19 MEI 2019 DATANGLAH KERAJAAN-MU JADILAH KEHENDAK-MU DIBUMI SEPERTI DI SORGA (DOA BAPA KAMI BAG.4) – VIDEO KHOTBAH

Iklan

14 MEI 2019 MASUK MELALUI PINTU YANG SEMPIT (VIDEO KHOTBAH)

Warta 19 Mei 2019-TERLEPAS DARI JERAT FANATISME

TERLEPAS DARI JERAT FANATISME

            Gereja adalah sarana pemberitaan Injil dan juga sarana penyampaian kebenaran. Orang percaya didorong oleh kuasa Roh kudus kesana demi belajar mengenal Tuhan yang tambah hari tambah dalam. Semakin sehat suatu pengajaran, semakin dalam seseorang akan mengenal Tuhan, dan semakin dalam pengenalan maka semakin terbangunnya hubungan yang indah antara Tuhan dengan kaum percaya. Pengenalan tidak akan berhenti sampai kita berjumpa dengan Allah muka dengan muka (1 Korintus 13:12), itulah kesempurnaan hubungan.

            Saudaraku Gereja yang sehat adalah gereja yang mengajarkan siapa Tuhan Yesus, tujuannya sampai jemaat yang hadir menjadi gereja-gereja pula yang mampu berdoa, mengajar dan juga menyembah. Ketika jemaat sudah menjadi gereja-gereja, maka jemaat akan berubah menjadi teladan dimanapun mereka berada.

            Permasalahan yang dihadapi dewasa ini banyak pengajaran yang berusaha menimbulkan fanatisme pada jemaat akan gerejanya, dan bukan mengajak jemaat militan dalam mengerjakan Firman. Gereja seharusnya mengajar kebenaran sehingga manusia batiniah berubah bukan kebenaran palsu yang merubah tampilan luar jemaat yang nampak rohani padahal masih sangat duniawi. Hal ini bisa pula terimpartasi dari pengajaran yang difokuskan hanya pada berbagai hal bumiah seperti kesembuhan, kemakmuran dan juga kenyamanan hidup lainnya.

Seseorang rajin ibadah, rajin menyumbang bukan berarti dia sudah rohani. Rohani tidaknya tertampak dari seberapa dalam pengenalan akan Tuhan dan berapa dalam dia menuruti kehendak Roh dan seberapa besar buah yang dihasilkan lewat pengenalannya akan Tuhan.

Memang amat disayangkan dewasa ini banyak orang “mendewakan” pendeta dan fanatis kepada gereja. Mereka tidak militan pada kebenaran dan benar-benar meng-Tuhankan Tuhan.  Jika anda demikian fanatis pada gereja, apa bedanya dengan sekumpulan ahli taurat yang demikian fanatis pada ibadah tapi tidak militan dalam mengerjakan kebenaran? Yang sudah-sudah hanya dikecam Tuhan bukan (Matius 23).

Justru kebenaran yang kita terima harus kita bagikan kepada lebih banyak orang bukan sekedar dipuja-puja untuk diri sendiri. Jika demikian andapun tidak akan berfungsi sebagai gereja, melainkan hanya berfungsi sebagai jemaat gereja belaka. Semakin anda mengenal kebenaran seharusnya anda juga semkin terlepas dari jerat fanatisme dan masuk dalam tangkapan militanisme. Jika anda terus terjebak dalam jerat fanatisme berarti anda tidak bertumbuh dalam kebenaran sampai hari ini.

5 MEI 2019 PESAN NUBUATAN BAGI JEMAAT CG (IBADAH MINGGU)

PESAN TUHAN BAGI JEMAAT CHOSEN GENERATION

SHALOM
Saya mau menyampaikan pesan Tuhan yang Tuhan sampaikan tadi pagi Minggu 5 Mei 2019 :
Tadi pagi saat saya doa saya melihat kita semua sedang berkumpul dan sedang di make up oleh Tuhan. Tuhan berkata” Ini akan menjadi mempelai”
Tuhan sedang mempersiapkan suatu pesta dan Tuhan sedang mendadani kita.

Tapi saat kita sedang di dandani, disamping kanan kiri ada buaya-buaya yang melambangkan sakit penyakit, masalah keuangan, masalah rumah tangga dan segala macam.

Pada saat kita di make up, buaya di kanan kiri kita mengganggu kita.
Pada saat kita di make up kalau kita tidak focus pada Tuhan, kita akan terganggu dengan masalah-masalah kita, masalah sakit penyakit, masalah keuangan, masalah rumah tangga dan sebagainya.
Akhirnya proses make up kita tidak selesai-selesai.

Tuhan berkata “ fokuslah pada Tuhan biarkan Aku mendadanimu sampai saudara cantik di hadapan Tuhan”
Jangan pernah takut dengan masalahmu selama engkau berjalan bersama dengan Tuhan.
Jangan pernah takut dengan masalahmu selama engkau duduk di hadapan Tuhan dan Tuhan mendadanimu.

Tuhan berkata “ Aku sedang membentuk laskar perang, yang akan menang melawan kedagingan, yang akan menang melawan ego.” Inilah laskarKu.
Saudara dan saya akan dijadikan lascar-laskar Kristus.
Tanpa sadar saya dibawa oleh Tuhan dan saudara mengikuti di belakang saya. Kita dibawa ke suatu podium besar seperti podium olympiade.
Saya naik ke podium duluan dan saudara mengikuti dibelakang saya dan Tuhan berkata “ Aku sudah menyiapkan kemuliaan yang besar bagi saudara dan saya”.

Pesan Tuhan pada kita :
• Jangan pernah bias ketika saudara dan saya sedang di make up
Ketika ada mempelai sedang di make up tapi selalu menoleh ke kanan ke kiri, dia tidak akan selesai-selesai di make up karena tidak focus.
• Harus fokus pada Tuhan, cari Tuhan yang benar
• Tuhan menjamin saudara menang melawan daging dan melawan dosa
Ketika saudara menang maka saudara akan naik ke atas podium dan kita akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.
Demikian pesan Tuhan tadi pagi.

KEDAGINGAN ADALAH PENGHALANG KEMULIAAN YANG KEKAL – 30 APRIL 2019

Apabila TUHAN telah membawa engkau ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Hewi dan orang Yebus, negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, maka engkau harus melakukan ibadah ini dalam bulan ini juga. (Keluaran 13 : 5)

KEDAGINGAN ADALAH

P E N G H A L A N G

KEMULIAAN KEKAL

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

HARI SELASA, 30 APRIL 2019

===========

PENDALAMAN ALKITAB

SHALOM !

Meskipun sore ini hujan, hujan bukan penghalang utama kita untuk bertemu Tuhan.

Karena penghalang kita yang utama untuk bertemu Tuhan adalah daging kita atau biasa disebut juga dengan istilah “kedagingan” kita.

Puji Tuhan, keadaan cuaca sore ini sepertinya mendukung topik pendalaman Alkitab kita yang berjudul “KEDAGINGAN ADALAH PENGHALANG KEMULIAAN KEKAL”.

TUHAN punya “master plan” yang sempurna dan hebat, untuk membawa bangsa Israel, bangsa pilihan-Nya mendapatkan “warisan tanah permai” yaitu Kanaan.

  • Kanaan melambangkan Sorga yang mulia.
  • Untuk masuk ke tanah permai itu, TUHAN membuat janji yang luar biasa dengan Abraham, Ishak dan Yakub.
  • TUHAN membuat suatu perjanjian dengan sumpah.
  • Kalau membuat janji dengan sumpah, itu ikatannya kekal.
  • Kalau TUHAN bersumpah, janji itu pasti digenapi-Nya (pasti terjadi).
  • TUHAN membuat suatu perjanjian dengan bersumpah, bahwa orang Israel akan mendapat tanah yang makmur lengkap dengan susu dan madunya.

Keluaran 6 : 6-7

6:6 Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.

Akulah, TUHAN yang membebaskan kamu dari “kuasa kegelapan” Mesir.

  • Tidak ada satupun yang bisa membebaskanmu dari kuasa kegelapan.
  • Sayangnya, banyak orang “lebih suka” diperbudak oleh kuasa kegelapan.
  • Contohnya, Tuhan mau lepaskan si X dari kuasa kegelapan, tetapi si X tidak mau melepaskan dirinya dari dosa, dari perasaannya yang selalu negatip.
  • Banyak “orang percaya” diperbudak oleh perasaannya sendiri, hingga tanpa dia sadari, sebenarnya “dirinya sendiri masih dibelenggu oleh Mesir”.

Sebenarnya TUHAN mau membebaskan orang yang terbelenggu ini dari kuasa kegelapan, tetapi orang itu sendiri yang tidak mau melepaskan dirinya karena dia merasakan apa yang dia rasakan.

  • 6:7 Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Ku-janjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN.”

Aku akan memberikan kepada kamu apa “yang sudah Ku-janjikan” kepada moyangmu Abraham, Ishak dan Yakub “dengan sumpah”.

Keluaran 13 : 5

13:5 Apabila TUHAN telah membawa engkau ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Hewi dan orang Yebus, negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, maka engkau harus melakukan ibadah ini dalam bulan ini juga.

TUHAN menjanjikannya dengan sumpah, artinya TUHAN punya “master plan besar”, untuk menuntun orang Israel menuju ke “Tanah Warisan mereka yang permai”, yaitu Kanaan (atau Sorga yang mulia).

  • Tetapi untuk bisa masuk ke Sorga yang mulia, tidak bisa masuk dengan mudah, karena jalannya sempit dan pintu masuknya juga sempit.
  • Bahkan jalan yang harus ditempuh tidaklah mudah untuk dilalui, harus lewat penyangkalan diri dan pemikulan salib, dan harus ikut Tuhan.

Pada waktu TUHAN berkata akan memberikan negeri yang makmur atau negeri yang berlimpah-limpah dengan susu dan madu.

  • TUHAN tidak memberikannya dengan mudah, tapi TUHAN membawa orang Israel lewat laut Teberau, kemudian lewat padang gurun dan mengalami peperangan demi peperangan, serta masalah demi masalah.
  • TUHAN menjanjikan saudara suatu sorga yang mulia dan TUHAN bersumpah saudara pasti mendapatkan janji Tuhan itu, tapi saudara harus melewati padang gurun kehidupan saudara dulu, saudara harus melewati peperangan demi peperangan rohani.
  • Mengalami peperangan rohani melawan kuasa kegelapan jauh lebih mudah daripada peperangan melawan diri sendiri.
  • Saat perang melawan diri sendiri, korbannya diri sendiri juga, yaitu harga diri, kenikmatan kita, kepentingan kita, kedagingan kita dan nama baik kita sendiri, tapi kalau kita perang melawan kuasa gelap, korbannya kuasa gelap.
  • Jadi jauh lebih sulit perang melawan diri sendiri, karena Tuhan membawa kita masuk dalam suatu pengajaran demi pengajaran untuk masuk ke dalam suatu ketaatan, sehingga kita tahu bagaimana caranya berjalan masuk ke dalam Kerajaan-Nya melalui pintu yang sempit itu.

Artinya, bagaimana caranya kita bisa masuk ke Sorga melalui pintu yang sempit.

  • Bagaimana caranya masuk, saudara harus bertanya pada Dia yang pernah masuk melalui pintu yang sempit itu.
  • Yang pernah masuk melalui pintu yang sempit itu, adalah Yesus Kristus.
  • Bagi kita semua, untuk bisa masuk kesana hanya dengan “dimuridkan”.

Yesus berkata “Belajarlah daripada-Ku karena Aku lemah lembut dan penuh kasih”.

  • Memang sulit masuk melalui pintu yang sempit itu, tetapi kamu bisa belajar dari Aku karena Aku akan menolongmu, bukan dengan kekuatanmu tapi Akulah yang akan menopang kamu senantiasa.
  • Yesus sudah janjikan kita masuk Sorga, tapi jalan ke Sorga itu sangat sulit.
  • Oleh sebab itu perlu adanya “pemuridan”.

Pemuridan, bukan hanya pendidikan dari Gereja, tapi bagaimana caranya Gereja mengajarkan untuk sangkal diri, pikul salib dan ikut Tuhan kemanapun Dia pergi.

  • Kalau saudara masuk ke dimensi ini, barulah saudara bisa masuk ke dalam Sorga melalui pintu yang sempit itu.
  • Tuhan ingin membawa kita “mewarisi Kerajaan-Nya” melalui suatu ikatan perjanjian, dimana kita harus melewati padang gurun kehidupan selama kita hidup di dunia ini.

Di padang gurun kehidupan itulah kita belajar untuk bersentuhan dengan Allah, kita belajar taat dan setia, kita belajar masuk dan terlibat dalam suatu peperangan rohani dengan cara menyangkal diri dan memikul salib.

  • Kehidupan Kristen bukan suatu kehidupan yang mudah, karena saudara harus melawan diri sendiri, tetapi banyak yang berkata sebaliknya, bahwa menjadi orang Kristen semuanya jadi mudah dan enak.
  • Ketika saudara melawan kuasa kegelapan, bisa saudara hancurkan lewat doa, masalahnya saat mau masuk ke dalam doa itulah yang susah.
  • Apalagi pada saat saudara sedang mengantuk, peperangannya pasti sulit.
  • Inilah yang saya maksudkan, yang “paling sulit adalah melawan diri sendiri”.

Kehidupan Kristen bukanlah suatu kehidupan yang mudah, karena harus melawan diri sendiri serta melawan berbagai macam keinginan daging.

  • Apabila kita gagal memenuhi keinginan daging kita, maka keinginan daging kita itu akan membawa kita ke berbagai kekecewaan.
  • Semakin banyak keinginan dan tuntutan yang ada dalam pikiran saudara, saudara akan berpotensi semakin banyak mengalami kekecewaan.
  • Tuhan telah menyiapkan yang terbaik untuk saudara dan saya, tapi kalau saudara gagal untuk mewarisi Kerajaan yang Tuhan janjikan, itu kesalahan saudara sendiri karena saudara kalah dalam peperangan rohani.

Pada waktu kepada orang Israel dibagikan tanah warisan, apakah semua suku Israel mendapat warisan tanah permai di Kanaan?

  • Seharusnya ke-12 suku bangsa Israel menerima warisan itu, tetapi nyatanya 2,5 suku dari 12 suku itu yaitu suku Ruben, Gad dan 0,5 suku Manasye menolak tanah Kanaan, sehingga akhirnya tidak mendapatkan warisan.
  • 2,5 suku itu memang mendapatkan bagian tanah, tetapi letaknya bukan di tanah Kanaan, karena sebelum masuk Kanaan, 2 suku dan setengah bagian suku Manasye sudah minta warisannya.

Bilangan 32 : 1-5

32:1 Adapun bani Ruben dan bani Gad ternaknya banyak, bahkan sangat banyak sekali. Ketika mereka melihat tanah Yaezer dan tanah Gilead, tampaklah tempat itu tempat yang baik untuk peternakan.

Bani Ruben dan bani Gad sangat banyak ternaknya, sehingga walaupun belum masuk Kanaan, tetapi setelah mereka melihat tanah Yaezer dan tanah Gilead, mereka sudah minta tanah yang baik itu untuk peternakan mereka                                       

Bilangan 32 : 2 – 5

32:2 Lalu datanglah bani Gad dan bani Ruben dan berkata kepada Musa, imam Eleazar dan para pemimpin umat itu :

32:3 “Atarot, Dibon, Yaezer, Nimra, Hesybon, Eleale, Sebam, Nebo dan Beon,

32:4 negeri yang telah dikalahkan oleh TUHAN untuk umat Israel, itulah suatu negeri yang baik untuk peternakan dan hamba-hambamu ini memang ada ternaknya.”

32:5 Lagi kata mereka: “Jika kami mendapat kasihmu, biarlah negeri ini diberikan kepada hamba-hambamu ini sebagai milik; janganlah kami harus pindah ke seberang sungai Yordan.”

Perhatikan Gambar-1 (lihat Page-4)

Di sebelah TIMUR, ada Atarot, Dibon, Yaezer, Nimra, Hesybon, Eleale, Sebam, Nebo dan Beon (Ayat 3).

  • Tapi TUHAN menjanjikan tanah yang di sebelah BARAT, yaitu Kanaan.
  • Antara sebelah BARAT dan TIMUR, dipisahkan oleh Sungai Yordan.

Gambar-1 ini saya umpamakan juga sebagai Kemah Suci.

  • Di depannya, ada PINTU GERBANG BAIT ALLAH untuk masuk ke HALAMAN, di Halaman ada MEZBAH KORBAN BAKARAN dan KOLAM BASUHAN.
  • Diseberang sungai YORDAN ada RUANG SUCI dan RUANG MAHA SUCI.
  • Tuhan menjanjikan warisan di KANAAN (Ruang Suci dan Ruang Maha Suci), tapi Bani Ruben, Bani Gad dan setengah bagian Bani Manasye, merasa cukup sampai di HALAMAN BAIT SUCI saja dan tidak perlu sampai ke KANAAN, karena mereka memiliki banyak ternak dan harta berlimpah (daging).
  • Jadi karena ada kedagingan yang tidak mau dimatikan, maka mereka tidak mau ikut menyeberangi Sungai Yordan untuk masuk ke Kanaan.

Dari HALAMAN masuk ke RUANG SUCI dan sampai ke RUANG MAHA SUCI semakin mengerucut.

  • Jadi semakin saudara naik menuju Ruang Maha Suci, maka ruang gerak daging saudara semakin sempit dan puncaknya adalah di Ruang Maha Suci, dimana saudara harus “mati” bersama dengan Kristus.
  • Ketika daging tumbuh sehat karena banyaknya harta, maunya mendengar khotbah yang serba enak, menolak teguran dan didikan, akhirnya kita sendirilah yang memilih untuk tinggal di HALAMAN.
  • Pada saat terjadi pengangkatan (Rapture), yang diangkat hanyalah mereka yang ada di Ruang Suci dan Ruang Maha Suci.
  • Mereka yang masih menikmati segala macam dosa dan kenikmatan dunia, berada di Halaman Bait Allah, mereka ini akan tertinggal (Wahyu 11 : 1-2).

Jadi 2,5 suku dari ke-12 suku bangsa Israel yang memilih tidak perlu sampai ke Kanaan, di gambarkan memilih untuk tinggal di “Halaman Bait Allah”, karena mereka masih terikat dengan daging.

Ulangan 11 : 29-30

11:29 Jadi apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke negeri, yang engkau masuki untuk mendudukinya, maka haruslah engkau mengucapkan berkat di atas gunung Gerizim dan kutuk di atas gunung Ebal.

11:30 Bukankah keduanya terletak di sebelah barat sungai Yordan, di belakang jalan raya sebelah matahari terbenam, di negeri orang Kanaan yang diam di Araba-Yordan, di tentangan Gilgal dekat pohon-pohon tarbantin di More?

Keduanya terletak di sebelah barat sungai Yordan.

Apakah semua orang yang percaya Yesus sudah diputuskan dari kutuk? Belum semua, bahkan sebagian besar belum karena mereka tidak percaya akan hal ini.

  • Kamu harus mengucapkan berkat di atas gunung Gerizim yang menghadap ke BARAT dan kutuk di atas gunung Ebal yang menghadap ke TIMUR, semuanya ada sebelah BARAT sungai Yordan, bukan disebelah Timur.
  • Meskipun kamu sudah masuk ke Halaman Bait Allah, tapi kalau kamu tidak masuk ke Kanaan, engkau diikat dengan daging.
  • Jadi orang yang berada di HALAMAN BAIT ALLAH, masih terikat dengan daging berarti dia masih terikat dengan kutuk.
  • Jika saudara belum memastikan diri saudara, apakah sudah berada di Ruang Suci atau Ruang Maha Suci, berarti masih ada kutuk yang mengikatmu?

Apakah saudara hanya mau menjadi “orang Kristen biasa-biasa saja” yang hanya berada di Halaman Bait Allah, ataukah menjadi “orang Kristen luar biasa” yang berada di Ruang Suci atau Ruang Maha Suci?

  • Kalau saudara mau menjadi orang Kristen luar biasa, satu-satunya cara untuk mencapainya adalah kedagingan saudara harus mati dan Kristus harus hidup dalam saudara.
  • Kedaginganmu harus mati dahulu, biar Kristus hidup didalammu, barulah kamu bisa melepaskan berkat dan melepaskan kutuk.
  • Orang yang masih terikat dengan kepahitan, sakit hati, harga diri, perasaan, luka batin, harta benda, mamon, dan terikat dengan dosa, berarti dia masih berada di luar Kanaan.
  • Dia sudah masuk di wilayah Kanaan, tapi masih berada di luar Kanaan atau belum masuk Kanaan.
  • Saya tinggal di Bekasi. Saya ada di perbatasan Bekasi dan Jakarta Timur. Saya masuk wilayah Jabodetabek, tapi saya bukan warga Jakarta.
  • Jadi siapapun yang masih terikat dengan dosa dan kepentingan diri sendiri, dia masih terikat dengan kutuk.

Satu-satunya cara melepaskan dirimu dari kutuk, pastikan dirimu menyeberangi sungai Yordan dan masuk ke posisi tertinggi bersama dengan Tuhan.

  • Ingat “quotes” saya tadi pagi : “Jangan pernah puas dengan rohani kita hari ini”.
  • Jangan puas ketika saudara sudah rajin melayani, sudah rajin berdoa, rajin penyembahan dan sebagainya.
  • Jika kamu puas hanya dengan hal itu, kamu tidak akan sampai di Kanaan.
  • Jangan berpikir kalau sudah dengar suara Tuhan saudara sudah aman.

Jangan salah, suara Tuhan bisa saja di alami orang-orang di Halaman, tapi bisa juga oleh orang-orang di Ruang Suci dan atau di Ruang Maha Suci.

  • Tapi kalau mau dengar jelas suara Tuhan, saudara harus mendengarnya di Ruang Maha Suci.
  • Lihat saja betapa kuatnya kedagingan orang-orang yang memilih hidup di Halaman, seperti bani Gad, bani Ruben dan setengah bani Manasye.
  • Karena banyak sekali ternaknya (hartanya), mereka melihat tanah yang baik dan yang mudah mendapatkannya, mereka memilih sebelah Timur Yordan.
  • Karenanya mereka tidak menyeberangi sungai Yordan.

Halaman Bait Allah, adalah tempat permulaan mereka sampai di Bait Allah, tapi sebenarnya belum sampai di tempat yang dijanjikan TUHAN.

  • Kalau saudara pergi ke Puncak (Bogor), baru sampai di Cisarua saudara sudah merasakan udaranya dingin, kemudian setelah sampai di Puncak Pas udaranya lebih dingin.
  • Tapi karena di Cisarua udaranya sudah cukup nyaman bagi saudara, maka saudarapun sudah puas sampai Cisarua saja.
  • Banyak orang Kristen puas dengan rohaninya, puas dengan pelayanannya, puas dengan suara Tuhan, tapi banyak yang tidak sadar bahwa dia belum sampai pada titik yang diinginkan Tuhan, yang benar-benar memuaskan hati Tuhan dengan mengerti pikiran dan perasaan Tuhan.
  • Jika saudara belum mengerti pikiran dan perasaan Tuhan, berarti saudara belum tiba di Kanaan, baru di wilayah pinggiran Kanaan.

Banyak orang Kristen yang sudah puas dengan pelayanannya, sudah puas dengan kerohaniannya, ironisnya tidak tahu dimana “posisi rohani” mereka berada.

  • Orang Kristen seperti ini gampang mundur dari pelayanan, bahkan gampang terpelanting keluar pagar dari Halaman Bait Allah.
  • Kalau sekarang kita hidup, hiduplah untuk Tuhan dan kalaupun kita mati, itu keuntungan bagi kita berarti kita sudah selesai dan berjumpa dengan Tuhan.
  • Kita harus menjadikan Tuhan segala-galanya dalam hidup kita.
  • Jangan seperti 2,5 suku ini yang hanya puas sampai di Halaman Bait Allah.

Matius 13 : 44

13:44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Matius 19 : 21

19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Artinya, untuk mengikut Tuhan dibutuhkan totalitas, bukan sekedar spontanitas.

  • Banyak orang yang spontan percaya Yesus dan ikut Tuhan, tapi tidak total dalam menyerahkan hidupnya kepada Tuhan.
  • Awalnya spontan ikut Tuhan, ditengah jalan mengeluh sakit, merasa tidak nyaman, kondisi ini terjadi karena mereka tidak totalitas, masih terikat dengan daging dan masih ada kutuk.

Banyak pembicara dalam ibadah yang menganjurkan untuk menabur yang sebesar-besarnya, baik berupa uang, kunci mobil, kunci rumah dan lain-lain, karena akan menuai berkat Tuhan sampai 100 X lipat.

  • Mereka yang percaya secara spontanitas, mempersembahkan apa saja dari miliknya, karena mengharapkan imbalan (berkat) yang lebih besar lagi, tapi bukan karena mereka cinta Tuhan.
  • Banyak yang di buai agar memberikan persembahan yang banyak, karena akan dibalas seratus kali lipat ganda. Tapi dimana ayatnya dalam Alkitab?

Yesus berkata melalui Petrus : “Aku akan membalas seratus kali lipat ganda kalau engkau meninggalkan keluargamu dan ikut pelayanan dengan-Ku. Maka Aku akan beri kamu saudara seratus kali lipat ganda daripada keluargamu.

  • Banyak orang yang tidak paham firman Tuhan, sehingga jemaat yang tidak mengerti menjadi percaya saja dan digiring untuk dengan spontan memberi.
  • Setelah memberi begitu banyak karena spontanitas, tapi balasan yang 100 x lipat tak kunjung jadi kenyataan, barulah orang itu menyesal kemudian.
  • Kalau saudara sudah total untuk Tuhan, otomatis saudara akan spontan memberi untuk pekerjaan Tuhan.

Kadang yang spontan itu diluar kesadaran kita, itu namanya emosi jiwa, bukan Roh.

  • Tapi kalau yang bekerja Roh, pasti saudara akan total untuk Tuhan.
  • Ingat! Yesus berkata kepada orang muda yang kaya untuk menjual semua hartanya dan ikut Dia.
  • Yesus menginginkan totalitas orang muda itu dalam mengikut Tuhan, bukan spontanitasnya.

Orang muda itu tidak bersedia menyerahkan semua hartanya karena dia tidak bisa total mengikut Tuhan, karena dia hanya spontanitas tertarik untuk ikut Tuhan.

  • Yesus tidak bilang jual setengah hartamu dan ikut Aku, tapi Yesus bilang jual semua hartamu dan ikut Aku.
  • Kalau Yesus bilang jual “setengah hartamu”, orang muda itu pasti spontan memberikan hartanya karena dia pikir masih ada setengah hartanya yang masih menjadi miliknya.

Sebelah Timur identik dengan kuasa kegelapan, identik dengan kedagingan atau keduniawian. Perhatikan kembali Gambar-1 (Page-4).

  • Pintu Gerbang Masuk ke Kemah Suci ada di sebelah Timur, artinya masuk dari Timur dan berjalan ke sebelah Barat.
  • Tujuan Utama nya adalah Ruang Kudus dan Ruang Maha Kudus.
  • Berarti 2,5 suku dari 12 suku bangsa Israel itu, hanya sampai di Halaman Kemah Suci, tidak pernah sampai di Tujuan Utama, karena kedagingannya masih kuat.

Bilangan 32 : 33

32:33 Lalu Musa memberikan kepada mereka, kepada bani Gad, kepada bani Ruben dan kepada setengah suku Manasye bin Yusuf: kerajaan Sihon, raja orang Amori, dan kerajaan Og, raja Basan, yakni negeri mereka beserta kota-kotanya di seluruh negeri itu, dengan daerah-daerah setiap kota itu.

Dua setengah suku Israel tidak masuk ketempat yang di janjikan TUHAN dan tidak menjadi sempurna, yaitu suku Ruben, Gad dan setengah suku Manasye.

  • Jadi, ada dua setengah suku bangsa Israel yang terhilang.
  • Orang yang masih terikat dengan kedagingan, ikatan dosa, masih terikat dengan kutuk, tidak akan pernah bisa “terangkat” (Rapture).
  • Jadi satu-satunya cara agar bisa ikut “terangkat” hanyalah dengan bertobat, tidak ada cara lain.

Tadi pagi 30 April 2019 saya melihat air tinggi menggunung dan kapal-kapal terguling. Dalam hati saya berkata, peristiwa itu dekat sekali lokasinya.

  • Bagaimana kalau di Ancol, atau di Pluit atau di Jakarta?
  • Bagaimana persiapan kita untuk menyambut kedatangan Tuhan kali kedua?

Ingat! Tuhan sudah berdiri di depan pintu pakai baju Kerajaan dan Dia sudah siap menyambut mempelai-Nya, yaitu saudara dan saya. Masalahnya :

  • Apakah saudara sudah masuk ke Ruang Suci atau Ruang Maha Suci?
  • Atau, apakah saudara masih menikmati berdiam di Halaman (Pelataran)?
  • Jangan sampai saudara masih tertahan di Halaman, karena enggan mengikis habis kedagingan saudara. (Tolak dalam nama Yesus).

Kristen duniawi atau Kristen daging, “tidak akan pernah terangkat” dan pasti akan tertinggal di bumi saat Rapture terjadi.

  • Orang yang mengambil bagiannya di sebelah Timur sungai Yordan, berarti menolak pusaka TUHAN yang disediakan untuk mereka, yaitu kemuliaan kekal bersama TUHAN.
  • Alkitab mencatat berapa kali air laut dan sungai dikeringkan agar orang Israel bisa melintas melewatinya ketika menuju Tanah Perjanjian? Dua kali.

Keluaran 14 : 16

14:16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

Keluaran 14 : 21

14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

14:22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

Gambar-2

“Air itu menjadi tembok karena air laut terbelah dua”

Yosua 3 : 8 – 16

3:8 Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu.”

3:9 Lalu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Datanglah dekat dan dengarkanlah firman TUHAN, Allahmu.”

3:10 Lagi kata Yosua: “Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah kamu dan bahwa sungguh-sungguh akan dihalau-Nya orang Kanaan, orang Het, orang Hewi, orang Feris, orang Girgasi, orang Amori dan orang Yebus itu dari depan kamu:

3:11 sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan.

Gambar-3

Kalau saat di Laut Teberau, Musa membelah lautan dengan menggunakan tongkat, maka saat di Sungai Yordan, Yosua memutus aliran sungai dengan menggunakan Tabut Perjanjian TUHAN.

3:12 Maka sekarang, pilihlah dua belas orang dari suku-suku Israel, seorang dari tiap-tiap suku.

3:13 Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan.”

Sungai Yordan bukan sungai yang dangkal, tetapi sungai yang dalam pada zaman itu. Jadi imam pengangkat Tabut mencelupkan kakinya ke air dan aliran air sungainya langsung berhenti dan tanahnya menjadi kering .

3:14 Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.

3:15 Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu — sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai –

3:16 maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.

PERBEDAAN SAAT MENYEBERANGI LAUT TEBERAU DAN SUNGAI YORDAN

Perbedaan ke 1 :

  • menyeberangi Laut Teberau, bangsa Israel baru keluar dari Mesir (Ikatan), dan masuk ke Padang Gurun Kehidupan.
  • Ketika menyeberangi sungai Yordan, bangsa Israel keluar dari Padang Gurun Kehidupan, dan masuk ke Kanaan (Tanah Perjanjian).
  • Saat menyeberangi Laut Teberau, orang Israel baru saja keluar dari Ikatan Mesir.
  • Saat meneberangi Sungai Yordan, orang Israel baru keluar dari Padang Gurun Kehidupan.

Perbedaan ke 2 :

  • Saat menyeberangi Laut Teberau, orang Israel dikejar Firaun dan pasukannya yang merupakan lambang kuasa kegelapan.
  • Saat menyeberangi Sungai Yordan, merupakan kesiapan orang Israel masuk Kanaan mengalahkan kuasa kegelapan.
  • Saat meneberangi Laut Teberau, orang Israel dikejar kuasa kegelapan, dan mereka “masuk ke dalam laut Teberau”, berarti masuk dalam baptisan dalam air.
  • Setelah menyeberangi Sungai Yordan, orang Israel yang mengejar kuasa kegelapan, berarti masuk dalam peperangan

Perbedaan ke 3 :

  • menyeberangi Laut Teberau, orang Israel tidak membawa (belum membawa) Tabut Perjanjian TUHAN.
  • Ketika menyeberangi Sungai Yordan, orang Israel membawa Tabut Perjanjian TUHAN.
  • Saat menyeberangi Laut Teberau, orang Israel tidak (belum) ada kemuliaan,
  • Tapi saat menyeberangi Sungai Yordan, orang Israel sudah membawa Tabut Perjanjian TUHAN berarti sudah ada kemuliaan.

Ketika saudara masuk ke dalam peperangan rohani dan peperangan melawan diri sendiri, saudara disertai kemuliaan Tuhan.

  • Tuhan tidak akan meninggalkanmu.
  • Tuhan tidak akan membiarkanmu hidup dalam dosa.
  • Saudara akan selalu diingatkan oleh Tuhan.

Kalau saat ini kedagingan saudara masih kuat, saudara pasti berkata dalam hati, khotbah saya saat ini menghakimi saudara.

  • Tapi kalau saudara jujur dari dalam hatimu, seharusnya engkau akan minta Tuhan sentuh hatimu.
  • Sehingga walaupun teguran melalui firman-Nya lebih keras lagi, engkau siap menerimanya.
  • Saat menyeberangi Laut Teberau, orang Israel adalah orang-orang yang baru saja dilepaskan dari ikatan Mesir sehingga mereka tanpa kemuliaan TUHAN.
  • Tetapi saat menyeberangi Sungai Yordan mereka disertai kemuliaan TUHAN.

Perbedaan ke 4 :

  • Ketika menyeberangi Laut Teberau, Musa memakai tongkat yang artinya tuntunan Tuhan membelah Laut Teberau membuat kuasa TUHAN mengalir.
  • Ketika menyeberangi Sungai Yordan, para imamlah yang mengangkat Tabut Perjanjian TUHAN, artinya saudara dan sayalah yang membawa kemuliaan, saudara dan sayalah yang menyatu dengan kemuliaan-Nya

Ketika saudara mencelupkan kaki saudara ke Sungai Yordan, air Sungai Yordan menjadi kering artinya :

  • Saat itu saudara sedang memikul kemuliaan Tuhan, memikul tanggung jawab Tuhan, membawa kemuliaan Tuhan,
  • Berarti saudara sedang membawa mujizat Tuhan.
  • Jangan hanya senang ketika mendengar kata “mujizat”, tetapi saat dengar kata “memikul salib” saudara juga harus senang. Mengapa?
  • Karena ketika memikul salib, sebenarnya kita sedang membawa kemuliaan Tuhan, membawa mujizat dari Tuhan, karena kita adalah imam.

Bani Gad, bani Ruben dan setengah bagian bani Manasye, mengutamakan ternak mereka yang begitu banyaknya, mengutamakan harta bendanya, hal ini terjadi “pada menit-menit terakhir” sebelum bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian.

  • Hati-hati, saudara bisa saja tersandung dan jatuh “pada menit-menit terakhir menjelang Rapture akan terjadi” karena banyaknya ikatan-ikatan di dalam saudara yang belum beres, masih banyaknya segala sesuatu di dalam kita yang belum beres.
  • Jangan “mengkultus-individukan” diri saudara sendiri, jangan menjadikan diri saudara sebagai berhala.
  • Contoh actual : “Kalau kamu berani menyentuh saya atau melototi saya, saya patahkan batang lehermu”.
  • Inilah contohnya memberhalakan diri.

1 Korintus 9 : 27

9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Kita harus latih tubuh kita. Ingat! Doa bukan sekedar latihan rohani, tetapi doa adalah juga persentuhan dengan Tuhan. Walaupun saudara rajin berdoa, tetapi saudara tidak mau berubah sampai hari ini, berarti saudara belum di sentuh oleh Tuhan karena hati saudara sekeras batu gunung atau sekeras hati Firaun.

1 Korintus 15 : 58

15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Kalau saudara terus bersentuhan dengan Tuhan, maka jerih lelahmu tidak akan pernah menjadi sia-sia. Meskipun saudara capek melayani, tapi semuanya itu tidak akan sia-sia dihadapan Tuhan.

Roma 8 : 18

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Kemuliaan yang kita dapatkan dari Tuhan nantinya, tidak sebanding dengan apa yang kita alami sekarang.

  • Walaupun kita banyak menangis didunia ini, kalau kita bisa bersyukur dalam segala hal, maka nantinya kita tidak akan menangis selama-lamanya.
  • Kalau kita hanya mengeluh dan menyalahkan orang, maka kita tidak layak masuk dalam Kerajaan-Nya dan tidak layak menjadi pewaris Kerajaan-Nya.

Sedangkan mereka yang terjerat dengan harta, kenikmatan dunia dan semua kedagingan akhirnya mereka menolak untuk masuk lebih dalam ke dalam Tuhan.

Tidak semua orang bisa menerima apa yang saya bicarakan ini, tapi saya rindu saudara bisa mengerti apa yang kita bahas hari ini.

Lukas 12 : 15

12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Hidupnya tidak tergantung daripada kekayaannya. Kekayaan tidak bisa berbuat apa-apa. Kekayaan hanya bisa membinasakan, tapi tidak bisa menyelamatkan.

Bilangan 32 : 6 -9

32:6 Jawab Musa kepada bani Gad dan bani Ruben itu: “Masakan saudara-saudaramu pergi berperang dan kamu tinggal di sini?

Bani Gad dan bani Ruben, memilih berdiam di Halaman Bait Allah, berarti mereka tidak ikut perang merebut Tanah Kanaan.

32:7 Mengapa kamu hendak membuat enggan hati orang Israel untuk menyeberang ke negeri yang diberikan TUHAN kepada mereka?

Suku bangsa Israel yang ikut berperang hanya tinggal 9,5 suku saja, karena yang 2,5 suku lainnya tidak ikut berperang. Mereka takut karena lawannya besar-besar.

32:8 Demikian juga dilakukan bapa-bapamu, ketika aku menyuruh mereka dari Kadesh-Barnea untuk melihat-lihat negeri itu;

Ada dua belas orang pengintai. Sepuluh pengintai memberi kabar buruk dan dua pengintai memberi kabar baik, yaitu Yoshua dan Kaleb.

32:9 mereka berjalan sampai ke lembah Eskol, melihat-lihat negeri dan membuat enggan hati orang Israel, sehingga mereka tidak mau pergi ke negeri yang diberikan TUHAN kepada mereka.

Mereka takut bertemu orang Kanaan karena orang Kanaan kejam-kejam.

Bilangan 13 : 25

13:25 Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu,

Mereka mengintai selama empat puluh hari.

  • Untuk masuk ke Tanah Kanaan, diperlukan empat puluh hari untuk memata-matai atau mengintai negeri itu.
  • Yesus masuk ke dalam “ministry”, setelah empat puluh hari di Padang Gurun.
  • Setelah 40 hari, 10 orang pengintai kalah dan 2 orang pengintai menang.
  • Jadi angka “empat puluh” adalah “angka ujian”.

Bilangan 13 : 26 – 33

13:26 dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu.

13:27 Mereka menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.

13:28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

13:29 Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.”

13:30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”

13:31 Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”

13:32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

Kalau saudara dapat kabar seperti ini bagaimana perasaan saudara? Saudara pasti langsung takut.

13:33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Bilangan 14 : 8 – 10

14:8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

Tuhan sudah berkenan kita memasuki Tanah Perjanjian (Kerajaan Sorga), Tuhan memang siap memberikan warisan tersebut bagi kita dengan sumpah.

  • Tapi begitu kita melihat kenyataannya kita harus berperang melawan musuh dahulu, kitapun menjadi takut.
  • Tuhan menjanjikan kita masuk Kanaan, tapi kita harus memikul salib dahulu.
  • Tuhan menjanjikan kemenangan, tapi kita sendiri masih ragu. Mengapa? Karena daging kita sendiri yang membuat kita ragu-ragu masuk ke Kanaan.

Bilangan 14 : 9 – 10

14:9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”

Janganlah takut kepada bangsa negeri itu, akan kita hancurkan mereka semua.

  • Karena TUHAN semesta alam yang melindungi kita masih ada, asalkan kita jangan memberontak kepada-Nya.
  • Oleh sebab itu, mengapa kita menjadi takut dengan kabar buruk seperti itu?

14:10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel.

Dua setengah suku Israel ada di Halaman, salah satu penyebabnya karena mereka terikat dengan harta, anak istri dan juga mereka takut menghadapi orang Kanaan.

Bilangan 32 : 7 – 12

32:7 Mengapa kamu hendak membuat enggan hati orang Israel untuk menyeberang ke negeri yang diberikan TUHAN kepada mereka?

32:8 Demikian juga dilakukan bapa-bapamu, ketika aku menyuruh mereka dari Kadesh-Barnea untuk melihat-lihat negeri itu;

32:9 mereka berjalan sampai ke lembah Eskol, melihat-lihat negeri dan membuat enggan hati orang Israel, sehingga mereka tidak mau pergi ke negeri yang diberikan TUHAN kepada mereka.

TUHAN menjanjikan tanah Kanaan kepada ke-12 suku bangsa Israel, tapi Bani Gad, Bani Ruben dan setengah bagian dari Bani Manasye, tidak mau karena mereka takut mati bila ikut berperang.

32:10 Maka bangkitlah murka TUHAN pada waktu itu dan Ia bersumpah :

TUHAN marah kepada bangsa pilihan-Nya itu, sampai Dia bersumpah.

32:11 Bahwasanya orang-orang yang telah berjalan dari Mesir, yang berumur dua puluh tahun ke atas, tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, oleh karena mereka tidak mengikut Aku dengan sepenuh hatinya,

Artinya semua yang lahir di Mesir (Generasi Mesir) tidak bisa masuk ke Kanaan :

  • Artinya semua orang yang masih “manusia lama, watak lama, karakter lama, pola hidup lama, gaya hidup lama”, tidak akan bisa masuk ke Kanaan.
  • Jika saudara “masih memiliki karakter lama” sampai hari ini, maka saudara tidak akan bisa masuk ke Kanaan.

Jadi, semua yang lahir di Mesir di “bantai habis” oleh kedagingan mereka sendiri.

  • Hanya “Generasi ke-2” yang lahir di Padang Gurun, yang bisa masuk ke Tanah Kanaan, artinya hanya “manusia baru” yang bisa masuk ke tanah Kanaan.
  • Karena orang yang masih membawa “manusia lama”, tidak akan bisa masuk ke Tanah Kanaan.

Inilah ciri-ciri orang yang masih “manusia lama”, yaitu kalau saudara :

  • Masih suka berbohong, masih suka menggosipi orang lain.
  • Masih suka memutar-balikkan perkataan orang dan masih suka marah.
  • Masih suka bawa-bawa perasaan yang mudah tersinggung, yang masih menyimpan kepahitan dan masih menyimpan sakit hati.
  • Masih terikat dengan kedagingan, serta masih menikmati dosa.

Apabila saudara ternyata punya ciri-ciri tersebut diatas, berarti saudara masih “manusia lama” yang sudah pasti tidak akan bisa masuk Tanah Kanaan, yaitu Tanah Perjanjian.

  • Jadi kalau saudara mau masuk Kanaan, tinggalkan “manusia lama” saudara.
  • Mengapa saudara masih mempertahankan “Generasi Mesir” di dalam diri saudara?
  • Katakan pada dirimu “Tidak ada Generasi Mesir lagi didalam saya, karena saya sudah “Ciptaan Baru”.
  • Selama masih ada “Generasi Mesir” didalam kita, maka kita tidak akan bisa menyeberang sungai Yordan dan masuk ke Kanaan.

Bilangan 32 : 12

32:12 kecuali Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, dan Yosua bin Nun, sebab keduanya mengikut TUHAN dengan sepenuh hatinya.

Orang yang bisa masuk ke Kanaan, hanyalah orang yang total untuk Tuhan, tetapi bukan orang yang ikut Tuhan karena spontanitas belaka.

Perhatikan kembali Gambar-1 (Page-4)

Kalau kita bicara tentang Tingkatan Sorga, maka :

  • Halaman Bait Allah adalah Halaman Sorga (disebut Firdaus).
  • Ruang Maha Kudus adalah Sorga tingkat Satu.
  • Yang Tuhan janjikan kepada kita, adalah Sorga Tingkat Satu, bukan ke Sorga Tingkat Tiga (asal percaya).
  • Bila Sorga Tingkat Tiga, masih sangat rentan karena kalau jatuh terpeleset, berbahaya sekali karena berpotensi terpelanting “keluar pagar Halaman”.

Tuhan ingin kita masuk ke Sorga Tingkat Satu, agar dipermuliakan bersama Dia, tetapi berapa banyak orang Kristen merasa cukup masuk ke Sorga Tingkat Tiga?

Orang Israel berputar-putar selama 40 tahun di Padang Gurun untuk menjalani proses pembentukan.

  • Semakin lembut saudara dan mengucap syukur dalam segala hal, maka semakin cepat proses yang terjadi dan semakin cepat saudara mendapatkan kemuliaan Tuhan.
  • Semakin “sangar” saudara dalam kehidupan dan dalam proses, semakin panjang waktu proses pembentukan saudara.
  • Karena saudara harus mengalami peperangan rohani melawan diri sendiri, melawan dagingmu sendiri dan melawan kenyamanan hidup duniawimu.
  • Hidup saudara seharusnya dikendalikan oleh Tuhan, bukan oleh ego saudara.

Orang Gad, orang Ruben dan setengah bagian dari suku Manasye, akhirnya ikut berperang juga.

  • Masalahnya, banyak orang ikut masuk dalam peperangan rohani, walaupun dagingnya masih kuat.
  • Orang yang kedagingannya masih kuat, tetapi ikut dalam peperangan rohani, maka dia sendiri yang akan bermasalah menjadi bulan-bulanan roh jahat.

Silahkan saudara mawas diri, apakah saudara telah siap ikut peperangan rohani?

  • Kalau tidak berperang, berarti tidak akan masuk tanah Kanaan, tetapi kalau ikut berperang, kedaginganmu masih kuat.
  • Jadi, saudara pilih yang mana?
  • Sebenarnya kita tidak diberi pilihan, karena rancangan Tuhan benar-benar mau membawa kita sampai di Kanaan. Bagaimana jalan keluarnya?
  • Jalan keluarnya hanyalah dengan cara “kedagingan kita harus dimatikan” terlebih dahulu, supaya kita “layak” masuk dalam peperangan rohani.

Bilangan 32 : 23

32:23 Tetapi jika kamu tidak berbuat demikian, sesungguhnya kamu berdosa kepada TUHAN, dan kamu akan mengalami, bahwa dosamu itu akan menimpa kamu.

Jika saudara berbuat dosa, maka dosa itu akan menimpa saudara, artinya engkau menanggung sendiri beban dosamu itu.

  • Orang yang masuk sorga akan menjadi pewaris Kerajaan Sorga, yaitu orang yang sempurna.
  • Tuhan mau saudara berjuang, bertobat sungguh-sungguh dan bukan sekedar selamat, dengan cara saudara harus “mematikan kedagingan” saudara terlebih dahulu, sampai saudara bisa masuk ke tingkat sempurna.
  • Kita harus bisa mematikan kedagingan kita, karena yang beserta kita adalah Allah Yang Maha Tinggi, Allah yang menang, dan yang telah masuk ke Tahap Kesempurnaan.

Kalau “Allah yang sudah menang” ada di dalam kita, Dia pasti mengajarkan kita bagaimana caranya supaya menang.

  • Tidak mungkin kita tidak diajarkan supaya kita menang, kalau kita tidak akan bisa menang tanpa pertolongan Tuhan.
  • Inilah bukti keadilan Tuhan.
  • Kita harus berjuang dan berperang, tidak boleh tenang-tenang tiduran saja karena iblis atau kuasa kegelapan tidak pernah tinggal diam menyerang kita.
  • Selama kita masih bernafas, selama itu pula waktu peperangan rohani kita.
  • Selama saudara belum menghadap Tuhan dengan kedua tanganmu terlipat di dada, saudara masih harus terus berperang.

Sayangnya begitu banyak orang percaya tidak mau menyeberangi sungai Yordan.

  • Bukan tidak bisa menyeberang tapi tidak mau, karena masih nikmat dengan dirinya, dengan kenyamanannya, nikmat dengan apa yang dia miliki hari ini.
  • Banyak orang dibutakan dengan kenyamanan di sebelah Timur, dibutakan dengan keduniawian, dengan harga dirinya, dengan kepentingannya sendiri, sehingga akhirnya mereka tidak mau menyeberangi sungai Yordan.
  • Mereka lebih memilih bersantai ria di Halaman Bait Allah.

Ibrani 10 : 39

10:39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Berapa banyak dari kita, ketika masalah datang bertubi-tubi, lalu kecewa kepada Tuhan dan berpikir ingin mundur dari hadapan Tuhan?

  • Kalau saudara mengundurkan diri, saudara akan binasa, karena saudara masih terikat dengan kedagingan, kenyamanan hidup dan terikat kutuk.
  • Jika saudara tetap percaya dan tak tergoyahkan, maka saudara akan masuk Kanaan dan saudara akan beroleh “kemuliaan kekal” bersama Tuhan.
  • Oleh sebab itu, saudara harus mematikan kedagingan saudara dahulu untuk mendapatkan “kemuliaan kekal” tersebut.

Ibrani 10 : 26

10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

Kita harus sadar kalau kita butuh pertolongan Tuhan untuk bisa masuk ke Kanaan.

  • Kita butuh Tuhan, supaya anugerah Tuhan benar-benar mengalir dalam kita dan kita benar-benar mau berubah, meninggalkan semua karakter lama dan hidup dengan cara hidup yang baru.
  • Ingat! Generasi Mesir tidak bisa masuk ke Kanaan, karena masih membawa “manusia lama” mereka, karena masih merindukan makan daging di Mesir.

Jika karakter lama saudara, sifat lama saudara, kedagingan saudara yang lama masih engkau pertahankan, engkau tidak akan bisa masuk ke Kanaan.

  • Apakah saudara bertekad masuk ke Kanaan untuk meraih janji Tuhan?
  • Apakah saudara sudah tahu, Tuhan bersumpah supaya saudara bisa masuk ke Kanaan?  Ya, saya sudah tahu Tuhan bersumpah untuk saya.
  • Karena Tuhan bersumpah supaya saudara bisa masuk ke Kanaan, maka saudarapun harus menyerahkan “hidupmu total kepada Tuhan”.

Kalau kita tidak berserah total kepada Tuhan, kita tidak akan pernah bisa masuk ke Kanaan, Tanah Perjanjian yang di rindukan orang percaya. Masalahnya :

  • Apakah kita benar-benar mau terlepas dari kutuk?
  • Atau apakah kita benar-benar sudah terlepas dari kutuk?
  • Apakah kita benar-benar mau menyerberangi sungai Yordan?
  • Atau apakah kita benar-benar sudah menyeberangi Sungai Yordan?

Apabila saudara benar-benar bertekad ikut menyeberangi Sungai Yordan dan terlepas dari kutuk, caranya hanyalah dengan “berserah total kepada Tuhan”.

  • Tanpa totalitas, saudara pasti mundur dari niat menyeberangi Sungai Yordan, saudara juga pasti kecewa dengan keadaan dan banyak hal di dunia ini.
  • Sekaranglah waktunya, kita tidak boleh kecewa lagi, kita harus maju terus walaupun iblis bekerja keras mengintimidasi kita terus menerus sehingga kita merasa tertekan.
  • Tetapi kita tidak boleh gentar, karena yang bersama kita adalah Allah Yang Maha Tinggi, Allah yang sudah menang untuk kita.
  • Karena Dia lah Allah yang sudah masuk ke Ruang Maha Kudus dan Dia pula yang akan membawa kita ke Ruang Maha Kudus.
  • Sampai akhirnya kita dipermuliakan kekal bersama dengan Dia di Sorga.

Amin.

Beri Kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

12 MEI 2019 DIKUDUSKANLAH NAMA MU (DOA BAPA KAMI BAG. 3) (VIDEO KHOTBAH)

DOA BAPA KAMI 1 – 28 APRIL 2019

Karena itu berdoalah demikian : Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, ……. (Matius 6 : 9)

DOA BAPA KAMI

KHOTBAH PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 28 APRIL 2019

===========

BAGIAN PERTAMA

SHALOM !

Hari ini kita akan membahas tentang “Doa Bapa Kami”. Semua orang Kristen pasti tahu tentang “Doa Bapa Kami” ini. Namun demikian, kita akan belajar tentang “Doa Bapa Kami” ini agar kita “bukan hanya sekedar tahu”, tetapi “harus lebih daripada tahu”, bahkan sampai “tingkat memahami” doa ini, sehingga di dalam kehidupan doa kita sehari-hari, kita tidak salah mengaplikasikannya.

Yang terpenting dari doa pada umumnya adalah “percaya akan kehadiran Tuhan” pada saat kita ber-doa. Percuma saudara melipat tangan, tutup mata dan berdoa jikalau saudara tidak percaya Tuhan selalu ada beserta dengan saudara. Saudara harus percaya bahwa Tuhan hadir di dalam setiap doa saudara tersebut.

Doa tidak tergantung dari “dijawab atau tidaknya apa yang kita doakan”, tetapi tergantung dari “apakah kita percaya saat kita berdoa bahwa Dia ada bersama dengan kita”. Orang yang tidak percaya akan kehadiran Tuhan pada saat dia berdoa, doanya akan sangat bertele-tele dan menjemukan dirinya sendiri.

Banyak orang bertanya, “rata-rata berapa lamanya” setiap kali kamu berdoa?

  • Doa tidak tergantung dari “lama atau singkatnya doa” tapi permasalahannya apakah engkau “percaya atau tidak” bahwa saat kamu berdoa Tuhan hadir.
  • Ada orang yang bisa berdoa berjam-jam, ada juga yang berdoa hanya lima menit, semuanya itu bergantung pada kepercayaan dia.
  • Doa bukan latihan spiritual, tapi berbicara dengan Tuhan dalam hadirat-Nya.

Oleh sebab itu, pada saat saudara masuk dalam hadirat-Nya saudara harus percaya pada saat itu Tuhan hadir bersama-sama dengan saudara, maka doa saudara akan sistematis dan bukan doa yang bertele-tele.

Matius 6 : 7

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Doa tidak perlu bertele-tele (“do not ask meaningless” maksudnya berdoa yang tidak ada artinya atau doa yang hampa).

Dasar dari doa yang seperti ini, karena tidak percaya kalau Allah hadir saat berdoa, akhirnya bicara kita ngawur. Baru duduk berdoa lima menit sudah tidak betah.

Orang tidak bisa berkomunikasi dengan Tuhan dalam doa apabila dia tidak percaya saat itu Tuhan ada dihadapannya dan Tuhan sedang mendengar dia bicara.

  • Orang yang tidak bisa berkomunikasi dengan Tuhan terlihat dari perkataan doanya yang bertele-tele.
  • Bila kita merasa doa kita belum juga Tuhan jawab, sebenarnya kepercayaan kitalah yang sedang digerus oleh kegelapan, supaya kita tidak percaya pada Tuhan.
  • Ketika kita sudah tidak percaya, akhirnya kita akan benar-benar sulit untuk berdoa.

Sebenarnya Tuhan pasti menjawab doa kita tepat pada waktu-Nya Tuhan, bukan sesuai dengan waktu kita yang sudah kita rancang dengan otak sekuler kita.

  • Karena kita maunya cepat-cepat Tuhan jawab, akhirnya kita tidak sabar dan dan tidak sadar telah adopsi perkara-perkara yang tidak ada artinya.
  • Doa yang belum dan belum juga terjawab, akan membuat kita malas berdoa.
  • Hal tersebut mungkin karena doa kita hanya sebatas rutinitas belaka dan mungkin juga karena doa kita dipenuhi oleh berbagai tuntutan.
  • Kalau kita punya pergumulan dan kita menuntut segala macam permintaan kepada Tuhan, akhirnya doa kita tersebut menjadi doa rutinitas.
  • Tuhan tidak akan bosan dengar doa kita yang rutinitas tersebut, justru kita yang bosan sendiri dengan doa-doa kita yang rutinitas karena pada dasarnya kita kehilangan rasa percaya kepada Tuhan.

Lukas 18 : 1

18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Jawaban doa, ada yang belum juga dijawab Tuhan walaupun rasanya sudah jemu kita berdoa, tetapi terkadang ada juga yang sekali doa langsung Tuhan jawab.

  • Berapa puluh tahun doa Ayub baru dijawab TUHAN?
  • Berapa puluh tahun doanya Abraham di jawab, ketika TUHAN menyatakan keturunanmu seperti pasir di laut? 25 tahun, itupun baru lahir Ishak.
  • Abraham sampai bosan menunggu jawaban doa, sampai akhirnya Abraham di sodori Hagar oleh Sarah istrinya, untuk di hampiri dan melahirkan seorang anak laki-laki dari Hagar.
  • Tuhan punya cara yang luar biasa, Dia mengatur scenario hidup kita dengan luar biasa.
  • Mungkin saat ini kita belum melihat jawaban doa kita, tapi saat doa kita dijawab maka kita akan melihat jawaban Tuhan yang tepat pada waktu-Nya.
  • Ketika kita bertanya-tanya kapan doa kita dijawab, ternyata roh jahat sedang pasang jerat untuk membelenggu oleh ketidak-percayaan, karena roh jahat tahu ketidak percayaan akan membuat kita tidak mau berdoa lagi.

Jadi intinya, begitu saudara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, maka Roh-Nya hidup di dalam saudara.

1 Korintus 3 : 16

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Kita adalah bait Allah artinya kita adalah tempat berdoa, dimana Allah hadir di dalam kita.

  • Sebenarnya dimanapun saudara berada, saudara bisa berdoa dan bisa merasakan hadirat Allah, karena Dia sudah ada didalam saudara.
  • Permasalahannya karena kita tidak percaya Dia ada di dalam kita, akibatnya kita jadi malas berdoa.
  • Berapa banyak yang kuat duduk dalam hadirat Tuhan selama satu jam?
  • Tapi berapa banyak yang baru lima menit duduk dalam hadirat Tuhan, sudah gelisah?

Doa adalah pergaulan kita dengan Tuhan.

  • Bisa bayangkan kalau kita tidak ada pergaulan dengan Tuhan?
  • Misalnya saya ngobrol dengan si X, tetapi responnya hanya terbatas sekali, apakah saya bisa bertahan ngobrol lama dengan dia?
  • Tuhan kita adalah Tuhan yang berbicara kepada kita, tapi permasalahannya iblis menghalangi kita supaya kita tidak dekat dengan Tuhan.

Jika kita percaya Roh Allah hadir dalam kita, maka kita harus percaya Allah hadir dimanapun kita berada.

  • Meskipun kita doa di toilet, jika kita percaya Allah hadir maka kita akan bisa merasakan hadirat Tuhan.
  • Dimana Allah hadir, ditempat itu menjadi kudus karena Allah itu kudus.
  • Di tempat manapun saudara hadir, maka tempat itu menjadi kudus karena Roh Allah ada di dalam saudara.
  • Tapi bukan berarti saudara bisa pergi ke diskotik dan diskotik menjadi kudus.
  • Saudara tidak boleh pergi ke tempat-tempat yang aneh seperti “diskotik atau night club” karena saudara akan menjadi cemar.

Kehidupan kekristenan adalah kehidupan pergaulan dengan Allah yang hidup di dalam saudara dan saya.

  • Kekristenan itu bukan agama, tetapi kekristenan adalah pergaulan dengan satu-satunya Allah yang benar dan Allah yang hidup.
  • Yang terpenting dalam doa adalah kesepakatan, bila saudara tidak sepakat maka tidak akan bisa terjadi apapun dalam doa saudara karena yang pasti Allah tidak akan hadir saat itu.

Jika saudara tidak percaya Allah itu hadir dalam doa saudara, misalnya saudara doa malam :

  • Maka saat saudara berdoa dengan tutup mata dan tundukkan kepala, mata yang tertutup itu baru bisa terbuka besok pagi, dilanjutkan amin.
  • Sekarang, bagaimana dengan orang berdoa sambil tiduran.
  • Memang benar Allah hadir meskipun saudara berdoa sambil tiduran, tapi ada waktunya kita harus mengambil posisi hormat kepada Allah.

Bagaimana caranya agar ketika kita berdoa, kita bisa berharap Tuhan hadir?

  • Awalnya saudara harus sepakat dahulu dengan Tuhan, supaya saudara bisa mulai berdoa.
  • Untuk itu bangun hubungan dengan Tuhan terlebih dulu, karena bagaimana saudara bisa membangun hubungan dengan Tuhan, bila saudara belum atau tidak pernah sepakat dengan Dia.
  • Dalam jemaat Chosen Generation ini, sayapun harus sepakat dahulu dengan saudara semua, barulah kemudian saya bisa membangun hubungan dengan saudara semua.

Matius 18 : 20

18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Ini artinya ada kesepakatan antara dua atau tiga orang.

  • Dua atau tiga orang bisa saja berbicara tentang keluarga atau suami istri dan anak. Itulah sepakat.
  • Tapi yang paling penting bagi kita adalah kita harus memiliki kesepakatan dahulu dengan Tuhan.
  • Kalau kita tidak percaya Tuhan ada di dalam kita, bagaimana mungkin kita bisa berdoa, dan bagaimana mungkin kita bisa bersepakat dengan Tuhan?
  • Kalau saudara tidak sepakat dengan Tuhan, maka tidak akan ada sesuatu yang akan terjadi dalam doamu, karena doamu tidak ada artinya.

Bagaimana mungkin kita bisa membangun hubungan dengan Tuhan, jika berdoa saja kita sulitnya luar biasa dan kalaupun kita bisa berdoa maka doa kita hampa?

  • Kuncinya, mulailah bersepakat dengan orang-orang yang mengasihi Tuhan.
  • Banyak yang beranggapan tidak perlu ke Gereja dan tidak perlu beribadah, itu “pandangan yang salah fatal” karena ibadah adalah persekutuan.
  • Bagaimana mungkin kita bisa berdoa kalau tidak dimulai dengan bersepakat dengan orang-orang yang mengasihi kita?
  • Kalau saudara sulit sekali untuk berdoa, mulailah membangun kesepakatan dengan orang-orang yang mengasihi Tuhan.

PENGENALAN “DOA BAPA KAMI” SECARA UMUM.

  1. “Doa Bapa Kami”, adalah “model doa”, tapi bukan “materi doa” yang harus kita ucapkan kata per kata pada setiap kali kita berdoa.

Matius 6 : 9

6:9 Karena itu berdoalah demikian : Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

Injil Matius pasal 6 ayat 9 ini berkata, “berdoalah demikian”, maksudnya “bukan berdoa seperti ini”.

  • Tetapi banyak orang di Gereja-gereja tertentu, dalam setiap ibadah yang mereka lakukan memakai “Doa Bapa Kami” ini untuk mengakhiri Doa Syafaat mereka.
  • Saya juga pernah melayani seorang mantan dukun, yang dalam perdukunan nya dia gunakan kalung salib yang dicelupkan ke segelas air putih yang telah dia doakan menggunakan “Doa Bapa Kami”, lalu air celupan salib tersebut dia suruh minum.
  • Yesus berkata, kalau kamu berdoa, “berdoalah demikian”, maksudnya “Doa Bapa Kami” ini hanyalah “model doa” dan “bukan materi doa” yang kata-katanya harus di ucapkan persis sama seperti teks dalam “Doa Bapa Kami” tersebut.

Ada 3 unsur yang diungkapkan dalam “Doa Bapa Kami” :

  • “Dikuduskanlah nama-Mu”, berbicara tentang Bapa yang kudus.
  • “Datanglah Kerajaan-Mu”, berbicara tentang kuasa Roh Kudus, yaitu ketika Kerajaan Tuhan datang, maka kuasa juga datang.
  • “Jadilah kehendak-Mu”, berbicara tentang Yesus Kristus yang menggenapi semua kehendak Bapa-Nya.

Itulah 3 unsur dalam “Doa Bapa Kami” yang harus kita pahami terlebih dahulu sebelum kita mempedomaninya dalam doa kita.

Oleh sebab itu, “Doa Bapa Kami” :

  • Bukanlah doa yang kalimatnya harus di ucapkan berulang-ulang sesuai dengan teksnya yang lengkap.
  • Tetapi Doa yang harus dipahami maknanya, karena Doa ini adalah doa yang sempurna.
  • Jadi ke-3 unsur “Doa Bapa Kami” tadi rampung dalam Kerajaan yang akan datang, ketika nama Tuhan Yesus Kristus indah di bumi ini.

Mazmur 8 : 2

8:2 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

Kerajaan Allah rampung, ketika nama Allah indah di seluruh muka bumi. Setelah itu Kerajaan Kristus baru datang.

Wahyu 11 : 15

11:15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”

Kehendak Allah rampung semuanya.

Matius 6 : 11

6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Ini berbicara tentang kebutuhan hidup.

Matius 6 : 12

6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami ;

Ini berbicara tentang hubungan dengan sesama.

  • “Doa Bapa Kami”, adalah doa yang benar-benar utuh, karena adanya kelepasan dari yang jahat.

Matius 6 : 13

6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

Kalimat terakhir dalam Matius 6 ayat 13 ini yang ada di dalam “kurung kurawal”, didalam text aslinya Bahasa Yunani tidak ada.

Dengan demikian maka kalimat tersebut hanyalah tambahan saja.

PEMBAHASAN RANGKAIAN KATA DALAM “DOA BAPA KAMI”.

A. PERTAMA, RANGKAIAN KATA “BAPA KAMI”.

Rangkaian kata “BAPA KAMI” berbicara tentang 7 (tujuh) hal mendasar :

  1. KATA “BAPA KAMI” BERBICARA TENTANG KONSEP YANG BARU TENTANG ALLAH.

Terkadang konsep kita tentang Allah bisa mempengaruhi doa kita.

  • Oleh sebab itu dibutuhkan pengenalan akan Allah.
  • Untuk itu kita harus meninggalkan segala sesuatu yang bersifat formalitas didalam hubungan kita dengan Allah.

Misalnya ditempat kerja saya di kantor, tentu saya punya rekan-rekan kerja. Dalam menghadapi rekan kerja saya di kantor, saya harus bersikap formal.

  • Tapi setelah saya pulang kerumah dan saya bertemu dengan istri saya, maka saya harus meninggalkan semua formalitas seperti di tempat kerja.
  • Karena hubungan dengan istri saya tidak ada formalitasnya.

Begitu juga dengan hubungan kita dengan Allah.

  • Banyak orang Kristen sulit sekali bergaul dengan Allah karena ada konsep formalitas tersebut.
  • Dulu saat saya mau berdoa, saya harus sisir rambut dahulu karena saya pikir, saya harus rapi karena mau berjumpa dengan Allah.
  • Inilah formalitas yang membuat kita tidak bisa berhubungan dengan Allah.
  • Kita akan sulit berhubungan dengan Allah, jika kita masih pakai formalitas seperti ini.

Bergaul dengan Allah tidak perlu adanya formalitas atau perkataan-perkataan yang tinggi-tinggi. Contoh perkataan-perkataan yang tinggi :

  • Tuhan, ditinggikan Engkau, dimuliakan Engkau, Engkau lebih dari segalanya, Engkaulah Tuhan yang luar biasa, dan sebagainya.
  • Jika saudara berdoa memakai perkataan yang tinggi-tinggi, saudara tidak bisa bertemu dengan Tuhan, malah membuat Tuhan malas mendengarnya.
  • Kalau saudara benar-benar intim dengan Tuhan, saudara tidak usah banyak berkata-kata, cukup lipat tangan dan katakan, “Bapa”, setelah itu langsung mengalir kata-kata doa.
  • Jadi tidak usah memakai perkataan-perkataan yang indah-indah dan tinggi-tinggi, bahkan yang terkesan menjadi rangkaian kata-kata yang heboh.
  • Banyak orang pakai “kata-kata puisi untuk berdoa” karena yang ada didalam pikirannya sudah ada “konsep formalitas”.

Untuk berjumpa dengan Allah tidak usah pakai formalitas segala macam.

  • Meskipun tanganmu kotor dan kamu langsung masuk dalam doa, tidak masalah karena Tuhan tidak melihat fisikmu, tapi Tuhan melihat hatimu.
  • Meskipun kita doa pakai baju tidurpun, Tuhan tetap menerima kita karena Tuhan melihat hati kita, bukan melihat pakaian kita.
  • Saudara boleh-boleh saja datang ke Tuhan dengan pakaian yang bersih dan rapi, tetapi bila hatimu kotor apa doamu Tuhan dengar?
  • Untuk apa doa dengan “kata-kata yang indah”, kalau hidupmu samasekali tidak ada indahnya dihadapan Tuhan?
  • Walaupun doa kita indah, tetapi hidup kita tidak indah, berarti persentuhan kita dengan Tuhan tidak ada artinya.

Oleh sebab itu mari kita bersentuhan dengan Tuhan, dengan melepaskan terlebih dahulu konsep-konsep formalitas yang selama ini dengan ketat kita terapkan.

  • Kalau saudara bersentuhan dengan Tuhan, pasti hidup saudara berubah.
  • Kalau saudara sudah bertahun-tahun pelayanan, hidupmu tidak berubah berarti saudara kurang bersentuhan dengan Tuhan, tetapi lebih banyak bersentuhan dengan dosa.

Ketika kita berdoa atau pimpin doa, banyak orang yang menilai doa kita, mereka itu biasanya akan komentari “bagus atau tidaknya” doa kita.

  • Kita tidak usah pusing orang katakan doa kita bagus atau jelek, bahasanya salah atau bicaranya terbelit-belit.
  • Karena yang penting hati kita lurus pada Tuhan.
  • Yang penting hati kita bersih dihadapan Tuhan dan percaya penuh bahwa Tuhan ada bersama kita.
  • Jika demikian halnya, saudara menghormati Tuhan dengan cara hidupmu.

Rangkaian kata “Bapa kami” berbicara tentang konsep Allah yang sama sekali baru.

  • Dalam Perjanjian Lama untuk datang ke TUHAN, harus dengan aturan dan atribut. Inilah yang disebut Hukum Upacara.
  • Dalam Perjanjian Lama ada konsep tentang Allah yang tegas dan ketat.
  • Lalu diperbaharui di Perjanjian Baru dengan “model doa” yang mendorong suatu hubungan, tehnik bergaul dan meninggalkan formalitas di dalam Perjanjian Lama.

Jadi rangkaian kata “Bapa kami” menanggalkan “konsep yang pertama” dalam Perjanjian Lama :

  • Yaitu yang mengharuskan “penggunaan atribut dan persembahan” saat datang kepada TUHAN, kalau tidak dilakukan dengan tertib, akan dihukum.
  • Oleh sebab itu Doa Bapa Kami ini dimulai dengan kata-kata “Bapa kami”.

Tuhan mau saudara bergaul dengan Dia dengan meninggalkan semua formalitas yang ada di Perjanjian Lama dan menjadikan saudara sebagai :

1).Sahabat Allah

Yohanes 15 : 13

15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Kita dijadikan “sahabat Allah”.

2).Anak Allah

Roma 8 : 15

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Oleh Roh yang ada di dalam kita , kita berseru : “ya Abba, ya Bapa!”.

Kalau ada Roh di dalam saudara, saudara berhak memanggil Dia Bapa karena ada suatu hubungan yang dekat dengan Dia, karena kita adalah “anak-Nya”, karenanya kita harus meninggalkan semua formalitas.

3).Kekasih Allah

Yohanes 3 : 29

3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Mempelai laki-laki itu Kristus dan kita mempelai perempuan-Nya, artinya kita ada keintiman dengan Allah.

  • Kalau saudara tidak punya hubungan yang intim dengan Allah, maka saudara tidak akan menjadi mempelai.
  • Tuhan mau, kata “Bapa kami” ini merupakan dorongan untuk membangun suatu hubungan dengan Dia dan meninggalkan semua bentuk formalitas.
  • Tuhan mengajarkan saat mulai berdoa, mulailah dengan kata “Bapa kami”, Dia memberikan konsep yang semuanya serba baru dan berbeda.
  • Misalnya seorang anak menyambut bapaknya yang baru pulang kantor dengan perkataan, “Hey, darimana kau?”
  • Sepertinya konyol karena kita memanggil bapak dunia dengan sebutan kau.
  • Tapi nyatanya, ketika kita memanggil Bapa di Sorga, mengapa kita panggil Dia dengan sebutan “Engkau”?

Walaupun kita memanggil Tuhan dengan sebutan Kau atau Engkau, hal itu tidak konyol bagi Tuhan, karena Tuhan mau kita meninggalkan formalitas.

  • Seperti lirik lagu “Ku tinggikan Engkau Tuhan”
  • Kita mau pakai ganti dengan kata “Thee” tetap saja artinya Kau.
  • Jadi konsepnya harus baru, yaitu tidak ada formalitas lagi.
  • Misalnya kita baru pulang kerja, lalu anak kita menyambut kita dan bertanya “dari mana aja, lu?”
  • Terdengar konyol tapi kalau saudara orang Betawi dan saudara berdoa pasti saudara berkata, “Tuhan, Lu gue tinggikan”.

Orang Betawi menggunakan kata “Lu”, kita mau menggunakan bahasa apapun atau istilah apapun, tidak masalah bagi Tuhan.

  • Saudara mau pakai bahasa apapun terserah saudara, karena semua bahasa di seluruh dunia ini Tuhan itu pasti mengerti, tetapi yang lebih penting bagi Tuhan adalah hatimu, hati yang lurus dihadapan Tuhan.
  • Kalau hati kita tidak beres, sebagus apapun bahasa kita atau seindah apa susunan kalimatnya, semuanya itu tidak akan membuat saudara terkoneksi dengan Tuhan.

Jadi “Doa Bapa Kami” berbicara tentang konsep Allah yang baru.

  • Saudara harus meninggalkan aturan dan atribut lama yang terdapat didalam Perjanjian yang Lama.
  • Konsep yang baru tentang Allah, seharusnya tidak membebani saudara lagi, dan jangan lagi menyebabkan saudara segan menghadap Allah melalui doa saudara.
  • Berapa banyak dari kita masih pakai konsep lama?

Bukan berarti saya menganjurkan saudara selalu doa di toilet, maksudnya ketika tidak ada tempat untuk berdoa, di toilet sekalipun kita bisa berdoa karena Tuhan hadir dimanapun kita berada.

