebih baik”, berarti ada kebangkitan yang biasa-biasa saja.

  • Hal ini berbicara tentang tingkat sorga, seberapa dalam engkau memberi dirimu dibentuk dan diproses oleh Tuhan.
  • Semakin kuat kamu menyalibkan dirimu, maka salib semakin menyatu dengan dirimu.
  • Semakin mantap kamu menyerahkan dirimu kepada Tuhan, maka salib semakin menyatu dengan saudara.
  • Tetapi tanpa kita menyerahkan diri kita, maka salib tidak bisa menyatu didalam kita. Hal ini untuk memperoleh kebangkitan lebih baik.

Kemah Suci adalah Replica Kerajaan Sorga, yang terdiri dari 3 bagian :

  1. Pelataran (Halaman).
  • Ruang Suci.
  • Ruang Maha Suci.

Gambar-1: “Kemah Suci”

Denah Kemah Suci

atau

Gambar-2 : “Denah Kemah Suci”

Saudara mau berada di posisi yang mana? Banyak orang Kristen yang merasa sudah puas dan bersyukur berada di Pelataran (Halaman).

  • Tapi kalau kamu memproyeksikan dirimu cukup berada di Pelataran saja, hati-hati dengan hidupmu karena posisimu tidak aman, sedikit saja engkau tergelincir maka engkau bisa terhilang.
  • Engkau harus memproyeksikan dirimu di Ruang Maha Suci, agar ikut memerintah bersama Tuhan dan kalau engkau tergelincir minimal masih bisa berada di Ruang Suci.
  • Saudara jangan berkata, “kalau begitu lebih baik berada di Ruang Suci saja, kalau tergelincir masih bisa berada di Pelataran”.

Kalau saudara berada di Ruang Suci, berarti saudara sedang mengalami proses pembentukan. Untuk menjelaskannya saya ibaratkan Kerajaan Sorga seperti Mesin Cuci.

  • Langkah pertama saudara buka mesin cuci, kemudian memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci, berarti saudara sudah masuk ke Halaman.
  • Kemudian masukkan detergen, pewangi dan air, lalu di “giling” berarti saudara sudah masuk ke Ruang Suci.
  • Ketika pakaian di giling (ini yang namanya di proses) di Ruang Suci ini “kedaginganmu dimatikan” dan proses ini memang sangat menyakitkan.
  • Sakitnya lagi, meskipun kamu “disakiti orang”, saudara tidak boleh balas, sama halnya saat saudara ditampar pipi kiri harus beri pipi kananmu.
  • Ikut Tuhan menyakitkan dagingmu, tidak bisa seenaknya sampai engkau mati rasa, hingga ketika engkau di tampar sudah tidak berasa sakit lagi.

Mematikan kedagingan kita jauh lebih sulit dari sekedar menerima berkat Tuhan.

  • Saudara disembuhkan Tuhan dari sakit penyakit dan kelemahan, bagi Tuhan hanya seperti membalikkan telapak tangan saja.
  • Tetapi untuk mematikan “ego” kita, tidak seperti itu karena butuh waktu lama seumur hidup kita, bisa  seumur manusia 70 sampai 80 tahun.
  • Mematikan siapa “aku”, itu terjadi sampai kita kembali ke rumah Bapa, sampai kita tidak memiliki keinginan apa-apa lagi selain Tuhan.

Ibrani 11 : 36

11:36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.

11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.

Diantara kita semua apakah ada yang berpakaian kulit kambing? Tentu saja tidak ada.

  • Meskipun kamu sudah memakai pakaian yang bagus, tetapi kamu masih saja bersungut-sungut.
  • Apakah ada diantara kita yang pernah terancam mau di gergaji karena memberitakan Injil?
  • Kita yang tidak pernah terancam digergaji saja, masih bersungut-sungut.
  • Diantara kita tidak ada yang berpakaian kulit domba atau kulit kambing, tetapi kita masih saja mengeluh, “sakit Tuhan, kurangi Tuhan”.

11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

Apakah dunia ini masih layak untuk kita huni? Jawabannya, sudah tidak layak lagi.

  • Sejak semula dunia ini tidak layak bagi kita, karena tempat kita di Sorga, dan dunia ini hanya tempat kita menumpang sementara.
  • Jika di dunia saudara memiliki damai sejahtera yang disediakan dunia, di Sorga saudara akan mengalami damai sejahtera 1000 kali lipat lebih dari yang saudara alami di dunia.
  • Bisa saudara bayangkan jika saudara sudah merasakan damai sejahtera Sorgawi, apakah saudara masih mau kembali ke dunia? Pasti tidak mau.
  • Para pemberita Injil zaman itu tidak punya tempat tinggal, tapi dimasa kini kita masih punya tempat untuk berteduh walaupun cuma mengontrak.
  • Kita masih punya rumah, kita masih punya tempat berteduh, tetapi masih banyak orang Kristen yang masih bersungut-sungut.
  • Kamu tidak bisa membawa rumahmu itu ke sorga, namun demikian tidak salah kalau Tuhan memberimu rumah selama kamu di dunia, tetapi carilah dahulu Tuhan.

Ibrani 11 : 39-40

11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

Saya punya iman untuk mendapatkan semua yang saya imani, tetapi nyatanya tidak saya peroleh walaupun iman saya berkata pasti Tuhan berikan.

  • Janganlah kecewa bila kamu mengalami seperti ini, nanti begitu di sorga kamu akan mendapatkan apa yang kamu imani tersebut.
  • Selama didunia ini banyak dari mereka (pemberita Injil) itu yang sakit, dan mereka tidak memperoleh kesembuhan apa-apa, tetapi saat di sorga mereka pasti sembuh total, sehat sempurna.

11:40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

Karena mereka adalah “saksi iman”, maka kita harus belajar dari cara dan gaya hidup mereka yang menjadi kesaksian.

  • Permasalahannya, kita tidak pernah belajar dari mereka dan kita tidak pernah menjadi saksi Tuhan dimanapun kita ditempatkan.
  • Kita tidak pernah menjadi saksi iman, karena kita terus sibuk dengan perkara dunia, kita terus sibuk dengan perkara diri kita sendiri, tetapi kita tidak sibuk dengan perkara rohani.
  • Saksi Penonton.

Ibrani 12 : 1

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

“Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita” artinya saudara masuk ke dalam pertandingan pasti banyak penonton.

Kalau saudara masuk kedalam pertandingan, tetapi tidak banyak penonton, bagaimana caranya engkau bertanding dengan benar, artinya :

  • Bagaimana kamu bisa menjadi contoh bagi orang lain sementara hidupmu tidak mencerminkan Kristus?
  • Bagaimana orang lain bisa berikan semangat bertanding, bila kamu tidak pernah semangat dalam ikut Tuhan?
  • Bagaimana orang lain bisa bersorak untukmu, kalau kamu bertanding tidak serius bahkan terkesan main-main saja?

Misalnya saudara punya “pemain idola” dalam suatu pertandingan, tetapi pemain idola saudara itu malas-malasan, pasti saudara cari idola lain yang lebih baik.

  • Demikian juga dengan diri kita, bagaimana orang lain bisa mencontoh saudara kalau hidup saudara tidak layak menjadi contoh yang baik bagi orang lain?
  • Ingat, ketika saudara membaca Kitab Perjanjian Lama, maka saudara akan menemukan istilah, “kamu datang dan kamu dengar”.
  • Tapi di Kitab Perjanjian Baru, Tuhan berkata, “kamu datang dan kamu akan melihat cara hidup-Ku”.
  • Kalau gaya hidupmu tidak beres, jangan harap engkau pantas menjadi contoh bagi orang lain.

Penonton berbicara juga mengenai saksi atau orang-orang yang melihat pertandingan saudara, mereka melihat gaya hidupmu yang benar. Saudara harus menanggalkan beban dan dosa yang begitu merintangi saudara.

  • Karena dosa adalah penghalang kemajuan saudara.
  • Karena dosa akan membuat masa depan saudara “bocor”.
  • Karena dosa akan membuat saudara bias, tidak focus pada garis finish.
  • Karena dosa bisa membuat saudara di diskualifikasi.

Misalnya kita berada dalam suatu pertandingan lari.

  • Kita semua yang ikut bertanding mulai bergerak dari garis start.
  • Bergerak lari mulai dari garis start harus dengan benar.
  • Larinya pun harus dengan benar.
  • Kalau cara larinya tidak benar, tidak sesuai dengan aturan pertandingan, maka bisa di diskualifikasi.

Demikian pula halnya dalam pertandingan rohani, agar kita dapat sampai finish sebagai pemenang.

  • Dalam Alkitab, Yesus sebagai Lord atau Tuan dan sebagai God atau Allah.
  • Yesus sebagai Tuan, berarti kita harus taat kepada-Nya.
  • Yesus sebagai Allah, berarti Dia adalah pusat penyembahan kita.
  • Kita tidak menyembah diri kita, tapi kita menyembah Allah yang hidup.

Pertanyaannya :

  • Sudahkah saudara menjadikan Yesus sebagai Tuan dan Allah saudara?
  • Sudahkah saudara menyembah Dia?
  • Saudara jangan hanya menyembah Tuhan pada hari Minggu saja, lalu Senin sampai Sabtu menyembah diri sendiri.
  • Sudahkah saudara menjadikan Yesus sebagai Tuan, yang artinya saudara taat kepada-Nya, dan beranikan saudara berkata, “Tuhan, apa yang Kau mau aku lakukan?” Inilah yang dimaksudkan dengan taat.
  • Saudara dan saya harus memandang diri kita masing-masing sudah mati terhadap dosa.

Roma 6 : 6

6:6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

Artinya kita harus kembali kepada ciptaan Allah, yaitu segambar dan serupa dengan Allah. Bagaimana caranya supaya bisa kembali kepada ciptaan Allah semula?

  • Semua keinginan kita harus dimatikan.
  • Kita harus memandang diri kita “sudah mati terhadap dosa” dalam bentuk apapun.
  • Kalau saudara tidak melihat “dirimu sudah mati terhadap dosa”, maka engkau tidak akan pernah berhasil untuk mencapai kerinduanmu untuk hidup kudus.

Roma 6 : 11

6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya : bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Kamu sudah mati bagi dosa, tetapi kamu harus hidup bagi Kristus.

Beban bukan hanya “apa yang telah kita perbuat”, tetapi beban juga termasuk “trauma masa lalu”.

  • Trauma, kecewa, kepahitan, yang belum dibereskan akan menjadi beban bagi kita sampai hari ini.
  • Rasa takut, kuatir yang menghantui kita dari masa lalu, bisa menghalangi saudara maju dalam Tuhan.
  • Saudara harus segera bereskan semua itu.
  • Beban juga bisa terjadi karena saudara hidup dalam lingkungan yang berdosa.

2 Petrus 2  : 7

2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, —

Lot tinggal di lingkungan berdosa sehingga nuraninya teraniaya.

Kalau saudara terus menerus tinggal di lingkungan berdosa dan terus menerus menikmati lingkungan ini, maka suatu hari nanti engkau menjadi ikut jatuh dalam dosa.

  • Engkau harus melepaskan diri dari lingkungan berdosa ini.
  • Apakah Lot jatuh dalam dosa?  Iya. Akhirnya Lot jatuh dalam dosa juga karena cara hidup Sodom dan Gomora dibawa-bawa oleh Lot.
  • Beban dosa harus ditanggalkan supaya saudara bisa masuk dalam suatu pertandingan.
  • Waktu tidak pernah menjadi sahabat bagi kita, karena kita terus berpacu dengan waktu.
  • Bereskan dirimu dengan benar dan jadilah kudus, jangan asal-asalan dan berhati-hatilah sampai garis akhir, serta pakailah waktumu dengan benar.

Filipi 3 : 12

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

Apakah saudara sudah ditangkap oleh Kristus Yesus?

Jika saudara merasa sudah ditangkap oleh Kristus Yesus, mengapa saudara tidak terus menerus mengejarnya agar bisa mendapatkannya secara sempurna?

  • Paulus juga merasa sudah ditangkap Kristus, tetapi meskipun dia sudah ditangkap Kristus, dia masih mengejarnya supaya dia bisa mendapat-kannya secara sempurna.
  • Saudara tidak pernah menjadi manusia sempurna, kalau saudara tidak mengejar kesempurnaan.
  • Sebentar lagi tahun 2018 segera berakhir dan kita akan masuk ke tahun yang baru yaitu tahun 2019.
  • Tetapi jangan sampai pada tahun 2019 nanti, waktu saudara dihabiskan untuk hal yang sia-sia, yang tidak ada manfaatnya bagi kesempurnaan imanmu.

Ibrani 12 : 2

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Yesus telah memimpin saudara dalam iman dan membawa iman saudara sampai ke tingkat sempurna, oleh karena itu focus saudara harus ditujukan hanya kepada Kristus, tidak boleh ada yang lain.

  • Kalau focus hidup saudara benar-benar hanya ditujukan kepada Kristus, barulah saudara mencapai kesempurnaan.
  • Saya tadi pagi melihat chanel discovery, kebetulan yang dibahas tentang anjing balapan.
  • Supaya mereka terpancing untuk balapan, maka didepannya di taruh boneka kelinci sehingga mereka mengejar kelinci itu.
  • Lalu ditengah pertandingan ada yang melempar kelinci lain, tiba-tiba anjing balap itu tidak focus lagi mengejar kelinci yang pertama, dan mereka pun mengejar kelinci yang baru muncul itu.

Bisa saudara bayangkan jika saudara tidak focus kepada Tuhan, apakah saudara bisa sampai ke garis akhir?

  • Yang tidak focus terancam di diskualifikasi, dan tidak sampai garis akhir.
  • Saudara focus kepada Tuhan, focus kepada salib, saudara kejar terus salib sampai saudara menyatu dengan salib.
  • Kalau saudara sudah menyatu dengan salib, maka saudara baru bisa berkata, “hidupku bukan milikku lagi, tapi Kristus yang hidup di dalamku”.

Saudara sudah tidak punya keinginan apa-apa lagi selain menyenangkan hati Tuhan.

Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini maka saudara baru siap dituai oleh Tuhan.

Filipi 3 : 14

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Bagaimana caranya kita terus berlari sampai hari ini untuk memperoleh hadiah yang Tuhan sediakan yaitu mahkota representative sorga.

Apakah keuntungannya bila saudara focus kepada salib?

  • Ketika saudara focus kepada salib, maka saudara sudah tidak terpengaruh lagi dengan yang lain selain salib.
  • Percayalah kalau Allah ada bersamamu, maka Allah tahu apa yang kamu butuhkan dan Allah tahu apa yang kamu rindukan, bahkan sampai tingkat sempurna.
  • Ketika kamu tidak memintanya, Tuhan akan memberikannya.

1 Korintus 2 : 9

2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Sebelum kamu memintanya Allah sudah tahu apa yang kamu perlukan, berarti Allah adalah Allah yang Maha Tahu, Dia adalah Allah yang memahami.

Kalau Dia merasakan dan memahami saudara, mengapa saudara masih kuatir? Jawabannya, karena ego saudara masih dominan dalam diri saudara.

2 Timotius 2 : 5

2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

Ada aturan main yang harus saudara taati.

Misalnya saudara ditempatkan pada satu jalur pertandingan lari cerat, apakah saudara boleh pindah jalur sesuai keinginan saudara?

  • Pindah jalur artinya saat saudara melihat hidup orang lain, saudarapun mengeluh, “Tuhan, dia enak hidupnya Tuhan; Tuhan, dia punya mobil bagus Tuhan; Tuhan, kenapa motor saya mesinnya mati-mati melulu, Tuhan?”
  • Tidak usah memikirkan orang lain, sekarang bagaimana caranya engkau masuk dalam jalur pertandingan itu dan engkau focus pada salib itu.

Tidak usah membanding-bandingkan hidup saudara dengan kehidupan orang lain.

  • Jangan pernah berkata, “Tuhan, dia diberkati, tapi mengapa saya tidak?”
  • Mengapa tidak boleh? Karena engkau pasti diberkati, asalkan engkau mau berjalan bersama dengan Dia, “Sumber Segala Berkat”.

Permasalahannya, engkau hanya menginginkan berkat-Nya tetapi tidak mau salib-Nya, bagaimana kamu bisa menikmati salib-Nya jika kamu masih focus pada daging?

  • Jangan berharap diberkati, jika engkau tidak ada kemauan untuk berjalan sesuai dengan jalan Tuhan.
  • Jangan berharap tangan-Nya terulur, jika engkau tidak pernah berjalan bersama dengan Dia.

Tuhan Yesus rindu agar di tahun 2019 yang segera kita masuki, kita semua benar-benar bertekad bulat untuk berjalan dalam jalan Tuhan. Oleh karena itu :

  • Maukah kita di tahun 2019, benar-benar menanggalkan cara hidup kita yang lama dan berjalan dalam jalan Tuhan?
  • Maukah kita di tahun 2019, benar-benar mempersiapkan diri untuk masuk dalam jalur pertandingan itu?
  • Maukah kita di tahun 2019, benar-benar focus kepada Tuhan, melupakan semua yang telah lalu, menanggalkan semua beban dosa kita?
  • Maukah kita di tahun 2019, benar-benar menyadari bahwa Allah yang ada di dalam kita adalah Allah yang merasakan apa yang kita rasakan, karena Dia adalah Allah yang sungguh-sungguh hidup dan adil luar biasa?

Kunci keberhasilan kita adalah, “apakah kita mau berjalan bersama dengan Dia?”

Saya rindu kita semua berhasil kembali kepada gambar Allah yang benar, atau kembali kepada wujud Allah yang sesungguhnya.

Kita tidak bisa menjadi seperti yang kita mau, tapi ijinkanlah Tuhan membentuk kita seperti yang Dia mau.

Amin.  Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

P1

Warta 13 Januari 2019 TIDAK ADA KEMULIAAN TANPA SALIB

TIDAK ADA KEMULIAAN TANPA SALIB

Ketika kita percaya kepada Tuhan juga berarti kita mempercayakan diri kepada Tuhan Yesus. Jika dahulu penguasanya adalah diri kita sendiri maka sekarang penguasanya adalah Tuhan Yesus sebagai Majikan Agung. Tuhan menjadi jalan menuju keselamatan dan nama jalanNya adalah kebenaran, puncaknya adalah perjumpaan dengan Bapa untuk dipermuliakan (Yohanes 14:6, Roma 8:17).

Ketika kita masuk dalam jalanNya, kitapun wajib berjalan bersama Dia. Dan ketika berjalan bersama Dia, kita wajib  berjalan dengan salibNya. Puncaknya adalah kematian kita dari diri sendiri (ego) sehingga Allah dapat berkuasa penuh (Galatia 2:20). Oleh sebab itu mengikut Tuhan bukan sekedar percaya melainkan mempercayakan diri padaNya atau totalitas penuh. Tanpa totalitas bagaimana kita dapat taat dan tanpa totalitas bagaimana kita dapat setia.

Saudaraku perjalanan bersama Tuhan layaknya membangun hubungan dengan pasangan hidup. Semakin total maka semakin setia, dan semakin total semakin bertahan hubungan itu. Tanpa totalitas apa yang dapat diharapkan. Oleh sebab itu Tuhan senantiasa berkata, kita tidak mungkin mengabdi pada dua tuan, karena tidak ada kesetiaan dibaliknya. Kita dapat setia pada yang satu dan menolak yang lain. Puncak dari suatu hubungan adalah pelaminan dan bagaimana seseorang bisa naik kepelainan tanpa kesetiaan? Bagaimana seseorang bisa dibawa pada Bapa disorga jika dia masih mendua hati?

Permasalahannya banyak kristen dewasa ini percaya kepada Tuhan tapi tidak menyerahkan diri total, mereka masih saja menyisahkan “aku” dalam mengiring Tuhan. Jika demikian bagaimana dapat mengikut Tuhan, Jika “aku” masih bertahta, karena “aku” adalah penghalang penguasaan “Dia (Yesus)”  dalam diri kita.

            Tuhan senantiasa mengarahkan seseorang didalam jalan kebenaran, dan cara mengarahkannya hanya dengan “kuk”atau yang kita kenal dengan nama salib. Jadi ketika orang percaya kepada Dia, orang tersebut mulai diberi salib dipundaknya (Matius 11:28-29). Tujuannya bukan untuk menyiksa melainkan untuk dapat diarahkan kepuncak kemuliaan karena manusia cenderung memberontak dan tidak setia. Salib yang kita terima sebagai orang percaya demi mematikan “aku” yang berkuasa. Dan puncaknya adalah ketika kita naik keatas salib dan mati bersama dengan Dia dengan demikian baru kita bisa dipermuliakan bersama Dia.

Jadi saudaraku iman percaya menuntun kita pada keintiman dengan Yesus, dan keintiman akan menuntun kita pada salib. Dan salib menuntun kita pada kematian diri sendiri. Dan kematian pada diri sendiri menuntun kita pada kemuliaan.

PESAN TUHAN -DOA SYAFAAT MENUTUP TAHUN 2018 DAN MEMASUKI TAHUN YANG BARU 2019 BERSAMA TUHAN

DOA SYAFAAT MENUTUP THN 2018 DAN MEMASUKI TAHUN YANG BARU 2019 BERSAMA TUHAN

Nikmati kehadirannya , ….. Tuhan sedang mematahkan belenggu-belenggu dan ikatanmu. Sembah DIA …. sembah DIA biarlah sorga berpesta, lepaskan melalui pujian dan penyembahan kita.

Terus mengalir, engkau sedang memasuki 2019 bersama Tuhan  engaku sedang menapaki 2019 bersama Tuhan terus sembah DIA. Saudara yang dikasihi Tuhan engkau sedang membuat Tuhan tersenyum ….. terus sembah DIA .

Sementara dunia sedang berpesta AKU tidak mendapati orang-orang sepertimu, engkau menutup tahun ini 2018 bersama dengan AKU dan engkau membuka tahun ini 2019 bersama dengan AKU. Sementara dunia melupakan AKU dan berpesta dengan kesenangannya, sementara anak-anak-KU tidak mencari AKU engkau tetap setia menunggu-KU. AKU membuatmu bersinar terang bersinar kata Tuhan, semakin hari sinarmu semakin tinggi semakin terang…semakin terang . sekali lagi Tuhan berkata semakin terang engkau  semakin tinggi engkau bersama dengan AKU karena terangmu adalah dari pada-KU.

AKU mencari umat yang menyembah-KU, AKU mencari umat yang tunduk pada kehendak-KU dan AKU mendapati  kalian ( Jemaat Chosen Generation ) . Tuhan berkata berbahagialah engkau yang datang pada-KU dengan hancur hati  sebab dia akan dipuaskan dihadirat-KU. 

AKU sedang mendandani  jemaat  ini  menjadi jemaat  yang kudus umat kepunyaan-KU…milik-KU. Penyembah-penyembah yang benar yang hidup didalam kebenaran yang berjalan didalam kekudusan. Beberapa bulan yang lalu Tuhan memperlihatkan saya (Ps. Ferdi G) kita semua memakai  baju putih tetapi hari ini Tuhan kasih kita baju pesta … Tuhan berkata karena engkau sedang berpesta dengan AKU sementara dunia melupakan AKU, AKU memperlengkapimu dengan pakaian-pakaian pesta

Engkau mempelai-KU ….. engkau mempelai-KU engkau kepunyaan-KU engkau cinta-KU kata Tuhan. AKU mematahkan setiap kuk,  AKU mematahkan setiap belenggu-belenggumu. Sesungguhnya AKU telah memberimu kunci kebenaran itu yaitu BERSYUKUR DIDALAM NAMA-KU, bersyukur didalam segala hal didalam nama-KU.

Siapa menyembah-KU dia akan bersama dengan AKU, nikmati AKU (saat menyembah) rasakan kasih-KU mengalir didalammu. Saya melihat Tuhan manaruh api-api dihatimu termasuk anak-anak kecil yang ada diruangan ini  api itu menyala….api itu menyala .

Masing-masing mengalami Tuhan  rasakan Tuhan memelukmu pribadi lepas pribadi rasakan pelukan-NYA rasakan kasih-NYA, sementara saudara memeluk Tuhan seperti dosa meleleh didalammu … dosa-dosa hancur didalammu. Sementara engkau memeluk DIA semua dosamu meleleh semua masalahmu hancur semua masalah hidupmu hancur. Peluk DIA terus sampai engkau menjadikan DIA satu-satunya keinginanmu , terus peluk DIA … meleleh semuanya hancur.

Tuhan berkata ini modalmu untuk berjalan didalam tahun 2019 dalam kekududsan. Bangun hubungan pribadimu dengan Tuhan … dengan mata yang tertuju pada-KU  engkau akan sampai pada tujuan. Tuhan berkata AKU akan memahkotaimu dengan kemuliaan lebih dari apa yang engkau bayangkan dan pikirkan saat ini, asalkan engkau menjadikan AKU satu-satunya Tuhan didalam hidupmu.

Biarkan dirimu menjadi dupa yang harum dihadapan Tuhan, dagingmu terbakar menjadi arang … rohmu membara menjadi seperti  yang harum dihadapan Tuhan . Tuhan berkata AKU berperang gantikanmu  engkau akan melihat kemenangan demi  kemenangan dari pada-KU.  Jikalau tahun 2018 engkau telah melihat tangan-KU  engkau akan melihat lebih lagi di tahun baru ini engkau akan melihat  sementara  dunia hancur porak poranda tetapi engkau tetap berdiri teguh didalam AKU.

Siapa berseru pada-KU dia kuselamatkan, berbahagialah engkau yang tertuju pada-KU  berbahagialah engkau yang menyembah AKU  berbahagialah engkau yang hidupnya memuliakan AKU karena engkau akan diselamatkan. Engkau berjalan tidak akan pernah terbungkuk engkau akan tertegak  dan berkata jika Allah bersamaku siapa lawanku.

AKU bersama  denganmu  siapakah yang bisa mengalahkanmu , AKU bersama denganmu siapakah yang bisa melawan AKU.

Sembah DIA dengan menyanyikan haleluya 12x ……. saya melihat malaikat sedang menari-nari  saya melihat sorga sedang terbuka malaikat Tuhan sedang menari  ….engkau sedang merasakan suasana sorga saat ini. Saya melihat kuasa kegelapan sedang berjatuhan …saya melihat kuasa gelap berjatuhan  seperti bintang-bintang berjatuhan, seperti bintang-bintang gugur. Rohani-rohani yang lumpuh selama ini berjalan.

AKU mau menggoyahkan apa yang AKU mau goyahkan, AKU mau mempersatukan apa yang AKU mau persatukan agar dunia dapat melihat siapa AKU supaya dunia dapat menyaksikan siapa AKU. AKU akan membuat kegentaran demi kegentaran pada dunia … air yang lebih tinggi kata Tuhan agar dunia mengetahui  siapa AKU.  Tetapi siapa berjalan bersama dengan AKU dia akan KU selamatkan. Goncangan demi goncangan yang lebih besar akan terjadi  tetapi siapa yang berdiri bersama dengan AKU dia akan tetap berdiri tegak bersama dengan AKU. Pastikan engkau berdiri bersama dengan AKU.

Saudaraku saya melihat Tuhan menaruh engkau ditangan-Nya dan dari tangan-Nya  DIA menaruh di hati-Nya. AKU melatih mu …. engkau milik-KU engkau kepunyaan-KU engkau permata-KU  engkau kesayangan-KU. Engkau akan bersinar  sementara dunia meredup engkau akan bercahaya selama dunia semakin gelap. Engkau akan berdiri selama dunia tidak mampu untuk berdiri, engkau akan berjalan selama dunia tidak bisa berjalan agar dunia melihat siapa yang menyertaimu, siapa yang bersama denganmu AKU Allahmu.

Saya melihat pesawat-pesawat yang  jatuh … beberapa pesawat jatuh , saya melihat banyak anak-anak ditinggal  orang tua, kehilangan orang tua. Banyak anak-anak menjerit dan menangis karena orang tuanya telah tiada. Tetapi siapa bersama dengan AKU  dia akan-KU luputkan dari semua malapetaka. Tuhan rindu saudara menyembah Tuhan ungkapkan isi hatimu pada Tuhan.

Tuhan berkata inilah jemaat yang KU persiapkan untuk memerintah bersama dengan AKU, jemaat yang hatinya tertuju pada-KU, jemaat yang mengasihi  AKU, jemaat yang mau berkorban bagi-KU, jemaat yang melayani-KU.

Engkau akan melihat hidupmu berbeda dihari-hari kedepan karena mulai hari ini engkau berjalan bersama Tuhan, besok engkau akan berjalan bersama Tuhan  lusa engkau akan berjalan bersama dengan Tuhan … selamanya engkau akan berjalan bersama dengan Tuhan. Biarkan api pelitamu terus menyala . Nyanyikan kembali haleluya 12x ……….engkau sedang bernyanyi dengan para malaikat .

Tuhan berkata jangan keluar dari jalur-KU jangan keluar dari jalur yang kutetapkan kepadamu , jangan lari dari panggilan-KU. Terus ikuti langkah-KU melayani sesuai kehendak-KU. Jangan engkau mencari kesenanganmu  tetapi carilah hati-KU. 

DIA ada disini … DIA ada tepat didepan saudara tepat dihadapanmu, DIA mengulurkan tangan-Nya padamu dan DIA berkata  maukah engkau memegang tangan-KU ? Maukah engkau ikut AKU ? Maukah engkau berjalan bersama dengan AKU ? Maukah engkau ketempat dimana AKU ada ? Maukah engkau  tetap mengiring-KU walau AKU tidak menjanjikan dunia ?  Maukah engkau mengikut AKU walau engkau dihina ? maukah engkau tetap mengikut AKU anak-anak-KU ?  Maukah engkau tetap mengikut AKU dengan salib yang  KU taruh dipundakmu ?  saudara Tuhan memberikan tangan-Nya pada kita … sambut tangan-Nya itu jikalau saudara siap berkata saya mau Tuhan apapun resikonya saya mau Tuhan.

Jika engkau mengerti  dan memahami apa yang KU persiapkan bagimu engkau pasti berpikir untuk tidak bisa tidak untuk mengikut AKU. Jangan memandang lagi pada dunia kata Tuhan pandang AKU anak-KU pandang AKU jangan teralih pada dunia, jangan menoleh kekiri dan kekanan tetap pandang AKU anak-anak-KU.

Dalam segala hal kami membawa tanda kematian KRISTUS …. siapa yang mau dicambuk bersama dengan AKU? Siapkah engkau dimahkotai duri  seperti AKU? Siapkah engkau dipaku bersama dengan AKU? Siapkah engkau mati bersama dengan AKU?  Karena engkau akan dibangkitkan bersama dengan AKU.  Apakah yang bisa dibangkitkan jika engkau tidak mati lebih dulu ?  apakah yang bisa dibangkitkan jika engkau tidak pernah mati dari dirimu sendiri ?

Sembah DIA … sembah DIA … sembah DIA ….  saya melihat ada yang memakai  baju pesta , saya melihat kita semua memakai baju pesta. Tuhan berkata sekarang waktunya telah tiba orang-orang akan menyembah Allah didalam roh dan kebenaran. Tuhan berkata kita semua sedang menyembah Allah didalam roh dan kebenaran.

Katakan sembah dan puji  p’nuhi tahta-MU …  HALELUYA AMIN.

MEMAKNAI NATAL DENGAN BENAR – 25 DESEMBER 2018

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dia lah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka”. (Matius 1 : 21)

MEMAKNAI NATAL

DENGAN BENAR

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION

IBADAH NATAL

SELASA 25 DESEMBER 2018


=============

Shalom !

Terlebih dahulu saya mengucapkan Selamat Natal kepada saudara sekalian dan seluruh anggota keluarga besar Chosen Generation. Dalam Ibadah Natal malam hari ini kembali saya berbicara tentang “Memaknai Natal dengan Benar”.

Kita percaya Natal tahun 2018 ini bukanlah Natal yang biasa-biasa saja, tetapi Natal yang membuat kita didorong Tuhan supaya kita benar-benar berubah.

Tuhan rindu saudara dan saya harus benar-benar masuk ke dimensi yang baru di dalam “pujian dan penyembahan serta mengalami pengenalan akan Tuhan”.

Natal yang dirayakan di dunia sampai saat ini, sebenarnya tidak ada unsur rohaninya :

  • Karena Natal hanya menjadi suatu pesta-pora, menjadi objek hiburan atau entertainment di dalam Gereja.
  • Karena Natal kehilangan maknanya yang benar, dan menjadi tidak jelas karena tidak bisa dilepaskan dari “tradisi natal” ciptaan manusia.
  • Contohnya, ketika menyalakan lilin Natal, selalu diiringi dengan menyanyi-kan lagu Malam Kudus, ceremonial ini termasuk tradisi natal.

Ketika jemaat kita Chosen Generation bersiap-siap untuk menyelenggarakan Ibadah Natal yang sekarang ini, Tuhan dengan tegas memberi tahukan bahwa yang boleh dipajang di depan ini, hanyalah Pohon Natal yang kecil sesederhana mungkin, seperti yang saudara lihat sekarang (lihat Gambar-1 di halaman 3).

Kemaren sore ketika team pelayanan mau mendekor ruangan ini agar kelihatan lebih “hidup” dengan menambah rangkaian lampu hias warna-warni, tetapi Tuhan tetap tidak berkenan sama sekali, walaupun hanya sekedar penambahan lampu tersebut.

  • Kemarin, setelah Banner ini terpasang, disekeliling pinggirannya kami hiasi lampu warna-warni seperti lampu pohon natal itu, lalu dinyalakan.
  • Tetapi apa yang terjadi, lampunya langsung meledak dan mati.
  • Karena masih punya cadangan lampu yang sama, lalu dipasang lampu yang baru, tetapi kembali langsung meledak ketika dinyalakan.
  • Karena masih ada cadangan lampu lainnya, kembali saya berpikir mau pasang lampu ketiga di sekeliling Banner ini siapa tahu tidak meledak lagi.

Tetapi kemudian saya baru teringat, bahwa Tuhan sudah memberikan petunjuk yang jelas dan tegas dengan berkata :

  • “Lepaskan semua ceremonial dan tidak ada dekorasi, karena kemewahannya hanya ada di Sorga”.
  • “Kemewahannya adalah ketika semua anak-anak-Ku memuji dan memuliakan Aku dengan sorak sorai, serta menyembah Aku dalam roh dan kebenaran”.
  • “Sehingga ketika itu juga Sorga bersorak sorai dan Aku disenangkan oleh anak-anak-Ku yang taat kepada perintah-Ku”.

Kita percaya dengan apa yang kita lakukan dalam perayaan Natal Chosen Generation di sore dan malam hari ini, pasti menyenangkan hati Tuhan kita Yesus Kristus.

Kalau Natal dirayakan dengan segala keindahan dekorasi dan dengan lampu-lampu sorot seperti di diskotik dengan segala kemewahan duniawinya, maka itu hanya perayaan ceremonial belaka, dan semuanya itu tidak akan membawa perubahan apa-apa bagi siapapun yang merayakan Natal tersebut.

  • Karena jika kita merayakan natal hanya berupa perayaan ceremonial mewah belaka, setelah kita pulang mungkin saja kita berubah, tapi hari-hari selanjutnya kembali ke kehidupan semula atau ke dunia lama lagi.
  • Dan kondisi seperti ini tidak boleh terjadi setelah kita merayakan Natal yang sekarang ini disini.
  • Yang Tuhan inginkan, ketika saudara keluar dari tempat ini, maka mulai malam ini dan seterusnya, saudara harus berbeda dari sebelumnya, tidak boleh masih menjadi manusia lama yang sama.
  • Oleh karena itu, kita harus melepaskan semua perayaan natal duniawi yang bernuansakan ceremonial megah dan mewah tersebut.

Setelah saya menyadari, kalau Tuhan tidak mengijinkan pasang lampu hias tambahan, maka sayapun berpikir, kalau saya pasang lampu hias lagi, maka pasti ada “korbannya” lagi yang bisa saja terjadi pada peralatan lainnya, mungkin “sound-system” nya yang bermasalah atau masalah yang lain yang tak dapat kita duga.

  • Hal ini bisa terjadi karena ketidaktaatan kita kepada perintah Tuhan.
  • Kita menginginkan ada hiasan, tetapi Tuhan tidak mau sama sekali ada hiasan diluar kehendak-Nya, karena hiasan natal bagi Tuhan, adalah saudara dan saya, yaitu kita semua yang taat.
  • Tuhan tidak mau ada hiasan mewah dan megah saat merayakan Natal, yang Tuhan mau adalah “hati kita yang benar-benar terhias untuk Tuhan”.
  • Itu yang Tuhan pesankan kepada kita semua dan itulah yang harus kita lakukan dalam merayakan Natal malam ini dengan segala ketaatan kita kepada perintah-Nya?

Tuhan mau “kita melepaskan semua kegiatan ceremonial”, seperti menyanyikan Malam Kudus sambil menyalakan lilin dan semua hiasan pernak-pernik, karena Tuhan tidak mau lagi ada yang seperti itu.

  • Percuma saudara menyanyikan Malam Kudus berkali-kali dengan sangat syahdu dan merdu sekalipun, jika kamu tidak hidup dalam kekudusan.
  • Dari tahun ke tahun kamu mengikuti perayaan Natal, tetapi kamu tidak berubah sedikitpun, lantas untuk apa semua ceremonial megah itu?
  • Merayakan Natal dari tahun ke tahun, tetapi tidak ada perubahan dalam hidupmu, tetap saja hidup dalam dosa, tetap saja tidak takut akan Tuhan.

Tuhan tidak mau hidupmu yang seperti ini, Tuhan mau saudara pulang dari perayaan natal malam ini dengan tekad benar-benar mau berubah.

Kedatangan Tuhan Yesus dalam rupa Anak Manusia pertama kali di Bethlehem pada peristiwa Natal, sebenarnya untuk mempersiapkan kedatangan-Nya untuk kali kedua.

  • Jika saudara merayakan natal hanya sebagai ceremony atau tradisi dan pesta pora, maka hidupmu tidak akan pernah berubah.
  • Tuhan Yesus mau kita menyambut kedatangan-Nya itu dengan benar.
  • Agar kita tidak lagi memperlakukan Dia sebagai bayi yang lemah didalam palungan, tetapi menjadikan Dia sebagai Raja dalam hidup kita, seraya mematikan “aku” nya kita sendiri.

Perhatikan Pohon Natal yang sangat-sangat sederhana ini

buah dari ketaatan sesuai dengan yang Tuhan inginkan

Gambar-1 : “POHON NATAL CHOSEN GENERATION 2018”

Pertanyaannya :

  • Berapa banyak dari saudara semua yang sudah menjadikan Yesus sebagai Raja dalam hidup saudara?
  • Mungkin saudara berkata, Yesus sudah menjadi Raja saya, tetapi apakah benar Tuhan Yesus sudah menjadi Raja dalam hidupmu atau sebaliknya “aku” nya saudara yang menjadi raja bagimu dalam hidupmu?

Masalahnya :

  • Jika apa yang menjadi kemauan saudara harus terjadi, berarti kemauan saudara itulah yang menjadi rajamu.
  • Jika saudara masih senang berbuat dosa, berarti ke “aku-an” saudara yang masih menjadi raja saudara.

Tuhan Yesus tidak mau saudara merayakan natal dengan cara ceremonial belaka.

  • Apabila dari tahun ke tahun saudara merayakan natal hanya berupa acara ceremonial belaka, berarti saudara masih terjebak di kandang domba.
  • Yesus sudah keluar dari kandang domba menjadi Anak yang bertumbuh, tetapi saudara malah tetap tinggal dalam kandang domba dan masih menikmati kehidupan tidur-tiduran hingga terlelap dalam palungan.

Mengapa?

  • Karena saudara hanya focus dengan acara ceremony Natal saja, dengan suasana Natal yang mewah dan ramai dengan lautan manusia.
  • Sehingga akhirnya hanya focus kepada bayi Yesus dalam palungan, tetapi tidak pernah menyembah Dia sebagai Sang Raja dalam hidupmu.

Sampai Tuhan Yesus berkata kepada saya, “di dunia ini banyak sekali orang Kristen yang merayakan Natal dengan sukacita dan kegemerlapan dunia, tetapi hanya segelintir orang yang benar-benar menyembah Aku saat Aku datang.

  • Artinya, hanya sedikit orang yang benar-benar merayakan natal dengan cara yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan.
  • Saya mengajak saudara mulai hari ini, untuk melepaskan semua yang bersifat ceremonial dan yang berupa tradisi natal ciptaan manusia, apapun bentuknya.

Di depan altar ini hanya ada “satu lilin”, yang melambangkan unity dan inilah kesiapan serta kesungguhan kita untuk di proses dan kesungguhan kita untuk berubah.

  • Kedatangan Tuhan kali pertama sebagai seorang bayi Yesus yang lemah dan kedatangan Tuhan kali kedua, sebagai seorang Raja dari segala raja dan Dia datang dalam kuasa dan kemuliaan-Nya sebagai Raja yang memerintah.
  • Kedatangan Yesus kali pertama, Dia menjadi perantara kita dengan Bapa, sedangkan kedatangan Tuhan kali kedua adalah untuk membawa orang-orang percaya yang siap dituai dan dibawa kepada Bapa di Sorga.

Pertanyaannya :

  • Apakah saudara “sudah menjadikan Tuhan Yesus sebagai Raja saudara, dalam kehidupan sehari-hari?”
  • Apakah saudara adalah “orang yang siap dijemput oleh Tuhan untuk dibawa kepada Bapa Sorgawi”
  • Apakah saudara yakin akan “menjadi mempelai Kristus yang sempurna dan yang kudus, yang tidak bercacat dan tidak bercela?”

Kalau saudara berkata “saya masih jauh dari sempurna”, maka inilah moment yang tepat untuk saudara berbalik dan mencari Tuhan dengan benar.

  • Karena tidak lama lagi kambing dan domba akan dipisahkan.
  • Yang termasuk kambing di dalam Alkitab, bukan orang yang tidak percaya melainkan orang percaya yang tidak hidup sesuai dengan firman Tuhan.
  • Hari-hari ini banyak gereja yang masih salah memaknai natal.

Contoh sederhana dalam Alkitab, orang-orang yang salah memaknai Natal.

  1. Contoh I yang salah memaknai kelahiran Yesus :  Herodes

Herodes salah memaknai kelahiran Yesus, karena Herodes berpikir, Yesus akan mendirikan Kerajaan duniawi yang akan mengancam kekuasaan Romawi.

Tetapi Yesus berkata, Kerajaan-Ku bukan di dunia ini, tapi di Sorga.

Matius 2 : 1-3

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

Herodes terkejut karena mendengar telah lahir ke dunia Raja orang Yahudi yang akan menjadi saingannya, bahkan melawan dia dan hal ini harus dicegah sejak dini.

  • Raja yang baru lahir itu harus dibunuh selagi Dia masih lemah.
  • Itulah sebabnya pada zaman Herodes berkuasa atas Israel, terjadilah pem-bunuhan bayi laki-laki Ibrani secara masal.

Matius 2 : 7-8

2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya : “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.”

Apakah Herodes sungguh-sungguh mau menyembah Yesus? Tidak, Herodes justru berencana sebaliknya, yaitu untuk membunuh Yesus.

Mengapa demikian? Karena Herodes salah besar dalam hal memaknai Natal.

  • Banyak orang Kristen sekarang ini yang juga “salah memaknai natal” seperti Herodes ini.
  • Banyak orang Kristen yang merayakan natal hanya focus dengan pestanya, focus dengan tradisinya, tetapi bukan focus kepada Tuhan Yesus, sehingga akhirnya mereka membangun kerajaan bagi dirinya sendiri, “aku hebat bisa menyelenggarakan natal semegah ini”.

Jika seperti itu pemahaman Natal yang ada di benak saudara, itu sudah pasti kesalahan yang sangat fatal.

Matius 2 : 13

2:13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”

Herodes tidak tulus dengan pernyataannya kepada orang-orang Majus itu.

Herodes bukannya mau menyembah Yesus, tetapi justru mau membunuh Yesus karena Herodes berpikiran bahwa Yesus adalah calon Raja Israel.

  • Contoh II yang salah memaknai kelahiran Yesus : Petrus
  • Para muridpun salah memaknai kedatangan Yesus dalam rupa Anak Manusia yang lahir di Bethlehem.
  • Mereka berpikir kalau Yesus menjadi Raja Israel, Dia akan memerintah seperti Hakim-hakim, dan akan bebaskan Israel dari penjajahan Romawi.
  • Padahal murid-murid Yesus yang sudah berjalan bersama dengan Yesus selama 3,5 tahun, sudah seharusnya mereka “benar-benar telah mengenal Yesus”, tetapi kenyataannya mereka mengajukan pertanyaan yang aneh.
  • Akibatnya, setelah Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan para murid-Nya pun kehilangan arah dan kehilangan pegangan.

Setelah Yesus bangkit dan Dia hidup kembali, yang pertama ditanya oleh para murid adalah sebagaimana terdapat dalam Kisah Para Rasul pasal 1 berikut ini.

Kisah Para Rasul 1 : 6-7

1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ : “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

Duniawi sekali pertanyaan para murid Tuhan Yesus ini. Mereka bertanya apakah Tuhan mau memulihkan kerajaan bagi Israel?

  • Tetapi Tuhan Yesus berkata, “Kerajaan-Ku bukan disini, tetapi Kerajaan-Ku di sana (di Sorga).
  • Kalau Kerajaan Tuhan Yesus bukan disini, tetapi disana (Sorga), lantas di mana hatimu berada sekarang?
  • Jika hatimu berada di dunia ini, maka engkau akan terikat dengan dunia ini sehingga engkau tidak akan bisa kesana.

Kisah Para Rasul 1 : 7

1:7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Matius 16 : 21-22

16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Para murid merancang peranan Yesus sebagai seorang pemimpin Israel yang bisa membawa keluar orang Israel dari perbudakan Romawi.

16:22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Kata-kata Petrus kepada Yesus itu sama saja artinya dia mengatakan :

  • “Engkau tidak boleh mati karena Engkau harus menjadi Raja bagi kami, Engkau harus melepaskan bangsa ini dari penjajahan Romawi.”
  • Ternyata Petrus tidak mengenal Yesus dengan pernyataannya tersebut.
  • Sekarang banyak orang Kristen ikut Tuhan Yesus dan tiap hari Minggu rajin pergi ke gereja, tetapi hanya menjadikan Tuhan sebagai penyelamat duniawi mereka, penyelamat dompet dan penyelamat tubuh mereka, yaitu kesehatan tubuh mereka.

Banyak orang Kristen berbondong bondong ke gereja mencari Tuhan, karena mau kesembuhan dan sumber segala berkat berlipat ganda.

  • Jika alasan saudara mencari Tuhan hanya untuk berkat-Nya, atau hanya untuk mujizat-Nya atau demi untuk kenyaman duniawi saudara, sebenar-nya hal tersebut sangat salah.
  • Saudara pikir telah menjadikan Yesus sebagai Penyelamat rohani saudara, tetapi sebenarnya Dia saudara jadikan sebagai penyelamat duniawimu, bukan Penyelamat rohani yang benar.
  • Banyak yang tidak siap untuk di proses ataupun di bentuk oleh Tuhan agar menjadi bejana yang indah bagi Tuhan.
  • Berbahaya bagi keselamatan kekal saudara kalau kekristenan saudara dipelihara seperti kondisi tersebut diatas.

Saudara merayakan Natal dari tahun ke tahun, tetapi tidak ada perubahan kearah yang lebih baik dalam hidupmu, akhirnya engkau hanya terus menerus berputar-putar di tempat dan tidak pernah maju.

Apakah Makna Natal yang Sesungguhnya?

Makna Natal ada 3, yaitu :

  1. Makna Pertama : Tuhan datang kedunia menjadi “penyelamat” manusia.

Matius 1 : 21

1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Yesus datang untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.

Diselamatkan, artinya saudara dibebaskan dari marabahaya, dibebaskan dari sesuatu yang menakutkan, atau dibebaskan dari sesuatu yang mencelakakan dan dari sesuatu yang mengancam.

  • Misalnya saudara berjalan di sebuah gang sempit dan dari jauh saudara melihat sudah dihadang oleh seorang preman.
  • Dengan doa saudara tetap berjalan dan begitu saudara berhadapan dengan preman itu, tiba-tiba preman tersebut sakit perut (diare) dan lari terbirit-birit cari toilet umum di sekitar gang itu.
  • Saudara pasti bersyukur, puji Tuhan saudara diselamatkan dari kejahatan yang sudah dirancang preman itu terhadap saudara.

Itulah yang dimaksudkan dengan kata “diselamatkan”.

Apakah yang membahayakan, yang mengancam dan yang bisa mencelakakan saudara?

Perhatikan baik-baik dan ingatlah, bahwa yang mengancam dan yang membahayakan serta yang dapat mencelakakan saudara itu, namanya dosa.

Roma 6 : 23

6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Upah dosa itu maut, dan segala sesuatu yang mengancam dan yang membahayakan, serta yang setiap waktu dapat mencelakakan kita, adalah dosa.

  • Masalahnya, mengapa kita masih mau hidup dalam dosa dan menikmati dosa tersebut sampai hari ini?
  • Padahal Tuhan mau menyelamatkan saudara dari dosa.
  • Mengapa saudara masih mau terikat di dalam kesalahan yang sama?

Ingat !!!  Iblis itu pusat ego.

Matius 16 : 23

16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.

“Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus”, tetapi sebenarnya Yesus berkata kepada iblis yang masuk kedalam Petrus.

Ego-nya iblis, “di-impartasi-kan” kepada manusia, sehingga akhirnya manusia menjadi hidup di dalam dosa.

Yohanes 8 : 44

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Akhirnya manusia menjadi serupa dengan iblis yang hidup didalam dosa dan kecemaran.

Iblis itu “pusat ego” dan ego itu di impartasi kan kepada manusia agar manusia menjadi pelaku dosa.

Pada umumnya, tanpa manusia sadari, dosa adalah ancaman yang paling ber-bahaya bagi manusia.

Dosa hanya dapat diampuni melalui darah Yesus yang tercurah di kayu salib.

Tuhan Yesus datang kedalam hidup saudara dan saudara harus dimuridkan.

Markus 8 : 34

8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Setiap orang yang mau mengikut Yesus, mereka harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, maka barulah mereka bisa ke sorga.

  • Kalau seseorang tidak mau melepaskan “ego” nya, maka dosanya pun semakin bertambah, akibatnya fatal, dia akan dibawa ke neraka.
  • Bila demikian halnya, bukankah dosa itu dikatakan “malapetaka yang sangat mengancam?”
  • Jika kita telah tahu “dosa itu ancaman yang serius terhadap keselamatan kekal kita”, mengapa kita masih bertahan menikmati dosa?

Contoh : Saudara selalu menjaga kesehatan saudara dengan serius, karena saudara tahu kalau saudara tidak menjaga kesehatan, maka saudara bisa sakit.

Demikian pula halnya dengan dosa, kalau saudara tidak jaga kesehatan rohani saudara, maka rohani saudara pun akan sakit.

  • Kalau dosa dibiarkan dan setiap waktu semakin bertambah, maka rohani saudara bisa mati.
  • Jika rohani saudara sudah mati, maka tinggal menuai akibatnya saja dan bersiap-siaplah masuk ke neraka.

Setiap orang pasti benci penyakit cancer, karena sangat menakutkan bagi siapapun, tetapi ketahuilah ada yang jauh lebih menakutkan daripada cancer, yaitu “jika saudara tidak mau mengampuni orang yang bersalah kepada saudara”.

Matius 6 : 14-15

6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Tetapi jika kamu tidak mengampuni orang, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampunimu.

  • Bukankah saudara terancam, jika kesalahanmu tidak diampuni Bapa?
  • Jelas sekali terancam, karena keselamatan kekalmu kamu batalkan sendiri, sehingga kamu akhirnya masuk neraka.

Dengan demikian, yang manakah yang lebih mengerikan, jadi “penderita sakit cancer” atau “karena tidak mengampuni orang?”

  • Penderita sakit cancer bila dia bertobat masih bisa masuk sorga, tetapi orang yang tidak mau mengampuni orang lain dan tidak mau bertobat, sudah pasti tidak bisa masuk sorga.
  • Jika saudara tidak mau mengampuni dan masih senang menikmati dosa, walaupun saudara masih percaya Yesus dan berkata, Dia penyelamatku, sebenarnya saudara hanya menipu diri saudara sendiri.
  • Dia bukan penyelamat saudara, karena saudara tidak mau diselamatkan, karena kekerasan hati saudara yang tidak mau mengampuni dan masih menikmati dosa-dosamu.
  • Jika engkau masih menikmati dosa, maka hidupmu sudah pasti dalam masalah dan engkau membiarkan dirimu dalam ancaman neraka tanpa engkau sadari.

Apakah gunanya saudara merayakan natal yang saudara rayakan dari tahun ke tahun dengan sukacita, jika tidak ada perubahan dalam artian positip dalam dirimu?

  • Saudara terus menerus hidup di dalam dosa dan setiap tahun engkau melakukan dosa yang sama dan setiap tahun engkau tidak berubah.
  • Sekarang saudara harus sadar dan saudara katakan pada diri saudara “dosa adalah ancaman yang paling membahayakan bagi keselamatanku”.
  • Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan saudara dari dosa itu, supaya saudara tidak memiliki keinginan untuk berbuat dosa.

Hari-hari ini, banyak orang Kristen “menghindari dosa, tapi tidak membenci dosa”.

  • Kalau kita terjebak dalam dosa, kita hanya berusaha terus menerus menghindari dosa tapi tidak pernah membencinya, maka suatu hari kita akan berbuat dosa lebih parah dari sebelumnya.
  • Misalnya saudara mengendarai mobil pribadi di jalanan yang macet parah dan saudara masuk di jalur busway, walaupun tahu perbuatan itu salah.
  • Tetapi kalau saudara membenci dosa/kesalahan maka saudara akan tetap jalan di jalur saudara meskipun jalannya macet.

Bagaimana caranya supaya kita bisa membenci dosa?

1.       Kita dibuat kapok dahulu, sampai kita benci sendiri dengan dosa itu.

  • Misalnya saudara diam-diam masih merokok, tapi Tuhan sudah jatuh cinta kepada saudara.
  • Karena Tuhan mengasihi saudara, maka Tuhan mengijinkan saudara kena kanker paru-paru yang bikin jera sampai saudara benci dengan rokok.

2.      Saudara datang kepada Tuhan dan saudara mendekatkan diri kepada Tuhan, sampai saudara jatuh cinta kepada Tuhan.

  • Masalahnya, bagaimana caranya saudara bisa jatuh cinta kepada Tuhan kalau saudara tidak pernah membangun hubungan dengan Tuhan?
  • Jika saudara sudah jatuh cinta kepada Tuhan, maka otomatis saudara akan membenci dosa.
  • Bila saudara tidak jatuh cinta kepada Tuhan dan mengasihi Diadengan segenap hati dan jiwa saudara, maka saudara tidak akan bisa membenci dosa, paling-paling hanya menghindari dosa.
  • Membenci dosa artinya tidak suka lagi untuk berbuat dosa, bukan sekedar menghindari dosa.

Tuhan datang untuk menjadi penyelamat kita, supaya saudara tidak ingin lagi untuk berbuat dosa dan saudara bisa dibawa Tuhan menghadap Bapa di sorga.

Ibrani 1 : 9

1:9 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.”

Yesus membenci kefasikan, tetapi bukan menghindari kefasikan.

  • Oleh sebab itu Dia diurapi, lebih dari rekan-rekan sekutu-Nya, lebih dari manusia-manusia yang ada.
  • Jika saudara mau diurapi sebagai tanda kesukaan Tuhan, maka saudara harus membenci dosa, tidak ada cara lain selain membenci dosa.
  • Makna Kedua :  Yesus datang menjadi “penghubung” antara manusia yang rusak dengan Allah yang benar

                         

Hubungan manusia dengan Allah terputus di taman Eden dan Yesus telah buka “jalur komunikasi” dengan jalan yang baru.

Ibrani 10 : 20

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Hanya melalui Yesus saudara bisa dibawa ke hadapan Bapa di Sorga.

  • Di luar Yesus, saudara tidak bisa datang ke hadapan Bapa di Sorga.
  • Oleh sebab itu, Dia hadir sebagai penghubung kita dengan Bapa.
  • Untuk lepas dari dosa, saudara perlu persentuhan dengan Tuhan, agar saudara “diimpartasikan” sifat dan karakter Tuhan.

Tuhan Yesus mau saudara bersentuhan dengan Dia sampai sifat dan karakter Tuhan ada di dalam saudara.

  • Kalau sifat dan karakter Tuhan tidak ada di dalam saudara, berarti saudara hanya peniru.
  • Tuhan tidak mau saudara hanya menjadi peniru.
  • Saudara harus masuk ke dalam Dia, menyatu di dalam Dia, sampai saudara “ter-impartasi-kan” oleh karakter Dia.

“Ter-impartasi-kan” di dalam Dia, artinya sifat dan karakter Tuhan Yesus telah terserap di dalam saudara.

Kejadian 5 : 24

5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Henokh diangkat, karena dia telah “terimpartasikan” sifat dan karakter Allah, artinya Henokh sudah serupa dengan Allah dan diangkat ke sorga oleh Allah.

Kejadian 6 : 9

6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Nuh orang yang benar dan tidak bercela.

  • Mengapa Nuh dikatakan benar dan tidak bercela?
  • Karena dia bergaul dengan Allah yang menyebabkan dia tidak bercacat dan tidak bercela.

Permasalahannya, meskipun saudara masih tetap beribadah, masih rajin baca firman, tetapi apakah saudara telah memiliki hubungan special dengan Tuhan Yesus?

  • Jika saudara tidak pernah memiliki hubungan special dengan Tuhan, maka saudara tidak akan pernah terima impartasi sifat dan karakter Tuhan.
  • Akibatnya saudara hanya menjadi “peniru” Tuhan.
  • Yang pasti, Tuhan mau saudara hidup sama seperti Dia telah hidup.

1 Yohanes 2 : 6

2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Pertanyaannya :

Apakah kita sudah di dalam Tuhan atau belum?

Kalau kita sudah di dalam Tuhan, berarti hidup kita harus sama seperti Yesus hidup yang tidak bercacat dan tidak bercela.

  • Dan hal itu wajib, tidak ada tawar menawar.
  • Kalau saudara mengaku hidup di dalam Dia, maka saudara harus hidup sama seperti Dia.
  • Tuhan Yesus menjadi penghubung antara saudara dengan Bapa, supaya lewat pergaulan saudara dengan Tuhan Yesus, saudara “di impartasikan” sifat dan karakter Dia, atau “potret” Dia ke dalam saudara.
  • Misalnya saya dan istri saya, lama-lama karakter dan sifat saya ada pada istri saya, juga karakter dan sifat istri saya terimpartasikan kepada saya, sehingga ada pada saya.

Suami istri bisa menjadi sama karakternya, karena satu sama lain sudah “ter-impartasi oleh karakter masing-masing”, karena ada hubungan dan ada keintiman.

Jika saudara intim dengan orang-orang yang aneh dan jahat, maka saudara akan menjadi jahat.

Demikian pula halbya jika saudara intim dengan Tuhan Yesus, maka saudara akan memilki karakter dan sifat seperti Tuhan Yesus.

  • Jika saudara membangun hubungan dengan orang-orang gereja, apakah saudara menjadi malaikat?
  • Orang-orang di gereja itu bukan malaikat, tapi orang-orang yang sedang dibentuk oleh Tuhan jika mereka mau dibentuk.
  • Di dalam pelayanan, banyak orang-orang yang “menjadi rusak ketika dia melayani”.
  • Ketika dia melayani, karena teman-teman pelayanannya banyak yang rusak, maka dia ikut menjadi rusak, ter-impartasi dari teman rusaknya.
  • Ada yang bersaksi, bahwa dia tidak pernah mengenal obat-obatan, tetapi setelah melayani terimpartasikan jadi mengenal obat-obatan.

Tetapi semuanya itu tergantung dari kita sendiri, bagaimana tingkat kesungguhan kita bersentuhan dengan Tuhan.

  • Waspadalah, jangan sampai saudara bersentuhan dengan orang-orang yang kelihatannya rohani, tetapi sebenarnya belum tentu rohani.
  • Tetapi kalau saudara bersentuhan dengan Tuhan, saudara sudah pasti menjadi orang yang rohani.
  • Lewat persentuhan saudara dengan Bapa kita di Sorga, saudara bisa “ter-impartasikan” dengan sifat dan karakter Bapa Sorgawi.
  • Berapa banyak orang yang berbicara tentang hubungan dengan Bapa?

Gereja yang laris manis, biasanya Gereja yang menjanjikan orang yang sakit sembuh, masalah beres dan uang banyak, tetapi kalau Gereja yang berbicara tentang kebenaran, mereka katakan itu Gereja yang tidak lazim dan Gereja yang aneh karena terlalu keras.

  • Gereja yang berbicara tentang kebenaran, bukanlah Gereja yang keras, bukan pula Gereja yang fanatic atau aneh, tetapi “Gereja yang Militant”.
  • Misalnya saudara memiliki dana Rp. 5.000.000.000,- untuk usaha, pasti saudara akan mati-matian “memutar” dana tersebut untuk mendapatkan keuntungan, supaya jangan malah buntung.
  • Demikian pula saudara jika sudah masuk ke dalam Tuhan, maka saudara harus mati-matian ikut Tuhan, supaya tidak ada lagi keinginan ikut setan.

Tuhan Yesus sudah menjadi “penghubung” bagi saudara dan saya dengan Bapa Sorgawi, oleh karena itu hiduplah selalu dalam kekudusan.

  • Makna Ketiga :  Yesus datang untuk menjadikan saudara “terang”.

Yohanes 1 : 4-5

1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Didalam Dia (Yesus) ada terang dan terang itu menerangi kita, tetapi banyak orang Kristen “hanya menjadi peniru terang” karena terangnya mereka adalah terang semu.

  • Mereka meniru Yesus seakan-akan hidupnya menjadi terang, tapi sebenarnya didalam mereka itu tidak ada terang.
  • Tuhan mau terang itu menjadi “nature” saudara, bukan terang semu.
  • Hubungan saudara lewat persentuhan dengan Tuhan membuat saudara sadar kalau Dia sudah menyelamatkan saudara.
  • Kalau saudara sadar saudara sudah bersentuhan dengan Dia, maka otomatis terang itu ada di dalam saudara.

Jika terang itu ada di dalam saudara, maka terang itu natur Allah, tetapi bila saudara hanya menjadi peniru berapa lama saudara bisa kuat menjadi terang?

Kejadian 1 : 3-5

1:3 Berfirmanlah Allah : “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Saudara tidak bisa mengusahakan diri saudara sendiri untuk menjadi terang, karena terang adalah kuasa kreatif Allah.

Buktinya : Tuhan berfirman, “jadilah terang”, lalu jadilah terang.

Tuhan mau saudara dan saya menjadi terang dunia, untuk itu kita semua harus hidup bagi Tuhan supaya saudara bisa menjadi terang bagi sesama saudara.

  • Ingatlah, kita tidak bisa meniru-niru orang lain atas kemauan diri sendiri menjadi terang, karena itu adalah terang yang semu.
  • Yang benar, saudara harus bersentuhan terlebih dahulu dengan Tuhan, barulah masuk kuasa kreatif Tuhan dan saudara bisa menjadi terang.

Kejadian 1 : 4 – 5

1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

TUHAN yang menjadikan kita terang, bukan kita sendiri yang menjadikan diri kita terang.

  • Kita tidak bisa menjadikan diri kita terang, tetapi lewat perkataan dan perbuatan kitalah kita harus benar-benar berubah dan Tuhan menjadikan kita terang.
  • Atau lewat persentuhan kita dengan Tuhan lebih dahulu, karena Dia lah Allah yang ada didalam kita, barulah kita menjadi terang, bukan karena usaha kita sendiri, karena kita hanya objeknya Tuhan.
  • Misalnya saudara membawa lilin, maka saudara membawa terang, tetapi setelah lilin itu saudara letakkan di atas meja, maka saudarapun akan terpisah dari terang lilin itu.
  • Berbeda kalau diri saudara sendiri yang menjadi lilin, saudara tidak bisa terpisah dari terang.

Permasalahannya :

  • Apakah saudara mau menyalakan terang itu atau tidak?
  • Tuhan sudah ada di dalam saudara, apakah saudara mau menyalakan Terang itu atau tidak, itu keputusan saudara!
  • Kita tidak membawa lilin, tetapi kita dijadikan lilin oleh Tuhan, kita mau menyalakan lilin itu atau tidak, itu keputusan kita.

Filipi 2 : 14-15

2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Lakukan semuanya itu tanpa persungutan, sebaliknya lakukan semua dengan sukacita.

  • Kamu menyala di depan semua orang yang sesat hatinya karena kamulah bintang-bintang itu, sehingga kamu bisa memancarkan terang itu.
  • Tetapi kamu harus membiarkan “ego”-mu dibakar oleh Terang yang sesungguhnya, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang telah datang ke dunia ini.
  • Ketika ego mu dibakar, memang sakit karena ego kita harus dimatikan.

Filipi 4 : 5

4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

Jangan sampai engkau dikenal orang karena engkau pintar bicara dan pintar khotbah, bahkan karena engkau pintar bersandiwara dihadapan orang banyak.

