5 APRIL 2020 – APA YANG AKAN TERJADI (VIDEOKHOTBAH)

Warta 5 April2020 – MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK KEDATANGAN TUHAN

BULETIN NO. 262 TAHUN KE-5

MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK KEDATANGAN TUHAN

Hari-hari ini adalah dimana kita sedang menanti kedatangan Yesus, intensitas perlawanan akan menjadi semakin kuat. Jadi kita harus sangat memberi perhatian kepada firman Allah karena ada hubungannya dengan keselamatan kita. Namun firman Allah sesungguhnya sangat sulit untuk ditelan. Tepat seperti yang Yesus katakan, “Jalan menuju hidup adalah sangat sempit. Pintu masuk ke dalam kerajaan Allah adalah sebuah pintu yang sangat sempit.” (Matius 7:13-14).

Kedatangan Yesus sama seperti fajar, cahayanya akan muncul. Namun momen sebelum fajar menyingsing merupakan momen yang paling gelap. Ada yang tidak akan bertahan hidup melewati malam untuk menyongsong fajar. Apakah saudara akan termasuk mereka yang akan mampu bertahan sampai fajar menyingsing? Hal ini akan sangat bergantung pada sejauh mana Anda mempersiapkan diri.

Sebagaimana kita tahu, Alkitab berkata kalau kedatanganNya akan seperti “pencuri pada waktu malam” (1 Tesalonika 5:2), bagaimana Anda mempersiapkan untuk sesuatu yang waktunya tidak Anda ketahui? Tepatnya bagaimana membuat persiapan untuk kedatangan seorang pencuri di malam hari?

Menunggu kedatangan Yesus seolah-olah kita sedang berdiri di pintu rumah setiap hari dan bertanya-tanya, “Kapan dia datang?” Saya tahu bahwa kita tidak mengetahui tanggal yang tepat, tetapi yang terpenting kita harus senantiasa membangun hubungan dan berharap berjumpa denganNya setiap hari.

Saudaraku sekali lagi yang terpenting bukan waktunya melainkan bagaimana kita menggunakan waktu untuk menyambut kedatanganNya. Apakah kita seperti 5 gadis bodoh atau seperti gadis bijaksana yang mempersiapkan minyak extra agar pelitanya tetap menyala kalau-kalau sang mempelai lambat datang (Matius 25:1-13)?

Kita sadari sekarang ini masa yang sangat sulit yang artinya kita sudah masuk masa gelap atau masa malam yang ditandai dengan kasih yang semakin dingin karena manusia telah melakukan kedurhakaan (Matius 24:12).

Apakah kedurhakaan itu? Kedurhakaan adalah tentang berpaling dari kebenaran Allah. Banyak orang tidak memiliki pengertian tentang kebenaran. Apakah saudara memiliki pengertian yang tepat tentang kebenaran dalam hidup saudara? Apakah dosa mengganggu saudara? Hal ini adalah suatu bencana, karena kedurhakaan sudah dengan pelahan-lahan tetapi pasti menyusup masuk ke dalam gereja, sama seperti cara kerja kanker. Ada banyak orang gereja yang melakukan hal-hal yang sangat memalukan untuk disebut bahkan di antara orang dunia. Berapa banyak sudah terungkap di media tentang bagaimana pemimpin gereja bergaul terlibat dosa seksual, menipu uang saudara seiman dan seterusnya. Tentu saja apakah jumlah uang besar atau kecil, tetap saja itu adalah ketidak-benaran. Kita melihat pekerja-pekerja full time yang hidupnya penuh kepura-puraan, tanpa mempedulikan apa kata Kitab Suci. Namun mereka tetap mengaku sebagai orang Kristen. Demikianlah daftar panjang kedurhakaan yang sedang berlangsung.

Adakah sesuatu di dalam hidup saudara yang membuat saudara malu? Jikalau saudara ingin menyiapkan diri untuk kedatangan Yesus, mulailah mengenal kebenaran dan tunduklah pada kebenaran.

KASIH SEBAGAI DASAR KEKRISTENAN – 15 MARET 2020

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12 : 30-31)

K A S I H  SEBAGAI

DASAR KEKRISTENAN

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 15 MARET 2020

================

SHALOM !

Delapan tahun yang lalu saya pernah dibawa ke Takhta Tuhan. Disana saya melihat Sosok yang besar. Saat saya berdiri dihadapan Dia, saya seperti satu titik yang sangat kecil. Tetapi titik yang kecil itu diperhatikan Tuhan dan dilawat Tuhan.

Saya sujud sampai ke tanah, sementara itu tercium suatu aroma wangi-wangian yang tidak pernah saya cium sebelumnya dan hari ini saya mencium aroma itu lagi.

Delapan tahun lalu saya merasakan hal tersebut dan hari ini saya mengalaminya lagi dan saya yakin kita semua yang ada ditempat ini dilawat Tuhan saat ini.

  • Seharusnya mulai hari ini, kita tidak lagi dilanda ketakutan karena wabah virus Corona dengan penyakit COVID 19 nya itu.
  • Sehingga kita pulang dari ibadah ini dengan iman dan percaya akan firman yang berkata, “kalau Tuhan menyertaimu siapakah lawanmu?”
  • Artinya kita tidak bisa dikalahkan oleh sakit penyakit apapun, sebab kita sadar “iman kita akan memudar”, bila kita takut dengan wabah virus ini.
  • Karenanya kita harus kalahkan sakit Covid 19 ini dengan iman, dunia boleh saja gentar tetapi kita harus tetap teguh berdiri didalam kebenaran dan iman.

Rabu lalu saya mimpi dan apa yang saya lihat itu, Tuhan suruh saya khotbahkan hari ini, dengan judul tentang “Orang Samaria yang baik hati”, dimana Tuhan akan berbicara kepada kita dengan cara yang lain. Bila berbicara tentang orang Samaria yang baik hati, pasti kita terfokus pada kebaikannya.

Lukas 10 : 25-37

10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Seorang Ahli Taurat berniat mencobai Yesus, kita perhatikan versi bahasa Inggris.

Luke 10 : 25-37

10:25 And, behold, a certain lawyer stood up, and tempted him, saying, Master, what shall I do to inherit eternal life?

Dalam Alkitab bahasa Inggris, bukan memakai kata “memperoleh” tetapi “inherit” (mewariskan), yaitu pertanyaan seorang ahli Taurat kepada Yesus.

Ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, “Apa yang harus aku lakukan supaya aku mendapatkan warisan kekal?

  • Bagaimana caranya supaya saudara bisa mendapatkan warisan dari Bapa di Sorga? Saudara harus menjadi “anak” Bapa Sorgawi.
  • Dengan demikian pertanyaan ahli Taurat itu adalah, “bila aku ini anak Bapa, bagaimana caranya agar aku bisa mendapat warisan hidup kekal di Sorga?”

Ingatlah dan perhatikan baik-baik, yang bisa mendapatkan warisan “hidup kekal” hanyalah mereka yang berstatus anak Allah.

10:26 Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”

Yesus menjawab pertanyaan ahli Taurat itu dengan pertanyaan.

10:27 Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Saat ahli Taurat itu bertanya “bagaimana caranya agar mendapatkan warisan hidup kekal” kepada Yesus, pasti yang ada di dalam benaknya semoga Yesus menjawab, “Percayalah kepada-Ku agar engkau beroleh hidup yang kekal.

  • Tetapi keinginan daging ahli Taurat itu untuk menguji Yesus kandas, karena Yesus menjawab dengan pertanyaan, “apa yang tertulis didalam hukum Taurat?”
  • Lalu ahli Taurat itu menjawab “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Kata “segenap” diucapkan sebanyak 4 kali dalam ayat 27, yang artinya totalitas.

  • Kalau mau mengasihi Allah harus total, artinya kita tidak boleh setengah-setengah, kita harus menyerahkan seluruh hidup kita sepenuhnya bagi Allah.
  • Kita tidak bisa mengasihi Allah dan juga mengasihi dunia dalam waktu yang bersamaan.

Lukas 18 : 18-23

18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Pemimpin ahli Taurat bertanya kepada Yesus,” “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk mewarisi hidup yang kekal?”

18:19 Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.

Yesus sudah memberitahukan bahwa diri-Nya Allah yang baik.

18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.”

Yesus kembali kepada hukum Taurat : Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.”

18:21 Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”

Ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, “Apakah yang harus aku lakukan agar memperoleh hidup kekal?”

  • Yesus tidak menjawab dengan berkata “percayalah kepada-Ku, maka engkau akan mendapatkan hidup kekal”.
  • Tetapi Yesus berkata “Apa yang tertulis di Taurat? Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.”
  • Ahli Taurat itu menjawab katanya, “semuanya telah kuturuti sejak masa mudaku “

18:22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Ahli Taurat sudah “melakukan” segala-galanya, tetapi tidak “menyerahkan” segala-galanya.

  • Yang Tuhan mau totalitas, berserah penuh kepada-Nya, Dia lah segalanya.
  • Kalau engkau telah berkomitment, engkau harus ikut Tuhan dengan segenap hatimu, engkau tidak bisa lagi menikmati dunia, engkau tidak bisa hidup suka-suka lagi, karena engkau sudah milik Tuhan.

18:23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.

Banyak orang melakukan segalanya bagi Tuhan, tetapi tidak menyerahkan segala-galanya bagi Tuhan.

  • Tuhan mau kita totalitas mengikut Dia, Tuhan tidak mau kita sembarangan atau sekehendak hati kita dalam mengikut Dia.
  • Tuhan tidak mau kita mengabdi kepada dua tuan, apalagi tiga atau lebih.

Kata “segenap” diucapkan empat kali dalam keharusan mengasihi Allah, artinya kita diharuskan komitmen total kepada Allah, setelah itu baru mengasihi sesama.

  • Oleh sebab itu salib ada yang vertical ke atas ketika saudara mengasihi Allah dan horizontal ke samping ketika saudara mengasihi sesama.
  • Kita tidak bisa berkata, “saya mengasihi Allah”, tetapi kita masih memper-tahankan harga diri dan masih benci kepada seseorang. Itu munafik.

Kalau saudara berkata “saya mengasihi Tuhan dan sudah menyerahkan segenap hidup saya kepada Tuhan”, tetapi kenapa engkau masih mudah terluka.

  • Orang yang mudah terluka, biasanya karena harga dirinya masih terlalu kuat, karenanya dia pasti akan menjadi incaran iblis.
  • Dia akan terus dihantam iblis, karena harga dirinya tidak dihancurkan.
  • Tuhan bisa pakai segala cara untuk merobohkan benteng-benteng harga diri dan kesombongan kita.
  • Banyak dari kita merasa dirinya paling benar, semua orang salah dimata kita.

Bila kita melihat semua orang salah menurut penilaian kita, sebenarnya tanpa kita sadari kitalah orang yang paling bersalah. Camkanlah hal tersebut.

Markus 12 : 29-31

12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Dengarlah hai orang percaya, “Tuhan itu Tunggal”, atau “Tuhan itu Satu”.

12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Kalau saudara mengasihi Tuhan tanpa totalitas, maka kasihmu itu bukan kasih yang benar karena hanya akan seperti angin, misalnya : “Saya tidak bisa mengasihi istri saya secara total, maka kasih saya itu tidak ada artinya bagi dia”.

Begitu juga “ketika kita tidak total mengasihi Tuhan”, maka kita juga akan menjadi sasaran tembak kuasa kegelapan, karenanya perhatikanlah baik-baik “hai suami-suami dan istri-istri”.

  • Kepada para suami, apakah engkau benar-benar total mengasihi istrimu?
  • Sebagai suami, engkau harus mengasihi istrimu dengan segenap hati bukan sebagian, artinya engkau harus bisa terima dia apa adanya, jangan menuntut kekurangannya tetapi doakan agar kekurangannya menjadi berubah.
  • Kepada para istri, apakah engkau benar-benar total mengasihi suamimu?
  • Sebagai istri, engkau harus mengasihi suamimu dengan segenap hati bukan sebagian, artinya engkau harus bisa terima dia apa adanya, jangan menuntut kekurangannya tetapi doakan agar kekurangannya menjadi berubah.

Kalian akan lelah sendiri jika hidupmu dipenuhi dengan tuntutan demi tuntutan kepada pasangan hidupmu dan kalian tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain.

12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Yesus menjawab pertanyaan para ahli Taurat dengan jawaban “apa yang tertulis di dalam hukum Taurat. Masalahnya orang Yahudi benci dengan orang Samaria, orang Yahudi menganggap orang Samaria rendah dan hina karena kompromi dengan dunia, orang yang kotor karena “mereka keturunan campuran”.

Oleh karena orang Samaria dibenci oleh orang Yahudi, akibatnya orang Samaria juga membenci orang Yahudi, sehingga orang Yahudi dan orang Samaria jadi saling membenci.

  • Karenanya orang Yahudi dilarang untuk berbicara dengan orang Samaria, demikian pula sebaliknya.
  • Hanya kasih, yang bisa mengatasi segala macam “sekat” didalam hidup kita.
  • Kalau engkau tidak mempunyai kasih, berarti hatimu masih merupakan sekat pembatas.

Tanpa sadar banyak orang Kristen yang hidupnya bersekat dan mungkin saudara termasuk salah satunya.

  • Saudara hanya bisa bergaul dengan si A, karena si A merupakan teman baik saudara, sedangkan dengan si B, C, D, E hanya teman yang biasa-biasa saja.
  • Ketika saudara menjadi orang percaya, seharusnya saudara tidak boleh memiliki sekat-sekat seperti itu.
  • Saudara harus menjadi orang percaya yang benar-benar “fleksible”, yang bisa menjangkau ke kiri dan ke kanan.

Lukas 10 : 28

10:28 Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Jawaban ahli Taurat itu benar. Jika engkau mengasihi maka engkau akan mewarisi kehidupan kekal. Engkau harus “all out” dalam mengikut Tuhan, engkau harus “all out” dalam mengasihi Tuhan.

10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

Siapakah sesamaku manusia? Ahli Taurat itu mulai memasang “sekat”.

Kita bayangkan “Yesus sedang berjalan melintasi daerah Samaria” dan bila Yesus memasang sekat, Dia tidak akan mau berbicara dengan perempuan Samaria itu.

  • Jika saudara domba, engkau tidak akan memasang sekat dengan siapapun karena domba itu berbaur dan atau mengelompok.
  • Sedangkan kambing, hidupnya individual sehingga bila seseorang termasuk kambing dia tidak akan bisa menjadi berkat bagi sesama dan kemanapun.

Ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, “siapakah sesamaku? Hal ini menandakan ahli Taurat sedang pasang benteng. Yesus menjawab pertanyaan ahli Taurat itu dengan pertanyaan.

10:30 Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

Yerusalem artinya damai sejahtera, dan Yerikho merupakan kota yang terkutuk.

Yoshua 6 : 26

6:26 Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya: “Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!”

Jadi, Yerikho merupakan kota terkutuk, kota yang dibangun atas dasar tumpahan darah manusia.

1 Raja-raja 16 : 34

16:34 Pada zamannya itu Hiel, orang Betel, membangun kembali Yerikho. Dengan membayarkan nyawa Abiram, anaknya yang sulung, ia meletakkan dasar kota itu, dan dengan membayarkan nyawa Segub, anaknya yang bungsu, ia memasang pintu gerbangnya, sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Yosua bin Nun.

Yerikho dibangun atas dasar darah manusia. Orang itu keluar dari Yerusalem (dari damai sejahtera), menuju ke Yerikho (kota terkutuk), yang artinya jika orang keluar dari Tuhan, tanpa dia sadari dia akan hidup di dalam dosa.

  • Orang yang keluar dari jalur Tuhan, akan hidup di dalam kesenangan dan kenikmatan dunianya.
  • Yang terjadi, akhirnya dia berhadapan dengan para penyamun, yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulinya sampai pingsan.

Siapakah perampok dan penyamun yang disebutkan dalam ayat itu? Perampok dan penyamun itu adalah orang-orang Yahudi dan para ahli Taurat.

  • Ketika ada sesorang yang jatuh dalam dosa, maka orang yang merasa dirinya paling benar dan paling kudus itulah yang langsung menghakiminya.
  • Bila ada orang jatuh dalam dosa atau ada orang kedapatan berjinah, maka mereka akan langsung dihakimi dan dipermalukan sampai dia terluka parah.
  • Banyak Gereja yang bersikap seperti ini.

Ketika orang jatuh dalam dosa, maka orang-orang yang merasa dirinya beragama dan yang merasa dirinya paling benar mulai menghakimi dia.

  • Istilah “penyamun” itu adalah orang-orang Yahudi yang salah mengaplikasi-kan hukum Taurat, karena mereka membenci orang-orang yang tidak melakukan hukum.
  • Apakah kita seperti seorang penyamun?
  • Bila kita memperingatkan seseorang dan orang itu tidak mau mendengarkan nasihat kita, kita marah dan langsung menghakimi dia, maka sesungguhnya kitalah si penyamun itu.

Sadarkah saudara, justru engkaulah yang seringkali menghakimi orang lain dan bersikap sama seperti penyamun itu?

  • Ketika kita melihat seseorang tidak mau berubah dan kita menghakimi dia, sebenarnya kesabaran kitalah yang sedang diuji.
  • Ketika kita melihat ketidak-beresan dan ketidak-tepatan seseorang, Tuhan mau kita merangkul terus karena kesabaran kita sedang diuji.

Apakah saudara mau tetap mengasihi orang yang berdosa dan atau orang yang menjengkelkan saudara? Berapa banyak dari kita justru menghakimi mereka?

  • Sepertinya kita melihat kesalahan orang lain itu dengan mikroskop, sehingga kesalahan sekecil apapun kita perhatikan, tetapi ada kotoran yang begitu besarnya di mata kita sendiri, justru kita diamkan saja.
  • Kalau saudara mau mengubah orang, ubahlah dirimu sendiri terlebih dahulu.
  • Kalau saudara mau menjadi berkat, ubahlah pandanganmu terhadap orang.

Masalahnya, mengapa kita yang tahu firman, justru menghakimi orang lain dengan firman, tindakan ini menandakan kita menyalah-gunakan firman Tuhan.

  • Orang yang salah menggunakan firman, bukannya menolong dan mengobati orang berdosa, tetapi justru merampok damai sejahtera yang ada dalam mereka.
  • Firman Tuhan ini merupakan teguran yang keras bagi kaum agama di Israel pada waktu itu, termasuk murid yang dikasihi Yesus sekalipun.

Lukas 9 : 51-52

9:51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,

9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.

Yesus tahu Dia akan mati disalibkan, karenanya Dia mengirim utusan untuk masuk ke dalam desa Samaria.

9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Orang Samaria tidak mau menerima Yesus, karena orang Yahudi ditolak disana.

9:54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

Yohanes merupakan murid yang dikasihi Yesus ternyata bisa juga marah sehingga berkata : “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka (yang menolak Engkau ini?)” Hal ini benar-benar menakutkan.

Yesus tidak mau menghukum orang Samaria, sebaliknya Yesus justru ingin sekali menyelamatkan orang-orang Samaria itu, oleh karena itu Dia langsung menegur murid-murid-Nya itu.

9:55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.

9:56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

Ketika kita menegur seseorang dan dia tidak mau mendengarkan teguran kita, apa yang harus kita lakukan?

  • Apakah kita mulai menjauhi orang itu atau mulai menghakimi dia dengan kasar sehingga merampas damai sejahtera dan sukacitanya?
  • Bila kita bersikap seperti itu, bukankah kita sudah seperti orang-orang Yahudi yang disamakan seperti penyamun?

Lukas 10 : 31-32

10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

Imam adalah orang yang harus memperhatikan umat Allah, tetapi imam itu tidak menolong orang itu, imam itu hanya melihat dari seberang jalan, dia mengabaikan orang itu dengan alasan agama atau ritual.

10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Begitu juga seorang Lewi yang adalah pelayan Tuhan, tidak ada rasa kepeduliannya kepada orang lain itu, yang dia pedulikan hanya dirinya sendiri saja.

  • Orang Lewi itu hanya melihat dari jauh di seberang jalan, karena bila dia menyentuh orang itu dan bila orang itu telah mati, orang Lewi itu tidak bisa melakukan ibadah dan tidak akan mendapatkan persembahan kasih.
  • Mereka lebih memikirkan pendapatan pribadi dari pelayanan, kalau mereka menolong orang dan tidak di bayar, anak istrinya mau makan apa?
  • Akibatnya banyak orang Yahudi yang lebih mempedulikan tradisi dan adat istiadat daripada kebenaran.

Tetapi kita semua para hamba Tuhan yang tahu firman Tuhan, seharusnya kita memperlihatkan belas kasihan terhadap orang lain, karena belas kasihan harus menjadi yang pertama dalam pelayanan.

Matius 15 : 1-9

15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:

15:2 “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”

15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?

Mengapa orang Yahudi harus membasuh tangan sebelum makan? Apakah karena takut ada virus atau bakteri atau bibit penyakit lainnya?

  • Bukan, tetapi karena adat istiadat dan hal ini berhubungan dengan kenajisan.
  • Di tengah jalan, bila orang Yahudi bersentuhan dengan sesuatu yang bukan dari orang Yahudi, mereka langsung merasa najis.

15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.

15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,

Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi merasa bahwa tanggung jawab mereka terhadap orang-tua mereka yang melahirkan diri mereka, sudah selesai ketika mereka telah memberi persembahan bagi Allah.

Misalnya mereka memiliki uang 100 dinar waktu itu yang seharusnya untuk orang tua mereka, tetapi mereka keberatan memberi uang itu kepada orang tua mereka, dengan alasan telah digunakan untuk persembahan kepada Allah.

  • Apakah uang itu benar-benar di persembahkan bagi Allah? Belum tentu, karena alasan mereka itu merupakan “trik licik” orang Yahudi zaman itu.
  • Dengan alasan telah digunakan untuk persembahan bagi Allah, orang Yahudi berkata : “kewajiban pemeliharaan oleh mereka kepada orang tua mereka telah selesai”.

Tuhan berkata, “Bila engkau tidak memelihara orang tuamu, engkau melanggar firman-Ku”.

  • Ada firman yang berkata, “Kalau hari Sabat, tidak boleh berjalan 1.750 langkah.
  • Misalkan dari rumah saya ke rumah si A, berjarak 1756 langkah.
  • Si A lagi membutuhkan bantuan tetapi saya berkata, “maaf saya tidak bisa menolong, karena rumahmu melewati batas 1.750 langkah dari rumahku yang telah ditentukan Tuhan”. Hal ini sebenarnya sangat jahat.
  • Dengan alasan ketentuan agama, kita jadi mengabaikan belaskasihan, jahat sekali jika kita melakukannya.

Orang Samaria itu diibaratkan sebagai sang penolong (“savior” atau “pembawa keselamatan”) bagi orang Yahudi, karena “pembawa keselamatan” adalah orang yang dihina, orang yang dianggap najis, dianggap rendah dan dibuang orang, tetapi dia memberikan belas kasihan.

  • Yesus menganggap diri-Nya sebagai orang Samaria yang dipandang rendah dan yang dibuang, tetapi apa yang Dia lakukan adalah untuk memberikan belaskasihan kepada orang lain.
  • Bagaimana dengan kita? Dimanakah belas kasihan kita kepada orang lain?

Orang Samaria melakukan 3 hal, yaitu :

  1. Tidak mempedulikan nyawanya

Misalnya si B sedang terjangkit penyakit Covid 19.

Pertanyaannya :

  • Ketika saudara bertemu dengan orang yang terpapar sakit Covid 19, apakah saudara tolong dia atau tidak?  Harus saudara tolong.
  • Bagaimana cara saudara menolong mereka?
  • Apakah saudara berani menolong mereka?

Saudara harus berani menolong mereka. Kalau virus Corona ini rencana Tuhan, mengapa kita harus takut. Kita tidak akan tertular.

Orang Samaria ini berani menolong orang lain dengan resiko, bagaimana kalau ada penyamun datang lagi, pasti orang Samaria inilah yang dirampok dan dipukuli, tetapi orang Samaria ini tidak mempedulikan nyawanya.

2. Bisa mengatasi rasa bencinya terhadap orang Yahudi

Orang Yahudi yang dirampok oleh penyamun, tetapi yang menolong orang Samaria sedangkan orang Yahudi lain yang sebangsanya tidak mau menolongnya.

  • Padahal orang Yahudi membenci orang Samaria, tetapi pada saat orang Yahudi membutuhkan pertolongan, orang Samaria itu mau menolongnya.
  • Kondisi ini membuktikan bahwa jiwa orang Samaria itu sehat.

Ingatlah, orang yang kesukaannya marah-marah terus dan yang mengomel-ngomel terus,  jiwanya pasti sakit.

  • Jadi kalau saudara melihat hal yang tidak beres dan memicu saudara marah-marah, ingatlah kalau marah-marah itu berarti jiwa saudara sakit.
  • Orang Samaria itu bisa mengatasi jiwanya, yaitu rasa bencinya kepada orang Yahudi, dan atau menahan emosinya.

Virus Corona sedang mewabah dimana-mana, tetapi Tuhan memerintahkan kita merangkul mereka, sedangkan iblis menyuruh jangan bersalaman.

  • Saat bertemu di Gereja, kita tidak mungkin tidak bersalaman, tetapi diganti dengan memberi hormat.
  • Justru kita harus memberi kehangatan dengan berjabat tangan.
  • Tangan saya hangat, saya berjabatan dengan orang yang tangannya dingin, maka mereka juga akan menjadi hangat.
  • Iblis memberi wabah lain, yaitu wabah ketakutan saat menyentuh tangan orang lain, takut tertular virus Corona.

Tetapi Tuhan berkata, “saat engkau menyentuhnya, Aku akan membuktikan bahwa virusnya tidak akan menular padamu”. Ini barulah namanya anak Tuhan.

3. Membayar tagihan perawatan

Orang Samaria membayar tagihan perawatan orang Yahudi yang luka parah itu, walaupun dia tidak memiliki hak untuk menuntut ganti rugi di Mahkamah Agama.

  • Seandainya orang Samaria itu menuntut orang Yahudi tersebut di Mahkamah Agama, dia tidak akan di dengar karena orang Samaria adalah orang rendah di mata orang Yahudi.
  • Jadi ketika orang Samaria itu menolong orang Yahudi yang terluka itu, dia melakukannya hanya karena kebaikan hatinya saja dan tidak niat untuk menuntut uang perawatannya dikembalikan.

Kasih tidak bisa dibatasi dengan keselamatanmu sendiri. Saya melayani dan setiap orang yang saya layani sedang batuk pilek. Apakah tetap saya layani?

  • Jawabannya, Iya tentu tetap saya layani karena yang terpenting adalah belaskasihan bukan keselamatan diri kita.
  • Kasih tidak bisa dibatasi oleh suku, ras, keluarga dan sebagainya.
  • Saya tidak bisa hanya mengasihi istri saya saja, sedangkan yang lain tidak saya pedulikan.
  • Saya harus memberi kasih yang special bagi istri saya dan saya juga memberi kasih kepada saudara. Itulah yang benar.

Di dalam memberi kasih kepada siapapun, tidak ada kaitannya dengan tuntutan untung dan rugi, misalnya saja : “Apa untung saya, jika saya menolong si K yang bermasalah?

  • Apakah karena si K akan menjadi milyuner maka saya harus menolong dia, sedangkan si R yang tidak bisa memberikan imbalan apapun kepada saya, saya tidak perlu menolongnya?
  • Dalam hal menolong orang lain, seharusnya tidak ada motivasi untung rugi, sebab bila menolong orang ada perhitungan untung rugi, berarti saudara sama saja dengan pemungut cukai.

Kasih tidak ada kaitannya dengan tuntutan untung dan rugi. Permasalahannya, mengapa Yesus menjawab dengan mengemukakan hukum Taurat? Bukankah Paulus berkata, hukum Taurat sudah dihapus?

Hukum Taurat terdiri dari 3 macam hukum :

  1. Hukum Moral, yang menggambarkan siapa Yesus
  2. Hukum Upacara
  3. Hukum Norma, termasuk juga adat istiadat.

Yang dihapus adalah Hukum Upacara dan Hukum Norma.

  • Hukum Moral yang menggambarkan siapa Allah, tidak pernah dihapus.
  • Kita diselamatkan karena iman yang seperti apa?
  • Apa hubungan hukum Taurat dengan warisan hidup yang kekal?

Roma 13 : 8-10

13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

Hukum Taurat dipenuhi ketika saudara saling mengasihi.

13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Yesus tidak menyangkal hukum Taurat, karena Yesus datang untuk menggenapi hukum Taurat.

Waktu ahli Taurat bertanya “Guru, aku mau mendapatkan warisan yang kekal, apa yang harus kuperbuat”, Yesus menjawab “apa yang tertulis dalam hukum Taurat?” Jawabannya : “Kasih”.

Karenanya judul khotbah hari ini adalah “KASIH SEBAGAI DASAR KEKRISTENAN”, karena tanpa kasih kekristenan tidak ada artinya.

Apakah yang salah dari hukum Taurat?

Roma 2 : 13

2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.

Orang yang melakukan hukum Taurat lah yang akan dibenarkan.

Roma 7 : 12

7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

Hukum Taurat itu kudus, benar dan baik, tetapi permasalahannya ahli Taurat tidak bisa melakukan semua hukum Taurat, terutama semua hukum moral.

Jika hukum Taurat tidak ada, bagaimana mungkin Tuhan bisa melihat kita, sebab Tuhan melihat kita melalui diri-Nya sendiri yang terpancar pada hukum.

  • Hukum Allah yang ke-5, berhubungan dengan Allah dan sesama.
  • Hukum Taurat merupakan gambaran Allah dan tidak bisa dihapus sampai kapanpun.
  • Bagian dari Hukum Taurat yang dihapus (atau ditiadakan) hanyalah hukum upacara nya saja, yaitu tentang tata cara melakukan hukum Taurat tersebut, yang waktu itu di lakukan dengan mengorbankan binatang.
  • Sekarang kita masuk ke dalam Yesus dan menyatu ke dalam Yesus.

Ibrani 10 : 20

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Yesus membuka jalan yang baru, membuka tabir untuk masuk ke hadapan Takhta Allah Bapa melalui diri-Nya sendiri.

  • Dahulu, hanya imam besar yang boleh masuk Ruang Maha Kudus kedepan Tahta Allah Bapa, dan melakukannya melalui hukum upacara.
  • Tetapi sekarang, kita boleh masuk sampai depan Takhta Allah Bapa (Ruang Maha Kudus) melalui Tuhan Yesus sebagai tabir (pintu).
  • Jadi Yesus membuka jalan yang baru, untuk memenuhi hukum Taurat dan untuk memenuhi hukum Taurat itu kita harus mengasihi.

Bagaimana mungkin saudara dan saya bisa mengasihi jika kita masih egois?

  • Saudara baru bisa mengasihi, ketika Roh Allah masuk kedalam saudara dan tinggal di dalam saudara, maka kasih Allah akan mengalir di dalam saudara.
  • Setelah ada Roh Kudus didalam saudara, barulah saudara bisa mengasihi sesama dengan kasih yang benar.
  • Inilah kekristenan yang benar.

Roma 5 : 5

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Pengharapan tidak akan mengecewakan kita, karena Tuhan telah mengaruniakan kasih-Nya kepada kita melalui Roh Kudus.

  • Sehingga melalui Roh Kudus, kita bisa mengasihi orang yang bikin kita kesal ataupun yang bikin kita jengkel.
  • Sehingga melalui Roh Kudus, kita belajar untuk memperoleh kemampuan agar kita tulus menyentuh orang yang menyakiti hati kita.
  • Sehingga melalui Roh Kudus, kita belajar mengasihi siapapun tanpa sekat.

Ketika anakmu disakiti orang dan saudara langsung emosi, berarti kasih yang ada padamu belum benar, karena engkau masih menyekat kasihmu.

  • Kalau kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita atau hanya mengasihi orang-orang terdekat kita, berarti kasih kita masih ada sekatnya.
  • Mengapa demikian? Karena kita harus mengasihi siapapun tanpa pandang bulu.

Tuhan telah memberikan Roh-Nya yaitu Roh Kudus kepada kita, kasih merupakan salah satu karakter buah Roh. Pertanyaannya :

  • Bagaimanakah caranya saudara mewarisi hidup yang kekal?
  • Apakah cukup dengan “iman percaya” saja?
  • Apakah harus disertai dengan perbuatan?

Agar saudara bisa mewarisi hidup kekal, saudara harus ber-iman dengan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan masuk ke dalam kasih. Sehingga melalui kasih itu saudara bisa salurkan kasih saudara kepada sesama saudara tanpa sekat.

Galatia 5 : 6

5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

Bersunat atau tidak bukan masalah, sebab yang berarti adalah “iman yang bekerja melalui kasih”, sehingga melalui kasih, kita baru bisa menjadi saluran kasih bagi orang lain.

  • Kalau saudara berkata “saya orang beriman”, tetapi tidak memiliki kasih dan masih membenci satu orang saja, berarti saudara bukan orang beriman.
  • Saudara tidak bisa disebut orang beriman jika masih menyimpan dendam, atau masih menyimpan kebencian kepada orang lain.
  • Jadi iman yang benar harus iman yang bekerja dengan kasih.

Galatia 6 : 15

6:15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.

Bersunat atau tidak bersunat sama sekali tidak ada artinya, tetapi menjadi Ciptaan yang Baru, itulah yang sangat berarti.

  • Untuk menjadi Ciptaan yang Baru, kita harus beriman kepada Yesus dan Yesus menyalurkan kasih-Nya kepada kita, sehingga kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.
  • Saudara tidak usah menghitung untung rugi dalam menolong orang lain.
  • Apa saja yang bisa saudara lakukan, walaupun hanya dengan doa, itu sangat berarti bagi orang yang butuh pertolongan.

Permasalahannya, tidak ada kasih di dalam kita yang mendorong kita menolong yang bersangkutan dengan doa sekalipun, sehingga kita tidak berbuat apapun.

  • Istri saya berdoa bagi saya, karena dia mengasihi saya.
  • Tetapi apakah kita bisa berdoa bagi orang lain atau bagi sesama kita bahkan bagi orang yang menjengkelkan kita dengan kasih?
  • Kalau saudara mengasihi sesama saudara, engkau akan menyebut nama-nama sesamamu itu satu persatu dalam doamu.
  • Inilah bukti kasih, bukti kepedulian saudara kepada orang lain.

Sekarang saudara tengok ke belakang dan katakan kepada orang yang duduk di belakang kursimu dengan berkata, “saya mengasihimu”.

Kalau saudara tidak bisa berkata “saya mengasihimu”, berarti jiwamu masih sakit karena masih ada sekat.

Kita harus menjadi domba, bukan kambing, karena domba bisa berbaur, sedang-kan kambing hidupnya individual, hidupnya sendiri-sendiri.

  • Apakah saudara sudah Ciptaan yang Baru?
  • Kalau saudara Ciptaan Baru, berarti saudara mengasihi semua orang yang ada di tempat ini, bahkan saudara mengasihi semua orang yang ada di Jakarta, di Indonesia dan di seluruh dunia.
  • Bukti bahwa saudara Ciptaan Baru, berarti didalammu ada kasih Allah mengalir dan saudara mengalirkan kasih itu kepada sesama saudara.

Kalau saudara masih banyak menuntut dari orang-orang yang ada di sekellingmu, berarti saudara belum menjadi ciptaan yang baru.

  • Dengan demikian maka “kasih tidak boleh dibatasi” oleh apapun juga karena kasih adalah dasar dari kekristenan.
  • Iman dan perbuatan harus didasarkan atas kasih.

Kasih berasal dari Allah melalui Roh Kudus, karenanya hanya orang yang sudah Ciptaan yang Baru, yang bisa melakukan kasih.

  • Orang yang melakukan kasih, adalah orang yang menggenapi semua hukum Taurat.
  • Inilah makna dari “orang Samaria yang baik hati”.

Orang yang bisa mengenakan kasih kepada semua orang, dialah orang yang meng-genapi hukum Taurat dan orang yang melakukan kasih kepada banyak orang, dia-lah Ciptaan yang Baru.

  • Walaupun saudara percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, tetapi bila saudara tidak mempunyai kasih, maka kekristenan saudara tidak ada artinya.
  • Walaupun saudara melakukan semua perintah Tuhan, tetapi bila melakukan perintah itu tanpa kasih, berarti kekristenanmu juga tidak ada artinya.
  • Walaupun saudara orang percaya dan punya iman hebat, tetapi bila saudara tidak mempunyai kasih, berarti saudara hanya pamer dan munafik saja.
  • Walaupun saudara melakukan semua firman Tuhan, tetapi bila saudara tidak mempunyai kasih, saudara sama saja seperti ahli Taurat.

Jadi, kasih harus menggerakkan iman dan perbuatan kita, sehingga kalau saudara tidak punya kasih, berarti saudara tidak layak disebut orang Kristen.

Matius 5 : 39

5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Bila pipi kananmu ditampar, berarti pakai punggung tangan kanan si penampar.

Dalam tradisi Yahudi, kalau menampar dengan telapak tangan, harus membayar 100 dinar, tetapi bila memakai punggung tangan kanan, harus bayar 400 dinar.

Mengapa demikian? Karena kalau menampar dengan punggung tangan kanannya, berarti saudara sangat dipermalukan oleh orang yang menampar saudara itu.

Sehingga bila pipi kananmu ditampar, berikan juga pipi kirimu, artinya kalau kamu dipermalukan, ijinkan dirimu dipermalukan lebih lagi, karena Tuhan yang akan membelamu.

Matius 5 : 43-47

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Bila engkau hanya mengasihi orang yang mengasihimu, kekristenanmu tidak ada artinya. Tetapi bila engkau masih bisa mengasihi orang yang jahat padamu, itulah kekristenanan yang benar dan sangat berarti dimata Tuhan. Karenanya berdoalah bagi mereka yang menyakitimu, disitulah upahmu diperhitungkan oleh Tuhan.

5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?

Yang membedakan kita dengan orang dunia hanyalah “kasih”, karenanya bila kita tidak punya kasih atau kasih kita bersekat, berarti kita sama seperti orang dunia.

  • Kita harus bisa mengasihi siapapun yang jahat kepada kita, jangan hanya kepada orang yang baik pada kita.
  • Disitulah kita baru layak disebut anak-anak Bapa kita di Sorga dan sebagai seorang anak, kita akan mewarisi hidup yang kekal di Sorga.

Permasalahannya :

Bila saudara “benar-benar anak”, saudara harus memiliki KARAKTER BAPA, dan karakter Bapa di Sorga, adalah KASIH.

Bila saudara tidak mempunyai KASIH dan atau MEMBATASI KASIH, berarti saudara BUKAN anak Bapa di Sorga.

Amen. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK – CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

WARTA 29 MARET 2020 – TUHAN LEBIH BESAR DARI SEGALANYA

BULETIN NO. 261 TAHUN KE-5

TUHAN LEBIH BESAR DARI SEGALANYA

Kesukaan iblis adalah membesarkan yang kecil dan membuat yang besar nampak kecil. Nyatanya senjata ini cukup ampuh dipraktekan bagi manusia. Manusia dipaksanya untuk melihat masalah dengan sudut pandang dia. Dan dengan sudut pandang itu, dia mulai tebar benih- benih ketakutan dan ketidak percayaan lagi kepada Tuhan. Benih yang ditabur jika sudah berbuah, hilanglah damai sejahtera yang selama ini ada. Tidak perduli berapa lama seseorang mengikut Tuhan, dan berapa banyak firman yang telah dilahap, jika Firman itu tidak berakar maka sia-sialah seseorang mengiring Tuhan.

Coba saudara lihat, apa yang kurang dari Saul. Dia orang percaya, dia dipilih dan diurapi Tuhan tapi ketika masalah datang yang dia lihat hanya masalah belaka. Terbukti ketika Goliat hadir dimedan pertempuran, dia sembunyi ketakutan (1 Samuel 17:1-11).Ini membuktika dia percaya namun tidak berakar. Berbeda dengan Daud yang berakar dalam Tuhan, ketika dia mendengar Goliat , yang dia katakan siapa dia sehinga mampu menghina umat kepunyaan Allah yang besar. Daud yang percaya dapat berkata sebesar apapun masalah hari ini tidak pernah melebihi kebesaran Allah.

Hal ini terjadi dewasa ini yaitu auman virus corona yang besar dengan kematian dimana-mana. Tapi sadarkah saudara virus ini begitu kecil dan tak nampak dengan mata telanjang, tapi mengapa bisa menimbulkan kematian yang begitu besar? Hal ini disebabkan karena iblis telah berhasil menarik perhatian dunia sehingga orang akan melihatnya dan nampak begitu besar dan berbahaya ditambah lagi dengan aumannya yang begitu mengema sehingga menimbulkan efek mengerika lebih tajam.

Saudaraku inilah cara kerja iblis yaitu membesarkan diri supaya kita melihat Tuhan yang besar jadi begitu kecil. Masalah yang seharus tidak berarti jadi sangat menakutkan jika kita perhatikan dan kita dengarkan suaranya terus menerus dan inilah cara kerjanya.

Saudaraku jika kita terus mengarahkan pandangan kita ke Tuhan dan jika kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan, bukankah kita akan tahu Tuhan tidak bisa dibandingkan dengan apapun, baik kebesaran maupun kuasanya? Tuhan merindukan kita mengenal Dia dengan benar sehingga kita bisa berkata jika Allah dipihakku siapa yang dapat melawan aku (Roma 8:31)? Jika ada yang bertanya sebesar apa Tuhan itu? Jawabannya Dia pasti jauh lebih besar dari alam semesta karena Dialah pencipta segalanya.

Tapi sayangnya manusia lebih percaya kepada suara iblis yang notabene hanya menimbulkan kekacauan dan kehancuran dari pada suara Tuhan yang membawa damai dan suka cita. Mulai hari ini jadilah penebar keoptimisan ditengah pandemi kalau virus ini tidak berdaya dibanding Tuhan kita/ Dan jika Tuhan dipihak kita bahkan mautpun dapat dikalahkanNya.

29 MARET 2020 MENGARAHKAN PANDANGAN KITA KEATAS (VIDEO KHOTBAH)

22 MARET 2020 KETAKUTAN ADALAH MUSUH DARI IMAN(VIDEO KHOTBAH)

TUHAN TEMPAT PERLINDUNGAN YANG TEGUH – 18 FEBRUARI 2020

Ia berkata: “Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.

(2 Samuel 22 : 2 – 3).

T U H A N ADALAH

TEMPAT PERLINDUNGAN

Y A N G  T E G U H

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH PA, 18 PEBRUARI 2020

=============

SHALOM !

Judul khotbah dalam pendalaman Alkitab di sore hari ini adalah “TUHAN TEMPAT PERLINDUNGAN YANG TEGUH”. Firman tentang hal ini dapat kita lihat dalam Kitab Mazmur yaitu perkataan dari Daud. Oleh sebab itu kita akan bahas perkataan Daud yang terdapat dalam Mazmur tersebut berikut ini.

Daud adalah raja Israel terbesar di mata TUHAN. Dia senantiasa bersandar kepada TUHAN dan hidupnya penuh dengan masalah. Oleh karena itu Daud jadi memahami siapa yang dapat dia andalkan dalam hidupnya.

Demikian pula halnya dengan kita, bila kita mau berkaca dari pengalaman Daud, semakin banyak serangan masalah menerpa kita dalam hidup ini, seharusnya kita semakin sadar siapakah yang dapat kita andalkan?

Sehingga di suatu ketika nanti, bila kita diperhadapkan pada suatu situasi dan kondisi dimana kita tidak bisa lagi mengandalkan siapapun, selain Tuhan.

  • Kalau saudara sudah hanya mengandalkan Tuhan, maka barulah saudara bisa mengalami lonjakan-lonjakan iman.
  • Tetapi janganlah menjadikan masalah sebagai batu sandungan.
  • Iblis memberi masalah sebagai batu sandungan, tetapi Tuhan mengijinkan masalah tersebut ada, agar kita mengalami lonjakan iman.

Tuhan menabur gandum, tetapi iblis merusakkannya dengan menabur lalang dan Tuhan tidak mengijinkan kita mencabut lalang tersebut, karena kalau lalangnya di cabut, maka gandumnya pun bisa ikut tercabut.

Matius 13 : 28-29

13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

Musuh yang melakukannya, tetapi Tuhan tidak mengijinkan kita mencabut lalang itu karena gandum bisa ikut tercabut.

Tetapi ketika gandum dan lalang sama-sama bertumbuh, akan terlihat jelas yang mana yang lalang dan mana yang gandum, artinya kita akan tahu “yang mana buah dari kuasa gelap” dan “yang mana buah dari kuasa Tuhan”.

  • Tuhan melarang kita mencabut lalang itu dan mengijinkan lalang itu ada di tengah-tengah kita dengan tujuan untuk memproses dan membentuk kita serta untuk mengukur kualitas iman kita.
  • Sama seperti Daud yang menjadikan TUHAN sebagai Gunung batu dan kota Benteng pertahanannya, juga sebagai Perisai dan Tanduk keselamatan serta Menara yang tinggi melalui masalah demi masalah yang dia hadapi.

Melalui masalah demi masalah yang kita hadapi, kita menjadi tahu “betapa sia-sianya kekuatan otot dan otak manusia” yang sering kita pakai untuk menghadapi masalah.

  • Mengapa demikian? Jawabannya, “karena otak dan otot manusia, terbatas”.
  • Semakin kita paksakan mengandalkan otak dan otot, masalah kita bahkan akan semakin berlarut-larut dan hanya membuang-buang waktu kita saja.
  • Dengan demikian, kalau kita menghadapi masalah janganlah mengandalkan otot dan otak kita manusia, tetapi berdoalah karena hanya Tuhan yang bisa kita andalkan.

Masalah yang seharusnya selesai dalam satu minggu atau maximal dua minggu atau dua bulan saja, tetapi jika engkau menghadapinya dengan otot dan otakmu, masalahmu mungkin saja baru bisa selesai dalam kurun waktu empat puluh tahun ke depan, karena proses pembentukan dirimu tidak pernah selesai.

Pada saat Abraham berusia 75 tahun, TUHAN berkata kepadanya, “keturunanmu akan seperti pasir di laut atau seperti bintang di langit”.

  • Abraham menantikan janji TUHAN tersebut sampai dia berusia 100 tahun.
  • Selama 25 tahun, Abraham mengalami pembentukan “step by step” yang semakin hari semakin sempurna.

Demikian pula halnya kita sekalian, “kapan masalah kita bisa selesai” tergantung dari proses pembentukan “manusia Allah” di dalam kita.

  • Semakin cepat proses pembentukan manusia Allah itu di dalam kita, maka masalah kita juga semakin cepat selesai.
  • Oleh sebab itu kunci keberhasilan kita adalah “janganlah mengandalkan otak dan otot manusia” kita.

Terkadang iblis membuat kita terus focus pada masalah yang sedang kita hadapi sampai akhirnya kita kecewa kepada Tuhan dan lari meninggalkan dari Tuhan.

  • Tuhan berkata, “Janganlah jemu untuk berdoa dan berharap kepada-Ku”.
  • Masalah yang sering kita alami, “kita sudah berdoa, tetapi sepertinya tidak dijawab-jawab, masalah yang kita alami tidak ada perubahan; kondisi ini di-sebabkan “iblis berusaha bikin kita jemu untuk berharap kepada Tuhan”.

Sementara itu pada sisi yang lain, Tuhan sebenarnya sedang “melatih kita” agar kita semakin tangguh dan kuat di dalam Dia menghadapi masalah, sehingga kita memperoleh kemenangan melawan masalah kita (kejahatan iblis).

Perhatikan kisah Elia dibawah ini

1 Raja-raja 18 : 41-45

18:41 Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: “Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.”

Elia berkata kepada Ahab, “setelah adanya kekeringan, akan ada hujan”.

18:42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.

Elia sudah dengar dari TUHAN akan turun hujan, tetapi dia tetap berdoa sampai membungkuk ke tanah, artinya pergumulan-pergumulan semacam itu adalah sesuatu yang paling sulit dihadapi anak manusia, termasuk bagi kita semua.

  • Apalagi ketika kita sudah mendengar suara Tuhan, kita harus membuktikan bahwa suara itu benar suara Tuhan.
  • Jadi Elia membungkuk sedemikian rupa supaya hujan benar-benar turun, karena Elia sudah menyampaikannya ke Ahab.

18:43 Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: “Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut.” Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: “Tidak ada apa-apa.” Kata Elia: “Pergilah sekali lagi.” Demikianlah sampai tujuh kali.

Elia sudah mendengar suara TUHAN, Elia juga sudah membungkuk sampai ke tanah, tetapi dia periksa sampai enam kali dilangit belum juga ada tanda-tanda hujan akan turun.

Kita tahu Tuhan pembela kita dan kita bergumul pada Tuhan, tetapi sepertinya tidak ada jawaban apapun dan tidak ada tanda-tanda Tuhan berikan jalan keluar.

18:44 Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” Lalu kata Elia: “Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.”

Setelah dilihat lagi untuk ke tujuh kalinya, barulah timbul dari laut awan sebesar telapak tangan.

  • Begitu kita menghadapi masalah, daging kita maunya cepat selesai sampai kita terus mengamati masalah kita.
  • Semakin kita focus mengamati masalah, semakin lama prosesnya berjalan.
  • Tetapi jika semakin kita percaya dan tidak focus mengamati masalah kita, maka semakin cepat prosesnya selesai.
  • Awan yang timbul hanya sebesar telapak tangan, artinya sesuatu yang kecil dengan iman yang kuat, akan menjadi sesuatu yang besar.

Perhatikan baik-baik, sesuatu yang kecil yang kita anggap tidak berarti, ternyata bisa dipakai Tuhan untuk membuat perubahan dalam hidup kita.

18:45 Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

Hal seperti ini, juga terjadi pada “Naaman yang harus merendam dirinya sebanyak tujuh kali”, itu artinya “doa yang bertubi-tubi” dan jangan pernah berhenti berdoa sebelum masalahmu selesai.

  • Kitapun sering mengalami bahwa walaupun kita sudah berdoa berkali-kali, tetapi masalah kita tidak selesai juga.
  • Jangan kecewa, karena Tuhan mau kita terus berdoa dan jangan jemu-jemu berdoa.

Contoh Alkitabiah tentang hal ini, yaitu ketika Yesus memberi satu ilustrasi seorang hakim yang lalim.

  • Waktu ada orang yang datang meminta pertolongan, berkali-kali dia datang ke hakim lalim tersebut walaupun telah berkali-kali dia ditolak.
  • Akhirnya hakim itu meluluskan permintaannya.

Berapa banyak dari kita yang langsung menyerah ketika tidak melihat jalan keluar?

  • Masalahnya kalau saudara berkata, “tidak mungkin ada jalan keluar”, maka benar-benar tidak ada jalan keluar sampai kapanpun.
  • Kalau saudara berkata, “akan terjadi mujizat hari ini”, maka percayalah mujizat benar-benar akan terjadi.
  • Tetapi persyaratannya, “mintalah sesuai dengan kehendak Tuhan”.

Permintaan yang tidak sesuai kehendak Tuhan adalah permintaan yang salah, sebab Yakobus berkata “Jika kamu meminta, mintalah sesuai dengan kehendak Tuhan, jangan dihabiskan untuk kepentingan diri sendiri”.

  • Karenanya, mintalah apa yang sesuai dengan isi hati Tuhan.
  • Oleh sebab itu, bila ada kemauan Tuhan dan ada kemauan manusia, maka kondisi inilah yang harus dipersatukan.
  • Agar permintaan kita “bukanlah permintaan daging kita”, tetapi permintaan roh kita yang akan memuliakan Allah.

2 Raja-raja 5 : 10

5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.”

Hal ini berbicara tentang “ketaatan dan doa” yang bertubi-tubi. Sayangnya, banyak orang Kristen (bahkan para hamba Tuhan) yang salah menafsirkan firman ini, yang mengartikan-nya “harus mentahirkan diri sebanyak tujuh kali”. Sebenarnya, tidak ada hubungan-nya dengan pentahiran.

Oleh sebab itu jangan serta-merta menafsirkan firman Tuhan sesuai dengan apa yang tertulis (harfiah) karena penafsirannya tidak semuanya selalu seperti itu, tetapi untuk ayat ini harus ditafsirkan dengan apa yang tersirat (alegoris).

  • Iblis senang sekali membuat iman kita goyah, dengan cara memutar-balik-kan kebenaran firman Tuhan, “agar kita putus asa karena doa kita seolah-olah tidak dijawab oleh Tuhan”.
  • Padahal doa kita yang belum dijawab oleh Tuhan, sebenarnya karena Tuhan “sedang memproses iman kita agar kuat terlebih dahulu”, itulah sebabnya Tuhan tidak langsung menjawab doa kita tersebut.
  • Tuhan tidak langsung menjawab doa kita karena Dia mengijinkan kita terus berdoa sampai kita kuat, karena iblis senang sekali ketika kita lemah dan putus asa.

Banyak orang yang menyerah kalah dan stop berdoa karena doanya yang menurut dia sudah bertubi-tubi, tetapi belum juga dijawab Tuhan.

  • Misalnya, tanggal 30 Juli 2019 Tuhan mau menjawab doa saudara, tetapi sampai tanggal 20 Juli 2019 doa saudara belum juga Tuhan jawab, sehingga saudara putus asa dan menyerah kalah, kemudian stop berdoa.
  • Akibatnya doa saudara benar-benar tidak Tuhan jawab, dan kondisi seperti inilah yang menyenangkan iblis karena saudara sudah kalah berperang.

Banyak orang menyerah di tengah perjalanan, karena mereka pikir jalan mereka sudah tertutup, sehingga iblis dan anak buahnya bertepuk tangan dengan meriah.

  • Sebenarnya Tuhan memberikan kita kesempatan emas untuk mendapatkan jawaban doa kita, tetapi kita tidak sabar.
  • Semakin kuat kita merasakan jalan kita tertutup, sebenarnya akan semakin besar kuasa Tuhan di nyatakan dalam hidup saudara.
  • Tuhan rindu kita anak-anak-Nya “percaya dan menaruh pengharapan” hanya kepada Dia.

2 Samuel 22 : 1-3

22:1 Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.

22:2 Ia berkata: “Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku

22:3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.

Dalam ayat-ayat tersebut diatas dengan tegas Daud mengatakan, bahwa TUHAN bagi Daud adalah “Gunung batu-ku, Kota Bentengku, Perisai-ku, Tanduk Keselamatan dan Perlindunganku, dan Menara yang Tinggi.

Pernyataan Daud itu luar biasa dan perkataan Daud inilah yang akan kita bahas satu persatu berikut ini.

I. TUHAN ADALAH “GUNUNG BATU” KITA

Apakah yang dimaksudkan dengan “Gunung Batu” dalam pernyataan Daud ini?

  • Gunung batu adalah tempat yang kuat dan teguh.
  • Gunung batu juga berarti kuasa dan kekuatan Tuhan yang sempurna.
  • Gunung batu bukan buatan tangan manusia, tetapi buatan tangan Tuhan.

Kita menjadikan Tuhan sebagai Gunung Batu kita, artinya kita tidak mengandalkan kekuatan otot dan otak kita lagi, tetapi sepenuhnya sudah mengandalkan Tuhan.

  • Kita juga tidak lagi mengandalkan dunia, tetapi sepenuhnya mengandalkan Tuhan.
  • Gunung batu berarti kuasa Tuhan atau perlindungan Tuhan.
  • Kita harus mempercayai kuasa-Nya jauh diatas kuasa manapun.

Karena Tuhan telah menjadi Gunung Batu kita, berarti kita tidak lagi mengandalkan kekuatan diri kita sendiri, tidak lagi mengandalkan kekuatan dunia dan tidak lagi mengandalkan kekuatan manusia.

  • Juga berarti kita tidak kuatir dengan apapun, karena Dia adalah Tuhan yang kuat dan penuh kuasa, sehingga Dia akan melindungi kita dengan sempurna.
  • Semakin tertutup jalan kita, semakin besar kuasa Tuhan dinyatakan.
  • Semakin tertutup jalan kita, semakin besar terobosan terjadi karena untuk menerobos dibutuhkan kuasa atau kekuatan adikodrati.

Misalnya saya mengunci pintu ini karena bila pintunya terbuka, orang bebas keluar masuk melalui pintu ini, tetapi bila pintu terkunci kita membutuhkan kekuatan besar untuk membuka pintu tersebut dengan mendorongnya.

  • Jadi semakin tertutup jalan keluarnya, semakin besar kekuatan Tuhan untuk menerobosnya.
  • Kita telah lelah terus menerus menghadapi jalan tertutup dan sudah berdoa bertahun-tahun tetapi hidup begini-begini saja, tidak ada jalan keluarnya.
  • Bila saudara sedang menghadapi situasi seperti ini, jangan pernah menyerah, karena menyerah bukanlah solusi yang benar, sebaliknya telah kalah total.

Bila kita “berserah penuh kepada Tuhan” itulah yang disebut solusi.

  • Serahkan semuanya kepada Tuhan karena hanya Dia lah yang ahli mencari jalan keluar bagi kita.
  • Tidak akan ada jalan buntu bagi kita bila kita tetap hidup bersama Tuhan.
  • Kalau kita berkata, “Tuhan, Engkau gunung batuku” berarti kita tidak lagi mengandalkan kekuatan diri kita sendiri atau siapapun, tetapi murni sudah mengandalkan kekuatan Tuhan.

Apakah yang dimaksudkan dengan Gunung Batu?

  1. Gunung batu berarti “Tempat Persembunyian

1 Samuel 13 : 6

13:6 Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit — sebab rakyat memang terdesak — maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;

13:7 malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.

13:8 Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.

Sewaktu Saul bersembunyi di keluk batu atau gua batu sebenarnya dia aman, tetapi karena di intimidasi selama tujuh hari membuat dia merasa tidak nyaman.

  • Saat saudara bermasalah, lalu berlindung pada Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai Gunung batu saudara dan berserah pada Tuhan, maka saudara pun sudah aman dari segala macam malapetaka.
  • Yang membuat tidak aman adalah intimidasi iblis, yang membuat otak dan ototmu bekerja, matamu mulai memandang masalah yang bertambah besar, maka kondisi itulah yang membuat engkau tidak aman.
  • Ketika sudah terintimidasi, engkau mulai mengandalkan dirimu sendiri dan mengandalkan apa yang kamu bisa, inilah yang membuat Saul tertolak.

Jadi, yang membuat kita tertolak, adalah ketika otak dan otot kita mulai bekerja dan kita merespon intimidasi kuasa kegelapan, sehingga kita mengandalkan otak dan otot kita.

  • Ingatlah! Ketika saudara mulai terintimidasi, mengandalkan diri sendiri dan otak dan otot, serta mulai mengandalkan manusia, hati siapakah yang telah engkau sakiti?  Hati Tuhan.
  • Padahal saudara sudah berkata, “Tuhanlah gunung batuku”, tetapi ketika engkau mengandalkan otak dan ototmu, Tuhan berkata padamu, “Engkau berdusta, karena nyatanya engkau tidak menjadikan-Ku Gunung Batu mu”.
  • Nyatanya saudara mulai memakai kekuatan diri sendiri, mulai berpikir siapa yang bisa menolongmu dan darimana datangnya pertolongan bagimu.

Gunung batu atau celah batu atau Gua batu fungsinya seperti “bunker” (tempat ber-lindung/bersembunyi), permasalahannya kita tidak percaya kepada Gunung Batu kita.

  • Sebenarnya Tuhan membawa kita ke Gunung batu, di diamkan selama tujuh hari agar kita aman, sehingga musuh tidak bisa menyerang kita.
  • Berapa banyak dari kita ketika bermasalah, mau bersembunyi dalam Tuhan?

Ingatlah! Begitu banyak masalah yang kita hadapi selama kita hidup di dunia ini muncul ke permukaan dan kita cenderung mengatasinya dengan cara memakai kekuatan kita sendiri.

  • Berhati-hatilah jika saudara masih memakai kekuatan saudara.
  • Ketika bermasalah, tindakan kita yang pertama adalah menjadikan Tuhan sebagai Gunung Batu kita, yaitu tempat persembunyian kita.

Musuh tidak tahu umat Israel bersembunyi di gunung batu, tetapi roh jahat bisa menyerang pikiran umat Israel melalui intimidasi sehingga mereka ketakutan dan keluar dari gunung batu itu dan melarikan diri dari tempat persembunyian mereka.

  • Itulah yang dilakukan kuasa gelap “agar Saul melakukan sendiri prosesi korban bakaran”, yang bukan merupakan tugas Saul.
  • Oleh sebab itu, kita lakukan apa yang menjadi bagian kita, tetapi serahkan kepada Tuhan apa yang menjadi bagian Tuhan.

Kita tidak boleh melakukan apa yang menjadi bagian Tuhan.

  • Bagian kita adalah memuliakan Tuhan dan meninggikan Tuhan serta mem-percayakan segala sesuatunya pada Tuhan.
  • Bagian Tuhan adalah membuat terobosan, membuat jalan keluar, membuat Taman Tuhan yang di ubah dari padang belantara.

2. Gunung Batu berarti “Tempat Pertobatan

Mazmur 40 : 3

40:3 Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku,

Gunung batu adalah tempat dimana kita “diangkat dari kubangan lumpur kotoran”.

  • Kita di angkat dari kehidupan dosa dan dibawa naik ke Gunung batu Tuhan, artinya kita semua dilepaskan dari dosa dan mendapatkan perlindungan.
  • Jadi gunung batu disini artinya “Tempat Pertobatan”.
  • Kalau saudara berkata, “Tuhan adalah gunung batuku”, tetapi jika kita tidak pernah mau bertobat dan terus hidup dalam lumpur dosa, maka ucapan kita itu hanyalah suatu kebohongan dan kemunafikan.
  • Kalau kita berkata, “Tuhan gunung batuku”, berarti kita harus meninggalkan cara hidup kita yang lama.

Mazmur 19 : 15

19:15 Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

Siapa yang menganggap Tuhan sebagai Sang Penebus? Kita ditebus dari dosa.

Berarti kalau saudara naik ke gunung Tuhan, saudara mengalami penebusan.

Jadi, arti dari “Gunung batu” yang ke-2, adalah “Tempat Pertobatan”.

Dengan demikian, kalau saudara telah menjadikan Tuhan sebagai “Gunung batu” saudara, maka saudara harus mau bertobat.

Dan kalau saudara berkata Tuhan adalah “Gunung Batu” ku, maka saudara tidak akan pernah mengandalkan kekuatan diri sendiri lagi.

3. Gunung Batu berarti “Tempat Keselamatan

Gunung batu juga berarti Tempat Keselamatan.

Hakim-hakim 20 : 44-47

20:44 Dari bani Benyamin ada tewas delapan belas ribu orang, semuanya orang-orang gagah perkasa.

Bani Benyamin dikalahkan dan yang tewas ada delapan belas ribu orang prajurit.

20:45 Yang lain berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon. Tetapi di jalan-jalan raya masih diadakan penyabitan susulan di antara mereka: lima ribu orang; mereka diburu sampai ke Gideom dan dipukul mati dua ribu orang dari mereka.

20:46 Maka yang tewas dari suku Benyamin pada hari itu seluruhnya berjumlah dua puluh lima ribu orang yang bersenjatakan pedang, semuanya orang-orang gagah perkasa.

Orang gagah perkasa dan atau orang-orang yang hebat Israel sekalipun, bisa dibantai sedemikian rupa. Oleh karena itu, kita tidak boleh mengandalkan apapun selain Tuhan.

  • Banyak orang mengandalkan kepintarannya, mengandalkan otaknya karena lulusan dari universitas atau sekolah tinggi ternama.
  • Suatu hari engkau akan dihadapkan pada masalah yang tidak bisa engkau selesaikan memakai otakmu sama sekali karena Tuhan mau membuktikan engkau terbatas dan Tuhan tidak terbatas.
  • Tuhan mau engkau mengandalkan Dia yang tidak terbatas itu.

20:47 Tetapi enam ratus orang berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon, dan tinggal empat bulan lamanya di bukit batu itu.

Ada enam ratus orang yang selamat. Mereka selamat karena tetap tinggal di bukit batu, jadi arti dari “Gunung batu” yang ke-3, adalah “Tempat Keselamatan” kita.

  • Meskipun dikanan-kirimu dibantai habis, jika saudara lari ke Gunung batu maka saudara akan mendapatkan keselamatan itu.
  • Selama saudara tetap berada di Gunung batu itu, saudara pasti selamat.
  • Apapun masalah saudara selama saudara berada di dalam Gunung batu pasti ada perlindungan, pertobatan dan keselamatan.

Oleh sebab itu percayalah bahwa Dia adalah “Gunung Batu” saudara.

II. TUHAN ADALAH “BENTENG” KITA

Benteng merupakan tempat pertahanan, dengan tujuan agar roh jahat tidak dapat menyerang kita dan kalaupun diserang, kita tidak terkalahkan. Tuhan mau kita menjadikan Dia sebagai “Benteng Pertahanan” kita. Orang benar terus bersinar sampai rembang tengah hari dan bila jatuh tidak pernah sampai jatuh tergeletak.

Kalau saudara menjadikan Tuhan sebagai Benteng Pertahanan saudara, maka Tuhan tidak akan pernah membiarkan saudara sampai jatuh tergeletak.

  • Seribu kali saudara jatuh dalam dosa, dua ribu kali Tuhan bisa membangkit-kan saudara kembali.
  • Tuhan hanya berkata “Ayo semangat, bangkitlah dan jangan terpuruk lagi”.
  • Banyak orang percaya lebih memilih terpuruk, jatuh dan mengasihani diri sendiri, tetapi Tuhan lebih senang kita bangkit, bangun dan menang.

Benteng merupakan :

1. Benteng merupakan “Tempat Pertahanan” Kita

Benteng merupakan tempat pertahanan terhadap serangan musuh, sehingga roh-roh jahat tidak bisa memasuki kita dan tidak bisa mengalahkan kita.

Yeremia 15 : 20

15:20 Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari tembaga; mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.

Kita tetap berperang, tetapi kita tidak dapat dikalahkan oleh musuh kalau kita menjadikan Tuhan sebagai Benteng Pertahanan kita, oleh karena itu :

  • Maukah kita menjadikan Tuhan sebagai Benteng kita?
  • Maukah kita menjadikan Tuhan sebagai Pertahanan kita?

2. Benteng merupakan “Kemuliaan” Kita

Benteng merupakan tanda kemegahan, sehingga ketika kita melihat Benteng kita, pasti kita melihat kemegahan Benteng kita itu.

  • Kalau saudara menjadikan TUHAN Yang Tinggi dan Yang Maha Kuasa sebagai Benteng, berarti saudara menjadikan Tuhan kemuliaan hidup saudara.
  • Jadi benteng sebagai tanda kemegahan dan kemuliaan artinya kitalah orang yang memuliakan Tuhan dalam hidup kita seumur hidup kita dan menjadikan Tuhan satu-satunya tempat yang ter-aman.

Dengan  saudara bisa berkata, “Tuhan, aku muliakan Engkau dalam setiap waktu di hidupku”.

3. Benteng merupakan “Pilihan Hidup” Kita

Benteng pertahanan merupakan buatan tangan manusia, artinya pilihan, apakah kita mau masuk kedalam benteng atau merasa lebih nyaman tetap di luar benteng.

Apakah saudara mau memuliakan Tuhan atau memuliakan diri sendiri, semuanya itu adalah “pilihan” saudara.

Roma 8 : 14

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Siapapun yang dipimpin Roh Allah atau siapapun yang berjalan dalam Roh, barulah dia dapat disebut anak Allah.

Roma 8 : 18

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Konsekwensi sebagai seorang anak Allah.

  1. Pertama : Berjalan dalam Roh”.

Walaupun dalam kekristenan kita senantiasa harus berjalan dalam Roh, “tidak bisa tidak” kita pasti akan mengalami penderitaan atau mengalami masalah dalam hidup ini silih berganti.

2. Kedua : “Penderitaan adalah merupakan bagian dari kehidupan”.

Sehingga Paulus berkata, “Pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa”, tetapi sebagai anak Tuhan kita harus selalu waspada agar kita jangan sampai jatuh di dalam pencobaan.

Sebagai anak Tuhan harus menang di dalam pencobaan, oleh sebab itu dalam Doa Bapa Kami dikatakan “Jangan biarkan kami jatuh ke dalam pencobaan”.

  • Pencobaan akan selalu ada dalam hidup kita, tetapi jangan sampai kita jatuh di dalam pencobaan itu.
  • Meskipun kita kaya raya, tetapi penderitaan tidak bisa kita hindari.

Roma 8 : 31

8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Bila kita berjalan dalam Roh, walaupun kita tetap mengalami masalah silih ber-ganti, tetapi percayalah Tuhan selalu ada di pihak kita.

  • Jika Tuhan di pihak kita, kita tidak bisa dikalahkan oleh masalah atau roh-roh jahat apapun.
  • Kita pasti menang, bahkan lebih dari pemenang.

Rom 8 : 36

8:36 Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”

Untuk apa Tuhan dipihak kita, jika kita tidak mengalami masalah, justru dengan adanya masalah Tuhan ada di pihak kita karena Tuhan tahu kita tidak bisa atasi.

  • Tuhan menyertai kita saat ada masalah dengan satu tujuan agar kita menjadi pemenang.
  • Bila kita berkata “aku anak Allah”, berarti kita harus berjalan dalam Roh.

Ketika kita berjalan dalam Roh, kita pasti mengalami masalah yang merupakan bagian dari kehidupan manusia.

3. Ketiga : “Percayalah, Tuhan ada di pihak kita”.

8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Karena Dia mengasihi kita dan kita mau berjalan dalam kasih-Nya, barulah Tuhan memberi kita kemenangan bahkan lebih dari pemenang.

  • Maukah saudara menjadikan Tuhan sebagai Benteng di hidup saudara?
  • Maukah saudara benar-benar memuliakan Tuhan dalam hidup saudara?
  • Maukah saudara memuliakan Tuhan di setiap langkah kehidupan saudara, sehingga Tuhan berkenan menjadikan saudara lebih dari pemenang?

III. TUHAN ADALAH “PERISAI” KITA

Perisai selalu berhubungan dengan peperangan, karenanya untuk apa saudara membawa perisai jika saudara tidak berperang. Kalau kita telah sadar bahwa kita diutus oleh Tuhan ke dunia ini, berarti saudara dan saya harus berperang.

  • Mungkin saudara akan bertanya, bagaimana caranya saudara berperang dan menang, sementara saudara tidak tahu caranya berperang?
  • Jangan takut, Tuhan akan mengajari kita berperang, Tuhan akan menyertai kita dan Tuhan akan memberi kita kemenangan.

Itulah sebabnya, kita harus membawa perisai (tameng) kemanapun kita pergi, dan

perisai (tameng) yang dimaksud adalah “iman” kita.

  • Kita percaya “Tuhan adalah perisai” kita, oleh sebab itu roh jahat tidak akan bisa lagi menembus perisai kita itu.
  • Maksudnya, Tuhan memberi kita iman dan iman menjadi penangkal atas semua serangan musuh.
  • Ingatlah! Iblis memanah kita dengan “panah api”, bukannya dengan panah yang biasa-biasa saja.

Kalau terkena panah api, api akan membakar seluruh tubuhmu dan engkau akan mati, artinya kalau terkena panah api iblis, maka “saudara akan mati rohani dan dibakar di kekekalan” dalam kehidupan yang akan datang.

Oleh sebab itu dibutuhkan perisai dan perisai identic dengan peperangan, artinya kehidupan kekristenan saudara bukan kehidupan yang santai, tetapi kehidupan kekristenan yang berperang.

  • Kalau saudara mengaku sebagai orang beriman, berarti saudara merupakan orang Kristen yang berperang.
  • Kalau saudara orang beriman tetapi hidupmu santai dan hidup suka-suka, maka saudara bukanlah orang Kristen yang siap berperang.

Ibrani 12 : 2

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Yesus memimpin kita dan membawa kita kepada iman, kita masuk ke dalam iman itu dan membawa iman kita itu sampai kepada kesempurnaan.

  • Bagaimana caranya iman kita dibawa sampai sempurna kalau saudara tidak menghadapi masalah demi masalah atau peperangan demi peperangan?
  • Jika saudara mau sempurna, janganlah hidup santai tetapi harus berperang.
  • Tanpa berperang saudara tidak bisa menjadi sempurna.

Dengan mengabaikan kehinaan, kita tekun memikul salib ganti sukacita, artinya salib adalah sukacita bagi orang Kristen, tetapi kehinaan bagi orang dunia.

  • Salib bagi orang dunia merupakan kebodohan, tapi bagi kita salib merupakan kemuliaan kekal.
  • Iman kita dibawa Tuhan sampai pada kesempurnaan.
  • Tuhan memberi kita iman dan iman digunakan sebagai penangkal terhadap serangan kuasa gelap.

Efesus 6 : 16

6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

Ingat! Iblis menyerang kita dengan panah berapi.

Iman berasal dari Tuhan, tetapi iman harus digunakan dengan tepat.

  • Karena iman yang Tuhan berikan, bukan sekedar untuk klaim janji Tuhan.
  • Karena iman yang Tuhan berikan kepada kita, supaya kita berjalan dalam kebenaran dan bersekutu dengan Tuhan, sampai akhirnya kita siap mati bersama dengan Kristus Yesus.

IV. TUHAN ADALAH “TANDUK KESELAMATAN DAN PERLINDUNGAN

PADA 4 SUDUT “MEZBAH KORBAN BAKARAN” TERDAPAT TANDUK

Ke-empat Tanduk ini dilumuri oleh darah korban persembahan, yang bisa diartikan darah Yesus.

  • Tanduk-tanduk ini terarah kepada empat penjuru bumi, artinya keselamatan harus sampai pada ke-4 penjuru bumi.
  • Siapapun yang memegang tanduk itu diselamatkan.
  • Tetapi bagaimana dengan nasib Yoab yang juga memegang tanduk mezbah?

1 Raja-raja 2 : 28-33

2:28 Ketika kabar itu sampai kepada Yoab — memang Yoab telah memihak kepada Adonia, sekalipun ia tidak memihak kepada Absalom — maka larilah Yoab ke kemah TUHAN, lalu memegang tanduk-tanduk mezbah.

Yoab lari ke kemah Tuhan dan memegang tanduk-tanduk mezbah. Seharusnya Yoab selamat karena memegang tanduk mezbah.

2:29 Kemudian diberitahukanlah kepada Salomo, bahwa Yoab sudah lari ke kemah TUHAN, dan telah ada di samping mezbah. Lalu Salomo menyuruh Benaya bin Yoyada: “Pergilah, pancung dia.”

Tetapi Salomo tetap memancung Yoab, karena Yoab sudah berpihak kepada Adonia. Bila kita percaya Yesus dan sudah melayani Dia, tetapi hidup semena-mena maka engkau tidak akan bisa selamat bahkan bisa terhilang.