  • Jadi, dalam hal ini kita harus meninggalkan konsep formalitas dalam bentuk apapun.
  • Sebenarnya adanya konsep formalitas tersebut adalah karena kita terbiasa dengan tingkatan jabatan.
  • Bagaimana caranya kita hormat kepada Allah, bisa kita lakukan dengan cara menjadikan hidup kita selalu menaruh rasa hormat kepada Allah “setiap saat”, bukan “hanya pada saat doa” saja.
  • Jika hidup kita benar-benar menghormati Allah, maka hal itu akan terpancar dari kita sehari-hari melalui pergaulan dan hubungan kita dengan sesama.
  • Bukan “hanya pada saat berdoa” kita baru menghormati Allah, tetapi dengan gaya hidup kita harus hormat kepada Allah

II. BERBICARA TENTANG HUBUNGAN YANG ERAT ANTARA PENCIPTA DENGAN CIPTAAN

Kata “Bapa” artinya kita diadopsi menjadi anak-Nya dan Dialah orang tua baru kita.

  • Ketika kita menjadi anak-Nya maka kita bisa datang ke Dia “tanpa sekat dan tanpa batas”.
  • Ketika saudara punya karyawan, sebaik apapun karyawan itu pasti ada batas-batasnya ketika dia datang pada saudara.
  • Tapi ketika anak saudara yang datang, tentu tidak ada sekatnya.

Oleh karena itu, kata “Bapa” disini, menghilangkan sekat pemisah antara Tuhan dengan manusia, artinya ada hubungan yang erat antara Pencipta dengan ciptaan, dimana saudara sudah diadopsi sebagai anak-Nya.

  • Sebagai anak-Nya, kita juga mendapatkan akses untuk melewati pengawal dan serdadu-serdadu-Nya.
  • Presiden Republik Indonesia mempunyai “pasukan pengamanan”, tapi saat cucunya datang, cucunya bebas melewati para pengawal presiden.

Demikian juga saudara dan saya, kita juga punya akses yang begitu hebat untuk datang kepada Allah.

  • Saudara punya akses yang begitu hebat dengan Pencipta langit dan bumi, sayangnya kita tidak manfaatkan akses ini.
  • Saat kita tidak percaya dalam doa dan membawa masalah, itu membuktikan kita tidak menggunakan akses yang Tuhan beri untuk datang kepada Tuhan.

Menjadi orang Kristen bukan sekedar menghindari neraka atau mendapat berkat-berkat jasmani tapi yang paling luar biasa saat saudara menjadi Kristen saudara diadopsi menjadi anak Raja di atas segala raja.

  • Saudara diadopsi menjadi anak Allah sampai pengenalan saudara sempurna tentang Allah sehingga saudara mengenal sifat dan karakter Bapa saudara.
  • Misalnya saya “Allah”. Saya ingin mengadopsi si K sebagai anak saya. Begitu saya mengadopsi si K, saya ingin si K selalu dekat dengan saya.
  • Inilah akses sekat yang dipatahkan oleh Tuhan ketika saudara dan saya di adopsi menjadi anak Tuhan.

Tuhan ingin mengangkat saudara dan saya lalu membawa saudara dan saya ke tempat yang paling tinggi di hadirat Allah, tetapi kita tidak bisa dekat dengan Dia karena Tuhan itu kudus.

  • Kita tidak bisa berdekatan apalagi menempel dengan Tuhan jika kita tidak kudus.
  • Oleh sebab itu kekudusan itu penting karena dengan kekudusan Allah baru bisa dekat dengan saudara.

Efesus 2 : 4-5

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

Dia kaya dengan kasih karunia, Dia limpahkan kasih-Nya untuk kita.

2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan –

Kita telah dihidupkan bersama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita.

  • Banyak masalah masa lalu kita yang suram, banyak dosa-dosa kita di masa lalu yang sangat keji, tapi ketika kita diadopsi oleh Tuhan, Tuhan berkata “Aku lupakan semua dosamu anak-Ku, sekarang maju bersama Aku”.
  • Kita jatuh dan kita berseru, “Tuhan, ampuni saya”, lalu Tuhan berkata, “Ayo nak, ayo bangkit lagi”.
  • Inilah Bapa kita.

“Doa Bapa Kami” mematahkan semua sekat antara saudara dengan Allah, karena dahulu kita tidak bisa berseru “Bapa kami”, karena ketika kita datang ke TUHAN :

  • Kita harus menggunakan atribut ilahi.
  • Kita harus memakai baju efod, memakai gamis.
  • Kita harus puasa tujuh hari sebelum datang ke TUHAN.
  • Kita harus membawa persembahan dan makan makanan imam.

Tetapi ketika Yesus datang, Dia mengadopsi kita lewat baptisan Yohanes dan kita Dia bawa ke tempat yang tinggi, lalu Dia taruh kita di dada-Nya untuk merasakan apa yang Dia rasakan.

  • Kita harus kudus untuk bisa menyatu dengan Kristus yang kudus.
  • Ketika kita sudah menyatu dengan Allah kita yang kudus, barulah kita bisa merasakan pikiran dan perasaan Allah.
  • Ketika saudara berbuat sesuatu dan saudara tahu hal itu salah, saudara bisa berkata “Tuhan, ampuni saya, ini salah”.
  • Saat saudara menyesal, Tuhan berkata “ayo nak, bangkit lagi, Aku tolong kamu”

Yang Tuhan mau hanya satu, yaitu kita ada di hati Tuhan. Kita ditaruh di dada-Nya untuk mendengarkan detak jantung-Nya.

  • Semua yang disini saya anggap sebagai orang tua saya, saudara saya, kakak saya dan adik saya.
  • Tapi siapa yang bisa dengar detak jantung saya? Hanya istri saya.
  • Inilah yang namanya hubungan yang erat dan tanpa batas.

Tuhan Yesus telah mematahkan batas-batas ini dan membawa kita pada hubungan yang erat itu lewat kata “Bapa kami”.

  • Saudara mau dibawa Tuhan ke tempat yang tertinggi, tapi tidak akan bisa jika saudara tidak mau.
  • Oleh sebab itu kita harus punya kemauan untuk dekat dengan Tuhan.
  • Kita harus punya kemauan untuk mendengar detak jantung Tuhan.

Dari sekian banyak murid Yesus, mengapa Yohanes yang disebut sebagai murid yang dikasihi Yesus?

  • Karena Yohanes selalu menaruh kepalanya di dada Yesus, dia dengar detak jantung Yesus dan dia tahu perasaan-Nya.
  • Inilah sekat yang sudah dipatahkan.

Jika kita punya akses ke istana Presiden, kita sudah merasa hebat, tapi ada yang lebih hebat lagi yaitu anak dan cucunya.

  • Semakin dekat dengan Tuhan, kita akan semakin hebat di hadapan Tuhan.
  • Kehebatan hubungan kita dengan Tuhan tidak tergantung dari berapa banyak orang yang disembuhkan lewat doa kita, tapi seberapa dalam kamu mengerti perasaan-Nya.
  • Ketika kita sudah mengerti perasaan Tuhan, nilainya luar biasa dan tidak bisa dibayar dengan apapun.
  • Walaupun doanya hebat, kuasanya hebat, tapi belum tentu hubungannya hebat dengan Tuhan, ada yang doanya biasa-biasa saja, tapi hubungannya dalam sekali dengan Tuhan.

III. BERBICARA TENTANG HUBUNGAN YANG TINGGI DI SORGA

  • Jadi hubungan antara Bapa dengan anak menegaskan bahwa kita punya hubungan yang tinggi di Sorga di atas para malaikat.
  • Inilah anugerah besar yang Tuhan berikan bagi saudara dan saya.
  • Siapa yang heboh ketika bertemu malaikat sorgawi? Banyak orang heboh ketika berjumpa dengan malaikat Tuhan dan wajahnya bersinar-sinar.
  • Tapi berapa banyak yang heboh, ketika kita intim dekat dengan Tuhan?

Ibrani 1 : 13-14

1:13 Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?”

1:14 Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

Siapakah “yang harus memperoleh keselamatan” tersebut?  Kita semua.

Karena kita semua “yang harus memperoleh keselamatan” sehingga dilayani oleh malaikat sorgawi, berarti kedudukan kita lebih tinggi dari malaikat.

  • Jika kedudukan kita lebih tinggi dari malaikat, lalu mengapa engkau menyia-nyiakan hidupmu seolah-olah engkau tidak berharga di hadapan Tuhan?
  • Saudara buat hidupmu semena-mena, kamu buat hidupmu sesuka hatimu sendiri, seharusnya kamu menyadari bahwa kedudukanmu lebih tinggi dari malaikat.

Mengapa sampai hari ini saudara masih hidup?

  • Karena Tuhan ingin kamu hidup, dan hidupmu untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan, karena hanya engkau yang bisa melakukannya bagi Tuhan.
  • Betapa hebatnya kita di mata Tuhan.
  • Inilah konsep hubungan antara Bapa dengan anak, yang mengalahkan posisi pengawal-pengawal Tuhan, yaitu para malaikat.

Kata “Bapa kami” menyatakan bahwa kedudukan saudara lebih tinggi daripada mahkluk-mahkluk sorgawi.

  • Kita masih hidup hari ini karena kita dikawal pasukan malaikat sorgawi dan karena Tuhan tidak mau kita binasa.
  • Oleh sebab itu kita harus memanfaatkan hidup kita sebaik mungkin.
  • Kalau kita tidak memanfaatkan hidup kita sebaik mungkin, maka kita tidak dapat menikmati perlindungan pasukan malaikat sorgawi.

IV. BERBICARA TENTANG MEMILIKI PERILAKU YANG SAMA DENGAN BAPA

Dunia akan melihat kita anak siapa melalui sikap dan perilaku kita sehari-hari.

  • Kalau perilaku saudara tidak beres, maka orang juga akan menilai, bapa saudara yang tidak beres yang menyebabkan anaknya tidak beres juga.
  • Perilaku kita sehari-hari menunjukkan siapa Bapa kita.

Matius 5 : 44-45

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Kalau kita mengasihi semua musuh kita dan semua orang yang menganiaya kita, maka kita mempunyai sifat yang sama dengan Bapa kita di Sorga.

Jika kita tidak mau mengampuni orang lain, maka kita tidak sama dengan Bapa di Sorga. Kita membenci satu orang saja berarti sifat kita beda dengan Bapa kita.

Tidak salah kalau Tuhan Yesus berkata, “Aku tidak kenal kamu, karena kamu beda dengan-Ku”.

  • Jika saudara masih membenci orang yang menyakiti saudara, maka saudara tidak bisa mengaku-ngaku sebagai anak Bapa di Sorga.
  • Jika kita berani mengaku sebagai anak, bagaimana mungkin kita bisa terus menerus menyakiti hati Tuhan?
  • Bagaimana jika saudara punya anak yang terus menerus menyakiti hatimu?
  • Apakah saudara tetap sayang?
  • Saudara pasti tetap sayang pada anak saudara, tetapi anak saudara tidak layak mendapat fasilitas khusus dari saudara.
  • Kita tidak bisa mendapat fasilitas khusus dari Bapa di Sorga kalau kita terus menerus hidup dalam dosa dan menyakiti hati Tuhan.

Ulangan 28 : 23

28:23 Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawah pun menjadi besi.

Saudara bayangkan langit berubah menjadi tembaga. Hujan tidak akan bisa turun dan mataharipun tidak bisa menembus tembaga.

  • Tanahpun menjadi besi, dan bila tanah sudah menjadi seperti besi, maka tanah tersebut tidak bisa ditanami apapun juga.
  • Demikian juga kalau hidupmu semena-mena, engkau tidak bisa menanam kebaikan apapun.
  • Langit akan tetap menjadi tembaga dan tanah menjadi besi.
  • Kita tidak akan bisa berhasil sampai kapanpun kalau kita tidak benar-benar ikut Tuhan.

Meskipun saudara berdosa, tetapi Tuhan tetap mau bertemu dengan saudara asal saudara mau menyesal dan bertobat.

  • Orang Kristen yang berdosa pasti sulit untuk berdoa.
  • Bukan berarti dia tidak mau berdoa, tetapi tidak bisa.
  • Bukan Allah yang tutup pintu, tapi iblislah yang menutup akses saudara untuk datang kepada Allah lewat dosa-dosa saudara.

Misalnya si X anak saya.

  • Tetapi dia tidak mau bertemu saya, karena dia sadar telah melakukan segala kejahatan/kesalahan.
  • Jika dia mau datang kepada saya untuk minta maaf, saya tidak akan tutup aksesnya.
  • Tetapi kuasa kegelapan yang ada pada si X menutup akses dia untuk datang kepada saya, yang membuat dia tidak mau berhubungan dengan saya.

Dengan demikian, ternyata status saudara sebagai “anak” bukan berarti saudara secara otomatis sudah aman.

Roma 11 : 17-24

11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,

Saudara adalah tunas liar yang dicangkokkan pada pokok yang benar, sehingga kamu menjadi sama dengan Dia, karena kamu menyatu dengan Dia.

11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.

Bukan kamu yang menopang akar, tetapi kamu hanyalah cangkokan dan akar yang menopang kamu.

11:19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.

Ada orang-orang yang tadinya ikut Tuhan tetapi dipatahkan, sehingga terbuang dan terhilang karena hidupnya semena-mena.

11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!

Bukan berarti tidak percaya Tuhan, tetapi dahulu dia pernah dicangkokkan :

  • Artinya dia orang percaya, tapi hidupnya seperti orang tidak percaya.
  • Walaupun saudara sudah dicangkokkan karena imanmu, jangan lengah dan tetaplah takut akan Tuhan.

11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.

Kalau Allah tidak menyayangkan “cabang-cabang asli” (orang-orang Israel), maka Dia juga tidak akan menyayangimu karena engkau hanyalah cangkokan pada cabang asli.

11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

Jangan melihat Allah hanya dari satu sisi saja, tapi lihatlah Allah dari dua sisi yaitu sisi Kemurahan-Nya dan juga sisi Kekerasan-Nya atau Ketegasan-Nya.

Di Kitab Wahyu pasal 1, Tuhan itu digambarkan dari 2 sisi :

  • Pertama, muka-Nya bercahaya, ada pelangi dan penuh kasih.
  • Kedua, kakinya tembaga yang berapi.

Artinya Tuhan memiliki 2 sisi yang lengkap, yaitu Kemurahan dan Ketegasan.

  • Jadi kita tidak bisa melihat Tuhan dari satu sisi saja.
  • Saudara jangan seperti Efraim (seperti roti bundar yang tidak dibalik).
  • Jika saudara masak martabak tanpa dibalik, sisi baliknya akan gosong.
  • Supaya tidak gosong maka martabaknya harus dibalik supaya matang di kedua sisinya.

Kalau kita hanya melihat Tuhan dari satu sisi saja, maka kita hanya akan melihat sisi kemurahan-Nya saja.

  • Tapi kalau kita melihat Tuhan dari dua sisi, kita akan berkata, “Tuhan, saya tahu Engkau baik pada saya, tapi saya tidak bisa memanfaatkan kebaikan-Mu demi dosa-dosa saya”.
  • Kalau kamu lepas dari kemurahan-Nya maka kamupun akan dipotong.

Roma 11 : 23 -24

11:23 Tetapi mereka pun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.

Allah punya kuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. Mereka sudah jatuh, mereka sudah jauh dari Tuhan, tapi kalau mereka benar-benar bertobat, Tuhan punya kuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.

11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.

Jadi jangan berpikir jika sudah menjadi “anak”, kamu bisa berbuat semena-mena.

  • Meskipun kamu sudah “anak”, maka hidupmu harus rapi dan teratur.
  • Kalau saudara anak Presiden apakah saudara boleh melanggar hukum? Tetap saja tidak boleh, karena saudara akan berhadapan dengan hukum.
  • Demikian juga halnya jika saudara menjadi anak Allah, saudara tidak bisa melanggar hukum yang telah ditetapkan Allah.
  • Jika saudara melanggar hukum Allah maka saudara akan berhadapan dengan hukum-Nya.
  • Saudara tidak berhadapan dengan Allah, tapi berhadapan atau berbenturan dengan hukum Allah.

Waktu Yesus bertemu dengan perempuan yang kedapatan berjinah, Yesus tidak menghukumnya tetapi kebenaranlah yang akan menghakimi orang berdosa.

  • Banyak orang yang salah pengertian, dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menghakimi kita.
  • Memang benar Tuhan tidak akan menghakimi kita, tetapi firman yang akan menghakimi kita.
  • Demikian juga halnya dengan kita, meskipun kita anak-Nya, kita tidak bisa berlaku sesuka hati kita, kita akan kehilangan hak khusus jika kita berbenturan dengan hukum-Nya.

Doa tidak lepas dari perilaku.

  • Meskipun kamu berdoa 7 jam atau 10 jam dalam satu hari,
  • Tetapi bila perilakumu menjadi batu sandungan bagi orang lain,
  • Berarti tetap saja kamu tidak bermanfaat bagi Tuhan dan bagi sesama.

Doa dan perilaku saling kait mengait.

  • Kalau saudara berdoa, perilakumu juga harus berubah, karena saudara bersentuhan dengan Allah yang kudus, bukan allah yang kudis.
  • Kalau saudara bersentuhan dengan Allah yang kudus dalam doa saudara, maka saudara pasti menjadi kudus.

Ada orang yang awalnya menggebu-gebu dalam Tuhan, cinta Tuhan, tapi mengapa kemudian merosot dan terus merosot sampai akhirnya jatuh dalam dosa?

  • Karena dia tidak memiliki hubungan dengan Tuhan.
  • Kalau saudara mau kembali menggebu-gebu lagi dalam Tuhan, engkau harus kembali pada firman dan doa.
  • Firman akan membawa saudara pada pengenalan akan Tuhan.
  • Doa akan meng-impartasi-kan sifat dan karakter Tuhan.

Firman dan doa memiliki hubungan yang sangat erat.

  • Mana mungkin saudara bisa berdoa jika saudara tidak mengenal Tuhan.
  • Kita tidak bisa berkata “Bapa kami” jika perilaku kita tidak seperti Bapa.
  • Tuhan tidak bangga pada kita kalau perilaku kita tidak seperti Dia, karena Dia akan bangga pada kita kalau perilaku kita seperti Dia.

Jika saudara mau hidup nyaman, menyatulah dengan Tuhan.

  • Walau diterpa badai seperti apapun, kita tetap bisa tersenyum dan berkata, “Terima kasih Tuhan, ini obat yang baik untuk saya walaupun pahit di mulut”.
  • “Terima kasih Tuhan, Engkau bawa saya dekat dengan-Mu lewat pahitnya kehidupan saya”
  • “Engkau sedang membangun suatu akses bagi saya lewat pahitnya hidup saya”

Dalam situasi dan kondisi seperti apapun beranikah saudara berkata “Terima kasih Tuhan”, karena semua yang saudara rasakan pahit, pasti akan menjadi manis kalau saudara menyikapinya dengan benar.

V . BERBICARA TENTANG MENJADI ANAK BAPA SECARA UTUH.

Apakah saudara anak-Nya secara utuh?

Ingatlah! Tuhan kita adalah Tuhan yang cemburu.

  • Kalau Dia berkata kamu anak-Nya, berarti kamu milik-Nya.
  • Kalau kamu berkata “saya milik Tuhan”, berarti kamu milik Tuhan.
  • Tidak mungkin saudara berkata, “saya milik Tuhan” sementara perbuatanmu memperlihatkan “kamu milik setan”.

Doa Bapa kami bukanlah doa yang harus di ucapkan berulang kali sesuai teks nya seperti mantera, tetapi model doa yang harus dipahami maknanya.

Kalau saudara memahami maknanya mengapa Yesus berkata “Bapa kami”, maka saudara harus berhati-hati dalam hidupmu.

Yohanes 8 : 44

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Apa yang kamu ingini akan dunia ini, maka hawa nafsumu akan menjadikannya perbuatanmu.

  • Saya bingung kalau ada orang Kristen kesenangannya berbohong terus dan mengadu-domba orang yang satu dengan orang yang lain terus menerus, seakan-akan sikap dan perilakunya itu sah.
  • Jika demikian yang terjadi pada saudara secara terus menerus, pertanyaan bagi saudara, “siapakah bapamu?”
  • Kalau kesenanganmu berbohong terus, menipu terus, memfitnah orang terus dengan cara bergosip, bila demikian yang engkau lakukan terus menerus, pertanyaannya bagi saudara, “siapakah bapamu?

Pertanyaannya bagi kita semua, apa yang harus kita perbuat terhadap orang yang seperti ini?

  • Bukankah kita harus mengasihi orang-orang yang seperti ini?
  • Bukankah orang-orang yang seperti ini butuh pertolongan?
  • Kalau orang-orang seperti ini butuh pertolongan, mengapa tidak kita doakan?

Bapa di Sorga tidak ingin “berbagi anak” dengan si jahat, karena Roh yang Dia tempatkan didalammu, diingini-Nya dengan cemburu.

  • Oleh sebab itu, Dia tidak mau “berbagi anak” karena kamu anak-Nya, bukan anak setan.
  • Tuhan berkata, “kamu anak-Ku, janganlah melakukan perbuatan-perbuatan setan”.
  • Jadi, kata “Bapa kami”, artinya kita mengakui Dia sebagai Bapa kita, dan Bapa kita tidak mau “berbagi anak” dengan setan.
  • Dia mau kita total bagi Dia.

Roma 8 : 15

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Galatia 4 : 6

4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Allah sudah menyuruh Roh Anak-Nya tinggal di dalam saudara dan saya.

  • Jadi ada Roh Allah yang tinggal di dalam saudara dan saya, sehingga ketika saudara berdoa, saudara bisa berkata, “ya Abba, ya Bapa”.
  • Saat Roh ini tinggal di dalam saudara, saudara bisa berkata “Bapa kami”.
  • Ketika kita berkata “Bapa kami”, sebenarnya Roh Dia lah yang berkata-kata dalam kita.

Roh-Nya sudah diutus di dalam saudara dan saya, berarti saudara sudah mengakui Dia sebagai Bapa.

  • Kalau saudara sudah mengakui Dia sebagai Bapa, berarti saudara murni milik-Nya, bukan milik siapa-siapa lagi dan bukan milik dirimu sendiri.
  • Pengakuan “Bapa kami”, bukan sekedar pengakuan di mulut saja, tetapi juga di hati karena Roh Allah bersaksi bahwa kita adalah anak Allah.

Saat kita berkata “Bapa kami” kita adalah anak dan kita telah membuka diri total kepada-Nya, kita mau menjadi seperti Dia dan berharap pada Dia, percaya kepada Dia dan inilah Doa.

  • Karena apa artinya doa, kalau saudara tidak berharap pada apa yang saudara doakan?
  • Karena apa artinya doa, kalau saudara tidak percaya pada apa yang saudara minta?
  • Karena apa artinya doa, kalau saudara tidak punya kesamaan dengan Bapa kita di Sorga?

Doa harus berharap dan percaya kepada Dia, Bapa kita di Sorga Yang Mahakuasa.

  • Hanya kita yang ada Roh-Nya didalam kita, sehingga kita bisa memanggil Dia “ya Abba ya Bapa”.
  • Hanya kita yang ada Roh-Nya didalam kita, sehingga kita bisa memanggil Dia, “Bapa kami yang di Sorga”

Pertanyaannya :

  • Apakah saudara yakin ada Roh Allah di dalam saudara?
  • Ironisnya, saudara berkata didalammu ada Roh Allah sehingga bisa berkata “Bapa kami”, tetapi mengapa perbuatanmu belum seperti Bapa-mu?

VI. BERBICARA TENTANG RESPECT JENJANG STRATA

Ketika Ishak akan dikorbankan di atas gunung, dia tidak memberontak kepada bapaknya Abraham.

  • Ketika Yesus juga dikorbankan di kayu salib, Dia juga tidak memberontak, karena Dia telah menyerahkan hidup-Nya kepada Bapa.
  • Apakah saudara telah menyerahkan hidup saudara kepada Bapa?
  • Apakah saudara masih sering memberontak?
  • Apakah saudara masih sering mengeluh?
  • Apakah saudara masih sering bersungut-sungut?
  • Jika saudara masih sering berontak, sering mengeluh dan bersungut-sungut, pertanyaan untuk saudara, “siapakah sebenarnya bapamu?”

Kejadian 22 : 7-10

22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya : “Bapa”. Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Kata “kami” dalam “Bapa kami” itu, berarti banyak anak.

  • Jadi setiap orang yang percaya kepada-Nya, diadopsi menjadi anak Allah.
  • “Bapa kami” artinya, sebagai anak yang percaya penuh kepada Bapanya, membuat Ishak tidak memberontak pada saat mau dikorbankan.

Jika saudara berkata, “saya percaya” berarti saudara “respect” pada Dia, sehingga tidak akan ada keluar persungutan dari mulutmu.

  • Jika saudara “respect” pada Tuhan, maka saudara tidak akan berkata “Tuhan mengapa ini terjadi padaku, Tuhan tidak adil”.
  • Tetapi bisakah saudara berkata kepada-Nya, “Tuhan, terima kasih untuk semuanya, karena saya tahu semua pasti baik bagi saya”.

VII. BERBICARA TENTANG MENGENAL DIA SECARA UTUH

Mengenal Dia sebagai Bapa kita, bukan hanya sekedar mengenal Dia biasa-biasa saja, tetapi harus kenal dekat atau benar-benar mengenal-Nya.

Kalau kita bisa memanggil Dia, Bapa, itu artinya kita benar-benar sudah mengenal Dia dan bukan hanya sekedar tahu.

  • Kita semua pasti mengenal bapa (ayah) kita.
  • Ketika bapa kita pergi, apakah kita membayangkan wajah bapa kita terus menerus karena kita takut lupa wajah bapa kita itu sehingga saat dia pulang kerumah nanti, jangan sampai kita tidak mengenal dia lagi?
  • Berapa banyak dari kita, saat berdoa harus ada gambar Tuhan Yesus di depan mata kita?
  • Kalau saudara benar-benar telah mengenal Tuhan saudara, seharusnya tidak perlu membayangkan wajah-Nya atau memandang wajah-Nya di dinding rumahmu karena saudara sudah kenal Dia.

Ketika orang-orang dari aliran animisme, dinamisme menjadi orang percaya, lalu mereka diangkat jadi pemimpin Gereja, yang terjadi adalah saat mereka berdoa harus ada patung di depan mereka.

  • Karena sebelumnya mereka telah terbiasa berdoa di depan patung, dengan demikian mereka tidak bisa berdoa di dalam Roh dan kebenaran.
  • Akhirnya terbentuklah Gereja yang berdoa didepan patung-patung dan sujud didepan patung manusia.
  • Mereka bisa begitu karena pada dasarnya mereka tidak percaya.

Misalnya saya menelepon seseorang yang sudah saya kenal, saya tidak perlu lagi membayangkan wajahnya karena saya sudah kenal dia.

  • Orang Kristen baru, biasanya berdoa harus ada media sarana.
  • Saya pernah pelayanan ke rumah seorang ibu dan dia memiliki gambar Yesus berukuran kecil, tetapi mengapa ada roh jahatnya di gambar tersebut?
  • Karena setiap kali dia berdoa, dia memandang gambar Yesus itu, mau tidur dia ucapkan selamat tidur, mau pergi dia pamit pada gambar Yesus itu.
  • Akhirnya gambar Yesus itu menjadi sarana kuasa gelap.

Tuhan kita adalah Roh, sehingga kita tidak bisa berdoa dengan media sarana dalam bentuk apapun.

  • Kalau kita menjadikan sarana itu sebagai pengganti Tuhan kita, sudah pasi sarana itu ada roh jahatnya berdiam disitu.
  • Oleh sebab itu, tidak wajar jika saudara sudah sekian tahun ikut Tuhan, tapi berdoanya masih pakai media sarana.
  • Ketika saudara baca firman, maka saudara akan mengenal kebaikan-Nya, kasih-Nya, rahmat-Nya bagi saudara dan saudara tidak perlu membayangkan wajah-Nya.

Apabila saudara doa berjam-jam hanya untuk membayangkan wajah Yesus saja, berarti doamu tidak ada artinya.

  • Ketika saudara berkata “Bapa kami”, berarti saudara berdoa kepada Bapa yang saudara kenal dekat.
  • Dalam urusan rohani, rupa dan wajah pribadi adalah hal yang tidak penting.
  • Kalau saudara bertahun-tahun Kristen tapi masih pakai media sarana saat berdoa, berarti kepercayaan saudara kepada Tuhan dipertanyakan.
  • Oleh sebab itu orang Kristen yang benar tidak ada kiblatnya.

Jika saudara orang Kristen yang benar dan mengenal Bapa di Sorga, sewaktu kamu ber-doa seharusnya kamu tidak memakai sarana dalam bentuk apapun.

  • Ketika kita menyembah Yesus, Tuhan kita, kita tidak perlu kiblat karena Dia ada di mana-mana, Dia “omni present” jadi tidak ada kiblatnya.
  • Bila masalah datang, itu bukan dari Dia, ini bukan sifat dan karakter Allah.
  • Saat masalah ada, saudara bisa bersyukur karena saudara tahu masalah ini mendatangkan kebaikan bagi diri saudara, supaya hidup saudara menjadi lebih baik lagi.

Terkadang “mimpi” kita harus diambil dahulu oleh Allah, supaya visi Allah terjadi dalam hidup kita.

  • Waktu sekolah dulu, saya senang main bulu tangkis sampai saya bermimpi menjadi atlet (pebulu-tangkis) yang handal.
  • Pagi, siang, sore saya selalu latihan, akhirnya saya jarang masuk sekolah karena saya sering bertanding.
  • Sampai akhirnya saya harus menentukan pilihan, apakah mau pilih sekolah atau mau terus bertanding bulu tangkis.
  • Akhirnya saya pilih sekolah dan saat itu lah “mimpi” saya diambil Tuhan.
  • Kalau saya memaksakan “mimpi” saya itu, mungkin saya tidak berdiri di mimbar ini hari ini.
  • Ada orang yang bermimpi jadi atlet, tetapi kakinya patah dan tidak bisa menjadi atlet lagi, akhirnya dia menjadi penginjil.

Itulah sebabnya “mimpi” kita harus diambil dahulu oleh Tuhan, supaya visi Tuhan nyata di dalam kita.

  • Sejauh mana saudara mengenal Tuhan sebagai Bapa mu yang baik?
  • Kalau saudara mengenal Tuhan sebagai Bapa yang baik, dalam menghadapi masalah apapun saudara bisa berkata, “Bapaku baik, tenang saja, semua pasti beres tepat pada waktunya”.
  • Jika demikian, berarti saudara sudah tahu akan karakter Allah.

Bertobatlah dan tutup celah.

Kalau masalah itu terjadi karena saudara buka celah, saudara bertobat saja dan tutup celahnya.

Efesus 4 : 26-32

4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Jikalau pikiran kita disibukkan hanya dengan “membayangkan Yesus hadir secara jasmaniah”, maka akan menjadi rintangan besar ketika kita sedang berdoa.

  • Misalnya saudara membayangkan kehadiran Yesus saat saudara berdoa, lalu dengan sukacita saudara bersaksi kemana-mana bahwa saudara dapat penglihatan “melihat Yesus”.
  • Padahal kenyataannya yang saudara lihat itu “bukanlah penglihatan”, tapi saudara sedang membayangkan Yesus. Hal inilah yang menjadi rintangan besar dalam suatu doa.
  • Kita bukan mengenal fisik “Bapa kami” tetapi siapa Dia yang kita kenal baik dengan sempurna sebagai Bapa yang adil, yang penuh kasih, yang mengasihi saudara, yang telah mati bagi kita dan hidup bagi kita.

Saya ditinggalkan papa saya tahun 1991.

  • Di otak saya, saya banyak melupakan wajah papa saya.
  • Tetapi, seandainya dia tiba-tiba muncul di hadapan saya, saya akan tahu kalau orang itu adalah papa saya, karena saya kenal baik dengan dia.
  • Masalahnya sekarang, seberapa baik saudara mengenal Allah saudara saat ini?
  • Kalau saudara berani berkata “Bapa kami”, berarti saudara sudah kenal baik dengan Dia.

Dengan demikian, ketika saudara mulai berdoa dengan berkata, “Bapa kami”, berarti :

  • Saudara telah meninggalkan konsep tentang atribut Allah, tentang semua formalitas ketika menghadap Allah dalam doa saudara.
  • Saudara telah punya hubungan yang erat antara Pencipta dan yang dicipta.
  • Saudara adalah anak yang mempunyai kedudukan yang tinggi di Sorga.
  • Saudara punya perilaku yang sama dengan Bapamu.
  • Saudara adalah anak secara utuh milik kepunyaan Dia, bukan kepunyaan siapa-siapa.
  • Saudara “respect akan jenjang strata”.
  • Saudara kenal Dia secara utuh tanpa harus membayangkan wajah-Nya.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

BERSAMBUNG KE “BAGIAN-KEDUA” YANG BERBICARA TENTANG

RANGKAIAN KATA YANG KE-2 DARI “DOA BAPA KAMI”,

YAITU RANGKAIAN KATA “YANG DI SORGA”

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Buletin 12 Mei 2019 PENGARUH LUKA BATIN BAGI KEKEKALAN

PENGARUH LUKA BATIN BAGI KEKEKALAN

            Tahukah anda bahwa orang yang pernah terluka secara batiniah dan sampai hari ini belum sembuh akan terlihat dari gaya hidupnya yang menjadi batu sandungan bagi sesamanya. Permasalahannya  banyak orang telah berdamai dengan sesamanya tapi  banyak orang tidak menyadari kalau dia belum berdamai dengan masa lalunya. Banyak orang mengampuni sesama tapi tidak menyadari lukanya masih membekas. Sebagai akibatnya orang ini akan membangun benteng didirinya agar dia tidak dilukai lagi. Dan orang yang membangun benteng cenderung tertutup, atau membalas lukanya kepada orang lain disekitarnya. Bukankah orang seperti ini akan menjadi sandungan bagi sesamanya?

            Saudara bisa perhatikan contoh dalam Alkitab yaitu  Ruben putra pertama Yakub dengan Lea. Alkitab menegaskan Yakub mencintai Rahel dibanding Lea ibu Ruben (Kejadian 29:30). Kasih yang tidak berimbang menimbulkan luka dihati Ruben, dan luka itu membekas dalam hati Ruben bahkan tanpa dia menyadari. Ditambah lagi saat berjumpa dengan Esau pamannya, Ruben dan lea ditaruh dibarisan terdepan seperti dikorbankan jika Esau mengamuk sedangkan Yakub dan Rahel dibarisan paling belakang (Kejadian 33:2).

Rentetan luka yang panjang mendorong Ruben untuk menyabot gundik ayahnya dan hidupnya menjadi sandungan sehingga kehilangan hak kesulungan.  

Selain contoh diatas kita juga bisa melihat seseorang yang hidupnya terbuang, diabaikan orang dan cenderung direndahkan akan membawa luka didalam batinnya. Orang seperti ini akan menjadi seorang pemarah, arogan, suka pamer dan mencari penerimaan dari banyak orang. Orang seperti ini biasanya suka berbohong, membesarkan masalah, menjelekan orang lain dan sebagainya.

Contoh seperti ini didalam Alkitab adalah Yefta. Yefta adalah pahlawan dijaman para hakim, ia anak perempuan sundal. Ayahnya Gilead memiliki anak laki-laki lain dari istri resminya. Anak-anak sah ini yang mengusir Yefta dari rumahnya. Situasi tertolak memancing luka batin membuat dia hidup sebagai perampok dan hidup dalam dosa. Berhasilkah Yefta? Ya dia ditangkap Tuhan sebagai hakim dan memimpin pasukan dengan berhasil dan membebaskan Israel dari tawanan. Tapi luka batinnya menjadikan dia pemimpin yang arogan. Terbukti  saat dibenturkan dengan kearogansian suku Efraim (hakim-Hakim 12:1-4). Luka batin Yefta memicu perang saudara antara Israel dengan suku Efraim.

Bisakah saudara melihat melalui contoh diatas pengaruh buruk dari seseorang yang tidak membereskan masa lalunya? Bukankah jalannya kedepan dapat terhambat, begitu pula perjalannya menuju kekekalan.

5 MEI 2019 YANG DI SORGA (DOA BAPA KAMI BAG.2)- VIDEO KHOTBAH

DOA SEPAKAT MINGGU 5 MEI 2019 (PESAN NUBUATAN BAGI JEMAAT CG)

PESAN NUBUATAN MELALUI DOA SEPAKAT MINGGU 5 MEI 2019

Jangan tertidur anak-anak-Ku karena inilah waktunya peperangan itu. Musuh telah dikerahkan engkau berperang anak-anak-Ku. Jangan engkau tertidur tetapi bangkitlah isi minyakmu dengan penuh karena kedatangan-Ku tinggal tunggu waktu.

Semua Aku akan bukakan tidak ada yang bisa menutup, Tuhan akan membuka dan menyingkapkan semuanya dan tidak ada yang bisa tertutup. Tuhan berkata sekaran watunya peperangan …. bangkit-bangkit lakukan apa yang pernah dahulu engkau lakukan untuk Tuhan. jangan lengah …jangan lengah karena musuhmu tidak pernah lengah.

Aku menyayangkan banyak anak-anak-Ku yang tertidur mereka tidak  berperang dan tidak melawan musuh-musuhnya, mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri. Sekarang waktunya katakan kebenaran yang dari pada-Ku, singkapkan kebenaran itu bagi mereka supaya mereka melihat kebenaran itu dan mereka dimerdekakan oleh-Ku.

Karena waktu penuaian itu telah tiba, Aku akan melakukan penampian bersamaan denganpenuaian. Semua bulir-bulir yang tidak berisi akan terlempar keluar dan yang berisi akan Ku bawa kelumbung-lumbung-Ku. Mereka akan mengisi lumbung-lumbung-Ku dengan penuh. Biarlah engkau semua menjadi bulir gandum yang berisi yang akan Aku kumpulkan di istana-Ku.

Tuhan berkata perbanyak waktumu untuk Aku, perbanyak waktu untuk penyembahan, perbanyak waktu untuk doa, perbanyak waktu untuk memuliakan Aku, perbanyak waktu untuk belajar firman, perbanyak waktu untuk mengenal Tuhan dengan benar. Tuhan berkata jangan kendor karena iblis akan menuai . Aku menuai …… iblis juga menuai.

Tanggalkan semua manusia lamamu, tanggalkan semua beban-beban hidupmu dan hampirilah Aku karena Aku akan mengajarimu bagaimana cara berperang, bagaimana caramu mengalahkan musuh-musuh dan Aku akan menjanjikan kemenangan itu bagimu.

Ditanganmu sudah ada bendera kemenangan, panji-panji kemenangan …. kibarkan itu Tuhan berkata engkau adalah pemenang jika engkau berjalan bersama dengan Aku, jika engkau hidup didalam Aku, jika engkau menurut perintah-Ku, jika engkau menurut ketetapan-ketetapan-Ku engkaulah pemenang-pemenang itu.

Semua unsur-unsur dunia akan dihancurkan supaya tidak satupun anak-anak-Ku berpegang pada dunia ini, berpeganglah pada-Ku Aku tidak akan pernah mengecewakanmu. Percayakan semuanya kepada-Ku karena Aku tidak pernah lalai dalam hidupmu, Aku tidak pernah mengecewakanmu.

Saat penyembahan saya ( gembala jemaat ) melihat saudara ditarik sama Tuhanh lebih dekat lagi. Saat engkau menyembah Tuhan semua musuh-musuhmu dihalau-Nya . Tuhan berkata “siapapun yang menyembah Aku, masalah apapun yang dihadapinya akan dihalau Tuhan”.

Tuhan memberi pengelihatan (melalui gembala jemaat) ada suatu badai besar yang akan melanda suatu daerah. Badai itu besar sekali dan Tuhan berkata “Aku menuai dan iblispun menuai, waspadalah anan-anakKu”. Tuhan mau kita berdoa bagi wilayah yang akan diterpa badai itu agar anak-anak Tuhan tidak lengah dan kemudian diluputkan dari semua bencana yang akan terjadi bahkan terjadi pertobatan besar-besaran dan nama Tuhan akan dipanggil oleh lebih banyak orang. Kita juga berdoa agar korbannya (tuaian iblis) seminim mungkin.

Tuhan juga memberi pengelihatan akan ada gempa yang cukup besar. Tuhan mau jemaat berdoa agar terjadi pertobatan, banyak terjadi kesaksian Tuhan itu besar, agung dan berkuasa, serta nama Tuhan semakin dimasyurkan.

Tuhan juga memperlihatkan ada perang besar. Tuhan berkata ”inilah tuaian iblis”. Tuhan berkata “biar kehendakKu jadi dan siapapun yang berharap kepadaKu pasti diselamatkan”.

Tuhan mengurapi Jemaat sebagaimana Tuhan mengurapi Daud karena jemaat ini dipersiapkanNya untuk memerintah bersama Tuhan kata Tuhan. Tuhan juga berkata “inilah imam-imamKu  yang diurapi dengan minyak tanda kesukaanKu”. Disaat pengurapan terjadi, gembala jemaat melihat terjadi kelepasan.

Tuhan berkata “sebagai seorang imam saling mengasihilah satu dengan yang lain, yang lemah kau kuatkan bukan kau dorong dan kaujatuhkan, yang tertidur kaubangunkan”. “Sebagai imam kita harus saling menginggatkan satu sama lain, saling menopang satu dengan yang lain” kata Tuhan. Karena kitalah imam-imamNya Allah yang akan melayani diruang maha kudus kata Tuhan.

Tuhan berkata pandang Aku terus jangan teralihkan dan kita tidak akan pernah dikecewakan. Tuhan menuntun langkahmu dengan kebenaranNya dan engkau tidak akan pernah tersandung, engkau tidak akan jatuh tergeletak karena Tuhan pasti akan menolongmu kata Tuhan. Tuhan berkata “Aku menopangmu, Aku  menetapkanmu, Aku meneguhkanmu, dan Aku membawamu ketujuanmu yaitu sorga yang kekal. “Arahkan hatimu kepadaKu dan ijinkan Aku membentukmu  supaya Bapa tidak menolakmu karena ada Aku didalam dirimu dan engkau akan dikenal sebagai milikKu” kata Tuhan.

Tuhan mengurapi semua jemaat CG dan Tuhan berkata “Inilah imam-imamKu yang akan melayani Aku dengan kekudusan”. Tuhan berkata”Aku akan membukakan rahasia sorgawi lebih lagi, dan engkau akan mengerti lebih dalam lagi, sampai Aku mendandani jemaat ini dengan kebenaranKu, dengan FirmanKu untuk menjadi jemaat yang berkenan dan sempurna dihadapanKu”. Aku juga meletakan jemaat ini didadaKu, Aku menopang dan memangku mereka kata Tuhan. semakin Firman dibukakan, semakin engkau melihat kesalahanmu dan seharusnya semakin kita berubah dihadapan Tuhan kata Tuhan. Engkau memahami semua kelemahanmu engkau datang padaKu dan Aku akan menolong kamu kata Tuhan. Aku menyampaikan Firman bukan untuk menghakimi tapi agar engkau mengerti isi hatiKu yang terdalam agar engkau mengerti kebenaran itu dan juga pola pikirKu lau engkau akan datang kepadaKu dan menyembah Aku dan puncaknya engkau akan tinggal bersama dengan Aku kata Tuhan.     

Sekali lagi Tuhan berkata Aku mengurapimu dengan minyak tanda engkaulah imam dan raja. Tuhan berkata Aku mengurapi dengan minyak tanda kesukaan. Jangan kau rusakkan minyak dan anggur kata Tuhan karena keadaan akan semakin sulit. Siapapun tidak merusakan minyak dan anggur akan dipelihara dengan sempurna kata Tuhan. “Lakukan apa yang dulu kamu lakukan bagiKu, lakukan kembali” kata Tuhan. Tuhan tidak mau kehilangan senyuman diwajah kita (jemaat CG) karena terlalu banyak masalah dan persoalan. Percayalah kepadaKu dan kembali hiasi wajahmu dengan senyuman dan aku akan melihat anak-anakKu yang manis-manis kata Tuhan. enkau telah mengenal kebenaran dan kebenaran telah memerdekakanmu kata Tuhan. Sesungguhnya sorga ada didalam dirimu dan engkau sedang berjalan menuju sorga yang nyata kata Tuhan.  Jemaat ini akan bersinergi satu sama lain seperti musik  yang indah dihadapan Tuhan. Jemaat yang tidak saling menuntut tapi saling malayani kata Tuhan. Amin   

BULETIN 5 MEI 2019 TAKUT KEPADA TUHAN BUKAN PADA MANUSIA

TAKUT KEPADA TUHAN BUKAN PADA MANUSIA

            Salah satu jebakan kuasa kegelapan yang membuat seorang percaya tidak mampu bertumbuh secara maksimal adalah rasa sungkan. Banyak orang lebih takut kepada manusia dibanding kepada Tuhan. Saudaraku kita harus sadar kalau kehidupan percaya kehidupan yang dipenuhi dengan pilihan antara kebenaran dan kefasikan. Terkadang perbedaan keduanya nyaris tidak nampak, sepertinya apa yang kita lakukan benar, tapi bagaimana menurut Tuhan?

            Saudaraku ada beberapa hal yang menjadi dasar kegelapan membelokan kita dari jalan kebenaran. Hal yang paling mendasar adalah belum mengenalnya seseorang akan firman Tuhan. Hal ini membuat seseorang membangun kebenaran sendiri (Roma 10:3). Seseorang yang belum mengenal pikiran dan perasaan Tuhan dengan mudah akan diselewengkan oleh kegelapan. Orang seperti ini akan lebih dikendalikan oleh emosi jiwani dari pada dikendalikan oleh kuasa Roh. Jika hal ini dibiarkan bukankah dia akan tersesat? Jika orang tersebut tetap merasa benar, bukankah dia akan terhilang?

            Hal kedua yang membuat seseorang keluar dari jalan Tuhan adalah Ego diri sendiri. Penting bagi orang percaya jika mau dimuridkan harus melepaskan ego. Ego menjadi penghalang kehendak Allah. Dan ego juga menjadi penghalang kebesaran rohani. Jika ego tidak dilepaskan, bukankah seperti virus mematikan didalam tubuh yang tidak ditanggulangi yang lambat laun akan membunuh rohani kita yang pernah hidup (Matius 16:24). Dengan ego tidak mungkin ada salib dibahu kita, dengan ego tidak mungkin kita mengikuti langkah Tuhan kemanapun Dia mau.  

Hal ketiga yang sangat penting adalah penempatan kasih yang salah. Jika seseorang menaruh kasih pada keluarga yang terutama maka dia kehilangan kasih akan Tuhan. Orang ini akan diliputi oleh rasa sungkan dalam mengambil keputusan tentang kebenaran. Keputusannya akan banyak dipengaruhi keputusan manusia yang sarat dengan daging. Orang ini akan sulit untuk berkata tidak dia dikendalikan bukan dengan salib melainkan dengan kasihnya kepada diri sendiri yang menyebabkannya takut menanggung penderitaan karena kebenaran danjuga kasihnya kepada sesama secara berlebih yang menyebabkannya diperbudak oleh kepentingan manusia.

Tuhan Yesus telah membuktikan ketika Dia mengasihi kebenaran diatas segala-galanya, Dia tidak pernah takut menyatakan kebenaran, tidak pernah takut dengan aniaya melainkan Dia menunjukan rasa hormatNya kepada kebenaran demi tercapainya tujuan Ilahi.

7 MAKNA PASKAH – 21 APRIL 2019

Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal : Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. (Kel. 12 : 13)

TUJUH MAKNA PASKAH

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH PASKAH, 21 APRIL 2019

=============

SHALOM !

Selamat Paskah semuanya. Yesus sudah mati, Yesus bangkit dan Dia menang.

Apakah saudara sudah mati? Kalau saudara belum mati, saudara tidak akan bisa menang. Saudara harus mati dahulu atas semua kedagingan saudara, dari semua kepentingan saudara, setelah itu barulah saudara bisa menang.

Banyak orang Kristen mau menjadi pemenang, tetapi tidak mau mematikan “ego” mereka dan keinginan duniawi mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa jadi pemenang bila justru mereka sendiri yang senang di taklukkan oleh keinginan dan hasrat duniawi mereka sendiri, bahkan menikmatinya?

Jika saudara benar-benar mau menang menaklukkan roh-roh jahat, benar-benar mau menang menaklukkan semua tipu daya iblis, tidak ada cara lain, selain mati dulu bersama Kristus, yaitu mati kedaginganmu dan mati kehendakmu.

Oleh karena itu, judul khotbah dalam rangka merayakan Paskah hari ini, adalah “TUJUH MAKNA PASKAH”, dari Keluaran 12, Tentang Perayaan Paskah (Yahudi).

Keluaran 12 : 1-2

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir :

12:2 “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.

Orang Yahudi memiliki 2 Kalender, yaitu :

  • Kalender Umum, seperti yang kita miliki sekarang (Masehi).
  • Kalender Kudus, adalah waktu yang TUHAN tetapkan, yang berbicara tentang keselamatan dari TUHAN.

Oleh sebab itu dikatakan, bulan inilah yang akan menjadi permulaan bulan bagimu, itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.

  • Hal ini menggambarkan, bahwa umat percaya harus punya “2 kelahiran”, yaitu kelahiran dari perut ibu (jasmaniah) dan kelahiran dari Allah (rohaniah).
  • Kelahiran dari Allah itu adalah lahir dari benih Ilahi atau lahir dari Roh.

1 Yohanes 3 : 9

3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Setiap orang yang lahir dari Allah seharusnya sudah tidak dapat berbuat dosa lagi.

  • Jadi yang pertama, Kalender Umum yang menandakan kelahiran jasmani dan yang kedua, Kalender Kudus yang menandakan kelahiran rohani.
  • Kita lahir dari benih ilahi (spermatozoid) artinya ada benih Allah di dalam kita, sehingga kita menjadi manusia yang baru, yang benar-benar berbeda.
  • Inilah yang namanya Kelahiran Rohani.

Yohanes 3 : 3-6

3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Seseorang harus dilahirkan kembali, supaya bisa melihat Kerajaan Allah.

3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”

Semua perkara Ilahi tidak bisa dicerna dengan otak jasmani, karena saudara pasti akan gagal dalam memahami peristiwa-peristiwa rohani.

Contoh : “Nikodemus berkata, tidak mungkin orang yang sudah tua dilahirkan lagi”.

3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Setiap orang harus dilahirkan dari “air dan Roh”.

3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Kelahiran daging membawa saudara pada daging, saudara akan bertumbuh secara daging semakin lama semakin besar, sedangkan dilahirkan dari Roh, adalah roh yang akan membawa saudara pada Roh Allah.

  • Kelahiran rohani tidak bisa kita lihat dan sulit sekali untuk kita pahami.
  • Tapi kalau saudara dekat dengan Allah dan semakin saudara dekat dengan Allah, ada karakter Allah yang di impartasikan kepada saudara, karena sudah ada benih Allah di dalam saudara.
  • Orang yang telah dilahirkan oleh Roh Allah, keinginannya akan dunia dan keinginannya akan daging dialihkan oleh Allah menjadi keinginan akan Allah.

Manusia daging memang nature nya dosa, tapi tergantung siapa yang memegang kendali dalam hidupnya?

  • Kalau yang pegang kendali hidup kita itu Roh, maka kita akan berjalan dalam Roh.
  • Tapi kalau yang pegang kendali hidup kita itu daging, maka kita akan hidup dengan berbagai jenis kedagingan dan berbagai jenis tuntutan.

Paskah pertama ditandai dengan keluarnya orang Israel dari Mesir, yaitu pada bulan Abib, Tahun Kudus.

Keluaran 13 : 4

13:4 Hari ini kamu keluar, dalam bulan Abib.

Pada bulan Abib Tahun Kudus, untuk pertama kalinya Paskah di rayakan.

Paskah dalam bahasa Inggrisnya “Pass over” yang artinya “melewati”.

MAKNA PASKAH

  1. PENGHAKIMAN ALLAH MELEWATI RUMAH KITA KARENA ADA TANDA DARAH YESUS SEBAGAI ANAK DOMBA ALLAH.

Keluaran 12 : 13

12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.

“Mesir” harus dihukum, “daging” harus di hukum, tetapi karena ada darah Kristus sebagai Anak Domba Allah yang telah di sembelih, maka ada Paskah sehingga penghakiman Allah “melewati” kita.

Sesungguhnya Paskah dalam kitab Keluaran ini, melukiskan penebusan Kristus yang komplit dan utuh sebagai Penebus saudara dan saya.

1 Korintus 5 : 7

5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

Kamu memang tidak beragi, artinya kamu tidak hidup dalam kedagingan lagi.

Kalau Dia sudah disembelih bagi kita, berarti kita harus hidup bagi Dia.

Keluaran 12 : 4

12:4 Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.

Keselamatan yang saudara peroleh dari Tuhan, seharusnya berpengaruh positif pada orang di kanan kiri saudara.

Bukan hanya berdampak bagi keluarga kita sendiri, tapi harus berdampak bagi tetangga-tetangga kita.  Inilah maknanya Paskah yang pertama.

TUHAN berkata, “Kalau keluargamu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, panggil tetangga dekatmu masuk ke dalam rumahmu untuk ikut merayakan Paskah”.

  • Maknanya, kalau saudara sudah diselamatkan, saudara harusnya berbuah artinya saudara membawa jiwa-jiwa di sekitar saudara.
  • Meskipun saudara bukan penginjil dan tidak pintar bicara, tetapi orang bisa melihat perubahan hidupmu.
  • Kalau hidupmu tidak berubah, siapa yang bisa menilai engkau dan berkata kepadamu kalau ada Yesus di dalammu.
  • Jika sudah diselamatkan, hidupmu tidak boleh sama seperti dulu, kita harus berbeda.

Keluaran 12 : 5

12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun ; kamu boleh ambil domba atau kambing.

Mengapa harus ambil domba atau kambing?

  • Kalau kita lihat perumpamaan Yesus di Matius 25 : 32-40, ada pemisahan antara domba dengan kambing.
  • Domba artinya orang-orang benar, dan kambing artinya orang fasik.
  • Pada waktu Kristus disalibkan, Dia dalam posisi “menjadi domba” dan juga “menjadi kambing”.
  • Yesus sebenarnya mutlak benar dan tidak ada dosanya, tapi karena di satu sisi Dia mengambil alih semua dosa saudara dan saya, maka Dia dianggap sebagai kambing yang berdosa.
  • Dia menggantikan kita untuk menanggung semua dosa kita, karenanya Dia dijadikan dosa bagi kita.

2 Korintus 5 : 21

5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Dia murni tidak berdosa tetapi Dia menjadi dosa bagi kita, supaya ketika kita masuk ke dalam Dia, kita dianggap benar oleh Allah.

  • Ingat! Darah domba tidak bisa menebus dosa manusia karena yang berdosa itu manusia bukan domba itu.
  • Jadi karena manusia yang berdosa, maka yang tebus dengan menumpahkan darahnya (mati) harus dalam wujud manusia juga.
  • Tapi masih ada orang-orang di luar sana yang masih mempersembahkan kambing domba dan segala macam untuk menebus dosa.
  • Yesus Allah yang tidak berdosa turun sebagai manusia, Dia gantikan posisi saudara dan saya.

Sebagai manusia Dia mengambil alih dosa-dosa manusia, Dia tanggung semuanya di atas kayu salib.

Ketika Dia mengambil alih dosa manusia, pada waktu itulah Dia mengambil posisi sebagai kambing yang berdosa.

2. KEMATIAN KRISTUS MENGAKHIRI KEHIDUPAN LAMA KITA DENGAN TUNTAS.

Keluaran 12 : 6-7

12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Empat belas itu, adalah tujuh dikali dua yang artinya sempurna.

  • Tujuh adalah satu periode waktu yang lengkap dari hari Senin sampai Minggu yang artinya mulai dari awal kehidupan sampai akhir dari suatu kehidupan.
  • Anak domba paskah di sembelih pada hari yang ke-empat belas, artinya akhir dari dua minggu yang lengkap yang artinya kematian Kristus mengakhiri kehidupan lama dengan tuntas.
  • Hidup lama saudara diakhiri dengan kematian-Nya dengan tuntas.
  • Empat belas itu, adalah tujuh dikali dua yang artinya sempurna.
  • Jadi pengorbanan Allah yang sempurna menjadikan saudara tuntas di dalam Allah.

3. PENYATUAN ORANG YANG DITEBUS OLEH YESUS SEBAGAI SANG PENEBUS

Keluaran 12 : 7

12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.

Darah yang di bubuhkan di tiang dan di ambang pintu rumah menutup jalan bagi penghakiman atas orang dalam rumah itu.

  • Jadi kalau ada darah di ambang-ambang pintu, dan saudara masuk ke dalam rumah itu maka saudara tidak akan terkena penghakiman.
  • Saudara harus ada di dalam rumah yang diolesi darah di tiang dan ambang pintunya, supaya tidak terkena penghakiman.
  • Kalau tidak taat melakukannya, maka saudara terkena penghakiman itu.

Darah memungkinkan orang masuk kepada Allah dalam Yesus Kristus.

  • Bagaimana kita bisa menghadap Allah kalau tidak melalui Yesus Kristus?
  • Satu-satunya jalan bagi kita bisa menghadap Allah hanya lewat Yesus Kristus.

Saudara mau pakai jalan apapun, tidak akan ada yang dapat menemukan Bapa di Sorga kecuali melalui Yesus Kristus.

  • Kalau saudara masuk ke dalam Yesus Kristus, maka saudara tidak akan terkena penghakiman, karena Yesus Kristus sudah menerima penghakiman-Nya di kayu salib.
  • Yesus sudah menerima penghakiman-Nya, berarti penghakiman bagi kita sudah selesai dan ketika saudara masuk ke dalam Dia dan melalui Dia sudah tidak ada penghakiman lagi bagi kita.
  • Jadi intinya kita harus masuk menyatu dengan Tuhan. Tidak ada cara lain.

Permasalahannya, saudara bisa saja berkata sudah ada di dalam Yesus Kristus, tetapi mengapa karaktermu bukan memperlihatkan karakter Yesus?

  • Mengapa gaya hidupmu dan watakmu masih yang lama, masih hidup suka-suka, masih sembrono, masih hidup di dalam dosa?
  • Jika saudara belum memiliki karakter Yesus, jangan berkata jika saudara percaya Yesus karena setanpun percaya Yesus.
  • Setan juga percaya Yesus adalah Tuhan, tetapi setan tidak diselamatkan.
  • Jadi supaya saudara selamat caranya hanya satu yaitu masuk menyatu ke dalam Dia dan percaya pada-Nya, barulah saudara bebas dari penghakiman.

Jadi makna paskah yang ke tiga adalah penyatuan orang yang ditebus oleh Yesus sebagai Sang Penebus.

  • Anak Domba Allah adalah Penebus.
  • Rumah itu sarana tempat tinggal-Nya.
  • Jadi kalau saudara masuk ke dalam rumah itu, maka saudara aman dari penghakiman karena saudara sudah ditebus.
  • Syaratnya hanya masuk menyatu ke dalam Dia.

Keluaran 12 : 8

12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

Semuanya ini adalah gambaran dari keselamatan yang akan datang.

  • Apakah saudara tahu kapan hidup saudara akan berakhir? Tidak
  • Oleh sebab itu Tuhan berkata dagingnya harus dimakan malam itu juga jangan ditunda.
  • Kalau kamu mau bertobat, bertobatlah hari ini.
  • Kalau kamu mau meninggalkan dosa, tinggalkan dosa hari ini.
  • Jangan tunda-tunda lagi.
  • Jangan pernah menikmati dosa lagi.
  • Jangan karena merasa masih muda, lalu bisa menikmati dosa.

Bagaimana kalau hari ini hidup saudara berakhir, tetapi sampai dengan hari ini saudara masih belum meninggalkan dosa-dosa saudara?

  • Puji Tuhan kalau yang menjemput saudara adalah malaikat Tuhan, tetapi bagaimana kalau yang menjemput engkau itu malaikat maut dan membawa saudara ke Hades?
  • Saudara berpikir saudara masih sehat dan terlalu asyik menikmati daging tanpa henti, tetapi bagaimana bila Tuhan berkata, kamu harus pulang ke rumah Bapa sekarang juga.
  • Kita tidak tahu kapan waktu kita di dunia ini berakhir.

Oleh sebab itu, karena malam ini waktunya kita menyatu dengan Domba Paskah, maka sekaranglah waktunya saudara untuk bertobat dengan sungguh-sungguh.

  • Sekaranglah waktunya bagi saudara untuk menyerahkan diri kepada Allah, dan bertobatlah dengan sungguh-sunggguh, tidak bisa tidak.
  • Jangan engkau pikirkan perasaanmu lagi.
  • Kalau engkau terus memikirkan perasaanmu, maka engkau akan kehilangan perasaan Tuhan dan berbahaya bagi dirimu sendiri.

Makan dengan roti yang tidak beragi. Ragi itu melambangkan dosa.

1 Korintus 5 : 6-8

5:6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?

Kalau kamu menganggap dirimu masih kuat, masih hebat dan tidak merasa perlu Tuhan, itu tidak baik.

Itulah yang dimaksudkan dengan “ragi”, kedagingan dan hal itu akan mengkhamiri seluruh adonan.

1 Korintus 5 : 8

5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Kalau saudara mau pesta, bukan pesta pora seperti orang dunia, tapi berpestalah dalam kebenaran dan kekudusan.

  • Kemurnian dan kebenaran dalam hidupmu harus selalu terpelihara, maka engkau akan berpesta bersama dengan Tuhan.
  • Setiap kali engkau masuk kamar untuk memuji dan menyembah Tuhan serta berdoa, sebenarnya tanpa engkau sadari engkau sedang berpesta dengan Tuhan.
  • Berpestalah dengan sukacita dengan makan roti tidak beragi yang artinya menyingkirkan dosa.

Keluaran 12 : 8

12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

Sayur pahit artinya menyesal dan bertobat serta rasa pahit dan benci pada semua dosa yang ditawarkan dunia.

  • Apakah saudara sudah merasakan rasa pahit yang diakibatkan oleh dosa, atau malahan masih merasakan nikmatnya ketika berbuat dosa?
  • Kalau saudara belum merasakan pahitnya dosa yang engkau lakukan, berarti saudara tidak bisa berpesta dengan Allah.
  • Supaya saudara bisa berpesta dengan Allah, saudara harus makan daging Anak Domba.

Makan dengan roti tidak beragi artinya hidupmu murni dan saleh. Makan dengan sayur pahit artinya kita harus membenci dosa kita, benci akan kehidupan lama kita, jangan kembali lagi kesana, menyesal akan dosa-dosa kita.

  • Kalau saudara masih suka berada di Mall Kelapa Gading, pasti saudara tidak akan mau cepat-cepat pulang dari Mall tersebut.
  • Tapi kalau saudara tidak suka dengan Pasar Baru karena udaranya panas, pasti saudara mau segera pulang saja.

Begitu juga dengan dosa.

  • Apakah saudara masih senang menikmati dosa?
  • Apakah saudara masih senang terikat dengan cara hidupmu yang lama?
  • Kalau saudara masih senang dengan dosa-dosamu, maka engkau tidak bisa berpesta dengan Tuhan.
  • Karena kalau mau berpesta dengan Tuhan, saudara harus membenci dosa.
  • Inilah yang disebut sayur pahit, membenci rasa pahit semua dosa.

Bagaimana dengan seseorang yang masih terikat kuat dengan nikotin?

  • Jika dia masih senang dengan nikotin dan menikmatinya, apakah dia bisa melepaskan nikotin tersebut?  Tidak akan pernah bisa.
  • Satu-satunya cara supaya dia membenci nikotin, hanyalah dengan menderita sakit cancer paru-paru.
  • Setelah dia sakit paru-paru, barulah dia bisa membenci nikotin.
  • Permasalahannya banyak yang sudah membenci dosa, tetapi begitu dia sembuh dia kembali lagi pada dosa-dosa lama mereka.
  • Ibarat orang yang punya credit card dan dia gunakan sebanyak-banyaknya. Akibatnya dia tertekan, di himpit hutang. Tapi begitu tagihannya selesai karena diampuni pihak bank, credit card nya langsung dia gesek lagi bikit hutang baru. Inilah masalah dari kekristenan hari-hari ini.

Banyak orang Kristen setelah dibereskan oleh Tuhan, sudah disembuhkan sakit penyakitnya, tetapi tidak mau melepaskan dosanya lalu kembali ke dosa itu lagi.

  • Kondisi orang ini seperti pecandu rokok tadi, yang lama-lama bisa naik kelas dengan mengisap cerutu.
  • Kalau saudara tidak melepaskan diri dari dosa, jangan menyesal bila saudara akan menanggung akibat yang lebih parah dari sebelumnya.
  • Jadi saudara harus pahitnya dulu dengan dosa saudara hari ini.
  • Hanya orang yang bisa membenci dosa yang bisa lepas dari dosa, kalau kita tidak membenci dosa maka kita tidak akan bisa lepas dari dosa.

Keluaran 12 : 9

12:9 Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.

“Memakannya mentah”, artinya hanya menganggap Kristus sebagai Penebus saja, tetapi bukan sebagai contoh dari orang yang hidupnya baik dan yang perlu ditiru.

“Memakannya direbus” artinya kematian-Nya hanya sebagai martir biasa, hanya sebagai orang yang menyerahkan diri, yang dianiaya oleh orang-orang jahat bukan sebagai penebus.

“Memakannya harus dipanggang di api”, artinya di kayu salib Yesus menderita di bawah murka Allah karena Dia mengambil alih dosa manusia, Dia dibakar oleh Allah yang adalah api.

Oleh sebab itu kita makanannya harus dipanggang dalam api dahulu, artinya :

  • Di kayu salib Kristus menderita bagi saudara dan saya dibawah murka Allah.
  • Dia adalah Penebus saudara dan saya, yang membuat saudara dan saya lepas dari semua ikatan dosa.

Ibrani 12 : 29

12:29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Allah kita adalah api yang menghanguskan.

  • Oleh sebab itu saudara “memakannya” harus setelah dipanggang di dalam api.
  • Yesus telah mati di bawah murka Allah untuk menebus dosa-dosa saudara dan saya.
  • Kita semua yang sudah ditebus dengan darah Yesus, karenanya hiduplah sebagai orang yang sudah ditebus.
  • Saudara sudah ditebus, tetapi hidupmu masih semena-mena seperti orang yang belum ditebus, berarti engkau bukan tebusan Allah, bakatmu di Hades.
  • Ingat!!! Saudara bukan milik Allah jika hidupmu masih semena-mena.

Keluaran 12 : 9

12:9 Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.

Memakannya lengkap dengan kepala (hikmat Allah), betis atau kaki (pergerakan atau aktivitas Allah) dan isi perut (pikiran, emosi, tekad hati Allah).

  • Kita harus mengambil Kristus secara utuh, yaitu hikmat-Nya, aktivitas-Nya, kegerakan-Nya sampai kita terbebas dari ikatan dosa, sehingga kita mengerti pikiran dan perasaan Allah.
  • Berapa banyak dari kita yang sudah memahami Allah, sudah masuk ke dalam Dia dan bisa merasakan apa yang Dia rasakan?

Pertanyaannya untuk saudara :

  • Begitu saudara berbuat dosa, siapakah yang saudara sakiti? Tuhan.
  • Sewaktu saudara berbuat dosa, apakah saudara dapat merasakan kalau Tuhan sedang dilukai oleh saudara?
  • Bila saudara tidak merasakannya, berarti saudara belum didalam Dia.
  • Kalau saudara bisa merasakan apa yang Tuhan rasakan, berarti saudara sudah di dalam Dia.
  • Jika saudara sudah ada di dalam Dia, maka saudara akan merasa jijik dan bertentangan di dalam hati saudara, jika saudara berbuat dosa.

Sama halnya seperti hidup suami istri.

  • Ketika suami menyakiti hati istrinya, maka suami bisa merasakan apa yang dirasakan istrinya.
  • Kalau suami tidak hidup bersama istrinya, lalu suami menyakiti hati istrinya maka si suami tidak merasakan apa yang istrinya rasakan.

Pertanyaannya :

  • Ketika saudara berbuat dosa, apakah saudara dapat merasakan apa yang dirasakan Tuhan?
  • Kalau saudara benar-benar dapat merasakan perasaan Tuhan, mengapa saudara masih senang berbuat dosa?

Jika saudara benar-benar mau merasakan perasaan Tuhan, saudara harus masuk ke dalam Kristus Yesus.

  • Begitu engkau berbuat dosa atau sesuatu yang salah, engkau akan menyesal berkepanjangan.
  • “Aduh Tuhan, saya sudah jatuh sejauh ini, mengapa masih begini Tuhan?”
  • “Hidup saya masih aneh, masih ada yang tidak beres, Tuhan tolong saya”.
  • “Tuhan, saya tidak bisa seperti ini terus, saya tidak mampu Tuhan”.

Kalau saudara dapat mengerti sampai ke tingkat ini, engkau akan menghargai keselamatan kekal, karena keselamatan itu mahal luar biasa harganya.

  • Engkau tidak akan hidup sembarangan lagi atau sesuka hatimu lagi.
  • Engkau dalam pergaulan dengan orang lainpun akan selalu berhati-hati.
  • Engkau dalam melampiaskan perasaanpun akan lebih berhati-hati.
  • Bahkan dalam segala hal engkau akan berhati-hati, tidak semena-mena lagi.

Oleh sebab itu makannya harus lengkap dengan hikmat-Nya, dengan pergerakan-Nya, dan dengan isi hati-Nya.

  • Engkau akan mengambil Kristus utuh mulai dari hikmat-Nya, gaya hidup-Nya dan teladan-Nya.
  • Hidupmu akan jadi tidak berdosa karena engkau masuk ke dalam Dia dan akan mengerti pikiran dan perasaan-Nya.
  • Engkau akan berhati-hati dalam hidupmu.

Bahkan engkaupun berkata kepada Tuhan, “Aduh Tuhan, aku tidak mau kembali ke kehidupanku yang lama, Tuhan, aku sudah ditebus, aku harus hidup berbeda, ubah aku, Tuhan”.

  • Caranya supaya saudara bisa berubah, saudara harus masuk ke dalam Dia dan Dia akan mengubah saudara sempurna.
  • Suatu hari engkau akan berkata pada dosa “Aku benci padamu, hai dosa!”
  • Bahkan saudara bisa berkata “Aku jijik dengan hidupku yang lama, karena hidupku yang lama kacau balau berantakan”.  Mengapa?

Contoh : “Karena hidup masa lalu saya terlalu kacau, sampai ada seorang teman lama saya yang datang minta di layani di Ichtus Ministry dan setelah selesai dilayani, dia bertemu saja diluar dan bertanya apa saya melayani disini?”

  • Saya jawab, benar, saya pelayanan disini. Lalu setelah tahu saya pelayanan disitu, dia tidak jadi melanjutkan untuk dilayani .
  • Hal ini terjadi karena gaya hidup saya yang lama menjadi contoh buruk.
  • Kita harus benci dengan gaya hidup kita yang lama, kita harus tunjukkan kalau hidup kita sudah jauh berbeda hari ini.
  • Saudara sudah datang ibadah berpuluh-puluh kali, tetapi mengapa kita tidak berubah-berubah?
  • Ini berarti, karena kamu tidak makan daging domba yang dibakar itu sampai habis.
  • Kamu hanya tahu menyembah, pelayanan dan beribadah, tapi watak dan karakter lamamu belum mati. Itu bahaya luar biasa.

Mungkin saudara sekarang berkata, khotbah saya aneh, tetapi kalau saudara berjumpa dengan Tuhan, saudara akan tahu bahwa yang saya khotbahkan benar.

Saudara jangan pernah berkata tidak mungkin saudara bisa berubah, karena bila saudara sudah berkata tidak mungkin, maka pasti tidak akan terjadi.

  • Katakan pada Tuhan, “Tuhan, saya percaya apa yang mustahil bagi manusia, Tuhan kerjakan bagi saya”
  • “Saya percaya, saya pasti menjadi sempurna, saat saya diangkat sebagai mempelai Kristus yang suci dan kudus, tanpa cacat dan cela”.

Keluaran 12 : 10

12:10 Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.

Tidak boleh ditinggalkan atau disisakan sedikitpun, kamu harus makan semuanya artinya menyatu dengan Kristus itu seutuhnya bukan hanya sebagian.

  • Banyak orang Kristen menyatu dengan Kristus hanya sebagian saja.
  • Ingat! Banyak orang yang menyerahkan hartanya untuk membangun gereja, tinggalkan pekerjaan dan tinggalkan semuanya untuk pelayanan, tetapi percuma kalau dia tidak meninggalkan karakter dan cara hidup lamanya.
  • Jika demikian itu terjadi pada saudara, berarti engkau belum komitmen total.
  • Komitmen total kepada Allah, berarti kita harus menyerahkan segala-galanya mulai dari hidup kita kepada Allah.
  • Kalau saudara sudah menyerahkan hidupmu pada Allah, maka watak dan karaktermu juga pasti berubah. Tidak mungkin tidak.
  • Percuma saja engkau menyerahkan segala-galanya, bila karaktermu belum berubah, misalnya seorang Gembala yang masih emosional dan otoriter.

4.TUHAN MENJADIKAN KITA PASUKAN ALLAH YANG SIAP BERTEMPUR

Keluaran 12 : 11

12:11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.

Kalau kamu makan sesuatu, harus pakai ikat pinggangmu, pakai sepatu dan bawa tongkat ditanganmu.

Keluaran 12 : 17

12:17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir.

Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.

Paskah Yahudi dirayakan selama satu hari.

Dan setelah perayaan Paskah, dilanjutkan dengan perayaan Hari Raya Roti Tidak Beragi, yang dirayakan selama tujuh hari.

  • Tuhan mau membawa orang Mesir keluar menjadi pasukan-pasukan Allah.
  • Saudara yang sudah ditebus, dibawa keluar oleh Allah bukan untuk menjadi orang-orang yang biasa-biasa saja, tapi orang yang siap berperang melawan kedagingan dan kegelapan.
  • Saudara harus bisa melawan kuasa gelap dan mengusirnya “dalam nama Yesus”, maka mereka akan keluar.

Tetapi bagaimana caranya saudara mengusir roh jahat yang ada dalam diri sendiri?