  • Jangan sampai engkau dikenal orang karena engkau ahli dalam melayani pelepasan.
  • Jangan sampai engkau dikenal orang karena kedudukanmu dalam gereja.
  • Jangan sampai engkau dikenal orang karena engkau suka memberi uang.
  • Tetapi Tuhan mau engkau dikenal orang karena kebaikan hatimu, karena ketulusan hatimu.

Saya katakan kepada saudara, sebenarnya mimbar ini tidak lebih penting dari pada “mimbar kehidupan saudara dan saya”.

  • Dari mimbar ini saya berbicara firman Tuhan sekitar satu jam, tetapi saudara mempraktekkan firman itu 24 jam x 7 hari dalam seminggu.
  • Tuhan mau saudara dikenal orang karena kebaikan hatimu, bukan karena kamu ganteng/cantik atau karena kamu kelihatannya sangat rohani.
  • Tuhan mau saudara dikenal orang karena di dalam saudara ada Tuhan dan karakter serta sifat Kristus sudah ter-impartasi-kan ke dalam saudara, sehingga saudara serupa dan segambar dengan Kristus.
  • Dalam Perjanjian Lama dikatakan, “Kamu datang ke Tuhan, dengarkan Tuhan bicara”, tetapi didalam Perjanjian Baru dikatakan, “Kamu datang ke Tuhan dan lihat cara hidup Tuhan”.
  • Bila saudara dapat mengerti akan hal tersebut diatas, beranikah saudara berkata kepada orang-orang di sekitar saudara, “Ayo datang ke dalam hidup saya dan lihatlah cara hidup saya”.

Permasalahannya :

  • Cara hidup kita yang seperti apakah yang berkenan di hadapan Tuhan?
  • Cara hidup “bersekutu dengan Tuhan” yang seperti apakah yang diinginkan Tuhan dari kita?

Kita tidak berkata : “Ayo datang dan dengarkan saya”,

Tetapi kita berkata :  “Ayo datang dan lihat cara hidup saya”.

Saudara harus jadi terang dan berkat, dimanapun saudara ditempatkan karena saudara adalah orang yang sudah diselamatkan, orang yang sudah dibebaskan dari jerat dosa.

  • Karena setelah saudara membangun hubungan dengan Bapa, maka secara otomatis saudara sudah di impartasikan sifat dan karakter Bapa.
  • Sehingga saudara secara otomatis pula menjadi terang Allah dan saudara pun harus menjadi terang bagi sesama saudara.
  • Bahkan menjadi terang bagi setiap orang di sekeliling kehidupan saudara.

Sekarang saya akan menyalakan satu-satunya lilin yang ada dekat mimbar ini :

Lilin ini melambangkan komitmen kita dengan Tuhan,

bahwa kita semua siap mematikan “siapa kita”

dan menghidupkan “Siapa Dia” didalam kita.

Bahwa semua kedagingan kita dibakar, agar menjadi terang bagi dunia yang gelap ini.

Mengapa lilinnya hanya satu, tidak lima seperti pada Natal tahun 2017 yang lalu lilinnya ada lima? (mewakili Yayasan 153, Ichtus Ministry, Pendoa Syafaat, Jemaat dan Kaum Muda).

Karena untuk Natal tahun 2018 ini, Tuhan hanya ijinkan “satu lilin” karena Dia berkata, “semua sudah bergabung menjadi satu”, karena semua harus mematikan “ego”-nya.

Yohanes 17 : 20-21

17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Supaya semua yang ada di tempat ini benar-benar menjadi satu karena saudara bukan “orang lain” lagi, tetapi sudah masuk dalam “Unity”, karena saudara semua yang ada disini adalah “satu keluarga di dalam Tuhan Yesus”.

  • Kurang elok jika saudara datang sebagai anggota keluarga besar Chosen Generation, tetapi tidak saling kenal.
  • Unity hanya bisa terbentuk, ketika saudara melepaskan “ego” saudara, melepaskan “kepentingan” saudara dan melepaskan “siapa” saudara. 3
  • Unity bisa terbentuk, bila saudara semua telah siap menjadi satu di dalam Kristus, tidak peduli saudara bergereja atau beribadah dimana.

Tuhan Yesus berbicara kepada kita semua malam hari ini dengan berkata, “hendaklah kamu menjadi satu, seperti Bapa dan Aku adalah satu”.

  • Saudara lepaskan semua ego saudara, lepaskan semua kepentingan saudara, sekarang menyatulah dengan sesama.
  • Apakah saudara mau menyatu dengan yang lain dan membangun satu tubuh Kristus, rumah kediaman Allah?

Lilin ini adalah “symbol unity”, symbol satu kesatuan kita semua didalam tubuh Kristus.

AMIN.

BERI KEMULIAAN BAGI TUHAN

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

31 DESEMBER 2018 MEMANFAATKAN WAKTU DEMI KEKEKALAN(VIDEO KHOTBAH)

Warta 6 Januari 2019 SUDAKAH ANDA BERUBAH KARENA KRISTUS?

SUDAKAH ANDA BERUBAH KARENA KRISTUS?

 Waktu berlalu dan tidak mungkin kembali, pernahkah kita terpikir dengan waktu itu apa yang telah berubah kearah Tuhan dari diri kita. Ataukah kita tetap dengan cara hidup yang lama yang seharusnya sudah disingkirkan? Jika di tahun 2019 ini kita masih terbelenggu dengan dosa masa lalu, pertanyaannya apakah yang telah kita lepaskan dan matikan ,melalui waktu yang demikian Panjang? Ataukah kita semena-mena dengan memanfaatkan waktu?

Banyak orang percaya yang tidak pusing dengan kerohaniannya, mereka tetap bergelut dengan dosa yang sama dan berulang sampai saat ini, sementara mereka bergelut dengan masalah demi masalah yang dihadapinya dan terus mengharapkan jalan keluar. Mereka terus mefokuskan diri pada kefanaan dunia tanpa memperhatikan yang kekal. Tahukah saudara kekekalan hanya dapat terwujud ketika kita mengejar yang kekal pula (kerajaan Allah dan segala kebenaranNya Matius 6:33, Kolose 3:2), dan kefanaan akan terwujud ketika kita memfokuskan diri pada kefanaan belaka.

Jadi jika sampai saat ini anda masih bergelut dengan dunia dan dosa yang sama, artinya anda adalah orang yang tidak menghargai kesempatan dan anugerah Tuhan yang besar. Coba saudara perhatikan contoh berikut, jika anda adalah orang tua, maka anda akan memperhatikan pertumbuhan anak saudara setiap harinya. Dan jika anak anda sekian waktu tidak bertumbuh maka mulailah pikiran kita berasumsi. Bagaimana dengan Tuhan? Sadarkah saudara, setiap hari Dia memperhatikan pertumbuhan rohani kita, apakah kita semakin dewasa dalam iman dan pengenalan akan Dia, ataukah kita tidak betumbuh? Jika tidak bertumbuh kita harusnya menyadari kalau rohani kita sesungguhnya sedang ada masalah. Jika fisik atau keuangan anda yang bermasalah tidakkah engkau mulai kuatir? Apakah anda tidak kuatir jika anda tidak bertumbuh dalam iman dan pengenalan akan Dia? Jika kita tidak kuatir maka kita benar-benar sedang bermasalah secara rohani, sadarilah saudara!    

Saudaraku ditahun yang baru ini Tuhan rindu kita sungguh-sungguh mengejar kebenaran untuk mengalami terobosan dan kemerdekaan (Yohanes 8:32), dan melupakan semua yang sudah lalu (kepahitan, rasa bersalah dan intimidasi) sambil berlari mengejar Kristus dan kepenuhanNya (Filipi3:10). Jika kita memusatkan perhatian kepada Kristus maka kitapun akan membawa terangNya kedalam dunia yang gelap ini. Saudaraku ijinkan saya menantang anda untuk berani berkata “Tuhan jadikan aku terang apapun resikonya, jadikan aku pelita walau daging aku taruhannya”. Dengan berkomitmen demikian kita akan terus diingatkan untuk berjalan dalam jalanNya dengan setia.  

Warta 31 Desember 2018 MELEPASKAN DUNIA DEMI KEMULIAAN SORGA

MELEPASKAN DUNIA DEMI KEMULIAAN SORGA

            Waktu bisa menjadi sahabat jika kita mengunakannya dengan tepat, tapi disisi lain waktu juga bisa menjadi jerat jika kita mengunakannya dengan suka-suka dan bersantai. Saudaraku sadarkah kita untuk apa waktu yang kita gunakan akan menentukan masa depan kita? Jika kita menggunakannya demi kepentingan diri sendiri atau mengejar mimpi duniawi         , mungkin kita mendapatkannya, tapi tanpa kita sadari apakah yang telah kita korbankan? Ternyata yang kita korbankan adalah kemuliaan kekal. Firman Tuhan berkata “apakah gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikan sebagai ganti nyawanya?” (Matius 16:26).

            Saudaraku banyak orang rela mengorbankan sesuatu demi memuaskan egonya. Mereka merelakan harta demi hasratnya, mengorbankan waktu, tenaga dan keluarga demi kenyamanan dunia. Pernahkah terlintas dipikiran kita dipenghujung tahun 2018 ini untuk mengorbankan semua kepentingan kita demi menyenangkan hati Tuhan atau demi melakukan kehendak Tuhan? Dan mengunakan waktu sebaik-baiknya bukan lagi mengejar mimpi kita, melainkan demi mewujudkan keinginan hatiNya.             Jika demikian kita berkomitmen di tahun 2019 untuk melepaskan ego kita demi memikul salib Tuhan. Hal ini kita lakukan dengan meneladani Kristus yang telah meninggalkan kemuliaanNya demi salib (Ibrani 12:2, Filipi 2:6-9).

Saudaraku jika kita melepaskan semua kepentingan kita apakah berarti kita tidak lagi dapat menikmati hidup? Tidak kita tetap dapat menikmati hidup bahkan lebih lagi, yaitu ketika kita merasa Tuhan cukup buat kita maka  

benar Dialah yang menjadi kepenuhan kita karena Dialah hidup kita (Mazmur 73:25).  Saudaraku Tuhan membutuhan totalitas bukan sekedar aktifitas kerohanian, Tuhan mencari orang yang berkomitmen, bukan sekedar orang mencari momen untuk ikut Dia.

            Jika tahun 2019 adalah tahun penampian, apakah kita dapat lolos seleksi tanpa memusatkan diri pada salib? Jika tahun 2019 adalah tahun pemisahan, apakah masuk dalam golongan sekutu atau seteru salib? Jika hidup kita  masih semau kita dan suka-suka kita, memasuki tahun yang baru ini marilah kita lebih mawas diri dengan prinsip suka-suka Tuhan dan bersyukur dalam segala hal. Menggunakan waktu untuk mengejar kemuliaan kekal dan tidak lagi fokus pada kemuliaan fana.

            Mari kita berjalan dengan salib dibahu sambil menggiring Tuhan, dan melepaskan semua beban duniawi yang selama ini kita pikul. Jika kita sudah mengerjakannya, maka kita akan menjadi mempelai yang tak bercacat.  

25 DESEMBER 2018 VIDEO NATAL & TULISAN PESAN NUBUATAN CHOSEN GENERATION

NUBUAT SEBELUM KHOTBAH DIMULAI

Ada api ….. ada air …. ada api , Tuhan berkata tidak ada yang mustahil bagi-Ku … tiada yang mustahil. Tuhan akan buat terobosan dalam hidupmu. Tuhan berkata jangan takut jangan pernah gentar siapapun yang bersama dengan Aku.

Tuhan berkata engkau tidak jalan didalam kegelapan engkau berjalan dalam kepastian bersama dengan Aku. jangan melihat pada masalahmu jangan lihat pada persoalanmu sebab Aku adalah Allah yang membawa terobosan dalam hidupmu.

terus berjalan …. terus berjalan jangan berhenti kata Tuhan , terus jangan berputar-putar kata Tuhan. terus pegang tangan Aku terus percaya pada-Ku engkau tidak pernah akan dikecewakan oleh Aku.

Tuhan berkata engkau naik … naik … naik semakin tinggi menghampiri Aku. seperti tidak ada yang bisa menjamahmu ,seperti masalah tidak bisa menjamahmu asal engkau percaya kepada Aku.

jangan tidur … jangan tidur Tuhan akan buka terobosan, bangkit …. bangkitlah kata Tuhan. Tuhan berkata lihatlah dalam waktu dekat semua jalan-jalan Ku buka tidak ada yang tertutup. tidak akan bisa tidak kalau Aku berkata karena Aku Tuhan Allahmu. Aku akan membuktikan siapa Aku dan imanmu tidak akan dikecewakan .

Tuhan berkata terang … terang … terang jangan berjalan lagi didalam kegelapan, didalam kegelapan tidak ada kepastian kata Tuhan. Hanya didalam terang ada kepastian.

Tuhan berkata mungkin saat ini engkau sedang bosan berharap kepada Tuhan tetapi Tuhan berkata jangan menyerah … jangan menyerah karena upah diberikan pada orang yang tidak pernah menyerah. Jangan pernah menyerah berharap pada-Ku karena Aku Allah yang memerdekakanmu. Aku Allah yang memberimu kelegaan, Aku Allah yang mendidikmu, Aku Allah yang mengajarmu. Engkaulah milik kepunyaan-Ku, Engkaulah cinta-Ku.

Tuhan ingin kita semua menyembah Dia … Tuhan ingin kita menyembah Dia, Tuhan memperlihatkan saya bunga-bunga yang indah, saya melihat terang, saya melihat rumput yang hijau.

Ada yang sakit diperut sebelah kanan Tuhan sedang menjamah, Tuhan sembuhkan. Ada ibu yang sedang berputar-putar , berputar dalam masalah tidak ada jalan keluar katamu engkau datang pada-Ku karena Akulah jalan keluar itu. serahkan semua beban itu pada-Ku karena hanya bersama dengan Aku engkau mendapat kelegaan, hanya bersama Aku ada kelepasan.

Tuhan sedang mengurai setiap masalahmu dan tidak pernah ada jalan buntu bersama dengan Tuhan. Haleluya Amin.

NUBUAT SAAT AKHIR PENYEMBAHAN

Belajarlah dari pada-Ku anak-anak-Ku, belajarlah dari pada-Ku karena engkau bisa berjumpa dengan Aku. relakan dirimu dibentuk oleh Aku karena tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Aku.

hindari jalanmu ikutlah jalan-Ku. jalan Ku ditolak banyak orang , jalan-Ku dijauhi oleh sebagian banyak orang tetapi Aku ada disana. Berjalan dijalan yang sempit jalan yang tidak rata tetapi Aku senantiasa memberimu kekuatan. Aku tidak pernah meninggalkanmu anak-anak-Ku.

Dengan mata tertuju pada-Ku engkau akan berjumpa dengan Aku. sesungguhnya Aku mencari gereja yang berani menyatakan kebenaran, gereja yang berani berjalan didalam kebenaran. Aku mencari gereja-gereja yang menyembah Aku dalam roh dan kebenaran. Aku mencarinya … Aku mencarinya.

memang jalan-Nya tidak mudah tetapi jika engkau mengerti engkau akan berjalan dengan penuh ucapan syukur. Pahami Aku kenali Aku anak-anak-Ku .

18 DESEMBER 2018 EGO(VIDEO KHOTBAH)

BAIT ALLAH & ISTANA SALOMO – 02, 09 & 16 DESEMBER 2018

Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah ku

B A I T  A L L A H

DAN ISTANA SALOMO

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, MINGGU 2 DES 2018

=============

SHALOM !

Hari ini kita akan belajar tentang pembangunan Bait Allah dan Istana Salomo.

TUHAN memberi keamanan kepada Salomo agar bisa membangun rumah bagi Allah tanpa gangguan keamanan, bukan demi kenyamanan Salomo pribadi.

Tetapi apa yang terjadi setelah semua pembangunan tersebut selesai?

Salomo mulai membangun kenyamanan bagi dirinya sendiri, sampai akhir-nya dia mengawini anak perempuan Firaun, dan mengawini perempuan-perempuan asing lainnya sehingga istri-istrinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga pada akhir hidupnya Salomo ditolak oleh TUHAN.

Banyak sekali orang Kristen yang masuk ke dimensi ini, karena banyak orang Kristen sekarang yang mencari dan mengejar kenyamanan seperti Salomo.

  • Pertanyaannya, apakah menikmati kenyamanan itu salah?
  • Jawabannya, salah apabila itu semata-mata menjadi tujuan hidup kita.
  • Tetapi kalau kita mengejar Tuhan dan menjadikan Tuhan kenyamanan yang utama dalam hidup kita, itulah yang benar.
  • Kenyamanan akan menjadi salah, kalau focus kita hanya ditujukan pada kenyamanan dunia, tetapi kalau kita menjadikan Tuhan sebagai sumber kenyamanan kita, itulah yang benar.
  • Selama engkau masih menumpang di dunia ini, engkau tidak akan pernah nyaman, karena engkau di tempatkan “seperti domba di tengah kawanan serigala”, artinya hidupmu akan senantiasa terancam.

Roh jahat akan terus bekerja untuk menampi kita. Oleh sebab itu seharusnya kita tidak focus lagi pada kenyamanan dunia, karena kenyamanan dunia hanya 70-80 tahun.

  • Fokus utama kita ditujukan kepada kenyamanan di kekekalan nanti.
  • Untuk itu, hati kita harus kita taruh pada Tuhan, sampai kita benar-benar tidak mau peduli lagi dengan perkara-perkara dunia.
  • Kalau ikut Tuhan tetapi tidak fokus dalam Tuhan, ini tidak akan ideal.
  • Meskipun orang dunia beranggapan “kita ini bagi mereka adalah sampah dunia”, tetapi kita tetap bangga karena kita cakap di hadapan Tuhan.

Tuhan tidak mau kita hanya sekedar mengejar mujizat, sakit menjadi sembuh, segala sesuatu menjadi beres, itu bukan jaminan Tuhan menyertai kita.

  • Orang yang diberkati secara materi sekalipun, bukan jaminan Tuhan menyertai mereka.
  • Orang yang sehat sekalipun, bukan jaminan Tuhan menyertai mereka.
  • Kadangkala sesuatu terjadi, sampai sakit-sakitan tetapi tetap menyatu dengan Tuhan, itulah yang luar biasa.
  • Fokusnya bukan sehat atau sakit, tetapi bagaimana kita bergantung kepada Tuhan sampai saudara produktif.

Kalau saudara produktif untuk Tuhan, pasti saudara akan diberi bonus kesehatan dan kesehatan yang saudara terima bisa saudara pakai untuk melayani Tuhan dan saudara akan menjadi saluran berkat bagi orang lain.

  • Dimanapun saudara berada, saudara akan senantiasa menjadi berkat bagi sesama saudara.
  • Fokus kita bukan kepada kenyamanan-kenyamanan dunia lagi, tetapi hanya kepada Tuhan.
  1. Pertanyaan Pertama : “Apakah perbedaan Kemah Suci dengan Bait Allah?”
  1. Kemah Suci bersifat sementara dengan sistem bongkar pasang, dibutuhkan hanya selama dalam perjalanan orang Israel ke Tanah Perjanjian.

Gambar – 1 : “Kemah Suci Musa”

Selama orang Israel mengembara di padang gurun, TUHAN selalu menyertai mereka yang dtandai dengan “tiang awan di siang hari” dan “tiang api di malam hari” (lihat Gambar-1 di halaman 2) yang keluar dari Ruang Maha Suci.

  • Sedangkan Bait Allah bersifat permanent sebagai tempat kediaman Allah dan berkedudukan hanya di Yerusalem (sehingga disebut Bait Suci Yerusalem).

Perhatikan Gambar “Bait Allah” atau “Bait Suci Salomo” di bawah ini :

Gambar – 2 : “Bait Suci Salomo”

2 Samuel 7 : 4-7

7:4 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian :

7:5 “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud : Beginilah firman TUHAN : Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Ku diami?

Jadi TUHAN berkata kepada Daud, “Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Ku-diami?

  • Kemah Suci digunakan selama pengembaraan di padang gurun.
  • Kemah Suci didirikan sebagai tanda kehadiran TUHAN.
  • Bait Allah juga didirikan sebagai tanda kehadiran Allah ditengah umat-Nya.

7:6 Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman.

Ini perkataan TUHAN kepada Daud melalui nabi Natan, “Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun Israel dari Mesir”

2 Samuel 7 : 7

7:7 Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian : Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?

Mengapa engkau tidak membuat rumah permanent (bait Allah), bagi-Ku?

Jadi Kemah Suci itu bersifat sementara, tetapi Bait Allah itu bersifat permanent dimana Allah tinggal tetap disitu.

2 Samuel 7 : 13

7:13 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.

Jadi Salomo lah yang akan mendirikan rumah bagi Allah, bukan Daud. Salomo diberikan kenyamanan dan keamanan untuk membangun tempat tinggal Allah yang permanent.

Jadi perbedaan Kemah Suci dan Bait Allah adalah :

  1. Kemah Suci adalah tempat tinggal Allah untuk sementara waktu selama orang Israel dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian.

Alkitab terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

  1. Dalam Perjanjian Lama
  • Roh Allah hanya tinggal sementara dalam manusia, datang lalu pergi lagi.
  • Ketika Salomo menyembah TUHAN, dia kepenuhan Roh TUHAN yang hinggap di atas dia dan dia pun baru bisa bernubuat.
  • Jadi Allah tidak menetap di dalam Salomo.
  • Dalam Perjanjian Baru,
  • Roh Allah menetap di dalam manusia, yaitu manusia yang percaya kepada-Nya.
  • Dengan demikian maka Kemah Suci melambangkan Kristus sebagai bayangan yang akan datang.

Kolose 2 : 16-17

2:16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Jadi Kemah Suci itu sifatnya hanya untuk sementara waktu saja.

Mengapa pada masa Perjanjian Lama orang Israel boleh menikah lebih dari satu kali, sedangkan di Perjanjian Baru orang percaya tidak boleh menikah lebih dari satu kali?

  • Di Perjanjian Lama, “God beside us” (Allah ada di antara kita).

Oleh sebab itu kekudusan tidak dituntut penuh, yang penting menyembah Tuhan.

Tuhan masih mengijinkan adanya selir, adanya menikah lebih dari satu karena God beside us, Tuhan datang hingga lalu pergi.

  • Di Perjanjian Baru, Tuhan datang dan menetap di dalam kita.

Karena Tuhan menetap didalam kita, maka kekudusan dituntut 100%.

  • Bait Allah melambangkan tempat tinggal Allah di dalam kita yang bersifat tetap atau permanent tidak bisa digeser lagi.

Kemah Suci berbicara mengenai Kristus sebagai bayangan yang akan datang di bait Allah, yaitu Kristus yang menetap dalam tubuh saudara dan saya.

Ibrani 9: 11

9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, — artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, —

Bait Allah besarnya 2 kali lipat lebih besar daripada Kemah Suci.

Di Kemah Suci, hanya ada 1 (satu) Kandil atau Menorah, tetapi di Bait Allah ada 10 (sepuluh) Kandil.

Kristus pemberi Roh dan pemberi hidup, Dia mati lalu memberi kita kehidupan, supaya yang seharusnya kita mati, kita menjadi hidup.

Kita seharusnya sudah mati, tetapi karena diberi Roh-Nya, maka kita menjadi hidup.

Tetapi permasalahannya, kalau saudara tidak memiliki hubungan dengan Tuhan, dan mengabaikan interaksi atau keintiman dengan Tuhan, maka saudara disebut “orang yang hidup tetapi sebenarnya mati”.

  • Tuhan memberi saudara kehidupan artinya Tuhan membuka jalur untuk saudara dan saya untuk berinteraksi dua arah dengan Dia.
  • Berapa banyak dari kita yang berdoa hanya satu arah?
  • Satu arah artinya kita berdoa hanya untuk “meminta sesuatu” kepada Tuhan.
  • Tetapi pernahkah saudara menyadari bahwa Tuhan juga punya hati untuk “meminta sesuatu” kepada saudara?

Pernahkah saudara duduk diam dan bertanya kepada Tuhan, misalnya :

  • “Tuhan, saya merindukan suara Tuhan”.
  • “Tuhan, saya sudah minta sesuatu kepada Tuhan, tetapi sekarang saya tidak butuh apa-apa lagi, apa yang harus saya lakukan Tuhan?”

Selama ini saudara selalu minta sesuatu kepada Tuhan karena persoalan saudara, tetapi pernahkan saudara memikirkan perasaan Tuhan?

  • Saudara tanya kepada Tuhan, “Tuhan, sekarang apa yang Tuhan inginkan untuk saya lakukan hari ini, maka saya akan melakukannya hari ini”.
  • Kalau setiap hari saudara selalu bertanya apa keinginan Tuhan, maka saudara akan dibawa Tuhan ke dalam kebenaran demi kebenaran dan berjalan dalam kekudusan.
  • Tuhan kita bukanlah Tuhan yang mati, karenanya kita harus membangun interaksi dengan Dia.
  • Saudara tidak bisa berdoa atau menyembah satu arah, tetapi harus dua arah, karena saudara berdoa kepada Allah yang hidup.

Karena Allah kita itu hidup, berarti kamu harus kontak atau berinteraksi dengan Allah.

  • Yesus telah mati di kayu salib, Dia menjadi Roh pemberi hidup kepada kita.
  • Dan kehidupan-Nya diberikan kepada kita, supaya kita yang harusnya mati mempunyai hubungan dengan Dia dan menjadikan kita hidup.
  • Oleh karena itu, orang yang tidak punya hubungan dengan Tuhan, memang benar dia hidup, tetapi sesungguhnya dia mati.

Matius 1 : 23

1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti : Allah menyertai kita.

Allah menyertai kita atau Allah ada di dalam kita (Imanuel). Imanuel artinya Allah yang menyatu didalam kita, bukan hanya menyertai kita.

  • Kalau Allah tidak menyatu dengan kita, maka kita dikatakan hidup tapi sebenarnya mati.
  • Banyak orang berkata punya hubungan dengan Allah, tapi kalau saudara hidup sesuka hati saudara, Roh Allah bisa pergi dari saudara.

Kejadian 6 : 3

6:3 Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”

Jadi tidak selamanya Roh Allah ada di dalam kita, karena kita masih daging.

  • Selama “dagingmu” masih bertahan hidup dalammu, maka Roh Allah pun belum bisa tinggal permanent didalammu.
  • Bila Roh Allah ada di dalammu, maka Dia akan mematikan semua karakter dagingmu, dengan tujuan supaya engkau tidak berjalan dalam daging lagi, tetapi berjalan dalam Roh.

Kejadian 6 : 5

6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Ketika “dagingmu” masih hidup sehat didalammu, maka engkau pun akan melakukan kejahatan demi kejahatan tanpa henti.

  • Ketika manusia mulai jahat, Tuhan menyesal menciptakan manusia.
  • Oleh karena itu, jangan sampai Tuhan menyesal ketika menciptakan saudara sekalian.
  • Atau, jangan sampai Tuhan menyesal menciptakan satupun dari kita.
  • Kita harus berhubungan dengan Tuhan sampai diubah menjadi seperti Dia.
  • Jangan berpikir Roh Allah sudah permanent tinggal didalam saudara dan saudara aman.

TUHAN akan tinggal selamanya di Bait Suci Yerusalem, tetapi kenyataannya pada tahun 568 SM, Bait Allah atau Bait Suci Salomo tersebut dihancurkan oleh Nebukadnezar.

Meskipun Allah tinggal di Bait Allah secara tetap, tapi karena kejahatan manusia (dalam hal ini Nebukadnezar), membuat Allah meninggalkan Bait Allah Yerusalem itu.

  • Begitu juga halnya dengan kita, karena kejahatan yang kita lakukan, akan membuat Roh Allah pergi dari kita.
  • Jangan berpikir Roh Allah sudah berdiam permanen di dalammu, sehingga engkau pasti selamat.
  • Kalau Roh Allah ada di dalammu, pelihara Roh itu dan jaga Roh itu agar menetap didalammu, karena itulah harta yang paling berharga yang engkau miliki.
  • Dan hanya Roh Allah yang akan membawamu kepada Bapa di Sorga dan engkau tidak akan pernah menyesal.

Ratusan tahun SM, Bait Suci Salomo di Yerusalem dihancurkan oleh Nebukadnezar.

  • Ketika kejahatan kita terus menerus meningkat, berarti kita dengan sengaja menghancurkan bait-Nya (yaitu tubuh kita) sendiri.
  • Sehingga Roh Allah yang ada didalam kita, akan meninggalkan kita.

Lima puluh dua tahun kemudian barulah Bait Allah Yerusalem atau Bait Suci Yerusalem dibangun kembali oleh Zerubabel.

Matius 23 : 37

23:37 “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Kejahatan manusia tahun demi tahun semakin meningkat dan begitu keji sampai Tuhan menyesal, dan berkata, “Yerusalem-Yerusalem, Aku akan meninggalkan engkau”.

  • Yerusalem adalah pusat pemerintahan Allah dan Bait Allah berada di Yerusalem, sehingga ketika Tuhan meninggalkan Yerusalem, berarti Tuhan juga meninggalkan Bait-Nya juga.
  • Mengapa hal tersebut terjadi? Karena manusia sudah terlalu jahat.
  • Oleh karena itu, jangan pernah merasa aman sebelum engkau bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.
  • Sebelum kamu berlutut di hadapan Tuhan dan diberikan mahkota, jangan pernah merasa aman.
  • Jangan merasa sudah Kristen, tiap minggu ke gereja, rutin ibadah, rajin menyembah tapi kalau perbuatan dan kelakuanmu tidak seperti yang Tuhan mau, posisimu tidak aman.

Markus 13 : 1-2

13:1 Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!”

Betapa kokoh bangunan bait Allah itu. Siapa yang bisa menghancurkannya?

  • Demikian pula halnya, kitapun berpikir siapa yang bisa menghancurkan keberadaan Allah di dalam kita?
  • Tidak ada yang bisa menghancurkan keberadaan Allah di dalam saudara selain saudara sendiri.
  • Hal tersebut akan terjadi jika saudara hidup sesuka-hati saudara, maka akibatnya Roh Allah pasti meninggalkan saudara karena “kejahatan” saudara semakin bertambah.

13:2 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

Yesusberkata, “semuanya akan runtuh” tetapi Yesus juga berkata, “Aku akan menetap di dalam Bait Allah”. Kejahatan manusialah yang membuat Allah meninggalkan bait-Nya.

  • Apakah saudara sudah sadar dari kematian rohanimu dan mau kembali ke jalan Tuhan?
  • Apakah saudara mau mencari Tuhan dengan bersungguh-sungguh?
  • Apakah saudara mau membangun hubungan dengan Tuhan?

Saudara jangan main-main lagi, karena tadi Tuhan berkata kepada saya sampai 5 kali, “Aku datang segera, Aku datang segera, Aku datang segera, Aku datang segera, Aku datang segera”

  • Seandainya dalam beberapa bulan kedepan Tuhan benar-benar datang untuk mengangkat Gereja-Nya, apakah saudara sudah siap diangkat menjadi mempelai Kristus?
  • Apakah saudara sudah siap disambut oleh Tuhan di awan yang permai?
  • Jangan main-main lagi, manfaatkan waktu penantian yang sudah sangat-sangat singkat ini.

TUHAN berkata, “Aku akan menetap didalam bait Allah, tetapi kenyataannya Nebukadnezar saja bisa menghancurkan bait Allah itu.

“Setelah Bait Suci Salomo dihancurkan Nebukadnezar, lalu dibangun kembali oleh Zerubabel, tetapi kembali dihancurkan oleh Jenderal Titus, Komandan pasukan Romawi”.

Bahkan di tahun 70 SM semua perabotan Bait Allah di jarah dan diangkut ke Roma semua, sedangkan Bait Allah itu diruntuhkan dan di bakar oleh prajurit Romawi untuk diambil emasnya karena seluruh bangunan dilapisi emas.

Mengapa bait Allah sampai bisa dihancurkan?

  • Karena manusia sudah terlalu jahat, sehingga Allah tidak selamanya tinggal di dalam manusia.
  • Ingat di Kejadian 6 TUHAN berkata, “Aku tidak selamanya bersama manusia, karena manusia mengandalkam dagingnya”.
  • Selama dagingmu berkuasa atasmu, Allah tidak bisa menetap didalammu.

Jadi perbedaan antara Kemah Suci dengan Bait Allah, adalah :

  • Kemah Suci hanya untuk sementara.
  • Bait Allah bersifat tetap atau permanent.

Tetapi yang permanen-pun harus kita pelihara, supaya Dia benar-benar tinggal tetap dalam bait-Nya sampai kita berjumpa dengan-Nya diawan yang permai.

  1. Pertanyaan ke 2 : “Mengapa Salomo mendirikan istananya 2 kali lebih besar dari-pada bait Allah?

1 Raja-raja 6 : 2

6:2 Rumah yang didirikan raja Salomo bagi TUHAN itu enam puluh hasta panjangnya dan dua puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.

1 Raja-raja 7 : 2

7:2 Ia mendirikan gedung “Hutan Libanon”, seratus hasta panjangnya dan lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya, disangga oleh tiga jajar tiang kayu aras dengan ganja kayu aras di atas tiang itu.

Istana Salomo luasnya hampir dua kali lebih besar daripada bait Allah.

  • Bait Allah melambangkan tahta Allah atas gereja.
  • Gerejanya adalah saudara dan saya.
  • Jadi Tuhan bertahta atas kita, gereja-Nya.

Sedangkan istana Salomo melambangkan tahta Allah di sorga.

  • Salomo melambangkan Kristus.
  • Bait Allah melambangkan gereja, yaitu saudara dan saya.
  • Allah memerintah atas gereja.

Salomo dan istananya melambangkan Kristus, dan istana-Nya atau Sorga adalah tempat Kristus mengatur administrasi Allah, pekerjaan Allah, pemerintahan Allah, kedaulatan Allah dan kedudukan-Nya di sorga.

  • Oleh sebab itu istana Salomo harus lebih besar daripada gerejanya.
  • Kita adalah bait Allah, dan Salomo melambangkan Kristus.
  • Kristus memerintah di dalam saudara dan saya, kita harus tunduk kepada perintah-Nya.

Salomo dan istananya melambangkan Kristus dan kedudukannya di sorga, dan Bait Allah itu menyatu dengan Istana Salomo. (lihat Gambar -3 dibawah ini)

  • Di Matius 6 dalam doa Bapa Kami, ada sepotong kalimat berbunyi, “di bumi seperti di sorga”.
  • Bagaimana caranya saudara menghadirkan Sorga di dalam saudara?
  • Bagaimana caranya saudara menghadirkan Kristus dalam hidup saudara?
  • Kalau saudara menghadirkan Sorga di dalam saudara, artinya saudara menghadirkan Kristus di dalam saudara.

Gambar – 3 : “Bait Allah dan Istana Salomo”

Kalau saudara menghadirkan Kristus di dalam saudara, maka saudara tidak perlu kuatir dengan apapun, saudara tidak perlu takut dengan keadaan dunia yang semakin tidak menentu, saudara tidak perlu takut dengan apapun karena Kristus adalah damai sejahtera dan sukacita.

  • Jadi Salomo dan istananya melambangkan Kristus dan sorga tempat mengatur administrasi Allah, pemerintahan Allah, kedaulatan Allah, dan kedudukan Allah.
  • Oleh sebab itu istana Salomo harus lebih besar daripada bait Allah, artinya Sorga harus lebih besar dari gereja.

Tuhan berkata “lewat jalan yang sempit, jarang orang bisa masuk sana”, oleh karena itu janganlah mencari jalan yang rata dan jalan yang nyaman, tetapi carilah jalan yang sempit.

  • Tuhan pernah berbicara untuk Chosen Generation, “Aku membuat gereja ini menjadi gereja jalan sempit”.
  • Gereja jalan sempit artinya melalui kebenaran, kedaginganmu di kikis sampai engkau tidak bisa berkutik lagi.
  • Kedaginganmu terus di cambuk dengan kebenaran, sampai dagingmu koyak, sampai engkau tidak menginginkan apa-apa lagi selain Tuhan.
  1. Pertanyaan ke 3 : “Dimanakah bait Allah dibangun?”

2 Tawarikh 3 : 1

3:1 Salomo mulai mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, di mana TUHAN menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.

Bait Allah dibangun di gunung Moria, di Yerusalem, dan mengapa gunung Moria begitu istimewa?

Karena tempat Abraham mempersembahkan Ishak.

1 Tawarikh 21 : 18

21:18 Kemudian malaikat TUHAN menyuruh Gad mengatakan kepada Daud, bahwa Daud harus pergi untuk mendirikan mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.

TUHAN berkata kepada Daud melalui Gad, agar Daud membangun bait Allah di tanah orang Yebus yaitu di gunung Moria, yang juga tempat pengorbanan Ishak oleh Abraham.

Kejadian 22 : 2

22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Jadi gunung Moria begitu istimewa, karena gunung ini berada di bukit Sion atau gunung Moria tempat Abraham mengorbankan Ishak dan ditempat itu Daud harus mendirikan mezbah untuk TUHAN.

1 Tawarikh 21 : 18-22

21:18 Kemudian malaikat TUHAN menyuruh Gad mengatakan kepada Daud, bahwa Daud harus pergi untuk mendirikan mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.

TUHAN berkata, “dirikan mezbah di tanah orang Yebus, di gunung Moria”

21:19 Lalu pergilah Daud, sesuai dengan perkataan Gad yang diucapkannya demi nama TUHAN.

21:20 Ornan sedang mengirik gandum; ketika ia memalingkan diri, dilihatnyalah malaikat itu; keempat anaknya yang bersama-sama dengan dia menyembunyikan diri.

21:21 Ketika Daud sampai kepada Ornan, maka Ornan mengangkat mukanya dan melihat Daud, lalu keluarlah ia dari tempat pengirikan, kemudian sujudlah ia kepada Daud dengan mukanya ke tanah.

21:22 Berkatalah Daud kepada Ornan: “Berikanlah kepadaku tempat pengirikan ini, supaya aku mendirikan di sini mezbah bagi TUHAN; baiklah berikan itu kepadaku dengan harga penuh, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat.”

Mengapa Allah mau mendirikan bait Allah ini di gunung Sion, di gunung Moria?

  • Karena gunung Moria adalah tempat pengorbanan, tempat mezbah Tuhan.
  • Jadi bait Allah atau gereja (saudara dan saya) berdiri di atas pengorbanan Kristus supaya saudara mati bersama Kristus, artinya mati kedagingan.
  • Jadi dasar pendirian bait Allah adalah mezbah pengorbanan.
  • Dan Bukit Sion melambangkan Yesus.

Ibrani 12 : 22

12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,

Maksudnya, “kamu sudah ke bukit Sion dan kamu berdiri disana, oleh sebab itu kamu menjadi bait Allah”.

  • Ketika kamu berdiri menjadi bait Allah, maka kamu harus mati bersama dengan Kristus dan tidak boleh memiliki keinginan apa-apa lagi.
  • Kalau masih punya harga diri, masih punya kepentingan pribadi, berarti dagingmu belum mati.
  • Oleh karena itu kamu harus terus diproses, mungkin prosesnya lebih berat dari sebelumnya sampai kamu bisa berkata, “walaupun seseorang sakiti aku, aku tidak akan terluka”.

Ingat! Kita “bukan antigores lagi, tapi sudah gorilla-glass”, mau dibakar sekalipun tidak terbakar, mau dilukai dengan cara apapun tidak bisa terluka lagi.

  • Dunia rentan dengan pergesekan, tetapi kita menang atas pergesekan itu.
  • Menang karena kita adalah Yerusalem sorgawi, karena Allah bersama kita.
  • Engkaulah bait Allah itu, engkau didirikan berdasarkan Kristus dan engkau mati bersama dengan Kristus.

Bait Allah merupakan pusat penyembahan bagi umat-Nya, dimana Yesus adalah sebagai pusat penyembahannya.

  • Dilihat dari luasnya, istana Salomo dua kali lebih luas daripada bait Allah.
  • Dilihat dari jangka waktu pembangunannya, istana Salomo lebih lama pembangunannya daripada pembangunan bait Allah.
  • Bait Allah dibangun selama 7 tahun, istana Salomo dibangun 13 tahun.

Saudara dibangun sebagai bait Allah dengan tujuan supaya saudara masuk ke dalam istana Allah.

1 Raja-raja 6 : 1

6:1 Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN.

Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN pada tahun ke-4 pemerintahannya.

1 Raja-raja 6 : 38

6:38 dan dalam tahun yang kesebelas, dalam bulan Bul, yaitu bulan kedelapan, selesailah rumah itu dengan segala bagian-bagiannya dan sesuai dengan segala rancangannya; jadi tujuh tahun lamanya ia mendirikan rumah itu.

Tujuh tahun lamanya Salomo mendirikan rumah itu.

  • Dalam 1 Raja-raja 6 : 1 dikatakan Salomo memulai pembangunan rumah itu pada tahun ke-480 sesudah orang Israel keluar dari Mesir.
  • Jadi empat tahun pertama, Salomo membangun hubungan dengan pihak-pihak luar dengan tujuan menciptakan keamanan supaya dia bisa mulai membangun tanpa gangguan keamanan dari “luar”.
  • Sebelas tahun dikurangi empat tahun pertama, menjadi tujuh tahun, maka itulah lama waktu pembangunan bait Allah Yerusalem.

1 Raja-rja 7 : 1

7:1 Salomo mendirikan istananya sampai tiga belas tahun lamanya, barulah selesai seluruh istananya itu.

Pembangunan istana Salomo itu ternyata sampai tiga belas tahun.

  • Tuhan sedang membangun gereja-Nya supaya gereja-Nya bisa dibawa ke rumah Tuhan.
  • Dalam Yohanes 14 dikatakan, “jangan gelisah hatimu, di rumah bapa-Ku banyak tempat tinggal”, artinya di Sorga terdapat banyak rumah tempat tinggal atau villa.

Sekarang saudara tinggal di rumah buatan manusia, apakah saudara senang seandainya sekarang pindah ke villa? Apakah saudara senang kalau bagi saudara telah di sediakan villa di Sorga?

  • Apakah saudara hari ini telah siap untuk berdiam di Sorga?
  • Orang Kristen yang benar tidak takut dengan kematian, karena sudah siap ke Sorga.
  • Pertanyaannya berapa banyak dari kita yang sudah siap ke Sorga?

Siapkah saudara kalau hari ini dipanggil Tuhan pulang ke rumah Bapa?

  • Dunia ini bukan tempat kita, tapi hanya sementara bagi kita, tempat tinggal kekal kita di Sorga.
  • Jangan menjadikan dunia ini tempat tinggal permanent bagi kita, karena kita hanya menumpang sementara.
  • Tuhan mengacak hidup kita supaya kita tidak nyaman di dunia ini.
  • Seakan-akan dengan persoalan kita, Tuhan buat supaya kita tidak nyaman di dunia sampai kita berkata, “Tuhan, bawa aku ke sorga”
  • Kita dibuat lelah di dunia ini karena begitu banyak benturan-benturan dengan tujuan supaya hati kita tertuju ke Sorga, merindukan Sorga dan pergi ke Sorga.

Perabot di bait Allah ada yang ukurannya di perbesar dan jumlahnya diperbanyak.

2 Tawarikh 4 : 1-8

4:1 Lalu ia membuat mezbah tembaga yang dua puluh hasta panjangnya, dan dua puluh hasta lebarnya dan sepuluh hasta tingginya.

4:2 Kemudian dibuatnyalah “laut” tuangan yang sepuluh hasta dari tepi ke tepi, bundar keliling, lima hasta tingginya, dan yang dapat dililit berkeliling oleh tali yang tiga puluh hasta panjangnya.

4:3 Di sebelah bawah tepinya ada gambar lembu-lembu yang mengelilinginya sama sekali, sepuluh dalam sehasta, merangkum “laut” itu berkeliling; lembu itu dua jajar, dituang setuangan dengan bejana itu.

4:4 “Laut” itu menumpang di atas dua belas lembu, tiga menghadap ke utara dan tiga menghadap ke barat, tiga menghadap ke selatan dan tiga menghadap ke timur; “laut” itu menumpang di atasnya, sedang segala buntut lembu itu menuju ke dalam.

4:5 Tebal “laut” itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. “Laut” itu dapat memuat tiga ribu bat air.

4:6 Lagipula dibuatnya sepuluh bejana pembasuhan dan ditaruhnya lima pada sisi kanan dan lima pada sisi kiri sebagai tempat pembasuhan;

di situ orang membasuh apa yang diperlukan untuk korban bakaran, sedang “laut” itu adalah untuk para imam sebagai tempat membasuh.

4:7 Ia membuat sepuluh kandil emas sesuai dengan rancangannya dan menaruhnya di dalam Bait Suci, lima di sebelah kanan dan lima di sebelah kiri.

4:8 Selanjutnya ia membuat sepuluh meja dan menempatkannya di dalam Bait Suci, lima di sebelah kanan dan lima di sebelah kiri; ia membuat pula seratus bokor penyiraman dari emas.

Pertanyaannya :

  • Mengapa perabot bait Allah dan istana Salomo ukurannya diperbesar?
  • Mengapa dari satu perabot, TUHAN perbanyak menjadi sepuluh perabot, kecuali Tabut Perjanjian?

Perabot Bait Allah diperbesar dan diperbanyak, istanapun dibangun lebih besar, artinya pengalaman dan pengenalan kita akan Kristus dalam segala kekayaan-Nya, harus lebih ditingkatkan lagi dari hari ke hari.

  • Maksudnya pengalaman dan pengenalan kita akan Kristus, setiap hari harus bertambah, harus kita perbesar, harus kita tingkatkan.
  • Berapa banyak orang Kristen hari-hari ini tidak memiliki pengalaman dengan Kristus?

Ketika rohani saudara menurun, saudara tidak akan melihat pengalamanmu bersama Kristus.

  • Justru ketika saudara dekat dengan Tuhan, saudara jadi bermasalah karena dunia akan semakin gencar dengan tipu dayanya untuk menyeret saudara, supaya menikmati kenyamanan yang mereka tawarkan.
  • Namun demikian dengan iman kamu tetap berkata, “inilah pengalamanku dengan Kristus dan aku menang atas semua masalah ini”.

Efesus 3 : 8

3:8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,

Saudara harus mengalami kekayaan Kristus.

Kekayaan Kristus bukan berarti berupa materi, tetapi berupa hikmat Allah, sehingga saudara akan memahami pikiran dan perasaan Allah atau “proneo” nya Allah, atau kehendak Allah.

Efesus 3 : 18-19

3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus

Kamu tidak bisa mengukur kasih Kristus, karena tingginya terlalu tinggi dan dalamnya terlalu dalam, serta lebarnya terlalu lebar. Jadi engkau tidak akan bisa menyelami kasih Kristus.

Karenanya, maukah engkau hidup didalam kasih Kristus dan bersama Kristus?

3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Kasih Kristus melampaui segala pengetahuan, artinya tidak bisa ditangkap oleh otak atau dengan pola pikir manusia.

Ukuran Kemah Suci dibandingkan dengan Bait Allah berbeda, ukuran luar Bait Allah lebih besar atau lebih luas bila dibandingkan dengan luasnya Kemah Suci.

  • Dengan tujuan supaya saudara dan saya mengalami pengalaman dan pengenalan akan Kristus dan segala kekayaan-Nya dan setiap hari saudara meningkatkan pengalaman bersama dengan Kristus.
  • Mulailah dengan 30 menit bersama Tuhan, maka saudara akan meningkat terus sampai saudara bisa 1 jam bersama dengan Tuhan.

Ketika engkau sudah 1 jam bersama Tuhan, engkau harus meningkat lagi sehingga bisa 2 jam bersama dengan Tuhan.

Ketika engkau sudah berhasil 2 jam bersama dengan Tuhan, engkau akan melihat dan engkau tidak akan pernah bisa keluar dari hadirat Tuhan, sampai engkau berkata :

  • “Tuhan, rasanya saya tidak mau keluar dari hadirat Tuhan”
  • Mengapa demikian? Karena hadirat Tuhan adalah tempat paling indah yang bisa kita dapatkan dan itulah pengalaman bersama dengan Kristus.
  • Pernahkah saudara mengalami hal seperti itu?
  • Bila belum pernah, teruskanlah menyatu dengan Kristus, sampai engkau menghargai hadirat-Nya.

Memang tidak mudah karena engkau masih daging, engkau masih terjebak di dalam daging, makanya jadi sulit. Mengapa sulit baca Alkitab dan mengapa sulit berdoa?

  • Karena kita masih daging dan kita terjebak di dalam daging. Oleh sebab itu daging harus dimatikan.
  • Caranya mematikan daging, paksakan duduk diam dalam hadirat Tuhan.

Mengapa Yesus memilih menunggang keledai, ketika Dia memasuki kota Yerusalem, bukannya menunggang kuda?  Karena keledai adalah binatang bodoh dan malas.

  • Begitu juga halnya dengan kita, walaupun kita tidak bodoh seperti keledai, tetapi yang jelas karena kita malas.
  • Kita malas cari Tuhan, malas beribadah, malas berdoa.
  • Seharusnya kita berusaha dengan cara memaksakan diri kita, untuk mencari Tuhan supaya kita bisa dekat dengan Tuhan.

Apabila saudara sudah terbiasa satu jam bersama Tuhan, kalau besok berkurang dari satu jam tersebut, maka jam doa kita selamanya akan berkurang terus sampai sama sekali tidak berdoa lagi. Inilah cara kerja iblis.

  • Worship Leader, minimal harus satu jam bersama Tuhan.
  • Pemusik, juga minimal harus satu jam bersama Tuhan.
  • Satu jam saja bersama Tuhan, setiap hari diam di dalam hadirat Tuhan.

Filipi 3 : 7-8

3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

Kalau saudara sudah mengenal Kristus, maka saudara akan menyingkirkan semua yang menguntungkan kedagingan saudara, karena Kristus lah sumber keuntungan kita.

Filipi 3 : 8

3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Beranikah saudara sampai ke tingkat ini? Beranikah saudara menganggap semua yang di dunia ini hanya sampah?

  • Puji Tuhan kalau saudara bisa sampai ke tingkat ini, semuanya saudara anggap tidak berarti termasuk istri, suami dan anak saudara apabila mereka tanpa Tuhan.
  • Oleh sebab itu kasih harus ditaruh pada Tuhan, barulah kasih bisa mengalir dengan benar.

Filipi 3 : 10

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Tidak ada cara lain untuk mengenal Dia, selain daripada intim dengan Dia.

  • Kalau saudara intim dengan Tuhan, barulah saudara menyatu dengan penderitaan-Nya.
  • Kalau saudara berdoa hanya sepuluh menit, itu namanya tidak menderita bersama Dia.
  • Tetapi rasakanlah penderitaan saudara ketika saudara berdoa satu jam.
  • Lakukan terus sampai saudara bergaul intim dengan Tuhan, sehingga tidak punya keinginan apa-apa lagi, karena saudara sudah jatuh cinta kepada Tuhan.

Sepasang suami istri saja mau mengorbankan segala-galanya bagi yang dicintainya.

  • Begitu pula kita dengan Tuhan, kalau kita sudah jatuh cinta dengan Tuhan, maka segala sesuatu disekitar kita jadi tidak berarti.
  • Tapi kalau yang ada disekitar kita masih berarti bagi kita, berarti kita belum jatuh cinta dengan Tuhan.
  • Bicara memang gampang, tapi mempraktekkan mematikan daging itu sulit sekali.
  • Saya pernah berkata kepada Tuhan, “Tuhan ini leher saya, saya siap dibunuh demi nama Tuhan”.
  • Tetapi Tuhan berkata, “mudah sekali kamu mati dengan leher dipenggal, tetapi mematikan dagingmu itu lebih sulit”

Filipi 3 : 11

3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Saudara “diperbesar” dari Kemah Suci menjadi sebasar dan seluas Bait Allah, supaya pengenalan saudara akan Tuhan jauh lebih lebih luas lagi, setiap hari semakin bertambah.

  1. Pertanyaan ke 4 : “Siapakah yang ditugaskan membangun?”

Ada 2 sosok manusia yang membangun Bait Allah dan Istana Salomo, yaitu :

  1. Salomo, yang melambangkan Kristus.
  • Hiram, yang melambangkan orang yang berkarunia di dalam Perjanjian Baru untuk membangun tubuh Kristus.

Matius 12 : 42

12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!”

Salomo kedatangan ratu dari Selatan, sedangkan yang ada dihadapan mereka lebih dari pada Salomo yaitu Kristus.

Salomo mengibaratkan Kristus, sedangkan Hiram mengibaratkan orang-orang percaya yang ditugaskan Tuhan untuk membangun tubuh Kristus.

Efesus 4 : 11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Tuhan beri fasilitas-fasilitas kepada para gembala, pengerja dan semua orang yang melayani, dengan tujuan untuk membangun tubuh Kristus.

Hiram melambangkan orang percaya, yang ikut membangun tubuh Kristus.

Efesus 4 : 16

4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Jadi yang membangun Bait Allah dan Istana Salomo adalah Salomo dan Hiram.

  • Pekerjaan tidak dilakukan secara langsung oleh Salomo, Salomo hanya memberi instruksi kepada Hiram untuk melakukan pekerjaan itu.
  • Sama halnya dengan membangunan “tubuh Kristus”, Tuhan Yesus cukup menginstruksikan saudara dan saya untuk membangun “tubuh Kristus”.

Jadi saudara dan saya, semuanya dipanggil untuk membangun gereja.

  • Bukan berarti kita semua menjadi Gembala, tetapi saudara harus ikut membangun tubuh Kristus ini menjadi gereja dan saudara menjadi berkat bagi orang lain supaya orang lainpun membangun gereja.
  • Hidupmu menjadi berkat bagi orang lain dan orang akan melihat betapa hebatnya Kristus didalammu dan kamupun membangun gereja disitu.

2 Tawarikh 2 : 14

2:14 anak seorang perempuan dari bani Dan, sedang ayahnya orang Tirus. Ia pandai mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, batu, kayu, kain ungu muda, kain ungu tua, lenan halus dan kain kirmizi, dan juga pandai membuat segala jenis ukiran dan segala jenis rancangan yang ditugaskan kepadanya dengan dibantu oleh ahli-ahlimu dan oleh ahli-ahli ayahmu, tuanku Daud.

Inilah Hiram, Hiram dari Bani Dan. Siapakah bani Dan itu? Penyembah berhala.

Kejadian 49 : 17

49:17 Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

Orang Dan penyembah berhala dan menjadi sandungan bagi orang lain.

1 Raja-raja 7 : 14

7:14 Dia adalah anak seorang janda dari suku Naftali, sedang ayahnya orang Tirus, tukang tembaga; ia penuh dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan untuk melakukan segala pekerjaan tembaga; ia datang kepada raja Salomo, lalu melakukan segala pekerjaan itu bagi raja.

“Bapaknya dari suku Dan dan ibunya suku Naftali”, maksudnya orang yang mem-bangun bait Allah, “harus orang yang sudah ditransformasi, sudah bertobat”.

Naftali artinya orang yang sudah ditransformasi, orang yang sudah dibangkitkan dan sudah menjadi ciptaan yang baru.

Kejadian 49 : 21

49:21 Naftali adalah seperti rusa betina yang terlepas; ia akan melahirkan anak-anak indah.

Dia akan melahirkan anak-anak indah artinya saudara akan berbuah, banyak orang akan mengikuti Tuhan melalui saudara.

  • Banyak orang mencontoh perbuatan dan tingkah laku saudara, kalau saudara sudah keluar dari suku Dan, menjadi orang Naftali.
  • Saudara harus keluar dari suku Dan yang penuh kejahatan, menjadi orang Naftali sebagai ciptaan baru, artinya saudara sudah di transformasi.

Jadi orang yang membangun tubuh Kristus atau membangun pekerjaan Allah harus berpindah dari suku Dan kesuku Naftali melalui lahir baru, sehingga saudara mengalami transformasi dalam kebangkitan bersama dengan Kristus.

  • Kalau saudara tidak keluar dari Dan, masih hidup dengan cara hidup yang lama, saudara tidak akan bisa menjadi berkat bagi orang lain.
  • Kalau saudara masih menjadi batu sandungan dan hidupmu masih pola hidup lama, saudara tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain.
  • Kalau saudara masih menikmati dosa, engkau juga tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain.

“Anak dari seorang janda Naftali dan ayahnya itu orang Tirus (1 Raja-raja 7 : 14).

Tirus artinya kota yang bersatu dengan kegelapan atau dengan iblis.

Yehezkiel 28 : 12 & 16  (saudara baca dari Alkitab)

  • Hiram mendapatkan keahlian dari ayahnya, karena ayahnya tukang bangunan, tetapi ayahnya harus “mati” dahulu, barulah dia bisa ikut serta membangun bait Allah.
  • Jadi untuk membangun Gereja, saudara harus memiliki keterampilan, tetapi saudara tidak boleh mengandalkan ketrampilan itu.
  • Misalnya kalau saudara tidak bisa hitung-hitungan, mungkinkah saudara saya jadikan bendahara atau administrasi di gereja?
  • Tidak mungkin, karena untuk pembukuan persyaratannya saudara harus ada latar belakang pengetahuan administrasi keuangan.
  • Jadi saudara harus ada pengetahuan administrasi keuangan serta punya keterampilan.

Saudara pasti punya ketrampilan masing-masing, saudara diberi talenta oleh Tuhan dan talenta ini harus berkembang.

  • Kalau talenta ini tidak berkembang, berarti Tuhan tidak bisa mempercaya-kan tugas tertentu kepada saudara.
  • Kita masing-masing harus punya keterampilan, tetapi kita “tidak boleh” mengandalkan keterampilan itu tanpa Tuhan.

Oleh sebab itu “ayah Hiram harus dimatikan” dahulu, artinya Hiram harus tunduk dahulu kepada kehendak Allah barulah keterampilan ini bisa muncul lagi.

  • Misalnya, ada orang yang punya keahlian masak, setelah dia bertobat, masakannya dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang-orang.
  • Tanpa saudara sadari, inilah talenta yang Tuhan beri.
  • Misalnya lagi, saudara dahulu pernah belajar main “bass”, kemudian talenta saudara ini dipakai Tuhan.
  • Tapi ketika saudara main bass, “bapak saudara harus mati dahulu”, artinya pola pikir dan kebiasaan lama saudara harus mati dahulu.
  • Akhirnya ketika saudara main bass dalam group music gereja, saudara bukan main dengan ketrampilan saudara lagi, tapi dengan hati.
  • Tidak lagi mengandalkan pikiran dan akal budi saudara.
  • Ibunya orang Dan, artinya saudara harus “menjadi janda dahulu”, terpisah dari dunia (dalam hal ini bukan jadi janda sesungguhnya).

Suku Naftali artinya “kita ditransformasi oleh Tuhan menjadi ciptaan yang baru”, kita diubah oleh Tuhan agar tidak terikat lagi dengan dunia, agar tidak ada unsur dunia dan tidak ada unsur kegelapan lagi.

Contoh I :  Musa, adalah “insinyur” bangunan.

TUHAN menugaskan Musa untuk membangun Kemah Suci karena Musa adalah ahli membangun.

  • Ketrampilan masa lalu nya dipakai oleh TUHAN demi kemuliaan TUHAN.
  • Oleh sebab itu jangan pernah berkata engkau tidak bermakna.
  • Masa lalu mu bisa dipakai oleh Tuhan untuk kemuliaan Tuhan.
  • Walaupun masa lalu mu rusak, tetapi ada sisi baik yang bisa bermanfaat bagi kemuliaan Tuhan.
  • Hiram orang Tirus pindah ke Yerusalem, tunduk di bawah otoritas Salomo.

Contoh II :  Paulus, adalah “ahli bangunan”.

Paulus selalu berkata “aku ini ahli bangunan” dan dia membuat/membangun tenda, dan untuk itu tidak boleh sembarangan, harus oleh oleh orang yang memiliki keahlian seperti Musa pada zamannya.

  • Harus ada hitung-hitungan detailnya, seperti hitungan insinyur bangunan.
  • Kalau salah perhitungan, tenda/kemah bisa roboh bahkan diterbangkan angin kencang.

Setelah Paulus bertobat (nama sebelum bertobat Saulus), dia membangun tubuh Kristus.

Demikian pula halnya untuk membangun gereja, terlebih dahulu kita harus keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terang Tuhan, selanjutnya kita harus rela diatur oleh Tuhan dan tidak memberontak.

  • Jadi saudara ditugaskan oleh Tuhan untuk membangun bait Allah, yaitu orang-orang percaya disekitarmu.
  • Jadi engkau sendiri membangun baitmu dan engkau juga membangun orang di sekitarmu.
  • Dan engkau akan menjadi berkat bagi orang lain melalui tingkah lakumu, melalui perbuatanmu, melalui tutur katamu, melalui sikap hatimu.
  • Juga engkau akan mengulurkan tangan bagi banyak orang tanpa orang bisa melihatnya.

Saudara dan saya dipanggil Tuhan untuk membangun bait Allah, yaitu tubuh Kristus.

  • Tuhan yang memberi instruksi dan kita yang bekerja melakukannya.
  • Kalau saudara malas melayanani, malas ibadah, malas berdoa, saudara tidak akan pernah bisa maju.

Saudara harus mati-matian mencari Tuhan, karena begitu saudara mendapatkan Tuhan, maka saudara mendapatkan harta terpendam yang tidak bisa ditemukan oleh siapapun, kecuali oleh orang yang menggalinya terus menerus.

KHOTBAH TENTANG “BAIT ALLAH dan ISTANA SALOMO”, KHOTBAH SESI KE-2, PADA HARI  MINGGU 09 DESEMBER 2018, DALAM IBADAH RAYA.

Kita lanjutkan khotbah minggu lalu tentang pembangunan Bait Allah dan Istana Salomo, dimana kita sudah membahas tentang perbedaan Kemah Suci di padang gurun dan Bait Allah yang berkedudukan di Yerusalem.

Kemah Suci adalah tempat kediaman sementara Allah di bumi dan bait Allah adalah tempat otoritas dari Allah Bapa di Sorga.

  • Salomo membangun bait Allah di Yerusalem dan bait Allah itu menyatu dengan istananya.
  • Bait Allah adalah saudara dan saya dan istana Salomo adalah Sorga.
  • Bait Allah ada di dalam lingkungan istana Salomo, menyatu dengan istana Salomo.

1 Korintus 3 : 16

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Kemah Suci melambangkan Perjanjian Lama dimana Roh Allah belum menetap didalam manusia tetapi masih hinggap diatas orang yang berkenan kepada Allah, kemudian Roh Allah itu pergi sesuai kehendak Allah.

  • Mengapa di dalam hukum Taurat orang laki-laki bisa memiliki istri lebih dari satu orang?
  • Jawabannya, karena “Roh Allah masih di sekitar kita”, belum menetap di dalam kita.
  • Ketika Yesus datang ke dunia ini, kita dijadikan bait Allah, dimana Roh Allah tinggal di dalam kita dan menetap didalam kita.
  • Jadi bait Allah melambangkan pemerintahan Allah di dalam saudara dan saya, dimana Allah berdaulat di dalam kita.

Tetapi tidak semua orang menjadikan Yesus sebagai Raja dalam kehidupan pribadinya, walaupun dia orang Kristen yang rajin ke gereja setiap hari Minggu dan atau beribadah setiap minggu.

  • Walaupun dia pendeta atau gembala sekalipun, kalau tidak memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan, berarti dia tidak menundukkan diri kepada Tuhan dan tidak melakukan perintah Tuhan.
  • Juga berarti dia belum menjadikan Tuhan sebagai Raja-nya dan belum menjadikan dirinya sebagai bait Allah.

Jangan terlalu percaya diri karena merasa sudah ada Roh Allah di dalam saudara, dan karena merasa sudah dibaptis serta sudah hidup baru, sehingga saudara merasa sudah aman dan pasti masuk sorga.

  • Memang benar bait Allah tempat kediaman Allah yang kekal, tetapi kenyataannya bait Allah yang dibangun manusia bisa dihancurkan oleh manusia.
  • Bait Allah yang pertama dihancurkan oleh raja Nebukadnezar, kemudian bait Allah tersebut dibangun kembali, tetapi dihancurkan lagi oleh Komandan pasukan Romawi yang bernama Titus.
  • Bait Allah bisa dihancurkan karena kejahatan orang percaya itu sendiri.

Demikian pula halnya keberadaan Roh Allah di dalam saudara tidak menjadi jaminan kalau saudara pasti beres.

  • Karena semuanya tergantung dari keputusan saudara sendiri, maukah saudara dididik, maukah saudara dibentuk dan diproses untuk menjadi seperti yang Tuhan kehendaki dan inginkan?
  • Kalau saudara tidak menjadikan Dia sebagai Raja dan sebagai pusat penyembahan hidup saudara, saudara pasti memiliki penyembahan pada diri saudara sendiri.

Kalau kamu mudah kecewa, sering marah, emosional, berarti “pusat penyembahan” mu bukan kepada Allah, tetapi kepada dirimu sendiri.