Pegang tanduk itu bukan hanya ketika nyawamu di ujung tanduk, tetapi engkau harus memegang tanduk itu setiap hari, supaya engkau akan selamat.

2:30 Benaya masuk ke dalam kemah TUHAN serta berkata kepadanya: “Beginilah kata raja: Keluarlah.” Jawabnya: “Tidak, sebab di sinilah aku mau mati.” Lalu Benaya menyampaikan jawab itu kepada raja, katanya: “Beginilah kata Yoab dan beginilah jawabnya kepadaku.”

Yoab yang minta dipenggal di depan tanduk dari Mezbah Korban Bakaran.

2:31 Kata raja kepadanya: “Perbuatlah seperti yang dikatakannya; pancunglah dia dan kuburkanlah dia; dengan demikian engkau menjauhkan dari padaku dan dari pada kaumku noda darah yang ditumpahkan Yoab dengan tidak beralasan.

2:32 Dan TUHAN akan menanggungkan darahnya kepadanya sendiri, karena ia telah membunuh dua orang yang lebih benar dan lebih baik dari padanya. Ia membunuh mereka dengan pedang, dengan tidak diketahui ayahku Daud, yaitu Abner bin Ner, panglima Israel, dan Amasa bin Yeter, panglima Yehuda.

Terkadang tanpa kita sadari kita sering membunuh orang dengan cara bergosip atau menjelekkan orang sehingga imannya mati, berarti kita sudah membunuh dia.

  • Mulai hari ini, kita jangan pernah melakukan hal itu lagi.
  • Yoab telah membunuh Abner, karena Yoab merasa dirinya benar.
  • Kita pun sering merasa diri kita yang selalu benar, lalu menghakimi orang.

Tuhan tidak melihat kebenaran menurut cara pandang kita, tetapi menurut cara pandang-Nya sendiri.

  • Kalau kita merasa benar dan kita menjelek-jelekkan orang lain, itu sama saja kita sedang “membunuh” orang itu.
  • Sadarlah, ketika kita “membunuh” orang, itu sama artinya seperti Yoab yang memegang tanduk Mezbah Korban Bakaran, tetapi tetap tidak selamat.
  • Kita juga tidak akan selamat bila kita menghakimi orang yang lebih benar daripada kita, karena kita merasa lebih baik dari yang lain padahal kita lebih buruk dari mereka.

Alkitab berkata dalam kitab Roma, “Siapakah kita, bisa menghakimi orang lain?”

  • Artinya siapakah kita sampai kita berani berkata orang ini bersalah?
  • Peganglah “Tanduk Keselamatan dan Perlindunganmu” setiap hari, bukan ketika nyawamu dalam bahaya saja, tetapi untuk menjaga keselamatanmu.

2:33 Demikianlah darah mereka akan ditanggungkan kepada Yoab dan keturunannya untuk selama-lamanya, tetapi Daud dan keturunannya dan keluarganya dan takhtanya akan mendapat selamat dari pada TUHAN sampai selama-lamanya.”

Jangan pernah merasa dirimu paling benar melebihi orang lain, karena kebenaran yang hakiki hanya milik Tuhan.

Karenanya kalau kita selalu “merasa diri kita benar” dan orang lain yang salah, berarti kita menjadikan diri kita sebagai tuhan dan orang lain hamba kita.

  • Oleh sebab itu jangan pernah menganggap diri kita yang paling benar, karena Tuhan adalah kebenaran yang hakiki, maka hidup kita pasti diubah Tuhan.
  • Benarkah kita sudah menjadikan Tuhan, Gunung Batu kita?
  • Benarkah kita sudah menjadikan Tuhan, Benteng Pertahanan kita?
  • Benarkah kita sudah menjadikan Tuhan, Perisai kita?
  • Benarkah kita sudah menjadikan Tuhan sebagai Tanduk Keselamatan dan Perlindungan kita?

V. TUHAN ADALAH “MENARA YANG TINGGI

Benarkah kita sudah menjadikan Tuhan sebagai Menara yang Tinggi bagi kita?

2 Samuel 22 : 3

22:3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.

2 Samuel 22 : 3

22:3 The God of my rock; in him will I trust: he is my shield, and the horn of my salvation, my high tower, and my refuge, my saviour; thou savest me from violence.

Kota Benteng atau Menara Tinggi atau “High Tower” dalam bahasa Inggris nya, masalahnya benarkah kita sudah menjadikan Tuhan sebagai Kota Benteng kita?

  • Untuk melihat pemandangan alam yang indah, akan lebih indah jika saudara melihatnya dari tempat tinggi, sebab bila dari tempat datar, kita melihat pemandangan tersebut biasa-biasa saja.
  • Jika kita mau melihat apa yang Tuhan berikan itu baik, maka kita harus naik ke tempat tinggi dan jadikan Tuhan Menara yang Tinggi dalam hidup kita.
  • Meskipun saudara dikejar oleh masalah, dikejar oleh hutang dan dikejar oleh sakit-penyakit, naiklah ke tempat tinggi dan saudara akan melihat semuanya baik, supaya saudara tidak akan bersungut-sungut lagi.

Begitu engkau naik ke Tempat Tinggi, engkau akan berkata “Semua baik” karena engkau akan melihat dengan cara Tuhan melihat yaitu masa depan yang penuh pengharapan dan semua yang baik yang akan Tuhan berikan bagimu.

  • Saat kita mengalami masalah, kita naik ke tempat tinggi maka kita akan bisa berkata, “Tuhan, terima kasih karena semuanya baik”.
  • Selama tidak naik ke Tempat Tinggi, kita tidak bisa berkata “semua baik”.
  • Masalah yang kita hadapi akan menjadi suatu tekanan dalam hidup kita jika melihatnya dari tempat datar.

Tetapi bila kita naik ke Menara Tuhan, barulah kita melihat masalah kita tidak berarti dan kita akan melihat betapa indahnya yang Tuhan rancangkan bagi kita.

  • Tidak ada yang sulit ketika kita naik ketempat tinggi bersama dengan Tuhan.
  • Ketika kita naik ke puncak Tuhan, engkau akan melihat semuanya baik.
  • Sehingga engkau bisa bernyanyi, “Semua baik, semua baik, apa yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku”.

Jangan sampai kita bernyanyi “semua baik”, tetapi pada kenyataannya yang keluar dari mulut kita hanyalah persungutan dan persungutan silih berganti.

  • Selama di dalam Gereja kita bisa berkata semua baik, tetapi di luar Gereja kita berkata, “masalahku luar biasa rumitnya dan buruk sekali”.
  • Di dalam Gereja engkau naik ke tempat tinggi, tetapi setelah di luar Gereja engkau turun lagi ke tempat datar.
  • Di dalam Gereja engkau dapat firman dan engkau kuat, tetapi di luar Gereja engkau memandang terus kepada masalahmu yang semakin besar.

Inilah yang menyebabkan orang Kristen memiliki “iman yang naik-turun” karena dia sendiri yang membuat hidupnya naik turun, sebentar naik ke Menara Tuhan, sebentar turun dari Menara Tuhan.

  • Inikah kekristenan yang saudara pikir benar?
  • Mengapa saudara betah dan begitu menikmati iman yang sebentar naik dan sebentar turun?
  • Ingatlah selalu, hidup kita harus senantiasa diatas, berada ditempat tinggi bersama dengan Tuhan.

Seharusnya kita bertekad dan percaya saja bahwa “semuanya baik”, karena Tuhan sedang mengerjakan segala sesuatu yang indah untuk saudara dan saya.

Jadikanlah Tuhan sebagai Gunung Batu kita, Benteng kita, Perisai kita, Tanduk Keselamatan dan Perlindungan kita, serta Menara hidup kita.

Kalau kita sampai ke tingkat ini, kita pasti bisa berkata “Semua baik”.

AMIN.

BERI KEMULIAAN BAGI TUHAN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK – CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

15 MARET 2020 KASIH SEBAGAI DASAR KEKRISTENAN (VIDEO KHOTBAH)

WARTA 22 MARET 2020 – TUHANLAH YANG MEMBERIKAN KITA KEHIDUPAN

BULETIN NO. 260 TAHUN KE-4

TUHANLAH YANG MEMBERI KITA KEHIDUPAN

Saat ini dunia sedang dilanda ketakutan, kuatir, bahkan terintimidasi dengan situasi dan kondisi yang terjadi mengenai virus yang sedang melanda dunia. Betapa sedihnya ketika masalah ini terjadi justru kita yang mengaku percaya pada Tuhan takut kematian, sementara virus yang mematikan adalah DOSA yang setiap hari kita konsumsi tanpa merasa takut untuk mati secara rohani maupun mati kekal di neraka.

Manusia lebih takut mati karena merasa dunia ini menjadi tempat kesenangannya, dibandingkan mematikan daging dan siap hidup bersama Tuhan disorga dibalik kematiannya. Manusia sudah tidak bisa membedakan lagi dimana Tuhan yang sanggup menolong kita atau anti virus maupun uang yang dapat menyelesaikan segala masalahnya.

Saudaraku inilah waktunya dimana kita yang telah belajar kebenaran Firman saatnya mempraktekkan ditengah dunia yang sedang rapuh imannya, agar melalui hidup kita banyak orang bisa dikuatkan dan semakin percaya pada Tuhan dan hidup dalam pertobatan yang sesungguhnya. Jangan sampai ketika kita yang harusnya menginjili menjadi takut tertular dan menyebabkan kematian ( Markus 8:35).

Selama Tuhan yang mengutus kita jangan pernah takut untuk menginjil karena inilah saatnya dimana dunia sedang goncang tetapi anak-anak Tuhan berperan aktif mengabarkan berita baik dari sorga agar banyak orang memiliki pengharapan yang benar yaitu menghidupkan Roh Allah didalam seseorang dan ketika mati adalah keuntungan ( Filipi 1:21), karena Tuhanlah yang akan menjemput kita dan tinggal bersama-Nya dirumah yang sempurna (Mazmur 23:6b). Amin

10 MARET 2020 SEMPURNAKAN FUNGSI IMAM AGAR SELAMAT PADA HARI MURKA TUHAN (VIDEO KHOTBAH)

DIMANAKAH PARA NABI HARI INI IV? – 08 MARET 2020

Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat : separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, (Matius 23 : 34)

DIMANAKAH PARA

N A B I  HARI INI?

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH MINGGU, 08 MRT 2020

=========

BAGIAN-4

SHALOM !

Khotbah hari ini merupakan Bagian ke-4 (terakhir) dari khotbah yang membahas tentang “Dimanakah Para Nabi Hari Ini”. Jika saudara sudah bisa memisahkan roh dan jiwa saudara, maka saudara akan mengalami pertumbuhan rohani yang pesat.

Saat manusia diciptakan Allah, manusia hidup di bawah kehendak Allah. Kemudian setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia hidup dibawah kehendak Hati Nurani mereka masing-masing.

Manusia terdiri atas roh, jiwa dan tubuh dan pada awalnya manusia hidup di bawah kehendak Allah.

  • Allah sering memberi “perintah langsung” kepada manusia.
  • Allah itu Roh, oleh sebab itu yang bisa mengontak Allah hanya roh manusia.
  • Jiwa merupakan motor penggerak, tetapi yang bisa mengontak Allah hanya-lah roh manusia.
  • Karenanya kita tidak bisa mengontak Allah dengan jiwa.

Banyak orang bertanya-tanya mengapa doanya belum dijawab Tuhan, jawabannya karena “roh dan jiwa”nya masih membaur sehingga mereka selalu hidup di bawah kehendak hati nuraninya.

Bukan suatu kebetulan bila saat pujian penyembahan tadi, sound-systemnya ber-masalah, sebentar mati dan sebentar lagi nyala.

  • Tuhan sedang menguji kita, apakah kita masih bisa menyembah walaupun tanpa music, apakah kita masih focus menyembah saat music bermasalah?
  • Tuhan sedang mengajarkan bagaimana caranya kita bisa menyembah Dia dengan “roh kita” dan bukan dengan jiwa kita.

Apakah saudara sering menyembah Tuhan di rumah kediaman saudara?

  • Apakah saudara menyembah, musiknya “full band”? Tentu tidak.
  • Meskipun musiknya “tidak full band”, apakah kita bisa terhubung dengan Tuhan? Bisa, bahkan sangat bisa.

Mengapa bisa terjadi seperti begitu? Berikut ini penjelasannya.

  • Setelah manusia jatuh dalam dosa, maka mutu rohaninya turun satu tingkat.
  • Awalnya hidup di bawah “kehendak Allah”, kemudian turun menjadi hidup dibawah “kehendak Hati Nurani”.
  • Selama manusia hidup di bawah “kehendak Hati Nurani”, manusia tersebut tetap beribadah, tetapi “roh”nya sudah putus hubungan dengan Roh Tuhan.
  • Oleh sebab itu manusia diusir dari taman Eden sehingga hubungannya sudah putus total dengan Allah.

Selama manusia hidup di bawah Hati Nurani nya, “roh dan jiwa” nya terbaur atau campur-aduk, sehingga saat dia beribadah hanya dengan “jiwa dan tubuh”nya saja.

  • Roh (r huruf kecil) manusia sudah tidak terhubung lagi dengan Roh Tuhan, akibatnya manusia beribadah hanya dengan jiwanya saja.
  • Dengan demikian, bila manusia beribadah dengan musik yang bagus, tata panggung yang bagus dengan “lighting” yang memukau seperti di diskotik, berarti ibadah mereka tersebut masuk dalam “ibadah jiwani”.

Yang diutamakan dalam pelayanan roh, adalah hati kita yang terhubung dengan Tuhan, sehingga dengan iringan musik seadanya sekalipun, bukanlah halangan bagi kita untuk menyembah dalam roh dan kebenaran.

  • Dalam doa sepakat Minggu lalu, pada saat kita semua sedang dalam posisi menyembah, saya mendengar pemain music sedang menyembah sampai saya memperhatikan pemusik itu.
  • Saya melihat dia terus “menyembah dalam hati” dengan gitarnya, tapi yang saya dengar dengan jelas, dia menyembah bersuara dengan bermain gitar.
  • Dia tidak bersuara, tetapi saya mendengar suaranya dengan jelas, hal ini menandakan rohnya sedang terhubung dengan Tuhan.

Karenanya dalam setiap ibadah perhatikan “worship-leader” dengan team music-nya, begitu masuk dalam penyembahan, saudara harus ikut menyembah dengan roh saudara.

  • Kalau saudara mengerti dan sudah bisa memisahkan roh dan jiwa, maka saudara akan mengalami pertumbuhan rohani yang pesat.
  • Dimanapun saudara menyembah, meskipun tanpa suara, tetapi roh saudara dan Roh Tuhan terhubung, maka Tuhan pasti akan mendengar apa yang ada di hati saudara.

Tuhan tidak suka dengan orang yang bersungut-sungut, karena persungutan lahir dari jiwa seseorang.

  • Orang yang bersungut-sungut menandakan jiwanya sakit.
  • Kalau jiwa saudara lagi sakit, sulit untuk terhubung dengan Tuhan.
  • Bila roh dan jiwamu masih berbaur, maka ibadahmu hanyalah merupakan ibadah rutinitas agamawi (dengan jiwa).

Sekarang ini 80% ibadah hari Minggu di banyak Gereja diseluruh dunia berada di bawah kehendak Hati Nurani manusia.

Ada suatu kesaksian yang patut kita perhatikan sungguh-sungguh dari seorang “worship leader” yang dibawa Tuhan ke Sorga dan kepadanya Tuhan perlihatkan :

  • Banyak gereja yang sedang menyembah di bumi, tapi dari Sorga Tuhan tidak mendengar suara penyembahan yang terjadi di bumi tersebut.
  • Di bumi begitu ramainya dengan penyembahan, tapi mengapa di Sorga tidak ada suaranya?
  • Penyebabnya adalah karena Pelayanan Penyembahan di bumi tersebut adalah pelayanan jiwani.
  • Sedangkan yang Tuhan cari adalah menyembah dalam roh dan kebenaran dimana roh manusia dan Roh Tuhan terhubung.

Ketika roh manusia dan Roh Tuhan terhubung, barulah saudara mengalami hidup di bawah kehendak Tuhan.

  • Kalau setiap hari kita tidak terhubung dengan Tuhan, bagaimana mungkin kita bisa kembali (naik tingkat) hidup dibawah kehendak Tuhan?
  • Jika roh dan jiwa terus berbaur, maka pada akhirnya saudara hidup dibawah kehendak iblis (turun ke tinggkat paling bawah), seperti dalam Kejadian 6 dimana TUHAN berkata “dunia sudah rusak”.
  • Dalam dunia dunia yang sudah rusak, manusia melakukan apa kehendak hatinya sendiri, sampai akhirnya turun ke dalam pemerintahan iblis.

Oleh karena itu Yesus datang ke dunia ini menjadi perantara untuk menghubung-kan kembali manusia dengan Allah.

  • Yesus datang kedunia, agar manusia hidup kembali dalam kehendak Allah.
  • Tetapi manusia yang sudah terlanjur hidup di bawah kehendak hati nurani-nya, lebih memikirkan hal-hal yang bersifat jiwani.
  • Disebabkan manusia lebih memikirkan hal-hal yang bersifat jiwani, akibat-nya pada saat manusia menyembah Tuhan, manusia tidak bisa menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran.

Ibrani 8 : 11

8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

Kata “kenallah Tuhan!” (Ginosko), maka kita akan mengenal Tuhan (Eido).

Selama manusia hidup di bawah kehendak hati nurani, kehidupan manusia tidak bisa dinikmati Allah (Ginosko), tetapi saat manusia sudah mengalami perasaan Allah, berarti manusia tersebut sudah hidup di dalam kehendak Allah.

Kerinduan Tuhan, adalah manusia kembali hidup di bawah kehendak Allah.

Kejadian 2 : 7

2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Kita perhatikan ayat ini dalam Alkitab versi bahasa Inggris dibawah ini.

Genesis 2 : 7

2:7 And the LORD God formed man of the dust of the ground, and breathed into his nostrils the breath of life; and man became a living soul.

Living soul, atau jiwa yang hidup.

Manusia terdiri atas roh, jiwa dan tubuh.

  • Tuhan menghembuskan nafas-Nya (Roh-Nya) ke dalam tubuh (manusia), maka lahirlah roh manusia.
  • Begitu roh bertemu dengan tubuh, jadilah manusia jiwa.

Jiwa merupakan bagian dari tubuh.

  • Permasalahannya roh dan jiwa sulit dibedakan.
  • Roh merupakan kehidupan dari nafas Allah

JIWA, terbagi atas :

  1. Emosi, antara lain sukacita, dukacita, rasa rindu, rasa benci, rasa cinta, marah.
  • Misalnya, saudara mendapat hadiah sebanyak milyaran rupiah, saudara pasti bersukacita, itu termasuk jiwa.
  • Karena terlalu bersukacita, saudara mengontak Allah, itulah roh.
  • Tetapi ketika sedang berdukacita, saudara akan sulit mengontak Allah.

Jadi, jiwa merupakan motor penggerak bagi kita untuk bersentuhan dengan Allah.

  • Kalau jiwa saudara sakit, maka saudara tidak bisa mengontak Allah.
  • Oleh sebab itu Pemazmur berkata, “Pujilah Tuhan, hai jiwaku”.
  • Ketika seseorang sedang menderita, maka jiwanya akan sulit sekali bahkan tidak bisa memuji Tuhan.

Karenanya dikatakan, “jiwanya sedang sakit” (bukan sakit jiwa), sehingga harus disembuhkan terlebih dahulu, barulah roh nya bisa kontak kembali dengan Allah.

2. Pikiran, antara lain pengetahuan, pemahaman, ide, pertimbangan, konsep.

Banyak Gereja memikirkan, bagaimana caranya agar banyak orang yang datang beribadah dan untuk itu Gereja mengandalkan “konsep dunia”.

  • Mereka membuat panggung yang megah, pencahayaan seperti di diskotik, sound system yang bagus sama seperti dunia malam.
  • Akibatnya pujian dan penyembahan mereka, tidak terdengar dari Sorga.
  • Inilah yang menyebabkan kemuliaan Tuhan pergi dari Gereja seperti itu.

Banyak Gereja yang membatasi “waktu” ketika menyampaikan firman sesuai ketentuan Gereja dan menyampaikan firman hanya yang menyenangkan telinga jemaatnya saja.

  • Misalnya, sakit menjadi sembuh, terjadinya mujizat, semuanya beres, tetapi jemaat tidak diajarkan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.
  • Ini masalah fatal yang dihadapi kekristenan hari-hari ini.

Banyak Gereja menerapkan konsep manusia duniawi, tetapi mereka meyakininya sebagai hikmat dari Tuhan atau petunjuk dari Tuhan.

  • Hikmat itu dari Allah dan tidak bisa diatur oleh jiwaninya manusia.
  • Terkadang hikmat dari Allah bertentangan dengan pola pikir manusia yang duniawi.
  • Kita harus berhati-hati, jangan terlalu mudah mengatakan “saya dengar dari Tuhan”, atau “Tuhan berikan penglihatan pada saya” dan sebagainya.

Karenanya kita tidak usah bercita-cita menjadi Gereja yang besar, karena yang Tuhan mau kita menjadi Gereja yang militant.

  • Jika kita sampai menjadi Gereja yang besar, kita harus menjadi Gereja yang militant dan bertanggung jawab.
  • Untuk apa menjadi Gereja besar jika tidak berjalan dalam Tuhan?

Banyak Gereja yang setiap hari Minggu dan tengah minggu, pelayanannya hanya pelayanan jiwani saja, karena jemaat dilayani dengan segala sesuatu yang bersifat menyenangkan daging manusia (bukan untuk menyenangkan hati Tuhan).

  • Khotbah yang disampaikan adalah khotbah yang menyenangkan daging manusia, atau khotbah yang lucu-lucu dan semuanya ini termasuk dalam pelayanan jiwani.
  • Pelayanan seperti ini, akan menjadi pelayanan yang tidak terdengar sampai di Takhta Bapa di Sorga, karena hanya untuk menyenangkan manusia saja.

3. Tekad

Kalau saudara tidak punya kemauan untuk datang kepada Tuhan, berarti jiwa saudara sedang sakit.

1 Korintus 6 : 17

6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Roh Tuhan dengan roh manusia harus terhubung atau tersambung (nyambung).

Agar saudara memperoleh kejelasan mendalam tentang hal tersebut diatas, saya akan jelaskan melalui Gambar-1 (Denah Kemah Suci/Tabernakel/Bait Allah) dan Gambar-2 (Kemah Suci/Bait Allah tampak dari atas) di halaman 6 dan halaman 7, lengkap dengan penjelasannya, sebagai berikut :

GAMBAR-1 : “DENAH KEMAH SUCI/TABERNAKEL

Perhatikan Denah Kemah Suci (Bait Allah atau Tabernakel) pada Gambar-1 ini.

  • Pintu Gerbang, ditopang oleh 4 tiang (Injil), yaitu Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Setiap orang yang percaya kepada Injil dan terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, diselamatkan. Jadi, Pintu Gerbang ini adalah Yesus Kristus sendiri, sehingga disebut sebagai Pintu Keselamatan.
  • Pelataran (Halaman) Kemah Suci / Bait Allah. Di Pelataran ini ditempatkan Mezbah Korban Bakaran dan Bejana Pembasuhan.
  • Pintu Kemah (bagian depan Ruang Kudus), ada 5 tiang dan masing-masing tiang tingginya 10 hasta, jadi 5 x 10 = 50 yang melambangkan Roh Kudus.
  • Melalui Pintu Kemah, kita masuk Ruang Kudus (tempat Gereja beribadah). Untuk mengontak Tuhan, harus masuk lebih dalam ke Ruang Maha Kudus.

Dalam Perjanjian Lama, untuk mengontak TUHAN bisa dilakukan di Ruang Kudus.

Ibrani 10 : 20

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Yesus telah membuka jalan yang baru. Dahulu antara Ruang Kudus dan Ruang Maha Kudus terdapat tabir; yang bisa masuk ke Ruang Maha Kudus ini hanyalah Imam Besar. Sekarang kita bisa masuk Ruang Maha Kudus melalui Kristus Yesus.

KEMAH SUCI / BAIT ALLAH

GAMBAR-2 “KESIBUKAN DI PELATARAN

DISEKITAR MEZBAH KORBAN BAKARAN & BEJANA PEMBASUHAN

Orang Israel beribadah di Pelataran (lihat dalam Gambar-2, Kesibukan mereka disekitar Mezbah Korban Bakaran dan Bejana Pembasuhan).

  1. Di “luar Pelataran” (di luar pagar Kemah Suci – lihat Gambar-2, ditandai dengan angka 1 putih), wilayah ini berada di bawah Kehendak Iblis (KI).
  2. Di “Pelataran” (tempat orang Israel beribadah – lihat Gambar 2, ditandai dengan angka 2 putih) berada di bawah Kehendak Hati Nurani (KHN).
  3. Di “Ruang Kudus” dan “Ruang Maha Kudus” berada di bawah Kehendak Allah (KA). (Lihat Gambar-1 – dimana Tabut Perjanjian dan Mezbah Dupa Emas, Kandil Emas dan Meja Roti Sajian berada atau dalam Gambar-2, yang ditandai dengan angka 3 putih).

Kalau saudara hanya ingin masuk sampai di Ruang Kudus, berarti pelayananmu masih Pelayanan Jiwani.

  • Orang yang merindukan Tuhan, seharusnya bukan hanya ingin bersentuhan dengan Tuhan di Ruang Kudus, tetapi sampai di Ruang Maha Kudus.
  • Dalam Ruang Kudus saudara hanya masuk dalam Doa Permohonan saja, tetapi belum menyentuh Allah karena DIA bertakhta di Ruang Maha Kudus.
  • Saudara harus menyentuh Allah di Ruang Maha Kudus terlebih dahulu, baru-lah saudara masuk dalam Doa Permohonan.

Banyak orang tidak dijawab doanya karena mereka masuk dalam doa permohonan tetapi tidak menyentuh Allah secara pribadi di dalam hadirat-Nya.

  • Ketika saudara sedang banyak pergumulan, saudara datang kepada Allah hanya untuk mengungkapkan kesusahanmu kepada-Nya, berarti saudara hanya mencari penghiburan dari Dia.
  • Bila doa saudara tidak dijawab, itu karena saudara mencari Allah hanya untuk mendapatkan jawaban doa dari pergumulan saudara, tetapi bukan untuk mendapatkan hadirat-Nya, bukan untuk bersentuhan dengan Dia.

Untuk bisa masuk kedalam Ruang Maha Kudus, agar jiwa saudara bisa dipulihkan hanya ada satu obatnya yaitu firman Tuhan.

  • Jika saudara tidak punya kerinduan untuk mencari Allah atau tidak berapi-api lagi mencari Allah, seharusnya saudara rajin membaca firman didalam Mazmur atau Amsal, agar jiwamu disegarkan kembali.
  • Ingatlah, “jiwa” merupakan motor penggerak, sehingga bila motornya rusak maka “hubungan roh kita dengan Roh Tuhan” tidak dapat terjalin lagi.
  • “Jiwa” kita harus diperbaiki dengan firman, barulah kita bisa masuk ke Ruang Maha Kudus.

Kekeliruan saudara ketika menyampaikan doa permohonan, saudara tidak pernah masuk lebih dalam lagi ke Ruang Maha Kudus, tetapi hanya masuk sampai Ruang Kudus saja.

  • Saudara jangan hanya terus menerus mengajukan permintaan, tetapi harus terus menyembah dan membaca firman-Nya, sampai saudara menikmati kebaikan Tuhan.
  • Setelah itu barulah saudara bisa masuk ke dalam Ruang Maha Kudus dan menyampaikan permohonan saudara.
  • Selama saudara belum bisa menemukan kebaikan Tuhan, saudara tidak akan bisa masuk ke dalam Ruang Maha Kudus.

Kalau saudara mulai suam-kuku, ingatlah cara Tuhan menyelamatkan saudara, ingatlah cara Tuhan merebut saudara dari kegelapan, ingatlah kebaikan Tuhan, barulah saudara bisa masuk dalam ucapan syukur.

  • Seperti pemazmur berkata : “Kumasuki gerbang-Nya dengan hati bersyukur”.
  • Begitu saudara bisa mengucap syukur kepada Tuhan, barulah kita bisa mengontak Allah.

Bila doa kita tidak dijawab, kondisi itu disebabkan karena kita membawa jiwa kita ke sana, bukan roh kita.

  • “Jiwa dan roh” tidak tersambung, yang bisa tersambung hanya antara “roh dengan Roh” saja.
  • Kita harus punya rasa cinta pada Tuhan untuk bisa dekat dengan Tuhan.
  • Bila “jiwa” kita sakit, maka akan menjadi benteng antara kita dengan Allah.

Misalnya si A sedang membenci si B.

  • Apakah si A bisa menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran?
  • Terkadang memang bisa, tetapi penyembahannya hanyalah penyembahan jiwani dan bukan penyembahan rohani.

Matius 5 : 23

5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

Ibadah merupakan persentuhan antara roh manusia dengan Roh Tuhan.

  • Oleh sebab itu bila engkau beribadah, tetapi masih punya masalah dengan si A, B dan C, berarti jiwamu sedang sakit.
  • Bereskanlah jiwamu terlebih dahulu, barulah engkau bisa masuk kedalam Ruang Maha Kudus.

5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Saudara tidak bisa mengontak Allah jika saudara tidak berdamai terlebih dahulu dengan saudaramu sekalipun.

  • R(r)oh mu tidak akan bertemu dengan Roh Tuhan, jika jiwamu sakit.
  • Berapa banyak Gereja-Gereja yang beribadah dengan jiwani, sehingga tidak bisa mengontak Allah?
  • Mereka merasa sudah terhubung dengan Allah, padahal sama sekali tidak berhasil, karena jiwa mereka sedang sakit.

Oleh sebab itu, bila masih ada orang di kanan kirimu yang pernah menyakiti hatimu dan masih belum engkau selesaikan, tetap harus saudara rangkul dia.

  • Meskipun perasaanmu sakit, Tuhan abaikan karena Tuhan lebih mementing-kan keselamatan kita daripada pemulihan kedagingan kita.
  • Bila hanya sekedar sakit sembuh, masalah beres, itu mudah bagi Tuhan.
  • Tapi pemulihan dari manusia lama menjadi manusia baru, itulah yang sulit.

Karena Tuhan hanya ingin bagaimana caranya saudara “survive” melewati masalah saudara yang silih berganti.

5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Berdamailah terlebih dahulu dengan orang yang bermasalah denganmu, bereskan jiwamu yang sedang sakit terlebih dahulu.

Karena saudara tidak akan bisa mengalami kelepasan dan atau kemerdekaan selama jiwa saudara sedang sakit.

  • Didalam jiwa, ada emosi, ada rasa benci, juga ada rasa rindu.
  • Saat saudara merindukan Tuhan, prosesnya dimulai dari jiwa saudara.
  • Kalau saudara “tidak memiliki kerinduan” akan Tuhan, berarti jiwa saudara sudah rusak.
  • Jiwa yang sudah rusak hanya bisa diperbaiki dengan firman Tuhan.

Mazmur 19 : 8

19:8 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Taurat Tuhan itu sempurna dan menyegarkan jiwa, dengan demikian maka “jiwa yang sedang sakit” hanya bisa disembuhkan dengan firman Tuhan.

  • Saudara sedang marah dengan seseorang, lalu saudara membaca firman, dan firman Tuhan berkata, “Kasihilah sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri”.
  • Saudara harus bisa mengasihi orang lain seperti mengasihi dirimu sendiri.
  • Kalau saudara tidak mau celaka, maka saudara juga tidak mau orang lain celaka, termasuk orang yang menyakiti saudara.

Kalau saudara tidak mau luka sedikitpun di tubuh saudara, maka saudara juga tidak mau tubuh orang lain terluka.

  • Begitu kita menyadari hal itu, maka jiwa kita bisa sembuh.
  • Saat jiwa kita sudah sembuh, maka kita baru bisa mengontak Allah.
  • Saat jiwa kita sudah sembuh, maka roh manusianya kita dan Roh Tuhan baru bisa terhubung.
  • Jika roh manusia dan Roh Tuhan belum bisa terhubung, berarti jiwamu masih sakit.

Banyak orang salah mengerti ketika dia masuk dalam ibadah, roh dan jiwanya masih membaur.

  • Karenanya banyak orang Kristen tidak memiliki kerinduan kepada Allah dan mereka tidak peduli akan hal itu.
  • Ada juga yang menyadari bila dia tidak punya kerinduan akan Allah, tetapi dia tetap tidak peduli. Inilah jiwa yang sakit.

Jika saudara sedang mengalami kesulitan, misalnya sedang membutuhkan uang, pasti kerinduan saudara begitu berkobar untuk mengontak Allah. Kenapa?

  • Karena saudara punya kebutuhan materi, tetapi bukan karena kerinduan yang murni akan Tuhan.
  • Inilah yang menyebabkan doa saudara tidak terdengar sampai Sorga.

Tuhan mendengar doamu, tetapi ada waktunya engkau mendapatkan jawaban doa dan Tuhan sedang mengajarkanmu, bagaimana caranya memisahkan antara roh dan jiwa. Ingatlah! Roh dan jiwa hanya bisa dipisahkan dengan firman Tuhan.

Ibrani 4 : 12-13

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Firman Allah hidup, kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun.

  • Firman Allah menusuk sangat dalam, sampai roh dan jiwa bisa terpisah.
  • Firman Allah menusuk sangat dalam, sampai bisa memisahkan kehendak manusia dan kehendak Allah.
  • Firman Allah sanggup membedakan pertimbangan pikiran dan hati kita.

4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan.

Saudara bisa menipu orang di kanan kiri saudara, tetapi tidak bisa menipu Tuhan ketika saudara datang kepada-Nya dengan kebutuhan pribadi saudara dan bukan karena kerinduan saudara akan Tuhan.

  • Ketika engkau datang kepada Tuhan karena kebutuhan dan bukan karena kerinduan, latar-belakang itulah yang membuat doamu tidak bersuara atau tidak terdengar sampai ke Sorga.
  • Walaupun saudara berdoa tidak mengeluarkan suara, bila jiwamu beres, saudara akan terhubung dengan Tuhan.
  • Begitu sudah tersambung dengan Tuhan, saudara baru bisa mendengar suara Tuhan dan jawaban dari Tuhan, atau mendengar perintah Tuhan.
  • Begitu saudara mendengar perintah Tuhan atau kehendak Tuhan, disitulah yang disebut pelayanan para nabi Allah.

Banyak orang Kristen hari-hari ini “menjadi nabi-nabian” karena mereka mengaku punya penglihatan dari Tuhan dan dengar suara Tuhan, tetapi tidak berakar dari firman Tuhan.

  • Bagaimana caranya membedakan suara setan dengan suara jiwa atau suara daging saudara? Hanya dengan firman Tuhan yang bisa membedakannya.
  • Yang terutama saudara bangun adalah kerinduan akan Tuhan, karena kalau tidak membangun kerinduan akan Tuhan, berarti jiwamu sakit.
  • Sembuhkan jiwamu dengan firman Tuhan, dengan baca firman dan belajar firman sampai saudara menyadari Tuhan itu baik.

Bila saudara menyadari bahwa Tuhan itu baik, barulah saudara bisa bersentuhan dengan Tuhan sampai “roh saudara dan Roh Tuhan” terhubung maka saudara pun akan mengalami kelepasan dan kelegaan.

  • Banyak orang takut dengan virus Corona, kita tidak usah takut dengan virus Corona.
  • Kalau ketakutan dan membawa beban, kita tidak akan bisa datang ke Tuhan.
  • Karenanya kita harus melepaskan semua beban kita.

Oleh sebab itu kita harus serahkan semua beban kita, (dalam bahasa Yunani nya “Epilepto” = melempar beban), artinya saya tidak butuh beban ini, karena saya tahu beban ini bukan merupakan bagian saya.

  • Berapa banyak orang yang menganggap beban itu bagian dari dirinya?
  • Sampai setiap hari dia menyanyikan lagu “Tertindih beban berat”.
  • Inilah dasar pertumbuhan rohani, yaitu membedakan roh dan jiwa.
  • Jika saudara tidak bisa membedakan roh dan jiwa, sulit bagi saudara untuk bertumbuh.

Saya beri kesaksian :

Saya dipercayakan memegang keuangan Ministri Ichtus yang notabene sering tidak ada dana. Lalu Tuhan menyuruh saya mendirikan Gereja Chosen Generation yang keuangannya tidak jauh beda dengan ministry yang saya pegang.

  • Pada awal tahun baru yang lalu, saya harus membayar sewa Ichtus Ministry.
  • Jadinya saya memiliki beban yang cukup berat, karenanya beban tersebut harus saya lepaskan dengan datang kepada Tuhan.
  • Saya datang kepada Tuhan tanpa beban dan saat saya datang kepada Tuhan, saya hanya berkata, “Tuhan baik”.

Kalau saudara mau kebal terhadap masalah, saudara harus dihantam terus oleh masalah, barulah saudara bisa kebal.

  • Kalau saudara tidak pernah dihantam, saudara tidak pernah bisa kebal.
  • Ketika kita pertama kali naik kapal laut, melihat ada ombak yang tinggi pasti hati kita risau.
  • Tetapi orang yang sudah terbiasa naik kapal dan mengalami ombak yang tinggi, dia pasti akan tetap tenang karena mereka sudah kebal terhadap kondisi di kapal.

Yesus hanya berkata, “Dari dulu Aku yang selalu berbicara kepada orang-orang agar berbelas-kasihan, tetapi sekarang engkau yang berbicara kepada mereka”.

  • Dalam waktu 5 hari pembayaran sewa Ichtus selesai.
  • Kalau Tuhan sudah turun tangan pasti semua beres.
  • Permasalahannya, bagaimana mungkin Tuhan turun tangan kalau kita masih turun tangan, tidak angkat tangan?

Bagaimana Tuhan bisa turun tangan jika kita terus kuatir? Karenanya kita jangan takut dengan apapun, karena kita sudah sering mengalami masalah seperti ini.

  • Semakin sering kita mengalami, kita akan semakin bisa bersyukur dalam segala hal dan kita semakin berdiri teguh diatas batu karang.
  • Banyak orang yang mau kuat, yang mau diberkati tetapi syaratnya engkau harus melewati lembah kelam.

Belajarlah untuk melihat Tuhan dari beberapa sisi yang berbeda.

  • Lihatlah kebaikan Tuhan, agar saudara bisa bersyukur dalam segala hal.
  • Kalau saudara tidak pernah melihat kebaikan Tuhan, maka saudara tidak akan pernah bisa bersyukur dalam segala hal.

1 Samuel 13 : 6-12

13:6 Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit — sebab rakyat memang terdesak — maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;

Saul sedang dalam posisi terjepit.

13:7 malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.

Begitu mata kita melihat bahwa diri kita sudah terjepit, sudah tidak ada yang bisa diharapkan, disitulah Tuhan sedang menegur kita agar jangan memakai jiwa terus menerus, tetapi mulailah hidup dalam kehendak Tuhan.

  • Mulailah mengucap syukur dalam segala hal dan berkata Tuhan baik.
  • Begitu kita datang kepada Tuhan dan melihat kebaikan Tuhan, barulah roh manusia dan Roh Tuhan bisa terhubung.
  • Pada kondisi inilah jawaban doa terjadi.

13:8 Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.

Sudah tujuh hari berlalu, Samuel tidak datang dia baru datang pada hari kedelapan.

  • Pernahkah saudara mengalami harus membayar sesuatu yang sudah jatuh tempo dan akhirnya terlambat karena tidak adanya pertolongan?
  • Sebenarnya bukan karena Tuhan yang terlambat mengulurkan tangan-Nya, tetapi Tuhan sedang mendidik dan melatih kita.
  • Tuhan tidak pernah menutup jalan, Dia selalu membuka jalan. Masalahnya sebab Tuhan sedang mengajar kita untuk melalui jalan-Nya, bukan jalan kita.

Permasalahannya sudah sampai hari yang ke 7, kita masih melirik jalan kita sendiri dan bukan jalan Tuhan.

Karena hampir jatuh tempo, maka kita panic dan terus mempertanyakan Tuhan, “Tuhan mana, Tuhan mana?”, tetapi kita tidak pernah berkata, “Tuhan, terimakasih Tuhan, karena saya percaya, Engkau tidak pernah terlambat, karena Engkau baik”.

13:9 Sebab itu Saul berkata: “Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.” Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.

Maksud Saul baik mempersembahkan korban bakaran, karena dia melakukannya bagi Tuhan, tetapi tidak benar dimata Allah karena yang bisa mempersembahkan korban bakaran hanya imam.

  • Jadi apa yang menurut kita baik, belum tentu menurut Tuhan benar.
  • Tetapi apa yang menurut Tuhan benar, sudah pasti baik bagi kita.

13:10 Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.

13:11 Tetapi kata Samuel: “Apa yang telah kauperbuat?” Jawab Saul: “Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,

Saul merasa sendiri, padahal Tuhan berkata “Aku selalu bersamamu”, tetapi kita tidak pernah melihat penyertaan Tuhan dengan mata rohani kita.

  • Apabila kita dapat melihat masalah dengan mata jasmani kita, berarti kita memakai jiwa.
  • Kita mengontak Allah dengan roh kita, bukan dengan jiwa kita, karena jiwa kita adalah sebagai “motor penggerak roh” agar menghampiri Allah.

Kalau saudara sudah masuk Ruang Maha Kudus, saudara baru bisa mengontak Allah dan saudara akan mengalami kelegaan yang luar biasa.

  • Semua orang Filistin sudah siap menyerang Saul, tetapi apakah mereka benar-benar bergerak menyerang Saul?
  • Mungkin saudara berkata, “Tuhan, sakit ini mematikan. Tuhan balik bertanya kepada saudara “Apakah engkau mati karena sakit itu?”
  • Mungkin juga engkau berkata “Tuhan, masalahku berat”, tetapi Tuhan balik bertanya, “Apakah masalahmu benar-benar bisa membawamu kepada kematian?” “Apakah masalahmu bisa membuat engkau terpuruk?”

Yang membuat kita terpuruk adalah jiwa kita, engkau berkata, “Saya terpuruk”, akhirnya saudara benar-benar terpuruk karena perkataanmu sendiri.

13:12 maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran.”

Kata-kata “maka pikirku”, berarti pikirannya itu karena dia memakai jiwanya, karena pada dasarnya semua orang takut dengan yang namanya penderitaan.

Sebenarnya kita dirancang Tuhan bukan untuk menyelesaikan masalah, tetapi hanya untuk menghadapi masalah dan membuktikan bahwa bersama Tuhan kita cakap menanggung segala perkara.

  • Permasalahannya kita selalu memikirkan bagaimana caranya masalahku bisa beres.
  • Saudara tidak bisa menyelesaikan masalahmu seperti Tuhan menyelesaikan masalah kita semua.
  • saudara hanya bisa berserah kepada Tuhan dan Tuhan akan menyelesaikan masalahmu dengan cara Tuhan sendiri.

Jangan melihat apa yang ada sekarang, tetapi lihatlah apa yang Tuhan sediakan dalam hidupmu di kemudian hari.

  • Bila kita fokus melihat keadaan kita sekarang, maka kita akan dirundung penderitaan.
  • Karenanya kita harus melihat apa yang Tuhan rancangkan bagi kita yaitu masa depan yang penuh pengharapan dan masa depan yang indah bersama dengan Tuhan di kekekalan.

1 Samuel 15 : 3

15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”

TUHAN berbicara kepada Saul, Dia bukanlah TUHAN yang begitu kejam sehingga memerintahkan Saul menumpas orang Amalek.

  • Amalek merupakan lambang kedagingan.
  • Manusia daging tidak boleh disisakan sedikitpun, manusia daging harus ditumpas sampai habis.

15:4 Lalu Saul memanggil rakyat berkumpul dan memeriksa barisan mereka di Telaim: ada dua ratus ribu orang pasukan berjalan kaki dan sepuluh ribu orang Yehuda.

1 Samuel 15 : 9

15:9 Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.

Ada ketidak-taatan di dalam Saul karena jiwanya sedang sakit, sehingga si Agag diselamatkan oleh Saul.

  • Mengapa Yudas menjual Yesus? Karena jiwanya sakit.
  • Banyak orang Kristen yang materialistis hari ini, di otaknya hanya uang saja.

Akibatnya orang seperti ini tidak bisa mengontak Allah karena jiwanya sakit.

  • Banyak dari kita yang tidak bisa melepaskan diri dari dosa, karena tidak mengontak Allah dengan roh.
  • Banyak orang memakai jiwanya memikirkan bagaimana caranya supaya bisa melepaskan diri dari dosa.
  • Bukan dengan jiwa kita bisa terlepas dari dosa, tetapi kita harus mensyukuri kebaikan Tuhan.

15:10 Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:

15:11 “Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku.” Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.

15:12 Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: “Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal.”

Samuel mendapat pesan dari TUHAN, lalu dia bangun pagi-pagi untuk mengontak Allah, oleh sebab itu Samuel disebut nabi.

  • Sedangkan Saul, dia tidak mengontak Allah, jadi Saul bukan nabi, dia raja.
  • Saul tidak bisa mengontak Allah, oleh sebab itu dia memakai jiwanya.

Tuhan mau menjadikan kita semua nabi-Nya, oleh sebab itu kita harus memiliki kontak dan hubungan dengan Tuhan sampai kita mengerti apa kehendak Allah.

  • Tuhan ingin mengembalikan kita agar hidup di bawah kehendak Allah.
  • Gereja tidak boleh puas tinggal di Pelataran Kemah Suci, tetapi harus masuk ke Ruang Kudus dan Ruang Maha Kudus.
  • Gereja yang masih di Pelataran tidak akan “di angkat”, sebab masih Gereja daging, yang dipikirkan hanya pemasukan uang yang besar, donaturnya disanjung-sanjung terus tetapi menjadi seperti sapi perahan.

Gereja yang hidup di bawah kehendak Tuhan, saat ada yang salah tetap ditegur karena kebenaran Tuhan itu absolute, tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

  • Gereja harus kembali ke bawah kehendak Allah, bukan berdiam di Pelataran.
  • Tadi Tuhan ijinkan sound-system bermasalah untuk menguji diri kita, apakah masih bisa tetap menyembah tanpa music?
  • Kalau saudara membiasakan diri menyembah di rumah maka saudara akan membawa hadirat Tuhan ke Gereja, sehingga saat menyembah di Gereja, saudara panggil nama Yesus, saudara sudah langsung terhubung pada-Nya.

1 Timotius 4 : 7

4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

Kita harus melatih diri kita beribadah agar bisa membedakan roh dan jiwa.

  • Bila saudara telah tidak ada kemauan untuk mengontak Allah, engkau yang sebelumnya terbiasa mengontak Allah akan tahu jika jiwamu sedang sakit.
  • Jika kita menyadari jiwa kita sedang sakit, kita segera belajar firman Tuhan, dan lihat kebaikan Tuhan yang luar biasa kepada kita anak-anakNya.
  • Saat datang kepada Tuhan dalam doa, janganlah dengan motivasi untuk mendapatkan sesuatu, karena Dia akan memberikan yang terbaik bagimu.

Jika saudara datang ke Tuhan untuk mendapatkan sesuatu, berarti jiwa saudara masih sakit, inilah yang menyebabkan roh mu dan Roh Tuhan tidak tersambung.

  • Datanglah kepada Tuhan dengan kerinduan, dengan sukacita, dengan damai sejahtera dan lihatlah segala kebaikan Tuhan.
  • Seperti Salomo saat datang ke TUHAN tidak minta apa-apa, dia hanya minta hikmat, tetapi TUHAN berikan padanya melebihi dari yang dia pinta.

Mengapa begitu banyak yang berdoa tetapi tidak mendapatkan hasil doanya?

  • Karena mereka berdoa hanya dengan kebutuhannya dan meminta sesuatu kepada Tuhan, bukannya karena kerinduan akan Tuhan.
  • Mulai hari ini kembalilah hidup di bawah kehendak Allah.

Datanglah ke Tuhan dengan kerinduan akan Tuhan, maka saudara akan mendapat-kan apa yang saudara butuhkan.

  • Saudara akan mendapatkan apa yang tidak pernah engkau pikirkan.
  • Saudara akan mendapatkan apa yang tidak pernah timbul di hatimu.

2 Korintus 3 : 17

3:17 Sebab Tuhan adalah Roh ;   dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Dimana ada Roh (R huruf besar ) Allah, disitu ada kemerdekaan, artinya :

  • Kalau roh kita terhubung dengan Roh Allah, maka akan ada kemerdekaan.
  • Kalau roh kita belum terhubung dengan Roh Allah, maka kita tidak akan men-dapatkan apapun.

Bagaimana caranya “agar roh manusia (kita) dengan Roh Tuhan” bisa terhubung?

  • Lihatlah selalu kebaikan Tuhan.
  • Sadari jika tidak ada kebaikan Tuhan, engkau tidak bisa diselamatkan.
  • Tapi begitu saudara melihat kebaikan Tuhan, saudara akan menyadari dirimu yang awalnya tidak berharga, menjadi berharga karena Tuhan.

Dengan demikian, bila kita selalu menyadari kebaikan Tuhan dalam hidup kita, kita akan jijik untuk melakukan dosa.

Bila kita sampai ke tingkat ini, maka kita akan mengalami pertumbuhan rohani yang sangat pesat dan akan mendapatkan pesan-pesan dalam hadirat Allah.

Dalam Keluaran 25 dikatakan “Ketika engkau berhadapan dengan Aku, muka dengan muka dalam Tabut Perjanjian, maka Aku akan melampiaskan semua isi hati-Ku kepadamu”

  • Ketika rohmu bersentuhan dengan Roh Allah, maka saudara akan men-dapatkan pesan dari Tuhan, disitulah saudara akan mengalami kelegaan, kelepasan dan kemerdekaan.
  • Karenanya saat saudara datang kepada Tuhan, lepaskan dahulu bebanmu.
  • Apapun masalah saudara tersenyum saja dan percayalah Tuhan tidak pernah terlambat menolong saudara.

Ingat kisah Elisa yang mendapatkan pesan Tuhan akan turun hujan.

  • Begitu dia melihat awan sebesar telapak tangan, dia langsung berkata “akan turun hujan”, sampai akhirnya benar-benar turun hujan
  • Saudara harus percaya dengan janji Tuhan, saudara jangan ragu bahwa Tuhan menyertai kita dengan sempurna.

Tapi permasalahannya, apakah saudara mau diatur, dibentuk, dididik oleh Tuhan?

Jika roh manusia dengan Roh Allah belum bersentuhan maka tidak akan ada kelepasan.

Central dari suatu ibadah adalah menyatunya roh manusia dengan Roh Allah, sound system dan music hanyalah motor penggeraknya, tetapi roh manusia dan Roh Allah harus terhubung.

  • Jika roh manusia dan Roh Allah tidak terhubung, ibadahmu menjadi ibadah yang jiwani yang tidak akan bisa berubah sampai kapanpun.
  • Jika ibadahmu hanya ibadah jiwani, meskipun engkau sudah duduk di Gereja selama 20 tahun, engkau tetap menjadi manusia lama.

Tetapi kalau engkau beribadah dengan terus mengontak Allah, sehingga rohmu tersambung dengan Roh Allah, maka bila engkau duduk seminggu saja di Gereja, engkau akan bisa langsung berubah.

Setiap hari Minggu engkau akan mengalami perubahan demi perubahan dalam kehidupanmu.

Pembahasan “Dimanakah Para Nabi Allah hari ini” sudah selesai pada Bagian ke-4 ini. Haleluya.

Amen. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Warta 15 Maret 2020 PERISAI FIRMAN

BULETIN NO. 259 TAHUN KE-4

PERISAI FIRMAN

Firman Tuhan pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku ( Mazmur 119:105), jika kita tidak berjalan didalam Firman-Nya maka kita dapat tersesat menuju kebinasaan. Banyak orang mengaku pengikut Kristus tetapi malas untuk membaca Firman , ada juga yang membaca tetapi tidak menjadi pelaku, ini semua tidak menjadikan Firman sebagai perisai didalam hidupnya dan berjalan diluar kehendak Tuhan.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan kita hidup didunia ini sebagai pengembara dimana Tuhan menjanjikan suatu tempat di sorga bagi kita yaitu tempat kediaman yang kekal, tempat yang tidak dibuat oleh tangan manusia (2 korintus 5:1). Syarat untuk mencapai kediaman yang kekal disorga kita harus hidup dalam Firman karena Firman yang dapat menghantar kita menuju sorga yang dijanjikan. Firman membuat kita tidak berjalan dalam kegelapan. Firman membuat kita memahami isi hati Allah, karena Firman sesungguhnya berisi isi hati Allah.

Selain itu Tuhan juga berkata untuk merenungkan Firman siang dan malam (Yoshua 1:8), apa tujuannya? Saudaraku hidup ini dipenuhi dengan peperangan dimana iblis begitu bersemangat untuk menarik kita begitupun Tuhan. Semua kembali kediri kita, apa hendak ikut Tuhan atau ikut kegelapan? Bagi kita yang sudah mengenal Allah, pasti punya kerinduan untuk mengikut Allah, tapi sayangnya seringkali kita kalah. Jika demikian, apa yang dibutuhkan dalam suatu peperangan? Tidak lain adalah strategi dalam berperang yaitu tuntutnan Roh kudus yang tertera juga dalam firmanNya dan juga perisai agar panah sijahat tidak melukai kita. Perisai Firman membuat kita dimerdekakan dari berbagai intimidasi, ketakutan akan masa depan, sakit penyakit dan juga dusta. Firman menjadi tameng kita berjalan dalam dunia yang dipenuhi oleh kegelapan ini.

Banyak orang kalah dalam peperangan mereka diliputi ketakutan, kuatir, stress, depresi, sakit penyakit, amarah, benci, ego dan lain sebagainya karena tidak memiliki Firman sebagai pelindung dari panah-panah iblis yang mengintimidasi hidup seseorang. Jika pikiran kita dipenuhi oleh Firman, iblis tidak dapat mengalahkan kita karena Firman menjadi benteng untuk menangkis setiap panah-panah iblis yang coba mengintimidasi kita.

Jika kita mau disebut anak-anak Allah kita harus berbuat kebenaran, tetapi jika kita tidak berbuat kebenaran maka kita disebut anak-anak iblis (1 yohanes 3:10). Untuk itu kita harus memperlengkapi hidup kita dengan kebenaran Firman Tuhan agar kita tidak dapat di serang oleh kegelapan yang dapat membawa kita pada kebinasaan. Hanya Firman Tuhan yang dapat menerangi jalan hidup kita agar kita tidak tersesat dan menang atas kegelapan.

DIMANAKAH PARA NABI HARI INI III ? – 01 MARET 2020

Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat : separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, (Matius 23 : 34)

DIMANAKAH PARA

N A B I  HARI INI?

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH MINGGU, 01 MRT 2020

=========

BAGIAN-3

SHALOM !

Hari ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang “Dimanakah Para Nabi Hari Ini?”, pada Bagian yang ke-3.

Bagi jemaat yang dua minggu lalu tidak datang, bisa lihat khotbah saya dalam bentuk video di YouTube atau membacanya dalam bentuk tulisan di Blog Chosen Generation tentang pentingnya pelayanan kenabian tetapi hilang dari Gereja.

Banyak orang Kristen mencurigai Pelayanan Kenabian karena mereka lebih ter-fokus kepada pengetahuan theologia. Akhirnya Pelayanan Kenabian digantikan dengan Pelayanan Pengetahuan (Theologia). Akibatnya Pelayanan Kenabian jadi terabaikan dalam Gereja-Gereja.

Banyak potensi yang ada di Gereja yang sebenarnya bisa diexplore sedemikian rupa sehingga bisa membuat Gereja-Gereja di Indonesia ini bertumbuh. Dari ruangan ibadah ini saja, sebenarnya saya sering mendapatkan banyak pesan Tuhan melalui anggota jemaat disini.

Selanjutnya, saya ulangi kembali, bahwa Alkitab dalam bahasa Ibrani yang disebut “TANAKH”, adalah merupakan singkatan dari 3 unsur dengan urutan, yaitu :

1. TORAH = berbicara tentang ahli Taurat.

2. NEVI IM = berbicara tentang pelayanan ke Nabian.

3. KETUVIM = berbicara tentang orang-orang Bijaksana.

Tetapi di dalam Matius 23 : 34, Yesus merobah urutan susunannya menjadi :

1. Nabi-nabi.

2. Orang-orang Bijaksana.

3. Ahli-ahli Taurat.

Pelayanan ke-Nabian sangat penting, oleh sebab itu Yesus menempatkannya pada urutan pertama. Tetapi ironisnya, bila saudara masuk dalam Pelayanan Kenabian, maka pelayanan saudara akan bertentangan dengan Pelayanan Ilmu Pengetahuan di banyak Gereja hari-hari ini.Akibatnya, Pelayanan Kenabian menjadi kerdil dan atau dikerdilkan, sehingga tidak ada tempat sama sekali untuk bertumbuh.

Kalau pelayanan kenabian dikerdilkan, maka jemaatnyapun akan menjadi ikut di-kerdilkan, misalnya ada yang menyampaikan pesan Tuhan, tetapi saya langsung mematahkan perkataannya, karena saya anggap tidak sesuai dengan teologia.

  • Hal seperti inilah yang menjadikan pelayanan kenabian terabaikan.
  • Tuhan ingin mengembalikan pelayanan kenabian menjadi pelayanan yang utama karena pelayanan kenabian penting untuk membangun Gereja.
  • Hari-hari ini, Tuhan ingin menyampaikan pesan kepada jemaat-Nya melalui pelayanan kenabian, tetapi bagaimana mungkin hal itu terjadi jika pelayanan kenabian di kerdilkan oleh pengetahuan teologia?

Pertanyaannya, “Apakah semua pengkhotbah harus seorang Nabi? Seharusnya, semua pengkhotbah (pembicara) harus dilengkapi dengan pelayanan kenabian.

  • Tetapi apakah semua nabi harus berkhotbah? Tidak harus.
  • Kalau pengkhotbah atau pembicara tidak diperlengkapi dengan pelayanan kenabian, maka Gereja tersebut akan menjadi Gereja pengetahuan, yang “hanya mengajarkan teori bagaimana caranya mencari Tuhan”.
  • Banyak sekali Gereja yang tidak mengajarkan bagaimana caranya jemaat intim dengan Tuhan.

Ciri-ciri seorang nabi Allah :

  1. Dipenuhi Oleh Roh Kudus Dan Berjalan Dalam Roh.
  2. Membangun Hubungan dengan Tuhan.
  3. Menentang Dosa Dan Berjalan Dalam Kebenaran.
  4. Fokus Pada Kekudusan Sebagai Penyampai Pesan Tuhan.

Jika seorang nabi tidak fokus pada kekudusan dan tidak pernah menentang dosa, maka pelayanan kenabiannya di ragukan kebenarannya.

5. Seorang Nabi Harus Memiliki Kasih.

Kalau seorang nabi tidak mempunyai kasih, itu termasuk nabi palsu.

Seorang nabi harus memiliki kasih dari Allah, karena setiap orang yang berhubungan dengan Allah akan ter-impartasi dengan sifat dan karakter Allah yang adalah KASIH.

PENYEBAB PELAYANAN KENABIAN HILANG DARI GEREJA

  1. Karena Adanya Polarisasi Di Dalam Gereja

Dengan bergabungnya orang percaya duniawi masuk ke dalam Gereja, tetapi tidak diajarkan masuk dalam keintiman bersama Tuhan, akhirnya keduniawianlah yang dominant dalam Gereja sehingga Gereja menjadi duniawi.

  • Inilah sedikit “ragi di dalam adonan” yang mengkhamirkan seluruh adonan.
  • Hari-hari ini banyak Gereja yang sudah beradaptasi dengan dunia, sampai tidak ada bedanya dengan panggung hiburan modern.

Sampai ada hamba Tuhan yang berkata “Di Gereja saya, yang namanya music, sound system, lighting dan kenyamanan jemaat adalah yang nomor satu”.

  • Apakah hal ini salah? Tidak salah.
  • Tetapi mengapa jadi salah?
  • Karena tujuannya ke arah “performa” (unjuk diri) atau unjuk kehebatan dan “entertain”.
  • Kata enter (masuk) dan tain (noda), jadi entertain artinya noda masuk ke dalam Gereja.
  • Akibatnya Gereja mulai tercemar dengan noda duniawi, sehingga Gereja ini menjadi Gereja duniawi dan pelayanan kenabian pun menghilang, karena adanya polarisasi di dalam Gereja seperti ini.

Galatia 5 : 7 – 9

5:7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

Banyak Gereja yang tidak focus pada firman lagi, tetapi sudah focus pada entertain yang di sukai jemaat dan hal inilah yang menyebabkan banyak jemaat mencari Gereja yang bisa menghibur dirinya, memuaskan jiwanya.

  • Akibatnya jemaat justru digiring oleh Gereja menjadi orang Kristen jiwani, bukan Kristen yang rohani.
  • Agar kita tidak sampai terbuai oleh hal-hal yang bersifat jiwani saja, maka kita harus bisa membedakan “yang mana jiwa” dan “yang mana roh”.

5:8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.

Ajakan “untuk tidak menuruti Firman-Nya” tidak datang dari Tuhan, yang sudah memanggil saudara untuk menuruti firman-Nya, tetapi karena adanya polarisasi dalam Gereja, akhirnya kekudusan dan kecintaan akan Tuhan mulai bergeser kearah duniawi.

  • Kondisi ini menyebabkan Gereja-Gereja menjadi berlomba untuk menambah jumlah anggota jemaat bukan dengan kebenaran firman, tetapi dengan cara kesenangan duniawi yang dibawa masuk ke dalam Gereja.
  • Orang yang biasa dengan dunia malam, baginya tidak merasa asing kalau di dalam “Gereja sudah serupa dengan dunia malam”.

Banyak Gereja menyampaikan firman yang bukan seperti pedang yang tajam, yang dapat menusuk jiwa dan yang mengubah orang, tetapi firman yang disampaikan hanyalah firman yang diselipkan dengan unsur lucu dan yang membuai serta yang berbicara tentang mujizat-mujizat saja.

  • Seharusnya Gereja menyampaikan kebenaran firman agar orang-orang yang mendengarnya berubah menjadi “segambar dan serupa dengan Tuhan”.
  • Inilah yang dimaksud polarisasi dan sungguh-sungguh terjadi hari-hari ini.

Apakah bedanya Gereja Tuhan dengan dunia?

  • Orang-orang selama di Gereja sepertinya rohani, tetapi begitu keluar Gereja jadi “malaikat jahat” yang saling menyakiti satu dengan yang lain, karena firman tidak menusuk jiwa mereka dan tidak mengubah mereka.
  • Selama di Gereja, seharusnya orang-orang dibentuk, diolah dan diproses, lalu setelah saudara keluar Gereja saudara menjadi manusia yang berbeda dan menjadi bekal saudara satu minggu ke depan.

Inilah kerinduan hati Tuhan, agar saudara berubah “step by step” menjadi pribadi yang berbeda dan yang menyenangkan hati Tuhan.

5:9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

Sedikit “ragi” saja masuk kedalam Gereja, sudah dapat mencemarkan seluruh isi Gereja atau seluruh anggota jemaat Gereja.

  • Banyak pimpinan Gereja merindukan Gereja mereka maju dengan memakai cara dunia yaitu dengan menggunakan lighting yang semarak, ruangan ibadah dingin, tempat duduk nyaman, music bagus dengan lagu-lagu rock dan rap, serta sound system yang bagus.
  • Dalam kondisi ini jemaat dimanjakan dengan segala sesuatu “yang bersifat jiwani”, bukannya rohani.

2 Korintus 4 : 4

4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Orang-orang percaya yang berkata “percaya” tetapi hanya di mulutnya saja, dan hidupnya seperti orang yang tidak percaya, karena pikirannya sudah dibutakan oleh ilah zaman.

  • Yang dimaksud dengan “Ilah zaman”, adalah materialistis, individualistis, egoistis dan hedonisme (kenyamanan).
  • Banyak yang ingin ikut Tuhan karena mau nyaman (Hedonisme).
  • Banyak yang ingin ikut Tuhan karena mau kaya (Materialistis).

Saudara pergi ke restaurant dan melihat satu keluarga duduk di sekeliling meja restaurant.

  • Apakah yang mereka lakukan? Apakah mereka saling sharing?  
  • Tidak, tetapi mereka sibuk dengan gadget mereka masing-masing.
  • Bapak punya Hp sendiri, ibu punya Hp sendiri, anak juga punya Hp sendiri, duduknya sama-sama satu meja, tetapi ngobrol dengan teman di Hp masing-masing.
  • Hal seperti ini menunjukkan kehidupan individualistis dan kehidupan seperti inilah yang masuk ke dalam gereja dan menjadikan Gereja mulai duniawi.

Banyak Gereja hanya memikirkan bagaimana caranya supaya Gereja mereka bisa menarik banyak jemaat, sehingga banyak uang mengalir masuk Gereja.

  • Mereka menarik jiwa-jiwa dengan tata panggung yang bagus, sound system yang canggih dan tata cahaya yang gemerlap seperti di diskotik.
  • Banyak Gereja hanya memikirkan semua yang bersifat duniawi saja.
  • Seharusnya Gereja memikirkan bagaimana caranya agar jemaatnya diubah oleh firman Tuhan dan tidak membawa “ilah jaman” masuk ke dalam Gereja, supaya tidak ada polarisasi di dalam Gereja.

Gereja-Gereja di akhir zaman ini yang sudah menjadi Gereja duniawi, berbahaya sekali bagi jemaatnya, karena kebenaran telah bergeser kearah kegelapan.

  • Saya pernah berada di suatu Gereja, yang begitu masuk kedalam pujian dan penyembahan, saya terkejut karena panggung sudah dipenuhi oleh awan, yang ternyata hanyalah asap yang di tiup dari peralatan di panggung.
  • Apakah dengan adanya efek asap di panggung Gereja bisa menyenangkan hati Tuhan?  Jawabannya, “sama sekali tidak menyenangkan hati Tuhan”, karena hanya menyenangkan kedagingan manusia saja.

Inilah bukti bahwa ternyata begitu banyak manusia tidak mencari firman yang bisa mengubah mereka, tetapi lebih mencari firman yang menghibur hati mereka.

  • Inilah yang menyebabkan polarisasi di dalam Gereja.
  • Karenanya, Gereja harus kembali kepada pemurnian.

2 Timotius 3 : 5

3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Secara lahiriah mereka memang benar mereka beribadah dan setiap hari Minggu Gereja penuh, tetapi pada hakekatnya mereka tidak mengandalkan Tuhan dan tidak berharap lagi kepada Tuhan.

  • Mereka berharap dan hanya mengandalkan pada tata panggung, tata cahaya dan entertain sewaktu ibadah.
  • Tidak masalah khotbah ini direkam dan masuk buku khotbah, agar semua yang mendengar dan yang membacanya, terutama para hamba Tuhan bisa berubah.

Gereja harus berubah dan kita semua juga harus berubah, jangan menjadikan Gereja sebagai tempat entertain, karena entertain dalam Gereja sangat berbahaya bagi keselamatan kekal jemaat.

  • Pelayanan Kenabian juga hilang di dalam Gereja karena adanya polarisasi di dalam Gereja, keduniawian sedang masuk ke dalam Gereja.
  • Setelah keduniawian masuk ke dalam Gereja, maka yang menjadi korban adalah “keintiman kita dengan Tuhan akan hilang”, karena tidak adanya kerinduan akan Tuhan lagi.

2. Karena Hilangnya Keintiman Dengan Tuhan

Sebagai contoh dalam Alkitab tentang polarisasi masuk ke dalam Gereja, dapat kita lihat pada jemaat Laodikia. Kata “Laodikia”, artinya keputusan orang beriman, dan “Keputusan Jemaat Laodikia”, yaitu mereka mengambil keputusan ikut dunia.

Wahyu 3 : 15-18

3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!

Akibat polarisasi masuk ke dalam Gereja, menyebabkan jemaat Gereja tersebut “tidak dingin dan tidak panas”.

  • Di Israel ada mata air yang dingin dan mata air yang panas dan keduanya punya manfaat positif.
  • Tetapi jemaat di Laodikia “tidak dingin dan tidak panas”, akibatnya mereka tidak bermanfaat bagi Tuhan.
  • Kalau kamu panas, seharusnya tetap panas saja atau kalau kamu dingin, seharusnya dingin saja dan itu baik, sebab kamu masih bisa bermanfaat kalau tetap dingin atau tetap panas.

3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Jika engkau “tidak panas dan tidak dingin”, kondisi itu namanya menjadi suam-suam kuku atau tidak berapi-api lagi, sehingga menjadi orang-orang yang munafik.

  • Tuhan Yesus berkata, “Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku”, artinya engkau tidak sesuai dengan firman Tuhan dan oleh sebab itu Tuhan memuntahkan engkau, Tuhan tidak mengenal engkau.
  • Yang dimaksudkan dengan kata “mulut-Ku”, artinya adalah firman Tuhan.

Firman ini sama dengan firman yang berkata “aku telah bernubuat demi nama-Mu, aku telah mengusir setan demi nama-Mu, aku telah menumpangkan tangan pada orang sakit dan orang itu sembuh”.

  • Tetapi Tuhan berkata kepadanya, “Pergi kamu, Aku tidak mengenalmu”.
  • Kata-kata “Aku tidak mengenalmu” sama saja artinya dengan kata-kata “Aku memuntahkan engkau dari mulut-Ku”.

Dampak dari polarisasi dalam Gereja adalah jemaatnya kehilangan keintiman dan kerinduan akan Tuhan.

3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Kata-kata “Aku kaya”, membuktikan Gereja sudah dimasuki hal-hal yang duniawi”.

Gerejaku adalah Gereja yang kaya, Gerejaku adalah Gereja yang banyak uangnya, karena jemaatnya banyak sekali.

  • Aku telah memperkaya diriku sendiri, supaya aku hari demi hari semakin kaya dan aku semakin hebat.
  • Aku tidak kekurangan apapun, artinya secara duniawi aku berkecukupan bahkan berlimpah ruah.
  • Aku mau sewa Gedung semahal apapun aku bisa.
  • Aku mau membeli apapun di dunia ini aku bisa.

Tetapi dimata Tuhan, orang yang memperkaya diri, dialah orang yang paling miskin, dia adalah orang yang buta dan melarat.

  • Cara pandang Tuhan dan cara pandang manusia itu berbeda.
  • Cara pandang Tuhan terhadap si X, dibandingkan dengan cara pandang saya terhadap si X, pasti jauh berbeda.
  • Oleh sebab itu, kita harus mengikuti cara pandang Tuhan dengan kembali kepada kehendak Allah.

Masalahnya, bagaimana mungkin Gereja bisa kembali kepada kehendak Allah, jika Gereja tidak memiliki keintiman dengan Allah?

3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

Kalimat “Supaya engkau membeli daripada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api”, artinya kembali kepada firman yang murni.

  • Untuk kembali pada firman yang murni, engkau harus membayar harga.
  • Agar engkau menjadi kaya menurut pandangan Tuhan bukan kaya menurut cara pandang dunia.
  • Supaya engkau tidak telanjang, seharusnya engkau memakai pakaian putih agar menjadi benar dan kudus.

Orang yang telanjang itu memalukan, artinya dia adalah orang yang penuh dengan noda dosa, dia adalah orang yang telanjang di hadapan Tuhan.

  • Engkau harus membayar harga demi mendapatkan kekudusan dan tidak telanjang lagi.
  • Engkau harus melumas matamu, engkau harus mengurapi matamu dengan minyak karena “matamu masih duniawi”.
  • Misalnya engkau buka aplikasi “toko online”, maka segala hal yang dilihat matamu semuanya engkau mau beli. Inilah contoh “mata duniawi” itu.
  • Segera urapi matamu yang duniawi itu, agar tidak lapar mata lagi.

3. Karena Bergesernya Kebenaran

Kebenaran yang seharusnya berdiri teguh, mulai bergeser kekiri dan kekanan, disebabkan oleh mulai masuknya “polarisasi di dalam Gereja”.

1 Raja-raja 14 : 22 – 27

14:22 Tetapi orang Yehuda melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka menimbulkan cemburu-Nya dengan dosa yang diperbuat mereka, lebih dari pada segala yang dilakukan nenek moyang mereka.

Yehuda melambangkan Gereja, tetapi melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, karena dosa mulai masuk di Gereja dan polarisasi juga mulai masuk di Gereja.

14:23 Sebab mereka pun juga mendirikan tempat-tempat pengorbanan dan tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun.

Mereka mendirikan tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala di tempat tinggi dan dibawah pohon rimbun.

Tanpa disadari banyak Gereja yang mendirikan tugu-tugu berhala atau tiang-tiang berhala.

  • Jika saudara menjadikan diri saudara “central” di dalam Gereja, itu termasuk berhala.
  • Jika saudara “maunya dilayani dan bukan melayani”, itu sudah termasuk memberhalakan diri sendiri.
  • Seorang yang berdiri di mimbar, harus memberi contoh, memberi teladan bagi yang lain.
  • Kita semua yang melayani berarti kita menjadi hamba, mencuci kaki sesama kita, merendahkan diri dan menjadi teladan bagi sesama.

Karenanya, kita semua harus menjadi teladan dimanapun kita ditempatkan.

14:24 Bahkan ada pelacuran bakti di negeri itu. Mereka berlaku sesuai dengan segala perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari orang Israel.

“Pelacuran bakti” berbicara tentang dosa seksual yang banyak masuk ke dalam Gereja.

14:25 Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem.

Tuhan ijinkan, melalui dosa-dosa tersebut raja Sisak maju menyerang Yerusalem.

14:26 Ia merampas barang-barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan rumah raja; semuanya dirampasnya. Ia merampas juga segala perisai emas yang dibuat Salomo.

Dosa sudah masuk ke dalam Gereja sehingga semua kebenarannya dirampas.

Dengan menghilangnya kebenaran dari Gereja, maka akhirnya  :

  • Semua Kebenaran diganti dengan Pengetahuan.
  • Semua “Perlindungan dari Tuhan” diganti dengan “perlindungan yang dari dunia”.
  • Semua “yang benar” dirampas dan diganti dengan “semua yang duniawi”.

14:27 Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja.

Barang yang dirampas berasal dari emas, lalu diganti dengan tembaga, artinya :

  • Semua “kebenaran” diganti dengan “kebenaran semu”, semua kebenaran diganti dengan keduniawian.
  • Gereja yang sudah kehilangan kebenaran, akhirnya mengajarkan kebenaran yang semu.
  • Gereja yang sudah kehilangan kebenarannya akan menghibur jemaatnya dengan khotbah tentang mujizat saja dan khotbah yang lucu-lucu dan saudara tidak akan pernah bisa berubah.
  • Iman yang benar, sudah diganti dengan iman yang salah.