  • Ketika saudara digoda oleh kedagingan saudara, kemudian ketika akan terjadi kedaginganmu mulai hidup lagi, bagaimana caranya engkau melawan dirimu sendiri?
  • Ketika engkau disakiti dan dilukai hatimu, bagaimana caranya engkau tetap tersenyum di dalam suasana hati yang tidak memungkinkan tersebut?
  • Ketika engkau ditekan dan dilukai perasaanmu, bagaimana caranya engkau bisa tetap berkata, “Tuhan itu baik dalam segala hal”.
  • Inilah yang dituntut dari pasukan Allah.

Tuhan mau, saudara menjadi orang yang bersyukur dalam segala hal.

  • Saudara menang, saudara bersyukur.
  • Saudara kalahpun, saudara juga bersukur.
  • Jadi menang ataupun kalah, kita tetap bisa bersyukur.
  • Inilah yang disebut dengan pasukan Allah.

Keluaran 12 : 41

12:41 Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.

Keluarlah pasukan TUHAN dari tanah Mesir setelah 4 abad diperbudak Mesir.

Keluaran 12 : 51

12:51 Dan tepat pada hari itu juga TUHAN membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir, menurut pasukan mereka.

TUHAN membawa orang Israel dari Mesir menurut pasukan mereka.

  • Jadi lewat Paskah, saudara dijadikan pasukan TUHAN.
  • Saudara harus “mengenakan ikat pinggang, kasut pada kaki”, artinya siap untuk bertempur, siang ataupun malam.
  • Saudara harus “membawa tongkat di tangan” artinya harus ada tuntunan dari Tuhan, pergerakan saudara diatur oleh Tuhan.

Saudara tidak bisa masuk dalam peperangan rohani, tanpa tuntunan dari Dia yang sudah menang?

  • Kalau Yesus tidak menang, bagaimana mungkin saudara bisa menang?
  • Yesus sudah menang di kayu salib dan menjadi manusia yang unggul, yang sudah mengalahkan dosa.
  • Bagaimana caranya saudara dan saya bisa mengalahkan dosa?
  • Satu-satunya cara hanya dengan menyatu dengan Dia yang telah menang.

Bagaimana caranya menyatu dengan Tuhan hanya dengan dua hal yaitu Firman dan keintiman dengan Tuhan.

  • Saudara baca firman terus menyatu dengan firman dan saudara masuk dalam keintiman dengan Tuhan yaitu dalam doa, pujian dan penyembahan yang teratur setiap hari pada Tuhan.
  • Saudara harus punya kerinduan pada Tuhan, bangun hubungan terus pada Tuhan.
  • Orang yang sudah menyatu dengan Tuhan, harga dirinya sudah mati di atas kayu salib, dia tidak akan bereaksi keras ketika diperlakukan dengan cara apapun, karena dia telah seperti domba yang disembelih.
  • Orang yang sudah menyatu dengan Tuhan, akan selalu menuruti apa yang diinginkan Tuhan.
  • Lewat Paskah, kita dijamin memperoleh kemenangan karena ada tuntunan dan perlindungan dari Tuhan.
  • Bahkan setiap langkah dalam perjalanan kita diatur oleh-Nya, kita berjalan senantiasa dalam kebenaran Allah, barulah kemenangan kita terjamin.

Keluaran 13 : 18

13:18 Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.

TUHAN bisa saja menuntun orang Israel mengambil jalan pintas menuju Tanah Perjanjian, karena hanya diperlukan dua tahun perjalanan berjalan kaki dari Mesir ke tanah Kanaan.

  • Tapi TUHAN membuat orang Israel berputar-putar di padang gurun selama empat puluh tahun, karena mereka harus dibentuk dan diproses.
  • Berapa lama masalahmu bisa beres?
  • Katakan pada dirimu, “Masalah saya pasti beres ketika diri saya sudah beres”
  • “Kalau diri saya belum beres, masalah saya juga belum beres”
  • “Sebab diri saya harus beres dahulu, baru Tuhan bereskan masalah-masalah saya”.

Kalau dirimu sendiri tidak pernah beres, maka masalahmupun tidak akan pernah beres, karena kamu sama seperti orang Israel yang berputar-putar di padang gurun.

  • Orang yang “hidupnya berputar-putar”, pasti akan pusing tujuh keliling, sebab semua masalah akan bertumpuk semuanya di kepalanya.
  • Atau selama saudara berputar-putar di padang gurun, masalahmu tidak akan pernah beres. Mengapa demikian?
  • Karena Tuhan lebih mementingkan keselamatanmu, dibandingkan dengan sekedar menyelesaikan masalahmu.
  • Karena kalau masalahmu cepat selesai, engkau bisa saja mengucap syukur hanya dalam beberapa hari bersyukurnya.
  • Tetapi, jika engkau selamat dan masuk Sorga, maka engkau akan bersyukur untuk selama-lamanya

5. KEMENANGAN ATAS KUASA KEGELAPAN

Keluaran 12 : 12

12:12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.

Tuhan akan menjatuhkan hukuman bukan hanya pada anak sulung orang Mesir, tetapi sampai kepada semua allah di Mesir dan anak sulung binatang di Mesir.

  • Anak sulung artinya yang pertama, contohnya yang pertama adalah Adam, maka semua keturunan Adam itu harus mati.
  • Kita adalah keturunan Yesus, karena benih Allah ada di dalam kita, sehingga kita terbebas dari hukuman anak sulung ini.
  • Kalau saudara keturunan Yesus, saudara tidak akan bisa dibunuh, karena yang dibunuh adalah keturunan Mesir, anak sulung yang pertama keturunan-keturunan Adam.

Ingat! Kalau saudara “lahir satu kali”, saudara akan “mati dua kali”, tetapi kalau saudara “lahir dua kali”, maka saudara akan “mati satu kali”.

  • Saudara “lahir satu dari perut ibu”, tetapi bila “tidak pernah bertobat, lahir baru serta terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat”, maka engkau akan “mati dua kali”.
  • Yaitu “mati yang pertama” adalah kematian tubuhmu yang sekarang ini, dan yang kedua adalah “mati kekal” di lautan api (Gehenna) yang menyala-nyala atau yang orang sebut Neraka.
  • Kalau saudara “lahir dua kali”, yaitu “lahir yang pertama dari perut ibu”, dan “lahir yang kedua, dari Allah”, maka saudara cukup mati hanya satu kali, artinya masuk Sorga.

Anak yang sulung yang dibantai malaikat maut di Mesir maupun diseluruh dunia sekarang ini adalah keturunan Adam.

  • Kita tidak dibantai karena kita keturunan Yesus, tapi apakah saudara sudah makan daging domba yang dibakar itu?
  • Apakah saudara sudah menyatu dengan Allah?
  • Semua-allahnya Mesir pun dijatuhi hukuman, ini berbicara tentang iblis.

Jadi arti paskah yang ke lima adalah menang atas kuasa kegelapan.

Kalau saudara di sengat kalajengking yaitu oleh alat sengat yang ada dipantatnya, saudara akan merasa sakit yang luar biasa, bahkan bisa sampai mati oleh sengatan yang beracun tersebut.

  • Oleh sebab itu, Yesus mematahkan terlebih dahulu alat sengatnya, yaitu sewaktu Yesus mati di kayu salib, lalu bangkit dari antara orang mati, dan disitulah Dia telah mengalahkan sengatan iblis itu.
  • Kemenangan iblis adalah maut, tapi kemenangannya itu telah di patahkan Yesus, dengan mematahkan sengat iblis, artinya Yesus telah mematahkan maut itu.
  • Siapapun yang percaya Yesus, mereka tidak akan mati, sebaliknya mereka akan menjadi orang yang hidup kekal selamanya bersama dengan Tuhan.
  • Firman Tuhan itu “ya dan amin”.
  • Ribuan tahun sebelum Yesus datang ke dunia dalam rupa Anak Manusia, TUHAN sudah berfirman tentang hal ini kepada saudara dan saya.

Paskah artinya kemenangan atas kuasa gelap.

  • Sengat iblis itu adalah maut dan sengat iblis tersebut sudah dikalahkan.
  • Saudara perhatikan kalajengking jika sudah tidak ada jarum sengat di ekor nya akan mudah dimatikan, kita bisa langsung kita injak saja.
  • Kalau saudara percaya Yesus, masuk ke dalam Yesus maka saudara tidak akan pernah mengalami sengat iblis.

1 Korintus 15 : 55

15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Dimanakah sengatmu? Sengatmu sudah di lumpuhkan dan di kalahkan Yesus.

Yesus telah membuktikan Dia bangkit dari antara orang mati, bahwa Dia sudah mengalahkan sengatnya iblis.

15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Sengat maut adalah dosa.

Kalau saudara masih hidup dalam dosa sampai hari ini, berarti saudara masih terkena sengat maut iblis.

Maukah saudara tinggalkan dosa hari ini juga dan kita masuk bersama-sama ke dalam Tuhan? Saya yakin saudara mau.

15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Kita menang atas semua dosa dan kegelapan

15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Mungkin saudara menangis hari ini, mungkin saudara teriak hari ini, tapi kalau saudara benar-benar di dalam Tuhan, saudara akan melihat kemenangan.

Ketika saudara tutup mata dan menghembuskan nafas terakhir, saudara akan melihat dan mengalami, saudara dijemput malaikat sorgawi dan di bawa ke rumah Bapa.

6.  MEMBUKA JALAN BAGI KEHIDUPAN YANG KUDUS DAN BERLANJUT SAMPAI SEMPURNA.

Keluaran 12 : 14

12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.

Artinya penebusan Kristus harus diingat terus menerus. Karenanya ketika saudara bangun pagi, agar saudara selalu katakan :

  • “Terima kasih Tuhan, saya adalah orang tebusan-Mu”.
  • “Terima kasih Tuhan, saya sudah dibeli oleh darah-Mu”.
  • “Terima kasih Tuhan, saya sudah menjadi milik Tuhan”.

Hal ini harus diingat terus menerus karena kalau saudara lupa maka saudara akan hidup dalam dosa lagi.

12:15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.

Hari Raya Paskah dirayakan satu hari.

  • Esok hari setelah Paskah, ada perayaan Hari Raya Roti Tidak Beragi selama tujuh hari.
  • Mereka makan domba dengan roti tidak beragi, artinya berlanjut sampai sempurna.

Kehidupan kekristenan kita, harus terus menerus menyingkirkan hidup yang penuh dosa, tidak boleh ada ragi di dalam rumah kita, tidak boleh ada dosa dalam hidup kita. Bila ada ragi, ada dosa di hidup kita, maka Tuhan akan melenyapkannya.

Keluaran 12 : 19

12:19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli.

Keluaran 13 : 7

13:7 Roti yang tidak beragi haruslah dimakan selama tujuh hari itu; sesuatu pun yang beragi tidak boleh dilihat padamu, bahkan ragi tidak boleh dilihat padamu di seluruh daerahmu.

Tidak boleh ada dosa, bahkan segala sesuatu disekitarmu yang mengandung dosa.

  • Kekristenan akan terasa berat bila saudara tidak mau menyatu dengan Tuhan.
  • Saudara harus dekat dengan Tuhan barulah saudara bisa membenci dosa dan saudara bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
  • Supaya saudara menjadi pribadi yang lebih baik, harus ada karakter Tuhan masuk ke dalam saudara.

Paskah dirayakan satu hari, tapi perayaan hari raya roti tidak beragi dirayakan tujuh hari, artinya ketika saudara sudah menyatu dengan Tuhan, saudara harus terus menerus hidup kudus sampai saudara sempurna (tujuh hari).

  • Bisakah saudara mencapai tingkat sempurna? Bisa.
  • Kalau saudara berkata, “tidak bisa sempurna”, maka sampai kapanpun engkau tidak bisa sempurna.
  • Kalau saudara berkata “bisa sempurna” dan mau menyatu dengan Tuhan, maka saudara pasti jadi sempurna dan hidupmu akan berbeda.
  • Saudara harus menyingkirkan dosa sampai tuntas, sampai menyatu dengan Tuhan, apabila kita masih berikan toleransi kepada dosa, maka kita akan kehilangan kenikmatan akan Allah.
  • Oleh sebab itu Paskah dirayakan satu hari dan roti tidak beragi selama tujuh hari, artinya saudara terus hidup kudus sampai saudara sempurna.

Keluaran 12 : 22

12:22 Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorang pun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.

Hisop adalah tumbuhan yang kecil, ini berbicara tentang “iman yang kecil”.

Iman yang sekecil apapun, bisa menikmati darah domba, yang penting percaya, bila saudara tidak percaya, maka saudara tidak bisa menikmati darah domba.

  • Cukup saudara berkata, “Tuhan, saya mau percaya kepadamu, saya mau menyerahkan hidupku kepada-Mu”  “
  • “Tuhan, saya percaya saya akan hidup kudus kedepannya, saya akan menjadi manusia yang tidak bercacat dan tidak bercela, saya akan menjadi manusia yang berbeda

7. HIDUP YANG BERJAGA-JAGA DAN WASPADA SENANTIASA

Keluaran 12 : 42

12:42 Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN.

Malam Paskah adalah malam berjaga-jaga, karenanya “Makna Paskah yang ke-tujuh” adalah hidup yang berjaga-jaga dan waspada senantiasa.

  • Banyak orang Kristen hari ini tidak mengenal hidup berjaga-jaga, hidupnya tidak waspada, hidup sembarangan, sehingga mengalami kekalahan terus.
  • Kalau saudara mau menjadi pemenang, berjaga-jagalah senantiasa, hidup lah dalam firman.
  • Katakan pada Tuhan, “Tuhan, saya mau intim dengan Tuhan”
  • Begitu saudara intim dengan Tuhan, pasti saudara menang.

Matius 26 : 41

26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Inilah makna Paskah, supaya saudara tidak jatuh dalam pencobaan, dalam dosa dan dalam kesalahan, karena roh saudara penurut tetapi dagingmu lemah.

Oleh sebab itu engkau harus selalu waspada, karena Paskah membawa engkau pada hidup kudus yang berlanjut.

Keluaran 12 : 43

12:43 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: “Inilah ketetapan mengenai Paskah: Tidak seorang pun dari bangsa asing boleh memakannya.

Orang yang tidak percaya tidak bisa menyatu dengan Tuhan.

  • Hanya orang yang percaya yang bisa menyatu dengan Tuhan dan bisa menikmati Tuhan.
  • Apakah saudara sudah percaya dan sudah menikmati Tuhan?
  • Apakah kamu masih menikmati diri sendiri, dagingmu dan kesenanganmu?

Kalau saudara masih menikmati kesenanganmu, maka engkau akan kehilangan kenikmatan akan Allah.

  • Dosa itu bukan untuk dinikmati, tetapi untuk diperangi.
  • Kalau dosa dinikmati, dosa akan menjadi ikatan dan ikatan akan membawa saudara pada kehancuran.

Filipi 3 : 3

3:3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

Saudara adalah orang-orang bersunat, artinya saudara adalah orang-orang yang sudah meninggalkan sisi daging saudara.

  • Saudara adalah orang yang menyatu dalam Kristus dan beribadah oleh Roh Allah, serta bermegah dalam Kristus Yesus.
  • Kalau saudara sudah sampai ke tingkat ini, berarti saudara sudah lepas dari “mindset”mu yang lama, sehingga engkau tidak lagi bergerak dengan pola pikirmu yang lama, tetapi bergerak dalam kehendak Allah.

Inilah ke-7 makna Paskah itu :

  1. Penghakiman Allah “melewati” kita, karena ada tanda darah Yesus sebagai Anak Domba Allah.
  • Kematian Kristus mengakhiri kehidupan lama kita dengan tuntas.
  • Penyatuan orang yang ditebus oleh Yesus sebagai Sang Penebus.
  • Tuhan menjadikan kita pasukan Allah yang siap bertempur.
  • Kemenangan atas kuasa kegelapan.
  • Membuka jalan bagi kehidupan yang kudus dan berlanjut sampai sempurna.
  • Hidup yang berjaga-jaga dan waspada senantiasa.

Apakah hari ini saudara sudah benar-benar merayakan Paskah dengan benar?

Bila saudara sudah merayakan Paskah dengan benar, hiduplah kudus di dalam Tuhan dan terus berlanjut sampai engkau menjadi sempurna sama seperti Bapa di Sorga sempurna.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

30 APRIL 2019 KEDAGINGAN ADALAH PENGHALANG KEMULIAAN YANG KEKAL (VIDEO KHOTBAH)

28 APRIL 2019 DOA BAPA KAMI BAG.1 (VIDEO KHOTBAH)

23 APRIL 2019 PERSIAPAN MENJELANG KEDATANGAN TUHAN (VIDEO KHOTBAH)

BERAPA NILAI SALIB BAGI KITA? – 19 APRIL 2019

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. (Lukas 14 : 27, 33).

BERAPA NILAI

SALIB BAGI KITA?

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH JUMAT AGUNG, 19 APRIL 2019

=================

SHALOM !

Hari ini saya akan berbicara tentang SALIB, sehingga judul khotbah saya hari ini adalah “Berapa Nilai Salib Bagi Kita”, karena Salib adalah bukti kasih Allah dan keadilan Allah.

Jika seseorang berbuat dosa dan tidak mendapat pengampunan, maka dia harus menanggung hukumannya sendiri. Tetapi Allah berbelas kasihan kepada saudara dan saya, sehingga Dia mengampuni saudara dan saya, tetapi iblis menilai tidak adil jika saudara diampuni tanpa ada penebusan.

Oleh sebab itu harus ada pertukaran, karena seharusnya kitalah yang mati binasa untuk dosa kita, tetapi justru Yesus sendiri yang mati di atas kayu salib bagi kita.

Dalam Kitab Perjanjian Lama, penebusan yang dimaksud masih menggunakan darah binatang, yaitu darah lembu jantan atau darah domba jantan.

Ibrani 10 : 4

10:4 Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.

Mengapa darah lembu jantan atau darah domba jantan tidak mungkin menghapus dosa manusia?

  • Jika manusia yang berdosa, mengapa ditebus dengan darah lembu jantan?
  • Jika yang berdosa manusia, seharusnya ditebus oleh darah manusia juga.

Galatia 4 : 4-5

4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

Anak-Nya itu yang lahir dari seorang perempuan  dan takluk kepada hukum Taurat. Ingat !!! Hukum Taurat tidak pernah di hapus ataupun di tiadakan.

  • Kalau ada orang yang berkata hukum Taurat dihapus, abaikan saja.
  • Hukum Taurat tidak pernah dihapus ataupun di tiadakan oleh Yesus.
  • Tapi justru Yesus menggenapi hukum Taurat itu, karena Dia adalah Allah dan Dia sendiri yang membuat hukum itu.
  • Ketika Dia menang di kayu salib, Dia bisa menggenapi semua hukum Taurat itu, dan barulah Dia menjadi Pokok Keselamatan bagi kita.

4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Yesus diutus untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak-anak-Nya.

Ibrani 5 : 9

5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

Ketika Dia mencapai kesempurnaan-Nya, Dia menjadi pokok keselamatan kekal bagi orang percaya yang taat kepada-Nya.

  • Dengan tujuan agar saudara dan saya yang diselamatkan, juga memperoleh semua janji-janji Tuhan.
  • Untuk itulah Yesus menjadi Pengantara dari Perjanjian yang Baru.

Ibrani 9 : 15

9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Supaya kita menerima warisan kekal yang telah Tuhan siapkan untuk kita.

  • Tetapi kita tidak bisa menerima warisan itu kalau kita hidup dalam dosa.
  • Bagaimana caranya kita menolak dosa tersebut sehingga kita bisa terbebas dari dosa tersebut?
  • Selama kita hidup di dunia, kita rentan dengan dosa, tapi kalau kita menyatu dengan Tuhan, maka kita akan jijik dengan dosa dan kita juga akan mampu berkata “tidak” pada dosa itu.

Kalau kita sudah menyatu dengan Tuhan, maka akan terjadi pertentangan di dalam kita ketika dosa datang menerjang kita, tapi kita merasa jijik dengan dosa itu.

  • Bila kita kalah dan jatuh dalam dosa juga, maka “tidak mungkin tidak” kita akan menjadi sadar bahwa kita telah menyakiti hati Tuhan.
  • Tapi “kalau tidak terjadi pertentangan” di dalam hati kita untuk berbuat dosa, berarti kita sudah tidak peka dengan perasaan Tuhan.

Tuhan menjanjikan suatu warisan yang kekal.

9:16 Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu.

Pembuat wasiat itu adalah Tuhan sendiri.

Wasiat baru bisa diterima ahli waris setelah kematian si pembuat wasiat, artinya warisan baru bisa diterima pewaris, setelah si pembuat warisan wafat.

Hari ini kita menikmati warisan-warisan yang sudah Tuhan siapkan untuk saudara dan saya, asalkan saudara dan saya masuk dan menyatu dengan Tuhan.

  • Kalau saudara masuk dan menyatu dengan Tuhan maka saudara pasti akan menerima warisan yang Tuhan telah siapkan untuk saudara.
  • Hari ini kita diingatkan akan warisan yang Tuhan berikan bagi kita lewat Salib Yesus Kristus.

Pertanyaannya : “Berapakah nilai Salib Kristus bagi kita?”

Salib nilainya kemuliaan kekal, Kerajaan yang tidak tergoyahkan.

  • Kalau saudara hidup di dunia ini tanpa Salib, janganlah berharap saudara akan dipermuliakan di kekekalan nanti.
  • Oleh karena itu saudara harus mengerti benar arti Salib bagi saudara.
  • Kalau saudara melihat “Salib hanya sebagai tanda”, maka saudara akan terjebak di balik “tuntutan”.
  • Salib itu “bukan tanda”, tetapi “Salib itu adalah Tujuan”.

Sekarang ini banyak orang menjadikan “tanda sebagai tujuan” mereka.

  • Misalnya saudara lagi sakit dan didoakan lalu sembuh, itu merupakan tanda.
  • Berapa banyak orang datang ke Gereja hanya untuk berkat jasmani belaka?
  • Orang seperti ini hanya menjadikan “Salib sebagai tanda, bukan tujuan”.

Firman Tuhan jelas berkata, “tanda-tanda ini menyertai orang percaya, mereka mengusir setan demi nama-Ku”. Ini merupakan tanda, bukan tujuan.

  • Karena Salib merupakan “tujuan, yaitu mati bersama Kristus”.
  • Jangan pernah bangga dengan kehidupan rohani kita, apabila “tanda-tanda kematian Kristus” belum ada di hidup kita.

Tanda kematian Kristus, adalah :

  • Jika “telapak tanganmu belum dipaku”, walaupun “kamu tidak bisa bergerak tanpa kehendak Tuhan”, janganlah kamu berbangga/bermegah.
  • Jika “telapak kakimu belum dipaku”, walaupun “kamu tidak bisa melangkah tanpa kehendak Tuhan”, janganlah kamu berbangga/bermegah.
  • Tetapi, saudara baru bisa berbangga apabila saudara sudah mati kehendak, mati keinginan, mati hasrat di atas kayu salib dan saudara bisa berkata “terima kasih Tuhan aku bisa merasakan apa yang Tuhan rasakan”.

Tadi saat penyembahan saya di bawa Tuhan ke suatu situasi, dimana Tuhan Yesus sedang dalam posisi sebagai Anak Manusia di atas kayu salib.

  • Saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, andaikan aku bisa merasakan sedikit penderitaan-Mu”.
  • Tuhan berkata, “engkau bisa merasakan, ketika engkau menyangkal dirimu dan memikul salibmu”.

Maksudnya, Tuhan Yesus memberitahukan kita, bahwa “ketika kita berkata tidak pada dosa, ketika kita memikul salib kita masing-masing”, sebenarnya kita sedang merasakan sedikit penderitaan Yesus ketika di salibkan.

  • Berapa banyak dari kita yang dapat memahami hal ini?
  • Kalau Tuhan Yesus tidak turun dari Sorga sebagai Anak Manusia dan mati di atas kayu salib, maka warisan itu tidak bisa diberikan kepada kita.
  • Kematian Yesus sangat bermanfaat bagi kita sampai hari ini, oleh karena itu kita harus datang kepada-Nya.

Ibrani 7 : 27

7:27 yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban.

Dalam pengajaran “Hypergrace”, banyak yang berkata semua dosa yang lalu, yang sekarang dan yang akan datang, sudah beres semuanya.

Peniciline ditemukan 28 September 1928, oleh Alexander Fleming dan peniciline bermanfaat sampai hari ini. Peniciline adalah obat antibiotic yang paling hebat untuk membunuh bakteri-bakteri.

Demikian juga halnya dengan Yesus yang sudah mati 2000 tahun yang lalu dan manfaatnya luar biasa sampai hari ini.

  • Yaitu supaya kita diselamatkan, caranya kita harus datang kepada-Nya.
  • Kita tidak bisa meraih keselamatan secara otomatis hanya dengan bersyukur dan saudara mendapat pengampunan.
  • Jika demikian halnya, saudara tidak mengenal yang namanya pertobatan.

Ingat! Jika saudara datang kepada Tuhan untuk minta pengampunan, tetapi tidak disertai dengan pertobatan, hal itu tidak ada artinya, itu percuma saja.

  • Yesus berkata pada perempuan yang berjinah, “Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi”, artinya kamu harus bertobat dengan sungguh-sungguh.
  • Kalau saudara sudah minta pengampunan dan juga bertobat, maka saudara adalah orang yang menghargai Salib Kristus.
  • Jika saudara sudah tahu salah, tetapi tetap saudara lakukan, berarti kamu menyakiti hati Tuhan.

Pada ayat-ayat berikut ini terdapat “3 kata kekal”.

Ibrani 9 : 12-15

9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.

Yesus melakukan “penebusan kekal”. Terjemahan dalam Alkitab kita, “Ia telah mendapat kelepasan yang kekal”, terjemahan dari bahasa aslinya adalah “dengan itu Ia telah menggenapi penebusan kekal”.

9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,

Oleh Roh yang kekal, Dia mempersembahkan diri-Nya kepada Allah.

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah memper-sembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Bagian kekal yang dijanjikan.

9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Hal ini berbicara pada warisan kekal.

Karena ada penebusan kekal melalui Roh yang kekal, saudara akan mendapatkan warisan kekal, artinya warisan yang tidak bisa dibatasi oleh waktu, warisan untuk selama-lamanya.

  • Sejak manusia jatuh dalam dosa, TUHAN sudah tahu berapa harga tebusan dosa itu, yaitu Diri Allah sendiri, itulah harga tebusan dosa-dosa manusia.
  • Yesus adalah Allah kita yang datang ke dunia ini dalam rupa Anak Manusia untuk satu tujuan, yaitu Salib.

Saudara perhatikan Lukas 9 – Lukas 23, fokus Yesus hanya pada Yerusalem.

  • Yerusalem adalah tempat kematian Yesus, dimana Dia harus mati di atas kayu salib.
  • Dimanapun Yesus berada, Dia selalu fokus dengan Yerusalem.
  • Dia terus mengarahkan pandangan-Nya ke Yerusalem, artinya kita juga harus mengarahkan diri kita sampai mati bersama dengan Dia diatas kayu salib.

Lukas 9 : 52-53

9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.

9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Dia ditolak orang Samaria, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Lukas 13 : 22

13:22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Yesus fokus ke Yerusalem karena ada Salib-Nya di Yerusalem.

  • Kalau Yesus fokus ke Yerusalem, fokus pada salib dan kematian-Nya, lalu mengapa kita tidak fokus pada Yerusalem-Nya?
  • Mengapa kita tidak fokus pada Salib-Nya?
  • Mengapa kita hanya fokus pada diri kita sendiri?
  • Mengapa kita terus memikirkan diri kita, kita kurang ini, kita kurang itu?

Kita lupakan semua itu, tapi sekarang kita lihat ke Yerusalem bagaimana caranya kita mati bersama dengan Yesus?

  • Saudara datang ke Gereja supaya saudara melepaskan diri saudara, bukan supaya saudara mendapatkan diri saudara.
  • Kalau saudara ke Gereja untuk mendapatkan diri saudara, percuma saudara ke Gereja karena kedagingan saudara masih hidup.
  • Tujuan saudara ke Gereja supaya saudara mati bersama dengan Yesus, yaitu supaya kedagingan saudara mati, tidak ada cara yang lain.
  • Seperti Yesus fokus pada Salib, kita juga harus fokus pada Salib.

Lukas 13 : 31-33

13:31  Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus : “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.”

Yesus belum sampai di Yerusalem, tapi sudah ada yang mau membunuh Yesus.

13:32 Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

13:33 Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.

Yesus fokus terus pada Yerusalem. Yesus tahu kalau Dia akan mati di Yerusalem untuk saudara dan saya.

  • Kalau Yesus fokus ke Yerusalem mengapa kita tidak fokus pada Yerusalem?
  • Kalau Yesus fokus pada kematian-Nya, mengapa kita tidak fokus pada kematian kita, yaitu fokus pada matinya kedagingan dan keinginan kita?
  • Maukah saudara mati bersama dengan Kristus?

Orang yang tidak mengerti tentang hal ini, pasti berprasangka kalau Gembala Gereja ini, adalah hamba Tuhan yang frustrasi karena mengajak jemaatnya “mati”.

Sekali lagi saya katakan, yang dimaksudkan dengan “kita mati” disini adalah mati kehendak, mati keinginan, mati hasrat, dan inilah Salib yang benar.

Yesus datang ke dunia ini hanya untuk satu tujuan, yaitu Salib. Betapa penting nya Salib itu, karena :

  • Tanpa Salib tidak ada keselamatan.
  • Tanpa Salib tidak ada kita hari ini.
  • Tanpa Salib apa yang bisa kita lakukan?
  • Salib itu kekal, Salib tidak pernah usang.
  • Tapi berapa banyak orang Kristen yang berkata Salib itu usang?

Ibrani 10 : 19-20

10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

Kita dapat masuk ke dalam tempat kudus.

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Ia telah membuka “jalan yang baru”.

“Jalan yang baru” dalam terjemahan bahasa aslinya, adalah “jalan yang baru saja dipersembahkan”, artinya yang baru terjadi walaupun sudah 2000 tahun yang lalu Yesus disalibkan, tapi dimata-Nya Dia tetap melakukan hal itu sampai sekarang.

  • Inilah “jalan yang baru saja terjadi”.
  • Kalau kita katakan Salib-Nya telah usang, maka Salib akan menjadi barang rongsokan bagi kita, sehingga Salib itu tidak ada artinya bagi kita.

Di Jepang nyaris 90 persen anak mudanya memakai kalung Salib, apakah mereka Kristen? Tidak, mereka bukan orang Kristen.

  • Mereka bukan Kristen, tapi mereka memakai kalung Salib hanya sebagai “trend mode”.
  • Karena Salib adalah “gaya hidup orang percaya”.
  • Di mata orang dunia “Salib itu trend mode”, tetapi di mata kita “Salib itu gaya hidup orang percaya” yaitu bagaimana caranya kita pikul salib itu setiap hari.
  • Atau bagaimana caranya, dari sejak kita bangun tidur sampai kita tidur lagi, bagaimana kita pikul salib kita.

Bagi kita Salib itu bukanlah suatu kebodohan, walaupun bagi orang dunia Salib itu adalah kebodohan.

Saudara mungkin sudah sering dengar khotbah saya, tapi banyak orang tidak bisa terima apa yang saya khotbahkan.

Khotbah saya susah untuk dicerna oleh mereka karena mereka masih daging.

Orang yang masih daging, tidak akan bisa mencerna khotbah ini, karena disini daging harus dimatikan, harus di kikis habis, harus di bakar habis.

1 Korintus 1 : 18

1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Bagi mereka yang berbakat masuk neraka, Salib dikatakan sebagai kebodohan, sehingga mereka tidak akan mau menerimanya.

  • Tapi bagi kita yang diselamatkan, kita akan bersemangat memikul Salib, semangat mengikut Tuhan, semangat mencari Tuhan dengan memikul Salib, tidak ada cara lain.
  • Bagi kita Salib itu tidak pernah usang.
  • Bagi kita Salib itu selalu “up to date” sampai hari ini.

Wahyu 5 : 6

5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

“Seekor Anak Domba seperti telah disembelih”, seharusnya terjemahannya adalah “seperti baru saja disembelih”.

  • Jika baru saja disembelih berarti salib itu up to date.
  • Yesus sudah mati, Yohanes mendapat nubuat ini beberapa puluh tahun kemudian tapi dia katakan “seperti baru disembelih”.
  • Kalau saudara datang ke Sorga, saudara seperti baru saja disembelih, berarti Salib itu “up to date”.

Salib tidak pernah usang tapi selalu “up to date”, oleh karena itu :

  • Orang yang tidak mau mengampuni orang lain,
  • Orang yang tidak mau berdamai dengan masa lalu,
  • Orang yang tidak mau berdamai dengan sesamanya,
  • Orang yang menganggap dirinya paling benar,
  • Orang yang menganggap dirinya superior,

adalah orang yang menganggap Salib itu usang.

1 Korintus 11 : 26

11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Salib itu selalu “up to date”, tetapi kalau Salib “tidak up to date” atau usang :

  • Untuk apa kita Perjamuan Kudus setiap minggu?
  • Untuk apa saudara “makan tubuh” dan “minum darah Yesus” setiap kali saudara angkat Perjamuan Kudus?
  • Salib tidak pernah usang, karena Salib selalu “up to date”.
  • Salib itu “bukan sekedar tanda”, tetapi “tujuan hidup kita”.
  • Kalau saudara terjebak di balik “sekedar tanda”, maka saudara berpikir yang penting “aku nya” saya diberkati.
  • Semuanya untuk “aku”. Ingat! Saudara datang ke gereja supaya “aku nya” saudara atau “ego” saudara mati.

Salib itu tetap “up to date” sampai hari ini.

  • Jika kita melihat salib sebagai sesuatu yang “fresh dan up to date”,
  • Maka jiwa kita terus disegarkan oleh “moment” pengorbanan Yesus di atas kayu salib.

Berapa banyak orang Kristen merasa disegarkan terus setiap hari dengan kematian Yesus di atas kayu salib dan kita berkata :

  • “Terima kasih Yesus untuk kematian-Mu, ajar aku mati bersama Engkau”,
  • “Bawa aku mati bersama dengan Engkau, jangan biarkan Aku mati di luar Engkau”.
  • “Tetapi biarkan aku mati bersama dengan Engkau”.

Berapa banyak dari kita berani berkata seperti itu?

Lukas 14 : 27

14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Kalau saudara benar-benar mau menjadi murid Kristus, saudara harus memikul salib Kristus.

  • Tuhan peringatkan, bahwa “lilin yang menyala hanya tinggal sepertiga”.
  • Artinya, hanya tinggal sepertiga bagian saja dari komunitas orang percaya di seluruh Indonesia, yang mengerti arti Salib dengan benar.
  • Seharusnya kita semua bisa merasakan dan memahami isi hati Tuhan kita.

Jadi berapa nilai Salib bagi kita?

Lukas 14 : 33

14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Dengan demikian maka nilai Salib adalah diri kita. Harga Salib adalah segala-galanya dari diri kita. Salib adalah komitment total kita kepada Tuhan.

Ada seorang pendeta dan juga seorang pengusaha. Dia membangun gereja dan menyumbang sana sini. Dia juga melayani kemana-mana.

  • Pertanyaannya, apakah dia sudah berserah total kepada Tuhan? Belum tentu.
  • Karena ada orang yang melakukan hal seperti itu, hanya untuk kepuasan batiniahnya saja.
  • Jadi, belum tentu seseorang yang menyumbang banyak kepada Gereja dan melayani, orang itu sudah komitmen total kepada Tuhan.
  • Buktinya terlihat pada saat karakter lama, watak lama, tabiat lamanya masih muncul dalam pelayanan.

Saya pernah bertemu beberapa hamba Tuhan yang masih pemarah dan emosional,

di kantornya masih emosional, bahkan di Gereja masih emosional.

  • Kalau kamu tidak melepaskan dirimu dari karakter lamamu, berarti engkau “tidak menghargai Salib”.
  • Percuma saja saudara membagi-bagikan kekayaanmu untuk membangun Gedung Gereja yang megah, kalau karaktermu masih karakter yang lama.

Mengapa saudara belum sungguh-sungguh mematikan dagingmu?

  • Kalau ternyata dagingmu belum mati, itu karena engkau belum komitmen total kepada Tuhan, komitmenmu pasti masih partial kepada Tuhan.
  • Buktinya, saat ini saudara berkata mau ikut Tuhan, tapi begitu ada cewek cantik lewat saudara mau langsung mengikuti dia.
  • Kita seharusnya komitmen total kepada Tuhan, karena Tuhan adalah segala-galanya bagi kita.
  • Meskipun ada godaan seperti apapun, kita tetap berjalan lurus, seperti menggunakan kacamata kuda, supaya kita tidak menoleh ke kiri dan ke kanan, tetapi kita terus memandang kepada Salib Kristus.
  • Inilah yang dinamakan kita menghargai Salib Kristus.

Banyak orang “belum komitmen total” kepada Tuhan.

  • Orang boleh-boleh saja melepaskan pekerjaan sekulernya demi Tuhan.
  • Orang kaya raya boleh-boleh saja membangun puluhan Gedung Gereja.
  • Orang kaya raya boleh-boleh saja melepaskan harta kekayaannya.

Tetapi bila mereka tidak melepaskan ke egoisannya juga, berarti mereka belum komitmen total kepada Tuhan.

Meskipun saudara menyerahkan semuanya untuk Tuhan, tapi bila saudara belum melepaskan keegoisan saudara, maka saudara belum menghargai salib Tuhan.

Percuma kita menyerahkan semuanya kalau kita masih egois, karena berarti kita belum komitmen total kepada Tuhan, belum menghargai Salib dengan benar.

Saudara bisa saja masuk ke dalam ladang Tuhan, tetapi apabila saudara belum melepaskan “ego-mu”, bagaimana mungkin saudara bisa berserah total kepada Tuhan?

  • Banyak orang melayani dengan jadwal padat, tetapi tidak mau melepaskan keegoisannya, watak lamanya dan karakter lamanya.
  • Jika demikian halnya, apalah artinya pelayanan saudara yang mengebu-gebu dan super sibuk dengan pelayanan?
  • Pelayanan saudara yang super sibuk itu tidak membawamu ke Sorga, karena hanya kebenaran yang akan membawamu ke Sorga.
  • Kalau engkau benar dihadapan Tuhan, engkau pasti melayani Tuhan dengan benar pula.

Salib bukan hanya untuk kepuasan batiniah kita.

  • Orang yang menghargai salib dengan benar, pasti mempunyai watak yang baru dan meninggalkan watak yang lama, karakter dan sifat egois yang lama.
  • Kita melepaskan semua komitmen partial kita dan masuk ke komitmen total kepada Tuhan.
  • Kita harus merelakan segala-galanya, supaya kita bisa menemukan “mutiara yang tidak ternilai harganya”, yaitu Salib Kristus.

Matius 13 : 45-48

13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

13:47 “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

13:48 Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Nanti di Kerajaan Sorga, yang bagus dikumpulkan dan yang jelek dibuang.

  • Seberapa benar engkau menghargai Salib, karena penghargaanmu pada Salib menentukan posisimu, menjadi ikan yang baik atau ikan yang buruk?
  • Apapun harus kita berikan pada Tuhan termasuk diri kita sendiri, demi Salib.
  • Mulailah dari diri kita masing-masing, termasuk nafas kita, kesehatan kita, dan segalanya untuk menghargai Salib.
  • Mungkin saja orang dengan tulus menyerahkan harta kekayaannya, tetapi mungkin juga dia masih mempertahankan kehidupan lamanya, pola hidup lamanya, karakter lamanya, keangkuhannya, dan keegoisannya.

Kita harus melepaskan semuanya itu dan hidup dengan pola hidup yang baru.

Filipi 3 : 8

3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Paulus mengajak kita dan berkata “berpikirlah seperti saya, lepaskan semuanya”.

Filipi 3 : 15

3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

Hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu, saudaraku. Oleh karena itu marilah saudara-saudara berpikir seperti aku, kata Paulus.

  • Oleh sebab itu lepaskanlah semuanya, anggaplah semuanya itu kerugian karena pengenalan kita akan Tuhan jauh lebih mulia dibanding itu semua.
  • Lepaskanlah cara hidup lama kita, watak lama kita dan kejarlah kebenaran, carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka engkau akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan. Amin?

Lukas 14 : 33

14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Melepaskan dirinya dalam bahasa Yunani, adalah “Apeleftherotheite”.

Kisah Para Rasul 18 : 18

18:18 Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.

Paulus “minta diri”, atau “pamitan” atau “say good bye” atau “sayonara”, atau melepaskan diri dari dirinya sendiri.

  • Melepaskan diri artinya “say good bye” kepada diri sendiri.
  • Sekarang saudara ucapkan “Good bye” kepada dirimu sendiri dan ucapkan “Selamat datang kepada Roh Kudus” yang masuk ke dalam dirimu.
  • Dan jadikanlah Dia sebagai Raja dalam hidup saudara dan saudara menjadi “jongos” dalam diri saudara sendiri.

Kita harus pamit dari cara hidup kita yang lama, pamit dari dosa dan pamit dari karakter lama kita, serta pamit dari “Mesir” yang memperbudak kita.

Orang Israel secara jasmaniah pamit pada Mesir, tapi pikirannya tetap di Mesir, selama perjalanan di gurun, mereka selalu menengok ke belakang, yaitu Mesir.

Mereka lebih suka mati didepan “kuali penuh dengan daging” di Mesir, daripada makan Manna dan mati di padang gurun, menuju Tanah Perjanjian tanpa daging.

Ketika mereka keluar dari Mesir, secara jasmaniah orang Israel itu ucapkan “say good bye to Mesir”, tapi sebenarnya hati mereka tetap berada di Mesir.

  • Berapa banyak orang Kristen yang seperti orang Israel ini?
  • Hari ini pamit pada kehidupan lamanya, tapi nyatanya masih terus membawa karakter lamanya itu.
  • Tidak bisa demikian. Kita harus benar-benar pamit pada dunia lama kita, kita harus pamit “pada Mesir kita”, artinya kita harus melepaskan semuanya.

Mulai hari ini kita harus menghargai Salib dengan benar :

  • Anggaplah dirimu mati sekarang dan pamit dengan keluarga dan segalanya, pamit dengan duniamu, pamit dengan hartamu dan dengan semuanya.
  • Mulai hari ini hiduplah bagi Tuhan secara total.
  • Jika kita hargai Salib dengan benar, maka kita pasti masuk dalam komitmen total, sehingga kitapun mati bagi diri sendiri dan kesenangan diri sendiri.

Galatia 6 : 14

6:14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.

Paulus berkata, “dunia sudah tidak ada artinya bagiku dan aku juga sudah mati bagi dunia”. Inilah Salib yang benar.

  • Berapa banyak orang datang ke Salib, hanya untuk mengejar mujizat?
  • Berapa banyak orang datang ke Salib, hanya agar usahanya diberkati Tuhan dan untuk mengejar harta kekayaan berlipat ganda sampai 100 kali lipat?
  • Berapa banyak orang datang ke Salib, hanya sebagai tanda atau trend mode?

Kita harus menjadikan Salib sebagai “Tujuan Hidup Kita”.

  • Kita harus mengejar Salib sampai kita sempurna, sampai kita mati bersama Kristus dan pamitan dengan dunia ini bagi diri kita sendiri.
  • Kita tidak mengejar dunia lagi, tetapi mengejar kesenangan hati Tuhan.
  • Kita harus menyenangkan hati Tuhan dan dipermuliakan melalui hidup kita.
  • Kita harus menjadikan diri kita berkenan di hadapan Tuhan.

AMIN.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

WARTA 28 APRIL 2019 BUAH PERCAYA ADALAH UCAPAN SYUKUR

BUAH PERCAYA ADALAH UCAPAN SYUKUR

            Selama kita hidup didunia, masalah bagaikan jubah yang kita kenakan setiap hari. Ada orang yang begitu perduli dengan penampilan sampai-sampai binggung dengan jubahnya setiap hari. Ada pula orang yang tampil apa adanya, dan orang ini tidak dipusingkan dengan apapun yang dipakainya. Begitu juga dengan masalah, jika kita fokus padanya maka kita akan panik dan binggung dengan penyelesaiannya, tapi jika kita tidak memusatkan perhatian pada masalah maka kitapun dapat tersenyum melaluinya.

            Untuk dapat tetap tersenyum ditengah badai kita harus lebih dulu menyadari siapa yang mendampingi kita. Jika kita tidak percaya akan penyertaan Tuhan, masalah sekecil apapun akan membuat kita lari. Tapi jika kita percaya Tuhan ada bersama kita, maka masalah sebesar apapun pasti akan lari dari kita.

            Memang sangat mudah jika kita bersyukur ketika semua serba baik tapi jika kita bisa bersyukur disaat semua serba tidak baik, bukankah Tuhan akan bertindak dan menjadikan semuanya jadi baik. Bukankah semua yang baik adalah buah dari jerih lelah selama ini. Seperti air hujan yang jernih adalah hasil dari awan yang pekat. Dan pelanggi yang indah adalah hasil dari hujan badai. Demikian juga setiap masalah yang kita hadapi, jika kita percaya Tuhan ada dan penyertaanNya sempurna maka pastilah semua masalah akan dipakaiNya demi kebaikan dimasa datang (Roma 8:28). Benarlah kata firman apapun yang kita tabur hari ini pasti kita akan tuai dikemudian hari (Galatia 6:7). Jika kita menabur benih anggur pasti berbuahkan anggur tapi jika kita menabur benih kejahatan bukankah kita akan tuai kebinasaan tapi jika menabur percaya buahnya pasti ucapan syukur dan baik adanya.

Saudaraku ucapan syukur adalah benih yang baik dan hasil dari pengenalan yang benar. Semua yang berbau syukur positif adanya oleh sebab itu hasilnyapun akan positif. Tapi persunggutan adalah buah dari benih yang tidak baik dan negatif adanya, oleh sebab itu buahnya tidak akan pernah baik pula.

Saudaraku, semakin kita percaya semakin lebar senyuman diwajah kita walau masalah nampak besar, tapi sebaliknya semakin kita tidak percaya semakin panjang keluhan-keluhan dari mulut kita. Bahkan ada yang tidak mengeluh dimulut tapi tindakannya jelas tertampak yaitu lari karena kecewa, bosan jenuh dan sebagainya.

Saudaraku jangan pernah menyerah dengan masalah, karena masalah hanya sebatas nafas hidup kita, setelahnya adalah hidup kekal bersama Tuhan. Jangan pernah bersunggut ketika bermasalah karena Allah yang beserta kita jauh melebihi masalah sebesar apapun.  

APAKAH ANDA LAYAK SEBAGAI IMAM – 14 APRIL 2019

“Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel”(Kel. 19 : 6).

APAKAH ANDA LAYAK

SEBAGAI IMAM?

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 14 APRIL 2019

==============

SHALOM !

Apakah saudara layak sebagai seorang IMAM? Masalahnya, siapapun yang telah ditebus oleh Yesus Kristus dengan darah-Nya adalah seorang “Imamat yang Rajani.

Marilah kita sejenak “introspeksi diri kita masing-masing” apakah benar kita sudah layak sebagai seorang Iman dilingkungan keluarga kita sendiri ataupun dalam Jemaat Chosen Generation ini?

Ingatlah! Tuhan telah menjadikan saudara dan saya sebagai Imamat yang Rajani,

artinya kita adalah imam-imam Allah bagi kemuliaan-Nya.

Ingatlah! Pada waktu orang Israel dilepaskan dari tanah Mesir, mereka hendak dijadikan suatu kerajaan imam oleh TUHAN.

Kita pun telah dilepaskan dari belenggu dosa dan belenggu iblis, kita telah ditebus oleh Yesus Kristus dengan darah-Nya, agar kita juga menjadi Imamat yang Rajani.

Oleh karena itu, judul khotbah hari ini adalah “Apakah Anda Layak Sebagai Imam?”

Tuhan mau membawa saudara pada suatu kebangunan yang lebih lagi dan saudara mau dibawa Tuhan menjadi imamat yang Rajani yaitu kumpulan orang-orang yang melayani Tuhan dengan mental Bangsawan Sorgawi.

Keluaran 19 : 6

19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”

Apabila sekarang ini saudara “merasa belum mantap sebagai imam”, bagaimana caranya supaya saudara bisa kembali pada fungsi-fungsi imam?

Caranya sederhana sekali, yaitu saudara harus kembali pada firman Tuhan.

Wahyu 1 : 5

1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya –

1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Ayat tentang “Imam” muncul kembali dalam Perjanjian Baru yaitu di kitab Wahyu yang menyatakan Tuhan akan membentuk suatu “kerajaan imam” yang terdiri atas “imam-imam bagi Allah”.

  • Jadi, imam adalah orang yang tinggal di dalam hadirat Allah untuk menikmati Allah sebagai bagian dari mereka dan Allah menikmati imam sebagai milik-Nya.
  • Jadi ada rasa saling menikmati, dimana imam menikmati Allah dan Allah menikmati imam.
  • Oleh sebab itu imam yang benar adalah orang yang selalu tinggal di dalam hadirat Allah.

Bukan berarti saudara harus menyembah terus menerus selama 24 jam, tetapi :

  • Hidupmu harus benar-benar dipersembahkan bagi Allah.
  • Hidupmu harus benar-benar berkenan dihadapan Allah.
  • Saudara harus benar-benar menjaga kehadiran Allah di hidup saudara dan berjalan dalam kebenaran-Nya.
  • Inilah imam yang benar.

Dari ke 12 suku bangsa Israel, hanya satu suku yang berhasil menjadi imam bagi TUHAN, yaitu suku Lewi.

  • Oleh sebab itu 11 suku Israel (selain suku Lewi) tidak bisa menjadi imam.
  • Hanya orang Lewi yang bisa menjadi imam, karena sebelas suku Israel yang lain gagal dalam hal kekudusan.
  • TUHAN itu kudus, karenanya manusia tidak bisa mendekati TUHAN tanpa kekudusan.

Allah memiliki satu kerinduan agar saudara dan saya mendekat kepada-Nya.

  • Oleh sebab itu manusia harus memiliki sifat dan karakter Allah yang kudus.
  • Kalau manusia tidak memiliki sifat dan karakter Allah yang kudus, manusia tidak akan pernah bisa menghampiri Allah.
  • Jangan saudara pikir ketika saudara percaya, saudara langsung selamat, karena saudara tidak bisa menghampiri Allah yang kudus kalau saudara masih belum atau tidak kudus.

Keluaran 19 : 20-22

19:20 Lalu turunlah TUHAN ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas.

19:21 Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa: “Turunlah, peringatkanlah kepada bangsa itu, supaya mereka jangan menembus mendapatkan TUHAN hendak melihat-lihat; sebab tentulah banyak dari mereka akan binasa.

TUHAN turun ke atas gunung Sinai dan memanggil Musa.

Saudara tidak bisa menghampiri Tuhan kalau saudara tidak kudus.

19:22 Juga para imam yang datang mendekat kepada TUHAN haruslah menguduskan dirinya, supaya TUHAN jangan melanda mereka.”

Para imampun harus menguduskan diri bila mau datang mendekat kepada TUHAN.

  • Saudara adalah Imamat yang Rajani.
  • Oleh sebab itu saudara harus menguduskan diri saudara supaya saudara bisa menghampiri Tuhan.

1 Petrus 1 : 15-16

1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

Yesus yang memanggil saudara adalah kudus, supaya saudara menjadi kudus.

  • Saudara dipanggil Yesus bukan supaya saudara hidup cemar dan hidup suka-suka sendiri.
  • Tujuan saudara percaya adalah supaya selamat, tetapi bagaimana mungkin saudara bisa selamat kalau saudara tidak hidup kudus?
  • Kalau saudara hidupnya tidak kudus, bagaimana mungkin saudara bisa menghampiri Allah yang kudus?

1:16 sebab ada tertulis : Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Sebab Tuhan kudus, maka saudara dan saya juga harus kudus. Kekudusan Allah harus ter-impartasi kepada saudara dan saya, dengan cara kita tinggal di dalam hadirat Allah.

  • Firman yang masuk ke dalam saudara harus dihidupkan menjadi rhema, sehingga saudara benar-benar mengalami transformasi kehidupan.
  • Jangan sampai saudara bertahun-tahun mengikut Tuhan, tetapi hidup rohani saudara tidak ada perubahan, bahkan seperti pasang surut, naik dan turun.
  • Seharusnya kualitas rohani saudara selalu naik dan terus naik.
  • Bila rohani saudara berhenti di tengah jalan, kondisi seperti ini bisa membuat saudara tidak akan sampai ke tujuan.
  • Bila demikian kondisinya, apakah saudara masih layak memangku predikat sebagai seorang iman?

Karenanya hari ini kita akan membahas persyaratan yang telah di tetapkan TUHAN bagi orang percaya agar dia layak menjadi “seorang imam” pada umumnya dan beberapa hal yang terpenting lainnya yang dituntut dari seorang imam.

Persyaratan yang telah ditetapkan TUHAN untuk menjadi seorang imam terdapat dalam Kitab Imamat 21 dan diperjelas oleh Kitab lainnya berikut ini.

SEORANG IMAM HARUS MEMENUHI PERSYARATAN YANG DITETAPKAN OLEH TUHAN

Untuk menjadi seorang imam, setelah saudara percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, ada beberapa persyaratan yang telah ditetapkan oleh TUHAN yang harus saudara penuhi supaya saudara layak sebagai seorang imam.

  1. Persyaratan pertama : “Seorang Imam Tidak Buta, artinya Seorang Imam Harus Punya Terang”.

Imamat 21 : 18

21:18 karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat : orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,

Orang buta, adalah orang yang tidak bisa melihat apapun, tidak ada sinar terang masuk ke dalam matanya.

  • Jadi orang yang “buta rohani” tidak bisa menjadi imam, karena tidak ada terang Kristus yang memancar dari dalam hidupnya, sebab dia sendiri tidak bisa melihat terang.
  • Orang buta dalam ayat 18 ini, bukanlah buta secara fisik, tetapi hanya merupakan kiasan.
  • Jadi, imam tidak boleh diambil dari orang yang matanya buta, artinya tidak ada terang di dalam dia.

Yohanes 8 : 12

8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Orang yang mengikut Tuhan tidak akan berjalan lagi di dalam kegelapan.

  • Orang yang matanya buta adalah orang yang berjalan di dalam kegelapan, orang yang tidak tahu kemana arah tujuannya ketika dia berjalan, karenanya dia hanya berputar-putar di tempat.
  • Walaupun ada “jebakan kuasa kegelapan sekalipun” di depan matanya, dia tetap akan masuki karena tidak ada terang firman Tuhan dalam orang yang buta rohani nya itu.
  • Jadi kalau saudara merasa diri saudara seorang imam, berarti saudara orang yang harus punya terang.
  • Dan terang itu akan menuntun jalan saudara sampai saudara menjadi pribadi yang berbeda.
  • Persyaratan ke-2 : “Seorang Imam Tidak Timpang = Seorang Imam Harus Stabil Rohaninya”

Imamat 21 : 18

21:18 karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,

Orang berjalan timpang antara lain karena kakinya tidak sama panjangnya, artinya rohaninya turun naik atau rohaninya pasang surut, atau orang tersebut tidak pernah mengalami ke stabilan rohani.

  • Hari ini dia bisa menggebu cari Tuhan, tetapi besok harinya dia cari setan.
  • Hari ini dia mengejar Tuhan, tetapi besok harinya dengan santai dia mengejar dosa.
  • Kalau ada masalah ataupun persoalan berat, barulah dia mencari Tuhan.
  • Kalau saudara adalah seorang imam, saudara harus berjalan normal dan lurus ke depan tidak boleh timpang.

Orang yang timpang, kerohaniannya akan pasang surut, karena orang seperti ini kurang percaya kepada Yesus yang mampu menguatkannya.

Filipi 4 : 13

4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Bagaimana mungkin saudara bisa kuat menanggung perkara yang membebanimu kalau saudara tidak mendapat kekuatan dari Tuhan?

  • Begitu masalah datang, rohanimu akan langsung tumbang dan hancur ber-keping-keping karena saudara tidak pernah mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh.
  • Hari ini cari Tuhan, tetapi besok harinya cari dukun, akibatnya kerohanian saudara timpang.
  • Kalau hari ini cari Tuhan, besok juga harus cari Tuhan dan besoknya lagi tetap cari Tuhan dan seterusnya, supaya saudara mengalami kebangunan rohani setiap hari.
  • Persyaratan ke-3 : “Seorang Imam Tidak Bercacat Muka, artinya Seorang Imam Harus Memiliki Pengenalan Akan Tuhan”

Imamat 21 : 18

21:18 karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,

Leviticus 21 : 18

21:18 For whatsoever man he be that hath a blemish, he shall not approach : a blind man, or a lame, or he that hath a flat nose, or any thing superfluous,

Dalam terjemahan bahasa Indonesia, di katakan “cacat muka” tapi di terjemahan KJV dikatakan “a flat nose” atau hidung super pesek atau hidung yang cacat.

  • Orang yang hidungnya cacat tidak bisa mencium bau (mengendus), berarti orang ini tidak akan bisa membedakan mana yang berbau harum dan mana yang bau busuk atau mana yang benar dan mana yang tidak benar.
  • Akibatnya orang ini akan kurang pengenalannya akan Tuhan.

Pertanyaannya :

  • Apakah saudara masih buta?
  • Apakah saudara masih timpang?
  • Apakah saudara masih cacat hidung?
  • Persyaratan ke-4 : “Seorang Imam Anggota Tubuhnya Tidak Boleh Terlalu Panjang, artinya Seorang Imam Tidak Boleh Merasa Dirinya Paling Benar”

Imamat 21 : 18

21:18 karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,

Seorang imam tidak boleh merasa dirinya paling benar, merasa dirinya superior.

  • Orang yang merasa dirinya paling benar atau superior, akan menjamah hal-hal di luar Kristus atau tanpa Kristus, karena dia merasakan dirinya tidak memerlukan Tuhan.
  • Di mulut dia berkata membutuhkan Tuhan, tetapi dari pola hidupnya sehari-hari tidak memperlihatkan kalau dia butuh Tuhan, karena dia merasa bisa mengerjakan segala sesuatunya sendiri dan berjalan tanpa Tuhan.
  • Berapa banyak dari kita masih merasa mampu mengerjakan segala sesuatu karena saudara masih muda dan masih kuat?

Meskipun saudara masih muda dan kuat, bukan berarti saudara tidak mungkin meninggal duluan dibanding orang yang sudah tua.

  • Kalau saudara bermanfaat di hadapan Tuhan, saudara pasti dipakai Tuhan untuk kemuliaan Tuhan.
  • Tapi kalau saudara tidak bermanfaat lagi untuk apa saudara ada di dunia ini, jika hanya merepotkan orang lain saja.
  • Oleh sebab itu, saudara harus hidup bermanfaat bagi Tuhan, kerjakan apa saja yang bisa saudara kerjakan bagi Tuhan.

Jadi, orang yang anggota tubuh yang terlalu panjang artinya rohaninya adalah :

  • Orang yang merasa diri benar, merasa diri bisa berjalan sendiri tanpa Tuhan.
  • Orang yang di mulut bisa berkata butuh Tuhan, tapi dalam kehidupan sehari-hari mereka seperti orang tidak bertuhan.
  • Ada orang yang begitu dosa datang langsung dia sambar dan nikmati, karena yang penting baginya adalah kenikmatan duniawi.
  • Orang yang seperti ini tidak layak sebagai imam.
  • Persyaratan ke-5 : “Seorang Imam Tidak Boleh Patah Kaki atau Tangannya, artinya Seorang Imam Harus Maksimal Dalam Melayani Tuhan”

Imamat 21 : 19

21:19 orang yang patah kakinya atau tangannya,

Yang dimaksudkan dengan “orang yang patah kakinya atau tangannya”, orang itu tidak akan bisa maksimal dalam melayani Tuhan.

  • Pada satu titik tertentu, dia tidak bisa lagi maksimal dalam melayani Tuhan karena selalu terbentur dengan yang namanya “ego”.
  • Selama ego saudara masih kuat di dalammu, maka saudara tidak akan bisa maksimal dalam melayani Tuhan.
  • Jika saudara kurang mengasihi Tuhan dan tidak mengerti apa yang dimaksud mengasihi Tuhan, akhirnya saudara tidak pernah bisa total untuk Tuhan.
  • Orang seperti ini tidak akan pernah bisa menjadi imam.
  • Kita menjadi imam, karena kita dipanggil untuk menjadi imam, karenanya kita harus kembali pada fungsi imamat yang benar.
  • Persyaratan ke-6 : “Seorang Imam tidak berbongkol, artinya Seorang Imam Tidak Boleh Memandang Kepada Dirinya Sendiri”

Imamat 21 : 20

21:20 orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.

Orang yang berbongkol atau bongkok berarti dia memandang ke bawah terus, yang dilihat hanya dirinya sendiri dan dunia, sehingga tidak memandang masa depan.

  • Orang yang hanya melihat dirinya sendiri dan dunia, akan mengasihani diri sendiri terus menerus, sehingga orang seperti ini tidak bisa menjadi imam.
  • Jika seseorang mengasihani dirinya, merasa hidupnya tidak bahagia, merasa disakiti orang terus, keadaan ini membuat dia hanya lihat masalahnya saja, sehingga orang seperti ini tidak akan melihat ada rancangan Tuhan yang hebat di dalam dirinya, maka orang seperti ini tidak layak jadi imam.

Orang yang seperti ini juga tidak akan memiliki belas kasihan terhadap orang lain di luar sana yang belum mengenal Tuhan dan percaya Tuhan.

1 Korintus 2 : 14

2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Orang yang berbongkol, artinya tidak bisa menerima apa yang dari Roh Allah.

  • Orang seperti ini ketika mendengar “firman yang keras” dikhotbahkan, dia akan menganggap khotbah itu menghakimi dia.
  • Saat saya berkhotbah dari mimbar ini, saya tidak menunjuk pada seseorang tapi menunjuk pada “ego saudara dan saya”.
  • Tapi kalau saudara tersinggung, berarti egomu masih tinggi.

Masalahnya, apakah saudara sudah memenuhi persyaratan sebagai imam?

  • Kita yang ikut Tuhan dianggap bodoh oleh orang-orang dunia, karena “begitu saja” tidak boleh dilakukan, atau “begini saja” juga tidak boleh di lakukan.
  • Kalau begini tidak boleh atau begitu tidak boleh, itu artinya Tuhan sedang memisahkan engkau agar bisa menjadi mempelai Kristus, supaya kamu tidak bermasalah dan tidak binasa di kemudian hari.
  • Tuhan memberi larangan-larangan bagi kita, bukan untuk mengekang kita, tetapi untuk mempersiapkan kita agar pada suatu hari nanti, kita masuk ke dalam kekekalan bersama dengan Tuhan.
  • Oleh karena itu, orang dunia akan menilai kita terlalu fanatik karena mereka menilai segala sesuatu dengan kacamata duniawi, tetapi kita menilai dengan kacamata rohani.
  • Ingat! Kita tidak bisa menilai hal-hal yang rohani dengan kacamata duniawi.
  • Persyaratan ke-7 : “Seorang Imam Tidak Boleh Kerdil, artinya Seorang Imam Harus Bertumbuh Dalam Kebenaran”

Imamat 21 : 20

21:20 orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.

Orang yang kerdil artinya tidak bertumbuh dalam kebenaran, akibatnya kurang pengenalan akan Kristus, minder, kecil hati, selalu merasa dirinya tersisih.

Efesus 4 : 13

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Orang yang kerdil tubuhnya tidak bertumbuh, artinya rohaninya tidak akan pernah menjadi dewasa, bertahun-tahun dia menjadi orang Kristen tapi rohaninya anak-anak terus, kerjanya hanya minta saja kepada Tuhan, tidak pernah mengucap syukur dalam segala hal.

  • Persyaratan ke-8 : “Seorang Imam Tidak Bular Matanya = Seorang Imam Harus Memandang Kristus”

Imamat 21 : 20

21:20 orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.

Orang yang bular matanya atau cacat matanya masih bisa melihat dengan samar-samar, artinya orang ini tidak sempurna dalam memandang hal-hal rohani atau kurang memandang kepada Kristus.

  • Persyaratan ke-9 : “Seorang Imam Kulitnya Tidak Boleh Berkedal, artinya Seorang Imam Gaya Hidupnya Harus Enak Dilihat”

Imamat 21 : 20

21:20 orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.

Orang yang kulitnya berkedal atau bersisik artinya gaya hidupnya tidak enak dilihat, atau menjijikan, dan hidupnya berantakan.

  1. Persyaratan ke-10 : “Seorang Imam Tidak Boleh Berkurap, artinya Seorang Imam Tidak Boleh Menjadi Batu Sandungan”

Imamat 21 : 20

21:20 orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.

Orang yang berkurap itu karena jamur yang hidup di permukaan kulitnya membuat gatal dan berbau, artinya seorang imam tidak boleh menjadi batu sandungan bagi orang.

  • Orang yang berkurap akan membuat orang disekitarnya jadi tidak nyaman, menyebabkan orang lain berdosa jadinya karena merasa jijik.
  • Karenanya orang berkurap menjadi batu sandungan bagi orang-orang.
  • Ketika seorang imam datang, seharusnya semua orang merasa nyaman, tetapi bila dia berkurap maka jemaatnya akan menghindar dan tutup hidung.
  • Jadi saudara jangan menjadi batu sandungan bagi sekitar saudara, tapi harus membuat kenyamanan bagi orang-orang disekitar saudara.
  1. Persyaratan ke-11 : “Seorang Imam Tidak Boleh Rusak Buah Pelirnya, artinya Seorang Imam Harus Bereproduksi”

Imamat 21 : 20

21:20 orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.

Orang yang rusak buah pelirnya artinya orang yang tidak bisa bereproduksi, tidak bisa menghasilkan anak-anak rohani sehingga saudara tidak menjadi berkat bagi orang di sekitar saudara, dan saudara tidak berbuah di dalam Kristus.

SEORANG IMAM HIDUPNYA HARUS KUDUS

Seorang imam harus hidup dalam kekudusan atau terpisah dari dunia agar tidak tercemar dan inilah yang terpenting dari seorang Imam.

BEBERAPA PERSYARATAN BAGI SEORANG IMAM YANG KUDUS

Persyaratan Pertama : “Seorang imam yang kudus, tidak boleh bergaul dengan orang yang mati rohani”

Imamat 21 : 1

21:1 TUHAN berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada para imam, anak-anak Harun, dan katakan kepada mereka: Seorang imam janganlah menajiskan diri dengan orang mati di antara orang-orang sebangsanya,

Kalau saudara rindu menginjili “orang yang mati rohani”, saudara akan didorong oleh Tuhan masuk dalam wilayah mereka dan saudara mendapat perlindungan.

Tapi “kalau saudara tidak diutus” dan saudara masuk ke wilayah “orang yang mati rohani”, berarti saudara mencemarkan dirimu karena pengaruh lingkungan akan merusak rohanimu yang bagus.

2 Korintus 6 : 16-18

6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini:  “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka  dan hidup di tengah-tengah mereka,  dan Aku akan menjadi Allah mereka,  dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Tuhan mau, hidup di dalam saudara dan menjadi Tuhan saudara. Inilah imam.

6:17 Sebab itu:  Keluarlah kamu dari antara mereka,  dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan,  dan janganlah menjamah apa yang najis,  maka Aku akan menerima kamu.

Supaya saudara menjadi imam, saudara harus keluar dari lingkungan yang tidak beres, keluar dari pergaulan yang bisa membawa saudara pada dosa.

6:18 Dan Aku akan menjadi Bapamu,  dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan  demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”

Setelah saudara menjauhkan dirimu dari lingkungan yang jahat, barulah saudara diterima menjadi anak-anak Allah.

Persyaratan Ke-dua : “Seorang imam yang kudus, harus tunduk pada otoritas Allah dan hidup dalam kemuliaan”

Imamat 21 : 5

21:5 Janganlah mereka menggundul sebagian kepalanya, dan janganlah mereka mencukur tepi janggutnya, dan janganlah mereka menggoresi kulit tubuhnya.

Menggundul sebagian kepalanya dan mencukur tepi janggutnya artinya tidak mau tunduk pada otoritas Allah dan tidak hidup dalam kemuliaan.

  • Kepala berbicara tentang kemuliaan.
  • Kalau engkau menggundul kepalamu, berarti engkau tidak mau tunduk pada otoritas Allah tapi tunduk pada otoritas diri sendiri.

1 Korintus 11 : 5

11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

Kepala yang tidak bertudung, artinya tidak ada kemuliaannya.

1 Korintus 11 : 14

11:14 Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,

Hina bagi seorang lelaki kalau dia berambut panjang, karena tidak bisa dibedakan dengan seorang perempuan, artinya orang yang tidak tunduk pada otoritas Allah.

Untuk hidup kudus, saudara harus memisahkan diri dari hal-hal yang tidak rohani dan harus tunduk pada otoritas Allah.

Persyaratan Ke-tiga : “Seorang imam yang kudus, jangan mengubah tampilan yang telah Tuhan berikan”

Imamat 21 : 5

21:5 Janganlah mereka menggundul sebagian kepalanya, dan janganlah mereka mencukur tepi janggutnya, dan janganlah mereka menggoresi kulit tubuhnya.

Janganlah menggoresi kulit tubuhnya, atau berusaha merusak wujud insani yang Tuhan sudah beri, misalnya dengan tatoo, tatoo alis, operasi wajah, operasi hidung.

Operasi wajah termasuk merusak tubuh. Dalam pelayanan pelepasan, mengubah wujud insani seperti dengan tatoo atau operasi wajah disebut sebagai roh perusak.

  • Tuhan sudah memberi wujud insani seperti yang sekarang, janganlah diubah.
  • Kalau saudara mau kurus atau gemuk silakan, tetapi kalau saudara mau mengubah bentuk bibir, bentuk hidung, atau bentuk wajah; jangan lakukan!

Misalnya ada seorang perempuan muda Kristen tidak puas dengan penampilannya, akhirnya dia operasi wajahnya berkali-kali supaya cantik.

  • Suatu ketika dia kecelakaan mobil, dia meninggal dan bertemu Tuhan.
  • Perempuan itu bertanya kepada Tuhan, mengapa malaikat tidak menjaga dirinya sewaktu dia sedang berkendara?
  • Tuhan berkata kepadanya, bahwa malaikat-Nya tidak mengenal dia karena wajahnya dioperasi berkali-kali.

Oleh karena itu, janganlah sampai malaikat Tuhan tidak mengenali kita karena kita mengubah wujud insani kita.

  • Kalau saudara mau menjadi imam yang hidup kudus, janganlah mengubah tampilanmu yang telah Tuhan berikan, biarkan saja pipimu tembem karena itu tetap cantik bagi Tuhan.
  • Tuhan memberi wajah seperti itu, terima saja karena manusia yang cantik adalah manusia yang batiniah cantik.

Walaupun wajahmu cantik tetapi bila batiniahmu buruk maka siapapun yang hidup denganmu bagaikan hidup di neraka.

  • Sebab yang penting bagi Tuhan, manusia batiniah kita lah yang harus cantik dihadapan-Nya.
  • Karena kalau di dalamnya sudah bagus, maka keluarnya juga akan bagus.
  • Bagaimanapun penampilanmu, keluar pasti berkenan kepada Tuhan karena manusia batiniahmu bagus.

Persyaratan Ke-empat : “Seorang imam yang kudus, harus mengendalikan hawa nafsunya”

Imamat 21 : 7

21:7 Janganlah mereka mengambil seorang perempuan sundal atau perempuan yang sudah dirusak kesuciannya atau seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, karena imam itu kudus bagi Allahnya.

Imamat 21 : 9

21:9 Apabila anak perempuan seorang imam membiarkan kehormatannya dilanggar dengan bersundal, maka ia melanggar kekudusan ayahnya, dan ia harus dibakar dengan api.

Imamat 21 : 7, 9 berbicara tentang seorang imam yang kudus harus mengendali hawa nafsunya, tetapi bukanlah dikendalikan hawa nafsu.

2 Timotius 2 : 22

2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

Oleh karena itu jauhilan nafsu orang muda, tetapi hiduplah dalam kasih dan damai bersama orang-orang yang mencari Tuhan dan yang hatinya murni.

  • Punya satu suami atau satu istri sudah cukup, sampai Tuhan panggil pulang ke rumah Bapa.
  • Jangan berpikir mau cari yang lain lagi, tidak usah cari yang aneh-aneh lagi.
  • Janganlah hanya melihat kekurangan pasanganmu, karena kamu juga punya kekurangan, karenanya lihatlah kelebihannya.

Kita harus mengendalikan hawa nafsu kita.

  • Hawa nafsu kita seharusnya ada di kaki kita, janganlah ada di kepala kita.
  • Karena kalau hawa nafsu di kepala kita, maka pikiran kita jadi kotor dan kondisi seperti ini berbahaya bagi kita.
  • Kalau emosi ada di kepala, maka hati cepat tersinggung dan marah-marah terus kerjanya.
  • Tetapi kalau emosi di taruh di kaki, maka kita akan lebih sabar menghadapi segala hal.

Persyaratan ke-lima : “Seorang imam yang kudus harus diurapi dengan Roh Kudus”

Imamat 21 : 10

21:10 Imam yang terbesar di antara saudara-saudaranya, yang sudah diurapi dengan menuangkan minyak urapan di atas kepalanya dan yang ditahbiskan dengan mengenakan kepadanya segala pakaian kudus, janganlah membiarkan rambutnya terurai dan janganlah ia mencabik pakaiannya.

Seorang imam yang kudus adalah orang yang diurapi Roh Kudus.

  • Kalau orang diurapi Roh Kudus pasti hidupnya kudus, yang dicari hanya semua yang kudus dan yang benar.
  • Tetapi kalau orang diurapi oleh roh jahat, pasti hatinya dan hidupnya jahat.

Pertanyaannya :

  • Apakah kita semua sudah diurapi Roh Kudus? Sudah.
  • Apakah kita sudah kudus?

BEBERAPA HAL PENTING LAINNYA YANG DITUNTUT DARI SEORANG IMAM

PERTAMA : SEORANG IMAM HARUS MEMPERSEMBAHKAN KEKUDUSAN HIDUPNYA

Persembahan adalah pemberian kepada Allah.

Roma 12 : 1

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Persembahan kita adalah kekudusan.

Mazmur 141 : 2

141:2 Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.

Persembahan kita adalah doa, pujian dan penyembahan kita.