  • Kalau engkau masih mengejar kedagingan, masih mencari kenikmatan diri sendiri, terus menerus mau dipuaskan oleh dunia, berarti kamu belum menyembah Allah tapi masih menyembah dirimu sendiri.
  • Atau dengan kata lain, sebenarnya engkau masih menyembah “siapa” dirimu.
  • Memang benar semuanya itu adalah proses, tetapi sampai kapan kamu mau berubah, bagaimana kalau kesempatanmu tiba-tiba habis?
  • Berapa banyak orang Kristen, para hamba Tuhan, pelayan Tuhan, pekerja Tuhan masih menjadikan dirinya sendiri sebagai “pusat penyembahan?”

Buka mata saudara-saudara dan sadarlah, karena satu-satu Tuhan yang harus disembah.

hanyalah Tuhan Yesus.

  • Banyak dari kita masih menyembah kedagingan kita sendiri, menyembah harga diri kita sendiri, menyembah hasrat kita pribadi, masih menyembah kepentingan-kepentingan kita.
  • Ini berbahaya luar biasa.
  • Jika saudara masih menyembah yang lain selain Tuhan Yesus, seperti ada penyakit kanker di dalam tubuh saudara yang tidak saudara sadari.

Jangan pernah berpikir :

  • Karena saudara sudah pelayanan, sudah ikut Yesus, sudah mencari Tuhan dengan benar, sudah rajin berdoa, sudah rajin beribadah.
  • Dan sudah melakukan segala hal untuk Tuhan, bahwa saudara sudah beres?
  • Ingat !!! Tuhan tidak melihat apa yang saudara lakukan, tetapi Tuhan melihat hasratmu untuk dekat Dia.

Mengapa bait Allah menyatu dengan istana Salomo?

Lihat Gambar – 3 : “Bait Allah dan Istana Salomo” (di halaman 11).

  • Di Bait Allah ada Pelataran/Halaman, Ruang Suci dan Ruang Maha Suci.
  • Semua bangunan yang ada di sekeliling komplek bait Allah adalah Istana Salomo.
  • Jadi bait Allah ada di dalam komplek istana Salomo dan Istana Salomo dua kali lebih besar daripada bait Allah.
  • Istana Salomo melambangkan Sorga, sedangkan Bait Allah adalah Pusat Pemerintahan Allah dan Pusat Penyembahan kepada Allah.

Jika bait Allah itu adalah saudara dan saudara menyembah Tuhan, berarti Allah sudah ada didalam saudara dan Tuhan sudah memerintah didalam saudara.

  • Orang yang “tidak menyembah Allah” sebagai satu-satunya Tuhan dalam hidupnya, tidak mungkin mengijinkan Tuhan tinggal dalam hidupnya.
  • Jika masih ada unsur harga diri, kepentingan pribadi, nama baik ataupun kekayaan, maka Allah belum memerintah di dalam saudara.
  • Allah akan memerintah ketika Dia dijadikan satu-satunya Tuhan.
  • Ketika saudara menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan Dia memerintah di dalam saudara, maka Sorga ada di dalam saudara.

Matius 6 : 10

6:10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

“Jadilah kehendak-Mu” artinya memerintahlah di dalamku, Bapa.

  • Aku tidak punya hasrat apa-apa lagi, Bapa.
  • Inilah pengertian doa Bapa kami.
  • Perkataan Yesus tersebut diatas, tersirat pengertian “datanglah kehendak-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, datanglah istana-Mu di bumi seperti di Sorga”.

Orang yang menjadikan Tuhan sebagai “satu-satunya pusat penyembahan”, maka dia adalah orang yang mau diperintah oleh Tuhan dan yang menghadirkan sorga di dalam dirinya.

  • Makanan tidak akan mempengaruhi suasana hatimu, apakah makan atau tidak makan, apakah makan Indomie Kari Ayam atau makan Beef Steak tidak akan mempengaruhi suasana hatimu.
  • Walaupun dari hari Senin sampai hari Minggu saudara makan Indomie, saudara tetap berkata “terima kasih Tuhan, ini sorga bagiku”
  • Apakah ada uang satu juta ataupun dua ribu rupiah di dompetmu, tidak akan mempengaruhi suasana hatimu.

Ada uang ataupun tidak ada uang, saudara tetap bisa berkata :

  • “Terima kasih Tuhan, Engkaulah kesukaanku, Engkaulah tujuan hidupku, aku sudah tidak peduli lagi dengan apapun di dunia ini”.
  • “Tuhan, yang aku rindukan, bagaimana caranya aku menyenangkan hati-Mu, Tuhan”.
  • Kalau saudara mengerti akan hal ini, barulah saudara bisa menghadirkan Sorga dalam hidup saudara selama menumpang di dunia ini.
  • Saudara akan bisa bersyukur dalam segala hal, dan saudara akan bisa berkata semuanya baik, tidak ada yang tidak baik.

Meskipun tubuh saudara kena sakit barah seperti Ayub, tetap saja engkau bisa berkata, “Tuhan baik kepada saya, bahkan sangat baik kepada saya”.

Pertanyaannya :

  • Sudahkah Sorga turun kedalam diri saudara?
  • Jika sampai hari ini Sorga belum turun kedalam hidup saudara, berarti saudara masih berputar-putar terus di padang gurun.

Masalahnya :

  • Bagaimana mungkin Sorga turun kedalam saudara, kalau saudara tidak mengijinkan Tuhan memerintah dalam hidup saudara?

Hadirkanlah Sorga dalam diri saudara, dengan cara mengijinkan Tuhan memerintah dalam diri saudara dan mengijinkan Dia sebagai satu-satunya pusat penyembahanmu.

  • Barulah saudara bisa berkata, datanglah KerajaanMu di bumi seperti di sorga.
  • Bait Allah adalah diri kita, Tuhan sebagai pusat penyembahan kita dan Tuhan memerintah atas hidup kita.

Oleh karena itu, kita “harus bersyukur dan juga bangga” karena kita telah dijadikan bait-Nya atau “istananya Tuhan” dan bukan hanya sekedar menjadi tempat persinggahan Tuhan, tetapi juga menjadi tempat pemerintahan Tuhan.

  • Jika saudara pernah masuk ke Istana Negara, pasti saudara bangga, bagaimana lagi bangganya kalau saudara menjadi istananya Tuhan.
  • Inilah yang Tuhan inginkan dari kita semua, yaitu Tuhan memerintah di dalam hidup saudara dan saya.

Bait Allah adalah tahta Allah atas gereja-Nya yaitu saudara dan saya. Sedangkan Istana Salomo melambangkan tempat Kristus mengatur administrasi-Nya, pemerintahan-Nya, kedaulatan-Nya dan kedudukan-Nya di sorga.

  • Jika engkau menghadirkan sorga di bumi, semua pasti merasa damai sejahtera dan sukacita jika engkau hadir di tengah-tengah mereka.
  • Tapi jika kehadiranmu membuat semua orang pergi menjauh darimu, berarti engkau menghadirkan Neraka dalam hidupmu.
  • Orang bisa malas atau tidak suka bertemu dengan saudara, karena kalau bertemu saudara urusannya cenderung menjelekkan orang lain atau suka marah-marah.
  • Mulai hari ini, jangan lagi menghadirkan Neraka dalam hidupmu, tetapi dimanapun engkau berada engkau harus menghadirkan Sorga.
  • Dan jadikan Tuhan pusat penyembahanmu dan pusat pemerintahanmu.

Bait Allah didirikan di bukit Moria, Yerusalem.

  • Bukit Moria artinya bukit pengorbanan, tempat Abraham mengorbankan anaknya Ishak dan tempat Daud mempersembahkan korban.
  • Karenanya TUHAN memerintahkan mendirikan bait Allah di bukit Moria.
  • Jadi dasar pendirian Gereja adalah pengorbanan Kristus, dan Bait Allah adalah pusat penyembahan dimana Yesus sebagai pusatnya.
  • Bait Allah adalah tanda kehadiran Allah.
  • Jika saudara tidak menjadikan Dia sebagai Raja, maka bait Allah pasti dibongkar.

Markus 13 : 1-2

13:1 Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!”

13:2 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

Jadi ingatlah selalu, walaupun saudara sudah ke Gereja, sudah pelayanan, bukanlah jaminan engkau pasti memperoleh keselamatan kekal.

  • Berhati-hatilah dalam hidupmu, jangan bermain-main lagi dengan dosa.
  • Saudara sudah mengerti kebenaran dan telah memerdekakan saudara, tetapi jangan menjadi boomerang bagi saudara.

Yang ditugaskan mendirikan bait Allah adalah Salomo yang melambangkan Kristus dan Hiram yang melambangkan orang yang berkarunia.

  • Gereja adalah saudara dan saya.
  • Saudara dan saya diutus Tuhan untuk menjadi gereja-Nya.
  • Tuhan tidak turun langsung untuk membangun bait Allah, tetapi Dia yang merancang semuanya, namun tersembunyi di belakang layar.
  • Yang melakukan pembangunan secara langsung dilapangan adalah Hiram yaitu saudara dan saya.
  • Jadi kita semua dijadikan rekan sekerja Tuhan untuk membangun gereja.

Yohanes 4 : 36 – 38

4:36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

4:37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.

4:38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”

“Aku mengutus kamu untuk menuai”, artinya apapun yang Tuhan kehendaki, kerjakan saja untuk menuai jiwa-jiwa bagi Tuhan, karena Tuhan yang akan mengerjakan dengan cara-Nya melalui tanganmu.

  • Kamu datang hanya untuk memetik hasil usaha orang lain, engkau cukup berkata “saya mau Tuhan”.
  • Engkau kerjakan saja sesuai kehendak Tuhan dan biarlah Tuhan yang melakukannya lewat tanganmu, lewat kakimu, lewat mulutmu, lewat hidupmu.
  • Suku Dan adalah suku berhala, sehingga suku Dan dihapus karena dia menyembah berhala dan Hiram berasal dari suku Dan.
  • Jadi Hiram berasal dari masa lalu yang suram, keturunan para penyembah-penyembah berhala.
  • Kalau saudara mau membangun orang menjadi gereja, maka saudara harus berbalik dahulu menjadi suku Naftali.

Ayah Hiram dari suku Dan dan ibunya Hiram dari suku Naftali. Ayahnya penyembah berhala, sementara Naftali artinya orang yang dibangkitkan.

  • Misalnya saja masa lalu kita penyembah berhala, orang berengsek, atau orang tidak benar, tapi Tuhan mengubah kita sedemikian rupa menjadi orang yang bangkit dan hidup baru, menjadi rekan sekerja Allah.
  • Kalau saudara menjadi rekan sekerja Allah yang membangun gereja maka saudara harus berpindah terlebih dahulu “dari orang Dan menjadi orang Naftali”, atau “dari penyembah berhala menjadi orang yang bangkit dan lahir baru”.
  • Itulah sebabnya, Hiram harus berpindah terlebih dahulu “dari orang Dan menjadi orang Naftali”.

1 Raja-raja 7 : 14

7:14 Dia adalah anak seorang janda dari suku Naftali, sedang ayahnya orang Tirus, tukang tembaga; ia penuh dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan untuk melakukan segala pekerjaan tembaga; ia datang kepada raja Salomo, lalu melakukan segala pekerjaan itu bagi raja.

Ibunya Hiram orang Naftali, ayahnya orang Tirus kota dagang, kota berhala.

Ketika saudara datang kepada Tuhan, maka saudarapun diperintahkan oleh Tuhan untuk membangun gereja-Nya.

Membangun Gereja yang dimaksudkan disini, bukanlah membangun Gedung Gereja, tetapi membangun pribadi-pribadi disekitar saudara, artinya saudara harus menjadi berkat bagi orang-orang disekitar saudara.

Hiram punya “skill” atau keahlian dan ketrampilan dalam hal membuat bangunan ataupun perabotan rumah lainnya.

  • Demikian pula halnya dengan keahlian dan ketrampilan dunia sekuler yang saudara miliki, Tuhan pakai untuk membangun gereja Tuhan.
  • Kalau saudara berkata tidak punya skill, itu hanya karena saudara saja yang tidak paham.
  • Kita semua punya talenta, ada yang punya satu talenta, atau lima talenta dan bahkan punya sepuluh talenta, dan semuanya harus dikembangkan.

Dalam hal rohani, saudara sudah punya satu talenta yaitu talenta keselamatan, dan setiap orang percaya memiliki talenta keselamatan.

  • Talenta keselamatan ini harus dikembangkan, tidak boleh diam di tempat.
  • Tuhan mau saudara melebarkan sayap saudara, untuk menjangkau orang-orang di kiri kanan saudara, sehingga saudara menjadi berkat bagi orang lain.

Keterampilan dunia benar-benar tidak bisa diandalkan dihadapan Tuhan, ketika saudara berserah penuh kepada Tuhan.

  • Dahulu Team Music kita “skill” nya hebat-hebat, tapi “skill dunia sekuler” bukan jaminan untuk menghadirkan hadirat Tuhan.
  • Jika saudara punya “skill” dunia, begitu saudara naik mimbar, maka Tuhan-lah yang bekerja.
  • Oleh sebab itu, Hiram yang ayahnya orang Tirus kota berhala, maka “ayahnya” itu harus mati dahulu didalam Hiram, barulah dia bisa membawa orang lain menjadi gereja.

Contoh :

Misalnya si A seorang pemain drum, berarti dia punya “skill” dunia.

  • Tetapi ketika dia naik mimbar, dia tidak bisa memakai “skill” nya itu untuk menarik dunia.
  • Kalau dia mau naik mimbar untuk Tuhan, dia harus berkata, “Tuhan, Engkau yang bekerja, Tuhan, saya tidak bisa apa-apa”.
  • Dan ketika Tuhan berkenan maka yang bekerja di dalam si A, sehingga dia pun akan menjadi seorang “pemain drum” yang luar biasa untuk kemuliaan Tuhan.

Lihat Gambar-4  Bait Salomo berikut ini.

Gambar-4 : “Ruang Suci dan Ruang Maha Suci” (Bait Suci Salomo)

Segala perabotan di istana Salomo semuanya dibuat lebih besar melebihi perabot di bait Allah dan diperbanyak, kecuali Tabut Perjanjian hanya satu.

  • Kandil tetap sama, tetapi berjumlah 10 (sepuluh), berada di Ruang Suci.
  • “Heart of Worship” atau hati penyembahan atau “Mezbah Ukupan” atau “Mezbah Dupa” hanya ada 1 (satu) tidak boleh lebih di Ruang Suci.
  • Tempat hadirat Allah atau Tabut Perjanjian di Ruang Maha Suci, juga tetap hanya ada 1 (satu).

Mengapa semua ukuran perabotan diperbesar dan atau diperbanyak?

  • Karena Kemah Suci melambangkan Perjanjian Lama.
  • Dan Bait Allah melambangkan Perjanjian Baru, sehingga pengenalan akan Kristus harus diperbesar atau diperluas.

PESAN TUHAN KEPADA SALOMO

1.       Tuhan menepati janji-Nya

1 Raja-raja 6 : 11-13

6:11 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Salomo, demikian:

6:12 “Mengenai rumah yang sedang kaudirikan ini, jika engkau hidup menurut segala ketetapan-Ku dan melakukan segala peraturan-Ku dan tetap mengikuti segala perintah-Ku dan tidak menyimpang dari padanya, maka Aku akan menepati janji-Ku kepadamu yang telah Kufirmankan kepada Daud, ayahmu,

TUHAN berbicara kepada Salomo mengenai “rumah” yang sedang dia dirikan.

Perhatikan potongan kalimat “yang sedang kau dirikan ini”. Ayat ini juga dapat berarti saudara dan saya ditugaskan untuk mendirikan gereja.

6:13 yakni bahwa Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan tidak hendak meninggalkan umat-Ku Israel.

Firman TUHAN ini berkata, bahwa TUHAN tidak akan meninggalkan umat-Nya Israel, mengandung pengertian adanya pesan TUHAN yang special bagi Salomo, bahwa Salomo tidak boleh meninggalkan jemaatnya, karena bila dia meninggal-kan jemaatnya, maka jemaat itu akan hancur berantakan.

Hal ini berbicara tentang janji Allah.

2.      Sibuk membangun pelayanan Tuhan

Saudara sibuk pelayanan, sibuk ke gereja, sibuk bekerja, tetapi Tuhan berkata, “kamu sibuk melayani Aku, tapi kamu jangan lupa hubunganmu dengan Aku secara pribadi”.

  • Saudara sibuk pelayanan dari Senin sampai Senin, tetapi saudara lupa hubungan saudara secara pribadi dengan Tuhan.
  • Saudara menyembah Tuhan dalam ibadah di Gereja secara korporat, itu memang mudah, tetapi jika saudara menyembah Tuhan secara pribadi “face to face” di rumahmu, itu jauh lebih sulit.
  • Tuhan mencari penyembah-penyembah yang benar dan yang menyembah Dia “face to face”.
  • Tuhan berkata, engkau hanya focus dengan urusan mendirikan “rumah” bagi-Ku, tetapi engkau melupakan hubunganmu dengan Aku.
  • Pekerjaan bagi Tuhan berbeda dengan pelayanan bagi Tuhan, pelayanan itu utusan dan salah satu bagian pelayanan adalah hubungan pribadi dengan Tuhan.

Antara Maria dan Marta siapakah yang melayani Tuhan?

  • Marta hanya sibuk bekerja melayani makan dan minum semua orang yang datang.
  • Tetapi Maria duduk di kaki Yesus mendengarkan firman, berarti Maria lah yang melayani.
  • Saat saudara mendengarkan firman, itu juga disebut pelayanan.
  • Pelayanan itu pribadi, berhadapan langsung secara pribadi dengan Tuhan.

Selain hal tersebut diatas, cara saudara menangkap khotbah saya, pasti berbeda dengan cara saudara yang lain dalam hal menangkap khotbah saya dalam waktu yang bersamaan, karena Tuhan bekerja berbeda dalam diri kita masing-masing.

Tuhan berkata “jangan kamu hanya sibuk bekerja saja, tetapi sibuklah melayani Aku”

  • TUHAN berkata kepada Salomo agar dia membangun bait Allah, itu adalah pekerjaan, tetapi jangan melupakan hubungan dengan Allah karena itu pelayanan.
  • Banyak yang sangat sibuk dengan pekerjaan Tuhan, sampai lupa dengan pelayanan Tuhan.
  • Akibatnya pekerjaan akan mengambil alih pelayanan dan hal itu tidak boleh terjadi disini.
  • Berapa banyak gereja yang sibuk pelayanan, tetapi ternyata pekerjaan yang mereka sibukkan?
  • Gereja sibuk mengumpulkan dana untuk membangun Gedung yang baru, sibuk dengan segala hal tapi lupa hubungan pribadi dengan Tuhan.

Hal ini sama saja gereja hanya focus pada bangunannya, pada bait-Nya tapi lupa dengan interaksi atau hubungan dengan yang ada di dalam bait Allah.

  • Seharusnya yang lebih dipentingkan atau didahulukan adalah pelayanan Tuhan.
  • Saudara menyembah Tuhan satu lawan satu dengan Tuhan itu pelayanan.
  • Saudara mendengar firman itu juga termasuk pelayanan.
  • Saudara datang beribadah itu sudah pelayanan, walaupun kamu tidak di jadwal bertugas.
  • Meskipun saudara tidak bertugas pelayanan, tapi saudara dengar firman itu termasuk pelayanan.
  • Dan firman Tuhan atau ucapan Allah adalah inti sari dari suatu ibadah.

Oleh sebab itu jangan sampai pekerjaan Tuhan mengambil alih pelayanan.

3.      Kesalahan Salomo membuat hancur semua jemaat

Dalam lingkungan gereja, kalau Gembalanya bermasalah, maka jemaatnya juga akan bermasalah.

  • Berkat dari Tuhan turun ke atas ke mimbar dan dari mimbar ke jemaat.
  • Kalau Gembalanya mata duitan, jemaatnya lebih mata duitan.
  • Kalau Gembalanya mata keranjang, jemaatnya lebih dari mata keranjang.
  • Kalau Gembala yang berselingkuh, maka sebagian besar jemaatnya juga akan berselingkuh.
  • Kalau Gembala yang kepahitan, maka dia akan mengungkapkan rasa pahitnya di mimbar dan akibatnya jemaatnyapun akan dengan mudah kejangkitan “wabah kepahitan” dari Gembalanya.

Hal ini banyak terjadi dalam satu lingkungan gereja, oleh sebab itu saudara harus berhati-hati, jangan asal masuk ke gereja manapun, saudara harus berdoa dulu.

  • Gembala Jemaat harus orang yang benar-benar dekat dengan Tuhan.
  • Saya heran, bila ada Gembala Jemaat yang tidak memiliki hubungan intim dengan Tuhan.
  • Bila demikian halnya, maka akhirnya program gereja pakai logika semua.
  • Karena dalam program kerja gereja ada kegiatan olah raga maka hari ini main badminton, sehingga di gereja ada seksi olahraga dan darmawisata, misalnya ke Kebon Raya Bogor dan Kebon Binatang Pasar Minggu.

Pelayanan yang dibaurkan dengan pekerjaan, maka program kerja yang jadi andalan, pada akhirnya pelayanan gereja akan hancur berantakan.

Imamat 21 : 6-8

21:6 Mereka itu harus kudus bagi Allahnya dan janganlah mereka melanggar kekudusan nama Allahnya, karena merekalah yang mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN, santapan Allah mereka, dan karena itu haruslah mereka kudus.

Mereka harus kudus bagi Allahnya, Gembala harus kudus bagi Allahnya karena Gembala akan mempersembahkan korban api-apian bagi Tuhan dan semuanya itu menuntut kekudusan.

21:7 Janganlah mereka mengambil seorang perempuan sundal atau perempuan yang sudah dirusak kesuciannya atau seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, karena imam itu kudus bagi Allahnya.

Jangan sampai seorang Gembala menyatu dengan dunia, artinya Gembala tidak boleh duniawi karena dia harus kudus bagi Allah.

Imamat 21 : 8

21:8 Dan kamu harus menganggap dia kudus, karena dialah yang mempersembahkan santapan Allahmu. Ia harus kudus bagimu, sebab Aku, TUHAN, yang menguduskan kamu adalah kudus.

Kamu juga harus menganggap Gembala kudus karena dengan perkataanmu, dengan ucapanmu, dia akan menjadi orang kudus.

  • Jadi saudara harus menganggap saya kudus, karena dengan iman saudara saya akan menjadi benar-benar kudus, karena saya akan mempersembah-kan korban bagi Allah, supaya saudara bisa ikut bersama-sama dengan saya menghadap Allah.
  • Oleh sebab itu firman Tuhan berkata, “jika seorang imam berbuat dosa, maka seluruh jemaat menanggung kesalahannya”.

Kita harus benar-benar kudus.

  • Hal ini untuk lingkungan gereja.
  • Posisi saudara dalam lingkungan rumah tangga atau keluarga, adalah imam.
  • Posisi saudara di rumah adalah imam Allah, kalau saudara tidak kudus maka keluarga saudara juga menjadi tidak kudus.

Jika dalam lingkup keluargamu, saudara adalah “orang yang pertama terima Yesus” sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka engkau adalah kunci keselamatan keluargamu dan suluh bagi keluargamu.

  • Berarti, masa depan keluargamu tergantung dari kekudusanmu.
  • Oleh karena itu, saudara harus mau menjadi orang kudus, saudara harus mau menanggalkan dunia dan harus mau menanggalkan dosa.
  • Dan jika saudara mau, maka keluargamu akan menjadi keluarga yang kudus, menjadi keluarga yang tidak bercacat dan tidak bercela.
  • Keluarga yang kudus adalah keluarga yang berkenan bagi Tuhan dan akan selalu disertai Tuhan.

Hari-hari ini banyak orang Kristen, karena merasa sudah percaya kepada Yesus, langsung beranggapan bahwa dirinya sudah aman dan sudah pasti selamat.

  • Orang yang sudah merasa aman, sudah merasa selamat dan sudah beres adalah orang yang menaruh jaminan perasaannya itu kepada struktur Gedung Gereja, bukan kepada hubungannya dengan Allah.
  • Saudara percaya kepada gedungnya, bukan kepada hubungan saudara dengan Allah.
  • Esensinya yang utama, bukan bangunan tapi hubunganmu dengan Allah.

Kalau saudara adalah suluh di tengah-tengah keluarga, jangan menaruh jaminanmu pada bangunan.

  • Kalau saudara yang pertama terima Yesus, percayalah keluarga dan seisi rumahmu akan ikut Tuhan, dengan syarat engkau harus menjadi suluh dan menjadi api yang benar di hadapan Tuhan.
  • Jika saudara hidup sembarangan, maka saudara dan keluarga saudara tetap tidak bisa diberkati.

Yeremia 7 : 3

7:3 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.

TUHAN berkata, “maka kamu akan menjadi tempat kudus-Ku”.

Yeremia 7 : 4 – 8

7:4 Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,

Memang benar tubuh saudara adalah bait Tuhan, tetapi jika hidup saudara tidak berubah dan hidup saudara tetap sembarangan, maka saudara bukan lagi bait TUHAN.

7:5 melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing.

Perbaiki tingkah lakumu dan apapun yang kamu kerjakan, perbaiki semuanya.

7:6 tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri,

7:7 maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya.

Kamu akan menjadi bait-Ku dari dahulu kala sampai selamanya Aku akan diam di dalam kamu, dalam keturunanmu, dalam semua orang yang Aku kasihi dan engkau akan menjadi suluh dan menjadi berkat bagi sesamamu.

7:8 Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah.

TUHAN berkata, “kamu percaya kepada perkataan dusta.”

Kalau kamu berkata kamu sudah percaya Yesus, tetapi masih percaya akan ajaran “sekali selamat, selamanya selamat”, ini adalah perkataan dusta itu.

  • Saudara bait Allah, karenanya Roh Allah tinggal di dalammu.
  • Karenanya, jangan lagi hidup sembarangan, jangan lagi hidup brengsek.
  • Sebagai Gembala, kalau saya berani berkata seperti ini, tetapi hidup saya tidak beres, maka perkataan saya itu adalah perkataan dusta.
  • Saya dan istri saya harus menjadi teladan bagi saudara, supaya saudara benar-benar menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar saudara.

Mikha 3 : 11

3:11 Para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata: “Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Tidak akan datang malapetaka menimpa kita!”

Banyak hamba Tuhan yang mengatur khotbahnya atau pelayanannya, karena ada tarif jasa yang telah dia tentukan.

  • Seharusnya seorang hamba Tuhan tidak boleh pasang tarif seperti ini.
  • Tetapi begitulah manusia, cenderung memiliki motivasi sendiri-sendiri.
  • Kalau Allah berada di tengah kita, berarti kamu harus hidup benar, harus menjadi contoh dan teladan bagi orang lain.
  • Kalau saudara sudah hidup menjadi contoh dan teladan bagi orang lain, barulah Tuhan menyertai dan memberkatimu.

1 Raja-raja 6 : 4

6:4 Dibuatnya juga pada rumah itu jendela-jendela yang rapat bidainya.

Apa hubungan bait Allah dengan jendela?

  • Bait Allah harus ada jendelanya, agar ada udara segar dan ada terang masuk kedalam bait.
  • Jendela melambangkan persekutuan dengan Roh Allah yang mendatang-kan kesegaran rohani dan terang ilahi.

Mengapa harus ada jendela di bait Allah dan ada bidai yang dipasang rapat?

  • Karena jendela dimaksudkan untuk mendatangkan kesegaran Roh dan juga terang Allah, supaya masuk ke dalam saudara.
  • Bidai itu semacam kerei yang di pasang rapat-rapat dan bidai melambang-kan persekutuan dengan Roh Allah, untuk menjaga komunikasi ilahi yang selalu terbuka dan melindungi bait dari kemasukan unsur negative.

Jadi, bidainya harus rapat supaya ada hubungan dengan Roh Allah dan hal-hal negative tidak masuk kedalam bait.

  • Misalnya, ketika saudara masuk ke dalam penyembahan.
  • Saudara bisa mendengar distorsi atau penyesatan-penyesatan yang kamu kira suara Tuhan, tetapi ternyata suaramu sendiri atau suara kegelapan.
  • Oleh sebab itu bidainya harus rapat.

Bagaimana caranya supaya bidainya tetap rapat, hanya dengan cara membaca firman sehingga saudara bisa membedakan suara Tuhan atau suara yang lain.

1 Raja-raja 6 : 7

6:7 Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besi pun selama pembangunan rumah itu.

Yang dimaksud dalam ayat ini, saya sebut dengan “batu yang tidak bersuara”.

1 Petrus 2 : 5

2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Batu melambangkan Kristus sebagai batu penjuru, tetapi Batu melambangkan saudara dan saya.

1 Korintus 3 : 11

3:11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Pondasinya atau batu-dasarnya adalah Yesus Kristus. Jadi Yesus Kristus di ibaratkan “batu yang tidak bersuara” yang digunakan sebagai pondasi untuk membangun rumah Allah.

  • Mengapa Yesus dikatakan sebagai “batu yang tidak bersuara?”
  • Karena ketika Yesus diproses di dunia ini, walaupun Yesus dicambuk, di lecehkan dan disiksa, tetapi Yesus tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
  • Demikian pula halnya dengan saudara, yaitu ketika saudara diproses, dan ketika saudara dibentuk dengan firman Tuhan.
  • Pada waktu proses itu saudara merasakan sakit pada saat pembentukan dan saat dengar firman harus mengampuni, kemudian saudara juga harus menjadi pelaku firman, saudara harus menerima orang-orang aneh di sekitar saudara tanpa berkata-kata.

Memang sakit, tetapi kalau saudara senantiasa mengijinkan Tuhan membentuk dan memproses saudara selama saudara hidup di dunia ini, maka engkau akan dipakai Tuhan selama-lamanya sampai di kekekalan.

Tapi syaratnya, saudara harus menginjinkan Tuhan mematikan “siapa dirimu”.

Efesus 2 : 20-22

2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Saudara dan saya di bangun atas dasar para rasul dan para nabi dengan Yesus sebagai batu penjurunya, sebagai pusat penyembahan kita dan pusat tujuan kita.

2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

Di dalam Yesus ada bangunan-bangunan rapi tersusun untuk menjadi bait Allah yang kudus di dalam Tuhan.

Efesus 2 : 22

2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Kamu menjadi tempat tinggal Roh Allah dan Roh Allah harus berkuasa di dalam kamu.

Kalau kamu mengijinkan dirimu “mati” bagi Dia, maka kamu akan dibangkitkan bersama dengan Dia .

Kolose 2 : 20

2:20 Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:

Kalau kamu mati bersama dengan Kristus, maka kamu bebas dari roh dunia, kamu bebas dari semua keinginan dunia.

  • Kamu kamu benar-benar mematikan siapa dirimu, maka kamu tidak akan memiliki keinginan apa-apa lagi selain Tuhan.
  • Memang sulit karena saudara masih hidup di dalam dunia ini, tapi inilah tujuannya menjadikan Yesus sebagai batu penjuru kita.
  • Kalau saudara benar-benar menjadikan Yesus sebagai batu penjuru bagi saudara dan tujuan hidup saudara, maka saudara pasti siap mati bagi Tuhan apapun resikonya.

Kolose 3 : 3

3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Kamu harus sadar, kalau kamu “sudah mati dan hidupmu tersembunyi di dalam Kristus” yaitu di dalam Allah.

  • Apakah saudara masih terluka jika disakiti orang?
  • Kalau saudara disakiti orang dan tidak terluka, berarti saudara sudah mati rasa, mati dari harga diri, mati kebutuhan, mati kepentingan dan mati semuanya.
  • Jika saudara sudah mati maka saudara baru tersembunyi di dalam Kristus dan kamu bisa tertawa didalam kekekalan.
  • Kalau batu itu adalah Kristus maka Dia menjadi batu penjuru yang dibentuk dan diproses di dunia, untuk membangun tempat kediaman Allah di sana.

Kalau batu ini adalah saudara, maka saudara akan dimasukkan dalam “crusher” sehingga jadi pecahan kecil dalam proses pembentukan, saudara akan mati bersama Kristus, supaya ketika saudara dipanggil Tuhan, saudara sudah menjadi batu tanpa suara.

  • Ingat seorang pendeta yang di gelari Si Bisu atau Si Mo Aun?
  • Hamba Tuhan ini walaupun di cerca orang seperti apapun, dia tetap diam “membisu seribu kata”.
  • Mengapa? Karena dia sudah tidak punya kepentingan akan dunia ini.
  • Dan seorang hamba Tuhan harus dan wajib sampai ke tingkat ini.
  • Sesakit apapun orang menyakitimu, engkau tetap diam karena engkau sudah menjadi batu tidak bersuara.
  • Jadi kalau saudara disakiti, diam saja meskipun saudara dikatakan orang bodoh tetapi bagi Tuhan saudara cakap dan pandai.

Beranikah saudara berkata kepada Tuhan, “Tuhan, saya siap disakiti oleh siapa saja dan saya tidak akan marah, saya akan diam saja, Tuhan””

  • Saya pernah berkata kepada Tuhan, “Tuhan, kalau saya belum siap jangan beri tahu saya”.
  • Tetapi Tuhan tetap memberi tahu saya yang menandakan saya sudah siap dan saya bersyukur firman sudah bekerja di dalam saya, sehingga saya tidak terluka.”
  • Oleh sebab itu, buktikanlah bahwa firman sudah dan sedang bekerja di dalam hidupmu.

Saudara harus dapat membuktikan, walaupun engkau diperlakukan seperti apapun oleh orang lain, engkau tidak akan terluka.

  • Meskipun kepalamu dibawah, engkau di injak-injak, engkau tidak terluka.
  • Inilah buktinya jika firman sudah bekerja dalam hidupmu dan firman membawamu kepada kemuliaan demi kemuliaan.

KHOTBAH TENTANG “BAIT ALLAH DAN ISTANA SALOMO”, KHOTBAH SESI KE-3, PADA HARI MINGGU 16 DESEMBER 2018, DALAM IBADAH RAYA.

Dalam ibadah raya hari Minggu tanggal 09 Desember 2018 yang lalu, kita sudah membahas tentang Bait Allah dan Istana Salomo, bahwa :

  • Istana Salomo melambangkan Sorga sebagai pusat pemerintahan.
  • Bait Allah adalah pusat penyembahan, dimana bait Allah adalah saudara dan saya (gereja), lihat Gambar-2 “Bait Suci Salomo” dihalaman 3.
  • Dan bagaimana caranya kita menghadirkan Sorga di bumi ini.

Gambar-4 dibawah ini adalah tampak depan Bait Allah atau Bait Salomo, dengan pelatarannya :

Gambar-4 : “Pelataran Bait Suci Salomo”

BAHAN BANGUNAN

1.       Bahan Bangunan Pertama : Batu

Batu melambangkan Kristus dan kita semua yang harus diproses lebih dahulu sampai kita menjadi “seperti batu yang tidak bersuara” dan “bisa mengucap syukur dalam segala hal”.

1 Raja-raja 6 : 7

6:7 Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besi pun selama pembangunan rumah itu.

Selama “rumah itu” atau bait dibangun, tidak terdengar satu suarapun dari lokasi bangunan, karena batu-batu bahan bangunan sudah dipersiapkan ditempat yang jauh dari bangunan tersebut.

Batu melambangkan dua hal yaitu Kristus dan Gereja (yaitu saudara dan saya).

Efesus 2 : 20

2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Yesus Kristus sebagai batu penjurunya.

1 Korintus 3 : 11

3:11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Yesus adalah batu Nya dan tanpa sadar ketika saudara percaya kepada Yesus maka saudara juga menjadi batu yang diproses dan dibentuk sampai saudara menjadi batu yang tidak bersuara.

1 Petrus 2 : 4-5

2:4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.

2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Yesus, batu yang hidup, dan kamu juga batu yang hidup untuk bangunan rohani.

Yesus disiksa, dianiaya dan diproses dimana keinsanian-Nya harus dikikis dan dibuang, supaya Dia menjadi batu penjuru.

  • Dia diproses di dunia ini menjadi batu yang tidak bersuara dan ketika Dia sudah dikikis dan diproses, Dia membangun suatu rumah rohani yang disebut gereja yaitu saudara dan saya.
  • Ketika saudara percaya kepada Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, saudara tidak terlepas dari proses pembentukan, karena keinsanian dan kemanusiaan saudara, tidak bisa masuk dalam Kerajaan Sorga.
  • Oleh sebab itu keinsanian saudara, ke-“aku”-an saudara, harus dibuang.
  • Kalau ke-insanian saudara tidak dibuang maka saudara tidak akan bisa berkenan di hadapan Dia.

Roma 8 : 29

8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Saudara sudah dipilih dari semula dan saudara juga ditentukan dari semula untuk men-jadi serupa dan segambar dengan Dia.

  • Yesus mati di kayu salib bukan hanya untuk menebus saudara saja, tetapi juga untuk membawa saudara kembali kepada gambar Allah.
  • Citra Allah yang hilang di taman Eden harus kembali dan dipulihkan.
  • Oleh sebab itu kalau saudara ditentukan dari semula, maka saudara harus menjadi seperti Dia.
  • Untuk menjadi seperti Dia, kamu harus mati supaya Dia bisa hidup di dalam kamu.
  • Selama kamu tidak mati daging, tidak mati keinginan, tidak mati hasrat, tidak mati siapa “aku”, maka Dia tidak bisa hidup di dalammu.

Banyak yang berkata mau dibangkitkan bersama dengan Yesus tapi apa yang mau dibangkitkan kalau kamu tidak mati hasrat, mati harga diri, mati kepentingan, mati keinginan, mati semuanya.

  • Setelah kita mati, barulah kita bisa bangkit bersama Kristus.
  • Sebaliknya selama kedagingan kita belum mati, tidak ada yang bisa dibangkitkan.
  • Permasalahannya kekristenan sekarang tidak mengajar orang untuk mati kedagingannya, tetapi hanya mengajarkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu selama di dunia. Dan itu kesalahan fatal.
  • Berkat, mujizat, dompet tebal, semua masalah beres, bisa mengikatmu kepada dunia dan menjadikanmu semakin bebal, kedaginganmu semakin tebal, karena tidak mematikan siapa “engkau”.
  • Kalau saudara benar-benar mati dari kepentinganmu, mati dari hasratmu, dan mati dari keinginanmu, barulah kamu bisa dibangkitkan bersama dengan Kristus.

Selama didunia, Yesus taat dan ketika disiksa menjadi batu yang tidak bersuara.

Filipi 2 : 8-11

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!.

Semuanya akan terjadi apabila saudara taat.

Bagaimana dengan kekristenan kita? Apakah kita sudah taat dan apakah kita benar-benar mau mati kedagingan bersama dengan Dia, serta maukah kita mengikuti proses yang sangat menyakitkan itu?

  • Saat kita disakiti tidak boleh membalas, saat kita difitnah kita harus diam, saat kita dipukul kita tidak boleh balas dan hal itu menyakitkan luar biasa.
  • Karena dimana kepentingan-kepentingan kita sepertinya diambil secara paksa begitu rupa dan sepertinya tidak adil.
  • Inilah proses mematikan kedagingan, dimana kita tidak boleh menuntut apa-apa, kecuali harus berserah penuh kepada Tuhan dan mengucap syukur di dalam segala hal.
  • Dan hal ini menyakitkan.

Kita harus menyerahkan hidup kita semuanya kepada Tuhan supaya kita benar-benar menjadi batu yang tidak bersuara.

  • Berapa banyak orang Kristen yang menjadi batu tidak bersuara?
  • Ingat! Anggur campur empedu. Anggur campur empedu adalah semacam morfin, penghilang rasa sakit.
  • Yesus diberi anggur campur empedu oleh serdadu Romawi, namun Dia tolak karena Dia tidak mau menghilangkan rasa sakit-Nya.
  • Berapa banyak orang Kristen tidak mau menikmati kesakitan itu?
  • Berapa banyak orang Kristen saat disakiti orang, di fitnah orang atau di hina orang, buru-buru mengambil anggur campur empedu?

Matius 27 : 34

27:34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.

Anggur campur empedu untuk menghilangkan rasa sakit.

  • Orang yang disalibkan, pasti diberi anggur campur empedu untuk meng-hilangkan rasa sakit, dan fungsinya seperti morfin.
  • Tapi Yesus tidak mau menghilangkan rasa sakit-Nya ketika disalibkan.
  • Berapa banyak dari kita begitu disakiti orang, saudara langsung berbagi rasa sakit hati kepada orang lain?
  • Setelah berbagi rasa sakit hati, saudara bilang sudah lega, itulah yang dimaksud anggur campur empedu.

Begitu saudara disakiti, saudara mencari orang-orang disekitar saudara yang bisa dukung saudara, maka itulah yang disebut anggur campur empedu.

Apakah hal ini baik atau tidak bagi saudara?

Jika demikian halnya, berarti kedagingan kita mencari koalisi, siapa bersama saya, siapa yang mau membela saya dan siapa mau di pihak saya.

  • Inilah anggur campur empedu.
  • Kalau saudara minum anggur campur empedu ini, maka saudara menjadi “batu yang bersuara”.
  • Karena saudara masih menjadi batu yang bersuara, maka saudara tidak layak menjadi batu untuk bangunan rumah Allah.
  • Saudara tidak akan bisa dipakai untuk membangun rumah rohani karena saudara belum mau berubah.
  • Jika saudara selalu cari pembelaan dari orang lain, maka sikap saudara tersebut tidak akan mendewasakan saudara.

Kalau saudara mau datang kepada Tuhan, datanglah dan curahkanlah semua beban perasaanmu kepada Tuhan.

  • Kalau saudara masih merasa sakit, hal itu manusiawi, tetapi kalau engkau mau mengampuni dan membereskan semuanya, barulah itu rohani.
  • Muatan rasa sakit karena disakiti orang itu hanya sekitar 10%, tetapi rasa sakit yang 90% nya adalah karena respon kita.
  • Artinya bagaimana respon kita ketika menanggapi orang yang menyakiti kita, 90% merupakan kunci masuk atau tidaknya roh jahat di dalam saudara.

“Batu bangunan” adalah Kristus didalam ke insanian-Nya, didalam tubuh daging-Nya yang diproses selama di dunia ini :

  • Dalam tubuh daging-Nya yang menjadi batu pondasi atau dasar untuk pembangunan rumah rohani.
  • Yesus juga menjadi batu penjuru bangunan rohani dengan maksud supaya orang meneladani cara hidup-Nya.
  • Juga menjadi batu hidup supaya orang bisa berjalan di atas-Nya.
  • Dan juga menjadi batu mustika supaya orang bisa melihat keindahan dan keelokan-Nya.
  • Ketika saudara percaya kepada-Nya, berarti saudara adalah kaum beriman yang turut diubah di dalam Kristus.
  • Lewat masalah dan aniaya Tuhan Yesus sedang memproses dan mengikis semua sifat daging saudara.

Roma 8 : 30-37

8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Sebenarnya Tuhan sudah menentukan saudara dan saya untuk dipermuliakan, tetapi semuanya itu kembali ke diri kita dan keputusan ada di tangan kita masing-masing.

  • Masalahnya, bagaimana respon saudara terhadap panggilan Tuhan?
  • Dan bagaimana respon saudara ketika saudara dibenarkan Tuhan?
  • Tuhan mengikis semua yang tidak benar dari dalam diri saudara, semua yang buruk dari dalam diri kita harus dibuang.
  • Respon kita, bagaimana sikap pribadi kita ketika kita dibenarkan, baru saudara bisa dimuliakan.
  • Saudara tidak cukup sekedar berkata “saya akan dipermuliakan bersama dengan Kristus”, tapi saudara menolak proses Tuhan.

Kita harus siap diproses dan harus kuat ketika diproses.

  • Caranya kita harus memiliki keintiman dan hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan.
  • Orang yang memiliki keintiman dan hubungan dengan Tuhan adalah orang yang siap sedia menanggapi apapun masalahmu.

Roma 8 : 31 – 33

8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Kalau Allah dipihak kita siapa yang berani melawan kita?

Kalau Allah benar-benar ada di pihak kita, siapa lawan kita? Tuhan kita tidak buta, Tuhan kita hidup.

  • Percayalah semua masalahmu pasti Tuhan bela, hanya masalahnya jangan mencari pihak lain selain Tuhan.
  • Berapa banyak ketika kita diproses mencari pihak manusia?
  • Ketika diproses jangan mencari manusia, tapi cari Allah, karena ketika engkau mencari Allah maka Dia akan menjadi pembelamu.

8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Inilah rancangan Allah dari semula, Dia menyerahkan segala-segalanya bagi saudara dan saya.

8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?

Siapa yang bisa menggugat saudara kalau saudara sudah dipilih oleh Allah?

  • Allah tidak akan menghukum kita, karena Dia yang membenarkan kita.
  • Dan Allah juga yang memilihkan kita,

tetapi kita harus berjalan dalam jalan Allah.

Kalau kita keluar dari jalan Allah siapa yang akan membela kita?

Roma 8 : 34 – 37

8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Dia pembela kita, permasalahannya saat ini kita dipihak siapa?

8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Siapakah yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus?

Jika saudara mengalami penindasan dari sekitar saudara, apakah saudara mengeluh kepada Tuhan? Apakah saudara bersungut-sungut?

  • Jika saudara masih bersungut-sungut, berarti masalahmu telah memisah-kan saudara dari kasih Kristus.
  • Jika saudara kelaparan, tidak ada makanan, bisakah saudara tetap bersyukur kepada Tuhan?
  • Bisakah saudara masih tetap berkata “Tuhan baik bagi saya, apapun yang saudara hadapi”

Jika saudara sudah sampai ke tingkat ini, maka saudara tidak akan pernah terpisah dari kasih Kristus sekalipun saudara dipermalukan oleh orang, berarti saudara adalah seorang Kristen dewasa.

8:36 Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”

Karena Yesus, kita diambang maut setiap hari.

Yesus berkata kepada Paulus dan Paulus mencurahkan isi hatinya “Karena Yesus, kita dibawa ke ambang bahaya setiap hari”.

8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Jika saudara mau menang, saat ada masalah tidak usah bersungut-sungut.

  • Carilah Tuhan dan katakan, “terima kasih Tuhan, semuanya baik bagiku”.
  • Sama seperti saudara minum obat, walaupun pahit tapi menyembuhkan semua yang rusak di dalammu.

Kalau engkau tidak bersungut-sungut, maka engkau menjadi batu yang tidak bersuara dan engkau pasti akan dipakai sebagai “batu” bangunan rumah rohani.

  • Dalam Roma 8 ayat 37 tadi, ada dikatakan “lebih dari orang-orang yang menang”.
  • Kalau saudara menang dalam perang atau dalam pertandingan, pasti saudara bangga, tapi kebanggaan saudara lebih daripada orang yang menang.
  • Ketika saudara menang atas masalah, ketika saudara bisa bersyukur atas segala hal, maka saudara lebih daripada pemenang.
  • Dunia tidak boleh mempengaruhi rohani kita.

Jadi Tuhanlah yang mengatur semuanya bagi kita, sehingga semuanya baik untuk kita.

2.      Bahan Bangunan Kedua : Kayu Aras

Kayu aras yang artinya kebangkitan.

1 Raja-raja 6 : 15

6:15 ia melapisi dinding rumah itu dari dalam dengan papan kayu aras; dari lantai sampai ke balok langit-langit dilapisinya dengan kayu aras, tetapi lantai rumah itu dilapisinya dengan papan kayu sanobar.

Kayu melambangkan ke-insanian atau sifat manusia Kristus dan kita semua.

Mazmur 104 : 16

104:16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya,

Libanon itu daerah pegunungan, daerah yang sangat dingin.

Kayu aras tumbuhnya di pegunungan, dan kayu aras artinya kebangkitan Kristus.

3.      Bahan Bangunan Ketiga : Kayu Sanobar

Kayu Sanobar yang artinya kematian.

Kita kembali ke 1 Raja-raja 6 : 15

  • Kayu sanobar di zaman dahulu ditanam di daerah pemakaman.
  • Jadi kayu sanobar artinya kematian.
  • Jadi tembok dilapisi dengan kayu aras, lantainya dilapisinya dengan kayu sanobar.

Dasar pendirian rumah Allah adalah kematian Kristus dan kiri kanan rumah Allah adalah kebangkitan Kristus.

Perhatikan Gambar-4 dihalaman 42.

Roma 6 : 4

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Ayat ini berbicara mengenai kayu sanobar dan kayu aras, dimana saudara harus mati dan saudara bangkit kembali.

  • Saudara dikuburkan bersama dengan Dia dalam kematian (kayu sanobar).
  • Kita akan hidup dalam hidup yang baru (kayu aras).

Roma 8 : 10

8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

Tubuh mati karena dosa tetapi roh menghidupkan saudara karena kebenaran.

Jadi supaya saudara hidup, berjalanlah dalam roh jangan mengikuti kehendak daging.

  • Oleh karena itu mulailah hidup dalam roh.
  • Orang yang berjalan dalam roh adalah orang yang hidup dalam “hidup yang baru”.
  • Dan orang ini akan dibangkitkan pada akhir zaman.

4.      Bahan Bangunan Ke-empat : Kayu minyak

Kayu minyak artinya orang yang diurapi oleh Roh Allah.

1 Raja-raja 6 : 23

6:23 Selanjutnya di dalam ruang belakang itu dibuatnya dua kerub dari kayu minyak, masing-masing sepuluh hasta tingginya.

Ayat ini bicara tentang “kayu minyak” artinya adalah insani (manusia) kita yang diurapi oleh kuasa Roh Allah, karena :

  • Kayu melambangkan Roh Allah.
  • Minyak melambangkan ke-insani-an.
  • Kerub artinya dimuliakan.

Jadi “kerub dari kayu minyak” artinya orang yang dipenuhi dengan kuasa Roh, orang yang berjalan dalam Roh, pasti akan dimuliakan oleh Allah.

Pertanyaannya :

  • Apakah saudara sudah berjalan dalam Roh atau masih berjalan dalam daging?

Ibrani 1 : 9

1:9 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.”

Minyak adalah tanda kesukaan Allah.

Kalau saudara dipenuhi Roh Kudus maka saudara berjalan dalam Roh, berarti saudara adalah orang yang disukai oleh Tuhan.

Galatia 5 : 25

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Apabila saudara sudah dipenuhi dengan Roh, sudahkah Roh itu memerintah dan berkuasa di dalam saudara?

  • Kalau saudara sudah dipenuhi oleh Roh dan sudah berjalan di dalam Roh, maka saudara pasti akan dipermuliakan oleh Allah.
  • Syaratnya harus matikan keinginanmu, baru Roh bisa berkuasa dalammu.

Roma 8 : 17

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Kita semua adalah para ahli waris, artinya saudara berhak menerima janji Allah.

  • Tapi syaratnya harus menderita bersama-sama dengan Dia, supaya saudara dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
  • Saudara harus menderita seperti Dia, saudara harus berkata tidak kepada dosa, saudara harus berjalan dalam kekudusan, hidup dalam kebenaran dan hal itu menyakitkan untuk daging kita.
  • Tidak ada cara lain kalau saudara sungguh-sungguh mau dipermuliakan.

Jadi untuk menjadi bahan bangunan Allah, maka saudara perlu mengalami Yesus dalam kematian-Nya, yaitu :

  • Mematikan semua karakter lama saudara yang pemarah.
  • Meninggalkan hidup suka-suka dan tidak ada aturan, serta tidak bisa dinasihati dan suka memberontak.
  • Supaya saudara bangkit dengan cara hidup yang baru menjadi manusia yang berbeda dan dipenuhi Roh Allah.
  • Kalau saudara sudah menjadi manusia berbeda, tidak bisa tidak saudara pasti akan menjadi batu penjuru.
  • Saat saudara di rumah orang lain, akan melihat pribadi yang berbeda dari yang dulu, sehingga setiap orang yang berjumpa dengan saudara akan merasakan hadirat Tuhan ada di dalammu.
  • Tapi saudara harus mati dahulu.

Filipi 3 : 10

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Paulus berkata, yang kuhendaki adalah :

  • Mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, serta menjadi serupa di dalam penderitaan-Nya.
  • Siap diproses menjadi batu tidak bersuara, serta menjadi serupa dengan Dia dan akhirnya aku mati bersama dengan Dia, artinya “hidupku bukannya aku lagi tapi Dia yang hidup didalamku”.
  • Aku ingin Dia sudah berkuasa penuh atas hidupku.

Kalau saudara mau memerintah bersama dengan Dia, jadikanlah Dia Raja atas hidupmu mulai hari ini.

  • Sudahkah engkau menjadikan Dia Raja dalam hidupmu atau justru engkau masih raja atas dirimu sendiri?
  • Kalau kita masih menjadi raja bagi diri kita sendiri, maka kitapun masih banyak menuntut orang, kita masih banyak puny keinginan untuk dilayani oleh orang, masih banyak permintaan di pikiran kita, masih banyak keinginan-keinginan pribadi lainnya, dan harga diri masih tebal.
  • Orang yang seperti ini, masih menjadi raja atas dirinya dan dia belum menjadikan Tuhan sebagai Rajanya.

Kalau saudara mau menjadikan Tuhan Yesus sebagai Raja atas hidup saudara, saudara pasti akan memerintah bersama dengan Dia dalam kehidupan yang akan datang.

5.  Bahan Bangunan Kelima : Emas, Perak dan Tembaga

2 Tawarikh 5 : 1

5:1 Maka selesailah segala pekerjaan yang dilakukan Salomo untuk rumah TUHAN itu. Kemudian Salomo memasukkan barang-barang kudus Daud, ayahnya, dan menaruh perak, emas dan barang-barang itu dalam perbendaharaan rumah Allah.

2 Tawarikh 4 : 1

4:1 Lalu ia membuat mezbah tembaga yang dua puluh hasta panjangnya, dan dua puluh hasta lebarnya dan sepuluh hasta tingginya.

1 Raja-raja 6 : 22

6:22 Seluruh rumah itu dilapisinya dengan emas, ya rumah itu seluruhnya; juga seluruh mezbah yang di depan ruang belakang itu dilapisinya dengan emas.

Inilah ke tiga bahan lainnya yaitu emas, perak dan tembaga

  • Emas melambangkan sifat ke-Ilahian Kristus.
  • Perak melambangkan penebusan Kristus.
  • Tembaga melambangkan penghukuman.

Jadi penghukuman sudah diambil alih oleh Kristus, yang dilambangkan oleh tembaga.

1 Raja-raja 6 : 15

6:15 ia melapisi dinding rumah itu dari dalam dengan papan kayu aras; dari lantai sampai ke balok langit-langit dilapisinya dengan kayu aras, tetapi lantai rumah itu dilapisinya dengan papan kayu sanobar.

Dinding rumahnya (bait Allah) dibuat dari batu yang tidak bersuara, kemudian dilapisi dengan papan kayu aras, lalu dilapisi lagi dengan emas. (Lihat gambar 4)

  • Artinya (batu) keinsanian kita yang telah diproses tidak nampak lagi, karena sudah ditutup oleh kebangkitan, yaitu oleh cara hidup kita yang baru.
  • Kemudian dilapisi dengan emas, artinya keinsanian saudara sudah tidak nampak lagi karena kedagingan saudara sudah mati, tetapi yang nampak hanyalah ke ilahian saudara.
  • Kalau saudara diproses menjadi batu yang tidak bersuara, maka saudara harus dilapisi dengan kuasa kebangkitan-Nya, yaitu cara hidupmu yang baru dan dilapisi lagi dengan emas, sampai keinsanian saudara sudah tidak nampak lagi.

Dengan demikian, maka tidak salah kalau Paulus berkata, “kamu adalah manusia Allah (Man of God).

Permasalahannya.

  • Apakah saudara benar-benar sudah rela untuk diproses, mengingat yang Namanya proses itu sangat menyakitkan?
  • Apakah saudara benar-benar sudah rela daging saudara dikikis terus menerus dengan segala rasa sakitnya?
  • Ketika diproses, apakah saudara masih menjerit, masih cari pembelaan dari kiri kanan dan menjadi batu yang bersuara?

Kalau saudara sudah menjadi “batu yang tidak bersuara”, berarti saudara sudah dilapisi dengan kebangkitan, dilapisi dengan cara hidup dan pola hidup yang baru yang berbeda.

  • Kalau saudara sudah berjalan dalam Roh yaitu dengan cara hidup yang baru, maka saudara tidak akan nampak lagi tetapi Kristus yang di dalam saudara itulah yang nampak.
  • Batu didinding bait Allah sudah tidak terlihat lagi karena telah dilapisi dengan emas, sehingga yang terlihat hanya kilau emasnya.
  • Kayunya juga tidak terlihat lagi karena sudah di lapis emas.

Pertanyaannya :

  • Bagaimana dengan keinsanian saudara, apakah masih terlihat atau tidak?
  • Bagaimana dengan kedagingan saudara, apakah masih terlihat atau tidak?
  • Bagaimana dengan kedagingan saudara, apakah masih banyak tuntutan atau tidak?
  • Bagaimana dengan para istri, apakah masih suka menuntut suami atau tidak?
  • Bagaimana dengan para suami, apakah masih suka menuntut istri atau tidak?
  • Bagaimana dengan sesama teman, apakah masih suka menuntut atau tidak?

Kalau masih suka menuntut, berarti keinsanianmu masih jelas terlihat.

Lepaskan saja semuanya, agar nanti pada saat kita memasuki tahun yang baru 2019, kita menjadi manusia yang berbeda bagi Tuhan.

Kolose 3 : 2-3

3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Pikirkan perkara di atas, jangan pikirkan perkara yang di bumi lagi.

Maksudnya yang kita pikirkan adalah bagaimana caranya supaya kita hidup berkenan kepada Allah, sampai kita datang dihadapan Bapa dan engkau dikenal oleh Bapa.

  • Caranya yaitu engkau harus “tersembunyi bersama dengan Kristus” artinya engkau harus menjadi “kayu yang dilapisi oleh emas”.
  • Kalau engkau sudah sampai ke tingkat ini dan sudah berjalan dalam Allah, maka pribadi kita semula yang jelek sudah tidak terlihat lagi.

Saudara akan merasa heran sendiri, saat saudara bisa mengampuni orang begitu saja, bisa berdamai dengan orang yang brengsek seperti itu, bisa berkata tidak pada dosa, bisa melepaskan semua ikatan saudara.

Disinilah saatnya Tuhan dipermuliakan dalam hidup saudara.

1 Raja-raja 7 : 15

7:15 Ia membentuk dua tiang tembaga, tinggi tiang yang satu delapan belas hasta dan dapat dililit oleh tali yang dua belas hasta panjangnya; tiang yang kedua demikian juga.

Ada dua tiang atau pilar penyangga

1 Raja-raja 7 : 21

7:21 Kemudian tiang-tiang itu didirikannya dekat balai ruang besar. Ketika ia mendirikan tiang kanan, ia menamainya Yakhin; ketika ia mendirikan tiang kiri, ia menamainya Boas.

Lihat Gambar 5 : “Tiang Yakhin dan Boas

Gambar 5 : “Tiang Yakhin dan Tiang Boas”

Mengapa tiang/pilarnya terbuat dari tembaga, karena :

  • Tembaga artinya penghukuman yang sudah diambil oleh Kristus.
  • Dua tiang maksudnya kesaksian.

Yohanes 8 : 17

8:17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;

Yesaya 8 : 2

8:2 Maka aku memanggil dua saksi yang dapat dipercaya, yaitu imam Uria dan Zakharia bin Yeberekhya.

Tiang yang kanan dinamai Yakhin dan tiang yang kiri dinamai Boas

Perhatikan gambar 5 :

  • Yakhin artinya Dia yang mendirikan.
  • Boas artinya didalam Dia ada kekuatan.

Jadi Yakhin dan Boas artinya Kristus yang telah dihakimi oleh Allah, menjadi kekuatan untuk menunjang tempat tinggal Allah di bumi.

  • Jadi siapapun yang menyatu dengan Dia, dibangun di atas Dia, akan lepas dari penghakiman.
  • Karena penghakimannya telah diambil alih oleh Yesus Kristus dan selalu mendapatkan kekuatan-kekuatan yang baru.
  • Yesus Kristus telah mengambil alih penghakiman atas kita semua, sehingga kita bebas dari penghakiman tersebut.
  • Dia yang mendirikan gereja yang benar dan kuat, yaitu saudara dan saya yang adalah gereja-Nya.

1 Raja –raja 7 : 23

7:23 Kemudian dibuatnyalah “laut” tuangan yang sepuluh hasta dari tepi ke tepi, bundar keliling, lima hasta tingginya, dan yang dapat dililit berkeliling oleh tali yang tiga puluh hasta panjangnya.

Angka-angka ini mengandung arti :

  • Angka sepuluh artinya kepenuhan.
  • Angka tiga artinya ke-Ilahian.
  • Angka lima artinya anugerah.

1 Raja-raja 7 : 24 – 25

7:24 Dan di bawah tepinya ada gambar buah labu yang mengelilinginya sama sekali, sepuluh dalam sehasta, merangkum “laut” itu berkeliling; labu itu dua jajar, dituang setuangan dengan bejana itu.

7:25 “Laut” itu menumpang di atas dua belas lembu, tiga menghadap ke utara dan tiga menghadap ke barat, tiga menghadap ke selatan dan tiga menghadap ke timur; “laut” itu menumpang di atasnya, sedang segala buntut lembu itu menuju ke dalam.

Perhatikan Gambar – 6 dibawah ini :

Gambar – 6 : “Bejana/Kolam Pembasuhan”

Bejana/Kolam Pembasuhan inilah yang disebut dengan “laut tembaga”

Bejana Pembasuhan ini, tingginya lima hasta dan garis tengahnya sepuluh hasta

Kalau saudara lihat di Kitab Wahyu 4 : 6 – 9, ada empat makhluk, yaitu :

  1. Singa melambangkan Yesus yang kuat.
  • Lembu melambangkan Yesus yang rajin dan tekun.
  • Manusia melambangkan Yesus yang murni (100%) Allah dan murni (100%) manusia.
  • Rajawali melambangkan Yesus itu Allah.

Dalam ke empat Kitab Injil Matius, Markus , Lukas dan Yohanes.

  • Yesus yang berkuasa, saudara bisa temukan di Injil Matius, dilambangkan dengan singa.
  • Yesus yang rajin, menginjili dari kota ke kota, bisa saudara temukan di Injil Markus, dilambangkan dengan lembu.
  • Yesus yang murni manusia, bisa saudara temukan di Injil Lukas, dilambang-kan dengan manusia.

Semua penderitaan dan kesakitan Yesus dijelaskan detail di Injil Lukas.

  • Yesus adalah Allah, bisa saudara temukan di Injil Yohanes, dilambangkan dengan Rajawali.

Dalam Injil Yohanes, Yesus berkata, “kalau kamu lihat Aku, berarti kamu melihat Allah”, dan juga berkata, “Aku turun dari sorga”.

Dia mengakui diri-Nya adalah Allah dan Dia murni Allah.

Lembu melambangkan 3 hal :

  • Ketekunan. Termasuk di dalamnya tekun menderita.
  • Kekuatan.
  • Keelokan.

Roma 5 : 1 – 2

5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Yesus telah menjadi Pendamai antara kita dengan Allah.

5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Kita masuk didalam kasih karunia dan kita bisa berjumpa dengan Allah suatu hari kelak.

  • Jadi kasih karunia itu adalah suatu pemberian dari Allah (kharis) secara cuma-cuma, tetapi di dalamnya ada didikan dan pembentukan.
  • Oleh sebab itu, didalam kasih karunia, juga ada pengharapan.

Roma 5 : 3

5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

Kita bermegah dalam kesengsaraan dalam setiap proses kehidupan kita.

Kita bangga kalau kita mengalami proses pembentukan manusia kita, sampai kita menjadi “manusia Allah” (Man of God).

Roma 5 : 4 – 5

5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Kasih Allah sudah diberikan kepada kita sehingga kita menjadi tekun di dalam pengharapan-pengharapan kita, di dalam setiap proses pembentukan kita.

Kita harus bisa berkata :

  • “Terima kasih Tuhan, untuk semuanya.
  • “Terima kasih Tuhan, untuk masalah demi masalah yang saya alami karena semuanya akan membawa saya kepada kemuliaan yang telah Tuhan sediakan”.

Lewat proses “pematian siapa saya” dan menghidupkan “siapa Dia”, Tuhan sedang mengikis kita sedikit demi sedikit sampai kita memuliakan Dia melalui hidup kita.

Kolam/Bejana Pembasuhan, adalah untuk membasuh dosa-dosa kita, artinya Tuhan telah mengambil hukuman atas dosa-dosa kita. (Lihat Gambar-6 dihalaman 58)

  • Lembu yang ada di bawah bejana melambangkan pemerintahan.
  • Jadi Injil dibangun dan ditopang oleh “orang-orang yang sempurna”, orang-orang yang rajin menjadi pemberita kebenaran, orang-orang yang tekun menderita, orang-orang yang tekun mengabarkan firman Tuhan, dan orang-orang yang tekun walaupun dianiaya (dilambangkan lembu-lembu itu).

Pertanyaannya :

  • Apakah saudara yakin akan memerintah bersama dengan Dia?
  • Kalau Tuhan datang nanti malam atau besok pagi atau lusa, yakinkah saudara akan “diangkat” dan memerintah bersama Tuhan?

Kita harus yakin akan “diangkat” dan memerintah bersama dengan Tuhan.

  • Tetapi persyaratannya adalah kita harus menjadi “pemberita firman”.
  • Meskipun saudara kurang lancar bicara, cukup berbuat saja karena saat perbuatan kita berubah, saat perbuatan kita menampilkan wujud Kristus, disitulah saatnya kita sedang menginjili tanpa suara.