Kebenaran yang hakiki sudah bergeser begitu jauh dan diganti dengan kebenaran yang palsu.

2 Tawarikh 29 : 3-6

29:3 Pada tahun pertama pemerintahannya, dalam bulan yang pertama, ia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya.

Di awal pemerintahannya, Hizkia membuka pintu-pintu Rumah TUHAN dan dia adalah merupakan reformator muda.

  • Dia diangkat menjadi raja Israel pada usia 25 tahun.
  • Bapaknya Hizkia adalah Ahas, orang yang jahat, dan bunya Hizkia adalah Abia, seorang perempuan yang jahat juga.
  • Bapak dan ibunya jahat semua, tetapi anaknya yang bernama Hizkia dipakai Tuhan.

Begitu Hizkia diangkat menjadi raja, dia langsung membuat reformasi di dalam dunia pelayanan.

  • Yang dilakukan Hizkia yaitu memperbaiki pintunya (kebenarannya) terlebih dahulu.
  • Jika kebenarannya sudah diperbaiki barulah imam-imam yang melayani bisa diperbaiki.

29:4 Ia mendatangkan para imam dan orang-orang Lewi, dan mengumpulkan mereka di halaman sebelah timur.

Hizkia mengumpulkan para imam dan orang-orang Lewi dihalaman sebelah Timur Rumah TUHAN, artinya pujian dan penyembahan bagi TUHAN dipulihkan kembali.

29:5 Katanya kepada mereka: “Dengarlah, hai orang-orang Lewi! Sekarang kuduskanlah dirimu dan kuduskanlah rumah TUHAN, Allah nenek moyangmu! Keluarkanlah kecemaran dari tempat kudus!

Kekudusan rumah Tuhan dipulihkan oleh Hizkia, artinya bagi kita hari ini “semua kecemaran, semua kejahatan di Gereja ini harus dikeluarkan”.

  • Bukan “orangnya” yang dikeluarkan, tetapi semua “kejahatannya”.
  • Sadarilah bahwa “ada banyak kejahatan di dalam diri kita”, yang harus di-keluarkan dari dalam diri kita.

29:6 Karena nenek moyang kita telah berubah setia. Mereka melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allah kita, telah meninggalkan-Nya, mereka telah memalingkan muka dari kediaman TUHAN dan membelakangi-Nya.

Banyak yang tidak peduli lagi dengan kebenaran, bahkan tidak peduli lagi dengan Tuhan, karena yang mereka pedulikan hanyalah diri mereka sendiri.

2 Tawarikh 29 : 8

29:8 sehingga murka TUHAN menimpa Yehuda dan Yerusalem. Ia membuat mereka menjadi kengerian, kedahsyatan dan sasaran suitan seperti yang kamu lihat dengan matamu sendiri.

Karena banyak yang kesetiaannya berubah, akhirnya menimbulkan murka Tuhan, karenanya kita harus memperbaiki kebenaran yang ada di dalam diri kita.

KEJATUHAN MANUSIA

TAHAP PERTAMA : “Manusia Hidup Dibawah Kehendak Allah”.

Pada mulanya ketika untuk pertama kalinya manusia diciptakan, manusia hidup di bawah “Kehendak Allah”.

Kejadian 2 : 16

2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

Ketika saudara bergaul intim dengan Allah maka saudarapun akan mendapatkan Kehendak Allah.

  • Inilah yang harus dimiliki dan dilakukan oleh Gereja pada hari-hari ini, yaitu pelayanan kenabian, untuk mencari kehendak Allah.
  • Begitu kita sudah mendapatkan Kehendak Allah, maka kita harus berjalan sesuai dengan Kehendak Allah.

TAHAP KEDUA : “Manusia Hidup Dibawah Kehendak Hati Nurani”.

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, manusia mulai hidup di bawah Kehendak Hati Nurani mereka sendiri. Hati Nurani itu baik, tetapi belum tentu benar.

Setelah Adam dan Hawa, serta Kain jatuh ke dalam dosa, mereka tetap beribadah tetapi bukan dengan “roh mereka”, melainkan dengan “hati nurani” mereka.

  • Berapa banyak orang Kristen datang ke gereja hari-hari ini, bukan karena dorongan “roh mereka”, tetapi karena dorongan “hati nurani” mereka.
  • Hati nurani adalah prinsip moral tentang baik-buruk dan benar-salah.
  • Orang yang berbuat dosa, sering dikatakan tidak punya hati nurani.

Hati nurani itu baik karena dari Allah, tetapi tidak sempurna. Tuhan menginginkan kita mengerjakan yang sempurna, yaitu melakukan Kehendak Allah.

  • Banyak orang berdosa, tetapi tetap menjalankan ibadah, inilah yang disebut “Kristen Hati Nurani”.
  • Yang Tuhan inginkan, adalah agar Pelayanan Kenabian harus kembali ke-dalam Gereja agar jemaatnya dapat melakukan kehendak Allah.
  • Karenanya, saudara harus mengerti apa keinginan Tuhan kepada diri kita masing-masing, Tuhan mau berbicara apa pada saudara, saudara juga mau mengerti isi hati Tuhan.
  • Jadi kita harus kembali pada kehendak Allah dan mengerti perasaan Allah.

Jika saudara tidak bisa memisahkan roh dengan jiwa saudara, maka saudara tidak akan mengalami pertumbuhan rohani.

  • Orang yang hidup dalam Hati Nurani, adalah orang yang bermoral, adil dan jujur, tetapi mereka tidak mengerti perasaan Allah.
  • Orang yang hidup dalam Hati Nurani, adalah orang yang ber-agama, tetapi bukan orang yang benar dimata Tuhan.

Semua agama dimuka bumi ini menginginkan pengikutnya menjadi orang baik, tetapi hanya Yesus Kristus yang bisa membawa saudara kepada kebenaran dan kesempurnaan.

  • Kekristenan bukan menjadikan saudara orang yang baik saja, tetapi harus menjadikan saudara sempurna.
  • Jika kekristenan hanya menjadikan saudara orang yang baik, maka saudara sebenarnya masih hidup dibawah Kehendak Hati Nurani yang tidak mengerti Kehendak Allah.
  • Dan orang Kristen yang hidup di bawah Kehendak Hati Nurani nya, tidak akan pernah mendapatkan visi dan atau instruksi langsung dari Allah.

Itulah sebabnya Musa sampai berkata : “Andaikata semua umat TUHAN ini adalah nabi Allah”. Andaikata kita semua nabi Allah, maka ibadah dan pelayanan kita akan menjadi berkat bagi orang lain dan akan menyenangkan hati Tuhan.

TAHAP KETIGA : “Manusia Hidup Dibawah Kehendak Iblis”.

Jika saudara terus-menerus hidup di bawah Kehendak Hati Nurani, berarti saudara punya “peluang” yang cukup besar untuk “turun ke satu tingkat terbawah”, yaitu menjadi Hidup dibawah Kehendak Iblis.

Yohanes 8 : 44

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Jikalau saudara membiarkan diri saudara hidup dibawah kendali Kehendak Hati Nurani saudara sendiri, maka kemungkinan besar saudara akan turun ke tingkat Hidup dibawah Kehendak Iblis.

  • Akhirnya iblis lah yang menjadi bapak saudara karena melakukan pekerjaan-pekerjaan yang jahat.
  • Awalnya manusia di Taman Eden hidup di bawah kehendak Allah.
  • Ketika manusia jatuh dalam dosa, maka manusiapun Hidup dibawah kendali Hati Nurani.

Jika “Hati Nurani manusia” tidak dibawa kepada Kehendak Allah, maka “manusia akan Hidup di bawah Kendali Iblis”.

Contohnya : peristiwa Nuh.

Kejadian 6 : 1

6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,

6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

6:3 Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”

Roh Allah pergi meninggalkan manusia yang jatuh dalam dosa.

Begitu Roh Allah pergi, manusia hidup dibawah kendali iblis karena hati nuraninya sudah tidak ada kepekaan lagi.

  • Mereka sudah tidak peduli lagi terhadap apa yang baik atau buruk dan apa yang benar atau salah.
  • Yang mereka tahu hanyalah melakukan kehendak diri sendiri atau kehendak hati mereka sendiri, sehingga mau melakukan apapun mereka anggap biasa-biasa saja, atau suka-suka diri sendiri.

Kejadian 6 : 5-7

6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

6:7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”

Sampai akhirnya manusia melakukan semua yang jahat dan TUHAN menyesal telah menciptakan manusia-manusia itu, sehingga manusia jahat diseluruh bumi akan TUHAN musnahkan semuanya, kecuali Nuh dan keluarganya.

Kemudian Tuhan “mencipta ulang manusia” dan inilah yang disebut baptisan dalam air.

  • Melalui media air mereka ditenggelamkan seluruh tubuhnya artinya manusia lamanya di matikan (di kuburkan dalam baptisan) dan kemudian muncullah manusia yang baru.
  • Setelah manusia lama dibaptis, saudara “tidak lagi hidup dibawah kendali iblis”, tetapi “masih hidup dibawah kehendak hati nurani”.

Selama saudara hidup di bawah kehendak hati nurani, saudara mulai tahu yang namanya ibadah.

  • Ibadah yang benar harus bisa membawa orang masuk dalam kehendak Allah.
  • Tuhan mau membawa saudara kembali kepada kehendak Allah.

Ibrani 10 : 20

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Kristus membuka jalan yang baru, supaya saudara dan saya yang percaya kepada-Nya bisa masuk ke dalam kehendak Allah.

  • Untuk masuk dalam kehendak Allah ada tabir yang harus dilewati.
  • Oleh sebab itu Yesus Kristus mati bagi kita di kayu salib agar kita bisa masuk ke dalam kehendak Allah.
  • Kita dibaptis selam agar kita masuk dalam kehendak Allah.

Manusia yang tidak hidup dalam kehendak Allah, tetap hidup di bawah kehendak hati nurani, tidak akan menjadi manusia yang sempurna, tetapi hanya menjadi manusia yang sekedar selamat.

  • Ibadah yang benar harus bisa membawa kita ke dalam kehendak Allah.
  • Masalahnya kehendak Allah sudah hilang dari Gereja hari-hari ini.

Banyak gereja tidak memfokuskan diri pada kehendak Allah tapi memfokuskan diri pada kehendak gembala atau kehendak diri sendiri atau kehendak pemberi dana, atau kehendak orang-orang yang punya kuasa.

  • Gereja harus kembali pada kehendak Allah.
  • Gereja jangan terfokus kepada orang pemberi dana, tetapi harus focus untuk melakukan kehendak Allah.

Setelah manusia lahir baru, maka dia memiliki perasaan yang baru juga.

  • Setelah saudara lahir baru, saudara mempunyai tuan yang baru.
  • Kalau dahulu tuan saudara adalah diri sendiri, maka sekarang Tuan saudara adalah Tuhan Yesus.
  • Tuhan Yesus menuntun saudara sampai masuk kedalam Kehendak Allah dan bukan hanya sekedar sampai masuk ke dalam Kehendak Hati Nurani.

1 Korintus 10 : 23

10:23 “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Segala sesuatu diperbolehkan, tetapi tidak semuanya bisa berguna.

  • Hati nurani berkata “boleh”, tetapi tidak semuanya bisa berguna.
  • Oleh sebab itu kita harus tahu kehendak Allah, agar kita tidak hidup di bawah hati nurani lagi.

Ibrani 8 : 11

8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

Kata-kata “Kenallah Tuhan”, memakai kata “Ginosko”, yang artinya memiliki hubungan atau keintiman.

  • Semua orang, yaitu besar ataupun kecil akan mengenal Allah, memakai kata “Eido” .
  • Saudara punya hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan, saudara dinikmati oleh Tuhan agar saudara mengenal Tuhan lebih dalam, itulah Eido

Tahap pertama, saudara mengenal Tuhan (Ginosko) dengan tujuan agar mengerti kehendak Allah (Eido).

  • Jikalau saudara sekedar mengenal Tuhan, itulah “Ginosko”.
  • Tapi begitu saudara mengenal Tuhan lebih dalam, itulah yang disebut “Eido”.
  • Jika kita mempunyai hubungan yang special atau hubungan yang intim dengan Tuhan, disebut “Eido”.

Eido merupakan buah dari Ginosko.

Bila kita sudah hidup dalam kehendak Allah, berarti kita tidak hidup dibawah hati nurani lagi yang sekedar tahu yang baik dan buruk serta benar dan salah.

  • Orang yang taat dan setia melakukan kehendak Allah, berarti hati nuraninya sudah sangat sempurna.
  • Tetapi dengan hati nurani yang baik, tidak bisa membawa saudara kepada kesempurnaan.
  • Tujuan hati nurani yang sempurna adalah kembali kepada kehendak Allah.

1 Tesalonika 5 : 23

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Manusia terdiri atas 3 unsur, yaitu roh, jiwa dan tubuh, sama seperti TUHAN.

  1. Bapa merupakan Roh-Nya.
  2. Roh Kudus merupakan jiwa-Nya. Roh Kudus memiliki perasaan, Roh Kudus sangat sensitive. Kalau kita menyakiti Anak, kita masih bisa diampuni tapi kalau kita menyakiti Roh Kudus, kita tidak diampuni karena Roh Kudus merupakan perasaan-Nya Allah.
  3. Yesus Kristus merupakan tubuh-Nya. Yesus Kristus turun ke dunia menjadi manusia seperti saudara dan saya. Manusia merupakan gambaran Allah, atau replika Allah.

Dan istilah yang tepat untuk “3 pribadi Allah” tersebut diatas, adalah “Allah itu Manunggal”, bukan “Allah Tritunggal”.

Demikian pula halnya dengan manusia yang terdiri dari roh, jiwa dan tubuh.

  • Sebagai manusia, saya terdiri atas roh, jiwa dan tubuh.
  • Dan nama saya, adalah Ferdi Godjali.

Allah kita terdiri atas 3 pribadi, yaitu Roh, jiwa, tubuh. Dan nama-Nya adalah Yesus Kristus.

  • Di dalam Alkitab, Allah itu Esa.
  • Di dalam Alkitab, tidak ada dijelaskan bahwa Allah itu Tritunggal.

Jika saudara sudah meninggal, berarti sudah tidak bernama lagi tapi disebut dengan istilah “jenazah/ almarhum/ almarhumah”.

Kejadian 2 : 7

2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Dari debu tanah dibentuk oleh TUHAN menjadi manusia, lalu dihembuskan nafas yang merupakan Roh Allah menjadi makhluk yang hidup.

Kita perhatikan versi bahasa Inggrisnya dalam NKJV.

Genesis 2 : 7

2:7 And the LORD God formed man of the dust of the ground, and breathed into his nostrils the breath of life; and man became a living soul.

Makhluk yang hidup = a living soul = jiwa yang hidup. Manusia dibentuk dari debu dan tanah. Tuhan menghembuskan nafas-Nya. Roh bergabung dengan tubuh, dan menjadi jiwa yang hidup.

  • Kemudian manusia jatuh dosa di taman Eden, sehingga hidup menurut hati nuraninya dan menurut kehendak iblis.
  • Oleh sebab itu Tuhan memulihkan manusia, agar kembali hidup menurut kehendak hati nurani, untuk selanjutnya hidup menurut kehendak Allah.
  • Agar manusia kembali kepada kehendak Allah, Yesus mati bagi kita di kayu salib “sebagai penghubung” untuk “menghubungkan kembali” hubungan manusia dengan Allah yang terputus di taman Eden itu.

Dengan demikian, maka Yesus Kristus telah menjadi penghubung antara manusia dengan Bapa di Sorga agar manusia kembali kepada kehendak Allah.

  • Untuk kembali kepada kehendak Allah, saudara harus belajar firman karena firman akan menyembuhkan jiwa saudara.
  • Ketika saudara terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, yang diselamatkan adalah manusia roh dan jiwa saudara yang dipulihkan.

Saat kita terima Tuhan Yesus Kristus dan dibaptis dalam air, apakah kita langsung menjadi seperti malaikat? Tidak. Masih ada karakter kita yang harus dibentuk.

  • Terlebih dahulu “roh” kita harus pulih agar bisa mengontak Allah, kemudian “jiwa” kita harus dipoles terus dan hanya oleh firman Tuhan.
  • Orang yang tidak diselamatkan tidak mungkin bisa mengontak Allah.

Sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, TUHAN berkata “jika kamu makan buah dari pohon kehidupan itu, kamu akan mati”. 

  • Setelah makan buah itu, apakah mereka mati? Fisik mereka tidak mati tetapi hubungan mereka dengan Allah terputus dan diusir dari taman Eden.
  • Untuk memperbaiki hubungan yang terputus harus harus ada “penghubung” antara manusia dengan Allah, yaitu Yesus Kristus mati di atas kayu salib.
  • Jadi roh manusia harus diselamatkan dulu, agar ada hubungan dengan Allah dan melalui firman-Nya jiwa saudara dipulihkan kembali.

Yohanes 4 : 24

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Allah itu Roh (R huruf besar). Kita harus menyembah-Nya dalam roh (huruf “r” kecil) dan kebenaran.

Oleh sebab itu yang dipulihkan terlebih dahulu adalah roh kita dan bukan jiwa kita, bila roh kita sudah berhubungan dengan Roh Allah, maka jiwa kita akan dipoles dan akan dipulihkan oleh Tuhan.

Ibrani 4 : 12

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Saudara harus bisa memisahkan jiwa dengan roh dan untuk memisahkan jiwa dengan roh, harus dengan firman karena firman yang akan menusuk amat dalam sampai jiwa dan roh terpisah.

  • Bila saudara sudah bisa memisahkan jiwa dan roh, saudarapun sudah bisa masuk dalam Pelayanan Kenabian.
  • Ingatlah ! Tanpa firman, kita tidak bisa memisahkan roh dan jiwa.

Pada saat saudara diselamatkan dan bergabung dalam ibadah orang percaya dan dalam pelayanan ibadah ini seharus roh yang berperan dan bukan jiwa.

  • Dalam kondisi ini roh dan jiwa saudara masih campur-baur, akhirnya saudara terbiasa dengan ibadah jiwani karena sebagian besar Gereja tidak mengerti.
  • Akibatnya banyak yang kecewa dalam pelayanan, sehingga bergosip dalam pelayanan dan akibatnya Gereja dianggap buruk.

Jika saudara manusia roh, seharusnya saat saudara disakiti, saudara sudah tidak merasa sakit lagi.

  • Tetapi mengapa begitu banyak yang masih sakit saat disakiti, kondisi itu bisa terjadi karena “jiwamu pada dasarnya masih sakit” (bukan sakit jiwa).
  • Untuk menyembuhkan jiwa yang sakit, hanya dengan firman Tuhan.

Kita lanjutkan pembahasan ini pada Bagian-4 (terakhir) minggu depan lebih dalam “bagaimana caranya kita masuk dalam penyembahan, bagaimana caranya agar kita bisa intim dengan Tuhan dan bagaimana caranya “memulihkan gairah akan Tuhan” yang hilang.

Kalau saudara mempraktekkannya dalam kehidupan rohanimu sehari-hari, akan sangat luar biasa dan saudara akan mendapat jawaban doa dari Tuhan.

Amen. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

8 MARET 2020 DIMANAKAH PARA NABI HARI INI? SESI KE- 4 (VIDEO KHOTBAH)

DIMANAKAH PARA NABI HARI INI? II – 16 FERBRUARI 2020

Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat : separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, (Matius 23 : 34)

DIMANAKAH PARA

N A B I  HARI INI?

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH MINGGU, 16 FEB 2020

=========

BAGIAN – 2

SHALOM !

Hari ini Minggu tanggal 16 Pebruari 2020, kita akan melanjutkan pembahasan firman Tuhan dalam ibadah Minggu lalu tentang “Dimanakah Para Nabi Hari Ini?”

Saya memiliki suatu kerinduan agar kita semua mengalami pelayanan kenabian, dan untuk itu saudara harus benar-benar intim dengan Tuhan, sehingga bisa mendapatkan pesan-pesan dari Tuhan. Pesan Tuhan yang kita terima akan membuat saudara bertumbuh semakin hari semakin indah di hadapan Tuhan.

Perlu saudara ingat kembali bahwa Gereja dibangun atas dasar beberapa jawatan.

Efesus 4 : 11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

Rasul, nabi, pemberita injil, gembala, pengajar.

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Kata “memperlengkapi” dalam bahasa Yunani, adalah “men”, yang juga berarti melatih dan mempersiapkan.

Efesus 4 : 11

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

Para Rasul, para Nabi, para Pemberita Injil, para Gembala dan Pengajar-pengajar banyak terdapat melayani di Gereja-Gereja tetapi Pelayanan Nabi sangat jarang ditemukan.

  • Rasul atau Apostolos yang berarti orang yang diutus untuk memberitakan Injil, berarti Rasul sampai hari ini masih ada.
  • Kalau saudara melayani sebagai pemberita injil, berarti saudara termasuk Rasul Tuhan karena saudara diutus.
  • Tetapi “Pelayanan ke-Nabi-an” telah menghilang dari Gereja hari-hari ini.

Banyak orang berkata Pelayanan Kenabian “hanya ada” pada zaman Perjanjian Lama, tetapi sebenarnya pelayanan ini masih tetap berlangsung sampai hari ini.

Bilangan 11 : 29

11:29 Tetapi Musa berkata kepadanya: “Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!”

Musa sampai berkata “Andaikata semua umat TUHAN ini menjadi nabi”.

Matius 23 : 34

23:34 Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,

Tuhan Yesus mengutus nabi-nabi, orang-orang bijaksana, dan ahli-ahli Taurat.

  • Kata “mengutus” disini menggunakan kata dalam bentuk “present tense”, yang berarti “pengutusan tersebut masih berlangsung sampai hari ini”.
  • Jadi pelayanan kenabian, seperti yang dilakukan Elia dan Musa sebenarnya masih berlangsung sampai hari ini dan bukan hanya sebatas pada zaman Perjanjian Lama saja.

Alkitab yang dalam bahasa Ibrani disebut “TANAKH”, merupakan singkatan dari 3 (tiga) unsur, yaitu :

1.      TORAH = berbicara tentang ahli Taurat.

2.      NEVI IM = berbicara tentang pelayanan kenabian.

3.      KETUVIM = berbicara tentang orang bijaksana.

Yang pertama diutus TUHAN adalah Nabi, bukan ahli Taurat (Torah). Setelah Nabi, TUHAN mengutus orang-orang bijaksana dan ahli Taurat. Dengan demikian dapat kita lihat bahwa pelayanan kenabian lah yang TUHAN utamakan terlebih dahulu sebab sangat penting untuk membangun rumah Allah.

Yeremia 18 : 18

18:18 Berkatalah mereka: “Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!”

Imam berhubungan dengan Taurat dan Taurat berhubungan dengan pelayanan Imamat. Orang bijaksana tidak akan sampai kehabisan nasihat, artinya mereka adalah konselor rohani.

Sedangkan Nabi berhubungan dengan pemberita firman. Dengan demikian maka Nabi adalah sama dengan Pemberita firman.

Pertanyaannya :

Apakah semua pengkhotbah atau pemberita firman termasuk Nabi?  Iya.

Tetapi seorang theolog handal bernama A. H. Strong, berpendapat bahwa “semua pengkhotbah adalah nabi”.

  • Pendapat ini kurang akurat, karena kenyataannya tidaklah demikian.

Jawaban dari pertanyaan tersebut diatas :

  • Seharusnya semua pengkhotbah, juga merupakan nabi Tuhan.
  • Tetapi hari-hari ini hanya sedikit pengkhotbah yang juga seorang nabi, karena pelayanan kenabian sebagian terbesar sudah hilang dari Gereja-Gereja.

Seorang pengkhotbah sekarang lebih banyak yang mengandalkan akal pikirannya dan otak sekulernya, bahkan lebih mengandalkan factor akademisnya, tidak lagi mengandalkan hubungannya dengan Tuhan.

  • Akibatnya “semua yang berkaitan dengan dunia roh” tidak akan pernah mereka alami.
  • Sehingga “bila ada pengkhotbah yang tidak mengandalkan factor akademis teologia”, mereka katakan sesat.

Apakah semua Nabi harus berkhotbah?  Tidak.

  • Semua pengkhotbah seharusnya seorang nabi, tetapi seorang nabi tidaklah harus berkhotbah.
  • Misalnya saudara mendapatkan pesan Tuhan, bukan berarti saudara harus berkhotbah tentang pesan Tuhan tersebut.

Dengan menyampaikan pesan Tuhan itu, pelayanan akan menjadi lengkap karena semuanya punya hubungan dengan Tuhan.

  • Misalnya si A, mendapat penyataan Tuhan bahwa ada kecelakaan pesawat.
  • Apakah isi pesan Tuhan tentang kecelakaan pesawat, harus dikhotbahkan?

Dengan demikian, maka seorang nabi tidaklah harus berkhotbah, tetapi harus menyampaikan pesan Tuhan yang dia lihat di alam roh.

Banyak orang berkhotbah dengan mengandalkan akal pikiran dan pengetahuan akademisnya, mereka mempraktekkan tehnik berbicara (Retroika) yang pernah mereka pelajari di sekolah.

  • Sehingga jemaat lebih percaya dengan orang yang pandai berbicara daripada orang yang pandai berdoa.
  • Terkadang orang yang pandai berbicara, bicaranya saja yang manis tetapi hatinya pahit.

Ada Gereja yang mengundang saya berkhotbah, begitu mendengar khotbah saya mereka langsung tahu bahwa saya berkhotbah dengan modal dasar yang diawali dari seorang penginjil, bukan berdasarkan factor akademis dari sekolah tinggi.

Pengetahuan akademis saya hanya di kamar tidur saja, sebab begitu saya bersama Tuhan, Tuhan mengajarkan saya banyak hal yang tidak pernah terpikirkan oleh otak kita manusia.

  • Orang yang jago berbicara, tahu tehnik-tehnik dalam berbicara, tetapi apakah ada manfaatnya bagi kerohanian kita?
  • Saudara bisa saja terkesan dengan pemahaman orang yang jago berbicara dan jago ber-theologia, tetapi tidak akan membuat saudara berubah.

Pengkhotbah yang diawali dengan pengetahuan dasarnya factor akademis, hanya memusatkan segala sesuatu dengan daya pikirnya sehingga tidak bisa membawa perubahan bagi seseorang untuk taat kepada Tuhan dan berbalik kepada Tuhan.

Saudara duduk di sekolah Alkitab tiga tahun atau lebih sekalipun, tidak akan membuat engkau menjadi rohani :

  • Tetapi saat engkau duduk di kaki Tuhan satu jam saja setiap hari, maka Tuhan akan meng-impartasikan sifat dan karakter-Nya kepadamu dan itulah yang membuat engkau menjadi rohani.
  • Saat engkau mendapatkan pesan Tuhan, maka Tuhan akan mengarahkan-mu, itulah yang menjadikan engkau rohani dan itulah pelayanan kenabian.

Tetapi pada kenyataannya, begitu banyak orang lebih mementingkan logika dari-pada tuntunan Tuhan.

  • Untuk menjadi pendeta dituntut harus tamatan sekolah tinggi theologia atau sekolah Alkitab.
  • Jadi seolah-olah “menjadi pendeta itu suatu karier” yang harus di awali dari sekolah tertentu.
  • Akibatnya “pelayanan akademis jauh lebih diterima” daripada pelayanan kenabian, sehingga pelayanan kenabian menghilang dari Gereja.

Pelayanan kerohanian kekristenan tidak ada hubungannya dengan karier seorang hamba Tuhan, khususnya para pendeta.

  • Untuk menempuh karier harus belajar dan sekolah terlebih dahulu, tetapi untuk melayani yang dibutuhkan hanyalah “menyembah dan duduk diam dengan Tuhan untuk mendapatkan impartasi dari Tuhan”.
  • Seorang pelayan Tuhan bukan diawali dari sekolah tinggi teologia, tetapi diawali dari duduk diam dengan Tuhan.
  • Bukan berarti tidak perlu bersekolah tinggi dan atau kepintaran seseorang, tetapi harus dibarengi dengan keintiman dengan Tuhan.

Pelayanan kekristenan atau pelayanan di Gereja tanpa keintiman bahaya sekali.

  • Banyak pendeta yang mempunyai “gelar kesarjanaan” berderet, tetapi dia bisa menceraikan istrinya dan menikah lagi dengan orang lain.
  • Banyak pendeta mempunyai “gelar kesarjanaan” berderet, tetapi terhadap jemaatnya dia begitu angkuhnya atau sombongnya luar biasa.

Pendeta seperti ini merasa seolah-olah dia jauh lebih hebat karena hafal isi Alkitab dan merasa jauh lebih kudus bila dibandingkan dengan jemaatnya, padahal baik pendeta maupun jemaat, sama-sama seorang hamba di hadapan Tuhan.

Pertanyaan yang sangat mendasar : “Mengapa nabi menghilang hari-hari ini?”, padahal Yesus berkata bahwa “pelayanan kenabian sangat penting?”

Jawabannya : “Karena orang lebih mementingkan factor akademis dan daya pikir manusia yang punya latar belakang berpendidikan tinggi theologia.

Begitu banyaknya hamba Tuhan tidak mengerti bahwa untuk memiliki “pelayanan kenabian” tidaklah sembarangan, karena saudara “harus bisa membedakan roh dengan jiwa”.

  • Kalau saudara tidak bisa “membedakan roh dengan jiwa”, bahaya sekali.
  • Karena di dalam suatu penglihatan, di dalam suatu nubuatan atau di dalam suatu penyataan dari Tuhan, bisa saja terselip yang bukan dari Tuhan karena “jiwa kita mulai memainkan peranannya”.

Oleh sebab itu, “dibutuhkan keintiman dengan firman”, karena Tuhan tidak akan memberi penyataan di luar konteks firman Tuhan (perhatikan ini baik-baik).

  • Kalau apa yang saudara lihat atau dengar dalam penglihatan itu tetapi keluar dari konteks firman Tuhan, berarti penglihatan itu bukan berasal dari Tuhan.
  • Oleh sebab itu saudara harus terus bergaul dengan Tuhan supaya saudara mengerti, “suara Tuhan dan atau penglihatan dari Tuhan itu seperti apa”.

Mengapa demikian? Karena kuasa kegelapan bisa saja berbicara dengan cara yang sama dengan Tuhan, tetapi suara dari kuasa gelap membuat kita menjauh dari Tuhan dan suara Tuhan membuat kita cinta Tuhan.

CIRI-CIRI YANG HARUS DIMILIKI SEORANG NABI ALLAH

  1. Dipenuhi Oleh Roh Kudus dan Berjalan Dalam Roh

Apa artinya dipenuhi oleh Roh Kudus, apabila kita tidak berjalan dalam Roh. Oleh sebab itu “dipenuhi oleh Roh Kudus dan berjalan dalam Roh” saling berkaitan.

1 Samuel 10 : 5-6

10:5 Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau masuk kota, engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi.

Dalam Perjanjian Lama banyak nabi yang dipakai TUHAN, bahkan bisa saja berupa “serombongan nabi” seperti yang berjalan turun dari bukit pengorbanan (dalam ayat tersebut diatas) sambil memuji dan memuliakan TUHAN dan kepenuhan Roh Allah.

Pertanyaannya sekarang, dimanakah serombongan nabi seperti itu hari-hari ini?

  • Jawabannya, “Sangat-sangat sulit sekali di ketemukan hari-hari ini”.
  • Oleh sebab itu seharusnyalah kita yang menjadi nabi-nabi Allah seperti serombongan nabi itu hari-hari ini karena kita sudah membangun hubungan dan keintiman dengan Tuhan.
  • Kita semua akan “kepenuhan Roh seperti nabi-nabi itu, karena kita diurapi Tuhan dan berjalan dalam tuntunan Tuhan.

10:6 Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.

Ketika engkau kepenuhan dengan Roh Tuhan, maka “engkau yang manusia biasa” telah “menjadi manusia yang bisa membawa pesan Tuhan”, engkau akan menjadi pemberita firman Allah dan engkau menjadi nabi-nabi Allah.

  • Banyak orang Kristen, bahkan para hamba Tuhan berkata, “tidak mungkin bisa menjadi nabi Allah pada zaman Gereja sekarang ini”, sebenarnya bukan tidak bisa tetapi mereka tidak mau bayar harga.
  • Bisakah saudara duduk diam dua jam di kaki Tuhan? Bisa, tetapi apakah saudara mau? Yang membuat sulit adalah kemauan kita duduk kaki Tuhan.
  • Kita seharusnya belajar duduk diam di hadapan-Nya, menyembah Tuhan, memuji dan memuliakan Tuhan, menikmati kasih Tuhan.

Sebenarnya semuanya itu bisa kita lakukan, masalahnya hanyalah “apakah kita mau atau tidak” untuk melakukannya, tergantung pada diri kita masing-masing.

1 Raja-raja 19 : 16

19:16 Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.

Firman TUHAN berkata bahwa untuk menjadi seorang nabi Allah, harus diurapi oleh Roh Kudus dan berjalan di dalam Roh.

Itulah ciri yang pertama dari seorang nabi Allah.

Kalau seseorang tidak diurapi oleh Roh Kudus dan tidak berjalan di dalam Roh, dia bukanlah seorang nabi.

2. Membangun Hubungan dengan Tuhan

Orang yang tidak pernah berdoa, tidak pernah membaca Alkitab, seharusnya tidak boleh mengaku-ngaku dirinya membawa pesan dari Sorga.

  • Saudara harus bisa membedakan antara roh dengan jiwa saudara sendiri.
  • Untuk bisa membedakan roh dengan jiwa saudara, persyaratannya saudara harus intim dengan firman Allah.
  • Dalam Ibrani pasal 4 dikatakan, bahwa untuk memisahkan roh dengan jiwa hanyalah dengan firman Allah.

Saya banyak mendapatkan pesan WhatsApp dari orang-orang yang mendapatkan penglihatan dan saat saya mulai membacanya saya mengalami sejahtera.

  • Tetapi dipertengahan sampai akhir kesaksiannya dalam WA nya itu, ketika saya membacanya, saya tiba-tiba merasa tidak sejahtera. Mengapa?
  • Karena penyataan dari Roh Allah melalui yang bersangkutan “tiba-tiba bisa berubah” menjadi sesuatu yang jiwani.

Contoh : Misalnya saudara sedang dalam “ibadah penghiburan”.

  • Saudara “melihat” orang yang sudah meninggal tersebut ada di Sorga.
  • Tetapi pada sisi yang lain, saudara juga melihat yang sudah meninggal itu ada di tempat ibadah tersebut.
  • Saudara melihat orang yang meninggal itu ada di Sorga itu benar, tetapi kalau orang itu menampakkan diri di tempat ibadah, itu tidak benar dan itu jiwani saudara.

Dengan demikian maka kita harus bisa membedakan roh dengan jiwa, roh kita adalah alat komunikasi kita dengan Allah, sedangkan jiwa adalah hasrat, pola pikir dan kemauan kita.

  • Ketika Tuhan yang berbicara, berarti roh yang berperan.
  • Tetapi ketika kita memaksakan diri untuk mendapatkan penyataan Tuhan lebih lanjut, itu sudah jiwa yang berbicara.
  • Akibatnya kalau kita tidak bisa membedakan roh dengan jiwa, maka pada saat itulah bisa terjadi penyesatan.

Oleh sebab itu saudara harus bersungguh-sungguh dan tekun untuk membangun keintiman dengan Tuhan serta belajar firman-Nya.

  • Setelah saudara belajar firman-Nya dan intim dengan Tuhan, maka saudara akan bisa membedakan roh dengan jiwa.
  • Itulah pengalaman dari Tuhan.

Misalnya mobil saya lagi rusak dan saya berharap bisa mendapatkan mobil baru.

  • Tiba-tiba ada mobil lewat di sebelah saya dan saya mendengar ada suara yang berbicara “Itu mobilmu”.
  • Pertanyaannya : “Apakah suara yang saya dengar berbicara kepada saya itu dari roh atau jiwa saya yang sedang merindukan punya mobil baru?”
  • Jawabannya : “Jiwa”, karena saya sedang memiliki keinginan atau hasrat yang kuat, sehingga akhirnya jiwa saya yang berbicara.

Oleh karena itu kita harus bisa membedakan, “antara jiwa kita yang berbicara” atau “roh kita yang berbicara”.

  • Karena penglihatan juga bisa timbul dari jiwa dan bukan dari roh.
  • Kalau saudara tidak bisa membedakan roh dengan jiwa, itu berbahaya karena bisa banyak terjadi penyesatan di dalam Gereja.

Seorang nabi harus mempunyai hubungan yang special dengan Tuhan.

Kejadian 5 : 22

5:22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

Henokh bergaul dengan Allah salama 300 tahun bukan waktu yang sebentar.

5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.

5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Jadi, Ciri ke-2 seorang nabi Allah adalah “harus bergaul dengan Allah”, sehingga kalau dia tidak bergaul dengan Allah, orang itu bukanlah seorang nabi dan pesan yang dia sampaikan bukan berasal dari Allah.

  • Bisa saja dia menerima “seratus pesan Tuhan yang benar”, tetapi bila ada lima pesan saja yang salah, itu sudah berbahaya.
  • Misalnya ada orang baik kepada kita selama bertahun-tahun, tetapi ketika dia melakukan satu kali kesalahan terhadap kita, yang kita ingat hanyalah kesalahannya saja, tapi kebaikannya selama bertahun-tahun kita lupakan.
  • Karenanya kita harus terus berhubungan dengan Allah agar begitu Tuhan berbicara kita tahu itu suara Tuhan atau bukan.

Kejadian 6 : 9

6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Nuh seorang nabi yang bergaul akrab dengan Allah, sehingga dia mendapatkan pesan dari Allah untuk membangun bahtera.

Hanya seorang nabi yang bisa mendapatkan pesan-pesan dari Allah untuk menyampaikan firman Allah.

  • Untuk menjadi seorang nabi dibutuhkan praktek ketika saudara duduk diam berdoa dengan Tuhan.
  • Seorang nabi membangun hubungan dengan Tuhan, dia membangun suatu pergaulan dengan Tuhan.

Yohanes 15 : 5-6

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Apabila “kita tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita”, maka akan terjadi penyatuan hubungan kedekatan atau yang kita sebut keintiman antara saudara dan saya dengan Tuhan.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Kita harus membangun hubungan dengan Tuhan, barulah kita bisa mengalami Tuhan dan mendapatkan pesan-pesan dari Tuhan.

Satu tahun pertama bila kita rutin membangun hubungan dengan Tuhan, kita akan mendapatkan pesan Tuhan yang membangun, tetapi semakin dewasa rohani kita maka Tuhan pun mulai menegor kita.

  • Semakin maju kita di dalam Tuhan, ada saat-saatnya Tuhan menegor kita.
  • Begitu kita ditegur, Tuhan akan membalut kita, lalu kita ditegur lagi dan Tuhan kembali membalut kita.
  • Khotbah saya dibilang keras karena saya sudah mengalami teguran-teguran Tuhan, karena apa yang Tuhan ajarkan kepada saya, saya sampaikan kepada saudara tanpa ada pengurangan atau penambahan.

Matius 7 : 21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Bagaimana caranya saudara bisa melakukan kehendak Bapa, kalau saudara tidak tahu kehendak Bapa?

Bagaimana saudara bisa mengetahui keinginan Bapa, kalau saudara tidak pernah bergaul dengan Bapa?

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Banyak orang yang sekedar percaya, banyak orang yang memiliki pelayanan kenabian, banyak orang yang melakukan mujizat tetapi mereka tidak memiliki hubungan dengan Tuhan.

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Enyahlah semua dari padaKu, dalam bahasa Yunaninya “Ginosko”, yang berarti “pergilah, Aku tidak bisa menikmati engkau.

  • Agar Tuhan dapat “menikmati” kekudusan kita, kita harus bergaul dan membangun hubungan dengan Dia, kitapun bisa menikmati hadirat-Nya.
  • Bukan sekedar percaya lalu saudara bisa masuk Sorga, kalau kekudusan saudara tidak bisa dinikmati Tuhan, Tuhan tidak akan mengenalmu.

Ingatlah! Yesus mati untuk membuka hubungan antara saudara dengan Bapa.

Kalau hubungan kita dengan Tuhan sudah ada atau sudah terbuka, tetapi kita tidak memanfaatkan hubungan ini betapa berbahayanya hidup kita.

  • Saudara bisa chatting dengan orang bisa berjam-jam, tetapi berdoa kepada Tuhan satu jam saja sudah seperti cacing kepanasan.
  • Mengapa tidak bisa berdoa berjam-jam? Apakah karena Tuhan tidak nyata?
  • Tuhan itu sebenarnya nyata, yang membuat Tuhan menjadi tidak nyata adalah kedagingan kita karena kita tidak terbiasa duduk diam dengan Tuhan.

Saudara harus terus-menerus membangun hubungan dengan Tuhan, sampai satu saat nanti terbangun persahabatanmu dengan Tuhan.

Yohanes 15 : 16

15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Tuhan telah memilih saudara dan menetapkan saudara, agar saudara pergi dan berbuah, juga supaya saudara menyampaikan isi hati Allah kepada orang lain dimanapun saudara berada.

  • Jika saudara sahabat Allah, berarti saudara mengerti apa yang Allah ingin-kan saudara lakukan dalam kehidupan saudara.
  • Berapa banyak orang Kristen mengaku sahabat Allah, tetapi tidak bergaul dengan Allah?
  • Ada dua nama dalam Alkitab yang disebut sahabat Allah, yaitu Abraham dan Musa.

Keluaran 33 : 11

33:11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.

TUHAN berbicara kepada Musa berhadapan muka dengan muka seperti berbicara kepada sahabat-Nya. Tuhan juga amat rindu berbicara dengan saudara, seperti dengan seorang sahabat-Nya.

Tuhan tidak memusingkan bahasa yang kita pakai untuk berbicara kepada-Nya, karena Tuhan melihat hati kita yang menyembah Dia.

  • Kalau saudara benar-benar mau menyembah Tuhan dan membangun per-gaulan dengan Tuhan, serta menjadi sahabat Tuhan, maka saudara akan menjadi nabi Allah yang membawa pesan dari Sorga.
  • Allah menawarkan kepada kita semua, suatu hubungan persahabatan yang akrab dengan Allah.

Jikalau kita bersahabat dengan Allah, berarti kita saling memahami, kita punya kedekatan, saling mengalah dan saling mengerti yang satu dengan yang lain.

  • Maukah kita saling mengalah dengan sesama kita seperti Tuhan mengalah pada kita?
  • Dia juga telah menyerahkan hidup-Nya kepada kita, itulah persahabatan.
  • Maukah kita membangun hubungan persahabatan dengan Tuhan, dengan cara menyediakan waktu khusus bagi Tuhan.

3. Menentang Dosa dan Berjalan dalam Kebenaran

Mikha 3 : 8

3:8 Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.

Seorang nabi harus menentang dosa. Kalau tidak menentang dosa, dia bukan seorang nabi. Seperti nabi Nathan yang berani menegur Raja Daud.

Mazmur 51 : 1

51:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,

51:2 ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.

Nabi Nathan menegur raja Daud, karena Daud telah jatuh ke dalam dosa.

  • Jadi seorang nabi tidak bisa tidak, dia harus menentang dosa.
  • Kalau saudara membiarkan dosa dan berbuat dosa, berarti saudara tidak bisa menjadi nabi, oleh sebab itu bangunlah hubungan dengan Tuhan.

51:3 Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

Cara mengalahkan dosa :

  1. Mengangkat Tangan
  • Waktu di atas gunung Musa angkat tangan begitu lama sehingga perlu di-pegang oleh dua orang.
  • Kalau tangan Musa turun, maka Israel pun kalah.

Untuk mengalahkan dosa, hanya dengan cara mengangkat tangan kepada Tuhan, “Tuhan tolong saya” dan kuncinya adalah dari dalam diri kita sendiri, yaitu kita harus menentang dosa, bukan menikmati dosa.

2. Berpuasa

Kita semua tahu kisah Saul. Mengapa Saul dibuang oleh Allah? Karena Saul mem-biarkan raja Agag hidup padahal Agag adalah keturunan orang Amalek.

Orang Amalek merupakan keturunan Esau dan Israel merupakan keturunan dari Yakub, sedangkan orang Amalek melambangkan kedagingan atau dosa.

TUHAN memerintahkan Saul untuk membantai semua orang dari bangsa Amalek sampai habis, bahkan sampai semua ternaknya pun harus dibantai sampai habis.

  • Tetapi Saul tidak membantainya sampai habis, Saul membiarkan “orang yang menurut Saul terbaik, layak hidup”, yaitu raja Agag dan ternak-ternak orang Amalek yang gemuk.
  • Maksud Saul itu baik, yaitu mempersembahkan ternak yang gemuk kepada TUHAN, tetapi kalau saudara memakai pola pikir duniawimu, engkau tidak bisa menyatu dengan kehendak Allah.

Roh Allah ingin agar kita “membantai semua kedagingan” kita, tetapi “kita masih sayang dengan kedagingan kita yang terlihatnya baik”, padahal apa yang menurut kita baik belum tentu baik dan benar menurut Tuhan.

Tentang hal seperti ini dalam Alkitab ada di 1 Samuel 15 : 9-33.

  • Oleh sebab itu dikatakan, bahwa dosa harus dibantai sampai habis.
  • Tetapi sekarang, bagaimana cara mengalahkan keturunan Agag?
  • Pada saat keturunan Agag membuat tiang gantung bagi Mordekhai, Ratu Ester berpuasa selama tiga hari, sampai akhirnya keturunan Agag, yaitu Haman naik ke tiang gantung yang dibuatnya sendiri.

Oleh sebab itu Tuhan Yesus merindukan supaya hidup kita selalu baik dan benar.

4. Fokus pada Kekudusan Sebagai “Penyampai Pesan Tuhan

Ada pertanyaan dari seseorang kepada saya : “Apakah dari mimbar bisa transfer kepada jemaat?”

Jawabannya : “Firman Tuhan berkata, apabila seorang imam berbuat dosa maka jemaat juga menanggung kesalahan imam tersebut”.

  • Berkat turun dari Sorga ke mimbar, dan dari mimbar ke jemaat.
  • Kalau si imam di mimbar itu, kepahitan maka jemaat juga tertransfer roh kepahitan, kalau imam di mimbar berjinah maka jemaat juga tertransfer roh jinah dan kalau imam di mimbar sombong, maka jemaat juga tertransfer roh sombong.

Sebaliknya, kalau imam di mimbar “suka berdoa dan menyembah”, maka jemaat juga akan suka berdoa dan menyembah.

Oleh karena itu :

  • Kita harus belajar fokus pada kekudusan, agar bisa menjadi penyambung lidah Allah.
  • Jika saudara benar-benar seorang nabi maka saudara akan fokus dengan hidup kudus dan kebenaran, karena kekudusan adalah pokok yang sangat fundamental di dalam kekristenan.

Masalahnya sekarang, bagaimana mungkin saudara bisa mendapatkan pesan Allah jika saudara tidak kudus?

  • Firman Tuhan berkata, “Tanpa kekudusan tidak seorangpun bisa berjumpa dengan Allah”.
  • Pertanyaannya sekarang, “Bagaimana caranya agar bisa menjadi kudus?”
  • Untuk menjadi kudus kita hanya dengan menyatu dengan Dia yang Kudus.

Saya berikan ilustrasi :

Saya punya daging ayam dan daging sapi.

  • Bagaimana caranya agar daging ayam dan daging sapi bisa menyatu?
  • Caranya di hancurkan dulu dan digabung menjadi satu.

Kita adalah manusia insani dan Allah adalah rohani.

  • Bagaimana caranya menyatukan yang insani dengan yang rohani?
  • Caranya saudara harus “dihancurkan” dulu, baru digabung menjadi satu.

Artinya saudara harus dihancurkan, yaitu “kedagingan saudara harus dimatikan” dulu agar bisa menyatu dengan yang rohani.

  • Bila saudara telah “mati dari keinginan dan hasrat duniawi saudara, barulah saudara bisa menyatu dengan Allah.
  • Masalahnya bagi saudara, Yesus sudah mati bagi saudara diatas kayu salib, apakah kedagingan saudara benar-benar sudah dimatikan?

Untuk menolak “kedagingan kita” memang sulit, sebab manusia cenderung untuk menikmati kedagingannya.

  • Tetapi justru ketika itulah “kedagingan kita” sedang dimatikan, yaitu ketika kita sedang menyangkal diri sendiri.
  • Sehingga semua kenikmatan diri kita, kita sangkal dan kita tolak sampai kita menghadirkan kenikmatan Allah di dalam diri kita.

Pertanyaan bagi kita semua, apakah kita benar-benar mau menjadi segambar dan serupa dengan Allah atau seperti Allah?

  • Kalau kita mau menjadi seperti Allah, apakah kita rela mematikan daging kita?
  • Apakah kita benar-benar rela “kedagingan kita dihancurkan” bersama dengan Tuhan?

Ketika “kedagingan kita dihancurkan”, sebenarnya kita sedang berjalan di jalan Via Dolorosa, yang berarti kita sedang menyangkal semua keinginan duniawi kita sampai kita bisa bersyukur dalam segala keadaan.

  • Walaupun kita punya uang hanya cukup untuk makan sehari saja, ataupun sama sekali tidak punya uang, kita tetap bisa bersyukur.
  • Kalau kita hidup dengan bersyukur dalam segala kondisi barulah kita bisa menjadi nabi Allah.

5. Seorang Nabi Harus Memiliki Kasih

Jika saudara dan saya tidak memiliki kasih, maka kita tidak bisa disebut sebagai seorang nabi, karena seorang nabi harus memiliki kasih akan Allah dan kasih akan sesama.

  • Kalau saudara mengaku telah mendapatkan pesan Tuhan, tetapi hatimu membenci orang dan penuh dengan dusta apakah layak menjadi nabi Allah?
  • Sebagai nabi, seharusnya engkau mengasihi sesamamu, sesakit apapun saudara telah disakiti seseorang, saudara harus tetap mengasihi dia.
  • Sebagai nabi, seharusnya engkau tidak pusing dengan perasaanmu karena yang engkau pusingkan hanyalah perasaan Tuhan dan bagaimana caranya Tuhan disenangkan melalui kehidupanmu yang benar.
  • Tuhan ingin kita bisa merasakan apa yang Tuhan rasakan dan untuk itu kita harus menyatu dengan Tuhan.

Masalahnya kita akan sulit mengampuni, jika kita tidak menyatu dengan Tuhan padahal Tuhan mau kita semua menjadi seorang nabi dan untuk menjadi seorang nabi Allah:

  • Kita harus memiliki pengalaman bersama dengan Tuhan.
  • Kita harus belajar memisahkan roh dengan jiwa.
  • Kita harus mengerti apa yang benar-benar dari Tuhan ( melalui roh kita) dan apa yang bukan dari Tuhan ( dari jiwani kita sendiri).
  • Untuk sampai ke tingkat ini, kita harus banyak duduk diam bersama dengan Tuhan, agar kita banyak mengalami Tuhan.

Kalau saudara tidak pernah punya keinginan berkomunikasi dengan Tuhan maka saudara tidak akan pernah tahu itu “suara Tuhan” atau bukan.

Amien. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

BERSAMBUNG KE – “BAGIAN-3”

MINGGU DEPAN

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK – CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

WARTA 8 MARET 2020 MENGAMPUNI TANPA BATAS

BULETIN NO.258 TAHUN KE-4

MENGAMPUNI TANPA BATAS

Banyak orang Kristen sering kali tidak menyadari betapa pentingnya mengampuni sesama jika seseorang sedang tersakiti hatinya. Mengampuni sesama tidak perlu memiliki suatu syarat tetapi mengampuni itu mutlak jika kita mau diampuni dosa kita oleh Tuhan (Markus 11:26), karena kalau kita tidak bisa mengampuni maka dosa kitapun tidak diampuni Tuhan.

Sekalipun engkau berkata mengasihi Tuhan dan banyak mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan atau engkau rajin gereja, pelayanan setiap hari berdoa dan berpuasa , tapi jika engkau tidak mengampuni sesamamu sia-sia semua pekerjaanmu karena apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itu menajiskan orang ( Matius 15:18). semua tidak menjadi dupa yang harum dihadapan Tuhan karena Tuhan tidak dapat menikmati buah pelayananmu.

Yang Tuhan rindukan dari kita ialah berdamai dengan sesama supaya melalui kasih yang kita miliki dapat membawa pertobatan bagi orang lain, dan itulah kerinduan hati Tuhan untuk dapat membawa banyak jiwa -jiwa yang terhilang bisa bertobat dan diselamatkan. dalam (Matius 5:46) tidak ada upah jika kita hanya baik pada orang yang baik sama kita. Tapi jika kita disakiti dan kita bisa tetap mengasihi orang yang menyakiti kita disitu ada upah yang luar biasa yang kita terima dan Tuhan memperhitungkan iman kita karena ada satu orang benar maka orang yang menyakiti kita akan diselamatkan. Kita diperhitungkan sebagai orang benar yang menyelamatkan orang yang sedang menyakiti kita.

Jika dagingmu masih kuat ( sombong, angkuh, menjaga nama baik, ego, mementingkan diri sendiri ) jangan berharap engkau akan terangkat kesorga jika Tuhan datang, karena Tuhan hanya mencari orang – orang yang mau taat dengan Firman-Nya dan melakukan apa yang menjadi kesukaan Tuhan. Karena Tuhan mati bagi orang-orang yang berdosa dan ketika kita percaya pada-Nya maka kita harus menjadi pelaku yang sama yaitu mau mematikan daging kita dan menghidupkan roh Allah dalam hidup kita agar kita memperoleh hidup yang kekal bersama-sama Tuhan dikerajaan-Nya.

1 MARET 2020 – DIMANAKAH PARA NABI HARI INI? SESI KE – 3 (VIDEO KHOTBAH)

DIMANAKAH PARA NABI HARI INI I ? – 09 FEBRUARI 2020

Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat : separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, (Matius 23 : 34)

DIMANAKAH PARA

N A B I  HARI INI?

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH MINGGU, 09 FEB 2020

=========

SESI-1

SHALOM !

Masalah bagi Gereja-Gereja di seluruh dunia sekarang ini, adalah “apakah pelayanan kenabian” masih ada di Gereja? Tuhan tidak pernah berubah, oleh karena itu Dia ingin menjadikan kita semua sebagai nabi Allah, karena Tuhan ingin memberi kita “pesan ilahi” dengan cara berkomunikasi langsung dengan kita.

Sesungguhnya, Gereja dibangun dari beberapa jawatan.

Efesus 4 : 11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

Jawatan-jawatan yang ada di Gereja, adalah Rasul, Nabi, Pemberita Injil, Gembala dan Pengajar.

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Kata “memperlengkapi” dalam bahasa Yunani, adalah “Men” atau “Katartismon” yang juga berarti melatih atau mempersiapkan.

Gereja diperlengkapi dengan “jawatan”, adalah untuk melatih dan mempersiapkan orang-orang kudus, yaitu kita semua untuk pekerjaan pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

1 Korintus 12 : 28

12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

Efesus 4 : 11

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

Yang dipermasalahkan, dimanakah para rasul dan para nabi itu pada hari-hari ini?

Para “Pemberita Injil” banyak, “Gembala” juga banyak dan “Pengajar” juga banyak, tetapi dimanakah “Para Rasul dan Para Nabi?

  • Rasul atau Apostolos, adalah orang yang diutus untuk memberitakan Injil, jadi Rasul dan Pemberita Injil keduanya sama fungsinya dan sudah banyak petugasnya.
  • Yang dipermasalahkan adalah dimanakah keberadaan Para Nabi hari-hari ini atau sekarang ini? Apakah masih ada di Gereia-Gereja?

Joseph Smith dari Gereja Mormon, mengaku dirinya sebagai nabi dan 12 orang pengurusnya adalah sebagai 12 rasulnya.

  • Penyesatan bisa terjadi dan tidak pernah kekurangan “nabi-nabi”, karena mereka bisa mengangkat dirinya sendiri sebagai nabi.
  • Tetapi apakah mereka benar-benar nabinya Tuhan?
  • Permasalahannya banyak Gereja hari-hari ini tidak mempedulikan pelayanan ke-Nabi-an.

Waktu penyembahan sebelum firman tadi, Tuhan berkata “Disini Aku disenangkan karena Aku tidak dibatasi”.

  • Kalau boleh rasanya saya tidak mau berhenti menyembah, tetapi Roh Kudus juga pasti tertib karena Dia juga tahu keterbatasan waktu kita di ruangan ini.
  • Tuhan sebenarnya merindukan gereja-gereja-Nya melakukan penyembahan dengan tidak dibatasi waktu.

Gereja “seharusnya membangun hubungan antara jemaatnya dengan Tuhan” di dalam suatu kebenaran, dimana jemaat didorong untuk menjalin keintiman dengan Tuhan, bukan hanya seminggu sekali tapi setiap hari dalam hidup jemaat.

  • Inilah isi hati Tuhan yang hilang di dalam Gereja.
  • Banyak jemaat melakukan ibadah di Gereja hanya sekedar datang untuk beribadah, bukan yang seperti ini yang Tuhan inginkan.
  • Tuhan ingin saudara harus masuk Gereja untuk menyelami Tuhan, sehingga saudara bisa merasakan hadirat-Nya dan Kasih serta Kuasa-Nya.
  • Sebagaimana kita rindu menikmat hadirat Tuhan, Tuhan pun sebenarnya rindu menikmati pujian dan penyembahan kita, serta ketulusan kita sejauh mana kita mau memberikan waktu kita bagi Tuhan.

Alkitab dibangun atas dasar nubuatan-nubuatan atau perkataan-perkataan Tuhan melalui nabi-nabi Tuhan, tetapi permasalahannya pelayanan kenabian hilang dari Gereja dan ini merupakan bahaya besar bagi Gereja Tuhan.

  • Dari zaman Maleakhi sampai zaman Yesus, selama 400 tahun tidak ada nabi sama sekali, akibatnya bangsa Israel menjadi hancur.
  • Kemudian kehancuran Gereja mula-mula juga terjadi, setelah “pelayanan ke nabian” hilang dari Gereja, persentuhan jemaat dengan Tuhan hilang, waktu jemaat dengan Tuhan hilang. Disitulah terjadinya kehancuran Gereja.

Begitu hubungan antara jemaat dengan Tuhan hilang, yang terjadi hanya satu, yaitu masa kegelapan bagi Gereja (terjadilah abad-abad kegelapan bagi Gereja).

  • Fakta membuktikan kekristenan yang benar sudah mulai bergeser dari abad ke 2 dan penyembahan berhala pun masuk dalam Gereja.
  • Setelah penyembahan berhala masuk dalam Gereja, tidak ada lagi hubungan yang special antara jemaat dengan Tuhan, tidak ada lagi keseriusan jemaat dalam mencari Tuhan.
  • Disitulah “pelayanan kenabian hilang” dan kegelapan mulai masuk di dalam Gereja, patung-patung yang di benci Tuhan ikut masuk dalam Gereja.

Oleh karena itu Tuhan mengingatkan kita pada satu hal saja, “jangan pernah mem-biarkan kerajinanmu bersekutu dengan Tuhan menjadi kendor”.

  • Sebab begitu banyak hal yang dapat membuat kerajinan kita kendor.
  • Kita punya banyak waktu untuk urusan-urusan duniawi, tetapi kita selalu ber-alasan “tidak mempunyai waktu untuk Tuhan”.
  • Padahal, begitu kita menggebu-gebu mencari Tuhan, begitu kita tidak mau terpisah dari Tuhan, kita akan banyak mendapatkan penyataan dari Tuhan.

Tetapi begitu kita mulai suam-kuku sehingga tidak ada gairah mencari Tuhan dan membiarkan kondisi seperti itu berlamgsung lama, maka yang menjadi “korban” adalah terhambatnya pembentukan tubuh Kristus.

  • Pelayanan kenabian sangat penting dalam Gereja, tetapi banyak sekali yang menganggap pelayanan kenabian hanya ada pada zaman Perjanjian Lama.
  • Waktu Paulus menulis kitab ini, Paulus sudah melewati masa transisi setelah Yesus mati di atas kayu salib, Paulus sedang membentuk suatu Gereja dan membentuk pelayanan-pelayanan.
  • Pelayanan kenabian sangat penting karena banyak jemaat Gereja yang tidak lagi memiliki hubungan yang special dengan Tuhan.

Bahkan begitu banyak Gereja yang membatasi Tuhan berkarya, antara lain dengan cara mengatur waktu penyembahan hanya boleh 30 menit, khotbah hanya boleh 45 menit.

  • Kalau khotbah melebihi 45 menit, langsung diberi “kode” oleh petugas Gereja bahwa waktunya menyampaikan firman sudah habis.
  • Padahal saat khotbah dibatasi, hal itu sama saja dengan Gereja hari-hari ini menutup mulut Tuhan pada saat Dia sedang berbicara kepada jemaat-Nya.
  • Oleh sebab itu, tadi saat kita sedang menyembah, Tuhan sampai berkata “bahwa Dia senang pada saat Dia tidak dibatasi oleh Gereja-Nya”.

Camkanlah semua kesalahanmu ini hai Gereja-Gereja Tuhan.

  • Yesus adalah Allah yang berkuasa atas “waktu”, lalu mengapa Gereja-Nya membatasi Dia menikmati Pujian dan Penyembahan jemaat-Nya
  • Mengapa Gereja-Nya membatasi Dia pada waktu Dia sedang berbicara?

Jawabannya, karena pelayanan kenabian telah hilang dari Gereja, padahal Alkitab adalah kumpulan Nubuatan dan Perkataan Allah melalui para nabi, orang-orang bijak dan para ahli Taurat.

Matius 23 : 34

23:34 Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,

TUHAN mengutus nabi-nabi, orang bijaksana dan ahli Taurat kepada orang Israel.

Kita perhatikan urutan penulisannya dalam ayat tersebut diatas, yaitu:

  1. Nabi-nabi.
  2. Orang-orang bijaksana.
  3. Ahli-ahli Taurat.

Kata “Aku mengutus”, memakai kalimat “present tense” yang berlaku dan berjalan sampai hari ini.

Alkitab dalam bahasa Ibrani disebut “TANAKH”, yang merupakan singkatan dari 3 unsur, yaitu :

  1. TORAH = berbicara tentang ahli Taurat.
  2. NEVI IM = berbicara tentang pelayanan ke Nabian.
  3. KETUVIM = berbicara tentang orang bijaksana.

Kita perhatikan perkataan Yesus.

  • Yang disebut pertama oleh Yesus adalah “Nabi”, kemudian “Orang bijaksana” dan yang terakhir “Ahli Taurat”.
  • Mengapa urutan jawatan dalam Gereja, Yesus letakkan dalam urutan yang pertama adalah “Pelayanan Kenabian”?
  • Karena Yesus mau memberitahukan kepada Gereja-Nya, bahwa sebenarnya “Pelayanan Kenabian”, adalah pelayanan terpenting di dalam membangun tubuh Kristus (Gereja).
  • Pelayanan Kenabian sangat penting untuk membangun suatu Gereja.

Gereja yang sehat, adalah Gereja yang dibangun “atas dasar ke-nabi-an”, karena mengikuti visi dari Tuhan.

  • Kalau Gereja dimana saudara menjadi jemaatnya mau sehat, seharusnyalah dibangun atas dasar kenabian.
  • Bukan hanya bapak Herry atau saya di Chosen Generation yang bernubuat tetapi kita semua harus mengalami Tuhan dan bersentuhan secara pribadi.
  • Nabi Allah dalam Gereja, seharusnya tidak hanya satu atau dua orang, tetapi kita semua seharusnya menjadi nabi Allah.
  • Kita harus mempunyai hubungan yang special dengan Tuhan.

Mengapa pelayanan kenabian menghilang dari Gereja? Karena Gereja tidak pernah ada keinginan lagi mencari Tuhan dengan benar.

Bilangan 11 : 29

11:29 Tetapi Musa berkata kepadanya: “Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!”

Musa sampai berkata “Andaikata seluruh umat Tuhan menjadi nabi, bukan hanya aku sendiri, maka semuanya akan mendapatkan pesan Tuhan.

  • Begitu saudara memiliki hubungan yang special dengan Tuhan, maka Gereja saudara akan menjadi Gereja yang sehat sekali.
  • Pada setiap doa awal bulan, saya selalu bilang kalau ada yang dapat penglihatan bisa dibagikan, tetapi pada kenyataannya setelah selesai doa baru berbisik ke saya, “tadi saat doa dapat penglihatan”.

Tuhan tidak memberi pewahyuan kepada satu dua orang saja, tetapi semua yang berdoa akan mendapatkan wahyu dari Tuhan.

  • Semua yang berdoa akan mengalami Tuhan secara pribadi dan kondisi itulah yang dinamakan pelayanan kenabian.
  • Dan dari situlah akan terbentuk suatu tubuh Kristus yang kuat.
  • Kalau pada hari ini saudara kurang percaya diri untuk mengungkapkan penyataan Tuhan di depan banyak orang, sampai kapankah saudara akan percaya diri?
  • Setiap orang seharusnya memiliki pelayanan kenabian, sebab siapapun yang bersentuhan dengan Tuhan akan mendapatkan wahyu Tuhan.

Alkitab mengatakan yang diutus terlebih dahulu adalah ahli Taurat, tetapi Yesus merobah susunannya menjadi yang diutus terlebih dahulu adalah Nabi, karena untuk membangun tubuh Kristus yang terpenting adalah Pelayanan Kenabian.

  • Tetapi sungguh sangat disayangkan, Pelayanan Kenabian disebagian besar Gereja di seluruh dunia telah menghilang.
  • Kalau Pelayanan Kenabian sudah benar-benar menghilang dari Gereja maka kegelapan akan merajalela.
  • Kalau kegelapan sudah merajalela, itu artinya Tuhan akan segera datang.

Oleh sebab itu Pelayanan Kenabian di dalam diri saudara jangan sampai hilang.

Yeremia 18 : 18

18:18 Berkatalah mereka: “Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!”

Dalam ayat tersebut diatas disebutkan, “Sebab seorang Imam tidak akan kehabisan Pengajaran, Orang Bijaksana tidak akan kehabisan Nasihat dan Nabi tidak akan kehabisan Firman.

Urutannya berbeda lagi dengan apa yang Yesus sebutkan tadi di Matius 23 : 34

IMAM

Imam dikonotasikan dengan Taurat.

1 Petrus 2 : 9

2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Kitalah bangsa yang terpilih, kitalah imamat yang Rajani, kitalah bangsa yang kudus dan umat kepunyaan Allah sendiri.

Imamat yang Rajani berhubungan dengan Taurat.

ORANG BIJAKSANA

Orang Bijaksana atau pemberi nasihat disebut juga dengan Konselor Rohani.

  • Pernahkah saudara menasihati orang dan tiba-tiba saudara berbicara tentang firman Tuhan dengan orang tersebut?
  • Sadarkah saudara bahwa saudara sedang mengaktifkan pelayanan konselor pada saat itu?
  • Ketika saudara sedang menginjili orang, menuntun orang yang bermasalah datang ke Tuhan, maka saudara adalah seorang Konselor dan Seorang Bijaksana.

NABI

Firman Tuhan berhubungan langsung dengan pelayanan kenabian. Dengan demi-kian, jika pelayanan kenabian berhubungan dengan firman, maka sudah pasti tidak ada hubungannya dengan akademis.

Alkitab berkata, “Nabi tidak akan kehabisan firman”.

  • Firman yang dimaksud adalah wahyu ilahi, yang merupakan buah per-sentuhan kita dengan Tuhan, jadi tidak ada kaitannya dengan akademis.
  • Paulus berkata “Aku seorang Sanderin, aku seorang yang berpendidikan, aku seorang yang hebat di mata manusia, aku ahli Taurat dan aku juga adalah seorang penganiaya jempolan terhadap jemaat Tuhan”.
  • Setelah aku bertemu dengan Tuhan, semua kehebatannya itu sampah bagi Paulus.

Kehebatan seorang Akademisi tidak menjamin dia bisa bersentuhan dengan Tuhan Yang Mahakudus.

  • Persentuhan dengan Tuhan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kegiatan akademis.
  • Pelayanan kenabian adalah “pengalaman rohani kita dengan Tuhan” dan tidak ada hubungannya dengan akademis.
  • Akademis hanya penunjang kita berhubungan dengan Tuhan.
  • Tetapi begitu kita sudah masuk pengalaman bersama dengan Tuhan, Tuhan tidak bertanya pada kita, apakah kita lulusan Sekolah Tinggi dari mana, apakah kita sudah Strata 1, Strata 2 atau Strata 3.

Tetapi Tuhan akan bertanya, “Sejauh mana engkau mau mengikut Aku, sejauh mana engkau mau belajar dari-Ku dan sejauh mana engkau mau mempersiapkan waktumu bagi-Ku”.

Yehezkiel 7 : 26

7:26 Bencana demi bencana akan datang, kabar demi kabar akan tersiar. Mereka akan menginginkan suatu penglihatan dari nabi, pengajaran hilang lenyap dari imam, dan nasihat dari tua-tua.

Mereka menginginkan suatu penglihatan dan juga wahyu dari Nabi, tapi pengajaran hilang lenyap dari imam-imam, firman Tuhan sudah hilang dan nasihat dari tua-tua juga sudah tidak ada lagi.

  • Karenanya mereka membutuhkan pewahyuan, nubuatan dan penglihatan, tetapi TUHAN tidak memberikannya bagi mereka, orang-orang yang tidak mencari TUHAN dengan sungguh-sungguh.
  • Kalau saudara ngotot mencari Tuhan, maka saudara akan mendapatkan wahyu demi wahyu dari Dia dan saudara juga akan mendapatkan tuntunan demi tuntutan dari Tuhan.

Kalau “pelayanan pewahyuan hilang”, maka penglihatan, pengajaran dan nasihat juga akan hilang.

  • Pentingkah pelayanan kenabian?
  • Maukah saudara menjadi nabi?

Musa sampai berkata “Andaikata semua disini nabi, maka tugasku tidak terlalu susah”

  • Menjadi seorang nabi harus mengorbankan “waktu” untuk mencari Tuhan.
  • Berapa banyak orang yang mau mengorbankan waktu untuk mencari Tuhan?

Yeremia 5 : 31

5:31 Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?

TUHAN berfirman melalui nabi Yeremia, “Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, tetapi umat-Ku suka yang demikian itu”.

  • Orang-orang percaya menyukai nubuatan-nubuatan palsu, pengajaran yang menyenangkan, pengajaran yang tidak menegur, tidak mendidik.
  • Kondisi ini merupakan penyakit dan harus disembuhkan.
  • Seorang nabi sangat penting, oleh sebab itu mereka harus mendapatkan kembali penglihatannya dan pewahyuan dari Tuhan.

Tetapi permasalahannya, berapa banyak orang yang mau mendengarkan Tuhan, mencari Tuhan dan mengikut Tuhan?

Kisah Para Rasul 2 : 17

2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

Pada waktu Roh Kudus tercurah di Yerusalem, maka pelayanan kenabian berjalan kembali, sehingga anak-anak laki-laki dan perempuan akan bernubuat, teruna-teruna akan mendapatkan penglihatan, dan orang-orang tua akan mendapatkan mimpi.

Inilah pelayanan kenabian yang harus diraih kembali oleh Gereja hari-hari ini.

  • Bagaimana jika di suatu gereja tidak ada pelayanan kenabiannya?
  • Apabila di suatu Gereja tidak ada seorangpun yang melakukan pelayanan kenabian, berarti Gereja tersebut sudah kehilangan hubungan dengan Tuhan.
  • Gereja tanpa nabi akan berjalan dengan pola pikir manusia dan akademis.

Jika sudah masuk pola pikir manusia dan akademis di dalam Gereja maka Gereja akan menjadi sebuah Perseroan Terbatas (PT).

  • Gembala menjadi Komisaris yang akan menjalankan roda pelayanan dengan semena-mena.
  • Dan jemaat menjadi karyawan.

Jika seorang pengusaha yang tidak bertobat benar-benar kemudian menjadi seorang pendeta, pasti gaya kepemimpinannya di dalam gereja memakai gaya kepemimpinan seperti menjalankan perusahaan.  

  • Dan dia akan mengembalakan jemaatnya seperti memimpin karyawannya yang tentunya tidak mempunyai kasih, sebab yang ada dalam kepemimpin-annya hanyalah tuntutan.
  • Jika pendeta yang memimpin gereja seperti memimpin perusahaan, maka perlakuan baiknya bagi jemaatnya dengan tujuan supaya jemaat datang untuk memberikan timbal balik apa yang sudah dilakukan pendetanya.
  • Pelayanan seperti ini akan menjadi pelayanan kemunafikan karena sudah tidak ada lagi pelayanan kenabian.

Saya tidak mau mengusik Gereja-Gereja lain, tetapi saya hanya mau focus pada Gereja ini saja, agar saudara mau ngotot menjadi nabi-nabinya Tuhan, sampai saudara benar-benar mengalami Tuhan dan saudara benar-benar bisa merasakan kehadiran Tuhan.

  • Kita harus focus untuk bisa mengalami Tuhan, jangan sampai Gereja ini dijalankan dengan roda pengetahuan manusia.
  • Terkadang saya diperhadapkan dengan kurangnya dana pelayanan, sampai logika saya mulai jalan.
  • Tetapi begitu saya menyerahkan semuanya pada Tuhan, membiarkan Roh Allah yang berkarya, maka kuasa Allah sempurna.

Saya sering diperhadapkan dengan “patty cash” pelayanan yang kosong, tidak ada dana untuk persembahan kasih bagi para petugas yang melayani.

  • Kalau pakai pengetahuan, tidak mungkin pelayanan berjalan.
  • Tetapi Tuhan mau menunjukkan, bahwa Tuhan penuh kuasa.

Tuhan mengijinkan kita dalam ketidak-berdayaan sampai pada titik tertentu, dan kita tidak bisa mengandalkan siapapun juga.

  • Kita harus berusaha tidak ada perkataan dari mulut kita untuk berkata-kata karena begitu kita cerita kepada orang lain, kita sudah mulai mengandalkan manusia.
  • Tetapi kalaupun saya sampai bercerita kepada orang lain, berarti itu karena disuruh Tuhan.

Kita semua nabi, oleh sebab itu kita harus bersekutu dengan Tuhan sampai kita mendapatkan pewahyuan demi pewahyuan dari Tuhan.