Mazmur 119 : 108

119:108 Kiranya persembahan sukarela yang berupa puji-pujian berkenan kepada-Mu, ya TUHAN, dan ajarkanlah hukum-hukum-Mu kepadaku.

Persembahan kita berupa yang berkenan kepada Tuhan.

Bagaimana caranya supaya puji-pujian kita menjadi persembahan yang berkenan kepada Tuhan?

  • Caranya kita harus merindukan firman Tuhan.
  • Itulah persembahan seorang imam.
  • Persembahan seorang imam adalah hidupnya kepada Tuhan.

Dalam Imamat 1 : 1-7 ada 5 persembahan yang merupakan penyatuan dengan kematian Kristus. Itulah persembahan kita.

Imamat 1 : 4

1:4 Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya.

Misalnya, korban bakaran saya, sudah saya sembelih dan saya menumpangkan tangan ke atasnya, artinya saya menyatu dengan kematiannya.

Inilah persembahan kita kepada Allah, ketika kita menyatu dengan kematian Kristus.

Ketika kita sudah “mati keinginan sendiri” dan “hidup bagi Kristus” barulah kita membawa persembahan yang berkenan kepada Allah.

Filipi 3 : 10

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Harus menjadi serupa dengan kematian-Nya artinya mati dari diri sendiri, mati dari keinginan-keinginan kita sendiri.

Keluaran 29 : 20

29:20 Haruslah kausembelih domba jantan itu, kauambillah sedikit dari darahnya dan kaububuh pada cuping telinga kanan Harun dan pada cuping telinga kanan anak-anaknya, pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanan mereka, dan darah selebihnya kausiramkanlah pada mezbah sekelilingnya.

Darah domba jantan dioleskan di cuping telingan kanan Harun dan anak-anaknya, artinya seorang imam harus mendengar segala sesuatu yang kudus.

  • Darah domba jantan dioleskan di ibu jari tangan kanan, artinya bekerja yang kudus, melakukan aktivitas yang kudus.
  • Darah domba jantan dioleskan di ibu jari kaki kanan mereka, artinya berjalan yang kudus.

Jadi, seorang imam harus :

  • Mendengar yang kudus.
  • Bekerja yang kudus.
  • Dan berjalan yang kudus.

Inilah persembahan kita yang berkenan kepada Allah.

Pertanyaannya.

Apakah saudara sudah layak sebagai imam?

Kalau saudara benar-benar seorang imam :

  • Saudara harus mendengar yang kudus (bukannya suka mendengar gossip, bahkan ikut bergosip).
  • Saudara harus berjalan yang kudus.
  • Saudara juga harus berkerja yang kudus.

Bila semuanya itu sudah saudara lakukan, barulah saudara boleh membawa “persembahan yang kudus” kepada Allah, yaitu hidupmu sendiri.

KEDUA : SEORANG IMAM HARUS MEMPERHATIKAN PAKAIANNYA.

PAKAIAN IMAM (lihat Gambar), ada tiga lapis :

  1. Lapis Pertama : “Lenan halus” yang artinya pakaian keselamatan atau Jubah KEBENARAN (warna putih bersih).

Yesaya 61 : 10

61:10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

Lapis pertama yang paling dalam (putih), adalah pakaian keselamatan.

Wahyu 19 : 8

19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Inilah imam. Jadi, janganlah kita berkata bahwa perbuatan kita tidak ada artinya.

Perbuatan kita sangat berarti dihadapan Tuhan, karena kita akan membawanya dihadapan Tuhan, benar atau tidak benar dan kudus atau tidak kudus.

  • Lapis Kedua : “Gamis” berwarna ungu tua disebut Jubah KERAJAAN.
  • Lapis Ketiga : “Baju Ephod” (seperti rompi) disebut Jubah KEMULIAAN.

KEMAH SUCI, juga terdiri dari 3 bagian, yaitu :

  • Pelataran (Halaman)
  • Ruang Suci
  • Ruang Maha Suci

Pentahapan Memasuki Kemah Suci :

  • Tahap pertama : Saudara masuk ke Pelataran (Halaman) Kemah Suci dan saudara “dibenarkan”.
  • Tahap kedua : Saudara masuk ke Ruang Suci yang merupakan Ruang Kerja Allah dan disebut “Kerajaan”.
  • Tahap ketiga : Saudara masuk ke Ruang Maha Suci, berarti saudara masuk pada “kemuliaan”.

Jadi lapis Pakaian Imam, sama dengan Pembagian Ruangan dalam Kemah Suci (Bait Suci), yaitu Pertama KEBENARAN, Kedua KERAJAAN dan Ketiga KEMULIAAN.

  • Dengan demikian maka yang terpenting dari seorang imam adalah pakaian-nya.
  • Untuk jelasnya silahkan saudara baca Keluaran 28 (di rumah).

Selanjutnya penjelasan tentang Tutup Kepala Imam.

Tutup Kepala Imam.  Bahannya dari lenan halus. Juga terdapat jenang atau patam, bentuknya seperti ikat kepala.

Keluaran 28 : 36

28:36 Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN.

Di bagian kepala ada patam yang berukirkan : “Kudus bagi TUHAN”

Kalau saudara dan saya seorang Imam, apakah “kepala kita kudus” bagi Tuhan?

  • Apakah pikiran kita tidak “mengembara” kesana dan kemari yang bersifat duniawi?
  • Misalnya, tubuh kita ada disini tetapi otak atau pikiran kita ada di restaurant.
  • Pikiran kita harus kudus bagi Tuhan, karena di pikiranlah tempat peperangan rohani.
  • Pikiran kitalah yang diserang oleh roh jahat, antara lain dengan rasa minder, berupa intimidasi, atau rasa dibuang.
  • Semua hal itu muncul dari pikiran saudara.

Jadi Pakaian Imam, adalah expresi Kristus bagi imam yang melayani.

  • Karena seorang imam, haruslah mengexpresikan Allah dengan memakai pakaian Kebenaran, memakai pakaian Kerajaan dan memakai pakaian Kemuliaan.
  • Apakah saudara sudah mengexpresikan Allah melalui hidupmu sendiri?
  • Jika saudara sudah mengexpresikan Allah dalam hidupmu, maka saudara akan menjadi berkat dimanapun saudara berada.

KETIGA : SEORANG IMAM HARUS MEMPERHATIKAN MAKANANNYA.

Ada 5 macam persembahan korban, yaitu korban bakaran, korban sajian, korban penghapus dosa, korban penebus salah.

Yang dimakan oleh imam yaitu Korban Sajian bentuknya “roti tidak beragi”.

Imamat 2 : 3

2:3 Korban sajian selebihnya adalah teruntuk bagi Harun dan anak-anaknya, yakni bagian maha kudus dari segala korban api-apian TUHAN.

Harun harus memakan korban sajian, karena korban sajian dari tumbuhan, artinya bertumbuh didalam pengenalan dan pemahaman akan firman dan bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan.

Imamat 2 : 10

2:10 Korban sajian selebihnya adalah bagian Harun dan anak-anaknya, yakni bagian maha kudus dari segala korban api-apian TUHAN!

Korban sajian bagi Harun dan anak-anaknya, mereka makan roti tidak beragi.

Pada saat orang Israel keluar dari Mesir, hal pertama yang diperhadapkan kepada adalah yaitu laut Teberau, artinya mereka harus masuk ke dalam baptisan.

Begitu keluar dari laut Teberau, yang pertama kali di hadapi yaitu orang Amalek (kedagingan), yang merupakan keturunan Esau.

Yakub melambangkan manusia rohani dan Esau melambangkan manusia daging.

  • Jadi yang pertama kali saudara hadapi ketika saudara keluar dari kolam baptisan yaitu kedagingan saudara.
  • Daging kitalah (Amalek kita) yang harus kita perangi.
  • Oleh sebab itu saat melawan orang Amalek, TUHAN perintahkan membantai semuanya sampai ke hewan peliharaannya.

Mengapa Saul sampai dibuang oleh TUHAN?

  • Karena ketika Saul berperang melawan orang Amalek, dia tidak membunuh Agag rajanya.
  • Akhirnya muncul keturunan dari raja orang Amalek yaitu Haman.
  • Lalu Haman merencanakan pembataian orang Israel (baca Kitab Ester).
  • Kalau “daging” dibiarkan hidup, maka daging akan merajalela di hidupmu.

Jika saudara membiarkan satu dosa bercokol di dalam saudara, maka saudara tidak akan berhenti pada dosa tersebut dan pasti akan berlanjut pada dosa ke dua, dosa ke tiga dan dosa ke empat dan seterusnya.

  • Tapi kalau saudara berhenti pada dosa yang kesatu tersebut, maka tidak akan muncul dosa-dosa yang lain lagi.
  • Saul sampai dibuang oleh Tuhan karena dia menyisakan dosa.
  • Dosa harus diperangi, bukannya dinikmati.
  • Kalau dosa dinikmati maka akan menjadi ikatan dan saudara akan menjadi “Saul kedua yang terbuang”.

Ketika saudara berbuat dosa harusnya ada rasa bersalah di hati saudara, ada rasa sakit yang menusuk ketika saudara berbuat dosa itu.

  • Tapi kalau tidak ada rasa yang menusuk, hati-hati engkau akan ditusuk di kekekalan nanti (neraka).
  • Lebih baik saudara merasa tertusuk saat berbuat dosa di dunia, daripada saudara tertusuk di kekekalan.
  • Kalau saudara merasa tidak nyaman setelah berbuat dosa, berarti saudara dalam posisi melepaskan diri dari ikatan dosa.
  • Tapi kalau saudara merasa senang setelah menikmati dosa, maka saudara berbakat masuk neraka.

Permasalahannya, apakah saudara mau atau tidak melepaskan dosa?

  • Tuhan tidak pernah bertanya bisa atau tidak, tapi bertanya mau atau tidak?
  • Bisa atau tidak itu urusan Tuhan, yang penting asalkan kita mau lepaskan.
  • Caranya untuk melepaskan dosa, adalah mendekatkan diri pada Tuhan.
  • Jika saudara banyak bergaul dengan orang jahat, saudara akan jadi jahat, karena sifat dan karakter jahat akan tertular ke dalam saudara.

Tetapi kalau saudara senang bergaul dengan manusia jahat, maka saudara akan benar-benar menjadi manusia yang jahat pula.

  • Jadi dengan siapa engkau bergaul akan menentukan arah langkah rohanimu ke depannya.
  • Apabila engkau bergaul dengan Tuhan, maka sifat dan karakter Tuhan akan ter-impartasi kepada saudara.
  • Sebaliknya jika engkau bermain dengan dosa, maka sifat dan karakter dari neraka akan tertular ke dalammu.

Setelah orang Israel keluar dari Mesir, orang Israel langsung berhadapan dengan orang Amalek, TUHAN perintahkan agar binasakan semuanya jangan disisakan sampai ternaknya sekalipun.

  • Tetapi ketika Israel melawan orang-orang yang lain, TUHAN tidak suruh binasakan semua seperti terhadap orang Amalek.
  • Saat melawan orang Amalek, Musa harus naik ke gunung, mengangkat tangannya dan tangannya ditopang oleh Harun dan Yosua.
  • Kalau tangan Musa turun, maka Israel terpukul mundur oleh orang Amalek.

Jadi cara kita mengalahkan dosa hanya dengan “mengangkat tangan” saja dan katakan pada Tuhan, “saya tidak mampu, Tuhan”.

  • Tetapi begitu tangan saudara turun, maka saudara akan mengalami kekalahan.
  • Untuk melawan godaan dosa, saudara hanya perlu mengangkat tangan saja dan Tuhan yang bereskan.

Mengikut Tuhan itu sebenarnya enak dan Tuhan mau membereskan masalahmu, tapi masalahnya saudara masih menikmati dosa dan belum bisa melepaskannya.

  • Tuhan tidak bertanya bisa atau tidaknya engkau melepaskan dosa, tetapi apakah kamu mau atau tidak melepaskan dosa itu.
  • Kalau kamu mau melepaskan dosa, kamu cukup mengangkat tangan saja.
  • Musa mengangkat tangan di gunung berarti Musa mengangkat tangannya di tempat yang tinggi, karena TUHAN ada di tempat tinggi.

Jika kita datang ke Tuhan, maka kita naik ke gunung Tuhan, ke tempat tingginya Tuhan.

  • Saat saudara berdoa, bersekutu dengan Tuhan, saudara mengangkat tangan maka sifat dan karakter Tuhan akan di impartasikan kepada saudara.
  • Maka engkaupun akan berkata, “Tuhan, saya tidak mampu”, maka Tuhan akan menolongmu.
  • Ketika Tuhan tolong, Tuhan akan merubah pola makanmu, bila sebelumnya “makan daging” maka sekarang kamu “makan roti manna”.

Keluaran 16 : 3

16:3 dan berkata kepada mereka: “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.”

Keluaran 16 : 21

16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

Inilah yang dimaksudkan dengan “doa membangunkan fajar”. Kalau matahari sudah mulai terbit, maka roti manna pun sudah mulai mencair.

  • Berapa banyak dari kita, mulai doa sesudah dibangunkan oleh fajar?
  • Tetapi berapa banyak dari kita, yang doa membangunkan fajar?
  • Sebelum matahari terbit, kita sudah harus duduk dihadapan Tuhan.
  • Kita duduk berdoa, kita menyembah di hadapan Tuhan dan berkata, “Tuhan, saya tidak mampu Tuhan”.
  • Maka Tuhan pun berkata “ubah makananmu, dahulu kamu makan daging, tapi sekarang kamu harus memungut sendiri roti manna”

Setiap hari kita harus “memungut roti manna” dengan belajar firman, belajar mengenal Tuhan, belajar memahami siapa Tuhan kita”, sampai kita mengalami transformasi demi transformasi kehidupan dan saudara pun akan diubah Tuhan menjadi pribadi yang berbeda.

1 Korintus 5 : 7-8

5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

Buang ragi yang lama dan buang cara hidupmu yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru, dengan cara hidup yang baru.

  • Kalau kamu selama ini dibentuk dengan ragi, atau dengan kedagingan, tapi sekarang Tuhan mau kamu buang semuanya itu dan Tuhan sedang jadikan kamu adonan yang baru.
  • Ketika kamu dibaptis, kamu menjadi roti tidak beragi dan kamu adalah adonan baru.

5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Janganlah pesta dengan ragi lama tetapi berpestalah dengan roti yang tidak beragi.

Dan hiduplah dengan cara hidup yang baru, buang semua kedaginganmu.

Apakah engkau sudah layak sebagai seorang imam? Karena bila benar saudara sudah layak sebagai seorang imam, maka :

  • Saudara harus memenuhi persyaratan seorang imam yang ditetapkan Allah.
  • Saudara harus lulus dalam hal kekudusan.
  • Saudara harus memberikan persembahan yang kudus melalui hidupmu.
  • Saudara harus mengexpresikan Allah melalui pakaian Allah dalam hidupmu.
  • Saudara harus mengubah “makananmu”, bukan lagi melakukan kehendak dirimu tapi kehendak Allahmu.

Apabila engkau bukan seorang imam, maka engkau tidak bisa berjumpa dengan Tuhan, karena Tuhan memanggil engkau untuk membentuk suatu Kerajaan Imam.

  • Ayat panggilan Chosen Generation adalah Imamat yang Rajani, kumpulan kaum imam yang bermental bangsawan sorgawi.
  • Kita harus sama-sama berubah, harus sama-sama membangun hidup yang baru, harus sama-sama membangun hubungan dengan Tuhan, sampai kita menjadi adonan yang baru di dalam Tuhan.
  • Kita buang semua ragi lama, meskipun susah melakukannya, tapi kita cukup dengan mengangkat tangan dan berkata, “Tuhan, saya mau, tetapi saya tahu saya tidak mampu, Tuhan tolong saya”.

Kita akan berdoa, saudara letakkan tangan kananmu didada, masing-masing kita membereskan diri di hadapan Tuhan.

Tuhan tidak bertanya saudara bisa atau tidak, tapi Tuhan hanya bertanya mau atau tidak saudara berubah?

Engkau mau atau tidak mau berubah, akan menentukan apakah Tuhan mengalir atau tidak didalam saudara, juga menentukan masa depan saudara. Kita berdoa :

“Tuhan, hari ini aku mendengar kebenaran, aku mau diubah olehmu Tuhan, aku sadar aku dipanggil menjadi imam, karenanya aku mau kembali ke fungsi imamatku yang benar Tuhan, imamat yang Rajani yaitu umat kepunyaan Allah sendiri, milik Allah yang telah ditebus oleh Allah, yang hidup berjalan di dalam kebenaran Ilahi. Di dalam nama Tuhan Yesus, Tuhan ubahkan aku”.

Dalam nama Yesus kami telah berdoa. Amin”

Amin.  Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

21 APRIL 2019 7 MAKNA ARTI PASKAH (VIDEO KHOTBAH)

19 APRIL 2019 BERAPA NILAI SALIB BAGI KITA? (VIDEO KHOTBAH)

19 April 2019-PESAN TUHAN BAGI JEMAAT CG (IBADAH JUMAT AGUNG)

PESAN TUHAN BAGI JEMAAN CHOSEN GENERATION

SHALOM!
Sebelum masuk ke dalam firman, saya mau menyampaikan apa yang Tuhan beri saat penyembahan tadi:
Tadi saat penyembahan Tuhan memberi satu penglihatan “ Ada satu lilin dibangsa ini, lilin itu tinggal sepertiga, yang lainnya sudah meleleh. Lilin ini menyala tapi tinggal sepertiga, yang lain sudah habis meleleh.”
Tuhan berkata “ Kalau lilin ini sampai mati maka Aku pergi dari bangsa ini”

Saya bertanya ini api apa Tuhan?
Jawab Tuhan: “ Ini api pemuridan”
Api pemuridan harus terus menyala di bangsa ini karena tinggal sepertiga gereja di bangsa ini yang mengerti apa arti salib yang benar.
Tuhan berkata “ Tugas kita semua memberitakan salib Tuhan dengan benar. Bukan sekedar sakit sembuh, itu bukan salib yang benar. Salib yang benar adalah kamu mati bersama Aku di atasnya. Itulah salib yang benar”.

Tuhan berkata “ Tinggal sepertiga gereja di bangsa ini yang mengerti kebenaran tentang salib”
Bukan saya yang berkata tapi Tuhan yang berkata “ Dari sepertiga lilin yang ada salah satunya Chosen Generation”.
Kita semua harus mengerti arti kata salib dengan benar.
Lilin itu tinggal sepertiga. Kalau sampai lilin ini habis, Aku pergi dari bangsa ini.

Tuhan kasih lihat saya “ Ada malaikat-malaikat yang sudah pergi dari beberapa bangsa. Dari beberapa negara malaikat itu sudah pergi.”
Tuhan kasih pengertian di Kejadian 19 waktu malaikat itu pergi membawa Lot dan semua keluarganya, apa yang terjadi? Sodom dan Gomora hancur lebur.

Tuhan berkata” Sudah beberapa negara yang malaikatnya sudah minggat dari negara tersebut, sudah tidak ada lagi perlindungan disana,negara-negara ini tunggu waktunya penghakiman, akan dihancurkan.
Tuhan berkata “ Tugas kita semua adalah membiarkan api itu tetap menyala di bangsa ini”
Saya tanya : Tuhan api ini api apa?
Jawab Tuhan: Ini api pemuridan.
Saya tanya : Tuhan, pemuridan itu seperti apa?
Tuhan berkata” Pemuridan itu adalah mengerti tentang arti salib Tuhan dengan benar”

Tuhan tegaskan berkali-kali, Tuhan sampai nangis, Tuhan berkata “ Hanya sepertiga gereja di Indonesia yang mengerti tentang salib dengan benar. Sisanya tidak ada yang mengerti”.
Tuhan berkata” Biarkan api ini tetap menyala, biarkan api ini tetap menyala”

Yang Tuhan maksud salib bukan sakit sembuh masalah beres tapi yang Tuhan maksud salib adalah kematian kita bersama dengan Dia.
Tuhan sampai nangis, sampai Tuhan berkata “ Mengertilah Aku, mengertilah Aku”.

Mau tidak saudara dan saya mengerti Tuhan benar-benar?
Benar-benar kita pikul salib itu, jangan kita biarkan salib itu tapi ayo kita pikul sama-sama dan kita menjadi kudus, menjadi benar, semuanya bukan buat Tuhan, semuanya buat kita juga supaya kita dipermuliakan bersama dengan Dia. Tidak ada urusan lain kata Tuhan. Semua buat saudara dan saya supaya kita benar-benar bisa berdampak bagi lingkungan kita. Bukan hanya kita bergereja tapi benar-benar kita bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan.

Ingat sekali lagi, lilin itu tinggal sepertiga menyala. Menyalanya cukup besar tapi tinggal sepertiga lagi. Lilin itu menyala terus dan terbakar terus.
Saya bertanya apa yang Tuhan maksud?
Jawab Tuhan” Semakin hari gereja akan semakin duniawi, tidak mengerti lagi apa arti salib. Yang mereka mengerti diri mereka sendiri.
Tuhan mau mindset kita benar-benar berubah, pola pikir kita berubah semua.

Ingat! “Saya melihat sudah beberapa negara yang malaikat Tuhannya pergi dari negara tersebut”.
Sudah beberapa negara ditinggalkan malaikat Tuhan, tinggal menunggu waktu penghancuran dan Indonesia harus tetap menyala apinya.
Minimal melalui kita semua, kita benar-benar menjadi gereja yang bertumbuh, kita benar-benar menjadi gereja yang punya salib, yang mengerti apa arti salib.

Masing-masing kita menyadari hal ini.

(Sebelum masuk firman kita masuk dalam penyembahan lagi, kita nyanyikan Haleluya 12x)
Pesan Tuhan melalui Opa Hery:

Terima kasih Tuhan, terima kasih Tuhan.
Tuhan berkata : “ Terus menabur,terus menabur, terus menabur walaupun belum bertumbuh terus menabur karena barangsiapa menabur dengan air mata ia akan menuai dengan sorak sorai”.

“ Jangan menyerah dalam menabur, karena ada waktunya kata Tuhan, engkau akan menuai dan engkau tidak pernah akan menyesal .”
“Aku membuat jerih lelahmu tidak sia-sia kata Tuhan, asalkan kamu menyerahkan hidupmu kepadaKu, tidak hina anakKu, Aku justru akan memuliakanmu, Aku justru akan mengangkatmu.” Terima kasih Tuhan.
“Dunia boleh memandangmu sebelah mata, tapi Aku memandangmu dengan tulus.”
Bapa terima kasih, terima kasih ya Bapa, haleluya.

Tuhan kami bersyukur karena kematianMu, kami ada di tempat ini bukan karena kuat dan gagah kami justru karena salibMu kami berdiri di tempat ini, kami bisa menyembah, kami bisa masuk ke dalam hadirat yang lebih dalam, kami bersyukur Tuhan di dalam nama Tuhan Yesus.
AMIN

Warta 21 April 2019 MENGUBAH CARA MEMANDANG

MENGUBAH CARA MEMANDANG

            Hal melihat hal-hal rohani dengan mata jasmani bagaikan mengolah pola pikir Allah dengan pola pikir kita yang amat sempit. Nyatanya banyak orang percaya yang menjadi kecewa dengan keadaan, terpuruk dalam masalah dan terjebak didalam persunggutkan, hal ini dikarenakan mereka memandang masalah yang mereka hadapi dengan kacamata daging dan duniawi. Iblis akan terus menarik anda untuk memandang pada masalah bukan kepada Tuhan. Karena dengan demikian imanmu akan tergerus sampai tidak lagi percaya akan penyertaan Tuhan yang sempurna. 

Hal serupa terjadi pada Petrus saat Tuhan hadir dimalam hari dan berjalan diatas air (Matius 14:22-33). Dalam kisah itu, saat pandangan Petrus teralihkan dari Tuhan dan mulai kepada air, maka tengelamlah dia. Begitupun kita, jika kita mulai memandang masalah dengan mata jasmani, maka kita akan kuatir, takut, kecewa, mengasihani diri sendiri bahkan undur dari Tuhan. Tapi jika kita mengalihkan pamdangan kepada iman, maka kita akan lihat betapa tidak berartinya masalah itu bahkan kita dapat berkata masalah ini hanyalah sarana kita memperoleh lonjakan iman karena kita percaya semua dipersiapkan Tuhan demi mendatangkan kebaikan (roma 8:28).

Coba saudara perhatikan perbedaan Saul dan Daud saat menghadapi Goliat, Daud melihat dengan mata Tuhan sedang Saul melihat dengan mata daging dan menjadi takut (1 Samuel 17:32-37). Daud melihat Goliat sudah diserahkan Tuhan sedang Saul melihat Goliat telah membuat Israel menyerah. Sungguh hal yang sangat bertolak belakang yang disebabkan oleh cara pandang yang berbeda. Jika anda terus memaksa diri melihat  dengan mata daging lama kelamaan imanmu akan padam.  

Coba saudara juga perhatikan juga kisah Ayub, Tuhan mengijinkan masalah terjadi demi pengenalan Ayub akan Tuhan. Jadi jika Ayub memandang masalah dengan mata dagingnya yang bisa dilakukan hanyalah tinggal didalam abu (penyesalan) dan menggaruk tubuhnya dengan beling (mengasihani diri dan menyakiti diri sendiri) (Ayub 2:8). Alhasil mulai dari Ayub 3 yang dilontarkan hanyalah persunggutan dan mengasihani diri sendiri. Tuhan merobah pola pandang ayub terhadap Tuhan dan hasilnya cara pandangnya terhadap masalah teralihkan. Saat itulah pemulihan terjadi yaitu ketika Ayub mulai mengenal Tuhan dan semua diijinkan demi pengenalan Ayub akan Tuhan, maka dia dapat berkata sekarang aku mengenal Tuhan dengan benar yaitu cara pandangkupun akan Tuhan jadi benar (Ayub 42:5).

            Saudaraku jangan lagi memandang masalah dengan mata daging karena semua akan bertambah besar, tapi pandangan dengan mata rohani maka percayamu bertambah besar.

DAUD DAN SALOMO – 07 APRIL 2019

Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dan berbuat sesuai dengan segala yang Ku-perintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu sesuai dengan perjanjian yang telah Ku-ikat dengan Daud, ayahmu, dengan berkata : Takkan terputus keturunanmu yang memerintah atas Israel. (2 Taw. 7 : 17-18).

“DAUD DAN SALOMO”

KHOTBAH : PS.FERDI GODJALI

GEMBALA GPPK-CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, MINGGU 7 APRIL 2019

===============

SHALOM !

Hari ini kita akan membahas tentang Daud dan Salomo. Kita semua pasti sudah tahu siapa Daud dan Salomo tersebut. Mengapa kita mengambil thema Daud dan Salomo ini adalah karena ada pelajaran yang penting yang bisa kita ambil dari pengalaman hidup kedua tokoh Daud dan Salomo ini.

Salomo dipilih untuk menggantikan Daud, ayahnya, Raja Israel.

  • Tetapi apa dan bagaimana jalan kehidupan yang ditempuh Salomo?
  • Apakah Salomo mau mendengar pesan Daud, ayahnya itu? Ternyata tidak.
  • Seandainya saja Salomo mau mengikuti jejak ayahnya, maka kehidupannya dan juga takhtanya akan menjadi indah dan berkenan kepada TUHAN.

Apabila saudara mau mendengar firman-firman Tuhan, serta menerimanya dengan sukacita, kemudian melakukannya disepanjang hidupmu, maka :

  • Saudara pasti menjadi selalu indah di mata Tuhan.
  • Saudara pasti menjadi orang yang hidupnya berkenan di mata Tuhan.

Tetapi berapa banyak dari kita semua mau mendengar dan mau menyerap serta mau melakukan firman Tuhan tersebut?

  • Memang tidak mudah, karena tidak ada firman Tuhan yang begitu mudah untuk dikerjakan selama kita masih dikuasai daging.
  • Oleh sebab itu, “kedagingan” dan “ego” kita, harus terlebih dahulu dimatikan agar kita benar-benar bisa berjalan dalam Roh.
  • Karena bila saudara mulai berjalan dalam Roh dan mau melakukan firman Tuhan, maka saudara adalah orang yang indah dimata Tuhan.

1 Tawarikh 28 : 5-10

28:5 Dan dari antara anak-anakku sekalian — sebab banyak anak telah dikaruniakan TUHAN kepadaku — Ia telah memilih anakku Salomo untuk duduk di atas takhta pemerintahan TUHAN atas Israel.

Daud memiliki banyak anak, tetapi hanya satu yang dipilih untuk duduk di takhta pemerintahan TUHAN atas Israel untuk menggantikannya.

Dari banyak orang di dunia ini, saudaralah yang terpilih untuk mewarisi takhta Kerajaan-Nya. Karenanya janganlah engkau sampai menyia-nyiakan warisan ini.

Pemilihan untuk selamat didalam Kristus ditawarkan kepada semua orang, tetapi tidak semua orang mau menerimanya. Sehingga hanya sedikit orang yang terpilih termasuk saudara dan saya, oleh sebab itu kita harus mengerjakan keselamatan kita itu dengan tekun.

1 Tawarikh 28 : 6 – 10

28:6 Ia telah berfirman kepadaku : Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan rumah-Ku dan pelataran-Ku sebab Aku telah memilih dia menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi bapanya.

28:7 Dan Aku akan mengokohkan kerajaannya sampai selama-lamanya, jika ia bertekun melakukan segala perintah dan peraturan-Ku seperti sekarang ini.

Janji TUHAN sudah diberikan, tetapi ada syaratnya yaitu Salomo harus bertekun untuk melakukan segala perintah dan peraturan TUHAN seperti sekarang ini.

28:8 Maka sekarang, di depan mata seluruh Israel, jemaah TUHAN, dan dengan didengar Allah kita, aku berkata kepadamu : Peliharalah dan tuntutlah segala perintah TUHAN, Allahmu, supaya kamu tetap menduduki negeri yang baik ini dan mewariskannya sampai selama-lamanya kepada anak-anakmu yang kemudian.

Terjemahan dari Bahasa Ibrani dengan memakai kata “tuntutlah”, harusnya pakai kata “menuruti”, maksudnya kita harus memelihara dan menuruti perintah Tuhan.

  • Apa yang sudah saudara terima, haruslah saudara kerjakan dan saudara praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Firman Tuhan menjadi sesuatu yang hampa dan tidak bermanfaat, apabila saudara hanya menerimanya tetapi tidak saudara kerjakan.

28:9 Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.

Tuhan menyelidiki hati semua orang.

  • Jangan pikir Tuhan tidak tahu apa yang ada di hati kita.
  • Kita bisa menyembunyikan perasaan kita dihadapan semua orang, tapi tidak bisa di hadapan Tuhan, karena dimata Tuhan kita telanjang.
  • Jika engkau mencari Tuhan maka Tuhan akan berkenan kepadamu, tetapi jika engkau meninggalkan Tuhan maka engkau akan terbuang selamanya.

28:10 Camkanlah sekarang, sebab TUHAN telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu.

Tuhan telah memilih saudara dan saya untuk membangun sebuah rumah menjadi tempat kudus-Nya, bagi tempat kediaman-Nya.

Artinya saudara dan saya sudah dipilih Tuhan untuk menjadi tempat kediaman-Nya, yaitu bait-Nya, oleh sebab itu peliharalah bait-Nya itu dengan sebaik-baiknya, yaitu “diri-mu” agar tidak cemar.

  • Salomo seharusnya mau mendengarkan pesan Daud dan melakukannya.
  • Seandainya saja dia taat dan setia melakukan pesan Daud, dapat dipastikan Salomo akan menjadi indah dihadapan TUHAN seperti Daud, ayahnya.
  • Tetapi sayangnya Salomo tidak taat dan tidak setia, sehingga kerohaniannya mencapai puncaknya hanya berlangsung sesaat saja.
  • Dalam hal inilah yang sangat berbeda antara Salomo dengan Daud.
  • Akibat dari ketidak-taatan dan tidak setianya Salomo, telah berakibat fatal bagi dirinya sendiri dan takhtanya di kerajaan Israel.

Sedangkan Daud yang taat dan setia kepada TUHAN, menjadi teladan bagi para raja Israel, sebagaimana Yesus menjadi teladan bagi kita semua.

  • Karenanya saudara harus senantiasa menjadi teladan bagi orang lain.
  • Tidak peduli siapa saudara dan apa kedudukan sosialmu, saudara harus menjadi teladan bagi banyak orang.
  • Saudara tidak boleh menjadi batu sandungan bagi siapapun juga, dimanapun saudara berada.

Kepada ibu-ibu dan bapak-bapak, kalian harus menjadi teladan bagi anak-anakmu.

  • Bahkan dimanapun saudara berada, saudara harus menjadi teladan bagi siapapun, tidak bisa tidak.
  • Tuhan telah tinggal menetap ada di dalammu dan membangun bait-Nya di dalammu, dengan tujuan agar dimanapun saudara berada, saudara menjadi berkat bagi banyak orang.

Puncak kerohanian Salomo hanya sesaat.

Daud berhasil menjadi teladan, tetapi Salomo telah gagal menjadi teladan.

  • Siapapun saudara, bila saudara dengan sungguh-sungguh mengikuti firman Tuhan, saudara akan menjadi teladan dan tolok ukur bagi banyak orang.
  • Pernahkan saudara mendengar suatu statement “kamu harus hidup seperti si A, kamu harus meneladani dia?”
  • Manusia memang butuh petunjuk dan butuh seseorang untuk diteladani.
  • Maukah saudara menjadi teladan bagi banyak orang?
  • Memang sulit untuk menjadi teladan, tetapi bukan berarti saudara tidak bisa, kuncinya hanyalah, “asalkan saudara mau menyerahkan seluruh hidup mu kepada Tuhan atau berserah total bagi Tuhan”.

Tanpa totalitas bagi Tuhan maka saudara tidak akan mencapai puncak kerohanian yang saudara dambakan.

  • Kalau saudara mau naik ke puncak gunung, tapi saudara tidak punya tenaga, saudara tidak akan mungkin sampai ke puncak karena tidak ada totalitas.
  • Apabila saudara sudah total bagi Tuhan, barulah saudara dapat mencapai puncak kerohanian saudara.

PERBEDAAN DAUD DAN SALOMO

  1. PERBEDAAN FOKUS DAUD DAN SALOMO
  1. Fokus Daud yang pertama : “Pada hal-hal yang bersifat rohaniah”

Mazmur 119 : 1-8

119:1 Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.

Kalau saudara hidup menuruti firman Tuhan, saudara pasti akan indah dihadapan Tuhan.

119:2 Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,

Mencari Tuhan harus dengan sepenuh hati, tidak boleh dengan setengah hati.

  • Selama saudara mencari Tuhan dengan setengah hati, saudara tidak akan pernah bisa berjumpa dengan Tuhan.
  • Saudara harus mencari Tuhan dengan segenap hati, barulah saudara bisa menjumpai Tuhan.

119:3 yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.

Saudara harus hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya, tetapi masalahnya apakah saudara tahu apa petunjuk Tuhan?

  • Petunjuknya ada di Taurat TUHAN, harus hidup sesuai dengan firman-Nya.
  • Bagaimana kita tahu ada petunjuk Tuhan kalau kita tidak pernah membaca firman Tuhan?
  • Hal ini seumpama, bagaimana saudara bisa tahu jalan menuju ke kota A, jika saudara tidak punya Google map?
  • Kerajaan Sorga adalah tujuan kita dan petunjuknya adalah firman Tuhan.
  • Oleh sebab itu, tanpa firman Tuhan seseorang tidak akan sampai ke Sorga karena dia akan tersesat ditengah jalan, artinya bila ada orang bisa sampai ke Sorga tanpa Alkitab, berarti Tuhan melanggar firman-Nya sendiri.

Orang baru bisa sampai di Kerajaan Sorga hanya dengan firman Tuhan. Dan inilah fokus Daud dalam hidupnya, yaitu fokus pada hal-hal yang bersifat rohaniah.

119:4 Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh.

Titah TUHAN harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

119:5 Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu!

Hidupku berpegang pada ketetapan-Mu, aku tidak mau lari dari ketetapan-Mu.

119:6 Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu.

Apabila aku menuruti segala perintah-Mu, aku tidak akan mendapat malu. TUHAN akan menolongku tepat pada waktu-Nya.

119:7 Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.

119:8 Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.

Inilah fokus perhatian Daud dalam hidupnya.

Mazmur 1: 2

1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Berarti kesukaan kita adalah juga firman TUHAN dan FIRMAN TUHAN itu harus kita renungkan siang dan malam, bukannya MERENUNGKAN NASIB siang dan malam.

  • Kalau saudara merenungkan nasib saudara siang dan malam, maka saudara akan kecewa dengan diri sendiri dan saudara akan terpuruk dengan nasib saudara.
  • Tetapi kalau saudara merenungkan firman Tuhan siang dan malam, maka saudara akan menjadi indah dihadapan Tuhan.
  • Jika pikiran saudara dipenuhi dengan firman Tuhan, semuanya bergejolak di kepala saudara, sampai akhirnya saudara menjadi tahu akan arti dari firman Tuhan tersebut.
  • Jangan sampai yang saudara renungkan hanya masalah saudara, masalah keuangan saudara, nasib saudara, atau penyakit saudara, tapi saudara tidak pernah merenungkan firman Tuhan.
  • Saudara harus baca firman dan merenungkannya sampai saudara bisa meresapi firman ini dan saudara mengerti apa maksud Tuhan dalam firman tersebut.

Mazmur 27 : 4

27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini : diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Apa yang saudara inginkan? Daud berkata, “yang kuingini tinggal di rumah TUHAN seumur hidupku, sepanjang masa kita tinggal di rumah TUHAN”.

  • Kalau saudara fokus pada masalah yang bersifat jasmaniah, maka saudara akan mendapatkan kedagingan atau fisik, tapi kehilangan perkara rohani.
  • Ketika saudara kehilangan hal-hal yang rohaniah, saudara akan kehilangan kemuliaan dan keselamatan kekal saudara.
  • Jika saudara fokus pada hal-hal yang bersifat rohaniah, maka saudara akan mendapatkan semuanya, termasuk hal-hal jasmaniah atau fisik.
  • Oleh sebab itu saudara jangan salah fokus dalam hal memaknai hidupmu.

Itulah “fokus Daud yang pertama”. Selanjutnya kita lihat apa “fokus Salomo yang pertama”.

  • Fokus Salomo yang pertama : “Pada hal-hal yang bersifat jasmaniah”

1 Raja-raja 6 : 37-38

6:37 Dalam tahun yang keempat, dalam bulan Ziw, diletakkanlah dasar rumah TUHAN,

6:38 dan dalam tahun yang kesebelas, dalam bulan Bul, yaitu bulan kedelapan, selesailah rumah itu dengan segala bagian-bagiannya dan sesuai dengan segala rancangannya; jadi tujuh tahun lamanya ia mendirikan rumah itu.

Tujuh tahun lamanya Salomo mendirikan rumah TUHAN. Berapa tahun lamanya Salomo mendirikan rumahnya (istananya) sendiri?

1 Raja-raja 7 : 1-2

7:1 Salomo mendirikan istananya sampai tiga belas tahun lamanya, barulah selesai seluruh istana itu.

7:2 Seratus hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya, disangga oleh tiga jajar tiang kayu aras dengan ganja kayu aras di atas tiang itu.

Salomo membangun istananya sendiri tiga belas tahun lamanya, tapi membangun rumah TUHAN hanya tujuh tahun.

  • Istana Salomo dua kali lebih besar daripada rumah Tuhan.
  • Fokus Salomo kemudian berubah, bukan lagi pada hal-hal rohani tetapi pada hal-hal jasmani.
  • Orang Kristen saat ini lebih fokus pada hal-hal yang bersifat duniawi daripada hal-hal yang rohani.

Sehingga tujuan orang Kristen datang ke gereja, bukan lagi punya tujuan untuk mencari Kebenaran, tetapi fokusnya sudah bergeser untuk mencari berkat-berkat jasmaniah, bukan rohaniah lagi.

  • Tujuan saudara datang ke rumah Tuhan adalah untuk mendengar firman-Nya dan supaya saudara berubah sesuai dengan kehendak Tuhan.
  • Saudara harus mendengar firman Tuhan supaya saudara diubah oleh Tuhan, bukannya untuk mendengar sesuatu yang enak ditelinga dan di hati saudara untuk memuaskan nafsu kedagingan saudara.
  • Kalau saudara dapat melepaskan “ego” saudara, maka kedatangan saudara ke rumah Tuhan adalah supaya saudara mendapat teguran dari Tuhan, supaya kesalahan dan pelanggaran saudara dikoreksi oleh Tuhan.

Tetapi kalau saudara ke rumah Tuhan dengan membawa “ego” yang masih kuat, maka saudara akan berpikir kalau khotbahnya menghakimi saudara.

  • Jika “ego” kita masih kuat, maka kita akan sangat sulit mengalami terobosan dan perubahan.
  • Kalau saudara datang ke rumah Tuhan, maka saudara harus meninggalkan “ego” saudara, karena kalau saudara masih membawa “ego”, maka saudara akan kecewa karena akan merasa dihakimi pengkhotbah.

Orang Kristen sekarang ini perhatiannya lebih fokus pada hal-hal duniawi, bukan pada hal-hal rohani.

  • Gereja yang mengajar “kebenaran” akan sulit untuk didengar jemaatnya, karena sifat dasar manusia ini dipengaruhi oleh kedagingannya.
  • Mereka complain dengan “pujian dan penyembahan serta pelayanan firman” yang lama, tetapi mereka tidak complain terhadap “doa berkat yang lama”.
  • Banyak yang complain dengan khotbah saya, mereka bilang khotbah saya terlalu keras dan terlalu lama.

Sebenarnya, khotbah saya tidak keras, tetapi hatimu yang keras tidak bisa diubah, hatimu sekeras hati Firaun di zaman Mesir kuno.

  • Saya menyampaikan firman ini bukan hanya untuk saudara, tetapi juga untuk diri saya sendiri, untuk memacu diri saya supaya diri saya berubah.
  • Ingat, firman Tuhan itu “bermata dua”, bagi orang lain tetapi bagi kita sendiri.
  • Kalau saya mau berubah, berarti saudara juga harus mau berubah.
  • Marilah kita bergandengan tangan dan kita sama-sama “diangkat” ke sorga.

Gandeng tangan orang yang duduk dikanan-kirimu dan katakan, “saya mau ke sorga bersama mu, saudaraku/saudariku”.

Kalau kamu mau ke sorga dengan orang di kanan-kirimu dan sekitarmu, jangan coba-coba menjatuhkan atau mengosipi mereka. Kamu harus pegang mereka dan membawa mereka bersama-sama ke sorga. Amin?

Kalau ada saudara kita yang lemah, kita doakan dia dan kita juga harus saling tolong menolong satu dengan yang lain.

  • Memang melelahkan, karena menangani daging pasti lelah, tidak ada yang dengan mudah dan dengan santai.
  • Tapi permasalahannya, relakah kita berkorban satu dengan yang lain.
  • Fokus Daud yang kedua : “Untuk menyenangkan hati TUHAN”

Fokus Daud yang ke-2 adalah pada kesenangan TUHAN. Oleh karena itu, hidupnya berakhir dengan kesukaan dan perkenanan TUHAN atas dirinya.

Kisah Para Rasul 13 : 22

13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Kalau kita mencari Tuhan dan melakukan segala kehendak-Nya, barulah kita bisa mendapatkan perkenanan Tuhan kepada kita.

  • Apabila kita mendapat perkenanan Tuhan, maka kita mendapat keabadian Tuhan.
  • Hidup saudara hanya 70-80 tahun di dunia ini, berapa tahun saudara bisa menikmatinya?
  • Ada banyak orang yang disuruh Tuhan pelayanan, tetapi jawaban mereka pada umumnya selalu nanti saja, karena belum siap melayani.
  • Tetapi ketika dokter katakan dia terkena kanker, baru dia berkata, “Tuhan, kalau Tuhan berkenan menyembuhkan saya, saya mau menyerahkan tubuh saya demi kemuliaan Tuhan”.
  • Jika saudara berbuat seperti ini, sama saja artinya saudara memberi barang rongsokan kepada Tuhan.

Selagi saudara masih muda dan masih kuat hari ini, kerjakanlah apa yang bisa saudara kerjakan untuk Tuhan.

  • Perhatikan baik-baik, tidak ada satu pekerjaan pelayanan bagi Tuhan yang memalukan.
  • Sebenarnya yang membuat kita malu adalah “ego” kita, yang membuat kita tidak produktif di dalam Tuhan.
  • Saya pernah melayani seorang ibu.
  • Dia pernah bernazar, kalau dia mendapat pekerjaan maka dia akan giat melayani Tuhan, tapi begitu dia mendapat pekerjaan dia justru menjauh dari Tuhan.
  • Ketika dia bertemu kami untuk dilayani, dia sudah terkena kanker payudara stadium akhir.

Ketika itu Tuhan hanya berkata kepada saya, “bahwa ibu ini bernazar kepada Tuhan tetapi tidak dia genapi”.

  • Saya berkata pada ibu itu, bahwa ibu ada janji kepada Tuhan tetapi tidak ibu genapi sehingga roh jahat mendapat hak disitu.
  • Kemudian dia mengakui, bahwa dia pernah bernazar kepada Tuhan, kalau dia mendapat pekerjaan, maka dia akan melayani Tuhan, tetapi setelah mendapat pekerjaan, dia justru focus pada dunia dan pekerjaannya.
  • Akhirnya dia terkena kanker sampai tidak bisa mengangkat tangannya.
  • Malam itu kami berdoa bersama dia, dia minta ampun pada Tuhan dan dia berkata, “Tuhan, kalau Tuhan menyembuhkan saya, saya mau kembali melayani Tuhan”.
  • Puji Tuhan kalau bisa sembuh tapi setelah didoakan tangannya langsung bisa digerakkan.
  • Amat disayangkan, seandainya dia lakukan apa yang dijanjikannya dalam nazarnya sewaktu dia dapat pekerjaan, maka dia tidak akan terkena kanker.

Berapa banyak dari kita, yang begitu mudah untuk berjanji kepada Tuhan (nazar), tetapi sulit untuk mengerjakannya?

  • Kita mudah sekali untuk mengumbar janji, “Tuhan, kalau Tuhan memberkati saya, saya akan rajin mengikut Tuhan”.
  • Tapi begitu diberkati, ternyata dia hanya rajin ikut menikmati dosa.
  • Seharusnya walaupun kamu belum diberkati, tetapi kamu tetap mau ikut Tuhan, maka engkau akan diberkati berlipat-lipat oleh Tuhan.
  • Tetapi karena kamu merasa belum diberkati, maka kamu tidak mau ikut Tuhan, sesungguhnya sikapmu ini akan membuat masalah baru bagimu.

Sebenarnya “ego” kitalah yang membuat sulit semua bagi kita tanpa kita sadari.

  • Fokus Salomo yang kedua : “Untuk menyenangkan dirinya sendiri”

Oleh sebab itu Salomo mengambil banyak istri untuk menyenangkan dirinya.

Dia memerintah selama 40 tahun. Kalau dia punya isteri dan gundik 1.000 orang, berarti Salomo menikah setahun rata-rata 25 kali, atau sebulan rata-rata ada 2 kali Resepsi Pernikahan di Istana Salomo.

1 Raja-raja 11 : 3

11:3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.

Ketika Salomo mulai menyenangkan dirinya sendiri, berarti Salomo malah bikin TUHAN menjadi murka kepadanya karena dia jadi tidak menyenangkan TUHAN.

Zaman dulu diperbolehkan memiliki isteri banyak karena TUHAN “masih di antara” umat-Nya, tapi sekarang Tuhan “sudah ada di dalam” umatnya, yaitu kita semua.

Jadi harus ada kekudusan total dari kita semua, karena Tuhan itu kudus maka kita juga harus kudus. Kalau kita tidak kudus, bagaimana mungkin Dia bisa ada didalam kita yang tidak kudus?

  • Saya selalu bertanya kepada pasangan yang mau menikah, apakah tujuan mereka menikah?
  • Jika jawaban saudara supaya senang, jangan menikah karena lebih enak menjadi single bisa kemana-mana.
  • Karena bila mereka menikah, mereka harus mempunyai komitment untuk menyenangkan pasangan mereka, bukan menyenangkan diri sendiri.
  • Kalau mereka menikah hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri, mereka akan kecewa dengan pasangannya.

Pengkhotbah 2 : 1-11

2:1 Aku berkata dalam hati: “Mari, aku hendak menguji kegirangan! Nikmatilah kesenangan! Tetapi lihat, juga itu pun sia-sia.”

Menikmati kesenangan sendiri itu sia-sia, tetapi anehnya sudah tahu akan sia-sia saudara masih mau juga melakukannya.

2:2 Tentang tertawa aku berkata: “Itu bodoh!”, dan mengenai kegirangan: “Apa gunanya?”

2:3 Aku menyelidiki diriku dengan menyegarkan tubuhku dengan anggur, — sedang akal budiku tetap memimpin dengan hikmat –, dan dengan memperoleh kebebalan, sampai aku mengetahui apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk dilakukan di bawah langit selama hidup mereka yang pendek itu.

Aku minum anggur untuk menyenangkan diriku, dan aku mencoba untuk mencari kesenangan dunia, tetapi aku tidak mabuk karena akal budiku tetap memimpin dengan hikmat, sehingga aku tetap fokus pada keadaanku.

Salomo berexperimen dengan kedagingan, termasuk berexperimen dalam bidang sexual.

2:4 Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur;

2:5 aku mengusahakan bagiku kebun-kebun dan taman-taman, dan menanaminya dengan rupa-rupa pohon buah-buahan;

2:6 aku menggali bagiku kolam-kolam untuk mengairi dari situ tanaman pohon-pohon muda.

2:7 Aku membeli budak-budak laki-laki dan perempuan, dan ada budak-budak yang lahir di rumahku; aku mempunyai juga banyak sapi dan kambing domba melebihi siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku.

Salomo punya banyak uang dan bisa membeli orang, karena Salomo kaya raya.

2:8 Aku mengumpulkan bagiku juga perak dan emas, harta benda raja-raja dan daerah-daerah. Aku mencari bagiku biduan-biduan dan biduanita-biduanita, dan yang menyenangkan anak-anak manusia, yakni banyak gundik.

Salomo mengumpulkan emas dan perak serta penyanyi-penyanyi pria dan wanita.

2:9 Dengan demikian aku menjadi besar, bahkan lebih besar dari pada siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku; dalam pada itu hikmatku tinggal tetap padaku.

Dimata manusia, Salomo hebat tapi dimata Tuhan Salomo sia-sia

2:10 Aku tidak merintangi mataku dari apa pun yang dikehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apa pun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segala jerih payahku.

Hal ini seperti dalam peristiwa Nuh.

  • Apa yang Salomo inginkan, langsung dia beli.
  • Apapun yang Salomo mau, harus terlaksana baginya.
  • Dari siang sampai malam Salomo sudah capek kerja, karena Salomo mau mendapatkan semua yang dia inginkan.
  • Jadi Salomo berkata, “aku lakukan apa saja yang aku mau”.

2:11 Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.

Semuanya sia-sia seperti menangkap angin.

  • Yang tidak sia-sia, yaitu ketika saudara menempatkan hati saudara pada Tuhan.
  • Saat saudara mencari Tuhan itulah yang tidak sia-sia.

Berikut ini kita lihat akhir hidup Salomo.

1 Raja-raja 11 : 5-9

11:5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,

11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.

Dahulu Daud yang menjadi tolok ukur, tapi sekarang yang menjadi tolok ukur kita adalah Yesus. Lebih berat karena kita harus menjadi seperti Yesus.

Bisa saja saudara menjadi seperti Yesus jika saudara mau. Tapi kalau tidak mau seperti Yesus, tidak akan pernah bisa.

11:7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.

11:8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.

Salomo melakukannya bagi para istrinya, yaitu bagi kesenangan dirinya sendiri.

11:9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,

TUHAN murka kepada Salomo, karena fokus Salomo bukan lagi kepada TUHAN, tapi kepada dirinya sendiri.

  • Oleh sebab itu, fokuskan dirimu hanya pada Tuhan, jangan lagi focus pada dirimu sendiri.
  • Jangan melihat kebawah, kalau saudara melihat ke bawah, maka saudara akan mengasihani diri sendiri karena saudara merasakan banyak sekali kekuranganmu.
  • Masalahnya, saudara akan selalu melihat dirimu sendiri, mengapa saudara begini, mengapa saudara begitu?

Jika saudara melihat ke Tuhan, Tuhan akan berkata, “kamu berharga di mata-Ku” anak-Ku.

  • Oleh sebab itu saudara harus melihat ke Tuhan, jangan melihat diri sendiri.
  • Kalau saudara fokus pada diri sendiri, maka saudara akan kecewa dengan Tuhan, kecewa dengan sesama dan kecewa dengan keadaan.
  • Kalau saudara melihat Tuhan, maka saudara akan melihat masa depan yang penuh harapan yang Tuhan sediakan bagi saudara.

Kenyamanan dan keamanan yang Salomo dapatkan, bukan untuk mencari TUHAN tetapi untuk mencari kepentingan dirinya sendiri.

  • Berapa banyak orang ke gereja hari-hari ini yang hanya mencari roti, tetapi bukannya mencari salib?
  • Bagaimana dengan saudara? Apakah tujuan saudara ke gereja hanya untuk mencari roti ataukah mencari salib?
  • Saudara datang ke gereja adalah untuk mencari salib, juga mencari firman yang bisa mengubah dan menegur saudara.
  • Jika saudara mencari firman yang bisa mengubah dan menegur saudara, maka saudara tidak akan kecewa dengan firman yang keras dan tegas, karena walau sekeras apapun firman itu menegur saudara, saudara telah terbuka untuk menerimanya dan siap untuk diubah. Amin?

Yohanes 6 : 26

6:26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Yesus berkata, “kamu mencari Aku, bukanlah karena kamu telah melihat tanda-tanda, bukan juga karena kebenaran, melainkan karena telah kenyang makan roti”.

  • Inilah kesalahan fatal dari Gereja, karena tidak mengutamakan kebenaran dalam pemberitaan firman.
  • Sehingga orang-orang datang ke Gereja hanya untuk mencari berkat, atau mencari roti, bukannya mencari kebenaran dan teguran dari firman Tuhan.

Nabi Yesaya berkata “yang dicari adalah kesaksian dan teguran”

  • Bagaimana caranya saudara menjadi saksi Tuhan?
  • Bagaimana caranya supaya saudara siap mendengar teguran-teguran dan siap untuk berubah?
  • Kalau saudara merasa khotbah saya menghakimi, berarti saudara masih dikuasai daging, karena saya berbicara bukan menunjuk pada satu atau dua atau tiga orang disini, tapi yang paling benar adalah menunjuk diri saya sendiri.

Pengkhotbah itu harus membawa cangkul, bukannya membawa skop.

  • Kalau membawa skop berarti tanahnya dilempar kedepan ke orang lain.
  • Tapi kalau membawa cangkul berarti tanahnya ditarik ke belakang ke arah pengkhotbah, atau mengarah kepada perubahan kita yang paling dalam terlebih dahulu, barulah kemudian bisa merubah orang lain.
  • Jadi saudara ke Gereja ini harus mencari salib, bukanlah cari roti dan saudara telah siap memikul salib.

Apakah saudara mau mati bersama dengan Yesus di kayu salib?

  • Mengikut Yesus memang tidak mudah, karena kita harus masuk ke dalam melalui jalan yang sempit, jalan yang kecil.
  • Kalau saudara masuk melalui jalan raya yang lebar, pasti perjalanan saudara lancar, tapi ketika saudara masuk ke dalam melalui jalan yang sempit pasti sangat tinggi tingkat kesulitannya dan banyak kendalanya.
  • Tetapi tidak ada alternative lain bagi kita, karena kita harus lewat jalan yang sempit itu, supaya kita belajar hidup berkenan bagi Tuhan.

Matius 16 : 25

16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Ini ayat yang luar biasa, karena mengikut Yesus bukan hal yang mudah, bukan asal percaya kepada Yesus.

  • Karena Yesus berkata, “kalau kamu menyelamatkan nyawamu maka kamu akan kehilangan nyawamu, tapi kalau kamu kehilangan nyawamu demi Aku, maka kamu baru bisa mendapatkannya kembali”.
  • Kalau hartamu, nama baikmu, gelarmu tidak mungkin kamu bawa mati, mengapa semuanya itu mau kamu selamatkan?
  • Yang diselamatkan hanyalah diri kita, yaitu bagaimana caranya supaya kita selamat dan sampai di kekekalan.
  • Kamu harus kehilangan segala-galanya demi Tuhan, baru bisa mendapatkan Tuhan.

Semakin saudara bertambah dewasa rohani, maka semakin bertambah sulit pula engkau berjalan bersama dengan Tuhan. Mengapa?

  • Ketika kita masih anak-anak, kita mudah mendapatkan segala sesuatunya karena semua difasilitasi oleh orang tua kita.
  • Tetapi ketika saudara dewasa, saudara harus mencari uang sendiri untuk menghidupi diri sendiri.
  • Demikian pula halnya ketika saudara sudah dewasa rohani, fasilitas saudara semakin banyak Tuhan kurangi seiring semakin dewasanya rohani saudara.

Pertanyaannya sekarang :

  • Apakah saudara mau menjadi anak-anak terus?
  • Apakah saudara mau digendong terus?

Kita harus belajar menjadi orang Kristen yang dewasa rohaninya, bukan menjadi orang Kristen anak-anak terus menerus, yang maunya hanya minum susu.

  • Kita harus belajar makan makanan keras.
  • Jika saudara sudah terbiasa makan makanan keras, kemudian kembali lagi makan bubur, itu namanya orang sakit.
  • Beranikah saudara kehilangan nyawa demi Tuhan?
  • Beranikah saudara melepaskan segala-galanya demi Tuhan?

Kita datang ke rumah Tuhan untuk mencari salib, bukan mencari roti.

  • Salib bukan dimakan tapi dipikul.
  • Kerajaan Daud indah karena kesukaannya adalah Tuhan. Keindahannya dari firman Tuhan.
  • Kerajaan Daud abadi, tapi kerajaan Salomo dikoyak.
  • Yesus bangga disebut anak Daud. Dia tidak complain dibilang anak Daud.

Yesus tidak pernah di katakan anak Salomo, karena Daud indah di mata Tuhan.

Apakah saudara mau indah di mata Tuhan? Pasti mau.

Caranya jangan focus pada diri sendiri, jangan focus pada hal-hal jasmaniah, tapi fokuslah pada hal-hal yang bersifat rohaniah.

1 Raja-raja 11 : 11

11:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu.

Kerajaan Israel dikoyak menjadi dua kerajaan, yaitu menjadi kerajaan Israel dan kerajaan Yehuda.

Kerajaan Salomo tidak abadi, tapi kerajaan Daud abadi.

Matius 6 : 29

6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Semaraknya Salomo dengan segala kemegahannya masih kalah keindahannya bila dibandingkan dengan bunga bakung di padang.

Karena bunga bakung di padang yang dipelihara Tuhan jauh lebih indah daripada Salomo yang “mempercantikkan” dirinya sendiri dengan kemewahan, kejayaan dan kenikmatan dunia.

Inilah perbedaan “Fokus” antara Daud dan Salomo

  1. DAUD DAN SALOMO SAMA-SAMA JATUH DALAM DOSA, TETAPI BERBEDA CARA MEREKA MENYELESAIKANNYA
  1. Perbedaan pertama : “Daud bertobat, tetapi Salomo tetap menikmati dosa”

1 Tawarikh 21 : 1-2

21:1 Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel.

21:2 Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat: “Pergilah, hitunglah orang Israel dari Bersyeba sampai Dan, dan bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka.”

1 Tawarikh 21 : 7

21:7 Tetapi hal itu jahat di mata Allah, sebab itu dihajar-Nya orang Israel.

1 Tawarikh 21 : 11-17

21:11 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, lalu berkatalah ia kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Haruslah engkau memilih :

Daud kamu harus memilih satu dari tiga alternative hukuman yang akan dia alami karena kesalahannya itu.

21:12 tiga tahun kelaparan atau tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau, atau tiga hari pedang TUHAN, yakni penyakit sampar, ada di negeri ini, dan malaikat TUHAN mendatangkan kemusnahan di seluruh daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku.”

Ayat ini juga memberitahukan kita, bahwa setiap dosa ada konsekuensinya.

  • Baik jangka pendek, maupun jangka panjang pasti ada konsekuensinya.
  • Oleh sebab itu berhati-hatilah saudara hidup.
  • Tuhan memberi pilihan, tiga tahun kelaparan atau tiga bulan melarikan diri dari hadapan lawan atau tiga hari pedang Tuhan yaitu penyakit sampar ada di negeri ini?

21:13 Lalu berkatalah Daud kepada Gad: “Sangat susah hatiku, biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.”

Biarlah aku jatuh ke tangan Tuhan karena besar kasih sayang-Nya, tapi jangan sampai aku jatuh ke tangan musuhku.

21:14 Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel, maka tewaslah dari orang Israel tujuh puluh ribu orang.

Disebabkan Daud berzinah dengan Barsyeba, delapan orang binasa. Tetapi karena Daud menghitung pasukannya, tujuh puluh ribu orang rakyatnya binasa.

21:15 Pula Allah mengutus malaikat ke Yerusalem untuk memusnahkannya, dan ketika hendak dimusnahkannya, maka TUHAN melihatnya, lalu menyesallah Ia karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya itu, lalu berfirmanlah Ia kepada malaikat pemusnah itu: “Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu!” Pada waktu itu malaikat TUHAN itu sedang berdiri dekat tempat pengirikan Ornan, orang Yebus.

21:16 Ketika Daud mengangkat mukanya, maka dilihatnyalah malaikat TUHAN berdiri di antara bumi dan langit, dengan di tangannya pedang terhunus yang diacungkan ke atas Yerusalem. Lalu dengan berpakaian kain kabung sujudlah Daud dan para tua-tua.

Daud bertobat.

21:17 Dan berkatalah Daud kepada Allah: “Bukankah aku ini yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Ya TUHAN, Allahku, biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku, tetapi janganlah tulah menimpa umat-Mu.”

Aku yang menyuruh menghitung rakyat, aku yang telah berdosa, mereka tidak tahu apa-apa, hukum saja aku.

  • Hanya orang yang tidak ada ego yang bisa berkata seperti ini.
  • TUHAN, jangan hukum mereka, tapi hukum saya saja dan keluargaku.
  • Kalau Daud tidak berkenan dihadapan TUHAN, tidak mungkin Daud bisa berkata seperti itu.
  • Daud orang yang hebat sampai TUHAN berkata, “Hanya Daud yang berkenan dihadapan-Ku”
  • Perbedaan kedua :  “Daud dan Salomo sama-sama berbuat dosa, tetapi Salomo menikmati dosanya, sedangkan Daud tidak menikmati dosanya”

Bagaimana dengan kita, apakah kita seperti Daud dan Salomo ini yang sama-sama berbuat dosa, tapi jalan keluarnya yang berbeda. Salomo tetap menikmati dosa, sedangkan Daud tidak.

  • Berapa banyak dari kita masih menikmati dosa seperti Salomo?
  • Berapa banyak dari kita masih merasa tertuduh oleh dosa?
  • Berapa banyak dari kita merasa jijik dengan dosa seperti Daud?
  • Berapa banyak dari kita yang membenci dosa seperti Daud?

Sampai Paulus berkata “siapa yang bisa melepaskan aku dari tubuh celaka ini?” Tetapi, “untung ada Yesus dengan kasih karunia-Nya sehingga aku bisa lepas dari tubuh celaka ini.”

  • Siapa yang bisa melepaskan saudara dan saya dari tubuh celaka ini, yang maunya terus jatuh ke dalam dosa?
  • Kita hanya bisa berkata, “Terima kasih Tuhan, Tuhan telah hadir dalam hidup saya dan Tuhan mau melepaskan saya dari tubuh celaka ini.”

Masalahnya :

  • Berapa banyak dari kita menikmati kepahitan?
  • Berapa banyak dari kita menikmati sakit hati?
  • Berapa banyak dari kita masih menikmati dosa?
  • Berapa banyak dari kita masih dikendalikan “ego” dan menikmatinya, masih dikendalikan oleh kesombongan dan keangkuhan?

Kalau saudara masih menikmati dosa-dosa ini :

  • Sekaranglah waktunya, saudara harus melepaskan semua dosa tersebut, selagi masih tersedia waktu bagi saudara.
  • Saudara harus benar-benar merasa jijik dengan semua dosa itu, supaya saudara mendapatkan perkenanan dari Tuhan dan bisa hidup di dalam jalan Tuhan.

III. PERBEDAAN DALAM HAL TERGANTUNG PADA TUHAN ATAU PADA MATERI.

Salomo tergantung pada materi (harta dunia), tapi Daud tergantung pada TUHAN.

  • Salomo ingin uangnya terus bertambah, untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari yang begitu besar membiayai perkawinannya setiap bulan dan kebutuhan istri dan gundiknya yang 1000 orang itu.
  • Akibatnya Salomo fokus hanya pada materi, sehingga akhirnya uang haram dan uang “antikris” (orang berhala) Salomo terima dengan senang hati.

1 Raja-raja 10 : 14

10:14 Adapun emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta,

Emas seberat “enam ratus enam puluh enam” (666) talenta, diterima Salomo dari “antikris” dalam setahun.

  • Uang antikris (666) dalam bentuk emas, masuk kedalam perbendaharaan Salomo dan membuat dia tidak focus pada TUHAN.
  • Sedangkan Daud hatinya melekat pada TUHAN, bukan pada uang atau emas.
  • Bagi Daud, uang bukanlah segala-galanya.

Kalau uang menjadi segala-galanya dalam hidup kita, maka kita akan dikendalikan oleh uang.

  • Uang akan memerintah dalam hidup kita dengan cara otoriter, apabila kita memberhalakan uang menjadi tuhan kita.
  • Daud yang terbiasa hidup “melarat” atau hidup susah sejak kecil, tapi Salomo tidak terbiasa dengan kesulitan kehidupan.
  • Oleh sebab itu Salomo menarik pajak yang besar hingga terkumpul seberat “enam ratus enam puluh enam” talenta emas setiap tahun.

1 Raja-raja 12 : 4

12:4 “Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu.”

Semasa raja Daud, rakyat Israel telah dipungut pajak walaupun besarannya wajar, namun demikian dirasakan cukup memberatkan oleh rakyat.

  • Setelah Salomo jadi raja, rakyat Israel minta pajak yang ditanggungkan oleh ayahnya kepada mereka diringankan.
  • Tetapi pajak yang ditanggungkan oleh Salomo kepada mereka malahan di perbesar, sehingga terlalu memberatkan.
  • Masalahnya, biaya hidup Salomo terlalu besar karena membiayai 1000 istri dan gundik, sehingga Salomo berfokus pada materi.

IV. PERBEDAAN DAUD DAN SALOMO DARI ASPEK PEMANFAATAN WAKTU

Mazmur 84 : 11

84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Daud berkata lebih baik satu hari di pelataran TUHAN, di tempat yang paling rendah dalam bait Allah sekalipun, daripada seribu hari di tempat lain.

  • Lebih baik berada satu hari ditempat yang paling rendah dalam Kerajaan Sorga, daripada seribu hari di tempat lain di dunia ini.
  • Berapa banyak dari kita memakai waktu kita untuk membangun hubungan dan keintiman dengan Tuhan?
  • Berapa banyak dari kita memakai waktu kita untuk membangun hubungan dan keintiman dengan sesama?
  • Bagaimana kamu bisa membangun hubungan dengan sesama kalau kamu tidak pernah membangun hubungan dengan Tuhan?

Ingat! Orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain, pasti kurang berbicara atau ngobrol dengan Tuhan dalam doa nya.

  • Kalau saudara benar-benar menghargai waktu, lebih baik saudara berada di tempat yang paling rendah dalam hadirat Tuhan daripada di tempat lain.
  • Kalau saudara punya hubungan special dengan Tuhan, maka saudara juga memiliki hubungan yang special dengan sesama.
  • Jika saudara sudah memiliki hubungan yang special dengan sesama, maka saudara tidak akan menjadi batu sandungan atau beban bagi orang lain.
  • Jika saudara mau memiliki hubungan special dengan Tuhan, maka saudara harus memanfaatkan waktu saudara dengan baik.

Mazmur 90 : 10-12

90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Ini adalah doa Musa yang disadur oleh Daud menjadi Mazmur.

  • Kebanggaannya Daud adalah kesukaran dan penderitaan (salib).
  • Salib itu menjadi kebanggaan kita.
  • Kita tidak tahu hidup kita di dunia ini sampai usia berapa, kemudian hidup kita berlalu.
  • Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri kita dengan baik, agar ketika waktunya telah tiba untuk kembali kepada Sang Pencipta, kita benar-benar telah siap memasuki kehidupan yang kekal bersama dengan Tuhan.

Persiapkanlah dirimu masuk masa kekekalan di sorga bersama dengan Tuhan.

90:11 Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu?

90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Daud senantiasa dekat dengan TUHAN :

  • Ajarlah aku menghitung hari-hariku selama aku hidup di dunia ini, agar aku memperoleh hati yang bijaksana.
  • Daud banyak menghabiskan waktunya dalam pengembaraannya bersama dengan TUHAN.

Sedangkan Salomo :

  • Menghabiskan waktunya dalam kemewahan istananya serta pesta-pesta pernikahannya sepanjang tahun selama dia jadi raja.
  • Menikmati dunia dan bercengkarama dengan wanita-wanitanya.

Persamaan Daud dan Salomo, hanya sama-sama memerintah sebagai raja Israel selama empat puluh tahun.

Tapi perbedaannya adalah :

  • Daud mencari TUHAN, sedangkan Salomo mencari perempuan.
  • Daud mencari kesukaan TUHAN, sedangkan Salomo mencari kesukaan dirinya sendiri.

Perbandingan penggunaan waktunya Salomo untuk TUHAN, dibandingkan untuk kebutuhannya sendiri :

  • Salomo membangun istananya selama 13 tahun.
  • Sedangkan untuk membangun rumah TUHAN (Bait Suci selama 7 tahun.
  • Artinya Salomo lebih banyak menggunakan waktunya untuk dirinya sendiri.

Bagaimana dengan saudara?

  • Mulai sekarang pakailah waktu saudara lebih lama untuk memuliakan Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan.
  • Pakai waktu saudara untuk melayani, selagi fisik saudara masih kuat.

Ada satu ceritera sebagai perumpamaan :

  • Ada seseorang yang menderita sakit kanker didatangi oleh seorang pendeta dengan membawa “setangkai bunga yang sudah layu”.
  • Orang yang sakit kanker itu bertanya kepada si pendeta, mengapa dia diberi bunga yang layu.

Pendeta menjawab, ketika kamu diminta mengajar anak-anak Sekolah Minggu, kamu menolak.

  • Waktu kamu diminta untuk melayani, kamu menolak.
  • Waktu kamu diminta melayani yang lain, kamu juga menolak.
  • Kamu selalu menolak pelayanan sesuai panggilanmu.
  • Tetapi begitu kamu sudah “layu” seperti bunga ini, barulah kamu berkata, “Tuhan, saya mau melayani, asalkan Tuhan menyembuhkan saya”.

Itulah sebabnya, selagi tubuh kita masih muda dan kuat, mari kita sama-sama mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan untuk Tuhan.

  • Apapun pandangan orang terhadapmu tidak usah dipedulikan, yang penting kamu melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk siapa-siapa.
  • Misalnya kamu disuruh memungut sampah dalam ruangan ini, lakukan saja, itu bukan pekerjaan yang memalukan, tapi pekerjaan yang Tuhan utus untuk kamu lakukan dan ada upahnya.
  • Meskipun saudara tidak bisa melakukan apapun, minimal saudara masih punya waktu berdoa di rumah untuk mendoakan semuanya, supaya benar-benar kita saling menolong.

Inilah yang Tuhan inginkan, agar kita memanfaatkan waktu kita bersama dengan Tuhan dengan benar.

V. PERBEDAAN HASIL KEHIDUPAN DAUD DAN SALOMO

Hasil kehidupan Daud indah, tetapi hasil kehidupan Salomo hanyalah kebinasaan.

1 Petrus 1 : 24-25

1:24 Sebab: “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,

Inilah kehidupan Salomo.

  • Hidupnya menjadi sia-sia, hidupnya menjadi kering dan menjadi layu.
  • Dan semuanya menjadi tidak ada artinya lagi, karena dia binasa.

1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

Inilah kehidupan Daud.

  • Firman TUHAN abadi selama-lamanya dan Daud tetap taat dan setia sampai akhir hayatnya.
  • Fokus Daud pada firman TUHAN, sedangkan Salomo pada dirinya sendiri.
  • Bagaimana dengan saudara, dimanakah focusmu?

Pertanyaannya sekarang, bagaimanakah dengan fokus saudara?

  • Apakah saudara juga jatuh dalam dosa?
  • Apakah saudara bertobat atau menikmati dosa?
  • Apakah saudara menggantungkan pikiranmu pada uang, pada kemegahan dunia?
  • Apakah saudara menggantungkan harapanmu kepada Tuhan?
  • Apakah saudara menggunakan waktu hidupmu dengan benar?

Pergunakanlah waktumu didalam hidupmu dengan sebaik-baiknya agar hidupmu menjadi indah dihadapan Tuhan, tidak seperti Salomo yang kehidupannya hilang lenyap begitu saja.

  • Apakah kita semua mau berubah?
  • Apakah kita semua mau dibentuk Tuhan?
  • Apakah kita semua mau diproses Tuhan?

Ingatlah, kita datang kepada Tuhan untuk mencari salib, bukan untuk mencari roti.

Ingatlah, kita datang kepada Tuhan untuk dibentuk dan diproses oleh Tuhan, bukan untuk menyenangkan diri kita sendiri.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

14 APRIL 2019 APAKAH ANDA LAYAK SEBAGAI IMAM (VIDEO KHOTBAH)

Warta 14 April 2019 MEMBERI BARANG RONGSOKAN

MEMBERI BARANG RONGSOKAN

            Adalah kerinduan hati Tuhan kalau setiap pengikutNya bukan sekedar percaya namun mencintai Dia dengan segenap hati (Markus 12:30). Tujuannya adalah cinta dari Tuhan tidak bertepuk sebelah tangan melainkan bersambut. Cinta yang bersambut akan membawa manusia pada rencana besar Allah lebih dari sekedar diselamatkan.