Penginjil tanpa suara, gaya hidupnya mencerminkan gaya hidup sorga. Dan engkau sedang membangun tempat dimana orang-orang akan dibasuh dosa-dosanya oleh Tuhan.

  • Apakah saudara rela menjadi salah satu “lembu” yang digambarkan dalam Gambar-6 halaman 58, sebagai orang-orang yang sempurna?
  • Harus rela, karena “lembu-lembu” itu melambangkan orang-orang yang sempurna dan saudara akan memberitakan injil tanpa suara.
  • Perbuatanmu benar-benar mencerminkan keilahian dan kemuliaan dan saudara akan membawa jiwa-jiwa bagi Tuhan.
  • Apakah saudara bisa khotbah atau tidak, yang penting engkau sederhana dalam berkata, tapi tindakanmu yang luar biasa mencerminkan sorga.
  • Saudara harus menunjukkan perubahan hidup saudara yang benar-benar telah berubah, maka orang disekitarmu akan berkata engkau berbeda dari yang dahulu.

Ketika Allah bekerja di dalammu dan engkau mengijinkan proses terjadi dalam hidupmu, maka tanpa engkau sadari, engkau akan membawa jiwa-jiwa bagi Tuhan dan hal itu tidak bisa dipungkiri. Pertanyaannya :

  • Maukah saudara menjadi pemberita firman?
  • Maukah saudara menjadi saksi Tuhan?
  • Maukah saudara menjadi papan yang sudah dilapisi emas?
  • Maukah saudara menjadi batu yang tidak bersuara?
  • Maukah saudara menjadi perabot di dalam rumah Tuhan?

Kalau saudara mau, siapkan dirimu untuk mengalami proses demi proses dan katakan kepada Tuhan, “Tuhan, terima kasih semuanya baik bagi saya”

  • Tuhan mau saudara dan saya benar-benar berbeda, tidak seperti yang sudah lalu, tetapi sudah menjadi manusia yang baru didalam Tuhan
  • Jika saudara berjalan dalam kebenaran dan hidup didalam kebenaran, maka ketika saudara dipanggil Tuhan, saudara akan berjumpa dengan Tuhan dalam kekekalan dan saudara akan dipermuliakan bersama dengan Kristus untuk selama-lamanya.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBANYA ROBERT T. BALAY

Warta 25 Desember 2018 HIDUP BAGI KRISTUS MATI ADALAH KEUNTUNGAN

HIDUP BAGI KRISTUS DAN MATI ADALAH KEUNTUNGAN

Sebagai kaum percaya, sudah tidak asing lagi dengan pernyataan Yesus sebagai juruselamat kita, Dia mati bagi kita, Dia ada untuk kita dan kasihNya telah dinyatakan bagi kita. Semua pernyataan itu memang tepat, tapi ada satu hal yang banyak kaum percaya tidak menyadari Dia melakukan semuanya agar kita menjadi milikNya. Jadi ketika kita ditebus hidup ini bukan milik kita lagi melainkan sudah menjadi milik Dia.

Saudaraku penebusan diterjemahkan dengan kata “redemption” yang berarti pembelian kembali atau membeli kembali. Nyata kita telah dibeli dan harganya telah dibayar lunas (1Petrus 1:18-19). Jika kita melihat dari arti kata penebusan, maka seharusnya kita menyadari, pada saat kita percaya, kedaulatan atas hidup kita bukan lagi dibawa otoritas kita melainkan Dia sang pemilik baru. Kita tidak bisa lagi suka-suka atas tubuh ini, tidak bisa lagi suka-suka atas semua keinginan kita (Galatia 2:20).

Jika demikian apakah berarti Tuhan jahat dan otoriter? Bukan saudaraku, Tuhan mengambil alih diri kita karena besar kasihNya. Dia rindu membawa kita ketempat dimana Dia berada dan menikmati semua janjiNya. Tapi demi membawa kita, kitapun harus rela diatur dan diproses olehNya untuk melewati jalan-jalan yang telah ditetapkan tanpa menyimpang kekiri dan kekanan (Yosua 1;6-8). Tuhan begitu mengasihi kita, Dia rindu kita kembali pada gambar Allah saat manusia pertama kali dicipta (Kejadian 1;26-27). Tapi pertanyaannya seberapa besarkah kasih kita kepada-Nya, sehingga kita betul-betul mau mengorbankan seluruh hidup kita agar gambaran Allah terwujud kembali dalam diri kita ?

Saudaraku Yesus mati bagi kita supaya kita menghidupkan kasih-Nya didalam kita yaitu dengan mematikan setiap sisi daging kita termasuk merelakan Segalanya bagi Dia. Memang mudah saudaraku dalam berteori tapi jujur sulit dikerjakan, oleh sebab itu kita diberikan seorang penolong yaitu RohNya sendiri yang akan membantu, mengajar, memberi kekuatan dan juga memampukan kita menjadi seperti yang Dia inginkan. Tapi permasalahannya banyak kaum percaya sudah diberi Roh kudus sebagai penolong tapi masih hidup bagi diri sendiri, orang ini belum benar-benar menyadari arti penebusan yang sesungguhnya. Dia terjebak dibalik kehendak iblis dengan mempertahankan egonya sendiri. Amat disayangkan orang Kristen seperti ini akan menyesal karena begitu dia menyadari jerih lelahnya sudah sia-sia atau terlambat.

Jangan bermain-main dengan nafas kehidupan yang Tuhan beri karena nafas yang kita terima adalah pinjaman dari sorga supaya kita bisa menggenapi rencana Allah dalam hidup kita yaitu menjadi imam-imam yang kudus yang akan memerintah bersama Dia.

16 DESEMBER 2018 BAIT ALLAH DAN ISTANA SALOMO BAG 3(VIDEO KHOTBAH)

Warta 16 Desember 2018 PERCAYA YANG KOSONG

PERCAYA YANG KOSONG

Banyak orang yang menganggap Tuhan besar jika masalahnya yang besar terselesaikan. Ada pula yang menganggap Tuhan besar ketika sakitnya disembuhkan. Jika demikian jika tidak terjawab doanya atau tidak sembuh sakitnya, masihkah Tuhan besar baginya? Memang iman diuji lewat aniaya (2Timotius 3:12), tanpa masalah dan persoalan kita tidak dapat membuktikan diri sebagai orang yang percaya, dan tanpa masalah dan persoalan saja kita dapat menunjukan kebesaran Tuhan yaitu ketika kita tetap percaya walau tidak melihat (2Korintus 4:17-18) dan buahnya hanyalah ucapan syukur belaka.

Tapi sayangnya banyak sekali orang Kristen daging yang ikut Tuhan hanya karena Tuhan mampu menyelesaikan masalahnya yang besar, Tuhan mampu membuatnya hidup nyaman dan aman dengan berbagai asetnya. Bukankah ini kekristenan yang sangat menakutkan? Orang Kristen seperti ini hanya fokus pada kepentingan dirinya sendiri, dan orang Kristen seperti ini tidak akan mampu bertahan ditengah gempuran badai kehidupan. Orang Kristen seperti ini hanya menakar kebesaran Tuhan sebatas kedagingan dan menilai Tuhan hanya sebatas mata jasmani dan uluran tanganNya saja.

Rasul Paulus berkata kepada jemaat Kolose kalau mereka patut berakar dan bertumbuh dalam iman (Kolose 2:7). Karena tanpa pertumbuhan yang benar tidak akan ada syukur yang keluar. Dan tanpa pengenalan yang benar, kita membatasi kebesaran Tuhan hanya sebatas ukuran otak kita yang sangat kecil. Tidak tahukah saudara orang seperti ini adalah orang yang membatasi karya Tuhan berkerja dalam dirinya. Walau dia mengharapkan suatu yang besar, dia tidak akan mengalami kebesaran Tuhan.

Saudaraku Tuhan merindukan kita bukan sekedar percaya kepadaNya melainkanjuga menyerahkan hidup total bagiNya. Karena orang yang percaya penuhlah yangdapat menyerahkan diri juga secara total kepada Tuhan. orang yang percaya penuhdapat berserah penuh, dan orang yang berserah penuh adalah orang yang bergerakbukan dari dirinya sendiri melainkan Allah didalam Dia. Atau orang ini telah mengakuidan menyerahkan kedaulatan penuh kepada Tuhan. Dan orang ini juga orang yangmengakui kebesaran TUHAN dalam segala aspek kehidupan.

Jika demikian dapatkah seseorang sampai kesorga hanya dengan mulut yangpercaya tanpa didalam hatinya mengaku kebesaran Tuhan? atau dapatkah seseorangberjumpa dengan kemuliaan Tuhan tanpa dia sendiri mengakui kebesaran Tuhan?sungguh ironis jika hari ini engkau mengaku sebagai orang percaya tapi masihtidak mengakui kebesaranNya? Apa arti percayamu itu?   

9 DESEMBER 2018 BAIT ALLAH DAN ISTANA SALOMO BAG.2(VIDEO KHOTBAH)

KENYAMANAN MEMBAWA KEMUNDURAN ROHANI – 27 NOVEMBER 2018

Sebab pada waktu Salomo sudah tua, istri-istrinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allah nya, seperti Daud, ayahnya. (1 Raja-raja 11 : 4)

GPPK-CHOSEN GENERATION

KHOTBAH GEMBALA, SELASA 27 NOVEMBER 2018

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB

“KENYAMANAN”

MEMBAWA KEMUNDURAN ROHANI

KHOTBAH :PS. FERDI GODJALI

GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION

IBADAH SELASA, 27 NOVEMBER 2018

====================

Shalom !

Thema khotbah pendalaman Alkitab pada hari Selasa tanggal 27 November 2018 ini, adalah “Kenyamanan Membawa Kemunduran Rohani”.

Ketika seseorang sedang bermasalah hatinya terus tergerak mencari Tuhan, tetapi setelah semuanya sudah teratasi dan hidupnya sudah sukses dan serba enak, dia pun mulai lupa kepada Tuhan yang memberkatinya, dan inilah yang disebut “kenyamanan membawa kemunduran rohani”.

1 Raja-raja 11 : 4

11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepadaTUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.

Salomo tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, text aslinya berbunyi “hatinya tidak tunggal kepada Allah”, artinya hatinya tidak mutlak lagi untuk Allah.

Atau lengkapnya, “Ketika Salomo sudah menjadi tua, hatinya tidak mutlak lagi kepada Allah”.

  • Dalam kondisi seperti itu Salomo sebenarnya tidak meninggalkan Allah sepenuhnya.
  • Salomo tetap beribadah, dia tetap melakukan ritual, tetapi fokusnya tidak lagi kepada Allah.

Seperti inilah kondisi kekristenan yang dialami oleh Gereja-gereja hari-hari ini, semua kegiatan rutin Gereja “terlihat” berjalan dengan lancar.

  • Rutinitas beribadah terlihat berjalan normal.
  • Demikian pula halnya dengan rutinitas memberi persembahan dan doa, serta membaca dan belajar Alkitab, juga terlihat berjalan seperti biasa.
  • Tetapi tanpa mereka sadari, begitu posisi mereka semakin nyaman, maka merekapun akan mengalami kemerosotan iman atau degradasi iman.

Pengalaman kehidupan pribadi Salomo mengingatkan kepada kita, ketika dia mulai hidup nyaman.

  • Dia pun mulai membuat koleksi istri sehingga jumlah istrinya hari demi hari semakin bertambah banyak.
  • Kondisi tersebut kemudian telah membuat hati Salomo tidak tertuju lagi kepada TUHAN, tetapi tertuju kepada “sesuatu yang lain” disekitarnya.
  • Dia tidak hanya mencintai TUHAN saja, tetapi mulai mencintai “sesuatu yang lain itu.
  • TUHAN tidak mau Dia di nomor dua-kan, TUHAN harus selalu nomer satu.
  • Banyak orang Kristen tidak sadar kalau telah menomor-duakan Tuhan.

Keluaran 20 : 23

20:23 Janganlah kamu membuat di samping-Ku allah perak, juga allah emas janganlah kamu buat bagimu.

“Membuat di samping-Ku” artinya mensejajarkan sesuatu yang “berharga bagi dunia” dengan Allah yang kudus, bukan berarti menyembah berhala atau dewa-dewa saja, tetapi apapun “yang saudara anggap berharga” melebihi Tuhan, itulah yang disebut berhala.

Banyak orang memberhalakan sesuatu, misalnya bisa saja memberhalakan orang tua kita, atau anak atau apapun yang kita anggap sangat berharga.

  • Banyak orang yang tidak sadar telah memberhalakan sesuatu.
  • Ketika kita menyembah Tuhan, tanpa kita sadari kita menyembah orang-orang di sekitar kita yaitu orang-orang yang kita sayangi atau mungkin juga harta benda kita.
  • Sesayang apapun saudara dengan orang tua, istri atau anak saudara, tetap saja dia manusia, tetap saja dia akan meninggalkan saudara, tetap saja dia sebagai manusia bisa mengecewakanmu.
  • Tetapi Allah kita tidak akan pernah meninggalkan kita dan mengecewakan kita.
  • Banyak orang yang mendewa-dewakan atau memberhalakan sesuatu tanpa mereka sadari.

Matius 6 : 24

6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”.

Kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan, tetapi hanya kepada satu Tuan saja yaitu TUHAN sebagai satu-satunya Tuan.

1 Raja-raja 11 :1-3

11:1 Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,

Salomo jatuh cinta kepada perempuan-perempuan asing ini dan hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi.

Karena ketika kita jatuh cinta kepada seseorang, kita bisa “menjadikan dia berhala bagi kita” dan “perkataannya bisa menjadi instruksi bagi kita” supaya kita melanggar firman Tuhan.

  • Misalnya, si X mengasihi si Ylebih daripada kepada Tuhan.
  • Maka setiap perkataan atau permintaan si Y kepada si X, bisa seperti perkataan Tuhan bagi si X.
  • Sehingga akhirnya, si X dengan mudah bisa dibelokkan dari kehendak Tuhan untuk mengikuti kehendak si Y.

Hati manusia sulit untuk ditaruh ke Allah karena Allah tidak terlihat, sementara manusia mahkluk social yang bersentuhan dengan kasih dari kanan kiri nya.

  • Tetapi saudara tidak sadar bahwa kasih dari kanan-kiri kita itu tidak murni, kasih yang terbatas.
  • Oleh karena itu kita tidak bisa mengharapkan kasih manusia dari sesama kita.
  • Kita hanya bisa mengharapkan kasih yang murni dari Tuhan.
  • Sehingga kalau kasih dari Tuhan mengalir didalam kita, maka kita bisa mengasihi orang lain seperti Tuhan mengasihi kita.

11:2 padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel:”Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka”. Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.

Perhatikan ada kata “cinta”. Cinta yang sejati sebenarnya hanya ada satu, yaitu cinta yang hanya tertuju kepada Tuhan, tidak boleh tertuju kepada yang lain.

Kalau kita sudah benar-benar cinta Tuhan, maka barulah kita bisa cinta kepada sesama dengan benar. Bila tidak demikian, maka kita tidak akan bisa cinta kepada sesama dengan benar.

Jika bukan cinta kepada Tuhan maka cintanya akan menjadi cinta tuntutan, cinta yang mengoreksi, karena cintanya tertuju kepada manusia yang muatan kedagingannya lebih dominant.

  • Jika mengharapkan cinta dari manusia pasti mengharapkan timbal balik.
  • Jika kita mengasihi Tuhan, Tuhan mengasihi kita apa adanya.
  • Bahkan sebelum kita mengasihi Tuhan, Dia sudah mengasihi kita terlebih dahulu.
  • Tanpa dia sadari, Salomo mulai jatuh cinta kepada perempuan-perempuan itu, yang seharusnya cintanya itu hanya untuk TUHAN, tetapi dia berikan cintanya itu kepada perempuan-perempuan asing tersebut.
  • Akhirnya cinta Salomo kepada perempuan-perempuan asing tersebut telah membelokkan hati Salomo kepada berhala.

11:3Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.

Salomo memerintah selama 40 tahun dan dalam 40 tahun itu dia berhasil mengoleksi istri dan gundik sebanyak 1.000 orang, berarti rata-rata dalam satu tahun 25 kali menikah, atau dalam satu bulan 2 kali menikah.

Salomo mencintai perempuan asing artinya Salomo tidak peduli kepada firman TUHAN, dia malahan melampiaskan hawa nafsunya dengan perempuan-perempuan asing itu.

  • Kata “mencondongkan” muncul 3 kali dalam 1 Raja-raja 11 : 1-4, artinya Salomo mulai kehilangan fokus kepada Tuhan.
  • Ketika fokusnya mulai beralih dari TUHAN kepada istri-istrinya, maka firman TUHAN jadi batu sandungan bagi Salomo.

Pernahkah kita mengalami, ketika firman Tuhan menekan kita seakan-akan menjadi sesuatu yang membuat kita sulit bergerak?

  • Masalahnya, mengapa kita cenderung mempertanyakan kepada Tuhan, “mengapa begini atau mengapa begitu?” Karena kita sudah tidak focus lagi kepadaTuhan.
  • Ketika kita sudah tidak focus lagi kepada Tuhan dan mulai menoleh ke kanan kiri kita, sehingga kita mulai berkata, “mengapa ikut Tuhan jadi serba sulit, serba salah?”
  • Kalau orang yang punya pikiran seperti itu, berarti dia belum cinta Tuhan sebagai satu-satunya Tuhan.
  • Sebenarnya Firman Tuhan bukanlah tekanan bagi kita, kalau kita melakukan firman Tuhan itu karena kita mencintai Tuhan dan bukan karena terpaksa.

Oleh karena itu fokus kita kepada Tuhan harus bersungguh-sungguh dan tidak boleh menyimpang kekiri ataupun kekanan.

Dengan demikian maka dapat kita lihat bahwa awal kemunduran rohani Salomo “disebabkan adanya kedamaian dan kenyamanan hidup penuh kemewahan” sehingga Salomo dengan mudah mengumbar cintanya kepada perempuan-perempuan asing itu.

Pengalaman “percintaan yang salah dan penuh kemewahan dalam kehidupan Salomo”, mengingatkan kita bahwa posisi nyaman dalam hidup ini, bisa membawa saudara dan saya kepada masa kesuraman.

  • Kedamaian yang saudara cari selama di dunia ini, adalah kedamaian semu yang akan membawa saudara tidak pernah jadi rohani.
  • Kalau saudara mencintai Tuhan sebagai satu-satunya cinta saudara, dalam situasi apapun saudara akan nyaman meskipun ada badai datang menerpa.
  • Jika saudara tidak bisa tidur nyenyak, triknya adalah begitu naik ke tempat tidur jangan pikirkan masalah dan jangan bawa masalah.
  • Begitu juga kalau saudara pelayanan naik mimbar, jangan bawa masalah hidup saudara ke mimbar, karena bisa membuat saudara menangis terisak-isak di mimbar mengasihani diri sendiri.

Kalau saudara punya banyak masalah yang menghimpit hidupmu :

  • Lebih baik saudara datang kepada Tuhan dan lepaskan semua masalah itu dan serahkan kepada Tuhan.
  • Barulah saudara bisa naik mimbar untuk pelayanan tanpa masalah.
  • Barulah saudara bisa naik ke tempat tidur dengan damai tanpa masalah.

Selama saudara masih punya kehendak dan keinginan pribadi, maka kamu tidak akan bisa focus kepada Tuhan, karena pada dasarnya kamu masih focus pada diri sendiri.

1 Tawarikh 22 : 9-10

22:9 Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya.

22:10 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan dialah yang akan menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya.

Inilah janji Tuhan kepada bangsa Israel, tetapi ternyata TUHAN mengoyakkan kerajaan Salomo menjadi dua kerajaan.

Mengapa hal ini sampai terjadi?

  • Karena semuanya kembali kepada keputusan kita masing-masing, maukah kita taat dan setia ikut Tuhan dan terima janji-janji Tuhan?
  • Maukah kita di kukuhkan menjadi warga Kerajaan-Nya, maukah kita dipermuliakan bersama dengan Tuhan?
  • Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing.

Kita harus berjalan dalam kebenaran firman Tuhan untuk meraih janji itu.

  • Misalnya,si A mau saya beri minuman, tetapi si A harus melalui jalan yang telah saya atur baginya untuk bisa mendapatkan minuman itu.
  • Si A tidak boleh menggunakan jalan sesuai kemauan si A sendiri, karena saya butuh ketaatan dari si A.
  • Jadi ketaatan kitalah yang akan membawa kita untuk meraih semua janji-janji Allah.

Bagaimana caranya meraih janji Allah, semuanya ada dalam firman Tuhan, tetapi apakah kita berhasil meraih janji Tuhan itu, tergantung dari sikap dan perilaku kita sendiri dalam kehidupan kita masing-masing.

  • Masalahnya, bagaimana mungkin kita bisa meraih janji Allah kalau kita hidup sembarangan?
  • Bagaimana mungkin kita bisa meraih janji Allah kalau kita hidup tidak sungguh-sungguh mencari Allah?
  • Kenyamanan yang Tuhan berikan untuk saudara dan saya, bukan untuk menikmati dosa, tetapi supaya saudara benar-benar mencari Tuhan.

Dalam 1Tawarikh 22 : 10 dikatakan dia lah (Salomo) yang akan mendirikan rumah bagi Allahku.

  • Salomo akan mendirikan rumah bagi TUHAN, tetapi bagaimana mungkin Salomo bisa mendirikan rumah bagi TUHAN tanpa terlebih dahulu menciptakan keamanan?
  • TUHAN buatkan keamanan bagi Salomo terlebih dahulu, baru kemudian Salomo focus mendirikan rumah TUHAN.
  • Tuhan sedang mendirikan bait-Nya di dalam saudara dan saya, tetapi bagaimana caranya kalau banyak masalah di sekitar kita?
  • Justru permasalahan itulah yang membuat kita mendekat kepada Tuhan, mencari Tuhan dan menemukan yang abadi, bukan yang semu.
  • Sebaliknya, bila yang kita prioritaskan adalah kedamaian semu (misalnya yang penting asalkan ada uang atau asalkan masalah beres), maka hal tersebut justru akan membuat kemunduran rohani kita.

Seharusnya kita punya prinsip, bagaimana caranya meskipun ada badai menerpa dalam hidup kita, kita tetap damai, aman, nyaman bersama dengan Tuhan?

  • Apapun yang kita hadapi dan lalui, percayalah bahwa Tuhan ada bersama kita dan Tuhan merancangkan masa depan kita yang penuh pengharapan.
  • Permasalahannya, fokus kita kepada Tuhan yang tidak benar, masih ada masalah besar di sekitar kita.
  • Kita masih memberhalakan harga diri kita, kita masih memberhalakan saudara-saudara kita, kita masih memberhalakan orangtua kita, kita masih memberhalakan suami atau istri kita.
  • Bahkan kitapun masih memberhalakan harta kekayaan kita dan segala hal termasuk yang ada disekitar kita.

Banyak orang menangis karena tidak punya uang, tetapi mereka tidak pernah menangis walaupun mereka tidak punya Tuhan.

  • Berapa banyak orang menangis karena tidak sehat fisiknya, tetapi mereka tidak menangis ketika rohaninya tidak sehat.
  • Berapa banyak orang bisa menangis karena dia sadar rohaninya sedang tidak sehat, sehingga dia harus memperbaiki semuanya serta harus mengejar ketertinggalannya?
  • Fokus nya bukan kepada apa yang ada di dunia ini, tetapi kepada apa yang Tuhan siapkan untuk kita. Mengapa demikian?
  • Karena yang di dunia ini sifatnya sekunder, tetapi yang di sorga itulah yang primer dan yang kekal, serta merupakan tujuan akhir yang kita cari dan yang kita rindukan.

Kita harus sadar bahwa keamanan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita seharusnya dipakai untuk mencari Tuhan, tetapi jangan seperti Salomo yang memakai keamanan itu untuk mencari istri baru setiap hari.

  • Kenyamanan hidup di dunia ini cenderung akan menggiring seseorang lupa akan firman Tuhan.
  • Ada yang berkata “kalau diberkati baru bisa hidup kudus”.
  • Bila dalam posisi tidak diberkati saja kamu tidak kudus, apalagi dalam posisi diberkati kamu tidak akan hidup kudus, bahkan lebih kotor.

Bila disaat kekurangan kita bisa setia, seharusnya disaat kelimpahan pun kita bisa lebih bersyukur kepada Tuhan.

  • Kalau dalam kekurangan saja kita tidak bisa bersyukur, bagaimana mungkin kita bisa bersyukur ketika kita dalam kelimpahan?
  • Apabila dalam kelimpahan saudara baru bersyukur, itu ucapan syukur semu dan itu bukan rohani yang benar, bukan kekristenan yang benar.

Waspadalah, kenyamanan hidup akan menggiring seseorang ke posisi lupa akan firman Tuhan.

Yosua 1 : 8

1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Jangan lupa memperkatakan kitab Taurat, tetapi renungkanlah itu siang dan malam.

  • Misalnya seseorang menyakiti kita, ternyata kita tidak bisa lupa terhadap orang itu maka hal itu wajar bagidaging, tetapi masalahnya, ketika saudara tidak melupakan orang yang menyakiti saudara tersebut, berarti saudara telah melupakan firman Tuhan.
  • Banyak orang tidak bisa lupa dengan masalahnya, sehingga tanpa dia sadari dia tidak bisa bersyukur karena ada masalah yang mengganjal hati-nya sehingga dia lupa dengan firman Tuhan
  • Tuhan mau selama saudara dalam posisi sedang diberkati atau dibawah sekalipun, saudara jangan sampai lupa memperkatakan firman Tuhan.
  • Kalau saudara tidak lupa akan firman Tuhan, masa Tuhan akan lupa dengan saudara?
  • Tuhan tidak akan melupakan kita, Tuhan pasti akan ingat dengan kita, tetapi permasalahannya, kita lah yang sering lupa dengan Tuhan.

Awal kejatuhan Salomo ketika dia menikahi anak Firaun.

1 Raja-raja 3 : 1

3:1 Lalu Salomo menjadi menantu Firaun, raja Mesir; ia mengambil anak Firaun, dan membawanya ke kota Daud, sampai ia selesai mendirikan istananya dan rumah TUHANdan tembok sekeliling Yerusalem.

Salomo menjadi menantu Firaun karena Salomo mengawini anak perempuan Firaun, raja Mesir dan “membawa istrinya itu ke kota Daud”.

  • Kota Daud adalah kota damai sejahtera dari TUHAN.
  • Jadi Salomo membawa “kuasa gelap” ke dalam “kota damai sejahtera”.
  • Karena Salomo sudah lupa dengan firman TUHAN.
  • TUHAN berkata, “kamu tidak boleh membawa orang-orang Mesir ke kota Daud”, tetapi Salomo tidak peduli dan membawa putri Firaun yang sudah jadi istrinya dan istri-istri lainnya masuk ke Kota Daud.

Banyak orang yang melihat penampilan fisik seseorang, dan ketika kita melihat fisik seseorang sempurna, maka kita pun bisa lupa dengan firman Tuhan.

Sekedarnasehat bagi muda-mudi yang belum menikah, jangan terlalu melihat “tiga hal” yaitu ketampanan/kecantikan, kemapanan dan kepintaran seseorang.

  • Kalian harus mengesampingkan “tiga hal” tersebut diatas dalam mencari pasangan.
  • Para pemuda tidak usah cari wanita yang cantik karena cantik itu relative, demikian pula halnya dengan para pemudinya.

Para pemudi tidak usah tergila-gila kepada pemuda tampan, karena tampan itu relative, karena seringsekali seorang pemuda yang terlihat tampan dan baik serta sopan santun itu “sesungguhnya hanya telur busuk dan seorang playboy kawakan”.

  • Juga tidak usah cari yang mapan, karena semuanya hanya sementara.
  • Tidak usah cari yang pintar karena saat tua akan pikun juga.
  • Semuanya hanya bersifat sementara tidak ada yang abadi.
  • Tetapi bagaimana caranya kita mencari kehendak Tuhan, mencari isi hati Tuhan dan mencari perasaan Tuhan?

Kenyamanan yang dimiliki Salomo di dalam TUHAN tidak cukup bagi Salomo, sehingga Salomopun berpikir bagaimana caranya supaya bisa lebih nyaman lagi.

  • Maka Salomo pun mengambil perempuan yang cantik-cantik menjadi istri dan gundiknya dan membawa mereka masuk kedalam kota Daud, walaupun TUHAN tidak berkenan.
  • Berapa banyak orang Kristen bercermin pada Salomo sehingga berusaha menciptakan kenyamanannya sendiri seperti Salomo?
  • Mereka berusaha menciptakan kenyamanannya dengan segala cara.

Kita tidak peduli dengan isi hati Tuhan, kita tidak peduli dengan perasaan Tuhan, tetapi yangkita pedulikan bagaimana caranya supaya kita tenang, aman dan nyaman?

  • Banyak yang menciptakan kenyamannya sendiri dengan cara menyatu dengan dunia.
  • Salomo mulai jatuh cinta dengan dunia, yang menyebabkan kenyamanan dirinya menjadi pusat perhatiannya.
  • Jangan mencari kenyamanan bagi dirimu sendiri karena kamu telah mendapatkan kenyamanan di dalam Tuhan.
  • Jangan pernah mencari kenyamanan selama di dunia karena dunia bukan rumah kita dan bukan tempat kita.
  • Kita harus selalu ingat dan sadar bahwa kita hanya singgah atau menumpang sementara di dunia ini sehingga janganlah kamu berpikir bisa hidup nyaman di dunia.

Kalau kita sudah mengetahui dan menyadari bahwa “dunia tempat kita bermukim” sekarang ini bukan tempat kita, maka untuk apa kita mencari kenyamanan selama kita menumpang didunia ini?

  • Kalau kita mau menciptakan keamanan diri sendiri, kita bisa melupakan firman Tuhan.
  • Kalau fokus kita hanya mengejar harta kekayaan dunia, maka kita tidak akan ingat untuk mengejar Tuhan lagi.
  • Ketika ajal kita sudah tibawaktunya, Tuhan berkata “Aku tidak mengenal kamu karena kamu tidak mengejar Aku, tetapi mengejar harta kekayaandunia.”

Ulangan 7 : 3-4

7:3 Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kau ambil bagi anakmu laki-laki;

7:4 sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamudan Ia akan memunahkan engkau dengan segera.

Salomo pasti tahu firman ini, tetapi mengapa dia melanggar firman TUHAN?

  • Orang yang suka melanggar firman adalah orang yang mementingkan kepentingan dirinya sendiri di luar kebenaran Tuhan.
  • Dosa pelanggaran itulah yang dimaksud dengan kepentingan diri sendiri.
  • Ketika saudara memaksakan keinginan saudara sendiri, hal tersebut telah termasuk dosa karena saudara menuruti kemauan saudara sendiri bukan tunduk kepada keinginan Tuhan.
  • Kondisi yang saudara ciptakan ini bahaya luar biasa bagi saudara.

Orang yang tidak pernah menjadi sekutu Tuhan adalah orang yang tidak bersedia menyingkirkan ego nya, akibatnya dia akan mengalami “kemunduran rohani” yang berkelanjutan sampai ajalnya tiba.

  • Salomo menanamkan kerusakan dan kehancuran untuk masa depannya.
  • Tanpa engkau sadari ketika egomu yang muncul, ketika kemauanmu yang muncul, ketika kehendakmu yang muncul dan engkau menurutinya tanpa kamu sadari pula, maka sebenarnya kamu sedang menanamkan benih kerusakan bagi masa depanmu.

Galatia 6 : 7

6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Jangan sesat! Jangan berpikir jika engkau menyakiti hati Tuhan, engkau tidak akan menuai akibat semua perbuatanmu.

  • Memang Tuhan Maha Pengampun tetapi setiap celah yang ada pada diri seseorang, menjadi sasaran tembak dari kuasa kegelapan.
  • Kalau satu kali berbuat dosa Tuhan mengampuni, dua kali berdosa Tuhan mengampuni, tiga kali dan seterusnya Tuhan bisa mengampuni, tetapi permasalahannya kalau celah terbuka terus maka engkau tidak akan tahu kapan roh jahat akan menyerangmu.
  • TUHAN memberi Salomo hikmat karena hikmat adalah TUHAN sendiri.

Apakah hikmat itu?

Amsal 1 : 1-5

1:1 Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel,

1:2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna,

1:3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran,

Hikmat adalah kebenaran, keadilan dan kejujuran, karena hikmat adalah sifat dan karakter TUHAN dan hikmat adalah TUHAN sendiri.

1:4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda —

1:5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan –

Hikmat adalah pengenalan akan Tuhan

Amsal 1 : 7-8

1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Hikmat adalah takut akan TUHAN. Kalau saudara hidup takut akan TUHAN maka saudara baru bisa dikatakan orang berhikmat, tetapi kalau saudara hidup sembarangan, hidup di bawah naungan dosa, saudara adalah orang bodoh.

1:8 Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu

1:9 sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.

Artinya engkau akan dipermuliakan.

Hikmat juga berarti ketertundukan.

  • Jika engkau memiliki hikmat berarti engkau tunduk kepada kebenaran.
  • Kesimpulan, HIKMAT adalah mengerti pikiran dan perasaan Kristus.

1 Raja-raja 10 : 4

10:24 Seluruh bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya

Salomo jatuh dalam dosa dengan menikahi anak perempuan Firaun. Dia dapat kenyamanan tetapi akhirnya rohaninya mundur.

Tetapi hikmatnya tersohor keseluruh bumi, dan akhirnya seluruh bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah di taruh Allah di dalam hatinya.

Pertanyaannya :

Ketika Salomo berlumuran dengan lumpur dosa, “apakah hikmatnya pergi meninggalkan Salomo?”

Jawabannya :

  • Tidak, karena hikmat itu adalah Allah sendiri.
  • Kuasa Allah tetap menyertai Salomo.
  • Hal ini sama dengan Matius 7 : 22-23

Matius 7 : 22-23

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Kita masih melakukan kuasa dengan menumpangkan tangan ke orang lain, masih pelayanan, masih melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan.

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Tetapi dia memakai kuasa Tuhan untuk kepentingannya, untuk namanya, untuk dirinya. Sama seperti Salomo, mereka tetap memakai karunia hikmatnya, tetapi akhirnya merekapun sama seperti Salomo, mereka juga ditolak oleh Tuhan.

1 Raja-raja 10 : 24

10:24 Seluruh bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya

Dari berbagai perjuru bumi orang-orang berdatangan kepada Salomo untuk mendengar dan menyaksikan hikmat Salomo.

  • Banyak hamba Tuhan gencar sekali berkhotbah memberitakan firman Tuhan, tetapi hubungan pribadinya dengan Tuhan sudah tidak ada.
  • Banyak orang yang masih giat pelayanan, tetapi hubungan pribadinya dengan Tuhan tidak ada.
  • Meskipun demikian mereka tetap dipakai Tuhan, karena Tuhan memberi dia kesempatan untuk berubah.
  • Tetapi kalau dia tidak mau berubah juga, itu urusan dia sendiri. Nanti pada saatnya Tuhan akan berkata “Aku tidak mengenalmu”

Ingatlah, walaupun kamu rajin pelayanan dari pagi sampai malam, dari hari Senin sampai Senin berikutnya, tetapi kalau kamu tidak mau berubah, karakter lama masih tetap bercokol di dalammu, sedangkan ciptaan baru samasekali tidak ada tanda-tanda kehadirannya, maka Tuhan tidak akan mengenalmu. Mengapa demikian?

  • Karena yang Tuhan kenal adalah orang Kristen ciptaan yang baru, bukan manusia yang lama.
  • Tuhan tidak mengenal manusia lama saudara, karena yang lama itu bukan lahir dari Allah.
  • Karena manusia yang lama itu lahir dari perut ibu saudara, tetapi yang baru lahir dari Roh Allah.
  • Kalau saudara bertemu Tuhan ketika saudara meninggal, bila saudara masih dibalut manusia yang lama, maka Tuhan tidak mengenal saudara karena Tuhan mencari ciptaan yang baru dalam saudara bukan yang lama.

Mengapa banyak orang Kristen hari ini yang sudah melayani, sudah ikut Tuhan tetapi ternyata karakter, sifat dan gaya hidup lamanya masih hidup di dalam mereka?

Saya rindu kita semua tidak punya keinginan manusia lama lagi, tetapi kita memiliki keinginan yang baru di dalam Tuhan, yang menjadikan Tuhan segala-galanya bagi kita, dan sudah tidak mau pusing lagi dengan apapun.

Puncak kehidupan Salomo ada di 1 Raja-raja 11 : 6

1 Raja-raja 11 : 6

11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.

Padahal nubuat TUHAN atas Salomo indah sekali bagi dirinya sendiri dan bagi bangsa Israel, tetapi daginglah yang mendorong dia melakukan yang jahat dihadapan TUHAN, karena dia tidak mengikuti standard Daud bapaknya.

Daud mengikuti TUHAN dengan cara TUHAN dan ini menjadi standart hidup umat Israel pada masa hukum Taurat yaitu orang harus melampaui standart hidup Daud.

  • Daud adalah type manusia yang baik di hadapan Tuhan.
  • Meskipun dia membunuh Uria sehingga tangannya berlumuran darah, tapi hatinya terus mencari TUHAN dan membereskan dirinya pada TUHAN.
  • Di akhir hidupnya dia terus menyerukan nama TUHAN, bahkan sampai di pembaringan akhir hidupnya yang dia serukan hanya nama Tuhan.
  • Daud terus membereskan dirinya sampai dia benar-benar tahu kebenaran yang sesungguhnya.

Dalam Perjanjian Lama standart hidup dilihat dari standart hidup Daud, oleh karena itu orang Israel harus hidup seperti Daud.

  • Karena Daud manusia biasa, maka TUHAN berikan standart hidup yang rendah pada masa hukum Taurat itu.
  • Sedangkan pada masa Perjanjian Baru, standart hidup dilihat dari standart hidup Yesus yaitu Allah yang menjadi manusia, oleh karena itu kita harus hidup seperti Yesus.
  • Pada masa Perjanjian Baru “Tuhan ada di dalam kita”, guna memampu-kan dan membuat kita bisa melewati setiap masalah dalam hidup kita.

Pada masa hukum Taurat, “TUHAN tidak berada didalam umat Israel”, tetapi “hanya berada di luar mereka” atau di sekitar mereka.

  • Oleh karena itu, di zaman hukum Taurat seorang laki-laki diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu, contoh Abraham saja punya istri 7 orang.
  • Tentang para istri Abraham, yang dipermasalahkan hanya Hagar, karena menyangkut perjanjian TUHAN dengan Abraham.
  • Mengapa di zaman Perjanjian Lama, boleh memiliki istri lebih dari satu orang, karena Allah “baru berada di antara kita”, belum didalam kita.

Seperti Zefanya katakan, “TUHAN, Allahku, ada di antaramu”, tetapi setelah masuk di Perjanjian Baru, maka “Allah ada di dalam kita”.

  • Apabila “Allah ada di dalam kita”, maka kekudusan dituntut 100% dari kita semua, karena kita sudah menyatu dengan Allah yang kudus.
  • Kalau kita menyatu dengan Allah yang kudus, mengapa kita tidak mau menjadi kudus?
  • Mengapa kita masih cemar terus?
  • Jika kita masih cemar terus, berarti kita belum memenuhi standart yang telah Tuhan tetapkan.

TUHAN tetapkan standart hidup seperti Daud di Perjanjian Lama, sedangkan di Perjanjian Baru standartnya adalah Yesus.

  • Tuhan mau saudara memiliki standart hidup Yesus, yaitu Dia ada di dalam saudara.
  • Jika Yesus sudah ada di dalam saudara, maka Yesus akan berdaulat dalam hidup saudara sampai suatu hari nanti Dia benar-benar menjadi Raja dan saudara menjadi hamba.
  • Daging harus diperhamba oleh Tuan dan Tuannya yaitu Yesus.
  • Kalau daging di perhamba oleh Yesus, maka daging harus mati dan kita tidak punya kehendak lagi selain Yesus.
  • Tetapi kalau daging masih kuat, akhirnya Tuhan tidak bisa memerintah di dalam kita.
  • Orang yang dagingnya masih kuat, tidak pernah berjalan dalam kehendak Allah.

Ibrani 3 : 11-12

3:11 sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

3:12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.

Karena begitu banyaknya masalah, begitu banyaknya tekanan selama perjalanan panjang di padang gurun, maka angkatan orang Israel yang keluar dari tanah Mesir, tidak menerima apa yang mereka inginkan memasuki Tanah Perjanjian.

  • Begitu juga orang percaya zaman sekarang, akhirya mereka tidak percaya lagi kepada Allah sampai tidak mau baca Alkitab.
  • Mereka juga tidak mau berdoa karena dia kecewa apa yang dia inginkan tidak dia dapatkan.
  • Sebenarnya kita harus menundukkan diri kita, seraya berkata kepada Tuhan, “Tuhan, apa yang Tuhan inginkan dari saya?”

Kalau kita menginginkan sesuatu dari Tuhan, maka selama kita belum menyatukan “kehendak Allah” dengan “kehendak kita”, maka kita tidak akan mendapatkannya.

Ibrani 3 : 13

3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

Yang Tuhan inginkan dari kita semua supaya setiap hari selama masih ada kesempatan, saudara harus menginjili orang, bicara tentang firman Tuhan, sehingga tidak ada lagi yang menikmati dosa.

  • Dosa bukan untuk dinikmati tapi untuk disingkirkan dari kita.
  • Kalau dosa dinikmati maka dosa akan membuahkan maut bagi kita.
  • Kalau ada dosa yang saudara nikmati, sama saja saudara sedang menelan bom waktu, yang akan meledak suatu hari nanti dalam perut saudara.
  • Dosa bukan untuk ditelan tapi untuk disingkirkan, karena kalau ditelan dosa itu akan meledak di dalam kita dan menjadi masalah bagi kita.
  • Masalah di dunia ini pasti, tapi masalah paling fatal adalah saat kita tidak diterima di sorga, karena tujuan kita ke sorga bukan di dunia.

Ibrani 3 : 14

3:14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

“Kita berpegang pada keyakinan iman kita yang semula” artinya kita hidup suci, hidup kudus, taat, tidak bercacat dan tidak bercela, waspada terhadap tipu daya kenyamanan terhadap dosa.

  • Banyak orang seperti Salomo diperdaya oleh dosa, lalu meninggalkan Allah, karena merasa sudah nyaman menikmati hidup dalam dosa.
  • Inilah yang membawa Salomo kepada kehancuran.

1 Raja-raja 11 : 9-10

11:9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,

TUHAN murka kepada Salomo sebab dia sudah tidak jatuh cinta kepada TUHAN, tetapi jatuh cinta kepada perempuan-perempuan asing disekitarnya.

Padahal TUHAN telah menampakkan diri dua kali kepada Salomo.

11:10 dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.

TUHAN berfirman jangan mengikuti Allah lain, tapi Salomo terus mengikuti Allah lain. Hal inilah yang menyebabkan TUHAN murka kepada Salomo.

  • Berapa banyak dari kita semua yang sudah banyak tahu firman Tuhan?
  • Apakah saudara masih menikmati dunia ini? Tidak boleh lagi.

Kalau kita sudah banyak tahu firman Tuhan, maka kita harus melepaskan kenikmatan dunia, karena ketika kita menikmati dunia, berarti kita telah menelan bom waktu dan bom itu bisa meledak setiap saat dalam bentuk murka Allah.

1 Raja-raja 11 : 11

11:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu.

TUHAN bicara langsung kepada Salomo, “Aku koyakkan kerajaan ini dan Aku berikan kepada hambamu”. Salomo tidak lagi dipermuliakan oleh TUHAN.

1 Raja-raja 11 : 14 – 18

11:14 Kemudian TUHAN membangkitkan seorang lawan Salomo, yakni Hadad, orang Edom; ia dari keturunan raja Edom.

Dari posisi nyaman, TUHAN mulai membangkitkan orang-orang aneh disekitar Salomo.

11:15 Sesudah Daud memukul kalah orang Edom, maka panglima Yoab pergi menguburkan orang-orang yang mati terbunuh, lalu menewaskan semua laki-laki di Edom;

11:16 enam bulan lamanya Yoab diam di sana dengan seluruh Israel, sampai dilenyapkannya semua laki-laki di Edom

11:17 Tetapi Hadad melarikan diri bersama-sama dengan beberapa orang Edom dari pegawai-pegawai ayahnya, dan mengungsi ke Mesir; adapun Hadad itu masih sangat muda.

Ingat! Iblis sudah kalah tapi dia belum menyerah. Kalau dia belum menyerah, mengapa kamu santai?

Orang Edom sudah kalah tapi masih ada yang belum mati, masih ada yang harus diperangi Salomo. Tetapi Salomo langsung santai, lalu bangkitlah orang Edom yang selamat itu melawan Salomo.

11:18 Mereka berangkat dari Midian, lalu sampai ke Paran; mereka membawa beberapa orang dari Paran, lalu mereka sampai ke Mesir kepada Firaun, raja Mesir. Ia ini memberikan rumah kepada Hadad, menentukan belanjanya dan menyerahkan sebidang tanah kepadanya.

Salomo nikah dengan anak Firaun, sementara Firaun (Mesir) memelihara musuh Salomo yaitu Hadad yang telah berkhianat dengan melarikan diri ke Mesir.

Terkadang tanpa kita sadari kita menyatu dengan dunia, kita mengingini dunia yang gemerlap, tetapi kita menutup mata dan telinga walaupun tahu ada racun berbisa di dalam dunia.

11:19 Hadad demikian disayangi Firaun, sehingga diberikannya kepadanya seorang isteri, yakni adik isterinya sendiri, adik permaisuri Tahpenes.

Sebelumnya Hadad musuh Salomo, tetapi sekarang musuh Salomo ini sangat di sayang oleh Firaun, sementara Salomo telah mengawini anak Firaun sehingga menjadi menantu Firaun.

Apa yang terjadi kemudian?

Akhirnya Salomo dan Hadad menjadi satu keluarga dan Salomo turun pangkat dalam keluarga Firaun karena otomatis menjadi keponakan Hadad.

11:20 Lalu adik Tahpenes itu melahirkan baginya seorang anak laki-laki, Genubat namanya, dan Tahpenes menyapih dia di istana Firaun, sehingga Genubat ada di istana Firaun di tengah-tengah anak-anak Firaun sendiri.

Anak Hadad musuh Salomo ada di tengah anak-anak Firaun, berarti anak Hadad berada di tengah istrinya Salomo yang juga merupakan anak Firaun.

Inilah cara kerja iblis untuk membinasakan orang-orang percaya.

  • Kita pikir kita sudah mendapatkan kesenangan dunia, karena kita telah mendapatkan apa yang kita inginkan.
  • Ada yang senang antara lain dengan sex, dengan nikotin dan dengan minuman keras, tetapi tanpa kita sadari sesungguhnya yang kita nikmati itu ada racunnya.
  • Kalau kita suka dengan Allah, itu pasti tidak ada racunnya, sebaliknya menetralisir racun.
  • Tetapi kalau kita suka dunia dan menikmatinya, sama saja dengan menikmati racunnya.

11:21 Ketika didengar Hadad di Mesir, bahwa Daud telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya dan bahwa panglima Yoab sudah mati juga, maka berkatalah Hadad kepada Firaun: “Biarkanlah aku pergi ke negeriku.”

11:22 Lalu bertanyalah Firaun kepadanya: “Tetapi kekurangan apakah engkau padaku ini, maka engkau tiba-tiba berniat pergi ke negerimu?” Jawabnya: “Aku tidak kekurangan apa pun, namun demikian, biarkanlah juga aku pergi.”

Hadad dendam. Jangan berpikir roh jahat tidak dendam, mereka tidak suka jika saudara melakukan firman dan menunggu sampai saudara bisa diserang.

Jika saudara tidak mau diserang waspadalah senantiasa, hiduplah dalam kekudusan.

1 Raja-raja 11 : 23 – 25

11:23 Allah membangkitkan pula seorang lawan Salomo, yakni Rezon bin Elyada, yang telah melarikan diri dari tuannya, yakni Hadadezer, raja Zoba.

11:24 Ia mengumpulkan orang-orang, lalu menjadi kepala gerombolan. Ketika Daud hendak membunuh mereka, maka pergilah mereka ke Damsyik; mereka diam di sana dan di situlah mereka mengangkat Rezon menjadi raja.

11:25 Dialah yang menjadi lawan Israel sepanjang umur Salomo; ia mendatangkan malapetaka sama seperti Hadad. Ia muak akan orang Israel dan menjadi raja atas Aram.

Ini adalah sebab dan akibat dari dosa.

  • Sama halnya dengan yang dialami Salomo, maka dosa juga memporak-porandakan hidup kita, dosa juga menghancurkan hidup kita.
  • Seumur hidup kita akan selalu berperang dengan kuasa gelap, kita ditarik ke kanan, ditarik ke kiri, ditarik ke Tuhan, ditarik ke dosa, silih berganti.
  • Tetapi keputusan akhir ada pada diri kita sendiri.

Jangan pernah berkata keputusan ada di tangan Tuhan. Pendapat itu salah, keputusan ada di tangan kita, apakah kita memilih menjadi milik Tuhan atau menjadi milik setan?

  • Kalau kita pilih ikut Tuhan, lepaskan dunia.
  • Situasi aman dan damai, tujuannya untuk membangun kekuatan dalam Tuhan, bukan untuk menikmati dunia.
  • Terkadang kita merasa semua masalah beres, kedamaian dan keamanan terjamin.

Justru ketika kita ada dalam posisi damai dan aman, kita harus membangun kekuatan di dalam Tuhan karena iblis belum menyerah, setiap saat dia menunggu kita lengah dan akan menyerang kita.

  • Kalau kita tidak membangun kekuatan di dalam Tuhan, maka kita akan kalah dan hancur.
  • Justru pada saat saudara lagi aman-amannya, carilah Tuhan yang benar.
  • Jadi begitu diserang kuasa gelap, kita kuat dan teguh menghadapinya.
  • Keadaan aman bukan untuk menikmati dosa.
  • Mengapa?

Karena ketika dosa tidak diperangi, maka dosa akan bertumbuh dengan subur dan akan berkembang serta berbuahkan kehancuran yang membinasakan kita.

1 Raja-raja 3 : 14

3:14 Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.”

TUHAN berkata kepada Salomo, bahwa dia harus memenuhi standard kehidupan Daud bapanya, tetapi apa yang dilakukan Salomo dan apa akibatnya?

  • Kemudian TUHAN berbicara kepada Yerobeam, Yerobeam ini orang asing.
  • Di nubuatkan bahwa kerajaan Salomo akan dikoyak menjadi dua menjadi kerajaan Yehuda dan kerajaan Israel.
  • Hal ini terjadi karena TUHAN sudah murka terhadap Salomo dan TUHAN akan mengangkat Yerobeam sebagai pengganti Salomo.

1 Raja-raja 11 : 38

11:38 Dan jika engkau mendengarkan segala yang Kuperintahkan kepadamu dan hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan apa yang benar di mata-Ku dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku seperti yang telah dilakukan oleh hamba-Ku Daud,

maka Aku akan menyertai engkau dan Aku akan membangunkan bagimu suatu keluarga yang teguh seperti yang Kubangunkan bagi Daud,

dan Aku akan memberikan orang Israel kepadamu.

TUHAN berkata kepada Yerobeam, bahwa standard hidupmu harus mengikuti standard hidupnya Daud. Mengapa demikian?

Karena TUHAN mau menunjukkan bahwa dalam Perjanjian Lama standardnya mengikuti standard Daud dan di Perjanjian Baru mengikuti standard Yesus.

Kisah Para Rasul 4 : 11

4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri –, namun ia telah menjadi batu penjuru

Yesus adalah batu yang dibuang tetapi Dia menjadi batu penjuru.

Dulu standartnya Daud, tapi sekarang standartnya Yesus sebagai batu penjuru.

Efesus 2 : 20

2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru

1 Yohanes 2 : 6

2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Kedua ayat tersebut diatas mengindikasikan bahwa standard hidup kita harus seperti standard hidup Yesus ketika Dia masih ada di bumi ini sebagai Anak Manusia.

  • Kalau saudara tidak hidup seperti Yesus hidup, suci dan kudus, serta berjalan dalam kebenaran, berarti saudara belum memenuhi standard yang Tuhan tetapkan.
  • Orang yang tidak mencapai standard Yesus tidak akan mendapatkan mahkota ketika diadili didepan PengadilanTakhta Kristus setelah Rapture.
  • Orang yang tidak mencapai standard juga tidak akan dipermuliakan.
  • Kalau saudara ingin dipermuliakan, maka hidup saudara harus mencapai standard Yesus yaitu hidup seperti Yesus hidup.

1 Raja-raja 11 : 40

11:40 Lalu Salomo berikhtiar membunuh Yerobeam, tetapi Yerobeam bangkit dan melarikan diri ke Mesir, kepada Sisak, raja Mesir, dan di Mesirlah ia tinggal sampai Salomo mati.

Ketika Salomo mendengar bahwa TUHAN telah berbicara kepada Yerobeam, maka Salomo pun berusaha membunuh Yerobeam.

  • Tragisnya, Salomo tidak mau berubah, sebaliknya tetap menikmati segala kenyamanan yang diberikan kepadanya, bahkan sampai akhir hidupnya dia tetap tidak mau berubah.
  • Ironisnya justru Salomo berusaha untuk membunuh Yerobeam yang sudah dinubuatkan Allah untuk memimpin kerajaan yang sekarang dipegang Salomo.
  • Juga Salomo berusaha mengubah keadaan dengan caranya sendiri.

Pertanyaannya :

  • Berapa banyak kita orang Kristen tidak mau berubah seperti Salomo, tapi bersemangat sekali untuk diberkati Tuhan?
  • Berapa banyak kita orang Kristen tidak mau berubah seperti Salomo, tapi mau semua yang terbaik dari Tuhan?
  • Berapa banyak kita orang Kristen tidak mau berubah seperti Salomo, tapi berusaha diberkati dengan cara kita sendiri?

Begitu banyak orang Kristen yang berusaha dan bekerja keras hanya untuk memberkati dirinya sendiri, agar mendapatkan kenyamanan dan kenikmatan dunia.

  • Di dunia ini tidak pernah ada kenyamanan yang murni.
  • Kenyamanan murni baru akan saudara dapatkan jikalau saudara menyatu dengan Tuhan.

Banyak orang Kristen yang seperti ini, ketika memperoleh kenyamanan yang mereka dambakan, maka merekapun langsung menikmatinya dan melupakan Tuhan sebagai Sumber Berkat bagi mereka, sehingga merekapun mulai mengalami kemunduran rohani.

  • Tetapi anehnya, mereka yang sudah diberkati ini, diperhadapkan dengan masalah langsung lari dari Tuhan, bukannya memperbaiki kesalahannya, tetapi berusaha keluar dari masalah dengan caranya sendiri.
  • Bagi orang Kristen yang seperti ini, merekapun tidak akan pernah bisa diberkati lagi oleh Tuhan, sebelum datang kembali kepada Tuhan sebagai sumber berkat.

Salomo tidak mau berubah melalui kebenaran dan kehendak TUHAN, sebaliknya dia berusaha mengubah keadaan dengan caranya sendiri.

Kita tidak boleh berpikir dan berbuat seperti Salomo ini.

Oleh karena itu setelah saudara mendengar firman Tuhan hari ini, jangan lagi berusaha mencari kenyamanan dunia ini, karena kenyamanan dunia ini semu dan akan membawa saudara kepada kemunduran rohani.

Sekali lagi perhatikan baik-baik dan ingatlah :

  • Jangan lagi berusaha mencari kenyamanan dunia ini.
  • Lebih baik selama kita hidup menumpang di dunia ini, carilah Tuhan Yesus karena hanya Dia lah Sumber Kenyamanan abadi bagi kita semua dalam kehidupan yang akan datang.

AMIN.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

warta 9 desember 2018 IMAN BUKAN BARTERAN DAN BUKAN TARUHAN

IMAN BUKAN TARUHAN DAN BUKAN BARTERAN

Ketika seorang menjadi percaya, orang tersebut dipindah dari kegelapan dunia kepada terang Tuhan yang ajaib (1Petrus 2:9). Selain itu dia juga ditebus dari cara hidup lama yang sudah diwariskan secara turun temurun (1Petrus 1:18-19). Nyata cara hidup yang lama ini menyeret seseorang kepada kegelapan dunia, karena mereka hanya mengejar kepentingan diri sendiri dan kelompok belaka. Dan pengejaran itu hanyalah pada apa yang tampak (duniawi).

Memang tidak mudah beralih kepada terang yang tidak memusingkan apa yang bisa dilihat (2Korintus 4:18) sementara kita terjebak didalam tubuh daging yang terbiasa hidup mengandalkan indra, kekuatan, pengalamanan dan juga pengetahuan. Rasul Paulus menginggatkan kita dalam 2 Korintus 5:4, selama didalam tubuh tidak mudah kita fokus kepada Tuhan, kita harus lebih dulu menanggalkan manusia lama dengan segala kebinasaannya lebih dulu.

Bagaimana jadinya jika seseorang tidak bergelut dan tidak menjerit untuk melepas pakaian lamanya? Yang paling nampak bukan ibadah dalam arti liturgisnya melainkan gaya hidupnya yang sembrono dan suka-suka. Dua hal yang tertampak dalam kerohanian mereka, yang pertama iman percaya bukanlah penyerahan diri total atau penyerahan hidup total melainkan hanya sebatas taruhan belaka. Orang seperti ini akan menempatkan Tuhan hanya sebagai pengisi kekosongan (dari pada tidak berTuhan), bukan sebatas pemahaman, pengenalan dan kerinduan.

Nyata dewasa ini banyak sekali yang menaruh imannya hanya sebatas taruhan. Orang seperti ini tidak mengenal arti kata kesetiaan apalagi pengabdian. Mereka percaya Tuhan hanya sebatas penolong, bukan sebagai majikan yang dipertuan. Orang ini akan kecewa dan kecewa kepada Tuhan ketika apa yang diingini tidak terpenuhi. 

Saya secara pribadi menyebut mereka orang Kristen yang berspekulasi dengan keselamatannya (kalau-kalau Tuhan bisa tolong saya, tapi jika tidak yang cari yang lain). Iman percaya mereka anggap sebagai taruhan untung-untungan. Saudaraku tidak jaminan berapa lama engkau ikut Tuhan jika engaku masih sering kecewa dengan keadaan dan Tuhan berarti engkau masih meletakan iman hanyalah taruhan belaka.

Yang kedua, banyak orang percaya dewasa ini menjadikan iman sebagai sarana barteran. Pekerjaan pelayanan yang dilakukan bukan berdasar ketulusan melainkan untuk kepentingan didalamnya. Banyak orang merasa telah memberi persembahan maka persembahan akan dibalas seratus kali lipat. Orang seperti ini menjadikan Tuhan sebagai rekan bisnisnya bukan sebagai Tuhannya. Mereka tidak akan pernah bisa memahami arti syukur dan percaya kalau Tuhan mempersiapkan yang terbaik.

PESAN TUHAN MELALUI NUBUATAN 2 DESEMBER 2018

PESAN NUBUATAN GPPKCHOSEN GENERATION                                  MINGGU  2 DESEMBER2018 PUKUL 21.00-SELESAI                            Oleh Ps. FerdiGodjali

Tuhan mengajak jemaat untuk menyembah dan menikmati-Nya (menyanyikan lagu kumuliakan namaMu Tuhan dengan lembut) , Tuhan ingin  berdansa dengan kita dan nikmati dimana kita sedang bersentuhan dengan-Nya. DIA real … DIA sedang berdansa dengan kita , nikmati DIA. Saya (gembala jemaat) melihat kita sedang berdansa dengan DIA …. saya (gembala jemaat) melihat terang.

 Mulai malam ini tidak ada lagi rohani yang mati, jika selama ini kita selalu bertanya kepada Tuhan dimana Tuhan, tetapi Tuhan sesungguhnya berkata AKU ada dan AKU selalu memperhatikanmu kata Tuhan, AKU melihatmu engkau tidak pernah lepas dari pandangan-KU walaupun engkau keluar dari jalur-KU,  AKU tetap menunggumu, AKU tetap menjagamu seperti gembala kepada domba. AKU akan merobek mulut singa apapun yang bisa membahayakanmu dan mencelakakanmu AKU akan menghancurkan jika engkau mau bersama dengan AKU. Anak-KU kamu ada didalam hati-KU percayakah kamu kalau AKU selalu memperhatikanmu ?

Ditengah sukacitamu, ditengah deritamu, AKU selalu ada anak-KU. Tuhan mau kita seperti layang-layang walaupun banyak angin menerpa banyak badai mendera tetapi layang-layang semakin terbang tinggi  angin tidak bisa menghancurkannya ,badai tidak bisa menghancurkannya tetapi justru membuatnya semakin tinggi.

AKU sedang mengendalikanmu anak-KU engkau cukup mempercayakan hidupmu kepada-KU dan jangan engkau takut lagi. Semakin engkau dekat dengan-KU semakin engkau melihat kuasa-KU, semakin engkau mendekat pada-KU semakin engkau melihat tangan-KU bekerja bagimu.  Semakin engkau jauh dari pada-KU semakin engkau tidak mendapatkan apa-apa. Semakin engkau menyimpang dari jalan-jalan-KU semakin engkau dalam bahaya. AKU mau engkau kembali kejalan-KU, kembali ketangan-KU, kembali pada pelukan-KU, kembali pada kehendak-KU.

Tuhan berkata dari sekian banyak yang dipilih Tuhan, maukah engkau setia pada-KU ? karena yang AKU cari adalah orang-orang yang setia ditengah badai dan yang tetap bersyukur didalam segala hal, terus ikuti Tuhan walaupun semua tidak menentu. Tuhan berkata percaya bersama Tuhan semua pasti.

Tuhan berkata hari ini aku membuka lembaran baru dalam hidupmu yaitu lembaran yang putih bersih yang benar-benar baru, isi lembaran-lembaran putih itu yang bermanfaat bagi-KU, isi lembaran-lembaran itu yang indah dihadapan-KU.

Tuhan berkata mahkota sudah menanti bagi siapapun yang setia dan yang mendengar suara-KU, ada upah yang besar yang KU siapkan bagimu kekasih-kekasih hati-KU milik kepunyaan-KU, kesukaan-KU.

Kasih kebanyakan orang akan menjadi suam, …. saya ( gembala jemaat ) diberi penglihatan entah di indonesia atau negara lain Tuhan berkata politik berdarah, apakah pemilu kali ini adalah pemilu yang berdarah ? karena kasih sudah menjadi suam, orang akan mementingkan akan kepentingan diri sendiri tidak perduli lagi dengan sesamanya. Mereka mementingkan golongan, mementingkan pribadinya, mementingkan kehendaknya. Sekali lagi Tuhan berkata politik berdarah ……..

Tuhan sedang meletakan tangan-Nya atas indonesia, bagi orang-orang dunia ini adalah tekanan … tetapi bagi anak-anak Tuhan ini adalah loncatan, karena kita meloncat ketangan Tuhan dan Tuhan akan membawa kita lebih tinggi lagi. Tuhan sedang membersihkan indonesia dari semua orang-orang yang sedang membuat kerusuhan, keributan atas indonesia Tuhan bersihkan semuanya.

Tuhan berkata … anak-anak Tuhan harus berdiri,  bukan tidak perduli dengan keselamatan bangsanya tetapi berdiri menyatakan kebenaran, menjadi saksi, membawa terang, menjadi garam bagi dunia ini.

Jikalau engkau memusingkan perkara-perkaramu, memusingkan dirimu Tuhan berkata kapan engkau memusingkan pekerjaan-KU ? jika engkau terus memusingkan dirimu kapan engkau akan bermanfaat bagi-KU ? Mulai hari ini pandang Tuhan hidupmu akan berarti bagi Tuhan.

Sekali lagi Tuhan berkata keadaan sudah tidak menentu, semua harga-harga akan naik , semua tidak menjadi baik tetapi Tuhan berkata siapapun yang bersama dengan AKU dia akan melihat kasih-KU, melihat kuasa-KU dan melihat penyertaan-KU dalam hidupmu.

Maukah engkau menggantungkan harapanmu kepada Tuhan? maukah engkau tetap percaya kepada Tuhan walaupun tidak melihat sampai detik ini? Maukah engkau tetap berjalan bersama dengan Tuhan walaupun semua nampak tidak pasti?  Iblis akan menyarukan matamu supaya engkau tidak melihat tangan Tuhan yang memegangmu, tidak pernah merasakan tangan Tuhan yang menyertaimu. Iblis akan menyarukan semua dengan masalahmu dengan kepentinganmu,dengan keinginanmu tetapi hari ini Tuhan berkata kepadamu ana-KU percayalah kepada-KU dan jangan kamu ragu.  Semua akan meninggalkanmu tapi kasih-KU tidak pernah lari daripadamu .

AKU menjadikanmu anak-anak panah yang akan menembus jantung-jantung musuh, doa-doamu akan menghancurkan kegelapan, doa-doamu akan dipakai untuk memporak porandakan kerajaan iblis.