  • Di dalam Alkitab, nabi siapa yang kaya raya? Tidak ada.
  • Saat Elia datang ke Elisa, Elisa sedang membajak dengan 12 lembu, biasa-nya orang membajak paling-paling hanya dengan 2 lembu.
  • Elia lewat rumah Elisa yang sedang membajak, lalu menyuruhnya mengikut Elia, maka Elisa pun langsung meninggalkan semua miliknya.

Sekarang ini banyak yang mau menjadi nabi, tetapi saat disuruh mengikut Tuhan, ada tuntutan agar dia diberkati terlebih dahulu.

  • Kalau seseorang mau mengikut Tuhan dan menjadi nabi Tuhan, maka semua berkat dari kehidupan lamamu Tuhan kosongkan terlebih dahulu, supaya engkau mulai berjalan dengan iman.
  • Sebab selama engkau masih banyak punya uang, maka engkaupun akan mengandalkan uangmu, tetapi setelah tidak punya uang lagi, maka engkau-pun akan mengandalkan Tuhan dengan percaya.

Paulus memiliki kerinduan yang sama dengan Musa, yang merindukan semua jemaatnya menjadi nabi.

Kita semua yang telah Tuhan himpun dalam keluarga Chosen Generation, juga harus memiliki pola pikir yang sama seperti Paulus dan Musa, yaitu :

  • Kita harus rindu menjadi nabinya Tuhan, yang memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.
  • Kita harus rindu untuk masuk ke dalam suatu pengalaman yang indah ber-sama dengan Tuhan.

Kalau saudara tidak sampai ke tingkat ini, maka kekristenanmu belum sempurna.

1 Korintus 14 : 1

14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

Kejarlah kasih tapi usahakan engkau bernubuat, yang berarti engkau menjadi nabi.

1 Korintus 14 : 39

14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.

Usahakan dirimu bernubuat, kejar karunia nubuatan supaya saudara benar-benar menjadi nabi Allah.

Tidak hanya si A yang bernubuat, tetapi si B, C, D dan semuanya bisa bernubuat.

1 Korintus 14 : 2

14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

Kalau berbahasa roh itu berkata-kata kepada Allah. Tidak seorangpun mengerti bahasa roh itu.

14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

Disinilah kebangunan rohani bisa terjadi.

Bapak Pdm Hery Robot bernubuat dengan menggunakan bahasa roh, dan saya menterjemahkan bahasa roh tersebut kedalam Bahasa Indonesia, berarti saya sedang berkata-kata kepada saudara.

  • Tuhan sedang berkata-kata melalui bapak Hery dan dengan perantaraan saya.
  • Jika di Gereja ini semuanya menjadi nabi, maka akan terjadi kebangunan rohani luar biasa.
  • Ketika kebangunan rohani terjadi seperti dikitab Kisah Para Rasul, semuanya mendapatkan karunia Roh Kudus.

Bisa saja terjadi dari komunitas kita yang kecil ini, menjadi kegerakan yang besar diluar sana.

  • Kalau saudara menjalani semua yang Tuhan berikan bagi saudara sebagai seorang konselor, atau sebagai seorang imam untuk mengajar dan sebagai seorang nabi, berarti saudara menyampaikan isi hati Allah.
  • Kita jangan berhenti disini, tetapi kita harus maju terus supaya kita semua menjadi nabi-nabi Allah.
  • Jika gereja ini menjadi gereja kenabian, maka kita semua bisa menyampai-kan pesan Allah dalam nubuatan, tetapi syaratnya hanya satu, yaitu harus intim dengan Allah dan intim dengan firman.

Kalau saudara tidak intim dengan firman Tuhan, maka akan mudah disesatkan oleh pengajaran yang salah.

  • Paulus sampai berkata, “Kejar nubuatan itu”, Paulus juga berkata, “setiap orang harus bernubuat”.
  • Apa yang dikatakan Paulus sama seperti perkataan Musa yang menghendaki agar kita semua bernubuat.

14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Saat saudara berbahasa roh, saudara sedang membangun manusia roh saudara, sedangkan ketika saudara bernubuat, saudara sedang membangun tubuh Kristus.

  • Jadi bernubuat itu penting.
  • Saat saudara mendapatkan sesuatu dari Tuhan, harus saudara sampaikan sehingga berdampak luar biasa bagi sekitarmu.

Apabila saudara rindu menjadi nabi Tuhan, saudara harus mengejar hubungan yang semakin lama semakin bertambah intim dengan Tuhan.

Tuhan sedang membangun pelayanan kenabian di Chosen Generation ini, dimana saudara akan menjadi nabi-nabinya Tuhan.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

KITA LANJUTKAN MINGGU DEPAN

DALAM “SESI – 2”

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

INSIDE OUT II – 02 FEBRUARI 2020

Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang”.  (Matius 15 : 19-20).

I N S I D E  O U T

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 02 PEBRUARI 2020

==========

SESI – 2

SHALOM !

Hari ini, Minggu tanggal 02 Pebruari 2020 kita akan melanjutkan pembahasan tentang “INSIDE OUT” pada Sesi 2. Saya garis bawahi kembali, bahwa Kekristenan bukanlah Liturgy atau Tata Ibadah, artinya bukan pula agama yang dibatasi dengan liturgy dan atau pola pikir manusia sekuler atau dibatasi oleh Theologia.

Kekristenan adalah wahyu Allah di dalam manusia, karena Dia hidup di dalam kita.

Jadi, orang Kristen (saudara dan saya) adalah orang yang mempunyai “hayat Allah” atau “hidup Allah”, karena Roh Allah hidup di dalam hidup kita.

Dengan demikian, kalau orang Kristen tidak mempunyai hayat Allah di dalam diri-nya, maka dia belum benar-benar menjadi Kristen dan dia juga adalah orang yang mengaku Kristen tetapi belum lahir baru.

  • Bagaimanakah sebenarnya kualitas kekristenan saudara, bila saudara cuma mengaku orang Kristen, tetapi tidak pernah mau berubah?
  • Bagaimanakah sebenarnya kualitas kekristenan saudara, bila hidup saudara terus-menerus dalam lumpur dosa dan hidup dalam kecemaran serta tidak pernah mau berubah?

Ingatlah! Meskipun ada hayat Allah di dalammu, tetapi kalau saudara tidak pernah membangun hubungan dengan Allah, yaitu dengan membaca/mendengar firman, doa, pujian dan penyembahan, maka hayat Allah yang ada di dalammu akan pergi meninggalkan saudara.

  • Melalui hubungan dengan Allah, kita mendapatkan wahyu tentang Dia dan wahyu inilah yang akan membawa kita kepada pengenalan akan Dia.
  • Saudara akan digiring Tuhan masuk dalam suatu dimensi pengenalan akan Dia, dalam klasifikasi “bukan hanya sekedar tahu Tuhan”.
  • Berapa banyak orang Kristen hanya tahu Tuhan tapi tidak pernah mengenal Tuhan dan tidak memiliki hayat Allah, serta tidak mengerti perasaan-Nya?

Kalau ada hayat Allah di dalam saudara, maka saudara juga harus tahu yang namanya perasaan Allah.

  • Pengenalan akan Allah membawa saudara pada suatu perubahan demi perubahan menuju kesempurnaan.
  • Orang Kristen yang telah punya hayat Allah, tetapi tidak bertumbuh dan tidak pernah ada perubahan, kondisi ini sama saja dengan Kristen KTP (palsu).

Meskipun saudara rajin ke Gereja, rajin beribadah, rajin memberi, tetapi kalau hidupmu tidak berubah, engkau tetap Kristen KTP, yang tahunya hanya rutinitas kekristenan.

  • Kita harus menyelidiki diri kita masing-masing, apakah kita sudah sungguh-sungguh berubah?
  • Minggu lalu kita sudah membahas tentang Nikodemus, dia ingin sekali ber-ubah dan menjadi orang baik.
  • Nikodemus bertanya kepada Yesus dengan panggilan Guru, “Guru, saya harus berbuat apa agar menjadi orang baik?”

Tuhan Yesus bukan ingin menjadikan saudara orang baik saja, tetapi menjadikan saudara orang sempurna.

  • Kalau saudara hanya mau menjadi orang baik, saudara bisa belajar agama karena semua agama mengajarkan kebaikan, tetapi kalau saudara mau menjadi sempurna maka menyatulah dengan Dia yang sempurna.
  • Jawab Yesus kepada Nikodemus, “Engkau harus lahir baru”.

Dahulu engkau lahir ke dunia ini dari keturunan Adam, tetapi sekarang “engkau harus lahir baru” dari keturunan Kristus.

  • Tuhan Yesus rindu, saudara bukan sekedar tahu Tuhan, tetapi mengenal Dia yang adalah Tuhan dan Juruselamat saudara.
  • Tuhan Yesus rindu, saudara bukan hanya sekedar menjadi orang baik tetapi menjadi orang sempurna dalam pengenalan dan penyatuan dengan Tuhan.

Kata-kata di dalam Alkitab barulah merupakan “logos” yang belum bisa mengubah manusia jasmani menjadi manusia ilahi, jika di dalam dirinya tidak ada hayat Allah.

  • Berapa banyak orang di luar Kristen belajar Alkitab tetapi hidup mereka tidak pernah mengalami perubahan?
  • Karena yang mereka pelajari hanya sekedar perkataan, bukan pewahyuan.

Begitu saudara masuk ke dalam suatu tingkat kerohanian tertentu dan masuk ke-dalam pewahyuan, saudarapun baru akan tahu bahwa ternyata “jalan, kebenaran dan hidup”, hanya pada Yesus. Itulah pewahyuan.

  • Begitu saudara mendapatkan wahyu, lalu saudara menyerahkan diri kepada Tuhan, saudara dibaptis maka hayat Allah hidup di dalam saudara.
  • Begitu hayat Allah hidup di dalam saudara, dan saudarapun mulai mengerti perasaan-Nya, sehingga semakin hari saudara akan semakin mengenal Dia.
  • Kalau saudara ingin diubah Tuhan secara permanent, maka sudara harus “menghidupkan” Roh Tuhan di dalam saudara dengan cara mendapatkan wahyu dan pengenalan akan Dia.
  • Hayat Allah hanya bisa dihidupkan dengan firman dan keintiman kita dengan Allah.

Kita sebagai manusia sering kali sibuk, bangun tidur bukannya berdoa dulu, tetapi langsung sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan lain-lain.

Seharusnya setelah bangun tidur kita bersyukur melalui doa. Mengapa demikian?

  • Karena kita masih bisa bangun, masih diberi kesempatan untuk menghirup hari yang baru dan untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik.
  • Tetapi banyak yang terlalu sibuk, sampai berdoapun mereka abaikan karena telah digantikan dengan kesibukan urusan dunia.

Dalam Yohanes pasal 6 Yesus berkata, “Akulah Roti hidup”, tetapi sayangnya orang Israel mengerti firman Allah hanya sebatas perkataan (“logos”), akibatnya banyak yang mundur dari Tuhan.

  • Lima ribu orang laki-laki, belum termasuk orang perempuan dan anak-anak mundur dari Tuhan karena mereka tidak bisa mendengar perkataan firman yang keras.
  • Firman Tuhan jelas berkata : “Perkataan itu terlalu keras dan mereka tidak bisa mendengarnya”.

Yang ada dalam pikiran sebagian besar dari orang-orang Kristen pada hari-hari ini, hanyalah “sakit menjadi sembuh dan adanya mujizat terjadi”.

  • Orang Kristen yang seperti ini, hanya termasuk “Kristen anak-anak” belum dewasa rohani.
  • Kalau saudara ke Gereja hanya untuk mencari mujizat dan hanya mencari kesembuhan, maka kerohanianmu tidak akan bertumbuh dan menjadi mati.

Kita mencari Tuhan harus dengan cara yang benar, yaitu mencari pribadi-Nya dan bukan mencari tanda mujizat-Nya.

  • Begitu saudara mendapatkan pribadi-Nya maka saudara akan mendapatkan tujuan hidup saudara.
  • Kalau saudara hanya mencari tanda mujizat-Nya, saudara tidak akan pernah mendapatkan kehidupan-Nya.
  • Orang Kristen yang fokusnya ketika mereka ke Gereja hanya mencari mujizat, mereka adalah Kristen duniawi.
  • Karena orang Kristen duniawi, hanya tahu tentang berkat, mujizat, hidup nyaman tetapi begitu badai datang mereka tidak akan mampu bertahan.

Orang Kristen yang ingin dasarnya kuat, haruslah menggali firman lebih dalam lagi, supaya saudara bisa mendapatkan pewahyuan tentang Allah dan mendapatkan kemustikaan Tuhan.

  • Begitu saudara mendapatkan kemustikaan Tuhan, badai masalah sebesar apapun saudara tetap berdiri teguh bersama dengan Tuhan.
  • Orang-orang Israel mendapatkan firman, tetapi Petrus mendapatkan wahyu karena ada hayat Allah di dalam dirinya.

Yohanes 6 : 67-68

6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

Lima ribu orang laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak setelah diberi makan, mereka mundur semuanya karena tidak tahan mendengar firman yang keras.

  • Berapa banyak orang Kristen hari-hari ini yang tidak sanggup mendengar firman yang keras?
  • Kalau kita tidak belajar dan melatih “telinga dan hati” mendengar firman yang keras, maka kita akan menjadi orang Kristen duniawi.

Oleh karena itu, dengarlah firman yang benar, karena firman yang benar, pasti akan menyakitkan kedagingan kita.

6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;

Petrus tidak hanya mendapatkan perkataan, tetapi juga mendapatkan pewahyuan.

  • Orang Kristen yang mendapatkan pewahyuan, adalah orang Kristen yang mendapatkan hayat Allah.
  • Setelah saudara memiliki hayat Allah, saudara harus berhubungan terus dengan hayat Allah itu agar saudara semakin mengenal Dia.

1 Korintus 2 : 11 – 16

2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.

Tidak ada orang yang tahu, kita sedang memikirkan tentang apa dan tidak ada yang tahu apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Allah sendiri.

2:12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

Kita tidak menerima roh dunia yang menjadikan kita duniawi, tetapi Roh dari Allah supaya kita tahu apa yang Tuhan persiapkan bagi kita.

  • Tuhan mempersiapkan “hidup kekal bagi kita semua”, orang-orang percaya.
  • Tetapi berapa banyak orang Kristen lebih suka mengejar yang fana daripada yang kekal?

2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.

Yang kita dapat bukan dari pengetahuan, tetapi dari pewahyuan, namun demikian sebagian.

  • Tanpa pewahyuan, tidak mungkin kita bisa mengerti firman yang kita dengar.
  • Karenanya kita harus dapat wahyu tentang Allah, agar bisa mengenal Allah.

Jadi, sehebat-hebatnya seorang lulusan Sekolah Tinggi Theologia, pasti kalah dengan orang yang telah intim dengan Tuhan, karena Roh Allah sendiri yang akan mengajarkan banyak hal, sehingga apa yang tidak mampu kita mengerti pasti Tuhan singkapkan bagi kita.

2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Kalau saudara masih duniawi, saudara tidak bisa mendengar kebenaran yang berasal dari Roh Allah berupa pewahyuan tadi.

  • Kalau saudara berbicara dengan orang yang duniawi agar mencari Kerajaan Sorga, pasti mereka tidak mau mendengarkan saudara.
  • Hal-hal yang rohani, hanya bisa dinilai secara rohani oleh orang yang rohani.
  • Kalau saudara seorang rohani, barulah saudara bisa dinilai secara rohani, tetapi bila engkau duniawi, kamu tidak akan bisa menilai hal-hal yang rohani.

2:15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.

Manusia rohani, tidak bisa dinilai oleh orang lain yang bukan rohani, karena manusia rohani adanya di dalam dirinya dan bukan di luar.

  • Fisik jasmaniahnya boleh-boleh saja sudah tua dan lemah, tetapi didalamnya rohaninya diperbaharui terus setiap hari.
  • Berapa banyak orang Kristen hari-hari ini, fisiknya semakin tua tapi rohaninya tidak pernah diperbaharui?

2:16 Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Sebagai orang Kristen rohani, kita harus mengetahui apa yang ada dalam pikiran Kristus, karena kita mendapatkan wahyu dari Dia ketika kita berjalan dalam Roh.

  • Hanya orang yang rohani, yang bisa menilai hal-hal yang rohani.
  • Kalau orang yang masih duniawi, akan tetap menilainya secaranya duniawi walaupun dia terlihat rohani.

Untuk menjadi orang Kristen rohani, saudara harus terima dulu hayat hidup Allah, barulah kita bisa tahan uji, yaitu tidak takut dengan ujian dan masalah.

  • Ada hamba Tuhan yang tidak berani menyanyikan lagu “Ujilah aku Tuhan, cobalah aku Tuhan”
  • Dia berkata lirik lagu tersebut aneh, tidak sesuai dengan firman Tuhan, lalu dia ganti liriknya menjadi “Inilah aku Tuhan, inilah aku Tuhan”.
  • Untuk membuktikan cinta kita pada Tuhan, kita harus diuji, tidak ada cinta yang tidak diuji, cinta hanya bisa diuji lewat api, lewat masalah, tetapi sayang sekali hamba Tuhan tadi tidak mengerti Firman Tuhan.

Seberapa dalam kita cinta pada Tuhan, hal itu terlihat ketika kita melewati badai-badai kehidupan, jika saudara tetap berdiri teguh berarti saudara adalah orang yang mencintai Tuhan.

  • Kalau saudara tetap berkata, “Tuhan baik dalam segala hal”, itu tandanya bila saudara adalah orang yang mencintai Tuhan dan orang yang telah men-dapatkan hayat Allah dan mengenal Allah.
  • Saudara akan bersaksi, bahwa semua masalah yang telah saudara alami mendatangkan kebaikan bagi saudara.
  • Saudara akan bersaksi, bahwa saudara benar-benar mengenal Tuhan, bahwa semua yang saudara alami sudah dirancang oleh Tuhan demi masa depan saudara yang penuh harapan.

Seperti Paulus yang rela menderita, rela dianiaya, rela berkorban, demi kebenaran karena Paulus sudah menerima kebenaran sebagai suatu wahyu dan dia mendapatkan pengenalan itu.

  • Setelah Paulus mengenal Tuhan Yesus, dia bisa berkata, “Aku rela mati demi Injil”.
  • Paulus juga pernah berkata, “Aku rela dipermiskin demi Injil”.

Filipi 1 : 22

1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

Paulus berkata, yang manakah yang harus aku pilih, aku tidak tahu, kalau aku mati itu keuntungan bagiku, tetapi kalau aku harus tetap hidup, maka hidupku harus memberi buah.

  • Kalau saudara masih mendapatkan kesempatan untuk hidup berarti saudara masih diminta Tuhan untuk berbuah.
  • Sampai suatu hari, ketika saudara sudah banyak berbuah, saudara bisa berkata, “Mati adalah keuntungan bagiku”.
  • Orang Kristen yang benar tidak akan pernah takut dengan kematian, karena kematian hanya gerbang menuju kemuliaan.

Tapi orang Kristen yang tidak benar, pasti takut mati karena dia ragu apakah akan dipermuliakan atau apakah akan mati kekal karena dia tahu bagaimana hidupnya selama ini yang tidak jelas mau berjalan kemana.

  • Apakah saudara sudah jelas akan tujuan hidupmu?
  • Apakah saudara sudah mendapat pewahyuan dari Allah?
  • Apakah saudara sudah benar-benar mengenal Allah?
  • Apakah saudara sudah bisa berkata, “dalam segala hal semuanya baik”, karena Tuhan itu baik?

Jika saudara sudah bisa berkata, “semuanya baik dalam segala keadaan”, disitulah saudara baru bisa dikatakan telah mengenal Allah.

Ibrani 4 : 16

4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Yesus Kristus adalah Imam Besar kita dapat turut merasakan semua kelemahan kita. Dia juga dicobai, walaupun Dia tidak berbuat dosa.

Masalahnya bagi kita, bagaimanakah caranya supaya kita bisa lepas dari dosa?

Kolose 1 : 15 – 20

1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

Tuhan Yesus yang pertama dan di atas segala-galanya.

1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Dia yang menciptakan segalanya, baik secara duniawi maupun secara rohani.

1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Dia menjadi teladan.

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,

Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, oleh sebab itu Dia dicobai walaupun Dia tidak berbuat dosa.

  • Sebagai orang Kristen kita harus sampai ke tingkat ini, dimana kita seperti Dia yang mengalami pencobaan tetapi tidak berbuat dosa.
  • Saat kita mengalami pencobaan tetapi tidak berbuat dosa, karena adanya hayat Allah di dalam kita yang telah memenuhi hati kita.
  • Sehingga kita bisa berkata tidak pada dosa, karena cinta kita pada Tuhan jauh lebih besar dari cinta kita atas diri kita sendiri.

Ketika kita mencintai diri sendiri, maka kita akan masuk terjerumus dalam ego dan akhirnya kita hidup untuk diri kita sendiri dan menjadi orang-orang yang berdosa.

  • Jadi agar saudara tidak berbuat dosa lagi, biarkan Allah memenuhi hidup saudara.
  • Saudara harus terus menerus mengontak Allah, untuk mendapatkan wahyu Allah sampai saudara mengenal Dia dengan benar.

Masalahnya sekarang, bagaimanakah kita dapat mengetahui, kita telah memiliki hayat Allah di dalam kita?

  • Kita tahu Allah ada di dalam kita, ketika kita memiliki perasaan Allah.
  • Kalau kita punya perasaan Allah, kita akan yakin Allah ada di dalam kita.
  • Ketika kita merasakan apa yang Allah rasakan, kita baru yakin bahwa Dia hidup di dalam kita.

BAGAIMANA CARANYA KITA BISA MEMILIKI PERASAAN ALLAH?

  1. Untuk memiliki Perasaan Allah, kita harus : “Merespon pada dosa”.

Apakah yang dibenci oleh Allah?  Dosa !

  • Allah membenci dosa, tetapi Dia mengasihi orang berdosa.
  • Tuhan membenci dosa, karena dosa adalah buah pekerjaan iblis.
  • Kita tahu Allah ada di dalam kita, ketika kita memiliki perasaan hayat Allah.

Contohnya :

  • Ketika saudara berbuat salah, hati saudara menjadi tidak tentram, tidak ada sukacita.
  • Seolah-olah ada sekat di antara saudara dengan Allah.
  • Itulah yang dimaksudkan dengan perasaan Allah.

Kita bisa merasakan Allah ada di dalam kita, ketika kita merasakan perasaan-Nya.

  • Hayat Allah membenci dosa.
  • Oleh sebab itu orang yang sudah memiliki hayat Allah, pasti punya perasaan benci terhadap dosa.
  • Jika seseorang tidak memiliki perasaan Allah, berarti hayat Allah tidak ada didalam dia.

Hayat atau hidup, tidak bisa lepas dari yang namanya perasaan, banyak orang yang merasa telah memiliki Allah, tetapi kalau saudara tidak merasakan apa yang Allah rasakan, berarti hayat Allah belum ada di dalammu.

Misalnya si A memakai kaki palsu.

  • Sebagus apapun kaki palsu itu, saat bagian tubuh yang lain terluka, kaki palsu itu tidak bisa merasakan sakitnya.
  • Mengapa?  Karena bagian tubuh yang asli (darah & daging) tidak menyatu dengan bagian tubuh yang palsu.

Demikian juga diri kita, jika kita tidak menyatu dengan hayat Allah, kita tidak akan bisa merasakan perasaan Allah.

  • Misalnya tangan saudara terjepit pintu mobil.
  • Sakitnya bisa sampai seluruh tubuh, karena bila satu bagian tubuh terluka, maka seluruh tubuh bisa merasakannya.

Bagaimana jika saudara tidak merespon dosa?

Jika saudara tidak merasakan adanya sekat antara saudara dengan Allah saat saudara berbuat dosa, berarti tidak ada hayat Allah di dalammu.

1 Korintus 12 : 26

12:26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Seandainya salah-satu anggota keluarga kita menderita, semua anggota keluarga yang lain akan turut menderita.

  • Karenanya, bila Tuhan merasakan disakiti olehmu saat engkau berbuat dosa, seharusnya engkau juga merasakan apa yang Tuhan rasakan.
  • Kita sudah memiliki hayat Allah, pasti perasaan kita sudah menyatu dengan perasaan Allah.
  • Kalau saudara tidak menyatu dengan Allah, perasaan saudara tidak akan bisa “tersambung” dengan perasaan-Nya, hal tersebut bisa terjadi karena saudara Kristen palsu (seperti kaki palsu tadi).

Jadi untuk mengetahui apakah saudara memiliki hayat Allah didalam saudara, dapat dibuktikan dengan, “apakah saudara memiliki perasaan Allah atau tidak” di dalam saudara.

  • Sedangkan untuk mengetahui apakah saudara memiliki perasaan Allah, adalah ketika saudara merespon dosa karena Allah membenci dosa.
  • Kalau Allah membenci dosa, mengapa kita suka berbuat dosa?
  • Banyak orang Kristen ketika berbuat dosa, tidak merasakan pertentangan di dalam dirinya, seakan-akan dosa itu sah-sah saja.

Kita bicara tentang “Perasaan Allah”, perasaan Allah itu bukan teori, tidak ada gunanya kita bicara teori tanpa kita sendiri yang merasakannya, Contohnya :

  • Sejak kita kecil, saudara dan saya sudah tahu bahwa berbohong itu adalah dosa.
  • Saudara sudah tahu betul tentang hal itu, tetapi mengapa setelah engkau dewasa, engkau justru menjadi pakar pembohong?
  • Mengapa begitu kamu berbohong, seakan-akan tidak ada pertentangan di dalam hatimu?

Perasaan Allah itu bukanlah suatu teori, tetapi saudara dan saya sendirilah yang harus merasakannya.

  • Misalnya, saudara tahu bahwa mencuri itu dosa, tetapi mengapa saudara masih terus mencuri sampai hari ini?
  • Kita tahu apa yang kita lakukan salah, tetapi “mengapa kita terus melakukan segala sesuatu yang salah?”
  • Karena kita belum mendapatkan wahyu tentang Allah dan kita juga belum mengenal Allah kita.

2. Untuk memiliki Perasaan Allah kita harus : “Memiliki keinginan akan Allah, memiliki kontak dengan Allah”.

Kalau kita belum memiliki keinginanan untuk mengenal Allah, belum mengontak Dia, berarti saudara belum memiliki Perasaan Allah.

  • Kalau saudara jatuh cinta dengan Allah, kamu pasti ingin merasakan kontak dengan Allah secara langsung.
  • Tidak mungkin saudara jatuh cinta dengan Allah, jika engkau tidak memiliki kerinduan akan Allah, tidak memiliki kerinduan untuk mengontak Allah.

Jika kita benar-benar jatuh cinta dengan Allah, kita harus memiliki kerinduan akan Allah secara terus menerus.

  • Kita lihat pemazmur yang memiliki hayat Allah sehingga selalu mengontak Allah, sampai akhirnya dia memiliki Perasaan Allah.
  • Begitu pemazmur memiliki Perasaan Allah, dia menyatu dengan Allah.

Mazmur 42 : 1-5

42:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah.

42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Hanya Allah saja yang aku rindukan, tidak ada yang lain.

  • Inilah buktinya bahwa ada hayat Allah di dalam pemazmur.
  • Tuhan rindu saudara selalu dekat dengan Dia.
  • Saudara berkata jatuh cinta pada Tuhan, tetapi tidak pernah merindukan Tuhan, itu cinta palsu.

42:3 Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

Aku ingin terus dekat dengan Allah, aku ingin terus intim dengan Allah.

42:4 Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”

Aku merindukan Dia, aku menanti-nantikan Dia terus.

42:5 Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.

Pernahkah saudara merasakan gundah gulana, bilamana tidak mencari Tuhan?

  • Saudara akan gundah gulana karena kehilangan moment yang indah dengan Tuhan.
  • Pernahkah saudara gundah gulana ketika bangun tidur pagi tidak berdoa?

Jika perasaan saudara gundah gulana ketika tidak membangun hubungan dengan Tuhan setiap hari, berarti saudara memiliki perasaan Allah, karenanya saudara harus terus membuat hubungan dengan Allah.

Aku berjalan maju di tengah kepadatan orang, orang-orang sibuk dengan dunia, orang-orang sibuk mencari uang, tetapi aku sibuk mencari Tuhan, terus dekat dengan Tuhan dan terus intim dengan Tuhan.

  • Ketika saudara berhadapan dengan dosa, akan terlihat apakah saudara memiliki hayat Allah atau tidak, tergantung dari respon saudara.
  • Ketika saudara mencari Allah terus, saudara akan memiliki perasaan Allah.
  • Ketika saudara memiliki perasaan Allah saudara juga punya hayat Allah.

Dengan demikian, maka :

  • Jika seseorang tidak memiliki hayat Allah, maka dia tidak memiliki perasaan Allah.
  • Jika saudara terima Tuhan Yesus, tetapi tidak peka terhadap dosa, tidak punya kerinduan terhadap Allah, tidak bersungguh-sungguh mencari Allah, benarkah saudara sudah lahir baru dan apakah saudara sudah punya hayat Allah didalam saudara?

Firman Allah yang saudara terima sebagai pewahyuan, akan membuat saudara semakin mengenal Allah.

  • Ketika saudara mengenal Allah, saudara juga mengenal perasaan-Nya.
  • Ketika saudara memiliki perasaan Allah, maka saudara juga akan mengenal kehendak-Nya sehingga saudara memiliki kepekaan akan dosa.

3. Untuk memiliki Perasaan Allah, kita harus : “Mengasihi sesama”.

Kalau saudara tidak mengasihi sesama, berarti saudara tidak memiliki perasaan Allah, karena terkadang kita lebih mengutamakan kenikmatan sendiri, sehingga menjadi tidak peka terhadap dosa.

Saat saudara diperhadapkan dengan orang-orang yang membuat saudara kesal, saudara akan hardik orang itu karena saudara merasa punya otoritas atas dia.

  • Kalau saudara memiliki perasaan Allah, saudara tidak akan memperlakukan orang yang mengesalkanmu itu dengan semena-mena.
  • Kalau saudara punya perasaan Allah, saudara akan terus pandang ke depan dan tidak melihat ke masa lalu sebelum engkau bertobat.

Banyak orang Kristen yang mengaku memiliki hayat Allah, memiliki perasaan Allah tetapi tidak mengasihi sesamanya.

  • Kalau saudara tidak mengasihi orang yang mengesalkan saudara, saudara belum memiliki hayat Allah.
  • Kebenaran apapun yang saudara perbuat, jika saudara tidak mengampuni satu orang saja dalam hidupmu, saudara tidak memiliki hayat Allah.

Kita harus punya hayat Allah, sebab bila kita memiliki hayat Allah, seandainya ada orang menghina kita seperti apapun, kita akan tertawa saja dengan lapang hati.

  • Apakah saudara sering menyakiti hati Tuhan?
  • Apakah saudara sudah diampuni Tuhan?
  • Jika setelah saudara menyakiti Tuhan, saudara mendapatkan pengampunan, mengapa saudara tidak mengampuni sesamamu?

Kalau saudara masih mengingat-ingat kesalahan orang yang menyakitimu, berarti saudara belum memiliki perasaan Allah dan hayat Allah belum benar-benar hidup di dalam saudara.

Lukas 15 : 17

15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Anak yang hilang ini menyadari keadaannya, berarti dia mendapatkan pewahyuan, artinya pewahyuan membuat dirinya sadar bahwa dia bersalah dan dia merespon kesalahannya atau dosanya itu.

  • Terkadang Tuhan berbicara melalui situasi dan kondisi yang menyakitkan bagi saudara dan saya.
  • Ketika saudara disakiti orang, atau dilukai orang, maka disitulah akan ter-lihat kualitas rohanimu.
  • Kualitas kita terlihat saat kita terus digesek oleh sesama kita, semakin keras gesekan itu, semakin terlihat jelas kualitas rohani kita.

Lukas 15 : 16, si anak yang hilang mendapat masalah, Lukas 15 : 17, si anak yang hilang sadar bahwa dia bersalah. Lewat masalahnya itu dia mendapatkan wahyu.

Lukas 15 : 18 – 19

15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Perkataan anak yang hilang ini bagus sekali, tetapi amat disayangkan, dia belum memiliki hayat Allah. Kalau dia memiliki hayat Allah, dia memiliki perasaan Allah dan dia pasti akan tahu bahwa Allah adalah Allah yang mengampuni jika dirinya sudah bertobat.

Lukas 15 : 21 – 22

15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Ini perkataan yang bagus, tapi dia belum memiliki hayat Allah. Anak yang hilang ini berkata “lebih baik aku menjadi jongos saja karena aku tidak layak disebut sebagai anak”.

Tetapi Tuhan menunjukkan perasaan-Nya pada ayat 22.

15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Bapanya tidak berkata apa-apa, tetapi dia menunjukkan kasih sayangnya kepada sang anak, dan bila saudara hari ini bertobat, datang ke Bapa Di Sorga, saudara tidak akan dijadikan jongos oleh Bapa, tetapi dijadikan anak-Nya.

  • Berapa banyak dari kita, bila ada orang yang bersalah kepada kita, kita balas dendam, dengan memperlakukan dia dengan semena-mena?
  • Kalau saudara belum mengampuni satu orang saja, saudara belum memiliki hayat Allah dan saudara belum menyatu dengan perasaan Allah.

Mengampuni bukan teori. Teori itu mudah, saudara bisa langsung berdoa, “Tuhan, saya dengan tulus mengampuni dia”.

  • Tetapi karena engkau belum mengampuni, engkau terus mengingat-ingat kesalahan orang yang menyakitimu dan engkau ucapkan sampai hari ini.
  • Orang yang seperti ini belum mempunyai hayat Allah.
  • Kalau Tuhan mengampuni kita detik ini, maka kita juga harus mengampuni sesama kita detik ini juga.
  • Kalau saudara merasa memiliki perasaan Allah, dimanakah perasaan Allah itu jika saudara belum mengampuni sesamamu dan membencinya?

Kalau saudara mendengar firman hari ini, jangan keraskan hati dan ingatlah selalu Perasaan Allah bukan teori tetapi harus dipraktekkan.

  • Kita anggap sesama kita yang berbuat ulah pada kita itu bikin kita marah, tetapi apakah perbuatan kita tidak menyakiti hati Tuhan?
  • Meskipun engkau menyakiti hati-Nya, setelah engkau mohon ampun kepada Tuhan, Tuhan terus mengampunimu, karena itulah perasaan-Nya.

Jadi kita harus merespon dosa, mengontak Allah dan mengasihi sesama.

  • Ada banyak orang Kristen tidak mau mengampuni sesamanya dan dia tidak mau bertemu orang itu sampai mati.
  • Akhirnya dia benar-benar mati dan tidak bertemu dengan yang menyakitinya.

Oleh sebab itu berhati-hati dengan setiap perkataan yang keluar dari mulutmu.

1 Yohanes 4 : 8

4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Kalau saudara tidak mengasihi satu orang saja, berarti saudara tidak memiliki hayat Allah, karena saudara tidak mengenal Allah dan tidak memiliki perasaan Allah. Apakah saudara memiliki hayat Allah?

1 Yohanes 4 : 11

4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Allah sedemikian mengasihi kita, Allah mencurahkan kasih-Nya pada kita maka kita juga harus mengasihi.

  • Allah tidak mau tahu betapa sakitnya engkau karena disakiti orang dan juga Dia tidak bertanya bisakah engkau mengampuni dia?
  • Tetapi Dia hanya bertanya, “Maukah engkau mengampuni orang yang telah menyakitimu itu?”

4:12 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Tidak seorangpun pernah melihat Allah, tetapi setelah ada Roh Allah di dalam kita, berarti ada perasaan Allah pada kita.

  • Meskipun orang itu telah menyakiti kita, tetapi kita bisa mengasihi dia.
  • Inilah tandanya ada hayat Allah di dalam kita sehingga kasih-Nya sempurna di dalam kita.

1 Yohanes 4 : 20

4:20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Kita baca ayat ini, kata “seorang”, “aku” dan “ia” dengan diganti menggunakan kata “saya” (yaitu saudara), kata akhiran disesuaikan oleh masing-masing kita.

Saya rindu, kita semua benar-benar bisa mengasihi Allah dan juga sesama, bukan hanya sekedar membaca firman setiap hari, tetapi juga melakukannya.

  • Saudara harus membaca firman, sampai saudara benar-benar memahami firman Tuhan, bahkan sampai saudara taat dan setia melakukan firman itu.
  • Serusak apapun seseorang, dia hanya bisa direstorasi dengan yang namanya kasih.
  • Maukah kita menjadi penyalur kasih Allah, untuk merestorasi orang-orang sakit di sekitar kita?

Kalau saudara adalah imam, saudarapun dokter yang akan mengobati orang-orang terluka (luka batin) di kanan kiri saudara. Bukan justru melukai orang-orang sehat di kanan kiri saudara.

  • Oleh sebab itu bereskan diri kita dahulu agar kita layak di jemput Tuhan di awan-awan nanti saat “Rapture” terjadi.
  • Jadi kita baru bisa dikatakan memiliki perasaan Allah, ketika kita mengasihi sesama kita.

4. Untuk memiliki Perasaan Allah, kita harus : “Sadar bahwa kita semua adalah anak-anak-Nya”.

Apakah saudara benar-benar anak Allah? Apakah seorang anak dan Bapa memiliki hubungan batiniah yang erat?  Ya, benar.

Kalau kita adalah anak-anak-Nya, kita bisa mengontak Allah setiap waktu dan kita bisa memanggil Dia, “Ya Abba, Ya Bapa”.

Yohanes 8 : 44

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Yesus berkata, “Iblislah bapamu, karena engkau tidak melakukan apa yang Tuhan inginkan enkau lakukan, tetapi engkau hanya melakukan apa yang iblis inginkan.”

  • Kalau saudara cinta pada Bapa di Sorga, saudara harus punya perasaan-Nya.
  • Kalau saudara cinta pada Bapa di Sorga, saudara tahu apa yang tidak disukai oleh Bapa saudara.

Roma 8 : 14 – 16

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Kalau saudara dipimpin oleh Roh Allah barulah saudara disebut anak Allah.

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Jadi, Roh Allah berbicara pada roh kita dan berkata “Kamu anak-Ku”.

Kita bisa bersaksi kepada dunia bahwa kita anak Allah karena kita mengerjakan apa yang Bapa kita kerjakan dan kita tidak mengerjakan apa yang tidak disukai Bapa kita.

  • Seringkali kita berdoa dan berseru “ya Abba, ya Bapa”, tetapi Tuhan tidak mendengarnya karena kita tidak melakukan apa yang Bapa lakukan.
  • Kalau saudara melakukan apa yang Bapa lakukan, saat saudara berseru “ya Abba ya Bapa”, pasti Tuhan langsung menjawabmu.
  • Bahkan sebelum saudara memintapun, Bapa sudah tahu saudara minta apa, tetapi masalahnya kita tidak merasakan apa yang Tuhan rasakan.
  • Dia ingin kita memiliki perasaan terhadap dosa, Dia ingin mengontak kita.
  • Dia ingin kita mengasihi siapapun tanpa terkecuali.
  • Tetapi permasalahannya kita tidak mau melakukan itu, karena kita memiliki ego yang seharusnya sudah dimatikan tetapi tidak kita matikan.

Kita bisa mengenal Bapa, karena kita memiliki perasaan yang timbul dari hayat Allah yang ada di dalam kita.

  • Hayat Allah bersaksi kepada roh kita dan Dia berkata “Aku adalah Bapamu”, sehingga kita bisa berkata, “Dialah Bapa kita”.
  • Kita mengenal Bapa sebagai Bapa yang baik, karena adanya hayat Allah di dalam kita.

8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Roh Kudus bersaksi pada roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Kalau kita merasa bahwa kita orang berdosa, tetapi kita tidak membenci dosa, tidak mau mendekat pada Tuhan, bahkan membangun benteng terhadap Tuhan, berarti kita belum mengenal perasaan Allah.

  • Saudara manusia yang berdosa dan bila engkau mau diubah menjadi orang kudus, maka saudara harus mengontak Roh Allah terus-menerus.
  • Kalau saudara menjauh dari Roh Allah, sampai kapan tidak akan kudus?

Apabila saudara terus-menerus menyatu dengan Allah, engkau akan mendapatkan pertolongan dari Allah.

  • Saudara terus “sangkal diri dan pikul salib”, sehingga saudara bisa berkata “Engkau lah Bapaku yang baik”.
  • Dosa bukanlah penghalang bagi kita mendekat kepada Tuhan, penghalang-nya adalah diri kita sendiri dan intimidasi iblis yang menuduh kita tidak layak.
  • Iblis terus mengintimidasi kita agar kita terus menjauh dari Tuhan.

Kapan kita mau maju kalau kita selalu merasa tidak layak dan melihat kesalahan kita di masa lalu, serta bergelut di dalam kesalahan-kesalahan yang sama?

  • Ingat! Roh Allah bersaksi bersama roh kita bahwa kita anak-Nya, karenanya kita mendekat saja kepada Dia.
  • Yang di “dalam kita” datang kepada Tuhan dan yang “di luar kita” berkata “tidak” pada dosa (inside out).

Mulailah hari-hari kita “diawali dari dalam ke luar” dan “bukan dari luar ke dalam” karena bisa membuat kita seperti ahli Taurat.

Matius 23 : 25-28

23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.

Agama hanya membersihkan sebelah luar saudara saja, tetapi di dalamnya penuh dengan kejahatan.

23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

23:28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Dalamnya harus bersih dahulu barulah luarnya ikut bersih, sebab kalau dalamnya tidak ada hayat Allah, maka luarnya tidak akan mencerminkan adanya hayat Allah.

  • Jadi, didalamnya harus ada hayat Allah terlebih dahulu dan kenali perasaan Allah, barulah keluarnya saudara benar-benar bisa berubah.
  • Inilah inside out.

Untuk tahu apakah didalam saudara ada hayat Allah atau tidak ada, saudara harus mengerti dahulu perasaan Allah.

  • Setelah saudara sudah tahu perasaan Allah, saudara harus meresponnya dengan berkontak dengan Allah, mengasihi Dia dan sesama.
  • Barulah saudara bisa bersaksi bahwa saudara anak Allah yang hidup kudus, hidup benar seperti Bapa di Sorga.
  • Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, saudara akan menjadi orang Kristen yang berkemenangan.

Filipi 2 : 1-8

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

Persekutuan Roh, bukan seperti Persekutuan Doa.

Dalam Persekutuan Doa, jika tidak satu Roh untuk apa? Tidak ada gunanya.

Masuk ke Persekutuan Doa, adanya hanya untuk menjelekkan orang, untuk apa?

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

Kita semua harus menjadi satu hati, satu pikiran, satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, yaitu dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

Mengutamakan orang lain dibandingkan diri kita sendiri, jangan merasa kita orang penting karena tidak ada yang seperti Tuhan.

2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Jangan hanya memperhatikan kepentingan kita sendiri, urusan kita sendiri dan kehendak kita sendiri. Ini namanya ego.

Seharusnya kita senantiasa memperhatikan kepentingan sesama kita, termasuk sesama kita yang aneh sekalipun.

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Barulah kita bisa menaruh pikiran dan perasaan (mind atau Proneo).

Inilah perasaan Allah yang paling dalam.

  • Jika saudara sudah memiliki perasaan Allah yang terdalam, itu merupakan harta yang tidak ternilai bagi orang Kristen.
  • Karena tujuan orang Kristen selama masih di dunia, adalah mengenal pikiran dan perasaan Allah yang terdalam.
  • Dan disitulah saudara akan melihat kemustikaan Tuhan, keindahan Tuhan yang tidak bisa tergantikan oleh apapun.

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

Dia tidak beranggapan bahwa kesetaraan dengan Allah Bapa sebagai sesuatu yang harus Dia pertahankan.

  • Saudara baru bisa mendapatkan perasaan Allah ketika saudara melepaskan segala-galanya, termasuk kenikmatan dunia, harga diri, kepentingan diri sendiri, ego dan kedagingan.
  • Kalau saudara tidak melepaskan semuanya itu, saudara tidak akan bisa mendapatkan perasaan Allah.

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Carilah Tuhan dengan benar dan berubahlah “dari dalam keluar” (inside out), maka kita akan menikmati hidup yang berkemenangan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Warta 1 Maret 2020 – BERJALAN DIPIMPIN ROH ALLAH

BULETIN NO.257 TAHUN KE-4

BERJALAN DIPIMPIN ROH ALLAH

Pertayaan dasar kekristenan tentang keselamatan pasti kita dapat menjawabnya dengan sangat mudah, seperti : Apakah kita percaya Yesus Kristus itu Tuhan? Apakah kita percaya Yesus sudah mati demi menebus dosa-dosaku? Apakah kita percaya Yesus telah mati dan bangkit dari antara orang mati dihari ketiga? Saya sangat yakin saudara dengan mudah menjawab Ya, Ya, Ya saya percaya. Apakah dengan demikian kita yakin kita akan terbang kesorga hanya dengan berbekalan pengakuan iman itu? Ingat saudara Alkitab mengajar kita keselamatan dimulai dari dalam hati (dalam hati kita percaya) dan dilanjutkan dengan mulut, perkataan dan perbuatan (Roma 10:9). Jadi keselamatan diawali dengan iman dan diikuti juga dengan perbuatan (Yakobus 2:17). Saudaraku iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong, dan perbuatan tanpa iman tidak lebih dari kesia-siaan belaka.

Saudaraku keselamatan dimulai ketika kita percaya. Saat itu Allah memberi RohNya kepada kita sehingga kita “hidup” karena kehidupan tanpa Roh Allah tidak lebih dari “kehidupan yang mati”. Tapi setelah itu kita harus berjalan dalam pimpinan RohNya baru kita dapat dikatakan anak Allah (Roma 8:14) karena menjadi Kristen sangat erat kaitannya dengan menjadi anak Allah.  Permasalahan yang timbul banyak orang mengaku orang Kristen tapi tidak pernah menjadi anak Allah karena tidak pernah berjalan dalam pimpinan Roh.

Jika demikian apa artinya menjadi Kristen jika tidak menjadi anak Allah? Bukankah kita berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas? Saudaraku apa arti dipimpin Roh Allah? Dipimpin berarti dibawa kesuatu tempat yang kita belum tahu. Oleh sebab itu untuk sampai ketujuan itu diperlukan ketetapan hati, ketertundukan dan juga penyerahan diri bukan sebagian melainkan secara menyeluruh dan total.

Dari pernyataan diatas sudahkah kita menyerahkan diri secara total? Sudahkan anda memiliki ketetapan hati untuk ikut Yesus? Sudah siapkah kita tunduk pada kehendakNya dan mematikan kehendak kita. Pertayaan lainnya kemanakah pergerakan itu ? Jawabnya pasti kesorga yaitu tempat yang baru disadari dan baru dituju. Pertanyaan lain bagaimana caranya? Jika kita berjalan kesuatu tempat yang baru kita harus pula berjalan dengan pola pikir yang baru. Dan jika berjalan dengan pola pikir baru berarti kita harus berjalan dengan hidup yang baru. Dan jika kita berjalan dengan hidup yang baru berati kita berjalan dalam kendali Roh bukan lagi kendali daging.

UCAPAN BAHAGIA & BUAH ROH – 28 JANUARI 2020

Tetapi buah Roh ialah : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukumyang menentang hal-hal itu. (Galatia 5 : 22-23)

U C A P A N B A H A G I A

DAN

B U A H R O H

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH P.A. : 28 JANUARI 2020

===============

SHALOM !

Dalam kesempatan pendalaman Alkitab pada sore hari ini, kita akan membahas tentang “Ucapan Bahagia dan Buah Roh”. Sudahkan saudara mempraktekkan semuanya ini di dalam perjalanan kekristenan saudara selama ini?

Yang membuat saudara “special” di hadapan Tuhan adalah ketika saudara mem-praktekkan firman Tuhan menjadi perbuatan, sesuai dengan sikap hidup Yesus.

Baik ucapan bahagia ataupun buah Roh, memiliki makna sebab dan akibat.

  • Karena kita miskin dalam Roh, akhirnya kita disebut berbahagia.
  • Buah Roh adalah manifestasi dari perjalanan hidup kita di dalam Roh.
  • Sebaliknya bila saudara berjalan dalam kedagingan, manifestasinya pasti menghasilkan perbuatan daging.
  • Tetapi kalau saudara berjalan dalam Roh, manifestasinya adalah buah Roh.

Jika kita miskin dalam Roh dan kita adalah orang yang suci hati, maka barulah kita bisa mengalami kebahagiaan yang sesungguhnya, yaitu kebahagiaan Sorgawi.

  • Kebahagiaan sorgawi berbeda dengan kebahagiaan duniawi.
  • Kebahagiaan duniawi sifatnya hanya sementara saja, antara lain menikah dan punya punya anak, tubuh sehat dan diberkati.
  • Kebahagiaan sorgawi berbanding terbalik dengan kebahagiaan duniawi.

Ketika kita dianiaya, dicela dan difitnah, “dalam versi kebahagiaan sorgawi” justru dikatakan kita berbahagia, tetapi “dalam versi kebahagiaan duniawi” kita baru disebut berbahagia apabila kita hidup nyaman dan serba ada.

Alkitab mengajarkan, supaya janganlah kiranya kita giat mengejar kebahagiaan dunia yang penuh dengan pesta-pora dan kenikmatan karena kebahagiaan yang sesungguhnya ada di Sorga.

Ucapan Berbahagia dan Manifestasi buah Roh, masing-masing ada 9 macam manifestasi.

Markus 7 : 21-23

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,

7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Galatia 5 : 19-21

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Perbuatan daging adalah buah dari “suatu rancangan jahat” yang bersumber dari dalam “hati kita yang jahat” atau “buah dari racun iblis yang jahat” yang telah berhasil menyerang pikiran kita.

  • Sehingga kalau “di dalam diri kita” tidak berubah, “keluarnyapun” tidak akan berubah.
  • Kalau di dalam kita sudah berubah menjadi baik, maka manifestasi yang keluar juga baik.
  • Kita tidak bisa memperbaiki “manusia batiniah” kita, hanya Roh Allah yang bisa memperbaikinya didalam kita, lewat respon kita terhadap firman Allah.

Ketika kita bersentuhan dengan firman Tuhan, ada “transfer spirit” dari Roh Allah sehingga Roh Allah di dalam kita menterjemahkan karakteristik Allah dan keluar menjadi buah Roh.

  • Sebaik apapun polesan tampilan luar seseorang, kemunafikan orang itu pasti akan tersingkap juga.
  • Saya biasanya begitu baik terhadap si Y, tetapi kalau di dalam saya ada rasa kebencian yang tersembunyi terhadap si Y, berarti sikap baik saya tadi hanya kemunafikan belaka.
  • Bila dari “dalam saya” sudah tidak beres, maka keluarnya juga sepertinya seolah-olah beres, tetapi sebenarnya saya tetap tidak beres karena di luar saya masih saja menjelekkan si Y.

Markus 4 : 22

4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.

Semua kejahatan, walaupun sangat tersembunyi, pasti akan tersingkap juga.

Misalnya yang tersembunyi itu kejelekan dan kebusukan seseorang, pasti akan tersingkap juga walaupun dia tidak menyadarinya, karena apa yang keluar dari hati-nya itulah yang menajiskan dia.

  • Sehebat apapun orang berkhotbah di mimbar, jika dia menyimpan “pahit hati”, tetap saja yang keluar dari hatinya adalah najis, karena apa yang keluar dari mulut berasal dari hati yang kotor.
  • Kalau di dalam hati seseorang sudah kotor atau jahat, maka yang keluar dari mulutnya pasti juga kotor atau jahat.

Dalam ucapan berbahagia yang di ucapkan Yesus, Dia sedang berbicara tentang manusia batiniah, sedangkan tentang buah Roh, Paulus membahas tentang akibat dari perasaan manusia batiniah tersebut.

  • Kalau “manusia batiniahnya seseorang” jelek, maka yang keluar dari orang itu adalah perbuatan daging.
  • Kalau manusia batiniahnya “baik”, maka yang keluar adalah buah Roh.
  • Jika manusia batiniahmu “dipenuhi oleh kedagingan”, maka engkau akan menuai kebinasaan.
  • Jika di dalammu manusia Roh, maka engkau akan menuai hidup kekal.

Apakah didalammu “dipenuhi oleh kedagingan atau dipenuhi oleh Roh?” Inilah yang namanya peperangan.

  • Buah roh adalah penerapan ajaran Kristus dalam Matius 5 : 3-11.
  • Buah Roh hanya ada satu, tetapi manifestasinya ada Sembilan.

ADA “SEMBILAN UCAPAN BAHAGIA” DAN ADA “SEMBILAN

MANIFESTASI BUAH ROH” DAN SEMUANYA SALING

BERKAITAN SATU DENGAN YANG LAINNYA.

(Bila menabur “Ucapan Bahagia” akan menuai “Buah Roh”)

I. Ucapan berbahagia yang pertama ” Miskin dalam Roh” berkaitan dengan Buah Roh ” Kasih”

Matius 5 : 3

5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Ucapan berbahagia yang pertama ini adalahmiskin dalam Roh” dan buah Rohyang pertama adalah “Kasih

  • Kata “miskin” dalam ayat ini, identic dengan ketergantungan dari orang sekitar, kekurangan dan pengemis.
  • Orang yang miskin dalam Roh, dia merasa kurang dalam Roh Allah, dia merasa menjadi pengemis rohani, dia merasa ketergantungan dengan Allah untuk mendapatkan Roh itu.
  • Keberadaan Roh Kudus adalah bukti dari kasih Allah.

Roma 5 : 5

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Kasih Allah telah dicurahkan kepada kita melalui Roh Kudus.

Dalam ucapan bahagia “orang yang miskin dalam Roh”.

  • Saat kita miskin dalam Roh, kita mengalami kekurangan artinya kita jadi bergantung pada Tuhan, minta pada Tuhan, mengemis pada Tuhan karena kita merindukan Tuhan.
  • Begitu kita meminta kepada Tuhan, maka kasih-Nya dicurahkan bagi kita.

Oleh sebab itu miskin dalam roh berkaitan erat dengan kasih, karena orang yang merasa miskin, akan bergantung, membutuhkan atau mengemis rohani.

  • Oleh sebab itu, jika kita miskin maka kasih Allah baru bisa dicurahkan melimpah bagi saudara.
  • Tetapi ketika kita membangun benteng, kasih Allah tidak bisa mengalir sempurna ke dalam kita.
  • Kita mempunyai benteng karena kita merasa sudah cukup dengan Roh Allah yang sudah ada saat ini.

Kita tidak bisa menikmati kasih Allah yang hebat dan indah di dalam kita, jika kita membangun benteng dan kita merasa kasih Allah sudah cukup.

  • Kita harus bergantung pada Tuhan agar Tuhan mencurahkan kasih-Nya.
  • Biarlah kita menjadi pengemis rohani yang selalu minta lebih dari Tuhan.
  • Kita harus bergantung terus pada Tuhan karena kita orang yang miskin rohani.

Orang yang merasa sudah tahu firman, dia tidak akan menggali firman tapi orang yang merasa tidak tahu apa-apa, dia akan terus menggali firman.

  • Berapa banyak orang Kristen yang sepertinya membangun benteng karena statusnya sebagai pendeta dan sudah sekolah tinggi theologia, serta sudah melakukan banyak mujizat?
  • Akhirnya hubungan orang itu dengan Tuhan hilang, kasihnya dengan Tuhan pudar.

Jadi ucapan berbahagia yang pertama “miskin dalam roh “ berkaitan erat dengan buah Roh yang pertama yaitu “kasih”, sehingga “saat kita miskin rohani”, kita akan menuai kasih Tuhan.

II. Ucapan berbahagia yang kedua, “Berdukacita” berkaitan erat dengan buah Roh “Sukacita

Matius 5 : 4

5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

Ucapan bahagia yang kedua adalah berdukacita dan buah roh yang kedua adalah sukacita.

Berdukacita bukan berarti kesulitan hidup, tidak punya apa-apa, karena yang di-maksudkan disini adalah “orang ini berdukacita karena dia orang berdosa.

Kita harus minta ampun setiap hari dan kita merasa harus terus memperbaiki diri setiap hari, karena kita merasa belum sampai ke tingkat rohani yang Tuhan rindukan, maka disitulah kita akan mengalami perasaan dukacita.

  • Mengapa demikian? Karena kita ingin sekali sampai ke tingkat rohani itu, tetapi kita belum bisa.
  • Itulah sebabnya, kita berdukacita karena dosa-dosa kita, kita berdukacita karena karena kita belum sempurna.

Ucapan berbahagia di Matius 5 : 3-4 parallel dengan Lukas 6 : 21.

Lukas 6 : 21

6:21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

“Lapar” termasuk ucapan bahagia “miskin rohani”, “menangis” termasuk ucapan berbahagia “berducita”.

  • Jika kamu saat di dunia sekarang ini menangis, maka nanti di kekekalan kamu akan tertawa.
  • Kalau di dunia ini kita tertawa, karena sudah merasa suci, kudus dan sudah sempurna, tetapi di kekekalan nanti engkau bisa menangis.

Kalau sekarang ini kita menangis, karena kita ingin sekali sempurna, kita ingin sekali diubah atau merasa masih bersalah karena sering jatuh dalam dosa dan masih jauh dari sempurna, maka nanti di kekekalan kita akan tertawa.

  • Bila kita berdukacita karena merasa berdosa, maka kita akan mendapat-kan pengampunan dari Tuhan.
  • Pengampunan inilah yang disebut dengan sukacita.
  • Misalnya saudara punya hutang kepada orang lain, lalu saudara datang kepada orang itu dengan menangis-nangis agar hutangmu dihapus, lalu orang itu menghapus hutang saudara, itulah yang disebut dukacita mendatangkan sukacita.
  • Demikian pula halnya ketika saudara “hancur hati” dihadapan Tuhan dan berdoa, “Tuhan, saya masih jauh dari Tuhan, saya masih tidak benar”, maka Tuhan akan memberi pengampunan padamu.

Hari ini kita menangis di dunia ini tetapi lihat saja nanti di kekekalan, kita akan bersukacita dan kita akan tertawa.

  • Karenanya jangan pernah merasa puas dengan kualitas rohanimu hari ini, karena kita semua masih jauh dari sempurna.
  • Sebanyak apapun firman yang sudah bisa saudara renungkan, masih jauh daripada apa yang Tuhan inginkan dari kita.
  • Apa artinya kita bisa mengupas firman jika kita tidak bisa mengupas hidup kita sendiri, karena diri kita begitu tertutup rapat?

Begitu banyak kejelekan tersembunyi di dalam kita, tetapi kita tidak juga sadar dan walaupun kita menyadarinya, kita jarang sekali tergerak merasa tersentuh bahkan tidak pernah menangis karena dosa-dosa kita.

  • Kalau kita tidak menangisinya hari ini, kita akan menangis di kekekalan.
  • Banyak orang begitu enjoy dengan dosanya, seperti berjudi, dosa nikotin, sakit hati, iri hati dan sebagainya,dia tidak menangisi dosa nikotinnya, dia merasa yang dilakukan wajar-wajar saja, tapi dia akan menangis di kekekalan nanti.

Kalau kita menangis karena begitu banyaknya dosa-dosa kita dan berseru minta tolong dan minta pengampunan pada Tuhan :

  • Maka nanti di kekekalan kita akan tertawa.
  • Karena selama kita hidup didunia ini, kita menangis minta pertolongan dan pengampunan dari Tuhan.
  • Dan dikekekalan yang akan datang kita akan bersukacita karena kita telah mendapatkan pengampunan.

Mazmur 32 : 1

32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!

Jika dosamu diampuni, maka engkau akan bersukacita. Tetapi sayangnya, begitu banyak orang tidak merasa bersalah dengan dosa-dosanya.

Kalau kita merasa ada sesuatu yang tidak beres, kita harus segera berubah, maka kita akan diampuni. Begitu kita diampuni, kitalah orang yang berbahagia.

Roma 4 : 7

4:7 “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya dan yang dosanya ditutupi.

  • Jadi ucapan berbahagia yang kedua adalah “berdukacita karena masih adanya dosa” dan hal ini berkaitan erat dengan buah Roh yang kedua, yaitu “sukacita”.
  • Jadi ketika kita berdukacita karena menangisi dosa-dosa kita, maka kita akan menuai sukacita karena kita mendapat pengampunan dosa dari Tuhan kita Yesus Kristus.

III. Ucapan berbahagia yang ketiga, “Lemah lembut” berkaitan erat dengan buah Roh “Damai Sejahtera

Matius 5 : 5

5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Ucapan berbahagia yang ke tiga, adalah lemah lembut dan buah roh yang ke tiga adalah damai sejahtera.

  • Misalnya, saat kita diserempet mobil, kita tidak marah dan kita juga tidak mamaki si sopir mobil penyerempet itu, karena kita tetap lemah lembut kepada si sopir.
  • Maka engkau akan merasakan damai sejahtera bila suatu ketika engkau berhadapan dengan orang yang lemah lembut seperti itu.

Matius 11 : 28-29

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Ini perkataan Yesus.

Belajarlah dari Yesus karena Dia lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu akan mendapatakan ketenangan (kata “ketenangan” dalam bahasa aslinya adalah “damai sejahtera”).

  • Kelemah-lembutan berkaitan erat dengan damai sejahtera.
  • Dan buah dari lemah lembut, adalah ketenangan dan damai sejahtera bagi saudara dan orang lain disekitarmu.

Contoh Alkitab, “tokoh yang lemah lembut” adalah Musa karena dia orang yang sangat lembut hati.

Bilangan 12 : 3

12:3 Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.

Karena kelembutan hati Musa, Musa bisa membawa berjuta-juta orang Israel untuk mengikutinya karena semua merasakan damai bersama Musa.

  • Bila wajah kita selalu tidak enak dilihat, berarti kita tidak lemah lembut, apalagi bila kita bicara kasar, bagaimana mungkin orang bisa merasakan damai ketika berada didekat kita?
  • Orang yang lembut hati akan terlihat sepertinya orang lemah, tetapi kalau wajahnya terlihat selalu tersenyum, maka orang akan melihatnya dengan damai sejahtera.
  • Sebesar apapun masalah kita, kita harus tersenyum terus agar orang tetap merasakan damai sejahtera ketika berhadapan dengan kita.

Jadi ucapan berbahagia yang ketiga, yaitu “lemah lembut” berkaitan erat dengan buah Roh yang ke tiga, yaitu “damai sejahtera”.

Bila kita lemah lembut, maka orang-orang disekitar kita akan merasakan damai sejahtera.

IV. Ucapan berbahagia yang ke-empat, “Lapar dan Haus akan Kebenaran”, berkaitan erat dengan buah Roh “Kesabaran

Matius 5 : 6

5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Ucapan bahagia yang ke empat, yaitu lapar dan haus akan kebenaran dan buah roh yang ke empat adalah kesabaran.

Matthew 5 : 6

5:6 Blessed are they which do hunger and thirst after righteousness: for they shall be filled.

Ada kata kerja “which do”, yang bersifat menginginkan, karena lapar dan haus tidak boleh bersifat sementara, tetapi harus terus menerus dalam rangka men-cari kebenaran.

  • Apakah yang terjadi, apabila kita terus menerus mencari kebenaran?
  • Kita akan memiliki kesabaran rohani, ketabahan, ketahanan rohani dan pantang mundur serta bertahan sampai akhir.
  • Kalau kita terus menerus mencari kebenaran, kita akan sabar menghadapi masalah sebesar apapun, karena kita percaya masa depan kita penuh harapan.

Mengapa banyak orang Kristen sering kecewa dengan keadaan hidupnya dan sering kecewa kepada Tuhan?

  • Orang sering kecewa karena tidak pernah lapar dan haus akan kebenaran.
  • Orang sering kecewa, disebabkan tidak pernah mencari kebenaran dan tidak pernah menghidupkan kebenaran didalam dirinya, sehingga bila suatu ketika dia mengalami masalah, maka dia akan tumbang.

Orang yang dibangun di atas dasar pasir, kebenarannya tidak kokoh karena dia tidak menggali lebih dalam untuk pondasinya.

  • Andainya dia menggali lebih dalam untuk membangun pondasinya, maka pancangannya akan lebih dalam dan bangunannya akan kokoh.
  • Dengan demikian, seandainya ada badai sebesar apapun datang menerpa maka bangunannya tetap berdiri kokoh.

Jika kita tidak mencari kebenaran, tidak lapar dan haus akan kebenaran, maka engkau akan seperti bangunan yang didirikan di atas dasar pasir, yang bila terkena angin saja runtuh.

Banyak orang Kristen menyerah, tidak tahan dengan cobaan, tidak tahan dengan godaan, tidak tahan dengan gempuran karena dia tidak memiliki lapar dan haus akan kebenaran.

Oleh karena itu, bangun terus “rasa lapar dan haus” akan kebenaran dari Tuhan.

  • Seseorang lapar akan kebenaran, adalah saat orang itu sudah mengerti nikmatnya kebenaran.
  • Haus akan kebenaran adalah saat kita tidak bisa hidup tanpa kebenaran.
  • Haus akan kebenaran sudah tidak bisa ditahan.

Oleh sebab itu kita harus memiliki “lapar dan haus akan kebenaran” barulah kita bisa tahan terhadap gempuran, masalah dan godaan.

  • Inilah yang disebut dengan nama kesabaran atau ketabahan atau pantang mundur atau bertahan sampai akhir.
  • Motto Chosen Generation adalah “Bertahan sampai akhir”.
  • Tuhan memberi motto “Bertahan sampai akhir”, karena Tuhan ingin terus menerus memberikan kita “makan firman” dan kita terus menggali firman-Nya yang akan “membangun rasa lapar dan haus” agar kita bisa bertahan sampai akhir.

Sehingga sebesar apapun badai permasalahan yang saudara hadapi, saudara akan tetap berdiri tegap dan tetap tersenyum. Hal inilah yang tidak bisa dimiliki oleh orang-orang yang tidak memiliki rasa lapar dan haus akan firman.

2 Korintus 4 : 9

4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

Paulus berkata “kami dianiaya, tapi tidak pernah ditinggalkan sendirian”, sebab

Paulus tahu Tuhan menyertai dirinya, karena dia memiliki rasa lapar dan haus akan firman.

  • Dihempaskan artinya meskipun mau dibunuh, tapi dia bisa tetap bertahan dan tidak mati-mati.
  • Paulus bisa bertahan karena ada rasa lapar dan haus akan Tuhan.
  • Semakin dalam saudara menggali firman, maka saudara semakin tabah, sabar dan kuat dalam pencobaan dan badai.

Kuncinya ada pada rasa haus dan lapar akan kebenaran dan semakin dalam kita menggali firman, kita akan semakin dalam tertanam dalam Tuhan.

2 Korintus 11 : 22-28

11:22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!

11:23 Apakah mereka pelayan Kristus? — aku berkata seperti orang gila — aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.

Paulus merasa seperti orang gila, dia di dera di luar batas kemanusiaan, tetapi dia tetap bertahan, karena ada rasa lapar dan haus akan kebenaran.

Dan hidup matinya, Paulus sudah dia serahkan kepada Kristus. Baginya, firman Tuhan adalah kehidupannya. Oleh sebab itu dia memberitakan firman itu kemanapun dan untuk itu dia rela didera di luar batas kemanusiaan.

11:24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,

Paulus dianiaya oleh orang Yahudi, sebanyak tiga puluh sembilan kali pukulan.

11:25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.

Paulus didera sampai tiga kali, dilempar dengan batu, kapalnya mengalami karam dan dia terkatung-katung di tengah laut.

  • Apakah derita yang saudara alami dalam melayani Tuhan, sudah sampai seperti yang Paulus alami?
  • Dalam pelayanan tidak boleh ada tuntutan, apa yang saudara bisa perbuat, lakukanlah untuk Tuhan.
  • Meskipun hanya angkat-angkat kursi jangan berpikir engkau hina, dimata Tuhan engkau mulia, tetapi engkau harus melayani dengan tulus hati karena engkau tahu kebenaran.

Semakin engkau mengerti akan kebenaran, maka engkau akan semakin tulus melayani dan engkau akan semakin tabah dalam melewati masalah kehidupan.

11:26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.

Pelayanan kita belum seperti pelayanan Paulus.

11:27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

Paulus sampai ketiduran tanpa pakai pakaian semestinya, tapi kita yang masih berpakaian dan pakai jacket saja masih bersungut-sungut.

  • Paulus sangat tabah karena dia selalu lapar dan haus menggali firman.
  • Semakin dalam saudara menggali firman, saudara mengenal kebenaran dan saudara akan mengerti kemustikaannya Allah yang tidak bisa dibayar dengan darah kita sekalipun.

Semakin dalam kita menggali firman, semakin luar biasa dengan Allah kita

11:28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.

Tujuan kita menggali firman hanya untuk memelihara iman kita.

Ada waktu yang harus kita korbankan sebagai pelayan Tuhan.

2 Timotius 2 : 9 – 10

2:9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.

Tubuhku boleh terbelenggu, tetapi firman Allah tidak boleh terbelenggu.

2:10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.

Kita harus terus menggali firman sampai kita benar-benar tabah menghadapi semua tantangan-tantangan hidup ini.

  • Ucapan berbahagia yang ke empat, yaitu “lapar dan haus akan kebenaran” berkaitan erat dengan buah Roh yang ke empat, yaitu “kesabaran”.

V. Ucapan berbahagia yang ke-lima, “Murah hati”, berkaitan erat dengan buah Roh “Kemurahan

Matius 5 : 7

5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Ucapan berbahagia yang ke lima, adalah murah hati dan buah roh yang ke lima, adalah kemurahan.

  • Orang yang murah hati akan mendapatkan anugerah dari Tuhan.
  • Berapa banyak dari kita yang murah hati?
  • Berapa banyak dari kita yang telah memperoleh kemurahan yang lebih dari Tuhan?

Oleh karena kamu murah hati, maka kamu akan menerima kemurahan Tuhan, jadi ada factor sebab dan akibat.

Titus 3 : 4 – 5

3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,

3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Kata “rahmat-Nya”, dalam terjemahanan aslinya memakai kata “kemurahan hati-Nya”, artinya “karena kita mendapatkan kemurahan Tuhan maka, kita juga harus menjadi orang yang murah hati”.

Jadi, karena kita murah hati, maka kita akan mendapatkan kemurahan yang lebih dari Tuhan.

Jadi ucapan berbahagia yang ke lima, yaitu “murah hati”, berkaitan erat dengan buah Roh yang ke lima, yaitu “Kemurahan”.

Apabila kita murah hati, maka kita akan mendapatkan kemurahan Tuhan.

VI. Ucapan berbahagia yang ke-enam, “Suci hati” berkaitan erat dengan buah Roh “Kebaikan

Matius 5 : 8

5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Ucapan bahagia yang ke enam, adalah “suci hati” dan buah roh yang ke enam, adalah “kebaikan”.

Saat hati kita suci, apa yang kita ungkapkan dan yang kita perbuat, juga baik.

1 Petrus 3 : 10

3:10 “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

Jika saudara mau melihat hari-hari yang baik dan masa depan yang baik, maka hati saudara juga harus baik.

  • Apa yang datang dari dalam hati harus baik, agar apa yang keluar dari mulut kita juga kebaikan.
  • Kalau saudara mau melihat hari baik, jagalah lidahmu, jaga perkataanmu, jangan bergosip.
  • Juga jangan lagi membicarakan orang lain, sekarang waktunya saudara berbicara dengan Tuhan.

Matius 12 : 34

12:34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

Apa yang keluar dari mulut kita, berasal dari hati kita, kalau hati kita tidak baik, maka yang keluar juga tidak baik, kalau hati kita suci, hati kita baik, yang keluar dari mulut kita semuanya baik dan suci.

  • Ucapan yang jahat adalah buah dari hati yang jahat.
  • Ucapan yang baik adalah buah dari hati yang baik.
  • Kalau ucapan kita baik maka kita akan melihat hari-hari baik kedepannya.

Agar saudara melihat hari-hari baik, mulailah memperkatakan yang baik, tidak boleh berkata negative tentang sesamamu.

Jadi ucapan berbahagia yang ke enam, yaitu “suci hati”, berkaitan erat dengan buah Roh yang ke enam, yaitu “kebaikan”.

Saat kita suci hati, maka yang keluar dari mulut kita adalah kebaikan.

VII. Ucapan berbahagia yang ketujuh, “Membawa Damai” berkaitan erat dengan buah Roh “Kesetiaan

Matius 5 : 9

5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Ucapan bahagia yang ke tujuh ini, membawa damai dan buah roh yang ke tujuh adalah kesetiaan.

Contohnya : suami istri.

  • Suami yang membawa damai, pasti dia suami yang setia.
  • Kalau suami tidak setia, pasti tidak membawa damai bagi keluarganya.
  • Suami yang suka selingkuh, berjudi, pasti tidak akan membawa damai di dalam rumah tangganya.

Orang yang membawa damai pasti orang setia pada Tuhan dan orang yang suka bertengkar, pasti tidak setia dalam mengikut Tuhan.

  • Pelayanan Kristus adalah pelayanan yang membawa perdamaian, oleh karena Dia membawa perdamaian, maka Yesus disebut setia.
  • Saat kita menjadi teladan bagi orang lain, maka kitalah orang yang setia dalam mengiring Tuhan.
  • Kalau kita sudah bisa menjadi teladan bagi orang lain, kitalah contoh bagi orang-orang yang setia.

Jadi ucapan berbahagia yang ke tujuh, yaitu “membawa damai”, berkaitan erat dengan buah Roh yang ke tujuh, yaitu “kesetiaan”.

Oleh karena itu, saat kita membawa damai maka kitalah orang yang setia

VIII. Ucapan berbahagia yang kedelapan, “Dianiaya oleh sebab Kebenaran”, berkaitan erat dengan buah Roh “Kelemah-lembutan”

Matius 5 : 10

5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Ucapan bahagia yang ke delapan, adalah “dianiaya oleh sebab kebenaran” dan buah roh yang ke delapan, adalah kelemah-lembutan.

Apa reaksi saudara bila engkau dianiaya oleh orang? Apakah tetap lembut hati kepada orang yang menganiaya itu atau saudara siap-siap balas dendam?

Kalau saudara bereaksi negative (merancang balasan dendam), berarti saudara belum memiliki buah Roh yang namanya kelemah-lembutan.

  • Besi akan menajamkan besi, kita akan dipertajam oleh sesama kita.
  • Masalahnya bagaimana caranya supaya kita bisa bereaksi positif terhadap orang yang telah menyakiti kita, kita balas dengan kelemah-lembutan.
  • Apakah reaksi saudara terhadap si A yang tidak pernah menyakiti saudara, dan reaksi saudara terhadap si B yang pernah menyakiti saudara, apakah tetap sama-sama dengan kelemah-lembutan?