Jadi masalah muncul ketika cinta akan Tuhan hanya sebatas ucapan belaka. Hal ini layaknya ibadah tanpa pemahaman dan ibadah tanpa pengenalan. Ibadah tanpa pemahaman dan tanpa pengenalan tak ada bedanya dengan hidup tanpa roh seperti binatang.

Nyatanya dewasa ini banyak sekali orang yang mengaku percaya, mereka beribadah tanpa mengerti apa arti ibadah dan tidak mengenal siapa yang dia sembah. Semua tertampak dari gaya dan cara hidup mereka yang sia-sia. Mereka hidup bagai “binatang” yang terus menerus mengejar pemuasan hasrat diri sendiri dan hawa nafsunya belaka tanpa mengerti arti iman yaitu percaya dan mempercayakan diri padaNya.

Manusia yang seperti ini bisa juga melayani, tapi sayang dia tidak mengerti siapa yang dilayani, apa arti pelayanan serta bagaimana mereka seharusnya melayani. Orang seperti ini  pelayanannya sarat dengan “aku” (ego) dan sarat dengan kemunafikan dan buahnya adalah kekecewaan diri sendiri atau  mengecewakan orang lain. Jadi saudaraku pelayanan tanpa didasari pada cinta kasih kepada yang dilayani pasti tidak akan bertahan dan berujung kesia-siaan.

Disisi lain orang yang tidak mencintai Tuhan juga bisa mengundur-undur pelayanan karena pada dasarnya  fokus cintanya masih pada diri sendiri.

. Pelayanan apapun yang ditawarkan akan ditolak-tolak dengan alasan belum siap, masih sibuk bekerja, sibuk urus anak, sedang ada masalah, mau tamasya dan sebagainya. Pada dasarnya orang seperti ini mengasihi kesenangan dan dia tidak menyadari kesehatan yang diperoleh adalah pemberian Allah yang dia tolak-tolak. Rasul Paulus pernah mengingatkan pelayanan tidak bisa dibatasi situasi dan kondisi apapun (2Timotius 4:2). Jadi jika pelayanan masih dibatasi oleh keadaan artinya pelayanan masih sarat dengan ego tanpa cinta Tuhan.

            Saudaraku perhatikan orang yang belum sungguh-sungguh cinta Tuhan yang masih mau menikmati kesejahteraannya begitu terkena penyakit mematikan barulah berjanji jika Tuhan sembuhkan dia maka dia mau melayani Tuhan.  Bukankah intinya sekali lagi ingin menikmati kesenangan yang dibalut dengan hal-hal rohani? Bukankah seseorang yang setelah sakit baru mau melayani jika Tuhan sama dengan niat memberi Tuhan barang rongsokan?

BABEL – 02 APRIL 2019

Juga kata mereka : “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak keseluruh bumi.” (Kejadian 11 : 4)

B   A   B   E   L

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH SELASA 02 APRIL 2019

================

PENDALAMAN ALKITAB

SHALOM !

Saya percaya, yang rohaninya masih anak-anak tidak ada di ruangan ini. Semuanya beranjak dewasa, bahkan sudah matang rohani dan siap berjumpa dengan Tuhan.

Perjumpaan dengan Tuhan adalah saat-saat yang sangat membahagiakan dan luar biasa indahnya, karena mulai saat itulah kita akan hidup kekal bersama dengan Tuhan dan tidak akan pernah mengalami kematian lagi.

Hari ini kita berbicara tentang “Babel” dan kisah tentang Babel tidak akan terlepas dari seorang tokoh yang bernama Nuh.

  • Ketika kejahatan manusia sudah sangat parah, maka menyesallah TUHAN karena telah menjadikan manusia, sehingga TUHAN membinasakan mereka dengan air bah.
  • Yang TUHAN sisakan hanyalah Nuh, istrinya dan anak-anaknya.
  • Anak-anaknya Nuh 3 orang, bernama Sem, Ham dan Yafet.
  • Babel adalah kerajaan, dengan rajanya yang bernama Nimrod.
  • Nimrod anak dari Ham dan cucu Nuh.

Kejadian 9 : 22

9:22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.

Melihat aurat ayahnya atau menyetubuhi, “to enjoy” (dalam bahasa Inggris) atau “way-yar” (dalam bahasa Ibrani). Ham menikmati aurat ayahnya. Yang dilakukan Ham adalah perilaku homo seksual. Ham bercerita kepada kedua kakaknya apa yang dilakukannya, sehingga akhirnya Nuh tahu dan marah, lalu mengutuk Ham.

Keturunan Ham namanya Nimrod.

Kejadian 10 : 9-10

10:9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN.”

“Gagah perkasa di hadapan Tuhan”, terjemahan sebenarnya adalah “orang yang selalu mengandalkan kekuatannya sendiri di hadapan Tuhan”.

Nimrod adalah seorang pemburu yang merasa dirinya gagah perkasa (the mighty hunter), sehingga Nimrod selalu mengandalkan kekuatan dan kehebatannya itu.

  • Inilah cikal bakal dari kerajaan Babel.
  • Jadi, Babel adalah suatu kerajaan, yang rajanya mengandalkan kekuatannya, mengandalkan daya upaya atau kemampuannya sendiri.
  • Babel masih ada sampai hari ini.
  • Babel yang dimaksudkan disini, bukan kota Babel atau Babilonia yang berada di Iran sekarang.

Oleh karena itu, kita akan membahas Babel secara “spirit, bukan secara fisik”.

  • Babel menandakan kerajaan iblis yang dipimpin oleh Lucifer.
  • Babel artinya “dikacau-balaukan” oleh TUHAN bahasa seluruh bumi.
  • Babel adalah tempat orang-orang Israel di tawan.
  • Nebukadnezar adalah raja Babel ketika orang Israel ditawan selama tujuh puluh tahun oleh Babel, karena orang Israel memberontak kepada TUHAN.
  • Ketika seorang percaya memberontak kepada Tuhan, tanpa dia sadari orang percaya itu ditawan oleh Babel, artinya dia ada di dalam suatu kerajaan yang dipimpin oleh Lucifer.

2 Raja-raja 20 : 12-19

20:12 Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya.

20:13 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.

Setelah Hizkia disembuhkan TUHAN, Hizkia bukannya bersaksi tentang kebesaran TUHAN tetapi memamerkan kekayaan pribadinya.

  • Hizkia memamerkan kekuatannya, perbuatannya ini identic dengan Nimrod, yang mengandalkan kekuatannya sendiri.
  • Karena dia mengandalkan kekuatannya sendiri, akhirnya dia ditawan.

20:14 Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: “Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?” Jawab Hizkia: “Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!”

Mereka datang dari Babel. Seharusnya Hizkia bersaksi tentang kebesaran TUHAN yang hebat, karena telah menyembuhkan Hizkia.

Tetapi Hizkia justru memamerkan kekayaan kerajaannya dan kekuatannya. Sikap dan perilaku Hizkia ini identic dengan Nimrod.

2 Raja-raja 20 : 15 – 19

20:15 Lalu tanyanya lagi: “Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?” Jawab Hizkia: “Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku.”

20:16 Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: “Dengarkanlah firman TUHAN!

20:17 Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.

TUHAN ingatkan, “Semuanya akan diangkut ke Babel dan ditawan oleh Babel.

Ketika saudara mulai mengandalkan kekuatan diri sendiri, ketika saudara mulai merasa bisa atau merasa mampu melakukan sendiri, maka tanpa saudara sadari, saudara sedang ditawan oleh Babel.

20:18 Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.”

Sida-sida yang dimaksud adalah Sadrak, Mesakh, Abednego dan Daniel.

20:19 Hizkia menjawab kepada Yesaya: “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Tetapi pikirnya: “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”

Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku, kata Hizkia dalam hatinya.

  • Berarti Hizkia punya “ego” yang membutakan mata hatinya, karena dia tidak peduli dengan keturunannya yang akan ditawan di kemudian hari.
  • Hizkia memerintah mulai usia 25 tahun dan usia 54 tahun Hizkia meninggal.
  • Raja Israel yang berumur pendek adalah Hizkia ini.
  • Setelah Hizkia meninggal, semua keturunannya menjadi tawanan Babel.

Jadi, Babel melambangkan Kerajaan Iblis.

  • Menara Babel terjadi setelah manusia bebas dari air bah.
  • Kejadian 6 sampai Kejadian 10, terjadinya air bah dan setelah air bah surut, muncul kerajaan Babel di Kejadian 11.

Kejadian 11 : 4

11:4 Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

Kejadian Babel ini tidak lama setelah air bah.

Mengapa Nimrod dan para petinggi kerajaannya mendirikan Menara Babel?

  • Maksud mereka mendirikan Menara Babel itu, sebenarnya bukanlah untuk keperluan beribadah mencari allah sampai ke langit.
  • Pendirian Menara Babel berbicara tentang akal-akalan manusia, agar aman dari serangan “Air Bah” dan mereka tidak akan mati bila ada air bah.
  • Seandainya ada air bah lagi dan setinggi apapun, mereka bisa naik ke tempat yang paling tinggi sehingga mereka aman.

Jadi, apabila ada “air bah” lagi, mereka tidak mati karena mereka sudah memiliki Menara Babel. Inilah yang disebut akal-akalan manusia untuk melawan TUHAN.

  • Akal manusia untuk melawan TUHAN disebut “roh pemberontakan”.
  • Untuk bebas dari penghakiman, seharusnya mereka berlari kepada TUHAN, tetapi mereka justru membuat Menara yang tinggi, supaya mereka bebas dari penghakiman dan hidup dengan cara yang bebas merdeka.
  • Mereka berhayal, “Saya mau hidup bebas, untuk itu saya akan membuat menara sampai kelangit, bila TUHAN membuat air bah lagi, saya tidak mati”.

Babel adalah tempat orang-orang percaya ditawan.

  • Dengan “akal budinya” manusia ingin hidup bebas menikmati dunia, serta memuaskan kedagingan mereka.
  • Dengan kondisi seperti ini berarti manusia memberontak kepada TUHAN.
  • Dan akibatnya manusia mulai di tawan di Babel.

Berapa banyak dari kita yang mulai terpukau dengan dunia sekuler, sehingga mulai memakai otak manusia kita?

  • Bila kondisi seperti ini terjadi pada kita, tanpa kita sadari kita telah melawan Tuhan.
  • Berapa banyak dari kita ketika masalah datang, kita langsung memakai otak kita untuk mencari jalan keluar mengatasinya?
  • Artinya, kita bukan mencari Tuhan terlebih dahulu, tapi otak dulu yang jalan.
  • Begitu otak kita jalan, disitulah bermulanya pemberontakan kepada Tuhan, karena otak kita hanya berpikir bagaimana supaya semuanya cepat beres.
  • Dalam otak kita tidak ada pikiran bagaimana caranya Tuhan dipermuliakan melalui masalah kita.

2 Raja-raja 24 : 1

24:1 Dalam zamannya majulah berperang Nebukadnezar, raja Babel, lalu Yoyakim menjadi takluk kepadanya tiga tahun lamanya; tetapi kemudian Yoyakim berbalik dan memberontak terhadap dia.

Setiap kali orang Israel berdosa, mereka pasti ditawan oleh Babel.

Setiap kali saudara jatuh lagi dan jatuh lagi dalam dosa, tanpa ada kemauan untuk bertobat dengan sungguh-sungguh, sesungguhnya saudara sudah berada dalam tawanan Babel.

Kejadian 11 : 6

11:6 dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

Ini baru permulaan usaha mereka, mulai dari sekarang apapun rencana mereka, pasti akan dapat terlaksana.

Genesis 11 : 6

11:6 And the LORD said, Behold, the people is one, and they have all one language; and this they begin to do: and now nothing will be restrained from them, which they have imagined to do.

Apa yang mereka inginkan, itu semua harus terlaksana.

  • Misalnya si A ingin berbuat dosa, bagaimanapun caranya harus terlaksana.
  • Tujuan menara Babel didirikan, supaya manusia bebas melampiaskan hawa nafsu tanpa takut dengan penghukuman.

Kejadian 6 : 5-6

6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Dari hatinya, manusia bisa membuahkan kejahatan.

  • Jadi pusat kejahatan manusia bersumber dari hati mereka.
  • Kecenderungan hatinya membuahkan kejahatan semata-mata.
  • Perbuatan dosa apapun yang mereka inginkan, pasti mereka lakukan.
  • Jadi sebenarnya tidak ada takutnya kepada TUHAN.

Seseorang yang seperti ini sudah dikontrol oleh dosa atau oleh hawa nafsunya bagaikan robot.

  • Orang seperti ini melampiaskan semua hawa nafsu yang ada di hatinya.
  • Sehingga terjadi pemberontakan kepada TUHAN.

6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Sadarkah saudara, sekecil apapun dosa yang engkau perbuat, tetap saja menyakiti dan melukai hati Tuhan?

Juga ketika engkau memenuhi hasrat dan keinginan hatimu, melampiaskan emosi dan hawa nafsumu, berarti engkau juga telah menyakiti dan melukai hati Tuhan?

Sebenarnya dosa seperti itu sama sekali tidak bisa ditolerir, tetapi kita harus sadar betapa besarnya toleransi yang telah Tuhan berikan kepada saudara dan saya.

Kejadian 6 : 11- 12

6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.

6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

Sebenarnya buminya tidak rusak, hanya manusianya saja yang rusak berat, hingga TUHAN berkata semuanya rusak, menjadikan hati TUHAN sangat sedih.

  • Waktu itu, semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi, artinya mereka melampiaskan semua kedagingannya.
  • Dalam peristiwa Babel, rusaknya manusia terulang lagi.
  • Manusia tidak mau bertobat, padahal manusia sudah melihat luar biasanya teguran dan penghukuman TUHAN.
  • Akhirnya mereka membangun suatu Menara, dengan tujuan kalau air bah datang, mereka bisa naik ke tempat yang tinggi.
  • Pikir mereka setinggi apapun air bah itu, mereka bisa lari ke tempat yang lebih tinggi lagi, yaitu Menara Babel.

Orang yang hidup berdasarkan keinginan dagingnya, tidak akan pernah sadar bahwa dirinya sedang mengundang ancaman serius bagi kehidupannya sendiri.

  • Jika saudara hidup berdasarkan hasrat dan hawa nafsu, tanpa engkau sadari engkau sedang mengundang ancaman nyata turun ke atasmu.
  • Kita semua bukan hanya orang yang sekedar minta pengampunan kepada Tuhan, tetapi adalah orang yang telah bertobat sungguh-sungguh.
  • “Tuhan, saya telah menyakiti hatimu Tuhan, saya mau kembali ke jalan-Mu. Tolonglah aku Tuhan, aku mau berjalan di jalan-Mu”
  • “Bersihkan hatiku dari semua kejahatan, supaya aku tidak melampiaskan semua kejahatan itu, Tuhan”.

Babel melambangkan Kerajaan Iblis.

  • Babel juga melambangkan pemberontakan manusia melawan TUHAN.
  • Mereka berpikir, karena telah ada menara, maka saat banjir sebesar apapun, orang Babel berkata bahwa dirinya pasti aman, karenanya aku mau hidup suka-suka.
  • Dosa tidak membawa manusia hidup dalam kedamaian, tetapi membuat hidup manusia menjadi kacau balau.
  • Dosa harus diperangi, dosa harus digumuli, dosa harus disingkirkan, bukan-nya malah dinikmati.
  • Kalau dosa mulai dinikmati, hidupmu pasti akan kacau balau.

Contoh Babel hari-hari ini, adalah berupa adanya pengajaran yang salah di Gereja.

  • Saudara perhatikan pengajaran Hypergrace di dalam Gereja, dasarnya baik tetapi pemahaman tentang arti kasih karunia Tuhan dijungkir-balikkan.
  • Tujuannya adalah agar jemaat dapat memuaskan hawa nafsunya menikmati dunia ini, dengan alasan demikian besarnya toleransi Tuhan atas perbuatan dosa manusia.
  • Sehingga jemaat tidak perlu minta pengampunan dari Tuhan, karena semua dosa telah diampuni, baik dosa dahulu, dosa sekarang maupun dosa yang akan datang, karenanya cukup mengucap syukur saja.
  • Penyesatan lainnya, banyak sekali orang yang berpikir, yang penting percaya kepada Yesus, karena sekali selamat sudah pasti selamat.
  • Ingat! Iblis juga percaya bahwa Yesus itu Tuhan, tetapi dia tidak selamat.

Inilah contoh Babel yang menyesatkan orang percaya hari-hari ini.

Manusia berpikir dengan otak sekulernya, kemudian masuk di dalam pengajaran yang namanya Hypergrace. Tujuannya adalah untuk membangun Menara Babel.

  • Akibatnya para penganut Hypergrace ini berbuat dosa tanpa beban dan tanpa takut akan Tuhan.
  • Karena mereka percaya, dosa mereka yang dahulu, yang sekarang, maupun yang akan datang sudah diampuni, sehingga tidak akan ada penghukuman bagi mereka.
  • Artinya mereka berbuat dosa dengan memanfaatkan kebaikan Tuhan.
  • Para penganut Hypergrace ini tidak sadar, bahwa sebenarnya mereka telah di tawan di Babel.

Akibatnya, mereka juga tidak sadar, bahwa seharusnya mereka melepaskan diri dari penghakiman dengan datang kepada Tuhan dan sungguh-sungguh bertobat.

  • Banyak orang yang tidak mau merasa dihakimi dengan dosa-dosanya.
  • Akibatnya mereka juga tidak mau mendengar “khotbah yang keras” karena kebenaran firman harus ditegakkan, namun mereka katakan menghakimi.
  • Akhirnya mereka mencari “pengajaran yang bisa menyenangkan hati, serta yang enak bunyinya ditelinga mereka”, dengan tujuan agar mereka bebas melampiaskan hawa nafsunya.

Misalnya si L sedang di pinggir jalan dan ada orang yang dalam posisi pasti ditabrak mobil di lintasan mobil jalan besar bila tidak segera menghindar.

  • Lalu si L berteriak supaya orang tersebut minggir, agar tidak ditabrak mobil.
  • Tetapi orang ini malah marah dan berbalik serta berkata kepada si L, supaya si L jangan menghakimi dirinya bisa ketabrak, karena pada dasarnya orang itu mau berjalan sendiri.
  • Inilah pekerjaan iblis dan orang itu sebenarnya sudah di tawan Babel.

Banyak orang yang tidak mengerti akan banyak hal, karena dagingnya begitu kuat menguasai hidup mereka, sehingga akhirnya mereka terjerumus.

  • Banyak orang yang merasa tidak mau dihakimi oleh firman yang keras, tapi mereja juga tidak mau dihukum, maka merekapun mencari pengajaran yang menyenangkan di telinga dan di hati mereka.
  • Kasih karunia tidak salah, kita semua hidup dalam kasih karunia Tuhan.
  • Tapi kalau kita mengeksploitasi kasih karunia dengan cara yang tidak wajar, itulah yang salah.
  • Oleh karena itu kita harus mengerti firman Tuhan, supaya kita tidak tersesat karena tereksplotasi ke pengajaran yang salah.

Misalnya, kita tanpa beban berbuat dosa separah-parahnya, karena kita percaya dosa kita itu sudah diampuni, bahkan dosa yang akan datangpun sudah di ampuni Tuhan. Inilah pengajaran Hypergrace dari Babel.

  • Jika demikian hal nya, berarti kita melecehkan kasih karunia Tuhan.
  • Misalnya, karena saya tahu si W pemaaf dan uangnya milyaran, maka tanpa beban saya curi uangnya dari tas nya.
  • Jika ketahuan saya tinggal minta maaf dan pasti di maafkan.
  • Saya melakukan hal yang sama berulang kali dan selalu diampuni oleh si W.

Jika terjadi hal yang demikian dalam hidupmu, berarti engkau telah melecehkan kebaikan hati si W.

  • Artinya, jika saudara hidup suka-suka dan tidak mau bertobat berarti saudara melecehkan kebaikan Tuhan.
  • Orang yang memanfaatkan kasih karunia Tuhan dengan cara yang salah, dia sudah terbelenggu dengan kerajaan Babel.
  • Seharusnya kita bisa membuktikan pengajaran mana yang benar dan mana yang salah.
  • Waspadalah, kerajaan Babel zaman sekarang adalah kerajaan iblis.

Banyak muncul pengajaran yang salah, akhirnya orang menikmati dosa dengan santai, seakan-akan dosa itu hal yang wajar dan tidak usah dipermasalahkan.

  • Tetapi kasih karunia, jauh lebih besar dari pada pelanggaran kita.
  • Tuhan itu sangat baik, tapi kasih karunia tanpa didikan, adalah kasih karunia murahan karena tidak ada tanggung jawab pada orang yang menerimanya.
  • Kita tidak hidup dalam kasih karunia murahan, tetapi kita hidup dalam Injil Kasih Karunia yang benar.
  • Justru kasih karunia ini melepaskan kita dari ikatan dan dosa, asal saudara mau datang pada Tuhan dan memperbaiki diri saudara.

“Tuhan, saya tahu saya salah. Tuhan, tolong saya, saya tidak bisa berbuat apapun untuk menolong diri saya sendiri, kalau Tuhan tidak tolong saya.”

Orang yang menuruti semua hawa nafsunya, berarti dia bergerak dengan “otot dan otak-nya”. Dan bila seseorang bergerak dengan mengandalkan “otak dan otot-nya”, itu berarti orang ini telah ditawan oleh Babel.

  • Misalnya, saudara kesal melihat ada orang yang tidak beres selalu membuat keributan disekitar saudara.
  • Jika saudara merasa punya otoritas atas orang itu, saudara lalu terpancing menantang orang itu, karena saudara merasa otot saudara lebih besar dan lebih kuat dari orang itu.
  • Maka saudarapun langsung menantang dia duel dengan mengandalkan otot saudara.
  • Seberapa kuat otot saudara? Mungkin memang benar otot saudara sangat kuat, tetapi sadarlah bahwa otot Tuhan jauh lebih kuat dari otot saudara.

Juga mungkin saja saudara merasa otak saudara paling pintar, karena otakmu bisa mengolah semuanya, sampai saudara bisa lepas dari masalah apapun.

  • Tetapi bagaimana kalau Tuhan tidak mau melepaskan saudara dari masalah saudara tersebut, sampai saudara benar-benar sadar dan menyerah kepada Tuhan serta mengandalkan Tuhan?
  • Orang yang paling kuat di dunia ini adalah orang yang selalu “melipat tangan dan menutup matanya” untuk berdoa kepada Tuhan.
  • Jika kamu membenci orang, tetapi orang yang kamu benci tersebut justru mengasihimu, dia mengampuni dan berdoa untukmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam posisi kerohanian yang berbahaya bagimu sendiri.

Misalnya saudara membenci saya dan saya berdoa untuk saudara, maka saudara dalam bahaya yang fatal karena saudara bukan berhadapan dengan saya, tetapi berhadapan dengan Tuhan.

  • Orang yang “paling kuat” adalah orang yang senantiasa mengampuni orang lain sesakit apapun dia disakiti.
  • Tubuh kita boleh sehat, otak kita boleh sehat, tapi kalau “hatimu tidak sehat” berarti engkau tidak sehat.
  • Jika saudara mau membuktikan “kekuatan”, jangan pakai “otot dan otak” tetapi pakai “lipat-tangan-tutup-mata” untuk berdoa.
  • Kalau saudara disakiti orang dan saudara berdoa untuk mengampuni orang itu, serta mengasihi dan berdamai dengan orang itu, berarti orang tersebut berada dalam masalah besar.
  • Tetapi kalau saudara disakiti orang dan saudara langsung membalas, maka saudaralah yang dalam masalah besar.
  • Bila kita di fitnah orang, secara batin kita terluka, tetapi secara roh kita harus mengampuni dan mengasihi dia karena kita melihat ada Tuhan di dalamnya.

Inilah orang yang paling kuat, karena punya hati pemaaf dan penuh kasih.

Yusuf adalah orang yang terkuat karena dia bisa mengampuni semua saudaranya yang membuang dia, bahkan selama 13 tahun Yusuf dalam pembuangan di Mesir.

  • Berapa banyak orang Kristen bisa mengampuni seperti Yusuf?
  • Orang yang menuruti hawa nafsunya tidak akan pernah mendapat apapun dan orang ini sebenarnya sedang ditawan oleh Babel.
  • Orang yang mengandalkan otak dan ototnya, pasti hidupnya akan selalu lelah karena dia akan selalu “stress” karena masalahnya tidak beres-beres, maka sesungguhnya orang ini sedang di tawan oleh Babel.

Masalah saudara tidak akan bisa beres, kalau saudara “tidak berserah” kepada Tuhan, karena keputusan ada di tangan Tuhan.

  • Masalahnya, mengapa ada orang Kristen mengalami stress berlarut-larut? Karena dia tidak mau berserah pada Tuhan.
  • Mereka tidak mau berkata, “Terserah Tuhan mau berbuat apa, tetapi saya percaya masa depan saya ditangan Tuhan penuh pengharapan”.
  • “Saya tidak takut dengan masalah apapun, karena saya percaya Tuhan saya adalah Tuhan yang hidup”.
  • “Saya tidak mau pusing dengan apapun, karena saya percaya Tuhan tidak akan meninggalkan saya”.

Tapi karena kita ditawan Babel, akhirnya kita bolak balik “stess” karena masalah kita, bingung berat bagaimana cara menangani masalah yang tak kunjung selesai.

  • Akhirnya kita mulai memakai “otak dan otot” kita untuk menyelesaikannya.
  • Bila saudara pakai otak dan pakai otot, saudara akan “stress” dan “letih lesu serta berbeban berat” sepanjang waktu.

Yakobus 3 : 13

3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.

Hikmat lahir dari kelemah lembutan. Adakah orang kasar yang berhikmat?

  • Tukang pukul atau algojo itu tidak berhikmat karena hikmat hanya lahir dari kelemahlembutan.
  • Tetapi orang yang kasar dan orang yang emosional, tidak ada hikmatnya karena hikmat lahir dari kesabaran.

Yakobus 4 : 1-5

4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

Mengapa kamu semua bertengkar dan saling menjatuhkan?

Bukankah semuanya itu berasal dari “hawa nafsumu yang sedang berkobar” di dalam tubuhmu?  Berarti kamu semua sedang dalam tawanan Babel.

4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Kamu mengingini sesuatu tapi kamu tidak dapat, sehingga kamu membunuh dan kamu iri hati, tetapi kamu tetap tidak mendapatkan apa-apa.

  • Jikalau kamu pakai otak dan otot, maka kamu tidak akan mendapat apa-apa karena kamu tidak berdoa.
  • Kalau kamu melihat ada yang tidak beres, jangan diselesaikan pakai otak dan otot, tetapi diselesaikan dengan doa. Tidak ada cara lain.

Ada yang berkata kalau dengan doa, lama sekali selesainya. Mungkin benar,tetapi dengan doa akhirnya selesai juga meskipun lama.

  • Permasalahannya, kita mau masalah kita selesai dengan cepat, tetapi Tuhan maunya masalah kita selesai dengan tepat.
  • Puji Tuhan kalau bisa selesai dengan cepat dan tepat.
  • Berarti kita berserah penuh kepada Tuhan untuk diajar dan dibentuk Tuhan, sehingga tidak ada pemberontakan keluar dari mulut kita dan kita terus mengikuti apa maunya Tuhan.
  • Dengan cara inilah masalah kita pasti akan selesai tepat pada waktunya.

4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Tetapi bagaimana bila kamu sudah berdoa, tetapi tetap tidak memperolehnya?

Itu karena kamu salah berdoa sebab yang kamu minta hanya untuk memuaskan hawa nafsumu.

  • Tuhan berkata “Aku tidak mau memberkatimu supaya kamu binasa, tapi Aku mau memberkati kamu supaya kamu dekat dengan-Ku”
  • Tuhan berkata “Kalau masalah ini membuat kamu dekat dengan-Ku dan mencari Aku, tidak apa-apa”.
  • Percayalah Tuhanmu tidak mau kamu menangis, Tuhanmu tidak mau kamu sedih, tetapi kalau kamu sedih itu disebabkan oleh kedaginganmu sendiri yang membuat engkau sedih.
  • Tuhan tidak mau kita sedih, tetapi daging kitalah yang mendorong kita untuk sedih.
  • Tuhan mau kita senantiasa bersukacita didalam Dia.

Paulus berkata “Bersukacitalah senantiasa dalam segala hal, karena itulah yang dikehendaki Tuhan”

  • Tuhan mau kita bersukacita dalam segala hal.
  • Kalau saya sebagai suami ingin supaya istri saya sukacita setiap hari, apalagi Tuhan, Dia pasti menginginkan anak-anak-Nya sukacita dalam Dia tiap hari.
  • Tuhan tidak mau kita merengut setiap hari, karena bikin wajah keriput.
  • Oleh karena itu, masalah apapun yang kita hadapi, kita tidak usah merengut karena kita tahu semua ada ujungnya dan mendatangkan kebaikan.

4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Kalau kamu mencari dunia, berarti kamu hanya mau mencari kenyamanan dunia.

  • Kalau kamu mau bersahabat dengan dunia, cinta pada dunia dan cinta pada dirimu sendiri, berarti engkau sedang bermusuhan dengan Allah.
  • Dan juga berarti engkau sedang ditawan oleh Babel.

4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata : “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”

Roh Allah ada di dalammu dan Roh ini diingini Tuhan dengan cemburu.

Maksudnya Roh Allah yang ditempatkan-Nya di dalam kita, Dia inginkan kembali lagi kepada-Nya dengan sempurna.

  • Tuhan menempatkan Roh-Nya di dalam kita dan Tuhan berkata, “Aku ingin Roh ini kembali kepada-Ku dengan sempurna”.
  • Bagaimana supaya Roh Tuhan dalam kita itu kembali kepada Tuhan dengan sempurna?
  • Terkadang Tuhan berbicara pada kita, bukan melalui orang di sekitar, bukan pula melalui firman-Nya, tetapi melalui situasi dan kondisi tertentu.
  • Lewat masalah demi masalah, lewat pergumulan demi pergumulan, Tuhan  berbicara terus pada kita.

Karenanya kita harus belajar mengampuni orang yang menyakiti hati kita.

  • Jika kita tidak disakiti kita tidak akan belajar mengampuni orang.
  • Bagaimana caranya mengampuni orang yang tidak menyakiti kita, apanya yang harus kita ampuni?
  • Inilah yang namanya berdoa.
  • Berdoa tidak pakai otot dan otak, tetapi memakai hati dan iman.
  • Jika kamu lelah menunggu jawaban doa yang tak kunjung dijawab Tuhan, itu karena dagingmu masih dominant.

Babel akhir zaman.

Wahyu 17 : 1-5

17:1 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.

Pelacur besar itu adalah “Babel besar”.

Dan “tempat yang banyak airnya” artinya kemakmuran.

Jadi Babel bisa melambangkan kemakmuran, kenyamanan duniawi.

17:2 Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.”

Raja-raja di bumi berbuat cabul dengannya, artinya menyerahkan diri pada dunia.

  • Berapa banyak orang Kristen yang awalnya melayani dengan hati yang murni, tidak berpikir tentang uang dan kejayaan namanya pribadi.
  • Tetapi begitu namanya sudah terkenal, orang itupun sudah berbeda motivasi pelayanannya karena sudah mulai pasang tarif, sudah pilih-pilih siapa yang mau dia layani.
  • Dia hanya mau melayani orang-orang tertentu yang “dompetnya super tebal”, tetapi menghindar melayani orang yang miskin secara financial.

Permasalahan “orang seperti ini” bukan pada tarifnya, tapi hatinya sudah terpaut dengan dunia, sudah terpaut dengan Babel bahkan sedang dalam tawanan Babel.

  • Dan pelayanan orang seperti ini, sudah pasti Tuhan tidak berkenan.
  • Orang yang melayani seperti ini, sedang “mabuk oleh anggur percabulan” artinya menjadi duniawi.
  • Orang-orang seperti inilah yang termasuk “raja-raja di bumi yang berbuat cabul dengan Babel besar” itu.

17:3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.

Inilah yang namanya Antikris itu.

17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

Hal ini berbicara tentang penyesatan.

Kain kirmizi berbicara tentang pengampunan, kain ungu bicara tentang kerajaan, maka pertanyaannya :

  • Bagaimana kalau firman ini tentang pengajaran?
  • Bagaimana kalau firman ini tentang teologi kemakmuran?
  • Banyak orang senang mendengar teologi kemakmuran ini, tanpa sadari bila mereka sedang mendengar ajaran untuk menjadikan mereka duniawi.

Alkitab mengajarkan kita untuk hidup dalam Roh, bukan hidup dalam daging.

  • Oleh karena itu, kalau pengajaran dari orang-orang itu membawa saudara kepada daging, maka pengajaran itu pasti salah dan menyesatkan.
  • Pengajaran harus lepas dari kedagingan bukan membangkitkan kedagingan.
  • Kalau pengajaran merangsang tumbuhnya kedagingan, maka pengajaran ini seperti tumor ganas dan itu mematikan.

Yang di manfaatkan oleh roh jahat adalah daging.

Firman Tuhan berkata, “Daging lemah dan roh itu penurut”.

  • Itulah sebabnya roh jahat selalu memberikan daging.
  • Jadi kedagingan orang-orang Kristen yang dipicu dengan pengajaran yang menjanjikan kenikmatan daging, akan menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka.
  • Karena kenikmatan daging adalah favourite manusia duniawi.

17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”

Babel besar inilah ibu dari wanita-wanita pelacur dan kekejian dari bumi.

  • Tanpa disadari banyak Gereja menjadi tawanan Babel besar ini, contohnya adalah gereja yang materialistis.
  • Semua yang dibahas dalam khotbah hanya perkara daging dan daging saja.
  • Jemaat di dorong pada kedagingan sehingga akhirnya sebagian besar jemaat menjadi tawanan Babel.
  • Advertising kuasa gelap itu menusuk pada daging kita dan hal itu sangat menganggu kita.
  • Advertising Tuhan akan terlihat dalam gaya hidup kita.

Gaya hidup kita jauh lebih bagus daripada kenikmatan akan dunia.

  • Untuk apa orang memiliki banyak harta, kalau tidak ada damai sejahtera?
  • Untuk apa memiliki segalanya kalau hidupnya terus diambang bahaya?
  • Apa yang dibawa seseorang, ketika dipanggil pulang ke rumah Bapa?

Kalau seseorang meninggal, tidak ada sesuatu apapun yang bisa dia bawa.

  • Saat lahir telanjang dan saat kembali kepada Tuhan, juga tidak pakai apa-apa lagi.
  • Tidak ada satupun yang dapat dibawa, harta sebanyak apapun.
  • Pada akhirnya semua gelar, semua kehebatan, semua otak sehebat apapun, semuanya tidak akan dibawa dan semua sia-sia dimata Tuhan.

Kalau saudara hari ini punya otak yang bisa menelaah firman Tuhan dengan benar, telaahlah firman Tuhan itu dan jadilah berkat dimanapun saudara berada.

  • Saya tidak pusing khotbah saya bagus atau tidak, tapi yang saya pusingkan adalah maukah kita semua berubah sama-sama?
  • Yang saya rindukan, kita berpegangan tangan dan sama-sama berubah.
  • Saya tidak mau kita saling menyakiti satu dengan yang lain.
  • Yang saya rindukan kita semua saling menopang satu dengan yang lain, saling menolong satu dengan yang lain, bukannya saling menghancurkan dan saling menjatuhkan.

Kita sudah dilepaskan dari kerajaan Babel, sekarang kita pindah ke dalam suatu kerajaan yang baru dan indah, yaitu Kerajaan Allah.

  • Kalau saudara sudah dilepaskan dari kerajaan Babel dan telah telah masuk ke Kerajaan Allah, jangan sampai tertawan lagi oleh kerajaan Babel.
  • Jika Gereja menyatu dengan dunia, maka rohani jemaatnya pasti tertidur.
  • Orang yang rohaninya tertidur, berarti dia tidak tahu apa yang dia alami hari-hari ini.
  • Orang Kristen yang bersundal dengan Babel besar, pasti kalah dengan kuasa kegelapan.

Kalau saudara mengandalkan otot saudara, saudara akan kalah dengan kuasa kegelapan.

  • Jika kamu memukul orang, memang benar kamu dapat mengalahkan dia, tetapi kamu langsung kalah dengan kuasa gelap dan kamu ditawan Babel.
  • Supaya kita jangan sampai tertawan lagi di kerajaan Babel, rohani kita harus terus terjaga.
  • Orang yang rohani nya tertidur, berarti dia tidak sadar dengan apa yang terjadi, karena dia tidak sadar akan apa kesalahan yang telah dia perbuat, bahkan melegalisir semua kelemahannya.
  • Gereja yang tertidur tidak sadar dengan situasi rohaninya, bahkan tidak peduli dan tidak menyimak firman Tuhan.
  • Mereka tidak mau mendengar khotbah yang keras, karena menurut mereka itu khotbah penghakiman, yaitu menghakimi siapa saja yang dengar, yang dibahas hanya dosa dan neraka terus.

Orang-orang yang rohaninya tertidur ini adalah mereka yang hanya mau khotbah yang enak-enak didengar telinga, artinya mereka hanya mau minum susu.

  • Tapi kalau saudara mau ditegur, marilah kita sama-sama makan makanan yang keras.
  • Gereja adalah Eklesia, yang artinya keluar dari dunia ini dan berlari kepada Kerajaan Allah.
  • Eklesia artinya sudah dilepaskan dari dunia, sudah dilepaskan dari kerajaan iblis dan kembali kepada Kerajaan Allah.
  • Kalau gereja itu Eklesia, harusnya gereja itu punya pengaruh positif terhadap dunia.

Saya tidak berbicara tentang gereja dalam arti gedung atau bangunan, tapi gereja yang dimaksud disini adalah saudara dan saya.

  • Kita harus menjadi “advertising” yang baik dimanapun kita berada.
  • Kita harus punya pola hidup dan tingkah laku sesuai dengan firman Tuhan.
  • Gereja tidak boleh “dibusukkan” oleh dunia.

Wahyu 18 : 4

18:4 Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.

Kalau hari ini kamu dengar saya teriak-teriak dari mimbar ini, itu supaya kamu harus keluar dari Babel, ayo keluar dari semua malapetaka karena dosa-dosa Babel, ayo kita keluar dari semua malapetaka itu.

Yeremia 51 : 6

51:6 Larilah dari tengah-tengah Babel, hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya, supaya kamu jangan tertumpas karena kesalahannya! Sebab inilah waktu pembalasan bagi TUHAN; Ia membayar ganjaran kepadanya.

Larilah dari Babel, kamu jangan tinggal di Babel lagi karena kamu sudah berubah.

  • Keluar dari Babel dan jangan lagi hidup seperti orang Babel.
  • Keluarlah sekarang dari Babel, supaya kamu tidak tertumpas oleh karena kesalahan-kesalahannya.
  • Ayo kita sama-sama keluar dari Babel.
  • Ayo kita pegangan tangan satu sama lain.
  • Kalau kita saling menjatuhkan, kita tidak akan kuat.
  • Tetapi kalau kita saling menolong satu sama lain, kita akan menjadi suatu kekuatan yang hebat.
  • Ayo, tinggalkan Babel itu sekarang juga!

Tuhan tidak melihat kuantitas manusianya ketika kita berperang, karena Tuhan bisa menghancurkan kerajaan-kerajaan besar hanya dengan 300 orang.

  • Tuhan tidak butuh puluhan atau ratusan ribu orang lasykar, tapi Tuhan hanya butuh 300 orang yang mau taat kepada Tuhan.
  • Berperang bersama dengan Tuhan, Dia tidak melihat jumlah orangnya, tetapi melihat hati kita yang paling dalam.

Tuhan hanya menginginkan hati kita yang taat dan setia kepada-Nya serta berserah penuh untuk berubah. Pertanyaannya :

  • Maukah kita semua berubah?
  • Maukah kita menjadi pribadi yang berbeda?
  • Maukah kita benar-benar ikut Tuhan?
  • Maukah kita setia berjalan bersama dengan Tuhan?

Walaupun kita diremehkan, direndahkan, orang melihat kita aneh, tapi percayalah bagi Tuhan kita cantik dimata-Nya.

  • Tidak usah takut dengan semua yang kita hadapi, karena semua masalah pasti ada ujungnya, bahkan sakit penyakitpun tidak akan bawa kamu mati.
  • Di dunia ini kita bisa sakit, tidak ada satupun yang abadi, semuanya pasti ada ujungnya, tetapi di sorga kita sehat total dan kita hidup kekal bersama Tuhan.

Kalau di dunia ini semua ada limitnya, begitu juga kesenangan kita ada limitnya, kesukaan kita ada limitnya, bahkan semuanya ada ujungnya.

  • Oleh sebab itu, larilah kepada kesenangan akan Tuhan, karena hanya inilah yang tidak ada limitnya.
  • Jika engkau lari pada kesenangan akan Tuhan, berarti engkau sedang berlari keluar dari Babel.

Kita sama-sama menyadari, bahwa :

  • Apa yang kita bahas dan dalami hari ini memang tidak mudah untuk dijalani, karena jauh lebih mudah memakai otak dan otot.
  • Betapa sulitnya untuk melipat tangan dan berharap pada Tuhan.

Tetapi jika engkau benar-benar anak Tuhan, maka engkaupun akan menyelesaikan masalahmu dengan cara Tuhan.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK – CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

KESUCIAN HATI MENGHANTAR KITA BERJUMPA DENGAN ALLAH – 31 MARET 2019

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Matius 5 : 8)


KESUCIAN HATI

MENGHANTAR KITA

BERJUMPA DENGAN ALLAH

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

MINGGU, 31 MARET 2019

=====================

IBADAH RAYA

SHALOM !

Dalam ibadah raya hari Minggu tanggal 31 Maret 2019 ini, kita akan belajar ber-sama tentang “hati manusia”, dengan thema khotbah “Kesucian Hati Menghantar Kita Berjumpa Dengan Allah.

Matius 5 : 8

5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Kita akan berbahagia jika kita berjumpa dengan Allah, tetapi untuk bisa berjumpa dengan Allah, hati kita harus suci, hati kita harus bersih.

  • Tanpa kesucian hati, kita tidak akan berjumpa dengan Allah.
  • Orang yang tidak suci hatinya, tidak akan bisa bersukacita didalam Tuhan.
  • Kalau hati kita tidak suci, kita bukan orang yang berbahagia.
  • Jadi kuncinya adalah pada “hati” kita masing-masing.

Kalau saudara menyimpan kepahitan, benci, kecewa terhadap orang lain, saudara tidak akan bisa berbahagia.

  • Orang yang iri hatinya jika ada orang lain punya mobil baru atau handphone baru, maka dia tidak akan bisa berbahagia.
  • Keserakahan manusia juga berasal dari hati manusia juga.
  • Sehingga orang yang hatinya dikuasai keserakahan, tidak akan pernah bisa merasa berbahagia, karena sebagai manusia dia akan selalu merasa tidak pernah puas dengan apa yang dia punyai.
  • Oleh sebab itu, seharusnya hanya Tuhan yang menjadi sumber kepuasan bagi kita semua.
  • Kalau kita menjadikan Tuhan sumber kepuasan kita, kita akan mengalami kesucian hati dan disitulah kita akan berjumpa dengan Allah.
  • Permasalahannya banyak orang terjebak dalam masalah “kesucian hati” ini karena berbagai macam hal yang ada di hatinya

Orang yang merasa tidak puas, merasa tidak senang, merasa kecewa dengan keadaan, kecewa dengan lingkungan, kecewa dengan orang lain, dia tidak akan pernah bisa berbahagia.

  • Misalnya jika saya iri dengan pendeta A dan B, maka saya tidak akan bisa berbahagia.
  • Kalau seseorang terus iri hati dengan orang lain, berarti hatinya tidak beres dan dia tidak akan pernah merasa berbahagia.
  • Kalau seseorang benci kepada si A dan B, melihat kekurangan si A dan B, bergosip tentang si A dan B, maka orang ini tidak akan pernah bisa puas dan tidak akan pernah bisa berbahagia.

Semuanya berpusat pada hati kita, dan “dari hati kita” bisa keluar apa yang baik dan juga apa yang jahat.

  • Kalau hati kita tidak beres, hati kita jahat, maka dari mulut kita juga akan keluar semua yang jahat.
  • Kalau hati kita beres dan jauh dari pikiran-pikiran yang jahat, maka semua perbuatan kita akan beres juga, serta akan baik dan terpuji.
  • Jadi, kita baru bisa berjumpa dengan Allah apabila hati kita beres atau hati kita suci atau bersih.
  • Dengan demikian, maka hati kita adalah “kunci” keberhasilan perjumpaan kita dengan Allah.

Misalnya saya peras buah jeruk ini, tidak mungkin yang keluar air melon atau teh botol. Apa yang ada di dalam kita, yang keluar bisa yang baik ataupun jahat.

  • Kalau hati seseorang sudah jahat, maka semua yang keluar dari mulutnya cenderung akan jahat semua, tidak mungkin keluar yang baik.
  • Kalaupun yang keluar dari mulutnya manis, itu hanya kemunafikannya saja.
  • Jadi, kalau orang hatinya jahat, maka dia akan selalu curiga dan kecewa dengan banyak hal.
  • Karena kalau hatinya sudah bermasalah, apa yang keluar dari hatinya pasti juga akan menjadi masalah.

Kalau hati seseorang tidak beres, maka darah orang lain atau darahnya sendiri bisa tercurah dengan sia-sia.

  • Tuhan mau, hati kita selalu beres, karena hati ini yang akan membawa kita berjumpa dengan Dia.
  • Saya pernah melayani seorang pendeta, yang emosinya luar biasa.
  • Pulang khotbah masih pakai jas dia bawa mobil lalu dipepet orang.
  • Akhirnya karena emosi, dia pukul-pukulan di jalan tol.
  • Hal ini menandakan hati si pendeta itu belum beres.

Kalau hati saudara dan saya beres, situasi dan kondisi yang tidak menyenangkan seperti apapun yang saudara alami, saudara akan menerimanya.

  • Bahkan Tuhan berkata, seandainya pipi kananmu ditampar orang, berikan juga pipi kirimu.
  • Kalau kamu dipermalukan seseorang dengan punggung tangan kanannya, berikan lebih daripada itu.
  • Jika hatimu beres dan jika hatimu bersih, maka saudara tidak akan pernah menuntut dan tidak akan pernah kecewa dengan keadaan.
  • Kalau hatimu bersih, engkau pasti bisa bersyukur dalam segala hal.

Kalau hatimu bersih, engkau akan berdamai dengan semua orang.

  • Engkau tidak akan mencari musuh, tetapi engkau akan mencari sekutu.
  • Engkau akan mencari jiwa-jiwa di sekitarmu, agar mereka juga mengalami pemulihan seperti yang engkau alami.

Semua hal tersebut diatas bersumber dari hati kita masing-masing.

  • Kalau saudara sering membicarakan orang dan menjelekkan orang kesana kemari, maka sebaiknya selidikilah hatimu karena pasti tidak beres.
  • Walaupun engkau pelayanan dari Senin ini sampai ke hari Senin berikutnya, tetapi kalau masih menjelekkan orang lain, berarti hatimu tidak beres.

Matius 15 : 1-20

15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata :

15:2 “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”

Sepuluh Perintah TUHAN yang ditulis pada Loh Batu, kemudian di jabarkan dalam 613 ketentuan hukum atau peraturan, maka itulah Hukum Taurat tersebut.

  • Hukum yang pertama, itulah hukum yang ditulis TUHAN di gunung Sinai dan diberikan kepada Musa, yaitu Hukum Taurat
  • Hukum kedua, adalah hukum tentang upacara.
  • Hukum ketiga, adalah hukum tentang adat istiadat. Hukum ada istiadatnya salah satunya adalah soal cuci tangan sebelum makan.
  • Kalau orang tidak melakukannya dengan tepat, dikatakan melanggar hukum.
  • Begitu ketatnya mereka (orang Farisi dan para ahli Taurat) menjalankan perintah agama, sehingga melupakan firman TUHAN.

15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?

Mengapa kita melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyang kita?

Mengapa kita mendahulukan kepercayaan leluhur kita, sehingga membuat kita menjadi tidak peduli dengan firman Allah?

15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.

15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,

Tetapi kamu berkata :

  • Aku sudah tidak punya kewajiban memelihara kalian sebagai orang tuaku, karena aku sudah mempersembahkannya kepada Allah.
  • Jadi, sudah aku lepaskan semua tanggung jawabku atasmu berdua sebagai orang tuaku.
  • Inilah keanehan adat istiadat orang Yahudi.

15:6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.

Yesus menegur orang-orang Farisi dan para ahli Taurat itu dengan berkata, “kamu merasa tidak wajib lagi menghormati kedua orang tuamu demi adat istiadatmu”.

“Berarti kamu telah membatalkan firman TUHAN, Allah mu, demi adat istiadat dan kepercayaan nenek moyangmu”.

15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:

15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Ibadah bukan perintah manusia, tetapi kehendak Allah.

Untuk apa kamu beribadah kepada-Ku, tetapi ajaran-ajaran yang kamu berikan adalah ajaran manusia, itu merupakan perintah manusia, maka ibadahmu itu dan ajaran kamu itu sarat dengan kedagingan.

15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:

15:11 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”

Yesus berkata, “bukan yang masuk kedalam mulut yang menajiskan orang”.

Tetapi kamu berkata, “Sebelum kamu makan kamu harus cuci tangan dulu, agar kamu tidak najis”. Ajaranmu ini salah besar.

Tetapi Aku berkata, “Yang keluar dari mulutmu itulah yang menajiskan kamu”.

Jadi, bukan karena kamu tidak cuci tangan sebelum makan, yang menyebabkan kamu masuk neraka. .

Jadi orang Yahudi mau menciptakan suatu komunitas yang lebih baik, tetapi ter-nyata agama hanya bisa menjadikan orang menjadi baik, sedangkan Tuhan mau menjadikan orang menjadi sempurna.

  • Kalau saudara mau menjadi orang baik, silahkan beragama karena semua agama menawarkan semua kebaikan.
  • Tetapi kekristenan bukan agama, kekristenan adalah hubungan pribadi kita dengan Allah yang benar.
  • Saudara datang ke gereja, bukan hanya untuk menjadikanmu orang yang baik, karena Yesus berkata, “walaupun kamu memuliakan Aku, tetapi hatimu jauh dari Aku, karena kamu memuliakan-Ku dengan bibirmu saja”.
  • Itulah agama.

Berapa banyak orang Kristen hari-hari ini yang terjebak di dalam pemahaman agamawi?

  • Hari Minggu mereka datang ke Tuhan hanya karena kewajiban dan bukan karena kerinduan kepada Tuhan.
  • Kalau saudara datang ke gereja dengan motivasi seperti itu, maka akhirnya mulutmu memuliakan Tuhan, tetapi hatimu jauh dari Tuhan.
  • Jadi saudara datang ke gereja seharusnya karena saudara rindu untuk memuliakan Tuhan dan saudara rindu untuk diubahkan Tuhan.
  • Kalau saudara rindu diubahkan, saudara harus mempersiapkan diri untuk dengar firman Tuhan.
  • Jika demikian saudara tidak akan pernah curiga dengan firman Tuhan dan saudara merasa ini adalah kebaikan karena saudara harus berubah.

Matius 15 : 12

15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”

Jelas saja jadi batu sandungan, karena orang Farisi risau hanya karena perkara kecil yaitu cuci tangan sebelum makan, karena adat istiadat bilang itu najis.

Tetapi Yesus berkata, apa yang masuk ke dalam mulut tidak masalah tetapi yang bermasalah adalah apa yang keluar dari mulut kita, karena yang keluar dari mulut kita bersumber dari hati kita. Bila hati kita jahat, yang keluarpun pasti jahat.

Matius 15 : 13 – 20

15:13 Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.”

Yang dimaksudkan dengan “lobang” disini, artinya Neraka.

Orang yang bertugas melayani dan berdiri dibelakang mimbar ini, kalau hatinya tidak beres, janganlah percaya kepadanya.

  • Karena orang yang berdiri di belakang mimbar ini hatinya harus benar.
  • Karena orang yang berdiri di belakang mimbar ini akan menuntun saudara keluar dari lobang, dan bukan malah membawamu masuk ke lobang.
  • Kalau pendeta di mimbar bergosip menjelekkan orang, bukankah pendeta itu sedang membawa saudara masuk kedalam lobang?
  • Kalau saya pelihara pahit hati terhadap orang, maka apa yang keluar dari mulut saya di mimbar ini semuanya kepahitan demi kepahitan.
  • Ini bahaya luar biasa.

Akhirnya firman yang saya sampaikan dari mimbar ini hanya untuk dua atau tiga orang saja dan tidak akan bisa mengubah siapapun.

  • Bukan hanya bagi saya yang berdiri di mimbar saja, tetapi bagi kita semua, kita harus menyelidiki hati kita masing-masing.
  • Ingatlah, bahwa yang keluar dari mulut kita, sumbernya berpusat di hati kita.
  • Kalau hati kita tidak beres, maka kita tidak akan berjumpa dengan Allah.
  • Oleh karena itu, bereskan hati kita dahulu, maka nanti akan beres semua.

15:15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.”

15:16 Jawab Yesus: “Kamu pun masih belum dapat memahaminya?

15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?

Sebenarnya makanan dan minuman tidak ada artinya, tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga.

15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Semua hal yang baik ataupun yang jahat berpusat di hati kita masing-masing.

15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”

Yesus berkata “orang-orang Farisi itu membenci Aku, karena mereka tidak suka pada-Ku maka semua pengajaran-Ku di tangkal dan di halangi oleh mereka.”

  • Kalau saya tidak suka dengan si A, maka saya akan “block” dia dari hidup saya.
  • Kalau saudara tidak suka dengan seseorang, maka saudara akan “block WhatsApp” nya sehingga tidak bisa masuk ke handphone saudara.
  • Kalau saya tidak suka dengan si A, walaupun si A melakukan perbuatan baik, tetap saja si A di mata saya orang yang jahat.

Artinya si A “kartu mati” dihadapan saya, atau kartu merah dalam pertandingan sepak bola atau “football”.

  • Bila demikian, lantas apa artinya pengampunan 70 kali 7 kali?
  • Kalau Tuhan sudah menerima kita apa adanya, mengapa kita tidak mau menerima orang lain apa adanya?
  • Jika hati kita sudah tidak beres, maka semuanya jadi tidak beres.

Matius 15 : 8-9

15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Maksud dari perkataan Yesus dalam ayat ini :

  • Apa artinya ibadah kalau hati kita jauh dari Tuhan?
  • Apa artinya ibadah kalau kita selalu “negative thinking” terhadap teman-teman sepelayanan kita?
  • Mulai hari ini “stop” menjelekkan orang, lebih baik doakan orang itu.

Orang yang suka menjelekkan orang lain, pasti kurang ngobrol dengan Tuhan.

  • Kalau seseorang suka ngobrol dengan Tuhan dalam doa-nya, dia pasti akan malas menjelek-jelekkan orang lain.
  • Jangan sampai saudara kurang ngobrol dengan Tuhan, tetapi lebih banyak mencela dan menjelekkan orang lain.
  • Saudara bisa saja memuliakan Allah dengan bibir saudara, tapi kalau hati saudara kotor maka yang keluar dari mulut saudara juga akan kotor.

Matius 15 : 7

15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu :

Munafik artinya memuliakan Allah dengan mulut tetapi perbuatannya menyakiti hati Tuhan.

  • Ibadah yang dia lakukan hanya sebatas yang tampak luarnya belaka.
  • Dengan kondisi seperti ini, tanpa disadari dunia ini sudah semakin rusak.
  • Gereja terlibat dan berperan penting dalam rusaknya dunia.
  • Banyak gereja yang tidak lagi menjadi terang bagi dunia, tapi gereja sudah menjadi sama dengan dunia.

Hari-hari ini “entertainment” sudah masuk ke dalam gereja, sehingga banyak gereja akhirnya ikut aktif mempertunjukkan suatu pertunjukan rohani.

  • Semakin besar gereja tersebut, maka “entertaint” gereja itu semakin heboh dan menggelegar dengan hebatnya.
  • Saya tidak menunjuk pada gereja manapun, tetapi saya tidak setuju dengan adanya “lighting” saat pujian dan penyembahan dibuat “seperti diskotik di atas mimbar”.
  • Itu tidak bagus karena tidak memuliakan Allah dan kebiasaan seperti ini sama saja entertainment atau pertunjukan rohani masuk ke dalam gereja.
  • Dengan adanya “lighting” pasti “show-nya yang lebih hebat, lebih bergaya”.
  • Akhirnya hanya menjadi pertunjukan duniawi saja.

Dengan kondisi seperti ini, Tuhan tidak senang karena Tuhan tidak dimuliakan.

  • Gereja seperti ini hanya pemuas jiwa.
  • Gereja turut andil dalam rusaknya dunia, karena gereja tidak lagi menjadi terang bagi dunia, tetapi gereja lari ikut dunia dan menjadi serupa dengan dunia.
  • Akhirnya yang dibahas di mimbar hanya soal berkat-berkat dan berkat saja, jemaat selalu “di iming-imingi” dengan segala kemakmuran duniawi.

Kalau kita mau taat dan setia kepada Tuhan, maka kita harus konsisten sebagai gereja, harus konsisten dalam kebenaran firman.

  • Firman Tuhan itu pedang, tetapi kalau firmannya tidak tajam maka tidak akan mampu mengubah seseorang, berarti itu hanya pedang mainan.
  • Firman Tuhan itu harus tajam.
  • Kalau saudara tidak terbiasa mendengar firman yang tajam, saudara harus “mengurapi” telinga saudara agar terbiasa mendengar firman yang tajam, supaya saudara mau berubah.

Gereja sama sekali tidak boleh menjadi serupa dengan dunia, karena gereja harus menjadi terang bagi dunia dan gereja harus berbeda dengan dunia.

  • Orang Farisi mau membuat semuanya menjadi baik, tetapi dengan ajaran agama.
  • Agama bukan jalan keluar, tetapi kebenaran itulah jalan keluarnya.
  • Supaya dunia menjadi lebih baik, maka harus diberi kebenaran yang benar.

Jadi akar dari semua permasalahan adalah di “hati” kita, karena “dari hati” kita bisa muncul kejahatan atau kebaikan.

Matius 15 : 18 – 19

15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

Kuncinya adalah hati.

15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Sumbernya berasal dari hati.

Pertanyaannya :

  • Dari manakah “hati yang jahat berasal”?  èDari iblis.
  • Siapakah yang pertama kali ditularkan hati jahat oleh iblis?  èAdam.

Roma 5 : 12

5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, yaitu Adam.

  • Kalau Adam jatuh dalam dosa, kenapa tidak Adam saja yang dihukum?
  • Karena dosa telah menjalar kepada semua orang dan manusia sudah diusir dari hadirat Allah (Adam diusir dari Taman Eden).
  • Begitu Adam jatuh dalam dosa, dia pun diusir dan Adam menjadi terpisah jauh dari hadirat Allah.
  • Jadi “infeksi dosa” itu sudah ada di dalam setiap keturunan Adam.

Roma 5 : 15

5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam.

  • Sebab semua orang dihukum karena kesalahan Adam.
  • Tetapi oleh karena Yesus Kristus, semua orang menjadi benar.

Roma 5 : 17

5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Karena Yesus Kristus, kita menjadi berbeda.

5:18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.

Karena satu pelanggaran oleh satu orang, semua orang dihukum.

Tetapi karena “satu perbuatan kebenaran Yesus”, semua orang yang percaya kepada Yesus memperoleh pembenaran, sehingga hidup mereka dibenarkan.

5:19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

Semua orang di benarkan sehingga menjadi orang benar oleh ketaatan dan oleh kebenaran dari satu orang itu.

Pada awalnya iblis menularkan hati yang jahat kepada Adam.

  • Lalu Adam menularkannya lagi kepada semua keturunannya.
  • Awalnya muncul dosa, kemudian barulah muncul “nature dosa”.

Awalnya Adam berada di dalam hadirat TUHAN, bila demikian hal nya, darimana-kah asal muasalnya dosa Adam bermula?

Kejadian 1 : 31

1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Setelah TUHAN menciptakan alam semesta, TUHAN hanya berkata, “semua nya baik”.

Tetapi setelah manusia diciptakan, TUHAN berkata, “sungguh amat baik”.

Saya ingin saudara mengerti firman Tuhan, bukan hanya secara pragmatis, tetapi juga saudara mengerti asal mulanya firman Tuhan tersebut.

Kejadian 1 : 26

1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah.

Bila manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, maka dari manakah dosa berasal?

  • Setelah manusia jatuh dalam dosa, maka muncullah “nature dosa”.
  • Hati manusia menjadi jahat ketika manusia sudah jatuh dalam dosa.
  • Tetapi bagaimana dan darimana dosa ini muncul kalau manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah?

Ingatlah, manusia diciptakan dengan yang namanya “kehendak bebas”.

  • Jadi TUHAN bukan menciptakan sebuah robot, tetapi TUHAN menciptakan manusia sesuai dengan gambar-Nya, dengan kehendak bebas yang bisa memilih mana yang kehendak TUHAN dan mana yang kehendak sendiri.
  • Manusia diciptakan dengan akal budi.
  • Apakah TUHAN juga menciptakan malaikat dengan kehendak bebas? Iya.
  • Kalau tidak dengan kehendak bebas, Lucifer tidak akan memberontak.

Yesaya 14 : 12-14

14:12 “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

Malaikat sudah dibuang.

14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.

Engkau (malaikat yang bernama Lucifer) yang tadinya berkata dalam hatimu : “aku hendak naik ke langit”.

  • Ini berarti malaikat juga diciptakan dengan kehendak bebas.
  • Oleh sebab itu malaikat bisa jatuh dalam dosa.
  • TUHAN bukan menciptakan robot, tetapi TUHAN menciptakan manusia yang dilengkapi dengan akal budi dan disitu ada kehendak bebas.

Saudara memiliki kehendak bebas, tetapi kalau kehendak bebasmu itu tidak diarahkan oleh firman Tuhan, maka kamu menjadi liar.

Kalau kehendak bebasmu itu tidak dikontrol oleh firman, maka kamu akan brutal atas dosa.

14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

“Aku hendak……”, berarti Lucifer punya kehendak bebas.

Jadi manusia dan malaikat diciptakan dengan kehendak bebas.

  • Tapi hebatnya, hanya manusia yang diciptakan serupa dengan gambar Allah atau khalik Allah.
  • Sedangkan malaikat tidak diciptakan seperti manusia.

Yohanes 4 : 24

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Ada Roh, ada Jiwa dan ada Tubuh :

  • Roh = Allah.
  • Jiwa = Roh Kudus. Roh Kudus adalah oknum yang sangat berperasaan, Dia turun dari tahta-Nya dan menjadi manusia.
  • Tubuh = Yesus Kristus

Jadi Allah itu Roh, Dia memiliki perasaan (Roh Kudus) dan tubuh-Nya bernama Yesus Kristus

Manusia juga memiliki roh, jiwa dan tubuh.

  • Si A memiliki roh.
  • Si A juga memiliki perasaan (jiwa).
  • Si A juga memiliki tubuh.

Perbedaan dan persamaan manusia dengan malaikat.

  • Manusia adalah gambar Allah, tetapi malaikat bukan.
  • Kalau manusia diperlengkapi dengan kehendak bebas, maka malaikat juga diperlengkapi dengan kehendak bebas.
  • Tetapi hanya manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, dan yang lengkap dengan roh, jiwa dan tubuh.

Jadi “nature dosa” lahir dari dosa dan dosa lahir dari kehendak bebas.

  • Allah menciptakan manusia, bukan menciptakan robot.
  • Sejak lahir, kita sudah mewarisi dosa, karena dosa hati kita menjadi jahat.
  • Kalau tidak dikontrol oleh firman Tuhan maka kita akan terus berbuat dosa.

Jika Adam dapat “nature dosa” dari dosa, bagaimana mungkin dia bisa berbuat dosa di tempat kudus Allah? Karena Tuhan menciptakan Adam dengan kehendak bebas.

  • Apakah Tuhan telah salah menciptakan manusia dengan kehendak bebas sehingga akhirnya manusia jatuh dalam dosa?
  • Tuhan tidak salah, yang salah adalah manusia, karena diberi kesempatan untuk memilih, tetapi memilih yang salah.
  • Saudarapun hari ini diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memilih.
  • Apakah kamu mau mengasihi sesama ataukah mau membenci orang?

Yakobus 1 : 13-14

1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

Allah tidak mencobai siapapun.

  • Pencobaan bukan lahir dari Allah.
  • Pencobaan disini artinya dosa.
  • Tuhan tidak pernah menyodorkan dosa pada seseorang.
  • Iblis yang menyodorkan dosa pada seseorang, tetapi apakah orang itu mau terima atau tidak, itu pilihan dari kehendak bebas manusia tersebut.

Kalau kehendak bebas tidak dikontrol oleh firman Tuhan, kamu bisa jadi liar.

1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Setiap orang dicobai oleh “keinginannya” sendiri, inilah “kehendak bebas” yang dimiliki oleh setiap orang.

  • Oleh sebab itu kehendak bebas kita, harus dikontrol oleh firman Tuhan.
  • Yesus sudah menang dan Dia sebagai Pribadi yang unggul.
  • Kalau Adam waktu itu menolak dosa, maka dialah yang akan menjadi Pokok Anggur, dan dial ah yang akan menjadi panutan.
  • Tetapi karena Adam jatuh dalam dosa, maka TUHAN berkata, “keturunan-nya lah yang akan menjadi panutan.”
  • Yesus Kristus adalah keturunan Adam, dan Dia telah mengalahkan iblis di kayu salib.
  • Saudara dan saya dirancang Tuhan juga untuk mengalahkan iblis.
  • Masalahnya, bagaimana mungkin saudara bisa mengalahkan iblis, kalau saudara terlibat didalam pekerjaan iblis?

Bagaimana mungkin saudara bisa bersaksi dengan menyatakan tingkah laku dan perbuatan seseorang itu salah, apabila kamu sendiri masih melakukan kesalahan yang sama?

  • Misalnya, saya berkata kepada seseorang, agar jangan memakan makanan itu karena makanan itu tidak baik, tetapi saya sendiri memakannya.
  • Bila demikian, apakah saya bisa menjadi contoh yang baik bagi orang lain?

1 Korintus 6 : 3

6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.

Saudara dan saya akan menghakimi para malaikat yang jatuh dalam dosa pem-berontakan (Lucifer dan pengikutnya).

  • Tetapi bagaimana mungkin saudara bisa ikut menghakimi Lucifer dan anak buahnya, kalau saudara ikut melakukan pekerjaannya?
  • Kita dirancang Tuhan untuk menghakimi para malaikat, tetapi bagaimana mungkin kita bisa ikut menghakimi para malaikat itu kalau kita sendiri terlibat dalam pekerjaan malaikat gelap itu.
  • Saudara harus hidup seperti Yesus hidup terlebih dahulu, karena saudara sudah diberi kemenangan oleh darah Yesus.

Wahyu 12 : 11

12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

Darah Anak Domba telah menjadi jaminan untuk saudara dan saya, untuk hidup di dalam kemenangan demi kemenangan, tetapi saudara harus menyerahkan hidupmu sepenuhnya kepada Tuhan.

  • Kalau saudara tidak berserah sepenuhnya kepada Tuhan, saudara tidak akan pernah bisa mengalahkan iblis.
  • Darah Yesus sudah ada, tetapi saudara harus menyerahkan hidup saudara sepenuhnya kepada Tuhan.
  • Kalau saudara sudah menyerahkan hidup saudara sepenuhnya kepada Tuhan, barulah Tuhan bisa mengatur hidup saudara untuk mengendalikan kehendak bebas saudara, sehingga saudara akan mengalami kemenangan demi kemenangan.

Wahyu 2 : 26

2:26 Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;

Kepada yang menang akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa, artinya kalau saudara menang karena bersaksi bahwa iblis bersalah, barulah saudara dikaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa, yaitu memerintah bersama dengan Tuhan.

  • Mengapa hari-hari ini begitu banyak orang Kristen tidak mengerti tentang pemerintahan Tuhan dimasa yang akan datang?
  • Karena hati manusia cenderung berbuat jahat di mata Tuhan.
  • Adam diciptakan dengan kehendak bebas dan dia jatuh dalam dosa karena dia mengikuti keinginan hatinya sendiri.
  • Karenanya kehendak bebas ini harus dikendalikan oleh firman Tuhan.

Kalau kehendak bebas seseorang tidak dikontrol dengan firman Tuhan, maka kehendak bebas orang ini akan menjadi liar.

  • Sejak kejatuhan Adam, hati manusia cenderung dipenuhi dengan pikiran yang berdosa dan melangkah dalam kegelapan.
  • Allah hadir dalam kehidupan saudara dan menerangi hidup saudara, supaya saudara tidak berjalan dalam kegelapan.

Matius 15 : 13-14

15:13 Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.”

Kita diciptakan Tuhan untuk berkuasa atas dunia ini untuk menguasai semuanya.

  • Tetapi permasalahannya banyak orang dikuasai oleh dunia, sehingga hidup mereka dibawah kendali dunia. Inilah yang disebut duniawi.
  • Orang Kristen yang hatinya jahat, akan selalu merancang kejahatan, serta tidak akan punya kuasa dari Tuhan.
  • Orang Kristen yang tidak ada kuasa, tidak akan dapat bertahan apalagi untuk menyerang musuh, karenanya pasti jatuh dalam lobang yang sama.
  • Kalau saudara mau lepas dari ikatan dosa, saudara harus membereskan hatimu dahulu, “Tuhan hatiku kotor, aku mau punya hati yang bersih. Tuhan, tolong bersihkan hatiku seperti Daud”

Mazmur 51 : 12

51:12 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

Begitu Roh Kudus ada di dalam saudara, maka terang ada di dalam saudara, karena Dia adalah terang.

Yohanes 1 : 9

1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Terang itu adalah Yesus, dan Dia datang ke dalam dunia untuk menerangi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

  • Kalau saudara percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka Terang masuk kedalam saudara.
  • Karenanya api dan Roh Kudus yang ada di dalam saudara, akan menuntun saudara masuk kedalam bait Allah.

Yohanes 15 : 4

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Aku tinggal di dalam kamu dan kamu tinggal di dalam Aku.

  • Seringkali terjadi, Tuhan ada di dalam seseorang, tetapi orang itu tidak berada di dalam Tuhan.
  • Tuhan masuk ke dalam dia, tapi dia tidak mengikuti jalan Tuhan sampai dia masuk ke dalam Tuhan.
  • Supaya bisa masuk ke dalam Tuhan, tidak ada cara lain selain memikul salib-Nya.

Kalau saudara ingin menjadi orang Kristen berkemenangan :

  • Jadilah orang Kristen yang militant dan orang Kristen yang luar biasa.
  • Sebab hanya orang Kristen yang luar biasa yang bisa menuntun orang buta kepada Terang.
  • Permasalahannya, hari-hari ini banyak orang Kristen yang malahan menjadi serupa dengan dunia dan sama-sama buta karena daging menguasai dia.

Untuk menjadikan saudara orang Kristen yang luar biasa, saudara harus memiliki 2 hal yaitu “Pergaulan atau Keintiman dengan Tuhan” dan “Firman Tuhan”.

  • Tanpa dua hal ini, saudara tidak akan punya hati yang bersih dan suci.
  • Kalau saudara tidak bergaul dengan Tuhan, tidak pernah menyembah, tidak pernah berdoa, tidak pernah bersekutu dengan Tuhan, tidak pernah baca firman, maka hatimu tidak akan pernah bisa bersih.
  • Orang yang suci hatinya, akan menganggap teguran dari firman itu sebagai cambuk yang membuat dia jauh lebih maju dan maju terus dalam Tuhan, tapi yang kotor hatinya menganggap teguran firman menghakimi dirinya.

Berapa banyak orang-orang Kristen hari-hari ini tidak suka dengan firman yang keras dan tegas dalam hal kebenaran?

  • Orang yang tidak suka firman yang keras, merasa terhakimi karena hatinya masih kotor dan dikuasai daging.
  • Agar kita tidak termasuk orang yang hatinya masih kotor, mintalah kepada Tuhan untuk membereskan hati kita, agar kita tidak curiga dengan firman Tuhan yang bersifat menegur.

Matius 15 : 18

15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

Apa yang keluar dari mulutmu adalah yang keluar dari hatimu dan itulah yang menajiskan saudara.

  • Lalu bagaimana caranya supaya yang keluar dari mulutmu tidak najis?
  • Lalu bagaimana caranya supaya tidak ada kata-kata yang kotor dan jahat yang keluar dari mulut kita, apakah kita harus tutup mulut?
  • Kita tidak mungkin bisa menutup mulut kita, karena kita tidak akan bisa menahannya keluar.

Masalahnya, kalau hatimu kotor, kalau hatimu jahat, bisakah kamu menahan diri untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang jahat?

  • Jawabannya, tidak akan bisa.
  • Kalau orang hatinya sudah kotor, mulutnya akan menjelekkan orang terus dan ini berbahaya.
  • Kalau hatimu kotor, tidak mungkin kamu bisa menahan perkataanmu, pasti akan meledak keluar menjadi suatu perbuatan, padahal perbuatan itu penting.

Wahyu 20 : 12

20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

Kita dihakimi sesuai dengan perbuatan kita.

  • Setiap orang pasti ada yang tidak beres dalam hidupnya.
  • Kalau kita tidak membereskannya hari ini, pasti akan dibuka oleh Tuhan.
  • Apapun yang tersembunyi, tidak pernah tidak pasti akan disingkapkan.
  • Walaupun kotoran itu dibungkus rapi, pasti akan tercium bau busuknya.

Jadi apa yang ada di hatimu, tidak bisa kamu sembunyikan, karena pasti di suatu hari nanti akan kamu ledakkan dari mulutmu.

Matius 7 : 17

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, demikian pula sebaliknya.

  • Jadi bisakah saudara plester mulut saudara agar tidak mengeluarkan kata-kata yang jahat? Tidak akan bisa karena pasti akan meledak juga.
  • Jika saudara membenci seseorang maka saudara pasti akan menghindar dari orang itu karena saudara malas bertemu dengan orang tersebut.
  • Hal ini merupakan kejahatan karena saudara kepahitan dengan orang tersebut. Akhirnya hal ini akan menjadi sebuah perbuatan.
  • Saudara akan menjauhi orang karena saudara pahit hati.