 Tuhan berkata persiapkan dirimu ….persiapkan dirimu !!! ayoo nak … ayoo nak naik lebih tinggi. Dibawah engkau akan melihat gelap tetapi semakin tinggi engkau semakin dapat melihat betapa cerahnya hidup ini, betapa cerahnya masa depanmu, betapa cerahnya masa depan anak-anakmu. Percayalah semakin engkau tinggi dan ketika engkau melihat dari ketinggian betapa kecil masalahmu, betapa tidak berarti masalahmu. Semakin engkau tinggi semakin engkau berani menghadapi masalahmu. Tuhan berkata naik … naik…naik kegunung-KU dan lihat betapa kecil masalahmu dan tidak berartinya persoalanmu.

Tuhan berkata sangat tegas … iman bukan taruhan tetapi iman itu adalah kepastian, jika engkau berkata engkau beriman dan percaya pada Tuhan bukan berarti engkau bertaruh percaya atau tidak. Tuhan berkata jika engkau percaya maka engkau tahu pasti Tuhan melakukan yang terbaik bagimu. Sekali lagi Tuhan berkata iman bukan taruhan, bukan perjudian tetapi iman itu kepastian yaitu berjalan bersama Tuhan yang pasti, mempunyai masa depan yang pasti,mempunyai harapan yang pasti dan tidak akan pernah akan mengecewakanmu.

Tuhan berkata iman itu bukan barter………..  kalau saya beriman Tuhan mau kasih apa buat saya? Sekali lagi Tuhan berkata itu bukan iman, tetapi iman adalah orang yang menyerahkan segala-galanya tanpa menuntut apapun. Sekali lagi Tuhan berkata iman bukan barteran yang bisa ditukar jika saya percaya pada Tuhan , Tuhan bisa beri apa buat saya? Tuhan beri saya harta, Tuhan beri saya kekayaan ……. Itu bukan iman. Jika saya meninggalkan dosa Tuhan lakukan sesuatu buat saya, itu bukan iman. Iman adalah bukan sekedar meninggalkan dosa tetapi menyerahkan hidup bagi Tuhan tanpa menuntut apapun karena kita percaya Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita semua.

Saya (gembala jemaat) melihat ada satu negara besar yang bergoncang melalui gempa ( Doa sepakat bersama jemaat agar anak-anak Tuhan dilindungi dan melalui bencana ini injil kebenaran Tuhan dapat masuk dan terjadi pertobatan besar-besaran)

Tuhan berkata AKU sedang mencari anak-anak yang mau mengikuti AKU yang mau setia pada-KU dalam situasi apapun, anak-anak yang benar-benar mau taat dengan Tuhan dalam situasi apapun …..Tuhan berkata AKU sedang mencari …. AKU sedang mencari. Tuhan berkata AKU menemukan di gereja ini ( Chosen Generation ). Tuhan berkata banyak jiwa-jiwa ditempat ini yang benar-benar mencari AKU, mengikut AKU, mau belajar dengan-KU rela menyerahkan segala-galanya, rela untuk di didik, dibentuk dan diproses oleh-KU. AKU menemukannya ditempat ini (gereja Chosen Generation).

Doa bersama ; Tuhan terimakasih karena Engkau telah membawa kami sejauh ini , Tuhan Yesus aku mau lebih lagi didalam-Mu. Mengikuti-Mu, percaya pada-Mu,melayani-Mu, setia pada-Mu, taat pada kehendak-Mu. Tuhan Yesus terimakasih.

Tuhan berkata berhenti mengandalkan kekuatanmu, berhenti mengandalkan pola pikirmu, berhenti mengharapkan sesuatu dari dunia, berhenti berjalan sesuai keinginan dirimu sendiri. Tuhan berkata ingat ini anak-KU berhenti dari kehendakmu, menyatulah dengan-KU sehingga engkau akan berjalan sesuai dengan kehendak-KU. AMIN


2 DESEMBER 2018 BAIT ALLAH DAN ISTANA SALOMO (VIDEO KHOTBAH)

KASIH ALLAH YANG MENYELAMATKAN – 18 & 25 NOVEMBER 2018



“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yanghilang” (Lukas 19 : 10)

“KASIH  ALLAH”

YANG MENYELAMATKAN

KHOTBAH  :  PS.FERDI GODJALI

GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA

18 & 25 NOVEMBER  2018

=============

SHALOM !

Tema khotbah dalam ibadah raya pada hari Minggu, tanggal 18 November 2018 hari ini adalah“KasihAllah Yang Menyelamatkan”, tetapi karena materi khotbahini cukup banyak, maka akan dibahas dalam 2 kali ibadah raya, yaitu tanggal 18 Novemberhari ini dan akan dilanjutkan lagi tanggal 25 November 2018.

Tentang tema ini Yesus berbicara skematis, tertata dan teratur rapi luar biasa dalam Alkitab, membuktikan bahwa Yesus benar-benar firman yang hidup.

Mungkin kita tidak menyadarinya tentang ayat-ayat ini ketika kita membacanya, tetapi hari ini Tuhan akan mengajarkan tentang topik ini kepada kita semua, supaya kitabenar-benar dapat melihat dan memahami bahwa ternyata beginilah caranya Yesusberbicara kepada para murid-Nya.

Dalam Lukas pasal 15, Yesus memberikan 3 perumpamaan, sebagaiberikut :

  1. Perumpamaan tentang “domba yang hilang”

(Ada 100 domba, yang hilang 1 domba, jadi 1 : 100).

2.Perumpamaan tentang “dirham yang hilang”

(Ada 10 uang dirham, yang hilang 1 uang dirham, jadi 1 : 10).

3. Perumpamaan tentang “anak yang hilang”

(Ada 2 anak , yang hilang 1 anak, jadi 2 : 1).

Perumpamaan-perumpamaan ini menggambarkan “tiga pribadi” yang bekerja untuk menyelamatkan semua umat-Nyayang tersesat dan membawa yang tersesat atau yang terhilang tersebut kembalikepada Bapa Sorgawi.

  • Dalam perumpamaan domba yang hilang,Tuhan Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Gembala. Dia adalah Gembala yang baikmenyelamatkan domba.
  • Dalam perumpamaan dirham yang hilang, Tuhan Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai pribadi Roh kudus.
  • Dalam perumpamaan anak yang hilang,menggambarkan pribadi Bapa dimana anak yang hilang itu akan kembali kepada Bapa.
  • Dengan demikian Tiga pribadibekerja dan membawa orang yang berdosa, tersesat dan orang yang terhilang kembali kepada Bapa.
  • Dan Tiga perumpamaan yang ada di Lukas 15 menggambarkan Sorga.

Perhatikan “Denah Kemah Suci” atau “Tabernakel” dibawah ini.

Denah Kemah Suci

Gambar-1 “Denah Kemah Suci”

Kemah Suci terdiri atas :

  • Halaman/Pelataran
  • Ruang Suci
  • Ruang Maha Suci.

Penjelasan

  1. Halaman/Pelataran.

Pelataran berbicara mengenai “orang yang diselamatkan”.

Orang yang diselamatkan digambarkan dengan 1 domba yang tersesat, dengan perbandingan1 : 100 artinya area nya (Halaman) luas, tetapi mengerucut ke dalam kemah.

2. Ruang Suci

Ruang Suci berbicara tentang “uang dirham yang hilang”.

Uang dirham yang hilang dengan perbandingan 1 : 10. Disini di proses oleh Roh Kudus sampai akhirnya mengerucut, areanya bertambah sempit.

3.Ruang Maha Suci

Ruang Maha Suci berbicara tentang “anak yang hilang”.

Lebih mengerucut lagi dengan perbandingan 2 : 1. Hanya orang-orang yang special yang bisa masuk ke Ruang Maha Suci, yaitu orang-orang yang telah diubah menjadi sempurna kembali kepada khalik Allah atau gambar Allah.

Jadi banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

  • Dari yang diselamatkan 1 : 100,
  • Menjadi 1: 10 yang terpilih,
  • Dan akhirnya menjadi 2 : 1 yang setia.

Pertanyaannya, dimana posisi saudara hari ini?

  • Yesus memberi suatu perumpamaan yang luar biasa di Injil Lukas pasal 15 ini dan benar-benar mengerucut dari 1 : 100 menjadi 1 : 10 dan turun lagi menjadi 2 : 1.
  • Saudara di godok, dibentuk sedemikian rupa dari banyak orang yang dipanggil, sampai sedikit sekali yang setia, karena harus melewati proses pembentukan, proses “pematian daging” dan proses “siapa aku”.

Hal ini sangat tidak mudah.

  • Sang Putra datang sebagai Gembalauntuk menemukan orang-orang berdosa, yang digambarkan dengan 1 domba yang hilang diantara 100 domba di dalam kawanannya (Lukas 15 : 1-7).
  • Roh Kudus mencari orang-orang berdosa dengan teliti untuk bisa diketemukan kembali, yang di gambarkan dengan uang dirham yang hilang untuk menjadikan uang dirham itu berharga.
  • Untuk bisa berharga, uang dirham itu harus dibersihkan kembali.
  • Perempuan yang mencari dirham ini (lihat Gambar-2 di halaman 14),selain menggambarkan Roh Kudus, juga bisa menggambarkan Gereja Tuhan yang harus menemukan dan membersihkan “uang dirham” itu.

Dalam perumpamaan yang kedua (dirham) :

  • Tuhan Yesus mengajak gereja-Nya untuk berpartisipasi menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang.
  • Gereja menjadi yang terhilang 1 : 10 (Lukas 15 : 8-10).

Dalam perumpamaan yang ketiga (anak hilang) :

  • Bapa menunggu dan menerima kembali anak-Nya yang hilang
  • Anak yang terhilang 2 : 1 (Lukas 15 : 11-32).

Saudara perhatikan:

  • Apakah gembala mencari domba yang hilang?  Iya
  • Apakah perempuan (Roh Kudus)mencari dirham yang hilang?  Iya
  • Apakah Bapa mencari anak yang hilang?  Bapa menunggu.
  • Jadi, gembala mencari, Roh Kudus mencari dan Bapa menunggu.
  • Melalui Roh Kudus kita di godok dalam proses pembentukan, disempurna-kan sampai bisa datang kepada Bapa.
  • Dan hanya orang special yang bisa datang kepada Bapa.
  • Kita semua pasti punya kerinduan untuk menjadi orang special.

Banyak orang tidak mengerti perumpamaan ini, banyak yang berkata perumpamaan ini hanya sebagai penekanan.

  • Awalnya dikatakan gembala, kemudian ditekankan lagi dengan uang dirham dan selanjutnya di tekankan lagi dengan Bapa yang menunggu kembalinya si anak yang hilang.
  • Sebenarnya perumpamaan ini bukan penekanan atau pengulangan tapi perumpamaan ini menjelaskan skematisnya Tuhan tentang banyak yang dipanggil dan sedikit yang dipilih dan lebih sedikit lagi yang setia.
  • Perumpamaan ini juga menggambarkan skematisnya Tuhan bagaimana Roh Kudus bekerja dan Bapa menunggu.
  • Roh Kudus akan membawa kita sebagai mempelai-mempelai Kristus.

Pertanyaannya :

  • Apakah kita benar-benar sudah memenuhi syarat untuk menjadi mempelai Kristus?

Saya harap kita semua siap dijemput Tuhan kapanpun Dia datang.

  • Kita jangan seperti lima gadis bodoh yang santai-santai yang menunggu sambil santai tidur-tiduran, tetapi akhirnya ketiduran.
  • Kenyamanan hidup akhirnya membuat mereka terbuai dan terhilang
I. Perumpamaan Tentang Domba Yang Hilang

Gambar-2 “Domba yang Hilang”

Lukas 15 : 1 – 4

15:1Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.

15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

15:4″Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilanekor di padang gurun dan pergi mencari yangsesat itu sampai ia menemukannya?

Kejadian ini menangkal persungutan orang-orang Yahudi dan ahli-ahli Taurat, karena Yesus duduk bersama dengan para pemungut cukai yang termasuk dalam golongan orang-orang berdosa menurut pandangan orang Yahudi.

  • Karena “Pemungut Cukai” adalah orang yang bekerja untuk Pemerintahan Romawi.
  • Mereka ini termasuk dalam golongan penghianat.
  • Mereka memungut lebih dari yang semestinya.

Dalam ayat 4 ada kata “di padang gurun”, ini berbicara tentang masalah.

Pertanyaannya :

Yang dimaksud dengan “domba” disini, apakah orang percaya atau bukan?

Jawabannya :

  • Pengertian kita selama ini, yang dimaksud dengan istilah “domba”adalah orang percaya.
  • Jadi, kalau kita berbicara tentang domba, berarti berbicara tentang orang-orang yang sudah percaya Injil.

Kebiasaan orang-orang Yahudi setelah menggiring domba-dombanya menjelang malam untuk dimasukkan kedalam kandang.

  • Begitu sudah semua masuk ke kandang,domba itu di hitung tapi ternyata kurang satu ekor.
  • Lalu si gembala mencari dan tidak pernah menyerah.

Kalau saudara hari ini keluar dari jalur Tuhan, kalau ada keluargamu hari ini yang keluar dari jalur Tuhan, Tuhan sedang mencari saudara dan keluargamu itu.

Asalkan saudara benar di dalam Tuhan, maka pasti Tuhan pulihkan semuanya, karena Tuhan kita Tuhan yang setia.

Yohanes 13 : 1

13:1Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

Yesus mau pergi kepada Bapa dan Yesus tetap mengasihi murid-murid-Nya. Karena murid-murid-Nya adalah orang yang mau memikul salib-Nya.

  • Apakah saudara termasuk orang yang memikul salib-Nya?
  • Kalau saudara mengaku murid Yesus, maka harus ada salib di pundak saudara.
  • Tetapi kalau saudara tidak sangkal diri dan tidak pikul salib, maka saudara bukan murid Yesus.
  • Banyak orang Kristen tidak sangkal diri, tidak pikul salib, hidup santai, seakan-akan dosa itu sah. Jika demikian saudara bukan murid.

Tuhan mengasihi orang yang mau belajar. Tuhan benar-benar mengasihi orang yang sudah dipilih-Nya dan yang mau dibentuk dan diproses oleh Dia.

  • Berapa banyak orang Kristen yang sadar akan hal ini?
  • Berapa banyak orang Kristen yang hanya menuruti hawa nafsunya, hanya menuruti keinginannya, sehingga sama seperti domba yang tersesat?

Domba yang tersesat di padang gurun adalah domba yang ketakutan karena sedang di rundung masalah hidup.

  • Kalau saudara adalah domba, maka saudara harus berjalan bersama Gembala saudara.
  • Yesus berkata “domba harus mengenal suara Gembalanya”.
  • Bila demikian halnya, apakah saudara mengenal suara Gembala saudara?
  • Apakah saudara mengenal kehendak Tuhan?
  • Apakah saudara mengenal isi hati Tuhan?

Cara orang Yahudi menggembalakan domba-domba mereka, gembalanya berjalan di depan memegang tongkat sambil memukul-mukul tanah, kalau ada ular muncul langsung kepala ular dipukul dengan tongkat, supaya dombanya tidak bermasalah.

  • Sekarang banyak orang Kristen yang bermasalah, karena banyak yang keluar dari jalur Tuhan.
  • Saat dia keluar dari jalur Tuhan, Tuhan yang disalahkan.
  • Dia yang keluar dari kehendak Tuhan, tapi Tuhan yang disalahkan.
  • Dia punya hasrat, keinginan sendiri, tapi Tuhan yang disalahkan.
  • Orang-orang Kristen seperti ini tidak adil dan tidak masuk akal.

Kalau saudara orang Kristen yang benar maka saudara tidak akan keluar dari jalur Tuhan.

  • Tapi saudara akan terus berdoa, bersekutu dengan Tuhan, sampai saudara benar-benar mengenal suara-Nya dan yakin saudara tidak akan salah mendengar suara gembala saudara.
  • Apakah saudara mengikuti kehendak gembala saudara?
  • Apakah saudara mengenal suara Gembala saudara?

Saya menekankan dua hal yaitu keintiman dan firman.

  • Kalau saudara terus menerus belajar firman, maka akan membawa saudara kepada keintiman dengan Tuhan.
  • Begitu saudara intim dengan Tuhan, maka saudara mengenal pikiran dan perasaan-Nya juga kehendakNya.
  • Kekristenan bukan suatu halyang sulit, tapi yang membuat sulit adalah kedagingan, keinginan, hasrat dan kehendak kita sendiri.

Domba yang tersesat di padang gurun nyawanya terancam, dia ketakutan, dia gementar,dia kehilangan arah dan tidak tahu tujuannya, tetapi Sang Gembala tidak pernah menyerah mencari domba yang tersesat itu.

Dia akan terus mencari domba yang tersesat itu.

Apabila ada anggota keluargamu yang “tersesat”, maka Tuhan akan mencarinya, dan kalau kamu masih belum beres juga, maka Tuhan juga akan mencarimu.

  • Permasalahannya ketika Tuhan mencari saudara, saudara justru melarikan diri.
  • Ketika sedang khotbah digereja, saudara keluar ruangan, ketika dengar firman Tuhan ditabur, saudara pura-pura tidak dengar.
  • Pada dasarnya saudara tidak mau berubah, karena saudara begitu keras kepala dan saudara jauh lebih senang menikmati dosa atau kenikmatan dunia.
  • Tanpa saudara sadari, begitu saudara keluar dari jalur Tuhan, maka masalah demi masalah yang akan menerkam saudara.
  • Jika saudara bermain-maindengan dosa, maka saudara akan menuai masalah silih berganti, apakah itu dosa kecil ataupun besar, tetap saja ujungnya masalah.

Permasalahannya sekarang, maukah saudara datang ke Tuhan dan membereskan semua masalahmu?

  • Domba yang kehilangan arah dan tidak ada tujuan, akan pasrah dengan keadaan.
  • Banyak orang Kristen akhirnya pasrah menyerah, terserah Tuhan mau melakukan apa terhadapnya.
  • Mau Tuhan matikan, ya mati lah Tuhan. Itu bukan kekristenan.

Jika saudara menyerah, saudara kalah total.

  • Saudara harus tetap percaya kepada Tuhan sehebat apapun masalahmu, karena kekuatan saudara ada di firmanTuhan dan kemenangan saudara juga ada di firman Tuhan.
  • Selama saudara tetappercaya, tetap berpegang teguh pada Tuhan, saudara pasti punya kemenangan yang Tuhan janjikan.

Lukas 15 : 5

15:5Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,

Kalau gembala sudah menemukan dombanya yang sesat, dia meletakkan domba tersebut di atas bahunya dengan gembira.

  • Di letakkan diatas bahunya, artinya Dia lah Allah yang menolong kita untuk menemukan jalan.
  • Kita tidak tahu berjalan ke arah mana, kita tidak tahu jalan, kita tersesat.

Oleh sebab itu Tuhan menaruh kita di bahu-Nya dan di gendong-Nya, supaya kita berjalan bersama dengan Dia ke arah yang benar.

  • Dia juga Allah yang memampukan kita untuk kembali kepada jalur yang seharusnya sesuai kehendak-Nya.
  • Dialah Allah yang menolong kita dalam segala kelemahan-kelemahan kita dan membawa kita ke jalan yangbenar.
  • Dia akan membawa kita ke kumpulan-kumpulan domba yang benar.
  • Domba yang dimaksud bukan berbicara tentang orang-orang di luar Kristen, tetapi berbicara tentang orang Kristen.

Hari-hari ini begitu banyak orang Kristen yang tersesat, seperti domba yang tidak ada tujuan hidupnya, sehingga hidupnya hanya perkara makan, minum, cari uang, sehat atau sakit.

  • Akhirnya saudara mengexploitasi Tuhan hanya untuk kepentingan pribadi saudara.
  • Inilah masalah yang terjadi di kebanyakan orang Kristen hari ini yang tidak memposisikan Tuhan sebagai yang terutama dalam hidupnya, tetapi menomor-duakan Tuhan dalam segala hal.
  • Di mulut, saudara bisa berkata, “Tuhan yang nomer satu bagiku dan keluarga yang nomer dua”.
  • Tetapi begitu dihadapkan dengan masalah, keluarga otomatis jadi nomer satu dan Tuhan bisa menjadi nomer dua atau nomor tiga.
  • Begitu tidak punya uang, saudarapun complain mempertanyakan Tuhan, “Tuhan, Engkau dimana, kenapa doaku tidak di jawab, Tuhan?”

Jika demikian halnya, maka uang sudah menjadi nomer satu dalam hidupmu dan Tuhan sudah nomer dua bahkan bisa jadi nomor lima.

  • Kalau kita orang Kristen yang dewasa rohani, maka dalam segala hal kita selalu berkata, “terima kasih Tuhan, karena saya yakin Tuhantahu apa yang saya rasakan”.
  • Dia ada di dalam kita, masa Dia tidak merasakan apa yang kita rasakan?

Apakah Tuhan tahu seandainya saudara sedang bermasalah hari ini?

  • Kalau Tuhan tahu saudara hari ini bermasalah, tetapi mengapa Tuhan tidak menolong saudara?
  • Yakinlah, Tuhan benar-benar tahu saudara bermasalah hari ini, tetapi permasalahannya saudara “tidak mau ditolong” karena saudara tidak mau memperbaiki diri saudara.
  • Sebenarnya begitu mudah bagi Tuhan menyelesaikan masalah saudara, tetapi begitu sulitnya saudara untuk diubah oleh Dia.

Sebenarnya sangat mudah bagi Allah untuk menolong saudara menyelesaikan setiap persoalan dan atau masalahmu, asalkan kerusakan rohanimu engkau mau ditolong dan diperbaiki terlebih dahulu.

  • Kita cenderung tidak sadar bahwa kita rusak, berengsek, akibatnya sampai hari ini kita bermasalah terus, karena kita tidak mengijinkan Allah memperbaiki diri kita.
  • Tuhan tertarik dengan saudara, sehingga demi mencapai ketertarikan-Nya, Dia mengijinkan saudara bermasalah supaya saudara memandang Dia.
  • Tuhan berbuat demikian, karena selama ini jika saudara bermasalah yang saudara lihat pertama kali adalah keuanganmu, barulah mencari Tuhan.

Permasalahannya, banyak orang Kristen yang sudah bermasalah tetapi keras kepalanya luar biasa.

  • Banyak orang Kristen tidakmau berubah, tidak mau meninggalkan dosa, karena dosa itu benar-benar memberikan kepuasan hidup bagi mereka.
  • Domba berbicara mengenai orang Kristen, bukan orang non Kristen.
  • Ayat ini pararel dengan Matius 18 : 10-14

Matius 18 : 10-14

18:10Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Setiap “anak kecil” dilindungi oleh malaikat sorgawi.

  • Jadi kalau saudara benar-benar mau “menjadi seperti anak kecil”, dan selalu bergantung dan berharap dengan Tuhan, maka saudara juga akan dilindungi oleh pasukan malaikat sorgawi.
  • Yang melindungi saudara bukan manusia, tetapi utusan sorgawi yaitu malaikat sorgawi.

Peperangan kita dengan kuasa gelap adalah peperangan yang tidak adil, karena roh jahat bisa melihat kita, sedangkan kita tidak bisa melihat roh jahat.

  • Tapi luar biasanya, Tuhan memberi kita “malaikat sorgawi” yang bisa melihat roh jahat.
  • Supaya “malaikat kegelapan” itu bisa dihancurkan oleh “malaikat Tuhan” yang menyertai kita, sehingga “peperangan” menjadi adil.

Matius 18 : 11

18:11 [Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.]”

Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang terhilang.

Matius 18 : 12 – 13

18:12″Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, danseekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?

Ayat sebelumnya berbicara tentang anak-anak kecil, tetapi ayat ini berbicara tentang perumpamaan domba yang sesat.

  • Banyak orang mempertanyakan pengertian dari kalimat dalam ayat 12 tersebut diatas, yaitu “meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan”.
  • Sebenarnya bukan “meninggalkan”, tetapi Yesus mengamankan terlebih dahulu “yang sembilan puluh sembilan ekor” itu,dengan membawa mereka masuk ke dalam kandang, barulah Yesus mencari satu ekordomba yang tersesat itu.

18:13Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebihbesar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.

Tuhan mencari domba-domba yang bermasalah, supaya domba-domba yang bermasalah itu kembali kepada jalur yang benar.

  • Setiap kita pasti mau diberkati, tetapi permasalahannya apakah kita mau pikul salib, apakah kita mau sangkal diri, apakah kita mau berkata tidak kepada dosa atau tidak?
  • Kita adalah anak-anak kecil yang belum tahu cara berjalan, sehingga perlu berlatih dan perlu tuntunan Tuhansetiap hari.
  • Kalau saudara mengakui bahwa saudara adalah anak, maka saudara harus bergantung kepada Bapa sepenuhnya.
  • Kalau saudara bergantung pada Bapa maka saudara tidak akan pernah tersesat dan hidupmu akan aman.
  • Aman bukan berarti saudara nyaman tapi kepastian hidup saudara ada di tangan saudara.
  • Orang yang mencari kenyamanan dunia, akan kehilangan kenyamanan sorga.
  • Jika saudara merasa semuanya beres, saudara tidak akan cari Tuhan lagi.
  • Kadangkala Tuhan mengizinkan satu persatu masalah saudara selesai, tetapi begitu semua sudah selesai, akan timbul masalah baru, supaya kita memandang Tuhan terus menerus.
  • Ketika kita terus menerus memandang Tuhan, barulah kita bisa menjadi domba yang tidak tersesat.

Orang Kristen harus terus bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan sampai kita tidaklagi minta susu, tetapi belajar minta daging.

  • Kita harus makan makanan yang keras, tidak hanya firman dimana sakit-mu sembuh, atau masalahmu beres,dan kasih karunia-Nya berlimpah-limpah keatasmu.
  • Bukan itu lagi yang kita cari, tetapi bagaimana caranya hidupmu supaya menyenangkan hati Tuhan saja, dan sudah tidak ada yang lain.
  • Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, maka masalahmu pasti beres.

Tetapi kalau saudara tetap menjadi anak-anak dan tidak bertumbuh menjadi dewasa, pasti saudara akan menjadi terlihat aneh.

  • Misalnya ada seseorang yang sudah berstatus ibu rumah tangga masih menjadi murid Sekolah Minggu, pasti akanterlihat aneh karena sudah bukan waktunya lagi belajar di sekolah minggu.
  • Permasalahannya banyak orang Kristen merasa dirinya dewasa, tetapi sebenarnya secara rohani mereka seharusnya di sekolah minggu karena mereka belum bisa diatur.
  • Kita harus belajar mematikan “diri kita”, supaya Tuhan benar-benar bisa hidup didalam kita.

Kata “sesat”yang terdapat dalam Matius 18, juga terdapat sama seperti di Markus 12 : 24 dibawah ini.

Markus 12 : 24

12:24 Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah

Siapa yang disebut tersesat?

  • Orang yang tersesat adalah orang yang tidak menjadi pelaku firman.
  • Kita belajar firman bukan untuk menjadi ahli Taurat, tetapi supaya kita mengerti jalan Tuhan, mengerti kehendak Tuhan, keinginan Tuhan dan isi hati Tuhan.
  • Kalau saudara mengikuti firman Tuhan, saudara pasti akan sampai di tujuan.
  • Bila saudara ingin sampai ke sorga, firman Tuhan adalah Peta nya.
  • Bila saudara ingin mendapat harta terpendam, petanya adalah firman Tuhan, oleh sebab itu pelajari firmanTuhan sungguh-sungguh agar kamu akan mengerti jalan ke sorga.

Kita belajar firman bukan untuk menjadi ahli Taurat, tetapi supaya kita bisa mengenal pribadi Yesus, kemudian kita berjalan bersama-Nya.

Jika saudara tersesat dan saudara mengabaikan firman, maka saudara akan semakin jauh dariTuhan dan semakin jauh dari kebenaran.

  • Jika suara Tuhan yang lewat hati nurani saudara, engkau abaikan sehingga akhirnya saudara tidak peka lagimendengar suara Tuhan, maka saudara akan tersesat dan tambah hari bertambah jauh.
  • Tuhan berbicara lewat hati nurani kita, tetapi kita tidak pedulikan, bahkan dalam hati kitabersungut-sungut “mau berdosa atau tidak itu urusan saya, itu suka-suka hati saya”.
  • Jika sikap hati saudara seperti itu, maka saudara akan tersesat semakin jauh, saudara tidak punya kepekaan,akhirnya saudara terbiasa dengan dosa dan tidak terbiasa lagi dengan suaraTuhan.
  • Allah mencari domba yang tersesat itu karena hati-Nya tertuju kepada domba yang tersesat.
  • Jika kita mau berbalik dan sadar akan semua kesalahan kita, maka Tuhan Yesus pasti mengampuni kita dan Dia akan menyelesaikan semuanya.

Mikha 7 : 18-19

7:18Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalammurka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?

Tuhan memberi saudara dan saya fasilitas.

  • Kalau saudara tidak memanfaatkan fasilitas dari Tuhan dan tidak memanfaatkan hak previlage dari Tuhan, itu salah saudara sendiri.
  • Bila saudara sudah tahu kebenaran tetapi saudara tidak berjalan dalam kebenaran tersebut, dan akhirnya saudara bermasalah, maka jangan menyalahkan siapa-siapa karena saudara sendiri yang salah.

7:19 Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.

Yesaya 65 : 2

65:2Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannyasendiri;

Inilah kesetiaan TUHAN kepada umat-Nya.

  • Sebenarnya kita ini pemberontak, kita keras kepala dan sulit diatur oleh Tuhan, tetapi Tuhan terus mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita.
  • Ini menandakan kasih karunia Tuhan luar biasa.

Tuhan terus mengulurkan tangan-Nya kepada kita yang suka memberontak dan menempuh jalanyang tidak baik serta mengikuti jalannya sendiri, kepada kita yang tidak tunduk kepada Tuhan, tetapi pada rancangan kita sendiri.

  • Sadarlah bahwa sikap dan perilaku kita yang seperti ini berbahaya luar biasa bagi keselamatan kita.
  • Tuhan begitu baik kepada kita, tetapi kita malah memberontak dan suka-suka sendiri.
  • Oleh sebab itu, bertobatlah !!! Jangan menunda-nunda pertobatanmu, karena waktu kedatangan Tuhan Yesus kali kedua sudah sangat dekat.

Catatan :

Bertobat,dalam bahasa Yunani “Metanoia”. “Meta” artinya perubahan dan “noia” artinya pikiran. Jadi metanoia artinya perubahan segala sesuatu dalam hidup kita mulaidari akal budi kita, sikap kita, perilaku kita sampai hasrat kita atauperubahan jiwani kita seluruhnya.

Kita diubah oleh Tuhan seluruhnya karena kita sudah berbalik dari kesalahan kita.Kita tidak bisa bermain di kubangan itu.

Tuhan adalah Gembala.

Sebagai domba, ujilah hatimu, apakah engkau masih suka sesat?

Kalau saudara mau dibereskan oleh Tuhan, saudara harus mengulurkan tangan untuk Tuhan,supaya Tuhan bisa menyelesaikan semua kejahatan-kejahatanmu.

II.  Perumpamaan Tentang Dirham

Gambar-3 : “Dirham yang Hilang”

Lukas 15 : 8

15:8″Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?

15:9Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku,sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.

15:10Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

Dirham adalah uang perak.

Lukas 15 :8-10bukan berbicara tentang pengulangan tentang domba yang tersesat, tetapi merupakan “pengerucutan”karena “banyak yang dipanggil dan sedikit yang terpilih” dan dari sedikit yangterpilih itu, “lebih sedikit lagi yang setia”.

  • Sepuluh (uang dirham) artinya genap, kelengkapan, keseluruhuan dan kepenuhan.
  • Perak (logam) artinya penebusan.
  • Sepuluh uang dirham atausepuluh uang perak, artinya kelengkapan orang yang telah ditebus oleh Allah itu sempurna.

Hal ini bukan berbicara tentang orang diluar Kristen, tetapi berbicara tentangorang Kristen, karena uang dirham berbicara tentang uang perak, orang yangtelah ditebus.

Mengapa Tuhan memakai perumpamaan uang dirham?

  • Waktu Yesus bertanya kepada orang Farisi, gambar siapa yang ada di uang itu, dan mereka pun menjawab Gambar Kaisar.
  • Maka Yesus berkata, “Bila demikian, bayarlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu bayarkan kepada Kaisar”.
  • Sadarkah saudara, bahwa ada “gambar Allah” di dalam diri saudara?
  • Karena ada gambar Allah di dalam saudara lah yang membuat saudara sangat berharga di hadapan Tuhan.

Tetapi sayangnya banyak orang Kristen merasa dirinya tidak berharga, karena matanya hanya tertuju kepada dunia.

  • Hanya karena sudah 3 hari tidak punya uang sama sekali, mereka sudah berkata “lebih baik saya mati saja”.
  • Berapa harga nyawamu sehingga bisa dibayar dengan uang?
  • Kalau karena tidak punya uanglangsung ingin mati, berarti nyawanya bisa dibayar dengan uang. Jadi tidak ada bedanya dengan Yudas Iskariot.

Ada kebiasaan orang Yahudi, koin dipakai untuk ikat kepala seorang istri.

  • Ikat kepala tersebut didapat pada saat bertunangan, pemberian dari calon suaminya.
  • Ikat kepala itu menjadi milik pusaka sang istri, tidak bisa diperjual belikan, dan tidak bisa berpindah tangan menjadi milik siapapun.
  • Oleh sebab itu koin tersebut sangat berharga.
  • Yesus berkata koin ini berharga, karena ada “gambar” Allah di koin itu.

Matius 22 : 17

22:17Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?

Matius 22 : 19 – 20

22:19Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.

Satu dinar adalah upah satu hari.

22:20 Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”

“Gambar dan tulisan Siapa” yang ada di dalam saudara?

  • Kalau “gambar dan tulisan Allah” yang ada pada saudara, berarti engkau berharga luar biasa.
  • Itulah sebabnya, ketika engkau tersesat, Tuhan Yesus mencarimu.

22:21Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepadamereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Yesus memakai perumpamaan uang dirham. Ternyata ada gambar Allah di dalam kita, sehingga Allah mencari kita sedemikian rupa karena ada gambar-Nya didalam kita.

  • Misalnya saya dan pelukis Van Gogh sama-sama “menggambar mobil” yang sama.
  • Lebih berharga/lebih mahal “gambar mobil” siapa? Pasti Van Gogh.
  • Mengapa? Karena ada citra Van Gogh si pelukis ternama pada “gambar mobil” yang dilukisnya.

Bila demikian halnya, apa yang membuat saudara sangat mahal dihadapan atau bagiTuhan Yesus?

  • Karena ada “gambar Allah dan tulisan Allah” di dalam saudara.
  • Oleh sebab itu ketika saudara tersesat, saudara dicari oleh Tuhan Yesus.

Rumah-rumah orang Yahudi pada zaman dahulu kala, memakai bahan baku berupa tanah lumpur yang kemudian di keringkan, dan dinding rumahnya tidak ada jendela.

  • Oleh sebab itu di siang hari pun mereka harus menyalakan pelita karena didalam rumah gelap.
  • Lantai rumah pun terbuat dari lumpur kering sehingga pasti berdebu.
  • Uang perak dirham menjadi sesuatu yang berharga karena saudara adalah tebusan.
  • Walaupun saudara merasa sebagai orang yang sangat tidak berharga di dunia ini, tetapi sebenarnya saudara sangat berharga di mata Tuhan.

Meskipun saudara tidak bisa berbuat apa-apa, atau meskipun saudara sudah tua, tetapi saudara tetap berharga di mata Tuhan dan nilainya tidak berkurang.

  • Oleh sebab itu ketika engkau seperti domba yang tersesat, Tuhan akan mencari saudara sampai kemanapun.
  • Allah tidak peduli soal jumlah, tetapi Allah mencari saudara sampai dapat karena citra Allah ada didalam saudara.
  • Di satu sisi perempuan ini menggambarkan Roh Kudus, tetapi di sisi lain perempuan ini menggambarkan Gereja.

Tuhan Yesus mengajak Gereja-Nya untuk mencari uang-uang dirham yang terhilang.

  • Tuhan mengajak Gereja-Nyauntuk mencari jiwa-jiwa yang terhilang, jiwa-jiwa yang dahulu sudah ditebus Tuhan tetapi terhilang, jiwa-jiwa yang sudah ditebus Tuhan, tetapi tidak memandang Tuhan.
  • Orang-orang yang sudah ditebus itu masih menikmati “ego” nya, masih menikmati “diri sendiri” dan masih menikmati “hasrat duniawinya”.
  • Gereja harus mencari orang-orang yang seperti itu, Gereja harus mencari dan mengasihi orang-orangberdosa.
  • Inilah ajakan Tuhan untuk saudara dan saya, supaya kita bergerak mencari yang terhilang.

Walaupun saudara tidak bisa menginjili karena tidak bisa lancar berkata-kata dan tidak bisaberkomunikasi, tetapi saudara bisa menginjili melalui perbuatanmu karena perbuatanmu adalah penginjilan yang hidup.

  • Perbuatan dan tingkah laku seseorang tidak bisa dibohongi karena itulah penginjilan yang hidup.
  • Orang akan melihat tingkah laku serta perbuatanmu sehari-hari.
  • Saya melihat si A bukan karena dia dekat dengan saya lagi, tetapi ketika si A sudah hidup di dalam Tuhan, maka saya akan melihat “siapa” yang ada di dalam si A sekarang.

Banyak orang Kristen yang tidak peduli dengan tingkah laku dan perbuatannya, sehingga akhirnya banyak yang hidupnya sembarangan, berbuat sesuka hatinya sendiri dantidak peduli lagi dengan kebenaran ataupun kekudusan.

  • Tuhan Yesus mengajak Gereja mencari dan mengasihi yang berdosa seperti ini.
  • Gereja-Nya bukan hanya duduk diam, dengar firman tapi tidak berbuah.
  • Saudara duduk diam dengar firman, lalu saudara praktekkan di luar.
  • Barulah saudara menjadi pelaku firman, hidupmu menjadi terang dan garam bagi semua orang.

Perbuatan seseorang kebanyakan hanya kamuflase saja, tetapi kalau yang dari dalam hati tidak bisa dibohongi, karena orang lain bisa merasakan ketulusan hati saudara,kebenaran yang ada di dalam saudara, dan persentuhan saudara dengan Tuhan.

  • Misalnya saat si A datang, saya bisa sukacita karena saya bisa merasakan kehadiran Yesus dalam dirinya.
  • Tetapi kalau si B datang dan semua orang datang kepadanya, pertanyakan siapa yang ada didalam si B.
  • Kalau orang-orang tidak nyaman dengan kehadiran si C, pertanyakan siapa yang ada di dalam si C?

Orang lain harus merasa nyaman dengan kehadiran kita ditengah mereka, orang lain harus merasa nyaman dengan keberadaan kita.

  • Bagaimana caranya supaya kita menjadi berkat bagi orang lain?
  • Bagaimana caranya supaya kita bisa menemukan dirham yang terhilang?

Lukas 15 : 8

15:8″Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah sertamencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?

Yang pertama harus dia lakukan adalah menyalakan pelita, artinya harus menjadi pelaku firman, hidup menjadi terang bagi sesama, hidup sejalan dengan kebenaran.

  • Kalau hidupmu tidak sejalan dengan kebenaran, engkau masih kecewa dengan si A, B dan C, dan semua orang engkau anggap bermasalah denganmu, sebenarnya engkau yang bermasalah.
  • Kalau lebih dari satu orang engkau anggap bermasalah, berarti engkaulah yang sebenarnya bermasalah, engkau yangharus bereskan rohanimu.
  • Kalau hanya satu orang yang bermasalah denganmu, dengan senang hati ampuni saja dia.

Bila kita berhadapan dengan orang-orang yang bermasalah, tetapi bagaimana caranya masalah mereka kita tutupi dengan yang namanya kasih.

  • Tidak usah membicarakan “masalah orang lain” atau kekurangan orang.
  • Karena saudara akan terjebak dalam “dosa pergosipan yang keji”.
  • Lebih baik kamu diam dan hidup kudus daripada kamu banyak bicara yang bisa mencemarkan dirimu sendiri.
  • Jangan melihat orang dari kekurangannya, tetapi lihatlah dari kelebihan.

Kita katakanbersama-sama:“Melihat orang dari kelebihannya, bukannya dari kekurangannya dan tutupilahkekurangannya dengan kasih, supaya engkau menganggap orang ini berharga di mataTuhan”.

Bagaimana caranya supaya kita menjadi berkat bagi orang lain

  1. Menyalakan Pelita  (Menghidupkan kebenaran di dalam kita)

Hal yang pertama,yang harus saudara lakukan “menyalakan pelita” artinya menjadi pemberita firman, hidup menjadi terang, sejalan dengan kebenaran.

  • Injil adalah terang Allah karena Allah itu terang.
  • Terang menyinari kegelapan, agar kegelapan sirna.
  • Maka hidupmu berbeda dengan dunia dan menjadi terang bagi sesama.

Supaya nyata Allah hidup di dalammu maka engkau harus membawa terang kemanapun engkau berada.

  • Sudah adakah kebenaran di dalam saudara? Amin?
  • Sudah hidupkah kebenaran di dalam saudara? Amin?

Jika kebenaran sudah hidup dalam saudara maka akan menjadi perbuatan.

  • Kita harus berubah dan mau menjadi terang bagi sesama.
  • Kita harus mencari “dirham yang hilang” dengan cara hidup yang menjadi berkat bagi orang

2. Menyapu Rumah ( Membersihkan Diri Semua Kecemaran )

Hal kedua yang harus saudara lakukan,adalah “menyapu lantai rumah” itu terlebih dahulu, artinya kalau saudara mau menjadi berkat bagi orang lain, maka saudara harus membersihkan rumah saudara terlebih dahulu dari dosa, dari kecemaran, dan dari kuasa kegelapan.

  • Karena telah ada terang dari pelita, maka kotorannya bisa terlihat.
  • Kalau ruangannya gelap, pasti jika ada kotoran tidak bisa terlihat.
  • Kotoran bisa terlihat jika ada lampu yang menyala, jika ada pelita yang menyala, jika ada firman didalam saudara.

Oleh karena itu saudara harus punya kesadaran untuk membereskannya, menyelesaikannya dari kecemaran-kecemaran itu.

2 Korintus 7 : 1

7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Kita harus membersihkan diri dari semua pencemaran jasmani dan rohani.

Yohanes 3 : 21

3:21tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.

Artinya engkau harus mempraktekkan kebenaran melalui pola hidup dan gaya hidupmu yang benar sesuai dengan firman Tuhan dan kebenaran.

Yang pertama, menyalakan pelita, hidupkan firman Tuhan di dalam saudara, carilah firman Tuhan.

Yang kedua,bersihkan diri saudara dari semua kecemaran, dari semua dosa yang masihmengikat saudara, barulah saudara bisa menemukan dirham-dirham itu atauorang-orang yang terhilang.

3. Cari DenganTeliti  (Mencari orang berdosa yang terhilang)

Lukas 15 : 8

15:8″Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?

Yang pertama,menyalakan pelita, yang kedua, menyapu rumah dan yang ketiga, mencari dengan teliti, dengan cermat.

Mencari dengan cermat dan teliti artinya mencari orang-orang berdosa yang terhilang.

  • Koin tertutup debu artinya terikat dengan kedagingan.
  • Debu melambangkan keduniawian artinya orang-orang di luar sana yang masih terikat dengan kedagingan, kemanusiawian dan keduniawian.
  • Koin yang tertutup debu ini melambangkan orang yang terikat dan di kendalikan oleh dosa, hidupnya terkurung dalam perkara dunia. Orang yang seperti ini tidakdapat menjalankan fungsi manusia rohaninya.

Saudara harus memiliki fungsi untuk menjalankan manusia rohani saudara.

Kalau saudara “tertutup debu” atau tertutup keduniawian atau tertutup kemanusiawian,maka saudara tidak bisa menjalankan manusia rohani saudara sehingga manusia rohani saudara dikatakan mati.

  • Hari-hari ini banyak orang sepertinya ibadah dan datang ke gereja, tetapi sebenarnya rohaninya sudah mati.
  • Banyak hamba Tuhan yang sebenarnya sudah mati rohani, karena mereka tidak memiliki hubungan dan keintiman dengan Tuhan lagi.
  • Baca firman 2 jam tidak kuat, berdoa 1 jam tidak kuat.

Banyak yang berpikir, yang penting pelayanan.

  • Tetapi saya katakan, pelayanan masih kalah penting, karena yang paling penting adalah “hubungan pribadi” kitadengan Tuhan.
  • Hubungan pribadi kita dengan Tuhan, tidak terbayar dengan apapun juga.
  • “Koin tertutup debu” artinya orang yang terikat dengan kedagingan dan dosa, terkurung dengan perkara-perkaradunia.
  • Orang yang seperti ini tidak bisa menjalankan fungsi manusia rohaninya.

Kejadian 3 : 19

3:19dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkauakan kembali menjadi debu.”

Debu adalah tanda kematian. Banyak orang Kristen pelayanan jalan terus, ibadah jalan terus, tetapi rohaninya ternyata sudah mati.

  • Mati rohani artinya terikat dengan dosa, tidak punya hubungan dengan Tuhan, tidak punya keintiman, tidak pernah membaca firman.
  • Orang Kristen seperti ini sudah mati rohaninya dan dia perlu dipulihkan sehingga rohaninya hidup kembali.

Pengkhotbah 12 : 7

12:7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Debu menandakan kematian, sehingga Koin yang tertutup debu melambangkan orang yang rohaninya sudah mati.

  • Orang Kristen yang rohaninya mati, bisa lebih dari 80% rohaninya mati.
  • Saya tidak perlu berbicara tentang sakit menjadi sembuh dan tentang mujizat, karena hal-hal tersebut secara otomatis pasti Tuhan berikan, tetapi saya berbicara tentang “bagaimana caranya engkau berubah”.

Mengapa engkau harus berubah?

  • Karena engkau sangat berharga bagi Tuhan.
  • Jangan sia-siakan  keberhargaan dirimu itu dengan urusan-urusan kedagingan belaka dan denganurusan kehidupan.
  • Jangan digantikan dengan hal itu, karena saudara akan rugi besar.
  • Ingatlah, debu juga melambangkan kehinaan atau penghinaan.

Mazmur 72 : 9

72:9 Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu;

Menjilat debu artinya hidup dalam kehinaan. Banyak orang Kristen hari-hari ini hidup dalam kehinaan, tetapi dia tidak menyadari bahwa hidupnya sudah hina.

Sebenarnya dia hidup dalam kehinaan karena rohaninya mati dan juga karena keduniawiannya, sehingga akhirnya menjadi hina.

Mazmur 113 : 7

113:7Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,

Menegakkan orang yang hina dari dalam debu, artinya mengangkat seseorang dari kehinaan, yaitu orang yang rohaninya telah mati dan dibungkus dengan kedagingan.

  • Orang yang rohaninya mati,ibarat orang yang jasmaninya terkubur dalam debu atau dalam lumpur, karena telah dibungkus dengan kedagingan.
  • Orang yang rohaninya mati adalah orang yang hina hidupnya. kalau saudara tidak mau menjadi orang hina, maka rohanimu harus hidup.
  • Oleh karena itu singkirkan semua keduniawianmu dan carilah Tuhan serta bersekutulah dan bergaullah denganTuhan dengan sungguh-sungguh, sampai karakter Yesus menyerap didalam kita danmengubah hidup kita.

Tuhan mengajak saudara hari ini untuk mencari domba-domba yang sesat dengan mencari gembala yang baik yang menuntun orang-orang dalam kebenaran, dengan hidupbenar.

  • Kemudian carilah orang-orang yang sudah ditebus Tuhan tetapi yang terhilang dari peredaran, yang hidupnyasuka-suka dengan menghidupkan firman, bersihkan rumah dari semua keduniawian.
  • Carilah orang itu karena orang itu telah tertutup debu, bersihkan orang itu dari debu.
  • Kalau engkau masih hidup dalam kehinaan dan mati rohani, bangkitlah Tuhan mau pakai engkau menjadi berkat bagi banyak orang.

Saudaraku sekalian yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Shalom !

Dalamibadah raya hari ini, Minggu tanggal 25 Nopember 2018, kita akan melanjutkan materi khotbah minggu lalu dengan judul “Kasih Allah yang menyelamatkan”diambil dari Injil Lukas 15 : 1-22.

Pada hari minggu yang lalu kita sudah membahas :

  1. Lukas 15 : 1-7.

Dalam Lukas 15 : 1-7 ini Yesus mengibaratkan diri-Nya sebagai seorang Gembala yang baik, dimana ada satu domba hilang/tersesat dari seratus domba. Jadi perbandingannya 1 : 100.

  • Lukas 15 : 8 – 10

Ada seorang perempuan yang kehilangan uang dirham. Uang dirham artinya uang perakyang artinya penebusan.

Orang-orang yang sudah ditebus oleh Yesus dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib, tetapikemudian terhilang, lari meninggalkan Tuhan.

  • Uang dirham yang hilang tersebut dicari oleh perempuan ini.
  • Perempuan ini bisa menggambarkan Roh Kudus yang mencari orang-orang terhilang.
  • Perempuan ini bisa juga menggambarkan Gereja yang mencari orang-orang yang terhilang disekitar.
  • Disini perbandingannya 1 :10. Jadi intinya, Tuhan Yesus duduk diantara pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Kemudian orang Farisi dan ahli Taurat yang bersungut-sungut.

Yesus mengibaratkan diri-Nya dalam 3 hal , yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus yang membuktikan kasih-Nya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang

PadaLukas 15 : 1 – 7 terdapat perumpamaan domba yang hilang.

Disini dombanya tidak bergerak, tapi Yesus yang aktif mencarinya. Jadi yang aktif Gembalanya.

Pada Lukas 15 : 8 – 10 terdapat perumpamaan uang dirham yang hilang.

Uang dirham tidak bergerak, tapi perempuan yang mencari. Jadi yang aktif perempuanatau Roh Kudus mencari yang tersesat.

  • Lukas 15 : 11 – 32

Terdapat perumpamaan anak yang hilang. Disini Bapa yang menunggu anak yang hilang. Yang aktif anaknya cari Bapa nya dan Bapa yang menunggu.

Jadi disini perbandingannya 2 : 1.

Lihat kembali Gambar-1 “Denah Kemah Suci” dihalaman 2.

  • Di Halaman/Pelataran 100 : 1, oleh karena itu halaman Kemah Suci harus lebih luas.
  • Kemudian begitu masuk ke Ruang Suci, mulai dipersempit menjadi 10 : 1.
  • Terakhir masuk ke Ruang Maha Suci, ruangannya semakin dipersempit lagi menjadi 2 : 1.

Kalau saudara mengikuti gerak Tuhan maka saudara akan dibawa berjumpa dengan Bapa.

Jadi bukan sekedar percaya Yesus dan berseru, lalu selamat ; tetapi Tuhan memproses dan membentuk saudara, kembali kepada gambar Allah yang sempurna didalamsaudara.

Dengan demikian, maka ketika kita di :

  • Halaman/Pelataran Kemah Suci kita masih pasif, karena Tuhan sedang membentuk kita.
  • Ruang Suci kita mengejar kekudusan, cari Tuhan yang benar.
  • Ruang Maha Suci, kita yang aktif mencari datang kepada Bapa.

Selanjutnya kita bahas mengenai keberadaan di Ruang Maha Suci ini pada bagian-III dbawah ini, yaitu perumpamaan tentang anak yang hilang.

III. Perumpamaan Tentang Anak Yang Hilang

Gambar  – 4 : ” Anak Yang Hilang”

Lukas 15 : 11 – 15

15:11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.

15:12Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik

kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu diantara mereka.

15:13Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidupberfoya-foya.

15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.

15:15Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

Isi Alkitab banyak sekali mengisahkan tentang “anak yang hilang”.

Adam disebut anak Allah dan dia terhilang.

Lukas 3 : 38

3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah

Israel juga disebut anak yang hilang.

Hosea 11 : 1-2

11:1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

Kupanggil anakku itu.

11:2Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepadapatung-patung.

Israel disebut anak, tetapi dia juga terhilang. Akitab seringkali menyebut Israel terhilang. Malaikat juga di sebut anak Allah dan terhilang sepertiga.

Tapi sepertiga malaikat terbuang, sehingga disebut “anak Allah yang hilang”.

Ayub 38 : 7

38:7 pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai

AnakAllah yang bersorak-sorai itu para malaikat. Malaikat juga disebut anak Allah dan Luciffer adalah pemimpin dari sepertiga malaikat yang terhilang.

Di dalam Alkitab banyak sekali mengisahkan “anak yang hilang”.

  • Tuhan memberi “perumpamaan anak yang hilang” ini, supaya saudara benar-benar kembali ke jalan Tuhan.
  • Tuhan memanggil yang terhilang lewat gembala yang baik dan perempuan yang mencari uang dirham, tetapi begitu saudara sadar akan dosa dan kesalahan saudara, saudara harus datang kepadaBapa.
  • Saudara harus menyadarinya dan memperbaiki diri saudara.

Malaikat juga disebut anak Allah  yang terhilang.

Yudas 1 : 6

1:6 Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,

Malaikat juga disebut anak Allah, tetapi malaikat yang tidak taat juga terbuang.

Banyak orang yang menyalah-artikan keselamatan. Banyak orang Kristen yang berpikir selama percaya Yesus, apapun perbuatan saya, saya tetap akan selamat.

  • Kalau kita selamat, maka anak kita juga pasti selamat.
  • Misalnya saya punya anak, kemanapun dia pergi, dia tetap anak saya.
  • Tetapi kalau anak saya pergi meninggalkan saya, maka saya tidak punya hubungan lagi dengan dia, hubungan antara bapak dengan anak putus.
  • Akhirnya ketika pintu bahtera Nuh tertutup, sudah terlambat baginya.

Memang benar kita ini anak, tetapi walaupun kita memiliki status sebagai seorang anak, kita jangan berbuat sesuka hati kita. Jangan pernah berpikir karena kita anak, lalukita berhak berbuat apa saja atau seenaknya saja.

  • Adam itu anak Allah, tetapi dia terbuang.
  • Israel juga anak Allah, tetapi sebagian terbesar dari mereka binasa.
  • Malaikat juga di sebut anak Allah, tetapi sepertiga terbuang.

Meskipun saudara memiliki status sebagai anak, status tersebut tidak menjadi jaminan kalau saudara memiliki hubungan dengan Bapa.

  • Jika anak saudara lari, pasti saudara kehilangan kontak dengan dia.
  • Sebagai orang tua kita pasti bingung dan Bapa di Sorga juga bingung.
  • Tetapi Dia tidak mencari si anak yang hilang itu, justru Dia menunggu si anak bertobat dan kembalikepada-Nya.
  • Banyak orang yang memiliki status sebagai anak tapi menyalah-gunakan status itu, seakan-akan dengan memiliki status anak pasti bisa selamat.
  • Yang menyelamatkanmu bukansekedar status sebagai seorang anak, tetapi adalah karakter ilahi yang harus ada di dalammu.

Kisah Para Rasul 17 : 28

17:28Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.

Pemahaman Bapa dengan anak memiliki cakupan yang sangat luas, sebab di dalam Dia, kitahidup dan kita bergerak.

  • Kalau saudara ada di dalam Yesus, maka saudara hidup.
  • Banyak orang Kristen mengaku sebagai anak, tetapi tidak didalam Yesus.

Perumpamaan “anak yang hilang” perbandingannya 2 : 1.

Seorang bapak punya 2 orang anak. Yang bungsu pergi keluar meninggalkan bapaknya,sementara yang sulung tetap bersama bapaknya.

Yang tinggal di dalam bersama bapaknya, posisinya “terhilang atau selamat?”

  • Kalau si sulung terhilang, berarti ada dua anak yang terhilang yaitu sulung yang di dalam dan bungsu yang pergi keluar meninggalkan bapaknya.
  • Yang di luar bapaknya sudah pasti terhilang, tetapi yang di dalam bersama bapaknya ternyata juga bermasalah,jadi kedua anaknya terhilang.
  • Jangan berpikir kalau saudara sudah ke gereja, merasa ikut Yesus dan ikut doa malam sudah pasti selamat.Belum tentu selamat.

Ada satu perumpamaan tentang batu dan karet busa (sponge).

  • Batu dimasukkan ke dalam ember berisi air, maka batu bisa basah tetapi tidak menyerap air.
  • Tetapi kalau karet busa (sponge) dimasukkan ke dalam ember berisi air, sponge itu akan menyerap air dalam ember itu.
  • Ada orang yang berada di dalam Tuhan, tapi tidak menyerap sifat dan karakter Bapa Sorgawi, maka dia di ibaratkan batu.
  • Tetapi ada orang yang didalam Tuhan, dan dia menjadi sponge, dan dia menyerap semua karakter dan sifat Bapanya.

Sebagai mahluk social orang akan melihat perubahan hidup kita, perubahan “karakter”kita dan perubahan “siapa” kita.

  • Ketika engkau bersentuhan dengan orang lain, yang orang lihat apakah engkau menjadi batu sandungan atau menjadibatu penjuru, apakah engkau menjadi terang atau menjadi gelap?
  • Tuhan maunya saat kita di dunia, kita tampil berbeda dengan dunia, bukan menjadi sama seperti orang dunia?
  • Kalau saudara seperti “sponge”, harusnya sifat dan karakter Bapa kita di Sorga sudah terserap ke dalam kita?

Yesus berkata kepada ahli Taurat dan orang Farisi, “iblislah bapa mu”. Maka orang Farisidan ahli Taurat menjawab, kami adalah anak sah, kami dikandung dari benihAbraham.

  • Tapi Yesus tetap berkata “engkau anak iblis, karena kamu menuruti karakter bapamu”.
  • Kalau saudara mengikuti karakter Yesus, saudara baru bisa disebut anak Yesus.
  • Sebaliknya kalau saudara mengikuti karakter kuasa kegelapan, saudara tidak pantas disebut anak Yesus.
  • Sekarang ini status kita memang anak, tapi permasalahannya anak siapa dan apakah masih anak dari Bapa Sorgawi?
  • Bila sudah menjadi “anak bapa yang lain”, hari ini juga “bertobatlah !”

Dalam Kisah Para Rasul 17, kita hidup dan kita bergerak artinya :

  • Anak itu terkunci di dalam Allah dan tidak bisa bergerak di luar Allah.
  • Apakah kita benar-benar sudah terkunci di dalam Allah dan kita tidak bisa bergerak di luar Allah?
  • Seberapa kuat kerinduan kita untuk kita bisa berkata, “Tuhan sayatidak bisa hidup tanpa Engkau, Tuan, bahkan aku tidak bisa bernafas tanpa Engkau,Tuhan”.
  • Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, saudara baru bisa dikatakan orang Kristenyang benar.

Bila demikian, maka kita sudah terkunci didalam Allah, tidak bisa bergerak lagi diluar Allah dan sebagai anak kita telah membawa sifat dan karakter Bapak kita.

  • Bila saudara punya anak, apakah saudara melihat karakter dan sifat saudara ada di dalam anak saudara?
  • Saudara yakin dia anak saudara karena ada sifat dan karakter saudara di dalam anakmu.
  • Jika kita mengaku diri kita anak Allah, berarti ada sifat dan karakter Allah di dalam  kita.

Ingatlah! Anak adalah representative (wakil) dari Bapak kita di Sorga.

  • Apakah kita di dunia ini sudah benar-benar menjadi wakil Allah?
  • Kalau keberadaan saudara sekarang di dunia ini belum menjadi wakil Allah, itu berbahaya.
  • Anak diartikan dengan pengikut Kristus atau orang Kristen.
  • Saudara bergerak di dalam Dia dan saudara mewakili Dia di dunia ini.
  • Saudara juga membawa karakter Dia, barulah saudara bisa disebut anak.

Kolose 3 : 3

3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Kamu harus mematikan kedaginganmu dahulu barulah kamu bisa bersembunyi dalam Kristus.

  • “Anak yang hilang” dalam perumpamaan ini, dia diselamatkan karena statusnya sebagai anak ataukah karena dia bertobat?
  • “Anak yang hilang” ini diselamatkan bukan karena Dia anak, tetapi karena dia bertobat.
  • Banyak yang berkata jikasudah menjadi anak, tidak mungkin terhilang, walaupun hidup suka-suka tapi tidak ada pengenalan akan Tuhan.

Dimana kasih si anak kepada Bapanya?

  • Tidak bisa hanya sekadar status sebagai anak, kekristenan bukan status.
  • Kalau kekristenan status, saudara cukup memiliki tanda pengenal saja sebagai orang Kristen.
  • Kekristenan yang benar adalah hubungan pribadi saudara dengan Allah yang benar, sampai karakter dan sifat-Nyamenyatu di dalam saudara.
  • Sifat dan karakter-Nya harus mengalir didalam kita, barulah kita bisa disebut anak Allah.

Perumpamaan tentang “Anak yang hilang” mewakili dua kelompok masyarakat yaitu :

  1. Kelompok para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.
  • Kelompok pemungut cukai, mewakili orang berdosa.

Jadi perumpamaan tentang “anak yang hilang” mengajarkan kita bahwa “tidak ada keselamatan tanpapertobatan”.

  • Banyak orang Kristen berkata, yang penting percaya dan pasti selamat.
  • Masalahnya “percaya model apa” yang mereka maksudkan?
  • Kalau saudara “cuma percayadan tidak ada pertobatan” sayangnya saudara akan tetap terhilang, walaupun status saudara anak.

Matius 3 : 8-9

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Kita harus menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan kita.

  • Kalau tidak ada hasilnya bagaimana?
  • Misalnya saudara menanam pohon mangga, tetapi sudah sepuluh tahun pohon mangga itu tidak juga berbuah, untuk apa?
  • Ada banyak orang Kristen sudah otomatis menjadi Kristen sejak lahir.
  • Apakah engkau sudah bertobat dan mana buahnya?
  • Tunjukkan buah pertobatanmu ke dunia sehingga orang bisa melihat siapa yang ada di dalam kita.

3:9Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abrahamdari batu-batu ini!

Status kita anak, tapi Tuhan berkata lebih baik anak dalam bentuk batu, karena terkadang batu lebih bermanfaat dibanding kita. Perkataan Yesus ini keras.

Yesus sendiri yang berkata “Allah bisa menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu.”

Mengapa kita orang Kristen jauh lebih keras dari batu itu?

  • Batu masih bisa dibentuk dan di pahat menjadi sesuatu yang berguna.
  • Kita tidak bisa dibentuk sama sekali, karena kita sudah terkonsep dalam bentuk batu itu.
  • Saudara lihat tuntutan si anak sulung kepada bapaknya, dengan berkata penuh dengan tuntutan jasanya telahbekerja.
  • Saudara perhatikan juga baik-baik bahwa ada dua anak dari sang bapa ini yang hilang.

Lukas 15 : 25

15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.

Jadi anak sulung bekerja di lading bapaknya.

Orang Farisi dan ahli Taurat taat mengerjakan semuanya.

Apapun yang Tuhan perintahkan, mereka kerjakan tapi bukan berdasarkan kecintaan kepadaTuhan, melainkan hanya berdasarkan keharusan. Jadi, motifasinya yang salah.

  • Banyak orang melayani tapi motifasinya belum tentu karena cinta Tuhan.
  • Banyak orang memberi tapi motifasinya takut bermasalah, takut terkena kutuk bukan karena cinta Tuhan.
  • Kita bisa berkata siap memberi, siap membantu untuk Tuhan, tetapi kita tidak tahu motifasi di dalam.

Kalau saudara mencari Tuhan karena jatuh cinta dengan Pribadi itu, biarlah Dia yangmerubah saudara, mengatur dan memproses saudara menjadi seperti yang Diainginkan.

  • Kalau dasarnya bukan cinta Tuhan, meskipun saudara pelayanan dari pagi sampai malam, dari Senin sampai Seninberikutnya non stop, tidak ada upahnya, tidak ada hasilnya. Hanya buang waktusaja.
  • Mau ke gereja dari Minggu sampai Minggu berikutnya, kalau tidak didasar-kan atas cinta akan Tuhan, saudaratidak akan bisa berubah.
  • Akhirnya hanya menjadi kolektor firman.

Firman untuk mengubah orang bukan untuk mengubah diri sendiri.

  • Kita harus memakai sekop, bukan pacul.
  • Kalau pacul ke dalam, yangkena diri sendiri, tapi kita harus pakai sekop biar orang lain yang kena, kita aman.
  • Kita tahu firman tapi firman itu bukan untuk saya, tetapi untuk orang lain.
  • Tuhan mau kita benar-benar berubah.

Lukas 15 : 29

15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

Mereka giat bekerja melakukan semua perintah Tuhan, tetapi yang Tuhan mau adalah “compassion” belas kasihan, tetapi apakah anak sulung ini punya belas kasihan?

  • Ternyata tidak ada, karena anak sulung merasa sudah bekerja dan dia patut menerima upahnya yang setimpal dari bapanya.
  • Kalau dasarnya bukan cinta Tuhan tidak akan mendapat apapun.
  • Mau pelayanan model apapun, mau pemberian model apapun, walaupun menyerahkan diri untuk dicabik-cabik seperti kata Paulus, tapi kalau bukan berdasarkan kasih, semuanya itu percuma.
  • Jika tidak didasarkan atas kasih akan Tuhan, akhirnya pelayanan menjadi pekerjaan.

Jangan berkata pelayanan, jika motifasi sebenarnya saudara melayani bukan karena berdasarkan kasih, tetapi karena ada tuntutan.