Manusia melihat dan merasakan perbuatan orang lain, tapi bagaimana caranya supaya kita “tidak mempedulikan rasa sakit” yang kita rasakan, sebagaimana kita juga “mempedulikan rasa sakit yang Tuhan rasakan” oleh perbuatan kita?

  • Kalau kita peduli dengan rasa sakit yang kita rasakan, maka kita akan sering terluka dan tidak akan pernah menjadi orang yang lemah lembut.
  • Kalau kita merasakan apa yang Tuhan rasakan, seharusnya kita bereaksi dengan lembut terhadap orang yang menyakiti kita.

1 Petrus 2 : 23

2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Ketika Yesus dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki, Ia tetap lembut.

  • Inilah reaksi Yesus.
  • Saat seseorang menyakiti kita, itu hanya pancingan yang akan membuat roh jahat “mendapatkan hak ataupun tidak” atas kita, tergantung reaksi kita saat disakiti.
  • Bila reaksi kita negative, berarti kita mengundang roh jahat masuk.
  • Tetapi bila reaksi kita positif, yaitu tetap lembut, tetap sayang, tetap cinta, berarti kita tidak memberi kesempatan kepada kuasa kegelapan.

Oleh sebab itu dalam kitab Efesus dikatakan, jangan memberi kesempatan pada iblis, kalau kamu marah jangan sampai matahari terbenam, artinya jangan menunda perdamaian.

  • Banyak orang salah mengartikan ayat ini, banyak yang tetap marah sampai matahari terbenam.
  • Kalau saudara marah di sore hari, apakah engkau tunggu besok sore baru berdamai?
  • Bagaimana kalau saudara marah sore dan belum berdamai, lalu paginya sebelum berdamai saudara dipanggil Tuhan?
  • Oleh sebab itu Paulus berkata, “Janganlah menunda perdamaian, jangan-lah mengijinkan roh jahat masuk ke dalammu, supaya dia tidak merusak hidupmu.”

Jadi, respon saudara haruslah tetap lemah-lembut saat saudara dianiaya atau ketika saudara disakiti orang.

2 Korintus 10 : 1

10:1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.

Paulus pemalu bila berhadapan muka dan berkata, “ketika aku berhadapan denganmu aku malu, tetapi bila berjauhan aku berani memperingatkan kamu”.

Paulus memperingatkan kita, demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.

1 Korintus 4 : 11-13

4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,

4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;

Kalau kami dimaki, kami memberkati kamu, bukannya kalau kami dimaki, kami balik memaki kamu.

4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

Ketika saudara difitnah apakah saudara tetap ramah? Semakin sering saudara mengalami aniaya, semakin mantap kita dilatih untuk tetap lembut pada orang yang bersinggungan.

  • Siapa diri kita yang sebenarnya, akan terlihat pada saat kita dianiya, atau pada saat kita disakiti.
  • Macan nampak kegarangannya ketika dia diganggu, begitu juga saat kita disinggung, apakah taring kita yang keluar atau senyum kita yang keluar?

Jadi ucapan berbahagia yang ke delapan, yaitu “dianiaya oleh sebab kebenaran” berkaitan erat dengan buah Roh yang ke kedelapan yaitu “kelemah-lembutan”.

Saat kita dianiaya oleh sebab kebenaran, maka reaksi kita harus lemah lembut

IX. Ucapan berbahagia yang kesembilan, “Dicela, dianiaya dan difitnah”, berkaitan erat dengan buah Roh “Penguasaan diri

Matius 5 : 11

5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Ucapan berbahagia yang ke kesembilan, adalah “dicela, dianiaya dan difitnah” dan buah Roh yang ke sembilan adalah “penguasaan diri”.

Ketika kita dicela, dianiaya dan difitnah, apakah kita menguasai diri atau kita yang dikuasai emosi? Bila reaksi kita positif, kita bisa tetap tersenyum dan sabar.

  • Jadi ucapan berbahagia yang ke kesembilan “dicela, dianiaya dan difitnah” berkaitan erat dengan buah Roh yang ke kedelapan “penguasaan diri”.
  • Ucapan berbahagia adalah yang kita tabor, kita menuai dalam buah Roh.
  • Aliran Hypergrace banyak yang salah menterjemahkan dan akhirnya jadi menyalahkan Tuhan.

Filipi 2 : 12

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Kamu senantiasa taat, latihlah keselamatanmu dengan takut dan gentar.

Terjadi salah terjemahan akhirnya banyak orang salah mempraktekkannya.

2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Banyak yang belum kudus sampai sekarang, tetapi mereka menyalahkan Tuhan karena mereka berpikir Tuhan-lah yang mengerjakannya untuk mereka.

  • Jadi kalau tidak kudus, mereka berpikir Tuhan-lah yang salah.
  • Kata “Allahlah yang mengerjakan” dalam bahasa aslinya memakai kata “Energo”, artinya Tuhan yang memberi kamu semangat, Tuhan yang memberi kamu kemampuan, tetapi tetap kamu yang mengerjakannya.

Banyak yang berpikir kalau belum lepas dari ikatan sampai hari ini, itu karena Tuhan belum mengerjakannya, karena Tuhan belum memberi kemauan agar bisa melepaskan diri dari ikatan itu.

  • Banyak yang tidak mengerti firman Tuhan, akhirnya menterjemahkannya dengan cara yang salah, akibatnya Tuhan yang di salahkan.
  • Dosa tidak bisa di legalisir karena Tuhanlah yang memberi kita semangat dan kemampuan, tetapi kita yang harus berjuang.

Tuhan yang memberi kita semangat untuk perang, Tuhan yang memberi kita fasilitas berperang tapi yang berperang tetap kita.

  • Dalam dunia roh, yang berperang Tuhan tetapi yang maju secara fisik tetap bangsa Israel.
  • Karena salah penafsirannya, akhirnya mereka melegalisir kelemahannya sehingga mereka tidak pernah berbuah dan hal itu mereka anggap sah.

Didalam kita, harus ada pertentangan saat akan melakukan dosa, saat kita mengalami pertentangan maka kita akan melihat sesuatu yang heran akan terjadi. Jika reaksimu benar maka engkau bisa berbuah. Bagaimana mungkin saudara bisa masuk Sorga, jika saudara tidak mau membayar harga?

Tuhan mengaruniakan kesucian seperti yang Tuhan berikan pada Paulus, Petrus dan Yohanes, tetapi untuk menjadi suci, itu keputusan saudara sendiri.

Jadi, orang yang melegalisir perbuatan dosanya akan terus mempersalahkan Tuhan.

Galatia 6 : 7-9

6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Jangan sesat, Tuhan tidak bisa dipermainkan.

Apa yang di tabur merupakan ucapan berbahagia dan yang dituai merupakan buah Roh.

6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Kalau kita menabur daging, maka kita akan menuai kebinasaan dan kalau kita menabur Roh, maka kita akan menuai hidup kekal di Sorga.

  • Jadi jangan berkata kalau Tuhan tidak mengaruniakan kepadamu dan Tuhan tidak memberikan kepadamu kekudusan seperti kepada Paulus.
  • Pengertian ini salah.
  • Tuhan sudah mengaruniakannya kepada kita, tetapi keputusannya ada di tangan kita masing-masing, apakah kita mau atau tidak seperti Paulus?

6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Kalau kita terus menabur yang baik tanpa menjadi lemah, maka kita akan menuai segala sesuatu yang baik.

  • Banyak orang percaya menabur yang baik, tetapi ditengah jalan mereka tersandung, akhirnya menjadi lemah dan gagal di tengah jalan.
  • Oleh sebab itu jangan menjadi lemah agar kita menuai semua yang baik.

Ingatlah! Ucapan berbahagia adalah “input” dan buah Roh di dalam kita adalah “output”nya.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Warta 23 Februari 2020 – RANCANGAN TUHAN YANG SEMPURNA

BULETIN NO. 256 TAHUN KE-4

RANCANGAN TUHAN YANG SEMPURNA

Adapun hidup manusia seperti rumput atau bunga dipadang ketika angin melintasinya, maka tidak ada lagi bahkan tempat asalnya tidak mengenalnya lagi (mazmur 103:15-16) . Begitu juga kehidupan manusia hari ini kita dapat menikmati nafas yang Tuhan beri tetapi dikemudian hari nafas itu bisa berhenti dan orang hanya mengenang sekejap.

Waktu berjalan terus dan berangsur-angsur orang yang pernah kita kenal mulai terlupakan, Inilah suatu kehidupan yang tidak dapat kita rancang sesuai kehendak kita, tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa semua kehidupan yang kita jalani telah ditetapkan Tuhan sehingga kita tidak dapat mengatur masa depan kita sesuai rancangan kita sendiri (Amsal 19:21).

Kehidupan manusia bukan sekedar kawin mengawin, membesarkan anak dan mempersiapkan masa depan anak-anak menjadi anak yang sukses, bahagia dan berhasil dalam setiap pekerjaannya. Sunggu amat disayangkan kalau rancangan ini yang lebih diandalkan manusia, sementara Tuhan memberi kita kehidupan bukan sekedar menjadi orang yang sukses tetapi Tuhan merancang kita lebih dari yang manusia rancang yaitu meberi kita kehidupan yang kekal di sorga. inilah rancang Tuhan yang sangat sempurna dimana kita bukan hanya memiliki kehidupan dibumi tetapi ketika nafas kita berhenti Tuhan memberikan tempat yang terbaik yaitu di sorga.

Pertanyaannya bagaimanakah kita bisa masuk rancangan Tuhan tersebut agar kita bisa sampai tujuan kesorga ? (Mazmur 18:31) jalan Tuhan sempurna , janjinya murni dan Tuhan menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. Jadi jika kita ingin hidup sempurna jangan merancang hidup kita sendiri tetapi biar rancangan Tuhan saja yang boleh kita lakukan agar hidup kita betul-betul terjamin sampai dikekekalan nanti dimana hidup kita dibumi harus kita arahkan masuk kedalam rancangan Tuhan agar kita bisa sampai pada tujuan akhir yang sempurna bersama Yesus menuju sorga yang kekal.

18 FEBRUARI 2020 TUHAN TEMPATPERLINDUNGAN YANG TEGUH (VIDEO KHOTBAH)

16 FEBRUARI 2020 – DIMANAKAH PARA NABI HARI INI ? SESI KE – 2 (VIDEO KHOTBAH)

INSIDE OUT I – 26 JANUARI 2020

Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang”.  (Matius 15 : 19-20).

I N S I D E  O U T

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 26 JANUARI 2020

============

SESI-1

SHALOM !

Sebelum saya mulai berkhotbah, saya mengucapkan “Happy Chinese New Year” bagi saudara-saudara yang merayakannya.

Dalam khotbah saya pada hari ini kita akan membahas hal yang “paling mendasar dalam kekristenan”, dengan judul khotbah hari ini “Inside Out” atau “Dari dalam Keluar”. Masalah utama orang-orang Kristen dari dulu sampai hari-hari ini, banyak orang Kristen menjadi dilemma karena sudah bertahun-tahun mengikut Yesus tapi tidak bertumbuh dalam kerohanian mereka.

Begitu banyak dari mereka yang sudah melayani bertahun-tahun, tetapi tidak juga menyadari telah kehilangan hayat Allah atau hidup Allah dalam kekristenan mereka, karena mereka menjauhi dosa hanya sebagai kebiasaan belaka.

  • Misalnya si A “sudah terbiasa tidak merokok”, tetapi akhirnya hanya menjadi kebiasaan saja.
  • Misalnya si B “sudah terbiasa tidak mabok-mabokan lagi” tetapi akhirnya hanya menjadi kebiasaan saja.

Mereka merasa, setelah tidak melakukan kebiasaan lama yang buruk lagi, mereka merasa sepertinya sudah bertumbuh, sudah maju dalam rohani mereka, padahal sebenarnya belum tentu seperti perasaan mereka itu.

Oleh karena itu, pada hari ini kita akan membahas “tentang hayat Tuhan”, dimana ketika kita berjumpa dengan hayat Tuhan, maka kitapun akan berjumpa dengan “pikiran dan perasaan Tuhan”.

Ketika kita berjumpa dengan hayat Tuhan, hal itu akan menjadi acuan bagi kita agar kita benar-benar bisa bertumbuh di dalam Dia.

Kisah Para Rasul 11 : 26

11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Para murid atau pengikut Yesus, untuk pertama kali disebut Kristen, di Anthiokia. Sebutan Kristen, sebenarnya “mengandung unsur ejekan” bagi para murid yang mengikuti Yesus, karena kehidupan mereka yang berbeda dengan kehidupan orang-orang dunia.

Dengan demikian, para pengikut Kristus Yesus ini di sebut “orang Kristen”.

  • Bagaimana caranya kita mengikut Yesus?
  • Menjadi pengikut Yesus bukan berarti kita berjalan secara fisik mengikut Dia dibelakang-Nya dan Yesus berjalan di depan kita.
  • Tetapi Yesus bersama dengan kita dan kita berjalan bersama dengan Yesus dalam artian rohani.
  • Inilah yang disebut kekristenan.

Orang Kristen adalah orang yang memiliki hayat Allah atau kehidupan Allah di dalam dirinya.

  • Sejak kecil saudara ke Gereja, kemudian pelayanan, hafal Alkitab tapi bukan berarti saudara sudah Kristen.
  • Apapun kegiatan kekristenan yang saudara lakukan, belum tentu saudara sudah layak disebut Kristen.
  • Orang Kristen adalah orang yang melakukan sesuatu dari batinnya sendiri, karena di dalam dia ada hayat Allah atau ada kehidupan Allah.

Minggu depan (dalam Sesi-2) kita akan membahas tentang perasaan Allah dan bila Allah ada di dalam kita, maka saat kita berbuat dosa, Allah ikut merasakannya.

HARI INI KITA AKAN MEMBAHAS TENTANG “KEHIDUPAN ALLAH”.

Orang Kristen adalah orang yang melakukan segala sesuatunya “dari dalam batin-nya”, karena di dalamnya ada hayat Allah.

Roma 2 : 28

2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.

Yang disebut Yahudi bukanlah orang Yahudi yang karena lahiriahnya Yahudi karena mereka bersunat, artinya bukan karena kulit luarannya, karena Tuhan tidak pusing dengan yang sifatnya lahiriah tersebut.

2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Sedangkan orang Kristen sejati ialah orang yang tidak nampak kekristenannya dari luar, tetapi dalamnya yang berbeda.

  • Orang yang ke Gereja, sudah hafal Alkitab, belum tentu sudah Kristen sejati.
  • Orang Kristen sejati, dari dalam ada gerakan yang terpancar keluar yang membuat kita bisa merasakan apa yang Tuhan rasakan.
  • Walaupun saudara aktif pelayanan, rajin ke Gereja, tetapi kalau tidak lahir dari dalam hati, tidak akan menjadi suatu pujian di mata Allah.
  • Kita harus memiliki kerinduan yang lahir dari hati kita untuk mencari Tuhan.

Kekristenan bukanlah agama secara lahiriah, bukan juga pikiran manusia tetapi kekristenan adalah wahyu Allah di dalam manusia.

  • Karena Allah hidup di dalam kita, Dia memberikan kita wahyu supaya kita mengerti Dia, belajar tentang Dia, bukan dengan otak kita atau pikiran kita, bukan pula dengan apa yang ada pada kita.
  • Dengan menyatunya perasaan kita dengan Tuhan, membuat kita mengerti siapa Allah kita.
  • Banyak orang Kristen ingin lepas dari dosa, tapi ketika mereka tidak mengerti pewahyuan Tuhan, mereka tidak akan bisa lepas dari dosa sampai kapanpun.
  • Karenanya, saudara harus menyadari keberadaan hayat Allah di dalam diri saudara.

Yohanes 10 : 10

10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Yesus datang supaya kita mempunyai hidup, setelah Tuhan hadir didalam kita, barulah kita mempunyai hidup, bila tidak ada Roh Allah di dalam kita, kita mati.

  • Sehebat apapun orang memberitakan firman, sehebat apapun pelayanannya tetapi kalau pelayanannya didasari dari pikirannya atau dari kepandaiannya bukan lahir dari lubuk hatinya, tidak ada artinya karena tidak akan merubah orang, hanya akan membuat orang menjadi ahli Taurat.
  • Melalui khotbah ini saya mengajak saudara agar saudara mau taat kepada Tuhan dan firman-Nya.

Waktu saudara terima Yesus, saudara sebenarnya sudah hidup, tetapi dalam firman Tuhan tadi dikatakan, “saat saudara terima wahyu, barulah ada kehidupan Allah” didalam saudara.

  • Jadi tanpa Roh Allah kehidupan saudara mati, artinya walaupun kita telah menerima hayat Allah, tetapi tanpa pengenalan akan Allah, hayat Allah tidak bisa bertumbuh didalam kita.
  • Saudara telah terima hayat Allah didalammu, tetapi saudara tidak berminat mengenal Dia karena saudara masih mengikuti semua keinginan dagingmu.
  • Bila engkau tidak mengenal hayat Allah didalammu, apakah benar saudara sudah layak disebut Kristen, apakah benar saudara telah mempunyai hidup?

Saudara memang sudah terima Yesus, apakah saudara yakin saudara selamat?

  • Kita harus yakin kita selamat, karena Tuhan sedang menuntun kita supaya kita benar-benar diubah oleh Tuhan asalkan kita mau berubah.
  • Kita sudah menerima hayat Allah, tetapi tanpa pengenalan akan Dia, hayat Allah itu tidak bisa bertumbuh.
  • Jika hayat Allah tidak ada lagi di dalam kita, kita tetap menjadi orang mati.

Awalnya kita mendapatkan wahyu setelah kita mengenal Dia, kemudian begitu kita dapatkan wahyu, kita mengejar Dia, kita cari pengenalan akan Dia.

  • Kita cari tahu siapa Dia, apa kemauan-Nya, atau apa keinginan-Nya.
  • Dia ada di dalam kita, karenanya kita harus mengontak Dia terus.
  • Kalau kita tidak mengontak Tuhan, maka kita akan mengontak kembali ke-inginan daging kita dan hidup di dalam dosa kembali.

Berapa banyak orang Kristen yang sudah ke Gereja, bahkan telah masuk dalam pelayanan, tetapi dosa masih jalan terus, hidupnya tidak berubah?

  • Inilah “penyakit sampar” di dalam Gereja.
  • Oleh sebab itu kita semua membutuhkan pertolongan-Nya.
  • Pengenalan akan Tuhan berasal dari wahyu Allah, bukan berasal dari pikiran manusia dan bukan juga dari ilmu pengetahuan.

Galatia 1 : 11-16

1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.

Paulus memberitakan Injil yang bukan dari manusia.

1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.

Paulus bukan menerimanya dari manusia, bukan dari pelajaran Theologia, tetapi menerimanya dari penyataan Kristus, Paulus mendapat wahyu dari Tuhan Yesus.

1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.

1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.

Dalam agama Yahudi, Paulus lebih maju dari yang lain.

1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Berkenan menyatakan Anak-Nya di dalamku, berarti Paulus mendapatkan wahyu.

Saudara perhatikan, semuanya dimulai dari pewahyuan.

Pewahyuan membuat kita menyerahkan hidup kepada Tuhan dan disitulah Tuhan mulai hidup di dalam kita.

Ketika Tuhan mulai hidup di dalam kita, kitapun mendapatkan wahyu dari Dia, sampai kita mengenal Dia lebih dalam lagi.

  • Kita semua harus bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan dari wahyu ke wahyu, sampai saudara mengenal Tuhan dengan sempurna seperti Tuhan yang sempurna adanya.
  • Mengapa kita begitu sulit menjadi sempurna?

Kalau hanya sekedar kewajiban, semuanya bisa mati, tetapi semua harus dimulai dari kerinduan.

  • Oleh sebab itu saudara harus mengenal Tuhan dengan sempurna.
  • Kita beribadah jangan didasarkan pada kewajiban, tetapi didasarkan pada kerinduan.
  • Jika kita memiliki kerinduan, barulah kita bisa dikatakan hidup.

Yesaya 29 : 13-14

29:13 Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,

Memuliakan Tuhan hanya dengan bibirnya saja, berarti termasuk orang percaya tetapi tidak berdasarkan kerinduan karena hatinya jauh dari Tuhan.

  • Saudara berencana pergi ke mall atau berwisata, tidak perlu dibangunkan karena sudah langsung bangun sendiri, sebaliknya saat waktunya ke Gereja, harus dibangunkan dengan susah payah terlebih dahulu.
  • Orang Kristen seperti ini belum memiliki kerinduan pada Tuhan.

Mengapa tidak ada kerinduan akan Tuhan? Apakah saudara tidak mendapatkan pewahyuan?

  • Saudara sudah mendapatkan wahyu, tetapi wahyu itu tidak bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan.
  • Akhirnya semuanya menjadi lahiriah bagi saudara.
  • Karena segala sesuatunya telah menjadi lahiriah bagi saudara, maka per-masalahannya Tuhan tidak mau memperhitungkan hal itu bagi saudara.

29:14 maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.”

Semua kepintaran akan hilang, tidak ada artinya. Begitu terkena masalah kita tidak bisa mengandalkan kepintaran kita, seperti buntu semuanya karena kita tidak memiliki kerinduan akan Tuhan.

Begitu terkena sakit penyakit tidak ada obatnya, langsung kebingunan.

Kalau saudara membangun kerinduan akan Tuhan, meskipun ada hujan dan badai sekalipun menerpa, saudara tetap melangkahkan kaki untuk pelayanan.

  • Kalau saudara sudah sampai ke tingkat kerinduan ini, maka saudara akan masuk di dalam pewahyuan dan bertumbuh di dalam pengenalan.
  • Kalau saudara menjalani kekristenan sekedar untuk memenuhi kewajiban ber-agama, saudara bisa mati.

Banyak yang takjub dengan mujizat Tuhan Yesus dan ajaran-Nya, tapi bukan berarti mereka itu orang Kristen.

  • Meskipun ada orang yang sampai mau menyerahkan nyawanya bagi Tuhan, apakah hal itu bisa menjadikan dia orang Kristen?
  • Banyak orang yang mau mati bagi Tuhan, tapi belum tentu mengenal Tuhan, karena mereka hanya masuk sebagai orang fanatisme terhadap kekristenan yang tanpa adanya kerinduan kepada Tuhan.

Sebenaranya yang Tuhan cari adalah “kerinduan untuk mengenal Dia”.

  • Banyak orang berkata “siap mati bagi Tuhan”, tapi hanya “lips service” saja.
  • Tetapi yang benar adalah mulailah matikan kedaginganmu dan kehendakmu setiap hari.

1 Korintus 13 : 1-3

13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

Kepintaran otak tanpa kasih, hanyalah omong kosong. Pelayanan sehebat apapun tanpa didasari kasih, hanyalah omong kosong belaka.

13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Meskipun engkau bisa memindahkan gunung, juga dipakai Tuhan, bahkan orang hebat yang bisa membuat banyak mujizat dan disebut sebagai orang percaya, tapi jika tidak memiliki kasih dia bukanlah Kristen.

13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Sekalipun saudara membagikan berkat ke banyak orang, tetapi jika tidak memiliki kasih, saudara bukanlah orang Kristen.

Banyak orang takjub dengan mujizat dan ajaran Yesus, bahkan siap mati bagi Yesus, tetapi belum tentu dia sudah menjadi orang Kristen sejati, sebab jika hayat Allah tidak hidup di dalam dia, dia akan mati sia-sia.

Dia sudah hidup di dalam kita, tetapi :

  • Apakah kita sudah menghidupkan Dia didalam kita setiap hari?
  • Apakah saudara sudah mengikuti semua perintah-Nya?
  • Apakah saudara benar-benar mau mengenal Dia lebih dalam lagi?

Karenanya, saudara harus masuk dalam pengenalan akan Tuhan, jangan sekedar fanatisme, tetapi semuanya harus didasarkan pada cinta kasih akan Allah saja.

Matius 16 : 13-17

16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

16:14 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan : Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

16:16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Dapatkan wahyu setiap hari agar saudara dapat mengenal Tuhan, barulah saudara siap mati bagi Tuhan.

  • Bukan hanya pertama kali saudara menjadi Kristen, saudara mendapatkan wahyu tetapi saudara harus mendapat wahyu dari Tuhan setiap hari.
  • Wahyu merupakan pengenalan akan Tuhan yang bersifat spesifik.
  • Setiap orang, pribadi lepas pribadi, akan berbeda-beda cara pengenalannya akan Tuhan.
  • Saudara mengenal Tuhan dengan benar, lalu saudara mendapatkan wahyu setiap hari, barulah saudara siap mati bagi Tuhan, jadi semuanya “dimulai dari mematikan kedagingan kita setiap hari”.

Saya pernah doa kepada Tuhan dan berkata “Enak ya Tuhan, kalau saya disuruh menyangkal Yesus, tetapi saya tidak mau, lalu leher saya ditebas, pasti saya langsung bisa bertemu dengan Tuhan dan mendapatkan mahkota”.

  • Tetapi Tuhan berkata, “Hal itu mudah bagimu, tetapi mematikan daging itu jauh lebih sulit”.
  • Saya mendapat wahyu tentang Tuhan, saya bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan, agar saya mendapatkan wahyu setiap hari.
  • Bila kita mendapat wahyu setiap hari, kita bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan, barulah kita bisa berkata “tidak” pada dosa.

Berapa banyak orang Kristen yang masih belum bisa berkata “tidak” pada dosa, itu karena mereka “masih hidup suka-suka dan masih terikat dengan dosa”.

Mengapa orang Kristen masih hidup dalam dosa, hidup suka-suka dan masih terikat?  Karena mereka tidak memiliki pengenalan akan Tuhan.

Apakah saudara sudah mendapatkan pewahyuan? Sudah. Bagaimana pengenalan saudara akan Tuhan?

  • Sebagai orang Kristen harus berkontak dengan “Allah yang ada di dalam” saudara, melalui Roh Kudus yang ada di dalam saudara.
  • Saudara harus memiliki hubungan yang special dengan Kristus.
  • Orang yang memiliki hubungan special dengan Kristus, baru bisa diubah oleh Tuhan.

Karenanya saudara harus memiliki kontak dengan Roh Kudus barulah saudara bisa berubah.

  • Jika tidak memiliki kontak dengan Roh Kudus, sampai kapanpun engkau tidak akan bisa berubah.
  • Jangan sampai ada penyesalan di akhir hidup saudara.
  • Selagi masih ada kesempatan sekarang, menyesallah hari ini, bertobatlah dan segera berubah, serta jangan hidup sembarangan lagi.

Orang yang sudah berubah baru bisa disebut “orang yang hidup baru”, menjadi ciptaan yang baru.

  • Jika saudara mau menjadi ciptaan yang baru, mulailah dari dalam keluar.
  • Kalau dari luar ke dalam, berapa lama saudara bisa bertahan?

Berapa lama saudara bertahan tidak berbuat dosa? Maximal tiga bulan.

  • Tapi kalau dalamnya sudah berubah, ada wahyu Allah di dalam kita dan kita bertumbuh di dalam pengenalan, seumur hidup engkau akan berubah.
  • Kalau saudara benar-benar mau ke Sorga, saudara harus hidup baru.
  • Tanpa hidup baru, arah tujuan saudara akan salah.

Saudara harus menjadi “ciptaan baru dimulai dari dalam keluar”, sampai saudara mendapat wahyu, bertumbuh dalam wahyu setiap hari, dan berubah setiap hari.

  • Misalnya si A tersengat listrik, lalu si B menirukan gaya si A saat tersengat listrik.
  • Dalam hubungan dengan Tuhan, saudara tidak bisa meniru seseorang, tetapi saudara harus merasakan sendiri.
  • Saudara tidak bisa meniru seseorang untuk berbahasa Roh.

Kalau mau mendapatkan bahasa Roh, saudara harus mengontak Allah.

  • Tidak setiap orang diberikan “karunia berbahasa Roh”, tetapi setiap orang harus harus punya “karunia Roh Kudus”.
  • Saat saudara terkoneksi dengan Allah, tidak bisa ditiru oleh siapapun karena cara pendekatan kita dengan Allah berbeda dan karakter kitapun berbeda.
  • Saudara mau meniru saya membaca Alkitab selama 5 jam, tidak akan bisa.
  • Semua dimulai dari pewahyuan dari diri kita sendiri.

Jika kita terus-menerus mengontak Allah, maka nantinya akan menjadi kerinduan untuk selalu berkontak dengan Allah.

  • Begitu masuk dalam kerinduan, saudara akan mengontak Allah sendiri dan saudara akan mengalami Allah secara pribadi.
  • Meniru orang untuk mengontak Allah tidak diperhitungkan oleh Allah, tetapi saat kita mengontak Allah karena kerinduan barulah kita bisa berubah.

Dalam Ibadah Raya dan Pendalaman Alkitab, saya hanya menuntun saudara untuk berubah, tetapi “bukan memaksa saudara” untuk berubah.

  • Setiap hari saudara harus membangun keinginan saudara akan Tuhan secara pribadi.
  • Kalau saudara tidak memiliki pengenalan yang mendalam dengan Tuhan secara pribadi, bagaimana mungkin saudara bisa mengontak Allah?

Yohanes 3 : 1 – 3

3:1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.

3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”

Nikodemus datang kepada Yesus, dan berkata “Guru, aku mau berubah, bagai-mana caranya aku bisa berubah?”

  • Engkau tidak akan bisa berubah bila engkau datang kepada Tuhan, dengan menganggap Dia sebagai guru (rabi).
  • Sebab, bilamana saudara datang kepada seorang guru, saudara hanya akan mendapat pengetahuan dan pengetahuan tidak akan mengubah saudara.

3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Yesus berkata, “Jika kamu mau berubah, kamu harus lahir baru dahulu” dan satu-satunya cara agar saudara bisa berubah hanyalah dengan “lahir baru”, artinya saudara harus menghidupkan Roh Allah di dalam saudara.

  • Siapa disini yang belum dibaptis selam? Lahir baru itu penting dan baptis selam itu penting.
  • Baptis Percik tidak ada di dalam Alkitab, baptisan yang benar hanya satu, yaitu Baptisan Selam atau dikenal juga dengan nama Baptisan Yohanes.
  • Baptisan selam adalah proses penguburan manusia lama supaya lahir yang baru, sedangkan Baptisan Percik itu hanya jidat dan ubun-ubun yang dipercik, jadi tidak bisa lahir baru melalui baptisan percik.

Kata “Percik” dalam bahasa Yunani adalah “Rantiso”, dan bukan “Baptiso”, jadi baptisan percik ini tidak pernah disebutkan dalam Alkitab.

Jadi orang yang “sudah dibaptis selam” :

  • Jangan berkata sudah dibaptis, bila engkau tidak mau berubah.
  • Saudara harus mengijinkan Tuhan masuk ke dalam hatinya, kemudian biar-kan Tuhan mengubahmu. Itulah pewahyuan.
  • Berarti mereka sudah mendapatkan wahyu, dan wahyu harus bertumbuh ke wahyu demi wahyu agar manusia batiniahnya sungguh-sungguh bertumbuh.

2 Samuel 16 : 5

16:5 Ketika raja Daud telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk.

2 Samuel 16 : 7

16:7 Beginilah perkataan Simei pada waktu ia mengutuk: “Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila!

2 Samuel 16 : 13

16:13 Demikianlah Daud melanjutkan perjalanannya dengan orang-orangnya, sedang Simei berjalan terus di lereng gunung bertentangan dengan dia dan sambil berjalan ia mengutuk, melemparinya dengan batu dan menimbulkan debu.

Daud bisa saja membunuh Simei, tetapi Daud tidak membunuhnya.

  • Apakah yang Daud lakukan? Daud justru mengampuni Simei.
  • Simei bisa berubah ketika dia menyeberangi Yordan. Saudara bisa berubah ketika saudara lahir baru dan caranya yang benar hanyalah dengan baptisan selam.
  • Sekali lagi hanya Baptisan Selam dan yang pasti baptisan percik “tidak ada dalam Alkitab”, jadi baptisan percik itu tidak dikenal dalam Alkitab.

2 Samuel 19 : 16-17

19:16 Juga Simei bin Gera, orang Benyamin yang dari Bahurim itu, cepat-cepat datang bersama-sama dengan orang-orang Yehuda untuk menyongsong raja Daud.

19:17 Juga ada seribu orang dari daerah Benyamin bersama-sama dengan dia. Dan Ziba, hamba keluarga Saul, dan kelima belas anaknya laki-laki dan kedua puluh hambanya bersama-sama dengan dia datang tergesa-gesa ke sungai Yordan mendahului raja,

Dalam Alkitab tidak dijelaskan bagaimana Simei berubah, tetapi saya yakin Simei mendapatkan pewahyuan dari Allah sampai dia berhenti mengutuki Daud dan dia mau menyongsong Daud.

Caranya hanya dengan menyeberangi sungai Yordan, karena harus ada “baptisan air” agar Simei bisa berubah.

2 Samuel 19 : 19-22

19:19 dan berkata kepada raja: “Janganlah kiranya tuanku tetap memandang aku bersalah, dan janganlah kiranya tuanku mengingat kesalahan yang dilakukan hambamu ini pada hari tuanku raja keluar dari Yerusalem; janganlah kiranya raja memperhatikannya lagi.

Ketika saudara dibaptis selam, dosa saudara dilepaskan dan dihapus atau dibasuh semuanya dan Tuhan berkata “Aku sudah tidak ingat lagi akan dosa-dosamu”.

Peristiwa di Perjanjian Lama, menggambarkan tentang baptisan di Perjanjian Baru.

19:20 Sebab hambamu ini tahu bahwa hamba telah berbuat dosa; dan lihatlah, pada hari ini akulah yang pertama-tama datang dari seluruh keturunan Yusuf untuk menyongsong tuanku raja.”

19:21 Lalu berbicaralah Abisai, anak Zeruya, katanya: “Bukankah Simei patut dihukum mati karena ia telah mengutuki orang yang diurapi TUHAN?”

19:22 Tetapi Daud berkata: “Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya, sehingga kamu pada hari ini menjadi lawanku? Masakan pada hari ini seorang dihukum mati di Israel! Sebab bukankah aku tahu, bahwa aku pada hari ini adalah raja atas Israel?”

Orang yang menghakimi sesamanya, pasti bertentangan dengan Tuhan, karena kita tidak bisa menjadi hakim atas sesama kita. Kalau sesama kita ada yang ber-salah, sebaiknya kita doakan, jangan dihakimi.

19:23 Kemudian berkatalah raja kepada Simei: “Engkau tidak akan mati.” Lalu raja bersumpah kepadanya.

Orang yang dibaptis, benar-benar menyerahkan hidupnya pada Tuhan, karenanya dia “tidak akan mati”.

Kalau saudara dapat pewahyuan lalu saudara dibaptis, tetapi kalau saudara tidak bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan, saudara tidak akan bisa berubah.

  • Kata-kata dalam Alkitab tidak bisa diterjemahkan melalui “pintu guru” (Rabi), tetapi hanya bisa diterjemahkan melalui “wahyu”.
  • Ketika saudara mendapatkan “wahyu tentang Allah”, maka buahnya adalah keintiman saudara dengan Tuhan.

Pintu guru (rabi), hanya membuat saudara menjadi ahli Taurat versi baru atau ahli Theologia, karenanya harus masuk “melalui pintu wahyu”’ bukan pintu guru (rabi).

  • Melalui pintu wahyu, kita bersekutu dengan Tuhan, mengontak Tuhan, rasa-kan persekutuan dengan Tuhan sampai kita mengenal Dia dengan dalam.
  • Begitu saudara intim dan mengenal Dia, hidupmu pasti akan berubah dan saudara pasti dipakai Tuhan.
  • Tidak ada satupun dari buah ketaatanmu yang Tuhan abaikan.
  • Orang yang mencari Tuhan pasti akan mendapatkan Tuhan dan orang yang mendapatkan Tuhan, pasti akan dipakai Tuhan untuk pelayanan.

Orang yang dipakai Tuhan tidak selalu harus menjadi pendeta dan tidak selalu ber-diri di mimbar, sebab saudara bisa dipakai Tuhan untuk perkara yang luar biasa.

  • Banyak orang Kristen menjadi peniru orang lain, misalnya meniru dalam hal memberikan sumbangan, meniru dalam hal menyembah Tuhan, tetapi tanpa dasar pengenalan akan Tuhan.
  • Ironis nya setelah sampai dirumah, mereka kembali pada “habitat lama” atau “manusia lama”.
  • Di Gereja penyembahannya luar biasa, di Gereja pelayanannya luar biasa, tetapi begitu sampai di rumah mereka kembali pada “kebiasaan lama”.
  • Di Gereja alim, senyumannya aduhai, tetapi begitu tiba di rumah langsung memaki-maki orang dengan kata-kata kotor dengan fasihnya.

Kristen seperti ini adalah Kristen palsu, Kristen tanpa didasarkan atas pengenalan akan Tuhan, begitu sampai rumah pasti kembali lagi pada habitat lama.

1 Yohanes 2 : 6

2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Jika kita ada di dalam Dia, kita wajib hidup sama seperti Kristus hidup.

Janganlah menjadi Kristen yang kerjanya marah-marah terus tanpa sebab yang jelas, atau mengintimidasi orang melalui social media, bahkan memfitnah orang.

  • Kristen yang seperti ini, luarnya dia ibadah sepertinya tekun, tetapi nyatanya didalamnya tidak ada kontak dengan Allah.
  • Berapa banyak orang Kristen yang munafik seperti ini?

Banyak orang Kristen rajin doa, rajin ibadah, tetapi tidak ada kontak dengan Allah.

  • Saat “kulit luarnya” terbuka, apa yang ada di dalam hati pasti akan terlihat.
  • Meskipun engkau merasa rajin beribadah, rajin pelayanan, tetapi kalau tidak ada kontak dengan Tuhan, sesungguhnya engkau sudah mati.
  • Karenanya, setelah mendengar khotbah ini bertobatlah dan berubahlah.

Masing-masing dari kita harus membangun hubungan dengan Allah :

  • Karena tugas Gereja hanyalah menuntun saudara, supaya mengontak Allah secara pribadi.
  • Sebab orang Kristen yang tidak mengontak Allah, tidak bisa hidup menjadi seperti Yesus, karena di dalam dia tidak bertumbuh hayat Allah.

Yohanes 6, tentang 5 roti dan 2 ikan, bisa untuk makan 5.000 orang laki-laki.

Yohanes 6 : 26-27

6:26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Banyak orang Kristen mengikut Tuhan Yesus karena ingin diberkati dan atau takut dikutuk, serta takut sakit.

6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Mencari Yesus karena kepentingan kedagingannya, berarti dia tidak memiliki mata rohani untuk melihat kemustikaan Yesus.

  • Semakin saudara mengenal Tuhan Yesus, semakin saudara intim dengan Dia, barulah saudara dapat melihat kemustikaan Tuhan Yesus yang tidak bisa digantikan dengan apapun juga.
  • Jika kita sudah melihat keindahan Yesus, meskipun dunia menawarkan dosa yang sangat memukau, kita pasti mampu berkata “tidak” pada dosa.
  • Jika engkau sudah pernah dibawa Tuhan ke Sorga, berarti engkau sudah bisa melihat keindahan dan kemustikaan Tuhan Yesus.

Jika mata kita sudah terbuka dan bisa melihat kemustikaan Tuhan Yesus, berarti kita sudah rela seandainya disakiti orang, atau sudah rela diinjak-injak orang.

  • Jika sudah rela di sakiti orang, barulah bisa disebut anak Tuhan.
  • Orang yang sudah menemukan keindahan Tuhan Yesus, mereka tidak akan menggantikan Tuhan dengan apapun juga, bahkan dengan kesenangannya sendiri.
  • Jika sudah sampai ke tingkat ini, saudara akan masuk di dalam pengenalan akan Tuhan.

Kalau saudara terus bertumbuh di dalam pewahyuan, lalu saudara masuk di dalam suatu pengenalan, barulah saudara menemukan mustikanya Tuhan.

  • Yesus berkata, “Aku adalah roti hidup”, Yesus adalah “makanan yang baru”, yang harus kita santap setiap hari.
  • Setelah kita tahu kemustikaan-Nya, barulah kita tidak mau menggantikan Tuhan dengan apapun.

Berapa banyak hari-hari ini, orang Kristen saat dilukai masih merasa sakit dan langsung ingin balas dendam?

  • Kalau saudara sudah mengenal kemustikaan Tuhan, saudara tidak akan terluka meskipun disakiti seperti apapun.
  • Meskipun engkau dijelekkan orang seperti apapun, engkau tidak akan bisa menemukan kejelekanmu, karena dimata Tuhan engkau tidak jelek.
  • Dimata manusia, mungkin saja banyak kejelekan kita menurut mereka, banyak kekurangan kita, tapi dimata Tuhan tidak ada satupun yang kurang dari kita, kita cantik luar biasa karena kita siap diperlakukan seperti apapun oleh manusia dunia.

Yohanes 6 : 35

6:35 Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Bila kita menyantap firman Tuhan, mendapat wahyu tentang Tuhan, mengontak Dia dan menyatu dengan Tuhan, maka kita “tidak akan lapar lagi terhadap dosa”, karena kita sudah mendapatkan kemustikaan-Nya Tuhan.

Bila kita sudah sampai ke tingkat ini, barulah kita bisa lepas dari dosa.

Yohanes 6 : 42

6:42 Kata mereka: “Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapa-Nya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?”

Ketika logika mulai berkerja, hal-hal rohani sulit ditangkap dan membuat kita tidak bisa mengenal Tuhan lebih dalam lagi.

Karenanya, saat saudara mendapatkan pewahyuan jangan berhenti disitu tetapi teruslah bertumbuh di dalam pewahyuan demi pewahyuan

Ibrani 6 : 1-2

6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,

Saudara sudah tidak merokok lagi, sudah tidak minum-minum lagi, sudah tidak main cewek lagi, bukan berarti saudara sudah bertobat.

  • Pertama kali kita mendapatkan wahyu, kita bisa meninggalkan dosa, tetapi begitu masuk dalam pelayanan belum tentu kita mengontak Tuhan.
  • Karenanya yang terpenting bagi kita adalah kontak kita dengan Tuhan, agar bertumbuh dalam wahyu demi wahyu dan kita juga harus ber-tumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, barulah kita sampai pada tingkat kesempurnaan.

Kuncinya saat saudara mendapatkan wahyu, kontaklah dengan Allah, sebab bila saudara mendapat wahyu tapi tidak pernah mengontak Allah maka saudara tidak akan pernah berubah.

6:2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.

Tinggalkan asas-asas yang pertama, kita harus bertumbuh dalam pengenalan yang baru, disitulah kita menjadi orang yang luar biasa.

Yohanes 6 : 51-52

6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Orang-orang berkata, anak Yusuf ini kenapa berani berkata “Akulah roti hidup yang telah turun dari Sorga?”  Tetapi Yesus tidak peduli dengan perkataan orang, yang penting firman TUHAN harus disampaikan.

6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata : “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”

Yesus membuat orang yang tidak mengenal Tuhan, “menjadi bingung dan panik”.

Yohanes 6 : 60

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”

Siapakah yang sanggup mendengar perkataan yang keras ini?

Yohanes 6 : 66

6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Begitu banyak dari murid-murid-Nya yang mundur dari Yesus. Orang Kristen pun banyak yang jatuh dan kecewa, karena yang menarik bagi mereka hanyalah mujizat-Nya saja.

  • Mereka tidak bisa mendengar firman yang keras, karena merasa dihakimi.
  • Saya tidak ada maksud menghakimi saudara, saya hanya menuntun saudara pada mata air yang jernih dan padang rumput yang hijau.

Ketika seseorang tidak bisa mendengar firman, karena merasa dihakimi, banyak yang mundur ditengah jalan karena hayat Allah tidak bertumbuh di dalam dia.

  • Banyak orang yang mengikut Tuhan “dari kulit luarnya saja”, tetapi begitu terkena firman Tuhan yang keras, dia tidak mampu mendengarnya.
  • Jika mengikut Yesus “dari kulit luarnya saja”, dan melayani secara formalitas kulit luarnya saja, pasti bukan orang Kristen yang setia.
  • Orang yang mengikut Yesus dan melayani secara kulit luarnya saja, pasti akan mundur dan jatuh di tengah kebenaran karena tidak sanggup.

Orang Kristen yang kekristenannya hanya kulit luarnya saja, pasti tidak akan bisa tahan mengikut Yesus, apalagi bila bersandar pada theologia, dia akan kecewa.

  • Saudara harus mengontak Allah dan merasakan hadirat-Nya, mengalami Allah dari dalam saudara dan akan mendapatkan wahyu tentang Allah, sebab itulah yang akan membuat saudara setia.
  • Saat saudara disakiti oleh teman sepelayanan (misalnya), dan saudara mau berhenti pelayanan, berarti tidak ada Roh Allah di dalammu.
  • Berarti Roh Allah tidak bertumbuh di dalammu, sebaliknya roh keangkuhan yang hidup subur di dalammu.
  • Bila Roh Allah tumbuh di dalammu, biar badai menerpa engkau tetap setia.

Yohanes 6 : 63

6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Roh akan memberi saudara hidup, sehingga bila saudara mengontak Roh, saudara akan mendapatkan hidup sehingga daging saudara tidak ada artinya lagi.

  • Yang kulit luarnya tidak ada maknanya, tetapi yang didalamnya yang harus berubah terlebih dahulu, barulah semuanya bisa berubah.
  • Dari “dalam” mengontak Tuhan dan “dari dalam” akan mengubah tampilan “luar dan dalam” kita secara total.
  • Hal ini artinya saudara menghidupkan hayat Allah di dalam saudara.

Yohanes 6 : 67-68

6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

Murid-murid yang lainnya sudah pergi karena tidak kuat mendengar firman, berarti tidak ada hayat Allah di dalam mereka. Begitu juga, orang-orang Kristen hari-hari ini, banyak yang lelah dengar firman karena merasa dihakimi dan akhirnya pergi.

6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;

Simon Petrus berkata, “Kami mendapatkan wahyu dari Allah, oleh sebab itu kami tidak akan beranjak dari kasih Allah”.

  • Orang yang setia kepada Allah adalah buah dari orang yang mendapatkan wahyu dan hidup di dalam pengenalan akan Allah.
  • Orang Kristen mendapat wahyu dan mendapat hayat Allah, seharusnya terus mengontak Allah sampai bisa menjadi seperti yang Tuhan kehendaki.
  • Berapa banyak dari orang Kristen, sudah pelayanan tetapi tidak berubah, di Gereja seperti malaikat, tetapi diluar ditakuti orang?

Saya rindu, baik di Gereja maupun di luar Gereja, kita semua menjadi malaikat Tuhan, menjadi kesukaan Tuhan dan hidup berkenan bagi Tuhan dan biarlah wahyu itu terus bertumbuh. Saudara yang sudah mendapatkan hayat Allah, seharusnya menghidupkan hayat Allah itu, sebab jika tidak dihidupkan berbahaya bagimu.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

Bersambung ke Sesi-2

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

WARTA 16 FEBRUARI 2020 – NASEHAT ORANG FASIK MENJAUHKAN KITA DARI KEBENARAN

BULETIN NO. 255 TAHUN KE-4

NASEHAT ORANG FASIK MENJAUHKAN KITA DARI KEBENARAN

Takut akan Tuhan adalah sumber kehidupan agar kita terhindar dari jerat maut (Amsal 14:27). Banyak orang mencari suatu kenyamanan dalam setiap aspek kehidupannya, tetapi permasalahannya kenyamanan yang bagaimana ? kenyamanan hanya sementara dibumi atau kenyamanan didalam Tuhan dalam kondisi apapun baik dalam kelimpahan maupun dalam kesukaran, masalah yang bertubi-tubi, sakit penyakit dll tetapi tetap merasa nyaman bersama Tuhan.

Orang fasik akan memberi tawaran dengan cara apapun demi mencapai kenyamanan itu asalkan tidak merugikan diri sendiri atau mencari keuntungan atas penderitaan orang lain, mencari nama baik, senang disanjung dan tidak memiliki kesabaran bagi sesama baik dalam ucapan , tingkah laku maupun perbuatan. Tetapi kenyamanan yang dari Tuhan sebaliknya apa yang dapat kita berikan bagi sesama kita , sabar menanggung penderitaan bersama dan selalu memiliki hati yang sabar dan murah hati, tidak sombong, tidak emosi, mendahulukan kepentingan orang lain dibanding diri sendiri dan rela berkorban , selalu memberi suka cita bagi banyak orang dalam setiap kehadirannya, inilah kenyamanan yang dari Tuhan.

hikmat orang fasik membawa perpecahan, keributan, tidak mau diatur, suka memberontak , tidak dapat ditegur dan mengandalkan pengetahuan sendiri tanpa memperdulikan firman Tuhan yang mengajarkan kasih, panjang sabar, siap ditegur, tidak berontak, rela berkorban , penguasaan diri Inilah perbedaan antara orang fasik dengan orang yang berjalan didalam Tuhan.

Semua yang baik menurut kita tetapi belum tentu menutut Tuhan baik, karena Tuhanlah yang menguji hati kita (Amsal 16:2). Rancangan Tuhan yang terbaik bagi kita , jangan pernah kita merancang sendiri hidup kita karena semua Tuhan telah tetapkan sebelum kita ada dan kita hanya mengikuti kehendakNya saja supaya kita tidak disesatkan oleh nasehat-nasehat orang yang tidak memiliki hubungan intim dengan Tuhan dan dapat menyesatkan jalan hidup kita menuju kebinasaan. Amin

9 FEBRUARI 2020 DIMANAKAH PARA NABI HARI INI ?(VIDEO KHOTBAH)

GAMBARAN ORANG PERCAYA – 19 JANUARI 2020

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (Ibrani 12 : 2).

GAMBARAN

ORANG PERCAYA

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA 19 JANUARI 2019

=======================

SHALOM !

Judul khotbah hari ini tanggal 19 Januari 2020, adalah “Gambaran Orang Percaya”. Tuhan rindu agar “gambar” diri-Nya terpancar dari dalam diri kita semua, karena-nya Tuhan mau “gambar atau wujud-Nya” benar-benar ada di dalam kita.

Semua hal yang di inginkan Tuhan ini dari kita, hanya bisa direalisasikan apabila pergaulan kita dengan Tuhan sudah intim.

Kalau saudara tidak membangun hubungan yang erat dengan Tuhan dan tidak ada komunikasi dengan Tuhan, sampai kapanpun saudara tidak akan pernah bisa me- mancarkan gambaran Kristus dari dalam saudara.

  • Saudara harus bergaul dengan Tuhan dalam Roh dan Kebenaran (firman).
  • Tanpa “Roh dan kebenaran” saudara tidak akan bisa menampilkan wujud Kristus dari penampilan saudara sehari-hari.
  • Ingatlah. Tuhan Yesus sangat mengasihi kita dan Dia rindu bersekutu dengan kita dalam doa, pujian dan penyembahan.

Jika saudara mengaku sebagai pengikut Kristus, tetapi tidak menjalin hubungan dengan Tuhan, berarti engkau bukan orang Kristen sejati atau bukan orang Kristen yang benar.

  • Pergaulan kita dengan Tuhan bukan hanya ala-kadarnya saja, tetapi harus dengan sepenuh hati.
  • Jika saudara bergaul dengan Tuhan “tidak dengan sepenuh hatimu”, maka saudara tidak akan bisa diubah sampai menjadi seperti Dia.
  • Engkau tidak akan mengalami transformasi kerohanian yang signifikan jika engkau tidak bergaul dengan Kristus.

Tuhan Yesus rindu “memancarkan” gambaran diri-Nya di dalam saudara, supaya dunia bisa melihat keberadaan diri-Nya di dalam saudara.

Oleh sebab itu, relakan diri kita dibentuk oleh Tuhan agar Tuhan bisa menyalurkan kasih-Nya kepada kita sekalian.

  • Pembentukan memang tidak enak, tetapi hal itu menyembuhkan kita.
  • Dia bukanlah Allah yang menyiksa umat kesayangan-Nya, sebaliknya Dia adalah Allah yang menyembuhkan.

Filipi 3 : 15 – 16

3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

Kalau saudara orang sempurna maka pola pikirmu juga harus sudah berubah.

3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Kita sudah sampai pada tingkat pengertian yang mana, sekarang kita harus terus melanjutkannya jangan berhenti di tengah jalan, maju terus.

Filipi 3 : 12-14

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

Paulus berkata “bukan seolah-olah aku telah berhasil sempurna, melainkan aku mengejarnya, siapa tahu aku bisa mendapatkannya”.

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Bagaimana mengejar kesempurnaan itu? Hanya dengan focus mengarahkan diri kita ke depan saja, kepada Kristus.

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Seseorang tidak pernah bisa menjadi sempurna, jika masih memakai pola pikir lama, masih memiliki focus yang lama, masih memiliki tujuan yang lama, serta masih memiliki keinginan yang lama.

Oleh sebab itu untuk menjadikan kita sempurna, semua harus serba baru, pola pikir, tujuan dan focus kita harus baru semuanya, yaitu “pada panggilan Sorgawi”.

  • Jika masih ada sesuatu yang lama pada kita, kondisi itulah yang menjadi penghambat bagi kita untuk mencapai kesempurnaan.
  • Oleh sebab itu untuk mencapai kesempurnaan, dibutuhkan totalitas dalam mengikut Tuhan.
  • Atau dengan kata lain, untuk mendapatkan “mutiara yang sangat berharga”, saudara harus berani membayar harga.

Semakin bernilai mutiara itu, semakin banyak harga yang harus dibayar, demikian pula halnya dengan Kristus bagi kita, semakin bernilai Kristus bagi kita, semakin total kita berserah kepada-Nya, sehingga semakin berharga kita dihadapan-Nya.

  • Semakin bernilai Kristus bagi kita, seharusnya semakin rela kita menyerah-kan segala-galanya untuk mendapatkan Dia.
  • Kita harus rela melepaskan semua keinginan duniawi kita dengan segala kenikmatannya, dengan satu tujuan yaitu untuk mendapatkan Kristus.

Di tengah proses menuju kesempurnaan, kita harus memiliki damai sejahtera dan sukacita yang dari Tuhan Yesus. Pertanyaannya sekarang, mengapa kita harus memiliki sukacita di tengah proses yang menyakitkan?

  • Jikalau saudara tetap senantiasa bersukacita ditengah pembentukan yang menyakitkan sekalipun, maka engkau akan dimampukan-Nya terus-menerus untuk berkomitmen total kepada-Nya.
  • Kalau saudara tidak mampu berkomitmen total pada Tuhan, berarti sukacita saudara telah dikalahkan oleh “ego” saudara sendiri.
  • Beratnya beban hidup saudara disebabkan “ego” yang masih dominan dalam hidupmu, akan membuat saudara sering mengalami kekecewaan.

Kekecewaan saudara terhadap pergumulan saudara yang belum juga dijawab oleh Tuhan akan membuat saudara kecewa dan akhirnya kehilangan sukacita.

  • Inilah buah dari “ego” saudara yang sudah sangat kuat, yang saudara pelihara sendiri selama ini.
  • Paulus berkata dalam Filipi 4 : 4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan”, ironisnya engkau harus tetap bersukacita walaupun pada waktu yang sama engkau sedang berada ditengah terpaan badai masalah.
  • Saudara harus bisa bersukacita, karena sukacita itu sudah Tuhan berikan kepada saudara, karenanya agar bisa bersukacita, kita harus komitmen total pada Tuhan.

“Ego” adalah biang kerok yang membuat kita terpuruk dan tidak bisa bersukacita, mengapa demikian?

  • Karena kalau “ego” masih sangat kuat dalam kita, begitu keinginan kita tidak tercapai, maka kitapun merasa terpuruk dan kecewa, sehingga akhirnya kita merasa jenuh dengan Tuhan, sehingga mulai mundur dan menjauh dari Tuhan karena tidak ada sukacita lagi mengikut Tuhan.
  • Seharusnya, meskipun kita dihajar oleh masalah berat sampai bertubi-tubi sekalipun, kita harus mampu tetap tersenyum.

Buktinya, jikalau saudara sudah berkomitmen total dengan Tuhan, adalah ketika saudara dihantam oleh masalah demi masalah, saudara tidak tergoyahkan tetapi tetap tersenyum dan bersukacita.

  • Dalam kitab Filipi kita digambarkan sebagai apa?
  • Semua gambaran tentang kita, kita dituntut komitmen total dengan Tuhan.

Dalam kitab (surat) Filipi ada 4 pasal, yang menggambarkan 4 gambaran tentang saudara dan saya sebagai orang Kristen, yaitu :

  1. Orang Kristen di gambarkan sebagai “Prajurit Allah”, yang harus hidup ber-komitmen total bagi Allah.

Filipi 1 : 30

1:30 dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Perhatikan kata “pergumulan”, skarang kita lihat Alkitab King James Version atau NKJV bahasa Inggris.

Philipians 1 : 30

1:30 Having the same conflict which ye saw in me, and now hear to be in me.

Kata “pergumulan” dalam Alkitab versi bahasa Inggrisnya “Conflict”, artinya ada pertentangan atau perseteruan.

  • Perseteruan berbicara tentang peperangan dan memakai kata “Agon”dalam bahasa Yunani dan “Battle” dalam bahasa Inggris.
  • Kalau saudara berperang tanpa komitmen total pada Tuhan, saudara bisa saja mati konyol.
  • Kalau saudara berkomitmen total pada Tuhan, lawanmulah yang mati.

Tuhan sedang menempatkan saudara dan saya di tengah medan peperangan yang dahsyat.

  • Kita berada di tengah-tengah, diantara sorga dan dunia.
  • Sorga sedang menarik saudara tapi duniapun juga sedang menarik saudara.
  • Saudara sedang diperebutkan oleh Sorga dan Neraka.
  • Yang mana yang kita pilih, itulah konfliknya didalam kita.

Kita sedang berada di tengah-tengah medan peperangan antara Sorga dan Neraka.

  • Bila saudara terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mu lalu dibaptis, saudara resmi diterima sebagai prajurit Tuhan.
  • Bila saudara masuk sebagai Angkatan Bersenjata Allah, saudara tidak bisa tidak harus ikut berperang dan akan menghadapi peperangan setiap hari.

1 Timotius 6 : 12

6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

1 Timoty 6 : 12

6:12 Fight the good fight of faith, lay hold on eternal life, whereunto thou art also called, and hast professed a good profession before many witnesses.

Dalam ayat ini kata “bertanding” dalam bahasa Yunani juga memakai kata “Agon atau Agonisomay”, yang dalam bahasa Inggrisnya “Fight” (berperang).

  • Saudara dipanggil menjadi prajuritnya Allah.
  • Kalau saudara santai dan tidak mau berperang maka saudara akan menjadi bulan-bulanan kuasa kegelapan.
  • Seorang prajurit harus mengorbankan segala-galanya bahkan keluarga dan kesenangannya.

Apabila saudara tidak total bagi Tuhan, maka saudara akan kalah dan menjadi hanya menjadi pecundang.

  • Sebagai prajurit Allah, saudara harus memegang senjata yaitu firman Tuhan.
  • Sejauh mana saudara bisa memakai perlengkapan senjata Tuhan (firman Tuhan) dalam hidup saudara?
  • Daud berkata “Dia melatih tanganku setiap hari untuk berperang”.
  • Saudara dilatih untuk berperang secara rohani melawan penguasa di udara dengan firman Tuhan.

Seharusnya kita lebih terlatih dan militant daripada Daud, karena Daud hidup di zaman Taurat dan kita hidup di zaman kasih karunia.

2 Timotius 2 : 3-4

2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Sebagai seorang prajurit Kristus, Komandan kita adalah Tuhan Yesus Kristus, bila saudara tidak total bagi-Nya, maka Sang Komandan juga tidak berkenan padamu.

  • Totalitas saudara kepada “Sang Komanadan” dituntut, karena saudara tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa.
  • Saudara tidak melihat musuh saudara, tetapi mereka melihat saudara.
  • Kalau saudara mengerti firman Tuhan, maka saudara akan tahu saatnya saudara “sedang buka celah” dan “diserang oleh roh jahat”.

Tuhan tidak mau saudara membagi diri-Nya dengan ilah yang lain, di satu sisi kita mencintai Tuhan kita, tetapi di sisi lain kita mendahulukan keluarga kita.

  • Jika engkau tidak total di dalam Tuhan, maka engkau akan bermasalah.
  • Menjadi orang Kristen, berarti menjadi prajurit yang siap diutus ke suatu medan peperangan terdahsyat.
  • Kalau saudara tidak total dalam Tuhan maka saudara akan menjadi korban.
  • Tapi kalau saudara total di dalam Tuhan, Tuhan yang berperang bagi saudara.
  • Saudara hanya taat dan setia mengikuti jalan Tuhan, maka Tuhan akan mem-berikan saudara kemenangan.

Bagaimana mungkin saudara bisa mendapatkan kemenangan jika tidak mengikuti jalannya Tuhan dan juga kita tidak pernah total dengan Tuhan?

  • Karena pada waktu saudara sedang berperang, pandanganmu atau pikiran mu bisa teralih kepada hal-hal yang lain.
  • Banyak yang kita pikirkan di kepala kita, itulah yang membuat kita tidak bisa focus dengan Tuhan.
  • Karenanya belajarlah untuk melepaskan semuanya, ikuti kemuan Tuhan dan totalitaslah didalam Tuhan.
  • Jika saudara totalitas di dalam Tuhan maka saudara akan mendapatkan apa yang saudara impikan dan akan mendapatkan lebih dari apa yang saudara impikan.

Prajurit Allah yang tidak siap berkorban, masih senang menikmati dunia dan segala aspek kehidupan duniawi yang lain, bukanlah prajurit yang baik.

Saat ini engkau berada di dalam Angkatan perang Allah, karenanya kekayaanmu yang berlimpah bisa saja membuatmu membangun kerajaan di dunia, tetapi tidak bisa membawa saudara pada Kerajaan yang sebenarnya.

  • Orang yang salah dalam menggunakan harta kekayaannya, bisa kehilangan Sorga yang kekal.
  • Banyak orang berkata “kalau punya banyak uang, rasanya seperti di Sorga”, apapun di dunia ini bisa dibeli, apapun di dunia ini bisa dinikmati.
  • Kita tidak boleh ikut “pemahaman orang dunia ini”, karena yang jauh lebih berharga adalah ketika kita melipat tangan, tutup mata dan semuanya Tuhan yang sediakan bagi kita.
  • Ingatlah, saudara bisa saja membuat sorga dengan uangmu yang berlimpah tetapi tidak bisa membawa saudara ke Sorga, karena uangmu yang berlimpah sangat ber-potensi mengalihkan perhatianmu dari Allah.

Kalau saudara dengan mudah teralihkan dari Allah kepada dunia, maka engkau tidak akan bisa menjadi prajurit Allah yang baik, karena prajurit Allah yang baik memiliki komitmen total pada Allah.

Filipi 3 : 10

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Menyatu dalam penderitaan-Nya, adalah supaya saudara dan saya menjadi sama dalam kematiaan-Nya.

  • Kalau kita “tidak pernah menderita secara kedagingan” bersama dengan Dia, maka saudara tidak akan pernah menjadi prajurit Allah yang hebat, atau tidak akan pernah menjadi prajurit yang militan.
  • Kalimat ini memang tidak enak di dengar, tetapi sangat indah karena akan menggiring kita pada kebangkitan orang mati.

Filipi 1 : 20

1:20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

Saudara di tengah medan pertempuran bagaikan seorang gladiator dan semua mata penonton memperhatikan saudara, sebab saudara menjadi contoh di medan pertempuran, entah mati atau hidup.

  • Kalau saudara menang, saudara akan dimenerima pujian, tapi kalau saudara tidak total pada Tuhan, saudara akan mati di medan peperangan.
  • Apa yang harus saudara perbuat sebagai seorang prajurit, saudara harus menghitung untung-ruginya sebelum berperang.
  • Apakah saudara sudah menghitung untung ruginya ikut Tuhan?
  • Kerugian saudara adalah “rugi kedagingan” yang sakit sekali, tetapi hidup kekal di Sorga adalah keuntungan yang tiada taranya dan untuk mendapat-kan keuntungan tersebut saudara harus total bagi Tuhan.

Filipi 1 : 19

1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

“Kesudahannya adalah keselamatan” artinya memperoleh hidup kekal di Sorga, saudara juga akan mendapatkan pertolongan dan tidak pernah ditinggal sendiri.

Kerugian mengikut Kristus, semua yang bersifat kedagingan akan tergerus, tetapi keuntungannya kehidupan kekal di Sorga.

Lukas 14 : 31-32

14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?

Perhitungkan untung ruginya dan jika saudara sudah tahu tidak akan bisa menang, saudara harus bergantung pada Yesus karena Yesus sudah menang.

  • Untuk apa saudara menjadi orang Kristen, jika tidak mau bergantung pada Tuhan Yesus.
  • Jika orang Kristen tidak bergantung pada Tuhan, dia sama saja dengan orang dunia yang menjadi pecundang.

14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.

Sebagai prajurit Tuhan harus menyadari siapa musuh kita, musuh kita tidak terlihat jadi kita harus berperang dengan iman, dalam peperangan yang tidak terlihat.

Berapa banyak orang Kristen yang berperang dengan musuh yang tidak terlihat, karena peperangan kita bukanlah melawan yang terlihat tapi melawan yang tidak terlihat.

  • Oleh sebab itu ketika kita berperang melawan yang tidak terlihat, kita juga harus dibantu oleh pasukan yang tidak terlihat juga.
  • Sadarkah saudara, engkau bisa menggerakkan pasukan yang tidak terlihat?
  • Sadarkah saudara siapa Panglima Perang saudara dan kalau saudara sudah sadar bahwa Panglima Perang saudara adalah Yesus, mengapa engkau tidak komitmen total pada Yesus?

Seharusnyalah kita berkomitmen total pada Yesus, karena kita sudah tahu bahwa kesudahannya nanti adalah hidup kekal bersama Dia di Sorga.

  • Pertama hitung untung ruginya berperang, kedua sadari siapa musuhmu.
  • Sebagai prajurit Tuhan, kita harus mempersiapkan diri terus-menerus untuk masuk dalam pertempuran setiap hari.
  • Begitu saudara buka mata saat bangun tidur di pagi hari, sebenarnya saudara langsung masuk dalam medan pertempuran.
  • Adakalanya, begitu saudara bangun tidur saudara bisa langsung diintimidasi, misalnya pagi-pagi saudara sudah dibuat kesal dengan orang lain, artinya begitu bangun tidur langsung masuk pertempuran.

Sadarkah saudara, bahwa sesungguhnya saudara bukanlah berperang melawan manusia secara fisik, tetapi melawan kuasa gelap di balik tubuh manusia?

  • Oleh sebab itu manusianya tidak bisa diperangi tapi roh jahat dibalik manusia itulah yang harus diperangi.
  • Begitu bangun tidur, saudara harus mengenakan baju perang karena Yesus berkata “Kenakanlah segenap perlengkapan senjata Allah”.
  • Bukan Tuhan yang memakaikannya pada kita, tetapi kita harus pakai sendiri segenap senjata Allah karena kita masuk dalam peperangan itu.

Saudara masuk ke dalam medan pertempuran setiap hari, artinya saudara harus siap menderita bagi Tuhan. Jadi saudara harus memahami resikonya berperang.

Filipi 1 : 6-7

1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Dia sudah memulai pekerjaan yang baik di antara kita dan Dia lah juga yang akan mengakhirinya bagi kita.

1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

Kata “membela” dalam ayat ini, memakai kata “defend”, sehingga kita memasuki medan pertempuran dan kita berperang, tetapi kita juga dibela oleh Tuhan.

  • Saudara harus tetap bertahan di tengah-tengah peperangan rohani dahsyat.
  • Kalau saudara mengaku seorang Kristen, saudara pasti menjadi prajurit.
  • Kalau saudara mengaku sebagai prajurit, saudara pasti berperang.
  • Kalau saudara masuk di dalam peperangan tetapi tidak berkomitmen pada Tuhan, maka saudara akan menjadi korban.

Jadi :

  • Pertama, saudara hitung untung ruginya.
  • Kedua, sadari siapa musuhmu.
  • Ketiga, saudara siap masuk dalam peperangan setiap hari.

Sebagai prajurit Tuhan, saudara harus mengikuti arahan komandan.

  • Seorang komandan maunya hanya menang.
  • Saudara harus melakukan peperangan rohani, kalau saudara mengikuti arahan Tuhan, saudara pasti menang.
  • Sebaliknya kalau saudara tidak mengikuti arahan-Nya saudara akan kalah.

Berapa banyak orang Kristen yang tidak mau mengikuti arahan Tuhan?

  • Sebab, bila mengikuti arahan Tuhan, kedagingannya pasti akan menderita.
  • Sebaliknya kalau mereka berkomitmen total mengikuti arahan Tuhan, maka mereka akan menikmati kemenangan demi kemenangan dan masih bisa tersenyum di tengah badai masalah.
  • Mereka akan tetap bersukacita dengan apapun yang mereka alami, karena mereka tahu jaminan kemenangan selalu ada bersama dengan Tuhan.

2. Kita digambarkan sebagai “Imam Tuhan” (yaitu mempersembahkan diri di Mezbah Persembahan).

Filipi 2 : 17

2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.

Kita adalah para imam, sekalipun darah kita dicurahkan pada korban dan ibadah iman kita, kita akan tetap bersukacita bersama walaupun kita mengobankan diri kita bagi-Nya.

  • Siapakah yang bisa membawa korban bagi Tuhan? Imam.
  • Dalam Filipi pasal 1 dikatakan kita adalah prajurit.
  • Dalam Filipi pasal 2 dikatakan, kita adalah imam.

Karenanya, kesempatan istimewa bagi saudara jika engkau bisa berkorban bagi Allah diatas mezbah persembahan.

Saudara dan saya belum bisa menjadi Kristen sejati jika hidup kita semua tidak dipersembahkan sebagai korban di altar Allah.

  • Hidup kita harus kita bawa ke altar Allah sebagai korban persembahan, tapi kita harus membawanya dengan sukacita.
  • Begitu kita membawa korban diri kita sendiri dengan sukacita ke Altar-Nya, maka kita adalah imam sebagaimana Yesus telah membawa diri-Nya sendiri sebagai korban, maka Dia lah Imam Besar Agung bagi kita.
  • Dialah Imam Besar yang telah mengorbankan diri-Nya sendiri dan jika kita juga mengorbankan diri kita sendiri dihadapan Allah maka kita adalah imam.

Dengan demikian, kalau saudara mengaku adalah orang-orang Kristen yang benar, maka saudara adalah imam-imam Allah.

Roma 12 : 1

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Sebagai imam, kita harus mempersembahkan tubuh kita, karena kitalah yang menyelenggarakan ibadah kita yang sejati dan disebut sebagai gereja.

  • Dalam hal ini, gereja bukan dalam arti bangunan, tetapi adalah saudara dan saya ketika kita membawa persembahan hidup kita sendiri dihadapan Allah.
  • Saudara tidak bisa disebut Kristen sejati, jikalau saudara tidak membawa persembahan hidup saudara sendiri kepada Tuhan.
  • Jika saudara tidak menjaga kekudusan, saudara bukanlah seorang Kristen sejati, sebaliknya masih “sekedar” Kristen, atau hanya Kristen KTP.

Ketika saudara menjadi seorang Kristen, saudara secara otomatis menjadi prajurit Allah, resikonya kalau saudara tidak total berserah pada Tuhan, saudara akan selalu dikalahkan kuasa gelap.

  • Juga, ketika saudara menjadi Kristen, saudara menjadi imam.
  • Sebagai imam, saudara harus mempersembahkan dirimu dihadapan Allah.
  • Kalau saudara tidak mempersembahkan dirimu dihadapan Allah, berarti saudara bukan imam.
  • Jika saudara bukan imam, berarti saudara bukan Kristen sejati.

Filipi 2 : 5

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Apakah saudara bisa tahu pikiran yang ada pada Kristus Yesus? Kalau saudara pelajari Alkitab dengan benar, maka saudara akan tahu yang ada di pikiran Yesus hanyalah bagaimana Dia melakukan kehendak Allah, yaitu berkorban.

Perasaan adalah kasih.

Kalau saudara adalah orang Kristen dan kalau saudara adalah seorang imam maka saudara adalah orang yang akan berkorban atas dasar kasih.

  • Kalau saudara tidak mau berkorban atas dasar kasih, maka sesungguhnya saudara bukanlah orang Kristen yang benar.
  • Kalau saudara tidak mau mengorbankan kesenanganmu dan dirimu, maka saudara tidak bisa disebut sebagai orang Kristen.
  • Saudara harus “mengorbankan segalanya” bagi Allah agar Allah disenangkan dalam hidup saudara.

Contohnya, Yesus hanya focus pada Yerusalem, karena Dia tahu di Yerusalem ada Salib sedang menanti-Nya dan Salib adalah pengorbanan.

  • Jadi, yang ada dalam pikiran Allah kita hanya satu, yaitu pengorbanan.
  • Saudara harus mengasihi Allah, barulah saudara bisa berkorban bagi Allah dan saudara bisa disebut sebagai imam.
  • Saudara harus mengasihi Tuhan di atas segalanya, barulah bisa menjadi korban di atas mezbah.

Matius 10 : 38

10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Kalau saudara tidak memikul “Salib yang merupakan pikiran Tuhan” maka engkau tidak layak bagi Tuhan.

10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Kata “nyawa” dalam ayat ini sama artinya dengan kesenangan, sehingga kalau saudara mempertahankan kesenangan saudara, maka saudara akan kehilangan kesenangan itu.

  • Kalau saudara kehilangan kesenangan itu demi nama Tuhan, maka saudara akan mendapatkan kesenangan yang tidak terpikirkan oleh pikiran saudara hari ini.
  • Saat saudara sampai di Sorga, kesenangan yang engkau peroleh ribuan kali lipat dari kesenanganmu pada saat di dunia.
  • Mengapa demikian? Karena saudara sudah sampai pada garis finish di dunia dan saudara sudah menang di dalam pertandingan selama hidup di dunia.

Sorga adalah tempat yang begitu indah yang Tuhan bangun bagi saudara dan saya.

  • Sorga diciptakan bagi orang-orang percaya yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat-nya.
  • Sorga adalah tempat tanpa tangisan dan air mata tidak pernah terbayang oleh kita.

Tuhan tidak menciptakan Neraka bagi kita yang taat dan setia kepada-Nya, tapi kalau sampai ada orang percaya yang masuk Neraka, itu pilihan seseorang karena dia salah jalan.

  • Tuhan sangat tidak mau kita masuk Neraka, tapi Tuhan mau kita menikmati hasil karya-Nya.
  • Masalahnya, bagaimana mungkin saudara bisa sampai di Sorga jika saudara tidak pernah mau total bagi Tuhan?