Yeremia 17 : 9-10

17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

Siapakah yang tahu hati kita?

17:10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

TUHAN akan membalaskannya sesuai dengan tingkah laku dan perbuatanmu.

Kalau hatimu jahat maka yang keluar dari mulutmu jahat, kalau hatimu baik, yang keluar dari mulutmu juga baik.

  • Kalau saya memeras jeruk, pasti yang keluar sari jeruk.
  • Kalau saya memeras semangka, pasti yang keluar sari semangka.
  • Jadi apa yang jahat yang ada di dalam hati kita, pasti akan kita “ledakkan” suatu hari nanti dalam perbuatanmu.

Kalau di dalammu banyak “luka batin” yang tersimpan dan tidak dibereskan, maka lambat laun hidupmu pasti akan kacau.

  • Jika ada luka batin antara seorang dengan seorang yang lain, akhirnya menjadi beban bagi orang tersebut.
  • Tuhan selidiki hati saudara dan Tuhan membalas sesuai dengan perbuatan saudara.
  • Kalau perbuatan saudara tidak beres, pasti yang keluar juga tidak beres.

Hati seseorang yang jauh dari Tuhan, ibadahnya hanya menjadi kamuflase saja.

  • Tapi bukan berarti harus berhenti ibadah.
  • Saudara harus tetap beribadah, karena engkau harus belajar firman Tuhan, maka lama-lama saudarapun akan kembali ke jalan Tuhan.
  • Karenanya ibadah bukan lagi kamuflase, tetapi sebuah kerinduan, karena “Saya mau dengar firman Tuhan, saya mau menyembah Tuhan, saya mau memuliakan Tuhan bersama jemaat lainnya”.

2 Timotius 2 : 16-17

2:16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.

Hindari omongan yang kosong dan omongan yang tidak kudus (gossip).

  • Gossip tidak akan menjadikan engkau kudus, tetapi sebaliknya menjadikan engkau orang fasik.
  • Kalau gossip bisa menjadikan kita kudus, saya juga mau bergossip hari ini.

2:17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus,

Perkataan gossip mereka menjalar seperti penyakit kanker yang sangat merusak karena penyakit kanker itu mematikan.

  • Oleh sebab itu jangan bergossip lagi, supaya luka-luka saudara tidak sampai menjalar menjadi barah Mesir.
  • Tetapi mulai hari ini, bereskanlah luka-luka saudara supaya jangan menjadi kanker yang mematikan.
  • Karena dari mulut saudara keluar kata-kata yang kotor dan saudara akan meracuni orang lain disekitar saudara.
  • Hal ini bahayanya luar biasa.

Bagaimana caranya supaya kata-kata yang keluar dari mulut kita, tidak sampai meracuni orang lain?

  • Bereskan hatimu dulu supaya saudara tidak akan sampai meracuni orang di sekitarmu, engkaupun tidak akan menjelekkan si A, si B, si C, sebaliknya engkau akan banyak mengobrol dengan Tuhan.
  • Semakin banyak engkau mengobrol dengan Tuhan, maka akan semakin ber kurang pula minat dan bakatmu menggossipi orang lain.

Matius 3 : 8-9

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatanmu.

Kalau kamu bertobat, bertobatlah engkau dengan sungguh-sungguh, lakukanlah pertobatanmu itu mulai dari dalam hatimu.

3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami ! Karena aku berkata kepadamu : Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini !

Janganlah kita mengira atau me reka-reka dalam hatimu, karena engkau merasa sudah terima Yesus maka engkau pasti diselamatkan.

  • Tuhan bisa saja mangambil orang lain untuk diselamatkan, kalau engkau tidak mau mengikuti hukum dengan peraturan dan ketentuan dari Tuhan.
  • Jadi semuanya berpusat di hati, karenanya bereskanlah dahulu hatimu.
  • Mintalah kepada Tuhan, untuk membersihkan “hati” kita, supaya kita tidak menggosipi orang lagi dan tidak menyakiti orang lagi, serta benar-benar ikut jalan Tuhan, sehingga tidak punya keinginan akan dosa lagi.

Matius 23 : 25 – 27

23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.

Kekudusan dimulai dari dalam keluar, bukan sebaliknya dari luar ke dalam.

  • Artinya, harus mulai dari dalam hati kita, lalu keluar dari mulut kita.
  • Dari dalam, maksudnya hati kita harus dibereskan terlebih dahulu, supaya kata-kata yang keluar dari mulut kita juga beres.
  • Sehingga kamu tidak akan memiliki keinginan akan dunia lagi.

23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

Misalnya seseorang mencuci gelas hanya bagian luar tapi dalamnya masih kotor.

  • Jika diisi minuman, maka minumannya akan ikut menjadi kotor, tidak akan bermanfaat karena tidak bisa diminum sehingga harus dibuang.
  • Bersihkan dahulu dalamnya, nanti luarnya otomatis ikut bersih, karena bila saudara mencuci gelas tidak mungkin hanya mencuci dalamnya saja.
  • Jika saudara mencuci dalamnya, otomatis luarnya juga akan tercuci bersih.

23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

Kamu seperti kuburan, luarnya bersih tetapi di bagian dalamnya banyak kotoran.

Di dalamnya banyak tulang belulang dan berbagai macam kotoran, maksudnya di dalamnya banyak kematian, yaitu kematian rohani, perjinahan dan percabulan, semuanya itu ada di dalam hati yang kotor.

  • Kalau dibagian dalamnya yaitu hati kita, tidak dibereskan dahulu, maka kita sama seperti “kuburan yang berjalan”.
  • Kalau ada orang yang kesukaannya bergosip menjelekkan atau mencerca orang lain, berarti dia itu “kuburan yang berjalan”.

Matius 15 : 13

15:13 Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya

Kalau hari ini saudara tidak membereskan hati saudara, maka itu semua akan tercabut sampai ke akar-akarnya.

  • Selagi saudara masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk membereskan hidup saudara, bertobatlah dengan segera dan sungguh-sungguh.
  • Masalahnya, maukah engkau membereskan hatimu sekarang juga?
  • Kalau saudara mau, marilah kita bereskan hidup kita bersama-sama mulai hari ini juga.
  • Kita harus berubah menjadi pribadi yang berbeda mulai hari ini.

Oleh sebab itu, “hati” kita harus dibereskan terlebih dahulu.

  • Suami istri harus saling mengasihi dan saling mengampuni.
  • Teman-teman pelayanan harus saling bergandengan tangan, kita bersama-sama saling mengasihi dan saling mengampuni.
  • Marilah kita semua fokus kepada Tuhan, lepaskan semua yang jahat dari dalam hati kita dan carilah Tuhan dengan benar, supaya kita semua benar-benar mampu bersaksi menyatakan kesalahan iblis.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY


 [

DOA SEPAKAT MINGGU 7 APRIL 2019

PESAN DOA MELALUI NUBUATAN 7 APRIL2019

Semua sedang Ku-genapi dunia bukan semakin baik, semua sedang terjadi … Tuhan berkata semua sedang terjadi. Manusia akan menutup matanya terhadap sesama mereka akan hidup pribadi lepas pribadi tidak ada lagi keperdulian bahkan gerejapun menutup matanya terhadap sesama. Tuhan berkata dimanakah penyembahanmu ? diamanakah mereka yang melekatkan hatinya dibanding Aku ?

Aku menarikmu anak-anak-Ku mari masuk dalam mahligai-Ku karena diluar sudah semakin tidak menentu, semua sedang terjadi kekacauan, tetapi siapa bersama dengan Aku dia aman didalam-Ku. Mari Aku menarikmu anak-anak-Ku. Mari berlari jangan menoleh kebelakang, jangan melihat pada masa lalumu, jangan melihat pada masalahmu , mari bergegas ….. bergegas ikut Aku karena semua sedang digenapi.

Jangan menutup matamu …… jangan menutup matamu dari sesamamu, jangan menutup pandanganmu dari sesamamu, bantu … tolong …. tolong mereka selagi engkau mampu. Doakan mereka, bawa mereka dalam setiap doamu, bawa mereka dalam setiap pergumulanmu. Engkau sedang mendorong sesamamu mendekat pada-Ku.

Saling menopanglah satu dengan yang lain, saling membantulah satu dengan yang lain sebagaimana layaknya satu tubuh. Tubuh tidak saling menyakiti …. tubuh tidak saling melukai tetapi tubuh saling menghargai. Aku sedang membuka pintu-pintu bagimu yang selama ini tertutup rapat-rapat, yang selama ini terjaga dan tidak bisa terbuka. Aku sedang membukanya bagimu pintu kesempatan, pintu kemenangan, pintu pemahaman Aku sedang membukanya bagimu. Engkau akan mengalami Aku lebih lagi anak-anak-Ku secara pribadi ….. lebih lagi.

Aku berbicara kepadamu …. Aku yang berkata-kata padamu carilah Aku selama masih ada kesempatan karena semua akan tiba waktunya semua akan terlambat, cari Aku mendekat pada-Ku. Aku mengasihimu, apakah engkau semua mengasihi-Ku ?

Tanggalkan setiap bebanmu …. saya ( gembala jemaat ) melihat sepertinya Tuhan sedih karena banyak diruangan ini ( jemaat cg ) yang sedang membawa / memikul beban …… bukan memikul salib tetapi memikul beban. Tuhan berkata salib tidak membebani …. justru salib melepaskanmu dari beban-beban itu. tetapi banyak diruangan ini memikul beban-beban.

Mari anak-anak-Ku tanggalkan semua beban itu karena Aku yang memeliharamu. sedikitpun dari padamu tidak memiliki kekuatan untuk memelihara dirimu sendiri. ketika engkau percaya pada-Ku, Aku yang bekerja bagimu. Ketika engkau menanggalkan semua bebanmu engkau dapat berlari menjumpai Aku. Sekali lagi Tuhan berkata serahkan semua bebanmu pada-Nya karena Tuhan merancangkan masa depan yang penuh pengharapan. Aku merancang sesuatu yang indah bagimu yang tidak pernah kamu pahami dan mengerti , Aku mengerjakan bagimu karena Aku mengasihimu.

Tuhan berkata jangan lagi hatimu mendua …. disatu sisi engkau berkata engkau mengasihi Aku disisi lain engkau kuatir akan masa depanmu. Disatu sisi engkau berkata engkau mau mengikut Aku tetapi disisi lain engkau berpaling dari pada-ku. Jangan anak-Ku …. Aku ingin engkau semua sempurna. Sempurna dalam mengenal Aku, sempurna dalam memahami Aku, sempurna dalam mengasihi Aku, sempurna dalam mengiring Aku.

Jangan takut, jangan kuatir, jangan gentar dengan setiap peersoalan karena Aku yang menjamin hidupmu.

Saya ( gembala jemaat ) melihat ada kekacauan besar, dari langit banyak yang jatuh …. dari langit seperti ada bola-bola api yang jatuh. Tuhan berkata kekacauan besar … kekacauan besar. Dari benda langitpun tidak bisa diatur semua akan jatuh semua akan runtuh. Tuhan mau kita mencari Tuhan sungguh-sungguh karena kita aman didalam Tuhan.

saya ( gembala jemaat ) melihat ada pesawat besar mau lepas landas … mereka tidak tahu mereka dalam bahaya, mereka tidak sadar mereka sedang dalam bahaya.

Tuhan berkata Aku mau mengajakmu menari …. menari dalam penyembahan, Tuhan sedang mengajakmu menari . Saudaraku saya ( gembala jemaat ) melihat Tuhan memegang tangan kita dan tangan itu sangat kuat, seakan-akan melalui tangan itu Dia berkata jangan kau lepaskan tangan-Ku, Dia memegang tangan kita sangat kuat Ia menggenggam tangan kita dengan erat dan sekali lagi berkata jangan kau lepaskan. Aku mengasihimu anak-anak-Ku .

Jika engkau berkata seakan-akan Tuhan tidak perduli denganmu karena masalahmu berlanjut dan tidak selesai, tetapi Tuhan berkata Aku melihat Aku tahu persoalan-persoalanmu. Aku melatihmu supaya engkau tidak fokus pada persoalan itu tetapi engkau fokus pada-Ku supaya engkau memandang dan menatap Aku dan engkau mendapat kelegaan ketika memandang Aku dan kelegaan itu tidak bisa dapat dari manapun juga. Kelegaanmu bukan ketika engkau mendapatkan ketika engkau berdoa tetapi kelegaanmu ketika engkau memandang Aku itulah kelegaanmu.

Aku melatihmu sejauh ini anak-anak-Ku, Aku mendidikmu sejauh ini anak-anak-Ku, Aku menjagamu dan Aku tidak pernah lalai terhadapmu. Sungguh Aku sangat mengasihimu Aku menjagamu . Yang selama ini menjagamu Aku ….. yang selama ini menyertaimu Aku …… yang selama ini mengasihimu Aku. Aku rindu engkau mengenal Aku, Aku rindu engkau memahami Aku dan mengerti Aku.

Amin

7 April 2019 DAUD DAN SALOMO (VIDEO KHOTBAH)

DOA PENTAHBISAN BAIT SUCI – 26 MARET 2019

Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk kedalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

(Ibrani 10 : 19 – 20)

DOA PENTAHBISAN

B A I T  S U C I

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH PA, 26 MARET 2019

==============

Shalom !

Hari ini kita belajar tentang Doa Salomo pada waktu “PENTAHBISAN BAIT SUCI” di Yerusalem, diambil dari 1 Raja-Raja 8 : 1 – 50. Di dalam Doa Salomo tersebut, banyak sekali Prinsip Rohani yang dapat kita pelajari.

Dalam Doa Pentahbisan Bait Suci ini, Salomo berbicara tentang 3 hal :

  1. Salomo menggambarkan Bait Suci sebagai pribadi Allah kita, yang kita kenal dengan nama Yesus Kristus.
  • Dalam hal ini Salomo berbicara tentang ke-Ilahi-an dalam Yesus Kristus.
  • Salomo menggambarkan Bait Suci sebagai saudara dan saya.
  • Dalam hal ini Salomo berbicara tentang saudara dan saya yang diurapi Roh Kudus.
  • Salomo menggambarkan Bait Suci sebagai bangunan fisik atau objek.
  • Ada waktunya Salomo berbicara mengenai Allah, ada waktunya dia berbicara mengenai kita, dan ada waktunya dia berbicara mengenai bangunan atau objeknya.

1 Raja-raja 8 : 1-4

8:1 Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.

8:2 Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan raja Salomo semua orang Israel.

8:3 Setelah semua tua-tua Israel datang, maka imam-imam mengangkat tabut itu.

8:4 Mereka mengangkut tabut TUHAN dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi.

Salomo memerintahkan imam-imam mengangkut Tabut Perjanjian TUHAN, Kemah Pertemuan dan semua barang kudus untuk dipindahkan ke Bait Suci, Yerusalem.

Tabut Perjanjian TUHAN ditempatkan di Ruang Maha Kudus dari Bait Suci.

Gambar-1 : “Tabut Perjanjian TUHAN”

Gambar-2 : “Kemah Pertemuan”

“Kemah Pertemuan” atau “Tabernakel” juga di sebut “Kemah Suci”.

Pada zaman Imam Eli, Tabut Perjanjian TUHAN ini direbut dan dibawa oleh orang-orang Filistin ke negerinya.

  • Dengan demikian maka Kemah Pertemuan (Kemah Suci) menjadi terpisah dari Tabut Perjanjian, sehingga Kemah Pertemuan tanpa Tabut Perjanjian.
  • Kemah Pertemuan berada di Nob dan Tabut Perjanjian TUHAN berada di kota Daud.
  • Tabut Perjanjian TUHAN inilah yang akan dibawa kembali masuk ke dalam Bait Suci yang dibangun Salomo di Yerusalem.

1 Samuel 4 : 21-22

4:21 Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel” — karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.

Imam Eli mempunyai dua orang anak dan kedua anaknya mati, kemudian Tabut Perjanjian TUHAN dirampas oleh orang-orang Filistin.

Setelah anak-anaknya imam Eli meninggal, menantunya melahirkan seorang anak dan diberi nama Ikabod, yang artinya “kemuliaan Allah telah pergi”.

4:22 Katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas.”

Dengan demikian maka Kemah Suci tanpa Tabut Perjanjian TUHAN akan berakibat fatal, karena tidak ada lagi kemuliaan TUHAN dalam Kemah Suci itu atau Kemah Pertemuan itu, bahkan kemudian kemuliaan TUHAN hilang dari seluruh Israel.

  • Perabot atau barang-barang kudus lainnya dari Kemah Suci masih ada, sebab hanya Tabut TUHAN saja yang diambil, artinya kemuliaan TUHAN ikut keluar dari Kemah Suci.
  • Kemudian setelah orang Israel mulai menyembah allah lain yaitu allah nya orang Kanaan, maka kemuliaan Allah yang dilambangkan dengan Tabut Perjanjian TUHAN itu “mundur” dari seluruh Israel.

Artinya, ketika fokus penyembahan kita tidak lagi tertuju pada Tuhan, tetapi tertuju pada anak kita, pada pribadi kita atau pada harga diri kita, maka tanpa kita sadari kemuliaan Tuhan sudah pergi dari kita.

  • Banyak orang Kristen yang merasa dirinya tidak menyembah berhala, tapi ketika dia memberhalakan sesuatu, seperti ketika harga dirinya diusik orang lain dia langsung tersinggung berat, maka dia memberhalakan harga dirinya.
  • Kalau saudara tidak memberhalakan sesuatu, barulah saudara disebut tidak menyembah berhala.
  • Orang-orang Israel mulai mengganti penyembahan mereka kepada TUHAN setelah mereka mulai melupakan TUHAN, dengan melakukan penyembahan kepada dewa-dewa Kanaan di gunung-gunung.

Kemudian Salomo membangun kembali Bait Suci di Yerusalem agar orang-orang Israel kembali menyembah TUHAN, Allah yang benar .

  • Bait Suci dibangun kembali oleh Salomo supaya Tabut Perjanjian TUHAN bisa di kembalikan ke Ruang Maha Kudus di Bait Suci.
  • Begitu Tabut Perjanjian kembali ke Ruang Maha Kudus, maka kemuliaan TUHAN akan kembali meliputi seluruh Bait Suci, bahkan seluruh Israel bila mereka mau bertobat.

Kematian Yesus sebagai Anak Manusia di kayu salib, membuat manusia kembali dapat menyembah TUHAN.

  • Karena selama manusia hidup dalam dosa, kemuliaan Tuhan meninggalkan mereka, artinya “Tabut Perjanjian tidak ada di dalam manusia tersebut”.
  • Karena begitu kemuliaan Tuhan meninggakan saudara, kondisi itu sama saja artinya tidak ada Tuhan lagi di dalam saudara.
  • Yesus sebagai Anak Manusia harus mati di kayu salib, supaya kemuliaan-Nya kembali kedalam saudara atau ke dalam bait suci-Nya dan supaya saudara bisa kembali menyembah Allah yang benar, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

1 Korintus 3 : 16

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Sadarkah saudara bahwa ada Roh Allah di dalam saudara dan saya?

  • Oleh sebab itu Tabut Perjanjian dinamakan juga “Tahta Kasih Karunia”.
  • Ketika saudara percaya kepada Yesus, maka saudara masuk ke dalam Tahta Kasih Karunia (Gambar-1 “Tabut Perjanjian TUHAN), artinya saudara kembali menerima kemuliaan Tuhan dalam hidup saudara.

Jadi Tabut Perjanjian dengan 2 Seraphim diatasnya (Lihat Gambar-1) itulah yang disebut dengan Tahta Kasih Karunia.

  • Saat saudara percaya Yesus, berarti saudara kembali kepada kemuliaan.
  • Jadi kasih karunia yang Tuhan berikan untuk saudara, akan mengembalikan saudara kepada kemuliaan yang telah hilang yang seharusnya ada di dalam saudara dan saya.

Ibrani 10 : 19 – 22

10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

Oleh darah Yesus, maka kita bisa masuk kedalam tempat yang paling sempurna.

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Yesus telah membuka jalan yang baru bagi kita, bukan lagi dengan lewat Bait Suci atau Kemah Suci, tetapi masuk melalui Kasih Karunia.

  • Ketika kita percaya kepada Yesus, tanpa kita sadari Roh Allah masuk dan tinggal di dalam kita.
  • Setelah Roh Allah masuk dan tinggal di dalam kita, maka kemuliaan Tuhan akan selalu ada di dalam kita.
  • Bila kemuliaan Tuhan ada di dalam kita, maka kita punya akses untuk masuk ke dalam ruangan Tahta Kasih Karunia, bukan dengan darah lembu jantan ataupun binatang lainnya lagi, tetapi dengan darah Yesus sendiri.

10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

Imam Besar (Yesus) sebagai kepala Rumah Allah.

10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Tabut Perjanjian direbut oleh orang Filistin (musuh), berarti Tabut Perjanjian sudah tidak berada dalam Bait Suci lagi, sehingga kemuliaan Allah juga sudah tidak ada.

  • Setelah Tabut Perjanjian direbut kembali dari musuh, kondisi tersebut punya pemahaman yang sama ketika Yesus menebus kita dengan darah-Nya diatas kayu salib.
  • Artinya pada waktu Tabut Perjanjian itu direbut kembali, itu sama artinya waktu kematian Yesus di kayu salib untuk merebut kembali kemuliaan kita yang telah hilang.

Ketika Tabut Perjanjian TUHAN ada di kuil Dagon, yaitu kuil orang Filistin, patung Dagon jatuh dalam posisi menyembah kearah Tabut Perjanjian TUHAN.

  • Hal ini sama halnya seperti saat Yesus mengalahkan iblis dengan kematian-Nya dimana oleh kematian-Nya tersebut, Yesus mengalahkan kegelapan.
  • Jadi iblis sebenarnya sudah kalah, tetapi dia sebenarnya belum menyerah dan masih punya kuasa.
  • Patung Dagon sudah jatuh, tapi dia belum menyerah, buktinya masih banyak orang yang menyembah berhala sampai hari ini.
  • Bahkan orang-orang Kristen masih banyak yang menyembah berhala tanpa mereka sadari, sehingga kemuliaan Tuhan meninggalkan mereka.
  • Tuhan mau mengembalikan kemuliaan-Nya yang hilang dari saudara itu, agar kembali ada di dalam saudara.

Oleh sebab itu, ketika saudara percaya kepada Yesus, saudara masuk ke Ruang Tahta Kasih Karunia dan saudarapun dipermuliakan kembali.

  • Sebenarnya segala kuasa sudah ada di tangan manusia, tetapi kuasa yang hilang dari tangan manusia itu di rebut kembali oleh Yesus dari tangan iblis.
  • Jadi Yesus rebut kembali Tabut Perjanjian itu supaya manusia memperoleh kemuliaan-Nya kembali.
  • Tapi kalau manusia menikmati dosanya terus tiada henti, sampai kapanpun tidak akan bisa memperoleh kemuliaan-Nya lagi.

1 Raja-raja 8 : 10 – 13

8:10 Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,

Begitu tabut diletakkan di Ruang Maha Kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN. Awan ini menandakan kemuliaan TUHAN sudah kembali kedalam Bait Suci

8:11 sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.

Peristiwa ini sama seperti peristiwa Musa sampai keluar dari Ruang Maha Kudus karena tidak tahan berdiri di depan hadirat TUHAN.

  • Mengapa manusia tidak bisa tahan berdiri di depan hadirat Tuhan?
  • Karena Allah kudus sedangkan manusia tidak kudus.
  • Oleh sebab itu, Yesus buka jalan baru supaya manusia punya akses tahan berdiri dihadapan Dia dengan cara mencurahkan darah-Nya untuk manusia.

Karenanya harus ada darah Yesus di dalam kita.

  • Begitu ada darah Yesus di dalam kita, berarti ada DNA Yesus di dalam kita.
  • Begitu ada DNA Yesus di dalam kita, kita baru bisa masuk dalam hadirat Tuhan.
  • Tuhan telah memberi akses begitu hebat untuk saudara dan saya, tapi kita seringkali menyia-nyiakan akses yang Tuhan berikan.

Berapa banyak dari kita yang memiliki kerinduan untuk terus dekat dengan Tuhan dan membangun hubungan terus dengan Tuhan?

  • Aksesnya sudah ada tapi mengapa kita tidak punya kuasa-Nya?
  • Tuhan rindu kita masuk dalam kemuliaan-Nya.
  • Kalau kita mau masuk dalam kemuliaan-Nya, maka kitapun harus berjalan dalam jalan Tuhan, sehingg jalanmu akan penuh dengan kemuliaan karena akhirnya kita akan menerima kemuliaan.

1 Raja-raja 8 : 12 – 13

8:12 Pada waktu itu berkatalah Salomo: “TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman.

8:13 Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.”

Jadi, Tabut Perjanjian = Tahta Allah = Tahta Kasih Karunia = Hadirat Allah.

Tabut Perjanjian adalah Tahta Allah atau Kediaman Allah dan Kediaman Allah bisa kita rasakan hari ini lewat hadirat Allah.

1 Raja-raja 8 : 11

8:11 sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.

Ketika Tabut itu di letakkan dalam Rumah TUHAN, maka awan itu melingkupi Bait Suci dan kemuliaan TUHAN kembali berdiam dalam Bait Suci tersebut.

  • Tuhan memberi saudara tabut-Nya supaya saudara bisa mengalami Tahta Allah dan lewat hadirat-Nya saudara mengalami Tahta Allah itu.
  • Pada saat kita menyembah Tuhan tanpa dosa, tanpa cacat dan tanpa cela, sesungguhnya kita sedang dibawa Tuhan ke Tahta-Nya.
  • Meskipun kita tidak merasakan apa-apa dan tidak melihat apa-apa, imani kita sedang berada didepan Tahta Allah.

Sebenarnya kita selalu berada didepan Tahta Allah setiap saat, hanya kita tidak menyadarinya karena itu di alam roh.

  • Pada saat kita sedang menyembah sendiri di rumah dengan menyanyikan lagu penyembahan “Kumasuk Ruang Maha Kudus”, sadarkah saudara bila saat itu sedang berada didepan Tahta Allah?
  • Meskipun kita tidak merasakan apapun, tetapi Tuhan ada di situ, karena firman Tuhan berkata, “Berbahagialah yang tidak melihat tapi dia percaya”.
  • Ada orang yang memiliki kepekaan untuk bisa merasakan hadirat Tuhan yang luar biasa.
  • Ada juga orang yang tidak memiliki kepekaan untuk merasakan hadirat Tuhan tapi dia terus mencari Tuhan dan menyembah Tuhan.
  • Mereka inilah yang mendapat kemuliaan yang lebih besar.

Jadi awalnya orang Israel mendirikan Kemah Suci. Kemah Suci tidak menetap, masih berpindah-pindah sampai akhirnya tiba di Kanaan. Saat ada Kemah Suci banyak sekali pelanggaran sehingga dalam perjalanannya menuju Kanaan, orang Israel banyak berbuat dosa, memberontak, melanggar perjanjian-perjanjian.

Kondisi yang jahat ini menyebabkan TUHAN enggan tinggal diantara mereka hingga akhirnya Tabut Perjanjian atau kemuliaan TUHAN meninggalkan orang Israel.

  • Kemudian pada zaman Salomo, Salomo membangun kembali Bait Suci yang merupakan permulaan yang baru.
  • Daud begitu rindu membangun Bait Suci dan berkata, “Karena aku cinta kepada TUHAN, aku mau membangun Bait Suci”
  • Akhirnya saat Salomo berhasil membangun bait suci, Salomo berkata “inilah permulaan yang baru” (The New Beginning).
  • Dengan harapan tidak ada lagi kecacatan atau kejahatan yang dilakukan oleh orang Israel seperti yang terjadi pada waktu ada Kemah Suci.

Begitu Salomo melihat kemuliaan TUHAN, Salomo baru mulai berdoa dan doanya adalah Doa Nubuatan. Dan doa Salomo tersebut sarat dengan pesan-pesan rohani yang hebat.

  • Banyak orang Kristen yang beranggapan tidak mungkin Roh Allah pergi dari hidup kita.
  • Padahal kenyataannya Roh Allah bisa pergi meninggalkan Kemah Suci.
  • Artinya Roh Allah juga bisa pergi meninggalkan kita sebagai bait Allah atau bait Roh Kudus.

Kalau Roh Allah tidak pergi meninggalkan Bait Allah berarti Bait Suci masih berdiri sampai hari ini di Yerusalem.

  • Karena Roh Allah telah pergi meninggalkan Bait Suci, maka Bait Suci bisa dihancurkan.
  • Hal ini menandakan bahwa kita sebagai bait Allah atau bait Roh Kudus tidak bisa main-main dalam kehidupan kita sehari-hari.

Banyak yang beranggapan Roh Allah tidak mungkin meninggalkan bait-Nya dalam era Perjanjian Baru sekarang ini.

  • Mereka tidak mengerti apa maksud Yesus sendiri yang berkata, “Yerusalem, Yerusalem, tidak satu batupun yang tersusun disitu”.
  • Artinya Bait Suci itu akan dihancurkan karena mereka menolak Mesias yang telah datang bagi mereka.
  • Mereka dipilih TUHAN, tapi mereka menolak kedatangan Tuhan dalam wujud Anak Manusia padahal Dia adalah Sang Mesias yang mereka tunggu-tunggu.

Kita berdoa supaya tidak satupun dari kita di Chosen Generation “menolak” Tuhan.

  • Kita semua harus bersungguh-sungguh ikut Tuhan.
  • Perhatikan gaya hidup kita saat kita diperhadapkan dengan masalah, saat kita dibenturkan dengan persoalan, karena disitu akan terlihat apakah kita ikut Tuhan atau apakah kita menentang Tuhan.

1 Raja-raja 8 : 22-26

8:22 Kemudian berdirilah Salomo di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, ditadahkannyalah tangannya ke langit,

8:23 lalu berkata: “Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu;

8:24 Engkau yang tetap berpegang pada janji-Mu terhadap hamba-Mu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tangan-Mu apa yang Kaufirmankan dengan mulut-Mu, seperti yang terjadi pada hari ini.

8:25 Maka sekarang, ya TUHAN, Allah Israel, peliharalah apa yang Kaujanjikan kepada hamba-Mu Daud, ayahku, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus di hadapan-Ku dan tetap akan duduk di atas takhta kerajaan Israel, asal anak-anakmu tetap hidup di hadapan-Ku sama seperti engkau hidup di hadapan-Ku.

8:26 Maka sekarang, ya Allah Israel, biarlah kiranya menjadi nyata keteguhan janji yang telah Kauucapkan kepada hamba-Mu Daud, ayahku.

Dalam ayat 23 – 26 tersebut di atas, ada sampai 4 kali kata “hamba-Mu Daud” disebutkan, hali ini adalah penekanan dalam Doa Salomo yang pertama ada pada “hamba-Mu” Daud. Mengapa demikian?

  • Karena Daud menjadi “tolok ukur” bagi raja-raja sebelum dan sesudah zaman Daud memerintah sebagai raja.
  • Dalam Perjanjian Lama, TUHAN selalu memakai Daud sebagai tolok ukur.
  • Tetapi didalam Perjanjian Baru tolok ukurnya adalah Yesus.

Penekanannya pada warisan Daud.

  • Berkat dari TUHAN pasti turun kepada keturunan Daud, jika keturunannya juga hidup seperti Daud.
  • Kita sebagai orang tua, juga harus mewariskan “berkat iman” kepada anak-anak kita bahkan cucu-cucu kita.
  • Karena seorang anak, kehidupannya akan selalu meneladani kehidupan orang tuanya sebagai patokannya, sehingga anak akan menerima berkat seperti orang tuanya menerima berkat.
  • Oleh karena itu pada zaman Perjanjian Lama bagi para raja Israel setelah Daud hidup, tolok ukur mereka adalah Daud.
  • Setelah kita memasuki Era Perjanjian Baru, maka tolok ukurnya beralih kepada Yesus ketika masih dalam rupa Anak Manusia, sehingga sekarang ini Tuhan mau kita hidup seperti Dia ketika Dia ada diantara murid-murid-Nya.

Karenanya, apabila kita ingin menerima berkat dari Allah sesuai dengan janji-janji-Nya, maka kita harus mau hidup seperti Yesus hidup.

Yohanes 15 : 4-5

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Ketika kita percaya ada Roh Allah tinggal di dalam kita, berarti Dia telah ada di dalam kita.

  • Roh Allah yang ada di dalam kita, akan menuntun jalan kita masuk ke dalam Bait Suci.
  • Bait Suci melambangkan Yesus Kristus.
  • Jadi Roh Allah menuntut jalan kita masuk ke dalam Yesus Kristus.
  • Ketika Yesus ada didalam saudara, maka saudara akan berjumpa dengan salib.
  • Dan salib ini akan menuntun saudara sampai kepada kemuliaan.
  • Inilah yang dimaksud Aku di dalam kamu dan kamu di dalam Aku.

Banyak orang yang berkata, “aku ada di dalam Tuhan dan Tuhan ada di dalamku”, tetapi cara hidupnya tidak seperti salib Kristus, bagaimana mungkin Tuhan ada di dalam dia dan dia ada di dalam Tuhan?

  • Kalau gaya hidup kita benar, menyangkal diri, memikul salib, menolak dosa dan mengikut Tuhan, maka kita akan dibawa Tuhan sampai kepada kemuliaan yang besar.
  • Banyak orang gagal berjumpa dengan salib karena dia tidak masuk di dalam Tuhan.
  • Mungkin benar Tuhan ada di dalam dia, tetapi nyatanya dia tidak mau masuk ke dalam Tuhan.
  • Kalau Tuhan ada di dalam kamu tapi kamu tidak mau masuk ke dalam Tuhan maka Roh Allah bisa pergi daripadamu.

Apabila Roh Allah pergi meninggalkanmu, maka kamu tidak akan punya kepekaan lagi terhadap dosa.

  • Ketika seseorang menikmati dosa, maka kepekaan orang itu akan dosa akan hilang karena dia pikir yang dia lakukan wajar, hanya karena kelemahan dia saja yang tidak bisa ditolak.
  • Tapi kalau kamu lemah terus, tidak mau melawan dengan kekuatan Allah maka kamu tidak akan masuk ke dalam Allah.
  • Kalau kamu di luar Allah, maka kamu punya resiko besar akan terhilang.

Hidup saudara adalah tanggung jawab yang diberikan Tuhan agar berkat itu tetap ada pada saudara, bahkan sampai pada keturunan-keturunan saudara, sehingga saudara akan menjadi berkat bagi banyak orang.

1 Raja-raja 8 : 23-24

8:23 lalu berkata: “Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu;

Salomo mulai berdoa.

8:24 Engkau yang tetap berpegang pada janji-Mu terhadap hamba-Mu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tangan-Mu apa yang Kaufirmankan dengan mulut-Mu, seperti yang terjadi pada hari ini.

Hal ini menekankan agar saudara menjadi berkat bagi banyak orang.

Ketika Tuhan sudah ada di dalam saudara, saudara harus mengikuti langkah-Nya sehingga saudara bisa masuk ke dalam Tuhan.

  • Setelah saudara masuk ke dalam Tuhan dan pikul salib, disinilah saudara tidak bisa tidak akan menjadi berkat bagi orang lain.
  • Meskipun saudara tidak punya keturunan, minimal saudara akan memiliki banyak anak-anak rohani.
  • Tidak mungkin orang yang ada di dalam Tuhan dan Tuhan didalam dia, tidak berbuah.
  • Apabila saudara ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam saudara, otomatis saudara akan berbuah.

Anak-anak harus belajar dari orang tua.

  • Kalau saudara adalah orang tua dari anak-anak saudara, maka anak-anak saudara harus belajar dari “cara hidupmu yang benar” maka saudara akan menjadi berkat bagi banyak orang.
  • Demikian juga orang tua harus menjadi teladan dan atau panutan bagi anak-anaknya.
  • Saudara harus menjadi suluh bagi siapapun yang ada di rumah saudara.

Saudara harus menjadi terang bagi sesama saudara.

  • Ayat ini adalah hasil dari buah pelayanan orang yang benar di mata TUHAN, yaitu Daud.
  • Pelayanan Daud adalah pelayanan orang yang benar di mata TUHAN dan menghasilkan buah.

Bila buah pelayanan Daud bisa dinikmati oleh banyak orang sehingga banyak orang bisa kembali menyembah Allah yang benar di bait Allah, lalu bagaimana dengan pelayanan saudara?

  • Buah pelayanan saudara juga harus membawa orang kembali menyembah Allah yang benar di dalam Bait Allah.
  • Mereka dipenuhi Allah dengan hadirat-Nya, mereka berjalan di dalam Allah dan mereka dipenuhi kemuliaan Allah.

Ketika saudara membawa seseorang masuk ke dalam Tuhan, inilah yang disebut dengan “pemuridan”.

  • Saudara harus mengajar orang bagaimana caranya pikul salib.
  • Jangan menjadi orang Kristen yang cengeng, yang sedikit sedikit menangis dan mengeluh.
  • Tapi kita harus menjadi rekan sepakat untuk pikul salib.

Dalam 1 Raja-raja 8, ayat 27 – 30 berikut ini, Doa Salomo akan berbicara tentang Bait Allah sebagai Bangunan Fisik (objeknya).

1 Raja-raja 8 : 27-30

8:27 Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.

8:28 Maka berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya TUHAN Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba-Mu panjatkan di hadapan-Mu pada hari ini!

8:29 Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan: nama-Ku akan tinggal di sana; dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini.

8:30 Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya di tempat kediaman-Mu di sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni.

Sebelumnya penekanannya ada pada kata “hamba”, tapi sekarang penekanannya pada kata, “doa”.

  • Salomo berkata Bait Suci adalah tempat untuk bersekutu dengan TUHAN.
  • Salomo menunjuk pada 2 objek, yaitu kita sebagai Bait Suci dan sebagai Bangunan Fisik (objek) dari Bait Suci.
  • Jadi kita sebagai bait Allah, kita masuk menyatu dalam Allah di dalam doa.
  • Dari sudut manusia sebagai bait Allah, kita yang berdoa.

Tetapi dari sudut bait Allah sebagai bangunan, kita masuk ke dalam Allah dan kita menjadi seorang pendoa.

  • Jadi saudara dan saya sebagai bait Allah adalah tempat doa bukan tempat dosa bercokol.
  • Firman Tuhan berkata, “Siapapun yang menghancurkan bait Allah, dia berhadapan dengan Aku”.
  • Berapa banyak orang Kristen hidup di dalam dosa dan dia melegalisirnya?
  • Orang Kristen yang membiarkan dosanya terus menerus menguasai dia maka dia akan berhadapan dengan keadilan Allah.

Matius 21 : 13

21:13 dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

Rumah-Ku akan disebut rumah doa, tetapi kamu jadikan sarang dosa.

  • Katakan pada diri saudara, “Saya adalah rumah doa, bukan tempat dosa”.
  • Jadi saudara jangan melegalkan dosa apapun.
  • Kalau seseorang menghancurkan rumah Allah atau bait Allah, yaitu dirinya sendiri, maka dia akan berhadapan dengan keadilan Allah.
  • Kita hidup harus semakin berhati-hati tidak bisa sembarangan lagi.

Salomo menyadari bahwa Bait Suci adalah tempat melakukan kontak dengan Allah, TUHAN Israel.

  • Jadi Bait Suci adalah sebuah bangunan dalam bentuk fisik, sebuah tempat dimana kita bisa mengontak Allah.
  • Bait Suci adalah tempat kita membangun hubungan dengan Allah.
  • Siapapun yang mau membangun hubungan dengan Allah dengan sungguh-sungguh, maka doanya akan didengar Tuhan.
  • Siapapun yang mencari Allah dengan sungguh-sungguh, maka doanya di dengar Tuhan.

Ketika saudara berdoa, secara manusia saudara belum melihat jawaban Tuhan, tetapi tanpa saudara sadari kalau saudara berjalan terus di dalam jalan Tuhan, maka doa saudara sudah dijawab Tuhan.

  • Tinggal menunggu tibanya pertolongan Tuhan yang sedang dalam perjalanan mendatangi saudara, tapi sayangnya saudara sendiri yang menghalanginya.
  • Jika saudara mau pertolongan Tuhan datang tepat waktu, jangan coba-coba untuk menghalangi Tuhan dengan cara apapun yang tidak saudara sadari.
  • Pikul saja salib-Nya dengan terus tersenyum dan tanpa keluh kesah, karena itulah yang Tuhan inginkan dari kita.

Memikul salib memang berat, karena salib tidak ada yang ringan, karena saudara bukan membawa kardus kosong tetapi membawa salib yang berat.

  • Yesus berkata “pikullah kuk yang Ku-pasang, karena kuk-Ku itu ringan”.
  • Kuk itu ringan karena Tuhan memberi saudara kekuatan.
  • Ada orang yang rajin melayani, dia pakai kalung salib, apakah Allah hadir dalam hidupnya? Belum tentu.
  • Allah hadir dalam hidup saudara, ketika saudara percaya kepada-Nya dan mempercayakan hidup saudara kepada Tuhan.

Salomo berkata Bait Suci bukan Allah, karena Salomo sedang berbicara tentang Bait Suci sebagai bangunan atau objek.

  • Jadi saudara harus memahami kapan Bait Suci yang melambangkan Yesus Kristus, atau bait suci melambangkan diri kita.
  • Dan kapan Bait Suci yang melambangkan bangunan.

Dalam 1 Raja-raja pasal 8 ayat 27 – 30 tadi, Salomo berbicara tentang bait Allah sebagai Yesus, dan sebagai manusia, dan juga sebagai bangunan.

1 Raja-raja 8: 27

8:27 Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.

Salomo berbicara tentang bangunan atau objek.

1 Raja-raja 8 : 30

8:30 Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya di tempat kediaman-Mu di sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni.

Manusia dikatakan sebagai bait Allah, tetapi tetap saja bukan Allah.

Terlepas dari Roh Allah yang ada di dalam kita, apakah kita ini Allah?  Bukan.

  • Walaupun Roh Allah ada di dalam kita, tapi kita tetap bukan Allah.
  • Kita harus menyembah Allah walaupun Dia ada di Sorga.

Walaupun manusia sebagai bait Suci, tetapi manusia tetap bukan Allah.

  • Bait Suci tidak bisa mengambil tempat Allah.
  • Oleh sebab itu Salomo sadar dalam doanya bahwa tempat kediaman Allah itu di Sorga.
  • Bait Suci adalah rumah doa yang menghubungkan Allah dengan manusia.
  • Allah “omnipresent” Dia hadir dimanapun, tidak hanya di Bait Suci (objek).

Bait Suci adalah tempat komunikasi antara manusia dengan Allah dalam roh dan kebenaran.

  • Orang yang tidak membangun relasi dengan Allah adalah orang yang me-nelantarkan rohnya untuk tidak bersentuhan dengan Allah.
  • Jika demikian halnya, lambat laun rohani orang itu akan mati.

Orang yang menggampangkan keselamatannya, adalah orang yang hanya mau percaya Yesus, tetapi tidak mau mengenal Yesus dengan sungguh-sungguh.

  • Yesus berkata, “Aku juga tidak mengenal kamu”.
  • Orang seperti ini adalah orang yang sekedar percaya, tapi tidak membangun relasi dengan Allah.
  • Apalah artinya percaya Yesus tetapi tidak mau mengenal Yesus?
  • Jadi bukan orang yang berseru, “Tuhan-Tuhan”, tapi akhirnya Tuhan tidak mengenal dia karena dia percaya tapi tidak mau membangun relasi dengan Tuhan.
  • Masalahnya, banyak sekali orang Kristen hari ini yang tidak mengerti tentang membangun hubungan ini dengan Tuhan, sehingga tanpa mereka sadari bila sebenarnya mereka tidak mengenal Tuhan Yesus dengan benar.

Sekarang pertanyaannya untuk saudara apabila saudara sudah percaya kepada Tuhan Yesus; apakah saudara sudah membangun relasi dengan Tuhan?

  • Bagaimana kalau hidup saudara sebentar lagi akan berakhir?
  • Misalnya besok saudara dipanggil Tuhan, apakah sudah siap?
  • Kalau kita belum yakin dengan tempat kita menjalani kekekalan saat kita dipanggil Tuhan nanti, mulai hari ini selagi ada kesempatan, yakinkan diri kita agar berada di tempat yang terbaik.

Dalam 1 Raja-raja 8 : 27 – 30, Salomo menekankan bait Allah sebagai bangunan dan juga menekankan relasi antara manusia dengan Allah.

  • Manusia sebagai bait Allah (bait suci) mempunyai relasi dengan Allah yang tinggal di dalam Bait Suci.
  • Jemaat Chosen Generation harus memiliki hubungan dengan Tuhan, karena percuma saja pelayanan-pelayanan tanpa relasi sama sekali dengan Tuhan.
  • Saudara bangun terus hubungan dengan Tuhan, doa saja terus setiap saat walaupun tidak merasakan apa-apa, karena Tuhan pasti mendengar doamu.

1 Raja-raja 8 : 31-32

8:31 Jika seseorang telah berdosa kepada temannya, lalu diwajibkan mengangkat sumpah dengan mengutuk dirinya, dan dia datang bersumpah ke depan mezbah-Mu di dalam rumah ini,

Ayat 31 dan 32 ini, Bait Suci melambangkan karakteristik Allah.

8:32 maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni menyatakan bersalah orang yang bersalah dengan menanggungkan perbuatannya kepada orang itu sendiri, tetapi menyatakan benar orang yang benar dengan memberi pembalasan kepadanya yang sesuai dengan kebenarannya.

Ada 3 (tiga) hal yang menggambarkan karakteristik Allah, yaitu :

  1. Kasih.

Dia adalah Allah yang kasih, karena Dia Allah yang mengampuni.

  • Kebenaran.

Dia adalah Allah yang benar, karena kebenarannya ada pada Dia.

  • Keadilan.

Dia adalah Allah yang adil, karena Dia akan mengadili dengan adil.

Penjelasannya adalah sebagai berikut :

  • “Kasih karunia Tuhan” akan membawa saudara kepada “Kebenaran”.
  • “Kebenaran dari Tuhan” akan membawa saudara kepada “Keadilan”, apakah nantinya saudara “dipermuliakan” atau sebaliknya, saudara “dihukum”.
  • Jadi jangan lagi ada diantara kita yang menggampangkan keselamatannya.
  • Saudara jangan lagi berpikir saudara sudah selamat ketika saudara percaya.

Jika saudara telah mendapatkan kasih Allah, tapi tidak memanfaatkan kasih-Nya dengan cara hidup benar, serta tidak berjalan dalam kebenaran, maka resikonya saudara akan berhadapan dengan keadilan Allah.

  • Kasih Allah akan menuntun saudara dalam takut akan Allah, sehingga saudara tidak masuk dalam penghakiman.
  • Roh Allah yang ada pada saudara akan menuntun saudara pada kebenaran Allah.
  • Kebenaran Allah adalah Salib. Ketika saudara sudah memikul salib, maka keadilan Allah nyata bagimu, yaitu dipermuliakan bersama dengan Allah.

1 Raja-raja 8 : 33-40

8:33 Apabila umat-Mu Israel terpukul kalah oleh musuhnya karena mereka berdosa kepada-Mu, kemudian mereka berbalik kepada-Mu dan mengakui nama-Mu, dan mereka berdoa dan memohon kepada-Mu di rumah ini,

8:34 maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa umat-Mu Israel dan mengembalikan mereka ke tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka.

8:35 Apabila langit tertutup, sehingga tidak ada hujan, sebab mereka berdosa kepada-Mu, lalu mereka berdoa di tempat ini dan mengakui nama-Mu dan mereka berbalik dari dosanya, sebab Engkau telah menindas mereka,

Siapapun yang hidup dalam dosa dan tidak peduli dengan kekudusan, kondisi itu artinya kamu hidup di dalam ketandusan, tidak akan turun hujan dalam hidupmu.

Saudara harus benar-benar kembali ke jalan Tuhan dan hidup kudus, maka saudara akan melihat hujan pada awal musim tepat pada waktunya

8:36 maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa hamba-hamba-Mu, umat-Mu Israel, — karena Engkaulah yang menunjukkan kepada mereka jalan yang baik yang harus mereka ikuti — dan Engkau kiranya memberikan hujan kepada tanah-Mu yang telah Kauberikan kepada umat-Mu menjadi milik pusaka.

8:37 Apabila di negeri ini ada kelaparan, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang, atau belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apa pun,

8:38 lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel ini memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya — karena mereka masing-masing mengenal apa yang merisaukan hatinya sendiri —

8:39 maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena engkau mengenal hatinya — sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia, —

8:40 supaya mereka takut akan Engkau selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami.

Jadi ada 4 hal yang kita temukan dari ayat-ayat ini :

  1. Siapapun yang hidup didalam dosa, maka dia adalah pecundang bukan seorang pemenang.

Hanya pemenang yang bisa berkata, “tidak kepada dosa” tapi kalau pecundang akan mengikuti kemauan dosa.

Allah mengasihi orang berdosa, tapi Allah tidak mentolerir dosa.

  • Siapapun yang mau bertobat pasti dipulihkan.

Lewat Bait Suci orang mengenal Tuhan.

Lewat Bait Suci orang mengenal pikiran dan perasaan Tuhan, yang akan membuat mereka hidup di dalam pertobatan demi pertobatan.

Bila Tuhan sudah ada di dalam saudara dan saudara ada didalam Tuhan, maka saudara akan mengenal Dia dengan membangun hubungan dengan Dia.

Kalau kita tidak membangun hubungan dengan Tuhan, tidak pernah membaca firman dan tidak pernah berdoa, berarti walaupun Tuhan ada di dalammu tetapi yang pasti engkau tidak ada di dalam Tuhan.

Oleh karena itu bertobatlah senantiasa di dalam hidupmu.

  • Bait Suci adalah sarana rekonsiliasi jasmani dan rohani, untuk pemulihan.
  • Minta pengampunan kepada Tuhan tidaklah sesulit bertobat, pertobatan tidak semudah minta pengampunan kepada Tuhan.
  • Banyak orang yang sering sekali minta pengampunan kepada Tuhan, tetapi apakah dia juga mau bertobat? Belum tentu.
  • Siapapun bisa meminta pengampunan, tetapi bertobat atau berbalik ke jalan Tuhan yang di dalamnya terdapat salib, itu butuh perjuangan dan tidak semua orang mau.

Minta pengampunan pada Tuhan mudah, tetapi untuk masuk dalam pertobatan tidaklah semudah minta pengampunan.

  • Siapapun orang yang minta pengampunan tapi tidak bertobat, bagaikan minum obat pengurang rasa sakit tapi sakitnya akan kembali kambuh.
  • Ini sama saja dengan orang yang minta pengampunan tanpa bertobat.
  • Misalnya si B berdosa, dia minta pengampunan “Tuhan ampuni saya”, tapi setelah minta ampun dia mau bertobat? Belum tentu.
  • Apalagi kalau minta ampun dan bertobat tidak dilakukan, itu lebih parah.
  • Mengurangi rasa sakit tanpa bisa menyembuhkan, akan menyebabkan kehidupan spiritual kita hari demi hari akan semakin lemah.

1 Raja-raja 8 : 39

8:39 maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena engkau mengenal hatinya — sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia, —

Hanya Tuhan saja yang mengenal hati manusia.

  • Banyak orang minta pengampunan kepada Tuhan, tetapi tidak banyak orang yang mau bertobat.
  • Mulai hari ini saudara harus serius menangani dosamu, karena dosa serius akan membawa saudara kepada kematian rohanimu.

1 Raja-raja 8 : 41-43

8:41 Juga apabila seorang asing, yang tidak termasuk umat-Mu Israel, datang dari negeri jauh oleh karena nama-Mu, —

Orang yang menjadikan dirinya bait Allah, masuk ke dalam Allah, hidupnya pasti memasyhurkan Allah, dan membuat banyak orang bertobat karenanya.

8:42 sebab orang akan mendengar tentang nama-Mu yang besar dan tentang tangan-Mu yang kuat dan lengan-Mu yang teracung — dan ia datang berdoa di rumah ini,

8:43 maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya bertindak sesuai dengan segala yang diserukan kepada-Mu oleh orang asing itu, supaya segala bangsa di bumi mengenal nama-Mu, sehingga mereka takut akan Engkau sama seperti umat-Mu Israel dan sehingga mereka tahu, bahwa nama-Mu telah diserukan atas rumah yang telah kudirikan ini.

Engkau akan menjadi kemasyhuran bagi nama-Mu ya TUHAN.

Orang Kristen harus memiliki visi seperti Salomo yang hidup bukan bagi diri sendirinya sendiri, tetapi hidup bagi kemuliaan nama Tuhan.

Matius 5 : 16

5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Supaya orang-orang melihat perbuatan kita yang baik dan bisa memuliakan Allah.

Efesus 2 : 10

2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Supaya kita hidup di dalam-Nya.

Tuhan sudah ada didalam saudara dan benarkah Tuhan menggiring saudara hidup di dalam Tuhan?

  • Kalau seseorang hidup di dalam Tuhan, dia pasti berkata tidak kepada dosa dan pasti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik, bukan yang jahat.
  • Jika saudara hidup dalam Tuhan, saudara pasti menjadi berkat dimanapun saudara berada.
  • Visi ini harus ada di dalam saudara.

1 Raja-raja 8 : 44-50

8:44 Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuhnya, ke arah mana pun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada TUHAN dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu,

8:45 maka Engkau kiranya mendengarkan di sorga doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka.

Di dalam rumah doa kita masuk ke dalam Tuhan dan kita mengalami kasih, kebenaran dan juga keadilan.

8:46 Apabila mereka berdosa kepada-Mu — karena tidak ada manusia yang tidak berdosa — dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri musuh yang jauh atau yang dekat,

Semua orang pasti berdosa, tapi permasalahannya mau minta pengampunan dan kemudian bertobat atau hanya minta ampun tapi tidak bertobat?

Kalau sampai saudara ditawan, berarti tidak ada tabut TUHAN didalam Bait Suci.

8:47 dan apabila mereka sadar kembali dalam hatinya di negeri tempat mereka tertawan, dan mereka berbalik, dan memohon kepada-Mu di negeri orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, dengan berkata : Kami telah berdosa, bersalah, dan berbuat fasik,

8:48 apabila mereka berbalik kepada-Mu dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya di negeri musuh yang mengangkut mereka tertawan, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke negeri mereka yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka, ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu,

Kristus Yesus sebagai “Bait Allah tidak terbatas”.

  • Dimanapun kita berada kita bisa berdoa.
  • Yang Tuhan maksud disini “bukan Bait Suci sebagai objek” tetapi “siapa yang berdoa dan keberadaannya dimana”.
  • Jadi yang diperlukan adalah pertobatan.

8:49 maka Engkau kiranya mendengarkan di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, kepada doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka.

8:50 Engkau kiranya mengampuni umat-Mu yang telah berdosa kepada-Mu, mengampuni segala pelanggaran yang dilakukan mereka kepada-Mu, dan kiranya Engkau membuat mereka menjadi kesayangan orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, sehingga orang-orang itu menyayangi mereka,

Dilingkungan orang-orang tidak percaya sekalipun, kita tetap menjadi berkat dan berbeda dari yang lain, karena kita adalah bait Allah yang hidup.

Untuk itu kita harus masuk ke dalam Dia, Dia masuk ke dalam kita dan kita menyatu di dalam Dia, sehingga kita menampilkan wujud Allah melalui penampilan kehidupan kita sehari-hari.

Jadi pusat penyembahan kita adalah Yesus Kristus, karena hanya Yesus Kristus yang layak disembah dan layak terima kemuliaan.

  • Kita menyembah Dia artinya kita masuk kedalam Dia dan kita menghormati Dia melalui sikap dan tingkah laku kita.
  • Inilah yang menandakan kita telah masuk kedalam Dia dan hidup bersama dengan Dia.

Sehingga dimanapun kita berada, dilingkungan sejelek apapun kita berada, kita tetap bisa berbuah.

  • Kalau bibitmu baik, kamu mau ditanam seperti apapun pasti tetap tumbuh.
  • Banyak tanaman yang sudah hampir mati, tapi bisa hidup segar kembali karena perawatannya benar.
  • Tuhan merawat kita dengan benar, tetapi permasalahannya apakah kita mengijinkan Tuhan merawat kita?
  • Saat tanaman sudah hampir mati, Tuhan merawat kita dengan mencabut tanaman itu untuk dipindah ke tempat yang baru dan Tuhan beri pupuk.
  • Proses mulai diberi pupuk dan proses perawatan itulah proses yang sakit.

Mengapa demikian?

  • Karena kita dipaksa untuk bertumbuh dan terus maju meskipun sakit.
  • Karena kita harus menjadi pohon yang besar, sehingga banyak orang bisa berteduh dan merasa aman dengan keberadaan kita dekat mereka.
  • Karena kita dituntut menjadi berkat bagi banyak orang lain dimanapun kita berada.

Permasalahannya :

  • Sudahkah saudara ijinkan Roh Allah tinggal di dalam saudara?
  • Sudahkah saudara masuk ke dalam Allah?
  • Sudahkah Allah hidup didalam saudara dan menjadi Raja didalam saudara?

Kalau Dia menjadi Raja di dalam saudara, maka saudara pasti akan memuliakan Dia disetiap waktu dalam kehidupan saudara.

Amin. Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

2 APRIL 2019 BABEL (VIDEO KHOTBAH)

31 MARET 2019 KESUCIAN HATI MENGHANTAR KITA BERJUMPA DENGAN ALLAH

GEREJA PEMURIDAN – 24 MARET 2019

Yesus mendekati mereka dan berkata : “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28 : 18–19)

“GEREJA-PEMURIDAN”

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

KHOTBAH MINGGU, 24 MARET 2019

============

Shalom !

Hari ini kita mengadakan “ibadah pengucapan syukur” sehubungan dengan ulang tahun Jemaat CHOSEN GENERATION yang ke-4. Jemaat kita ini merupakan salah satu Jemaat yang bernaung dibawah “Sinode Gereja Pelayanan Penyembahan Kharismatik” yang berkedudukan di Jakarta.

“SELAMAT ULANG TAHUN”

untuk kita semua

Kita semua sudah tahu bahwa Tuhan Yesus yang membangun Jemaat ini dan yang Dia inginkan dari kita semua adalah :

  • Agar kita semua saling mengasihi dan saling menopang.
  • Agar tidak ada satupun dari kita yang saling menjatuhkan.
  • Agar kita semua saling melengkapi satu dengan yang lain, supaya yang lemah dikuatkan.
  • Agar tidak ada satupun dari kita yang terhilang dan tidak ada yang terjatuh.
  • Agar kita benar-benar harus bisa masuk dalam rencana Tuhan sampai Tuhan dipermuliakan oleh gaya hidup kita sehari-hari.

Ada 2 hal yang Tuhan sampaikan untuk acara ulang tahun ini :

  1. Tuhan mau menjadikan ibadah hari ini, “ibadah pujian penyembahan”, oleh sebab itu durasi pujian penyembahan diperpanjang.
  • Tuhan mau menjadikan Chosen Generation sebagai “Gereja Pemuridan”.

Pertanyaannya :

  • Apakah yang dimaksudkan dengan pemuridan?
  • Apakah pemuridan hanya mencetak hamba-hamba Tuhan? Tidak, karena maksud dari pemuridan lebih luas dari hanya sekedar mencetak hamba-hamba Tuhan.

Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke Sorga, Tuhan berfirman :

Matius 28 : 18

28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Tuhan Yesus diberikan kuasa di sorga dan di bumi.

Pada awal diciptakannya manusia, manusia berkuasa dan manusia menjadi raja atas semua ciptaan-Nya.

Kejadian 1 : 26

1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

“Supaya mereka berkuasa” atas ikan-ikan dan burung-burung dan ternak dan atas seluruh bumi dan semua binatang melata diatasnya, maka :

  • Ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia kehilangan kuasanya.
  • Hanya Yesus satu-satunya Pribadi dan satu-satunya Manusia yang menang.
  • Karena Dia menang, maka Dia mendapatkan kuasa atas sorga dan bumi.

Tuhan rindu saudara dan saya kembali pada kuasa mula-mula, yaitu kembali pada gambar Allah atau ciptaan Allah yang semula.

  • Yesus mati di kayu salib bukan hanya sekedar menyelamatkan saudara, tapi mengembalikan saudara dan saya pada citra Allah yang hilang.
  • Yesus telah mendapatkan kuasa itu pada manusia yang unggul.
  • Selama Yesus di bumi Dia mengalahkan dosa, Dia tidak berbuat dosa.
  • Karenanya Tuhan Yesus mau saudara kembali mendapatkan kuasa itu.
  • Untuk mendapatkan kuasa itu, caranya hanya dengan menyatu dengan Dia.
  • Karena Yesus telah mendapatkan kuasa dari Bapa di Sorga, maka saudara juga akan mendapatkan kuasa tersebut dari Dia.

Dalam Wahyu pasal 12 memberitahukan kita, bahwa Tuhan Yesus telah berfirman, karena “Dia yang sudah menang, maka kitapun menang”

  • Kalau kita tidak takut untuk mengorbankan nyawa kita untuk Tuhan, maka kitapun akan rela “mematikan kedagingan kita, hasrat kita dan ego kita” supaya kita juga bisa menang seperti Dia menang.
  • Tuhan Yesus telah melengkapi kita dengan darah-Nya, darah Anak Domba, sehingga walaupun kita selalu di usik penguasa dunia yang gelap ini, tidak masalah karena kita akan mengalami kemenangan.

1 Korintus 15 : 53-55

15:53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.

Yang dapat binasa itu tubuh kita dan yang tidak dapat binasa yaitu Allah.

Oleh sebab itu “kita harus menyatu dengan Allah” supaya kita tidak binasa.

Caranya? Kita harus masuk menyatu kedalam Allah. Dia harus semakin menjadi besar didalam kita dan kita semakin menjadi kecil didalam Dia, bahkan kita harus “hilang” didalam Dia.

1 Korintus 15 : 54

15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan.

Hanya Yesus yang bisa mengalahkan maut, kita tidak bisa. Tetapi karena Dia ada didalam kita dan kita ada didalam Dia, maka kita bukan hanya sekedar menang atas masalah, tetapi juga menang atas maut. Amin?

Karena Yesus sangat jelas telah mengalahkan maut, tapi mengapa kita tidak mau menyatu dengan Dia?

15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Matius 28 : 19 – 20

28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Perintah Agung Tuhan Yesus antara lain berkata, “Jadikan semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka”.

Tetapi mengapa banyak gereja berhenti sampai pada baptisan itu saja dan mereka berpikir cukup percaya saja, sehingga mereka mengesampingkan pemuridan.

28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Pemuridan adalah belajar melakukan sesuatu, belajar mengenal Tuhan dan belajar mengerjakan apa yang telah Tuhan ajarkan.

  • Tuhan rindu gereja ini, Gereja Chosen Generation menjadi gereja yang penuh dengan kemenangan.
  • Bukan hanya Gerejanya saja yang berkemenangan, tetapi saudara dan saya juga benar-benar menjadi gereja dan kita penuh dengan kemenangan.
  • Oleh sebab itu kita harus dimuridkan dan atau memuridkan.

Kata “ murid” muncul 262 kali di Perjanjian Baru dan apakah yang dimaksudkan dengan “murid”?  Mengapa kata ini sangat penting?  Jawabannya karena :

  • Murid tugasnya belajar.
  • Murid dan Kekristenan adalah hal yang sama.
  • Murid adalah Kristen.

Jadi, jika saudara mengaku orang Kristen, maka saudara juga harus dimuridkan dan menjadi murid yang mau belajar.

  • Kalau saudara tidak mau belajar, berarti saudara bukan orang Kristen.
  • Saudara boleh-boleh saja mengaku orang Kristen, tetapi bila saudara tidak mau berkata “tidak” terhadap dosa, maka hidupmu dalam kecemaran.
  • Jika demikian halnya, saudara bukan orang Kristen.
  • Karena orang Kristen, adalah seorang murid yang mau belajar.

Kata Kristen pertama kali disebut di Antiokhia.

Kisah Para Rasul 11 : 26

11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Siapakah yang disebut orang Kristen? Mereka adalah murid.

Berarti, kalau saudara tidak mau belajar, tidak mau dididik dan tidak mau dibentuk, saudara bukan orang Kristen.

  • Kalau saudara tidak mau berkata “tidak” pada dosa, saudara bukan orang Kristen.
  • Label saudara Kristen, tetapi kelakuan saudara bukan orang Kristen, karena orang Kristen adalah seorang murid yang harus mau belajar.
  • Kristen adalah umat milik Kristus yang mengajar sesuai dengan ajaran Yesus.

Apa yang Yesus ajarkan “bukanlah petuah”, tapi Prinsip-prinsip Dasar Kerohanian.

  • Yaitu bagaimana caranya saudara menjalankan kehidupan rohani saudara?
  • Bagaimana caranya saudara mengikuti dan atau melakukan peraturan-peraturan dalam kehidupan rohani saudara?
  • Oleh sebab itu kalau saudara adalah murid, maka saudara harus belajar.

EMPAT ARTI PEMURIDAN MENURUT KONTEKS ALKITAB

  1. Arti Pemuridan yang Ke 1 : “Melepaskan Ego dan Kepentingan Diri Sendiri”

Matius 16 : 24

16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Seorang murid harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Tuhan.

Kalau saudara tidak belajar menyangkal diri, tidak belajar memikul salib dan tidak belajar mengikut Tuhan, saudara bukan murid dan saudara bukan Kristen.

Jadi, kalau saudara mau dimuridkan harus pikul salib, tidak ada cara lain.

Pikul salib sambil berjalan memang sakit, oleh karena itu :

  • Jalan penderitaan tersebut namanya “jalan salib”.
  • Salib itu kematian, mati dari diri sendiri, mati dari ego, mati dari keingingan.
  • Jalan penderitaan disebut juga “Via de Larossa”.

Lukas 14 : 27

14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Apakah saudara mau menjadi murid? Jika saudara mau menjadi murid, maka saudara harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Tuhan, tidak ada cara lain.

Jadi, arti kata pemuridan yang pertama adalah melepaskan ego dan kepentingan diri sendiri.

Matius 11 : 28-29

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Aku akan memberi kamu kelegaan. Aku akan membuat kamu istirahat.

Bagaimana caranya kamu bisa istirahat?

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Pikul salib itulah istirahatmu. Saudara akan mendapat ketenangan ketika engkau memikul salib. Tanpa salib engkau tidak akan tenang.

  • Tuhan akan mengarahkanmu ke tempat dimana Tuhan berada, untuk mematikan ego, mematikan kehendak diri sendiri, mematikan hasratmu.
  • Ketika ego dan harga diri masih muncul, kamu belum benar-benar pikul salib.
  • Tuhan mau kita semua menjadi murid bukan sekedar percaya saja.
  • Tuhan mau kita memikul salib-Nya sampai kita sempurna.

Banyak orang Kristen berkata, kita tidak akan bisa sampai tingkat sempurna.

  • Saya bilang, kalau saudara sudah berkata tidak akan bisa sempurna, maka saudara tidak akan pernah bisa sempurna.
  • Katakan pada Tuhan, “Tuhan, saya mau menjadi sempurna”, maka saudara akan dibawa Tuhan ke tingkat sempurna dalam pengenalan dan sempurna di dalam kasih.
  • Kita harus melepaskan ego dan kepentingan diri sendiri.

Masalahnya, kita sudah terbiasa hidup dengan ego dan hidup bagi diri sendiri.

Oleh karena itu, Tuhan mengarahkan kita :

  • Kepada kuk-Nya dan kepada salib-Nya.
  • Supaya kita melepaskan semua kepentingan diri pribadi kita sendiri.
  • Sehingga kita berubah dan hidup bagi kepentingan Allah.
  • Arti Pemuridan yang Ke 2 : “Mengenal Suara Tuhan, Memiliki Keintiman

Dan Memiliki Pengenalan Akan Firman Tuhan Yang Benar”.

Hal ini berhubungan dengan pengajaran. Saudara harus mengenal Tuhan, punya keintiman, terus belajar firman sampai saudara mengenal Tuhan dengan benar.

Yohanes 10 : 4-5

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Ayat ini berbicara tentang pemuridan.

  • Dia akan menuntun saudara supaya saudara mengikuti Dia.
  • Ketika saudara mengikuti Dia, maka “ego” mu harus engkau tanggalkan.
  • Saudara harus mengenal suara Tuhan saudara, artinya saudara memiliki keintiman dengan Tuhan dan pengenalan yang benar akan Tuhan.

10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”

Saudara harus mengenal “suara Tuhan” dengan benar, supaya tidak ada yang bisa menyesatkan saudara.

  • Tuhan pernah berkata kepada saya agar saya belajar firman dan gali firman, sampai kamu kenal Aku, maka kamu tidak bisa disesatkan.
  • Belajar dan intim terus dengan Tuhan, jangan pernah menyerah.
  • Saudara harus terus mendekatkan dirimu kepada Tuhan, maka engkau akan dibawa sempurna suatu hari nanti.

Yohanes 10 : 9

10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

“Mempunyainya dalam segala kelimpahan” artinya Tuhan akan membuat hidupmu berkualitas (“Zoe”).

  • Kualitas yang dimaksud bukan perkara materi.
  • Kalau engkau tidak dimuridkan, hidupmu tidak akan berkualitas.
  • Yang menentukan hidupmu berkualitas atau tidak, adalah sorga dan bukan sesuai takaran manusia.
  • Arti Pemuridan yang Ke-3 : “Meletakkan Kasih Pada Tuhan Diatas Segala-

      galanya”

Lukas 14 : 26

14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Dalam bahasa Yunani, Yesus benar-benar memakai kata “membenci”, tetapi bukan berarti kita harus membenci orang tua kita, tapi arti membenci yaitu menempatkan kasih kepada orang tua dibawah atau setelah kasih kita kepada Tuhan.

Ketika saudara menempatkan kasih akan Tuhan dengan porsi yang tepat, maka saudara akan bisa mengasihi sesama saudara dengan porsi yang tepat pula.

  • Berapa banyak dari kita lebih mengasihi diri sendiri lebih daripada Tuhan?
  • Berapa banyak dari kita lebih mengasihi anak kita lebih daripada Tuhan?
  • Berapa banyak dari kita lebih mengasihi orang lain lebih daripada Tuhan?

Apabila saudara sampai bisa pukul-pukulan atau konflik dengan orang lain hanya karena keluarga saudara disakiti orang lain tersebut, maka tanpa saudara sadari, saudara telah salah menempatkan kasih saudara selama ini.

  • Banyak dari kita tidak menempatkan kasih pada Tuhan dengan porsi yang tepat, termasuk saudara.
  • Ketika saudara mengasihi seseorang lebih daripada kepada Tuhan, maka saudara akan kecewa jika suatu waktu orang itu menyakiti saudara.
  • Kecewa itu tidak baik, kecewa itu negatip.
  • Kalau saudara mengasihi Tuhan terlebih dahulu, apapun yang orang perbuat terhadap saudara, saudara tidak akan pernah terluka.

Jika demikian saudara akan tahu dimana menempatkan kasih dengan tepat.

Matius 8 : 21-22

8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”

8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Upacara penguburan orang Yahudi diadakan selama tujuh hari.

  • Jadi mereka membuang waktu tujuh hari hanya untuk acara penguburan, yang sebenarnya mereka bisa melakukan hal yang lain dalam waktu tujuh hari itu.
  • Tubuh orang yang sudah mati tidak ada artinya lagi bagi Tuhan.
  • Tapi banyak orang yang masih hidup tetapi mati, itulah yang perlu ditolong.

Kalau saudara meletakkan kasihmu pada Tuhan diatas segala-galanya, maka semua jadi tidak ada artinya. Oleh sebab itu saudara harus menaruh kasih akan Tuhan pada posisi yang benar.

  • Kasih itu seperti benda, bila ada di sini, maka tidak ada di tempat yang lain.
  • Jika saudara berkata bahwa saudara mengasihi istri saudara dan juga mengasihi Tuhan, itu salah.
  • Seharusnya karena saudara mengasihi Tuhan, maka saudara bisa mengasihi istri atau suamimu dengan porsi yang tepat.

Saudara tidak akan berlebih dalam hal mengasihi sesama, karena saudara tahu menempatkan kasih yang benar dan saudara akan mendahulukan Tuhan diatas segala-galanya.

  • Itulah artinya pemuridan.
  • Sadarilah, bahwa kasih manusia selalu cenderung sarat dengan daging.
  • Oleh sebab itu saudara harus diubah terlebih dahulu dalam kasih Tuhan, baru lah saudara bisa mengasihi tanpa syarat.
  • Tidak peduli orang mau menyakiti saudara atau meninggalkan saudara.

Apakah kita menyadari berapa seringnya kita menyakiti hati Tuhan, tetapi Tuhan tetap menerima kita?

  • Kalau kita menyadai hal itu, lantas mengapa kita tidak bisa menerima orang lain yang berbuat salah terhadap kita?
  • Ketika saudara berbuat salah dan Tuhan mengampuni saudara hanya dalam hitungan detik, tetapi mengapa kesalahan orang lain yang sudah dua tahun berlalu kamu masih mengingatnya?
  • Apa kamu lebih baik daripada Tuhan?
  • Lepaskanlah semuanya itu dan letakkan kasihmu pada Tuhan dengan porsi yang benar, sehingga kalau saudara meletakkan kasih pada Tuhan dengan benar, maka semuanya baru bisa dipulihkan.
  • Disinilah saudara dimuridkan oleh Tuhan.
  • Arti Pemuridan yang Ke-4 : “Tidak Terikat Dengan Apapun Juga”.

Matius 19 : 16

19:16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

“Guru, aku harus berbuat baik seperti apa, agar aku bisa dapat hidup yang kekal?”

  • Apakah agamamu akan membawamu menjadi orang yang baik.
  • Ingatlah, semua agama mengajarkan kebaikan.
  • Kekristenan bukan mengajarkan saudara hanya sekedar menjadi orang baik, tetapi kekristenan membawamu menjadi orang sempurna.

Matius 19 : 20 – 23

19:20 Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”

19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.

Kalau saudara ingin sempurna, apa yang saudara harus perbuat?

  • Saudara harus mau dimuridkan.
  • Untuk bisa dimuridkan, engkau tidak boleh terikat dengan apapun lagi.
  • Saudara hanya terikat dengan Tuhan Yesus yang terutama dalam hidupmu.