  • Firman ini agak keras tapi saudara harus menanggapinya dengan jujur dan tulus hati, sehingga kita bisa sama-sama berubah.
  • Saya juga harus menerapkan kasih di dalam suatu pelayanan.
  • Kalau dasarnya kasih, kita punya semangat dalam melayani.
  • Apapun yang Tuhan suruh akan saya kerjakan, bukan karena takut kepada Tuhan tapi karena mengasihi Tuhan.

Orang Farisi merasa tidak pernah melanggar melakukan segalanya, tetapi anak yang meninggalkan bapaknya dan hidup berfoya-foya, serta yang mengumbar hawa nafsu dan yang hidup didalam kecemaran, justru yang diterima kembali oleh bapaknya.

  • Saya berbicara seperti ini bukan untuk melegalitaskan dosa tetapi bicara tentang kenyataan.
  • Kata kuncinya “dia (si anak) yang mati sudah hidup lagi”.
  • Dua kali Yesus berkata “Dia yang mati sudah hidup lagi” artinya kalau saudara tidak memiliki hubungan dengan Tuhan, tidak berdoa, tidak baca firman, maka sesungguhnya kamu mati.
  • Walaupun saudara nafas, walaupun saudara hidup pada dasarnya saudara mati.
  • Ternyata, justru Tuhan menerima orang yang berdosa, Tuhan menerima anak yang berfoya-foya. Mengapa? Karena dia bertobat dan dia berubah serta sadar akan keberadaannya, dan kembali kepada Bapa.

Yang Tuhan cari, ternyata adalah orang yang sadar kalau dia butuh pertolongan-Nya, dan yang merasa tidak layak.

  • Karena dia sadar dan merasa tidak layak, sehingga berseru, “Tuhan, siapakah saya ini? “Saya tidak layak bagi-Mu, Tuhan”.
  • Justru anak yang demikian inilah yang Tuhan terima kembali.
  • Bukan karena kekuatan kita, bukan karena hebat kita, bukan karena kegagahan kita, tetapi karena kesadaran kita akan suatu realita kekristenan kita, “siapa kita dan siapa Tuhan”.

Lukas 15 : 24

15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Inilah kunci firman anak yang terhilang, dia sudah hilang dan didapat kembali,

dia sudah mati dan hidup kembali.

Lukas 15 : 32

15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

Apa maknanya, sampai Yesus berkata “dua kali” tentang hal yang sama?

  • Maknanya adalah penekanan pada “manusia baru yang ditandai dengan pertobatan”.
  • Jadi kalau ada orang Kristen yang masih senang menikmati dosa dan merasakan nikmatnya dosa, itu wajar saja, karena berarti dia belum sepenuhnya menjadi manusia baru, karena masih terikat dengan manusia lamanya dia.
  • Kalau “isi dalamnya tetap yang lama”, walaupun “kemasannya baru” pasti tetap bermasalah, karena yang penting adalah “dalamnya atau isinya”.
  • Isi dalamnya harus punya kesadaran, punya hati yang mau berubah, yang mau bertobat, yang mau kembali kedalam jalan Tuhan.
  • Inilah yang disebut “manusia baru”.

Jadi, kalau kita tidak punya kesadaran untuk beralih ke pola hidup yang baru dan masih menikmati pola hidup yang lama, maka kamu belum bisa disebut manusia baru.

Inilah yang disebut dengan “kesadaran akan dosa”.

Lukas 15 : 18 – 19

15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

Aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa.

15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Anak bungsu sudah lelah hidup di luar dan menderita, sehingga dia mau kembali ke rumah bapanya dan hidup benar.

  • Tetapi sayangnya banyak orang Kristen tidak mau sadar juga, walaupun sudah menderita lahir dan batin karena hidup di luar Tuhan.
  • Mereka selalu berpikir kalau saya kembali ke jalan Tuhan, apakah saya akan menerima berkat-berkat Tuhan.
  • Banyak orang Kristen hari-hari ini sadar dia berdosa, tetapi tetap masih menikmati dosa sampai hidupnya susah, menderita, lalu yang disalahkan adalah Tuhan dan bukannya maubertobat.
  • Tetapi malah bertanya yang aneh-aneh kepada Tuhan, “Tuhan, mengapa engkau jahat kepadaku?”

Mereka bisanya complain saja kepada Tuhan, “Tuhan, mengapa aku harus mengalami hal ini?”, “Tuhan, mengapa Engkau biarkan aku hidup susah?”

  • Yang disalahkan Tuhan,seharusnya yang disalahkan adalah diri sendiri mengapa tidak mau bertobat,  mau kembali ke jalannya Tuhan?
  • Si anak bungsu memiliki kesadaran, dia mulai benci terhadap dosa, artinya dia mulai menjadi manusiayang baru.
  • Tuhan mau saudara punya kesadaran seperti yang dimilki oleh si anak bungsu itu yaitu mulai membenci dosa dan kemudian bertobat serta kembali kepada Bapa.

Tuhan mau kita berkata “tidak kepada dosa”, hidup sesuai dengan jalan-jalan Tuhan,bersekutu intim dengan Tuhan, dekat dengan Tuhan sampai semua karakter Tuhan bisa terserap didalam kita, sampai kita bisa menjadi seperti yang Tuhaninginkan.

  • Banyak orang Kristen sekarang ini hidup susah karena dosa, dan begitu mereka ada masalah yang disalahkan Tuhan.
  • Saya tegaskan, Tuhan tidak pernah salah.
  • Kalau kamu bertobat, pastikamu diberkati, kamu pasti akan mengalami Tuhan secara pribadi karena ada kesadaran untuk membenci dosa.
  • Kita harus sadar bahwa yang membuat kita hidup susah bukan Tuhan, tetapi adalah dosa kita sendiri, karena kita tidak mau berubah, karena kita tidak mau sadar dengan dosa-dosa kita.
  • Akhirnya kita terus diperbudak oleh dosa, akibatnya kita menderita.

Perumpamaan ini bukan berbicara tentang orang yang sekedar percaya dan tersesat, tetapi anak yang sebelumnya dekat dengan Bapa tetapi kemudian tersesat, artinya anakyang punya kedekatan dan punya hubungan intim dengan Bapa.

  • Orang yang sebelumnya menggebu-gebu di dalam Tuhan, cinta Tuhan, melayani Tuhan dengan ketulusan,kemudian lari meninggalkan Tuhan serta menerima ilah lain.
  • Artinya sudah menjadi suam kuku,karena dosa telah membelenggu dia, dia tidak mau melepaskan diri dari dosa karena dia menikmati dosa itu.
  • Hari ini mungkin engkau merasa aman karena masih muda, tapi ingat bahaya atau maut tidak mengenal usiadan tidak mengenal waktu.

Saya rindu kita semua berubah, mencari Tuhan dengan benar, benar-benar intim dengan Tuhan,tidak kompromi dengan dosa, bukan waktunya main-main dengan dosa, karena sekaranglah waktunya ambil keputusan, “ya atau tidak hidup dalam dosa”.

  • Perumpamaan ini bukan menggambarkan tentang orang yang sekadar percaya yang tersesat, tetapi anak yang memiliki hubungan intim dengan Tuhan.
  • Anak berarti ada hubungan dengan bapa.
  • Yaitu kita dulu punya kasih mula-mula dan kemudian hilang karena dosa yang terus menerus dinikmati.

Allah adalah Bapa yang penuh belas kasihan, Dia menunggu kita kembali sadar memperbaiki diri kita, bukan menikmati dosa-dosa kita.

Tuhan mau saudara dan saya menikmati janji-janji Tuhan yang sudah disiapkan tapisaudara harus sadar dan tidak lagi menikmati kesalahan.

Lukas 15 : 20

15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Allah kita Allah yang penuh dengan belas kasihan kalau saudara mau mencari Dia, dan dengan sungguh-sungguh mau bertobat.

  • Belas kasihan dalam bahasa Inggris “compassion” dan dalam bahasa Yunani “Splag’khna” yang artinya bagian terdalam dari Allah yaitu belas kasihan.
  • Allah menyayangi kita dari bagian terdalam dari diri-Nya ini.
  • Kalau Allah menyayangi saudara sedemikian rupa, bagaimana mungkin Allah rela melihat saudara menderita.
  • Allah tidak mau kita menderita, tetapi Allah ingin melihat kita bersukacita.

Permasalahannya engkau tidak layak diberkati, karena engkau masih menikmati dunia dan dosamu.

  • Selama engkau masih menikmati dosamu dan duniamu maka kamu tidak akan melihat belas kasihan-Nya atasmu.
  • Kalau saudara benar-benar mau mendapat belas kasihan Allah, datanglah kepada Allah, sadari kesalahanmu dan bertobat sungguh-sungguh.
  • Disinilah saudara mendapatkan belas kasihan-Nya yang indah.

Ketika anak bungsu itu sadar dan bertobat, dia pulang kepada bapanya dan ketika bapanyamelihat dia datang, bapanya berlari menyongsong anak bungsunya yang baru kembali itu, lalu merangkul dan mencium dia.

  • Belas kasihan Tuhan besar kalau kita mau datang kepada-Nya, ketika kita benar-benar sadar dan bertobat.
  • Tapi berapa banyak orangKristen hari ini yang mau bertobat dan mau berubah, tetapi masih bertahan menikmati dosanya?
  • Kalau masih menikmati dosa, maka saudara tidak akan menemukan belas-kasihan Tuhan

Perhatikan baik-baik :

  • Dalam perumpamaan domba yang hilang, domba nya diam dan gembala nya yang mencari domba yang tersesat itu.
  • Dalam perumpamaan dirham yang hilang, dirham nya diam terbungkus debu dan perempuan itu yang mencarinya.
  • Dalam perumpamaan anak yanghilang, Bapa diam menunggu, tetapi kita yang mencari Bapa. Kita yang harus berperan aktif dalam merealisasikan keselamatan.

Dalam perumpamaan ini, Bapa “tidak berperan aktif” tetapi kitalah yang berperan aktif.

Efesus 5 : 14

5:14 Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”

Kristus baru bercahaya di dalammu ketika engkau aktif berperan di dalam-Nya.

  • Tuhan memanggil saudara menjadi terang dan garam
  • Tuhan mau menjadikan saudara terangnya Tuhan, Tuhan mau bercahaya di dalam saudara, tapi bagaimana caranya supaya Tuhan bercahaya di dalam saudara?
  • Saudara harus bangun dan harus aktif berperan di dalam-Nya

Karena ketika orang tidur, tentu seluruh tubuhnya tidak aktif. Oleh sebab itu kita harus bangun dari tidur kita. Bangun artinya sadar.

  • Orang yang aktif harus sadar dan orang yang tidur pasti tidak aktif.
  • Orang yang tidak mungkin bisa bertobat dari dosa dan kesalahannya, karena orang yang tidur tidak pernah sadar akan dosanya.
  • Intinya ketika kita berdosa kita tidak pernah menyadarinya, kita telanjang di hadapan Tuhan.
  • Ketika saudara berdosa, sebenarnya saudara tidak sadar saudara sedang jauh dari Tuhan, karena saudara sedang menikmati dosa.

Dosa adalah penolakan untuk memuliakan Tuhan melalui hidup kita termasuk tubuh kita danperkataan kita.

  • Jadi kalau saudara marah-marah berkepanjangan, sama saja saudara menolak memuliakan Tuhan.
  • Oleh sebab itu jangan marah-marah lagi, kunci mulutmu, lebih baik diam tapi Tuhan dipermuliakan didalammu.
  • Kita harus benar-benar berubah menjadi seperti yang Tuhan inginkan.

Suatu realita kehidupan dimana kita lebih banyak menyibukkan diri dengankesenangan-kesenangan pribadi kita dan hal itu dosa, karena kita tidak memuliakan Tuhan.

  • Suatu realita juga, dimana-mana orang-orang selalu pegang Handphone, sampai di gereja pun handphone juga masih dipegang, bahkan waktu khotbah masih mau terima tilpun masuk.
  • Bahkan banyak jemaat yangtidak membawa Alkitab ke gereja dengan alasan berat dan diganti dengan handphone.
  • Akibatnya Toko Buku Kristen yang menjual Alkitab menjadi sepi kurang peminat, karena yang diserbu adalah Toko Handphone.

Waspadalah terhadap tipu muslihat iblis, karena hari-hari ini diseluruh dunia banyak orang Kristen yang kejangkitan wabah sakit rohani oleh kemajuan teknologi yang begitu pesat dan mendunia.

  • Saya tidak mau ada satupun yang terhilang, saya mau kita semua selamat, berkumpul di awan yang permai sewaktu“Rapture” terjadi.
  • Dan masing-masing kita akan mendapat mahkota ketika kita menghadap Takhta Pengadilan Kristus.
  • Menonton drama Korea 20 seritidak apa-apa, tetapi jangan habiskan waktumu 2 hari berturut-turut sehingga waktumu habis terbuang percuma.
  • Sebenarnya, Tuhan ingin hubungan kita dengan Tuhan seperti drama yang “happy ending”, karena kita semua akan bertemu Tuhan di awan-awan.

Balas WhatsApp tidak apa-apa, tetapi jangan sampai terikat, karena kalau kita sudah terikat, bahaya sudah mengintip kita dan setiap waktu bisa menerkam kita.

  • Tuhan justru mau mengikatkan diri-Nya dengan kita.
  • Dalam Alkitab TUHAN berkata, “hormati kedua orang tuamu” bukan kasihi kedua orang tuamu.

Dalam Alkitab kita tidak pernah menemukan perintah TUHAN untuk “mengasihi kedua orangtua kita” tetapi “hormatilah ayahmu dan ibumu”.

  • Tetapi kalau untuk TUHAN, perintah-Nya dengan tegas berkata, “Kasihilah TUHAN, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu”
  • Harap jangan salah mengerti, bukannya tidak boleh mengasihi orang tua saudara, tetapi saudara “harus mengasihi Tuhan terlebih dahulu”, setelah itu barulah mengasihi orang tua saudara.
  • Kalau saudara mengasihiTuhan terlebih dahulu, barulah kasih-Nya bisa mengalir ke orang tua saudara dengan wajar, ke sesama dengan wajar dan ke keluarga dengan wajar.

Kalau dikatakan “kasihi orang tuamu” maka saudara bisa terbelenggu dengan kasihkepada manusia, akhirnya saudara bisa kecewa dengan Tuhan karena saudaramengasihi satu objek yang terlihat.

  • Bukan berarti tidak boleh mengasihi anak, misalnya tetapi tetap saja saudara harus mengasihi Tuhan terlebihdahulu.
  • Kalau engkau tidak mengasihi Tuhan terlebih dahulu maka engkau akan diperdaya oleh anak.
  • Kalau engkau tidak mengasihi Tuhan terlebih dahulu, maka engkau akan diperdaya oleh orang tua.
  • Kadangkala manusia punya keputusan-keputusan yang masih salah.
  • Tetapi kalau kita mengasihi Tuhan, kita akan tahu mana yang diinginkan Tuhan dan mana diinginkan orang tuaatau anak kita.

Jadi, kalau kita “mengasihi Tuhan”, maka kita akan mengikuti keinginan Tuhan, tetapi kalau kita“tidak mengasihi Tuhan” maka kita akan mengikuti apa maunya orang tua kita.

  • Akhirnya kita menyibukkan diri kita bukan hanya dengan urusan Hoby, Hiburan dan Handphone, tetapi disibukkan juga dengan masalah kita.
  • Berapa banyak dari kita yang hanya focus kepada masalah dan tidak focus kepada Tuhan?
  • Iblis akan mengambil keuntungan dari masalah yang kita alami, untuk mengalihkan pandangan kita dariTuhan.

Akhirnya kita berdoa bukan untuk memuji, menyembah Tuhan, tetapi untuk meratapi dirikita dan masalah kita sendiri.

Kita menyibukkan diri kita dengan masalah kita, bagaimana caranya masalah initerpecahkan.

Jika sudah demikian halnya, akhirnya kita mencari Tuhan demi masalah dan kita mencari Tuhan bukan karena kita mengasihi Tuhan, tetapi karena ada masalah.

  • Kalau saudara mengasihi Tuhan, saudara pasti percayakan masalahmu di tangan Tuhan dan engkaupun akanaman.
  • Mari kita praktekkan mulai besok, meskipun banyak masalah tapi jangan minta apapun dari Tuhan, kita sembahTuhan saja.
  • Maka saudara akan melihat apa yang tidak pernah engkau pikirkan, itu yang Tuhan sediakan bagimu.

Misalnya, saya berpikir kapan mau ganti mobil, dan saya menginginkan mobil sesuai dengan yang saya pikirkan sendiri.

Tetapi sebenarnya Tuhan tidak mau saya memiliki mobil sesuai keinginan saya.

Mengapa?

Karena ketika saya tidak focus kepada mobil yang saya inginkan, maka Tuhan akan memberikan saya “lebih dari apa yang saya pikirkan”.

Terjadinya kapan saya tidak tahu, kalau Tuhan mau kasih saya terima, tapi kalau Tuhan belumkasih juga tidak apa-apa.

  • Yang penting saya tahu, jangan sampai Tuhan pergi dari hidup kita.
  • Masalah boleh datang silih berganti, tetapi Tuhan tetap ada bagi saudara dan saya.

Lukas 15 : 19

15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Saya akan berbicara dengan cara extrim membahas ayat ini, tetapi jangan disalah-artikan.

  • Si bungsu “baru layak sebagai anak bapa” setelah dia sadar bahwa posisinya ketika itu tidak layak sebagai anak.
  • Si bungsu berkata, aku tidak layak disebutkan “anak bapa”, oleh karena itu “jadikan aku pekerja” saja.
  • Justru dengan pertobatan diayang seperti ini, Tuhan berkata “engkau layak sebagai anak-Ku, karena engkau merasa dirimu tidak layak sebagai anak bagi-Ku”.

Berapa banyak orang Kristen hari-hari ini merasa dirinya layak sebagai anak, tetapi tidak pernah sadar kalau sebenarnya dia tidak layak?

Sebenarnya kita masih jauh dari yang Tuhan inginkan.

  • Mefiboset mempunyai seoang pesuruh/hamba namanya Ziba.
  • Mefiboset diajak pergi bersama dengan Daud, tetapi hambanya itu membohongi Mefiboset.
  • Sehingga akhirnya Mefiboset tidak jadi pergi bersama dengan Daud.

Ini melambangkan tipu daya iblis yang membuat orang gagal mengikut Tuhan.

  • Daud berjanji kepada Mefiboset untuk memberikan Mefiboset semua ladangnya.
  • Tetapi Mefiboset ditipu oleh Ziba hambanya, sehingga akhirnya Mefiboset tidak mendapatkan apa yang dijanjikan Daud.

2 Samuel 19 : 24 – 30

19:24 Juga Mefiboset bin Saul menyongsong raja. Ia tidak membersihkan kakinya dan tidak memelihara janggutnya dan pakaiannya tidak dicucinya sejak raja pergi sampai hari ia pulang dengan selamat.

Mefiboset tidak mau mandi, tidak mau bercukur, tidak mau ganti pakaian karena dia sedihdan kecewa ditinggal oleh Daud.

Kalau tidakada Allah di dalam kita, akankah kita juga meratap mengasihani diri kita sendiri seperti Mefiboset?

19:25 Ketika ia dari Yerusalem menyongsong raja, bertanyalah raja kepadanya: “Mengapa engkau tidak pergi bersama-sama dengan aku, Mefiboset?”

19:26 Jawabnya: “Ya tuanku raja, aku ditipu hambaku. Sebab hambamu ini berkata kepadanya: Pelanailah keledai bagiku, supaya aku menungganginya dan pergi bersama-sama dengan raja! — sebab hambamu ini timpang.

Mefiboset  laki-laki yang kakinya timpang, dia anak dari Yonatan anak Saul musuhDaud.

  • Tetapi karena ada hubungan yang intim antara Daud dan Yonathan, maka keturunan Yonathan diberkati.
  • Tetapi ketika berkat  datang mendekati Mefiboset, dia ditipu oleh Ziba hambanya, yang melambangkan iblis atau kuasa kegelapan yang menghalangi berkat itu.
  • Akhirnya dia tidak pergi dengan Raja Daud.

2 Samuel 19 : 27-30

19:27 Ia telah memfitnahkan hambamu ini kepada tuanku raja. Tetapi tuanku raja adalah seperti malaikat Allah; sebab itu perbuatlah apa yang tuanku pandang baik.

Tuanku raja seperti Tuhan bagi saya, oleh karena itu perbuatlah apa yang raja pandang baik.

  • Jadi Tuhan Yesus segala-galanya bagi kita.
  • Bila Tuhan mau memacu kita, pacu saja, Tuhan.
  • Bila Tuhan mau membelokkan saya, belokkan saja, Tuhan.
  • Bila Tuhan mau mengerem saya,rem saja Tuhan, karena saya tahu yang Tuhan rancangkan bagi saya, pasti baik bagi saya.

19:28 Walaupun seluruh kaum keluargaku tidak lain dari orang-orang yang patut dihukum mati oleh tuanku raja, tuanku telah mengangkat hambamu ini di antara orang-orang yang menerima rezeki dari istanamu. Apakah hakku lagi dan untuk apa aku mengadakan tuntutan lagi kepada raja?”

Untuk apakita minta-minta lagi kepada Tuhan, kalau kita sudah ditebus oleh Tuhan dan sudah dijadikan anak oleh Tuhan?

  • Inilah kekristenan yang ideal.
  • Beranikah saudara berkata “Tuhan saya tidak butuh apa-apa lagi, yang saya butuhkan hanya Tuhan, tidak ada yang lain”
  • Tuhan saya tidak perlu dana, yang penting kalau kita dapat Tuhan, maka kita akan mendapatkan segalanya.

Banyak orang minta uang. Tuhan berkata jangan minta uang, tapi minta Tuhan.

Kalau kamu dapat Tuhan, maka kamu bisa dipercaya dengan banyak hal.

19:29 Tetapi raja berkata kepadanya: “Apa gunanya engkau berkata-kata lagi tentang halmu? Aku telah memutuskan: Engkau dan Ziba harus berbagi ladang itu.”

Akhirnya raja memutuskan warisannya dibagi dua dengan Ziba karena Mefiboset tidak ikut dengan raja.

19:30 Lalu berkatalah Mefiboset kepada raja: “Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat.”

Perkataan Mefiboset ini luar biasa, kita masih jauh dari kekristenan yang benar. Beranikah kita berkata kepada Tuhan, “Tuhan ambil semuanya asal jangan ambil keberadaanTuhan dari hidup saya”.

Tuhan ambil semua yang Tuhan mau, tetapi jangan pernah ambil Roh-Mu dari-padaku.

  • Inilah yang diucapkan juga oleh Daud di Mazmur 51, “Tuhan jangan ambil Roh-Mu daripadaku”
  • Betapa berharganya keberadaan Tuhan di dalam kita dan kita menghargai Tuhan sedemikian rupa,sampai kita tidak peduli lagi dengan apapun.
  • Karena yang kita utamakan hanyalah bagaimana caranya agar kehadiran Tuhan didalam saya tidak berubah.
  • Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, saudara tidak menginginkan dosa lagi.

Hasratmu sudah kembali kepada Tuhan, bukan lagi ke dunia ini, bukan lagi ke diri kita sendiri, sampai pada tingkatan “Tuhan mau ambil, silakan Tuhan, tapi jangan pernah ambil Roh Mu dari aku”

  • Memang tidak mudah berkata seperti ini.
  • Robert Liordon pernah jatuh dalam dosa homosex.
  • Sebelum dia jatuh, dia berkata di bukunya “Tuhan ambil semua jemaatku daripadaku, tapi jangan pernah ambil Roh-Mu daripadaku”.
  • Setelah itu dia jatuh dalam dosa homosex, sampai semua jemaatnya pergi dan barulah dia sadar akan perkataannya kepada Tuhan.
  • Tapi dia berkata yang penting Tuhan masih ada di dalamku.
  • Walaupun semuanya pergi, semua menjauhi aku tapi jangan pernah Tuhan menjauhi aku.

Tuhan mau kita sebagai orang Kristen, seharusnya sampai ke tingkat ini.

  • Tuhan mau memuliakan kita, Tuhan mau supaya kita berhasil dijadikan sebagai mempelai-mempelai Kristus.
  • Tuhan mau mendadani kita sedemikian rupa agar kita cantik dihadapan Tuhan.
  • Tuhan mau kita benar-benar mendapatkan semua yang Tuhan janjikan untuk kita.

Tapi permasalahannya, “apakah saudara sudah menjadikan Tuhan diatas segala-galanya” atau sebaliknya “apakahengkau masih menjadikan dirimu diatas segala-galanya?”

  • Kalau engkau masih menjadikan dirimu diatas segala-galanya, maka engkau akan mudah terluka danakan mudah jatuh lagi di dalam dosa.
  • Engkau akan terikat dengan hartamu dengan segala kenyamanan yang dunia berikan kepadamu. sehingga engkau denganbegitu mudahnya berkata, “Tuhan, mengapa Tuhan tidak adil terhadapku”.

Kalau saudara perhatikan cerita Mefiboset tadi, bagaimana dan dimana posisi kita, masihjauhkah kita dari Tuhan?

  • Apakah kita masih jauh dari apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita?
  • Beranikah mulai hari ini kita berkata “Tuhan aku tidak butuh apa-apa, aku hanya butuh Tuhan”.
  • Beranikah kita bernyanyi dengan sungguh-sungguh “…lebih dari segalanya, kurindu Kau Tuhan …”

Kalau hanya menyanyi mudah saja, asalkan tidak sedang sakit tenggorokan, tetapi coba saudara serahkan semuanya untuk Tuhan dan menjadikan Tuhan segala-galanya,apakah juga mudah?

  • Dalam waktu hanya 3 detik, memang mudah kita berkata “I love You Lord” tetapi untuk membuktikan kebenaran cinta kita kepada Tuhan butuh waktu dari hari ke hari, sampai kita bersama Tuhan di Sorga nanti.
  • Saudara bisa saja berkatakepada suami/istri saudara bahwa saudara mencintai dia, tetapi untuk membuktikan cinta saudara itu maka saudara harus hidup sesuai dengan firmanTuhan.
  • Memang mudah mengucapkannya, tapi sulit mempraktekkannya.

Tetapi Tuhan Yesus hebat luar biasa, Dia memberikan Roh-Nya yang Kudus kepada kita, supaya ketika kita mampu mengucapkan kata-kata cinta itu dan Tuhan juga memampukan kita untuk membuktikannya dalam hidup kita.

Yakinlah bahwa kita tidak bekerja sendiri, karena Tuhan senantiasa turut bekerja dalam segala hal dan memampukan kita oleh Roh Kudus-Nya.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

WARTA 2 DESEMBER 2018 MENGEJAR DUNIA MEMBAWA DUKA BELAKA

 

MENGEJAR DUNIA MEMBAWA DUKA BELAKA

Pengajaran akan dunia menyebabkan banyak kesedihan (1Timotius 6:9-10), sedang pengajaran akan Tuhan membuat seseorang semakin kuat menyangkal daya tarik dunia. Tapi sayangnya banyak orang percaya dewasa ini termakan oleh gemerlap dunia sehingga salib mulai tersingkir bahkan telah menjadi batu sandungan demi meraih kebebasannya. Mereka lebih baik berduka mengejar dunia dari pada sukacita bersama Tuhan tanpa mereka sadari. Yang lebih disayangkan lagi ibadah mereka tidak lebih dari ibadah dengan berbagai tuntutan dan keinginan terselubung. Yang mereka kejar bukan lagi perkenanan Tuhan, melainkan pernyataan dunia seperti ingin nyaman, ingin dihargai, ingin tampil dan lain sebagainya.

Saudaraku jika kita mau melepaskan segala kehendak kita dan mulai mengenal Allah, pastilah kita akan mulai menyadari tidak ada artiannya dunia. Kita datang tanpa membawa apapun dan kita kembali juga tanpa membawa apapun (1 Timotius 6:7). Jika kita keluar tanpa membawa apapun, mengapa sampai hari ini masih terfokus dengan hal yang fana yang notabene akan kita tinggal nantinya? Mengapa pula kita masih saja berduka cita seperti dunia hanya karena kita tidak memperoleh yang fana? Mengapa pula kita tidak fokus pada yang kekal dan akan kita bawa nanti setelah kematian yaitu iman dan kasih?

Saudaraku kita adalah gereja Tuhan dan kita ada demi mengejar kebenaran (Matius 6:33) dan menjadi terang juga garam (Matius 5:13-16). Yang artinya menjadi teladan bagi sesama. Tapi apakah kita dapat menjadi terang jika kita terfokus pada kehendak diri sendiri dan dunia yang hanya menggiring pada kegelapan? Apakah kita dapat menjadi terang dan garam jika kita sendiri tidak memiliki  garam yang dapat memberi rasa pada dunia yang tawar karena kita sendiripun telah tawar pada Tuhan dan kebenarannya.        

Saudaraku kita hanya dapat menjadi berkat bagi sesama ketika kita terus terpusat pada Tuhan, seperti ranting yang hanya dapat berbuah ketika ranting itu tertanam pada pokok tanaman yang benar (Yohanes 15:1-5). Diluar pokok tanaman yang benar apa yang dapat dihasilkan selain kematian belaka. Begitupun orang kristen yang belum memusatkan dirinya pada Tuhan melainkan pada dunia, yang mencari Tuhan juga demi melampiaskan hawa nafsunya saja. Orang seperti ini imannya mati dan tidak berdaya sama sekali. Orang seperti ini sepanjang hidupnya akan dirundung duka sampai dia menemukan kebenaran yang hakiki dan mulai mengalihkan pandangannya pada Tuhan bukan lagi pada dunia. Dia akan mulai gusar kalau dia tidak mencari Tuhan tapi tidak akan gusar jika dia tidak mengejar dunia atau mendapatkan dunia. 

27 NOVEMBER 2018 KENYAMANAN YANG MEMBAWA KEMUNDURAN(VIDEO KHOTBAH)

25 NOV 2018 KASIH ALLAH YANG MENYELAMATKAN BAG.2 (VIDEO)

IMAN SEORANG PERWIRA – 13 NOVEMBER 2018

GPPK-CHOSEN GENERATION

Aku berkata kepadamu : Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap,di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi”. (Matius 8:11-12)

“IMAN SEORANG PERWIRA”


KHOTBAH : PS.FERDI GODJALI

GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB

SELASA 13 NOVEMBER 2018

==================

Shalom !

Materi firman Tuhan yang akan kita bahas hari ini adalah firman yang sudah sejak lama ingin saya khotbahkan,tetapi baru terealisasi sekarang karena butuh tingkat pengetahuan tertentu darikita semua untuk dapat menerimanya dan memahaminya, ternyata baru sekarang Tuhanungkapkan semuanya bagi kita.

Thema dan sekaligus menjadi judul khotbah saya hari ini adalah “Iman Seorang Perwira”dari Injil Matius 8 : 5-13 serupa dengan Injil Lukas 7 : 1-10.

Oleh karena itu pembahasan dari Injil Matius 8 : 5-13 akan di jabarkan dengan lengkap dari firman yang terdapat dalam Injil Lukas 7 : 1-10.

  • Kalau dalam Injil Matius pasal 8, Perwira ini langsung datang kehadapan Yesus,
  • Tetapi yang terdapat dalam Injil Lukas pasal 7, ternyata Perwira ini tidak langsungdatang ke Yesus, tetapi melalui utusannya terlebih dahulu.

Pada kesempatan pendalaman Alkitab sore hari ini, Tuhan mau menyingkapkan “tentang iman yang benar”, bukan hanya sekadar ber-iman, tetapi Tuhan mau saudara dan saya memiliki “kualitas iman yang benar dan yang mantap”.

Matius 8 : 5-13

8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:

Perwira ini langsung datang kehadapan Yesus.

8:6 “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”

8:7 Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”

8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan

kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.

8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

Ini artinya ada pesta.

8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Perwira itu langsung bertemu Yesus.

Lukas 7 : 1-10

7:1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.

7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.

7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.

Dalam Matius 8 tersebut diatas Perwira itu langsung bertemu dengan Yesus, tetapi dalam Lukas 7 dia menyuruh utusannya untuk bertemu Yesus.

7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong,

“Ia (Perwira itu) layak Engkau tolong,

7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”

Dan dialah yang membangun rumah ibadah kami”.

7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;

Perwira itu menyuruh utusannya lagi yang menyatakan supaya Yesus jangan bersusah-susah bertemu langsung dengansi Perwira karena dia tidak layak.

Lukas 7 : 7 – 10

7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

7:8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Perwira ini memiliki otoritas.

7:9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”

Iman seperti apa yang Tuhan mau?

7:10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Hamba ini luar biasa sekali. Ada hal yang hebat dari iman seorang Perwira.

Di dalam Perjanjian Baru ada 4 Perwira yang merupakan orang-orang baik.

  • Yang pertama Perwira di Kapernaum.
  • Yang kedua Cornelius.

Kisah Para Rasul 10 : 1

10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.

Kisah Para Rasul 10 : 22

10:22 Jawab mereka: “Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan.”

Kornelius seorang Perwira yang tulus hati dan takut akan Allah. Perwira ini bukan orang Yahudi, tetapi orang Romawi.

  • Ada 4 atau 5 perwira yang disebut di Perjanjian Baru dan semuanya orang baik.
  • Paulus diselamatkan 2 kali oleh Perwira di Kisah Para Rasul 23 dan 27.
  • Perwira yang menyelamatkan Paulus semuanya orang baik.

Perwira dalam bahasa Inggris “sancturio”, artinya orang yang memimpin 100 prajurit. Jadi Perwira ini adalah tulang punggung pasukan Romawi.

Pesan yang mau disampaikan dari Perwiraini, adalah bahwa pasukan bersenjata Romawi, dilandasi oleh kekuatan karakter yang harus dimiliki oleh setiap Perwira Romawi.

  • Oleh sebab itu kekuatan bersenjata Kekaisaran Romawi begitu kuat karena para Perwira nya memiliki karakter yang luar biasa.
  • Sayakatakan Perwira yang di Matius 8 ini adalah orang baik karena dia mengasihi hambanya, padahal dia orang asing, orang Romawi.
  • Hambanya Perwira ini adalah seorang budak.

Zaman dahulu budak di perjual belikan seperti jual beli motor/mobil. Kita bisa sayang kepada motor/mobil kita, karenamotor/mobil berguna bagi kita dan motor/mobil tidak bisa melukai kita.

  • Tetapi Perwira orang asing ini menyayangi hambanya, padahal seorang hamba cenderungbisa melukai tuannya.
  • Kita bisa-bisa saja menyayangi benda-benda milik kita karena berguna untuk kita.
  • Tetapi walaupun kita menyayangi manusia, manusia cenderung masih bisa melukai kita,masih bisa ada pergesekan di antara manusia, masih bisa bertolak belakangdengan kita.

Dalam hukum Romawi, seorang budak sama dengan barang.

  • Jika masih baik atau bagus, bisa dipelihara/dipakai terus menerus, tetapi jika sudah jelek, setiap waktu bisa disingkirkan.
  • Jadi seorang budak pada zaman itu diperlakukan seperti “binatang”.
  • Tetapi Perwira ini, yang adalah seorang pemimpin yang punya kuasa, ternyata masih bisa menyayangi budaknya.
  • Dia masih bisa menaruh simpati dan merasa kasihan kepada hambanya yang sakit itu.

Kalau kita mau peduli dengan orang lain seperti Perwira ini, maka kita harus mau mengorbankan “harga diri” kita dan mengorbankan “siapa saya” untuk bisa menaruh hati kita kepada seorang hambayang sebenarnya tidak berharga di mata umum.

  • Kondisi seperti ini sangat langka pada zaman itu, bahkan zaman sekarang pun sangat langka.
  • Perwira Romawi tersebut begitu peduli dengan budaknya yang sakit parah, berarti ada perasaan kasih sayang didalam diri perwira ini.
  • Apalagi budak/hamba yang dia kasihi itu adalah orang Yahudi.

Orang Yahudi terkenal sebagai manusia yang “tegar tengkuk” dan “keras kepala”.

  • Orang Yahudi pada umumnya sukar sekali untuk didekati atau berbaik-baikan dengan orang lain.
  • Tetapi seorang Perwira Romawi yang memiliki kedudukan atau jabatan serta punya otoritas penuh atas budaknya itu, bisa menaruh hati terhadap si hamba yang hina.
  • Ini berarti, si Perwira itu memiliki kasih yang luar biasa dan terpuji.
  • Kalau bukan karena kerendahan hati Perwira tersebut, kondisi ini tidak mungkin bisa terjadi.

Pada sisi lain, orang Yahudi adalah orang yang sukar sekali dibentuk, ataupun dididik, karena karakternya yang tegar tengkuk dan dominant.

Tetapi kenyataannya, Yesus datang dari Sorga ke dunia ini, adalah untuk orang-orang yang “tegar tengkuk” ini.

Yohanes 1 : 11

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya

Ia datang untuk orang-orang Yahudi milik kepunyaan-Nya, tetapi orang Yahudi tetap “tegar tengkuk” dan tidak mau menerima Dia.

Saudara bayangkan seorang pemimpin seperti Perwira Romawi yang sangat berkuasa di tanah jajahan Kekaisaran nya, bisa mengasihi seorang budak hina yang tegar tengkuk?

  • Orang Yahudi suka membuat susah orang Romawi, sedangkan orang Romawi adalah penjajah.
  • Penjajah bisa sayang dengan orang yang di jajah dan tegar tengkuk. Ini hal yang luar biasa.

Contohnya dalam Alkitab, adalah Yunus, ini salah satu contoh “ke tegar-tengkuk an” orang Yahudi.

  • Yunus disuruh TUHAN menyerukan orang-orang Niniwe supaya bertobat.
  • Yunus beranggapan bahwa Niniwe ini adalah “kota penjajah” atas orang Yahudi.
  • Yunus berpikir lebih baik dia melarikan diri menghindari tugas tersebut, dari pada harus menyerukan supaya si penjajahitu bertobat.

Lebih baik saya melarikan diri daripada saya menyerukan supaya orang-orang penjajah Niwiwe ini bertobat, karena orang-orang ini yang menyakiti saya dan bangsa saya.

Inilah tegar-tengkuk nya orang Yahudi.

Yesus sangat mengasihi “orang-orang Yahudi yang tegar tengkuk ini”, Yesus menaruh hati untuk orang Yahudi yang justru berteriak, “salibkan Dia”.

Kita kembali kepada si Perwira Romawi tadi, siapakah yang dikasihi oleh Perwira itu sampai bersedia datang kepada Yesus?

  • Yang dikasihi oleh Perwira itu bukanlah keturunan “orang yang penurut”.
  • Tetapi seorang hamba hina bagi orang Romawi, keturunan orang Yahudi yang terkenal “tegar tengkuk” dan yang “gaya hidupnya arogan”.

Matius 9 : 36

9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Melihat orang banyak itu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan.

Yesus mengasihi mereka yang terlantar ini, tetapi mereka yang dikasihi Yesus ini justru yang berseru nyaring, “salibkan Dia !!!”.

  • Padahal mereka adalah domba yang kebingungan, domba tanpa gembala.
  • Padahal mereka adalah domba yang teraniaya tanpa pertolongan, domba yang terjebak di dalam semak duri, yang bisa terluka oleh semak duri.
  • Domba-domba inilah yang mau ditolong oleh Yesus, tetapi mereka sendiri malahan “menggigit Gembala nya sampai mati”.

Demikian pula halnya dengan hamba yang dikasihi Perwira ini, bukanlah orang yang lemah lembut dan yang baik hati, tetapi orang yang tegar tengkuk.

  • Kalau bukan orang yang benar-benar berhati baik dan memiliki kasih tidak mungkin bisa mengasihi hamba yang tegar tengkuk.
  • Orang Yahudi, adalah orang yang paling sulit untuk bisa membuat seseorang sayang kepadanya.
  • Tapi Perwira ini bisa begitu sayang dengan seorang Yahudi yang adalah hambanya, berarti dia orang yang baik luar biasa.

Sebaliknya orang Yahudi pasti memusuhi orang Romawi si penjajah, mereka memerangi orang Romawi, mereka membunuh orang-orang Romawi sampai orang Romawi kerepotan menghadapi orang Yahudi. Sampai Paulus berkata “kita dahulu tanpa Yesus seperti apa?”

Titus 3 : 3

3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.

Paulus berkata, “dahulu kita hidup seperti itu”, tetapi Perwira ini bisa menaruh hati kepada orang Yahudi.

  • Memang sulit untuk bisa mengasihi orang Yahudi, tapi perwira ini berhasil bukan sekadar ucapannya saja, tetapi juga melalui tindakannya.
  • Dewasa ini banyak orang Kristen yang wataknya seperti orang Yahudi.
  • Merasa diri superior, arogan, merasa eksklusif, hanya bisa dekat dengan orang-orang tertentu, tidak menjadi saluran kasih, kasihnya terus dibatasi.

Mungkin saudara termasuk orang yang “tidak bisa mengasihi orang yang jahat” terhadap saudara, tetapi hanya bagi orang yang baik terhadap saudara saja saudara begitu mengasihi mereka.

  • Jika demikian yang terjadi, saudara hidup seperti orang Yahudi, seperti orang yang tidak ber-Tuhan, padahal saudara jarang absen ke gereja, rajin beribadah, bahkan melayani.
  • Tetapi kalau kasih saudara selalu dibatasi hanya kepada orang yang baik saja, berarti saudara bukan Perwira.
  • Saudara sama seperti orang Yahudi yang tegar tengkuk, orang Yahudi yang merasa eksklusif, yang merasa ingin disembah, yang merasa diri ingin disanjung.

Tuhan mau saudara menjadi Perwira itu, bukan menjadi orang Yahudi yang “tegar tengkuk”, yang sulit sekali diatur, yang sulit dibentuk, dan selalu membatasi kasih.

  • Didalam hukum Yahudi, Petrus berkata, “berapa kali aku harus mengam-puni orang dalam satu hari?”
  • Mengapa demikian?
  • Karena di dalam hukum Yahudi, kalau disakiti orang 7 kali maka boleh menyimpan kepahitan, boleh menjauhi orang yang menyakiti tersebut.
  • Tetapi Yesus berkata, kamu harus mengampuni orang yang “menyakiti mu bukan hanya sampai 7 kali”, tetapi yang menyakitimu sampai 70 x 7 kali.

Berarti Tuhan mau pengampunan yang tanpa batas, tanpa syarat dan tanpa sisa, yaitu pengampunan yang sempurna, walaupun kita di sakiti bertubi-tubi sampai 70×7 kali.

  • Pengampunan sempurna memang sulit sekali dilakukan, karena masih adanya ego, masih ada harga diri, masih ada berbagai kepentingan di dalam kita.
  • Tuhan mau kita menjadi Perwira yang menjadi saluran kasih, yang mau merendahkan diri, yang mau melakukan apapun untuk orang lain, bukan untuk diri sendiri.
  • Mulai hari ini, marilah kita mulai berubah dan kita tidak boleh membatasi kasih kita lagi.

Ketika saudara menyadari saudara adalah orang yang beribadah, saudara tidak boleh membatasi kasih hanya kepada orang yang baik kepada saudara, hanya kepada orang di lingkungan saudara, hanya kepada orang yang mengikuti saudara, tetapi saudara harus menaburkan kasih kepada siapapun termasuk mereka yang menyakiti saudara.

  • Kalau kita mengasihi hanya kepada orang yang mudah diatur, itu mudah sekali.
  • Tetapi untuk bisa mengasihi orang yang sulit diatur, orang yang tegar tengkuk, hanya orang yang luar biasa baik hatinya yang bisa melakukan hal seperti ini.

Apakah saudara dan saya termasuk “orang-orang yang biasa-biasa saja” atau termasuk “orang-orang yang luar biasa?” Silahkan saudara introspeksi diri masing-masing.

  • Kalau saudara mengaku sebagai “orang yang luar biasa”, berarti saudara harus mengasihi mereka yang menyakiti saudara, sama seperti saudara mengasihi orang-orang yang baik kepada saudara.
  • Tuhan mau kita menjadi Perwira, bukan menjadi orang Yahudi yang tegar tengkuk dan sulit di atur.

Orang Yahudi juga memiliki “rasa curiga” yang tinggi. Bila ada yang mengasihi mereka, mereka langsung curiga.

  • Hari-hari ini banyak orang Kristen yang seperti itu.
  • Ketika ada orang mengasihi saudara, saudara langsung curiga “wah, pasti ada maunya” orang ini.
  • Kita selalu curiga dengan orang yang baik kepada kita, karena kita terbiasa hidup di dunia yang jahat.
  • Jadi ketika ada yang baik kepada kita, kita langsung curiga.

Jadi, karena kita biasa dijahati orang, maka ketika ada yang baik kepada kita, kita jadi langsung “berprasangka buruk” terhadap orang tersebut. Hal inilah yang terjadi di lingkungan orang-orang Yahudi.

  • Mereka cenderung menaruh prasangka buruk terhadap orang yang baik terhadap mereka.
  • Keagamaan merekalah yang menjadikan mereka merasa “manusia yang superior” karena diberkati TUHAN.
  • Banyak orang yang sudah melayani Tuhan, merasa dirinya “superior”.
  • Seharusnya ketika saudara sudah banyak tahu kebenaran firman, maka saudara harus semakin menunduk lebih dalam lagi.

Jadi, semakin banyak saudara tahu firman, maka kepala saudarapun harus semakin menunduk seperti bulir-bulir padi di sawah yang sedang menguning, bukannya semakin mendongakkan muka keatas mengangkat dagu.

Kalau saudara semakin banyak tahu firman, tapi malah mendongakkan kepala, berarti saudara hanya tahu pengetahuan pragmatis saja dan firman Tuhan tidak mengubah hidup saudara, firman Tuhan juga tidak menjadi gaya hidup saudara.

  • Misalnya saudara sudah tahu aljabar, atau logaritma, tetapi saudara melawan anak TK yang baru mengerti 2+2=4.
  • Saudara mengerti aljabar atau logaritma karena tahu lebih dulu, tetapi bisakah dengan pengetahuan saudara mengubah hidup saudara?
  • Justru semakin banyak engkau tahu, engkau ajari dia supaya dia juga tahu.
  • Itu yang namanya kasih, dimana kasih itu menuntun orang lain.
  • Saudara beri firman ke orang lain, bukan hanya supaya mereka tahu firman, tetapi supaya mereka mengenal Tuhan dan kamu menjadi berkat bagi orang lain.

Tuhan mau kita menjadi Perwira, bukan menjadi orang Yahudi yang tegar tengkuk.

  • Saudara lihat di Lukas 7 : 3-7, si Perwira tidak langsung datang sendiri.
  • Dia “mengutus” orang-orang Yahudi, yang sebagian besar tidak percaya.
  • Perwira ini merasa tidak layak padahal dia seorang atasan yang berkuasa, dan hal ini menandakan kerendahan hati si Perwira.

Iman seperti inilah yang Yesus inginkan dari kita, meskipun Perwira itu seorang atasan, tetapi dia mengutus seseorang bukan untuk menghina Yesus, tetapi karena dia merasa tidak layak untuk berjumpa dengan Yesus.

  • Saya ini siapa, Yesus itu siapa, saya tidak layak berjumpa dengan Yesus.
  • Oleh karena itu saya mengutus orang lain, karena pada dasarnya saya menyadari “siapa saya”.

Filipi 2 : 3

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

Seseorang yang rendah hati harus menganggap orang lain jauh lebih utama daripada dirinya sendiri.

  • Bisakah di Chosen Generation ini kita menganggap orang lain lebih utama dari diri kita sendiri?
  • Kita harus menganggap orang lain lebih berharga dari diri kita sendiri.
  • Jika kita menganggap orang lain lebih berharga, maka puncaknya kita akan siap menyerahkan nyawa bagi orang lain.
  • Iman seperti inilah yang Tuhan inginkan, bukan sebatas ucapan tetapi benar-benar menganggap orang lain lebih utama dari diri kita sendiri.

Kalau kita menganggap orang lain lebih utama dari diri kita sendiri, maka kita tidak akan menjadi dominant. Justru saudara akan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

  • Orang Roma itu adalah si Penjajah, jadi dia merasa tidak layak datang kepada Yesus.
  • Yesus adalah orang Yahudi dari bangsa yang dijajah, tapi Perwira Romawi itu merasa tidak layak datang kepada Yesus.

Padahal Penjajah itu posisinya adalah bangsa atau orang yang superior, sehingga kalau bukan karena kerendahan hati si Perwira, tidak akan mungkin terjadi kondisi seperti ini.

Pertanyaannya : Iman yang seperti apa yang Tuhan inginkan dari kita semua?

  • Yang Tuhan inginkan adalah “Iman yang disertai dengan kerendahan hati”
  • Iman yang rendah hati artinya “tidak merasa superior”, tidak arogan, tidak merasa diri benar sendiri, tidak merasa diri paling hebat, tidak merasa diri paling dibutuhkan.
  • Kita harus punya iman yang rendah hati, yang saling melengkapi satu dengan yang lain dan tidak ada yang superior di Chosen Generation.
  • Kita semua hamba yang melayani, Tuhan kita hanya satu yaitu Tuhan Yesus Kristus.
  • Kita semua sama, kita harus saling bergandengan tangan, harus saling merendahkan diri satu dengan yang lainnya, supaya nama Tuhan di permuliakan di Chosen Generation.

Perwira Roma itu penjajah, superior, tetapi dia rendah hati, sehingga merasa tidak layak atau tidak pantas untuk datang kepada orang yang di jajah tetapi sangat dia hormati.

  • Mungkin Perwira itu berkata, “Tuhan, Engkau tidak layak datang kepada-ku, karena rumahku kotor, rumahku jelek dan aku juga jelek.
  • Saya punya sahabat dari SD sampai SMA, dia sering mau datang kerumah saya tapi selalu saya larang karena rumah saya kotor, rumah saya jelek.
  • Sampai suatu saat waktu SMA, dia mau datang ke rumah saya tapi masih tetap saya larang dengan berbagai alasan.
  • Akhirnya ada perkataan dia yang membuat saya tidak bisa menolak dia datang ke rumah saya, dia berkata, “saya datang untukmu karena kamu temanku, bukan mau melihat rumahmu yang kotor atau jelek”.

Saudara bayangkan kalau Tuhan mau datang kedalam hidup kita, tetapi kita menolak dengan berbagai macam alasan, merasa diri kita kotor, merasa diri kita jahat; tapi Tuhan berkata, “Aku mau datang kedalam hidupmu, kepada rohmu agar rohmu diselamatkan, bukan mempermasalahkan tubuhmu yang kotor”.

Jadi ketika roh kita bersentuhan dengan Tuhan, barulah tubuh kita secara otomatis diubah oleh Tuhan.

Ada banyak orang merasa bersalah, merasa tidak layak dihadapan Tuhan, karenanya :

  • Memang baik saudara menyadari ketidak-layakan saudara, tetapi jangan ter-intimidasi dengan hal tersebut, karena akhirnya hal tersebut bisa membuat saudara menjauh dari Tuhan.
  • Kondisi tersebut diatas bila dibiarkan akan membuat kerohanian saudara semakin parah dan inilah yang dikehendaki iblis.
  • Dengan pernyataan ini bukan berarti saudara boleh berbuat dosa, karena perbuatan dosa tidak boleh saudara lakukan, apapun alasannya.

Permasalahannya, mengapa kita cenderung terdorong berbuat dosa terus?

  • Alasannya, karena kita selalu ingin menikmati dosa tersebut.
  • Jadi disitulah letak kesalahannya, karena kita senang menikmati dosa.
  • Kalaupun kita terlanjur berbuat dosa, dosa itu seharusnya hanya singgah sebentar saja, jangan sampai tinggal berlama-lama di dalam saudara
  • Kalau dosa tersebut hanya sekadar singgah, berarti ketika kita bertobat, dan menyelesaikannya, ada jaminan kalau kita tidak kembali lagi ke dosa tersebut.
  • Kalau dosa tinggal lama, berarti kita benar-benar mau menikmati dosa tersebut, dan jika demikian halnya maka kita tidak punya kesadaran, karena iman harus disertai dengan kesadaran.

Iman adalah kesadaran. Si Perwira berkata bahwa dia tidak layak dihadapan Yesus, karena dia sadar “siapa dirinya” dan “siapa Yesus”.

  • Berapa banyak orang Kristen yang tidak memiliki kesadaran seperti yang dimiliki Perwira ini?
  • Berapa banyak orang Kristen yang menikmati dosa dengan santainya, karena menganggap hal tersebut biasa-biasa saja dan bukan masalah.
  • Sebenarnya perbuatan dosa, apapun alasannya, itu masalah besar bagi saudara, tetapi bukan berarti saudara harus menjauhi Tuhan, justru saudara harus menyadarinya dan memperbaiki diri.

Ketika saudara bersentuhan dengan Tuhan, roh saudara bersentuhan dengan Tuhan, barulah tubuh saudara diperbaiki oleh Tuhan.

  • Tapi permasalahannya roh kita tidak bersentuhan dengan Tuhan, sehingga akhirnya tubuh kita tetap kotor.
  • Jadi iman harus disertai dengan kesadaran.

1 Petrus 1 : 17

1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Status kita hidup di dunia sekarang ini hanyalah penumpang, bukan pemilik dunia. Banyak orang tidak menyadari hal ini, mereka merasa mereka yang memiliki dunia.

  • Akibatnya mereka merasa berhak atas tubuhnya, berhak mengotorinya dengan cara menikmati dosa apapun yang mereka senangi.
  • Inilah kesalahan saudara karena saudara tidak menyadari bahwa sebenar-nya saudara hanya penumpang di dunia ini, bukan pemilik dunia.
  • Misalnya si X punya rumah, kalau di rumahnya tentu dia bebas melakukan apapun karena itu rumah dia dan dia bertanggung jawab atas rumahnya.
  • Tetapi bila si X tinggal di rumah orang lain, dia tidak bisa sesuka hatinya dirumah orang itu, karena orang lain itu yang punya otoritas .

Kata “layak” muncul 41 kali dalam Perjanjian Baru, artinya kelayakan ini sangat penting sekali.

Kalau kata “tidak layak”, misalnya saya berkata, “saya tidak layak, Tuhan”, itu artinya saya mengakui keberadaan Yesus di dalam diri saya.

Matius 10 : 37-38

10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Firman dalam ayat ini berkata, “Tidak layak jikalau kamu lebih mengasihi orang tuamu atau keluargamu daripada mengasihi Tuhan”.

  • Jika saudara mengasihi siapapun di dunia ini “lebih daripada kepada Tuhan”, saudara tidak layak karena saudara lebih menghargai manusia itu daripada Tuhan.
  • Misalnya, si A mengasihi istrinya. Jika istrinya disakiti orang lalu si A langsung membalas menyakiti orang itu, maka si A tidak layak karena si A menaruh kasihnya terhadap istrinya diatas kasihnya kepada Tuhan.
  • Kasih si A kepada Tuhan harus proporsional, tetapi konyolnya manusia cenderung memiliki sifat menuntut.

Misalnya lagi, si B disakiti orang, lalu suaminya diam saja, hanya berdoa. Kemudian si B sang istri tercinta pasti “menuntut” suaminya, mengapa tidak membelanya.

  • Daripada ribut dan bertengkar dengan istrinya, akhirnya si suami membela sang istri. Inilah kesalahannya karena kurang kesadaran.
  • Jika sepasang suami istri yang baik, maka mereka akan menempatkan Tuhan di atas segala-galanya.

Kita sekarang sedang dalam tahap pertobatan, kita lagi dalam tahap pemulihan, karena kita memang belum sempurna, tetapi sedang menuju kesempurnaan.

Yang penting, kita harus menyadari “siapa kita” dan kita butuh Tuhan. Kita juga harus rendah hati, supaya kita bisa dibentuk dan diproses oleh Tuhan.

  • Kalau saudara mengasihi anak saudara atau siapapun lebih dari Tuhan, maka dia tidak layak bagi Tuhan.
  • Sehebat apapun khotbahnya, sebanyak apapun jemaatnya, tetapi kalau kita mengasihi manusia lebih daripada Tuhan, tetap saja kita tidak layak.

Mengapa tidak layak? Karena layak artinya menganggap Tuhan paling berharga, layak juga berarti menyerahkan segala-galanya termasuk harga diri kita, kepada Tuhan.

  • Kalau kita tidak menyerahkan segala-galanya bagi Tuhan, maka kita tidak layak bagi Tuhan.
  • Kalau kita menganggap Tuhan kurang berharga dibandingkan dengan orang-orang disekitar kita, maka kita juga tidak layak.
  • Kalau kita menempatkan manusia diatas Tuhan, kita juga tidak layak.
  • Kalau kita menempatkan sesuatu lebih daripada Tuhan, kita tidak layak.

Artinya saudara dan saya harus menempatkan Tuhan diatas segala-galanya.

Matius 10:38

10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku

Kamu harus menyerahkan segala-galanya termasuk harga dirimu, barulah kamu layak bagi Tuhan. Masalahnya, apakah saudara sudah layak?

  • Semakin firman disingkapkan bagi kita, kita belajar firman, semakin kita melihat kekurangan-kekurangan dalam diri kita yang harus kita perbaiki.
  • Semakin kita belajar firman, kita akan semakin melihat sesuatu yang kurang baik dari diri kita, sesuatu yang jelek.
  • Oleh sebab itu Tuhan memberi kita karunia, anugerah supaya kita bisa memenuhi standard kekudusan yang Tuhan rindukan bagi kita.

Inilah iman yang Tuhan inginkan dari kita, yaitu :

  • Iman yang disertai dengan kerendahan hati dan kesadaran.
  • Iman yang merasa diri tidak layak, butuh pertolongan, butuh anugerah, butuh uluran tangan Tuhan.
  • Iman yang merasa tidak akan mampu hidup, tanpa penyertaan Tuhan.

Orang yang menghargai Allah, gaya hidupnya pasti seperti Perwira Romawi.

Lukas 7 : 5

7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.

Lihatlah gaya hidup orang-orang Romawi, menjadi saksi bagi orang-orang Yahudi. Orang Yahudi bersaksi kalau Perwira Romawi ini orang baik.

  • Saya rindu ada orang-orang yang bersaksi di sekitar kita, kalau kita orang-orang yang baik semua.
  • Sebaliknya jangan sampai orang-orang itu bersaksi tentang kejelekan-kejelekan kita, seperti yang dilakukan oleh “para penggosip” yang sudah pasti senang sekali membuat sensasi yang jelek-jelek dari korbannya,
  • Ciri khas seorang penggosip, dia sama sekali tidak berminat dengan hal-hal yang bagus-bagus.

Sebaliknya bila saudara adalah orang yang benar didalam Tuhan, maka saudara akan mencari hal-hal yang bagus-bagus dan menutupi hal-hal yang jelek dan itulah kasih yang sempurna.

  • Kebaikan hati Perwira Romawi ini menyadarkan kita tentang “siapa Yesus bagi kita”.
  • Apakah saudara hanya menganggap Yesus sebagai manusia biasa atau saudara anggap Yesus lebih penting dan lebih berharga dari siapapun sehingga kita merasa diri kita tidak layak dihadapan Tuhan.
  • “Tuhan, saya tidak layak bagi-Mu, Tuhan, ampuni saya Tuhan”.
  • Setiap hari kita harus membereskan diri kita, kita butuh pertolongan, kita ulurkan tangan kita supaya Tuhan mengangkat kita lebih tinggi hari demi hari lebih tinggi lagi.

Orang yang merasa selalu membutuhkan Tuhan, akan dibawa Tuhan hari demi hari semakin tinggi dan lebih tinggi lagi.

1 Yohanes 5 : 21

5:21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Yohanes berbicara kepada “orang-orang percaya”, bukan kepada orang tidak percaya dan Yohanes berbicara kepada jemaat-jemaat di Efesus.

Yohanes melanjutkan penggembalaan Paulus di jemaat Efesus setelah Paulus dipenggal dan Yohanes mengembalakan jemaat di Efesus yang sudah diperkenalkan tentang Yesus.

  • Kita tahu jemaat Efesus adalah jemaat yang dapat dikatakan terlihat paling rohani.
  • Kalau kita pelajari kitab Efesus, disitulah pengajaran yang paling dalam.
  • Kalau di Korintus masih banyak pertentangan.
  • Sedangkan kalau di Efesus sudah masuk ke dalam pelayanan yang lebih dalam lagi.

Kalau saudara mempelajari kitab Efesus, maka kitab Efesus di bagi menjadi 3 bagian :

  1. Efesus pasal 1 – 4 è Duduk. Maksudnya, adalah orang yang “Duduk”, kekuatannya dari kaki kursi, artinya kita mengandalkan anugerah Tuhan
  • Efesus pasal 4 – 5 èBerjalan. Maksudnya, orang yang “Berjalan”, adalah orang yang mempraktekkan firman Tuhan, atau melakukan firman Tuhan.

Apabila kita sudah mengandalkan anugerah, sesungguhnya kita sudah berjalan mempraktekkan firman, baru kita bisa berdiri teguh.

  • Efesus pasal 6 èBerdiri. Maksudnya orang yang “Berdiri” adalah adalah orang yang berdiri teguh dan siap berperang melawan kuasa gelap, setelah dengan tekun dia melakukan firman.

Permasalahannya :

  • Bagaimana mungkin orang Kristen bisa kuat berdiri melawan kuasa gelap, jika tidak mengandalkan anugerah?
  • Bagaimana mungkin orang Kristen bisa kuat berdiri melawan kuasa gelap, jika tidak menjadi pelaku firman?

Jemaat di Efesus adalah jemaat yang tingkat kerohaniannya di atas rata-rata. Oleh sebab itu Yohanes memperingatkan jemaat di Efesus mereka waspada terhadap berhala (1 Yohanes 5 : 21).

Apakah yang dimaksud berhala?

  • Berhala artinya orang menyembah ciptaan Tuhan, bukan menyembah Pencipta.
  • Seharusnya kita dibentuk oleh Tuhan untuk menyembah Pencipta, bukan menyembah ciptaan-Nya.
  • Misalnya, “Uang” atau “Duit” itu adalah ciptaan, oleh sebab itu tidak boleh diberhalakan.

Tetapi berapa banyak orang, yang hanya karena tidak punya uang, sampai seperti ingin mati saja, seraya melantunkan pengharapan kosong dengan bercucurkan air mata :

  • “Wahai duit lembaran berwarna merah, engkau laksana bulan, jauh tinggi di awan”,
  • “Hatiku telah engkau tawan, hidupku tak karuan”,
  • “Langitku bagaikan runtuh, kalau tak pegang duit di tangan”.

Berapa banyakkah orang Kristen yang seperti ini?

Ketika doanya tidak kunjung dijawab, kecewa dengan keadaan, kecewa dengan lingkungan.

Jika saudara masih kecewa, berarti saudara menyembah ciptaan-Nya, bukan menyembah Dia, Sang Pencipta.

Tuhan ingin kita menyembah Dia sebagai Pencipta, dan tidak lagi menyembah ciptaan-Nya atau mendahulukan ciptaan-Nya.

  • Orang tua kita ciptaan atau pencipta? Mereka sudah pasti ciptaan.
  • Kalau sudah jelas mereka adalah ciptaan, kita tidak boleh menyembah mereka atau mendahulukan mereka.
  • Kita harus mengutamakan Tuhan di atas segala-galanya.
  • Itulah yang dimaksud dengan menyembah Sang Pencipta.

Seorang Perwira punya kuasa, artinya hidup mati bawahannya ada di tangannya.

  • Kuasa seorang Perwira mutlak atas prajurit anak buahnya.
  • Jika prajuritnya diperintahkan maju perang, mereka harus maju berperang walaupun taruhannya adalah nyawanya.
  • Perwira punya kuasa penuh, dia tuan atas prajurit.

Tapi Tuhan adalah Tuan dari semua tuan, dan Tuan atas diri si Perwira itu.

  • Walaupun Perwira punya otoritas penuh atas prajuritnya, tetapi ketika dia bertemu Yesus, dia bisa berkata aku tidak layak.
  • Si Perwira mengakui kedaulatan Tuhan luar biasa terhadap dirinya.
  • Dan Perwira itu tahu skala prioritas, dia memiliki iman yang rendah hati, iman yang disertai dengan kesadaran yang merasa diri tidak layak dan perlu pertolongan, serta iman yang disertai skala prioritas.

Iman itu bukan teori, tetapi sesuatu yang real atau nyata. Perwira itu berkata, bahwa Yesus tidak perlu menjamah bawahannya, “cukup dengan berkata saja dan hambanya pasti sembuh”.

  • Saudara lihat di kitab Lukas, dia berkata kalau aku berkata pasti prajuritku langsung laksanakan.
  • Demikian juga halnya dengan Tuhan, Tuhan cukup dengan berfirman saja, pasti hambanya sembuh.
  • Artinya Perwira itu mengakui kedaulatan firman Tuhan.

Jadi, kita harus memiliki iman yang rendah hati, kita harus sadar bahwa kita membutuhkan pertolongan dan punya iman yang tahu skala prioritas.

  • Iman yang disertai dengan kesadaran akan kuasa firman.
  • Percaya akan kuasa firman, berarti punya otoritas atas dirinya .
  • Banyak yang tidak menyadari otoritas Yesus sebagai Allah atas dirinya.
  • Otoritas Allah penuh atas saudara dan saya.
  • Oleh karena itu saudara harus menyadari hal tersebut.