10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Kita adalah perwakilan Kerajaan Sorga, sebab jika ada Roh Allah di dalam si A, kita menyambut si A berarti kita menyambut Bapa yang mengutusnya.

  • Oleh sebab itu, orang Kristen yang benar adalah orang Kristen yang peramah, bukan pemarah.
  • Jangan menjadi orang Kristen yang sedikit-sedikit marah tidak ada ujung dan pangkalnya, karena orang Kristen yang seperti ini masih “manusia lama”.
  • Meskipun saudara sampai diinjak-injak (misalnya) tetapi saudara hanya bisa tersenyum, sehingga orang bisa melihat “Siapa” yang ada di dalammu.

Kita baru bisa merasakan kuasa Allah, yaitu ketika kita menjadi korban di atas Mezbah, saat “Api Roh Allah” turun dari langit membakar kedagingan kita.

  • Berapa banyak dari kita yang mau menjadi korban di atas Mezbah?
  • Banyak dari kita yang hanya mau kuasa Allah saja, tetapi tidak mau menjadi korban di atas Mezbah.
  • Kalau saudara benar-benar mau menerima kuasa Allah maka saudara harus benar-benar siap menjadi korban di atas Mezbah.

Ingatlah. Saudara terpanggil menjadi imam bagi Tuhan, karenanya saudara harus selalu siap untuk mengorbankan hidup saudara bagi Tuhan.

  • Saudara juga harus berpikir bagaimana caranya saudara hidup bagi Tuhan dan hidup bagi sesama.
  • Kalau sampai hari ini engkau masih bisa bernafas, pakailah kesempatan ini untuk melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain, serta membuat orang lain tersenyum, tetapi jangan membuat orang lain meringis.

Meskipun engkau mengaku orang Kristen, meskipun engkau dipakai Tuhan dengan luar biasa, tetapi bila engkau masih mudah tersinggung, berarti engkau masih manusia lama yang dipakai dengan cara yang baru.

  • Apakah saudara prajurit Tuhan?
  • Sudah totalkah saudara bagi Tuhan?
  • Apakah saudara imamnya Tuhan?
  • Sudahkah saudara membawa dirimu ke Mezbah Tuhan?

3. Kita digambarkan sebagai “Atlet” (Fokus kita hanya kepada Tuhan).

Filipi 3 : 12-16

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Ketiga, kita digambarkan sebagai atlet dan dalam Filipi pasal 3 ini kata “mengejar” diungkapkan sebanyak 3 kali.

Filipi 3 : 6

3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.

Dalam Alkitab versi bahasa Indonesia tidak ada kata “mengerjar”, sekarang kita lihat Alkitab versi King James bahasa Bahasa Inggris.

Philipians 3 : 6

3:6 Concerning zeal, persecuting the church; touching the righteousness which is in the law, blameless.

Persecuting the church (mengejar jemaat Gereja). Paulus berkata, “Dahulu aku mengejar yang salah, aku membunuh jemaat Tuhan, tetapi sekarang aku berlari mengejar yang benar.

  • Dahulu kita mengejar dunia, mengejar nama baik atau kekayaan, sekarang kita mengejar kemuliaan bersama dengan Tuhan.
  • Kalau saudara dipanggil “seperti seorang atlet” apakah yang saudara kejar?
  • Jika saudara mengejar kenyamanan, saudara tidak jauh bedanya dengan seekor anjing yang mengejar tulang.

Banyak orang Kristen yang seperti itu, hanya mau taat kepada Tuhan kalau Tuhan memberi semua kebutuhannya.

  • Banyak orang Kristen datang ke gereja hanya untuk diberkati, atau mencari Tuhan agar mengalami kesembuhan.
  • Banyak Gereja melakukan kesalahan fatal, membuai jemaat dengan firman sakit-sembuh, masalah beres, keuangan diberkati. Inikah kekristenan?

Kalau saya ikut-ikutan menyampaikan firman yang membuai saudara, saya sama saja ingin menjadikan saudara anjing-anjing yang mengejar kenikmatan terus.

  • Semakin dalam kita belajar kebenaran, maka sepertinya semakin jauh kita dari tingkat sempurna karena kita melihat diri kita yang masih banyak harus diubah.
  • Permasalahannya banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjauh dari Tuhan.

Kalau dalam kekristenan, para hamba Tuhan hanya mengajarkan tentang berkat kemakmuran atau kesembuhan fisik saja, sangat berbahaya bagi jemaatnya.

  • Padahal berkat Tuhan akan didapat secara otomatis, jika saudara mengikuti langkah Tuhan, karena Tuhan pasti memeliharamu/memberkatimu selalu.
  • Tuhan memelihara bunga bakung di padang, Tuhan memelihara burung di udara, apakah Tuhan tidak memelihara saudara?
  • Tuhan pasti memelihara kita, permasalahannya adalah kita begitu gampang memberontak ketika Tuhan mau memelihara kita, karena kita maunya lebih.

Memang “sangat tidak enak” ketika saudara sedang dibentuk, tapi kenyamanan-nya akan saudara nikmati nanti saat saudara tiba di Sorga.

  • Tuhan seakan-akan membuat saudara tidak nyaman di dunia karena tempat saudara bukan di dunia tetapi di Sorga.
  • Tetapi banyak orang yang memilih kenyamanan di dunia, karena kalau mau ke Sorga harus membawa Salib yang berat.

No crown without cros” (Tidak ada Mahkota tanpa Salib)

Tuhan Yesus berkata kepada setiap jemaat dari tujuh jemaat di Asia Kecil dalam kitab Wahyu pasal 2 dan 3, “barang siapa menang”……………….…(dan seterusnya).

  • Masalahnya, “Bagaimana mungkin kita bisa menang, jika kita tidak pernah berjuang?
  • Tuhan membawa kita ke dalam suatu arena pertandingan dan kita harus mengejar kemuliaan yang sudah Tuhan siapkan, bukan mengejar makanan atau kenyamanan dunia yang membuat kita salah jalan.

Tuhan sudah mempersiapkan kemuliaan, tetapi mengapa banyak orang Kristen lebih memilih mengejar kedagingan? Betapa fananya otak mereka.

  • Orang yang sudah menyadari akan keindahan Tuhan, pasti mengejar Tuhan.
  • Biarlah kita semua menjadi “pengejar Allah”.
  • Sadarkah saudara sedang berlari mengejar kemuliaan Allah?

Mengapa Yohanes berani berkata, “aku adalah murid yang dikasihi Yesus?”

  • Mengapa Yesus tidak complain ketika Yohanes berkata seperti itu.
  • Saat Yesus membuat mujizat ataupun saat diarak, semua murid-Nya berada disitu, tetapi ketika Yesus di salibkan hanya Yohanes yang berada di disitu.

Ketika Yesus membuat banyak mujizat, semuanya mengagungkan Yesus, tetapi saat Yesus menderita yang mengikuti Yesus hanya Yohanes, bahkan sampai Yesus menghebuskan nafas terakhir di kayu salib.

  • Jadi tidak salah kalau Yohanes adalah murid yang dikasihi Yesus.
  • Maukah saudara setia kepada Tuhan sampai ke tingkat seperti Yohanes?
  • Artinya, kita mengiring Tuhan bukan hanya pada saat kita mendapatkan mujizat atau mendapatkan kuasa dari Dia, tetapi sampai di kayu salib dan mati bersama dengan Dia.

Pertanyaannya bagi saudara sekarang :

  • Apakah saudara sudah “hidup total bagi Tuhan?”
  • Apakah saudara sudah menjadi “korban di atas mezbah?”
  • Apakah saudara sudah “berlari mengejar kebenaran?”

Dalam arena pertandingan banyak yang memperhatikan kita, karena kitalah surat Tuhan yang terbuka.

  • Di dalam Gereja kita bisa menjadi malaikat yang punya hati mulia, ironisnya dalam kehidupan nyata yaitu di luar Gereja, hatimu dipenuhi iri dan dengki.
  • Baik di dalam Gereja maupun di luar Gereja, seharusnya hidup kita sama.
  • Ingatlah, kita diperumpamakan sebagai seorang atlet yang harus mengejar kemenangan dalam suatu pertandingan, yang dalam hal ini kita mengejar kebenaran dan kemuliaan.

Ketika saudara sedang berlari, ada 2 hal yang harus saudara waspadai :

  1. Saat berlari waspadai lawan saudara.
  • Lawan saudara adalah kuasa kegelapan, dia juga sedang berlari mengejar saudara juga.

2. Saat berlari waspadai tipu daya dosa.

  • Kalau kita tidak mewaspadai dosa, kita bisa tersandung di tengah jalan.

Ibrani 12 : 1-2

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Kita bagaikan CCTV yang mengelilingi kita yang memperhatikan kita dari Sorga.

  • Kehidupan kekristenan yang benar bisa terlihat di tempat tersembuyi bukan di tempat terbuka.
  • Di tempat terbuka banyak sekali kemunafikan, tapi di tempat tersembunyi hanya Tuhan yang tahu.
  • Harusnya hidupmu ditempat tersembunyi/terbuka sama tanpa kemunafikan.

Sebagai orang Kristen yang benar, saudara harus mengasihi seseorang baik di luar Gereja maupun di dalam Gereja, seharusnya sama. Inilah orang Kristen yang benar.

Dalam ayat 1 tadi, ada kata-kata “perlombaan yang diwajibkan”, berarti saudara wajib untuk berlari mengejar kebenaran.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Yesus sudah menang. Oleh sebab itu kita harus mengarahkan mata kepada Tuhan agar kita juga menang.

Kalau kita “tidak focus” pada Tuhan kita tidak akan sampai ke tujuan.

  • Yang pertama saudara dipanggil sebagai prajurit yang harus total pada Tuhan
  • Yang kedua saudara dipanggil sebagai imam yang harus mempersembah dirinya sebagai korban persembahan.
  • Yang ketiga saudara dipanggil sebagai atlet yang harus focus pada Tuhan.

Kalau saudara tidak pernah mau focus pada Tuhan, saudara tidak akan pernah menjadi atlet yang berprestasi.

  • Banyak yang mau mengalihkan saudara kepada kebutuhan hidup, pasangan hidup dan kesenangan hidup.
  • Bagi yang belum menikah jangan berpikir menikah, tapi pikirkanlah menjadi mempelainya Tuhan saja.
  • Janganlah focus pada jodoh di dunia, karena jodohmu ada di Sorga yang sudah menantimu di kekekalan nanti.

4. Kita digambarkan sebagai “pekerja-pekerja Allah”.

Dalam ibadah Pendalaman Alkitab hari Selasa tanggal 14 Januari 2020, saya ber-bicara tentang pelayanan seseorang yang bernama “Epafroditus”.

Nama Epafroditus hanya 2 kali disebut dalam kitab Filipi tetapi dia dikenal dimata Allah.

  • Sampai Paulus meminta yang lain untuk menghormati Epafroditus karena pelayanannya.
  • Pelayanan Epafroditus adalah mengunjungi Paulus, memberi makan Paulus (Thereskia katara) tetapi Tuhan menyebut pelayanan Epafroditus adalah pelayanan imamat (Liturgia).
  • Bagian konsumsi Gereja yang memasak untuk konsumsi jemaat dari pagi sampai lelah tetapi dia mengerjakannya dengan tulus, dia masuk dalam pelayanan imamat seperti yang dilakukan oleh Epafroditus.

Meskipun pelayananmu hanya sekedar mengangkat sampah di Gereja tetapi saudara lakukan dengan hati tulus, saudara masuk dalam pelayanan imamat.

Pelayanan imamat adalah pelayanan yang “tidak menonjol terlihat” dengan mata orang dunia, tetapi dia lakukan dengan ketulusan hati.

  • Tidak usah menunggu dijadwal pelayanan, saudara bisa melayani dengan cara saudara sendiri.
  • Saudara duduk diam dengar firman, lalu saudara berubah, itu juga termasuk pelayanan.

Kalau saudara dipanggil sebagai pekerja Allah, berarti saudara adalah seorang yang menyiapkan ibadah :

  • Mulai dari doa sebelum ibadah dan persiapan tehknis lainnya.
  • Bagian soundman yang mempersiapkan peralatan music dan sound.
  • Jika dilakukan dengan tulus, maka pelayanan saudara termasuk pelayanan imamat.

Demikian pula halnya, ketika saudara menyiapkan minuman ini bagi saya yang bertugas menyampaikan firman Tuhan, saudara akan mendapat upah seorang imam.

  • Jika seorang nabi menyampaikan firman pada saudara, saudara memberinya minum maka saudara akan mendapatkan upah seorang nabi.
  • Saat saudara bertugas usher, saudara menyambut jemaat yang hadir dengan senyum serta mengantarnya ke kursi kosong, saudara mendapatkan upah seorang imam.

Segala sesuatu harus dimulai dengan senyuman, bangun pagi senyum, antar suami istri harus selalu ada senyuman agar tidak ada konflik dalam rumah tangga.

  • Kitalah prajurit Allah, imam Allah, atlet dan kitalah pekerja-pekerja Allah.
  • Lakukanlah semuanya itu dengan ketulusan hati dan serahkan hidupmu bagi Tuhan, maka engkau akan menjadi berkat bagi banyak orang.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA PS. ROBERT T. BALAY

EPAFRODITUS – 14 JANUARI 2020

Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku. (Filipi 2 : 30)

EPAFRODITUS

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH SELASA, 14 JAN 2020

============

PENDALAMAN ALKITAB

SHALOM !

Hari ini kita akan membahas seorang tokoh Alkitab yang jarang di dengar namanya didalam pemberitaan Injil Kerajaan Sorga. Mungkin ada diantara kita tidak pernah dengar nama ini, padahal ada sesuatu yang istimewa dari nama tersebut.

Apakah ada yang pernah mendengar nama Epafroditus? Nama Epafroditus kurang dikenal dalam Alkitab, karena disebutkan hanya dua kali di dalam Alkitab, yaitu dalam kitab Filipi pasal 2 dan pasal 4 pada Kitab Perjanjian Baru.

Dalam kitab Filipi pasal 2 dan Filipi pasal 4 itu, disebutkan beberapa nama tokoh Alkitab yaitu Yesus, Timotius, Epafroditus, Eudia, Sinthike, Klemen.

  • Nama Epafroditus bukanlah nama yang terkenal seperti nama Rasul Paulus, Petrus, Yohanes dan Rasul-rasul yang lain, tetapi dia sangat dikasihi Yesus.
  • Epafroditus juga disayang oleh Paulus dan banyak orang pada waktu itu.
  • Walaupun nama Epafroditus ini hanya disebut dua kali dalam kitab Filipi.

Di mata Allah, pelayanan yang “di mata dunia terlihat seperti tidak berarti”, tetapi karena dikerjakan dengan hati yang tulus, telah menjadikan pelayanan tersebut sangat berharga di mata Allah. Misalnya :

  • Saudara melihat sampah, saudara buang ke tempatnya.
  • Saudara melihat ada jemaat sakit, saudara kunjungi.

Walaupun pelayanan saudara bukan pelayanan di mimbar, bukan pelayanan yang terlihat orang, tapi jika dikerjakan dengan tulus, pasti sangat berarti di mata Allah.

Paulus menjelaskan “siapa Epafroditus” dan “tentang pelayanannya”.

Tema Filipi pasal 2 yaitu “Nasihat supaya bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus”, artinya sehati sepikir.

Filipi 2 : 1-5

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

Dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan.

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

Kamu harus “sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan”, artinya ada kesepakatan atau kesehatian dalam segala hal. Hal ini tidak mungkin bisa terjadi jika kita tidak merendahkan diri.

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Jikalau kita tidak mengenakan pikiran dan perasaan Kristus, kita tidak akan bisa sehati sepikir, tidak akan ada kesepakatan dan tidak akan ada kesepahaman.

Jika kita ingin membangun pelayanan yang kuat dan kokoh, harus dimulai dari pikiran dan perasaan Kristus.

  • Karena dengan “pikiran dan perasaan Kristus”, akan membawa kita pada persekutuan Roh Kudus, kasih mesra dan belas kasihan.
  • Kita harus saling mengasihi satu dengan yang lain, supaya kita benar-benar bisa merendahkan diri seperti Kristus, dan juga supaya ada persatuan.
  • Hal inilah yang telah dilakukan oleh orang yang tidak terkenal tersebut, yang dikenal dengan nama Epafroditus.

Filipi 2 : 25-30

2:25 Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku.

Epafroditus adalah saudaranya Paulus, sekaligus menjadi teman sekerja Paulus dan teman seperjuangan Paulus.

  • Epafroditus diutus hanya untuk membawa barang-barang titipan bagi Paulus, serta mempersiapkan makanan dan persiapan pelayanan Paulus lainnya.
  • Epafroditus berada di Filipi, sedangkan Paulus berada di Roma.
  • Epafroditus membawa segala sesuatu yang diperlukan oleh Paulus, untuk pelayanannya di Roma.
  • Hal ini bukanlah tugas yang mudah pada waktu itu, tetapi Epafroditus dengan rela mengerjakannya.

2:26 Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit.

2:27 Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah.

Epafroditus sakit, namun demikian dia juga rindu dengan orang-orang Filipi yang mengutus dia dan dia juga rindu untuk melayani Paulus.

Paulus juga mengasihi Epafroditus, walaupun Epifroditus sakit bahkan hampir mati, Paulus tidak mau bersedih karena dia yakin Tuhan sembuhkan Epafrodtus.

2:28 Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku.

Paulus mengirimkan Epafroditus lebih cepat pulang agar jemaat Filipi bersukacita melihat dia. Jadi semua orang mengasihi dan menguatirkan Epafroditus.

2:29 Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia.

Kata Paulus, “Sambutlah Epafroditus dengan sukacita dan hormatilah Epafroditus karena aku dan juga karena Tuhan mengasihani dia.”

Banyak yang tidak tahu siapa Epafroditus, tetapi dia dikenal oleh Tuhan, dia orang yang tulus hati dan dia bersungguh-sungguh di dalam pelayanannya.

2:30 Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.

Apa yang masih kurang dalam pelayanan Paulus, Epafroditus lah yang memenuhi semua kekurangan dalam pelayanan tersebut.

Namun demikian, Epafroditus nyaris mati dalam tugas pelayanannya dan dia juga jarang sekali kita dengar dalam Alkitab, tetapi “dia adalah orang yang hebat”.

  • Terkadang tidak harus pelayanan yang besar; pelayanan yang nampak tidak berarti pun bila dilakukan dengan segenap hati dan kerendahan hati, akan sangat bermakna.
  • Banyak orang hanya memperhitungkan pelayanan besar yang bisa terlihat orang saja, padahal pelayanan kecil yang nampak tidak berarti jika dilakukan dengan kerendahan hati pasti membuat Tuhan bersukacita luar biasa.

Epafroditus tidak diutus untuk membangun suatu Ministry ataupun Gereja atau melakukan pelayanan yang besar, tetapi pelayanannya hanyalah pelayanan kecil yang hanya melayani seorang Paulus saja.

  • Namun demikian kita jangan lupa, pelayanan besar dimulai dari kesetiaan-kesetiaan pelayanan kecil, karena pelayanan bagaikan sebuah bangunan.
  • Bangunan rumah misalnya, bisa tertata rapi bila semua batu-batanya sudah tersusun sempurna, tetapi kalau ada satu batu-bata yang belum terpasang, maka akan menjadi tembok yang berlubang.
  • Betapa berartinya “satu batu-bata yang kecil” yang belum terpasang itu.

Oleh karena itu, kita tidak boleh lagi selalu terfokus melihat pelayanan yang besar saja tanpa pernah melihat pelayanan kecil terlebih dahulu tapi sangat berarti.

Kita jangan lagi selalu focus pada sesuatu yang besar sampai kita melupakan hal-hal kecil, sebab bila kita hanya focus pada apa yang besar, kita akan mengabaikan sesuatu yang kecil.

Misalnya :

Ada KKR besar sedang berlangsung, yang kita perhatikan hanya gemerlapnya tata panggung, tetapi kita tidak memperhatikan siapa yang akan memungut sampah-sampah setelah acara selesai.

  • Banyak yang focus pada “pertobatan jiwa-jiwa” saja, tetapi tidak pernah ingat untuk focus pada orang-orang yang menjaga kebersihan di tempat ibadah.
  • Banyak yang focus hanya pada apa yang ada di mimbar saja, misalnya pada pengkhotbah, worship leader, singer, pemusik, tata panggung, pencahayaan, tetapi kita tidak pernah focus untuk “hati kita sendiri”.
  • Paulus tidak bisa menjadi berkat yang besar bagi begitu banyaknya jiwa-jiwa manusia, tanpa pelayanan seorang Epafroditus.

Apakah artinya pelayanan saya yang setiap kali berdiri di mimbar ini apabila tanpa dukungan pelayanan saudara semua?

  • Betapa kita saling membutuhkan satu dengan yang lainnya dalam pelayanan Chosen Generation ini.
  • Jangan pernah ada yang berkata dalam hatinya, “pelayanan saya hanya atur-atur kursi, karenanya tidak dianggap” ; siapa yang bilang tidak dianggap?

Tidak satupun “pekerjaan yang di anggap kecil oleh manusia” yang terluput dari pengamatan Tuhan, karena pekerjaan itu sangat berarti di hadapan Tuhan.

  • Sebab sekecil apapun pelayanan saudara jika dilakukan dengan hati tulus untuk Tuhan, Tuhan tidak pernah mengabaikannya.
  • Walaupun saudara hanya mengangkat barang-barang, melakukan sesuatu yang terlihat sepele oleh orang lain, tapi kalau hatimu tulus melakukannya Tuhan sangat menghargai saudara.
  • Pelayanan bagaikan bangunan, entah bangunan besar ataupun kecil, tetap saja dibangun dari batu-batu yang kecil.
  • Tanpa batu-batu kecil tidak mungkin bisa menjadi bangunan yang besar.

Oleh sebab itu dalam Filipi pasal 2 dikatakan, agar kita “sehati sepikir” artinya kita sama-sama menyatukan hati, pikiran dan terutama menyatukan roh kita.

  • Supaya kita benar-benar saling mengasihi dan berbelas-kasihan satu dengan yang lain.
  • Bukan hanya gembala yang mendoakan saudara, tetapi saudara juga harus saling mendoakan satu dengan yang lain.
  • Kita harus saling membutuhkan satu sama lain karena tidak ada yang bisa berdiri sendiri.
  • Pelayanan juga tidak bisa dilakukan sendirian.

Pelayanan Paulus di Roma bisa terlaksana dengan baik dan lancar, karena ada Epafroditus yang menyediakan dan membawa semua keperluan Paulus.

  • Oleh sebab itu dikatakan Epafroditus merupakan rekan sekerja yang mau menyerahkan nyawanya, dia tidak pusing dengan apapun, dialah nama yang tidak pernah terdengar tapi sangat bermakna dalam pelayanan Paulus.
  • Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan kemuliaan yang besar jikalau saudara tidak pernah setia dengan salib.
  • Salib sangat menyakitkan sewaktu dipikul, tetapi akhirnya menyembuhkan, karena saliblah yang membawa kita pada kesembuhan demi kesembuhan.

Perjalanan Epafroditus dari Filipi ke Roma tidaklah mudah, karena dia bertemu dengan penyamun sehingga nyawa menjadi taruhannya, bertemu dengan binatang buas sehingga nyawa menjadi taruhannya.

  • Epafroditus hanya mengantar keperluan-keperluan Paulus tapi dia rela menyerahkan segalanya sampai dia sakit-sakitan.
  • Inilah kunci dari pelayanan, yaitu saling membutuhkan.

Mulai hari ini, saudara jangan pernah berpikir “pelayananmu tidak ada artinya”, sebab sekecil apapun yang engkau lakukan walaupun tidak dilihat orang tapi Tuhan melihatnya.

  • Sekecil apapun pelayanan yang kita lakukan yang orang anggap tidak berarti jika dilakukan dengan tulus, akan sangat berarti di mata Tuhan.
  • Kita satukan pola pikir kita satu sama lain, biarlah kita saling membutuhkan satu dengan yang lain.
  • Saya membutuhkan doa dari jemaat dan jemaat juga membutuhkan doa dari gembala, kita harus saling mendoakan agar “bangunan kita ini bisa dibangun dengan rapi.

Epafroditus mengalami banyak ancaman termasuk nyawanya.

Ada 3 motivasi orang dalam melayani, yaitu :

  1. Melayani karena takut tidak diberkati (Pelayanan “take and give”).

Orang dengan motivasi seperti ini banyak yang dia pertimbangkan sehingga akhir-nya dalam melayani dia akan punya banyak perhitungan dan tuntutan.

Orang ini akan berkata, misalnya :

  • “Bila Tuhan berkenan memberi sesuatu yang saya butuhkan, maka saya akan melayani dengan tulus”
  • “Bila Tuhan semakin banyak memberkati saya, maka saya akan semakin tulus melayani”

Jadi tanpa saudara sadari, saudara hanya melayani agar diberkati. Apakah berkat hanya bisa ditakar dengan uang, harta dan nama baik saja? Tidak.

Takaran berkat yang dimaksud, adalah “damai sejahtera dan sukacita” yang tidak bisa diberikan oleh dunia dan “berkat yang besar dari Tuhan” karena Tuhan ber-kenan kepada saudara.

  • Pelayanan yang sarat dengan pertimbangan dan tuntutan pasti tidak ada ketulusan, sehingga walaupun engkau rajin tetapi jelas tanpa ketulusan.
  • Jika saudara melayani tanpa ketulusan, saudara akan banyak kecewa dalam pelayanan.

Kita masuk di dalam pelayanan, teman-teman pelayanan kita bukan para malaikat tetapi masih manusia yang rentan terluka, rentan dengan perbuatan dan perkataan yang tidak sesuai dengan hati kita.

  • Ketika saudara masuk dalam pelayanan yang berlandaskan “take and give”, saudara akan selalu kecewa.
  • Orang seperti ini mudah sekali berpindah-pindah tempat pelayanan, apabila dia kecewa di gereja A, maka dia pun pindah ke gereja B.

Orang seperti ini rentan terluka, karena dasar pelayanannya belum benar, masih berlandaskan “ take and give”.

  • Dalam hatinya dia berkata, “Bila Tuhan memberkati saya, maka saya akan tetap melayani, tapi jika Tuhan tidak memberkati maka saya akan pindah ke tempat lain dimana Tuhan bisa berkati”.
  • Orang seperti ini termasuk orang super aneh, seolah-olah di Gereja A dan B Tuhannya berbeda.
  • Bila ladang pelayananmu di gereja A, jangan coba-coba melayani di tempat lain karena di tempat lain bukan tempat panggilanmu.

Epafoditus melayani bukan untuk mencari nama agar terkenal dan bukan untuk bermegah, dia juga tidak mencari keuntungan pribadi apapun.

  • Namanya tidak sering dicatat dalam Alkitab, hanya dua kali dicatat.
  • Dia tidak mencari kemuliaan dari manusia, yang dia pikirkan hanyalah ingin bisa melayani Paulus dengan baik.

2. Melayani karena sedang tidak ada kesibukan

Banyak orang Kristen melayani dengan motivasi yang salah, yaitu hanya karena sedang tidak ada kesibukan, daripada bengong dirumah lebih baik cari kesibukan dengan melayani.

  • Tapi begitu ada kesibukan lain, pelayanan yang sudah berjalan dikorbankan.
  • Saat waktunya pelayanan, layani Tuhan dengan benar.

Motivasi pelayanan yang ke-2 ini, pelayanan bisa saja dikorbankan hanya demi kepentingan pribadi.

“Saya rela melayani kalau ada waktu”, tapi kalau tidak ada waktu, lain waktu baru melayani.

Motivasi pelayanan pertama dan kedua bukan merupakan pelayanan yang benar.

3. Melayani karena cinta Tuhan (Pelayanan Epafroditus)

Pelayanan karena cinta Tuhan, apakah ada waktu atau tidak ada waktu, tetap melayani Tuhan dengan hati tulus.

  • Sesakit apapun kita, kita tidak akan menyerah, terus saja melayani Tuhan.
  • Pelayanan karena cinta Tuhan adalah pelayanan yang luar biasa seperti yang Paulus katakan “Baik atau tidak baik waktunya, aku harus tetap melayani injil”.
  • Apakah aku sehat ataupun sakit, aku tetap melayani demi Tuhan.

Filipi 1 : 20-22

1:20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

Kristus dimuliakan di dalam tubuhku, artinya :

  • Ketika aku hidup aku melayani Tuhan, aku menyenangkan hati Tuhan, dan membuat Tuhan tersenyum.
  • Ketika aku matipun aku juga tetap menyenangkan hati Tuhan dan Tuhan menyambutku dengan senyuman-Nya serta bertemu muka dengan muka.

Tuhan menyambut kita bagaikan menyambut seorang mempelai yang sangat Dia rindukan.

1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Kalau aku hidup, aku hidup bagi Kristus, dan kalau aku mati, keuntungan besar bagiku. karena selama hidupku sudah memuliakan Tuhan dan saat mati, aku dipermuliakan Tuhan.

Kalau kita sudah sampai ke tingkat ini, kita tidak akan takut dengan kematian.

1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

Kalau kita hidup, kita harus memberi buah, berbahaya jika kita hidup tapi tidak memberi buah.

Aku jadi bingung mau pilih yang mana, kalau aku mati, aku dimuliakan Tuhan, kalau aku hidup, aku hidup berbuah bagi Tuhan. Jadi terserah Tuhan saja.

  • Jika Tuhan memberi aku waktu untuk hidup, maka hidupku biarlah hanya untuk memuliakan Tuhan.
  • Tapi jika Tuhan mau memanggilku, aku yakin aku akan dimuliakan Tuhan.

Jika saudara sudah sampai ke tingkat ini, inilah yang disebut pelayanan cinta Tuhan dan merupakan pelayanan Ruang Maha Kudus.

  • Di dalam pelayanan karena cinta Tuhan tidak ada unsur “aku”, juga tidak ada unsur “nama baik”, juga tidak ada unsur kepentingan-kepentingan pribadi.
  • Pelayanan seperti ini tidak banyak beraksi, pelayanannya mengalir sesuai dengan kehendak Roh Kudus.
  • Ada juga orang masuk kedalam pelayanan, dia masuk ke dalam “aksi pamer bahwa dia lebih hebat dari siapapun” yang disebabkan oleh karena “ego” nya masih sangat kuat.
  • Dari “aksi pamer” tersebut, pasti timbul berbagai reaksi dari orang sekitar, dimana orang sekitar bisa mencibir dia, atau dia menjadikan dirinya tuhan.

Berbahaya jika ada “aksi pamer” karena merasa dirinya jauh lebih hebat dari orang lain dalam pelayanan, seharusnya “biarlah pelayanan itu mengalir saja”.

  • Renungkan apa yang Yohanes katakana ini, “Aku semakin rendah, tapi Dia semakin ditinggikan, semakin hari aku semakin kecil dan Dia semakin besar, namaku semakin hilang, tapi nama Yesus semakin cemerlang”
  • Orang yang cinta Tuhan pasti menyerahkan segala-galanya kepada Tuhan.

Inilah pelayanan Epafroditus yang berbasis cinta Tuhan.

  • Epafroditus tidak pusing dengan nyawanya, yang penting dia tetap bisa melayani Tuhan.
  • Epafroditus nama yang jarang disebut, bahkan tidak dikenal tetapi terkenal sehingga Tuhan dan Paulus mengasihi dia.

Yohanes 2 : 17

2:17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

Kata “menghanguskan” (dari kata “consume atau mengkonsumsi”) pengertiannya adalah :

  • Semakin aku cinta Tuhan, aku semakin habis.
  • Semakin kita cinta Tuhan, “ego” kita semakin dihabisi sampai akhirnya ter-kikis habis.
  • Semakin kita cinta Tuhan, kita semakin tulus dalam melayani.
  • Saya tetap mau melayani Tuhan walaupun situasi dan kondisi keamanan bagiku tidak kondusif.
  • Saya tetap mau melayani Tuhan walaupun saya dihina habis-habisan.
  • Saya tetap mau melayani Tuhan walaupun di usir dan tidak dianggap oleh sesama.
  • Saya tetap mau melayani Tuhan walaupun di sakiti dan dikecewakan.

Inilah pelayanan berlandaskan cinta kepada Tuhan, seperti pelayanan Epafroditus.

Sebaliknya “semakin engkau tidak cinta Tuhan”, semakin banyak tuntutan saudara didalam suatu pelayanan atau dalam situasi dan kondisi apapun.

  • Misalnya gembala saudara menyakiti atau mengecewakan saudara, apakah saudara tetap setia dalam melayani Tuhan?
  • Kalau pelayanan saudara berlandaskan “atas cinta Tuhan”, maka saudara akan tetap setia tapi kalau pelayanan saudara berlandaskan “atas cinta pada diri sendiri”, saudara akan rentan terluka batin.

HARI INI KITA AKAN MEMBAHAS TENTANG PELAYANAN

Yang Tuhan mau dari kita hanya satu, yaitu kesepakatan dan kesehatian kita untuk membangun suatu rumah Tuhan yang kuat dan kokoh, yang Tuhan berikan nama “Chosen Generation”, dimana “kita semua satu hati, satu pikiran, satu kehendak”.

KELEBIHAN EPAFRODITUS

  1. Dia memahami firman Allah

Buktinya adalah “dia rela berkorban dalam pelayanannya” sebab hanya orang yang mengerti firman Tuhan yang mengutamakan Tuhan dalam segala hal.

Kejadian 1 : 1-3

1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Pada ayat 3, TUHAN baru berfirman.

Yohanes 1 : 1

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

“Pada mulanya adalah Firman”, artinya yang utama adalah Firman, karena Firman adalah Allah dan Allah adalah Firman.

Dasarnya adalah Firman. Jadi kita harus kembali kepada Firman.

1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia. Jadi yang utama adalah Firman.

  • Yang tersirat dari seorang Epafroditus adalah dia memahami firman.
  • Hanya orang yang mengerti firman yang mau berkorban untuk pelayanan.

Mengapa demikian? Karena pelayanan adalah memberi, dan bukan menerima.

  • Tujuan pelayanan adalah pemberian.
  • Buah dari pelayanan adalah menerima.

Ironisnya, banyak orang melayani dengan tujuan hanya karena mau menerima.

  • Banyak orang melayani dengan tujuan ingin menerima kemuliaan dan juga supaya bisa menerima mahkota.
  • Dalam melayani jangan hanya focus pada apa yang akan kita terima di kekekalan nanti, tetapi fokuslah terlebih dahulu pada apa yang bisa kita beri pada Tuhan.
  • Karena “dasar dari pelayanan” adalah pemahaman firman Tuhan dan “dasar dari cinta Tuhan” adalah pengenalan akan firman Tuhan.

Biarlah kita melayani dengan motivasi “karena kita cinta Tuhan”, terlepas dari alasan untuk mendapat upah, karena sudah pasti kita akan mendapatkan upah itu, yaitu berupa mahkota.

Yakobus 1 : 26

1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Orang itu menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak pernah mengekang lidahnya, karena dia menganggap dirinya memahami firman Tuhan, tetapi hidupnya selalu menjadi batu sandungan bagi orang.

  • Orang ini bicaranya menyakiti orang, kerjanya hanya membicarakan orang, karenanya untuk apa dia melayani Tuhan bila pelayanannya tidak berkenan bagi Tuhan?
  • Apakah dengan memahami firman Tuhan saja cukup, walaupun dia tidak mengekang lidahnya dia sudah bisa dianggap melayani dengan benar?
  • Kalau engkau memahami firman Tuhan, berarti engkau harus mengekang lidahmu, supaya dengan mulutmu engkau menjadi berkat bagi orang lain.

2 Timotius 3 : 16-17

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Firman Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan (menegur), memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

  • Orang yang mendengar firman tertegur karena ada kesalahan di dalam dia.
  • Kalau yang di khotbahkan hanya firman Tuhan yang membuai dengan berkat berlimpah, itu tidak menegur namanya.
  • Tuhan itu Mahakuasa, dan kita harus mengagumi Dia dengan melakukan firman-Nya.

Setiap minggu engkau ditegur firman untuk memperbaiki kelakuanmu yang buruk, tetapi engkau tidak berubah-berubah.

  • Bila engkau tidak mau berubah, karenanya engkau layak dianggap bebal.
  • Seharusnya firman membawa kita kepada teguran, perbaikan kelakuan dan mendidik kita kedalam kebenaran.

3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Manusia-manusia kepunyaan Allah diperlengkapi dengan setiap perbuatan baik.

  • Perbuatan kita tidak ada yang benar, karenanya kita diselamatkan bukan karena perbuatan kita.
  • Ketika engkau sudah terima keselamatan, tetapi engkau tidak mengerjakan keselamatan yang Tuhan berikan, berarti engkau bukan orang yang selamat.
  • Keselamatan harus diekspresikan dengan perbuatan kita yang berubah.

Buah dari Epafroditus yang memahami firman, adalah memiliki karakter unggul.

2. Epafroditus memiliki karakter yang unggul

Filipi 2 : 27 – 29

2:27 Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah.

Kalau Epafroditus bukan orang yang sudah berubah, untuk apa Paulus bersedih atas dia yang sedang sakit dan nyaris mati?

  • Justru karena Epafroditus sudah berubah dan juga memahami firman, serta memiliki karakter yang unggul, maka dia bisa dicintai Tuhan.
  • Bahkan dia juga dicintai Paulus dan dicintai semua jemaat di Filipi.

2:28 Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku.

Epafroditus bukan orang yang menjadi batu sandungan, kalau dia menjadi batu sandungan, dia tidak akan dipulangkan oleh Paulus.

  • Paulus akan memulangkan Epafroditus supaya Paulus bersukacita.
  • Kalau dia tetap di Roma bersama dengan Paulus, maka Paulus akan menjadi berdukacita.
  • Paulus mengirim Epafroditus pulang ke Filipi supaya jemaat Filipi bersuka-cita kerena dia.
  • Paulus melihat Epafroditus sembuh juga bersukacita.

Epafroditus sudah sehat kembali, oleh sebab itu Paulus mengirim dia pulang lebih cepat supaya jemaat Filipi menyambut dia dengan bersukacita.

Epafroditus lah orang yang memiliki karakter unggul, dan orang yang dicintai oleh banyak orang.

  • Pertama, Epafroditus memahami firman, oleh sebab itu dia rela berkorban.
  • Kedua, Epafroditus memiliki karakter unggul.

2:29 Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia.

Hormatilah orang-orang yang seperti Epafroditus, karena dia adalah orang langka pada hari-hari ini.

  • Masalahnya sekarang, maukah kita menjadi orang langka seperti seorang Epafroditus ini?
  • Kalau saudara mau menjadi orang yang langka, relakan dirimu dikritik orang dan relakan dirimu dilangkahi orang.
  • Hanya orang yang langka yang rela dilangkahi orang, rela disakiti dan rela dihina orang.

Oleh sebab itu Paulus berkata, hormatilah orang-orang yang seperti Epafroditus, karena hanya orang yang seperti Epafroditus yang mau berkorban bagi Tuhan.

  • Terserah orang mau berkata apa tentang kita, yang penting kita berkenan dihadapan-Nya.
  • Banyak orang tidak terbiasa dengan penyembahan dan khotbah yang lama di Chosen, tapi selama Tuhan senang, jangan pedulikan orang berkata apa.
  • Yang penting kita mengikuti terus jalan Tuhan, apa maunya Tuhan.

Mengikuti kehendak Tuhan tidak sesuai dengan pola pikir orang dunia, tetapi selama kita menyenangkan hati Tuhan, kenapa tidak kita relakan diri kita sendiri?

  • Paulus pernah berkhotbah dari jam enam sore sampai jam tiga pagi.
  • Eutikhus duduk di pinggir jendela di lantai atas, lalu dia mengantuk sampai jatuh dari jendela itu dan mati.
  • Duduk di pinggir jendela artinya antara di dalam hadirat Tuhan dengan dunia.
  • Orang yang berada di dalam hadirat Tuhan, tetapi hatinya di luar tidak akan tahan dengan firman Tuhan.

Di Chosen Generation memang banyak teguran Tuhan, tidak masalah kita ditegur dan kita bisa berubah. Daripada kita dibuai tapi saat bertemu Tuhan, Tuhan berkata “Aku tidak mengenalmu”.

Sudahkah kita memiliki pribadi yang unggul seperti Epafroditus?

Roma 8 : 29

8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Tujuannya kita menjadi serupa dengan gambaran Yesus supaya Dia menjadi yang pertama dan kitalah saudara-saudara-Nya.

  • Oleh sebab itu kita harus benar-benar mau berubah, supaya kita bisa serupa dan segambar dengan Tuhan.
  • Kalau kita tidak ditegur dengan firman Tuhan, bagaimana caranya supaya kita bisa berubah?

2 Timotius 2 : 24

2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar.

Apakah engkau bertengkar dengan sesamamu? Bertengkar tidak perlu berhadap-hadapan. Bertengkar bisa dari jauh melalui perkataan atau handphone.

  • Bergossip dan atau menjelekkan orang sudah termasuk bertengkar.
  • Apakah saudara hamba Tuhan? Apakah saudara masih suka bergossip?
  • Jika masih suka bergosip, masih suka membicarakan yang jelek tentang orang lain, berarti masih suka bertengkar.

Hanya orang yang luka batin yang suka bergossip, sedangkan orang yang tidak luka batin, tidak senang dengan yang namanya gossip.

  • Gossip bukan fakta, gossip hanya gosokan supaya enak di dengar orang dan menjadi perhatian.
  • Jadi Epafroditus memahami firman Allah dan memiliki karakter yang unggul.

Buah dari memiliki karakter yang unggul adalah “management kordinasi”.

3. Epafroditus memiliki management kordinasi

Markus 2 : 3

2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

Disini ada kerjasama empat orang, ada kordinasi dan kerjasama team.

  • Gereja dibangun atas dasar kerjasama team, dan bukan dibangun secara personal.
  • Walaupun si A jago main gitar atau main keyboard, tetap saja ada teamnya.

2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.

Mereka membawa orang sakit itu ke tempat yang penuh sesak di hadapan Tuhan.

  • Mereka membuka atap di atasnya, jadi ada kerjasama team.
  • Mereka menurunkan tilam (kasur), ini juga kerjasama team.

2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Ada empat orang membawa tandu yang berisi orang sakit, kalau empat orang ini masing-masing mempunyai “ego”, maka hal ini bisa terjadi :

  • Orang pertama bisa saja mengarahkan tandunya ke kanan.
  • Orang ke dua bisa saja mengarahkan tandunya ke depan.
  • Orang yang ketiga bisa mengarahkan tandunya malah mundur ke belakang.
  • Orang ke empat bisa saja mengarahkan tandunya ke kiri.
  • Dan yang menjadi korban adalah orang sakit yang diatas tandu.

Tidak akan terjadi mujizat apapun jika masing-masing dari mereka punya “ego” sendiri-sendiri, karena mujizat baru terjadi ketika ada kerjasama team.

  • Hamba Tuhan mendoakan orang sakit, tidak akan terjadi mujizat jika tidak ada “kerjasama antara hamba Tuhan dan si sakit”.
  • Jika si sakit tidak mau berubah, berarti tidak ada kerjasama antara pendoa dengan yang di doakan (si sakit).
  • Jadi yang diperlukan dari suatu pelayanan adalah “management kordinasi”.

Management Kordinasi bisa terjadi, ketika saudara punya satu tujuan dan satu kehendak dengan Tuhan.

  • Ketika saudara rela diatur, rela dididik dan rela dipimpin, barulah bisa terjadi management kordinasi.
  • Dalam management kordinasi, “harus satu arah dan satu tujuan”, juga “tidak bergerak sendiri-sendiri dan tidak sulit diatur”.

Filipi 2 : 2

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, sehingga kalau saudara masuk dalam suatu pelayanan tidak memiliki tujuan yang sama, berarti pelayanan saudara bukan satu team.

  • Apakah tujuan saudara melayani dengan yang lainnya sudah sama?
  • Tujuan kita harus sama yaitu dipermuliakan bersama dengan Tuhan.
  • Kalau tujuannya sudah sama, akan mudah menyampaikan firman.
  • Kalau tujuannya sudah benar maka bisa dikordinasikan, diarahkan dan sampai menjadi sesuatu.

Yohanes 17 : 21

17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Melalui kerjasama Team yang “solid” dunia baru percaya akan kebenaran firman Tuhan.

  • Saya berkhotbah, Pdm. Ayu yang bagian mengetik khotbah dan Ps. Robert Balay bagian yang mengedit khotbah sampai jadi Buku Khotbah.
  • Lalu Pdm. Ayu yang membuat blog nya dan di Share melalui media social.
  • Kita semua membagikan blog demi blog khotbah “dengan satu tujuan, agar menjadi berkat bagi banyak orang”.
  • Inilah kerjasama team.

Saya berkhotbah dan saudara yang membagikan link khotbah-khotbah tersebut, apakah upahnya sama? 

  • Upahnya pasti sama.
  • Penghkotbah dan pendoa, upahnya sama jika dilakukan dengan setia.
  • Bahkan yang melakukan pekerjaan yang dianggap kecil sekalipun upahnya sama.

Inilah yang disebut management kordinasi, dan kita harus punya kerjasama team.

Kerjasama team hanya bisa terjadi kalau ada kerendahan hati dan mengerti apa yang harus diutamakan.

  • Kalau saudara punya kerendahan hati, rela diatur, rela dididik, menyatukan tujuan dan mengerti apa yang harus diutamakan, barulah terjadi kordinasi.
  • Maukah saudara sampai ke tujuan ini?
  • Maukah saudara ada ledakan besar dalam setiap ibadah Chosen Generation?

Jika kita semua mau, maka persyaratannya adalah “harus ada kerjasama team” dan dalam hal ini :

  • Masing-masing harus menganggap dirinya tidak lebih dari yang lain.
  • Semua orang harus rela ditegur, harus rela diatur agar semuanya dapat ber-gerak ke tujuan yang benar.
  • Kalau ada yang ditegur dan dia tersinggung, berarti dia masih Kristen kanak-kanak, yang belum bisa diajak bekerjasama.
  • Semakin dewasa rohani kita, maka kitapun akan semakin mengutamakan kebersamaan.

Inilah yang disebut kerjasama Team dan “Management Kordinasi”.

Roma 16 : 17-18

16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

Orang yang bertentangan dengan pengajaran yang telah dia terima, tidak bisa diajak bekerjasama karena akan menjadi celah terjadinya perpecahan.

Oleh sebab itu, kita harus menyatukan dahulu hati kita barulah bisa masuk dalam management kordinasi untuk menggapai suatu tujuan.

16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

Orang-orang yang tulus hatinya dimanfaatkan mereka dan diperas oleh mereka, oleh sebab itu mereka ini tidak akan bisa bekerja-sama dalam Team.

  • Faktor utamanya adalah mereka tidak memahami firman dan tidak mau ber-ubah dan mereka tidak mempunyai karakter yang unggul.
  • Mereka masih mencari kepentingan diri sendiri, sehingga tidak akan terjadi kerjasama Team.

Nama Epafroditus hanya dua kali di sebut dalam Alkitab, yaitu pada kitab Filipi, tapi nama ini berpengaruh positif dalam pelayanan.

Buah dari Management Kordinasi adalah “mau bekerja-sama”.

4. Epafroditus mau bekerjasama dan berjuang bersama

Orang yang mempunyai management kordinasi, pasti mau bekerjasama dan ber-juang bersama.

Filipi 2 : 25

2:25 Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku.

Epafroditus adalah orang yang mau berkerjasama dan berjuang bersama dengan Paulus.

Misalnya saya mau bekerjasama dengan TNI. Tetapi bagaimana mungkin saya bisa bekerjasama dengan TNI jika saya tidak memiliki satu tujuan dengan NKRI?

  • Epafroditus bisa menjadi rekan sekerja Paulus karena memiliki satu tujuan yaitu hanya untuk menyenangkan hati Tuhan.
  • Dia tidak peduli dengan nyawanya sendiri, dia tidak peduli dengan apa yang dia punya, dia merelakan segala-galanya demi pelayanan.

Filipi 2 : 30

2:30 Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.

Epafroditus bekerja bersama dan berjuang bersama Paulus. Bila kita mau seperti Epafroditus, kita harus pahami dahulu firman Tuhan, karakter kita harus berubah, kita mau diatur dan dibentuk, sehingga masuk dalam Management Kordinasi.

Setelah kita masuk management kordinasi, barulah kita bisa bekerja dan berjuang bersama-sama dan bukan untuk kebesaran nama Chosen Generation, tapi untuk kebesaran nama Tuhan Yesus.

  • Biarlah nama Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita.
  • Kita tidak usah memusingkan apa yang akan Tuhan berikan bagi kita, karena hal itu adalah buah dari pelayanan.
  • Tuhan pasti akan memberi upah karena Dia Allah yang adil.

Oleh sebab itu jangan focus pada apa yang akan Tuhan beri, tapi focuslah pada apa yang bisa kita kerjakan bagi Tuhan.

Dalam bekerjasama dan berjuang membutuhkan pengorbanan.

2 Timotius 2 : 3-4

2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Tidak usah memusingkan hal apapun, yang patut kita pusingkan adalah bagai-mana caranya supaya kita bisa menyenangkan hati Tuhan melalui hidup kita.

  • Jadi tujuan kita adalah hanya untuk menyenangkan hati Tuhan, tidak ada unsur kepentingan pribadi lagi.
  • Kita harus rela ditegur, karena yang penting asalkan Tuhan senang, meskipun ibaratnya kita harus menjadi keset, yang penting Tuhan berkenan pada kita.

Epafroditus senang sekali bisa tinggal bersama Paulus, menjadi pelayan Paulus.

  • Dia mengambil bagian dalam pelayanan Paulus, dia ambil pekerjaan dalam pekabaran injil, walaupun dia bukan penginjil.
  • Saudara tidak berkhotbah, tetapi saudara membagikan link buku khotbah, saudara sudah mendapatkan upah pengkhotbah.

Matius 10 : 41-42

10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

Saudara menyambut saya sebagai orang benar, maka saudara akan menerima upah sebagai orang benar.

10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

Satu hal yang tidak terpikir oleh manusia tetapi terpikir oleh Allah, dan tidak ada satupun yang tidak ada upahnya.

Tidak satupun pekerjaan kecil Epafroditus yang tidak mendapat upah dari Tuhan dan semuanya itu membutuhkan perjuangan.

  • Mengangkat sampahpun membutuhkan perjuangan, karena tidak semua orang mau melakukannya.
  • Sebenarnya banyak pekerjaan Tuhan yang bisa saudara lakukan, yang tidak terpikirkan oleh kita.

Maukah kita bekerjasama, berjuang bersama karena adanya management kordinasi dari kita? Kita harus memiliki kerelaan hati dan kerendahan hati untuk sama-sama menyatukan pola pikir kita hanya untuk menyenangkan Tuhan saja.

5. Epafroditus mengerjakan pekerjaan ke-imam-an

Pekerjaan imam bukan sekedar penyelengara ibadah, tetapi sesuatu yang saudara lakukan dengan tulus bagi Tuhan, itulah pekerjaan imam.

Filipi 2 : 25

2:25 Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku.

Perhatikan kata “melayani”.

Filipi 2 : 30

2:30 Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.

Perhatikan kata “pelayanan”. Pelayanan Epafroditus adalah pelayanan terhadap sesama. Ada 3 jenis pelayanan, yaitu :

  • Pelayanan Liturgia, yaitu pelayanan keimaman.
  • Pelayanan Thereskeia, yaitu pelayanan kepada orang yang kesusahan.
  • Pelayanan Latreia, yaitu pelayanan ketaatan kepada Allah.

Pelayanan Thereskeia ada di Yakobus 1 : 27

Yakobus 1 : 27

1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Pelayanan Thereskeia juga termasuk pelayanan kunjungan

  • Tetapi Paulus menyebutkan pelayanan Epafroditus bukanlah dengan kata “Thereskeia” tapi memakai kata “Liturgia”.
  • Pelayanan Epafroditus adalah pelayanan dengan segenap hati dan dilakukan dengan tulus sama dengan pelayanan imamat.

Lukas 1 : 23

1:23 Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.

Tugas jabatannya disebutkan dengan kata “Liturgia”. Hal ini berbicara tentang Zakharia yang adalah seorang imam.

Pelayanan Epafroditus seharus disebutkan sebagai pelayanan Thereskeia, karena pelayanannya adalah pelayanan kunjungan.

Tetapi Paulus mengatakan pelayanan Epafroditus (Paulus memakai kata “Liturgia” atau “Liturgos”), adalah pelayanan imamat, pelayanan dengan hati yang tulus, pelayanan yang rela berkorban, pelayanan yang mau diatur, pelayanan kordinasi dan pelayanan satu tujuan.

AYAT PANGGILAN CHOSEN GENERATION

1 Petrus 2 : 9

2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

“Kamulah umat yang terpilih, kamulah imamat yang rajani”, artinya kita harus melayani Tuhan dengan hati yang tulus dan dengan sepenuh hati.

Kita semua adalah imamat yang rajani yang menyerahkan hidup kita bagi Tuhan, yang melayani Tuhan sepenuh hati, semuanya hanya bagi kemuliaan Tuhan, tidak ada unsur “aku” lagi.

Hari ini kita belajar tentang “seseorang yang bernama Epafroditus” yang dalam Alkitab disebutkan hanya dua kali. Masalahnya bagi kita :

  • Apakah kita mau diatur?
  • Apakah kita mau dibentuk?
  • Apakah kita mau dikordinasikan sehingga sampai ke suatu tujuan?

Mujizat baru nyata jika ada kordinasi dan taat mengikuti arah Roh Kudus, sehingga walaupun mendapat teguran atau dipermalukan, kondisi tersebut tidak masalah, karena yang penting bagi kita adalah Tuhan lah yang telah mengarahkan kita.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA PS. ROBERT T. BALAY

TAHUN YOBEL – 12 JANUARI 2020

Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. (Imamat 25 : 10)

TAHUN YOBEL

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA 12 JANUARI 2020

====================

SHALOM !

Apakah yang dimaksud dengan “Tahun Yobel?” Tahun Yobel bukan hanya sekedar tahun pembebasan, tetapi juga memiliki makna rohani yang mendalam, yaitu “tahun kesempurnaan”, dimana kita semua dipulihkan dan masuk ke dalam tahun kesempurnaan.

Tahun Yobel pada umumnya dikenal sebagai “tahun pembebasan” atau “tahun kelepasan” atau “tahun penggenapan” dan Tahun Yobel adalah puncak dari Sabat.

Sabat terbagi atas 2 urutan, yaitu Sabat Harian dan Sabat Tahunan. Puncak dari Sabat adalah Tahun Yobel.

  • Kita harus melewati Sabat Harian, barulah kita bisa masuk Sabat Tahunan.
  • Ketika kita sudah masuk Sabat Tahunan, barulah kita bisa masuk Tahun Yobel.

Penjelasan selanjutnya :

  • Sabat Harian masuk pada hari yang ke tujuh.
  • Sabat Tahunan masuk pada tahun ke tujuh.
  • Tahun Yobel terjadi lima puluh tahun sekali.

Dengan demikian maka Tahun Yobel adalah “tujuh kali Sabat Tahunan ditambah satu tahun” atau 7 x 7 + 1 tahun = 50 tahun atau satu kali terjadi dalam 50 tahun.

  • Tujuh artinya sempurna, satu artinya esa.
  • Jadi tahun Yobel adalah tahun kesempurnaan, penyatuan kita dengan Allah yang esa.
  • Bagi kita, Tahun Yobel adalah kiasan dari rohani kita hari ini.

Melalui Sabat Harian, kita yang insani diubah Tuhan hari demi hari, sampai masuk pada Sabat Tahunan dan akhirnya diubah sampai sempurna sehingga menyatu dengan Tuhan Yang Mahaesa, inilah artinya Tahun Yobel.

  • Tahun Yobel pertama kali dirayakan, ketika orang Israel masuk ke dalam Tanah Perjanjian (Kanaan).
  • Tahun Yobel pertama kita, akan kita rayakan ketika kita masuk ke dalam Masa Kekekalan.
  • Kalau saudara bisa mencapai tingkat sempurna maka maka saudara akan ikut serta dalam perayaan tahun Yobel di Masa Kekekalan.

Perayaan Tahun Yobel orang Israel bersamaan dengan Hari Raya Perdamaian.

  • Orang tidak bisa merayakan Tahun Yobel jika dia lalai dalam Sabat Harian.
  • Kalau lalai dalam Sabat Harian, tidak bisa masuk ke dalam Sabat Tahunan.
  • Kalau tidak masuk dalam Sabat Tahunan, maka tidak bisa merayakan Tahun Yobel.

Tahun Yobel adalah tahun pembebasan, tahun kelepasan dan puncak dari Sabat.

Imamat 25 : 10

25:10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.

Tahun Yobel harus di kuduskan, karena ketika kita pulang kerumah Bapa di Sorga, itulah tahun Yobel bagi kita.

Sedangkan Sabat Pertama bagi kita yang untuk pertama kalinya kita rayakan adalah pada saat kita pertama kali jatuh cinta pada Tuhan. Itulah kasih mula-mula kita.

  • Apakah kita lalai dalam Sabat Harian kita?
  • Apakah kita lalai dalam Sabat Tahunan kita?
  • Apakah kita yakin akan masuk dalam Tahun Yobel?

Tahun Yobel adalah “puncak dari Sabat”, dimana orang-orang dibebaskan, semua hutang-hutang dibebaskan, semua tawanan dilepaskan, tidak boleh lagi ada perhambaan.

  • Tahun Yobel akan terjadi bagi kita, “ketika kita melepaskan tubuh jasmani” kita dan “mengenakan tubuh yang baru, yaitu tubuh kemuliaan”.
  • Ketika Tuhan menghampiri kita dan “saat kita berhadapan muka dengan muka dengan Tuhan tanpa batas”, disitulah terjadi tahun Yobel bagi kita.
  • Dimana semua hutang kita, yaitu semua dosa, kesalahan dan pelanggaran kita Tuhan ampuni semuanya, sehingga Kitab Kehidupan kita menjadi bersih.

Agar kita berhasil memasuki Tahun Yobel, kita harus melalui Sabat Harian dan Sabat Tahunan. Pertanyaannya bagi saudara, apakah Sabat Harian dan juga Sabat Tahunan mu, engkau lakukan dengan setia?

ARTI SABAT

Keluaran 20 : 8-11

20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Arti Sabat bagi orang Israel, adalah orang Israel berhenti bekerja, karena hari itu diberkati dan dikuduskan TUHAN, dan untuk beribadah kepada TUHAN.

Keluaran 34 : 21

34:21 Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga.

Kamu berhenti dari semua pekerjaan dan kegiatanmu untuk beribadah kepada TUHAN. Inilah pengertian Sabat dalam Perjanjian Lama.

PENGERTIAN SABAT DALAM PERJANJIAN BARU.

Ibrani 4 : 10-11

4:10 Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, diapun telah berhenti dari segala pekerjaannya dan tidak lagi mengandalkan kekuatan diri sendiri.

4:11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Kita harus berusaha masuk ke dalam perhentian-Nya, masuk ke dalam hari Sabat.

  • Bila kita masuk ke dalam hari Sabat, berarti kita masuk ke dalam ketaatan.
  • Untuk memasuki Hari Sabat, kita harus berhenti dari semua pekerjaan dan kegiatannya, serta bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dengan pimpinan Roh Kudus dan penyerahan diri total kepada Tuhan.

Orang yang terikat tidak bisa beribadah.

  • Allah saudara adalah Allah yang mau berkomunikasi dengan saudara.
  • Kita tidak bisa berkomunikasi dengan Dia jika ada penghalangnya.
  • Penghalangnya adalah ego diri kita sendiri, dosa, rasa bersalah, intimidasi.
  • Itulah yang menghalangi kita beribadah kepada Allah.

Berapa banyak orang Kristen terintimidasi dengan dosanya, dengan kesalahannya, dan dengan apa yang dia kerjakan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan?

  • Orang Kristen seperti ini akhirnya tidak beribadah, justru semakin menikmati dosanya.
  • Bukan berarti saya melegalisir dosa.
  • Apapun bentuk dosa, tidak bisa dilegalisir.
  • Apapun bentuk dosa, itu menyakiti hati Tuhan.

Ketika saudara melakukan kejahatan, saudara sedang menikam Tuhan, sedang mencambuk Tuhan dan saudara sedang menyakiti hati Tuhan.

  • Dosa tidak bisa dilegalisir, tetapi saat saudara berbuat dosa, saudara tidak boleh ter-intimidasi oleh dosa itu yang menyebabkan saudara tidak bisa beribadah kepada Tuhan.
  • Tuhan adalah Allah yang menciptakan saudara dan Dia mau berkomunikasi dengan saudara.

Janganlah terus-menerus terintimidasi oleh dosa, kesalahan dan pelanggaranmu.

  • Tuhan tidak memperhitungkan dosa, kesalahan dan pelanggaranmu, karena yang Tuhan utamakan adalah pertobatanmu.
  • Sebesar apakah dosa kita yang sampai tidak bisa dihapus oleh Tuhan?
  • Semua dosa kita bisa Tuhan hapuskan dan kita dipulihkan.

Permasalahannya :

  • Apakah kita mau bertobat dan dipulihkan?
  • Apakah kita sudah benar-benar merasa jijik dengan dosa yang kita lakukan?

Yang dimaksud dengan Sabat adalah kita berhenti dari usaha kita dan sepenuhnya mengandalkan Roh Kudus.

  • Sabat adalah pekerjaan Roh Kudus yang terus menerus memenuhi dan me-mimpin orang-orang percaya sehingga selalu ada persekutuan dengan Tuhan
  • Bila dosa dinikmati, berarti persekutuanmu dengan Tuhan yang dikorbankan.
  • Bila persekutuan dengan Tuhan dikorbankan, tanpa disadari saudara sedang mengorbankan diri saudara sendiri, sehingga mudah jatuh dalam dosa.

Oleh sebab itu, kita harus sadar betapa besarnya kasih Tuhan kepada kita.

  • Kalau hari ini kita masih bernafas, berarti kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki diri kita, bukan dengan kekuatan kita sendiri tetapi sepenuhnya mengandalkan kekuatan Tuhan.
  • Sebagai orang percaya kita harus rela dipimpin oleh Roh Kudus agar selalu ada persekutuan dengan Tuhan.
  • Karena persekutuan kita dengan Tuhan inilah yang menyebabkan kita tidak jatuh dalam dosa.

Tetapi ketika persekutuan dengan Tuhan mulai merenggang, roh jahat akan masuk ditengah-tengah kita.

  • Ketika keinginan saudara akan Tuhan mulai pudar, maka roh jahat berdiri di tengah-tengah saudara, siap menerkam dan membuat saudara terjatuh.
  • Bila saudara jatuh, roh jahat mendakwa saudara dengan tujuan agar saudara meninggalkan Sabat Harian saudara dan Sabat Tahunan saudara.
  • Akibatnya saudara tidak akan bisa masuk pada Tahun Yobel artinya saudara terhilang dari hadapan Tuhan.
  • Kondisi seperti ini tidak boleh terjadi pada kita semua.

Oleh sebab itu biarlah Roh Kudus membimbing saudara sehingga saudara selalu masuk pada Sabat Harian, artinya setiap hari saudara membangun komunikasi dan hubungan yang indah dengan Tuhan.

  • Dengan membangun hubungan yang indah dan komunikasi dengan Tuhan itulah yang membuat kita menjauh dari perbuatan dosa dan kesalahan.
  • Dengan menjauh diri dari perbuatan dosa, akan membuat kita mengalami perubahan hidup mulai dari perkataan, perbuatan dan sikap hati kita.
  • Sehingga saudara dan saya menjadi ciptaan yang baru.

Dengan demikian maka saudara tidak akan jatuh lagi dalam dosa, dan saudara akan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

  • Saudara harus selalu menggunakan waktu dan semua yang saudara miliki hanya untuk menyenangkan hati Tuhan dan membakar semua kedagingan saudara.
  • Disinilah saudara masuk dalam Sabat Tahunan.

Bila saudara taat dan setia melakukan Sabat Harian, berarti saudara telah ber-gantung sepenuhnya kepada Tuhan dan sudah hidup didalam persekutuan dengan Tuhan.

  • Disinilah saudara mulai membangun keintiman dan kecintaan akan Tuhan.
  • Begitu saudara masuk dalam kecintaan akan Tuhan, maka saudarapun akan merelakan segala-galanya bagi Tuhan.
  • Setelah merelakan segala-galanya bagi Tuhan, saudara tidak punya apa-apa lagi termasuk diri saudara sendiri.

Dengan membangun hubungan dengan Tuhan, saudara bisa melepaskan segala-galanya.

  • Inilah yang disebut Sabat Tahunan.

Ketika saudara sudah melepaskan segala-galanya bagi Tuhan, saudara tinggal menunggu waktunya saja untuk menyatu dengan Tuhan.

  • Inilah yang disebut Tahun Yobel.
  • Inilah “pengertian dan makna rohani” Tahun Yobel.

Kisah Para Rasul 21 : 13

21:13 Tetapi Paulus menjawab: “Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.”

Paulus adalah salah satu contoh orang yang masuk dalam Sabat Tahunan, bukan hanya rela diikat tangan dan kakinya, tetapi Paulus juga rela mati demi Yesus.

  • Untuk siap mati bagi Tuhan, engkau harus matikan kedaginganmu setiap hari dan kecilkan “suara kedaginganmu” setiap hari, sampai kedaginganmu mati dan tidak berkutik sama sekali.
  • Melalui Sabat Harian, barulah saudara bisa masuk ke dalam Sabat Tahunan seperti Paulus.

2 Korintus 5 : 14

5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

Kalau Yesus sudah mati bagi kita, berarti kita juga sudah mati, artinya kita tidak punya kepentingan dan keinginan apa-apa lagi selain Tuhan.

  • Inilah yang dimaksud Sabat Tahunan.
  • Saudara tidak bisa masuk ke dalam Sabat Tahunan jika tidak melewati Sabat Harian.

Yohanes 2 : 17

2:17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

Ada tertulis “Cinta untuk rumah-Mu telah menghanguskan Aku”. Berapa banyak orang Kristen hari-hari ini mencintai Tuhan sampai menghanguskan semua daging dan keinginannya, sehingga tidak memiliki kehendak lagi?

  • Apa yang saudara lakukan diperuntukkan bagi Tuhan, itulah Sabat Tahunan.
  • Saudara tidak bisa masuk Sabat Tahunan jika tidak menjalani Sabat Harian.

Kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, membangun hubungan dengan Tuhan, membuat komunikasi yang erat dan intim dengan Tuhan dan mengenal Tuhan dengan benar.

  • Setelah saudara mengenal Tuhan dengan benar, barulah saudara bisa masuk dalam Sabat Tahunan.
  • Setelah saudara masuk ke dalam Sabat Tahunan, barulah saudara bisa masuk dalam penyatuan dengan Tuhan yang sempurna.
  • Itulah tahun Yobel.
  • Dan inilah “makna rohani” Tahun Yobel.

Sebelumnya, dalam zaman Perjanjian Lama, makna Tahun Yobel hanyalah sebagai Tahun Pembebasan, tetapi “makna tahun” Yobel hari-hari ini, adalah :

  • Saudara lepas dari segala macam perhambaan dan mengenakan tubuh yang baru, yaitu tubuh kemuliaan.
  • Saudara akan berjumpa dengan Tuhan di awan yang permai saat Rapture terjadi, sebab saudara telah “serupa dan segambar” dengan Tuhan.
  • Saudara mengalami Sabat Pertama ketika saudara menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, yaitu untuk dilepaskan dari semua belenggu perhambaan.
  • Saat Roh Kudus masuk ke dalam kita, kita mengalami kelepasan dari semua belenggu perhambaan.

Galatia 5 : 1

5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan atau di perhamba oleh dosa. Ketika saudara sudah lahir baru seharusnya saudara sudah mengenakan jubah yang baru.

Roma 6 : 16 – 22

6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

Apabila engkau menyerahkan dirimu untuk dibaptis, seharusnya engkau tidak memperhambakan dirimu lagi pada dosa, tetapi hanya memperhambakan dirimu pada kebenaran yang menuntunmu pada ketaatan demi ketaatan.

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

Inilah penyerahan hidup kepada Tuhan. Dahulu engkau menyerahkan anggota tubuhmu untuk menjadi hamba kejahatan, tetapi setelah engkau menyerahkan hidupmu kepada Tuhan yang dimeteraikan dengan baptisan Yohanes, engkau sudah menjadi hamba kebenaran.

Dengan demikian, maka posisi rohanimu sekarang akan membawa engkau pada pengudusan, sehingga semakin hari engkau semakin benar dihadapan Tuhan.

6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.

Ketika engkau hamba dosa engkau bebas dari kebenaran.

6:21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.

Kita tidak bisa berdiri pada dua sisi, karenanya kita harus memilih untuk berdiri pada kebenaran dan harus melepaskan dosa.

  • Oleh sebab itu, masuklah dalam Sabat Harian, tetapi bukan dengan mengan-dalkan kekuatan kita.
  • Kita harus mengandalkan kekuatan Tuhan, karena kita sudah bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan hidup bagi Tuhan.

6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

Kesudahannya adalah hidup yang kekal di Sorga bersama dengan Tuhan, dalam kehidupan yang akan datang.

  • Saat kita menerima Yesus, berarti kita menerima Roh Kudus.
  • Saat kita menerima Roh Kudus, Tuhan memberi Roh Kudus-Nya tanpa batas kepada kita.

Yohanes 3 : 34 – 36

3:34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas, tapi kitalah yang membatasi karya Roh Kudus dengan tidak menggantungkan hidup kita pada Dia dan tidak memperlakukan Roh Kudus sebagaimana mestinya.

  • Roh Kudus adalah Roh Allah atau perasaan Allah.
  • Oleh sebab itu Roh Kudus sangat sensitive, karena Dia adalah Roh Allah itu sendiri, atau disebut juga Roh Yesus.

Tuhan tidak pernah mengaruniakan Roh Kudus-Nya secara terbatas, tetapi “tanpa batas” (Metren = Measure = tidak ada batasnya)

  • Berapa banyak dari kita bahkan Gereja, yang membatasi karya Roh Kudus?
  • Dalam ibadah lagu pujian dan penyembahan hanya boleh satu kali, tidak boleh di ulang-ulang.
  • Lebih fatal lagi dalam ibadah yang Roh Kudus sama sekali tidak dilibatkan.

Bagi kita Chosen Generation, seandainya kita punya gedung sendiri untuk ibadah, kita bisa “menambah waktu” untuk menyembah Tuhan tanpa batas.

  • Namun demikian karena kita masih sewa gedung umum milik dunia, maka waktu ibadah kita juga di batasi karena orang lain juga butuh ruangan yang kita gunakan ini.
  • Tetapi Tuhan memaklumi kondisi tersebut, sehingga dengan waktu yang serba terbatas itu, Tuhan memberikan Roh Kudus-Nya dengan luar biasa dan tanpa batas.

Walaupun dengan waktu yang singkat, Tuhan masih berkenan membuat ledakan yang dahsyat dalam ibadah kita melalui hadirat-Nya yang luar biasa.

  • Oleh sebab itu jangan pernah membatasi karya Roh-Nya atau Roh Kudus-Nya.
  • Ketika saudara mulai membatasi karya Tuhan untuk kepentingan diri sendiri, (atau karena Tata Ibadah Gereja buatan manusia), tanpa disadari sebenarnya engkau telah menolak masuk dalam Sabat Harianmu.

3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.

3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, artinya untuk dapat berjumpa dengan Bapa, dibutuhkan ketaatan kepada Anak.

  • Ketaatan identik dengan Sabat, berarti untuk masuk kedalam Sabat Harian “dibutuhkan ketaatan setiap hari”.
  • Oleh sebab itu kita harus belajar dengan cara berkomunikasi dengan Allah.
  • Kita tidak akan bisa mengenal Allah jika kita tidak membangun komunikasi dengan Allah.
  • Inilah Sabat Harian saudara.

Dahulu sebelum kita mengenal Tuhan, kita “orang mati”, begitu Tuhan hadir dalam hidup kita, Tuhan memberi nafas bagi kita , itulah Roh yang tidak terbatas.

  • Tuhan memberi nafas-Nya bagi kita dan kita menjadi hidup.
  • Ketika kita telah hidup, kita tidak boleh lagi melakukan “apa yang mati” karena kita sudah hidup bagi Tuhan dan tidak berlaku lagi seperti orang mati.
  • Saudara tidak bisa lagi bersikap seperti orang mati, saudara harus bergerak.

Sekarang kita tidak bisa diam saja, karena kita sekarang adalah makhluk hidup.

  • Dahulu kita “mati” sekarang kita telah “hidup”, karena Tuhan sudah membe-rikan Roh-Nya yang tidak terbatas kepada kita.
  • Ketika kita mendapatkan Roh yang tidak terbatas, kita menjadi hidup.
  • Lahir baru bukan berarti dahulu ke tempat ibadah lain, lalu setelah lahir baru ke gereja.

Lahir baru bukan berarti dahulu menyebut nama allah lain, lalu setelah lahir baru menyebut Yesus, juga bukan berarti dahulu menyanyi lagu dunia lalu setelah lahir baru menyanyi lagu rohani.

  • Tapi saat kita lahir baru, saat itu pula seharusnya segala sesuatunya menjadi serba baru, tubuh kita tetap yang lama tapi “di dalamnya” yang baru.
  • Banyak orang dunia bisa saja menyanyi lagu rohani dengan suara merdu, tapi apakah dia rohani? Belum tentu.

Banyak orang rajin ke Gereja, tapi belum tentu rohani dan banyak orang pelayanan juga belum tentu rohani, karena pada dasarnya “lahir baru dimulai dari pikiran kita yang baru”.

  • Kita harus membangun hubungan yang “akrab dan indah” dengan Tuhan.
  • Setelah kita membangun hubungan yang “akrab dan indah” dengan Tuhan, maka kitapun akan tahu kehendak-Nya.
  • Oleh sebab itu kita akan dituntun oleh-Nya untuk taat dan setia.

Roma 8 : 16

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Ada kalimat sebab akibat dalam ayat ini, yaitu kalau kita dipimpin oleh Roh Allah dan kita taat, maka barulah kita bisa disebut anak Allah.

  • Kalau tidak taat maka kita tidak setia, berarti tidak dipimpin oleh Roh Allah dan tidak bisa disebut sebagai anak Allah.
  • Inilah dasar dari kekristenan yang benar yaitu ketaatan melakukan firman.
  • Jangan sekedar mengaku-ngaku anak Allah, tetapi hidupmu berantakan.

Banyak orang Kristen yang mengaku anak Allah tetapi tidak mengerti ketaatan, bahkan hatinya tidak tergerak sedikitpun punya kerinduan ikut beribadah di Gereja.