19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Tuhan Yesus tidak mengajarkan kita hanya sekedar menjadi orang baik.

  • Kalau kamu mau menjadi orang baik, cukup dengan beragama saja.
  • Tapi kalau kamu mau menjadi sempurna, jadilah murid yang baik dengan mengikut Yesus.
  • Disinilah kesempurnaan akan dinyatakan bagimu.

19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Kalau saudara ada ikatan dengan dunia, saudara sukar sekali masuk sorga.

Apapun yang mengikat saudara di dunia ini, bukan hanya perkara materi, atau kenikmatan kedagingan lainnya, semuanya itu akan menghalangi saudara masuk ke dalam pintu yang sempit.

Kalau saudara masih terikat dengan kepahitan, kalau saudara masih terikat dengan sakit hati, kalau saudara masih terikat dengan dosa, maka engkau tidak akan bisa masuk kedalam pintu yang sempit itu.

Pintu itu sempit, sehingga kalau “ego”mu atau “aku”mu masih besar, maka engkau tidak bisa masuk melalui pintu yang sempit itu.

  • Ketika “aku”mu mati, barulah kamu bisa masuk lewat pintu yang sempit itu.
  • Dalam kehidupan sehari-hari, saudara pasti tahu adanya “pintu kecil” untuk anjing atau kucing keluar masuk di rumah pemiliknya.
  • Seperti itulah yang dimaksudkan dengan “pintu yang sempit”.

Yesus tidak membicarakan tentang yang “pintu lebar”, tetapi “pintu kecil”nya yang Yesus bicarakan.

  • Oleh sebab itu engkau harus semakin kecil dan Tuhan yang semakin besar.
  • Ketika engkau semakin kecil, maka engkau baru bisa menerobos pintu yang kecil itu.
  • Ketika ke “ aku”an saudara masih besar dan kuat, maka engkau tidak bisa memasuki pintu sempit atau pintu kecil itu.

Ingat, ajaran Yesus pada murid-murid-Nya bertentangan dengan watak manusia.

  • Oleh sebab itu, maka ajaran Yesus itu dianggap sebagai kebodohan bagi dunia ini, karena dunia tidak bisa mencerna apa yang Yesus maksudkan.
  • Yesus berkata, masuk ke dalam Kerajaan Sorga hanya bisa melalui pintu yang sempit dan juga harus pikul salib.
  • Pikul salib artinya saudara harus membawa alat eksekusi di pundak saudara.
  • Kalau saudara tidak membawa alat eksekusinya, maka saudara tidak akan bisa mati bersama dengan Yesus.
  • Jika ke “aku”-an saudara masih hidup, maka saudara tidak akan bisa masuk ke dalam pintu yang kecil.
  • Oleh sebab itu saudara harus dimuridkan.

Sorga itu rohani. Oleh karena itu saudara tidak bisa memasukkan unsur rohani ke dalam keduniawian saudara, tidak akan masuk di otak saudara.

  • Justru saudara harus mencerna hal-hal yang rohani dengan yang rohani.
  • Jika saudara mencerna hal rohani dengan daging, tidak akan bias nyambung.

Mengapa kita harus dimuridkan?

Kita harus dimuridkan karena keselamatan bersifat dinamis  bukan statis.

Dalam Perjanjian Baru, (dalam bahasa Inggris ataupun Yunani) ada 3 tahapan keselamatan yaitu masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Yaitu keselamatan yang sudah dilakukan, yang sedang dilakukan dan yang akan dilakukan, tergantung dari mana keselamatan itu dibahas berikut ini.

TIGA TAHAPAN KESELAMATAN

Tahap Keselamatan yang Pertama :

“Ketika saudara percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat”

Jangan sampai saudara “ditelantarkan” pada Tahap Pertama ini.

  • Berapa banyak orang Kristen “ditelantarkan” pada tahap pertama ini?
  • Saudara sudah percaya Yesus dan sudah di selamatkan, walau tanpa tindak lanjut pasti selamat, berarti engkau ditelantarkan pada tahap pertama.

Yesus tidak serta merta dibaptis lalu langsung diangkat ke Sorga, tetapi setelah Yesus dibaptis Dia harus pikul salib terlebih dahulu, supaya dapat  dimuliakan.

  • Banyak orang Kristen yang beranggapan ketika sudah percaya, sudah pasti selamat parena tanpa tindak lanjutpun tetap selamat.
  • Mereka tidak sadar bahwa “Percaya” adalah langkah awal dan saudara harus masuk ke tahap berikutnya, yaitu Tahap yang Kedua.

Tahap Keselamatan yang Kedua :

“Bertumbuh Dalam Kasih Karunia”

2 Petrus 3 : 18

3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Saudara harus bertumbuh dalam kasih karunia atau anugerah.

  • Tahap pertama, saudara selamat ketika saudara percaya dan terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara.
  • Kemudian saudara masuk ke “Tahap ke dua”, yaitu “tahap pemuridan” yang disebut juga dengan “tahap pengudusan”.
  • Dalam tahap pengudusan, saudara dipisahkan dari dunia, saudara dijauhkan dari dunia.
  • Tidak mungkin bisa terjadi, dari “tahap pertama diselamatkan”, langsung di lanjutkan ke “Tahap ketiga” yaitu Tahap dipermuliakan”.
  • Karena saudara harus melalui tahap pengudusan dulu, barulah saudara di- pisahkan dari dunia, sampai saudara tidak punya keinginan akan dosa lagi.

Ketika saudara disakiti orang, saudara tidak ingin membalas karena saudara telah menempatkan kasih di posisi yang benar.  Itulah pemuridan.

  • Apapun yang dilakukan orang terhadap saudara, saudara tetap tersenyum.
  • Apapun masalah kehidupan yang saudara alami hari ini, saudara akan tetap berkata,“terima kasih Tuhan, engkau baik dalam segala hal dalam hidup saya”.
  • Ada atau tidak ada masalah, atau punya atau tidak punya uang, engkau tetap berkata, “Tuhan baik”.
  • Inilah tahap pengudusan dan atau tahap pemuridan.

Kita dijauhkan dari semua kedagingan kita, kita dijauhkan dari semua ego kita, dan kita dimatikan dari semua keinginan-keinginan kita.

  • Inilah yang disebut tahap pemuridan dan pengudusan.
  • Tidak mungkin setelah saudara lahir, langsung jadi tua dan mati, tetapi harus melewati tahap demi tahap terlebih dahulu.

Demikian juga halnya dengan kekristenan.

  • Setelah lahir baru, belum tentu langsung selamat, tapi harus masuk ke tahap berikutnya, yaitu pengudusan dan penyempurnaan.
  • Semuanya tergantung dari kita, apa mau dikuduskan dan disempurnakan.
  • Kalau saudara menolak pemuridan atau dikuduskan, mungkinkah saudara masuk ke “Tahap yang Ketiga?”

Tahap Keselamatan yang Ketiga :

“Di Permuliakan Bersama Dengan Tuhan”

Tidak mungkin ada kemuliaan tanpa salib.

  • Jika saudara mau menerima kemuliaan, maka mulai hari ini saudara harus mau dan berani pikul salib.
  • Jika saudara mau menerima kemuliaan, maka saudara harus berani bayar harga.
  • Mustahil ada kemuliaan tanpa bayar harga yaitu salib.

Sedangkan “Keselamatan” itu, bersifat dinamis dan bukan statis.

  • Kalau keselamatan bersifat statis, berarti setelah selamat, saudara bisa hidup santai-santai, hidup semaunya dan dijemput sebagai mempelai, beres.
  • Yang seperti ini samasekali tidak mungkin bisa terjadi.
  • Setelah saudara terima Yesus dan diselamatkan, maka Tuhan akan proses saudara, mendidik saudara dan untuk ini saudara harus menjadi murid.

Saudara harus mendengar suara Tuhan, belajar dari Tuhan, setelah saudara terus belajar dan semakin mengenal Tuhan, maka semua daging saudara akan lepas sampai saudara menjadi manusia roh.

  • Begitu saudara sudah menjadi manusia roh, maka saudara seharusnya telah siap untuk dijemput sebagai mempelai Kristus dan Tuhan Yesus akan mem-persiapkan kemuliaan bagi saudara.
  • Tadi sewaktu penyembahan Tuhan jelas sekali berkata, “Betapa Tuhan rindu berjumpa dengan saudara dan saya”.
  • Tapi permasalahannya, apakah ada kerinduan kita untuk berjumpa dengan Tuhan setiap hari?

Oleh karena itu, kita harus dimuridkan, karena keselamatan yang Tuhan berikan bukanlah keselamatan yang bersifat individualistis.

  • Jika keselamatan bersifat individualistis, berarti saudara tidak perlu lagi bersosialisasi dengan siapapun, karena saudara tidak perlu belajar kasih dari Tuhan.
  • Tetapi bagaimana caranya saudara berkontak dengan orang lain, bagaimana caranya kamu jadi “rule model”nya Tuhan, bagaimana caranya saudara menjadi wakilnya Tuhan?
  • Saudara harus menjadi contoh dimanapun saudara berada.

Bagaimana caranya supaya saudara bisa menjadi contoh bagi orang lain selain dari dimuridkan terlebih dahulu?

  • Rasul Paulus berkata, “ikuti teladanku, sebagaimana aku mengikuti teladan Kristus”.
  • Artinya, kalau saya mengikuti teladan Kristus barulah saudara bisa mengikuti teladan saya.
  • Tetapi, kalau saya tidak hidup sesuai dengan ajaran Kristus, saudara jangan mengikuti gaya hidup saya.

Mengikut Yesus, itu persoalan berkomunitas.

  • Berapa banyak orang datang ke gereja menyembah Tuhan, tapi saat pulang tidak mengenal satu dengan yang lain?
  • Jika ada yang belum saudara kenal, saat pulang saudara harus berusaha untuk saling mengenal satu dengan yang lain.
  • Gereja bukan club atau cafe, dimana saudara datang tidak saling kenal satu dengan yang lain.
  • Di gereja saudara harus mengenal satu dengan yang lain.
  • Inilah yang namanya tubuh Kristus, dimana kita semua adalah anggota keluarga, jadi saudara harus saling tegur sapa.

Ingat! Gereja adalah tubuh Kristus, berarti saudara harus bersinergi satu dengan yang lain sebagai sesame anggota tubuh Kristus.

  • Saya tidak bisa melayani sendiri.
  • Saya tidak bisa mainkan keyboard sendiri, main drum sendiri, atau main gitar sendiri, bahkan khotbah sendiri tanpa ada yang dengar.
  • Tidak mungkin saya bisa melakukan semuanya sendiri.

Gereja bukan individualistis tapi gereja komunitas, dimana seharusnya kita saling berkontak satu dengan yang lain dan kita menjadi “rule model” satu dengan yang lain.

  • Lihat cara hidup si R, dia menjadi contoh bagi kita.
  • Kita harus memberkati satu dengan yang lain.
  • Saling memberkati bukan perkara uang, tetapi bagaimana caranya agar kita menampilkan cara hidup sorgawi yang menjadi berkat bagi sesama.
  • Gereja tidak individualistis.
  • Berapa banyak gereja sekarang menjadi individualistis?

Jadi, tidak mungkin saudara berdoa sendiri di gereja, bersekutu sendiri, bahkan mati sendiri lalu menguburkan diri saudara sendiri.

Gereja bukan individualistis, tapi saudara harus saling berkontak satu dengan yang lain. Inilah yang namanya komunitas, saudara adalah tubuh Kristus yang saling bersinergi satu dengan yang lain.

  • Kalau tidak ada sinergi, itu namanya bukan pemuridan.
  • Kalau tidak ada sinergi, namanya bukan gereja tapi club atau cafe.
  • Saudara datang ke restaurant saudara tidak mengenal satu dengan yang lain, saudara makan sendiri dan bayar sendiri.

Gereja bukan seperti restaurant yang individualis tapi bagaimana caranya saudara datang ke gereja dan saudara saling berkenalan dan bertegur sapa satu dengan yang lain. Inilah yang dimaksud sinergi tubuh Kristus.

  • Supaya saudara bisa bersinergi maka saudara harus dimuridkan terlebih dahulu.
  • Tanpa pemuridan saudara tidak bisa bersentuhan dengan yang lain.
  • Kalau satu orang salah, saudara ampuni, tapi kalau ada delapan puluh orang ditempat ini saudara anggap salah, saudaralah yang harus bertobat.
  • Bagaimana caranya saat si D lagi lemah, kita menguatkan, menopang dan mendoakan dia supaya kembali kuat.
  • Memecahkan gelas itu mudah sekali, tinggal dibanting ke lantai, tetapi untuk merakitnya kembali menjadi gelas itu sulit sekali.

Sesuatu yang sudah dibanting dan sudah pecah oleh kuasa gelap, maka harus kita pulihkan lagi sedikit demi sedikit, harus kita harus tambal sedikit demi sedikit dan untuk hal itu perlu pemuridan.

  • Begitu mudahnya membuang orang, tetapi betapa sulitnya untuk merangkul kembali seseorang.
  • Begitu mudahnya menendang orang, tetapi setelah kita tendang mereka, kita yang disuruh mengobatinya. Betapa sulitnya untuk mengobatinya.
  • Menendangnya cukup hanya beberapa detik, tetapi lebamnya bisa sampai satu minggu baru pulih.

Jadi, kita perlu dimuridkan, karena :

  • Keselamatan bersifat dinamis, bukan statis.
  • Setelah saudara diselamatkan, saudara harus masuk ke tahap ke dua, yaitu dimuridkan.
  • Keselamatan tidak bersifat individualistis.

Filipi 2 : 1 -.2

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

Persekutuan roh, bukan persekutuan doa. Mengapa demikian?

  • Dalam persekutuan doa, walaupun namanya “persekutuan” tetapi roh-nya bisa berbeda-beda, dan akhirnya saling menyakiti satu dengan yang lain.
  • Jadi yang benar ada “persekutuan roh”.
  • Bila cuma persekutuan doa tanpa ada persekutuan roh, belum tentu satu roh.
  • Seharusnya kita adalah persekutuan roh, bukan cuma persekutuan doa dan bukan persekutuan penyembahan.

Kita adalah persekutuan roh supaya kita saling melengkapi dan menyayangi satu dengan yang lain, sehingga kasih dinyatakan satu dengan yang lain.

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

Menyatukan pikiran itu sulit. Pikiran saya dan pikiran saudara dipersatukan sulit sekali dan harus ada yang mengalah. Inilah pemuridan.

  • Kita harus punya satu tujuan yaitu sempurna.
  • Kita mengalah saja, karena yang penting kita berhasil menjadi sempurna.
  • Kalau saudara sampai ke Tingkat Sempurnaini, maka saudara akan menjadi manusia yang memiliki pola hidup yang berkualitas.

Filipi 2 : 3

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

Yang lain harus lebih utama dari dirinya sendiri. Dan janganlah berpikir saya bisa melakukan semuanya sendiri, saya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kehadiran saudara semua.

  • Saya bisa berdiri disini, saya yakin karena doa jemaat semua, tidak ada satupun kekuatan dari saya yang bisa membuat saya bisa kuat berdiri disini, apabila tidak mendapat topangan dari saudara.
  • Saya tidak bisa sendiri, tapi karena Tuhan memberi saudara semua maka saya jadi bisa karena saudara adalah rekan doa dan rekan sepakat saya.

Tuhan mau gereja Chosen Generation ini benar-benar menjadi Gereja Pemuridan, yaitu :

  • Gereja yang menyangkal diri.
  • Gereja yang melepaskan ego.
  • Gereja yang mengenal Tuhan.
  • Gereja yang meletakkan kasih dengan benar.
  • Gereja yang tidak terikat dengan apapun karena kita tidak hidup sendiri, tapi kita berkomunitas dan saudara harus menyadari kalau keselamatan saudara tidak pernah statis, tetapi dinamis.

Kalau saudara sudah diselamatkan melalui baptisan, maka sekarang ini saudara sedang dalam tahapan dimuridkan.

Oleh sebab itu, saudara harus melepaskan semua keinginan daging, melepaskan ego dengan memikul salib dan mengikuti Tuhan kemanapun Tuhan berada.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

KERENDAHAN HATI DASAR KEBESARAN ROHANI – 17 MARET 2019

Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan : “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

(Yakobus 4 : 6)

“KERENDAHAN HATI”

DASAR KEBESARAN ROHANI

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

HARI MINGGU, 17 MARET 2019

===============

IBADAH RAYA

SHALOM !

Saya akan mengawali pemberitaan dan pembahasan firman Tuhan dalam ibadah raya pada pagi hari ini dengan beberapa pertanyaan :

  • Siapakah “nabi terbesar” sebagaimana tercatat didalam Alkitab?

Jawabannya : Dia adalah “Yohanes Pembaptis”.

Pertanyaan berikutnya :

  • Mengapa Yohanes Pembaptis dikatakan “nabi terbesar?”
  • Bukankah dia tidak melakukan apa-apa?
  • Bukankah dia tidak melakukan mujizat-mujizat?
  • Bukankah dia tidak membangkitkan orang mati?
  • Mengapa Yesus berkata bahwa Yohanes Pembaptis nabi terbesar?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan sekaligus untuk membuktikan bahwa Yohanes Pembaptis adalah “Nabi Terbesar” sebagaimana yang tercatat dalam Alkitab, kita akan ambil beberapa bagian dari fiman Tuhan dalam Alkitab.

Nabi terbesar bukanlah Yesaya atau Yeremia atau Elia dan bukan juga Musa.

  • Mungkin kita berpikir nabi terbesar itu adalah Musa, karena dia berani dan telah berhasil menghadapi penguasa Mesir, dia berhasil membebaskan dua setengah juta orang Israel yang tegar tengkuk dari Firaun kejam.
  • Memang benar Alkitab mencatat nabi terbesar adalah Musa, tetapi Yesus berkata nabi terbesar adalah Yohanes Pembaptis.

Matius 11 : 1-11

11:1 Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,

11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”

Yohanes Pembaptis pada waktu itu sedang dalam penjara, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus sebagai berikut : “Engkaukah Mesias yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan yang lain lagi?”

11:4 Yesus menjawab mereka : “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat :

11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

Perhatikan ayat ini : “berbahagialah orang yang tidak kecewa dan menolak Aku.”

11:7 Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?

Yesus mulai berbicara tentang Yohanes Pembaptis, dan berkata, “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun dan kamu mau melihat apa?

11:8 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.

11:9 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

Untuk apa kamu pergi ke padang gurun?

  • Apakah untuk melihat “nabi yang lebih dari pada nabi?”
  • Benar, dimata Yesus, “Yohanes Pembaptis lebih dari pada nabi”.

11:10 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Ayat 11 ini agak sulit di pahami :

11a. Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis,

11b.  Namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Ada beberapa pertanyaan :

  1. Mengapa di mata Yesus,Yohanes Pembaptis lebih besar dari nabi-nabi?
  • Apa yang dimaksudkan, “yang terkecil dari Kerajaan Sorga lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis?”

Dalam Matius 11 : 1 – 11, Yohanes sedang dipenjara karena dia menegur raja karena raja mengambil istri dari saudaranya.

  • Akhirnya Yohanes Pembaptis dilempar ke penjara.
  • Di penjara Yohanes Pembaptis hanya dapat mendengar saja apa yang telah Yesus kerjakan.
  • Yohanes Pembaptis tahu bahwa Yesus adalah Mesias yang ditunggu-tunggu, tapi dia merasa tidak tentram di penjara karena bayangan tentang Mesias tidak sama seperti yang ada di pikirannya.

Matius 3 : 12

3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

Di mata Yohanes Pembaptis, Mesias itu hakim yang akan membebaskan orang Israel dari penjajah dan Mesias adalah hakim yang akan menghakimi orang-orang berdosa.

  • Yang menjadi pertanyaan bagi Yohanes Pembaptis adalah mengapa Yesus menjadi sahabat orang-orang berdosa?
  • Hal ini di luar akal sehatnya atau pola pikirnya.
  • Yang ada dalam pikiran Yohanes Pembaptis, Mesias (Yesus) datang untuk menghakimi penjajah, ternyata Yesus datang untuk memberikan anugerah.
  • Yohanes Pembaptis telah melihat langit terbuka dan Roh Kudus turun ke atas Yesus, kemudian dia mendengar suara yang menggelegar, “Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nya lah Aku berkenan”, tetapi mengapa Yohanes Pembaptis masih bingung apakah Yesus itu Mesias atau bukan?

Kebingungannya itulah yang mendorong Yohanes Pembaptis mengutus beberapa orang murid-nya untuk bertanya langsung kepada Yesus.

  • Saudara harus memperhatikan pemahaman pola pikir Allah yang sangat rumit, tetapi bukan berarti saudara tidak bisa mengerti.
  • Saudara akan bisa mengerti pola pikir Allah apabila saudara telah menyatu dalam persekutuan dengan Allah.
  • Pola pikir Allah memang sangat rumit dan tidak terselami, sehingga kita tidak bisa menyelami apa maksud Tuhan.
  • Tetapi kalau saudara menyatu dengan perasaan Tuhan, maka Tuhan akan memberikan Roh-Nya kepada kita, supaya kita bisa mengerti apa yang Tuhan sediakan bagi kita.
  • Kesulitannya adalah apabila kita tidak punya hubungan yang intim atau tidak punya hubungan yang dekat sekali dengan Tuhan, maka kita hanya bisa “mereka-reka saja pikiran Tuhan”.

Matius 11 : 6

11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

Yohanes Pembaptis mengutus muridnya supaya bertanya kepada Yesus, Engkau-kah Mesias atau kami harus menunggu yang lain lagi?

  • Jawab Yesus, orang mati hidup kembali, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, orang bisu berbicara.
  • Begitu murid-murid Yohanes kembali, Yesus berkata “Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku”.
  • Karena begitu rumit pola pikir Allah jangan sampai saudara menolak Yesus.
  • Justru saudara harus menyatu dengan Tuhan sampai saudara mengerti pola pikir Tuhan.

Jangan mereka-reka atau memiliki persepsi sendiri tentang Tuhan, misalnya saat saudara sedang sakit.

  • Kemudian saudara bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, saya kenapa ya? Oh iya Tuhan, saya sakit mungkin disebabkan “ini-ini-ini” ya Tuhan”.
  • Contoh seperti inilah yang dimaksudkan dengan “mereka-reka” tersebut.
  • Saudara percayakan saja kepada Tuhan, maka semua akan mendatangkan kebaikan bagi saudara.

Berbahagialah orang yang tidak tersandung karena Tuhan.

  • Harapan manusia, terkadang tidak sesuai dengan realisasinya dari Tuhan, karena Tuhan tahu apa yang terbaik untuk saudara dan saya.
  • Kita punya pengharapan, tetapi Tuhan memberikan yang jauh lebih baik dari pada yang kita harapkan semula, asalkan saudara dan saya mau total untuk Tuhan.

Yesaya 29 : 18-20

29:18 Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat.

Orang tuli akan mendengar. Inilah pekerjaan Mesias, Juruselamat dunia.

29:19 Orang-orang yang sengsara akan tambah bersukaria di dalam TUHAN, dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorak di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel!

Orang-orang yang sengsara, justru akan bersukaria di dalam Tuhan.

29:20 Sebab orang yang gagah sombong akan berakhir dan orang pencemooh akan habis, dan semua orang yang berniat jahat akan dilenyapkan,

Yesaya 35 : 5-6

35:5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.

35:6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;

Yesaya 61 : 1

61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,

Yesus sengaja mengambil ayat-ayat Yesaya 61 ini, untuk menegaskan kepada murid-murid Yohanes, bahwa Dia adalah Mesias.

  • Setelah murid-murid Yohanes pergi, Yesus bertanya, “untuk apa, kamu ke padang gurun? Mencari nabi?”
  • Yesus berkata “dia (Yohanes Pembaptis) lebih besar dari semua nabi”.
  • Bahkan dari semua orang yang dilahirkan dari perut perempuan, dialah yang paling besar.

Mengapa Yohanes Pembaptis begitu hebat di mata Yesus?

  • Menurut kita nabi terbesar yaitu Musa atau Elia karena bisa menurunkan hujan, bisa menurunkan petir dari langit, bisa membakar Baal.
  • Tetapi nabi terbesar menurut Yesus, adalah Yohanes Pembaptis.

Lantas apa yang dimaksudkan oleh Yesus, “yang terkecil dalam Kerajaan Sorga, lebih besar daripada Yohanes?” Pertanyaan-pertanyaan ini akan segera dijawab.

Matius 3 : 13-17

3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.

3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.

3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya lah Aku berkenan.”

Perhatikan baik-baik firman Tuhan tersebut diatas :

Mengapa Yesus harus tunduk pada baptisan Yohanes?

  • Untuk menggenapi seluruh kehendak Bapa di Sorga.

Bagaimana caranya menggenapi seluruh kehendak Bapa tersebut?

  • Dengan cara Yesus dibaptis dalam air (baptisan Yohanes).

Bila baptisan Yohanes sebagai tanda pertobatan, mengapa Yesus harus dibaptis, bukankah Yesus tidak berdosa?

  • Yesus memang tidak berdosa, tetapi Bapa di Sorga menghendaki Dia dibaptis dengan baptisan Yohanes.

1 Petrus 2 : 22

2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

Mengapa Yesus harus dibaptis sementara arti baptisan adalah tanda pertobatan?

Jawabannya kembali lagi, yaitu “untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah”, tetapi bagaimanakah caranya menggenapi kehendak Allah tersebut?

Terlebih dahulu kita akan mempelajari “inti sari dari 3 pertanyaan diatas”, supaya saudara benar-benar mengerti firman Tuhan.

Yesus teridentifikasi dalam rupa manusia yang berdosa.

Ibrani 2 : 11

2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

Yesus tidak malu menyebutkan kita semua sebagai saudara-Nya, karena Yesus ter “identifikasi” dalam rupa atau bentuk manusia yang berdosa, (walaupun Dia sendiri tidak berdosa).

  • Jika “Dia ter-identifikasi-kan” sebagai manusia, berarti tidak salah kalau Dia dibaptis.

Sementara itu kita lihat Yohanes Pembaptis, apakah dia melakukan mujizat?

  • Yohanes Pembaptis “tidak seperti Musa” yang mengubah tongkat menjadi ular, juga tidak membelah lautan, juga tidak membawa dua setengah juta orang yang tegar tengkuk masuk ke Tanah Perjanjian.
  • Yohanes Pembaptis “tidak seperti Elia” yang membangkitkan orang mati, menurunkan hujan petir dari langit.
  • Bahkan Yohanes Pembaptis “tidak membuat bangsa-bangsa takut akan TUHAN seperti Musa”.

Jadi, ada 3 pertanyaan yang akan dijawab dalam pembahasan selanjutnya :

  1. Mengapa Yohanes Pembaptis lebih besar dari semua nabi?
  • Apakah yang dimaksudkan dengan “yang terkecil didalam Kerajaan Sorga lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis?”
  • Mengapa Yesus tunduk pada Baptisan Yohanes?

PERTANYAAN – 1 : “Mengapa Yohanes Pembaptis lebih besar dari pada

     semua nabi”

Apakah karena Yohanes Pembaptis utusan yang mendahului kedatangan Yesus?

  • Nabi memang seorang utusan dan dia harus mendahului Raja.
  • Seorang raja, biasanya mengutus seorang utusan untuk mendahuluinya, setelah utusan datang, barulah rajanya datang kemudian.

Matius 11 : 11

11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

“Namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.

  • Jadi apakah Yohanes Pembaptis ada di dalam Kerajaan Sorga?
  • Awalnya Yesus berkata, Yohanes lebih besar dari semua nabi.
  • Tapi mengapa yang terkecil dalam Kerajaan Sorga, lebih besar dari Yohanes Pembaptis?

Matius 8 : 11

8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

Jika di dalam Kerajaan Sorga ada Abraham, Ishak dan Yakub termasuk yang terkecil di Kerajaan Sorga, apakah berarti mereka lebih besar daripada Yohanes Pembaptis?

  • Sementara Yesus berkata, Yohanes Pembaptis yang paling besar.
  • Saudara harus pelajari prinsip Kerajaan Sorgawi.

Kejadian 37 : 2-3

37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun — jadi masih muda — biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

Prinsip Kerajaan Sorga :  Yang terkecil menjadi yang terbesar.

1 Samuel 16 : 10-11

16:10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.”

Anak Isai yang sudah dilihat Samuel semuanya gagah dan hebat, tetapi TUHAN tidak memilih semuanya.

16:11 Lalu Samuel berkata kepada Isai : “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya : “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai : “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.

16:12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”

TUHAN mengurapi anak bungsu Isai yang masih muda belia, matanya indah dan parasnya elok, sebab dialah yang dipilih TUHAN. Dan dia adalah Daud.

  • Daud yang tidak termasuk hitungan oleh dunia inilah yang ternyata dipilih oleh TUHAN.
  • Daud yang tidak dipandang sebelah matapun oleh dunia inilah yang dipilih oleh TUHAN, artinya TUHAN berkenan memilih orang-orang yang kecil bukan orang besar.

Begitu juga dalam kehidupan kita di zaman kasih karunia sekarang ini.

  • Tuhan juga bisa memilih orang-orang kecil untuk dijadikan besar.
  • Tuhan tidak memilih orang besar untuk dijadikan lebih besar, tetapi Tuhan memilih orang-orang yang tidak dipandang oleh dunia yang jahat ini untuk dijadikan besar.

Hakim-hakim 6 : 15

6:15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.”

Kaumku paling kecil diantara kaum Israel.

  • Aku yang paling muda diantara keluargaku.
  • Aku tidak diperhitungkan, tetapi aku dipilih Tuhan ku.

Inilah Prinsip Sorgawi :

  • Tuhan memilih orang-orang yang kecil untuk dijadikan besar.
  • Tuhan memakai orang yang mengalami posisi terendah atau direndahkan oleh dunia, tetapi tetap percaya kepada-Nya.
  • Tuhan mau pakai posisi terendah saudara sampai saudara dipermuliakan.
  • Walaupun hari ini saudara diposisi terendah dan terbawah sekalipun, Tuhan mau pakai posisi itu untuk mempermalukan orang-orang dunia yang merasa dirinya tinggi, mampu dan serba bisa.
  • Tuhan tidak mau memakai orang sembaranggan.

Ingat! Prinsip Iman bertumbuh dengan cara ditarik dahulu ke bawah.

  • Kalau saudara mau bertumbuh maka saudara akan ditarik ke posisi yang paling belakang seperti busur panah dan baru bisa mencapai jantung musuh.
  • Inilah prinsip sorgawi, dimana saudara harus di rendahkan terlebih dahulu.
  • Tapi kalau orang tidak mau direndahkan, tidak mau diproses, dia tidak akan bisa dipakai oleh Tuhan.

Kebesaran rohani bukan diukur dari apa yang telah kita perbuat, tetapi diukur dari kualitas hidup hidup kita.

  • Yohanes Pembaptis tidak berbuat apa-apa dan tidak melakukan mujizat apapun, tetapi kualitas hidupnya lah yang yang membuat dia luar biasa.
  • Saudara mungkin tidak dipandang oleh dunia, saudara mungkin hanya ibu rumah tangga, tapi kalau kualitas hidup saudara hebat dihadapan Tuhan, maka Tuhan akan pakai saudara hingga menjadi besar.
  • Sebaliknya, Tuhan tidak akan memakai saudara dan saya, kalau kita terus meninggikan diri kita.
  • Kita harus ditarik ke posisi paling bawah, supaya kita bisa naik melejit ke posisi paling tinggi.
  • Inilah Prinsip Rohani.

Yang penting bukan bagaimana pandangan orang terhadap kita, tapi bagaimana kualitas rohani kita dimata Tuhan.

  • Orang lain mau berkata apapun tentang kita, tidak usah pedulikan, tidak usah kita tanggapi.
  • Tetapi yang harus kita utama kan adalah pandangan Tuhan terhadap kita.

Filipi 3 : 7-8

3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

Sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

Aku dulu populer dan aku bangga, tapi sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Filipi 3 : 13

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Aku kejar Tuhan terus menerus, aku tidak peduli dengan masa-laluku, aku sudah menganggapnya sampah.

  • Kalau dulu aku terkenal, kalau dulu aku orang hebat, kalau aku dulu orang yang disanjung-sanjung, tetapi sekarang aku tidak peduli dengan semua itu.
  • Yang aku peduli sekarang, bagaimana caranya aku mengejar yang benar.

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Mengapa Yohanes Pembaptis lebih besar dari nabi yang lain?

  • Kebesaran rohani bukan berdasarkan apa yang kita perbuat, tetapi dari kualitas hidup kita.
  • Ingat Prinsip Rohani, yang terkecil Tuhan jadikan yang terbesar.
  • Jadi Yohanes Pembaptis lebih besar dari nabi-nabi yang lain karena kualitas hidupnya yang luar biasa.
  • Kualitas hidup Yohanes Pembaptis luar biasa adalah kerendahan hati nya.

Inilah Prinsip Rohani yang paling hebat, barangsiapa mau ditinggikan, dia harus siap untuk direndahkan.

  • Kalau saudara mau ditinggikan, saudara harus siap ditaruh di posisi paling bawah.
  • Barangsiapa mau mendapat posisi yang terbaik di Kerajaan Sorga, ia harus mau menjadi hamba, harus mau menjadi jongos untuk semua orang.
  • Kalau saudara mau dipermuliakan bersama dengan Tuhan maka saudara harus menjadi keset bagi sesama saudara.
  • Keset gunanya untuk membersihkan kaki orang, dengan demikian saudara diinjak-injak sebagai keset, supaya kaki mereka bersih meskipun saudara teraniaya.
  • Inilah prinsip rohani yang hebat.

Jadi Yohanes Pembaptis menjadi yang paling besar karena kerendahan hatinya.

Lukas 3 : 15

3:15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,

Orang banyak bertanya-tanya, apakah dia (Yohanes pembaptis) Mesias?

  • Yohanes berkata tidak; sebenarnya dia bisa saja mencuri kemuliaan.
  • Tapi Yohanes justru berkata, dia lahir diberitakan oleh malaikat, dia lahir dari keluarga imam, dia terkenal.
  • Dia mendapat predikat dari Yesus, lebih besar dari nabi karena kerendahan hatinya dan kerelaannya untuk merendahkan diri.

Yohanes 1 : 20-23

1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.”

Aku bukan Mesias, jawab Yohanes Pembaptis.

1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: “Bukan!”

Yohanes Pembaptis menjawab jujur dan tidak mengakui semua yang hebat-hebat sebagaimana dipersangkakan orang banyak itu kepadanya.

  • Inilah kerendahan hati yang sangat hebat, dari seorang yang dinilai paling besar diantara para nabi oleh Yesus.
  • Tapi jika “orang kecil” mau “menjadikan dirinya orang besar”, siap-siap saja menjadi kecewa, karena dimata Tuhan kita ini kecil sekali tidak ada artinya.
  • Sedangkan Yohanes Pembaptis orang yang besar, tetapi merendahkan dirinya di hadapan semua orang, supaya Tuhan ditinggikan dalam hidupnya.
  • Prinsip hidup kita masih jauh dari Yohanes Pembaptis.

1:22 Maka kata mereka kepadanya : “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”

Orang banyak itu bertanya kepada Yohanes Pembaptis, “Siapakah kamu?”

  • Apakah kamu Mesias?
  • Apakah kamu Elia?
  • Jawab Yohanes : Aku bukan semuanya yang kalian perkirakan.

1:23 Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”

Yohanes Pembaptis menjawab : “Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya suara”.

Yohanes Pembaptis adalah orang hebat, tetapi dia sangat rendah hati sekali.

Yohanes 3 : 26-30

3:26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.”

“Orang yang membaptis” yang mereka maksudkan itu adalah Yesus (padahal yang membaptis itu bukan Yesus, tetapi para murid-Nya).

Lalu semua orang yang mengikut Yohanes beralih mengikuti Yesus.

3:27 Jawab Yohanes: “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.

Tidak ada yang bisa mengambil sesuatu bagi dirinya sendiri, karena Tuhan yang bisa mengambilnya.

Jadi semua karena anugerah.

3:28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.

Yohanes menjelaskan, “Aku bukan Mesias, aku hanya utusan, aku hanya suara”

3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Yohanes Pembaptis menjelaskan, yang empunya “mempelai perempuan” adalah “Mempelai laki-laki”.

  • Tapi aku bukan Mempelai laki-lakinya.
  • Aku sahabat-Nya, aku berdiri dekat Dia, aku sangat bersukacita mendengar suara Mempelai laki-laki itu.
  • Inilah kehebatan seorang Yohanes Pembaptis.

Jadi memang benar, nabi yang terbesar itu bukanlah Musa dan bukan juga Elia, tetapi Yohanes Pembaptis.

3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Semua pengikut Yohanes pembaptis beralih menjadi mengikut Yesus, lalu Yohanes berkata : “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

  • Memang Yesus yang harus semakin besar, sedangkan aku semakin tidak berarti.
  • Kalau saudara mau Tuhan semakin besar, maka saudara harus merasa diri tidak berarti.

Jadi kalau saudara mau Tuhan berkuasa dalam hidup saudara, rendahkan dirimu serendah-rendahnya di hadapan Tuhan.

Yesus berkata, Yohanes Pembaptis lebih daripada nabi karena kualitas hidupnya yang hebat karena memiliki kerendahan hati yang luar biasa.

  • Bagaimana dengan kualitas rohani kita masing-masing hari ini?
  • Yohanes sudah melakukan tugasnya, dan semua orang tadinya mengikut Yohanes, sekarang mengikut Yesus.
  • Mengapa? Karena Yohanes berkata “Dia (Yesus) harus semakin besar dan aku harus semakin kecil”.
  • Yohanes juga berkata, “Yesus harus dipermuliakan, akupun bahagia kalau aku menjadi sahabat-Nya saja”.

Injil Matius 11 berbicara tentang Kerendahan Hati.

Kerendahan Hati adalah Prinsip Dasar Kekristenan.

  • Orang Kristen yang tidak rendah hati, bukanlah orang Kristen yang benar.
  • Inti dari suatu ketaatan adalah kerendahan hati.
  • Kita tidak usah berpikir kita yang paling hebat, atau kita yang paling bisa, tetapi bagaimana caranya kita menjadi berkat bagi banyak orang.

Matius 11 : 19

11:19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

Lihatlah, Yesus itu sahabat orang berdosa, orang-orang pelahap dan peminum.

  • Itulah tudingan orang dunia terhadap Yesus.
  • Justru Yesus datang untuk mencari orang berdosa, bukan mencari orang yang benar, karena tidak ada seorangpun yang benar di hadapan Tuhan.
  • Tuhan Yesus mencari kita supaya kita bisa dibenarkan oleh Dia.

Matius 11 : 23

11:23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

Orang yang ingin meninggikan diri sampai ke langit, akan diturunkan sampai ke dunia orang mati atau Gehena.

  • Hal ini berbicara tentang prinsip rohani.
  • Semakin kita merasa tinggi, maka kita akan semakin direndahkan.
  • Semakin kita merasa rendah, maka kita akan semakin ditinggikan.

Itulah sebabnya, Yohanes Pembaptis hebat di mata TUHAN, karena dia memiliki karakter paling mirip dengan Yesus.

  • Oleh sebab itu tidak salah kalau Yesus berkata, “Yohanes Pembaptis paling besar diantara semua nabi”.
  • Jadi jika saudara ingin menjadi yang paling besar, maka saudara harus menjadi yang paling kecil terlebih dahulu.

Matius 11 : 25

11:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Bapa, Engkau sembunyikan bagi orang-orang bijak dan orang pandai, tetapi untuk orang yang tidak tahu apa-apa, namun mencarinya, kepada merekalah Engkau akan membukakannya.

  • Tuhan akan menyatakannya kepada “orang-orang kecil”.
  • Orang-orang kecil yang dimaksud yaitu bayi rohani.
  • Bayi-bayi rohani selalu bergantung kepada Tuhan, selalu berharap kepada Tuhan, merendahkan diri dihadapan Tuhan.
  • Orang-orang yang seperti ini adalah orang yang berkenan bagi Tuhan.
  • Di mata orang-orang Farisi, murid-murid Yesus tidak dianggap oleh mereka, karena dianggap masih bayi.

Anak-anak kecil tidak berarti dan tidak ada harganya di mata orang Farisi, tetapi yang seperti inilah yang Tuhan cari.

Matius 11 : 28-29

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Yesus menyatakan diri-Nya, “Ayo belajarlah pada-Ku, karena Aku rendah hati”.

Mengapa Yohanes Pembaptis dikatakan lebih besar oleh Yesus?

  • Karena dia memiliki karakter mirip dengan Yesus, yaitu rendah hati.
  • Yohanes mau diberi jabatan, tapi dia berkata, “aku hanya suara di padang gurun, aku bukan siapa-siapa”.
  • Bahkan setelah murid-murid Yohanes beralih mengikut Yesus, Yohanes berkata “Dia (Yesus) yang harus semakin tinggi, dan aku harus semakin rendah”.
  • Aku (Yohanes) tidak ada artinya, hanya Dia (Yesus) yang berarti.

Kita juga harus punya prinsip rohani seperti Yohanes.

  • Janganlah berpikir kita yang paling hebat, karena sesungguhnya kita tidak bisa apa-apa, karena kita tidak mampu berbuat apa-apa.
  • Tuhan lah yang memberi kita kemampuan supaya kita bisa melewati hari demi hari dalam hidup ini.
  • Kita sulit melewati hari-hari kita, tapi Tuhan yang memberi kemampuan dan kekuatan bagi kita, asalkan kita mau merendahkan diri dihadapan Tuhan dan kita benar-benar rendah hati.

Dengan demikian, maka Pertanyaan Ke-1 sudah terjawab.

PERTANYAAN – 2 :  Apakah maksudnya, “yang terkecil di Kerajaan Sorga

    lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis?”

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita telusuri terlebih dulu apakah Yohanes Pembaptis di dalam Kerajaan Sorga atau di luar Kerajaan Sorga?

  • Kalau dia berada di luar Kerajaan Sorga, berarti Yohanes Pembaptis “tidak selamat”, sementara Yesus sendiri memuji dia sebagai yang lebih besar dari semua nabi.
  • Tetapi mengapa Yesus juga berkata, “……. namun yang terkecil di Kerajaan Sorga lebih besar daripada Yohanes?”
  • Yang terkecil ini kata tunggal bukan kata jamak, menunjuk pada satu oknum yaitu Yesus.
  • Yesus menyatakan, “Aku lah yang terkecil di Kerajaan Sorga”. Kenapa Yesus berkata demikian?
  • Itu di sebabkan kerendahan hati dari Yesus yang luar biasa.
  • Yesus itu 100% manusia, tetapi Yesus itu juga 100% Tuhan, tapi Dia rendah hati. Sehingga walaupun Dia dikatakan yang terkecil, tetapi Yesus lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.

Lukas 9 : 48

9:48 dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”

Yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.

  • Siapakah yang terkecil di antara kamu sekalian? Yesus, Dialah yang paling besar.
  • Kalau saudara memiliki karakter serupa seperti Yesus, maka saudara akan menjadi yang terbesar di Kerajaan Sorga.
  • Inilah Prinsip Kerajaan Sorga.

Kalau kamu terus merendahkan dirimu dihadapan Tuhan, maka engkau pun akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan Yesus.

  • Yang terkecil di Kerajaan Sorga, Pribadi itu lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.
  • Siapapun yang terkecil di Kerajaan Sorga dan yang merasa dirinya tidak berarti, maka dia akan lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.

Filipi 2 : 6-7

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

Walaupun Dia adalah Allah, tetapi Dia tidak mempertahankan ke Ilahian-Nya.

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Dia memakai rupa seorang hamba, Dia juga memakai rupa orang berdosa, yaitu saudara dan saya.

  • Ia menjadi sama dengan manusia, Ia menjadi sama dengan saudara dan saya.
  • Ia tidak peduli dengan ke Ilahian-Nya, Dia tanggalkan ke Ilahian-Nya dan Dia mengambil rupa orang berdosa ,supaya orang berdosa bisa diselamatkan.

Inilah Prinsip Sorgawi.

  • Barangsiapa merendahkan diri dihadapan Tuhan, dia akan ditinggikan.
  • Barangsiapa meninggikan diri dihadapan Tuhan, dia akan direndahkan.
  • Kalau engkau tidak merendahkan dirimu dihadapan Tuhan dan juga merasa tidak butuh Tuhan, hidupmu suka-suka, maka engkau akan di rendahkan.

Mulai hari ini saudara harus merendahkan diri dihadapan Tuhan, carilah Tuhan dengan benar, belajarlah merendahkan diri dihadapan Tuhan, serte terus merasa diri tidak cukup dan terus mencari Tuhan, maka saudara akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan.

PERTANYAAN – 3 : “Mengapa Yesus tunduk pada Baptisan Yohanes?”

Matius 3 : 13-15

3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.

3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

Yohanes menolak untuk membaptis Yesus, karena Yohanes merasa dialah yang perlu dibaptis oleh Yesus, karena Yesus lebih besar daripada Yohanes.

3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.

Bagaimana caranya supaya seluruh kehendak Allah bisa tergenapi? Tidak ada cara lain selain merendahkan diri di hadapan-Nya.

  • Apabila saudara tidak punya kerendahan hati, maka saudara tidak akan pernah bisa menggenapkan kehendak Allah.
  • Kerendahan hati adalah yang berkuasa tunduk kepada yang tidak berkuasa, dan yang besar tunduk kepada yang kecil.
  • Inilah Prinsip Sorgawi.

Dengan demikian, maka Yesus tunduk kepada baptisan Yohanes, karena Dia-lah yang berkuasa, Dia merendahkan diri dan Dia tunduk kepada yang kecil.

Pertanyaannya :

  • Bagaimanakah ketertundukanmu hai para istri terhadap suamimu masing-masing?
  • Bagaimanakah ketertundukan kita kepada orang tua kita?
  • Bagaimanakah kita merendahkan diri dihadapan sesama?
  • Bagaimanakah caranya kita menganggap diri tidak berarti dan hanya Tuhan saja yang berarti?

Tuhan Yesus telah memberi saudara dan saya teladan pada hari ini, yaitu dengan merendahkan diri untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah. Inilah Prinsip Rohani.

  • Kalau saudara tidak mau rendah hati, saudara masih mau dilayani, saudara maunya jadi bos, maka saudara tidak akan pernah melihat kemuliaan Tuhan.
  • Saudara harus belajar tunduk kepada otoritas tertinggi, yaitu tunduk kepada Tuhan barulah saudara bisa rendah hati.

INTI KEKRISTENAN

Filipi 2 : 5

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Kebersamaan kita dalam hidup ini hendaklah punya pikiran dan perasaan Kristus yang menundukkan diri dan tidak mempertahankan hak kita.

  • Yesus tidak takut di deskreditkan atau di kucilkan.
  • Yesus itu Mesias, Dia tidak takut disalah-pahami.
  • Kalau Dia Mesias kenapa Dia harus tunduk pada baptisan Yohanes?

Baptisan dalam air adalah Tanda Pertobatan.

Yohanes Pembaptis berseru-seru di padang gurun, “bertobatlah, bertobatlah”.

  • Tetapi Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis, apakah karena Yesus memang perlu dibaptis untuk pertobatan?
  • Yesus itu tidak perlu di baptis karena Yesus sempurna, Dia datang kepada Yohanes untuk dibaptis, hanya karena Dia tunduk kepada kehendak Allah.
  • Yesus tunduk kepada kehendak Allah, karena Dia rendah hati.

Saudara tidak akan bisa mengampuni orang, kalau saudara tidak mulai dengan rendah hati terlebih dahulu.

  • Saudara tidak bisa menerima orang lain apa adanya, kalau saudara tidak rendah hati terlebih dahulu.
  • Saudara tidak akan bisa bersyukur dalam segala hal, kalau saudara tidak rendah hati terlebih dahulu.
  • Jadi semua Prinsip Rohani, dimulai dari kerendahan hati.

Jika saudara mau menjadi yang terbesar di antaramu, maka :

  • Mulailah cuci kaki saudara-saudaramu.
  • Mulailah layani satu dengan yang lain.
  • Mulailah saling peduli satu dengan yang lain.
  • Mulailah saling mengasihi satu dengan yang lain.
  • Bukan hanya kepada “orang yang baik” saja kita baik kepadanya.
  • Tetapi terhadap “semua orang yang tidak baik” kepada kita, kita harus tetap baik kepada mereka.
  • Inilah Prinsip Kerendahan Hati.

Yesus tidak pernah takut “disalah mengertikan dan atau disalah-pahami” oleh dunia atau oleh orang-orang yang siap mendeskreditkan Dia, yang karena Dia mengaku Dia lah Mesias, tetapi malahan minta dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.

,

  • Dia taat merendahkan diri dan akhirnya kehendak Allah digenapi semua.
  • Orang yang rendah hati, ketaatannya menjadi extreme di hadapan Allah.
  • Jadi supaya ketaatanmu extreme di hadapan Allah, maka saudara harus mulai merendahkan hati di hadapan Allah.

Yohanes Pembaptis adalah orang yang taat, karena dia nazir Allah.

  • Yohanes Pembaptis tidak mencukur rambut, dia kumuh, dia pakai baju dari bulu unta, dia hanya makan belalang dan madu.
  • Yohanes Pembaptis taat, dia orang yang extreme.
  • Mengapa Yohanes Pembaptis bisa taat kepada kehendak Allah? Karena dia rendah hati.

Jadi, kerendahan hati adalah sebagai dasar kebesaran rohani.

  • Orang yang mau ditegur, adalah orang yang rendah hati.
  • Orang yang tidak mau ditegur adalah orang yang tidak mau rendah hati dan sombong.
  • Orang yang tidak mau ditegur, tidak akan pernah bisa mati daging, sampai kapanpun.
  • Yohanes Pembaptis adalah orang yang amat rendah hati, dia merendahkan dirinya dihadapan Allah.

Yakobus 4 : 10

4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Kamu harus merendahkan dirimu serendah-rendahnya dihadapan Tuhan, barulah Tuhan bisa tegakkan kamu dan mengangkatmu.

Matius 18 : 3

18:3 lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Menjadi seperti anak kecil, artinya :

  • Bergantung terus kepada Tuhan, merasa diri tidak berarti, terus cari Tuhan.
  • Belajar firman terus dan merasa tidak cukup hanya dengan belajar disini.
  • Sehingga kamu akan menggali terus, hingga kenal Tuhan lebih dalam lagi.
  • Banyak saat teduh dengan Tuhan dan banyak berdiam diri dengan Tuhan.

Jika demikian yang saudara lakukan dalam hidupmu, saudara akan ditinggikan suatu hari nanti.

Percayalah Tuhan akan berdiri di pihak saudara dan Tuhan akan membela semua masalah saudara.

  • Permasalahannya kita tidak pernah mau memposisikan diri kita pada posisi Tuhan, karena tuntutan kedagingan kita hanya menempatkan diri kita di posisi kita sendiri yang duniawi.
  • Kalau kita menempatkan diri kita di posisi Tuhan, kita akan menundukkan diri dihadapan Tuhan, kita akan berserah penuh kepada Tuhan dan kita bisa mengucap syukur dalam segala hal.
  • Bagaimana mungkin kita bisa menjadi taat, kalau kita sendiri tidak pernah mau menundukkan diri dan menyerahkan diri kita dihadapan Tuhan?
  • Bagaimana mungkin kita bisa menjadi setia kepada Tuhan, kalau kita tidak mau menundukkan diri kita dihadapan Tuhan?

KETAATAN DALAM PELAYANAN

Pelayanan adalah “blue print” Allah dan saudara harus mengikuti “blue print” nya Allah.

Ibrani 8 : 5

8:5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak men-dirikan kemah : “Ingatlah,” demikian firman-Nya, “bahwa engkau membuat se-muanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu”

Lakukan sesuai dengan contoh atau “blue print” nya Tuhan.

  • Kalau saudara merasa bertumbuh, silakan saudara melayani, tetapi harus sesuai dengan “blue print” nya Allah, bukan “blue print” nya kita sendiri.
  • Jadi kita harus melayani sesuai dengan panggilan kita.
  • Saudara baru bisa masuk ke dalam ketaatan, ketika saudara merendahkan diri dihadapan Allah.

Imamat 10 : 1-2

10:1 Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka.

Mezbah Ukupan ada di “Ruang Suci”, didepan tirai masuk “Ruang Maha Suci”, dimana Tabut Perjanjian berada (ditandai api kemuliaan TUHAN).

A

Gambar-1 : “Mezbah Ukupan pada Kemah Suci”

Api untuk membakar dupa di Mezbah Ukupan atau Mezbah Dupa, yang ada di Ruang Suci (lihat Gambar-1), harus diambil dari Mezbah Korban Bakaran (lihat Gambar-2) yang ada di Halaman (Pelataran) Kemah Suci (Bait Allah).

Gambar 2 : “Mezbah Korban Bakaran pada Kemah Suci”

Nadab dan Abihu tidak mengambil api yang dari TUHAN (Mezbah Korban Bakaran) yang ada di Halaman Kemah Suci ini, yaitu api untuk membakar dupa di Mezbah Ukupan, tetapi mereka memakai “api asing”.

Ruang Suci ini menggambarkan tempat beradanya Gereja Tuhan beribadah di zaman kasih karunia sekarang ini. (pernah saya khotbahkan).

Di dalam gereja, saudara tidak bisa menyalakan api di Mezbah Ukupan dengan “api saudara sendiri” karena apinya harus dari Tuhan, yaitu api Roh Kudus untuk “membakar dupa” di Mezbah Ukupan itu, sehingga Pujian dan Penyembahan dari Mezbah Ukupan menjadi dupa yang harum bagi Tuhan.

  • Oleh sebab itu pelayanan harus sesuai dengan “cetak biru” Tuhan.
  • Pelayanan tidak boleh ada unsur ambisi, tidak boleh ada unsur “over acting” dan minta di puji karena merasa diri lebih pintar dari orang lain.
  • Dalam pelayanan tidak boleh ada rasa iri hati, tidak boleh ada unsur dengki, tidak boleh berbuat ulah yang tidak terpuji yang bisa bikin Tuhan marah.
  • Bila saudara tidak mau sadar juga dan tidak mau berubah, maka itulah yang dinamakan “keras hati seperti Firaun” yang baru mau sadar setelah dia kehilangan putra sulungnya yang terkena tulah kesepuluh, pada waktu TUHAN melalui Musa membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir.

Ingatlah! Pelayanan muncul dari hati yang bersih dan tulus serta harus fokus pada tujuan yaitu semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan.

  • Walaupun Tuhan tidak mengutus saudara pelayanan di mimbar ini, tetapi pelayananmu di belakang mimbar juga sangat penting, antara lain menjadi pendoa, usher, guru-guru sekolah minggu dan operator sound-system.
  • Semua bentuk pelayanan saudara berkenan kepada Tuhan, apabila engkau lakukan dengan hati yang bersih dan tulus serta dengan segala kerendahan hati, dan yang semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan.
  • Tetapi apabila pelayananmu masih ada unsur “ego” dan “dengki”, akibatnya engkau akan bermasalah serius dalam pelayananmu dan engkaupun akan berperkara dengan Tuhan karena ulahmu sendiri, seperti Nadab & Abihu.

10:2 Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN.

Inilah yang dimaksudkan dengan “api asing”.

  • Banyak orang melayani, karena ambisi tertentu, ada maksud terselubung.
  • Banyak orang melayani, sesuka hatinya sendiri karena merasa diperlukan.
  • Orang yang demikian tidak mengerti prinsip rohani.

Mezbah Korban Bakaran

Mezbah Korban Bakaran artinya Salib atau tempat membakar “ego” kita hingga “terbakar habis atau di matikan”.  

Mezbah Korban Bakaran berada di Halaman Bait Allah / Kemah Suci (Gambar-2).

Mezbah Ukupan

Mezbah Ukupan artinya tempat Doa dan Pelayanan. Mezbah Ukupan berada di Ruang Suci (lihat Gambar-1) dan terletak didepan Tabir masuk Ruang Maha Suci tempat Allah bertakhta.

Ruang Suci ini menggambarkan “Gereja Tuhan” berada karena di dalam Ruang Suci inilah kita beribadah.

  • Dan dari “Mezbah Ukupan” inilah Doa, Pujian dan Penyembahan yang di pimpin oleh Worship Leader (WL) berlangsung sebagai dupa yang harum bagi Tuhan.
  • Jadi pelayanan yang disertai dengan ego, keinginan, kehendak dan tuntutan akan menjadi “api asing”.
  • Dari Mezbah ini pula Firman Tuhan disampaikan.

Oleh karena itu, bila ada yang coba-coba mengganggu pelayanan “doa, pujian dan penyembahan” di Mezbah Ukupan, berarti dia menghalangi Tuhan bertakhta diatas pujian dan penyembahan umat-Nya, maka dia berperkara dengan Tuhan.

Mazmur 19 : 14

19:14 Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar.

Jangan sampai aku menjadi seperti orang-orang yang kurang ajar, biarlah aku tunduk di hadapanmu Tuhan, merendahkan diriku supaya aku bebas dari semua pelanggaran.

  • Hanya orang yang mau merendahkan dirinya yang bisa bebas dari semua pelanggaran.
  • Maukah saudara merendahkan diri dihadapan Tuhan mulai hari ini?
  • Maukah saudara melayani dengan benar dan hati bersih mulai hari ini?
  • Maukah saudara menjadi seperti Yesus yang rendah hati mulai hari ini?
  • Maukah saudara menjadi seperti Yohanes Pembaptis yang merasa dirinya tidak berarti mulai hari ini, sehingga hanya Tuhan yang berarti bagimu?

Jika saudara mau mengalami kebesaran Tuhan, maka saudara harus mau ditarik ke posisi yang paling rendah terlebih dahulu.

Saudara harus percaya akan penyertaan dan bimbingan Tuhan dan saudara akan melihat kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dalam hidupmu.

  • Maukah saudara ditarik ke posisi yang paling rendah?
  • Siapkah saudara diproses dan dibentuk oleh Tuhan?
  • Tuhan hanya mau memproses dan membentuk orang yang rendah hati.

Kalau saudara “tidak rendah hati”, saudara tidak akan bisa diproses sama sekali, karena yang ada dalam pikiran saudara hanya complain dan complain saja.

  • Jadi yang terbesar adalah Yohanes Pembaptis karena dia adalah orang yang rendah hati
  • Yesus memberi teladan bagi saudara dan saya bahwa Dia lah yang terkecil di Kerajaan Sorga.
  • Yesus memberi teladan bagi saudara dan saya, sehingga Dia tunduk pada baptisan Yohanes.
  • Padahal semestinya Yesus tidak perlu di baptis, tetapi karena kerendahan hati-Nya, Dia tunduk kepada seluruh kehendak Allah,
  • Hanya orang yang rendah hati yang bisa melaksanakan semuanya itu.
  • Kalau saudara mau melaksanakan seluruh kehendak Allah seperti yang dilakukan Yesus, maka jalanilah kehidupan pribadimu dengan kerendahan hati mulai dari sekarang.

Karena kerendahan hati adalah sifat Allah, maka satu-satunya cara agar saudara dapat rendah hati seperti Yesus, saudara harus menyatu dengan Allah.

Jadi, apabila saudara sudah terkoneksi dengan Allah, maka barulah sifat Allah terserap ke dalam saudara.

Kalau saudara tidak menyatu dengan Allah, maka saudara tidak akan mungkin dapat menyerap sifat dan karakter Allah. Oleh karena itu, perhatikan baik-baik :

  • Orang yang rendah hati, di ibaratkan emosinya ada di kakinya.
  • Orang yang sombong, emosinya ada di kepalanya karena tanpa berpikir dia akan langsung bereaksi sesuai dengan kesombongannya.
  • Orang yang sombong, kemarahan selalu dia didahulukan, barulah berpikir kemudian karena baginya urusan ada dibelakang atau bagaimana nanti saja.
  • Orang yang rendah hati, akan selalu mengalah terlebih dahulu, hal-hal yang lainnya adalah urusan Tuhan.

Jadi inti sari dari Matius 11, Tuhan Yesus menuntut kerendahan hati dari saudara dan saya, supaya saudara dan saya ditinggikan oleh Tuhan.

AMIN.

BERI KEMULIAAN BAGI TUHAN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

26 MARET 2019 PENTAHBISAN BAIT SUCI

WARTA 30 MARET 2019 APAKAH ENGKAU MENGASIHI AKU

APAKAH ENGKAU MENGASIHI TUHAN?

Kita semua mengenal apa artinya cinta, tetapi cinta dapat dibedakan dalam dua hal yaitu cinta yang berasal dari Tuhan dan cinta yang berasal dari daging. Cinta yang dari Tuhan mengarahkan kita kepada kasih yang sempurna tanpa ada ego didalamnya, sementara cinta yang berasal dari daging terdapat banyak kekuarangan dan kelemahannya (tidak sempurna) karena masih ada ego dan berbagai tuntutan yang menguasai pikiran manusia.

Banyak orang berkata “I love You Lord” tetapi yang diterjemahkan melalui hasrat kedagingan.tahukah saudara apa arti kata mencintai dalam kamus bahasa Indonesia? Mencintai berarti meletakan kasih sayang pada sesuatu dan disertai dengan perasaan tidak ingin menyakiti dan tidak ingin kehilangan. Berarti jika kita berkata cinta Tuhan sudah seharusnya tidak ada keinginan untuk berbuat dosa lagi, tidak ingin menjauh dari Tuhan  dan fokus kita hanya pada Tuhan saja dan segala pekerjaaan-Nya. Mencintai Tuhan lebih dari sekedar perkataan saja tetapi yang diutamakan adalah perbuatan atau gaya hidup kita yang betul-betul sesuai dengan Firman Tuhan. Jadi mencintai Tuhan yang benar merupakan kerinduan kita yang mendalam untuk menjadi serupa dan segambar dengan-Nya (kejadian 1:27).

Tuhan telah menunjukan cinta-Nya yang luar biasa dengan pengorbanan-Nya diatas kayu salib, untuk itu kita tidak bisa berkata aku mencintai Tuhan tanpa mau memikul salib dan mematikan setiap keinginan daging kita. Apa yang Tuhan kerjakan didunia ini telah digenapi dirampungkan dalam satu kata “Cinta”. Jika demikian keselamatan saudara lebih dari sekedar percaya melainkan cinta akan Tuhan.

Hanya cinta yang membara kepada Tuhan yang akan melenyapkan segala kedegilan dan kejahatan dalam diri seseorang.

Saudaraku kecintaan akan Tuhan juga ditunjukan dalam wujud menjadi berkat bagi sesama. Bagaimana seseorang dapat berkata mengasihi Tuhan sementara dia mengasihi asetnya, anaknya, istrinya atau orang tuanya lebih dari Tuhan? Kecintaan akan sesuatu diluar Tuhan akan menjadikan seseorang tidak melayani dan tidak menjadi berkat bagi sesamanya.

Saudaraku kecintaan akan Tuhan selain ditunjukan dengan gaya hidup yang seperti Tuhan, juga ditunjukan dalam kasih akan sesama sebagai gambar Tuhan. Betapa banyak orang berkata mengasihi Tuhan tapi masih saja menyimpan pahit hati dengan  sesama. Bukankah ini hal yang bertolak belakang? Firman Tuhan berkata bagaimana seseorang dapat mengasihi Tuhan sementara disisi lain dia membenci sesama (1Yohanes 4:20)? Bagaimana dia berkata mengasihi Tuhan sementara disisi lain dia menyakiti hati Tuhan dengan cara membenci gambar Tuhan?

24 MARET 2019 GEREJA PEMURIDAN



PESAN NUBUATAN SAAT ULANG TAHUN GEREJA CHOSEN GENERATION KE-4

Betapa Aku mengasihimu anak – anak-Ku, betapa Aku rindu berjumpa denganmu setiap saat setiap waktu. Aku rindu.. Aku rindu mengumpulkanmu.

Trima kasih Bapa setiap hari kami merasakan kasihMu yang besar. Tuhan engkau menancap kami dengan kasihMu. Engkau telah menancap kami dengan kasihMu. Biar kami tertancap di atas salibMu Tuhan sehingga kami mati dari semua keinginan kami. Biar kami hidup bagiMu ya Tuhan. (ungkapan doa Gembala jemaat dan jemaat CG).

Tuhan Engkau yang berkata Hati-Ku bergelora   kasih-Ku  akan engkau.

Tuhan terima kasih Engkau menyiram setiap kami akan kasihMu. Lepas semua belenggu-belenggu, lepas semua ikatan, lepas semua sakit penyakit, lepas di dalam nama Yesus.(ungkapan doa Gembala jemaat dan jemaat CG).

Tuhan  berkata “Aku menegakkan kepalamu  ……  engkau tidak berjalan dalam kekalahan ketika engkau berjalan bersama  dengan Aku,  engkau berjalan dalam kemenangan …. demi Kemenangan bersama Aku.

Nikmati kasih-Ku anak-Ku rasakan kasih-Ku ……Aku minta kasihmu,  Aku butuh kasihmu karena Aku ingin membawamu  Tenggelam di dalam kasih-Ku. Tenggelam mengalir di dalam kasih-Ku engkau akan menjadi saluran bagi sesamamu.

Tuhan berkata gereja ini akan menjadi gereja pemuridan. Setiap hari Aku membuka lembaran baru dalam hidupmu.  Entah kamu menulisnya dengan sesuatu yang bermanfaat atau engkau tidak menulisnya  atau engkau menulisnya dengan sesuatu yang tidak bermanfaat.  Aku rindu anak-Ku engkau mengenal Aku, sehingga engkau menulis kasih-Ku,  menulis buku itu dengan kasih akan Aku. Sembah Aku setiap waktu  Aku rindu berjumpa denganmu

NILAI KITA DIHADAPAN TUHAN – 12 MARET 2019

Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

 (2 Timotius 2 : 21)

NILAI KITA

DIHADAPAN TUHAN

KHOTBAH :  PS. FERDI GODJALI

GEMBALA  CHOSEN  GENERATION

IBADAH SELASA, 12 MARET 2019

============

PENDALAMAN ALKITAB

SHALOM !

Pada kesempatan ibadah pendalaman Alkitab di sore dan malam hari ini, kita akan membahas tentang “Nilai kita di hadapan Tuhan”. 

Pertanyaannya, dapatkah saudara menimbang berapa nilaimu di hadapan Tuhan?

Mungkin saudara berpikir, “aah, yang penting saya rajin ikut beribadah, karenanya pasti nilai saya tinggi di hadapan Tuhan”. Pikiran tersebut muncul karena saudara tidak tahu cara Tuhan menimbang nilaimu yang sebenarnya dihadapan-Nya.

Tetapi yang pasti dan tidak bisa dipungkiri lagi adalah “betapa bernilainya” kita semua di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan berkenan memperhatikan kita, dan Tuhan berkata bahwa kita semua layak untuk ditebus.

  • Secara umum Tuhan ingin menyelamatkan semua orang, bukan sekedar orang-orang pilihan saja, tetapi semua orang ingin Tuhan selamatkan.
  • Masalahnya, apakah pribadi lepas pribadi dari semua orang itu mau percaya kepada-Nya dan mau menerima-Nya untuk menyelamatkan mereka?
  • Keputusan ada di tangan setiap orang-orang tersebut, termasuk saudara dan saya, apakah kita mau diselamatkan atau tidak (oleh-Nya).
  • Apabila kita percaya, kita harus berserah penuh kepada Tuhan untuk ditebus dan digunakan untuk maksud-maksud yang mulia di muka bumi ini.

Nilai keselamatan

2 Samuel 24 : 1  (Judul perikopnya “Pendaftaran dan penghukuman”)

24:1 Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel ; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya : “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.”

Ia menghasut Daud untuk melawan musuh-mushnya dan Firman-Nya kepada Daud agar melakukan pendaftaran dan penghitungan orang Israel dan Yehuda.

Tetapi mengapa TUHAN murka kepada Daud karena Daud menghitung jumlah orang Israel dan orang Yehuda untuk dijadikan pasukannya?

2 Samuel 24 : 2

4:2 Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: “Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka.”

Keluaran 30 : 11 – 15

30:11 TUHAN berfirman kepada Musa :

30:12 “Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu.

Mengapa orang Israel terkena tulah setelah pendaftaran atas perintah Daud itu?

  • Karena harus ada “uang pendamaian” dahulu pada waktu pendaftaran.
  • Karena “tanpa uang pendamaian” maka mereka akan terkena tulah.

30:13 Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus — syikal ini dua puluh gera beratnya –; setengah syikal itulah persembahan khusus kepada TUHAN.

30:14 Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah mempersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN.

Harus berusia dua puluh tahun ke atas bukan dua puluh tahun ke bawah.

Mereka yang mendaftar itu harus mempersembahkan setengah syikal perak.

30:15 Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari setengah syikal itu pada waktu dipersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian.

Orang kaya ataupun orang miskin, persembahannya harus sama setengah syikal. Tidak boleh lebih, tidak boleh kurang.

30:16 Dan haruslah engkau memungut uang pendamaian itu dari orang Israel dan menggunakannya untuk ibadah dalam Kemah Pertemuan; supaya itu menjadi peringatan di hadapan TUHAN untuk mengingat kepada orang Israel dan untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian.”

Uang pendamaian itu harus dipersembahkan kepada TUHAN di Kemah Pertemuan.

Kesalahan Daud, karena dia melakukan pendaftaran tanpa mempersembahkan uang pendamaian dan juga karena Daud mengandalkan kekuatannya sendiri.

Karena Daud mengandalkan kekuatan dirinya sendiri, akibatnya dia melanggar firman TUHAN, karena dia lupa akan firman TUHAN tersebut (lihat Kel. 30:12).

Keluaran 30 : 12

30:12 “Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu.

Jadi mereka harus mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian dahulu untuk nyawanya, yang besarnya setengah syikal.

  • Karena kalau tidak ada uang pendamaian, mereka akan terkena tulah.
  • Jadi harus mempersembahkan setengah syikal perak dan umurnya harus di atas dua puluh tahun.

Yang didaftarkan hanyalah laki-laki berusia diatas umur dua puluh tahun, artinya :

  • Orang yang berusia diatas 20 tahun dianggap sudah layak berperang.
  • Orang yang berusia diatas 20 tahun dianggap sudah bisa bertanggung jawab.

Mengapa Daud terkena tulah? Karena Daud mengandalkan kekuatan manusianya, sehingga dia melupakan firman ini (Keluaran 30 : 12).

  • Orang yang maju berperang haruslah orang yang bertanggung jawab dan yang pasti sudah ditebus oleh darah Yesus.
  • Kalau orang itu tidak ditebus oleh darah Yesus, atau dia menolak penebusan itu, berarti dia tidak layak untuk berperang, karena dia belum ada korban darah Yesus dan belum bisa bertanggung jawab.

Kisah Para Rasul 19 : 13 – 14

19:13 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: “Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.”

Beberapa orang tukang jampi ikutan masuk ke dalam peperangan rohani. Mereka berjalan keliling negeri memakai nama Yesus.

  • Apakah dukun ini layak berperang dalam nama Yesus?
  • Dukun ini percaya pada Yesus dan memakai nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus. Siapakah mereka ini?

19:14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.

Mereka adalah anak-anak imam Skewa, coba-coba mengusir roh jahat dari orang.

2 Samuel : 15 – 16

19:15 Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?”

19:16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.

Anak-anak imam Skewa yang coba-coba berpraktek sebagai tukang jampi itu, malah “digagahi” oleh orang yang dirasuk roh jahat dan mereka lari terbirit-birit dengan telanjang bulat dan luka-luka, artinya mereka dipermalukan :

  • Karena mereka adalah orang yang tidak ada darah Yesus atau tidak ada salib pada mereka.
  • Karena mereka belum ditebus oleh darah Yesus.
  • Karena mereka ini adalah orang yang tidak bertanggung jawab karena tanpa hak berani memakai nama Yesus untuk maju melakukan peperangan rohani melawan roh jahat.
  • Akibatnya fatal, mereka pun terkena serangan balik dari roh-roh jahat.

Jadi percaya kepada nama Yesus versi anak-anak Skewa adalah percaya yang tidak benar, tetapi percaya yang benar adalah percaya yang diikuti dengan penyerahan diri terlebih dahulu kepada Tuhan.

  • Bukan hanya sekedar berkata, “aku percaya Yesus”, tetapi kita harus berkata, “Ya Tuhan, saya percaya Engkau dan aku serahkan hidupku kepada-Mu”.
  • Ketika kita sudah percaya dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya, berarti barulah kita bisa mulai bertanggung jawab.
  • Orang yang sudah berumur dua puluh tahun ke atas, adalah orang yang bisa dibentuk menjadi pasukan tempur bagi kepentingan Tuhan di bumi.
  • Usia dua puluh tahun yang dimaksud, bukan berarti usia jasmani saudara, melainkan kedalaman rohani saudara dan tanggung jawab saudara sebagai orang percaya.

Setengah syikal perak artinya “penebusan dengan darah Yesus di atas kayu salib”. Dan setengah syikal bisa disetarakan dengan dua dinar atau dua dirham.

Lukas 10 : 35

10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Orang Samaria yang baik menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan, atau

Yesus menyerahkan dua dinar (penebusan) kepada kita yang telah ditebus.

Aku (orang Samaria yang baik hati) akan kembali, artinya Tuhan akan kembali lagi.

Tuhan akan kembali lagi untuk membereskan semua masalah kita semua, artinya penebusan darah Yesus dipakai oleh kita selama di dunia ini sampai Tuhan datang kembali menjemput kita.

  • Berarti, orang percaya yang telah ditebus Tuhan wajib berperang dan ber-tanggung jawab atas diri sendiri.
  • Jadi keselamatan yang Tuhan berikan kepada saudara, harus saudara per tanggung jawabkan dan saudara yang telah ditebus Tuhan wajib berperang.
  • Oleh sebab itu mereka yang ditebus harus sudah berusia dua puluh tahun ke atas dan mereka yang tidak berperang bukan orang Kristen yang benar.

Pertanyaannya, apa dan siapa yang kita perangi?

  • Berperang melawan kuasa kegelapan.
  • Berperang melawan ego atau melawan diri sendiri.

Peperangan yang paling sulit sebenarnya melawan diri sendiri, melawan keinginan kita, melawan hasrat kita.