Sudahkah saudara sadar kalau otoritas Allah yang penuh atas diri kita hari ini?

  • Perwira Romawi itu sadar bahwa Yesus bukan sekadar menyelamatkan hidupnya, tetapi Yesus juga punya kewenangan mutlak atau berdaulat penuh atas dirinya.
  • Apakah saudara sudah benar-benar sadar bahwa Yesus itu Penyelamat saudara?
  • Kalau saudara sadar bahwa Yesus adalah Sang Penyelamat saudara, berarti saudara juga harus sadar, bahwa Yesus berdaulat penuh atas hidup saudara.

Kalau saudara tidak mengejar iman seperti yang Tuhan rindukan mulai hari ini, maka kemungkinan besar sekali saudara akan terlambat dan menyesal dikemudian hari.

  • Dulu saya pernah punya gaji dan jabatan ketika bekerja di swasta, tetapi Tuhan berkata tinggalkan pekerjaanmu dan layani Aku.
  • Kalau saya berpikir dengan logika saya, berarti standart logika saya akan turun karena saya punya penghasilan tetap setiap bulan, tetapi tiba-tiba hilang lenyap semua.

Banyak orang Kristen dihadapkan kepada situasi dan kondisi seperti itu, tetapi takut untuk mengambil keputusan melayani Tuhan secara penuh.

  • Banyak yang ingin melayani, tetapi takut kehilangan standart hidup.
  • Banyak yang ingin melayani, tetapi takut susah.
  • Banyak yang ingin melayani, tetapi takut menyerahkan segala-galanya kepada Tuhan.
  • Jika demikian halnya, saudara belum berserah penuh kepada Tuhan.

Kalau saudara mau mengikut Tuhan, saudara harus “all out” untuk Tuhan tanpa sisa. Apakah saudara masih mau mengikut Tuhan?

  • Jika saudara masih mau, saudara harus “all out”, tidak ada sisa, termasuk harga diri kita.
  • Kalaupun misalnya dalam pelayanan “di-injak-injak” orang, biarkan saja.
  • Tidak dihargai orang, biarkan saja, yang penting Tuhan berharga dalam diri kita.

Banyak orang bersemangat untuk melayani, tetapi takut kehilangan segala-galanya.

  • Jika saudara masih takut segala-galanya belum berarti melayani Tuhan.
  • Contoh, saya mau pelayanan tapi hujan, akhirnya saya tidak jadi pelayanan karena hujan.
  • Kalau saudara dengan air hujan saja takut, bagaimana mungkin mau menghormati Tuhan?

Mungkin “perkataan ini biasa-biasa saja”, tetapi sebenarnya ini bisa menjadi “tamparan keras” bagi kita kita semua.

  • Jika kita mau pelayanan tetapi dihadang hujan lebat, apakah saudara terobos itu hujan tersebut atau saudara absen saja hari itu?
  • Misalnya si X kerja di perusahaan A dengan gaji yang bagus, tetapi satu waktu terjadi hujan lebat.
  • Apakah si X tetap datang ke kantor atau absen saja hari itu? Saya yakin dia pasti datang ke kantor.

Sekarang misalnya si X tadi itu tugas pelayanan dan tidak tidak digaji, kemudian turun hujan lebat, apakah dia tetap datang ke pelayanan? Dia harus datang.

  • Kalau terhadap hujan saja kita takut, lalu bagaimana saudara mau melawan roh jahat atau kuasa kegelapan yang tidak kelihatan?
  • Perkataan ini sangat sederhana, tetapi sebenarnya ini perkataan yang keras untuk kita.
  • Banyak anak muda yang mau pelayanan, tapi dilarang oleh orang tuanya.
  • Terhadap orang tua saja takut, bagaimana mau melawan roh jahat?

Saya pernah membaca buku “Belajar berkata tidak tanpa rasa bersalah”. Penulisnya Robert Liordon.

  • Dibuku tersebut dibahas, bagaimana caranya kita mendahulukan Tuhan di atas segala-galanya.
  • Kalau hati saudara sudah di taruh dalam Tuhan, apakah hujan lebat atau badai, apakah guntur menggelegar ataupun terjadi gempa bumi, saudara akan tetap pelayanan.

Kita harus menempatkan Tuhan di tempat yang terbaik dalam hidup kita. Inilah yang disebut “iman yang benar”.

  • Ada banyak orang tidak datang pelayanan hanya karena sedang bisulan. Diserang bisul saja kalah, bagaimana mau melawan roh jahat?
  • Banyak orang mengalami kekuatiran dan ketakutan. Kekuatiran dan ketakutan menandakan saudara belum percaya penuh.

Perhatikan perkataan ini!

  • Jika saudara tidak percaya, Yesus mampu menyelesaikan masalahmu hari ini, bagaimana mungkin saudara bisa percaya bahwa Yesus mampu menyelamatkan saudara, hingga bisa sampai ke kekekalan nanti?
  • Kalau di dunia ini kita masih sering takut, kuatir karena tidak punya uang, bagaimana mungkin kamu bisa percaya Yesus bisa menyelamatkanmu hingga sampai di kekekalan nanti?

Saya juga masih menjerit kepada Tuhan “Tuhan tolong”.

  • Beberapa waktu yang lalu, ada seorang bapak datang kepada saya.
  • Dia bilang disuruh Tuhan datang minta dilayani oleh saya.
  • Begitu saya selesai melayani dia, dia menangis dan dia balik mendoakan saya.
  • Begitu dia mendoakan saya, dia bernubuat.
  • Yang Tuhan katakan pertama kali “Aku telah mendengar jeritan hatimu”.

Kalau saudara masih takut hidup di dunia ini, masih takut dengan masalah-masalah kita, masih takut karena tidak punya uang, lalu bagaimana kamu bisa percaya bahwa Tuhan Yesus akan menyelamatkanmu hingga di kekekalan nanti?

  • Kalau saudara tidak percaya Tuhan Yesus mampu menyelamatkan saudara di bumi ini, bagaimana saudara bisa percaya kalau Yesus mampu menyelamatkan saudara hingga di kekekalan yang akan datang?
  • Apakah ibu-ibu masih suka complain kepada Tuhan?
  • Ketika ibu-ibu berdoa, “Tuhan, saya tidak punya uang, Tuhan. “Tuhan, tolong aku”, tetapi setelah ditunggu lama sekali Tuhan tidak berikan juga, lalu akhirnya berdoa lagi dan berseru, “Tuhan, mana uangnya, Tuhan?”

Kalau kamu belum percaya Tuhan mampu menyelamatkanmu di bumi, bagaimana mungkin kamu bisa berkata percaya bahwa Yesus mampu menyelamatkanmu hingga di kekekalan nanti.

  • Sadarkah saudara dengan perkataan ini?
  • Apakah saudara mau berubah?
  • Kita harus mati rasa di dunia ini, mati rasa artinya tidak menginginkan apa-apa lagi selain Tuhan.
  • Sampai kita bertemu Tuhan, kita tidak menginginkan apa-apa lagi selain Tuhan.

Jadi dimanapun saudara berada, saudara tetap menginginkan Tuhan saja dan itulah “Iman seorang Perwira”.

Matius 10 : 28

10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Jika tidak punya uang, apakah masih merasa bisa mati lagi?

Tapi Tuhan berkata “jangan takut jika kamu tidak punya uang” tapi kamu harus takut jika kamu tidak punya Tuhan, karena Tuhanlah satu-satunya penolong hidupmu.

Kalau kamu lebih takut tidak punya uang dibandingkan tidak punya Tuhan, berarti kerohanianmu masih sakit.

  • Perwira Romawi itu sadar, bahwa Yesus adalah Raja dan Penguasa hari ini dan di kemudian hari.
  • Orang seperti ini akan terlihat dengan gaya dan pola hidupnya yang menyenangkan hati Tuhan setiap saat.

Pelayanan bukan suka-suka sendiri, tetapi pelayanan harus menjadi kesukaan saudara yang menyatu dengan kesukaan Tuhan.

  • Jika kesukaan saudara dan kesukaan Tuhan menyatu, itulah yang disebut pelayanan.
  • Jika orang Kristen berjuang dan berusaha menolong dirinya sendiri, untuk apa lagi Tuhan menolong saudara?
  • Kalau kita membangun sendiri keamanan kita dan keluarga kita di dunia ini menurut cara kita, untuk apa lagi kita butuh pertolongan Tuhan?

Contohnya orang kaya di Alkitab.

  • Dia membangun lumbung, hartanya semakin banyak, dia berkata “jiwanya sudah tenang”.
  • Kemudian Tuhan berkata, “untuk apa lagi kamu butuh Tuhan, kalau kamu sudah menaruh kepercayaanmu pada hartamu?

Misalnya saudara punya uang Rp. 50 juta, tetapi begitu jumlahnya mulai menipis saudarapun mulai panik.

  • Tetapi anehnya, ketika kita mulai tidak berdoa lagi, kita tidak panik, kita biasa-biasa saja.
  • Jika demikian halnya, berarti rohanimu sakit dan iman yang seperti ini iman yang salah.

Jika saudara pergi dengan di kawal banyak orang, berarti saudara tidak membutuhkan lagi perlindungan Tuhan, karena saudara telah menaruh kepercayaan saudara kepada para pengawal saudara.

  • Begitu juga karena saudara punya uang, semua kebutuhan tiap bulan pasti beres, karenanya saudara tidak merasa perlu bergantung kepada Tuhan.
  • Tetapi apabila saudara tidak punya uang, barulah saudara bisa bergantung terus dengan Tuhan.
  • Jadi berbahagialah jika saudara hidup pas-pasan hari ini, karena Tuhan sedang mengajar saudara bergantung terus dengan Tuhan.

Tujuannya adalah, Tuhan sedang memproses saudara untuk mengubah “siapa” saudara menjadi “siapa Dia”.

Banyak orang lebih takut kehilangan dunia daripada kehilangan Tuhan. Banyak orang lebih takut akan segala sesuatu dalam melayani.

  • Ini tandanya saudara belum sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan.
  • Chosen bisa saja ibadah pagi disini, tapi Tuhan maunya ibadah sore.
  • Iman itu real bukan sekedar ucapan mulut tapi tindakan yang nyata.

Roma 10 : 9-10

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Pada ayat 9 yang disebut mulut dulu, tetapi di ayat 10 yang disebut hati dulu.

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Sebenarnya ada sesuatu yang tersembunyi dibalik penulisan ini, yang kadang kala kita tidak mengerti.

  • Pada ayat 9, mengaku dengan mulut lalu percaya dengan hati.
  • Pada ayat 10, dengan hati kita percaya lalu dengan mulut mengaku.

Mengapa di bolak balik?

  • Ayat 9 dengan mulut kita mengaku lalu percaya, dengan hati kita percaya laludiselamatkan.
  • Ayat 10 dengan hati kita percaya, dengan mulut kita mengaku, lalu kita diselamatkan.
  • Ayat 9 artinya, kamu percaya dengan mulutmu, kamu mengaku Yesus sebagai Tuhan didalam hatimu.
  • Ayat 10 artinya, kamu percaya di dalam hati, barulah dipraktekkan ke dalamperbuatan. Sehingga menjadi nyata perbuatannya, barulah kamu diselamatkan.
  • Di ayat 9, ini adalah keselamatan awal.
  • Dalam ayat 10, ini adalah penerapan dari keselamatan.

Oleh karena itu kita harus mengembangkan keselamatan itu menjadi perbuatan, bukan hanya di dalam hati, tapi dinyatakan lewat tingkah laku dan perbuatan kita sehari-hari.

  • Iman itu nyata, bukan sekadar ucapan mulut tapi perbuatan.
  • Iman itu nyata dalam penyerahan hidup kita kepada Tuhan dan pengaturan hidup kita kepada kehendak Tuhan.
  • Iman itu nyata sehingga menjadikan hidup kita sebagai suatu kesaksian dengan menghidupkan apa yang kita percayai, sehingga iman itu harus mampu mengubah hidup saudara dan saya kepada kekekalan.

Iman kita diselamatkan, artinya iman percaya yang ada pada kita, kita praktekkan dengan perbuatan, barulah iman itu menjadi nyata.

Banyak orang berkata, tidak perlu ada lagi perbuatan karena kita sudah layak.

Jika demikian, kamu tidak mengerti firman. Iman harus tetap berbuat jadi perbuatan.

  • Iman harus lengkap, tanpa perbuatan iman tidak lengkap.
  • Iman harus mampu mengubah hidup saudara dan saya dan membawa saudara dan saya kepada kekekalan.
  • Kalau iman saudara tidak mampu membawa saudara kepada kekekalan berarti imanmu masih salah atau masih sakit.

Matius 8 : 12

8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Anak- anak Kerajaan saja di campakkan.

Kalau kita anak Kerajaan Sorga jangan merasa diri kita sudah aman selama kita masih di dunia ini. Oleh karena itu kita harus terus bergerak sampai kita mengalami pemulihan yang sempurna.

  • Dengan mulut kita percaya, dengan hati kita mengaku.
  • Kemudian dengan hati kita percaya, dengan mulut kita mengaku artinya iman percaya kita berbuah menjadi satu perbuatan, barulah keselamatan itu nyata.

Inilah yang Tuhan inginkan dari kita, yaitu memiliki iman yang rendah hati, iman yang sadar bahwa kita butuh pertolongan dari Tuhan, iman yang menyerahkansegala-galanya bagi Tuhan, sampai harga diri kita yang paling kecil; karenaiman itu nyata, dan Tuhan ingin kita berubah senantiasa.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSENGENERATION

EDITOR :HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Warta 25 Nov 2018 HIDUP BAGI KRISTUS DAN MATI ADALAH KEUNTUNGAN

HIDUP BAGI KRISTUS DAN MATI ADALAH KEUNTUNGAN

Sebagai kaum percaya, sudah tidak asing lagi dengan pernyataan Yesus sebagai juruselamat kita, Dia mati bagi kita, Dia ada untuk kita dan kasihNya telah dinyatakan bagi kita. Semua pernyataan itu memang tepat, tapi ada satu hal yang banyak kaum percaya tidak menyadari Dia melakukan semuanya agar kita menjadi milikNya. Jadi ketika kita ditebus hidup ini bukan milik kita lagi melainkan sudah menjadi milik Dia.  

            Saudarakupenebusan diterjemahkan dengan kata “redemption” yang berarti pembelian kembali atau membeli kembali. Nyata kita telah dibeli dan harganya telah dibayar lunas (1Petrus 1:18-19). Jika kita melihat dari arti kata penebusan, maka seharusnya kita menyadari, pada  saat kita percaya, kedaulatan atas hidup kita bukan lagi dibawa otoritas kita melainkan Dia sang pemilik baru. Kita tidak bisa lagi suka-suka atas tubuh ini, tidak bisa lagi suka-suka atas semua keinginan kita (Galatia 2:20).

Jika demikian apakah berarti Tuhan jahat dan otoriter? Bukan saudaraku, Tuhan mengambil alih diri kita karena besar kasihNya. Dia rindu membawa kita ketempat dimana Dia berada dan menikmati semua janjiNya. Tapi demi membawa kita, kitapun harus rela diatur dan diproses olehNya untuk melewati jalan-jalan yang telah ditetapkan tanpa menyimpang kekiri dan kekanan (Yosua 1;6-8).   Tuhan begitu mengasihi kita, Dia rindu kita kembali pada gambar Allah  saat manusia pertama kali dicipta (Kejadian 1;26-27).  Tapi pertanyaannya seberapa besarkah kasih kita kepada-Nya, sehingga kita betul-betul mau mengorbankan seluruh hidup kita agar gambaran Allah terwujud kembali dalam diri kita ?

Saudaraku Yesus mati bagi kita supaya kita menghidupkan kasih-Nya didalam kita yaitu dengan 

mematikan setiap sisi daging kita termasuk merelakan Segalanyabagi Dia. Memang mudah saudaraku dalam berteori tapi jujur sulit dikerjakan,oleh sebab itu kita diberikan seorang penolong yaitu RohNya sendiri yang akanmembantu, mengajar, memberi kekuatan dan juga memampukan kita menjadi sepertiyang Dia inginkan. Tapi permasalahannya banyak kaum percaya sudah diberi Rohkudus sebagai penolong tapi masih hidup bagi diri sendiri, orang ini belumbenar-benar menyadari arti penebusan yang sesungguhnya. Dia terjebak dibalik kehendak iblis dengan mempertahankan egonya sendiri. Amat disayangkan orangKristen seperti ini akan menyesal karena begitu dia menyadari jerih lelahnya sudah sia-sia atau terlambat.

Jangan bermain-main dengan nafas kehidupan yang Tuhan beri karena nafas yang kita terima adalah pinjaman dari sorga supaya kita bisa menggenapi rencana Allah dalam hidup kita yaitu menjadi imam-imam yang kudus yang akan memerintah bersama Dia.

18 NOV 2018 KASIH ALLAH YANG MENYELAMATKAN BAG.1 (VIDEO KHOTBAH)

13 NOV 2018 IMAN SEORANG PERWIRA(VIDEO KHOTBAH)

HARAM ATAU HALAL – 11 NOVEMBER 2018

Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minumanatau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat ; semuanya ini hanyalahbayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. (Kolose 2 : 16-17)

“HARAM ATAU HALAL”

KHOTBAH: PS. FERDI GODJALI

GEMBALAGPPK-CHOSEN GENERATION

IBADAHRAYA, MINGGU 11 NOV 2018

==============

Shalom !

Saudaraku sekalian yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Dalam ibadah raya hari ini, Minggu tanggal 11 November, saya akan berbicara tentang apa yang sering kita dengar di dunia luar, yaitu tentang haram dan halal, sehingga judul khotbah saya hari ini adalah “HARAM ATAU HALAL”.

Biasanya kalau orang berbicara tentang haram ataupun halal, konotasi nya akan selalu berkaitan dengan makanan.

Namun demikian, saya tidak akan membahas tentang makanan yang haram atau halal, tetapi soal kehidupan manusia yang berkenan atau tidak di hadapan TUHAN, melalui pendekatan Haram dan Halal ini.

Dalam Alkitab kata “haram dan halal” kita ketemukan untuk pertama kalinya di sebutkan dalam Kitab Imamat pasal 11 ayat 4.

Imamat 11 : 4

11:4 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.

Kita harus mengerti bahkan harus memahami tentang Kitab Imamat, karena kitab Imamat berbicara mengenai peraturan-peraturan untuk menjadi seorang Imam.

TUHAN berkata bahwa saudara dan saya bukanlah menjadi milik kita sendiri, tetapi untuk menjadi imamatnya Allah, dan orang-orang yang menjadi imam-imam Allah harus hidup didalam kekudusan dan juga didalam kebenaran.

  • Ketika orang Israel keluar dari tanah Mesir, TUHAN berkata bahwa TUHAN akan mendirikan Kerajaan Imam, maksudnya kumpulan kaum imamat yang suci, kudus, tidak bercacat dan tidak bercela.
  • Dari 12 suku Israel yang ada, mereka membuat lembu emas.
  • Lalu Musa membuat sekat, siapa yang mau mengikut TUHAN dan siapa yang mau menyembah lembu emas itu.
  • Tetapi yang lulus dan memilih mau mengikut TUHAN hanya suku Lewi saja.

Oleh sebab itu di Keluaran 19, yang bisa menjadi imam hanya dari suku Lewi, semua suku Israel lainnya tidak bisa menjadi imam, tetapi harus menyerahkan anak sulungnya untuk digantikan dengan anak sulung orang Lewi untuk menjadi imam.

  • Anak sulung dari 11 suku Israel lainnya diajak TUHAN untuk berperang, tapi harus diganti dengan anak sulung suku Lewi.
  • Kegagalan 12 suku Israel untuk menjadi imam semuanya, akhirnya hanya suku Lewi yang TUHAN pilih untuk menjadi imam-Nya.
  • TUHAN punya kriteria khusus untuk bisa menjadi imamat bagi-Nya.

Kitab Imamat diawali dengan berbicara tentang lima korban, yang berarti ada 5 karakter imam yang menjadi kriteria khusus untuk menjadi imam :

  1. Korban Bakaran, berbicara mengenai Ketaatan.

Kitab Imamat pasal 1 diawali dengan korban bakaran, yang berbicara mengenai ketaatan seorang imam.

Tuhan memanggil saudara dan saya untuk menjadi imam.

Sudahkah saudara taat kepada-Nya dan firman-Nya?

  • Korban Sajian, berbicara tentang bertumbuh dalam pengenalan akan TUHAN.

Dalam korban sajian yang dikorbankan adalah tumbuh-tumbuhan.

Dalam korban lain yang dipersembahkan hewan, ada korban darahnya.

Tapi dikorban sajian yang dibicarakan adalah tumbuh-tumbuhan.

Di korban sajian berbicara mengenai pertumbuhan pengenalan akan TUHAN.

  • Korban Keselamatan, berbicara mengenai membawa Damai.

Korban keselamatan artinya imam harus membawa damai.

Seorang imam harus membawa damai dimanapun dia berada.

Permasalahannya, banyak orang Kristen hari ini bukannya membawa damai, tetapi dimanapun dia berada cenderung ada keributan, ada percekcokan, ada pertentangan, ada pergosipan dan ketika dia datang semua orang kabur.

  • Inikah kriteria orang yang membawa damai?

Saya pernah melayani “anak seorang pendeta dan keluarga besarnya”.

Anak ini berkata, lebih baik papa yang seorang gembala tidak usah pulang, karena kalau di rumah papa hanya marah-marah, tapi kalau di mimbar dia baik luar biasa.

  • Inikah kedamaian dari seorang imam?

Seharusnya dimanapun saudara berada, orang akan merasa damai dan orang akan menyambut saudara dan merindukan kedatangan saudara.

  • Korban Penghapus Dosa, berbicara mengenai kerelaan untuk berkorban.

Seorang imam harus rela berkorban.

Kalau saudara merasa diri saudara seorang imam tetapi tidak mau berkorban, maka jangan menyebut dirimu seorang imam, karena seorang imam harus rela mengorbankan segalanya untuk Tuhan.

  • Korban Penebus Salah, berbicara mengenai Imam yang harus hidup di dalam pertobatan.

Kalau saudara merasa dirimu seorang imam, yang sudah ditebus Allah tapi dosa jalan terus, ini imam model apa?

Seorang imam harus hidup di dalam pertobatan, harus hidup di dalam takut akan Tuhan, barulah saudara menjadi seorang imam yang benar.

Fungsi imamat harus pulih di dalam saudara dan saya. Kalau fungsi imamat tidak pulih di dalam saudara, berarti saudara adalah orang yang menyia-nyiakan anugerah Tuhan. Silahkan saudara baca sendiri dirumah, Imamat pasal 1 sampai dengan pasal 10.

  • Imamat 1 sampai dengan Imamat 7 : 38, berbicara mengenai 5 karakter imam yang diwakili oleh 5 korban persembahan (tersebut diatas).
  • Imamat 8 sampai dengan Imamat 10 : 20 berbicara mengenai peraturan pelayanan.
  • Pelayanan yang imamat atau pelayanan yang kudus, atau pelayanan yang sebagaimana mestinya yaitu pelayanan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
  • Permasalahannya banyak orang Kristen merasa bangga, hanya dengan menjadi jemaat gereja.

Tapi kalau saudara tidak melayani maka fungsi imamat saudara tidak bekerja. Fungsi imamat harus aktif. Saudara harus terjun di dalam suatu pelayanan dalam bidang apapun, tetapi harus sesuai dengan yang Tuhan utus dan yang Tuhan inginkan.

  • Jangan puas hanya dengan duduk manis di gereja, beribadah setiap minggu karena pada dasarnya Tuhan menghendaki lebih dari pada itu.
  • Kamu harus berbuah dan menjadi berkat dimanapun kamu di tempatkan.
  • Inilah pelayanan yang sesungguhnya.

Pembagian Kitab Imamat selanjutnya adalah :

  1. Aturan mengenai kehidupan seorang imam yang benar sebagaimana mestinya ada di Imamat 11 sampai dengan Imamat 22 : 33.
  • Dalam kitab Imamat pada pasal tersebut diatas ada perikop yang berjudul “mengenai apa yang boleh dimakan atau tidak boleh dimakan”.
  • Ini berbicara mengenai haram dan halal, yang akan kita bicarakan hari ini.
  • Imamat 23 : 1 – 3 mengatur mengenai hukum Sabat, yang sudah digantikan oleh Yesus sebagai tempat perhentian saudara dan saya.
  • Imamat 23 : 4 – 44 berbicara mengenai proyeksi Allah bagi para imam, yaitu Yesus sebagai sukacita dari para imam yang diwakili dengan 7 Hari Raya.

Kita masuk ke topik utama yaitu “Haram dan Halal”

Haram dan Halal ada didalam peraturan kehidupan para imam.

  • Kalau saudara pelajari peraturan-peraturan kehidupan, bersalinpun juga di atur oleh TUHAN.
  • Tujuannya, TUHAN mau mengatur hidup saudara sampai saudara kembali kepada-Nya, dan TUHAN menghendaki umat-Nya sempurna.

Banyak orang Kristen yang berpendapat, yang penting asal selamat.

  • Tuhan menginginkan agar kita jangan puas sampai di keselamatan saja.
  • Tetapi Tuhan ingin mengembalikan kita pada gambar Allah yang sempurna, segambar dan serupa dengan Allah seperti semula manusia diciptakan.
  • Itulah yang sebenarnya Tuhan kehendaki.

Kata haram dan halal ada di aturan kehidupan. Bahasa Ibrani haram “teme“ atau “unclean” atau najis. Bahasa Ibrani halal “tahor“, tahir atau “clean” atau bersih.

Banyak yang bertanya, mengapa TUHAN menciptakan binatang-binatang ini kalau nantinya TUHAN katakan binatang ini haram?

Gambar-1 “Binatang Halal dan Haram”

Kejadian 1 : 21

1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung  yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

“Allah melihat bahwa semuanya itu baik”, tetapi mengapa ada sebagian binatang yang TUHAN nyatakan sebagai binatang haram? Bagaimana penjelasannya?

Ada berbagai macam pendapat, antara lain :

  1. Ada orang Teologia berkata, karena ada dari binatang-binatang itu yang mem-bawa sakit penyakit, makanya disebut haram. Pendekatan yang pertama ini salah, karena ternyata saya dari kecil sampai sekarang makan babi, tetap sehat-sehat saja.
  • Banyak orang berkata, binatang yang dikatakan haram, karena binatang itu menjijikkan dan keji, tetapi mengapa TUHAN berkata semuanya baik?
  • Ada dokter yang menjadi pendeta berkata, “Tuhan melarang kita makan babi, karena babi binatang yang kotor banyak cacingnya”. Kalau “dimakan mentah” memang benar babi itu kotor. Bisa cacingan. Semua daging binatang yang dimakan mentah pasti semuanya kotor. Pendapat ini pun salah.

Sebenarnya maksud Tuhan berbicara mengenai Haram dan Halal dalam kitab Imamat di Perjanjian Lama tersebut “bukan soal makanannya”.

  • Mengapa Tuhan melarang kita untuk makan binatang yang haram itu?
  • John Calvin, Matthew Henry pernah berkata “Tuhan melarang orang-orang makan makanan haram, supaya orang Israel terisolasi, tidak bisa bergaul keluar”.
  • Kalau orang Israel bergaul atau bertamu kesana kemari, tidak boleh makan sembarangan. Pendekatan yang ini juga salah.

Bilangan 25 : 1-2

25:1 Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab.

25:2 Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu.

Tuhan memberi larangan kepada orang Israel supaya tidak makan binatang haram, tetapi yang mereka lakukan malah perempuan Moab dinikahi.

Berarti kalau pendekatan John Calvin dan Matthew Henry tadi supaya orang Israel terisolasi, tidak kesana kemari, pendekatan mereka jelas salah.

Jadi kalau saudara dengar “tidak boleh makan binatang haram”, karena jijik dan kotor, atau pendekatan lainnya yang berdasarkan hikmat manusia, semuanya itu salah.

  • Kalau saudara dengar supaya orang Israel terisolasi, pendekatan ini juga salah.
  • Tuhan sudah beri hukum sedemikian rupa, tapi manusia langgar.

Jadi apa maksud dari firman Tuhan yang tidak mengijinkan saudara makan binatang itu?

  • Kitab Imamat adalah pola dan tatanan hidup para imam, dimana TUHAN membebaskan orang Israel dari Mesir untuk menjadikan bangsa pilihan-Nya itu Imamat yang Rajani.
  • Imamat yang Rajani adalah kumpulan pelayan-pelayan Tuhan yang ber-mental bangsawan.
  • Jemaat Chosen Generation dipanggil Tuhan dengan ayat ini.

“We are the Chosen Generation”, kita adalah Imamat yang Rajani, umat tebusan Tuhan, kita adalah kumpulan kaum bangsawan, orang-orang yang melayani Tuhan, yang mempunyai pola hidup dan gaya hidup bangsawan, bukan pola hidup murahan.

  • Ingat! Imamat adalah pola dan tatanan hidup para imam.
  • Taurat adalah bayangan dari keselamatan yang akan datang, yaitu Yesus.
  • Tuhan mengatur pola hidup dan gaya hidup para imam melalui imamat yang menentukan haram dan halal.

Kolose 2 : 16

2:16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

Saudara tidak bisa dihukum mengenai makanan yang haram atau halal.

2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Bayangan dari yang akan datang, wujudnya ialah Kristus.

Kalau saudara pelajari Kitab Perjanjian Lama, serupa dengan nubuatan berupa symbol-simbol tersembunyi yang hanya bisa dipahami ketika saudara mengenal Tuhan dengan benar, ketika saudara akrab dan intim dengan Tuhan.

  • Kita tidak bisa tafsirkan Perjanjian Lama secara Harfiah (tertulis) saja, tetapi kita harus melihat wujud Kristus dahulu, baru saudara bisa ter-jemahkan (tafsirkan).
  • Haram dan halal sebenarnya membahas tentang pola hidup kaum imamat yang kudus dan tahir.

Imamat yang Rajani atau Imamat yang kudus adalah umat yang melayani.

  • Kudus (“kadosh”) artinya terpisah atau dipisahkan.
  • Jadi Imamat yang kudus adalah imamat yang terpisah dari sesuatu.
  • Dengan demikian maka Imamat yang Rajani atau Imamat yang kudus, adalah umat yang melayani dan terpisah dari pengaruh buruk dunia.

Apabila saudara sudah mengaku sebagai Imamat yang Rajani, apakah saudara sudah tampil beda dari orang-orang dunia di sekitar saudara?

  • Kalau saudara benar-benar kudus, kalau saudara benar Imamat yang Rajani, berarti karakter saudara sudah pasti berbeda dengan karakter orang dunia.
  • Kalau saudara mengaku diri saudara seorang imam yang kudus, tetapi kalau gaya hidupmu masih gaya hidup lama, apakah saudara layak disebut imamat yang kudus? Kudus artinya terpisah dari dunia.
  • Kalau gaya hidupmu masih mengikuti gaya hidup dunia, saudara belum terpisah, itu artinya saudara belum kudus.
  • Prinsip haram atau halal di Perjanjian Baru bisa kita lihat di 1 Korintus 1 : 8 dibawah ini.

1 Korintus 1 : 8

8:8 “Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan.”

Sebenarnya makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Mau makan atau tidak makan, tidak ada pengaruhnya dengan kedekatan kita kepada Allah.

Roma 14 : 17

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Di Perjanjian Baru tidak dikatakan kalau makanan itu dilarang, karena kebenaran bukan soal makanan dan minuman, tetapi kebenaran adalah damai sejahtera dan sukacita dari Roh Kudus. Itulah makanan yang seharusnya.

Bila demikian mengapa kata haram dan halal di atur di Perjanjian Lama?

  • Karena ini adalah “kiasan dari Yesus” yang mengatur gaya hidup dan pola hidup para imam.
  • Misalnya saya makan permen, saya kunyah dan pasti mempengaruhi metabolisme tubuh saya.

Saya pernah melayani satu orang bapak yang terkena diabetes akut. Saat sedang saya layani beberapa jam seperti mau pingsan, dan dia harus makan permen.

Setelah makan permen dia segar lagi, ternyata karena organ tubuhnya tidak bisa memproduksi gula darah di dalam tubuhnya.

Yang Tuhan maksud dengan “makanan haram dan halal”, adalah sesuatu yang masuk dari luar kedalam kehidupan saudara yang bisa “merusak atau mencemarkan manusia batiniah” saudara. Inilah yang dimaksud “haram atau halal” dalam Kitab Imamat itu.

  • TUHAN memberi kita symbol-symbol di dalam Alkitab, dan symbol-symbol ini harus kita terjemahkan (tafsirkan) secara “alegoris”.
  • Dengan “pertolongan Roh Kudus” pasti dapat saudara pecahkan.

Dengan demikian maka “jenis-jenis binatang yang disebutkan sebagai haram atau halal” dalam kitab Imamat, adalah jenis atau type-type kerohanian seseorang.

  • Makanan dari luar masuk ke dalam tubuh kita, bisa mencemarkan tubuh batiniah kita.
  • Ada karakter-karakter dari orang-orang yang bisa mencemari kita atau memperburuk “siapa” kita.
  • Inilah kunci dari kata “haram dan halal” dalam kitab Imamat.
  • Makan artinya kontak dengan orang-orang.

Apabila saya melakukan kontak dengan si A, “dia yang mempengaruhi saya atau saya yang mempengaruhi dia?”

  • Kalau saya yang mempengaruhi dia, dan ternyata saya bisa menyampaikan kebenaran kepadanya, maka dia pasti berubah.
  • Tapi kalau dia yang mempengaruhi saya dan misalnya saya sedang tidak layak atau berengsek, maka saya bisa bertobat karena dia.
  • Kemungkinan lain, kalau misalnya saya lagi berengsek dan saya mem-pengaruhi orang lain, maka orang lainpun bisa ikut menjadi berengsek.

Tuhan melarang makan makanan yang haram, maksudnya :

  • Tuhan melarang kita masuk ke dalam pergaulan-pergaulan yang salah atau bergaul dengan orang yang berkarakter buruk.
  • Karena dengan menjalin hubungan intim dengan seseorang yang memiliki “karakter tertentu seperti binatang yang disebutkan haram itu”, maka hubungan tersebut bisa mencemari kita dan mencemari batiniah kita.

Jadi ketentuan “haram dan halal” di Perjanjian Lama, adalah bayangan dari ke hati-hatian yang TUHAN kehendaki bagi umat-Nya, agar saudara dan saya menjaga pergaulan kita yang hidup dalam Era Perjanjian Baru sekarang ini, agar kita tidak tercemar.

Haram dan Halal di Perjanjian Lama, adalah bayangan ke hati-hatian yang mau Tuhan sampaikan, bahwa bergaul dengan orang yang salah bisa membuat rohani kita tercemar.

  • Saudara kontak dengan sesama, saudara yang mempengaruhi dia atau dia yang mempengaruhi saudara.
  • Hanya ada 2 sisi, saya yang merubah dia atau dia yang merubah saya.
  • Kalau saudara lama bergaul dengan monyet dari sejak saudara kecil, maka lambat laun saudara akan seperti Tarzan.

Sebaliknya bagaimana caranya merubah gaya hidup “seorang manusia Tarzan” menjadi “manusia normal kembali”.

  • Manusia Tarzan itu harus bergaul dengan manusia normal.
  • Kalau manusia Tarzan itu tidak bergaul dengan manusia normal kembali, maka gaya hidup dia akan tetap seperti seekor monyet besar.

Misalnya, saudara dan saya adalah manusia dengan karakter “ular”. Tuhan mau merubah saudara dan saya menjadi “manusia Allah”.

  • Bagaimana caranya agar saudara bisa berubah dari manusia “ular” menjadi manusia Allah?
  • Hanya dengan cara menyatu dengan Allah, tidak ada cara yang lain.
  • Kalau saudara mengaku diri saudara adalah orang Kristen, tapi tidak pernah mengontak Allah, atau mengontak Allah hanya kalau ada masalah saja, maka saudara tidak bisa disebut manusia Allah.

Bagaimana mungkin bisa menjadi manusia Allah, kalau tidak pernah mengontak Allah?

  • Kalau saudara tidak memiliki hubungan atau keintiman dengan Allah, maka saudara tidak bisa menjadi manusia Allah.
  • Kalau saudara kontak terus dengan orang berdosa, maka cepat atau lambat saudara akan jatuh kedalam dosa.
  • Kalau saudara terus berkontak dengan orang yang sedikit-dikit bohong, maka saudara akan terbawa dengan karakter si pembohong itu.

Saudara bertemu dengan orang yang sering marah-marah dan semua orang disalahkan. Kalau semua orang disalahkan, berarti orang ini sedang sakit.

  • Jika saudara sering bersama dengan orang yang suka marah-marah, pasti virus marah juga akan tertular kepada saudara.
  • Tuhan mau saudara menjauh dari virus-virus itu.
  • Oleh karena itu Tuhan atur dengan yang namanya “makanan haram dan halal” yang sebenarnya itu punya pengertian “alegoris”,atau kiasan.
  • Jangan sampai yang dari luar mencemari batiniah dalam kita.

Imamat 11 : 46 – 47

11:46 Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi,

11:47 yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan.”

Untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir. Jadi saudara tahu yang mana yang boleh saudara dekati dan yang mana harus saudara jauhi.

  • Jika saudara tidak punya banteng yang kuat, bagaimana caranya saudara bisa bergaul dengan orang-orang yang seperti binatang haram itu?
  • Jika kita bergaul dengan terus menerus dengan mereka, maka kita akan terbawa dengan dosa dia.

1 Korintus 15 : 33

15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Pergaulan yang buruk bisa merusak kebiasaan baik saudara, yang sudah saudara bangun bertahun-tahun.

  • Saudara bisa baca firman dan berdoa, tetapi saudara bergaul dengan orang yang suka bergosip, maka cepat atau lambat saudara akan ikut menjadi penggosip juga.
  • Orang yang senang menonton drama Korea, akhirnya cepat atau lambat engkau terbawa dengan arus film drama Korea, karena tuntutan sorgawi lebih sulit mempengaruhi daripada tuntutan dunia yang menggiurkan.
  • Kita lebih tertarik dengan tuntutan dunia karena kita masih terjebak di balik daging kita yang ingin menikmati dunia.
  • Daging menuntut kenikmatan, jadi kita masih terpengaruh dengan tuntutan dunia tersebut untuk menikmatinya.

Tapi mengapa tuntutan sorga begitu sulit kita penuhi? Karena pada dasarnya tuntutan sorga bertentangan dengan kedagingan kita yang pada dasarnya pro dunia.

  • Misalnya kita menegur teman kita supaya jangan main Instagram terus, tapi baca Akitab saja.
  • Mungkin bagi orang dunia mendengar hal ini akan berasa aneh, tetapi kalau sebaliknya kita menegur orang itu supaya main Instagram saja dan tidak usah baca Alkitab, pasti orang tersebut langsung menerimanya.
  • Pasti lebih banyak yang memilih tuntutan dunia, yaitu bermain Instagram daripada memilih tuntutan untuk meraih sorga.

Ini terjadi karena daya tarik dunia bagi daging, lebih kuat dibandingkan daya tarik sorga.

  • Yesus dicobai di padang gurun, kalau Yesus mau menyembah iblis, maka Yesus akan menerima kerajaan dunia.
  • Manusia cenderung menerima kerajaan dunia karena manusia cenderung ingin dihargai orang dan dihormati orang.

Iblis berkata kepada Yesus agar lompat dari Gedung, pasti malaikat tangkap. Iblis hanya minta tunjukkan ke Ilahian-Nya, aktualisasikan siapa Dia, tetapi Yesus tidak menolak.

  • Kalau manusia daging, pasti akan menerima pengaruh iblis yang menyuruh lompat dari gedung tinggi lalu ditangkap malaikat sorgawi dan yang menyuruh mengubah batu menjadi roti.
  • Manusia daging akan menyembah iblis supaya memiliki dunia, supaya mendapatkan kehormatan. Berapa banyak orang Kristen yang tertipu?

Imamat 11 : 1 – 4

11:1 Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka:

11:2 “Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi:

TUHAN bukan mengatur soal makanan, tapi mengatur pergaulan saudara dan saya, orang yang mana yang bisa saudara dekati dan orang yang mana yang harus saudara jauhi.

11:3 setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan.

Gambar-2 “Halal, boleh di makan”

Imamat 11:4

11:4 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.

Gambar-3 “Haram, tidak boleh dimakan”

Binatang Unta walaupun memamah biak, tapi tidak berkuku belah, oleh karena itu haram sehingga tidak boleh dimakan. Sebenarnya ada kesalahan terjemahan penyebutan jenis binatang-binatang yang TUHAN katakan haram atau halal.

  • Ada hewan yang tidak memamah biak, tetapi dikatakan haram.
  • Ada hewan yang kukunya belah, tetapi dikatakan haram.
  • Karenanya, kita tidak usah mempermasalahkan jenis binatangnya, tetapi yang kita lihat adalah pergaulan binatang itu, “jenis binatang apa” yang harus kita hindari dilihat dari karakter binatang ini.
  • Yang boleh dimakan yang berkuku belah, berarti yang tidak boleh dimakan, yang “memamah biak dan yang tidak berkuku belah” atau yang “berkuku belah tapi tidak memamah biak”.
  • Berkuku belah artinya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, “berdasarkan firman TUHAN”.

Oleh sebab itu ada kalimat “dia juga harus memamah biak”. Memamah biak, artinya firman yang dia dengar atau yang dia baca, dia mengolah firman tersebut, atau mencerna firman tersebut, kemudian merenungkan firman itu siang dan malam.

Filipi 1 : 9-10

1:9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,

Kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian. Artinya kamu harus memahami dan mengenal Tuhan dengan pengertian yang benar.

1:10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,

Supaya kamu tidak bercacat pada hari Kristus dan kamu bisa membedakan mana yang baik, mana yang buruk di hadapan Allah.

Pengenalanmu tentang baik-buruk benar-salah harus didasarkan pada firman Tuhan. Jadi engkau harus “mencerna firman Tuhan” terlebih dahulu.

  • Engkau mengolah firman yang masuk ke dalammu sampai engkau bisa mengenal Tuhan dengan benar.
  • Jadi arti dari berkuku belah, adalah “membedakan mana yang berkenan dan yang tidak”.
  • Dasarnya adalah kata “memamah biak”, artinya menerima firman, lalu mengolahnya dan merenungkannya siang dan malam, sampai saudara sempurna, sampai saudara melimpah dengan pengetahuan yang benar akan Yesus Kristus.
  • Saya tidak membahas binatangnya yang haram atau halal, yang penting saudara “mengerti arti istilah memamah biak dan berkuku belah” tersebut.

Orang yang hanya bisa membedakan baik-buruk benar-salah, tapi tidak disertai dengan pengenalan akan firman Tuhan, bisa berakibat pengenalan itu lambat laun akan mati atau lenyap.

Imamat 11 : 5

11:5 Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.

Seseorang makan firman (memamah biak), tapi masih hidup dalam hawa nafsu.

Banyak orang Kristen yang seperti ini sekarang, yang walaupun dengar firman atau baca firman, tapi hidupnya tetap berdasarkan keinginan sendiri.

Gereja bertanggung jawab membawa jemaatnya sampai ke tingkat kudus, tidak bercacat dan tidak bercela.

  • Kalau saudara masih bercela dihadapan Tuhan, masih bercacat di hadapan Tuhan, maka pembicara/pengkhotbah di gereja yang bertanggung jawab.
  • Kalau Gereja hanya berbicara tentang dompet bertambah tebal, tentang kemakmuran, tentang pemulihan jasmani, tentang kesembuhan ilahi, berarti Gereja itu gagal.
  • Gereja harus berbicara bagaimana caranya manusia “ular” (haram) dikorek terus sampai bisa menjadi manusia yang sempurna.

Alkitab berkata pelanduk memamah biak.

  • Artinya, saudara baca firman setiap, tetapi masih hidup dalam hawa nafsu.
  • Tetapi hatimu lebih keras daripada firman itu.
  • Kalau hatimu keras, saya umpamakan dengan batu, batu jika ditanam tidak akan pernah tumbuh menjadi apapun. Batu akan tetap mati.
  • Kalau saudara menanam benih kecil, benih itu juga akan mati sama seperti batu, tetapi setelah benih mati, pada akhirnya dia akan hidup kembali dan bertumbuh.

Oleh karena itu, kalau hatimu keras seperti batu, mau ditabur kemanapun tidak akan pernah bisa hidup dan bertumbuh.

  • Saudara mau mencari hamba Tuhan sehebat apapun, kalau hatimu yang keras seperti batu, kamu tidak akan bisa berubah, karena hatimu yang terlebih dahulu harus diubah, supaya bisa menjadi orang yang benar.
  • Saudara baru bisa berubah jika saudara benar-benar siap mati buat Tuhan.

Imamat 11:6

11:6 Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu.

Pergaulan yang tidak benar, bisa mempengaruhi engkau ke dalam dirimu.

  • Baca firman setiap hari, tetapi hawa nafsu jalan terus, bagaimana mau jadi orang Kristen benar?
  • Baca firman setiap hari, tetapi menebarkan gossip jalan terus, bagaimana mau jadi anak Tuhan?
  • Baca firman setiap hari, tetapi masih kepahitan sampai sekarang.
  • Baca firman setiap hari, berkata tidak pada dosa saja susah sekali.

Yang baca firman saja masih berbuat dosa, apalagi yang tidak pernah mau baca firman, kekristenannya pasti hancur.

Orang yang bisa membedakan baik-buruk benar-salah, orang yang bisa membedakan mana yang dari Tuhan dan yang mana yang bukan, tapi tidak disertai dengan pengenalan yang benar tentang firman, maka pengenalan itu akan menjadi mati.

  • Demikian juga dengan orang yang hidup dengan firman, tetapi terus mengikuti hawa nafsu, tahu yang benar dan yang salah, tetapi tidak melakukan firman itu, sama saja dengan mati rohaninya.
  • Penggosip yang hoby nya senang menggosipi orang, sebenarnya tahu benar-salah dan baik-buruk.
  • Penggosip yang suka menggosipi orang dari pagi sampai malam, mencari kelompok siapa yang bisa pro dengan dirinya. Ini penyakit di dalam gereja.
  • Penggosip tahu baik-buruk benar-salah, tapi mengapa dia masih bergosip? Karena firman Tuhan didalam dia sudah mati, dan dia tidak bertumbuh.
  • Saya harap setelah mendengar dan meresapi firman sekarang ini, kepada para penggosip siapapun anda, bertobatlah sebelum terlambat.

Yakobus 4 : 17

4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Dosa itu bukan hanya tentang sesuatu yang saudara tidak tahu, lalu saudara lakukan, tetapi dosa juga tentang sesuatu yang saudara sudah tahu, tetapi tidak saudara lakukan

  • Kematian rohani bisa berdampak pada kematian fisik, contohnya Anannias dan Safira, serta Nadab dan Abihu.
  • Nadab dan Abihu tahu kebenaran, tapi tidak bisa melakukannya.

Imamat 10 : 9 jelas dikatakan dia membakar dengan api palsu. Karena dia melayani tanpa diutus, pelayanannya berdasarkan daging, pelayanannya di-dasarkan pada “rasa sungkan” atau “rasa tidak enak” atau “hawa nafsu”.

Imamat 10 : 9

10:9 “Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun.

Minum anggur artinya sukacita Tuhan kamu ganti dengan sukacita dari dunia.

  • Jika saudara menginginkan pelayanan yang nyaman, jangan pelayanan.
  • Kalau saudara mau nyaman karena di hormati, jangan pelayanan.
  • Saat saudara komitmen untuk melayani, berarti saudara masuk ke dalam suatu dimensi tidak nyaman, saudara masuk dalam posisi tidak nyaman.
  • Karena saudara akan menjadi jongos (“doulos”), menjadi seorang hamba.

Kalau posisi saudara seorang pelayan, tetapi saudara malahan maunya dilayani, berarti saudara bukan seorang hamba melainkan seorang tuan besar.

  • Kalau saudara mengaku dirimu hamba, apa yang bisa saudara buat untuk Tuhan, lakukanlah dengan tulus. Itulah pelayanan.
  • Mengapa ada anggur? Karena pelayanan di kaitkan dengan kesenangan-kesenangan dunia.

Jadi yang dimaksudkan dengan “berkuku belah”, adalah bisa membedakan baik-buruk, benar-salah, tetapi harus disertai dengan pengenalan akan Tuhan.

  • Kalau saudara sudah bisa membedakan baik-buruk benar-salah di dalam pengenalan akan Tuhan, barulah hawa nafsu saudara terikat.
  • Artinya, saudara tidak tunduk dan mengikuti hawa nafsu lagi.
  • Misalnya saya bergaul dengan si P, dia “memamah biak”, dia baca firman tetapi “tidak berkuku belah”, artinya dia masih hidup dibawah hawa nafsu.
  • Lalu saya bergaul dengan dia, maka pergaulan saya dengan dia yang buruk, akan merusak kebiasaan baik yang ada pada saya.
  • Orang pelit atau orang kikir tahu kebenaran, tetapi karena pelitnya luar biasa, akhirnya dia tidak mampu menjadi pelaku kebenaran.

1 Yohanes 3 : 17

3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?

Misalny saya benci kepada seseorang, karena dia telah melukai hati saya, oleh karena itu saya menutup pintu hati saya kepadanya untuk menolong dia.

  • Bagaimana kasih Allah dapat mengalir kedalam saudara, kalau saudara menutup pintu hati saudara?
  • Bagaimana mungkin kasih Allah dapat mengalir dari dalam saudara, bila saudara membuka hati saudara hanya kepada orang-orang yang baik pada saudara saja?
  • Mustahil kasih Allah bisa mengalir didalam diri seseorang yang menutup pintu hatinya seperti ini?

Imamat 11 : 9

11:9 Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air: segala yang bersirip dan bersisik di dalam air, di dalam lautan, dan di dalam sungai, itulah semuanya yang boleh kamu makan.

Yang halal bagimu adalah segala yang hidup dalam air, yang bersirip dan bersisik.

Gambar-4 “Binatang laut dan darat”

Inilah dari segala yang hidup yang boleh kamu makan, yaitu yang bersirip dan bersisik.

  • Laut atau air melambangkan dunia yang telah jatuh dan rusak.
  • Bersirip artinya bisa bergerak. Jadi sirip untuk bergerak melawan arus.
  • Sisik gunanya untuk melindungi diri dari pengaruh garam atau air.

Jadi sirip dan sisik artinya orang yang hidup di dunia, tapi tidak serupa dengan dunia, hidupnya berlawanan dengan dunia, menyangkal keduniawiannya, atau yang menyangkal keinginan duniawinya.

Yohanes 17 : 14

17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Mereka bukan dari dunia.

Ketika saudara menyerahkan hidup saudara kepada Tuhan Yesus, di meteraikan dengan baptisan Yohanes sebagai tanda pertobatan dan menjadi milik Yesus, saudara sebenarnya bukan milik dunia lagi.

Tapi berapa banyak orang yang telah bertobat dan telah dibaptis dalam air, tapi masih hidup dengan cara pola hidup yang lama dan masih mencintai dunia?

  • Hal ini berarti saudara masih tinggal di dunia tapi belum melawan arus dunia.
  • Laut adalah dunia yang rusak yang sudah jatuh.
  • Kita hidup di dunia yang sudah rusak sudah jatuh dalam dosa dan Tuhan mau kita melawan arus dunia ini dan bukan mengikuti arus dunia.

Suatu waktu saya tidak sengaja pergi ke suatu tempat, lalu ada K-pop.

  • Ketika freemanson masuk, ketika liberal masuk, kerohanian sesorang merosot tajam.
  • Sorga jadi tidak menarik lagi, karena pada dasarnya saudara sudah kehilangan kasih mula-mula.

Sorga harus semenarik dahulu lagi. Kalau sorga begitu menarik maka saudara akan mengorbankan segala-galanya buat sorga, termasuk gaya hidupmu dan pola hidupmu yang berlawanan dengan dunia ini.

Roma 12 : 1-2

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati.

Artinya tubuhmu jangan dicemari. Ibadah yang sejati bukan hanya datang ke gereja, bukan hanya berdoa di kamar, bukan hanya baca Alkitab sendirian.

Tetapi “ibadah yang sejati” adalah menjaga kebenaran ini tetap hidup di dalam saudara dan saudara tidak membiarkan kebenaran itu keluar dari saudara.

Inilah ibadah yang benar.

Jadi ikan yang bersisik dan bersirip, maksudnya saudara menangkal semua daya tarik dunia dan saudara berenang melawan arus dunia.

  • Orang yang seperti inilah yang boleh diajak bergaul dengan saudara, karena punya pengaruh positif bagi kerohanian saudara.
  • Sebaliknya, kalau saudara bergaul dengan orang yang ikut dunia, malam ini diajak ke night-club, besok di ajak shopping, besok di ajak makan-makan, lebih baik saudara jauhi karena dia sedang mengikuti arus dunia, dia sedang hidup bebas dan bisa merusak kerohanian saudara.
  • Kemarin saya kedatangan tamu, dia berkata dia sudah jauh dari Tuhan dan Tuhan berkata seharusnya dia kembali kepada Tuhan 2 minggu yang lalu. Dia jauh dari Tuhan karena dia masuk ke dalam pergaulan yang jahat.

Teman-temannya mengajak dia ke sana ke mari, akhirnya dia terjerumus lebih dalam daripada teman-teman yang mengajaknya. Inilah yang Tuhan maksudkan dengan “ikan”

Imamat 11 : 13

11:13 Inilah yang harus kamu jijikkan dari burung-burung, janganlah dimakan, karena semuanya itu adalah kejijikan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut;

11:14 elang merah dan elang hitam menurut jenisnya;

11:15 setiap burung gagak menurut jenisnya;

11:16 burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya;

11:17 burung pungguk, burung dendang air dan burung hantu besar;

11:18 burung hantu putih, burung undan, burung ering;

11:19 burung ranggung, bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar.

Burung-burung tersebut diatas haram, karena pemakan daging. Daging artinya bangkai atau kematian. Jadi, orang yang memakan bangkai atau yang berbau kematian, tidak boleh bergaul dengan saudara.

  • Pengertiannya, orang yang memakan bangkai atau bau kematian adalah orang yang hidup suka-suka sendiri, hidup semau-maunya sendiri, hidup senang-senang sendiri mengikuti hawa nafsunya.
  • Bagi mereka yang sedang menjalin hubungan atau pacaran, pertanyakan kepada pacarmu atau tunanganmu itu, apakah dia masih hidup dalam kedagingan? Beri tahukan dia, saya terlalu mahal bagimu.
  • Bagi yang sudah menikah, apabila saudara melihat suami atau istrimu “seperti burung hantu” yang matanya masih melirik cewek atau cowok lain, jangan di maki-maki ataupun berniat untuk di ceraikan, tetapi hiduplah kudus karena kekudusanmu yang akan menguduskan pasanganmu itu.
  • Jadi burung yang boleh dimakan adalah burung yang memakan biji-bijian atau tumbuhan, tetapi burung yang memakan daging atau makan bangkai atau ber bau kematian, tidak boleh dimakan karena haram.

Burung yang memakan biji-bijian atau tumbuh-tumbuhan melambangkan orang yang bisa terbang melampaui dunia.

Mereka makan dari suplay Ilahi, bukan lagi dari bangkai yang mati, bukan makan dari apa yang najis, dan jika ditawari apa yang najis mereka menolak karena sudah menjadi milik Kristus. Seleramu sudah berubah.

2 Korintus 6 : 14-16

6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan?

Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

6:15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?

6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini:  “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka  dan hidup di tengah-tengah mereka,  dan Aku akan menjadi Allah mereka,  dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Bait Allah dan berhala tidak ada hubungannya. Terang dan gelap tidak dapat menyatu.

Bagi yang belum menikah. Tuhan mau pasangan kita seiman dan juga sepadan. Sepadan artinya sama-sama rela menanggung, sama-sama punya satu visi, satu kemauan, satu tujuan. Kalau tujuannya berbeda rumah tangga akan bermasalah. Rumah tangga harus memiliki satu visi, satu tujuan, satu kehendak.

Bagi yang sudah menikah, bila sudah terlanjur tidak sepadan, telan saja. Karena engkau akan mengubah pasanganmu dan akan terjadi saling mempengaruhi satu dengan yang lain.

Kalau engkau benar di dalam Tuhan, mencari Tuhan dengan benar, maka engkau akan membawa pengaruh baik bagi pasanganmu dan bagi rumah tanggamu.

Tidak ada yang mustahil. Sekeras apapun dia, gempur dengan kasih pasti roboh.

Batu granit, saudara potong dengan gerinda keluar api. Batu granit yang saudara potong itu saudara teteskan air di tempat yang sama setiap hari, dalam 2 tahun pasti bolong. Air ternyata lebih tajam tetapi tidak menyakitkan.

Kasih juga ternyata lebih tajam, tetapi tidak menyakitkan.

Burung najis adalah burung yang tidak makan biji-bijian atau tumbuh-tumbuhan, tetapi adalah burung yang makan bangkai dan bau kematian, artinya burung tersebut melambangkan orang-orang yang masih hidup dibawah kendali duniawi.

Orang yang duniawi tidak boleh masuk kedalam hidup saudara. Kalau sudah ter-lanjur masuk, pengaruhi dia sampai dia berubah. Sebaliknya kalau engkau yang justru ikut dunia nya dia, rumah tanggamu pasti bertambah parah.

Imamat 11 : 21-23

11:21 Tetapi inilah yang boleh kamu makan dari segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berjalan dengan keempat kakinya, yaitu yang mempunyai paha di sebelah atas kakinya untuk melompat di atas tanah.

11:22 Inilah yang boleh kamu makan dari antaranya: belalang-belalang menurut jenisnya, yaitu belalang-belalang gambar menurut jenisnya, belalang-belalang kunyit menurut jenisnya, dan belalang-belalang padi menurut jenisnya.

11:23 Selainnya segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berkaki empat adalah kejijikan bagimu.

Belalang adalah serangga yang memiliki sayap dan berkaki, melambangkan orang-orang yang hidup di dunia ini yang mampu melompat melampaui dunia, dan tidak terikat dengan dunia, dan hidupnya tidak mencerminkan dunia. Maka serangga ini boleh di makan.

Yohanes makanannya belalang. Belalang bisa melompat karena memiliki paha yang kuat dan boleh dimakan, tidak najis karena dia melambangkan orang yang bisa melampui dunia, bisa hidup dalam kekudusan dan kebenaran.

Imamat 11 : 25

11:25 dan setiap orang yang ada membawa dari bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam –

Artinya kalau orang terkena bangkai harus mencuci pakaiannya. Kalau orang terkena bangkai binatang, najisnya sampai matahari terbenam. Kalau orang terkena bangkai manusia, najisnya tujuh hari.

  • Bangkai berbicara tentang kematian.
  • Kalau kita bersentuhan dengan orang yang mati rohani, cepat atau lambat kita akan mati rohani juga dan kematian ini akan berkepanjangan.
  • Mencuci pakaian artinya bertobat.
  • Perilaku hidup sehari-hari harus “dibasuh” dari pencemaran kematian.

Bilangan 19 : 11-13

19:11 Orang yang kena kepada mayat, ia najis tujuh hari lamanya.

19:12 Ia harus menghapus dosa dari dirinya dengan air itu pada hari yang ketiga, dan pada hari yang ketujuh ia tahir. Tetapi jika pada hari yang ketiga ia tidak menghapus dosa dari dirinya, maka tidaklah ia tahir pada hari yang ketujuh.

19:13 Setiap orang yang kena kepada mayat, yaitu tubuh manusia yang telah mati, dan tidak menghapus dosa dari dirinya, ia menajiskan Kemah Suci TUHAN, dan orang itu haruslah dilenyapkan dari Israel; karena air pentahiran tidak disiramkan kepadanya, maka ia najis; kenajisannya masih melekat padanya.

Dimata Allah manusia yang jatuh dan mati rohani, adalah unsur yang dapat mencemari seluruh lingkungannya.

  • Saya tidak mau ada seorangpun yang mati rohani dari antara kita.
  • Saudara sudah dikuburkan bersama Kristus dalam baptisan, berarti saudara sudah hidup tapi kalau saudara membuat Kristus mati lagi, itu urusanmu dengan Tuhan.
  • Tugas gereja adalah mengingatkan saudara, supaya jangan sampai mati rohani, bangun terus hubungan dengan Tuhan.

Imamat 11 : 29

11:29 Inilah yang haram bagimu di antara segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi: tikus buta, tikus, dan katak menurut jenisnya

Merayap artinya berjalan dengan perut, dengan empat kaki atau lebih. Ini melambangkan iblis dan atau roh jahat.

Orang yang dipenuhi dengan roh jahat, atau orang yang mengontak roh jahat, terikat dengan dunia, adalah orang yang berjalan dengan perutnya, atau yang tidak memutuskan hubungan dirinya dari ikatan-ikatan dengan dunia.

  • Orang Kristen masih banyak yang berjalan dengan perutnya.
  • Mereka mencari Tuhan karena Tuhan banyak uangnya, karena Tuhan kaya.
  • Mereka mencari Tuhan karena takut bermasalah atau takut terkena kutuk.
  • Ini cara mencari Tuhan yang salah.

Saudara harus mencari Tuhan karena mengasihi Tuhan dan rindu kepada Tuhan.

Kalau pemahaman saudara untuk mencari Tuhan masih salah, berarti saudara adalah orang yang berjalan dengan perut saudara, berarti saudara tidak mau memutuskan hubungan dengan dunia ini. Ini bahaya luar biasa bagi saudara.

Imamat 11 : 32-33

11:32 Dan segala sesuatu menjadi najis, kalau seekor yang mati dari binatang-binatang itu jatuh ke atasnya: perkakas kayu apa saja atau pakaian atau kulit atau karung, setiap barang yang dipergunakan untuk sesuatu apa pun, haruslah dimasukkan ke dalam air dan menjadi najis sampai matahari terbenam, kemudian menjadi tahir pula.

Barang apapun yang terkena sesuatu yang mati, menjadi najis dan harus dibersihkan.

  • Kalau saudara terkena sesuatu yang najis, atau yang mati maka saudara harus di bereskan, diselesaikan, ditahirkan.
  • Saudara harus dimasukkan ke dalam air, artinya saudara harus dipulihkan oleh kuasa Roh Kudus, dibasuh oleh Roh Kudus Pemberi hidup.

11:33 Kalau seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke dalam sesuatu belanga tanah, maka segala yang ada di dalamnya menjadi najis dan belanga itu harus kamu pecahkan.

Belanga itu menggambarkan “manusia alamiah sebagai ciptaan”, tetapi semua yang ada didalamnya bila terkena bangkai, menjadi najis.

Bila kita terkena virus kematian atau rohani kita mati, maka kita menjadi najis.

Agar bisa dipulihkan belanga harus dipecahkan, artinya harus ada “salib tanda kematian”. Tanpa salib saudara tidak akan bisa berubah dan saudara akan tetap menjadi manusia yang kotor dan najis. Hanya salib yang bisa mengubah saudara.

Jadi, yang sudah tercemar dengan virus kematian, hanya bisa dihidupkan kembali dengan kuasa Roh Kudus dan Salib Kristus.

Imamat 11 : 36

11:36 tetapi mata air atau sumur yang memuat air, tetap tahir, sedangkan siapa yang kena kepada bangkai binatang-binatang itu menjadi najis

Sumur tempat menyimpan air hidup, adalah Kristus. Mata air melambangkan Roh Kudus. Selama ada Roh Kudus didalam kita dan ada Kristus sebagai Pemberi hidup, kita masih bisa datang ke Tuhan dan membereskan hidup kita.

  • Oleh sebab itu, bereskanlah hidup saudara, supaya tidak menjadi sesuatu yang haram, sebaliknya supaya menjadi sesuatu yang halal, yang bersih, dan tahir dihadapan Tuhan.
  • Meskipun saudara menjauhi orang-orang yang cemar, tetapi bila engkau sendiri yang membawa kecemaran itu, percuma saja.
  • Jika saudara menjauhi orang cemar, maka saudara sendiri harus hidup kudus dan menjaga kekudusan.

Salib adalah “tanda kematian” dan “jalannya namanya penderitaan”. Ketika saudara membawa Salib itu, berarti saudara membawa alat eksekusi “kematian” saudara.

  • Kalau saudara sudah membawa alat eksekusi kematian saudara, berarti saudara siap mati untuk kebenaran.
  • Saudara tidak boleh menginginkan apa-apa lagi yang ada di dunia.

Kalau saudara masih menginginkan apa yang ada di dunia, apakah itu “nama baik”, apakah itu “harga diri”, atau kepentingan “siapa aku”, berarti saudara belum layak bagi salib Kristus.

Saudara harus “berkata tidak pada dunia”, supaya saudara bisa hidup bagi Allah.

Tujuannya hanya satu, yaitu supaya saudara menjadi sesuatu yang tahir, dan yang benar dihadapan Allah serta yang berkenan kepada Allah.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSENGEBERATION

EDITOR: HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

WARTA 18 NOV 2018 MELAYANI TUHAN ATAU MELAYANI DIRI SENDIRI?

MELAYANI TUHAN ATAU MELAYANI DIRI SENDIRI?