  • Mereka menyebut dirinya lahir baru tapi masih hidup dengan cara yang lama.
  • Untuk hidup baru, Tuhan memperbaiki “manusia jasmaniah” mereka dahulu menjadi “manusia batiniah”.

Masalahnya, untuk mudah mengubah fisik manusia boleh dikatakan cukup mudah karena fisik manusia bisa direkayasa, tetapi batiniah kita tidak bisa direkayasa.

  • Saat batiniah saudara sudah diperbaiki, maka yang keluar dari hati nuranimu juga akan benar.
  • Tindakan saudara menjadi benar karena batiniahmu sudah dibenarkan.
  • Inilah yang disebut lahir baru.

Kata “dipimpin Roh Allah” dalam ayat 14 tersebut diatas artinya dikendalikan oleh Tuhan, tidak lagi bergerak dengan kehendak kita tetapi kehendak Roh Tuhan.

Sebelum kita bertobat, kita punya tujuan hidup sendiri dan hidup kita dikendalikan oleh tujuan itu.

Ada pepatah orang-orang tua leluhur kita yang mengatakan, “Kalau mau pintar harus belajar, kalau mau kaya harus bekerja”, karenanya itulah tujuan kita dahulu.

  • Tetapi setelah kita terima Yesus, tujuan hidup kita pun diubah oleh Tuhan.
  • Tujuan kita yang lama tidak terpakai lagi, karena sudah diubah Tuhan dengan tujuan yang baru yang telah ditetapkan Tuhan untuk kita.
  • Tujuan hidup kita sekarang adalah menuju ke suatu tempat yang baru yaitu ke Sorga.

Dahulu tujuan kita ingin menjadi manusia yang sukses besar karier kita, kita ingin menjadi orang kaya, tetapi sekarang apapun pekerjaan atau usaha kita, tujuan utama kita hanyalah untuk kemuliaan Tuhan Yesus.

  • Saat ini tujuan kita bekerja bukan untuk menjadi kaya tetapi untuk menjadi berkat bagi orang lain dan kepanjangan tangan Tuhan.
  • Hanya Yang dari Sorga yang bisa menuntun saudara ke Sorga, yaitu Roh yang tidak terbatas yang memberikan nafas-Nya kepada kita, dan yang memberi hidup-Nya kepada kita dan menuntun kita ke Sorga.

Roh Kudus yang dari Sorga tidak mungkin menuntun saudara ke Neraka, karena Roh Kudus berasal dari Sorga, maka Dia akan menuntun kita pulang ke Sorga.

  • Kita harus masuk ke dalam pola pikir yang baru yaitu pola pikir Tuhan, karena tubuh daging tidak ada gunanya.
  • Tubuh daging hanyalah sarang kegelapan yang harus diperangi.

Oleh sebab itu darah dan daging tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

  • Mendadani tubuh daging kita sebenarnya percuma, karena semuanya tidak ada faedahnya di dalam Kerajaan Sorga.
  • Jika kita mendadani tubuh rohani kita, maka secara otomatis tubuh jasmani kita terdandani juga.

Ada orang yang fisiknya tidak menarik tetapi hatinya baik sekali, orang lain bisa tertarik pada orang ini bukan karena fisiknya tetapi karena hatinya.

  • Segala sesuatu yang baik dari dalam hatinya terpancar keluar memancarkan kemuliaan Tuhan Yesus.
  • Inilah yang Tuhan cari.

Seseorang tidak mungkin sampai ke tempat tujuan yang baru jika dia tidak baru sama sekali, untuk itu kita harus mengalami perubahan secara radikal.

  • Kita tidak akan mengalami perubahan rohani secara radikal jika kita tidak mencintai Tuhan secara radikal dan tetap membatasi Roh Kudus.
  • Hanya cinta kepada Tuhan secara radikal yang bisa mengubah kita secara radikal dan perubahan radikal harus di “mulai dari perubahan budi” kita.
  • Tuhan memberi Roh-Nya dengan tidak terbatas, karena kita bukan makhluk mati lagi melainkan mahkluk hidup.

Begitu Tuhan memberi Roh-Nya kepada kita, kita ditransformasi yang diawali dengan perubahan pola pikir kita ke tempat tujuan yang baru.

  • Oleh sebab itu perubahan disebut dengan kata Metanoia (perubahan budi).
  • Dahulu tujuan kita bekerja, “yang penting menghasilkan uang, menjadi kaya, mendapatkan semua yang kita mau, mempunyai banyak asset”.
  • Tetapi tujuan kita sekarang bagaimana caranya kita memuliakan Tuhan agar kelak kita nanti dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

Untuk itu “pola pikir kita harus berubah terlebih dahulu”, kalau “pola pikir” kita tidak berubah maka kita tidak akan sampai ke tujuan yang baru yaitu Sorga.

  • Kita harus sampai pada tujuan kita, yaitu di Sorga dan dipermuliakan ber-sama dengan Tuhan.
  • Setelah kita mempunyai tujuan yang benar, yaitu ke Sorga maka gerak gerik kita akan Tuhan arahkan ke Sorga.
  • Sekarang kita menjadi “hamba kebenaran” dan semua gerak-gerik kita tidak bisa lagi dilakukan dengan kekuatan kita sendiri.

Oleh sebab itu, kita harus benar-benar bergantung pada kekuatan Allah dan mem-biarkan Roh Kudus bekerja karena kita tidak mampu menyelamatkan diri sendiri.

  • Bila saudara bisa menyelamatkan diri saudara sendiri, berarti saudara tidak butuh Juruselamat.
  • Sebaliknya, saudara dan saya sangat butuh Juruselamat dan satu-satunya yang ahli dalam keselamatan hanyalah Yesus Kristus.

Roma 7 : 19

7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

Apa yang dinyatakan Paulus dalam ayat ini “dilemma” bagi Paulus, ada tekad yang berbeda dengan perbuatannya.

  • Paulus berkata, “Aku mempunyai tekad yang benar, tapi perbuatanku yang tidak benar”
  • Banyak sekali orang percaya yang mengalami hal ini, mereka tahu hal itu salah tapi tetap mereka lakukan, mereka tahu hal itu menyakiti hati Tuhan tapi mereka lakukan.
  • Tekad saya benar, tetapi perbuatan saya bertentangan dengan tekad saya.

Disinilah Roh Kudus berfungsi untuk mengajar, menolong dan memampukan kita.

  • Kalau kita tidak ditolong, berarti Dia pembohong.
  • Katakan pada Tuhan, “Tuhan, tolong saya, saya tahu saya salah, saya jijik dengan dosa ini”
  • Tuhan pasti menolong saudara, karena Dia adalah Roh yang tidak terbatas dan saudara harus memberi diri saudara untuk ditolong.

Berapa banyak orang Kristen yang tidak memberi dirinya untuk ditolong Tuhan dan dia berkata “Tuhan tidak menolong saya”.

  • Tuhan mau menolongmu, tetapi kamu yang tidak menolong dirimu sendiri dengan minta pertolongan Tuhan, karena kamu masih senang menikmati dosamu dan masih menikmati kesalahanmu.
  • Seharusnya saudara mau dituntun oleh Tuhan, sampai saudara benar-benar masuk di dalam suatu pengorbanan.
  • Banyak orang percaya jatuh di dalam dosa karena pasrah dan menyerah saja.

Kalau engkau tidak menyerah, meskipun tekad dan perbuatanmu belum sejalan tapi terus minta ampun pada Tuhan, maka engkau pada akhirnya akan sempurna di dalam Tuhan.

  • Banyak orang percaya menyerah karena merasa dirinya orang berdosa yang lemah, juga karena dia tidak membangun hubungan dengan Tuhan.
  • Akhirnya dia gagal sampai ke tujuan dan saat Rapture dia tidak diangkat
  • Orang ini tidak bisa sempurna karena dia menyerah dan tidak membangun hubungan dengan Tuhan.

Tuhan mau saudara bergerak mengaktifkan Roh yang tidak terbatas itu di dalam saudara, tekad dan perbuatan saudara harus benar.

  • Tekad dan perbuatan saudara seharusnya jangan berbeda lagi.
  • Tekad dan perbuatan saudara bisa menjadi sejalan jika saudara minta tolong pada Tuhan dan inilah yang disebut dengan ketaatan.

Banyak orang percaya jatuh dan menyerah, padahal kalau mereka tidak menyerah, akhirnya nanti juga akan berhasil menjadi sempurna saat terangkat.

  • Tuhan tidak pernah melihat kegagalan kita dan membiarkan kita jatuh ter-geletak, sebaliknya Tuhan akan melihat penyesalan kita dan pertobatan kita.
  • Kalau Tuhan melihat kegagalan kita maka kita tidak layak dihadapan-Nya.
  • Tuhan yang setia pasti menolong kita, asalkan kita memberi diri kita untuk ditolong Tuhan.

Hidup dipimpin Roh Kudus berarti dunamis atau dinamika keseluruhan “manusia kita” bergerak ke arah yang Tuhan tuntun.

  • Tubuh kita tidak bisa bergerak lurus bila hati kita bergerak ke arah yang lain.
  • Jika saudara seperti ini, berarti sama seperti orang Israel, tubuhnya di padang gurun tapi hatinya di Mesir, mereka lebih senang dibawa kembali ke Mesir.
  • Mengapa? Karena mereka berpikir lebih baik mati dengan makanan yang ada di Mesir daripada mati dengan makan roti manna yang aneh setiap hari.
  • Jika kamu bosan dengar firman, itu tandanya kebinasaan mulai melirikmu.
  • Kalau saudara tidak punya kemauan lagi baca firman atau mendengarkan firman, jiwamu terancam karena engkau “masuk dalam area tuaian iblis”.

Banyak orang Kristen yang kondisi rohaninya seperti ini :

  • Tubuhnya berada di Gereja atau di Persekutuan Doa, tetapi hatinya ada di Mall dan atau di Restaurant.
  • Tubuh dan hati kita seharusnya bergerak pada tujuan pokok yang sama, yaitu sampai kepada Allah di Sorga.

Roma 8 : 14

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Sebagai “anak Allah”, berarti saudara harus taat kepada “Allah yang adalah Bapa” mu di Sorga.

  • Apakah saudara sudah taat? Atau sebaliknya masih suka memberontak?
  • Apakah saudara sudah memenuhi syarat untuk disebut sebagai anak Allah?

Perjalanan hidup kita adalah perjalanan menuju Yobel, perjalanan yang mengalami kelepasan penuh, yaitu kembali pada gambar atau citra Allah.

  • Saudara baru bisa masuk ke Yobel ketika saudara membangun Sabat Harian saudara, bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.
  • Ketika saudara masuk hubungan yang intim dengan Tuhan, barulah saudara masuk ke dalam Sabat Tahunan.

SABAT TAHUNAN

Imamat 25 : 2

25:2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN.

Apabila kamu masuk ke Negeri Perjanjian yang akan Aku berikan kepadamu, maka kamu akan masuk dalam perhentian bersama dengan-Ku, TUHAN mu.

25:3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu,

25:4 tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi.

Ini adalah “Sabat Ladang” atau sama dengan Sabat Tahunan bagi tanah ladangmu.

25:5 Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu.

Selama “satu tahun” penuh merupakan “tahun perhentian” bagi tanahmu.

25:6 Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu.

25:7 Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya.

Sabat Tahunan atau Sabat Ladang berhubungan dengan hasil bumi atau buah tangan.

  • Orang yang tidak menjaga Sabat Harian tidak mungkin masuk dalam Sabat Tahunan.
  • Dalam Sabat Tahunan semua hasil pekerjaanmu hanya bagi kemuliaan Tuhan.
  • Apapun yang saudara miliki hari ini, semua bagi Tuhan.
  • Inilah Sabat Tahunan.

Agar kita masuk dalam Sabat Tahunan, kita harus menyerahkan semuanya bagi Tuhan.

  • Bagaimana mungkin saudara bisa menyerahkan semuanya bagi Tuhan jika saudara tidak membangun Sabat Harian saudara?
  • Bagaimana mungkin saudara bisa membangun Sabat Tahunan saudara jika tidak membangun Sabat Harian saudara?

Bagaimana mungkin saudara bisa berkata, “semua milikku adalah milik Tuhan?”

  • Bila saudara tidak membangun keintiman dengan Tuhan?
  • Bila dinamika hidupmu tidak bergerak sesuai dengan tuntunan Tuhan?
  • Bila hidupmu tidak dipimpin oleh Roh Kudus?

Bagaimana mungkin engkau bisa berkata, “semua milikku adalah milik Tuhan?”

  • Sementara engkau tidak dimiliki oleh Tuhan atau bukan milik Tuhan lagi?”
  • Sementara engkau masih dimiliki oleh dirimu sendiri atau oleh “aku”-mu?”
  • Dengan “aku”mu yang masih sangat kuat bagaimana mungkin engkau bisa hidup bagi Tuhan?  Karenanya serahkanlah “aku” mu pada Tuhan !

Saudara harus membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, sehingga seluruh hidupmu dipimpin oleh Tuhan, engkau mengasihi Tuhan dan hidup bagi-Nya. Itulah Sabat Tahunan saudara.

  • Saat saudara menyatu dengan Tuhan, saat itulah puncaknya dan disebut sebagai Tahun Yobel.
  • Tuhan membawa saudara ke tujuan yang sama, yaitu ke Sorga, tetapi Tuhan memimpin saudara ke Sorga dengan cara yang berbeda.

Cara Tuhan memimpin saudara dan saya ke Sorga, tergantung cara saudara dan saya membangun hubungan dengan Tuhan.

Oleh karena itu kita membangun hubungan yang benar dengan Tuhan, dengan cara yang benar pula, yaitu :

  • Dengan mengaktifkan Roh yang ada pada saudara dengan tidak terbatas.
  • Dengan tunduk pada kuasa Roh.
  • Dan masuk pada suatu ketaatan.

Dengan demikian maka saudara akan masuk dalam Sabat Harian saudara. Dan inilah tuntutan pribadi demi pribadi antara Tuhan kepada saudara.

Cara Tuhan membentuk si A dan si B berbeda-beda, misalnya :

  • Si A harus mengalami masalah dengan si C, D dan E dahulu.
  • Tetapi si B mengalami masalah yang berbeda dengan si F, G dan H.

Jadi, masing-masing pribadi lepas pribadi dari kita semua, tidak ada yang dibentuk dengan pergumulan yang sama walaupun suami-istri, Tuhan membentuk mereka dengan cara yang berbeda satu sama lain.

  • Tetapi yang pasti, masing-masing kita dibentuk secara spesifik karena Tuhan berbicara kepada kita pribadi lepas pribadi secara personal.
  • Oleh sebab itu saudara harus membangun hubungan dengan Tuhan melalui Sabat Harian saudara.
  • Saudara harus bergantung sepenuhnya pada kuasa Roh Kudus, jangan pernah membatasi kuasa Roh Kudus yang bekerja didalam saudara sampai saudara jatuh cinta pada Tuhan.

Ketika saudara jatuh cinta pada Tuhan, barulah saudara bisa merelakan segala bagi Tuhan.

  • Maka “inilah Sabat Tahunan”.

Ketika saudara sudah masuk ke dalam Sabat Harian dan Sabat Tahunan, saudara sudah membangun hubungan dengan Tuhan dan merelakan segalanya bagi Tuhan, lalu saudara menyatu dengan Tuhan.

  • Maka, itulah yang disebut sebagai Tahun Yobel.

Roma 8 : 38-39

8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Inilah puncak dari Sabat Harian.

Berapa banyak orang Kristen, “ketika mereka sama sekali tidak punya uang” di dompet ataupun dalam tas tangannya, langsung menganggap “sepertinya Tuhan itu tidak ada”?

  • Berapa banyak orang Kristen yang kondisinya “seperti terpisah dari Tuhan”, bahkan menyalahkan Tuhan ketika pergumulannya tidak dijawab?
  • Kalau saudara mengerti isi hati Tuhan, pergumulan adalah cara Tuhan untuk menarik hati saudara untuk mendekat kepada-Nya.
  • Sedangkan pergumulan adalah cara iblis untuk menjauhkan saudara dari Tuhan.

Pada waktu saudara mengalami pergumulan, apakah saudara melihatnya dengan memakai “kacamata Tuhan” atau “kacamata iblis?”

  • Kalau saudara melihat pergumulan dengan kacamata iblis, saudara bisa saja berkata “Tuhan tidak ada”, atau “Tuhan melupakan saya”, “Tuhan tidak ada apa-apanya”.
  • Tuhan tidak mungkin lupa dengan kita, sebaliknya kitalah yang paling sering melupakan Tuhan.
  • Kita sering lupa doa, lupa membaca Alkitab, lupa bersyukur ; tetapi tidak lupa bersungut-sungut.

Jadi : Sabat Harian, hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Sabat Tahunan, menyerahkan segala-galanya bagi Tuhan.

Filipi 1 : 21

1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

1 Korintus 4 : 9

4:9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.

Ketika kita masuk dalam Kolam Baptisan, sebenarnya kedagingan kita sudah “di vonis” hukuman mati, artinya kita harus mematikan semua keinginan kita sampai kita bisa hidup layak bagi Tuhan. Jangan kira ikut Tuhan semuanya serba baik.

  • Terkadang ikut Tuhan dengan kacamata kita tidak baik, tetapi dimata Tuhan semuanya akan menjadi baik.
  • Saat penyembahan Tuhan kasih lihat saya “Pelangi”. Pelangi artinya janji.
  • Tuhan akan menggenapi janji-Nya kepada saudara asalkan engkau hidup di dalam kebenaran-Nya.

Jangan pernah menagih janji Tuhan jika engkau tidak layak menagih janji itu.

Saudara bisa saja berkata “Tuhan, saya percaya Engkau akan menolong saya”, tetapi persyaratannya saudara harus hidup untuk layak ditolong.

Kalau engkau tidak hidup dalam tuntunan-Nya, janganlah coba-coba menagih janji Tuhan.

  • Engkau percaya bahwa Tuhan menolongmu, tetapi engkau sendiri tidak mau ditolong karena engkau tidak berjalan dalam tuntunan Tuhan, selalu pakai logika sendiri, berjalan dalam pikirannya sendiri, dosa jalan terus, bicara sembarangan.
  • Kalau saudara ingin Tuhan tolong, jadilah orang yang layak untuk ditolong.
  • Jangan seperti “anjing gila”, dia ingin ditolong tetapi tidak layak untuk di-tolong karena dia akan menggigit orang yang menolongnya.

Ingatlah!

  • Bangunlah hubunganmu dengan Tuhan melalui Sabat Harian dan bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan saudara akan masuk di dalam perhentian bersama dengan Tuhan.
  • Saudara baru masuk di dalam Sabat Tahunan ketika saudara menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
  • Ketika saudara menyerahkan semuanya bagi Tuhan, barulah saudara bisa menyatu dengan Tuhan, inilah Tahun Yobel dimana saudara menjadi sempurna sama seperti Tuhan yang juga sempurna.

Kita semua punya masalah, tetapi masalah bisa “mendekatkan kita pada Tuhan” atau “membuat kita menjauh dari Tuhan”, tergantung cara pandang kita.

  • Jika engkau memandang masalah menggunakan kacamata iblis, hidupmu akan dikendalikan oleh masalah itu.
  • Engkau akan menganggap dirimu tidak berubah-berubah, padahal engkau sendiri yang tidak mau diubah Tuhan.
  • Kalau engkau mau diubah maka Tuhan akan mengubah segala sesuatunya dalam hidupmu dan Tuhan sanggup melakukannya untukmu.

Tuhan rindu saudara masuk didalam kesempurnaan, menyatu dengan Tuhan yang sempurna dan masuk kedalam perhentianmu bersama dengan Tuhan di Tahun Yobel.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK–CHOSEN GENERATION

EDITOR : PS. ROBERT T. BALAY

2 FEBRUARI 2020 INSIDE OUT SESI 2 (VIDEO KHOTBAH)

Warta 2 FEBRUARI 2020 – APAKAH SAYA ORANG BERIMAN? IMAN NAMPAK DISAAT MASALAH DATANG

BULETIN NO. 254 TAHUN KE-4

APAKAH SAYA ORANG BERIMAN? IMAN NAMPAK DISAAT MASALAH DATANG.

Apakah makna orang beriman? Apakah sekedar percaya kepada Yesus sebagai Tuhan cukup memenuhi kriteria sebagi orang beriman? Ataukah sekedar berdoa dan rajin ibadah bisa disebut orang beriman? Orang beriman lebih dari itu, karena orang beriman adalah orang yang lebih dari sekedar percaya melainkan mempercayakan dirinya kepada yang dia percayai yaitu Yesus sebagai Tuhan juga juruselamatnya.. Ketika orang mempercayakan dirinya, dia juga akan mempercayakan setiap jalanNya bahkan ketika Dia menuntun kita masuk dalam lembah kelam.

Jika demikian, bagaimana seseorang percaya dapat menjadi orang beriman? Tidak lain mereka harus membangun suatu hubungan dengan Tuhan. Tujuan dari hgubungan tidak lain adalah pengenalan yang benar tentang Tuhan. Orang yang berkata mengenal Tuhan, percaya akan KasihNya, penyertaanNya, jalanNya yang ajaib juga kuasaNya yang tidak terbatas. Jadi orang beriman bukan berarti tidak bermasalah, tapi dia saenantiasa percaya kepada Tuhan sehingga masalah apapun tidak akan dianggapnya sebagai masalah yang besar.

Sayangnya, dewasa ini banyak orang mengaku percaya tapi nyatanya tidak beriman. Mereka rajin ibadah, rajin pelayanan tapi begitu topan datang semua yang dia percayai seperti runtuh. Bukankah iman mereka tidak kokoh seperti rumah diatas pasir (Matius 7:26) atau seperti benih ditanah tipis dan berbatu (Markus 4:5).

Saudaraku iman berakar masuk kedalam tanah oleh sebab itu iman tidak nampak. Sebagai contoh pohon besar tapi tidak berakar kokoh, pohon itu pasti roboh walau tidak terkena badai yang besar. Saudara lihat akar memeng tidak terlihat tapi hanya bisa dirasa ketika diterpa badai. Iman memang tidak terlihat, oleh sebab itu semua orang bisa berkata orang beriman tapi terlihat ketika masalah datang. Saudara perhatikan Abraham sebagai bapak orang beriman (Roma 4;16), dia tidak ragu walau janji Tuhan belum digenapi bahkan sampai 25 tahun. Bahkan ketika digenapi, dia tidak ragu menyerahkan pada Tuhan Ishak anak yang ditunggunya selama 25 tahun.

Saudaraku iman bukan lahir secara instan melainkan lewat suatu hubungan dan berbagai pergumulan. Iman para murid Yesus tidak lahir dari danau tenang melainkan dari badai yang bergelora (Markus 4:38). Demikian banyak orang mudah berkata orang beriman, tapi begitu dilukai responnyapun sama dengan orang tidak beriman (marah, dendam, kepahitan dan lain-lain). Bahkan sebagian dendam tersembunyi, diluar bersentuhan tapi didalamnya seperti ada penolakan, inikah yang disebut orang beriman? Jika demikian benarlah, siapa saya nampak ketika masalah hadir. Jadi apakah masalah baik? Masalah memang tidak baik tapi ketika bersama Tuhan mendatangkan kebaikan karena lewat maslah kita dapat melihat dengan jelas akar iman yang selama ini tersenbunyi.

28 JANUARI 2020 UCAPAN BERBAHAGIA DAN BUAH ROH

26 JANUARI 2020 INSIDE OUT SESI-1 (VIDEO KHOTBAH)

BENDAHARA YANG TIDAK JUJUR – 5 JANUARI 2020

Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.

(Lukas 16 : 1)

“BENDAHARA”

YANG TIDAK JUJUR

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA

05 JANUARI 2020

==============

SHALOM !

Hari ini kita akan membahas tentang “Bendahara Yang Tidak Jujur”. Kalau kita tidak benar-benar mengerti budaya orang Yahudi, kita bisa salah menterjemahkan dan atau memahami firman Tuhan ini.

Kalau saudara masuk dalam tahun 2020 tanpa rencana, hal itu merupakan bahaya luar biasa bagi keselamatan kekalmu. Karena dalam tahun 2020, kita harus benar-benar focus untuk mencapai suatu tujuan mulia.

Fokus kita bukan pada masalah kedagingan atau hal-hal duniawi lainnya, tetapi bagaimana caranya supaya focus kita ditujukan pada “posisi rohani yang terbaik” pada tahun 2020 ini. Mengapa demikian?

  • Karena sebagai orang percaya kita mempunyai tanggung jawab.
  • Karena pada akhirnya kita akan mempertanggung-jawabkan segala sesuatu-nya kepada Tuhan.
  • Masalahnya bukan karena ada kasih karunia Tuhan bagi kita sehingga kita boleh seenaknya hidup tanpa ada tanggung jawab.
  • Kasih karunia yang Tuhan beri harus benar-benar dipertanggung-jawabkan.

Ibrani 4 : 13

4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Tidak ada satupun yang tersembunyi di hadapan Tuhan, meskipun engkau melaku-kan dosa yang tidak diketahui oleh orang lain, tetapi Tuhan kita Mahatahu.

  • Kita mempunyai 2 (dua) tanggung jawab kepada Tuhan kita, yaitu memper-tanggung-jawabkan tubuh jasmani dan tubuh rohani kita.
  • Kita mempertanggungjawabankan tubuh jasmani dengan menjalani hari-hari kita dengan baik termasuk menjaga anak-anak kita.
  • Jadi anak yang Tuhan berikan kepada kita adalah tanggung jawab kita orang tua supaya membesarkan anak-anak kita di dalam takut akan Tuhan.
  • Ingat! Saudara punya tanggung jawab yang cukup berat dalam hidup saudara karena suatu hari Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban dari saudara.

Jika saudara membesarkan anak dengan kekerasan, dengan kata-kata hujat, atau dengan ketidak-pedulian akan masalah rohani mereka, maka disuatu hari nanti saudara akan mempertanggung-jawabkannya kepada Tuhan.

  • Anak-anak kita adalah tanggungjawab kita untuk mendidik mereka dengan baik, serta mengajar mereka dalam takut akan Tuhan.
  • Kita juga harus memakai tubuh jasmani kita dengan benar untuk kebutuhan Kerajaan Sorga.
  • Kita juga diberi waktu oleh Tuhan agar kita bisa mempertanggung-jawabkan tubuh jasmani dan juga tubuh rohani kita.

Dengan demikian, maka saudara harus benar-benar mengerti asal kehidupanmu yang sekarang ini.

  • Saudara bisa hidup sekarang bukan karena saudara kuat atau karena kamu hebat dan masih muda atau punya uang banyak.
  • Tetapi saudara bisa hidup sekarang bukan karena apapun, tetapi “hanya karena Tuhan memberikan kesempatan” agar saudara hidup dan bertumbuh serta berbuah.
  • Tanyakanlah pada diri kita sendiri : “Apakah yang telah aku kerjakan dalam hidupku yang telah Tuhan berikan bagiku?”

Maksudnya, sejak saudara percaya kepada Yesus sampai saat ini, apakah yang sudah saudara kerjakan bagi Tuhan?

  • Segala sesuatu yang telah Tuhan berikan kepadamu, apakah sudah engkau kembangkan pemberian Tuhan itu?
  • Apakah saudara benar-benar sudah bermanfaat bagi Tuhan?
  • Apakah saudara hidup masih hanya untuk kepentingan dirimu sendiri bukan untuk Tuhan?

Seandainya Tuhan datang hari ini dan bertanya kepada saudara :

  • Bagaimana engkau mempergunakan waktumu selama ini?
  • Bagaimana engkau mempergunakan tubuhmu selama ini?
  • Bagaimana tanggung jawabmu terhadap tubuh rohanimu selama ini?
  • Apakah engkau sudah mengejar Tuhan selama ini?
  • Apakah engkau sudah mencari Tuhan dengan benar selama ini?
  • Apakah engkau sudah hidup dengan pengenalan akan Tuhan selama ini?

Begitu besar resikonya bagi keselamatan kekalmu, jika engkau tidak melakukan apapun bagi Tuhan.

Matius 20 : 1-7

20:1 “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.

Setiap orang, masing-masing memiliki kebun anggur dan mereka harus bisa mem-pertanggung-jawabkannya.

20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.

20:3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.

Orang-orang yang dipasar sana bukan berarti tidak bekerja, mereka juga bekerja secara jasmani, engkau juga bekerja dalam bidangmu, tetapi bagi Tuhan itu semua bukan merupakan pekerjaan.

  • Kalau saudara tidak melayani Tuhan, dihadapan Tuhan engkau menganggur karena engkau tidak berfungsi bagi Tuhan, engkau tidak bertanggung jawab atas tubuh jasmani dan rohanimu.
  • Juga meskipun saudara sibuk dengan pekerjaan saudara, sibuk mengurus rumah tangga, tetapi bila engkau tidak melayani Tuhan, engkau menganggur di mata Tuhan.

20:4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi.

20:5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.

20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?

20:7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.

Menganggur bukan berarti tidak bekerja. Menganggur dalam ayat di atas diartikan bekerja secara jasmani tetapi tidak termotivasi untuk kemuliaan Tuhan.

  • Sadari dahulu bahwa saudara adalah milik Tuhan.
  • Kalau saudara milik Tuhan, berarti apapun yang saudara kerjakan baik kerja di dunia sekuler maupun kerohanian, semua hanya untuk kemuliaan Tuhan.

1 Korintus 6 : 20

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Muliakan Allah dengan tubuhmu, karena kita sudah dibeli, harganya sudah lunas dibayar oleh Yesus di atas kayu salib, berarti kita bukanlah milik kita lagi dan kita adalah milik Allah.

  • Jika kita milik Allah, berarti apapun yang kita kerjakan, kita melakukannya bagi Allah dan bagi kemuliaan Allah.
  • Kita tidak bisa mencuri kemuliaan Allah, termasuk juga persepuluhan adalah milik Allah juga, jadi tidak bisa dicuri.
  • Saya tidak hanya membicarakan persepuluhan saja tetapi juga membicara-kan perseratusan yang merupakan pengabdian atau difosi.

Kalau saudara termotivasi bekerja untuk kemuliaan Tuhan berarti saudara bukan-lah orang yang menganggur.

  • Kalau saudara bekerja dan hasilnya hanya bagi diri saudara sendiri, itu sama saja status saudara adalah orang yang menganggur.
  • Sadarilah bahwa kita adalah milik Allah, oleh sebab itu penguasa hidup kita bukanlah kita lagi, tetapi Tuhan.

Jika uang sangat berharga, betapa jauh lebih berharganya lagi darah Yesus, karena darah Yesus tidak terbayar oleh apapun juga karena darah adalah kehidupan.

  • Demi membeli saudara dan saya dari tangan kegelapan, Yesus rela mati di atas kayu salib.
  • Dia menyerahkan diri-Nya agar kita bisa menyadari bahwa kita adalah milik Tuhan.

Sadarilah bahwa kita milik Tuhan dan kalau kita milik Tuhan, maka apapun yang kita lakukan, kita melakukannya bagi Tuhan bukan untuk kemegahan diri sendiri lagi supaya dianggap orang dan dihormati orang.

  • Terkadang ketika kita melakukannya bagi Tuhan, kepala kita harus dibawah, sampai kita diinjak-injak oleh orang.
  • Tidak masalah jika Tuhan mengijinkan kita sampai “diinjak-injak” orang selama hal itu untuk kemuliaan Tuhan.
  • Tidak masalah jika kamu harus mengampuni orang yang menyakiti kita selama hal itu dilakukan untuk kemuliaan Tuhan.
  • Apapun yang kita kerjakan harus kita pertanggung-jawabkan karena kita adalah milik Tuhan bukan milik diri kita lagi.

Ketika kita menjadi orang Kristen, kita harus mengalami perubahan yang besar dalam hidup kita, tetapi bila kita tidak mengalami transformasi yang besar, berarti kekristenan kita belum benar.

  • Kita harus benar-benar mengalami perubahan mulai dari arah tujuan kita.
  • Injil Lukas berkata “mereka kawin mengawinkan, makan minum, dan pesta pora.”

Banyak yang sibuk dengan hal kawin mengawinkan, makan minum dan pesta pora sampai lupa untuk memuliakan Tuhan.

  • Banyak yang focus pada pekerjaan dunianya sehingga tidak focus lagi pada kerohaniannya.
  • Saudara bisa bangun pagi-pagi sekali jam 5 pagi untuk bekerja, tetapi ketika ke Gereja, yang mulai ibadah jam 10 pagi saja telat terus.
  • Kalau motivasi kita benar untuk kemuliaan Tuhan maka apapun yang kita kerjakan hanyalah memberikan yang terbaik bagi Tuhan.
  • Arah tujuan saudara harus berubah total, bukan lagi makan minum, kawin mengawinkan dan pesta pora, tetapi persiapkan dirimu untuk pesta bersama Bapa di Sorga di kekekalan nanti.

Kalau yang saudara pikirkan hanya “yang penting semua beres dan uang banyak”, betapa miskinnya kerohanianmu sekarang ini.

  • Tujuan kekristenan adalah “melihat Salib dan melihat Sorga”.
  • Untuk bisa memperoleh Mahkota Kehidupan, kita harus mengorbankan diri kita.
  • Tanpa pengorbanan diri sendiri tidak mungkin memperoleh Mahkota.
  • Sebelumnya kita mengejar tujuan hidup kita sendiri, tetapi sekarang kita harus mengejar penggenapan kehendak Allah.

1 Korintus 10 : 31

10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Saat engkau makan dan minumpun harus engkau lakukan untuk kemuliaan Allah.

Pernahkah saudara berpikir, saat saudara makan dan minum, saudara lakukan untuk kemuliaan Tuhan?

  • Jika semua yang kita lakukan untuk memuliakan Allah, pasti kita memiliki semangat hidup yang luar biasa.
  • Kita makan dan minum untuk kesehatan kita, dan kesehatan kita untuk memuliakan Allah, semua yang kita punya untuk kemuliaan Allah.
  • Kalau saudara sampai ke tingkat ini maka engkau tidak pernah terikat dengan dunia.

Arah tujuan hidup kita adalah ikut serta dalam Rapture dan hidup di kekekalan dan dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

  • Tuntutan pertanggung-jawaban rohani kepada kita dari Tuhan, seharusnya dapat “mengubah pola pikir dan pengenalan tubuh jasmani” kita.
  • Oleh sebab itu kita harus lebih berhati-hati dan lebih bertanggung-jawab lagi atas tubuh jasmani kita.

Matius 13 : 45-46

13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.

Misalnya saudara menggali tanah dan menemukan “barang” berharga. Begitu saudara tahu bahwa barang itu berharga, saudara pasti rela mengorbankan segala sesuatunya untuk mendapatkan “barang” tersebut.

  • Tetapi saat bertemu dengan Tuhan, tidak sesederhana seperti saat saudara menemukan barang berharga tadi, lalu rela mengorbankan segalanya.
  • Karena saat saudara bertemu dengan Tuhan, belum tentu saudara mau merelakan segalanya demi Tuhan.

Dalam ayat 45 tersebut diatas, ada kata “pedagang”, artinya ada proses jual beli yang mengarah pada untung dan rugi.

  • Untuk mengenali mutiara yang berharga atau yang tidak berharga, kita harus mengenali dan mempelajari perbedaannya.
  • Bagi orang yang tidak mengenal mutiara, ketika dia menemukan mutiara yang tidak dikenalnya itu, pasti akan langsung dia buang.

Berapa “nilainya kemustikaan” atau “berharganya Yesus” bagi diri saudara? Jika Yesus sangat-sangat berharga bagi saudara, pertanyaannya kepada saudara :

  • Mengapa engkau tidak menyerahkan hidupmu sepenuhnya bagi Tuhan?
  • Mengapa hidupmu masih engkau utamakan bagi kepentingan diri sendiri?
  • Mengapa engkau tidak punya “motivasi yang utama” yang ditujukan hanya untuk kemuliaan Tuhan saja?

Sadarkah saudara, jika saudara tidak mengenal Tuhan maka saudara tidak akan tahu betapa berharganya Tuhan bagi saudara?

  • Banyak orang Kristen yang tidak mengerti berharganya Tuhan bagi dirinya sehingga tanpa disadari dirinya menjadi seperti babi atau anjing.
  • Yesus berkata, “Jangan melemparkan mutiara kepada babi dan anjing”.
  • Babi terus main di kubangan, manusia terus hidup dalam hawa nafsu, hidup dalam dosa, tidak mau diatur, mau berbuat dosapun urusan saya sendiri.
  • Orang seperti inilah yang tidak tahu betapa berharganya kemustikaan Tuhan.

Kalau saudara mengenal Tuhan maka saudara rela melepaskan segalanya demi Tuhan, termasuk harga dirimu dan hidupmu.

  • Apakah saat ini saudara sudah mengenal Tuhan dengan benar?
  • Banyak orang Kristen yang berkata “mengenal Tuhan” tetapi dia tidak tahu betapa berharganya Tuhan dalam hidupnya.

Matius 7 : 6

7:6 “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

Anjing suka mengendus, artinya mencium kedagingan, mencium keduniawian, arti-nya banyak orang yang lebih suka hidup dalam keduniawian, yang dipikirkannya hanya uang atau kenikmatan dunia lainnya.

  • Tidak ada Tuhan tetap sukacita, tetapi saat tidak ada uang menangis tersedu.
  • Putus cinta menangis tersedu, tetapi begitu hidup nyaman dosa jalan terus.
  • Sesungguhnya, jika saudara mengenal Tuhan, saudara akan tahu betapa berharganya Tuhan bagi saudara.
  • Jika saudara “mengenal kemustikaan Tuhan” dan jika saudara tahu betapa berharganya Tuhan, barulah saudara mau mengejar Tuhan dengan serius.

Jangan lagi menjadi orang Kristen yang hidup dalam kubangan lumpur atau hidup dalam hawa nafsu yang selalu mengendus keduniawian.

  • Yesus, terutama adalah pemuas kebutuhan rohani kita karenanya kebutuhan jasmani kita atau berkat-berkat jasmani jangan menjadi yang utama.
  • Oleh sebab itu jangan pernah memanfaatkan Tuhan hanya untuk minta curahan berkat-berkat bagi kebutuhan jasmanimu belaka.
  • Kejarlah yang rohani dulu, maka kita juga akan mendapatkan yang jasmani.

Jika engkau melakukan kehendak Tuhan, maka engkau akan hidup bagi Tuhan.

  • Berapa banyak orang Kristen yang sudah mengenal kemustikaan Tuhan?
  • Berapa kali saudara sudah merayakan Natal dan menyanyikan lagu Malam Kudus?
  • Setiap tahun kita “menyalakan lilin Natal agar menjadi terang”, apakah kita sudah menjadi terang?

Saudara hanya sekedar menyanyi, tetapi hidupmu tidak pernah menjadi terang.

  • Bukankah hal ini hanya sekedar “kekristenan rutinitas?”
  • Kalau saudara hanya sebagai Kristen rutinitas, maka saudara tidak pernah menjadi orang Kristen yang serius mencari Tuhan dan mengenal Tuhan.

PEMBAHASAN TENTANGBENDAHARA YANG TIDAK JUJUR

Lukas 16 : 1 – 13

16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.

16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.

16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.

16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.

16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?

16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.

16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”

16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Perumpamaan ini menggambarkan tentang “bendahara yang jujur dan yang tidak jujur”.

  • Yesus sebenarnya tidak memuji ketidak-jujuran si bendahara, tetapi Dia memuji kemampuan bendahara itu melihat masa depannya dan melakukan perencanaan secara bijaksana.
  • Bendahara melihat bahwa dirinya akan dipecat dan kalau dipecat ada orang yang berbaik hati pada dirinya.
  • Tuhan mau saudara membuat perencanaan secara bijaksana.

Lukas 16 : 1

16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.

Ada kata “menghamburkan”, yang artinya pemborosan, masalahnya apakah pem-borosan termasuk dalam ketidak-jujuran? Jawabannya : “Tidak”.

  • Pemborosan bukan berarti tidak jujur, memang benar dia boros tetapi bukan berarti dia mencuri.
  • Kata “tidak jujur” dalam terjemahan aslinya, dalam bahasa Yunani memakai kata “adika” atau “wrong way” atau “tidak tepat”.
  • Bendahara ini tidak mencuri tetapi dia “hanya salah atau tidak tepat” dalam menggunakan uang.
  • Jadi ayat ini lebih tepat memakai kata “tidak setia” berhubung ada kata “penghamburan atau pemborosan” yang bukan berarti dia tidak jujur.
  • Bendahara ini hanya “tidak setia” dalam menggunakan uang tuan nya.

Bendahara memakai kata “oikonomos” yang terdiri dari dua suku kata, yaitu “oiko” (rumah) dan “nomos” (hitung). Jadi bendahara artinya management rumah tangga.

  • Bendahara mempunyai wewenang untuk mengatur rumah tangga, dia akan menjamin semuanya lancar.
  • Bendahara memegang tanggung jawab atas bisnis gandum dan minyak.
  • Jika ibu-ibu di berikan uang belanja dapur dari suami, lalu dipakai untuk beli HP model baru di Mall, apakah mereka bisa disebut tidak jujur?
  • Bukan berarti tidak jujur, tetapi tidak setia menggunakan uang belanja itu.

Orang yang memboroskan hartanya bukan berarti tidak jujur, orang tersebut hanya tidak setia dalam menggunakan uang.

  • Saudara milik Yesus, berarti saudara adalah pengelola.
  • Apakah saudara sering memboroskan waktu untuk main games, menonton televisi, menonton drama Korea, atau main handphone?
  • Apakah saudara sering memboroskan tenaga untuk sesuatu kegiatan yang tidak perlu?

Pacaran setiap hari dengan alasan tidak bisa hidup tanpa dia, seharusnya saudara tidak bisa hidup tanpa Yesus, bukan tanpa pacar.

  • Kalau kita sadar siapa diri kita dan milik siapa kita, maka kita tidak akan memboroskan waktu dan tenaga kita untuk sesuatu yang sia-sia.
  • Banyak orang Kristen yang masih boros dalam segala hal.

Sebagai bendahara, apakah saudara sudah bisa disebut sebagai bendahara yang setia?

  • Apakah sudah benar menggunakan uang?
  • Sepuluh persen saudara bisa berikan untuk pelayanan, tetapi sembilan puluh persennya saudara boroskan untuk keperluan saudara sendiri.
  • Apakah saudara bisa berkata bahwa saudara sudah menjadi orang beriman?
  • Orang seperti ini bukan orang beriman tetapi orang yang cari aman.

Saudara bukan hanya bendahara keuangan, tetapi juga bendahara waktu dan tenaga.

  • Apakah saudara sudah bisa mengatur waktu dengan efektif dan efisien untuk kepentingan Tuhan?
  • Atau waktu saudara masih banyak saudara pakai hanya untuk kepentingan diri sendiri?

Saudara adalah pengelola yang memiliki tanggung jawab rohani dan jasmani, oleh sebab itu jangan boros.

  • Sebagai bendahara banyak yang tidak tahu arah dan tujuan hidupnya.
  • Baginya yang penting punya uang dan bisa menghamburkan semuanya.
  • Orang seperti ini tidak memiliki cara pengaturannya atau managementnya

Yohanes 8 : 14

8:14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.

Yesus tahu darimana Dia datang dan kemana Dia pergi, oleh sebab itu mulai hari ini kita juga harus tahu dari mana kita datang dan kemana kita akan pergi.

  • Kita datang dari Tuhan dan saat kita mati, kita mau pergi kemana?
  • Kita harus tahu tujuan kita, kita harus memilih tujuan kita dengan benar dan pasti, yaitu ke Sorga bukan ke Neraka.

Orang yang lahir atau datang dari Neraka, mereka pasti akan hidup dan bertingkah-laku sebagai orang- orang bebal penghuni Neraka.

  • Tetapi saudara sudah jelas lahir dari Tuhan dan datang dari Sorga, oleh sebab itu saudara harus hidup untuk Tuhan dan sebagai orang Sorga.
  • Jika engkau sudah sadar tujuanmu ke Sorga, jalanilah hidupmu nenuju ke Sorga meskipun jalannya tidak mudah karena melewati jalan “via dolorosa” (jalan penderitaan), dimana saudara harus berkata tidak pada dosa.
  • Ingat, Tuhan memberi kita kasih karunia dan harus dipertanggungjawabkan.

Apakah setelah berbuah, saudara langsung bebas dari ikatan?

1 Petrus 2 : 16

2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

Kita semua adalah para hamba Allah, oleh sebab itu hiduplah sebagai hamba Allah.

Sebagai hamba Allah, berarti saudara punya Tuan dan Tuan saudara akan mem-bawa saudara ke tempat dimana Tuan-mu berada.

  • Kalau saudara tahu tujuan hidupmu, pasti saudara memiliki hidup yang sangat berarti bagi dirimu sendiri, bagi Kerajaan Sorga dan bagi orang-orang di sekitarmu.
  • Saudara hidup bukan untuk kepentingan saudara lagi, tetapi engkau hidup untuk kepentingan Allah.

Pertanyakan pada diri kita sendiri :

  • “Saya adalah pengelola, apakah saya memboroskan waktu saya, apakah saya memboroskan energy saya, apakah saya memboroskan uang saya untuk kepentingan diri sendiri?
  • Kalau saudara boros, bukan berarti saudara tidak jujur tetapi saudara tidak setia.
  • Harusnya apa yang engkau miliki, pergunakanlah untuk memuliakan Allah.

1 Petrus 4 : 10 – 11

4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

Ada kalimat yang hebat dari ayat ini, “pengurus yang baik dari kasih karunia Allah”.

  • Apakah ada diantara kita yang merasa belum mendapatkan kasih karunia Allah?
  • Kalau saudara merasa belum mendapatkan kasih karunia Allah, berarti saudara belum diselamatkan.
  • Jika saudara sudah mendapatkan kasih karunia Allah, peliharalah kasih karunia itu dengan melayani satu sama lain.
  • Pakailah waktu kita benar-benar hanya untuk Tuhan.

4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin

Tujuannya supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu, ingatlah kita sudah di-berikan kasih karunia dari Allah, oleh sebab itu sekarang ini kitalah pengurus kasih karunia itu, misalnya :

  • Saudara sudah Tuhan berikan anak, urus anak saudara dengan benar.
  • Saudara sudah Tuhan berikan waktu, pakai waktu saudara dengan benar.
  • Saudara sudah Tuhan berikan kesehatan, urus kesehatanmu dengan benar.
  • Pakailah semua yang kita miliki untuk memuliakan Allah.
  • Pakailah semua yang Tuhan berikan kepada kita untuk kemuliaan Allah.

Handphone yang ada di tanganmu, pakailah untuk kemuliaan Allah, dengan cara membagikan firman atau kesaksian, sebaliknya jangan pernah digunakan untuk membagikan gossip dan kesalahan orang lain.

  • Handphone mu jangan digunakan untuk main games selagi dengar khotbah, atau untuk kepentingan diri sendiri saja, tetapi pakailah untuk kemuliaan Tuhan.
  • Senangkan hati Tuhan dengan yang ada padamu, senangkan Tuhan dengan handphone mu.
  • Pakailah apa yang ada padamu untuk memuliakan Tuhan.

Tuhan tidak minta “apa yang tidak ada padamu”, Tuhan hanya minta apa yang ada padamu.

  • Apa yang tidak ada di tanganmu, bisa Tuhan tambahkan asalkan kamu setia dengan apa yang ada di tanganmu.
  • Kalau yang ada di tangan kita saja, kita sudah tidak setia, bagaimana kita bisa mendapatkan sesuatu yang lebih?

Lukas 16 : 10

16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Kata “tidak benar” dalam ayat ini sama artinya dengan kata “tidak setia”.

  • Jika engkau tidak melayani, berarti saudara tidak setia.
  • Jika engkau memakai tubuhmu, waktumu dan energy mu untuk kepentingan dirimu sendiri berarti saudara tidak mengurus kasih karunia dengan benar.

Bendahara yang boros harus bertanggung jawab pada otoritas yang Tuhan berikan pada dia.

  • Berapa banyak orang yang menghamburkan waktunya dan menghamburkan tenaganya hanya untuk kepentingan dirinya sendiri?
  • Setiap orang Kristen sudah punya otoritas atau punya tanggung jawab untuk memberi laporan pada Tuan nya.
  • Misalnya, saat ini Tuhan tiba-tiba datang dan Dia menagih laporan kepada kita, apakah ada pemborosan.

Ketika Tuhan datang, akan banyak di temukan pemborosan yang kita lakukan, banyak waktu yang kita boroskan, banyak tenaga yang kita boroskan, banyak uang yang kita boroskan, yang ternyata hanya untuk kepentingan diri sendiri, tidak untuk kemuliaan Allah.

  • Ketika Tuhan menagih kita, apakah kita sudah menjadi bendahara yang setia atau tidak setia?
  • Dalam Imamat 25 : 36-37 dan Ulangan 23 : 19-20 dijelaskan tidak boleh menarik riba.

Dalam tradisi orang Yahudi tidak boleh menarik riba tapi dalam Lukas 16 tentang minyak dan gandum boleh ada riba, mengapa?

  • Bendahara memotong hutang sahabat-sahabatnya untuk menjalin hubungan dengan sahabat-sahabatnya.
  • Di dalam hukum orang Yahudi, mereka tidak di ijinkan untuk mengambil riba kecuali untuk bisnis.
  • Misalnya si M lagi membutuhkan uang lalu pinjam uang pada si F dan si F tidak boleh menarik riba karena si M lagi membutuhkan.
  • Tetapi kalau uang itu di gunakan oleh si M untuk bisnis tidak masalah kalau si F menarik riba.

Oleh sebab itu, orang Yahudi tidak memberikan pinjaman dalam bentuk uang tapi dalam bentuk minyak dan gandum.

Dalam Taurat dan Perjanjian Baru, kalau ada yang pinjam minyak lima puluh tempayan, dia harus mengembalikan seratus tempayan. Jadi dibungakan sebanyak seratus persen.

Peraturan orang Yahudi soal pinjam-meminjam uang ini sah untuk bisnis, tetapi kalau pinjam uang untuk keperluan pribadi tidak boleh menarik riba.

  • Kalau untuk bisnis bisa menarik riba sebesar-besarnya.
  • Riba untuk minyak seratus persen karena banyak terjadi kecurangan dengan ditambah air.
  • Jadi ribanya besar.

Lukas 16 : 6-7

16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.

16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

Bendahara itu berkata, “Hutangmu seratus tempayan minyak, dipotong menjadi lima puluh tempayan” dan “hutangmu seratus pikul gandum, dipotong menjadi delapan puluh pikul.

  • Bendahara itu tidak menarik riba, supaya saat dirinya butuh bantuan, orang yang dibantu kembali membantu.
  • Inilah “Bendahara yang cerdik”, karena mempergunakan otoritasnya demi hari depannya.
  • Tetapi anak-anak Kerajaan Sorga seharusnya lebih cerdik dan lebih pandai bila dibandingkan dengan Bendahara itu. Bukan berarti kita curang.

Saudara dengar firman dan saudara bertobat, berarti saudara orang-orang yang paling cerdik dibandingkan dengan orang-orang dunia.

  • Bendahara ini tahu bahwa Tuan nya sudah tahu kasusnya, oleh sebab itu dia membereskan semuanya agar dirinya selamat.
  • Kita harus lebih cerdik, kalau dahulu kita melakukan banyak pemborosan dalam hal keuangan, waktu dan tenaga, maka sekarang kita memakai apa yang ada pada kita sekarang dengan benar.
  • Kita pakai apa yang ada pada kita sekarang untuk memuliakan Allah, di-sinilah letaknya kecerdikan saudara.

Kalau saudara masih memakai uangmu, waktumu dan tenagamu hanya untuk kepentingan dirimu sendiri, berarti saudara bodoh dan bukannya cerdik.

  • Kita harus melihat tradisi orang Yahudi, kalau pinjam uang, maka uang akan menyusut sebab tidak boleh menarik riba.
  • Oleh sebab itu orang Yahudi tidak mau meminjam uang, tapi mereka pinjam barang untuk bisnis.
  • Ketika meminjam barang untuk modal bisnis, mereka harus mengembalikan seratus persen atau ditambahkan dua puluh persen diatasnya.
  • Bendahara ini pintar dan bijak.

Begitu dia tahu Tuan-nya sudah tahu kasusnya dia, dia panggil orang-orang yang berhutang, agar mereka punya hutang budi pada Bendahara.

  • Ketika saudara tahu dan sadar setelah mendengar firman, maka saudara harus kembali ke jalan Tuhan dan apa yang saudara punya, saudara pakai untuk memuliakan Allah.
  • Kalau saudara berhasil sampai ke tingkat ini, maka saudara adalah orang yang paling cerdik.
  • Bendahara ini setelah bermasalah dengan Tuan nya, dia memotong bunga uang piutangnya demi menjalin hubungan baik dengan yang berhutang.

Bendahara yang malas ini dipecat, tapi dia berbuat kebaikan dengan melakukan kasih terhadap sesamanya.

  • Dia mencari sahabat, sebelum dia dipecat Tuan-nya.
  • Intinya adalah kesadaran dari kita untuk berubah, sehingga saat kita sadar kita salah, maka kitapun segera berbalik ke jalan Tuhan.

Katakan dalam hatimu : “Saya adalah pengelola kasih karunia Allah, karenanya saya tidak lagi membuang waktu, tidak lagi boros, karena saya mau hidup untuk memuliakan Allah”.

  • Kalimat “bendahara yang tidak jujur”, terjemahannya sangatlah tidak tepat, karena lebih cocok diterjemahkan dengan kata “bendahara yang tidak setia” karena bendahara ini memboroskan atau menghamburkan uang, tetapi dia tidak mencuri.
  • Tuhan berkata, “kamu cerdik” karena kamu mulai berbuat kasih, kamu mulai berbalik ke jalan Tuhan ketika kamu telah sadar sudah berbuat salah.

Berapa banyak orang Kristen walaupun telah tahu dirinya salah, tetapi tidak pernah berbalik ke jalan Tuhan?

  • Jikalau saudara telah tahu salah tetapi tidak mau berbalik ke jalan Tuhan, berarti saudara sama dengan bendahara yang tidak mau  bertobat.
  • “Ketidaksetiaan karena pemborosan”, bukan kunci dari perumpamaan ini.
  • Kunci dari perumpamaan ini, adalah bendahara membereskan dirinya ketika dia sadar telah salah dan ketika masih ada kesempatan untuk berubah.

Saudara harus membereskan hidupmu yang amburadul dengan sungguh-sungguh, selagi masih ada kesempatan.

  • Bereskan hidupmu dan segala sesuatunya dihadapan Tuhan.
  • Jangan lagi memboroskan waktumu, uangmu, tenagamu dan apa yang ada padamu, tetapi gunakan semuanya untuk memuliakan Allah, tidak lagi untuk kepentingan diri sendiri.
  • Kita harus tahu keinginan dan kehendak Tuhan dan kita lakukan karena kita hidup untuk Tuhan dan kita hanya mengelola apa yang Tuhan percayakan pada kita.

Beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari yang Tuhan percayakan kepada saudara untuk dikelola dengan baik.

  • Saudara punya anak, kelola anak saudara dengan baik.
  • Saudara punya uang, kelola uang itu dengan benar.
  • Saudara punya tenaga, kelola tenaga saudara untuk Tuhan.
  • Saudara punya waktu, kelola waktu saudara untuk memuliakan Tuhan.

Ada banyak hal yang Tuhan percayakan pada kita, yang bisa kita pergunakan untuk memuliakan Tuhan, dan tidak hanya untuk kepentingan diri kita sendiri.

1 Timotius 6 : 10

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Akar dari segala kejahatan di dunia ini adalah cinta uang, sehingga kita manusia yang Tuhan ciptakan dengan sangat berharga, kita lebih dari mahkluk apapun di dunia ini, kita mutiaranya Tuhan sampai Tuhan mau mati bagi kita.

  • Oleh sebab itu jangan boroskan uangmu untuk kenikmatan diri sendiri.
  • Ketika hati saudara melekat pada uang, berarti hatimu tidak ada pada Tuhan.
  • Ketika hatimu terfokus pada materi, hatimu juga tidak ada pada Tuhan.

Kalau saudara “tidak mau terjerat oleh uang”, cintailah Tuhan dengan benar.

  • Saudara punya uang atau tidak punya uang, senyum tetap ada di wajahmu, karena punya uang atau tidak punya uang bukanlah jaminan bagi kita, sebab jaminan kita hanya ada pada Tuhan.
  • Tidak usah takut dengan kondisi apapun, karena kitalah bendahara dan kitalah pengelola.
  • Oleh sebab itu berhati-hatilah dengan segala sesuatu yang Tuhan percayakan pada kita, terutama anugerah.

Hari ini kita disadarkan oleh firman-Nya, janganlah terikat dengan segala sesuatu dan janganlah terikat dengan apa yang saudara miliki.

  • Karena apa yang saudara miliki itu kepunyaan Tuhan, bahkan engkaupun milik Tuhan, maka Tuhan akan jaga dan Tuhan akan bela saudara.
  • Jangan sampai kita menjadi bendahara yang tidak setia, yang memboroskan segala sesuatunya, karena kita adalah pengelola, dan jangan boros lagi.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK – CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

APA ARTI IMAN? – 31 DESEMBER 2019

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11 : 1)

APA ARTI IMAN

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH SELASA 31 DES. 2019

===============

TUTUP TAHUN 2019

SHALOM !

Sebelum masuk dalam khotbah ini, terlebih dahulu saya dan istri saya mohon maaf atas setiap kata ataupun tindakan kami yang tidak berkenan di hati saudara di sepanjang tahun 2019 yang segera akan berlalu.

Saya minta kita tundukkan kepala sejenak, agar sebelum kita memasuki tahun 2020, sampah-sampah rohani yang masih melekat pada diri kita masing-masing selama menapaki tahun 2019, tidak kita bawa ke tahun 2020.

Kalau kita membawa sampah rohani 2019 ke 2020 bisa saja membuat kita sakit-sakitan atau mulai sakit jasmani dan sakit rohani. Karenanya marilah kita masuki 2020 dengan keyakinan “bahwa Tuhan menyertai kita dan kita percaya bahwa kita akan lebih dari pemenang”.

Hari ini saya akan membahas tentang “IMAN”, dengan versi atau pendekatan yang berbeda dari khotbah-khotbah terdahulu “tentang iman”. Dengan demikian maka judul khotbah hari ini, adalah “APA ARTI IMAN ?”

Kita akan memasuki 2020 bukanlah menapaki jalan yang mulus, tetapi jalan yang lebih sulit dilalui karena berbatu-batu yang tajam dan jalan yang berliku-liku.

  • Tetapi janganlah takut, sebab jika saudara setia mengikuti jalan Tuhan, maka engkau tidak akan pernah tersandung.
  • Tetapi janganlah menjadi ahli Taurat, saudara harus bersedia untuk ditegur.

Ibrani 11 : 1

11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Jadi, iman adalah penghubung yang rohani, yang tidak bisa dilihat dengan mata jasmani, tetapi hanya bisa dilihat dengan mata rohani.

  • Di dalam kita ada Roh Allah dan Dia adalah penghubung antara jasmani dan rohani kita, yang disebut “iman”.
  • Iman tidak hanya berbicara tentang kita berdoa dan mendapatkan sesuatu.
  • Iman adalah perjalanan rohani kita sampai kita masuk ke Tanah Perjanjian.
  • Saudara tidak pernah melihat Sorga, tetapi mengapa mau percaya Sorga itu ada? Jawabannya, “Karena ada iman di dalam saudara dan saya”.

Kalau saudara tahu Sorga itu ada dan saudara akan ditempatkan di Sorga, maka perjalanan saudara sampai masuk di Sorga, dibutuhkan yang namanya iman.

  • Tanpa iman tidak akan bisa berkenan dihadapan Allah.
  • Dalam ensiklopedia, kata IMAN adalah kepercayaan, dan kepercayaan arti-nya bergantung atau berharap.
  • Jadi orang beriman, adalah orang yang bergantung pada Tuhan dan bukan bergantung pada otak manusia, serta bukan pula bergantung pada orang yang bisa menolong saudara atau pada kekuatanmu sendiri dan hartamu.
  • Orang yang percaya, seharusnya hanya bergantung kepada Tuhan dan juga tidak bergantung pada apapun.

Oleh karena itu Yesus Kristus datang ke dunia “tidak pernah menawarkan agama” tetapi menawarkan hubungan.

  • Allah memberi kita iman agar kita bisa berhubungan dengan Allah yang tidak kelihatan.
  • Begitu kita beriman kepada-Nya, barulah kita bisa berkontak dengan Allah.
  • Kalau saudara tidak punya iman, saudara tidak bisa berkontak dengan Allah.
  • Karenanya bila saudara sulit berdoa, berarti imanmu bermasalah.

Bila saudara punya iman, ketika saudara mau berdoa tetapi si jahat mengganggu pikiranmu sehingga melayang kemana-mana, oleh sebab itu saudara harus masuk dalam peperangan melawan si jahat karena saudara orang beriman.

Yakobus 1 : 8

1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Tetapi “siapapun yang hatinya bercabang, tidak akan bisa tenang hidupnya” sampai kapanpun; mengapa demikian?

  • Karena di satu sisi saudara percaya Tuhan, tetapi pada sisi yang lain saudara mengandalkan otak saudara dan kekuatan saudara, maka saudarapun tidak akan tenang sampai kapanpun.
  • Tuhan memberi saudara iman agar saudara percaya bahwa di tengah badai sekalipun, Dia tetap menyertai saudara.

Banyak orang Kristen sudah terbiasa dengan pola hidup lama, yang saat timbul masalah akan selalu melihat ke kanan ke kiri siapakah yang bisa menolong dia.

  • Tuhan mau saudara punya iman, percaya dan melakukan firman-Nya.
  • Iman bukan sekedar percaya saja.
  • Kalau sekedar percaya, iblis juga bisa selamat karena diapun percaya.

Yakobus 2 : 19

2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Terjemahan setan-setan tidak tepat, seharusnya roh jahat (diamonia) juga percaya.

Markus 5 : 6

5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,

Ayat ini berbicara tentang orang yang kerasukan roh jahat, artinya roh jahat telah menguasai orang itu, tetapi karena dia juga tahu Yesus itu Tuhan, maka diapun berlari mendatangi Yesus dan menyembah Yesus.

  • Oleh sebab itu jangan berpikir saat saudara sudah di gereja, saudara angkat tangan dan menyembah, saudara sudah pasti selamat.
  • Hal yang harus saudara prioritaskan adalah bagaimana caranya agar saudara dengan sungguh-sungguh bisa mempercayakan diri saudara kepada Tuhan.

Ingatlah, bahwa Iblis juga percaya Yesus itu Tuhan, iblis juga percaya Yesus telah dibangkitkan, tetapi apakah iblis mau mempercayakan dirinya kepada Tuhan?

Jawabannya : “Tidak”.

  • Pertanyaannya bagi saudara : “Saudara percaya Yesus itu Tuhan?” Saudara pasti akan menjawab : “Saya Percaya”.
  • Apakah saudara mau “mempercayakan diri saudara kepada Tuhan” sampai saudara mau dibentuk dan diproses walaupun itu sakit? Apa jawabanmu? Jawab sendiri dalam hatimu.

Kalau kita membahas tentang “iman”, kita tidak bisa lepas dari sosok bapak orang beriman, yaitu Abraham.

Yohanes 8 : 39-43

8:39 Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

Kalau kamu berkata, kamu anak Abraham, berarti “kamu juga mengerjakan” apa yang Abraham lakukan, bukan apa yang dilakukan Abram.

8:40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

Mungkin kita tidak pernah berkeinginan untuk membunuh Yesus dalam hidup kita, tetapi kita sering membungkam mulut-Nya saat Dia mau bicara pada kita.

  • Tuhan baru saja mau berbicara kepada kita, tapi kita medahului Dia dengan berkata, “sebentar Tuhan, saya masih masak, saya masih banyak pekerjaan”.
  • Kita sering membungkam mulut Tuhan, karena kita sering tidak mempeduli-kan Tuhan oleh perbuatan dan perkataan kita.
  • Misalnya, kita tahu Tuhan tidak suka apa yang kita lakukan, tetapi seringkali kita terus menerus melanggar firman-Nya, karena kita hanya memikirkan kesenangan pribadi kita sendiri.

Sadarkah saudara saat saudara melakukan apa yang Tuhan tidak senang, berarti saudara sedang menikam Tuhan dari belakang?

  • Jika saudara “menikam” Tuhan, sadarkah saudara suatu hari saudara bisa “membunuh Tuhan” (kiasan), sampai Roh Tuhan tidak hidup lagi di dalammu, dan engkaupun tidak memiliki gairah lagi akan Tuhan.
  • Kita bisa saja berkata, kita bukan “pembunuh” Tuhan, tetapi tanpa kita sadari dengan gaya hidup kita yang angkuh, sombong, secara tidak langsung kita sedang menikam Tuhan.

Pernahkah saudara memukul dada saudara sendiri ketika saudara sadar telah bersalah karena melanggar firman-Nya dan berkata pada Tuhan, “Tuhan, ampuni saya karena sudah menyakiti-Mu”?

  • Masalahnya sekarang bagi saudara, seberapa dalamkah saudara sungguh-sungguh ingin bertobat?
  • Seberapa dalamkah saudara mengenal Tuhan?
  • Kalau saudara sudah mengenal Tuhan, saudara tidak akan menyakiti hati Tuhan.

8:41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”

8:42 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Yesus berkata : “Jikalau Allah adalah Bapamu, maka kamu akan mengasihi Aku”, artinya kalau kamu mengasihi Allah, Tuhan mu, maka engkau akan mengasihi sesamamu seburuk apapun pribadinya.

  • Kalau saudara terpancing mau marah atau membenci seseorang karena perilaku dan tutur bahasanya yang jahat, bayangkan ada Yesus dalam diri orang tersebut, sehingga saudara tidak jadi membenci orang itu.
  • Kalau saudara sudah membayangkan ada Yesus dalam diri orang tersebut, saudara tidak akan membenci orang tersebut.

Tadi sewaktu saya lagi berdoa, Tuhan berkata, “Inilah jiwa-jiwa yang kupercayakan padamu, rawatlah mereka baik-baik”.

  • Saya disuruh Tuhan merawat saudara, sedangkan saya sendiri tidak kuat melewati badai demi badai dalam hidup saya, tapi Tuhan selalu berkata pada saya “Kamu kuat, karena Aku ada bersamamu”.
  • Yang mau diobati, marilah sama-sama kita obati tapi yang tidak mau diobati, doakan terus supaya dia mau diobati.

8:43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.

Karena degilnya kamu sampai kamu tidak mampu lagi menerima firman-Ku.

Yohanes 8 : 39

8:39 Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham”. Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham”.

Kata Yesus kepada mereka : “Jikalau kamu mau diselamatkan, kamu harus punya iman seperti iman Abraham”. Kalau kamu tidak punya iman seperti iman Abraham, maka keselamatanmu berada dalam bahaya besar.

Roma 4 : 12

4:12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.

Jikalau saudara mengaku orang beriman, maka saudara harus mengikuti jejak iman Abraham dan bila saudara mau diselamatkan maka harus memiliki iman seperti iman Abraham. Apakah yang dimaksudkan dengan “iman Abraham?”

APA YANG ABRAHAM KERJAKAN SEBAGAIBAPA ORANG BERIMAN”, ADALAH :

  1. Abraham Membangun persekutuan dengan Tuhan

Kita bersekutu dengan tubuh Kristus Yesus, itu artinya kita menyatu dengan tubuh Kristus Yesus. Jadi kalau saudara berkata saudara orang beriman dan orang yang bersekutu dengan Tuhan, itu artinya saudara adalah orang yang berkomunikasi dengan Allah, orang yang selalu berkontak dengan Allah dan orang yang selalu menyatu dengan Allah.

Kalau saudara tidak menyatu dengan Allah, berarti saudara belum bisa disebut sebagai orang beriman. Mengapa demikian?

  • Karena persekutuan kita dengan Allah bukan hanya sekedar berdoa, tetapi perbuatanmu juga harus sesuai dengan kehendak Allah.
  • Jikalau perbuatanmu kacau balau, Tuhan juga bisa bingung dengan dirimu.
  • Jangan hanya manis saat berdoa di kamar atau di Gereja, tetapi dengan sesamamu engkau terus membenci mereka.

Persekutuan dengan Allah, bukan penyatuan bahasa tetapi penyatuan kehendak, sehingga jika kita telah menyatu dengan Tuhan, akan membuat kita bisa mengerti kehendak Tuhan.

  • Ketika kita sudah mengerti dan melakukan kehendak Tuhan maka kita tidak akan tergores lagi oleh perkataan orang yang menyakiti kita.
  • Kita tidak peduli mau disalahpahami oleh orang-orang di sekitar kita, karena kita hanya menjalani atau melakukan kehendak Tuhan.
  • Biarlah orang lain berkata “sumbang” terhadap apa yang kita kerjakan, asalkan kita benar-benar melakukan kehendak Allah.

Kalau saudara belum punya hubungan atau persekutuan dengan Allah, jangan pernah berkata sudah melakukan kehendak Allah.

  • Kalau saudara sudah punya hubungan dengan Tuhan, punya persekutuan, punya keintiman dan kedekatan dengan Tuhan, saudara bisa menyerahkan segalanya bagi Tuhan, bahkan anak saudara bisa saudara serahkan bagi Tuhan seperti Abraham.
  • Abraham tidak salah mengartikan permintaan TUHAN, karena yang Abraham serahkan itu Ishak, bukan dirinya dan bukan yang lain.
  • Abraham yakin dengan suara TUHAN, karena dia satu pikiran, satu perasaan dan satu kehendak dengan TUHAN.

Oleh karena itu, persekutuan saudara dengan Tuhan harus dibangun setiap hari bersama dengan Tuhan.

  • Kalau saudara tidak membangun persekutuan dengan Tuhan setiap harinya, maka rohani saudara akan “kedodoran”.
  • Jika tidak ada persekutuan dengan Tuhan, apa yang Tuhan tidak suka bisa saudara langgar terus-menerus karena tidak tahu pola piker-Nya Allah.

Roma 8 : 8

8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Allah kita adalah Roh. Saudara tidak mungkin berkenan kepada Roh Allah jika saudara masih hidup di dalam kedagingan saudara.

  • Saudara harus punya kontak dengan Allah agar nyambung dengan Allah.
  • Tuhan Yesus Kristus sudah “menyambung hubungan” manusia yang telah ter-putus dengan Allah, oleh tragedy taman Eden.

Efesus 2 : 13-14

2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.

Dahulu kita “jauh” dari TUHAN, tetapi oleh darah Kristus Yesus yang telah Dia curah-kan di atas kayu salib di Golgota, kita menjadi dekat dengan Bapa.

  • Berapa banyak orang Kristen telah memakai darah Yesus untuk membangun hubungan atau kontak dengan Allah?
  • Banyak yang berkata, “Saya orang beriman”, tetapi tidak punya hubungan dan persekutuan dengan Allah.
  • Padahal persekutuan adalah penyatuan Allah dengan umat-Nya.
  • Kalau saudara orang beriman berarti saudara harus menyatu dengan Allah.

2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

Tembok perseteruan yang memisahkan manusia dengan Allah, telah dihancurkan oleh darah Yesus, sehingga sekarang ini kita bisa berkontak dengan Allah.

Masalahnya bagi orang-orang Kristen sekarang ini, bagaimana caranya mereka bisa melakukan kontak dengan Allah, meskipun saluran kontak telah tersedia oleh Kristus Yesus?

  • Bagaimana mungkin saudara bisa punya kontak dengan Allah, bila saudara tidak pernah mengontak Allah?
  • Bagaimana mungkin saudara bisa punya kontak dengan Allah, bila saudara tidak pernah menggali firman-Nya dan tidak pernah menyatu dengan Dia?
  • Jika saudara tidak pernah mau membangun persekutuan dengan Tuhan, bagaimana mungkin saudara bisa disebut orang beriman?

Kalau saudara masih hidup dalam kesukaan diri sendiri dan tidak peduli dengan pikiran Allah, apakah saudara bisa disebut orang beriman?

  • Kita semua adalah anggota tubuh Kristus.
  • Misalkan saudara adalah jari-Nya dan jari-Nya terluka, pasti Tuhan obati.
  • Kesembuhan ilahi adalah uluran tangan Tuhan dan ketersediaan kita untuk mau disembuhkan oleh Tuhan.

Jika saudara mau disembuhkan Tuhan, tetapi tidak mau berdamai dengan semua orang maka saudara akan tetap pada luka itu dan saudara akan terus mengalami sakit rohani yang tidak akan bisa disembuhkan.

  • Jika sakit rohanimu engkau biarkan, maka rohani saudara bisa lumpuh.
  • Saudara harus membangun hubungan dengan Tuhan, dan intim dengan firman Tuhan.
  • Kalau saudara baca firman terus tapi tidak pernah berdoa maka akan menjadi ahli taurat.

Kalau saudara hanya berdoa terus-menerus, tetapi tidak pernah mau membaca firman, maka saudara akan menjadi dukun.

  • Jadi, kalau saudara benar orang beriman maka saudara harus membangun persekutuan dengan Tuhan.
  • Saudara harus paksakan diri saudara untuk bisa menyatu dengan Tuhan, sehingga saudara tahu apa yang Tuhan rasakan dan Tuhan pikirkan.

Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini maka saudara akan menjadi berkat bagi banyak orang.

2. Abraham berpaling dari dunia

Ibrani 11 : 8

11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Kalau saudara disuruh ke Amerika hari ini, saudara bisa cari tahu di Google Amerika seperti apa, tetapi Abraham disuruh Tuhan ke Kanaan keluar dari Haran.

Sedangkan negeri Haran peradabannya jauh lebih hebat dibandingkan di Kanaan.

  • Di Haran Abraham nyaman karena punya segalanya tapi Tuhan perintahkan Abraham untuk meninggalkan Haran dan pergi ke Kanaan.
  • Iman identic dengan ketaatan.
  • Kalau saudara orang beriman, saudara pasti taat, sebab kalau saudara taat, barulah saudara bisa disebut orang beriman.
  • Kalau saudara mengaku beriman tetapi saudara tidak taat, saudara belum beriman.

Yohanes 3 : 36

3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

Barangsiapa punya iman kepada Kristus, dia beroleh hidup yang kekal, tetapi kalau saudara tidak taat kepada Kristus, tetap saja engkau bukan orang beriman.

  • Iman dan ketaatan adalah hal yang identic.
  • Katakan pada diri kita “Kalau saya orang beriman, saya harus taat, tetapi kalau saya tidak taat, berarti saya belum layak disebut orang beriman”.