  • Kalau saudara menjadi orang Kristen yang benar, tentunya saudara selalu siap berperang melawan kuasa gelap dan ego saudara sendiri.
  • Kalau saudara hanya hidup santai-santai saja, berarti saudara adalah orang Kristen yang tidak bisa mempertanggungjawabkan keselamatan yang sudah Tuhan berikan untuk saudara.

Mengapa Daud dihukum Tuhan, sampai pasukannya Daud banyak yang mati sia-sia terkena tulah?

  • Karena Daud mengandalkan kekuatan manusianya, sehingga membuat dia lupa ada firman yang berkata, “setiap orang yang akan berperang harus ditebus dengan uang pendamaian untuk nyawanya, setengah syikal”.
  • Oleh sebab itu orang-orang yang akan ditebus, haruslah orang-orang yang bisa bertanggung jawab dan siap berperang.
  • Dengan demikian, maka keselamatan identik dengan tanggung jawab dan keselamatan tanpa tanggung jawab, bukanlah keselamatan yang benar di hadapan Tuhan.

Daud menghitung jumlah orang Israel “demi kekuatan dirinya sendiri dan Israel”, tetapi TUHAN menghitung umat-Nya agar nama mereka tercatat di sorga.

  • Sadarkah saudara bahwa nama saudara tercatat di sorga karena saudara sudah ditebus?
  • Sadarkah saudara, begitu saudara telah ditebus oleh Yesus dengan darah-Nya, berarti saudara wajib berperang?
  • Sadarkah saudara, bahwa saudara harus bisa mempertanggung-jawabkan keselamatan yang Tuhan berikan kepada saudara?

Setengah syikal (penebusan oleh darah Yesus di kayu salib) adalah langkah awal, dan langkah berikutnya adalah salib yang menyempurnakan saudara, sampai saudara tiba di Kerajaan-Nya.

  • Yesus adalah “uang pembayaran tebusan dan pengudusan” itu sendiri.
  • Tanpa pembayaran (tanpa Yesus), pasti terkena tulah dan binasa.

Berikut ini kita akan membahas “dua dirham

Matius 17 : 24-27

17:24 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”

“Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”

  • Yang dimaksudkan dengan bea “dua dirham” yaitu setengah syikal, adalah penebusan oleh darah Yesus di atas kayu salib.
  • Jadi kalau mau beribadah harus bayar uang tebusan atau uang pendamaian.
  • Berarti kalau mau ibadah, harus ditebus dahulu, kalau tidak ditebus, tidak boleh ibadah.

Dengan demikian orang yang tidak ditebus, hubungannya dengan Allah masih tetap terputus dan dia harus membayar uang pendamaiannya terlebih dahulu sebesar “setengah syikal perak atau dua dirham” bila mau ditebus.

17:25 Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”

Hai Simon, raja-raja di dunia ini memungut dari rakyatnya atau dari orang asing?

17:26 Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.

17:27 Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

Uang tebusan adalah uang pendamaian.

Hubungan manusia dengan Allah putus karena dosa, sehingga manusia tidak bisa beribadah. Jadi kalau manusia ingin beribadah harus membayar uang tebusan agar hubungan dengan Tuhan dapat di pulihkan kembali.

Uang pendamaian ini melambangkan betapa manusia tidak layak di hadapan Tuhan, tetapi Tuhan begitu merindukan manusia datang beribadah kepada-Nya.

  • Tetapi berapa banyak manusia yang sudah ditebus rindu datang kepada-Nya?
  • Berapa banyak orang Kristen yang sudah ditebus, merindukan untuk terus berada di dalam hadirat Allah?

“Orang asing” harus membayar bea untuk ibadah.

  • Jadi “orang-orang asing” harus ditebus dulu supaya bisa beribadah.
  • Sebelum ditebus, kita adalah orang-orang asing, tetapi sekarang kita sudah menjadi kawan sewarga dari orang-orang kudusnya Tuhan.

Efesus 2 : 19

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Karena kamu sudah ditebus, maka kamu bukan lagi orang asing atau pendatang.

  • Kalau kamu mau datang ke Tuhan janganlah malu-malu, karena kamu bukan orang asing lagi.
  • Sekarang kamu semua adalah anggota keluarga Allah.
  • Sekarang kamu semua adalah orang-orang kudus-Nya Allah.
  • Oleh sebab itu datanglah kepada Tuhan dan carilah Tuhan dengan cara yang benar.

Dalam Matius 17 : 24 tadi ada kata “dua dirham”, angka dua adalah angka saksi, dengan demikian maka :

  • Saudara yang sudah ditebus oleh Tuhan, saudara wajib menjadi saksi bagi Tuhan.
  • Sekarang saudara bukan orang asing lagi, saudara adalah warga Kerajaan Sorga.

Pertanyaannya :

  • Sudahkah saudara menjadi saksi melalui gaya hidupmu, melalui tingkah lakumu, dan melalui perkataanmu?
  • Benarkah saudara orang tebusan?
  • Benarkah saudara sudah bersaksi tentang Dia?

Bagaimana cara Yesus memperoleh “empat dirham” itu? Dengan memancing ikan.

  • Empat dirham itu bukan dari uang Petrus, tapi dari mulut ikan.
  • Yesus yang menunjukkan kalau didalam ikan itu ada uang empat dirham.

Kalau uang ini dari tangan Petrus pribadi, berarti keselamatan bisa didapat dari kekuatan manusia.

  • Karena saya punya, maka saya bisa mendapatkannya, berarti saya bisa mendapatkan keselamatan itu. Ini tidak benar.
  • Tetapi untuk mendapatkan “empat dirham” itu, Yesus yang menunjukkannya dan Yesus juga yang memberi supaya Petrus bisa beribadah di rumah Tuhan.
  • Jadi keselamatan bukan karya manusia, tapi dari “otoritas dan karya Allah” yang sudah dirancang sejak dari jatuhnya Adam ke dalam dosa sampai dengan ke Yerusalem baru.
  • Jadi keselamatan yang sudah Tuhan rancang untuk saudara dan saya, bukan usaha kita, tetapi murni pemberian Tuhan.

Tetapi mengapa Yesus yang harus membayar tebusannya?

  • Yesus itu Tuhan, tapi mengapa Dia harus membayar untuk bisa beribadah?
  • Dalam kitab Keluaran, orang harus ditebus dahulu untuk bisa beribadah, itu merupakan ketentuan dalam Hukum Taurat.
  • Jadi Yesus datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, tetapi untuk menggenapi Hukum Taurat itu.

Yesus membayar bea masuk untuk bisa beribadah, karena Dia ingin memberi contoh kepada kita bahwa Dia datang ke dunia ini bukan untuk meniadakan Hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya.

  • Jadi selama saudara dan saya ada di dunia, kita membutuhkan Yesus dalam ibadah kita.
  • Ibadah tanpa kehadiran Yesus, itu bukan ibadah yang benar.
  • Saudara tidak akan bisa beribadah, karena tidak bisa masuk ke dalam bait Allah jika saudara tidak bersama dengan Yesus.

Ibrani 9 : 13-14

9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Inilah penebusan darah Yesus supaya saudara bisa beribadah, saudara harus bayar karena Tuhan telah menyediakannya. Kita butuh Yesus didalam segala hal.

Berapa banyak, orang yang seringkali kecewa dengan Tuhan?

Kalau saudara sering kecewa pada Tuhan, bagaimana bisa beribadah kepada-Nya?

Kalau saudara kecewa pada Tuhan, lantas saudara mau beribadah kepada siapa?

Usia dua puluh tahun, berarti usia yang telah dewasa dan bertanggung-jawab.

Keluaran 30 : 15

30:15 Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari setengah syikal itu pada waktu dipersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian.

Untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa mereka, butuh persembahan khusus sebesar setengah syikal.

  • Apakah orang itu, orang kaya ataukah orang miskin, harus membayar sama sebesar setengah syikal.
  • Orang kaya melambangkan “orang yang jahat sekali”.
  • Orang miskin melambangkan “orang yang agak jahat dan orang yang baik”.

Jadi apakah orang itu jahat sekali dengan masa lalu yang kotor dan hancur, atau apakah dahulunya dia orang baik-baik dan tidak seberapa jahat, tebusannya sama yaitu setengah syikal, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang.

Mengapa kita sering kesulitan memahami atau menafsirkan kitab-kitab dalam Perjanjian Lama?

  • Dalam kitab Kolose dikatakan, Perjanjian Lama atau Kitab Taurat adalah bayangan dari yang akan datang, menuju kepada Yesus.
  • Mengapa Perjanjian Lama atau Kitab Taurat sulit dimengerti padahal Taurat melambangkan Yesus?
  • Karena Perjanjian Lama atau Taurat hanya bayangan dan yang namanya “bayangan” sulit atau tidak bisa ditebak, karena hanya Roh Kudus yang bisa menyingkapkan atau menjelaskan pengertian atau pemahamannya.

Taurat itu melambangkan Yesus semuanya.

  • Berusia dua puluh tahun keatas, artinya pada usia itu seseorang harus bisa bertanggung jawab atas keselamatan yang sudah orang itu terima sebagai anugerah dari Tuhan.
  • Keselamatan diselesaikan oleh darah Yesus, tidak bisa ditambah dan tidak bisa dikurangi.
  • Keselamatan adalah pemberian cuma-cuma kepada semua orang, dengan persembahan khusus pendamaian dengan jumlah yang sama.
  • Ada harga dari keselamatan yang harus saudara bayar demi memperoleh keselamatan itu.

Ketika saudara terima keselamatan itu, saudara harus bertanggung jawab atas keselamatan itu dengan cara menjadi saksi.

  • Kita harus bertanggung jawab, menjadi saksi sebab kita sudah diselamatkan dan menjadi saksi agar orang-orang lain juga bisa diselamatkan.
  • Meskipun saudara tidak bisa bersaksi dengan “perkataan”, minimal bisa bersaksi dengan perbuatan.

Nilai Hubungan dan Konsikrasi

Konsikrasi artinya mempersembahkan diri atau mempersembahkan hidup kita.

Imamat 27 : 1-8

27:1 TUHAN berfirman kepada Musa :

27:2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka : Apabila seorang mengucapkan nazar khusus kepada TUHAN mengenai orang menurut penilaian yang berlaku untuk itu,

27:3 maka tentang nilai bagi orang laki-laki dari yang berumur dua puluh tahun sampai yang berumur enam puluh tahun, nilai itu harus lima puluh syikal perak, ditimbang menurut syikal kudus.

27:4 Tetapi jikalau itu seorang perempuan, maka nilai itu harus tiga puluh syikal.

27:5 Jikalau itu mengenai seorang dari yang berumur lima tahun sampai yang berumur dua puluh tahun, maka bagi laki-laki nilai itu harus dua puluh syikal dan bagi perempuan sepuluh syikal.

27:6 Jikalau itu mengenai seorang dari yang berumur satu bulan sampai yang berumur lima tahun, maka bagi laki-laki nilai itu harus lima syikal perak, dan bagi perempuan tiga syikal perak.

27:7 Jikalau itu mengenai seorang yang berumur enam puluh tahun atau lebih, jikalau itu mengenai laki-laki, maka nilai itu harus lima belas syikal dan bagi perempuan sepuluh syikal.

Rinciannya sebagai berikut :

  • Laki-laki berumur 1 bulan – 5 tahun (usia anak-anak) = 5 syikal perak.
  • Perempuan berumur 1 bulan – 5 tahun (usia anak-anak) = 3 syikal perak.
  • Laki-laki berumur 5 – 20 tahun (usia remaja) = 20 syikal perak.
  • Perempuan berumur 5 – 20 tahun (usia remaja) = 10 syikal perak.
  • Laki-laki berumur 20 – 60 tahun (usia dewasa) = 50 syikal perak.
  • Perempuan berumur 20 – 60 tahun (usia dewasa) = 30 syikal perak.
  • Laki-laki berumur 60 tahun ke atas (usia lanjut) = 15 syikal perak.
  • Perempuan berumur 60 tahun ke atas (usia lanjut ) = 10 syikal perak.
  • Laki-laki berumur 20 – 60 tahun nilainya 50 syikal dan perempuan 30 syikal.

Begitu laki-laki dan perempuan usia 60 tahun ke atas, nilainya merosot.

Bagi yang diatas umur 60 tahun, Paulus berkata usia badaniah kita boleh semakin merosot tapi rohani kita harus semakin tinggi, semakin naik bersama Tuhan.

Imamat 27 : 8

27:8 Tetapi jikalau orang itu terlalu miskin untuk membayar nilai itu, maka haruslah dihadapkannya orang yang dinazarkannya itu kepada imam, dan imam harus menilainya; sesuai dengan kemampuan orang yang bernazar itu imam harus menentukan nilainya.

Jika ada yang tidak mampu untuk membayar maka imam yang harus menentukan nilainya. Imam yang akan menolongnya.

  • Seberapa besar pengaruh dari mempersembahkan diri kita untuk Allah?
  • Semakin kita mempersembahkan diri untuk Allah, maka nilai kita semakin naik dihadapan Allah.
  • Yang awalnya kita berada di tingkat anak-anak, akan naik ke tingkat remaja dan naik lagi sampai ke tingkat dewasa.
  • Semakin saudara mempersembahkan diri total dihadapan Allah, semakin naik nilai karena saudara bertambah dewasa rohani.

Pertanyaannya :

  • Berapakah umur rohanimu sekarang ini dihadapan Allah?
  • Apakah kita masih minum susu (usia anak-anak)?

Untuk penebusan, aspek diri kita tidak diperhitungkan. Apakah kita orang yang baik ataukah kita orang yang jahat, tetap saja harus bayar setengah syikal.

  • Untuk penebusan, Tuhan tidak melihat saudara baik atau jahat, yang penting saudara mau mempersembahkan hidup saudara bagi Tuhan.
  • Tidak ada orang yang lebih bernilai, karena semua orang bernilai sama, karena keselamatan itu pemberian bukan usaha kita.
  • Setelah saudara selamat, seorang yang ber iman harus berkonsikrasi.
  • Tanpa persembahan diri saudara kepada Allah, saudara tidak berharga.
  • Jika kamu masih jadi diri sendiri, di mata Tuhan kamu tidak berharga.

Imamat 27 : 3

27:3 maka tentang nilai bagi orang laki-laki dari yang berumur dua puluh tahun sampai yang berumur enam puluh tahun, nilai itu harus lima puluh syikal perak, ditimbang menurut syikal kudus.

Ditimbang menurut syikal kudus. Jadi kalau saudara masuk ke dalam bait Allah ada perabot-perabot yang salah satunya adalah timbangan syikal kudus.

Siapakah yang menimbang nilai saudara?  Yang menimbang adalah Tuhan sendiri.

  • Ketika waktunya tiba, kitapun menutup mata, maka Tuhan akan menilai usia rohani kita.
  • Yang dinilai Tuhan bukan seberapa lama kita ikut Tuhan tapi seberapa dalam konsikrasi kita kepada Tuhan.
  • Kalau saudara dengar khotbah ini sebaiknya saudara mawas diri, jangan sampai saat saudara dipanggil Tuhan, usia rohani saudara masih balita.

1 Korintus 3 : 1-3

3:1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.

Aku tidak bisa berbicara denganmu seperti manusia rohani, karena kamu masih duniawi dan kamu belum dewasa (infant / kanak-kanak) di dalam Kristus.

3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.

Kamu sudah bertahun-tahun ikut Yesus, tetapi konsikrasimu ternyata tidak ada. Kamu masih minum susu.

  • Kamu baru mau datang kepada Tuhan kalau kamu ada masalah.
  • Begitu ada masalah saudara mulai ketakutan dan baru ingat mencari Tuhan.
  • Jika saudara cari Tuhan hanya pada saat ada masalah, jangan kaget kalau kamu akan bermasalah terus seumur hidupmu.
  • Ada atau tidak ada masalah, seharusnya saudara tetap mencari Tuhan.

Saudara harus berkonsikrasi atau mempersembahkan hidupmu kepada Tuhan, biar Tuhan kikis sedikit demi sedikit gaya hidupmu yang tidak beres sampai kamu benar-benar berubah.

  • Tuhan proses saudara dari manusia infant atau anak-anak yang minum susu setiap hari, yang kerjaannya hanya minta-minta pada Tuhan, sampai kamu masuk ke usia remaja.
  • Ketika usia rohanimu telah mencapai remaja, saudara masih eforia dengan kerohanian, saudara cari sesuatu yang heboh-heboh, misalnya orang sakit sembuh, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan.
  • Semakin dewasa rohanimu, saudara mulai dididik oleh Tuhan bagaimana caranya menyerahkan hidup kepada Tuhan.
  • Begitu rohanimu sudah dewasa, jangan sampai menurun ke usia lanjut.
  • Saudara harus bertahan di “usia dewasa rohani antara usia 20-60 tahun”, karena rohani di usia dewasa itulah yang akan disebut mempelai Kristus.

Tuhan lah yang menimbang nilai rohanimu memakai syikal kudus.

  • Semakin saudara berkonsikrasi atau mempersembahkan diri kepada Tuhan, maka saudara akan semakin bernilai.
  • Semakin bernilai rohani saudara, rohani saudara juga semakin berfungsi bagi Tuhan.
  • Laki-laki usia 20 – 60 bernilai 50 dan perempuan usia 20 – 60 bernilai 30 syikal, tetapi sebenarnya Tuhan tidak melihat jenis kelaminmu.
  • Yang Tuhan maksudkan laki-laki dan perempuan adalah kekuatan imannya dan ketangguhannya dalam menghadapi badai masalah.

Kalau orang berkonsikrasi, dia akan bernilai dan dia akan memiliki fungsi rohani.

  • Orang yang memiliki fungsi rohani tapi tidak berkonsikrasi, apakah bernilai? Tidak ada nilainya.
  • Walaupun dia giat melayani tapi tidak menyerahkan diri total untuk Tuhan, karena masih ada karakter-karakter buruk yang tidak mau dia singkirkan, akhirnya nilai rohaninya jadi berkurang.
  • Pelayanan sampai jungkir balik sekalipun, apabila tidak total berkonsikrasi, tetap saja nilai nya akan merosot.

Pertanyaannya, apakah saudara benar-benar mau berkonsikrasi?

  • Kalau saudara mau total mempersembahkan diri, saudara pasti memiliki fungsi rohani.
  • Kalau saudara punya fungsi rohani dan berkonsikrasi total, pasti saudara juga akan bernilai tinggi.
  • Jadi kuncinya adalah konsikrasi, karena konsikrasi inilah yang membuat kita berharga di hadapan Tuhan.

Saya pertama kenal dengan istri saya, awalnya berteman. Dari berteman berubah menjadi sahabat. Dari sahabat berubah menjadi pacar dan akhirnya menjadi suami isteri.

  • Awalnya saudara tahu Tuhan Yesus, lalu saudara persembahkan hidupmu kepada Tuhan.
  • Setelah itu saudara mulai pikul salib-Nya, itulah sahabat.
  • Saudara memikul salib saudara dan membangun hubungan intim dengan Tuhan, saudara sudah menjadi pacar.
  • Seperti yang Paulus katakan, “Aku mempertunangkan kamu dengan satu laki-lakinya yang namanya Kristus”
  • Setelah saudara benar-benar intim dengan Kristus, berarti saudara telah mempersembahakan hidupmu kepada Tuhan ditengah salib dan saudara pasti akan menjadi mempelai Kristus suatu hari nanti.

2 Timotius 2 : 20-21

2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

Keputusan di tangan kita sekalian, sejauh mana kita mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan.

  • Semakin saudara berkonsikrasi maka saudara akan semakin dipakai untuk perkara-perkara yang mulia.
  • Semakin saudara mau mempersembahkan hidup saudara dan mau diubah oleh Tuhan, maka nilai saudara dihadapan Tuhan semakin tinggi.
  • Saat disakiti orang, saudara tidak mau membalas, hanya tersenyum saja.
  • Saudara juga sudah berhenti bergosip menjelek-jelekkan orang atau bicara hal-hal buruk lainnya terhadap orang lain, barulah saudara punya nilai.

Berapa banyakkah orang Kristen hari ini yang sudah merasa konsikrasi kepada Tuhan, tapi masih menggosipi orang dan masih menjelek-jelekkan orang?

  • Apabila saudara mau bernilai di hadapan Tuhan, bertobatlah yang benar.
  • Jangan sampai ketika Tuhan bertemu dengan saudara, usia rohanimu masih kanak-kanak.

Ciri-ciri rohani seseorang yang masih anak-anak :

  • Orang tersebut masih suka rebut, kelakuan seperti anak kecil.
  • Orang tersebut masih suka menjelek-jelekkan orang lain.
  • Semua orang salah dimata orang tersebut.

Kalau kamu anggap seseorang bersalah kepadamu, ampuni saja dia, tetapi kalau kamu tuduh bersalah kepadamu lebih dari tiga orang, itu berarti pasti kamu yang salah.

  • Jangan suka membicarakan keburukan orang, karena kamu sendiri yang rugi, karena akan menyusutkan nilaimu dihadapan Tuhan.
  • Mulai hari ini lebih baik saudara berbicara tentang Tuhan saja, yaitu tentang kebaikan-Nya atau tentang rancangan damai sejahtera-Nya bagi saudara dan saya atau sharing tentang firman-Nya.
  • Kalau saudara punya hobby menggosipi orang lain, kamu akan bermasalah dengan Tuhan, tetapi kalau kamu bicara tentang kebaikan Tuhan, kamu akan dikenang oleh Tuhan.
  • Saudara akan dipakai, sebagai suatu barang yang hari demi hari “semakin tinggi nilainya dan bertambah mulia” di hadapan-Nya.

Kalau suatu barang semakin sulit dicari, berarti barang tersebut akan semakin mahal harganya.

  • Semakin saudara mengorek isi Alkitab, maka saudara akan semakin menemukan sesuatu yang berharga.
  • Hubungan saudara yang semakin dalam dengan Tuhan, akan membuatmu semakin bernilai.
  • Tidak mungkin orang yang benar-benar dekat dengan Tuhan tapi kerjaannya menjelek-jelekkan orang.

Jika saudara merasa dekat dengan Tuhan, tapi masih menjelek-jelekkan orang berarti kamu bukan menyembah Tuhan, tapi menyembah dirimu sendiri.

  • Orang yang hoby nya masih suka menjelek-jelekkan orang lain, berarti dia masih menyembah diri sendiri.
  • Orang yang tidak mau atau sulit ditegur, berarti orang itu menyembah dirinya sendiri, bukan menyembah Tuhan.
  • Semakin saudara konsikrasi pada Tuhan, maka semakin besar nilai saudara di hadapan Tuhan.

Mengapa “usia rohani seseorang dikatakan lanjut usia”, dan bisa merosot?

  • Orang ini, walaupun rohaninya lanjut usia, dia masih menggebu-gebu di dalam Tuhan, tetapi konsikrasinya kepada Tuhan tidak konsisten.
  • Jadi kerohaniannya fluktuatif, kerohaniannya seperti pegunungan.
  • Sebentar rohaninya naik tinggi, tidak lama kemudian rohaninya merosot lagi.
  • Sebentar rohaninya naik tinggi, lalu jatuh lagi bahkan lebih dalam.
  • Inilah yang dikatakan “orang yang rohaninya usia lanjut”.

Jika rohanimu naik turun dan naik turun, hari ini bagus tapi besok saat ada masalah jatuh lagi, berarti “rohanimu usia lanjut”

  • Saudara dan saya memperoleh keselamatan yang sama dari Tuhan, tetapi untuk membuat saudara bernilai dihadapan Tuhan perlu konsikrasi.
  • Rohani usia balita, harus bertumbuh ke rohani usia remaja dan bertumbuh lagi ke rohani usia dewasa.
  • Seseorang yang sudah diselamatkan, ada nilainya yaitu darah Yesus.
  • Pekerjaan Roh Kudus adalah membawa saudara konsikrasi kepada Tuhan.

Orang yang bernilai di mata Tuhan memilki iman yang kuat.

  • Dia intim dalam persekutuan dengan Tuhan, dia taat akan kebenaran.
  • Dia mengenal Tuhan dengan benar.
  • Dia mampu berperang melawan kuasa kegelapan dan melawan diri sendiri, bukan berperang melawan teman-temannya.

Dalam hal mencari sahabat jangan egomu atau harga dirimu yang dinaikkan, tapi turunkan harga dirimu, dan sosialisasi ditingkatkan.

  • Ada kata “lima puluh syikal”, artinya angka 5 itu anugerah atau tanggung jawab dan angka 10 itu kepenuhan.
  • Saudara harus belajar setia, mulai dari perkara kecil dulu, barulah Tuhan bisa mempercayakanmu akan perkara-perkara yang besar.
  • Jangan berharap bisa langsung dengan perkara besar, sementara engkau tidak setia dengan perkara kecil.

Jika saudara setia dalam perkara kecil, berkonsikrasi dengan Tuhan dalam perkara kecil, maka barulah kamu akan melihat perkara besar dalam hidupmu.

  • Tuhan mau engkau menyingkirkan dosa dari hidupmu, engkau berperang melawan iblis dan melawan dirimu sendiri.
  • Tuhan mau engkau mengenal Dia dengan benar, Tuhan mau engkau tahan gempuran dan goncangan.
  • Tuhan mau engkau tahan aniaya dan masalah, jangan cengeng, kalau kamu masih cengeng berarti usia rohanimu masih kanak-kanak.

Mulailah bersyukur dalam segala hal. Bersyukur dalam segala hal hanya bisa dilakukan oleh orang yang punya rohani usia dewasa.

  • Rohani usia remaja tentative bisa bersyukur dalam segala hal bisa juga tidak.
  • Rohani usia anak-anak tidak bisa bersyukur dalam segala hal.
  • Minta sesuatu tapi tidak Tuhan kasih, menangis dan kecewa pada Tuhan.
  • Inilah “rohani usia anak-anak”.

Tetapi kalau saudara dewasa rohani, yang kamu minta diberikan atau tidak diberi, saudara tetap berkata, “Tuhan baik dalam segala hal”.

Imamat 27 : 8

27:8 Tetapi jikalau orang itu terlalu miskin untuk membayar nilai itu, maka haruslah dihadapkannya orang yang dinazarkannya itu kepada imam, dan imam harus menilainya; sesuai dengan kemampuan orang yang bernazar itu imam harus menentukan nilainya.

Jika ada orang yang tidak mampu, maka Tuhan yang akan memampukannya.

  • Jika ada orang yang berpikir terlalu kotor, terlalu buruk, punya karakter yang tidak beres, maka Tuhan yang akan membereskannya.
  • Kita harus datang ke Imam dan Imam kita adalah Tuhan Yesus.

Kita harus datang ke Tuhan dan berkata “Tuhan, tolonglah aku Tuhan, aku sudah rusak hancur total Tuhan. Tuhan, tolong perbaiki aku”.

Jawab Tuhan : “Aku akan menganggap engkau bernilai tinggi, tetapi engkau harus konsikrasi dulu kepada Tuhan.

  • Jadi kalau ada pengajaran “sekali selamat tetap selamat” dan pasti masuk sorga, saudara harus mempertanyakan sorga yang mana??
  • Tanpa konsikrasi tidak mungkin karena membutuhkan tanggung jawab.
  • Kita pertanyakan pada diri kita sendiri, usia rohani kita ada di usia berapa?

Katakan pada Tuhan, “Tuhan, saya tidak mau usia rohani saya masih kanak-kanak”.

  • Ciri-ciri “rohani anak-anak”, jika ada sedikit masalah menangis, masih suka berkelahi, dan suka menjelek-jelekkan orang.
  • Mulai hari ini tutup mulutmu dari menjelekkan orang lain dan mulai buka mulutmu untuk berbicara tentang kebenaran.

Apakah kita “masih rohani usia remaja”, yang masih suka hura-hura, masih suka yang heboh-heboh dan masih suka yang happy-happy?

Apakah kita sudah “rohani usia dewasa” yang focus pada masa depan, focus pada kekekalan, dan focus pada kebenaran?

Saya sudah bahas tentang nilai keselamatan, nilai hubungan dan konsikrasi.

  • Berapa nilai saudara di hadapan Tuhan?
  • Saya rindu khotbah hari ini sungguh-sungguh membuka mata kita, ternyata keselamatan tidak cukup hanya dengan percaya saja.
  • Keselamatan harus diselesaikan dengan konsikrasi.
  • Keselamatan tanpa konsikrasi menjadi keselamatan murahan.
  • Sebaliknya, keselamatan dengan konsikrasi pasti akan menjadikan saudara mempelai Kristus.

Ada yang bertanya, “Apakah ada perbedaan nilai di mata Tuhan antara “rohani usia anak-anak” dan “rohani usia lanjut?”

  • “Rohani usia anak-anak” lima syikal dan “rohani usia lanjut” lima belas syikal.
  • Yang “rohani usia lanjut” masih lebih baik, karena usia lanjut sudah mencapai tingkat dewasa, tetapi karena satu dan lain hal kerohaniannya merosot.
  • Kalau “rohani usia anak-anak”, itu sudah pasti belum pernah sampai tingkat dewasa, remaja saja belum sampai.

Cobalah saudara perhatikan sifat anak-anak.

  • Anak-anak suka menagis, suka marah dan berkelahi dan sebagainya.
  • Jadi jangan sampai rohanimu masih usia anak-anak.

Sekarang cobalah saudara lihat juga anak remaja bagaimana sifatnya.

  • Ada yang masih suka sekali main games, hidupnya masih suka-suka, susah diatur karena cenderung maunya sendiri.
  • Karenanya, rohani saudara juga jangan sampai masih tetap pada tingkatan “rohani usia remaja”.

Lain halnya kalau rohani saudara sudah rohani usia dewasa, itu sudah bertanggung jawab, sudah berpikir jauh ke depan dan sudah berpikir tentang kekekalan.

  • Tingkatan rohani usia inilah yang harus saudara kejar.
  • Rohani saudara harus sampai pada tingkatan rohani usia dewasa ini.

Kemudian saudara perhatikan sifat kakek-kakek, sifatnya kembali lagi ke kanak-kanak, yang suka bawa perasaan dan juga sangat sensitif.

  • Jika saudara masih suka bawa-bawa perasaan, berarti rohanimu kembali ke rohani usia anak – anak.
  • Tetapi tiba-tiba rohani mereka kembali kepada rohani usia dewasa adan usia kakek-kakek.

Baik usia rohani anak-anak, remaja, dewasa ataupun usia lanjut, apakah mereka selamat ketika Tuhan datang?

  • Semua ada nilainya, karena ada darah Yesus.
  • Tetapi kalau tidak bertanggung jawab, keselamatan mereka bisa hilang.
  • Jadi meskipun rohanimu masih rohani usia lima tahun, harus ada konsikrasi.

Yang paling berbahaya, jika tidak ada konsikrasi sama sekali, hidup masih suka-suka dan tidak mengerti apa yang namanya penyerahan diri kepada Tuhan atau mempersembahkan hidupmu bagi Tuhan.

AMIN.

BERI KEMULIAAN BAGI TUHAN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

Warta 24 Maret 2019 MEMBERITAKAN KEBENARAN LEWAT PERBUATAN

MEMBERITAKAN KEBENARAN LEWAT PERBUATAN

Sering kali penginjilan kita terbentur sebatas perkataan. Bahkan banyak orang yang menutup telingganya dari kebenaran karena jika seorang mendengar, kedagingannya terusik dan kedagingan adalah musuh dari kebenaran. Inilah kendala yang dihadapi dalam memberitakan firman. Tapi jika seseorang menutup telingganya dari kebenaran, matanya tidak bisa tertutup dari gaya hidup orang percaya yang benar-benar menjadi teladan untuk menerangi kegelapan gaya hidup mereka. Rasul Paulus berkata ikutilah teladanku seperti aku meneladani Kristus (1 Korintus 4:16).

Saudaraku dalam dunia yang rusak ini, setiap orang butuh model hidup. Model hidup bagaikan seorang yang hendak membeli pakaian, dia tidak mungkin membeli pakaian yang terbungkus rapi dalam plastik yang indah tanpa melihat modelnya lebih dulu dan bagaimana seorang memakainya. Ketika dilihatnya cocok barulah dibelinya. Bagaimana seseorang dapat  menjadi percaya kepada Tuhan jika gaya hidup kita tidak mencerminkan gaya hidup sorgawi yang hendak kita saksikan. Jadi sebelum kita keluar dan menginjili seseorang, kitapun harus lebih dulu hidup berpadanan dengan apa yang hendak kita beritakan. Jika tidak bukankah kita sedang mencoreng kebenaran yang sedang kita beritakan?

Sadarkah saudaraku gaya hidup kita yang seperti Kristus akan menjadi “ancaman” bagi gaya hidup dunia yang dilandasi kegelapan. Jadi gaya hidup kita yang benar-benar menjadi teladan dan sesuai dengan kebenaran merupakan ancaman paling menakutkan bagi para penghuni neraka.

Rasul Paulus meningatkan kita tentang karya Tuhan yang luar biasa yang telah mengubah gaya hidup kita dari gaya hidup dunia kepada gaya hidup sorgawi  dengan cara menghidupkan kita didalam Dia (Efesus 2:4-5). Jadi gaya hidup sorgawi dimulai sejak seorang mengalami kematian dari keinginan diri sendiri dan digantikan keinginan akan kebenaran yang hakiki wujudnya adalah Kristus. Alhasil kita yang telah diubah didalam Kristus pasti akan mengerjakan pekerjaan yang baik (Efesus 2:10). Dan perbuatan baik tidak hanya dilihat dan dirasa bahkan juga bisa didengar. Inilah penginjilan yang paling efektif.

            Saudaraku dunia tidak ingin kita menjadi efektif dalam memberitakan kebenaran dalam hal ini adalah kebenaran hidup. Oleh sebab itu dunia akan terus berusaha meracuni kita dengan berbagai kenikmatan sehinga kita tidak lagi menampilkan gaya hidup sorgawi melainkan menjadi seperti dunia. Kita sungguh-sungguh harus cinta kebenaran agar tidak mengikuti gaya hidup yang fasik yang berpusat pada diri sendiri.

17 MARET 2019 KERENDAHAN HATI DASAR KEBESARAN ROHANI (VIDEO KHOTBAH)

PERASAAN ALLAH II – 10 MARET 2019

Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. (1 Timotius 2 : 3–4)

PERASAAN ALLAH

KHOTBAH : PS. FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 10 MARET 2019

=======================

BAGIAN KEDUA

Shalom !

Hari ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang perasaan Allah dalam khotbah tanggal 3 Maret yang lalu. Bagian lanjutan ini merupakan bagian kedua atau bagian terakhir dari seri khotbah dengan judul “Perasaan Allah”.

Sebagai orang percaya, seharusnya kita benar-benar sadar, bahwa bukan hanya kita manusia saja yang punya perasaan, tetapi Allah juga punya perasaan karena Allah kita adalah Allah yang hidup.

  • Ingat! Saudara dan saya diciptakan segambar dan serupa dengan Allah.
  • Jadi Allah dan kita sama-sama memiliki perasaan, tapi banyak orang percaya yang tidak menyadari akan hal ini.
  • Tetapi seringkali kita tidak mempedulikan perasaan Allah, bukan karena kita tidak menyadarinya, tetapi karena yang kita pedulikan hanyalah perasaan kita sendiri.
  • Kita membangun opini kita sendiri tentang Allah hingga akhirnya tanpa kita sadari kita menjauh dari Allah.

Contoh tentang perasaan yang kita miliki :

  • Saya mengasihi istri saya. Itu namanya perasaan.
  • Tetapi perasaan saya terhadap istri saya dibandingkan dengan perasaan saya terhadap saudara itu berbeda, karena hal ini menyangkut keintiman.

Yang harus benar-benar kita pahami terlebih dahulu, adalah :

  • Kalau kita berbicara tentang “perasaan Allah”, tidak akan pernah terlepas dari yang namanya “kasih Allah”.
  • Kalau kita berbicara tentang “kasih Allah”, itu tidak akan terlepas dari yang namanya “keadilan Allah”.
  • Dengan demikian, maka “keadilan dan kasih” bekerja secara bersamaan.

Contoh :

  • Misalnya saya punya hutang, tapi saya tidak bisa bayar.
  • Sementara itu Yesus berdiri didekat saya dan berkata pada saya, “Aku yang membayarkan hutangmu”. Inilah keadilan Tuhan.

Banyak orang yang berusaha terus fokus pada kasih Allah, tapi tidak peduli dengan keadilan Allah.

  • Padahal Tuhan itu maha adil, tetapi Tuhan juga mengasihi saudara.
  • Oleh karena itu disamping saudara focus pada kasih Allah, engkau juga harus memperhatikan factor keadilan Tuhan.
  • Tuhan mengasihi saudara dengan kasih yang kekal atau dengan kasih agape.
  • Tuhan mengasihi saudara dengan kasih yang tulus.
  • Walaupun saudara belum mengasihi Dia, tapi Tuhan telah mengasihi saudara terlebih dahulu.

Yohanes 3 : 16

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kata “dunia” dalam teks aslinya (bahasa Yunani), Yesus tidak memakai kata “Geo”, yang artinya dunia, tetapi memakai kata “Cosmos”, yang artinya cantik.

  • Dunia memang berantakan, tapi dimata Sang Pencipta cantik.
  • Dimata Tuhan saudara dan saya cantik, tapi kita harus mempercantik diri kita secara terus menerus, dan kita pun tidak boleh hidup sembarangan.
  • Tuhan tahu masa depan saudara seperti apa.
  • Oleh sebab itu, Tuhan rindu saudara mencapai “tingkat cantik sempurna”.

Lukas 19 : 10

19:10  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang dan yang hilang itu adalah gambar Allah di dalam kita.

  • Jadi Tuhan mau mengembalikan gambar Allah ke dalam saudara dan saya.
  • Dengan cara, Dia datang ke dunia dalam rupa Anak Manusia, untuk mencari siapa yang mau menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat baginya.
  • Kecantikan kita dimata Tuhan, membuat kita layak untuk ditebus.

Roma 5 : 6-8

5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

Pada waktu kita sedang lemah dan tidak beres, Yesus mati untuk saudara dan saya.

Inilah perasaan Allah, karena Dia telah mengasihi kita terlebih dahulu.

Karena Kristus mengasihi kita, sehingga Dia merelakan diri-Nya untuk menjadi tebusan bagi saudara dan saya. Inilah yang dimaksud perasaan Allah.

5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar — tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati –.

Sulit untuk mati bagi orang di sekitar kita, tapi bagi Tuhan walaupun kita berdosa, Dia melihat kita layak untuk ditebus. Kelayakan saudara dan saya untuk ditebus, adalah untuk menjadikan kita layak dihadapan Dia.

5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Ketika kita lagi tidak beres, Dia mati bagi kita. Inilah yang disebut dengan kasih agape atau kasih tidak terbatas.

  • Tuhan mau kita bertumbuh dalam kasih, dari kasih eros, bertumbuh ke kasih philea dan bertumbuh lagi sampai menjadi kasih agape.
  • Dimana kasih kita kepada Tuhan tidak ada tuntutan lagi.
  • Sehingga kita bisa berkata, “Apapun yang Tuhan mau perbuat bagiku terserah Tuhan, yang penting saya tahu Tuhan mengasihi saya”.
  • Inilah kuncinya, karena Tuhan melihat saudara sudah cantik.

TUHAN berkata kepada Gideon, bahwa dia pahlawan yang gagah berani, padahal Gideon sedang bersembunyi di pengirikan, dimana para kaum laki-laki sedang maju berperang.

  • TUHAN berkata bahwa Gideon adalah pahlawan yang gagah berani, karena TUHAN mau memakai Gideon.
  • Karena saudara “cantik” dan Tuhan mau memakai saudara, maka Tuhan berkata, “engkau layak untuk ditebus”.

Permasalahannya, apakah saudara bisa balas kasih Tuhan atau tidak?

  • Tuhan punya perasaan, Tuhan mengasihi saudara, tetapi apakah saudara mengasihi Tuhan?
  • Kalau saudara tidak berjalan dalam kebenaran, bagaimana mungkin engkau dapat mengasihi Tuhan dengan benar bila kamu tidak memiliki kebenaran?
  • Mungkin saudara percaya Tuhan, tetapi apakah saudara mengasihi Dia?

Walaupun tidak ada satupun dari kita yang hidup bagi Allah, tetapi Allah akan selalu ada bagi kita semua dan Allah hidup bagi kita semua sejak semula.

  • Banyak orang tidak mencari Tuhan dengan benar, mereka hanya mau mencari keuntungan dari Tuhan dan selalu menuntut Tuhan.
  • Mereka menuntut sesuatu yang ada pada Tuhan, tapi tidak menuruti Tuhan.

Kebanyakan dari orang-orang yang mencari Tuhan, bukan mencari pribadi-Nya tapi mencari apa yang Tuhan punyai.

  • Oleh sebab itu kita harus mengubah pola pikir kita mulai hari ini.
  • Kita harus mencari “pribadinya Tuhan”, bukan apa yang Tuhan miliki.
  • Saudara seharusnya menyadari bahwa Tuhan sudah mencari pribadi saudara terlebih dahulu.
  • Oleh sebab itu saudara juga harus mencari pribadi Tuhan.
  • Tuhan Yesus menginginkan saudara cantik sedemikian rupa, sehingga Dia tidak menyayangkan nyawa-Nya, sampai kemuliaan-Nya ditinggalkan dan rela dihina oleh manusia durhaka.
  • Bukankah ini perasaan Allah?

Allah meninggalkan tahta-Nya untuk menjadi manusia, rela dihina manusia karena Dia tahu saudara dan saya layak ditebus dan Dia sudah menaruh kasih-Nya kepada kita semua.

  • Jadi perasaan Allah adalah kasih Allah yang begitu rupa untuk saudara dan saya.
  • Kasih Allah tidak menuntut apa-apa tapi kasih yang memberi segala-galanya.
  • Jika ini kasih Allah bagaimana kasih kita terhadap Allah.

Efesus 3 : 18-19

3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,

Aku (Paulus) berdoa, supaya kamu benar-benar memahami seperti apa kasih Kristus kepada saudara semuanya.

  • Kasih Kristus tidak bisa diukur dengan mujizat yang kamu terima.
  • Kasih Kristus tidak bisa diukur dengan apa yang kamu dapat hari ini atau apa yang kamu tidak punya hari ini.
  • Kasih Kristus hanya bisa diukur, ketika saudara menyelami pribadi-Nya dan ketika saudara ada di dalam Dia dan mengerti perasaan-Nya.

3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Paulus berdoa supaya kita benar-benar mengerti betapa dalam, betapa lebar dan betapa tinggi kasih Kristus kepada kita semua. Dan hal itu tidak terbayarkan.

Pertanyaannya :

Apakah kasih Kristus untuk sebagian orang yang dipilih atau untuk semua orang?

Matius 13 : 10 – 17

13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”

13:11 Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

13:17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Kalau saudara salah menterjemahkan atau mentafsirkan ayat-ayat ini, akhirnya akan menjadi “ajaran predestrinasi” atau “aliran Calvin” dan berkembang menjadi “hyper-grace” karena ada orang-orang yang “terpilih dan tidak terpilih”.

  • Yang terpilih disebut kaum eksklusif dan yang tidak terpilih akan dibinasakan.
  • Yang sudah dipilih, mau berbuat apapun pasti selamat.
  • Jadi Calvin mengajarkan “sekali selamat sampai selamanya selamat”.
  • Saudara mau berbuat ulah atau dosa apapun selama hidupmu, yang penting menjelang nafasmu habis engkau baru menjerit kepada Tuhan, maka saudara pun pasti selamat.
  • Jika demikian ini halnya, berarti orang Kristen tidak ada tanggung jawab.
  • Jadi saudara tidak bisa ditakdirkan sudah dipilih dan pasti selamat.

Kalau salah menterjemahkan ayat-ayat tersebut diatas, maka pemahaman kita atas firman ini akan salah semua. Mengapa demikian?

Karena ayat ini yang diambil oleh Calvin atau oleh para penganut aliran predestrinasi yaitu orang-orang yang dipilih dan mereka yakin sekali selamat pasti selamat.

Pertanyaannya :

  • Apakah ada orang yang tidak dipilih?
  • Apakah saudara termasuk yang dipilih? Iya dipilih.
  • Apakah orang-orang diluar sana juga dipilih?
  • Jika semua dipilih, mengapa Matius 3:10-17 berbunyi seperti itu?

Ayat-ayat di bawah ini persamaan dari Matius 3 : 10 – 17

Yohanes 12 : 39–40

12:39 Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga:

12:40 “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

Yesaya juga berkata, Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka.

  • Kalau kasih Allah di tujukan untuk semua orang, mengapa ada ayat yang berbunyi “Ia membutakan mata mereka dan mendegilkan hati mereka.”
  • Di Matius juga dikatakan “kepadamu diberikan rahasia Kerajaan Sorga, tapi kepada mereka tidak”.
  • Lalu mengapa jadi bertolak belakang dengan kasih Allah?

Mengapa di Matius dan di Yohanes berbeda ?

  • Matius itu memperingan bahasanya.
  • Alkitab Perjanjian Lama menggunakan bahasa Ibrani dan Alkitab Perjanjian Baru menggunakan bahasa Yunani.
  • Matius mengambil bahasa Ibrani dan langsung diterjemahkan dalam bahasa Yunani.
  • Oleh sebab itu Matius sangat berhati-hati dalam menterjemahkan ayat-ayat karena dia tidak mau orang-orang yang belum mengenal kebenaran, begitu mudah disesatkan dengan ayat ini.
  • Calvinisme meyakini, “Sekali selamat tetap selamat, tidak ada tanggung jawab. Ini bahaya luar biasa.

Yohanes menterjemahkan dengan cara yang berbeda. “Ia telah membutakan dan mendegilkan mata mereka supaya mereka jangan melihat dengan mata dan menanggap dengan hati lali berbalik sehingga menyembuhkan mereka.”

Yesaya 6 : 9 – 10

6:9 Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap : jangan!

6:10 Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.”

Inilah ayat kuncinya.

Kalau Allah menetapkan ada yang dipilih dan ada yang tidak dipilih, berarti orang yang tidak dipilih diciptakan hanya untuk dibuang dan dibinasakan. Pertanyaannya:

  • Jika demikian halnya, apakah saudara mau melayani Allah yang seperti ini?
  • Apakah saudara mau melayani Allah yang menciptakan manusia, kemudian didorong begitu saja ke neraka?
  • Untuk apa kita menyembah Allah yang menyuruh umat-Nya untuk membunuh umat-Nya yang lainnya yang tidak dipilih?
  • Kalau saya bertemu Allah yang seperti ini, saya tidak mau melayani Dia, karena untuk apa kita memberitakan Injil kapada mereka, sementara kita tahu mereka bukan orang pilihan?
  • Lalu untuk apa para Rasul mengorbankan nyawanya kalau mereka sudah tahu begitu banyak yang tidak dipilih?
  • Untuk apa ada penginjil dan pendoa?
  • Untuk apa Tuhan memberi Roh Kudus-Nya kepada kita untuk menjadi saksi dari Yerusalem sampai ujung bumi?

Yohanes 6 : 65

6:65 Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

Banyak orang berpikir, kalau Allah tidak mengaruniakan keselamatan kepada-nya, maka dia tidak akan datang kepada Bapa.

  • Kata “datang kepada Bapa” dalam teks aslinya (bahasa Yunani) pakai kata “dunamai atau dunamis” yang artinya punya kuasa.
  • Mengaruniakan dalam bahasa Yunaninya memakai kata”dedomenou”, yang artinya bukan mengaruniakan, tapi “to offer” atau menawarkan.
  • Kalau Tuhan “menawarkan”, berarti untuk semua orang bukan untuk sebagian orang. Inilah yang namanya kasih Allah.
  • Jika Tuhan mengaruniakan hanya untuk sebagian orang berarti ada yang milik Tuhan dan ada yang milik iblis.

1 Timotius 2 : 3 – 4

2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,

Itulah yang baik dan berkenan kepada Allah.

Yang berkenan kepada Allah yaitu penginjilan.

2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Inilah karakter Allah yaitu menghendaki semua orang, tetapi bukan hanya sebagian orang yang diselamatkan, sehingga saudara menyerap pengetahuan dan mengerti kebenaran.

  • Jadi Tuhan tidak pilih-pilih yang mana yang mau diselamatkan dan yang tidak diselamatkan.
  • Bukan Tuhan yang memilih, tapi kitalah yang memilih apakah kita merespon positip kasih karunia yang Dia tawarkan kepada dunia.
  • Oleh sebab itu saudara harus benar-benar mengerti perasaan Allah.
  • Inilah yang Tuhan maksudkan, tetapi banyak dari kita yang salah.

Dahulu saya juga menganggap ada sebagian orang-orang yang tidak menjadi bagian dari keselamatan, karena mereka bukan orang pilihan.

  • Kalau saudara dipilih dan ada yang tidak dipilih, kamu mau berbuat apa?
  • Jika mereka bukan pilihan berarti saudara tidak perlu bersaksi, tidak perlu jadi teladan, tidak perlu ada penginjilan, dan tidak perlu ada mimbar.
  • Kalau saudara mengerti pikiran Allah, saudara tidak akan pernah punya pikiran ada orang-orang yang tidak terpilih.
  • Jika saudara merasa sudah terpilih berarti saudara merasa eksklusif dan yang lain tidak eksklusif. Akhirnya saudara menjadikan gereja menjadi ekslusif.

Jika aliran predestrinasi benar, bagaimana dengan perasaan Allah yang kita pelajari selama ini?

  • Tuhan mau semua orang diselamatkan dengan cara saudara menjadi berkat bagi orang lain, saudara harus jadi contoh dan teladan bagi orang lain.
  • Kita tidak bisa main-main lagi, karena kita harus bersaksi kepada sebanyak-banyaknya orang.

Matius 13 : 14

13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Yohanes 12 : 40

12:40 “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

Banyak yang beranggapan kata “Ia” dalam ayat 40 ini adalah Tuhan, karena ditulis dengan huruf besar, padahal kata “Ia” dibuat dengan huruf besar karena awalan kata.

  • Jadi kata “Ia” yang dimaksud dalam ayat 40 ini bukan Tuhan, tapi orang yang di injili.
  • Jadi ketika Yesaya menginjili orang banyak itu, mereka sepertinya menutup telinganya keras-keras dan atau menutup matanya, karena dikatakan, “Ia (mereka) membutakan mata mereka, tapi Yesaya tetap menginjili mereka dan berbicara kebenaran walaupun mereka menutup telinga dan menutup mata.
  • Logikanya “bagaimana mungkin mereka bisa mendengar injil, kalau kedua tangan mereka menutup kedua telinga mereka?”
  • Bagaimana kamu bisa menjadi teladan bagi orang lain, bila tangan mereka menutup mata mereka sendiri?
  • Kalau ada orang yang sudah ditentukan oleh Allah untuk dibinasakan, maka saya tidak akan melayani Tuhan yang seperti ini.
  • Tapi yang Tuhan kita katakan adalah semua orang harus diselamatkan bukan hanya orang-orang pilihan saja.

Jika saya mengabarkan injil dengan tangan saya yang menutup telinga orang dan tangan saya menutup mata orang yang saya injili, lalu bagaimana orang bisa mendengar dan bisa melihat?

  • Bagaimana caranya kita mengabarkan injil kepada orang yang menutup telinganya?
  • Bagaimana caranya kita mengabarkan injil kepada orang yang menutup matanya?
  • Caranya hanya dengan memberitakan kepada mereka kebenaran.
  • Ketika kebenaran disampaikan, mereka yang di injili memiliki 2 alternatif keputusan, yaitu menerima kebenaran atau menolak kebenaran itu.

Api bisa menghanguskan badan kita, namun demikian ternyata es pun juga bisa menghanguskan badan kita.

Demikian juga halnya dengan terang, bisa menyebabkan dua hal yaitu oleh terang kita bisa melihat jalan, tetapi terang bisa juga membutakan mata orang.

Kisah Para Rasul 9 : 1

9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,

Kisah Para Rasul 9 : 3

9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.

Ada terang dari langit mengelilingi Saulus.

Kisah Para Rasul 9 : 7

9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.

Mereka mendengar suara itu, tetapi tidak ada seorangpun disana.

9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.

Jadi oleh sinar terang bisa membuat saudara melihat jalan atau membuat saudara menjadi buta.

  • Jadi kalau saudara mau mencelikkan mata orang buta, sampaikan kebenaran dan kalau saudara mau membuat telinga orang mendengar, sampaikan juga kebenaran.
  • Orang yang tidak mau menerima kebenaran, berarti dia menutup matanya sendiri dari kebenaran.
  • Orang yang tidak mau menerima kebenaran, berarti dia menutup telinganya sendiri dari kebenaran.

Yohanes 12 : 40

12:40 “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

Dibutakan matanya dalam teks aslinya (bahasa Yunani) “tyflose ta matia tou”.

  • Jadi terjemahan yang benar, “Mereka menutup matanya sendiri dan mereka menutup telinganya sendiri”
  • Dan yang dimaksud “Ia” itu bukan Tuhan dan bukan juga Yesaya, tapi mereka yang tidak mau terima kebenaran yang menutup mata dan telinga mereka sendiri karena kebenaran yang disampaikan.
  • Kalau saudara mendengar khotbah dan saudara merasa khotbah itu keras, itu menandakan saudara terima kebenaran itu dan menjalankannya atau bisa juga saudara terima kebenaran itu tapi saudara menolaknya.
  • Bila saudara menolak kebenaran itu, sama saja saudara membutakan mata saudara sendiri dan saudara sendiri juga yang menutup telinga saudara sendiri.

Perasaan Allah tidak berubah, karena Tuhan mau semua orang diselamatkan, tetapi permasalahannya adalah ketika kebenaran disampaikan :

  • Ada orang yang menerimanya.
  • Tetapi ada juga yang menolaknya.

2 Timotius 2 : 9

2:9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.

Karena pemberitaan injil aku mengalami sengsara. Inilah yang disebut :

  • Mereka menutup mata mereka sendiri.
  • Mereka menutup telinga mereka sendiri.
  • Bahkan mereka menganiaya para nabi yang Tuhan utus untuk mereka sendiri.
  • Dan mereka juga berbuat ulah.

1 Korintus 4 : 11

4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,

Ini penderitaan yang dialami Paulus karena dia memberitakan Injil.

  • Ketika firman Tuhan diberitakan, mereka menutup mata mereka sendiri dari kebenaran.
  • Karena “mereka takut semua orang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat”, maka merekapun menganiaya Paulus.

Jadi Matius 13 tidak bertentangan dengan karakter Allah, kalaupun telah terjadi kekeliruan pemahaman, itu hanya karena terjemahannya yang salah sehingga cara kita menafsirkannya juga bisa salah.

  • Jadi perasaan Allah adalah supaya saudara menjadi saksi Tuhan bagi semua orang.
  • Tuhan tidak mau saudara pilih-pilih orang dalam bersaksi, karena Tuhan mau saudara bersaksi kepada banyak orang.
  • Saudara diminta oleh Tuhan untuk menjadi saksi bagi Tuhan bukan hanya di Yerusalem, bukan hanya di Yudea, tetapi sampai ke ujung bumi.

Bagaimana caranya hidup saudara menjadi kesaksian bagi orang lain?

Yohanes 1 : 11 – 12

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Tuhan datang kepada orang-orang ini tapi mereka justru menolak Tuhan karena kebenaran telah membutakan mata mereka.

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Hal ini dimaksudkan bagi semua orang di seluruh dunia.

Yesus berbicara “global” untuk semua orang, bukan hanya untuk orang Israel tetapi juga untuk saudara dan saya juga.

  • Kita diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (“heksosia”)
  • Kita memiliki hak prerogative untuk menjadi anak-anak Allah.
  • Ketika kita menjadi anak-anak Allah, Tuhan berhak mengubah hidup kita, Tuhan berhak mengatur hidup saudara.

Yohanes 1 : 13

1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Kalau saudara terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, saudarapun berubah status, bukan lagi diperanakkan oleh darah dan daging, tapi diperanakkan dari keinginan Allah oleh Roh.

  • Oleh sebab itu, Tuhan ingin semua orang menjadi anak-Nya.
  • Tapi berapa banyak dari kita yang anggap si A pilihan dan yang lain tidak.
  • Atau saudara anggap si B perlu ditolong dan yang lain tidak.
  • Inilah yang menjadi masalah dalam kekristenan.
  • Tuhan punya keinginan agar semua orang diselamatkan.

Matius 23 : 37

23:37 “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Yesus rindu mengumpulkan mereka tapi mereka menolaknya. Inilah perasaan Allah.

Pertanyaannya :

  • Dengan cara apa supaya mata orang yang buta bisa melihat? Dengan cara menyampaikan kebenaran.
  • Dengan cara apa supaya telinga orang yang tuli bisa mendengar? Dengan cara menyampaikan kebenaran.

Kalau daging sudah menebal maka engkau sendiri yang akan menolak kebenaran.

  • Akhirnya engkau akan mencari guru-guru lainnya yang bisa membuai engkau dengan sakitmu sembuh, masalahmu beres, semua Tuhan yang tanggung.
  • Tapi kalau saudara mendapat teguran firman, saudara justru pergi dari gereja itu. Ini menandakan saudara menutup mata saudara sendiri dari kebenaran.
  • Jika saudara menolak kebenaran akibatnya fatal, saudara akan binasa.

Apabila saudara binasa, siapa yang salah? Pasti saudara sendiri.

Yohanes 12 : 40

12:40 “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

Mereka sendiri yang menutup mata dan telinga mereka dari kebenaran, bukan Tuhan dan bukan juga Yesaya.

  • Tuhan datang kepada bangsa yang tegar tengkuk, tetapi mereka sendiri yang menutup telinga dan menutup mata mereka dari kebenaran, bukan Allah yang menutupnya.
  • Kebenaran itu seperti obat yang pahit.
  • Kalau saudara sakit, saudara tidak akan mempermasalahkan obat ini enak atau tidak enak, karena yang penting saudara sembuh.
  • Hampir semua obat tidak ada yang enak.
  • Kebenaran seperti pil pahit bagi setiap kedagingan kita, karena terlalu pahit, kita menolaknya dan kita lebih memilih pil yang tidak pahit.

Pertanyaannya :

  • Apakah saudara harus menunggu sakitmu parah dulu, barulah kamu mau menelan pil yang pahit itu?
  • Apakah saudara mau menunggu masalahmu parah dulu, barulah kamu mau menelan pil yang pahit itu?
  • Apakah saudara sekarang mau berubah?
  • Apakah saudara masih mau menutup mata dan telinga dari kebenaran?
  • Apakah masih mau bilang jangan ke Chosen Generation karena khotbahnya keras, lamanya khotbah sampai 1,5 jam, bahkan dimarah-marahi lagi.

Doa saya setiap hari, saya tidak mau satupun dari kita yang terhilang. Saudara terima kebenaran walaupun seperti menelan pil pahit, yang mematikan dagingmu.

  • Kalau khotbah sekedar “sakit sembuh, mujizat terjadi”, khotbah seperti itulah yang namanya khotbah menghidupkan daging.
  • Kalau khotbah yang menegur, itu mematikan daging dan itulah pil pahit.

2 Petrus 3 : 9

3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggap-nya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Kalau kamu masih diijinkan hidup sampai hari ini berarti Tuhan sabar terhadapmu.

Tuhan tidak mau ada satupun yang binasa tapi mengapa kita masih punya konsep bahwa ada orang yang ditentukan untuk binasa dan ada orang yang ditentukan untuk diselamatkan?

  • Semua orang dikasihi Tuhan, tetapi mereka itu sendiri yang menutup telinga mereka dari kebenaran. Jadi yang salah, mereka sendiri.
  • Oleh sebab itu kita harus menjadi saksi bagi Tuhan, kita harus memperlihat-kan gaya hidup yang benar.
  • Banyak yang berkata kita orang-orang pilihan, sedangkan orang yang diluar tidak dipilih.
  • Akhirnya gereja menjadi eksklusif, merasa sudah selamat dan meremehkan orang yang diluar yang belum selamat dan belum kenal Tuhan.
  • Akibatnya gereja tidak menuai.

Inilah cara iblis supaya gereja merasa eksklusif, supaya gereja tidak menuai jiwa-jiwa dan tidak menjadi berkat bagi orang lain. Saudara harus benar-benar menjadi teladan, bukannya menjadi beban bagi orang lain.

Perumpamaan, adalah ilustrasi tentang suatu kebenaran.

  • Ilustrasi itu untuk menggambarkan sesuatu, memperjelas sesuatu.
  • Kalau seseorang tidak bisa mengerti secara langsung, maka dia harus diberi pengertian melalui perumpamaan.
  • Saudara sudah mengerti Kerajaan Allah, tapi untuk membuat orang diluar mengerti tentang Kerajaan Allah harus memakai perumpamaan.

Matius 13 : 11

13:11 Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Saudara sudah diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tapi orang-orang di luar sana banyak yang belum tahu.

  • Jadi saudara harus bisa berkata kepada mereka bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup dengan perumpamaan, yaitu menampilkan ilustrasi hidup saudara yang memperlihatkan Kristus yang hidup di dalam saudara.
  • Jadi hidupmu adalah perumpamaan tentang kebenaran.
  • Kalau hidupmu tidak bisa menjadi perumpamaan, bagaimana orang di luar sana bisa mengenal siapa Yesus?
  • Engkau harus benar-benar berubah, menjadi saksi Tuhan dan menampilkan perumpamaan yang benar dalam hidupmu.
  • Kalau saudara tidak bisa menginjili secara langsung siapa itu Yesus, maka saudara bisa memberi mereka perumpamaan, dengan memperlihatkan cara hidupmu yang berbeda.

Gaya hidupmu yang berubah itulah yang namanya perumpamaan yang paling hebat.

Yohanes 3 : 5

3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Tuhan sedang menyatakan kebenaran.

Yohanes 3 : 12

3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?

Yesus berkata, “Bagaimana kamu bisa percaya tentang hal-hal sorgawi jika Aku tidak memberi perumpamaan tentang hal-hal duniawi terlebih dahulu?”

  • Misalnya, perumpamaan tentang lalang dan gandum, perumpamaan tentang anak yang mendapat ahli waris.
  • Yesus memberi perumpamaan supaya memperjelas jalan-Nya.
  • Kalau kamu tidak percaya dengan perkataan-Ku tentang hal-hal duniawi, lalu bagaimana kamu bisa percaya jika Aku berkata langsung kepadamu tentang hal-hal sorgawi?

Yesus menyampaikan perumpamaan untuk menutupi kebenaran atau menyingkap-kan kebenaran? Menyingkapkan kebenaran.

Matius 13 : 10

13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya : “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”

Mengapa Yesus berbicara dengan perumpamaan?

13:11 Jawab Yesus : “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Oleh sebab itu Aku harus berbicara dengan perumpamaan karena mereka belum memahami hal itu.

  • Yesus berbicara dengan perumpamaan untuk membuka fakta.
  • Berarti tidak ada niat Yesus untuk menutupi kebenaran.
  • Yesus tidak pernah menutupi kebenaran dari semua orang, karena Dia mau semua diselamatkan.
  • Tapi ketika kebenaran datang, kamu mau buka mata atau tutup mata? Kamu mau tutup telinga atau buka telinga?

Tidak semua orang bisa dengar apa yang saya katakan ini. Banyak yang berpikir, saya hanya ngomong saja, tapi tidak tahu sulitnya menjalani hidup ini.

  • Jadi bukan niat Tuhan untuk menutupi kebenaran supaya orang tidak mengerti kebenaran, tapi Tuhan mau semua orang melihat kebenaran dan membuka tangannya.
  • Keputusan bukan ditangan Tuhan tapi di tangan saudara dan saya.
  • Yesus tahu kita punya masalah untuk mengerti hal-hal yang rohani, oleh sebab itu Yesus memakai perumpamaan dengan hal-hal yang duniawi.

Misalnya perumpamaan tentang batu dan “sponge”.

  • Di dalam Tuhan Yesus kita semua seperti “sponge”, berarti kita bisa menyerap karakter Tuhan, menyerap semua sifat Tuhan, serta menyerap semua kebaikan Tuhan.
  • Tetapi kalau “batu”, meskipun batu itu dimasukkan ke dalam air, batu tersebut tidak pernah bisa menyerap apapun.
  • Saya memberi perumpamaan seperti ini, supaya saudara lebih gampang mengerti.
  • Jadi perumpamaan adalah untuk mengungkapkan kebenaran, bukan untuk menutupi kebenaran.

Banyak orang berpikir, Yesus menutupi kebenaran, karena Dia tidak mau mereka melihat.

  • Ada juga yang berpikir, Yesus sengaja menutupi kebenaran karena nanti kalau orangnya berbalik Tuhan harus menjawab doa mereka.
  • Yesus jelas berkata bahwa mereka yang menutup mata dan telinga mereka sendiri, karena Dia tidak pernah menutup mata dan telinga mereka.

2 Korintus 4 : 3

4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,

Jika injil ini tertutup, berarti mereka yang menutup diri sendiri dari kebenaran. Sudah pasti mereka binasa. Injil harus tetap diberitakan.

Oleh sebab itu :

  • Saudara harus menjadi pemberita injil.
  • Saudara harus menyatakan kebenaran.
  • Hidupmu harus menjadi perumpamaan supaya banyak orang diselamatkan dan mengenal Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat.

Tuhan rindu kita selamat. Dia menuntun kita sampai saat ini supaya kita benar-benar menjadi sempurna.

Matius 13 : 16

13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Berbahagialah kamu jika kamu tidak menolak kebenaran.

  • Kalau kamu tidak menolak kebenaran, sebenarnya kamu telah melihat dan mendengar kebenaran.
  • Tapi kalau kamu menolak kebenaran, sebenarnya kamu buta dan tuli sampai hari ini.

Berapa banyak orang menolak Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat?

  • Berapa banyak orang Kristen yang begitu keras dan berpegang teguh dengan kekristenannya?
  • Berapa banyak orang Kristen yang tidak begitu peduli dengan yang namanya kekudusan?
  • Tugas saudara adalah menyatakan kebenaran, membagikan perumpamaan hidupmu tentang Tuhan yang hidup.

Kalau kita tidak sampai ke tingkat ini, bagaimana mungkin saudara bisa mengerti kebenaran?

2 Korintus 5 : 14

5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

Yesus mati untuk semua orang, bukan hanya untuk orang pilihan.

  • Jadi Yesus “tidak pernah pilih-pilih”, dengan membedakan mana yang mau diselamatkan dan mana yang tidak perlu di selamatkan, karena Dia mau semua orang diselamatkan.
  • Kata “menguasai” dalam bahasa Yunani memakai kata “sunecho”, artinya “to hold press together”, dilekatkan begitu kuat.
  • Jadi artinya adalah kasih Kristus telah melekatkan kami begitu kuatnya.

Dengan demikian :

  • Apakah saudara sudah melekat dengan kasih Kristus?
  • Apakah saudara sudah tahu perasaan Allah?
  • Tuhan mau saudara selamat, bahkan bukan sekedar selamat tetapi saudara juga mewarisi Kerajaan yang tidak tergoyahkan.
  • Tuhan mau saudara menjadi mempelai Kristus Yesus yang mewarisi mahkota kekekalan, mahkota sorgawi.

Tapi kalau hidupmu tidak benar-benar mencari Tuhan, itu tandanya hidupmu masih sembarangan, berarti saudara belum melekat kuat dengan Tuhan.

  • Kalau sampai saat ini saudara belum melekat kuat dengan Tuhan, maka saudara harus melekatkan dirimu kuat-kuat mulai saat ini juga.
  • Kebanyakan dari kita masih memilah-milah, orang-orang yang mana yang umat pilihan Tuhan dan yang mana yang bukan pilihan.

Kristus datang ke dunia ini sebenarnya bagi semua orang, tetapi ketika kebenaran itu Dia sampaikan, tergantung dari respon mereka apakah mereka menutup mata mereka dan menutup telinga mereka atau tidak.

Disitulah letak permasalahannya.

Karena kasih-Nya yang begitu besarnya, maka Tuhan ingin sekali menyelamatkan semua orang siapapun mereka. Oleh karena itu :

  • Tuhan juga ingin agar kita berdoa untuk semua orang.
  • Tuhan juga ingin agar kita menjadi saksi bagi semua orang.
  • Tuhan juga ingin agar kita menjadikan hidup kita perumpamaan bagi semua orang.
  • Marilah kita bersama-sama melekatkan diri kita dengan Tuhan supaya hidup kita benar-benar berubah drastis dan berkenan kepada Tuhan.

Amin.

Beri kemuliaan bagi Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

GPPK-CHOSEN GENERATION

EDITOR : HAMBA-NYA ROBERT T. BALAY

PERASAAN ALLAH I – 03 MARET 2019

Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. (1 Timotius 2 : 3–4)

PERASAAN ALLAH

KHOTBAH : FERDI GODJALI

GEMBALA CHOSEN GENERATION

IBADAH RAYA, 03 MARET 2019

======================

BAGIAN PERTAMA

Shalom !

Pada hari ini, Minggu tanggal 3 Maret 2019 kita akan membahas satu topik yang sangat penting dalam kekristenan yaitu “memahami pikiran dan perasaan Allah”.

Kalau kita pikirkan dengan otak manusia, sepertinya mustahil kita bisa memahami pikiran dan perasaan Tuhan, tetapi Dia memberikan Roh-Nya di dalam diri kita, agar kita bisa berkomunikasi dengan Dia, serta memahami pikiran dan perasaan-Nya.

Oleh karena materi khotbah ini cukup banyak, maka materinya akan kita bahas dalam 2 bagian, yaitu “bagian pertama” hari ini dan “bagian kedua” yang akan kita bahas hari Minggu depan tanggal 10 Maret 2019.

Ketika kita berbicara tentang perasaan Tuhan, kita pasti tidak akan terlepas dari yang namanya kasih Tuhan. Mengapa demikian?

Karena didalam perasaan Tuhan, hanya ada kasih-Nya kepada saudara dan saya, dimana kasih yang Dia curahkan kepada kita tersebut, adalah agar kita sungguh-sungguh mengalami pemulihan dan diselamatkan. Oleh karena itu :

  • Kalau kita berbicara tentang “perasaan Tuhan”, kita tidak akan terlepas dari kasih Tuhan.
  • Kalau kita berbicara tentang “kasih Tuhan”, kita pun tidak akan terlepas dari keselamatan.
  • Kalau kita berbicara tentang “keselamatan” (“soteria” dalam Bahasa Yunani), kita pun tidak akan terlepas dari kebaikan Tuhan, kasih Tuhan dan perasaan Tuhan.
  • Saudara dan saya yang sudah diberi kesempatan untuk mengenal Tuhan dan mengenal kasih Tuhan, jangan sampai saudara menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan tersebut.

Ada 3 macam kasih :

  1. Kasih Eros

“Eros” berasal dari kata “erotis”, yaitu kasih yang sarat dengan daging.

Misalnya si A jatuh cinta dengan si B karena ada daya tarik seksual pada si B, ada hasratnya si A yang bergejolak dalam hati si A. Kasih si A pada si B ini adalah kasih “eros” dan “kasih eros” semacam ini tidak akan bisa bertahan lama.

Kalau saudara jatuh cinta kepada seseorang karena “factor erotis”, karena melihat bentuk tubuh atau kecantikan, suatu hari nanti saudara akan kecewa.

  • Didalam “kasih eros”, amat sarat dengan yang namanya ego, sehingga begitu banyak kepentingan diri sendiri didalamnya, akibatnya saudara tidak akan bisa mengasihi orang dengan tulus.
  • Seseorang yang mengasihi dengan “kasih eros” biasanya punya prinsip “kalau kamu mengasihi saya, maka sayapun akan mengasihi kamu karena kamu mempunyai berbagai kelebihan”.
  • Rumah tangga yang diawali dengan kasih eros, kalau kasih dalam rumah tangga itu tidak meningkat kepada kasih yang semakin indah, maka rumah tangga itu tidak akan bisa bertahan lama.
  • Banyak rumah tangga yang tidak dapat bertahan lama, karena pernikahan itu hanya dilandasi dengan kasih eros.

Tuhan mau kita bertumbuh dan bertumbuh terus di dalam kasih yang semakin indah, sehingga masuk ke dalam kasih yang berikutnya yaitu kasih Philea.

  • Kasih Philea

Kasih philea atau phileo, berasal dari kata “psikis”, berbicara tentang kejiwaan.

  • Misalnya, “saudara mengasihi si X” sebagai seorang sahabat dan di dalam kasih saudara kepada si X tersebut, ada unsur kejiwaan dan disini masih terdapat banyak “ego”.
  • Walaupun awalnya saudara menikahi si X berdasarkan kasih eros, kemudian bertumbuh menjadi kasih philea, itu namanya sudah ada kemajuan.
  • Tetapi didalam kasih philea pun masih ada ego, sehingga pernikahan saudara dengan si X belum tentu bisa bertahan lama.

Di dalam “kasih philea” masih ada hubungan timbal balik.

Contoh dalam suatu rumah tangga (misalnya) :

  • Seorang istri mengeluh suaminya pemalas, cuci piring saja tidak mau.
  • Ini berarti masih ada tuntutan dari pihak si istri, istrinya memang mengasihi suaminya, tetapi masih ada tuntutan dari si istri.
  • Kalau saudara membangun kasih philea tetapi tidak bertumbuh kepada kasih berikutnya, maka rumah tangga saudara akan sulit bertahan lama.

Jika saudara mengasihi Tuhan hanya dengan kasih philea maka hubungan saudara dengan Tuhan akan dipenuhi dengan berbagai tuntutan.

  • Kalau saudara membangun hubungan dengan Tuhan dengan kasih philea, saudara pasti akan kecewa kepada Tuhan.
  • Misalnya, ketika doa saudara tidak dijawab, saudarapun akan kecewa.

Walaupun saudara ke gereja dan saudara menyembah, tetapi tetap saja masih ada yang kurang dari saudara, karena dalam kasih saudara masih ada tuntutan.

  • Kasih Agape

Kasih Agape adalah kasih yang paling sempurna. Tuhan mau, dari “kasih eros” bertumbuh menjadi “kasih philea” dan dari kasih philea bertumbuh lagi menjadi “kasih agape”.

  • Jika saudara memiliki “kasih agape”, maka engkau akan tetap mengasihi seseorang walaupun orang yang engkau kasihi itu tidak mengasihimu.
  • Saudara akan tetap sayang dia, walaupun dia tidak sayang sama saudara.
  • Saya tetap cinta dia, walaupun dia tidak cinta saya.

Kasih saudara harus bertumbu