            Setiap kita yang telah ditebus oleh darah Yesus adalah hamba Kristus. Hamba berasal dari bahasa Yunani yaitu Doulos yang berarti seseorang yang menyerahkan hidup kepada seseorang untuk melayaninya. Dalam hal ini kita memperhambakan diri kepada Tuhan sebagai sang majikan Agung dan kitalah hambaNya. Seorang hamba tidak lagi mempunyai kehendak atas apa yang dia inginkan, tapi semua kehendaknya sudah dimatikan demi terlaksana kehendak tuanNya sebagaimana tergambar dalam Lukas 17:10.

            Saudaraku yang harus kita sadari, jika kita melayani Tuhan sebagai sang majikan agung, kitapun sudah sepatutnya mengabdikan diri sepenuhnya kepada Dia. Jika pelayanan adalah kesukaan Tuhan, jadi harus dilakuan sesuai dengan kehendak Tuhan. Jika pelayanan adalah kesukaan Tuhan, maka harus dilakukan sesuai pengutusan Tuhan. Dan jika pelayanan adalah kesukaan Tuhan, maka harus dilakukan dengan sepenuh hati tanpa paksaan, tanpa persunggutan dan tanpa mencari keuntungan.

Saudaraku jika anda adalah hamba, bagaimana anda masih memilah pelayanan sesuai kesukaanmu belaka? Seharusnya jika kita adalah hamba,   maka kita mengikuti kemanapun Tuhan menuntun kita. Dan sebagai upahnya kita akan dipermuliakan oleh Bapa sorgawi (Yohanes 12:26).

Memang amat disayangkan banyak orang berkata melayaniTuhan tapi sama sekali tidak menghargai komitmen. Mereka mudah berucap tapirentan gagal untuk melaksanakan. Pelayanan yang dikaitkan dengan kenyamananakan cenderung kecewa dan ingkar. Jadi orang yang melayani tanpa disertaidengan pengenalan akan Tuhan menjadi pelayanan tanpa ketaatan dan juga kesetiaan.

Orang seperti ini tidak mengerti hubungan antara pelayanan dan salib yang harus dipikulnya dalam pelayanan. Pada akhirnya pelayanan akan menjadi ego yang seharusnya pelayanan adalah salah satu sarana mematikan ego.

            Sauadaraku sebagai suatu pembelajaran dalam Imamat 10, berkisah tentang kematian imam (seorang yang melayani dalam ibadah) yaitu Nadab dan Abihu. Tuhan melarang membakar pembaraan dengan api dari luar. Hal ini mengambarkan pelayanan tidak bisa suka-suka kita melainkan suka-suka Tuhan. Dimana puncaknya adalah tersambarnya Nadab dan Abihu dengan api Tuhan. Mengapa hal ini sampai terjadi? Jawabannya terdapat di Imamat 10:9 tentang larangan minum anggur dalam melayani Tuhan. Saudaraku anggur melambangkan keduniawian, jadi siapapun yang melayani Tuhan bukanlah orang yang masih terikat dengan dunia atau gaya hidupnya adalah gaya hidup dunia.

            Saudaraku yang harus kita sadari Pelayanan bukan hanya kerinduan Tuhan, tapi juga harus menjadi kerinduan hati kita senantiasa.     

11 NOVEMBER 2018 HARAM ATAU HALAL (VIDEO KHOTBAH)

INTI PEKERJAAN ALLAH – 4 NOVEMBER 2018

INTI

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya (Filipi 3:10).

 

INTI PEKERJAAN ALLAH

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA 

4 NOVEMBER 2018

============

SHALOM !

Hari ini saya akan melengkapi khotbah saya dalam pendalaman Alkitab hari Selasa tanggal 30 Oktober 2018 yang lalu dengan judul “INTI PEKERJAAN ALLAH” 

Pada mulanya manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, sehingga sorga belum ada batas sama sekali dengan manusia yang hidup di taman Eden. Oleh karena itu, selama manusia ini hidup di taman Eden, manusia hidup dalam kemuliaan dan menyatu dengan Allah.

Tetapi kemudian setelah manusia jatuh kedalam dosa, maka manusia pada dasarnya telah kehilangan kemuliaan Allah dari dirinya dan terbuang jauh dari hadapan Allah, karena diusir keluar dari taman Eden.

Roma 3 : 23

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah

Karena manusia berbuat dosa, maka mereka kehilangan kemuliaan Allah dan terpisah keluar dari hadirat Allah.

csemula

Gambar-1 : “Skema Ciptaan Semula”

Awalnya, manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, dan TUHAN tempatkan di Taman Eden dan Manusia hidup di bawah Kehendak Allah (lihat Gambar-1 di halaman 1).

  • Setelah manusia jatuh dalam dosa (Kej 3), maka manusia hidup dibawah Kendali Hati Nurani nya, yang hanya tahu baik-buruk dan benar-salah.
  • Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Hati Nurani Manusia setelah jatuh dalam dosa tersebut sudah mulai rusak.

Kejatuhan manusia kedalam dosa di taman Eden tersebut diatas, adalah “kejatuhan yang pertama”, yang membawa manusia hidup dalam “Kendali Hati Nurani” mereka masing-masing.

  • Ketika manusia hidup di bawah kehendak Hati Nurani-nya, mereka masih tetap bisa beribadah, tetapi bukan berdasarkan ketulusan hati.
  • Contohnya, setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka terlempar dari hadirat Allah, tapi mereka tetap melakukan ibadah seperti biasa.

Hari-hari ini banyak orang Kristen yang hidup dalam dosa, tetapi tetap masih melakukan ibadah dan masih terus berdoa.

  • Tuhan tidak pernah melarang manusia berdoa, karena itu sarana yang Tuhan berikan, tetapi Tuhan mau kita harus menyadari kesalahan kita.
  • Manusia yang sudah jatuh dalam dosa, hidup dibawah Kendali Hati Nurani mereka sendiri, mengejar kesenangan dunia, karena tidak lagi hidup di bawah Kehendak Allah, tetapi cenderung hidup suka-suka mereka sendiri.
  • Akibatnya manusia jatuh lagi kedalam dosa yang lebih dalam, dan di- “kejatuhan yang kedua ini, Manusia Rusak Total, sampai TUHAN menyesal telah menjadikan (menciptakan) manusia.

Manusia yang Hati Nuraninya sudah rusak ini, ibadahnya hanya sebatas rutinitas belaka, tidak berdasarkan suatu kerinduan atau keinginan yang tulus, karena pada dasarnya Hati Nurani sudah rusak sehingga tidak ada kemauan untuk berdoa, menyembah Tuhan dan menghampiri hadirat Tuhan.

  • Kalau manusia terus hidup di bawah kendali Hati Nurani nya sendiri tanpa kendali Allah, akan membawa manusia pada kejatuhan yang ketiga”, yang membuat Allah menyesal karena manusia sudah dibawah kehendak iblis.
  • Pada kejatuhan yang ketiga itu, manusia yang hidup dibawah Hati Nurani-nya sudah kehilangan kemuliaan Allah, apalagi setelah manusia hidup di bawah kehendak iblis, maka bertambah rusaklah ras manusia di bumi.

Kejadian 6 : 5

6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Kecenderungan hati manusia pada zaman itu sampai dengan zaman sekarang selalu berbuahkan dosa. Hal ini menandakan “ras manusia” sudah rusak total.

Padahal pada awalnya manusia diciptakan serupa dan segambar seperti Allah (Kej. 1:26-27), artinya Allah telah menciptakan “ras manusia yang unggul”, karena ada “gambar Allah di dalam diri manusia”.

Tetapi setelah manusia mulai jatuh didalam dosa, maka bila kejatuhan manusia “yang pertama kali” tersebut tidak dibereskan, maka manusia akan jatuh lagi pada “tahap yang kedua” dan “tahap yang ketiga”, yang akan menyebabkan “rusaknya ras manusia” di bumi ini.

Kejadian 6 : 6

6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya

Kondisi itu memilukan hati TUHAN. Kalau manusia hidup dibawah kehendak TUHAN, maka otomatis buahnya adalah kemuliaan (mahkota).

  • Tetapi ketika manusia jatuh sampai “ras-nya rusak berat”, membuat TUHAN menyesal menciptakan manusia, sehingga memilukan hati-Nya (sudah sangat menyakiti hati TUHAN) karena “ras Nya” sudah rusak total.
  • TUHAN terluka karena manusia tidak lagi condong kepada-Nya, tapi lebih condong ke diri sendiri sampai akhirnya condong kepada iblis.

TUHAN punya rencana yang luar biasa untuk “membawa manusia yang telah rusak total” kembali pada ciptaan-Nya yang semula yang berada di bawah kendali Allah.

Maksud dan Tujuan Allah, kalau manusia kembali pada kendali Kehendak Allah, berarti manusia kembali pada “ciptaan yang semula menjadi imamat yang Rajani”.

Tuhan Yesus datang ke dunia ini, bukan hanya sekadar untuk menyelamatkan kita, tetapi lebih dari itu, yaitu untuk mengembalikan gambar Allah yang hilang didalam saudara dan saya, karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah.

Gambar Allah yang hilang inilah yang harus di pulihkan kembali.

  • Kalau gambar Allah tidak pulih dalam saudara dan saya, berarti “ego” kita-lah yang menggagalkan rencana Allah di dalam kita.
  • Manusia yang jatuh dalam dosa, berarti jatuh dari “Pemerintahan Allah” ke dalam “Pemerintahan Hati Nurani”.
  • Setelah itu, manusia jatuh lagi ke “pemerintahan yang ke tiga”, yaitu ke “Pemerintahan iblis”.
  • Tuhan mau mengembalikan manusia seperti ciptaan-Nya yang semula, yang segambar dan serupa dengan Dia. (Lihat Gambar-1 halaman 1)

Kalau saudara lihat dalam Perjanjian Baru semuanya serba samar-samar, karena sudah masuk ke dalam “Era Kasih Karunia”, tetapi kalau saudara kembali ke Perjanjian Lama, maka jelas sekali “maksud dan tujuan Allah (Yesus) datang ke dunia.

Keluaran 19 : 6

19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.

Artinya manusia harus kembali kepada posisi Imamat yang Rajani, maksudnya manusia harus kembali bersama dengan Allah. Manusia harus kembali menjadi kudus dan tidak bercacat dan tidak bercela.

Tetapi permasalahannya, bagaimana caranya supaya manusia bisa menjadi suci dan kudus kembali? Bagaimana caranya supaya manusia kembali kepada gambar Allah?

Caranya” terdapat dalam Keluaran 20 – Keluaran 24, yaitu berupa Perintah atau Hukum Allah, yaitu “Kesepuluh Firman TUHAN”, dan inilah Hukum Taurat yang juga menjadi dasar dari Kekristenan kita sekarang.

TUHAN memberi hukum-Nya di Gunung Sinai yang ditulis pada dua loh batu, dengan tujuan untuk mengembalikan “ras manusia sebagai imamat yang Rajani”, umat yang kudus.

  • Paulus berkata kepada jemaat di Roma, bahwa Hukum Taurat itu baik, Hukum Taurat itu kudus, Hukum Taurat itu tidak salah.
  • Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk menggenapi hukum Taurat tersebut, karena TUHAN tahu “manusia tidak bisa melakukan 613 tuntutan” di dalam hukum Taurat itu.
  • Misalnya saja, walaupun 612 tuntutan sudah dapat dilakukan dengan benar, tetapi jika satu saja gagal, maka semua menjadi gagal.
  • Untuk melakukan Sabat saja, ada 70 ketentuan, tetapi jika kelewatan satu saja tidak dilakukan, berarti gagal total.

Kesannya, Hukum Taurat penuh dengan peraturan dan larangan. Sebenarnya peraturan-peraturan itu bukan untuk “melarang” manusia, tetapi justru dengan peraturan yang TUHAN tetapkan itu, TUHAN sedang menyatakan diri-Nya “Siapa TUHAN” itu sebenarnya.

Mengapa Hukum Taurat begitu berat dan ketat dalam pelaksanaannya? Bukankah TUHAN tahu, bahwa tidak ada satu manusia “yang sudah rusak” bahkan tidak ada satu manusia “yang baik sekali pun” bisa menghampiri Allah yang Maha Kudus.

Solusinya TUHAN berikan sebagaimana terdapat dalam Kitab Keluaran pasal 25, dengan judul perikop “Petunjuk untuk mendirikan Kemah Suci”

Denah Kemah Suci

TABER

Gambar-2 : “Denah Kemah Suci”

Ada 613 tuntutan dalam Hukum Taurat yang harus dijalani, tapi TUHAN tahu tidak ada satu manusiapun yang bisa melakukan semua tuntutan tersebut, sehingga Tuhan memberi solusi dengan mendirikan Kemah Suci.

  • Kemah Suci merupakan “Replica Kerajaan Sorga” yang “melambangkan Yesus”
  • Kalau saudara benar-benar mau ke Sorga, maka saudara harus benar-benar mengerti bahkan memahami Kemah Suci.
  • Setelah manusia terusir dari taman Eden, manusia mau dikembalikan pada fungsi imamat yang kudus, caranya dengan membangun Kemah Suci.

TUHAN mau mengembalikan “ras manusia yang rusak” kepada kemuliaan didalam Ruang Maha Suci, sehingga di Ruang Maha Suci lah, Allah dan manusia akan menyatu kembali.

  • Itulah sebabnya Kemah Suci merupakan wujud dari Yesus Kristus, sehingga ketika saudara memasuki “Pintu Gerbang” Kemah Suci (lihat Gambar-2) dengan iman, maka Yesus berkata, “Akulah pintu”.
  • Itulah sebabnya mengapa Kemah Suci dikatakan gambaran dari Yesus Kristus, dengan tujuan supaya kita kembali kepada kemuliaan Allah.

Ketika saudara akan memasuki Halaman (pelataran) Kemah Suci (Gambar-2), maka :

  • Di Pintu Gerbang Kemah Suci ada “satu pintu dengan empat tiang” yang menggambarkan Yesus dan ke-4 Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes.
  • Di kanan kiri Kemah Suci ada 60 tiang, yang menggambarkan keturunan laki-laki dari Adam sampai Yesus yang berjumlah 60 keturunan.
  • Setelah masuk melalui pintu gerbang Kemah Suci dengan 4 tiang tersebut, saudara sudah berada di Halaman (Pelataran) Kemah Suci dan akan langsung menemukan Mezbah Korban Bakaran.
  • Masuk lebih dalam lagi maka akan menemukan Bejana Pembasuhan.

Setelah melewati Bejana Pembasuhan, barulah saudara bisa masuk kedalam Ruang Suci dan akan melihat beberapa perabot Ruang Suci tersebut : (lihat Gambar-2)

  • Begitu memasuki Ruang Suci, saudara akan menemukan Kandil atau Pelita Emas (Menorah) berada di sebelah kiri masuk.
  • Saudara juga akan menemukan Meja Roti Sajian di sebelah kanan masuk.
  • Saudara masuk lebih dalam lagi, di bagian tengah dekat Tirai saudara akan menemukan Mezbah Ukupan (Mezbah Dupa).

Saudara masuk lebih dalam lagi, saudara akan masuk ke Ruang Maha Suci, dan akan ber-temu dengan Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian inilah tempat kehadiran Allah.

Jika dari Tabut Perjanjian ini ditarik garis vertical ke bawah, ke arah Mezbah Ukupan, terus ke arah Kolam Basuhan dan terakhir kearah Mezbah Bakaran.

  • Kemudian dari Kandil ditarik garis horizontal ke arah Meja Roti Sajian.
  • Maka semua perabotan Kemah Suci serta penempatan perabotan tersebut akan membentuk gambar Salib. (Lihat Gambar-3 di halaman 7)

Jadi siapapun yang masuk ke dalam kedalam Yesus dan percaya kepada Yesus, maka mereka harus melewati Jalan Salib.

Jika kita berhasil masuk sampai ke Ruang Maha Suci, berarti kita sudah sampai ke tahap sempurna atau menjadi sempurna, serta akan menyatu dengan Tuhan Yesus dalam segala hal dan kita pun akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

Perhatikan “Gambar Salib Kristus” tersebut dibawah ini.

SALIB 123

Gambar-3 : “Salib Kristus”

Saudara perhatikan baik-baik penempatan perabot Kemah Suci, mulai dari perabot yang di Halaman Kemah Suci, sampai dengan perabot yang di Ruang Suci dan yang di Ruang Maha Suci, menggambarkan SALIB, yaitu Salib Kristus.

Ketika saudara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, maka saudara secara langsung menerima Karunia Keselamatan.

Ketika saudara menerima Karunia Keselamatan, saudarapun menerima SALIB Yesus.

Setelah kita terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita sudah bebas dan sudah selamat, maka kita harus dikendalikan oleh Tuhan lewat Salib Yesus Kristus.

SALIB N PERABOT

Gambar-4 : “Salib dan Perabot Kemah Suci”

Bagaimana caranya :

  • Supaya saudara bisa menjadi kudus?
  • Supaya saudara bisa kembali ke fungsi imamat yang rajani?

Caranya adalah :

  • Saudara harus menyatu dengan Yesus.
  • Ketika saudara menyatu dengan Yesus, berarti saudara juga harus menyatu dengan salib-Nya.

Oleh sebab itu setelah saudara masuk ke pintu Yesus, saudara akan dibawa Tuhan dan puncak-Nya adalah menerima kemuliaan bersama dengan Tuhan di Ruang Maha Suci.

Berarti saudara sudah kembali kepada gambar Allah atau Khalik Allah yang Maha Agung.

Permasalahannya begitu banyak orang Kristen yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat nya, tetapi mereka menolak salib Kristus.

Oleh sebab itu ketika saudara terima Yesus, maka sesungguhnya saudara menerima “satu paket penuh”, yaitu SALIB Kristus.

Mereka menolak Salib Kristus karena Salib artinya kematian dan Jalan Salib artinya penderitaan atau Via Dolorosa.

  • Jadi ketika saudara percaya Yesus, maka saudara terima kematian-Nya, berarti saudara harus mati bersama dengan Yesus.
  • Sampai hari ini saudara masih terus dimatikan dari “diri” saudara sendiri.
  • Dan suatu hari nanti, saudara akan benar-benar mati total dan mati total yang dimaksud bukan mati fisik, tetapi mati kehendak bagi “diri” sendiri.
  • Begitu saudara mati kehendak atau mati keinginan, barulah saudara bisa dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

Jadi begitu saudara terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saudara berjalan di “jalan penderitaan” dengan tujuan supaya saudara “dimatikan”.

Kalau saudara “berjalan” melewati Halaman Kemah Suci sampai ke Ruang Maha Kudus, sebenarnya saudara berjalan melalui Salib Kristus.

Tetapi banyak orang Kristen hari ini masuk ke dalam Yesus, percaya kepada Yesus, tetapi tidak mau masuk ke dalam salib Kristus, artinya mereka tidak mau menderita, tidak mau sengsara dan tidak mau “mati”.

Padahal saudara di bawa oleh Tuhan masuk ke Kemah Suci sampai berjumpa dengan Tuhan Yesus di Ruang Maha Kudus.

Ibrani 9 : 11

9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, — artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, —

Kemah Suci adalah buatan tangan manusia, karena Kemah Suci adalah gambaran Yesus. Sedangkan Yesus datang sebagai Imam Besar dan Ia telah melintasi Kemah yang lebih besar dan lebih sempurna, serta bukan buatan manusia.

Di dalam Perjanjian Baru kita di dorong untuk masuk kedalam Yesus. Jadi kita tidak bisa meniadakan Perjanjian Lama, karena Kemah Suci adalah gambaran tentang Yesus.

  • Kemah adalah Kristus sendiri, karena hanya Yesus yang tidak bercacat dan tidak bercela, sehingga Dia layak menjadi contoh pola hidup yang sempurna, yang berkenan kepada Bapa di Sorga.
  • Ras manusia yang telah rusak, harus masuk kembali ke dalam kemuliaan Allah melalui Yesus.
  • Oleh sebab itu Yesus datang ke bumi ini bukan hanya sekadar menyelamat-kan kita, tetapi mengembalikan kita kepada gambar Allah yang hilang di taman Eden.

Saudara harus benar-benar mengerti bahwa kedatangan Yesus bukan hanya sekadar menyelamatkan saudara, tetapi mengembalikan saudara kepada posisi semula sebagai gambaran Allah.

  • Saudara yang sudah terbuang, terusir dari taman Eden, dibawa Tuhan masuk kembali ke dalam Kemah Suci, tetapi harus melewati jalan salib.
  • Kita masuk melalui “pintu Kristus” yang merupakan Allah sendiri, agar Allah bisa hadir di dalam manusia dan kemudian mendorong manusia untuk menjadi pelaku-pelaku hukum-Nya.
  • Allah tahu manusia tidak akan bisa melakukan semua peraturan ataupun ketentuan dalam hukum Taurat.
  • Supaya manusia bisa menggenapi 613 tuntutan maka TUHAN memerintah kan Musa membuat Kemah Suci.
  • Pintu Gerbang Kemah Suci adalah Yesus sendiri.

Sehingga tidak salah kalau Yesus berkata, “Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan, tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa jika tidak melalui Aku”.

  • Tidak seorangpun bisa dipulihkan “kembali kepada gambar Allah” jika tidak melalui “pintu” Kristus.
  • Tetapi setelah melewati pintu Kristus maka saudara harus pikul salib sampai kepada kemuliaan.
  • Inilah yang dimaksud di dalam Yohanes 14 : 6

Yohanes 14 : 6

14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku

Memang benar Yesus adalah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup. Tetapi sebenarnya bukan hanya sekedar selamat, karena hanya Tuhan Yesus yang bisa menggiring saudara dan saya kembali kepada gambar Allah, melalui jalan salib, dan tidak ada jalan lain.

  • Ketika saudara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, maka saudara sudah menerima Karunia Keselamatan .
  • Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri.
  • Oleh sebab itu saudara membutuhkan Juruselamat. Juru artinya ahli. Jadi Juruselamat adalah ahli menyelamatkan saudara.
  • Saudara membutuhkan Juruselamat karena hanya Dia-lah yang ahli menyelamatkan saudara dengan sempurna.
  • Manusia masuk melalui pintu Kristus untuk kembali kepada kemuliaan tapi harus melalui jalan salib.

Jadi, Inti pekerjaan Allah di dunia ini ada 2 macam, yaitu Kristus dan Salib.

Jadi kalau saudara mau sampai ke Ruang Maha Kudus kepada kemuliaan Allah, maka saudara harus melalui Jalan Salib.

  • Tetapi kalau saudara hanya mau sekadar selamat, saudara bisa hanya melewati pintu Yesus, tetapi tanpa pikul salib dan tanpa sangkal diri.
  • Dan keselamatan hanya bisa terjadi jika Tuhan beri kesempatan selamat saat saudara berseru kepada-Nya.
  • Tuhan mau bawa saudara lewat jalan salib.
  • Oleh sebab itu ketika saudara terima Yesus maka tanpa saudara sadari, saudara juga harus terima Salib Yesus, mau tidak mau saudara harus melalui Jalan Salib.

Kita tidak bisa dipermuliakan bersama dengan Allah tanpa jalan salib, karena Kemuliaan hanya bisa lewat salib.

  • Tanpa kita sadari ketika kita terima Yesus, maka kita menerima “satu paket keselamatan” yang berisi Salib.
  • Kristus identic dengan Salib, dan Salib identic dengan kematian, dan “jalan salib” namanya

Jadi, Kritus = salib ; Salib = kematian dan Jalan Salib = penderitaan.

Inilah dasar kekristenan kita dan jika saudara tidak tahu dasar kekristenan kita sendiri maka kekristenan kita bisa kacau balau.

Roma 8 : 17

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Saudara berhak menerima janji Allah untuk dipermuliakan bersama dengan Tuhan Yesus.

Tentunya dengan syarat, jika saudara mau menderita bersama dengan Dia lewat salib-Nya, supaya saudara dan saya dipermuliakan bersama dengan Allah.

Roma 8 : 29

8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Saudara di tentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran Yesus, yaitu serupa dengan kematian-Nya.

Filipi 3 : 10

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Bersekutu dengan penderitaan-Nya dan dengan salib-Nya, maka saudara menjadi serupa dengan kematian-Nya.

  • Penderitaan salib yaitu menderita dalam banyak hal, saudara menderita bukan dalam perkara duniawi, tapi dalam perkara rohani.
  • Kalau saudara sudah “mati”, barulah saudara bisa dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

“Mati” yang dimaksudkan disini, bukan mati fisik, tapi mati kehendak dengan tujuan menjadi ciptaan yang semula yang berada di bawah kendali Allah.

  • Jadi inti dari pekerjaan Allah adalah membawa saudara kepada kemuliaan-Nya lewat jalan “penderitaan” dan puncaknya adalah “kematian”.
  • Jadi kalau saudara tidak kembali kepada gambar Allah yang semula, maka saudara masih berada di bawah kendali iblis.

Perhatikan kembali Gambar-1 : Skema “Ciptaan Semula”, di halaman 1.

Kita yang tadinya berada di bawah kehendak iblis, harus melalui jalan salib supaya bisa berada di bawah kehendak Allah dan dipermuliakan bersama dengan Allah.

Permasalahannya, banyak orang Kristen yang tidak mengerti hal ini.

  • Mereka berpikir asal percaya Yesus pasti selamat, tapi sebenarnya dengan percaya saja belum tentu selamat.
  • Jika kamu tidak melalui salib, tidak pikul salib maka kamu tidak akan selamat. Kalau kamu tidak memikul salib, maka kamu tidak akan layak.
  • Jadi kelayakan kita, adalah ketika kita dengan tulus memikul salib di bahu kita.

Dengan demikian maka “inti pekerjaan Allah” bagi saudara, adalah membawa saudara supaya dipermuliakan bersama dengan Dia, tetapi saudara harus melalui jalan penderitaan dan puncaknya adalah “kematian”.

  • Allah rindu, hanya Dia menjadi satu-satunya tujuan dalam hidup kita.
  • Semakin banyak pekerjaan salib di dalam diri saudara, maka semakin banyak saudara kehilangan ke “aku” an saudara.
  • Jadi semakin kabur keberadaan salib didalam kita, maka semakin besar “aku” nya kita.

Filipi 3:10 tadi mengatakan bahwa kita harus mengenal Yesus dan kuasa kebangkitan-Nya, saat saudara masuk ke Kemah Suci saudara sedang belajar mengenal Yesus supaya saudara menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, serupa dengan salib-Nya.

  • Salib itu identic dengan kematian dan jalan salib adalah penderitaan. Tidak ada yang lain.
  • Paulus pernah berkata pada jemaat di Korintus “Aku tidak mau tahu apa-apa karena jemaat Korintus berselisih satu dengan yang lain, saling bertengkar, saling menyakiti satu dengan yang lain”. Itulah kelemahan jemaat Korintus.
  • Oleh sebab itu Paulus berkata, “Menurut usia kamu sudah makan makanan yang keras, tapi dengan tingkah lakumu saat ini kamu masih minum susu.”
  • Jemaat Korintus adalah jemaat yang mengejar karunia, seperti yang tertera dalam 1 Korintus 12, “Rupa-rupa karunia tetapi satu Roh”. Inilah respon dari pertanyaan-pertanyaan jemaat di Korintus tapi Paulus mendapati jemaat Korintus ini berengsek.
  • Tidak salah kalau di 1 Korintus 10 Paulus berkata, “kamu makan dari makanan rohani yang sama, kamu minum dari batu karang yang sama, tapi sebagian besar dari kamu tidak akan masuk ke Kerajaan Sorga karena kamu belum benar-benar mengenal makna Kristus.

1 Korintus 2 : 2

2:2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

Paulus berkata “Aku tidak mau mengetahui apa-apa selain Yesus Kristus yang disalibkan. Kalau ada Kristus dan salib, pasti tidak akan ada perselisihan.” Perselisihan terjadi di Jemaat Korintus “karena ada Kristus, tetapi tidak ada salib”. (1 Kor 2:3 tentang perselisihan).

Masalah gereja (saudara dan saya) hari ini adalah “adanya Kristus tanpa salib”.

  • Kalau saudara masih berselisih satu dengan yang lain, masih ngomongin satu dengan yang lain berarti kamu punya Yesus tapi tidak punya salib.
  • Jika saudara punya Yesus tanpa salib maka saudara tidak akan dipermuliakan oleh Tuhan sampai kapanpun.
  • Jadi saat saudara disakiti oleh orang lain, terima saja, tidak usah berbicara apa-apa, tidak usah bela diri karena Allah lah pembela kita.
  • Jadi yang kita butuhkan “hanya Kristus dan salib”.

Saya rindu bukan hanya jemaat Chosen Generation saja yang mendengar khotbah ini, tetapi banyak jiwa-jiwa yang mendengarnya juga, karena “inilah dasar kekristenan dan kebenaran yang hakiki”.

Tuhan Yesus yang mengajar saya tentang hal ini “kalau kita masih berselisih, berarti kita Kristen tanpa salib

  • Banyak gereja yang percaya kepada Kristus, tapi menolak Salib Kristus.
  • Banyak gereja yang masih mengejar karunia Roh, hanya karena harga diri mereka masih kuat, karena kepentingan mereka masih kuat dan akhirnya terjadi perselisihan.
  • Jika dasarnya sudah tidak benar, maka hasil akhirnya juga tidak benar.

Jemaat di Korintus mengejar karunia Roh, bukan menghidupkan Roh di dalam jemaat.

  • Jika Roh dihidupkan, maka Roh ini akan menggiring saudara ke Salib.
  • Yang Tuhan mau diperhatikan oleh jemaat di Korintus, justru di abaikan oleh mereka.
  • Paulus menekankan untuk memperhatikan Kristus dan Salib tetapi justru diabaikan oleh jemaat di Korintus, sampai akhirnya terjadi pertentangan dalam jemaat, pergesekan satu dengan yang lain.
  • Jika antar anggota jemaat masih terjadi saling melukai, saling menyakiti, maka inilah kekristenan tanpa salib.

Saya rindu kita semua mau berubah. Jika pekerjaan Allah membawa saudara kepada kemuliaan, berarti satu-satunya jalan menuju kemuliaan “hanya lewat Salib”.

Salib identic dengan kematian dan jalan salib adalah penderitaan.

Filipi 1 : 29

1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia

Kamu dikaruniakan bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, menderita lewat jalan salib.

Kamu yang percaya kepada Yesus berarti mendapatkan anugerah keselamatan, tapi kamu yang telah mendapatkan anugerah keselamatan, harus menerima resikonya yaitu Salib Kristus kalau kamu benar-benar mau dipermuliakan.

  • Jadi saat saudara disakiti tidak boleh marah-marah lagi tapi diam saja, terima saja karena itulah salib. Tuhan yang akan membela kita.
  • Semakin banyak pekerjaan salib didalam saudara, maka semakin nampak kedaulatan Dia.
  • Misalnya Si A dikikis oleh Tuhan sampai tidak bisa marah-marah lagi.
  • Inilah pekerjaan salib.
  • Semakin banyak yang menyakiti si A, si A justru semakin sabar. Disitulah akan nampak kualitas rohaninya.

Semakin banyak pekerjaan salib didalam kita, maka kita pun semakin menderita dan puncaknya adalah “mati”. Inilah pemahaman yang benar tentang Salib, yaitu “kematian”.

  • Salib bukan hanya sekedar mengakhiri dosa tapi salib mengakhiri diri kita (ke aku-an kita ).
  • Awalnya kita mengikuti kehendak Allah, setelah jatuh dalam dosa berarti kita mengikuti kehendak hati nurani, yang menjelaskan tentang baik buruk, benar salah.
  • Jika terus mengikuti hati nurani, maka akhirnya akan mengikuti kehendak iblis.

Kalau Salib hanya mengakhiri dosa, maka saudara ada di bawah kehendak Hati Nurani, tapi salib harus mengakhiri “diri” kita, sehingga saudara tunduk pada kehendak Allah.

  • “Tuhan, Engkau mau berbuat apapun saya tetap bersyukur kepada Tuhan”.
  • “Tuhan, meskipun saya disakiti seperti apapun, saya tetap berkata, Tuhan baik untuk saya”.
  • Kalau salib hanya mengakhiri dosa, berarti salib hanya sampai kepada baik buruk benar salah, tetapi salib harus mengakhiri “diri” kita.

Contoh

Si A terus berbuat dosa. Begitu dia “mati” apakah dia masih berbuat dosa?

  • Tidak berbuat lagi.
  • Begitu si A “mati”, keinginan berbuat dosa juga berhenti.
  • Jadi “mati” yang dimaksud disini, adalah mati kehendak.

Mati kehendak artinya menundukkan diri pada kehendak Allah.

  • Kehendak Allah baru bisa diaplikasikan di dalam saudara, apabila saudara sudah tidak memiliki kehendak lagi (mati kehendak).
  • Selama kita belum mati kehendak, mati keinginan, mati kepentingan, mati harga diri dan masih memiliki hasrat duniawi, berarti kita masih belum tunduk pada kehendak Allah.

Salib harus menggeser posisi saudara dari kendali iblis kepada kemuliaan Allah.

  • Salib adalah penghubung dari kehancuran kepada kemuliaan.
  • Kalau hanya sekadar sakit sembuh dan masalah jadi beres, mungkin kita masih bergerak santai di bawah kendali kehendak Hati Nurani.
  • Jika kita masih hidup di bawah kehendak hati nurani, ketika kita terkena masalah, kita masih bisa bersyukur.
  • Tetapi begitu timbul masalah baru, ternyata kita bisa hancur berantakan, berarti Salib belum membawa kita kepada kehendak Allah.

Saat di hantam masalah, Tuhan mau kita menunduk dan berkata, “Tuhan tetap baik dalam segala hal”. Disinilah sebenarnya kita masuk dalam proses kehendak Allah.

  • Hari-hari ini saudara sedang diproses dan dibawa Tuhan kejalan penderita-an demi penderitaan, menuju kepada kemuliaan.
  • Pemahaman yang benar tentang Salib adalah kematian.
  • Salib bukan hanya mengakhiri dosa, tapi salib harus mengakhiri “diri” kita.
  • Jadi hanya orang yang telah “mati bagi diri sendiri” yang bisa terlepas dari dosa.

Banyak orang “berjanji tidak akan berjinah” lagi, tetapi ternyata belum sampai 3 bulan berlalu orang ini sudah berjinah lagi, akibatnya “janji menjadi batal”. Perjinahan ini bisa terjadi kembali, karena dia belum berjalan mengakhiri ke“aku”an nya.

  • Dengan demikian maka Salib membawa kita kepada eksekusi “kematian diri sendiri” (kematian siapa aku).
  • Kalau kita tahu akan “mati”, maka kita pasti akan menjadi orang baik.
  • Kita sudah tahu sekarang bahwa saudara akan “mati harga diri, mati hasrat, mati keinginan, mati kepentingan”.

Kadang Tuhan memakai orang-orang yang “aneh-aneh luar biasa” disekitar kita untuk mematikan “siapa aku”, demi menghidupkan “Siapa Dia” didalam kita. Dan ini sangat menyakitkan bagi kita.

  • Oleh sebab itu Salib adalah kematian dan Jalan Salib adalah penderitaan.
  • Salib bukan hanya mengakhiri dosa tapi mengakhiri diri kita.
  • Kalau Salib hanya mengakhiri dosa, maka saudara hanya sampai kepada kebenaran Hati Nurani, tapi Salib adalah “kematian siapa aku dan menghidupkan Siapa Dia”.

Apakah slogan salib?

Markus 15 : 13-14

15:13 Maka mereka berteriak lagi, katanya: “Salibkanlah Dia!”

15:14 Lalu Pilatus berkata kepada mereka: “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” Namun mereka makin keras berteriak: “Salibkanlah Dia!”

Inilah Slogan Salib, yaitu “Salibkan dia”, maksudnya “singkirkan dia”.

Artinya bagi kita, singkirkan siapa “aku” supaya Tuhan yang bisa hidup didalam kita.

Kalau ternyata kita masih bicara “kasar”, katakan pada Tuhan, “matikan “siapa aku”, Tuhan; biar Tuhan bisa hidup di dalam saya”.

Singkirkan “siapa saya” Tuhan, singkirkan “ego saya”, singkirkan kepentingan saya Tuhan, agar Tuhan bisa hidup di dalam saya. Inilah Slogan Salib.

  • Selama “siapa saya” masih ada didalam saya, maka Allah tidak bisa hidup didalam saya.
  • Oleh sebab itu kita harus menyatu dengan Salib, yaitu dengan pertobatan.

Bagaimana saudara bisa lepas dari dosa?

  • Masuklah ke Yesus dan bertobatlah dengan sungguh-sungguh.
  • Sadari kalau kita salah, akui kelemahan kita.
  • “Tuhan, ampuni saya yang bolak-balik berbuat dosa, ampuni saya karena saya lemah, Tuhan, saya gagal Tuhan”.
  • Oleh sebab itu ketika saudara bertemu dengan Bejana Pembasuhan di Halaman Kemah Suci, maka Bejana itu seperti cermin bagi saudara.

Keluaran 38 : 8

38:8 Dibuatnyalah bejana pembasuhan dan juga alasnya dari tembaga, dari cermin-cermin para pelayan perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan.

Zaman Dahulu belum ada kaca cermin, jadi cerminnya dari tembaga.

  • Tembaga digosok sampai halus mengkilat sampai menjadi cermin.
  • Tembaga inilah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Bejana Pembasuhan.
  • Ketika saudara mau membasuh telinga, mata, tangan atau kaki saudara supaya menjadi suci kudus, perbuatanku suci kudus, saat saudara ambil air dari Bejana Pembasuhan tersebut, saudara akan “bercermin dan melihat” segala macam kelemahanmu dan butuh pertolongan.

Jangan pernah merasa dirimu kuat, karena ketika engkau merasa dirimu kuat, maka sesungguhnya engkau sedang mencobai Allah.

1 Korintus 10 : 12

10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh.

Berhati-hati supaya jangan sampai jatuh.

Kita bercermin, lalu kita menyadari bahwa kita lemah, kita banyak kekurangan, jadi kita membutuhkan Tuhan, butuh pertolongan Tuhan.

Melalui kelemahan kita, kuasa Allah menjadi sempurna didalam kita.

Ketika kita masuk ke Ruang Suci, maka kita akan bertemu dengan :

  1. Menorah atau Kandil atau Pelita Emas.

Firman Tuhan berkata “Firman-Mu adalah terang bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. Dia menerangi jalan kita, menuntun jalan kita lebih dalam lagi sampai menyatu kepada Salib.

  1. Meja Roti Sajian

Di sebelah kanan masuk Ruang Suci ada Meja Roti Sajian yang terdiri dari :

  • Roti sajian, sebagai makanan imam. Artinya firman Tuhan (roti) menjadi makanan sehari-hari orang percaya. Kalau saudara tidak makan firman maka saudara akan lemah, karena tanpa firman saudara lemah.
  • Cawan berisi darah Yesus. Darah Yesus yang menaungi dan melindungi saudara, yang menjadikan saudara lebih dari pemenang, menang atas dosa dengan “mati bagi diri” sendiri.
  • Minyak urapan, hadirat Allah.

Jadi begitu saudara masuk ke Halaman Kemah Suci, saudara bertobat, saudara mengakui bahwa saudara lemah.

Begitu saudara masuk ke Ruang Suci, jalan saudara diterangi, makan makanan rohani, saudara dilindungi oleh darah Yesus.

  1. Mezbah Ukupan (Mezbah Dupa)

Di Mezbah Ukupan saudara akan membakar dupa yang harum baunya bagi TUHAN, saudara membawa hadirat Allah sehingga bisa masuk ke hati-Nya Allah lewat “doa, pujian dan penyembahan”.

Oleh sebab itu kalau saudara pernah dengar khotbah saya tentang “Pujian dan Penyembahan”, maka pujian dan penyembahan hanya bisa terjadi ketika saudara menyadari Yesus baik, Yesus luar biasa.

Melalui “Doa, pujian dan penyembahan”, akan membawa saudara masuk Ruang Maha Suci, dan menyatu dengan Allah, karena disinilah pusat kemuliaan Tuhan.

Begitu saudara sampai ke Ruang Maha Suci, saudara bisa berkata “adapun hidupku bukannya aku lagi melainkan Kristus yang tinggal di diam di dalam Aku”.

Filipi 1 : 22

1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan

Karena hidupku adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Kita sudah begitu yakin sudah mati bagi diri sendiri dan kita sudah hidup bagi Allah.

Pemahaman tentang Salib adalah kematian, jalannya adalah penderitaan, slogannya “Salibkan Dia”, “singkirkan Dia”, “matikan” saya sampai Dia bisa hidup di dalam saya.

Salibnya seperti apa?

Matius 27 : 34

27:34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.

Salibnya seperti “salib tanpa anggur campur empedu”.

  • Kalau anggur dicampur empedu, maka akan menjadi “semacam morfin”, penghilang rasa sakit.
  • Jadi kalau orang disalib, tekanannya ke depan, sehingga nafasnya sesak.
  • Bila mau matinya cepat, tidak usah ditusuk tapi kakinya saja dipatahkan.
  • Begitu kakinya dipatahkan maka tekanannya makin ke depan dan semakin tidak bisa bernafas.
  • Itulah penyiksaan yang paling berat dan sadis.

Mungkin orang Romawi sedikit punya “perasaan”, sehingga mereka berpikir bagaimana caranya untuk mengurangi rasa sakit saat orang di salibkan?

  • Maka diberilah “anggur bercampur empedu”.
  • Banyak orang Kristen hari ini memikul salib, tetapi membawa anggur ber-campur empedu untuk mengurangi rasa sakit.

Contohnya :

Saudara lagi disakiti orang karena merasa di fitnah oleh si penggosip itu.

Untuk membela diri saudara balas menjelekkan dia ke banyak orang lain.

Semakin banyak kamu menjelekkan dia kemana-mana, maka semakin banyak orang yang terlibat menjadi berdosa karena kamu.

Semakin kamu menjelekkan orang, semakin banyak orang yang tercemar karena kamu.

Mereka menangggung dosanya, tapi saudara menanggung dosa yang lebih berat.

Itulah anggur campur empedu.

Lukas 16 : 15

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.

Kamu berusaha membela diri, dengan cara kamu pasang benteng dan kamu ngomong ke orang-orang. Akhirnya yang terjadi kamu mengotori dirimu sendiri dan kamu mengotori orang lain di sekitarmu.

Amsal berkata, “lebih baik kamu pakai kekang kuda untuk menutup mulutmu daripada engkau binasa”.

Stop minum anggur campur empedu.

  • Meskipun sakit, terima saja saja karena itulah salibmu.
  • Kalau engkau bela diri, berarti engkau minum anggur campur empedu.

Matius 11 : 28

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu

Kamu semua yang terikat dengan dosa, dosa itu yang membuat kamu letih lesu, dosa tersebut membuat kamu berbeban berat, tapi Aku bisa memberi kelegaan kepadamu.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Supaya kamu mendapatkan kelegaan pikullah salib yang Ku-pasang dan belajarlah dari Aku.

  • Kalau kamu mau menjadi murid Yesus, maka kamu harus memikul salib dan mengikuti Tuhan kemanapun Tuhan mau.
  • Jiwamu baru bisa tenang jika kamu mengikuti Tuhan.
  • Jika kamu belum mengikuti Tuhan, masih ada kehendak diri sendiri maka engkau tidak akan pernah tenang sampai kapanpun.
  • Jadi pemahaman yang benar tentang salib adalah kematian dan jalannya adalah penderitaan.
  • Salib bukan hanya mengakhiri dosa kita, tapi salib juga mengakhiri “siapa diri” kita.

Perhatikan kembali Gambar-1 : “Skema Ciptaan Semula” di halaman 1.

Salib bukan hanya mengakhiri dosa kita, kalau hanya sekedar mengakhiri dosa kita, berarti saudara masih dibawah kendali Hati Nurani yang menyatakan benar, salah, baik, buruk.

  • Tetapi salib akan mematikan “siapa” saudara, sehingga saudara tidak punya kehendak lagi.
  • Sehingga saudara bisa berkata, “Tuhan, jadilah sesuai dengan kehendak-Mu, bukan kehendakku”.
  • Kendala yang paling sulit kita hadapi bukan untuk mengakhiri dosa, tetapi mengakhiri “diri” sendiri (“ego” kita)
  • Salib mengakhiri “siapa” manusia dan menampilkan Allah dan mengakhiri penilaian berdasarkan baik-buruk, benar-salah.

Ibrani 6 : 1

6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,

Pertobatan kita jangan berdasarkan dari perbuatan yang sia-sia. Orang yang dahulu merokok, lalu sekarang tidak lagi dan orang yang dahulu berjinah sekarang tidak lagi, apakah dia sudah benar-benar bertobat? Jawabnya, “Belum tentu”.

  • Karena ternyata salib bukan mengakhiri dosa saudara dan saya, tapi salib mengakhiri “siapa” kita.
  • Waktu Yesus di taman Getsemani, Dia berkata “Bapa kalau boleh cawan ini lalu daripada-Ku, tapi biarlah kehendak-Mu yang jadi, bukan kehendak-Ku.”
  • Menurut ukuran manusia baik jika tidak ada salib, tapi menurut Tuhan kamu harus disalib.

Contoh :

Ketika saya melihat si A, saya merasa kasihan, lalu saya memberi dia uang Rp.50.000,-

Menurut saya, perasaan kasihan saya terhadap si A itu baik.

Tapi sebenarnya Tuhan sedang melatih dia supaya dia bersekutu, berdoa kepada Tuhan.

Kita tidak usah bicara tentang kejahatan, kita bicara tentang yang baik saja, tapi apakah perbuatan baik juga sesuai dengan kehendak Allah?

  • Kehendak Allah harus diterjemahkan (di aplikasikan) didalam Salib.
  • Kalau kita tahu kehendak Allah, pasti kita tidak berdosa.
  • Jangankan tentang berbuat dosa, berbuat baikpun harus sesuai dengan kehendak Allah.

Saya berbuat baik dengan menolong si A, tapi Tuhan berkata :

  • Bahwa saya berbuat salah menolong si A, karena Tuhan sedang bekerja dalam hidupnya.
  • Tuhan sedang berkarya di dalam dia supaya dia mencari Tuhan, supaya dia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mengijinkan masalah itu terjadi.
  • Menurut saya baik tapi menurut Tuhan tidak baik.
  • Kalau saudara hanya tahu, itu dosa dan ini tidak dosa, maka saudara masih di bawah kendali hati nurani.

Tadi pagi saya tidak mau khotbah tentang hal ini, tapi Tuhan berkata, “gereja ini harus benar-benar membawa jemaat-Nya kembali pada ciptaan-Nya yang semula, yang mengerti kehendak Tuhan.

  • Bagaimana caranya membawa jemaat ke dalam keintiman dengan Tuhan?
  • Bagaimana caranya membawa jemaat ke dalam persekutuan yang indah dengan Tuhan?
  • Kalau saudara memiliki keintiman dengan Tuhan, saudara pasti akan mengenal siapa Allah dan saudara pasti tahu kehendak Allah yang benar.
  • Bukan berarti saudara boleh berdosa.
  • Kalau saudara mengenal kehendak Allah, berarti saudara tahu apa yang terbaik bagi saudara.
  • Dan yang terbaik bagi hidup saudara adalah hidup suci, dan hidup kudus.

Salib bukan hanya mengakhiri dosa saudara, tapi salib harus mematikan siapa saudara. Saudara taruh tangan di dada dan katakan, “Salib harus mematikan “siapa” saya.

  • Kalau orang masih hidup masih bisa berdosa, kalau orang sudah mati sudah tidak bisa berdosa lagi.
  • Kalau saudara sudah “mati bagi diri” saudara sendiri dan hidup di bawah kehendak Allah, apakah masih bisa berdosa?

Jadi yang Tuhan mau dari khotbah ini, saudara tidak hanya sekadar tahu “dosa atau tidak dosa”, tapi saudara hidup di bawah kehendak Allah.

  • Secara jiwani memang bertambah sulit rasanya.
  • Melawan dosa saja sudah sulit, apalagi melawan “diri” sendiri.

Amsal 16 : 2

16:2 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHAN lah yang menguji hati

Menurut saudara, saudara sudah baik, tapi menurut Tuhan belum tentu, apabila saudara masih hidup di luar kehendak Allah.

Menurut saudara, saudara sudah hidup benar, sudah pelayanan, sudah hidup suci tapi bagaimana menurut Tuhan?

Tidak sulit menuruti kehendak Allah, asalkan kita mau pasti bisa.

Yang membuat sulit, karena kita tidak mau hidup di bawah kehendak Tuhan.

Tuhan melihat hati kita yang paling dalam.

Amsal 21 : 2

21:2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

Tuhan yang menguji hati kita, Tuhan tahu siapa kita, Tuhan mengerti siapa kita.

  • Banyak orang ingin lepas dari dosa, tapi tidak sadar kalau dia harus lepas dari “diri” sendiri lebih dahulu.
  • Slogan salib yaitu “Salibkan Dia”, artinya singkirkan “siapa” saya, supaya saya bisa hidup di bawah kehendak Allah.
  • Selama “siapa” saya belum disingkirkan, maka saya tidak akan bisa hidup dibawah kehendak Allah.

Jadi kalau saudara tahu kehendak Allah, dan saudara sudah mematikan “siapa” saudara, maka saudara tidak akan berbuat dosa.

  • Bukan soal berdosa atau tidak, baik atau buruk, tapi bagaimana caranya kita hidup di bawah kehendak Allah.
  • Misalnya si X melukai saya. Secara manusia, saya mau “menyingkirkan” dia karena dia menjadi batu sandungan bagi saya.
  • Tapi Tuhan berkata, “jangan singkirkan dia, tapi kamu harus terima dia dan rawat dia baik-baik”.
  • “Siapa diri” saya menolak, tapi kalau saya hidup di bawah kehendak Allah maka saya akan terima apa adanya.

Bunga mawar, bunga yang bagus tapi berduri. Lalu bagaimana caranya supaya orang bisa menikmati keindahannya?

  • Bukan dengan mencabut durinya, tapi kamu harus menggenggam tangkai mawar sampai durinya remuk di tanganmu.
  • Beginilah cara Tuhan menerima kita dan begitu pula cara kita menerima orang lain.

Markus 15 : 13-14

15:13 Maka mereka berteriak lagi, katanya: “Salibkanlah Dia!”

“Salibkanlah Dia!”, “Singkirkan Dia!”.

  • Singkirkan “siapa” saya, Tuhan. Supaya Tuhan bisa hidup di-dalam saya.
  • Selama masih ada “aku”, Tuhan tidak bisa hidup di dalam saya.
  • Saudara harus mengerti hal ini karena Tuhan mau membawa saudara kepada kemuliaan.

Oleh sebab itu Slogan Salib : “Salibkan Dia!”. Salibkan “diri” saya, Tuhan.

15:14 Lalu Pilatus berkata kepada mereka: “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” Namun mereka makin keras berteriak: “Salibkanlah Dia!”

Matius 27 : 34

27:34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya

Anggur campur empedu sama seperti morfin, penghilang rasa sakit.

  • Jika kamu disakiti seseorang dan kamu menceritakannya ke orang lain, berarti kamu membawa “Salib dengan anggur campur empedu” untuk mengurangi rasa sakit hatimu.
  • Kita tidak boleh bela diri saat kita disakiti, tapi berapa banyak orang saat disakiti justru balik menyakiti hati orang lain lagi?
  • Jika kita minum anggur campur empedu, berarti kita ingin kehilangan rasa sakit saat memikul salib, dengan membuat orang lain lebih sakit dari apa yang kita alami.

Kekristenan yang benar harus membawa saudara dan saya naik ke atas kayu salib sampai kita “mati”.

  • Kalau saudara tidak diajarkan naik ke atas kayu salib dan mati disana, berarti kekristenanmu belum benar.
  • Kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, tapi permasalahannya dimanakah posisi kita sekarang?
  • Tuhan Yesus mengajar saudara untuk masuk ke dalam jalan penderitaan, tapi engkau menolak penderitaan itu.
  • Bagaimana mungkin engkau bisa disebut pengikut Kristus, sedangkan Kristus saja tidak engkau ikuti?

Memikul salib akan membawa saudara dan saya kepada “kematian bagi kepentingan diri kita” sendiri.

  • Orang Kristen yang benar, setelah bertobat dan terima Yesus, kehidupan sosialnya pasti akan terusik.
  • Kalau saudara merasa tidak terusik oleh orang-orang di kanan kiri saudara, berarti kekristenanmu belum benar.
  • Tetapi jika justru engkau yang mengusik orang disekitarmu, itu akan menjadi masalahmu.

Saudara pasti akan dijauhi dari lingkungan social saudara :

  • Harga diri saudara pasti akan digodok sampai saudara mati rasa.
  • Sampai saudara mati kehendak.
  • Sampai saudara tidak bisa terluka lagi.

Lukas 9 : 52-53

9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.

Yesus lagi berjalan ke Yerusalem dan masuk ke desa orang Samaria

9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Untuk apa Yesus ke Yerusalem? Yesus ke Yerusalem untuk disalibkan.

Jadi kalau saudara mau mati di atas kayu salib, kehidupan socialmu pasti terusik.

  • Siapkah saudara pikul salib?
  • Siapkah saudara mati di atas kayu salib?
  • Siapkah kehidupan social saudara terusik?

Kehidupan sosialmu akan terus menerus terusik sampai engkau “mati”.

  • Saudara akan dijauhi, harga diri saudara akan digodok, saudara akan mati rasa, tidak punya rasa lagi untuk membela diri.
  • Jadi saudara harus berserah penuh kepada Tuhan, bukan karena engkau berdosa, tapi karena Kristus.

Kekristenan yang benar yang ada salibnya, bukan sekedar tahu baik buruk benar salah tapi mati atas diri sendiri, tidak lagi punya kehendak, tidak lagi punya keinginan sampai keinginan kita hanya kepada Tuhan saja.

  • Tuhan, saya tidak punya keinginan apa-apa lagi selain Tuhan.
  • Tuhan, kalau anak saya ke sekolah saya tahu Tuhan yang menyertai anak saya.
  • Tuhan, saya tahu Tuhan mencukupkan kebutuhan keluarga saya.
  • Tuhan, saya tahu semua masalah saya pasti selesai.
  • Tuhan, saya tahu semua urusan saya pasti beres.

Tapi permasalahannya apakah “diri” saudara sendiri sudah beres? Belum tentu.

  • Penderitaan itu baik karena membuat kita berhenti berbuat dosa, tapi banyak orang maunya semua yang instan-instan saja.
  • “Saya kesal melihat orang yang hidup dalam dosa, karena saya maunya instan, tapi saya tidak bisa memaksakan seseorang untuk stop berbuat dosa, semua harus kembali pada diri sendiri dan kesadarannya kepada Tuhan”.

Kita maunya serba instan supaya masalah kita cepat beres. Sebenarnya masalah yang kita alami itu baik, untuk mengubah kita sampai kita naik ke atas kayu salib.

  • Masalah itu membuat kita mengenal Tuhan, membuat kita belajar mengerti isi hati Tuhan.
  • Tidak bisa instan, semua tergantung dari pilihan.
  • Kalau ada yang terhilang, itu adalah pilihan dia sendiri.
  • Jika ada yang terhilang, Tuhan hanya bisa bersedih.

Saya tidak mau bila ada jemaat disini yang terhilang, saya tidak rela ada jemaat yang terhilang.

Kalau saudara sudah tahu kebenaran, ayo kita sama-sama naik ke atas salib. Di kayu salib saudara di paku dan tidak bisa bergerak lagi. Kalau saudara sudah tidak bisa bergerak berarti saudara sudah mati bagi diri saudara sendiri.

  • Kita tidak bisa instan untuk membuat orang bertobat, harus melalui proses demi proses.
  • Tugas kita hanya berdoa.
  • Jika ada yang marah dari pagi sampai malam, saudara jangan kesal, tapi saudara doakan orang yang marah itu, supaya dia tidak marah lagi, supaya dia mengenal kebenaran.

Tetapi perhatikan baik-baik, jika kita mendoakan orang yang lagi marah-marah, jangan sampai salah berdoa, misalnya :

  • “Tuhan, tutup mulutnya, dalam nama Yesus”.
  • Tiba-tiba setelah didoakan dia stroke.

Doa kita jangan seperti itu, tapi kita harus berdoa :

  • “Tuhan, beri saya kemampuan untuk melewati cawan ini, beri saya kesabaran untuk menghadapi orang ini”.
  • “Tuhan, seperti saya memegang setangkai mawar, sampai durinya hancur di tangan saya dan mawar ini bisa menjadi berkat bagi sesama”

Kadangkala korbannya diri kita sendiri, tapi maukah kita menjadi berkat bagi orang lain?

Kisah Para Rasul 14 : 22

14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

Inilah injil yang benar.

Kalau kamu mau masuk dalam Kerajaan Allah, kamu harus siap untuk mengalami banyak sengsara.

Kata sengsara di ayat ini sama dengan kata sengsara di Ibrani 11 : 25 dan Matius 13 : 20

Ibrani 11 : 25

11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

Matius 13 : 20

13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.

13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

Penindasan atau penganiayaan memakai kata yang sama dengan kata sengsara, dalam bahasa Yunani dari kata “THLIPSIS atau THLIPSOO”

  • Kata sengsara ini bisa diartikan sebagai jalan sempit, sehingga tidak salah bila Yesus berkata, “masuklah lewat jalan yang sempit, bukan yang lebar”.
  • Jadi begitu saudara memikul salib, maka saudara sedang masuk ke dalam jalan yang sempit.

Kedewasaan rohani akan nampak pada saat saudara mengalami tekanan.

  • Kalau saudara disakiti orang dan saudara masih terluka, balik menjelek-kan, mulai menjauh, mulai membela diri, mulai jaga jarak berarti kamu belum dewasa, karena kamu belum “mati” bagi dirimu sendiri.
  • Salib bukan lagi apa yang menurut kita baik-buruk, benar-salah atau jahat tapi salib mengakhiri “siapa” kita dan kita mengikuti apa yang Tuhan mau.
  • Begitu saudara masuk di dalam kehendak Allah, korbannya adalah “diri” saudara sendiri.

Salib itu begitu penting di dalam kekristenan. Oleh sebab itu sorga terbuka, sorga berbicara pada saat Tuhan menyatakan salib: Sorga berbicara yang pertama kali pada saat Yesus dibaptis di sungai Yordan.

Matius 3 : 16-17

3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Sorga berbicara yang pertama kali, pada saat Yesus dibaptis di sungai Yordan.

  • Dibaptis adalah “mati” bagi diri sendiri dan dibangkitkan seperti yang Tuhan mau.
  • Inilah pertanda salib.

Sorga berbicara yang kedua kali, pada saat Yesus dipermuliakan.

Lukas 9 : 28-31

9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.

9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.

Yesus dipermuliakan di atas gunung.

9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.

Untuk apa Yesus ke Yerusalem? Untuk di salibkan.

Lukas 9 : 35

9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.

Sorga bicara lagi pada saat Yesus dipermuliakan.

Sorga bicara yang ketiga kali, pada saat Yesus berbicara tentang benih.

Yohanes 12 : 24 – 31

12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Ayat ini bicara tentang salib.

Biji gandum itu harus mati, saudara harus mati. Kalau saudara tidak mati maka saudara tidak berbuah. Saudara harus mati dahulu baru bisa berbuah. Mati dari diri sendiri, mati dari keinginan, mati dari kehendak baru saudara bisa berbuah.

12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Apakah saudara masih mencintai nyawa saudara? Kalau kata “nyawa” saya ganti dengan “dirinya sendiri”.

Sehingga ayat ini akan berbunyi, “barangsiapa mencintai dirinya sendiri, ia akan kehilangan dirinya sendiri, tetapi jika barangsiapa tidak mencintai dirinya sendiri, maka ia akan menerimanya dalam kehidupan yang kekal”.

12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Jadi pelayanan adalah salah satu “bentuk Salib”. Kalau saudara sudah Tuhan tunjuk pelayanan disini, saudara tidak bisa lari kabur keluar cari pelayanan lain.

  • Jika saudara dengar khotbah keras lalu lari keluar, berarti saudara belum mati daging.
  • Kita maunya apa yang enak kita dengar bagi diri kita sendiri, tapi Tuhan mau melalui pelayanan, kita mematikan kehendak diri kita sendiri supaya Dia bisa hidup di dalam kita.
  • Kita akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan, jika kita mengikuti apa yang Tuhan inginkan, dan keinginan Tuhan diluar keinginan kita.
  • Jika saudara mau dihormati Bapa Sorgawi, maka saudara harus taat dan tunduk kepada kehendak Allah.

12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

Selamatkanlah Aku dari salib ini, Bapa. Tidak, sebab untuk itulah Aku datang.

12:28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”

Tiga kali sorga terbuka dan ketiganya berbicara tentang SALIB.

12:29 Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.”

12:30 Jawab Yesus: “Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu

Karena Aku datang untuk mati bagi kamu.

12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar

Salib akan melemparkan penguasa dunia. Jika saudara mati di kayu salib, berarti saudara adalah orang yang melemparkan penguasa dunia.

Yohanes 12 : 32-33

12:32  dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”

Apabila Aku disalibkan dan ditinggikan dari bumi, maka Aku akan membawa sebanyak-banyaknya orang datang kepada-Ku.

12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

Sorga berbicara pada saat Yesus dibaptis, saat Yesus dimuliakan dan saat Yesus berbicara tentang benih. Ketiganya berbicara tentang Salib, Sorga terbuka.

Jadi jika saudara “mati di atas kayu salib bersama dengan Yesus” maka saudara akan dipermuliakan. Perhatikan Gambar-2 : “Denah Kemah Suci”, di halaman 5.

  • Saudara akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan (di Ruang Maha Suci) tetapi harus melewati Jalan Salib.
  • Jadi jalan menuju kemuliaan hanya bisa dilewati melalui Jalan Salib.
  • Jika kita yakin di ujungnya (Ruang Maha Suci) ada kemuliaan, pasti kita akan ngotot mengejarnya, karena kita punya tujuan yang jelas dan pasti.
  • Tujuan hidup saudara dan saya menunjukkan siapa kita hari ini,.
  • Kalau tujuan kita hanya untuk diberkati, mendapatkan kesenangan dunia, maka saudara akan focus disana dan saudara akan kehilangan kemuliaan yang kekal.

Lukas 9 : 51

9:51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem

Ketika hampir genap waktunya sebelum Yesus diangkat ke Sorga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya ke Salib.

  • Jadi bagaimana saudara bisa diangkat (Rapture) jika tidak ada Salib?
  • Oleh sebab itu kalau saudara mau diangkat, maka saudara harus memikul salib dan tidak ada cara lain, hanya Salib satu-satunya cara yang tersedia.
  • Berarti Salib mendahului pengangkatan, tanpa Salib akan tertinggal.
  • Yesus telah memberi teladan kepada kita agar kita terus focus kepada jalan salib, penderitaan kepada jalan kematian.

Lukas 13 : 31-33

13:31 Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.”

Orang Farisi menyuruh Yesus tinggalkan tempat mereka, karena Herodes mau membunuh Yesus.

Ternyata orang Farisi juga baik, tetapi apakah Yesus mau menghindar?

Bagaimana dengan kita? Kalau kita belum focus kepada Salib, kita pasti lari, karena kita takut, tetapi kita harus mati bersama Tuhan.

13:32 Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

Yang Yesus maksudkan dengan “si serigala itu” adalah Herodes.

13:33 Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.

Aku tidak mau diusik dengan perkara duniawi, Aku tidak mau diusik dengan kepentingan-Ku sampai Aku naik ke atas kayu salib dan Aku mati disana.

Yesus meneruskan perjalanan karena tidak semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem, artinya Yesus harus mati di Yerusalem. Yesus tidak pusing dengan diri-Nya sendiri. Bagaimana dengan kita semua? Apakah kita sudah seperti Yesus?

  • Kalau saudara sudah mengikut Yesus, dan sudah terima Paket Salib, berarti saudara sudah tidak pusing lagi dengan diri saudara sendiri.
  • Kalau saudara masih pusing dengan diri saudara sendiri, berarti saudara belum pikul salib.
  • Salib menuntun kita pada kehendak Allah, apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Tuhan baik, oleh sebab itu kita harus tunduk pada kehendak Allah.
  • Orang yang berjalan dalam jalan salib pasti membawa jiwa-jiwa bagi Tuhan.

Lukas 17 : 11-14

17:11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.

17:12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh

17:13 dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”

17:14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.

Orang yang mengikut Yesus dan memikul salib dan sudah mati atas kepentingan diri sendiri, pasti merindukan jiwa-jiwa terhilang.

Apakah saudara merindukan jiwa-jiwa terhilang?

Apakah saudara mau dipakai Tuhan? Jika saudara mau dipakai Tuhan, maka saudara harus mati dari keinginan kita, harus mati dari kepentingan kita.

Lukas 18 : 31

18:31 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka : “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Yesus ke Yerusalem untuk mati di kayu salib, dan Yesus mengajak murid-Nya “ayo mati bersama-Ku”

  • Berapa banyak dari kita siap “mati” bagi Tuhan?
  • Bukan mati fisik, karena terkadang mati fisik lebih mudah daripada mati kehendak, mati keinginan dan mati hasrat.
  • Tuhan mau saudara dan saya ikut Tuhan lewat jalan salib.
  • Kristus dan salib akan mendorong saudara dan saya masuk ke dalam kehendak Allah.
  • Kita bukan hanya