Peradaban Haran jauh lebih tinggi dibandingkan peradaban Kanaan, tetapi TUHAN perintahkan Abraham pergi meninggalkan Haran dengan tidak membawa apapun.

  • Abraham adalah orang terkaya di Haran, tetapi TUHAN sudah suruh dia pergi tanpa membawa harta kekayaannya.
  • Untuk apa Abraham punya semuanya itu, kalau tidak ada TUHAN?

Untuk apa saudara punya segala-galanya, kalau saudara tidak punya Tuhan, tetap saja saudara binasa.

  • Tidak salah saudara punya rumah, mobil dan harta yang lain, yang salah ada-lah ketika hatimu melekat pada semua hartamu itu.
  • Tidak salah punya banyak uang, yang salah adalah ketika saudara tidak men-jadi berkat.
  • Ingatlah! Saudara bekerja dan punya penghasilan bukan supaya kaya, tetapi supaya menjadi berkat.
  • Bagaimana caranya agar saudara tidak melekat dengan harta dunia saja, maka saudara harus lebih dahulu mengenal Tuhan lebih dalam.

Siapa yang tidak senang punya banyak uang, sedangkan roh jahat saja senang.

  • Waspadalah, sebab banyak uang bisa membelokkan imanmu dari Tuhan, juga bisa menghilangkan jam doamu karena mau bersenang-senang terus, maka yang terjadi adalah “uang telah menjadi laknat dalam hidupmu”.
  • Waspadalah, bila engkau diberkati dan banyak uang dan jika hatimu melekat pada uang-mu itu, maka engkau akan senang disembah oleh orang lain.

Jika saudara punya banyak uang hanya untuk kenikmatan diri sendiri, jika di suatu hari engkau tidak bisa menikmati uangmu, engkau akan menyesal dengan uang.

  • Karena masalah uang cukup banyak orang percaya rela meninggalkan Tuhan nya bahkan ada yang rela menyembah ilah lain.
  • Meskipun saudara tetap ke Gereja, tetap baca Alkitab, tetap berdoa, tetapi karena banyak uang saudara menjadi raja, berarti uang telah menjadikan engkau tuan bagi dirimu sendiri, uang telah menjadi laknat dalam hidupmu.

Saya pernah “mati” 20 menit dan dibawa Tuhan ke Neraka dan di Neraka Tuhan hanya memperlihatkan orang Kristen yang dijebloskan ke Neraka kepada saya.

  • Saya melihat seorang perempuan di dalam sumur emas yang mendidih.
  • Roh jahat mengambil perempuan itu dengan tusukan, lalu roh jahat tarik perempuan itu ke atas dan dicelupkan lagi ke sumur emas yang mendidih.
  • Tuhan berkata, “dialah orang yang cinta uang”.

Tuhan mau kehidupan kita bercukupan, tetapi Tuhan tidak mau bila kehidupan kita berlebihan yang menyebabkan kita melupakan Tuhan.

  • Amsal Salomo berkata, “Tuhan berikan aku cukup, supaya ketika aku kurang, jangan sampai aku menghina Engkau dan melupakan Engkau.
  • Berapa banyak orang percaya yang mau hidup berkecukupan dan berapa banyak orang percaya yang mau menjadi kaya raya?

Saya dan istri tidak ingin apa-apa, kami hanya ingin menjadi berkat bagi orang lain.

  • Ketika kita mati, kita tidak membawa apa-apa, walaupun kita bawa jam tangan kita ikut masuk dikuburpun tidak bisa kita nikmati dalam kuburan.
  • Oleh sebab itu carilah yang abadi, sebab jika engkau cari yang “tidak abadi”, engkau telah salah jalan.

Kalau saudara berkata cinta Tuhan, berarti saudara mau ikut Tuhan kemanapun Tuhan pergi.

  • Walaupun engkau direndahkan orang, asalkan engkau bersama Tuhan tidak masalah direndahkan orang.
  • Jangan sampai saudara sombong karena di agungkan manusia, tapi saudara direndahkan Tuhan.

Janganlah engkau mengejar yang fana, tetapi kejarlah yang kekal.

  • Kalau Tuhan mau saudara meninggalkan kenyamanan duniawimu, apakah saudara mau melakukannya?
  • Berapa banyak orang percaya yang maunya hidup serba nyaman, makanan yang serba enak, tetapi Tuhan mau kita meninggalkan semua kenyamanan dunia itu dan hidup dengan iman.
  • Tetapi berapa banyak orang percaya yang benar-benar mau mengejar yang kekal dan hidup dengan iman?

Abraham hidup dalam kemah sebagai pendatang.

Ibrani 11 : 9-10

11 : 9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

11 : 10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

Inilah tujuan Abraham, dia tahu tujuannya kemana.

Abraham orang yang kaya raya, dia bisa saja membeli tanah dan membuat rumah permanent, tetapi dia memilih tinggal di kemah di tanah asing dengan Ishak dan Yakub.

  • Kemah bisa dibongkar setiap waktu.
  • Abraham bisa membeli tanah tetapi tidak dibelinya karena Abraham sadar dia adalah pendatang.

Saudara dan saya adalah pendatang, karena rumah kita di kekekalan, sedangkan di dunia ini kita hanya menumpang, karenanya kalau rumah kita di Sorga berarti kita tidak punya apa-apa di dunia ini.

  • Yesus kaya, tetapi Dia rela menjadi miskin di dunia ini agar kita diperkaya dengan kualitas hidup.
  • Oleh sebab itu, hidupmu akan berkualitas jika kita ikut Tuhan.
  • Sedangkan orang yang cinta uang dan pelit luar biasa, hidupnya pasti tidak berkualitas.

Kalau saudara benar-benar cinta Tuhan, maka hidupmu akan berkualitas dan saudara menjadi berkat bagi banyak orang.

  • Berapa banyak orang yang cinta uang sehingga rela jual dirinya?
  • Abraham hanya hidup sebagai pendatang, dia orang kaya, dia bisa membeli tanah yang luas, tetapi untuk membeli sepetak tanah untuk kuburan istrinya saja Abraham harus “mengemis”.

Abraham punya banyak uang, tetapi dia merasa uangnya itu bukan miliknya lagi tetapi milik TUHAN, sehingga kalau TUHAN tidak mau Abraham membeli tanah, Abraham tidak akan membeli tanah.

  • Kalau Tuhan mau kita menjadi berkat maka kita pasti menjadi berkat bagi orang lain.
  • Iman memberi kita suatu pandangan rohani sehingga kita bisa memahami apa yang Tuhan sediakan bagi kita.
  • Kalau engkau tahu Sorga itu luar biasa, engkau pasti akan masuk ke Sorga.
  • Kalau engkau ingin ke Sorga, maka gerak gerikmu harus mencerminkan orang yang layak masuk Sorga, karena tahu apa yang Tuhan siapkan bagimu.

Saudara tidak akan pernah bisa melepaskan “yang jasmaniah”, selama matamu terus menatap hal-hal yang jasmaniah tersebut.

  • Saudara baru bisa melepaskan yang jasmaniah, kemudian memakai tubuh rohani ketika engkau memakai matamu melihat dengan cara Tuhan melihat.
  • Kalau saudara tidak melihat dengan cara Tuhan melihat, maka engkau tidak akan bisa melepaskan semua yang jasmani.
  • Kalau saudara tidak bisa melepaskan yang jasmani, jangan berharap engkau layak disebut sebagai orang beriman.

Banyak orang yang tidak bisa disentuh yang kalau ditegur sedikit saja dia langsung tersinggung dan marah, selanjutnya mengajak berkelahi.

  • Orang seperti ini, jangan berharap layak disebut sebagai orang yang beriman.
  • Orang beriman adalah orang yang siap ditegur dan siap untuk dikoreksi.
  • Apa yang Tuhan siapkan secara rohani, membuat saudara harus berjalan dengan rohani juga.

Tuhan sudah menyiapkan sesuatu yang indah, tetapi jalannya memang tidak mudah, karena jalannya harus mengorbankan kedagingan kita sendiri dan jika kita tidak mau mengorbankannya, maka kita tidak akan bisa sampai ke Sorga.

  • Berapa banyak para hamba Tuhan mengajarkan cukup sekedar percaya, sudah pasti selamat, sedangkan iblis juga percaya Tuhan, apakah dia juga selamat?
  • Berapa banyak para hamba Tuhan yang mengajarkan sekedar menyembah Tuhan pasti selamat, sedangkan iblis juga menyembah Tuhan, apakah dia juga selamat?

Kalau kita benar-benar beriman kita harus membangun persekutuan dengan Allah dan harus meninggalkan semua kenikmatan dunia.

  • Kalau engkau orang beriman, maka hiduplah sebagai pendatang di dunia ini.
  • Jalan Tuhan sebenarnya tidak sulit, tetapi yang membuat sulit adalah daging kita sendiri.
  • Semakin tebal kedagingan kita, akan membuat kita semakin sulit untuk melangkah mengikut Tuhan.
  • Kita tidak mungkin sampai ke tujuan, jika kedagingan kita terus-menerus mengikat kita.

Ibrani 11 : 27

11:27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Karena iman Abraham meninggalkan Mesir, dengan tidak memusingkan murka raja ataupun perkataan orang lain.

Bagi kita, kita juga tidak perlu pusingkan perkataan orang lain, yang penting adalah bagaimana caranya ikut Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.

Katakan pada diri kita sendiri : “Orang yang hidup dalam Roh Allah, akan membuat dagingnya sendiri menderita” dan “orang yang hidup dalam daging, akan membuat rohnya sendiri tersudut”.

  • Kekristenan tidak akan pernah berhasil tanpa totalitas mengikut Tuhan.
  • Kalau saudara tidak pernah total mengikut Tuhan, maka saudara tidak akan pernah bisa sampai tujuan.
  • Saudara harus menjadi orang yang beriman, untuk itu belajarlah dari Tuhan.

3. Abraham menguji imannya.

Mazmur 26 : 2

26 : 2 Ujilah aku, ya TUHAN dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku

Dalam Perjajian Lama, Abraham berani berkata, “ujilah aku TUHAN”.

Orang Kristen sekarang adakah yang berani berkata “Ujilah aku, ya Tuhan, apakah aku benar-benar cinta Tuhan?”

  • Ujian tidak pernah terjadi, ketika semuanya serba ada dan serba aman.
  • Ujian baru terjadi, ketika saudara butuh sesuatu tetapi tidak ada padamu.
  • Disinilah akan tampak “kualitas rohani” kita sebagai orang Kristen.

Zakharia 13 : 9

13 : 9 Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku! “

Iman saudara harus diuji. Saudara baru bisa disebut “anak Tuhan” ketika saudara melewati ujian demi ujian.

Mazmur 73 berkata : “Aku melihat orang-orang fasik, mereka gemuk-gemuk, tidak ada sakit, tidak ada masalah, hidup mereka penuh dengan kecongkakan.

  • Sedikit lagi aku terpeleset karena aku iri dengan mereka.
  • Tetapi ketika aku masuk ke tempat kudus Allah, aku tidak melihat mereka disana”.

Jangan pernah berkata, “karena saudara ikut Tuhan, semuanya menjadi susah bagi saudara”, sebab Tuhan tidak pernah mempersulit saudara.

  • Sebenarnya Tuhan sedang mengujimu seperti emas, dengan meleburmu sehingga engkau nanti akan keluar sebagai emas murni.
  • Untuk bisa membuktikan sebuah batu timbul sebagai emas, maka kita harus menggosoknya terlebih dahulu sampai akhirnya nanti timbul menjadi emas, kemudian lalu dilebur dan dibentuk menjadi permata di hadapan Tuhan.

Ingatlah. Kalau engkau hidup dalam kesia-siaan, kalau engkau tidak mau berubah maka engkau akan tetap debu sampai sekarang bahkan sampai kapanpun.

  • Tetapi kalau engkau mau menjadi permata Tuhan, engkau harus siap diasah, engkau harus siap dibentuk dan harus siap diproses oleh Tuhan.
  • Iman akan membuktikan perkara yang mustahil, menjadi nyata.

Yakobus 2 : 18-23

2 : 18 Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku. “

Kalau saudara orang beriman, maka saudara akan menunjukkan iman saudara itu dengan “tingkah laku dan pola hidup” saudara yang benar di hadapan Tuhan.

2 : 19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

2 : 20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?

Apakah saudara mau mengakui sekarang bahwa “iman tanpa perbuatan” adalah iman yang kosong?

Walaupun kita beriman, tetapi kita tidak melakukan apa-apa yang kita imani itu, sama saja artinya bahwa iman yang kita miliki adalah iman yang kosong.

2 : 21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

2 : 22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan  dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

2 : 23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”

Saya mau bersaksi yang berkaitan denganiman yang bertindak” :

  • Bulan Oktober 2019 yang lalu, Tuhan menyuruh saya untuk membawa jemaat Chosen Generation berjalan-jalan dengan biaya diatas Rp. 40 juta.
  • Tanggal 8 Desember 2019, saya harus membayar Rp. 15 juta, tetapi tanggal 8 Desember saya belum bisa membayar sewa vila.
  • Tanggal 20 Desember 2019, Tuhan ijinkan membayar Rp. 20 juta.
  • Saya tidak tahu darimana datangnya dana sebesar itu, sedangkan saya tidak buat pengumuman.
  • Akhirnya tiba-tiba seluruh sewa vila yang besarnya Rp. 40 jutaan itu lunas dan kita bisa pergi Retreat di Coolibah dengan sukacita.

Tetapi pergumulan yang butuh “iman yang bertindak” tetap bersambung atau ter-ulang kembali seperti cerita bersambung.

  • Sekembali dari Retreat di Coolibah, otak saya kembali pusing karena ada tagihan sewa Ichtus Ministry dengan jatuh tempo 31 Desember 2019.
  • Yang punya rumah sampai menangis minta tagihannya segera dibayar.
  • Saya berdoa, Tuhan saya harus melakukan apa?
  • Tuhan berkata, “Ajak siapapun yang mau berpartisipasi, ada waktunya Aku berbicara kepada orang dan ada waktunya kamu yang memberitahu orang-orang dan siapapun yang berpartisipasi tidak akan Aku lalaikan, pasti Aku memberkati dia”.
  • Ada orang yang kirim 50 ribu ke rumah, setelah dikumpulkan sekarang sudah mencapai 38 juta hanya dalam waktu 4 hari.
  • Tuhan berkata, “Ini adalah pekerjaan-Ku dan Aku tidak pernah tutup mata”.
  • Sepulang dari Coolibah, Rp. 1.000,-pun tidak ada lagi, tetapi saat saya share mengajak untuk berpartisipasi, dalam waktu 4 hari terkumpul Rp. 38 juta.
  • Masih kurang Rp. 7 juta lagi. Semuanya itu di luar pola pikir saya.

Tuhan mengingatkan saya ayat ini, percayalah Tuhan tidak pernah berhutang.

1 Raja-raja 17 : 9 – 16

17 : 9 “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

Orang yang tidak punya apa-apa, bisa Tuhan pakai untuk menjadi berkat bagi orang lain.

17 : 10  Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum. “

17 : 11  Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”

17 : 12  Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Janda ini bukan orang yang berlebih, dia orang yang pas-pasan tetapi bisa menjadi  berkat bagi orang lain.

Tuhan tidak mencari orang yang berlebih, tetapi Tuhan juga mencari orang yang sederhana yang punya hati bagi Tuhan.

Tuhan berkata, “Aku bukan Allah yang menghitung Rupiah, tetapi Aku Allah yang melihat ketulusan hati orang dalam memberi”.

17 : 13  Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

17 : 14  Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”

Tidak akan pernah berkurang, Tuhan akan mencukupkan tepat pada waktunya

17 : 15  Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

17 : 16  Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Tuhan berkata “Aku mau mengajakmu untuk berpartisipasi”. Mari kita sama-sama bekerja bagi pekerjaan Tuhan. TUHAN berkata, tepung dan minyakmu tidak akan habis, TUHAN akan mencukupkannya.

  • Kalau kamu memberi untuk pelayanan jangan berpikir Tuhan mempermiskin engkau.
  • Pelayanan tidak pernah mau menyusahkan kita, tetapi kitalah yang selalu menyusahkan Tuhan.
  • Tuhan telah melakukan segalanya bagi kita, tetapi kita terlalu terikat dengan kesenangan sendiri sampai kita tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Ingatlah buli-buli dalam tempayan, begitu saya share, sampai hari ini masuk terus dan tidak akan berhenti sampai lunas. Tuhan tidak melihat apakah saudara orang berada atau tidak berada, yang penting kita semua punya hati untuk Tuhan.

AMEN BERI KEMULIAAN BAGI TUHAN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK – CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

SUARA DI PADANG BELANTARA – 22 DESEMBER 2019

Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun : Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.” (Yohanes 1 : 23)

“S U A R A” DI

PADANG BELANTARA

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH NATAL, 22 DES 2019

==============

RETREAT NATAL – COOLIBAH

SHALOM !

Hari ini kita akan membahas tentang “Suara di Padang Belantara”. Yohanes ada-lah satu pribadi yang luar biasa yang menyampaikan suara tentang kedatangan Mesias. Yohanes ini dalam Alkitab dikenal dengan nama Yohanes Pembaptis dan dia disebut sebagai “nabi terbesar”.

Mengapa Yohanes Pembaptis disebut nabi terbesar? Bila demikian, berarti tidak ada nabi lain yang sebesar dia.

Banyak yang mengira nabi besar adalah Musa atau Elia, tetapi Yesus sendiri yang berkata “nabi terbesar adalah Yohanes Pembaptis, karena Yohanes Pembaptis ini memiliki kerendahan hati yang luar biasa”.

Yohanes 1 : 22 – 27

1:22 Maka kata mereka kepadanya: “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”

Siapakah engkau (Yohanes), apakah engkau Mesias?

1:23 Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”

Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, “Luruskanlah jalan Tuhan! Karena tidak lama lagi Dia akan datang”.

  • Siapapun yang mau dijemput oleh Tuhan, harus meluruskan jalan bagi Tuhan sebelumnya.
  • Karenanya kalau saudara tidak pernah mau meluruskan jalan saudara, maka saudara tidak akan pernah melihat Tuhan selama-lamanya.

Yohanes berkata, “Akulah suara yang berseru-seru di padang gurun, aku bukan Mesias, aku hanyalah suara, aku hanya menyampaikan firman Tuhan, aku adalah orang yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan”.

  • Apakah saudara sudah benar-benar mempersiapkan jalan saudara untuk kedatangan Tuhan?
  • Setiap Natal orang Kristen menyanyi Malam Kudus dan O Holy Night, tetapi sepanjang hidupnya tidak pernah menyembah Tuhan dengan benar.

Apakah arti kekristenan seseorang jika sepanjang hidup mereka tidak melakukan penyembahan yang benar kepada Tuhan?

1:24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.

1:25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?”

1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,

1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”

Seseorang yang membuka tali kasut dilakukannya dengan cara menunduk. Dalam hal ini Yohanes Pembaptis berkata, “Meskipun aku menundukpun, meskipun aku menyembahpun, aku tidak layak bagi Dia”

  • Banyak orang Kristen sudah puas karena merasa sudah hidup benar, sudah mengenal Tuhan, sudah hidup bergaul dengan Tuhan.
  • Tetapi kalau saudara tidak hidup dalam gaya penyembahan yang benar pada Tuhan, maka engkau tidak akan berjumpa dengan Tuhan selama-lamanya.

Saat penyembahan tadi saya melihat api bergulung-gulung dari kiri sampai kanan, balik lagi dari kanan sampai kiri sampai ke seluruh wilayah ini.

  • Gulungan api itu membakar si kuasa gelap di tempat ini.
  • Inilah cara kerja Tuhan.

Saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, mengapa Engkau suruh kami retreat di tempat yang atmosfernya bermasalah ini?” Jawab Tuhan, “Aku akan menunjukkan kemuliaan-Ku”.

  • Oleh sebab itu, selama ada Tuhan beserta dengan kita, jangan takut, asalkan saudara tidak buka celah.
  • Permasalahannya adalah apakah ada Tuhan bersamamu atau tidak?
  • Ketika engkau buka celah, berarti engkau sendiri yang mengundang kuasa kegelapan itu masuk untuk menterormu.

Pertanyaannya : “Bagaimanakah seharusnya cara hidup kita dihadapan Tuhan?”

  • Kalau hidup kita masih tidak benar apakah kita bisa menyambut kedatangan Raja Kemuliaan?
  • Apakah kita sudah menundukkan hati kita dan membuka pintu hati kita agar Tuhan bisa membentuk kita, mengubah kita dan mendidik kita?

Apakah yang dimaksudkan dengan “padang belantara”?

  • Padang belantara adalah “kondisi rohani dan moral bangsa Israel” yang juga menggambarkan kondisi rohani kita saat ini.
  • Padang belantara adalah tempat yang tandus, kering, berantakan, penuh semak duri, tanpa makanan, tempat yang penuh dengan kematian.

Teknologi saat ini semakin canggih, tetapi resiko teknologi yang semakin canggih tersebut telah membuat dunia semakin hancur, bukannya semakin baik.

  • Secara kasat mata dunia menjadi baik, karena banyak kemajuan, tapi secara rohani dunia semakin hancur.
  • Berapa banyak waktu kita terbuang sia-sia hanya untuk main handphone?
  • Berapa banyak waktu kita yang bisa dipakai untuk menyembah Tuhan, kita pakai main games?

Berapa banyak waktu kita yang tersisa untuk memuliakan Tuhan, karena waktu kita sudah sebagian besar telah kita gunakan untuk memuliakan diri sendiri?

  • Handphone baik kalau dipakai untuk tujuan yang baik, tetapi handphone itu tidak akan pernah menjadi benar, jika diri kita juga tidak benar.
  • Kalau “diri kita tidak benar”, maka apa yang ada ditangan kita akan merusak diri kita sendiri.
  • Sebaliknya jika “diri kita benar”, apa yang ada di tangan kita akan menjadi berkat.

Saat ini mudah sekali membuat program, browsing, atau main games, apakah semua kemudahan ini yang disebut orang “dunia menjadi lebih baik?”

  • Sebenarnya dunia “tidak menjadi lebih baik” sekarang ini, meskipun telah ada teknologi yang sangat canggih, karena dunia ini sudah seperti padang belantara yang kering dan tandus.
  • Saat sekarang ini dunia bertambah rusak.
  • Apakah engkau telah ikut memberi kehidupan bagi dunia ini atau justru engkau merusak dunia ini?

Di tengah padang belantara, ternyata ada kehidupan dan ada suara yang terus ber-seru-seru.

Agama adalah usaha manusia mencari Allah, sehingga manusia berusaha untuk hidup baik di hadapan Allah.

  • Tetapi “kekristenan adalah usaha Allah mencari kita”.
  • Jika engkau tidak pernah membuka hatimu bagi Tuhan, masih menikmati kedagingan dan menikmati dosa, maka Allah masih bersusah payah mencari engkau sampai hari ini.
  • Berapa kali engkau sudah merayakan Natal dalam hidupmu, tetapi apakah hidupmu sudah berubah?

Kita seharusnya menjadi suara di padang gurun, harus mempersiapkan jalan bagi Tuhan, sehingga pola hidup kita benar-benar menjadi teladan.

  • Kita berkata, Yesus sudah lahir di Bethlehem, tapi apakah Yesus sudah lahir dalam diri kita?
  • Jika Yesus sudah lahir dalam dirimu, apakah Yesus sudah bertumbuh di dalammu?

Jika Yesus sudah bertumbuh di dalammu, apakah Yesus sudah menjadi Raja dalam dirimu, karena Raja seharusnya telah memerintah dan berkuasa atas hidupmu.

  • Masalahnya, siapakah yang memerintah dalam hidupmu, Tuhan atau masih dirimu sendiri yang memerintah hidupmu?
  • Tuhan bersusah payah “mencari manusia” sampai detik ini.
  • Apakah saudara sudah benar-benar menemukan Tuhan?
  • Apakah saudara sudah di ketemukan oleh Tuhan?

Rasul Paulus berkata “aku telah mengejar Kristus, karena aku telah ditangkap oleh Kristus, barangkali aku bisa menangkap Kristus juga”

  • Tangkap artinya mendekap, atau dekat sekali dengan Tuhan.
  • Kalau-kalau aku bisa dekat sekali dengan Tuhan, kalau-kalau aku bisa memeluk Dia, maka aku tidak akan melepaskan Dia karena aku sudah lebih dahulu ditangkap oleh Tuhan.

Kalau engkau masih suka menikmati dosa, berarti engkau masih hidup di padang belantara, karena dosa bukan untuk dinikmati tetapi untuk diperangi.

  • Kalau dosa dinikmati maka dosa akan merajalela dalam hidupmu.
  • Biarlah hari ini kita dengar suara dari padang belantara itu supaya hidup kita menjadi suara di padang belantara.

Kita harus meluruskan jalan bagi Tuhan, kita harus hidup bagi Tuhan dan kita harus benar-benar bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan.

  • Dua ribu tahun yang lalu, suara itu berkata “luruskanlah jalan bagi Tuhan, siapkanlah jalan, persiapkan kedatangan Tuhan”
  • Suara itu bergema lagi dua ribu tahun kemudian dan berkata “luruskanlah jalan bagi Tuhan dan persiapkanlah kedatangan Raja Kemuliaan”.

Yesaya 51 : 3 – 8

51:3 Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.

Maukah saudara yang hidupmu sebelumnya “seperti hidup di padang belantara”, yang telah diubah menjadi “seperti taman Tuhan?” Karenanya saudara akan terus bersukacita dan ber-syukur kepada Tuhan dalam segala hal.

51:4 Perhatikanlah suara-Ku, hai bangsa-bangsa, dan pasanglah telinga kepada-Ku, hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran akan keluar dari pada-Ku dan hukum-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa.

Perhatikan dan dengarkanlah suara Tuhan, didikan Tuhan dan juga firman Tuhan. Karena Tuhan akan memberikan pengajaran, supaya yang akan keluar dari mulut kita kepada orang-orang di sekitar kita adalah pengajaran yang benar.

Karena akan semakin banyak orang-orang yang mengenal Tuhan dan mendengar suara Tuhan, jika kita benar-benar telah mengenal suara-Nya dan didikan-Nya.

51:5 Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan.

Saudara akan mengalami pemulihan dari Tuhan.

51:6 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir.

“Arahkanlah matamu ke langit”, artinya fokuslah pada Tuhan dan janganlah focus pada apa yang engkau dibutuhkan selama berada di dunia, karena Tuhan akan menyediakan semuanya bagimu dan engkau akan hidup selamanya bagi Tuhan.

51:7 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.

Dengarkanlah suara Tuhan, dengarkanlah firman Tuhan dan jangan lagi menikmati dosamu, relakan dirimu untuk dibentuk dan diajar serta diproses oleh Tuhan.

Proses Tuhan itu baik, bukan untuk menyakitkan engkau, tetapi justru untuk mem-bentuk engkau menjadi pribadi yang lebih unggul.

  • Tuhan memproses manusia bukan berarti Tuhan jahat, tetapi karena Tuhan mengasihi manusia.
  • Tuhan tidak bisa melanggar firman-Nya sendiri yang berkata, “Jika engkau tidak kudus, engkau tidak bisa melihat Allah”.
  • Kita diproses agar kita kudus, supaya kita bisa melihat Allah.
  • Tuhan memproses kita dan mendidik kita dengan tujuan, supaya kita bisa bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.

51:8 Sebab ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian dan gegat akan memakan mereka seperti memakan kain bulu domba; tetapi keselamatan yang dari pada-Ku akan tetap untuk selama-lamanya dan kelepasan yang Kuberikan akan lanjut dari keturunan kepada keturunan.

Tuhan akan memberikan engkau kelepasan demi kelepasan, dengan syarat :

  • Engkau harus bertahan sampai akhir dalam hal ketaatan, kesetiaan dan kekudusan.
  • Jika engkau mundur di tengah jalan, engkau tidak akan pernah melihat Allah dan keselamatan kekal.

Suara yang berseru-seru dua ribu tahun yang lalu, “luruskanlah jalan bagi Tuhan, persiapkanlah jalan bagi Tuhan”, hari ini suara itu berkumandang kembali yang berkata, “persiapkanlah jalan bagi Tuhan”.

Yohanes 1 : 37

1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.

Yohanes mengijinkan muridnya dan orang-orang lain mengikut Yesus karena Yesus adalah Jalan Kebenaran.

Apakah yang harus dipersiapkan agar kita benar-benar berjumpa dengan Tuhan pada saat kedatangan-Nya kali kedua?

Lukas 3 : 4-5

3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya : Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.

3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,

PERSYARATAN SUPAYATERANGKATPADA KEDATANGAN-NYA KALI KEDUA.

  1. Lembah-lembah harus ditimbun agar menjadi tanah rata.

Semua lembah-lembah dalam hidup saudara harus ditutup, semua celah-celah harus ditutup.

  • Bila celah tidak ditutup, engkau tidak bisa mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
  • Lembah juga harus ditimbun, yang kosong juga harus diisi, harus memenuhi semua panggilan Allah, yaitu menjadi terang dan garam bagi dunia.

Matius 5 : 13-15

5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Percuma jika kamu tidak punya kasih lagi kepada sesama, percuma jika engkau simpan kepahitan, percuma jika ada sakit hati kepada satu orang sekalipun.

  • Engkau mungkin bisa menjadi garam bagi si A, B dan C tetapi belum bisa menjadi garam bagi si D.
  • Meskipun “si D orang aneh” tetapi Tuhan berkata, “Hanya orang sakit yang membutuhkan Tuhan”.
  • Justru karena keanehannya yang yang membuat si D harus ditolong.
  • Orang yang aneh seperti si D ini ditolong dengan asinnya garam agar semua kuman-kuman dibersihkan dengan garam.
  • Karena fungsi garam adalah sebagai desinfektan atau pembunuh kuman.

Jika saudara tidak punya kasih, maka saudara tidak bisa membunuh kuman yang ada pada orang-orang yang aneh di sekitar saudara.

  • Saudara bisa mengasihi seribu orang baik kepadamu, tetapi jika saudara tidak mengasihi satu orang aneh saja, maka garammu tidak efektif.
  • Tuhan tidak melihat seribu orang yang sudah kamu kasihi, tetapi Tuhan titip satu orang aneh disekitarmu agar engkau sembuhkan dia dengan garam yang ada padamu.
  • Oleh sebab itu tutup semua celah yang terbuka pada dirimu.

Dosa ada 2 jenis, yaitu :

  • Dosa pelanggaran, yaitu apa yang tidak harus dilakukan justru kita lakukan.

Misalnya : Kita tahu kalau mencuri itu dosa, tetapi justru tetap dilakukan, inilah yang di-sebut “dosa pelanggaran”.

  • Dosa kelalaian, yaitu kita tahu apa yang harus kita lakukan, tetapi tidak kita lakukan karena kita lupa atau tidak sadar.

Misalnya : Kita harus mengampuni, mengasihi dan memberkati orang lain, tapi tidak kita lakukan itulah dosa kelalaian.

Berapa banyak dari kita yang bolak-balik jatuh pada dosa kelalaian?

  • Banyak orang hidup dalam lembah yang besar, dia tidak melanggar moral, dia pikir dirinya kudus karena tidak berjinah, tidak mencuri, tapi dia lalai atau tidak peka dengan suara Tuhan.
  • Hidupnya malas-malasan saja, ada keinginan berdoa malas, ingin membaca firman malas, dia malas melakukan hal-hal rohani tapi rajin melakukan hal-hal yang duniawi.

Saudara mau ikut Retreat, jam lima pagi harus sudah siap berangkat dan ternyata tidak ada yang terlambat, tetapi anehnya untuk ibadah jam sepuluh pagi di BnB, mengapa begitu banyak yang terlambat?

  • Mengapa kita bisa ngotot untuk semua yang menyenangkan daging, tetapi untuk yang menyenangkan Tuhan, kita tidak ngotot?
  • Saudara memang tidak melanggar moral, tetapi saudara lalai sehingga jatuh dalam dosa kelalaian.

Kita perhatikan Matius 25, tentang talenta, lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana, bagi 5 gadis bodoh karena adanya kelalaian dalam mengembangkan talenta dan mengisi minyak, akhirnya Tuhan berkata “Aku tidak mengenalmu”.

  • Lima gadis bodoh tidak sedang melanggar firman, tapi mereka sedang lalai.
  • Tidak bersekutu intim dengan Tuhan, tidak mengembangkan talenta, tetapi hidupmu menanduk sana sini, ini juga dosa kelalaian.

Mulai saat ini jadilah orang Kristen yang benar. Tutup semua lembah saudara, miliki kerendahan hati untuk mengampuni orang lain, utamakan memberi tetapi bukan meminta terus, jangan suka menyalahkan orang terus dan jangan ngomel terus.

Sehebat apapun saudara “menutupinya” bila saat itu saudara sedang marah, tapi sadarlah tidak ada bisa engkau sembunyikan, karena kemarahanmu akan terlihat dari raut wajah saudara. Karenanya bereskan hati sebelum saudara beraktivitas.

2. Gunung dan bukit harus diratakan.

Lukas 3 : 5

3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,

Semua rintangan harus disingkirkan. Gunung berbicara tentang ego.

  • Sepanjang perjalanan kekristenan adalah perjalanan mematikan ego.
  • Jika “ego” kita pelihara, maka “ego” akan menjadi gunung yang besar, yang merintangi jalan bagi Tuhan.
  • Karenanya gunung-gunung harus dihancurkan dengan dinamit, yang dalam hal ini kita harus menghancurkan “gunung-gunung ego” itu dengan ledakan “iman” agar kita bisa membuat jalan bagi Tuhan.

Markus 11 : 23

11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Gunung baru bisa beranjak ketika kita memiliki ledakan iman. Artinya kalau kita tidak menghancurkan ego dengan iman dan dengan kedekatan kita kepada Tuhan maka tetap ada penghalang yang menghalangi Tuhan datang kepada kita.

3. Jalan yang berliku-liku harus diluruskan.

Lukas 3 : 5

3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,

Kata “berliku-liku” atau berbelat-belit artinya licik, manipulative, suka bohong, suka menipu dan tidak pernah berkata yang benar.

Bila dihadapkan dengan kehidupan kita, apa yang harus diluruskan dari hidup kita?

  • Mulailah dengan meluruskan wajahmu yang berbelat-belit, wajahmu jangan cemberut saja, karenanya jangan marah dengan sekitarmu lagi.
  • Jika saudara menganggap banyak orang bersalah, bereskan hatimu dahulu karena sesungguhnya hatimulah yang salah.
  • Kita belum hidup di Sorga, karena kita masih hidup di dunia, dimana kitapun sedang diproses, kita sedang dibentuk oleh Tuhan.
  • Oleh sebab itu janganlah engkau memelihara hatimu yang berbelat-belit atau berliku-liku, tetapi luruskanlah hatimu agar hidupmu menjadi lurus.

Janganlah terus menerus kesal karena keadaan apapun, janganlah cemberut terus, karena kekristenan model yang seperti ini adalah kekristenan yang tidak benar?

  • Jauhi persungutan, jangan terus mempersalahkan orang lain.
  • Lihat diri kita sendiri saja, karena kitapun belum beres.
  • Tertibkan jam ibadahmu, tertibkan pula cara bicaramu, control amarahmu.

Jagalah mulutmu agar tidak mendahului otakmu, agar jangan mulutmu sudah mengeluarkan kata-kata, otakmu baru berpikir belakangan.

  • Mudah sekali kita berkata-kata, mudah sekali kita menjelekkan orang lain, mudah sekali kita marah, tetapi otak terbiasa berpikir belakangan.
  • Setelah kita marah, barulah otak kita berpikir dan barulah kita sadar bahwa diri kita telah terlanjur berbuat salah.
  • Oleh sebab itu hati-hatilah dengan mulutmu, mulutmu harus engkau kontrol dengan hati nuranimu dan dengan otakmu.

Amsal 2 : 12-18

2:12 supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat,

Supaya kita jauh dari tipu menipu.

2:13 dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap;

Banyak orang meninggalkan jalan yang lurus, hidup kembali berbelat-belit lagi. Hari ini mendengar firman dengan sukacita, tetapi besok mukanya sudah kusut lagi.

2:14 yang bersukacita melakukan kejahatan, bersorak-sorak karena tipu muslihat yang jahat,

2:15 yang berliku-liku jalannya dan yang sesat perilakunya;

Hati-hati dengan orang yang berliku-liku jalannya dan perilakunya yang tidak beres.

  • Jangan ada dari kita yang sesat perilakunya, jangan lagi hidup semberono dan suka menipu dengan berbohong.
  • Biarlah kita terus bertahan, ijinkan hidup kita diubah oleh firman Tuhan.

2:16 supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya,

Supaya engkau terlepas dari godaan-godaan dunia.

2:17 yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya;

Banyak orang tidak setia pada sesamanya, terlebih lagi tidak setia pada Tuhan.

2:18 sesungguhnya rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut, jalannya menuju ke arwah-arwah.

Amsal 10 : 9

10:9 Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.

Yang berliku-liku harus diluruskan.

Lukas 3 : 5

3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,

Lembah-lembah akan ditimbun, artinya kita tutup semua celah-celah dalam hidup kita. Gunung dan bukit harus diratakan, atinya kita harus menghancurkan semua ego kita.

  • Hati kita yang masih berliku-liku harus diluruskan, hidup kita yang masih ber-belit-belit harus dibereskan.
  • Jalan yang berlekuk-lekuk akan diratakan.

Apa perbedaan antara kata-kata, “berliku-liku” dengan “berlekuk-lekuk?” Dalam Alkitab versi King James kata-kata “berlekuk-lekuk” terjemahannya memakai kata-kata, “jalan yang berbatu-batu”.

Matius 13 : 20

13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.

Jangan-jangan masih banyak orang yang hatinya masih berbatu-batu, sehingga ketika dia dengar firman diapun mau berubah, tetapi setelah dia kembali ke habitatnya semula, dia lupa dengan firman yang baru saja dia dengar.

13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

Banyak orang yang mengeras hatinya, seperti tanah yang berbatu-batu dan sulit ditembus oleh firman Tuhan.

Engkau tidak akan pernah berjumpa dengan Raja Kemuliaan jika engkau masih keras hati, kalau jalanmu masih berliku-liku dan kalau lembahmu belum engkau timbun, seta kalau masih ada gunung-gunung ego-mu.

  • Saat dengar firman, dengan sukacita engkau menerimanya, tetapi setelah di rumah engkau tidak mau diubah oleh firman yang engkau aminkan di Gereja.
  • Orang yang keras hati seperti itu kesenangannya mengontrol semua orang dan melukai semua orang.
  • Jawablah dengan jujur dalam hati saudara : “Apakah saudara masih punya lembah yang belum ditimbun?”, “Apakah saudara masih punya gunung yang belum rata?”, “Apakah jalan hidup saudara masih berliku-liku?”, “Apakah saudara masih mengeraskan hati laksana jalan yang berbatu-batu?”

Lukas 8 : 6

8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.

Bila benih jatuh diatas jalan berbatu-batu, tumbuhnya tidak normal dan “ia menjadi kering karena tidak mendapatkan air”.

  • Air berbicara tentang Roh Kudus.
  • Roh Kudus tidak bisa menembus orang yang hatinya berbatu-batu karena dia terlalu keras sehingga akan menolak Roh Kudus.
  • Karenanya kita harus memiliki hati yang lembut dan bukan hati yang keras, sebab kita harus siap dibentuk oleh firman, siap diubah dan siap diproses.

Yeremia 17 : 9

17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

Betapa licik hatinya, hatinya telah membatu sehingga sulit untuk diubah karena sudah terbangun benteng pertahanan di dalam dirinya, antara lain “luka batin”.

  • Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya luka batin.
  • Oleh sebab itu saudara harus berubah, jangan tinggal di dalam luka itu.
  • Kalau saudara tinggal di dalam luka batin, walaupun hari ini sudah sembuh tetapi besok atau lusa luka batinmu akan kambuh lagi.
  • Kalau hatimu lembut, meskipun disuatu waktu engkau dilukai, maka hatimu akan sembuh dengan sendirinya.

Jika rohani saudara sudah sampai ke tingkat “lembut hati” ini, maka saudara akan terhindar dari luka batin dan saudarapun akan berjumpa dengan Tuhan.

  • Orang yang hatinya seperti batu, sulit ditembus oleh Roh Kudus.
  • Orang yang hatinya seperti batu, selalu merasa dirinya yang paling benar dan orang lain yang selalu bersalah.
  • Orang yang seperti ini akan selalu merasa terbuang atau merasa terabaikan sehingga membuat hatinya menjadi keras berbatu-batu.
  • Dia akan selalu memaksakan apa yang sudah menjadi kemauannya, dia sulit sekali untuk berubah dan dibentuk.

Kalau engkau tidak mau berubah, engkau tidak akan berjumpa dengan Tuhan.

  • Oleh sebab itu, timbunlah lembah-lembah itu, siapkanlah jalan bagi Tuhan, ratakan jalan yang berliku-liku, hancurkan gunung-gunung sampai saudara bisa dialiri oleh kuasa Roh Kudus.
  • Biarkanlah Roh Kudus mengalir di dalam saudara karena Dia akan menolong saudara untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
  • Kalau saudara berhasil sampai ketingkat ini, maka engkaupun punya potensi yang sangat besar untuk berjumpa dengan Tuhan.

2 Tawarikh 7 : 14

7:14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Kalau saudara datang kepada-Nya dan merendahkan dirimu kepada-Nya, serta ber-tobat mulai hari ini, maka doa-doamu pasti didengar Tuhan.

  • Tidak ada jalan pintas ke Sorga, harus ada perjuangan menuju ke Sorga.
  • Kalau saudara tidak berlatih beribadah, tidak berlatih membaca firman, tidak serius mendekatkan diri pada Tuhan, tidak ada jalan pintas ke Sorga.

Kita selalu berkeinginan doa kita didengar oleh Tuhan, tetapi kita sendiri tidak mau mendengar suara Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan mau mendengar doa kita?

  • Misalnya engkau berdoa, “Tuhan, mohon berkati saya”, tetapi engkau sendiri tidak mau berubah, bagaimana mungkin Tuhan mau memberkatimu?
  • Saudara harus mempunyai kehidupan rohani yang penuh dengan disiplin, harus punya niat dan tekad serta harus mulai berlatih.

Ingatlah! 22 Desember 2019, dengarlah suara di padang belantara” luruskan jalan bagi Tuhan”, apakah saudara mau meluruskan jalan bagi Tuhan?

  • Mulai hari bertobatlah, timbun semua lembah, hancurkan semua gunung, luruskan jalan yang berliku-liku dan hancurkan jalan yang berbatu-batu.
  • Supaya Tuhan bisa hadir dalam hidup kita dan Tuhan bisa bertumbuh dalam kita, juga supaya Tuhan bisa menjadi Raja dalam hidup kita.
  • Tuhan mau kita menjadikan Dia, “Raja dan Tuhan” yang akan datang sebagai “Raja”, supaya kita dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

PESAN NATAL 2019 :

  • Apakah Yesus Kristus, sudah lahir dalam hidupmu?
  • Apakah Yesus Tuhan mu, sudah bertumbuh dalam hidupmu?
  • Apakah Tuhan Yesus, sudah menjadi Raja dalam hidupmu?
  • Bersiap-siaplah, karena “kedatangan Tuhan Yesus kali kedua” segera terjadi.

AMIN. BERI KEMULIAAN BAGI TUHAN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK – CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

ORANG MAJUS DARI TIMUR – 21 DESEMBER 2019

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. (Matius 2 : 1)

“ORANG MAJUS”

D A R I  T I M U R

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH NATAL, 21 DES 2019

====================

VILLA HOSANNA – COOLIBAH

SHALOM !

Saya mau mengajak saudara agar mengerti arti Natal yang dirayakan oleh orang-orang Kristen di seluruh penjuru bumi. Kehidupan kekristenan pada umumnya banyak yang “dikendalikan oleh pola pikir manusia”. Jika pola pikir saudara masih “kedagingan” maka perbuatan saudara hanyalah untuk melampiaskan keinginan-keinginan daging saudara sendiri.

Jika pola pikir saudara sudah terlepas dari “pola pikir daging” maka sesungguhnya saudara sedang berjalan menuju keselamatan yang hakiki.

Roma 8 : 6

8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Ketika saudara mempunyai keinginan-keinginan daging, maka keinginan tersebut akan menyeret saudara kepada “maut”, sebaliknya apabila keinginan saudara dikendalikan oleh Roh, maka akan membawa saudara pada keselamatan kekal.

Sebenarnya menjadi Kristen berarti menjadi seperti Kristus, bukan menjadi Kristen yang menerima Doktrin Gereja, melainkan menerima perubahan kehidupan dalam Kristus Yesus karena mengenal pikiran dan perasaan Tuhan Yesus Kristus.

  • Saudara harus terus membangun hubungan keintiman dengan Tuhan Yesus sampai saudara benar-benar mengerti pikiran dan perasaan Tuhan.
  • Ketika pola pikir saudara sudah diubahkan oleh Tuhan, maka jangan pernah kembali lagi kepada pola pikir saudara yang lama.
  • Tetapi waspadalah karena Iblis akan terus mengingatkan saudara “pada pola pikir saudara yang lama” agar saudara menjauh dan mundur dari Tuhan.

Pada malam hari ini kita akan membahas tentang “Orang Majus dari Timur”.

Matius 2 : 1-12

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Kita garis bawahi kata-kata “raja orang Yahudi”.

2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

2:5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:

2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.”

2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.

2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Peristiwa orang Majus dari Timur ini sudah lama dan sering dibahas sejak kita di Sekolah Minggu. Pertanyaannya sekarang :

  • Mengapa “orang asing dari Timur” mau menyembah raja Yahudi?
  • Mengapa orang-orang ini rela “mempertaruhkan sesuatu” yang sepertinya bisa menjadi suatu pengkhianatan bagi bangsanya sendiri?

Tidak ada penjelasan secara rinci tentang orang Majus datang dari “Timur mana”.

Dalam tradisi orang Yahudi, dikatakan bahwa orang Majus yang datang membawa persembahan jumlahnya ada 3 orang karena mereka membawa 3 macam per-sembahan, yaitu emas, kemenyan dan mur.

  • Di dalam Alkitab tidak dikatakan jumlah orang Majus itu 3 orang, tetapi dari penelitian, orang Majus yang membawa persembahan itu lebih dari 5 orang.
  • Setelah Yesus lahir di dalam kandang domba di Betlehem dan bayi Yesus masih berada dalam kandang itu, serta masih terbungkus dengan lampin, siapakah yang datang menyembah Yesus, apakah orang Majus itu?

Mengapa demikian? Karena firman Tuhan berkata, Herodes memerintahkan untuk membunuh anak-anak dibawah usia 2 tahun dan hal ini menandakan, waktu Yesus lahir di Betlehem hanya para gembala itu yang datang menyembah Yesus.

Matius 2 : 11

2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Dalam Alkitab dikatakan, Yesus lahir di kandang domba, tapi firman Tuhan dalam ayat tersebut diatas berkata, “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu”.

  • Kata “rumah itu”, jelas bukan “kandang itu”.
  • “Orang non Yahudi” mau datang menyembah raja orang Yahudi, jelas men-jadi suatu pengkhianatan bagi bangsanya sendiri.
  • Alkitab adalah Kitab Suci, bukan kitab duniawi, oleh sebab itu semua yang tertulis dalam Alkitab bisa berupa kiasan, tetapi bukan dongeng.
  • Tuhan menuntun orang-orang Majus itu menuju Bethlehem

Kalau saudara pernah belajar astronomi, bintang bergerak dari Timur ke Barat, tetapi bintang yang menandakan kelahiran Yesus, bergerak dari Timur ke Selatan.

  • Peristiwa Natal, adalah peristiwa yang ajaib (supra natural), karena tidak masuk ke akal manusia duniawi.
  • Hebatnya, begitu bintang itu berada di atas rumah itu, bintangnya berhenti.
  • Bila kita memperhatikan bintang di langit, tidak ada bintang yang sinarnya hanya tertuju pada satu titik (dalam hal ini rumah).
  • Sedangkan sinar bintang yang tertuju pada satu titik (rumah), terjadi hanya pada peristiwa Natal.

Peristiwa Natal, adalah peristiwa yang “memutarbalikkan pola pikir manusia” yang duniawi, tapi ada hal-hal yang rohani yang bisa kita lihat dalam peristiwa Natal ini.

  • Orang Majus tidak datang ketika Yesus baru saja lahir di Betlehem, karena Herodes berkata “bunuh anak-anak usia dibawah 2 tahun”.
  • Kemungkinan besar pada waktu orang Majus datang ke “rumah itu”, usia Yesus sudah 1 (satu) tahun ke atas.
  • Bintang ini sudah hadir 2 tahun sebelum orang Majus tiba di Bethlehem.

Matius 2 : 16

2:16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

Sesuai dengan waktu yang dapat diketahui dari orang-orang Majus.

Bagaimana bintang itu bisa turun ke atas tempat Yesus lahir?

Matius 2 : 9 – 11

2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

Bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.

2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Ketika kita mengikut Tuhan, janganlah memakai “pola pikir manusia yang duniawi” karena tidak akan bisa masuk di akal manusia duniawi.

  • Orang Majus itu terus mengikuti pergerakan bintang, bukan hanya seminggu atau dua minggu.
  • Karena mereka berjalan kaki atau naik unta dari Timur sampai ke Yerusalem, karenanya mungkin sekitar tiga bulan perjalanan.

Kisah Para Rasul 12 : 8 – 10

12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: “Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!” Ia pun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya : “Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!”

Petrus di dalam penjara dengan penjagaan yang berlapis-lapis, lalu disuruh Tuhan untuk ikat pinggang, kenakan sepatu, kenakan jubah dan ikut Tuhan.

  • Kalau kita mengikuti pola pikir manusia yang duniawi, bagaimana mungkin Petrus bisa keluar penjara yang penjagaannya berlapis-lapis?
  • Ketika saudara sudah mengikut Tuhan, tetapi engkau masih memakai pola pikir manusiamu yang duniawi, maka engkau akan stress berat.
  • Ketika engkau mengikut Tuhan, jalani saja dengan taat dan setia, apakah engkau mengerti atau tidak, imani saja dan ikuti saja kehendak Tuhan.
  • Karena kalau saudara masih pakai pola piker manusia, maka saudara tidak akan pernah bisa berjalan mengikut Tuhan.

12:9 Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

Mustahil Chosen Generation bisa mengadakan Retreat Natal 2019 secara “gratis”, tetapi dalam ketiadaan dana, Tuhan membuat semuanya menjadi ada.

Ketika kita ikut Tuhan, tidak usah kita bertanya, “besok kita makan apa, pakai apa, butuh ini dan itu dari mana”, karena Tuhan menjagamu dengan sempurna.

12:10 Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.

Apabila saudara mengikut Tuhan “tanpa pola pikir manusia”, maka saudara akan melihat penjagaan Tuhan, pemeliharaan Tuhan dan bimbingan Tuhan yang tidak pernah saudara pikirkan sebelumnya.

  • Permasalahannya, kita terbiasa hidup dengan rancangan-rancangan yang ada di dalam pikiran kita.
  • Bukan berarti ikut Tuhan tidak punya rancangan bagi kita, tetapi biarkanlah rancangan kita diserahkan ke Tuhan dan Tuhan yang merealisasikannya.
  • Tuhan menuntun jalan kita melalui terang firman dan kebenaran-Nya.
  • Karenanya, jika saudara memakai pola pikir manusia, engkau akan stress.

Tuhan akan membimbing seseorang yang mau diubah sampai dia terlepas dari belenggu-belenggu ikatan, tetapi bukan dengan menggunakan pola pikir manusia.

  • Alkitab berkata orang Majus disebut “wise man/orang bijaksana”.
  • Ada juga yang menyebut orang Majus dengan sebutan 3 raja.
  • Orang Majus itu bukan raja, sebab kalau mereka raja, pasti Alkitab menyebut mereka raja dari Timur, Alkitab hanya menyebutnya orang Majus dari Timur.

Walaupun orang Majus itu bukan raja, tetapi mereka membawa persembahan berupa emas, kemenyan dan mur. Ini luar biasa.

  • Orang Majus dalam Bahasa Yunani adalah Mago atau Magi yang berasal dari kata Magician atau Tukang Sihir.
  • Mago berhubungan dengan hal-hal spiritual tentang Astronomi, sehingga “mago atau magi”, artinya orang yang melihat tanda-tanda spiritual tentang perbintangan.
  • Jadi orang Majus ini adalah “ahli nujum berdasarkan ramalan bintang dalam Tata Surya”.
  • Allah menyampaikan pesan Natal kepada para ahli nujum atau orang-orang Majus berdasarkan bintang dalam Tata Surya.

Matius 9 : 12

9:12 Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

Tuhan disebut sebagai sahabat orang pendosa, karena Dia makan dan minum ber-sama dengan orang-orang berdosa, tetapi bukan berarti Dia menyetujui dosa.

Yesus menjadi sahabat orang-orang yang berdosa, karena bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit lah yang memerlukan tabib (dokter).

Jangan pernah menganggap dirimu lebih bermoral daripada orang lain, karena Tuhan mau menjangkau orang yang tidak bermoral menjadi orang bermoral.

  • Tuhan berbicara pada orang Majus yang notabene adalah ahli ramal bintang, orang nujum untuk “menyelamatkan” mereka.
  • Tuhan mampu berbicara pada manusia dengan cara-Nya sendiri.

Kalau saudara bertanya, “Tuhan, bagaimana saya menginjili keluarga saya?” Atau saudara bertanya, “Tuhan, bagaimana saya menjangkau keluarga saya yang belum percaya?”

  • Kalau Tuhan berkenan menjangkau orang Majus, Tuhan juga pasti berkenan menjangkau keluargamu yang masih jauh dari Tuhan.
  • Alkitab berkata, “Orang Majus dari Timur”, karena kata Timur melambangkan kegelapan atau orang yang sama sekali tidak mengenal Tuhan.
  • Orang Majus digiring dengan terang bintang dan Terang ini melambangkan terang-Nya Tuhan.
  • Jadi orang Majus digiring terang Tuhan, sampai mereka menyembah Tuhan.

Kita semua ibarat orang Majus itu, kita dipimpin dari kegelapan kepada Terang.

  • Ketika kita tidak bisa berbicara dengan keluarga kita dengan cara kita lagi, maka Tuhan mampu berbicara kepada mereka dengan cara-Nya.
  • Tuhan mampu berbicara kepada orang Majus hanya melalui bintang, lalu mengapa kita harus takut dengan keselamatan keluarga kita?
  • Persyaratannya bagimu, asalkan engkau taat dan setia Tuhan akan berbicara kepada keluarga saudara dengan cara-Nya.

Saya pelayanan terus, lalu “keluarga saya siapa yang menginjili?” Tuhan berkata, “ketika kamu melayani Aku, keluargamu bagian-Ku yang melayani mereka”.

  • Biarkan Tuhan yang berbicara kepada keluarga kita dengan cara-Nya, karena bila kita yang berbicara kepada keluarga kita dengan cara kita, belum tentu mereka mau terima.
  • Orang lain bisa saja menolak kata-kata kita, tetapi kalau Tuhan sudah ambil alih untuk berbicara, siapa yang bisa menolak-Nya?
  • Bagaimana caranya orang Majus menanggapi panggilan Tuhan, adalah dengan melihat tanda bintang dan langsung meresponnya.

Matius 2 : 1-3

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Kami lihat dan kami datang. Orang Majus melihat bintang-Nya dan orang Majus datang kepada Tuhan.

Orang Majus sadar, mereka ditegur dan bertindak. Lalu bagaimana dengan kita?

  • Ketika saudara sudah ditegur dengan firman Tuhan, ketika saudara sudah diingatkan oleh Tuhan, bagaimana respon saudara?
  • Orang Majus melihat tanda-Nya langsung berjalan, tetapi kita melihat tanda Tuhan apakah kita langsung menanggapi Dia dengan positip?
  • Ketika kita masih memakai pikiran kita, kita tidak aka  pernah melangkah dalam jalan-Nya.

Orang Majus punya alasan yang kuat untuk menyembah di “rumah itu”, meskipun orang Majus itu bisa saja berpikir, “untuk apa menyembah raja orang Yahudi?”

  • Berapa banyak orang Kristen yang berkata, “saya bisa menyembah di rumah, untuk apa saya harus mengikuti Tuhan?
  • Ketika kita mengikut Tuhan, yang Tuhan cari adalah pengorbanan kita karena Tuhan telah berkorban bagi kita semua dan Tuhan mau melihat sampai titik manakah pengorbanan kita?
  • Begitu mudah menjadi orang Kristen, tetapi begitu mengikuti panggilan-Nya, begitu mengikuti jalan-Nya, apakah benar mudahnya? Jelas tidak mudah.

Saat saya mengalami harus membayar tagihan-tagihan tetapi tidak ada dananya sama sekali, tidak sengaja saya mendengar lagu “Berlari pada-Mu”, disitulah saya mendapat kekuatan baru.

  • Hal-hal adikodrati akan terjadi ketika kita kuat dan percaya sepenuhnya pada Tuhan.
  • Ketika kita lemah, hal-hal adikodrati tidak akan terjadi.

Sulitkah ikut Tuhan? Sulit. Terkadang Tuhan menantang kita, apakah kita masih berani berjalan dalam Tuhan tanpa melihat apapun.

  • Orang Majus datang lalu menyembah Yesus yang masih kecil, karena mereka sudah berpikir untuk menyembah raja orang Yahudi.
  • Orang Majus tidak dapat melihat saat Yesus menjadi Raja, mereka hanya menyembah bayi Yesus yang diyakini sebagai raja orang Yahudi.
  • Mereka tidak melihat Yesus menjadi Raja, tetapi mereka percaya bahwa Yesus akan menjadi Raja.

Apakah saudara sudah melihat Sorga? Tidak. Tetapi apakah saudara yakin Sorga itu ada? Apakah saudara yakin saudara bisa masuk Sorga?

  • Saudara harus yakin masuk Sorga, karena saudara punya tekad mengikuti jalan-Nya.
  • Mengikuti jalan-Nya Yesus memang tidak mudah, karena kalau jalan-Nya mudah, itu bukan jalan Salib namanya.
  • Oleh sebab itu ketika engkau mengikut Tuhan, tinggalkan pola pikir lamamu.
  • Ketika Yesus telah dewasa, kemungkinan besar orang-orang Majus itu sudah tiada, tetapi mereka mau menyembah-Nya.

Yesus belum memerintah, tetapi orang Majus sudah menyembah Yesus karena mereka percaya Yesus akan memerintah.

Pertanyaannya bagi saudara sekarang :

  • Mengapa saudara menyembah Yesus?
  • Apakah karena saudara percaya Yesus itu Tuhan?
  • Atas dasar apa saudara percaya bahwa Yesus itu Tuhan?
  • Apakah saudara telah melihat Yesus memerintah?

Memang benar saudara tidak melihat atau belum melihat, tetapi saudara percaya.

Pertanyaannya bagi saudara sekarang :

  • Bisakah saudara terapkan hari ini bahwa saudara percaya?
  • Meskipun saudara sekarang ini tidak bisa atau belum melihat apa-apa tentang masa depan saudara, tetapi kenapa saudara percaya “masa depan saudara penuh dengan harapan?”
  • Meskipun semuanya terlihat serba suram, tetapi mengapa saudara “tetap percaya masa depanmu penuh pengharapan?”
  • Meskipun engkau tidak melihat apa-apa, tetapi mengapa saudara “tetap percaya bahwa engkau akan masuk dalam Kerajaan yang kekal?”

Oleh karena itu, meskipun ada anggota keluarga saudara belum bertobat, tetapi engkau tetap ikuti jalan Tuhan dengan setia, maka engkau akan melihat bahwa seluruh anggota keluargamu akan diselamatkan.

Kita sebagai orang Kristen memang masih banyak yang seperti Herodes yang tidak tahu apa-apa tentang Yesus, yang hanya tahu dari “apa kata orang” tentang Siapa Dia.

  • Ketika ada orang lain bersaksi tentang Yesus, barulah kita tahu dan berkata, “owh ternyata Yesus itu adalah Tuhan dan Juruselamat manusia, ya”.
  • Sebagai orang Kristen, kita harus percaya dan berbuat seperti orang-orang Majus dari Timur itu.
  • Ketika kita melihat Terang itu dan mengenal siapa Yesus, bangkitlah dan tinggalkanlah perbuatan dosa, maka Terang itu akan memimpin engkau sampai engkau menyembah Allah di Masa Kekekalan.

Penyembahan kita di dunia tidak sempurna, karena penyembahan yang sempurna hanya terjadi saat kita di Sorga.

  • Bagaimana mungkin saudara bisa menyembah Tuhan di kekekalan yang akan datang dengan sempurna, jika hidupmu sekarang ini tidak sempurna?
  • Saudara tidak bisa mengikuti Tuhan dengan sempurna, kalau saudara tidak bertindak seperti orang Majus yang mengambil keputusan, kalau saudara masih memakai pola pikir manusia.
  • Orang Majus dengan taat dan setia menyembah “Allah asing” bagi mereka.

Apa buktinya orang Majus dari Timur itu taat dan setia akan tuntunan, bimbingan dan pimpinan Tuhan untuk bisa menyembah Allah yang benar?

  • Orang Majus melakukan perjalanan yang jauh, bukan perjalanan yang dekat.
  • Orang Majus berani mengambil resiko selama dalam perjalanan mereka menuju Yerusalem, antara lain penyamun dan serangan binatang buas.
  • Orang Majus hanya bermodalkan terang bintang sebagai penunjuk jalan bagi mereka menuju Yerusalem.
  • Orang Majus rela mengorbankan harta bendanya untuk Tuhan.
  • Orang Majus percaya mereka berjalan dengan tuntunan Tuhan.

Pertanyaannya sekarang, “Bagaimanakah dengan kita yang telah mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita masing-masing?

  • Apakah kita sudah benar-benar sudah menyembah Allah dengan benar?
  • Apakah kita berani mengambil resiko selama kita mengikut Tuhan?
  • Apakah kita sudah mengorbankan segala-galanya bagi Tuhan?
  • Apakah perjalanan hidup kita sudah benar-benar dituntun oleh Tuhan?

Ingatlah, bahwa untuk bisa sampai pada penyembahan kepada Allah di Kekekalan yang akan datang, perlu totalitas selama kita hidup di dunia sekarang ini agar kita bisa berubah dari “manusia daging” menjadi “manusia Roh”.

Pesan Natal tahun 2019 :

  1. Maukah saudara total kepada Tuhan?
  2. Maukah saudara merespon Tuhan dengan benar?
  3. Maukah saudara meninggalkan pola pikir yang lama dan tidak menggunakan pola pikir dunia lagi, karena pola pikir manusia bisa menghalangi keputusan kita yang benar.
  4. Berjalan bersama Tuhan sepertinya tidak pasti, tetapi sebenarnya itulah yang pasti dan tujuannya tepat, maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan.
  5. Ambillah keputusan untuk ikut Tuhan dengan taat dan setia, maka saudara tidak akan pernah menyesal.
  6. Jadilah seperti orang Majus, dan ubah pola pikirmu, kemudian ikutlah Tuhan.
  7. Yakinlah, “Tidak ada yang mustahil bagimu, asalkan engkau taat dan setia.

AMIN. BERI KEMULIAAN BAGI TUHAN YESUS.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK – CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

21 JANUARI 2020 MASA DEPAN YANG DIBERKATI (VIDEO KHOTBAH)

BULETIN 26 JANUARI 2020 JADILAH BENDAHARA YANG SETIA.

BULETIN NO.253 TAHUN KE-4

JADILAH BENDAHARA YANG SETIA

Setiap kita yang mengaku telah ditebus oleh Darah Yesus adalah milik Yesus. Saat itu kita tidak lagi menjadi penguasa atau bos atas diri kita sendiri dan tidak lagi menjalani hidup demi diri sendiri. Artinya telah terjadi perubahan besar didalam tujuan arah hidup kita. Kalau dulu yang kita kejar adalah kesenangan diri sendiri, bahkan apa yang kita kumpulkan hanya demi kepuasan diri sendiri, sekarang telah berubah menjadi untuk Tuhan.

Jika demikian apakah artinya kita tidak lagi diperkenankan membeli dan menikmati sesuatu? Tentu bukan itu maknanya, melainkan apapun yang kita miliki sudah menjadi milik Tuhan dalam arti kita tidak lagi terikat dengan apapun yang ada didunia. Semakin kita mengikatkan diri pada Tuhan semakin kita melepaskan diri dari ikatan akan dunia. Tapi semakin kita melepaskan ikatan akan Tuhan maka kita semakin terikat dengan dunia. Bukankah artinya kita diperhadapkan dengan pilihan?

Tapi yang amat disayangkan banyak orang Kristen dewasa ini begitu terikat dengan dunia, sehingga tanpa disadari mereka begitu mengasihi dunia (1 Yohanes 2:15-16). Apa yang mereka miliki dipegang erat sebagai miliknya sendiri bahkan dihabiskan hanya untuk kepentingan sendiri. Inikah yang disebut umat tebusan? Inikah yang disebut umat milik Tuhan? Mungkin diucapan mereka milik Tuhan tapi pada dasarnya mereka masih milik sendiri.

Jika demikian bisakah kita mengambil kesimpulan, orang Kristen yang masih demikian pelit, hidupnya tidak jadi berkat dan semua yang didapat hanya dihabiskan demi diri sendiri, orang ini adalah orang Kristen yang belum mengerti arah tujuan hidupnya. Mereka berpikir dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya, dia akan tenang. Alkitab menyadarkan kita hidup tidak bergantung dari apa yang kita miliki didunia tapi bergantung pada apa yang kita percayai sebagai milik kita disorga ( Lukas 12:18-21). Mereka berpikir kesorga hanya cukup percaya tanpa perlu bisa dipercaya. Mereka sedang berjalan menuju kebinasaan.

Sebagai seorang kristen kita bertanggung jawab dengan apa yang Tuhan beri, termasuk hidup ini. Tuhan mengijinkan kita mengelola apa yang Tuhan percayakan. Jika kita menghabiskan apa yang Tuhan beri bukankah kita Bendahara yang tidak setia? Luar biasanya banyak orang Kristen dewasa ini rindu dipercayakan perkara besar, bagaimana bisa jika dia tidak memulainya dengan perkara kecil (Matius 25:21)?

DATANG & LIHATLAH – 10 DESEMBER 2019

Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” (Yohanes 1 : 45)

“DATANG & LIHATLAH”

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH SELASA, 10 DES. 2019

=============

PENDALAMAN ALKITAB

SHALOM !

Judul khotbah pendalaman Alkitab yang akan kita bahas pada sore hari ini adalah “Datang dan Lihatlah”.

Kerinduan hati Tuhan Yesus supaya saudara dan saya benar-benar menjadi saksi Tuhan sebagaimana dikatakan dalam Amanat Agung, bahwa kita akan menjadi saksi Tuhan dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Tuhan ingin menjadikan kita semua saksi-saksi-Nya, untuk menampilkan wajah-Nya melalui penampilan kita dimanapun kita berada.

Kesaksian bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui gaya hidup saudara dan pola tingkah laku saudara yang akan mencerminkan apa yang ada di dalam saudara.

  • Dengan cara itulah saudara bersaksi tentang siapa Tuhan kita, bagaimana Dia hidup dan bagaimana karakter Dia.
  • Kita harus katakan kepada semua orang melalui “penampilan hidup” kita sehari-hari, seolah-olah kita berkata “mari datang dan lihatlah keberadaan Tuhan dalam diri saya”.
  • Seolah-olah saudara berkata “Ayo, datang kepadaku dan lihatlah siapa Tuhan yang aku percayai dan aku sembah”

Sesungguhnya, panggilan Tuhan akan selalu tentang “Datang dan lihatlah”. Perhati-kan Mazmur 66 : 5 dibawah ini :

Mazmur 66 : 5

66:5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:

Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia. Dan perbuatan-Nya yang dahsyat itu tidak selalu perkara mujizat dan hal-hal adikodrati, tetapi juga perkara adikodrati yang saudara alami sendiri selama ini.

Sakitmu disembuhkan atau doamu dijawab, bukan perkara adikodrati yang ter-penting bagimu, tetapi perkara adikodrati terpenting yang Tuhan mau lakukan bagi-mu adalah “perubahan saudara dari manusia daging menjadi manusia ilahi”.

Siapa yang bisa mengubah kita “dari manusia daging menjadi manusia ilahi” selain Tuhan Yesus, karena itulah perkara adikodrati yang Tuhan kerjakan di dalam diri orang percaya yang taat dan setia kepada-Nya.

Yesaya 66 : 18

66:18 Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan mereka, dan Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaan-Ku.

Mereka akan datang dan melihat kemuliaan-Ku. Aku datang untuk mengerjakan segala hal yang tidak bisa dikerjakan oleh manusia.

Inilah Allah kita. Tuhan mau merubah kita semua untuk menjadi saksi Tuhan lewat perjumpaan dan persentuhan saudara dengan Tuhan.

  • Orang yang bersentuhan dengan Tuhan, pasti orang yang sudah berubah.
  • Kalau perkataanmu masih perkataan yang lama, sikap dan tingkah lakumu masih yang lama, berarti engkau belum bersentuhan dengan Tuhan.

Apa artinya saudara dengar firman, berdoa dan menyembah, jika saudara masih punya kesenangan aneh yaitu menyakiti hati orang lain?

  • Tuhan mau saudara memanggil orang dan berkata “Datanglah dan saksikan Tuhan yang ada di dalamku”
  • Hal ini bukan bersifat materi tapi orang lain harus datang dan menyaksikan keberadaan Tuhan di dalam saya karena saudara yang telah mengalami hal yang adikodrati dari Tuhan, yaitu telah diubah dari manusia daging menjadi manusia ilahi.

Secara tidak sadar, dosa-dosa lama yang sering saudara lakukan dahulu sekarang tidak saudara lakukan lagi dan saudara akan terheran-heran dengan perubahan saudara.

  • Inilah perkerjaan Tuhan yang dahsyat karena tidak seorangpun yang bisa berkata tidak pada dosa, selain karena adanya Roh Kudus di dalam dia dan Roh Kudus yang membimbing dia untuk berkata tidak pada dosa.
  • Semua yang tidak bisa manusia kerjakan, Allahlah yang mengerjakannya bagi saudara dan saya.
  • Allah melakukan perubahan pada hidup kita, sikap dan tingkah laku kita, bahkan sampai ke tutur kata kita, sehingga kita bisa menjadi saksi Tuhan dimanapun kita berada.

Yohanes 1 : 35 – 51

1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.

Nama Yohanes yang dimaksudkan disini adalah Yohanes Pembaptis.

Siapakah dua orang murid Yohanes Pembaptis ini?

1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!”

1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.

Yohanes pembaptis hanya berkata “Lihatlah Anak domba Allah” dan kedua murid-murid Yohanes itu pun langsung pergi mengikuti Yesus.

1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?”

Yesus menoleh ke belakang dan berkata, “Apakah yang kamu cari?” Kata kedua murid Yohanes Pembaptis itu, “Dimanakah Engkau tinggal?”

  • Mengapa Yesus bertanya “Apakah yang kamu cari?”
  • Karena Yesus tahu hati manusia pada umumnya bercabang dan kedua murid Yohanes yang mengikut Yesus itu juga punya hati bercabang.

Pertanyaan yang sama bagi saudara, “Mengapa engkau ikut Yesus?”

  • Apakah karena engkau mencari kesembuhan ilahi, atau mencari mujizat dan mencari berkat?
  • Karena banyak sekali kebutuhan kita dan banyak sekali keinginan kita.
  • Tetapi Tuhan mau kita mencari Dia, bukan mencari mencari fasilitas dari Dia.

Oleh sebab itu Yesus menoleh kebelakang dan berkata, “Apa yang kamu cari?”

  • Kalau engkau benar-benar telah bertekad mengikut Yesus, maka engkau tidak akan mencari apapun selain Yesus, karena Yesus sudah menjadi yang terutama dalam hidup saudara.
  • Berapa banyak dari kita masih mencari kesenangan dunia?
  • Tuhan Yesus mau kita hanya mencari Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Yohanes 2 : 24

2:24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,

Banyak yang mengikut Yesus, pada umumnya karena mencari kesenangan daging.

  • Tuhan mau kita semua mencari pribadi Yesus, bukan mencari fasilitas-Nya.
  • Banyak orang mencari Yesus karena kebutuhan daging manusianya.
  • Oleh sebab itu Tuhan tidak mau mempercayakan diriNya pada mereka.
  • Kalau saudara benar-benar mau mencari Tuhan, benar-benar merindukan Tuhan, benar-benar mau berubah, maka Tuhan akan membuka tangan-Nya dan membuat saudara berubah.

Yohanes 6 : 26

6:26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Yesus berkata, engkau mencari Aku bukan karena mencari Pribadi-Ku sebagai Tuhan, tetapi hanya untuk memuaskan kedaginganmu.

Pada tahap-tahap tertentu, Tuhan masih tolerir tapi ketika saudara sudah masuk dalam pertumbuhan yang lebih lagi, saudara harus masuk dalam pengenalan akan Tuhan.

  • Sampai pada satu titik, saudara sudah melepaskan kedagingan dan saudara tidak menginginkan apa-apa lagi selain Tuhan.
  • Inilah standar pertumbuhan rohani kekristenan.

Ayo kita mengikut Tuhan dan melepaskan semua kedagingan kita yang duniawi.

  • Jangan mengikut Tuhan untuk memenuhi kedagingan kita, seperti orang-orang Israel.
  • Harus ada yang dilepaskan ketika kita mengikut Tuhan, yaitu melepaskan diri kita sendiri dari ikatan kedagingan.
  • Semua kenyamanan dunia ini, semua kesenangan dunia ini, itu yang harus dilepaskan.
  • Semua akan dilucuti oleh Tuhan sampai kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi tanpa Tuhan.

1:39 Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Ada kata “Marilah dan kamu akan melihatnya”. Merekapun datang dan melihat. Mulai saat itu mereka tinggal bersama Yesus.

1:40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

Salah seorang murid Yohanes Pembaptis yang mengikuti Yesus, adalah Andreas saudara Simon Petrus dan murid yang kedua yaitu Yohanes (Yohanes tidak pernah menyebutkan namanya sendiri, tapi dia selalu memakai kata “murid itu atau murid yang dikasihi”).

Yohanes 13 : 23

13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Murid yang dikasihi tersebut adalah Yohanes (dia tidak menyebut namanya sendiri).

Yohanes 18 : 15

18:15 Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama-sama dengan Yesus ke halaman istana Imam Besar,

Murid lain tersebut adalah Yohanes.

Yohanes 1 : 41-42

1:41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).”

1:42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”

Pe